📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenMEMAHAMI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESDIAAN PELANGGAN UNTUK BERLANGGANAN NETFLIX DI INDONESIA
Perkembangan akses internet yang pesat di Indonesia telah mengubah cara konsumen dalam menikmati hiburan digital, yang pada gilirannya meningkatkan persaingan antar platform Subscription Video on Demand (SVOD). Dalam lingkungan yang kompetitif ini, Netflix telah muncul sebagai salah satu layanan SVOD yang paling mapan di Indonesia, sehingga menjadi konteks yang relevan untuk mengkaji perilaku berlangganan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi willingness to subscribe pelanggan terhadap Netflix di Indonesia. Metode penelitian kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini, yang diawali dengan survei awal terhadap 38 responden dan dilanjutkan dengan survei utama terhadap 139 responden. Penelitian ini menggunakan metode Multiple Linear Regression (MLR) untuk menganalisis pengaruh konten, kemudahan penggunaan, dan word of mouth (WOM) terhadap willingness to subscribe (WTS) pelanggan terhadap Netflix. Hasil analisis menunjukkan bahwa konten dan WOM memiliki pengaruh yang signifikan terhadap willingness to subscribe, sedangkan kemudahan penggunaan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penelitian ini berkontribusi terhadap keterbatasan literatur akademik mengenai pasar SVOD di Indonesia dengan menyediakan bukti empiris terkait faktor-faktor penentu willingness to subscribe serta implikasi strategisnya.
KAJIAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI SADIA DI KOTA BIMA, NUSA TENGGARA BARAT
Kota Bima merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan banjir relatif tinggi dan secara konsisten mengalami kejadian banjir hampir setiap tahun. Salah satu peristiwa banjir terbesar terjadi pada tahun 2016 dan dikategorikan sebagai bencana hidrometeorologi yang signifikan karena menimbulkan dampak luas, antara lain kerusakan infrastruktur, genangan pada kawasan permukiman, serta gangguan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem pengendalian banjir yang ada belum sepenuhnya mampu mereduksi risiko banjir secara optimal. Salah satu faktor utama penyebab terjadinya banjir di wilayah ini adalah keterbatasan kapasitas Sungai Sadia dalam menampung debit aliran yang berasal dari hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Sadia, sehingga limpasan air meluap dan menggenangi wilayah sekitarnya, terutama pada saat terjadi hujan dengan intensitas dan durasi tinggi. Sebagai upaya penanggulangan banjir, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BBWS NT I) melaksanakan penanganan struktural berupa normalisasi Sungai Sadia sepanjang ±4,57 km serta pembangunan revetment pada beberapa segmen sungai yang dinilai rawan terhadap erosi dan limpasan. Namun demikian, efektivitas dari upaya penanganan tersebut dalam mengurangi potensi banjir dan dampaknya terhadap perubahan morfologi dasar sungai masih perlu dievaluasi secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja penanganan struktural yang telah dilakukan dalam mereduksi luas dan kedalaman genangan banjir, serta menganalisis pengaruhnya terhadap proses transpor sedimen dan perubahan morfologi dasar Sungai Sadia. Kajian dilakukan pada segmen Sungai Sadia sepanjang 4,5 km. Analisis hidrologi diawali dengan kajian karakteristik daerah aliran sungai (DAS) untuk menentukan debit masukan menggunakan perangkat lunak HEC-HMS. Data curah hujan yang digunakan bersumber dari satelit Global Precipitation Measurement (GPM) selama periode 24 tahun (2001–2024), yang selanjutnya dikalibrasi dan diuji korelasinya terhadap data curah hujan dari pos pencatatan hujan (PCH) guna meningkatkan keandalan hasil analisis. Penentuan debit banjir rencana dilakukan untuk kala ulang 25 tahun (Q25) melalui pemodelan HEC-HMS, yang dikalibrasi terhadap debit bankfull sungai sehingga metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Nakayasu dipilih sebagai metode yang paling merepresentasikan kondisi hidrologi Sungai Sadia. Analisis hidraulika dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak HEC-RAS satu dimensi (1D) untuk memperoleh profil muka air sepanjang alur sungai serta HEC-RAS dua dimensi (2D) untuk memetakan sebaran genangan banjir secara spasial. Pemodelan hidraulika disimulasikan dalam tiga skenario, yaitu kondisi eksisting tanpa penanganan, kondisi pasca-penanganan berupa normalisasi sungai dan pembangunan revetment, serta skenario alternatif dengan penambahan struktur pengendali berupa tanggul dan parapet. Selain itu, dilakukan analisis transpor sedimen untuk mengevaluasi perubahan pola sedimentasi dan erosi dasar sungai sebagai dampak dari normalisasi serta alternatif penanganan tambahan berupa pembangunan check dam. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, Sungai Sadia belum mampu menampung debit banjir rencana Q25 sebesar 167 m³/det. Kondisi ini ditandai dengan terjadinya limpasan di beberapa segmen tinjauan dengan kedalaman genangan berkisar antara 0,1 hingga 4,0 m dan luas genangan mencapai 89,87 ha. Penanganan berupa normalisasi sungai mampu mengurangi luas genangan banjir, namun tingkat efektivitasnya masih terbatas dengan persentase reduksi sebesar 40,74%. Sementara itu, skenario alternatif dengan penambahan tanggul dan parapet menunjukkan kinerja yang jauh lebih efektif, dengan kemampuan mereduksi luas genangan hingga 96,27%. Hasil analisis transpor sedimen menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting terjadi kecenderungan agradasi, dengan volume sedimen terdeposisi sebesar 3.283,06 m³/tahun dan volume erosi dasar sungai sebesar 2.782,89 m³/tahun. Setelah dilakukan normalisasi sungai, laju sedimentasi meningkat menjadi 3.345,97 m³/tahun, atau mengalami kenaikan sebesar 1,91%, sementara volume erosi dasar sungai menurun menjadi 2.491,84 m³/tahun, atau berkurang sebesar 10,45%. Selanjutnya, penerapan skenario alternatif berupa penambahan bangunan check dam mampu menurunkan laju sedimentasi menjadi 3.285,64 m³/tahun dibandingkan kondisi pascanormalisasi, serta mengurangi volume erosi dasar sungai menjadi 2.454,13 m³/tahun. Penurunan laju sedimentasi yang relatif kecil tersebut diduga dipengaruhi oleh lokasi check dam yang berada sekitar 1,6 km dari bagian hulu sungai, sehingga efektivitasnya dalam menahan suplai sedimen dari daerah hulu belum optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan struktural di Sungai Sadia efektif dalam menurunkan risiko banjir, terutama melalui penerapan skenario alternatif tambahan. Namun demikian, permasalahan sedimentasi belum sepenuhnya teratasi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pengelolaan DAS yang terintegrasi melalui kombinasi penanganan struktural dan non-struktural, seperti konservasi tanah dan air, reboisasi, serta rehabilitasi vegetasi di wilayah hulu. Sinergi antarinstansi di tingkat pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam upaya pengendalian banjir dan pengelolaan sedimentasi secara berkelanjutan
PAJANAN NO2 DAN GANGGUAN PERNAPASAN DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR
Nitrogen dioksida (NO2) diketahui berperan dalam meningkatkan gangguan pernapasan pada anak hingga dapat menyebabkan kematian. Untuk memperoleh ukuran risiko yang lebih akurat, diperlukan pendekatan epidemiologi berbasis studi prospective cohort yang dirancang secara kontekstual. Kebutuhan ini muncul karena studi sebelumnya masih menghadapi sejumlah keterbatasan, seperti minimnya stasiun pemantauan kualitas udara, belum tersedianya basis data kesehatan yang memadai, potensi bias akibat variabel perancu yang tidak dikendalikan, serta ketiadaan sistem pemantauan kesehatan yang berkelanjutan di tingkat komunitas. Pendekatan cohort yang kuat dan terintegrasi dengan pemantauan pajanan NO2 secara spasial-temporal akan memungkinkan estimasi risiko kesehatan yang lebih presisi pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi NO2 dan kejadian gangguan pernapasan anak selama satu tahun di dua wilayah dengan karakteristik berbeda, yaitu daerah perkotaan (Kecamatan Cibeunying Kidul dan Kiaracondong, Kota Bandung) serta daerah pedesaan (Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung), Provinsi Jawa Barat. Pengukuran konsentrasi NO2 dilakukan dengan menggunakan diffusion tube passive sampler. Penggunaan passive sampler memiliki keunggulan karena memungkinkan pemetaan distribusi spasial pajanan NO2 secara lebih representatif selama periode pengukuran tertentu, sehingga memberikan informasi yang lebih relevan untuk evaluasi dampak kesehatan. Pemantauan dilakukan pada 43 titik di wilayah perkotaan dan 30 titik di wilayah pedesaan. Setiap sampel mewakili pajanan selama tujuh hari, dan pengambilan sampel dilakukan setiap minggu selama satu tahun. Data kesehatan dikumpulkan dari 1.717 anak sekolah dasar (842 anak perkotaan dan 875 anak pedesaan) melalui pemantauan mingguan gejala serangan asma dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) oleh guru kelas dan guru UKS yang telah dilatih, menggunakan pendekatan community-based surveillance. Data konsentrasi NO2 dianalisis secara spasial menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW) pada resolusi 30 m × 30 m dengan perangkat lunak QGIS untuk memetakan distribusi pajanan. Analisis statistik dilakukan untuk menguji signifikansi hubungan antara pajanan NO2 dan serangan asma pada anak. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan konsentrasi NO2 yang signifikan antara wilayah perkotaan (113,53 ± 6,98 ?g/m3 ) dan pedesaan (59,14 ± 12,34 ?g/m3 ). Wilayah perkotaan memiliki konsentrasi NO2 yang lebih tinggi, terutama pada musim kemarau yang dipengaruhi oleh fenomena El Niño, sementara di wilayah pedesaan konsentrasi cenderung lebih rendah meskipun terdapat pembakaran jerami musiman. Kebiasaan membuka jendela saat cuaca panas meningkatkan pajanan anak terhadap udara luar. Korelasi antara pajanan NO2 dan kejadian ISPA ditemukan lebih kuat di wilayah perkotaan, khususnya pada minggu kedua setelah pajanan, sedangkan di pedesaan korelasi lebih menonjol pada minggu pertama. Di wilayah perkotaan, analisis menunjukkan Relative Risk (RR) serangan asma sebesar 1,059, sedangkan analisis survival menghasilkan Hazard Ratio (HR) sebesar 1,007 per peningkatan 1 ?g/m3 . Di wilayah pedesaan, HR tercatat sebesar 1,002. Meskipun nilai HR relatif kecil, temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan peningkatan risiko serangan asma secara konsisten seiring meningkatnya pajanan NO2. Selain itu, RR ISPA di wilayah perkotaan tercatat sebesar 1,31. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendekatan pemantauan gangguan pernapasan berbasis komunitas melalui pelibatan sekolah dasar, serta mengisi kekosongan data longitudinal tentang pajanan NO2 dan kesehatan anak di negara berkembang. Kebaruan dari studi ini terletak pada integrasi antara metode passive sampling yang dimodelkan secara spasial dengan resolusi tinggi, pemantauan kesehatan berbasis komunitas (community-based surveillance), dan pemetaan spasial risiko pajanan NO2 secara mingguan mempertimbangkan keterwakilan alamat. Selain itu, penelitian ini membangun basis data cohort yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan sistem peringatan dini penyakit terkait polusi udara. Secara keseluruhan, hasil studi ini menyumbang pada penguatan kajian hubungan antara kualitas udara ambien dan kesehatan anak di wilayah tropis serta menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan pengendalian kualitas udara yang lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan.
FAKTOR-FAKTOR PENENTU PERILAKU PEMBELIAN DALAM APLIKASI PADA PERMAINAN MOBILE AUGMENTED REALITY: STUDI EMPIRIS PADA PEMAIN POKÉMON GO DI INDONESIA
Permainan mobile telah menjadi salah satu industri hiburan terbesar secara global, dengan pembelian dalam aplikasi sebagai sumber pendapatan utama. Namun, penelitian mengenai perilaku IAP pada permainan berbasis augmented reality (AR), khususnya di negara berkembang, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pembelian dalam aplikasi pada pemain Pokémon GO di Indonesia, sebuah pasar dengan tingkat keterlibatan pemain yang tinggi namun monetisasi yang relatif rendah. Penelitian ini mengintegrasikan Theory of Planned Behavior (TPB) dengan Expectation-Confirmation Theory (ECT) serta konsep Price Fairness untuk menjelaskan keputusan pembelian pemain. Atribut desain event dan persepsi kewajaran harga dianalisis sebagai faktor yang memengaruhi sikap terhadap pembelian, norma subjektif, dan perceived behavioral control, yang selanjutnya memengaruhi niat pembelian dan perilaku pembelian aktual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap pemain Pokémon GO di Indonesia yang telah melakukan setidaknya satu pembelian dalam aplikasi dalam dua belas bulan terakhir. Sebanyak 337 data responden yang valid dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajaran harga dan desain event berpengaruh signifikan terhadap sikap dan perceived behavioral control. Sikap terhadap pembelian merupakan prediktor terkuat terhadap niat pembelian, sementara expectation confirmation tidak berpengaruh langsung terhadap sikap, yang mengindikasikan bahwa pemain menilai setiap keputusan pembelian secara independen. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengembangan TPB dan ECT dalam konteks permainan AR serta implikasi manajerial bagi pengembang dalam merancang strategi monetisasi yang adil dan menarik.
TRANSISI STRATEGIS DARI PERBANKAN BERSUKU BUNGA TINGGI KE “LIFESTYLE BANKING”: KERANGKA PRIORITAS FITUR BERBASIS DATA UNTUK KROM BANK
Riset ini membahas tantangan strategis yang dihadapi Krom Bank dalam transisi dari model tabungan berimbal hasil tinggi ke ekosistem perbankan gaya hidup yang komprehensif di lanskap perbankan digital Indonesia yang kompetitif. Dengan menggunakan desain riset kuantitatif, studi ini mensurvei 281 responden (100 pengguna KROM dan 181 non-pengguna KROM) untuk mengidentifikasi preferensi konsumen dan memprioritaskan pengembangan fitur guna mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Kerangka kerja riset ini mengintegrasikan konstruk UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of Technology) dengan analisis kesenjangan, analisis labalaba, pemetaan persepsi, dan penilaian strategis di 12 dimensi. Semua konstruk pengukuran menunjukkan reliabilitas yang dapat diterima hingga baik, dengan kecukupan sampel yang mengonfirmasi. Riset ini memvalidasi transisi strategis Krom Bank dari ceruk berimbal hasil tinggi ke ekosistem gaya hidup yang komprehensif. Solusi utamanya mengidentifikasi Integrasi Pembayaran Transportasi sebagai "Jangkar Harian" yang optimal untuk mengubah penabung pasif menjadi pelaku transaksi aktif. Bersamaan dengan itu, analisis kesenjangan mengamanatkan solusi sekunder yang krusial: merombak infrastruktur Layanan Pelanggan dan Keamanan untuk menutup defisit kepercayaan yang fundamental. Disintesis melalui kerangka Strategi Berlian, peta jalan ini memprioritaskan stabilisasi kepercayaan sebelum menguatkan kebiasaan sehari-hari, yang pada akhirnya mengembangkan logika ekonomi Krom dari ketergantungan simpanan berbiaya tinggi menjadi model berkelanjutan yang dipimpin oleh transaksi.
INVESTIGATING AN INVENTORY MODEL FOR SPARE PARTS MANAGEMENT IN A TRADING COMPANY
Industri tapioka berbasis singkong di Indonesia terus berkembang, sehingga meningkatkan permintaan terhadap mesin pengolahan dan suku cadang dengan waktu tunggu impor selama 12 sampai 16 minggu. PT Wahana Hijau Inti Teknik (WHITE), sebuah perusahaan dagang yang menyediakan mesin dan suku cadang, menghadapi permasalahan berupa kelebihan stok (overstock) untuk item dengan permintaan rendah, kekurangan stok (stockout) untuk item dengan permintaan tinggi, serta pencatatan persediaan yang masih dilakukan secara manual menggunakan Excel. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kondisi dan tantangan terkini dalam manajemen persediaan suku cadang; (2) mengembangkan model klasifikasi hibrida ABC–VED–FSN; dan (3) memberikan rekomendasi kebijakan persediaan spesifik per kategori serta cara mengintegrasikannya ke dalam sistem Odoo ERP. Pendekatan kualitatif digunakan dengan mengombinasikan wawancara terstruktur (staf gudang dan staf penjualan & impor), data sekunder (riwayat penjualan dan alur proses), serta Systematic Literature Review (SLR). Item diklasifikasikan menggunakan metode ABC (nilai pemakaian), VED (tingkat kritikalitas), dan FSN (pola pergerakan), lalu diintegrasikan ke dalam matriks ABC–VED–FSN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kategori I: 38% (prioritas tinggi; AVF/BVF/CVF/CVS/CVN) dengan kebijakan persediaan MTS, continuous review, stok terdesentralisasi, dan tingkat layanan tinggi; Kategori II: 42% (CEN/CES) menggunakan kombinasi MTS/MTO dengan periodic review (R,s,S); dan Kategori III: 20% (CDN/CDS) dengan pendekatan VMI/terpusat dan kontrol minimal. Desain Odoo ERP yang diusulkan mencakup modul Inventory, Purchasing, dan Reporting, dengan rencana implementasi bertahap selama 6–12 bulan. Penelitian ini menghasilkan kerangka kerja praktis bagi perusahaan dagang yang menghadapi permintaan bersifat tidak menentu (intermittent demand) untuk mengurangi risiko kelebihan dan kekurangan stok, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan keandalan layanan melalui digitalisasi manajemen persediaan.
EFISIENSI BIAYA DAN PENINGKATAN PRODUKSI MELALUI OPTIMASI CYCLE TIME STIMULASI TERMAL HUFF AND PUFF MENGGUNAKAN METODE LEAN SIGMA PADA PROYEK STEAMFLOOD BARU
Area N merupakan wilayah steamflood yang baru dikembangkan dan masih berada pada tahap awal, sehingga menghasilkan produksi minyak awal yang rendah. Stimulasi termal berperan penting dalam mendukung kinerja produksi pada fase awal pengembangan, terutama karena area ini memiliki keterbatasan fasilitas permukaan dan hanya tersedia satu unit Huff & Puff yang beroperasi. Metode Huff & Puff konvensional yang sebelumnya diterapkan memerlukan siklus pekerjaan yang panjang selama 20 hari (13 hari injeksi steam dan 7 hari soaking) serta memiliki biaya operasional yang tinggi, yaitu sebesar USD 58,562 per pekerjaan. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakefisienan pada durasi cycle time stimulasi termal, yang secara langsung berdampak pada biaya operasi dan hasil produksi, sehingga upaya perbaikan menjadi penting dan bersifat strategis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidakefisienan cycle time pada stimulasi termal, merancang metode perbaikan menggunakan pendekatan Lean Sigma, serta menentukan alternatif solusi terbaik yang secara teknis layak, mampu menurunkan biaya operasional, dan meningkatkan produksi minyak. Pengumpulan data dalam penelitian ini berasal dari laporan perusahaan, hasil field trial, Focus Group Discussion (FGD) dan working session, studi literatur, serta best practices penerapan metodologi Lean Sigma. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja Lean Sigma DMAIC yang didukung oleh SIPOC, process flow mapping, Fishbone Diagram, dan FMEA. Pada fase Define, teridentifikasi bahwa permasalahan utama bisnis adalah durasi cycle time yang panjang dan distribusi panas yang kurang efektif, yang memengaruhi efisiensi biaya dan pencapaian target produksi. Pada fase Measure, ditetapkan baseline kinerja operasional, sementara fase Analyze mengonfirmasi bahwa tidak adanya metode distribusi panas yang optimal merupakan akar penyebab dominan. Pada fase Improve, beberapa alternatif solusi dievaluasi dan di implementasi metode parallel steam injection pada dua sumur secara simultan dengan optimasi cycle time melalui field trial. Pada fase Control, proses yang telah diperbaiki diformalkan melalui dashboard dan standar prosedur operasi. Hasil field trial menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan, yaitu cycle time berhasil dikurangi dari 20 hari per sumur menjadi 7 hari untuk dua sumur sekaligus, produksi minyak meningkat dari 3,5 BOPD menjadi 18 BOPD per sumur, dan biaya stimulasi menurun menjadi USD 12.542 per sumur. Temuan ini membuktikan bahwa metode parallel injection dan optimasi cycle time mampu meningkatkan efisiensi termal, kinerja biaya, serta hasil produksi.
PENGEMBANGAN KEMBARAN DIGITAL SISTEM BATERAI PENYIMPAN ENERGI UNTUK APLIKASI UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY
Transisi energi menuju sumber terbarukan menuntut keandalan tinggi dari Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS) dalam menjaga stabilitas jaringan smart microgrid. Namun, operasional baterai Lithium-ion memiliki risiko degradasi dan keselamatan signifikan jika tidak dikelola dengan presisi. Tantangan utama saat ini adalah penyajian data mentah yang kompleks, menyulitkan interpretasi cepat oleh operator dan meningkatkan risiko kegagalan sistem akibat keterlambatan deteksi anomali. Tugas akhir ini bertujuan mengembangkan sistem pemantauan kondisi berbasis Internet of Things (IoT) yang mentransformasi data teknis menjadi wawasan operasional intuitif dan dapat ditindaklanjuti. Metodologi Tugas Akhir mengadopsi kerangka kerja Smart Grid Architecture Model (SGAM) untuk menjamin interoperabilitas sistem. Sistem mengintegrasikan akuisisi data beresolusi tinggi dari sensor mikrokontroler ESP32 dan hybrid inverter melalui protokol komunikasi digital. Data diproses melalui mekanisme Extract, Transform, Load (ETL) dan disimpan dalam basis data terstruktur. Perancangan antarmuka (Human-Machine Interface) menerapkan prinsip High Performance HMI (HPHMI) yang memprioritaskan kesadaran situasional dengan menyajikan informasi dalam konteks batas operasional aman. Hasil tugas akhir menunjukkan keberhasilan integrasi 43 parameter unik yang mencakup aspek elektrikal dan status operasional. Evaluasi kinerja sistem berdasarkan karakteristik Big Data (5V) menunjukkan hasil yang andal: Volume data aktual efisien (7,93 byte/detik); Velocity dengan latensi rata-rata 2,4 detik; Veracity mencapai validitas data 99,97%; Variety mencakup keragaman tipe data; serta Value terbukti tinggi dengan skor kebermanfaatan 81/100. Kontribusi tugas akhir ini terletak pada implementasi deteksi ketidaknormalan ganda (aturan ambang batas dan status perangkat) serta fitur pencatatan kejadian otomatis berbasis webhook. Kontribusi utama tugas akhir ini adalah penyediaan alat bantu analisis yang mendukung transisi strategi pemeliharaan dari reaktif menjadi proaktif, serta memperkaya perancangan arsitektur pengawasan energi yang efektif.
PENGARUH PLATFORM E-COMMERCE TERHADAP PERPUTARAN PERSEDIAAN: STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN RITEL DI BURSA EFEK INDONESIA
Transformasi digital telah mengubah industri ritel di Indonesia, seiring dengan meningkatnya pergeseran perilaku konsumen dari toko fisik ke platform belanja online. Transformasi ini telah meningkatkan persaingan dalam industri ritel dan mendorong perusahaan ritel untuk mengadopsi saluran online, termasuk platform e-commerce, sebagai bagian dari strategi penjualan dan distribusi mereka. Penggunaan saluran digital memungkinkan perusahaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan aksesibilitas pelanggan, dan merespons perubahan preferensi konsumen dengan lebih cepat. Pada saat yang sama, perusahaan ritel Indonesia menghadapi tekanan yang semakin besar untuk meningkatkan efisiensi persediaan karena ketidakpastian permintaan, fluktuasi daya beli, dan persaingan yang lebih tinggi. Beberapa perusahaan ritel menggunakan platform e-commerce sebagai respons terhadap perubahan kondisi pasar agar tetap kompetitif. Namun, dampak aktual adopsi platform e-commerce terhadap perputaran persediaan masih belum jelas. Studi sebelumnya tentang perputaran persediaan sebagian besar berfokus pada faktor keuangan dan operasional, seperti margin kotor, intensitas modal, pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan, dan tren waktu, sementara peran adopsi digital hanya mendapat perhatian empiris yang terbatas, terutama di pasar negara berkembang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh adopsi platform e-commerce dan faktor-faktor lain, seperti margin kotor, intensitas modal, pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan, dan tren waktu terhadap perputaran persediaan di antara perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perputaran persediaan digunakan sebagai indikator utama efisiensi persediaan, karena mencerminkan seberapa efektif perusahaan mengkonversi persediaan menjadi penjualan dari waktu ke waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data keuangan historis, laporan tahunan, informasi platform ecommerce, berita, dan literatur terkait, yang mencakup 14 perusahaan ritel selama periode 2016 hingga 2024. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel untuk menangkap perbedaan lintas sektoral antar perusahaan dan variasi dari waktu ke waktu, dengan model efek acak untuk memperkirakan hubungan antara variabel independen dan perputaran persediaan. Temuan menunjukkan bahwa adopsi e-commerce memiliki pengaruh yang tidak signifikan, menunjukkan bahwa mengadopsi platform e-commerce tidak secara langsung meningkatkan efisiensi persediaan. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa margin kotor memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap perputaran persediaan, sedangkan pertumbuhan penjualan memiliki pengaruh positif yang signifikan. Sementara itu, intensitas modal, ukuran perusahaan, dan tren waktu tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap perputaran persediaan selama periode observasi. Penelitian ini memberikan kebaruan dengan memasukkan adopsi e-commerce dalam model perputaran persediaan, memperluas studi sebelumnya yang lebih berfokus pada faktor keuangan dan operasional. Selain itu, penelitian ini memperluas penelitian persediaan berbasis rasio dengan menunjukkan bahwa adopsi e-commerce saja tidak cukup untuk meningkatkan efisiensi persediaan dan harus didukung oleh kemampuan manajerial dan operasional yang tepat. Secara keseluruhan, temuan ini memberikan bukti empiris baru tentang bagaimana transformasi digital memengaruhi perputaran persediaan di industri ritel Indonesia dan menawarkan wawasan berharga bagi akademisi dan praktisi.
PENGEMBANGAN VISI KOMPUTER DAN DEEP LEARNING UNTUK PENGUKURAN PANJANG AKAR KENTANG PADA SISTEM OTOMASI AEROPONIK
Pertanian presisi, seperti sistem aeroponik, menjadi solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat. Aeroponik adalah metode pertanian modern di mana akar tanaman menggantung di udara dan mendapatkan nutrisi melalui penyemprotan larutan nutrisi. Salah satu tantangan dalam sistem aeroponik adalah otomasi penyaluran nutrisi yang optimal sesuai fase pertumbuhan tanaman, yang sering kali ditentukan oleh panjang akar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem visi komputer berbasis deep learning untuk mengukur panjang akar kentang secara otomatis, yang hasilnya dapat digunakan untuk otomasi sistem penyemprotan. Metodologi penelitian mencakup beberapa tahap utama. Pertama, dilakukan pra-pemrosesan citra untuk mengoreksi distorsi lensa dan melakukan konversi rasio piksel per sentimeter per baris lubang tanam guna mengatasi efek perspektif. Selanjutnya, dikembangkan sebuah model segmentasi citra menggunakan arsitektur U-Net yang dilatih pada dataset akar tiruan. Dari mask biner hasil segmentasi, sebuah algoritma mengekstraksi panjang vertikal akar dengan mengukur jarak antara titik teratas dan terbawah kontur akar. Akurasi sistem kemudian divalidasi dengan membandingkan hasil pengukuran otomatis dengan pengukuran manual menggunakan penggaris sebagai ground truth. Hasil penelitian menunjukkan model U-Net yang dikembangkan berhasil melakukan segmentasi dengan akurasi validasi mencapai 97%. Proses validasi akhir dari algoritma pengukuran menunjukkan tingkat akurasi yang sangat tinggi, dengan rata-rata galat absolut sebesar 3,74% dibandingkan dengan pengukuran manual. Sistem ini berhasil menyediakan data kuantitatif panjang akar yang valid dan andal, membuktikan potensinya untuk diimplementasikan sebagai pemicu dalam sistem otomasi penyemprotan adaptif pada pertanian aeroponik.
RISET PENILAIAN VALUASI PASAR BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) SETELAH AKUISISI PT PEGADAIAN INDONESIA DAN PT PERMODALAN MADANI NASIONAL; MENGGUNAKAN VALUASI RELATIF DAN ANALISIS SWOT
Penelitian ini menganalisis dampak integrasi Pegadaian dan PNM ke dalam Holding Ultra Mikro (UMi) terhadap kinerja strategis Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam konteks pemulihan ekonomi pasca-COVID-19. Fokus penelitian mencakup empat aspek utama: perubahan pangsa pasar BRI, perkembangan valuasi relatif, analisis SWOT pasca-integrasi, dan derajat sinergi strategis yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatif dengan analisis tren pangsa pasar, indikator valuasi Price to Earnings Ratio (PER), dan evaluasi SWOT untuk menggambarkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman BRI di era pasca-integrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Pegadaian dan PNM sejak tahun 2021 telah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pangsa pasar BRI di segmen mikro dan ultramikro. Pangsa pasar kredit mikro/UMi dan jumlah debitur tumbuh lebih cepat pada periode 20222024 dibandingkan kondisi sebelum integrasi, memperkuat posisi BRI sebagai pemimpin pasar nasional. Dari segi valuasi, indikator PER BRI meningkat dari 12,5× (2021) menjadi 16,5× (2024), melampaui sebagian besar pesaing dan menunjukkan bahwa pasar memberikan pertumbuhan premium bagi keberhasilan integrasi UMi. Analisis SWOT mengungkapkan bahwa integrasi telah menghasilkan kekuatan baru berupa sinergi jaringan, model bisnis yang saling melengkapi, efisiensi digital, dan basis debitur terbesar di Indonesia. Namun, BRI masih menghadapi tantangan integrasi sistem, risiko kredit ultra mikro, dan persaingan fintech. Secara keseluruhan, sinergi UMi terbukti memperkuat daya saing BRI dan meningkatkan inklusi keuangan melalui perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro. Riset ini menegaskan bahwa integrasi UMi berperan strategis dalam pemulihan ekonomi nasional dan penciptaan nilai jangka panjang bagi BRI.
MENTRANSFORMASI PERUSAHAAN NUSAPOST MENJADI PUSAT LOGISTIK: STRATEGI FINANSIAL UNTUK PROFITABILITAS DAN PERTUMBUHAN
Logistik merupakan sektor strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, pemerintah menargetkan penurunan biaya logistik nasional menjadi 8% dari PDB. Mengikuti agenda transformasi BUMN, NusaPost ditunjuk menjadi perusahaan induk (holding) logistik angkutan jalan. Peran baru ini mendorong transformasi internal NusaPost dari perusahaan pos menjadi orkestrator logistik 4PL, yang mengelola arus logistic, modal, dan informasi. Namun, NusaPost menghadapi kendala akibat keterbatasan regulasi dalam penyediaan layanan keuangan seperti pemberian pinjaman langsung serta keterbatasan modal internal. Studi ini menunjukan pola inefisiensi operasional NusaPost pada proyek berskala besar yang menciptakan beban kas riil tinggi dan membakar kas internal sebesar Rp4,3 miliar. Kondisi ini menyebabkan masalah likuiditas dan kesenjangan pendanaan (funding gap) sebesar Rp39 miliar, hingga menghambat eksekusi proyek-proyek potensial. Untuk mengatasi masalah ini, studi mengusulkan adopsi peran Logistics Financier guna mengaktifkan mekanisme Supply Chain Finance (SCF)—khususnya Purchase Order Finance dan Reverse Factoring—untuk menjembatani kesenjangan pendanaan dan mengoptimalkan modal kerja. Studi ini menggunakan mixed-method dan pendekatan simulasi yang dikombinasikan dengan analisis sensitivitas dan skenario, mendemonstrasikan bahwa implementasi SCF secara holistik (skenario B) tidak hanya membuka pendanaan eksternal, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan. Simulasi menunjukan ekspektasi laba bersih sebesar Rp12,8 miliar dengan marjin laba bersih lebih tinggi dibandingkan skenario tanpa efisiensi modal kerja. Namun, model menunjukan sensitivitas yang tinggi terhadap profitabilitas operasional. Meskipun implementasi SCF layak secara finansial, strategi ini memiliki potensi kerugian sebesar Rp800 juta jiga marjin proyek tidak dijaga dengan ketat. Studi menyimpulkan bahwa meskipun SCF adalah penggerak (enabler) yang kuat, keberhasilannya sangat bergantung pada disiplin operasional yang ketat dan prioritas segmen yang strategis.
PENGARUH INISIATIF KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN TERHADAP NIAT BELI PADA KOSMETIK INDUSTRI
Industri kosmetik Indonesia yang tumbuh pesat menghadapi tekanan lingkungan yang mendesak akibat tingginya ketergantungan pada kemasan plastik, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap sampah plastik nasional. Tantangan ini sangat relevan mengingat konsumen utama industri, Gen Z dan Millennial, semakin sadar lingkungan dan menuntut merek untuk menerapkan praktik yang lebih bertanggung jawab. Namun, banyak merek kosmetik belum menangani keberlanjutan kemasan secara memadai, sebagaimana ditunjukkan oleh data yang menyatakan bahwa banyak limbah kemasan kosmetik masih tidak dikelola dengan baik di Indonesia, sehingga menciptakan kesenjangan antara ekspektasi konsumen dan praktik industri. Penelitian ini menganalisis bagaimana kemasan ramah lingkungan mempengaruhi niat beli terhadap produk kosmetik di kalangan konsumen kosmetik Indonesia, dengan fokus utama pada Pulau Jawa, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui persepsi konsumen. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengumpulkan data dari konsumen kosmetik Indonesia yang sesuai dengan segmen demografis utama industri. Hubungan antara kemasan ramah lingkungan, persepsi konsumen, dan niat beli dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil menunjukkan bahwa kemasan ramah lingkungan memberikan pengaruh positif yang berarti terhadap niat beli, baik secara langsung maupun melalui mediasi persepsi konsumen. Kemasan ramah lingkungan terbukti menjadi faktor penting yang membentuk niat beli konsumen, sementara persepsi konsumen berperan sebagai mediator pelengkap. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa bukti empiris bahwa penerapan kemasan ramah lingkungan merupakan peluang strategis bagi merek kosmetik untuk memenuhi ekspektasi konsumen yang peduli lingkungan serta meningkatkan daya saing di pasar kecantikan Indonesia.
PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN YANG DIMEDIASI OLEH MOTIVASI KERJA DI CV MUTIF CORPORATION BANDUNG
Produktivitas karyawan adalah faktor kunci dalam mencapai keberhasilan organisasi, termasuk bagi perusahaan yang berbasis budaya Islam seperti CV Mutif Corporation. Meskipun perusahaan menerapkan pelatihan kerja dan nilai-nilai budaya Islam, peningkatan produktivitas yang signifikan tidak selalu tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kerja dan budaya organisasi terhadap produktivitas karyawan, baik secara langsung maupun melalui mediasi motivasi kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian terdiri dari semua 36 karyawan CV Mutif Corporation, yang juga berfungsi sebagai sampel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS dan pengujian mediasi menggunakan Uji Sobel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kerja berdampak signifikan terhadap motivasi kerja, sedangkan budaya organisasi tidak berdampak signifikan terhadap motivasi kerja. Motivasi kerja terbukti memengaruhi produktivitas karyawan, sedangkan dampak langsung pelatihan kerja atau budaya organisasi terhadap produktivitas karyawan tidak signifikan. Analisis mediasi menunjukkan bahwa pelatihan kerja meningkatkan produktivitas karyawan melalui motivasi kerja, sedangkan budaya organisasi tidak memengaruhi produktivitas karyawan melalui motivasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan kerja adalah kunci utama untuk meningkatkan produktivitas melalui motivasi kerja, sementara budaya Islam yang diterapkan di CV Mutif Corporation tidak memiliki pengaruh signifikan karena nilai-nilai ini sudah menjadi rutinitas bagi karyawan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya fokus pada program pelatihan yang relevan dan strategi peningkatan motivasi, seperti pembinaan, penghargaan, dan evaluasi berkala. Secara teoritis, temuan ini mengkonfirmasi bahwa pengaruh budaya organisasi bersifat kontekstual dan dipengaruhi oleh homogenitas nilai dan karakteristik karyawan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk memasukkan variabel tambahan, seperti keterlibatan karyawan, kepuasan kerja, gaya kepemimpinan, atau keseimbangan kehidupan kerja, untuk memahami produktivitas secara lebih komprehensif.
REDESAIN SISTEM PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA UNTUK PARTIKULAT PADA RAWMILL PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA TBK, PLANT 7, CITEUREUP, BOGOR
PT Indocement Tunggal Prakarsa adalah industri yang bergerak pada bidang produksi semen di Indonesia. plant / pabrik PT Indocement Tunggal Prakarsa tersebar di tiga daerah yaitu Palimanan (Cirebon), Citeureup (Bogor), dan Tarjun (Kalimantan Selatan) yang menghasilkan kurang lebih 20,5 juta ton semen per tahun dan menjadi penghasil semen di Indonesia terbanyak kedua setelah PT Semen Indonesia Tbk sebagai pemasok semen untuk skala Nasional Indonesia. Pada tahun 2017, total dari seluruh produksi semen adalah sekitar 102 juta ton semen. PT Indocement menghasilkan sekitar 20,1% dari total produksi semen di Indonesia pada tahun 2017. Sementara pada tahun 2017 total kebutuhan semen di Indonesia adalah sekitar 70 juta ton. Bahan baku utama proses produksi (material utama) adalah batu kapur (CaCO3). Pada proses produksinya material batuan tersebut perlu dihancurkan terlebih dahulu pada unit rawmill. Pada proses penghacuran tersebut dihasilkan produk samping yaitu partikulat. Apabila partikulat-partikulat tersebut tidak dikelola dengan baik maka dapat mencemari lingkungan. Maka dari itu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk berupaya agar tidak terjadi pencemaran udara salah satu upayanya adalah program atau project penurunan emisi partikulat. Salah satu perwujudan dari program tersebut adalah mengganti alat pengendali penemaran udara (partikulat) yang sebelumnya adalah electrostatic presipitator menjadi baghouse filter. Penggantian alat pengendali pencemaran udara (partikulat) tersebut bertujuan agar emisi partikulat yang dikeluarkan pada proses rawmill tidak melebihi dari baku emisi yang telah ditetapkan yaitu Lampiran V Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 19 Tahun 2017 Tentang Baku Mutu Emisi Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Industri Semen yang Melakukan Pemanfaatan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun yang mewajibkan emisi paritikulat untuk unit pencampuran (milling) dan/atau penggilingan (grinding) adalah sebesar 75 mg/Nm3 (katergori industri A).