📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERANCANGAN APLIKASI DIGITAL "RAKIT" SEBAGAI MEDIA KUSTOMISASI TAS UPCYCLE
Limbah tekstil, khususnya kain perca, masih menjadi permasalahan dalam isu keberlanjutan karena kerap dianggap tidak bernilai, padahal material ini memiliki potensi untuk diolah kembali melalui pendekatan upcycling menjadi produk yang fungsional dan bernilai estetis. Di sisi lain, generasi Z menunjukkan ketertarikan terhadap produk yang bersifat personal, interaktif, serta selaras dengan nilai keberlanjutan, sehingga media digital berpeluang dimanfaatkan sebagai sarana keterlibatan dalam praktik upcycling. Penelitian ini bertujuan merancang prototipe aplikasi digital “RAKIT” sebagai media kustomisasi tas berbahan kain perca yang mendukung praktik upcycling. Metode yang digunakan adalah Design Thinking dengan pendekatan User-Centered Design (UCD), yang diterapkan melalui tahapan eksplorasi konteks, perumusan konsep desain, pengembangan alur kustomisasi, dan pembuatan prototipe interaktif. Proses perancangan dan visualisasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Figma dan Blender sebagai media representasi antarmuka dan bentuk produk. Hasil penelitian berupa rancangan prototipe aplikasi digital yang memungkinkan pengguna melakukan kustomisasi tas secara modular dan interaktif, mencakup pemilihan bentuk tas, material kain perca, serta teknik pengolahan sebagai bagian dari pengalaman desain partisipatif. Aplikasi ini berfungsi tidak hanya sebagai alat simulasi desain, tetapi juga sebagai media komunikasi nilai keberlanjutan melalui pendekatan visual dan pengalaman pengguna yang edukatif serta kolaboratif, serta membuka peluang pengembangan sistem produksi berkelanjutan yang lebih partisipatif pada tahap implementasi selanjutnya.
PENGARUH PERSEPSI TERHADAP KEPUASAN DAN DUKUNGAN MASYARAKAT LOKAL SERTA WISATAWAN DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA CRISTO REI, DILI, TIMOR-LESTE.
Pengembangan pariwisata di negara kepulauan kecil seperti Timor-Leste dihadapkan pada berbagai tantangan multidimensional yang meliputi aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, khususnya pada destinasi wisata yang berada di kawasan pesisir perkotaan. Kawasan wisata Cristo Rei di Kota Dili merupakan salah satu destinasi unggulan yang memiliki nilai religius, historis, dan keindahan alam yang tinggi. Namun demikian, pengelolaannya masih dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur, kualitas pengelolaan destinasi, serta rendahnya tingkat keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pembangunan pariwisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi masyarakat lokal dan wisatawan dengan tingkat kepuasan mereka terhadap pengembangan destinasi wisata Cristo Rei, serta menelaah pengaruh kepuasan tersebut terhadap dukungan terhadap pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi potong lintang (cross-sectional). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert yang disebarkan kepada masyarakat lokal dan wisatawan yang pernah berkunjung ke kawasan Cristo Rei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive dan convenience sampling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensial melalui metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS untuk menguji hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat lokal terhadap dampak ekonomi, sosial, lingkungan, dan keamanan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kepuasan mereka terhadap pengembangan destinasi wisata. Selain itu, persepsi wisatawan terhadap kualitas fasilitas, infrastruktur, kebersihan, interaksi sosial, serta keaslian budaya lokal terbukti memberikan pengaruh positif terhadap tingkat kepuasan wisatawan. Lebih lanjut, tingkat kepuasan masyarakat lokal dan wisatawan berpengaruh signifikan terhadap dukungan mereka terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Cristo Rei. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan pendekatan pengembangan pariwisata yang berbasis masyarakat, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan merupakan aspek kunci dalam perumusan kebijakan pengelolaan destinasi wisata di Timor-Leste.
PEMANFAATAN BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) PADA PERENCANAAN PEMBANGUNAN WILAYAH PESISIR DAN LAUT (STUDI KASUS: HOTEL PANTAI GAPURA MAKASSAR)
Pembangunan wilayah pesisir dan laut menghadapi berbagai tantangan yang kompleks seperti penyalahgunaan tata ruang, tumpang tindih kewenangan, serta lemahnya pengawasan. Keterbatasan pada pemanfaatan teknologi menghambat pengelolaan sumber daya pesisir dan laut secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manfaat Building Information Modeling (BIM) sebagai cara yang dapat digunakan untuk mendukung perencanaan pembangunan yang efisien, serta dapat digunakan sebagai dasar penilaian aspek ekonomi. Hasil pemodelan menampilkan bentuk dan ukuran dasar elemen bangunan Hotel Pantai Gapura Makassar pada Dimensi 3 (3D) dengan Level of Development (LOD) 100, model ini dapat digunakan sebagai gambaran tahap awal perencanaan pembangunan, tetapi untuk kadaster laut model yang dihasilkan hanya mampu merepresentasikan aspek hak (rights) tanpa mencakup batasan (restrictions) dan kewajiban (responsibilities). Untuk mendukung perencanaan pembangunan wilayah pesisir dan laut yang kompleks, dimensi dan LOD ini masih belum mencukupi sehingga diperlukan pengembangan model dengan dimensi dan LOD yang lebih tinggi untuk mendukung perencanaan pembangunan wilayah pesisir dan laut.
PERAN KONSISTENSI PLATFORM DAN PERILAKU KONSUMEN DALAM MENDORONG EFEKTIVITAS KAMPANYE: PERSPEKTIF PENGENDALIAN STRATEGIS PADA TELKOMSEL
Percepatan transformasi digital di Indonesia telah secara signifikan mengubah cara merek telekomunikasi berinteraksi dengan konsumen di berbagai platform. Bagi Telkomsel, operator jaringan seluler terbesar di Indonesia, kemunculan konsumen digital asli dari generasi Gen Z dan Milenial membawa peluang sekaligus tantangan, terutama ketika perilaku konsumen menjadi semakin terfragmentasi, perpindahan platform semakin sering terjadi, dan efektivitas pemasaran didefinisikan ulang oleh ekosistem konten berbasis algoritma. Meskipun Telkomsel telah berinvestasi pada teknologi pemasaran seperti Predictive AI, analitik berbasis Azure, dan ekosistem DigiAds, ketidakseimbangan dalam pemilihan dan implementasi platform mengakibatkan kinerja kampanye yang tidak konsisten. Penelitian ini mengkaji hubungan antara konsistensi platform, dinamika perilaku konsumen, serta pengendalian strategis, dan bagaimana ketiganya memengaruhi efektivitas kampanye digital Telkomsel. Tiga isu utama mendorong penelitian ini: (1) perubahan perilaku Gen Z yang bergerak cepat antarplatform seperti TikTok, Instagram, dan MyTelkomsel; (2) ketidaksesuaian antara wawasan berbasis AI dengan eksekusi kampanye aktual; dan (3) kebutuhan akan pengendalian strategis untuk memastikan bahwa kinerja kampanye tetap sejalan dengan tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan perilaku terhadap efektivitas platform, menilai kemampuan Telkomsel dalam menjaga konsistensi platform, serta mengevaluasi pengaruh konsistensi terhadap engagement, brand recall, dan konversi. Penelitian menggunakan desain kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan manajer dan profesional pemasaran digital dari berbagai divisi Telkomsel seperti Digital Sales, Brand & Communication, Regional Operations, GTM & Growth, dan By.U Creative Communications. Melalui analisis konten dan tematik, penelitian menemukan pola berulang terkait keselarasan platform, adaptasi kampanye berbasis perilaku, dan manajemen kinerja strategis. Kerangka konseptual penelitian terdiri dari tiga konstruk utama: Dinamika Perilaku Konsumen (kredibilitas sumber dan kualitas konten), Konsistensi Platform (integrasi promosi, layanan pelanggan, dan pemenuhan), serta Pengendalian Strategis (KPI pasar, pelanggan, dan finansial). Temuan penelitian menunjukkan tiga hal penting. Pertama, konsistensi platform merupakan faktor utama keberhasilan kampanye, namun sulit dijaga karena perubahan preferensi konsumen dan algoritma platform yang sangat cepat. Meskipun seluruh tim sepakat akan pentingnya keselarasan pesan, tone, dan identitas merek, pelaksanaannya sering berbeda ketika ada kebutuhan adaptasi regional atau kekhasan produk. Kedua, perilaku Gen Z sangat memengaruhi pemilihan platform. Responden menjelaskan bahwa segmen ini melakukan keputusan pembelian melalui banyak titik kontak dalam satu perjalanan—mengenal produk di TikTok, memvalidasi di Instagram, dan bertransaksi melalui MyTelkomsel atau platform e-commerce. Pola non-linear ini menuntut adaptasi konten yang cepat dan pemantauan perilaku secara real-time. Ketiga, mekanisme pengendalian strategis belum merata; meskipun KPI kuat di tingkat korporat, penerapannya belum konsisten antar divisi. Meskipun Predictive AI dan DigiAds mampu mengidentifikasi audiens berpotensi tinggi, wawasan tersebut tidak selalu diterjemahkan secara konsisten ke dalam strategi kreatif atau alokasi media karena adanya silo organisasi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan kampanye digital tidak hanya bergantung pada kemampuan teknologi, tetapi juga memerlukan kolaborasi lintas divisi, tata kelola konten yang terpadu, dan pelacakan perilaku yang berkelanjutan. Ketika Telkomsel berhasil mengintegrasikan elemen-elemen tersebut, seperti dalam kampanye TikTok Ramadan 2024, hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam awareness, incremental reach, dan transaksi aplikasi. Sebaliknya, kampanye yang tidak konsisten atau salah memilih platform menunjukkan kinerja yang lebih rendah meskipun aset kreatifnya berkualitas tinggi. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan pentingnya konsistensi platform sebagai kompetensi strategis bukan sekadar operasional dalam ekosistem pemasaran digital. Penelitian ini juga memperluas literatur dengan menunjukkan bagaimana pola migrasi platform yang dipicu perilaku konsumen memengaruhi pengendalian strategis dalam organisasi digital berskala besar. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi operasional bagi Telkomsel untuk memperkuat tata kelola KPI, meningkatkan keselarasan kreatif lintas platform, dan menstandarkan perencanaan kampanye berbasis perilaku. Pada akhirnya, memastikan bahwa kampanye digital tetap konsisten, berpusat pada konsumen, dan dikendalikan secara strategis sangat penting agar Telkomsel dapat mempertahankan keunggulan kompetitif di lingkungan digital Indonesia yang terus berkembang.
3-DIMENSONAL NUMERICAL ANALYSIS OF A THREE-BLADE TIDAL TURBINE
This thesis investigates the hydrodynamic performance of a three-blade Darrieus-type tidal turbine through a 3-dimensional numerical analysis. Using Computational Fluid Dynamics (CFD) modeling via ANSYS software, the study focuses on evaluating key design parameters that influence turbine efficiency, including Blockage Ratio and blade curvature. Specifically, the research compares the performance different blockage condition with curved blade design. Theoretical validation is conducted using the Garrett and Cummins theory, allowing for a comprehensive understanding of power and thrust coefficient behavior. Indonesia’s vast tidal resources present a significant opportunity to expand renewable energy generation, and optimizing tidal turbine performance is crucial to harnessing this potential. This study aims to contribute to the development of more efficient hydrokinetic turbines by identifying optimal design features that improve energy capture while minimizing flow resistance. The outcomes of this research are expected to support future turbine design improvements and offer valuable insights for deployment in constrained environments such as narrow channels, ultimately contributing to the national energy transition goals.
INTERPRETASI DATA GRAVITASI DAN MAGNETIK MENGGUNAKAN EDGE DETECTION FILTER DI DAERAH CEKUNGAN BANYUMAS
Eksplorasi hidrokarbon di Cekungan Banyumas menghadapi tantangan utama berupa keberadaan endapan vulkanik tebal di permukaan yang menghambat metode seismik dalam pencitraan fitur geologi bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi metode filter regional-residual serta filter edge detection terpilih yang diterapkan pada data gravitasi (1.287 titik) dan magnetik (303 titik) yang diintergrasikan melalui pemodelan (forward modeling) 2.5D untuk mendapatkan . Pada penelitian ini sebelum diterapkan pada data lapangan, metode edge detection filter dianalisis terlebih dahulu menggunakan model sintetik graben dan half-graben dengan antiklin pada variasi kedalaman 0 dan 2 km. Hasil perhitungan filter regional-residual menunjukan metode moving average dipilih sebagai filter yang digunakan dalam pemisahan anomali karena dapat mencitrakan fitur geologi target dengan baik. Hasil uji sintetik menunjukkan bahwa filter Softsign Function (SF) dan Fast Sigmoid Edge Detection (FSED) memberikan respons dengan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan Horizontal Gradient (HG), meskipun teridentifikasi adanya pergeseran lateral respon filter sejauh 1 km ke arah puncak anomali seiring perubahan kedalaman sumber. Pada aplikasi data lapangan, filter SF dan FSED pada data gravitasi berhasil mendelineasi kelurusan berarah Barat Laut-Tenggara (NW-SE), yang mengonfirmasi keberadaan Antiklin Cipari sebagai pemisah antara Sub-cekungan Citanduy dan Majenang. Pemodelan 2.5D yang dikalibrasi dengan data sumur Jati-1 memvalidasi geometri halfgraben serta antiklin cipari dengan kedalaman basement yang bervariasi dari 7 km dan mengidentifikasi lapisan Eosen Deposit sebagai batuan induk potensial. Penetlitian ini menyimpulkan bahwa integrasi data gravitasi dan magnetik dengan filter edge detection terpilih dapat mendelineasi keberadaan struktur geologi penting dengan baik di daerah Cekungan Banyumas.
AUTENTISITAS SEBAGAI DETERMINAN LOYALITAS WISATAWAN UNTUK PENGELOLAAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KAWASAN KONFERENSI ASIA AFRIKA, BANDUNG
Kawasan Konferensi Asia Afrika di Kota Bandung merupakan kawasan warisan budaya perkotaan yang memiliki nilai sejarah global sekaligus menghadapi tekanan sebagai ruang kota yang aktif dan destinasi wisata. Di satu sisi, kawasan ini merepresentasikan memori kolektif pascakolonial dan simbol penting sejarah diplomasi dunia. Di sisi lain, dinamika aktivitas perkotaan, intensitas kunjungan wisata, serta tuntutan pengelolaan ruang publik menimbulkan tantangan dalam menjaga makna sejarah, kualitas pengalaman, dan keberlanjutan kawasan. Dalam konteks tersebut, perencanaan kepariwisataan tidak hanya berperan dalam mengelola aktivitas wisata, tetapi juga dalam memastikan bahwa pariwisata hadir secara selaras dengan pelestarian nilai kawasan dan kehidupan sosial yang berlangsung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh autentisitas fisik, autentisitas eksistensial, dan kualitas destinasi terhadap loyalitas wisatawan di Kawasan Konferensi Asia Afrika, serta merumuskan implikasi pengelolaan pariwisata berkelanjutan yang sensitif terhadap nilai sejarah dan pengalaman ruang kawasan. Berbeda dengan sejumlah penelitian terdahulu yang menekankan keaslian fisik sebagai determinan utama daya tarik kawasan warisan budaya, penelitian ini memfokuskan perhatian pada pengalaman wisatawan dan pemaknaan ruang dalam konteks kawasan warisan budaya perkotaan yang hidup dan dinamis. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif eksplanatori dengan pendekatan survei untuk mengumpulkan data persepsi sebanyak 266 wisatawan dan ekskursionis yang sedang dan pernah berkunjung dalam satu tahun terakhir ke Kawasan Konferensi Asia Afrika. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap loyalitas wisatawan. Selain itu, penelitian ini juga memanfaatkan jawaban terbuka dari responden sebagai data kualitatif pendukung yang dianalisis secara deskriptif-tematik menggunakan perangkat lunak NVivo. Data kualitatif tersebut digunakan untuk memperkaya interpretasi hasil analisis kuantitatif, tanpa diposisikan sebagai metode analisis utama. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa autentisitas eksistensial dan kualitas destinasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas wisatawan, dengan autentisitas eksistensial sebagai variabel yang memiliki pengaruh paling dominan. Sebaliknya, autentisitas fisik tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial terhadap loyalitas wisatawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa loyalitas wisatawan di kawasan warisan budaya perkotaan lebih banyak dibentuk oleh pengalaman bermakna, keterhubungan emosional, serta kenyamanan dan kualitas pengelolaan kawasan yang dirasakan selama kunjungan, dibandingkan oleh keaslian fisik semata. Temuan kualitatif pendukung menunjukkan bahwa pengalaman autentik wisatawan terbentuk melalui interaksi antara nilai sejarah Konferensi Asia Afrika, suasana kawasan, dinamika sosial, serta kualitas tata kelola ruang publik. Wisatawan memaknai kawasan tidak hanya sebagai lokasi bersejarah, tetapi sebagai ruang hidup yang memungkinkan refleksi, pengalaman emosional, dan interaksi sosial. Di sisi lain, isu amenitas dasar, kebersihan, parkir, dan konsistensi penataan kawasan muncul sebagai faktor yang memengaruhi kenyamanan dan kualitas pengalaman secara keseluruhan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan peran autentisitas eksistensial sebagai determinan utama loyalitas wisatawan dalam konteks kawasan warisan budaya perkotaan, serta pada pemaknaan pariwisata sebagai konsekuensi dari pengelolaan kawasan yang baik, bukan sebagai tujuan utama pengembangan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian perencanaan kepariwisataan berkelanjutan dengan menempatkan pengalaman dan pemaknaan ruang sebagai elemen kunci dalam pengelolaan kawasan warisan budaya. Dalam konteks pengajuan Kawasan Konferensi Asia Afrika sebagai World Heritage, penelitian ini berkontribusi sebagai penguatan dimensi sosial dan pengalaman yang melengkapi aspek teknis pelestarian. Temuan penelitian menegaskan bahwa keberlanjutan kawasan warisan budaya tidak hanya ditentukan oleh keutuhan fisik, tetapi juga oleh kemampuannya untuk tetap bermakna, dihidupi, dan relevan dalam praktik ruang kontemporer.
INOVASI BISNIS PROSES UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL (STUDI KASUS: PT. TRITON GLOBAL MARITIM)
Studi ini Adalah tentang PT Triton Global Maritim, perusahaan Offshore Support Vessel (OSV) di Indonesia sedang mengalami masalah terkait efisiensi yang mengakibatkan tambahan biaya yang meningkat secara tidak terduga dalam perusahaan. Investigasi internal dilakukan untuk mencari akar utama dari masalah tersebut, dan hasil investigasi menunjukan bahwa terdapat tambahan biaya terjadi dikarenakan tidak efisiennya proses dokumen yang mengakibatkan prosesnya lebih lama dikarenakan quantitas dokumen yang banyak dan terjadinya kesalahan manusia yang mengakibatkan keterlambatan yang berujung pada terjadinya biaya tambahan. Oleh karena itu, direktur memerintah untuk membuat Enterprise Resource Planning (ERP) yang cocok untuk perusahaan, yang diawali dari divisi pengadaan barang dan logistik. Ini mengarah ke bagaimana secara efektif mencari masalah pengguna yang bisa diatasi dengan ERP. Riset ini menjawab bagaimana cara membuat ERP yang bisa mengatasi masalah efisiensi yang dialami pengguna dan direktur di PT Triton Global Maritim dan cara untuk mengukur apabila ERP yang dibuat terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional tim pengadaan barang dan logistik. Untuk mencari masalah dalam proses dan memecahkan masalah secara efisien, metode pendekatan Design Thinking dan Agile Scrum digunakan. Riset ini menggunakan kombinasi pendekatan Design Thinking untuk menemukan dan memecah isu pengguna, yang kemudian dilanjutkan oleh pendekatan Agile Scrum untuk mengimplementasi fitur yang ada di dalam ERP. Berdasarkan data yang diambil dari diskusi kelompok terarah dengan user tim pengadaan barang dan logistik dan wawancara direktur, fase Design Thinking terdapat beberapa issue yang pengguna temukan di setiap proses kerja pengadaan barang dan logistik yang mengakibatkan inefisiensi dan justifikasi direktur dalam memilih keputusan pembuatan internal ERP. Data akan digunakan untuk membuat simulasi prototipe dengan Figma yang akan dipresentasikan untuk persetujuan sebelum diimplementasikan pembuatannya. Setelah persetujuan, implementasi dengan pendekatan Agile Scrum dilaksanakan dalam waktu 4 minggu sebelum ditunjukan ke pengguna dan direktur dalam bentuk rapat. Terdapat beberapa revisi selama presentasi prototipe ERP, seperti contohnya adalah terdapat revisi pada saat pemberian masukan pada saat mempresentasikan prototipe ERPnya yang berhubungan dengan bisnis proses sekarang, yangdiimana setiap proses dari satu proses ke proses lain dibutuhkan update proses berupa tahap verifikasi dalam berbentuk persetujuan, yang Dimana proses tersebut langsung direvisi karena prioritas yang cukup mendesak, yang dimana perlu diupdate dari bisnis proses yang lama ke bisnis proses yang baru. Selain revisi utama, terdapat beberapa revisi lain, yang bisa digunakan untuk sprint selanjutnya. Secara garis besar, pengguna dan direktur setuju dengan fitur ERP yang ada di divisi pengadaan barang dan logistik. Setelah pendekatan Agile Scrum dilakukan, melakukan pengujian dengan pendekatan lead time dilakukan untuk membandingkan proses dengan ERP yang waktunya diambil dari analisis web dengan menggunakan fitur dashboard yang sudah ada untuk mengitung proses pengerjaan proses yang mendekati proses realistis dengan proses yang sekarang ada, yang diambil datanya dari diskusi kelompok terarah. Hasilnya menunjukan bahwa terjadi peningkatan efisiensi secara waktu dengan menggunakan prototipe ERP yang baru sekitar 307% - 800% per dokumen secara rata-rata dalam menyelesaikan proses dokumen, membuktikan ERP dan fitur baru yang ada di dalamnya untuk divisi pengadaan barang dan logistik dapat membantu pengguna tim pengadaan barang dan logistik dalam meningkatkan efisiensi operational dan memecahkan masalah yang ada sebelumnya di tim pengadaan barang dan jasa.
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL LITERASI KEUANGAN SYARIAH UNTUK ORANG TUA SISWA SEKOLAH DASAR BERBASIS MEDIA SOSIAL DENGAN METODE DOUBLE DIAMOND
Penelitian ini membahas tentang pengembangan kampanye sosial untuk mengajarkan literasi keuangan syariah, khususnya kepada para orang tua yang memiliki anak usia sekolah dasar. Kampanye ini menggunakan metode Double Diamond sebagai metode desain. Pokok utamanya adalah bahwa literasi keuangan syariah dapat dimulai dari keluarga. Orang tua berperan mengenalkan nilai-nilai keuangan yang halal dan etis melalui keteladanan sehari-hari, sehingga pembiasaan ini membentuk pemahaman dan perilaku finansial yang baik bagi anak dan diri sendiri. Untuk menyusun kampanye ini, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Data tersebut membantu mengidentifikasi sejauh mana pengetahuan yang sudah dimiliki orang tua, kesulitan yang mereka hadapi, serta harapan mereka dalam menerapkan panduan keuangan syariah di rumah. Kampanye kemudian dirancang dengan menggunakan empat tahap dalam proses Double Diamond: Discover, Define, Develop, dan Deliver. Setiap tahap membantu dalam perjalanan dari memahami masalah yang nyata hingga membuat dan menguji rencana yang sesuai dengan kebutuhan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye yang relevan dengan kehidupan masyarakat, menarik, serta mudah dijangkau lebih berhasil dalam meningkatkan kesadaran. Selain itu, kampanye tersebut juga membantu orang tua mengubah kebiasaan keuangan mereka ke arah yang lebih positif. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi pada pendidikan keuangan sekaligus memperkaya kajian ekonomi syariah dengan menawarkan model nyata untuk merancang kampanye yang bermakna secara budaya dan efektif dalam proses edukasi.
IDENTIFIKASI DAN PENENTUAN PRIORITAS INDIKATOR KEBERLANJUTAN INFRASTRUKTUR GEOWISATA DI GEOPARK KALDERA TOBA
Geopark Kaldera Toba sebagai salah satu sistem kaldera terbesar di dunia memiliki signifikansi geologi dan pariwisata global, namun menghadapi tekanan lingkungan akibat pengembangan infrastruktur pariwisata yang belum sepenuhnya berbasis keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menetapkan prioritas indikator keberlanjutan infrastruktur geowisata sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan di Kawasan Geopark Kaldera Toba. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sekuensial eksploratif, melalui identifikasi dan validasi indikator secara kualitatif menggunakan kajian literatur dan wawancara mendalam, serta penentuan bobot dan prioritas indikator secara kuantitatif menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) berbasis penilaian ahli. Hasil penelitian menunjukkan adanya penambahan indikator kontekstual, yaitu konektivitas antar-geosite, etika ekologis, kemandirian pendanaan, serta koordinasi dan sinergi multi-pihak, yang menegaskan bahwa indikator keberlanjutan bersifat kontekstual dan dipengaruhi oleh karakteristik geopark vulkanik dengan sensitivitas lingkungan dan kompleksitas aktor yang tinggi. Hasil pembobotan menunjukkan bahwa aspek lingkungan merupakan prioritas utama, diikuti oleh kelembagaan, ekonomi, dan sosial-budaya. Pada tingkat indikator, konservasi geologi dan ketahanan lingkungan menjadi fokus utama dimensi lingkungan; kesejahteraan dan pendapatan lokal serta kelayakan finansial pada dimensi ekonomi; edukasi dan peningkatan kesadaran pada dimensi sosial-budaya; serta koordinasi dan sinergi multi-pihak pada dimensi kelembagaan. Struktur prioritas ini menegaskan bahwa keberlanjutan infrastruktur geowisata dipahami sebagai sistem hierarkis, di mana perlindungan warisan geologi dan penguatan tata kelola kelembagaan merupakan prasyarat fundamental bagi keberlanjutan manfaat ekonomi dan sosial-budaya. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan kerangka indikator keberlanjutan infrastruktur geowisata yang terprioritaskan secara kuantitatif dan kontekstual untuk geopark vulkanik berskala luas, sehingga berkontribusi secara teoretis dan praktis sebagai dasar evidence-based policy yang selaras dengan prinsip UNESCO Global Geopark.
OPTIMASI PERJALANAN PELANGGAN DENGAN METODE DESIGN THINKING UNTUK MENGEMBANGKAN HUBUNGAN DAN LOYALITAS PELANGGAN DI DISTRIK BERISIK SEBAGAI AGENSI KREATIF
Digitalisasi dan meningkatnya permintaan akan konten bermerek telah menyaksikan industri kreatif di Indonesia berubah dan berkembang pesat dalam sepuluh tahun terakhir. Lanskap era pascapandemi telah berubah menjadi konten digital, pemasaran media sosial, dan solusi kreatif terintegrasi, memaksa agensi untuk terus berinovasi. Perkembangan ini ditandai dengan tingkat persaingan yang tinggi, tidak hanya antara peserta yang sudah mapan, tetapi juga munculnya pekerja lepas yang beroperasi secara kolektif dalam skala besar. Loyalitas klien kini menjadi pembeda penting dalam bisnis di lingkungan yang sangat kompetitif. Agensi tidak lagi bisa berkonsentrasi pada akuisisi klien baru, tetapi menciptakan hubungan jangka panjang yang mendalam, berharga, dan bermakna dengan klien saat ini. Distrik Berisik adalah agensi kreatif yang berbasis di Jakarta dan didirikan pada tahun 2022. Agensi ini beroperasi dalam situasi yang dinamis; namun, mereka menargetkan solusi melalui kreativitas yang menyeluruh terkait dengan merek-merek yang melayani demografi anak muda Indonesia. Meskipun agensi mencatat peningkatan dalam akuisisi pelanggan, mereka kesulitan mempertahankan pelanggan dalam jangka panjang karena tingkat retensi pelanggan hanya 30-40. Sebaliknya, 76 persen eksekutif bisnis berpendapat bahwa proyek yang terlalu berorientasi digital biasanya tidak sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Akibatnya, untuk mengatasi masalah ini, dilakukan upaya untuk memastikan optimalisasi perjalanan pelanggan dengan bantuan pendekatan Design Thinking terhadap hubungan dan loyalitas pelanggan. Tiga pertanyaan penelitian memandu studi ini, yaitu, untuk mendefinisikan perjalanan pelanggan yang ada pada tahap awal hingga pasca-program, untuk menentukan titik kesulitan dan peluang utama di setiap tahap perjalanan ini, dan untuk menyusun model perjalanan pelanggan yang dapat dioptimalkan dengan bantuan pendekatan Design Thinking guna meningkatkan pengalaman dan loyalitas pelanggan. Studi ini didasarkan pada metode kualitatif dan kuantitatif, dan instrumen utamanya adalah kerangka Kerja Berpikir Desain. Ini adalah metode yang lebih berfokus pada manusia, menawarkan proses yang terstruktur dengan baik namun fleksibel, yang terdiri dari lima tahap berikut: Berempati, Mendefinisikan, Mengidekan, Membuat Prototipe, dan Menguji. Pengumpulan data dilakukan dengan fokus utama pada informasi kualitatif, yang ditentukan melalui penggunaan interview mendalam, lalu dilanjutkan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden. Analisis Tematik digunakan untuk menganalisis data kualitatif guna menentukan pola dan tema, sedangkan Analisis Deskriptif digunakan untuk menentukan kepuasan pelanggan, potensi retensi, dan niat membeli kembali. Dalam penelitian ini, tinjauan teoritis dibentuk melalui kombinasi konsep Customer Journey, Loyalitas Pelanggan (melalui penerapan pendekatan 3R: Rewards, Relevance, Recognition) dan pendekatan Design Thinking. Makalah ini menunjukkan kesenjangan antara teori pengalaman pelanggan yang ideal dan praktik di sektor kreatif Indonesia, khususnya dalam hal penerapan metode humanistik yang tidak memadai dalam pengembangan desain pengalaman pelanggan. Temuan penelitian ini akan bertujuan untuk menghasilkan model perjalanan pelanggan yang dioptimalkan dan divalidasi yang spesifik untuk lingkungan operasional agensi kreatif. Model ini akan dilengkapi dengan identifikasi mendalam terhadap titik kontak utama, masalah, dan momen kebenaran yang akan membuat pelanggan setia. Nilai ilmiah dari penelitian ini adalah bahwa ia telah membentuk kerangka konseptual yang menggabungkan prinsip-prinsip Design Thinking ke dalam manajemen perjalanan pelanggan dalam industri kreatif, yang sebaliknya tidak dipelajari secara mendalam dalam literatur manajemen pemasaran. Hasil empiris penelitian ini kemungkinan akan meningkatkan persepsi dalam ilmu manajemen, khususnya di bidang manajemen pengalaman pelanggan dan pemasaran relasional, dengan memberikan bukti kontekstual tentang kegunaan strategi desain berpusat pada manusia dalam menciptakan loyalitas pelanggan jangka panjang di sektor berbasis proyek dan sangat dinamis dari industri kreatif.
EVALUASI FORMULASI NANOSUSPENSI EKSTRAK KEMANGI (OCIMUM AMERICANUM L.) DAN SAKARIDA UBI CILEMBU TERHADAP PERTUMBUHAN LACTOBACILLUS PLANTARUM
Latar belakang: Ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) diketahui kaya akan senyawa fenolik dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan serta berpotensi menjaga homeostasis saluran pencernaan melalui modulasi mikrobiota usus. Namun, pemanfaatannya sering terkendala oleh rendahnya stabilitas senyawa aktif terhadap degradasi oksidatif selama proses ekstraksi, penyimpanan, maupun metabolisme oral. Pengembangan formulasi nanosuspensi menjadi solusi potensial untuk meningkatkan stabilitas senyawa aktif dan meningkatkan ketersediaannya di kolon agar dapat dimanfaatkan oleh probiotik. Dalam hal ini, sakarida ubi Cilembu terfosforilasi berperan sebagai penstabil dengan mekanisme elektrostatik dan sterik, dengan L-arginin sebagai crosslinker yang memperkuat interaksi molekuler. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan nanosuspensi ekstrak daun kemangi menggunakan sakarida ubi jalar Cilembu terfosforilasi sebagai penstabil sekaligus sumber nutrisi probiotik yang dikombinasikan dengan L-arginin sebagai penstabil, serta menguji potensi pertumbuhan probiotik terhadap Lactobacillus plantarum. Metode: Ekstraksi daun kemangi dilakukan dengan Ultrasound-Assited Extraction (UAE) menggunakan pelarut etanol 60% dengan penambahan asam sitrat 0,5%. Ekstraksi ubi cilembu dilakukan melalui tahap pemisahan pati dan hidrolisis asam, selanjutnya dilakukan fosforilasi dengan STPP 1%. Nanosuspensi diformulasikan dengan pendekatan bottom-up, melalui pembentukan partikel koloid ekstrak kemangi, kemudian penambahan penstabil arginin dan sakarida ubi cilembu, diikuti dengan high-shear homogenization. Optimasi formulasi nanosuspensi dilakukan menggunakan rancangan Box– Behnken Design (BBD). Formula dikarakterisasi dan diuji aktivitas pertumbuhan probiotik terhadap Lactobacillus plantarum dengan metode pengukuran turbiditas (OD600) yang dikonversi untuk memperkirakan jumlah koloni. Hasil: Formulasi nanosuspensi menghasilkan sediaan dengan ukuran seragam 261,12 ± 1,85 nm yang ditunjukkan oleh indeks polidispersitas 0,271 ± 0,03. Hasil optimasi BBD menunjukkan faktor yang signifikan terhadap pertumbuhan Lactobacillus plantarum adalah konsentrasi kemangi dan konsentrasi sakarida. Formulasi nanosuspensi pada kombinasi ekstrak kemangi 0,5%; sakarida ubi cilembu 9%; dan arginin 1% menunjukkan aktivitas antioksidan dan prebiotik yang baik. Aktivitas ii antioksidan meningkat secara signifikan sebesar 31%, dari 492,21 ± 5,91 mg AAE/g pada ekstrak tunggal menjadi 539,34 ± 7,87 mg AAE/g pada nanosuspensi, yang menunjukkan bahwa pengembangan sediaan nanosuspensi memberikan perlindungan terhadap degradasi oksidatif. Sediaan nanosuspensi cair menunjukkan stabilitas fisik dan kimia yang baik pada kondisi penyimpanan 4°C yang mampu mempertahankan karakteristik nanosuspensi lebih baik dibandingkan suhu 25°C dan 40°C. Evaluasi pertumbuhan probiotik menunjukkan bahwa persentase pertumbuhan Lactobacillus plantarum mencapai 86,05% dibandingkan dengan media standar MRS.
ANALISIS TERINTEGRASI PENGARUH IKLIM DAN AKTIVITAS ANTROPOGENIK TERHADAP VARIABILITAS SIMPANAN AIR TANAH DI PULAU SUMATRA BERBASIS SATELIT GRACE
Pulau Sumatra merupakan wilayah strategis untuk redistribusi penduduk dan pengembangan kegiatan ekonomi di Indonesia serta semakin dipandang sebagai alternatif terhadap Pulau Jawa. Dinamika tersebut mendorong peningkatan kebutuhan sumber daya air, khususnya air tanah, yang penting untuk menunjang sektor domestik, pertanian, dan industri. Namun, pemantauan air tanah di Indonesia masih terbatas dari sisi cakupan, konsistensi, dan ketersediaan data jangka panjang, sehingga menyulitkan perencanaan pengelolaan air tanah yang berkelanjutan pada skala regional. Dalam konteks ini, pemanfaatan satelit GRACE sebagai remote sensing menyediakan alternatif pemantauan yang mampu menangkap perubahan simpanan air daratan secara luas dan kontinu. Meski demikian, hingga saat ini kajian yang secara spesifik mengkuantifikasi variabilitas simpanan air tanah di Pulau Sumatra serta mengaitkannya secara terintegrasi dengan pengaruh faktor iklim (misalnya curah hujan dan telekoneksi ENSO-IOD) dan aktivitas antropogenik (misalnya perubahan tata guna lahan dan indikator vegetasi) berbasis pendekatan data GRACE belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan kebaruan melalui analisis spasial temporal GWSA Pulau Sumatra periode panjang menggunakan GRACE, sekaligus mengidentifikasi faktor dominan pengontrolnya. Penelitian ini bertujuan menghitung serta menganalisis variabilitas spasial dan temporal Groundwater Storage Anomaly (GWSA) di Pulau Sumatra selama periode 2002-2024 menggunakan data satelit Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE). GRACE mengestimasi perubahan massa air daratan melalui anomali gravitasi, yang selanjutnya digunakan untuk menurunkan perubahan Terrestrial Water Storage (TWS) dan menginterpretasikan dinamika simpanan air tanah pada skala luas dalam grid dan ketersediaan data yang kontinu. Analisis tren dilakukan dengan uji Mann-Kendall untuk mengidentifikasi kecenderungan perubahan jangka panjang, sedangkan keterkaitan GWSA dengan faktor pengontrol iklim dan antropogenik dievaluasi melalui analisis korelasi serta Empirical Orthogonal Function (EOF) untuk memisahkan mode dominan variabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan GWSA Pulau Sumatra memiliki tren peningkatan sebesar +0,25 mm EWH/bulan (3 mm EWH/tahun) pada ii periode 2002–2024. Namun, analisis sub-periode mengidentifikasi fase deplesi signifikan pada 2002–2010 dengan tren ?0,51 mm EWH/bulan (-6.12 mm EWH/tahun), yang mengindikasikan adanya penurunan simpanan air tanah pada awal rentang pengamatan. Secara spasial, wilayah tengah Sumatra memperlihatkan kondisi yang lebih rentan, khususnya Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan mengalami deplesi air tanah yang lebih kuat dan cenderung persisten dibandingkan wilayah lain. Pola spasial juga memperlihatkan anomali negatif yang meluas pada pertengahan dekade 2005 hingga 2010, yang menegaskan kemampuan GRACE dalam mendeteksi kehilangan simpanan air tanah pada skala regional. Analisis faktor iklim mengindikasikan bahwa GWSA cenderung berbanding lurus dengan curah hujan, yang ditunjukkan oleh korelasi positif serta adanya jeda waktu (lag) sekitar ±1 bulan antara respon GWSA terhadap curah hujan. Hal ini mencerminkan proses infiltrasi dan perkolasi air hujan menuju sistem akuifer yang tidak bersifat instan. Selain itu, variabilitas GWSA juga mampu menangkap respons terhadap kejadian iklim ekstrem, seperti kondisi El Niño kuat sekitar tahun 2015–2016 serta deplesi GWSA yang berasosiasi dengan fase IOD+ positif yang intens. Pada aspek antropogenik, perubahan tata guna lahan dan NDVI menunjukkan hubungan yang tidak konsisten terhadap variabilitas GWSA pada skala regional. Kajian pola dominan GWSA di Pulau Sumatra melalui analisis Empirical Orthogonal Function (EOF) menunjukkan bahwa mode utama (EOF-1/PC-1 73,8%) merepresentasikan komponen dominan berupa tren positif perubahan GWSA jangka panjang. PC-1 memperlihatkan kecenderungan peningkatan secara gradual, dengan pengecualian adanya penurunan ekstrem sekitar periode 2004- 2005. Anomali ini diindikasikan berkaitan dengan gangguan geofisika berskala besar, khususnya dampak gelombang seismik akibat kejadian gempa megathrust Aceh tahun 2004, yang telah dilaporkan dalam berbagai studi mampu memicu perubahan muka air tanah dan redistribusi simpanan air daratan. Dari sisi keterkaitan antarvariabel, PC-1 menunjukkan asosiasi yang lebih kuat dengan faktor iklim skala besar, yaitu indeks Niño3.4 (ENSO) dan DMI (IOD). Hal ini mengindikasikan bahwa variabilitas jangka panjang simpanan air tanah di Sumatra lebih dikendalikan oleh dinamika iklim regional-global yang bersifat persisten, dibandingkan oleh fluktuasi atmosfer lokal yang lebih bersifat musiman dan berisik (high variability). Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa perubahan GWSA di Pulau Sumatra merupakan hasil interaksi antara faktor iklim skala besar, gangguan geofisika, dan tekanan antropogenik, dengan dominasi pengaruh iklim dan geofisika pada skala regional. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam mendukung pemantauan serta strategi pengelolaan air tanah berbasis wilayah. Penelitian selanjutnya disarankan untuk secara eksplisit memasukkan parameter tektonik, seperti aktivitas seismik dan karakteristik geologi regional, untuk memperkaya pemahaman terhadap dinamika simpanan air tanah di wilayah tektonik aktif seperti Pulau Sumatra.
ANALISIS INVESTASI PROYEK PEMBANGUNAN LAPANGAN PADEL: STUDI KASUS CV PANCA ARCAPADA
CV Panca Arcapada (bukan nama sebenarnya) sedang mempertimbangkan proyek pengembangan lapangan padel di Jakarta Selatan akibat meningkatnya permintaan dan tren pasar olahraga rekreasi gaya hidup di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, dan Bandung. Pasar padel telah tumbuh sangat cepat di seluruh dunia, dan hal yang sama terjadi di Indonesia, meskipun masih berada pada fase pertumbuhan awal. Oleh karena itu, bisnis pasar padel membawa peluang besar sekaligus risiko yang signifikan. Studi ini berfokus pada apakah proyek pengembangan lapangan padel baru dapat menghasilkan keuntungan finansial dan secara ekonomi layak berdasarkan perkiraan empiris dan teknik penilaian yang disesuaikan dengan risiko. Studi ini mengevaluasi pasar bisnis secara eksternal dan internal menggunakan kerangka kerja PESTEL dan RBV VRIO, serta kelayakan finansial proyek yang diusulkan menggunakan teori anggaran modal, termasuk arus kas bebas (FCF), arus kas diskonto (DCF), tingkat diskonto menggunakan biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) sebesar 11,66% untuk menghitung nilai sekarang bersih (NPV), tingkat pengembalian internal (IRR), periode pengembalian modal, dan indeks keuntungan. Selain itu, analisis sensitivitas dan simulasi Monte Carlo juga dilakukan untuk melihat variabel mana yang secara signifikan mempengaruhi penilaian keuangan dan untuk membantu dalam pengelolaan yang efektif. Analisis menunjukkan bahwa proyek lapangan padel menawarkan peluang investasi yang menarik. Hasil analisis keuangan menunjukkan NPV positif sebesar Rp 702.301.967, dengan IRR sebesar 34.8%, masa pengembalian modal sekitar 2 tahun, dan PI sebesar 2, yang menunjukkan produktivitas modal yang baik. Hasil ini menunjukkan bahwa proyek tersebut secara finansial layak. Hasil sensitivitas menunjukkan pengaruh yang kuat dari variabel pendapatan, terutama pemesanan lapangan dan total pendapatan, sehingga menyoroti peran krusial strategi manajemen pemanfaatan dan generasi permintaan. Di sisi lain, variabel biaya akan memiliki dampak moderat terhadap keuntungan, terutama biaya operasional dan pengeluaran modal, sementara pendapatan tambahan memiliki pengaruh minimal terhadap profil risiko proyek investasi. Kontribusi studi ini terhadap pengambilan keputusan keuangan dalam usaha olahraga tahap awal melibatkan penilaian kelayakan yang terstruktur yang dikembangkan dari model keuangan yang ketat. Artikel ini menawarkan kerangka kerja analitis yang mudah direplikasi untuk mengevaluasi investasi padel dan memfasilitasi pengambilan keputusan manajerial di pasar dengan data historis terbatas dan permintaan konsumen yang sedang berkembang.
PEMODELAN MULTIBAHAYA BENCANA TSUNAMI DAN BANJIR DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN GIANYAR, KABUPATEN GIANYAR, PROVINSI BALI
Pesisir Kecamatan Gianyar memiliki potensi ancaman multibahaya, yaitu tsunami yang berkaitan dengan aktivitas subduksi megathrust segmen Jawa Tengah – Jawa Timur dan segmen Bali, serta banjir akibat hujan ekstrem di hulu DAS. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik genangan banjir, tsunami, serta multibahaya dari keduanya saat terjadi bersamaan dengan fokus penelitian di Pantai Lebih dan Pantai Siyut. Tsunami yang dimodelkan dengan software DelftDashboard dan Delft3d-Flow menunjukkan tinggi gelombang maksimum mencapai 6,3 m pada waktu simulasi 35 menit di laut kedalaman 20 m. Debit banjir dari kedua DAS dengan luas 85,45 km2 (Sub-1) dan 55,06 km2 (Sub-2) di lokasi penelitian diperhitungkan menggunakan metode SCS Curve Number (CN) berdasarkan data hujan empat stasiun BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Jembrana tahun 2015-2024, karakteristik tanah, dan tutupan lahan. Parameter perhitungan debit banjir dan elevasi DEMNAS mempengaruhi kalibrasi debit. Periode ulang banjir yang dianalisis yaitu 25, 100, 500, dan 1000 tahun untuk mengetahui kejadian ekstrem. Hasil model genangan HEC-RAS 2D menunjukkan bahwa banjir ternyata memiliki dampak yang lebih parah daripada tsunami. Ketinggian genangan maksimum di permukiman mencapai 9 m akibat banjir maupun multibahaya, sedangkan tsunami mencapai 6 m. Luas genangan akibat banjir periode ulang 1000 tahun seluas 80,76 ha dan luas genangan akibat tsunami seluas 31,8 ha. Sedangkan, luas genangan multibahaya dari keduanya seluas 95,31 ha. Sementara itu, jarak inundasi genangan terjauh akibat tsunami mencapai 250 m pada waktu simulasi ke-40 menit. Tsunami juga mampu menjalar ke arah hulu melalui sungai sejauh 200 m. Kontribusi tsunami terhadap genangan multibahaya hanya 34% dibandingkan dengan total genangan dari banjir periode ulang 500 tahun bersamaan dengan tsunami dengan periode ulang yang sama. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan keduanya (multibahaya) pada analisis peta bahaya atau peta risiko oleh lembaga/instansi terkait karena daerah yang terdampak banjir dan tsunami lebih berbahaya daripada daerah yang terdampak tsunami atau banjir saja. Selain itu, hasil model juga menunjukkan waktu surut genangan di Pesisir Kecamatan Gianyar untuk dasar perencanaan evakuasi sekitar 5,7 jam pada kejadian tsunami dan 47 jam pada kejadian banjir serta kejadian multibahayanya.