πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PROPOSED DESIGN SISTEM PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA UNTUK RAW MILL DI PABRIK TUBAN II PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK.

Raw mill di Pabrik Tuban II PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. menggunakan electrostatic precipitator (EP) sebagai alat pengendali pencemaran udara. Karakteristik gas buang yang diperoleh dari proses raw mill dan kiln membuat EP tidak berfungsi secara maksimal karena terjadi fluktuasi kualitas dan kuantitas pasokan bahan baku. Terbentuknya gas karbon monoksida (CO) dari proses prekalsinasi di kiln yang terbawa oleh gas buang menimbulkan resiko EP terbakar dan meledak. Tingginya temperatur inlet EP yang dipengaruhi oleh gas buang dari kiln menyebabkan resistivitas partikulat meningkat dan berdampak pada menurunnya efisiensi EP. Susunan transformer-rectifier (T/R) merupakan salah satu kelemahan yang dimiliki EP pada bagian raw mill Pabrik Tuban II karena memilki komposisi yang memberikan beban lebih besar pada T/R kompartemen 2 dan 3. Berdasarkan permasalahan tersebut, dipilih alternatif desain berupa Pulse Jet Compartmented Baghouse Filter. Debit yang digunakan untuk perancangan adalah 1.977.380,137 m3/jam. Bahan bag yang dipilih adalah fiber P84 karena memiliki efisiensi tinggi yaitu 99,997% dan mampu menangani gas buang dengan temperature tinggi. Berdasarkan hasil perancangan, baghouse filter terdiri dari 12 kompartemen dan 4200 bag. Gas buang yang telah diolah akan dilepas ke udara ambien melalui cerobong dengan diameter 5,7 m dan tinggi 56 m.

2025
πŸ‘€ Penulis: Pinandito Wisambudi
🏷️ Pengendalian Pencemaran Udara 🏷️ Raw Mill Industri Semen 🏷️ Desain Sistem Filter Baghouse

IMPLEMENTASI SUSTAINABILITY BUDGET TAGGING DI SISTEM ERP STUDI KASUS: PT PERTAMINA (PERSERO)

Enterprise Resource Planning (ERP) systems have turned out to be not just business operational tool but also strategic platforms where sustainability levels of business functions are aligned. Budget tagging is a new method of cost classification that allows an organization to distinguish and monitor expenses and report them according to certain sustainability goals. Although literature on the topic of ERP and sustainability accounting is increasing, there are still significant gaps in research concerning the effectiveness of implementing it in the situations of emerging economies, especially to the state-owned businesses with dual commercial and developmental responsibilities. The study explores the deployment of Sustainability Budget Tagging (SBT) in the ERP system at PT Pertamina to solve the acute problems related to the management of sustainability spending and reporting. Pertamina is at the moment using manual data mining that takes around 120 person-hours every year to prepare sustainability reports that poses data quality pressure, restricted real-time view, and auditing problems. The current MySAP ECC 6.0 platform does not have systematic mechanisms to identify and centralize the cost of sustainability-related operations, and growing regulatory demands, especially new Indonesian Sustainability Disclosure Standards to come into effect in January 2027, already put a premium on underlying system upgrades. The research design is holistic single case study design, with embedded before-after comparison, which incorporates several methods of data collection, at four different stages of implementation, including pre-implementation baseline assessment, design and development, deployment and post-implementation evaluation. Data collection will include semi-structured interviews with 15-20 stakeholders in organizational functions, document analysis of financial and sustainability reporting, archival documents such as SAP usage log and transaction data, and tangible items such as system screenshots and display visualizations in the dashboard. The study relies on the sustainability theory (5P framework and stakeholder theory), the Environmental Management Accounting, the ResourceBased View, and technology adoption theory The research has added to the growing body of research on Sustainable ERP deployment in state-owned businesses with evidence-based research on the effectiveness and implementation difficulties, the influence of regulations, ERP module performance, and decision support potentials. The research findings contribute to academic and practical implementation plans of sustainability accounting systems in the emerging economy settings.

2025
πŸ‘€ Penulis: Agus Rudiantoro
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi Sumber Daya Air 🏷️ Teknologi Informasi Dan Manajemen

STUDI GEOLOGI, ALTERASO, DAN MINERALISASI DAERAH TEMPURSASI DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LUMAJANG, PROVINSI JAWA TIMUR

Minimnya studi terkait kondisi geologi, alterasi, dan mineralisasi pada Zona Pegunungan Selatan pada Pulau Jawa bagian timur menjadi suatu hal yang harus diperhatikan karena banyak ditemukan endapan mineral yang ada pada zona ini. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah memetakan kondisi geologi, alterasi, dan mineralisasi serta merekonstruksi sejarah geologi dan pembentukan endapan mineral di daerah Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi dengan skala 1:25.000 dan skala 1:1000 (detail), analisis petrografi dan mineragrafi, serta interpretasi data sekunder berupa lokasi pengamatan geologi, struktur geologi, dan data spektral hasil pembacaan analytical spectral device (ASD). Hasil penelitian menunjukkan tiga satuan geomorfologi berupa Dataran Aluvial Tempursari, Dataran Kaki Gunung Semeru, dan Perbukitan Sisa-Gunung-Api Lumajang. Satuan batuan yang tersusun di daerah penelitian, dari yang tertua, meliputi Lava Andesit Mandalika, Intrusi Andesit Hornblenda, Intrusi Andesit Piroksen, dan Breksi Tuf Wuni. Struktur geologi berupa dua sesar geser mengiri dengan orientasi timur laut–barat daya dan dua sesar geser menganan orientasi barat laut–tenggara. Zona alterasi yang teridentifikasi antara lain zona klorit, zona epidot-klorit, zona serisit, dan silisifikasi, yang mengindikasikan adanya aktivitas hidrotermal. Mineralisasi yang ditemukan berupa pirit yang tersebar, bintik-bintik kalkopirit, bintik-bintik kovelit, noda malakit, besi oksida, serta urat kuarsa-pirit dan pirit. Mineralisasi paling intens ditemukan pada Intrusi Andesit Hornblenda. Satuan batuan yang ada pada daerah penelitian terbentuk pada rentang umur Oligosen Akhir hingga Miosen Tengah, begitupun dengan perkembangan struktur geologinya. Jika dilihat dari zona alterasi dan mineralisasinya, indikasi endapan mineral yang terbentuk diinterpretasikan merupakan bagian atas dari sistem porfiri yang berasosiasi dengan fluida hidrotermal dan berkembang pada umur Oligosen Akhir hingga Miosen Awal.

2025
πŸ‘€ Penulis: Daud Al Amin Rahmatulloh
🏷️ Geologi 🏷️ Alterasi Mineralisasi 🏷️ Hidrologi

AN APPLICATION OF INTEGRATED MIXED-INTEGER LINEAR PROGRAMMING FOR AIRCRAFT MAINTENANCE TASK PACKAGING OPTIMIZATION

Perubahan intensitas utilisasi pesawat seperti yang teramati selama kejadian COVID-19 memberikan dampak signifikan terhadap perawatan pesawat, khususnya pada pemaketan tugas perawatan. Dalam kondisi tersebut, praktik pemaketan tugas perawatan (task packaging) secara manual sering kali menghasilkan pemaketan yang kurang efisien dan menyebabkan peningkatan pada frekuensi perawatan yang bedampak pada kenaikan biaya total perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan tersebut melalui formulasi permasalahan pemaketan tugas perawatan sebagai suatu masalah optimasi yang merepresentasikan stategi pemaketan tugas perawatan beserta kendala operasional dalam perawatan pesawat. Sebuah model berbasis metode Mixed-Integer Linear Programming (MILP) dikembangkan dan diimplementasikan melalui program komputasi berbasis Python. Model ini bertujuan meminimumkan total biaya perawatan dengan tetap memastikan pemenuhan persyaratan kelaikudaraan. Dengan menggunakan data Maintenance Planning Document (MPD) pesawat tipe A320 sebagai studi kasus, model dievaluasi pada beberapa skenario utilisasi. Hasil penelitian menunjukkan matriks pemaketan tugas perawatan yang dapat diaudit serta penurunan biaya perawatan rata-rata per jam terbang dibandingkan dengan sebuah nilai baseline dan model heuristik. Selain itu, model menunjukkan perilaku yang stabil serta selaras dengan situasi di dunia nyata, yang mengkonfirmasi dan menegaskan bahwa model yang dikembangkan layak digunakan sebagai kerangka acuan dalam menganalisis optimisasi pada pemaketan tugas perawatan dengan kondisi operasional tertentu.

2025
πŸ‘€ Penulis: I Kadek Surya Geryandika
🏷️ Optimisasi Pemaketan Tugas Perawatan Pesawat 🏷️ Mixed-Integer Linear Programming (Milp) 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Industri Transportasi

PENGARUH LOGAM FE, ZN, DAN NI TERHADAP PEMBENTUKAN ETANOL DALAM PROSES ANAEROB DARI PENGOLAHAN PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) MENGGUNAKAN METODE STATISTIK FAKTORIAL2N

Industri minyak kelapa sawit merupakan salah satu industri yang baik untuk dikembangkan di negera beriklim tropis seperti Indonesia. Prospek perkembangan minyak kelapa sawit sangat pesat hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan rata-rata komoditi 8% per tahun dan Indonesia mampu menguasai 37% pasar dunia untuk industri ini. Namun dalam proses pengolahan minyak kelapa sawit, akan dihasilkan limbah cair dari proses penjernihan minyak kelapa sawit yang sering diistilahkan palm oil mill effluen (POME). POME memiliki kandungan organik dalam bentuk chemical oxygen demand (COD) terlarut hingga mencapai >2.000 mg/L. Penyisihan COD terlarut tersebut dapat diolah menggunakan pengolahan anaerob. Pengolahan anaerob pada tahap asidogenesis menghasilkan asam-asam volatil, etanol, gas CO2, dan H2. Penyisihan COD terlarut dapat dipengaruhi oleh kehadiran penambahan logam Fe, Zn, dan Ni. Berdasarkan penelitian sebelumnya, kehadiran logam-logam tersebut diyakini dapat berfungsi sebagai kofaktor enzim di dalam proses anaerob baik dalam penyisihan materi organik atau pembentukan produk lainnya. Pada penelitian ini digunakan limbah cair artifisial dengan nilai COD Β±6.000 mg/L. Pengoperasian reaktor dilakukan secara batch dengan waktu reaksi selama 48 jam dan setiap variasi dilakukan duplo reaktor. Penurunan COD yang diperoleh dapat mencapai 40-65%. Penambahan logam Zn dan kombinasi logam Zn-Ni memiliki efesiensi penyisihan COD terlarut hingga mencapai 63%. Pada penelitian ini hasil analisa laboraturium akan diuji dengan analisa statistik faktorial 2n. Dari hasil analisa statistik, diperoleh hasil bahwa kombinasi penambahan logam Fe-Zn serta kondisi tanpa adanya penambahan logam ke dalam reaktor memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penyisihan COD terlarut.

2025
πŸ‘€ Penulis: Rahmi Deswita
🏷️ Analisis Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PEMODELAN DETERMINISTIK ALIRAN DEBRIS MENGGUNAKAN PERILAKU PERUBAHAN VOLUME, STUDI KASUS DI CEKUNGAN BENTARSARI, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH

Cekungan Bentarsari berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Cekungan ini dibatasi oleh perbukitan yang tersusun oleh breksi volkanik Formasi Kumbang (Tpk) dan di dasar cekungan didominasi oleh batuan sedimen. Breksi volkanik memiliki umur yang relatif tua dan terlihat telah mengalami proses pelapukan yang intensif sehingga lebih rawan untuk terjadi longsoran yang dapat berkembang menjadi aliran debris. Simulasi numerik untuk memodelkan aliran debris dalam penelitian disertasi ini menggunakan smoothed particle hydrodynamics (SPH) dari persamaan momentum dan energi. Proses yang digunakan untuk memodelkan perubahan volume pada aliran debris menggunakan konsep diagram Hjulstrom dan dimodelkan menggunakan plugin Chrono. Implementasi SPH menggunakan kode sumber terbuka (open-source code) DualSPHysics yang dapat dikembangkan lagi sesuai kebutuhan dengan bahasa pemrogaman C++ dan compute unified device architecture (CUDA). Penelitian ini menggunakan perangkat keras NVIDIA GeForce 4090 dengan waktu pemrosesan 42 jam untuk memodelkan 1,2 milyar partikel. Hasil dari pemodelan menggunakan perilaku perubahan volume menghasilkan pola-pola yang saling berhubungan antara kecepatan rata-rata, gaya rata-rata, tekanan rata-rata, ketebalan rata-rata, dan erosi rata-rata. Hubungan dari seluruh pola tersebut digunakan untuk menghitung volume erosi final dan menghasilkan volume erosi final (?e) sebesar 32.748 m3. Hasil validasi dari pemodelan aliran debris menggunakan perilaku perubahan volume dinilai dari akurasi user dan akurasi producer. Akurasi user menghasilkan nilai 88,8% dan akurasi producer menghasilkan nilai 96% menggambarkan bahwa model dapat disetujui sebagai hasil dari validasi, karena batasan nilai validasi adalah 70%. Seluruh delineasi distribusi aliran debris hasil pemodelan termasuk dalam kelas bahaya aliran debris tinggi karena memiliki ketebalan aliran debris >4,5 m sehingga definisi dari kelas bahaya rendah dan sedang perlu disesuaikan dengan kondisi aliran debris aktual.

2025
πŸ‘€ Penulis: Indra Andra Dinata
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS KONDISI AKSESIBILITAS FISIK SMA NEGERI DI KOTA BOGOR MENGGUNAKAN ANALISIS JARINGAN

Perwujudan akses yang adil terhadap pendidikan dapat dilakukan melalui pemenuhan tiga dimensi aksesibilitas pendidikan, salah satunya adalah aksesibilitas fisik. Upaya pemerintah mewujudkan aksesibilitas fisik salah satunya adalah kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi dengan mekanisme seleksi berupa kedekatan jarak tempat tinggal siswa dengan sekolah. Namun, pelaksanaannya masih bermasalah akibat ketimpangan antara kapasitas dan persebaran sekolah dengan kebutuhan calon siswa baru hingga muncul praktik kecurangan seperti rekayasa data terkait domisili dan koordinat tempat tinggal seperti yang terjadi pada PPDB jalur zonasi di Kota Bogor, terutama pada jenjang SMA. Kecurangan yang terjadi pada PPDB SMA jalur zonasi di Kota Bogor menunjukkan indikasi permasalahan spasial sebagai penyebab kecurangan yang berkaitan dengan aksesibilitas fisik sehingga diperlukan kajian mengenai kondisi aksesibilitas fisik SMA negeri di Kota Bogor karena berkaitan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geospasial (SIG). Fungsi SIG yang sesuai untuk digunakan adalah analisis jaringan karena komponen aksesibilitas fisik seperti jarak dan waktu tempuh erat kaitannya dengan jaringan jalan. Maka, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aksesibilitas fisik SMA negeri di Kota Bogor menggunakan analisis jaringan. Kondisi aksesibilitas fisik ditinjau dari jangkauan pelayanan dan kapasitas SMA negeri serta area yang belum terlayani (blankspot). Penelitian ini menggunakan metode buffer, service area, locationallocation, dan statistik deskriptif dengan memanfaatkan hasil dokumentasi data sekunder yang berasal dari Dinas Pendidikan Kota Bogor dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi aksesibilitas fisik tergolong kurang karena meskipun SMA negeri yang ada sudah mampu melayani 79,31% siswa calon lulusan SMP tetapi kapasitas penerimaan SMA negeri hanya mampu menerima 49,97%, serta terdapat blankspot di Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Bogor Selatan yang memerlukan pembangunan SMA negeri baru di kedua wilayah tersebut.

2025
πŸ‘€ Penulis: Abdillah Naf'an
🏷️ Analisis Jaringan 🏷️ Kepemilikan Sistem Informasi Geospasial (Sig)

STUDI DAMPAK DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PEMBANGUNAN DESA DI KABUPATEN CIAMIS

Satu dekade penerapan desentralisasi fiskal di Kabupaten Ciamis menunjukkan fenomena bahwa peningkatan status Indeks Desa Membangun (IDM) tidak selalu linear dengan kemandirian fiskal desa. Penelitian ini bertujuan mengukur dampak desentralisasi fiskal terhadap pembangunan desa serta melalui pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini mengkomparasi instrumen kebijakan nasional (IDM) dengan instrumen empiris akademis Rural Development Index (IRD). Studi kasus dilakukan secara komparatif pada desa dengan kapasitas fiskal tinggi dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan IDM memberikan gambaran optimis dengan dominasi status Mandiri, sedangkan IRD memberikan penilaian lebih ketat dengan dominasi status Low, terutama pada aspek infrastruktur. Temuan krusial membuktikan bahwa status Desa Mandiri pada IDM tidak menjamin kemandirian finansial.Desa dengan PADesa tinggi memiliki otonomi pembangunan nyata, sedangkan desa yang bergantung pada dana transfer memiliki kerentanan fiskal tinggi meskipun berstatus Mandiri.

2025
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Farid Ardiansyah R
🏷️ Desentralisasi Fiskal 🏷️ Pembangunan Desa 🏷️ Analisis Keuangan Desa

TOMOGRAFI AKUSTIK POTONGAN POHON DENGAN MENGGUNAKAN METODE GENERALIZED CROSS-CORRELATION DAN METODE ELIPS UNTUK MENENTUKAN STRUKTUR INTERNAL POHON

Pemantauan kesehatan internal dan integritas struktural pohon sangat penting, terutama di lingkungan perkotaan dan padat di mana pohon tumbang dapat menimbulkan risiko signifikan bagi orang dan struktur. Metode penilaian yang ada, seperti inspeksi visual dan suara, memiliki keterbatasan dalam mendeteksi kerusakan internal tanpa tindakan yang merusak. Sementara alat seperti Resistograph dan Sonic Tomograph ada, harganya yang mahal membatasi aksesibilitas. Dengan menggunakan 8 sensor mikrofon analog yang dipasang pada paku baja ke dalam sampel (irisan kayu) pohon yang terkena heart rot, kami berusaha memvisualisasikan gambar tomografi sampel tersebut. Kami menggunakan GCC-PHAT untuk mencari Time-of-Flight (ToF/Waktu Tempuh) setiap sinyal, yang kemudian ditabulasi dan diberi bobot menggunakan filter Gaussian dan metode Elips secara terpisah untuk memvisualisasikan area yang berpotensi rusak. Temuan kami mengungkapkan bahwa perbedaan waktu tempuh sampel kayu antara kondisi sehat dan rusak adalah antara 5,4179 ?s hingga 0,9030 ?s, sementara ADC bawaan mikrokontroler kami amati hanya dapat menangkap sinyal dengan resolusi terbaik 24,74 ?s. Salah satu solusi yang mungkin adalah menggunakan modul ADC eksternal untuk menangkap sinyal analog dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi. Meskipun sebagian besar belum memuaskan, pekerjaan kami meletakkan fondasi untuk pemantauan kesehatan pohon yang terjangkau dan tidak merusak.

2025
πŸ‘€ Penulis: R Antaredja Kartasasmita
🏷️ Tomografi Akustik 🏷️ Heart Rot Pohon 🏷️ Analisis Waktu Tempuh Sinyal

KERANGKA KERJA ADAPTIF BERBASIS DEEP REINFORCEMENT LEARNING (DRL) UNTUK OPTIMASI TASK OFFLOADING DAN PENGIRIMAN DATA PADA SISTEM MULTIMEDIA INTERNET OF THINGS (M-IOT)

Percepatan transformasi digital telah mendorong evolusi Internet of Things (IoT) menjadi paradigma Multimedia Internet of Things (M-IoT), yang ditandai dengan ledakan volume data visual dan audio. Karakteristik data multimedia yang berukuran masif dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap latensi menghadirkan tantangan fundamental dalam penjaminan Quality of Service (QoS), terutama dalam menjaga keseimbangan dinamis antara latensi rendah, throughput tinggi, dan efisiensi sumber daya komputasi. Untuk mengatasi keterbatasan komputasi pada perangkat, arsitektur hibrida Edge-Cloud diadopsi secara luas. Namun, tinjauan literatur mengungkap sebuah kesenjangan penelitian yang mendasar yaitu sebagian besar studi yang ada cenderung menangani strategi optimasi komputasi (Task Offloading) dan strategi optimasi jaringan (Pengiriman Data Adaptif) sebagai dua domain masalah yang terisolasi. Pendekatan parsial ini mengabaikan ketergantungan lintas-domain (cross-domain dependency) yang inheren dalam sistem M-IoT, sehingga keputusan offloading menjadi tidak efektif jika jaringan mengalami kongesti, dan sebaliknya, pengiriman data berkualitas tinggi menjadi tidak berguna jika server tujuan mengalami kelebihan beban. Akibatnya, sistem seringkali menghasilkan solusi sub-optimal yang bersifat reaktif dan rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan merancang, mengembangkan, dan memvalidasi Kerangka Kerja JATO (Joint Adaptive Task- offloading and Transmission Optimization). Penelitian dilakukan mengikuti paradigma Design Science Research (DSR), dengan artefak utama berupa sebuah mekanisme orkestrasi cerdas berbasis algoritma Deep Reinforcement Learning (DRL), secara spesifik menggunakan arsitektur Deep Q-Network (DQN). Kebaruan utama dari penelitian ini terletak pada kemampuan agen JATO untuk mempelajari sebuah kebijakan terpadu (unified policy) yang mampu membuat keputusan gabungan (joint action) secara simultan. Kebijakan ini menjawab pertanyaan "di mana" sebuah tugas harus diproses (lokasi komputasi) dan "bagaimana" data harus dikirimkan (resolusi pengiriman) dalam satu langkah inferensi, berdasarkan observasi vektor keadaan (state vector) yang komprehensif mencakup kondisi latensi jaringan, bandwidth, dan utilisasi CPU edge. ii Validasi penelitian dilakukan melalui dua tahap eksperimental yang rigor. Tahap pertama melibatkan simulasi komputasional ekstensif untuk membuktikan konvergensi algoritma dan perilaku adaptif agen. Tahap kedua melibatkan implementasi prototipe fisik (proof-of-concept) menggunakan perangkat Gateway berbasis Raspberry Pi untuk memverifikasi kelayakan teknis dalam kondisi dunia nyata. Evaluasi kinerja dilakukan secara komparatif terhadap tiga kebijakan baseline yang terdiri dari Edge-Only (strategi greedy), Cloud-Only (strategi konservatif), dan Reactive (strategi berbasis aturan statis). Pengujian mencakup skenario operasional normal serta uji ketahanan (stress testing) di bawah kondisi kemacetan jaringan dan kelebihan beban komputasi. Hasil analisis kuantitatif pada lingkungan prototipe fisik menunjukkan bahwa Kerangka Kerja JATO mampu memberikan utilitas sistem terbaik meskipun dihadapkan pada saturasi bandwidth fisik. JATO berhasil mempertahankan Kualitas Layanan Rata-rata (Average Service Quality - ASQ) maksimal pada skor 8,00, jauh mengungguli kebijakan Reactive (3,01) yang mengalami degradasi kualitas visual signifikan. Meskipun prioritas terhadap kualitas ini menghasilkan konsekuensi pada latensi rata-rata (618,94 ms) akibat batasan fisik jaringan, JATO terbukti paling efisien dalam manajemen sumber daya dengan menjaga utilisasi CPU Edge tetap rendah dan menghindari kemacetan komputasi yang dialami oleh Edge-Only. Analisis perilaku mengonfirmasi kecerdasan adaptif JATO yang secara proaktif mengalihkan beban ke Cloud saat mendeteksi lonjakan beban komputasi pada Edge. Puncak dari evaluasi ini adalah Penilaian Kinerja Holistik menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW), dengan hasil JATO meraih peringkat pertama dengan skor 0,9321, mengungguli Edge-Only (0,8994) dan Cloud-Only (0,6000). Temuan ini secara empiris menyimpulkan bahwa pendekatan optimasi gabungan berbasis AI memberikan solusi manajemen sumber daya yang paling tangguh dan seimbang untuk ekosistem M-IoT.

2025
πŸ‘€ Penulis: Gina Purnama
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Sumber Daya Komputasi

SISTEM PERGANTIAN GIGI DAN BANTUAN SECARA OTOMATIS PADA SEPEDA LISTRIK BERBASIS PERFORMA PENGENDARA

Permintaan sepeda listrik meningkat pesat sebagai solusi mobilitas yang efisien. Namun, pengalaman berkendara sering terganggu oleh kompleksitas pengaturan transmisi manual yang bergantung pada metode trial-and-error, yang mengakibatkan inefisiensi energi dan kelelahan pengendara. Penelitian ini bertujuan merancang algoritma decision-making otomatis berbasis Exhaustive Search untuk merekomendasikan kombinasi Gear dan Assist secara optimal tanpa membebani pengguna. Algoritma diuji coba kemampuannya dalam merespons dinamika lingkungan. Hasil simulasi menunjukkan sistem mampu bekerja secara proaktif, menjaga stabilitas daya kayuhan pengendara secara konsisten pada target 100 Watt, bahkan saat menghadapi tanjakan curam. Analisis konsumsi energi memperlihatkan bahwa algoritma menerapkan strategi power-on-demand, di mana bantuan motor dimaksimalkan hanya pada kondisi kritis dan diminimalkan secara drastis saat jalan datar untuk penghematan baterai. Namun, disarankan agar penelitian selanjutnya melakukan validasi eksperimental pada perangkat keras fisik untuk memverifikasi performa sistem terhadap variabilitas kondisi dunia nyata.

2025
πŸ‘€ Penulis: Andre Septian
🏷️ Teknik Mesin 🏷️ Manajemen Energi 🏷️ Robotika

OPTIMASI RETRIEVAL-AUGMENTED GENERATION (RAG) UNTUK MITIGASI HALUSINASI PADA SISTEM TANYA JAWAB AL-QUR'AN TERJEMAH BAHASA INDONESIA: PENDEKATAN STEP-BACK PROMPTING DAN HYDE

Transformasi digital telah mendorong fenomena mediatisasi sumber keagamaan, yang ditandai dengan semakin diandalkannya sistem tanya jawab berbasis kecerdasan buatan sebagai sarana akses informasi interaktif. Namun, penggunaan model bahasa dalam domain keagamaan sangat sensitif terhadap halusinasi generatif yang berpotensi bias dan memberikan tafsir yang tampak logis tetapi tidak didukung sumber yang valid (misleading interpretations). Penelitian ini berfokus pada mitigasi risiko halusinasi dengan mengimplementasikan arsitektur Retrieval- Augmented Generation (RAG) yang diperkuat pada tahapan query dan retrieval dari arsitektur RAG. Optimalisasi dual query, mencakup teknik step-back prompting untuk mengabstraksi pertanyaan kompleks menjadi prinsip dasar serta hypothetical document embedding (HyDE) menghasilkan dokumen jawaban hipotetis yang kemudian digunakan sebagai basis pencarian representasi vektor yang lebih relevan. Selain itu, hybrid retrieval dan reranking dipilih untuk menggabungkan pencarian semantik dan leksikal, memurnikan konteks (noise- free), dan memastikan dokumen yang bersifat otoritatif. Selanjutnya, tahap generation diatur melalui pendekatan restrictive prompting. Prompting ini memaksa LLM bergantung secara eksklusif pada konteks yang disediakan dan menyertakan referensi metadata spesifik sebagai dasar strategi kebaruan untuk mekanisme siklus umpan balik yang memungkinkan validasi kegagalan retrieval atau generation. Koreksi umpan balik yang didasarkan pada referensi metadata otoritatif digunakan sebagai pembaruan dinamis (retraining) sistem, sehingga meningkatkan akurasi dan fidelitas jawaban yang dihasilkan. Efektivitas sistem dievaluasi menggunakan metrik BERTScore untuk mengukur kesamaan semantik (semantic similarity) antara respons sistem dengan ground truth. Pengujian dilakukan menggunakan model Llama-3.1 dan meta-Llama-4 yang telah dilatih pada tugas tanya jawab. Hasil pengujian menunjukan peningkatan F1- Score antara model sistem dengan atau tanpa teknik optimasi dari 0.6887 menjadi 0.7261. Setelah dilakukan pembersihan data dan perbaikan konfigurasi optimasi, kinerja F1-Score meningkat mencapai 0.7521. Pengujian lanjutan dengan pengaturan hybrid retrieval (semantik dan kata kunci) mampu meningkatkan kinerja F1-Score hingga 0.8837. Nilai Precision dan Recall yang tinggi pada hasil pengujian memvalidasi kemampuan sistem menyampaikan semua informasi penting dari referensi sehingga prompting dalam pengaturan strict grounding secara efektif memitigasi halusinasi. Evaluasi halusinasi diuji dengan parameter faithfulness, factuality, dan semantic grounding dengan hasil penilaian menunjukkan model sistem mampu mempertahankan integritas informasi yang membuktikan bahwa rujukan referensi yang disajikan sepenuhnya akurat dan fokus pembahasan tetap konsisten tanpa mengalami pergeseran makna.

2025
πŸ‘€ Penulis: Uut Uswatun Hasanah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Optimisasi Teknologi Informasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Keagamaan

PERANCANGAN TEKNIK CHANNEL CODING PADA SISTEMKOMUNIKASI FREE-SPACE OPTICS (FSO) UNTUKTEKNOLOGI MASA DEPAN DAN NON-TERRESTRIAL NETWORKS (NTN)

Disertasi inimengusulkanrancanganbaruskemakodepolaruntuktransmisi rateless denganmemanfaatkan extendedparity (EP). Pendekataniniditujukanun- tuk meningkatkankinerjatransmisiadaptifpadakanalpitalebar,termasukkanal free-spaceoptics (FSO) yangmemilikikarakteristik fading dinamis. Rancangan yang diusulkanmenerapkanprinsiprepetisimenggunakanoperasiXORsederhana yang tidakhanyamemberikanperlindungantambahanterhadapterjadinyaeror, tetapi jugamemperkuatprosespolarisasikanalsertamempertegassifat rateless pada kodepolar. Skemakodeyangdiusulkandievaluasipadaberbagaimodelkanal,mencakup kanal Rayleigh fading, lingkungan fully interleaved, kanal additive whiteGaus- sian noise (AWGN),sertakanalFSOpadasistemkomunikasi non-terrestrialnet- work (NTN) untukskenario downlink antara high-altitude platformstation (HAPS) dan stasiunbumi.Padakanal fully interleaved, skemayangdiusulkanmeman- faatkankeragamankanalsecaraoptimalsehinggamenghasilkankinerjayanglebih baik dibandingkankoderepetisikonvensional.Padaskenariokomunikasi downlink melalui link FSO, pemodelankanalmempertimbangkanberbagaikarakteristik penting yangmemengaruhikualitas link optik berkecepatantinggi,termasuktur- bulensiatmosfer,rugi-rugi pointing, dandeviasiorientasi.Integrasifaktor-faktor tersebutmenghasilkankarakterisasikanalyanglebihrealistisdanmemungkinkan evaluasiyanglebihkomprehensifterhadapkemampuanadaptasisertaketahanan skemakodeyangdiusulkan. Evaluasikinerjamenunjukkanbahwaskemakodepolar rateless menggunakan EPsecarakonsistenmemberikanperforma bit errorrate (BER) dan frame errorrate (FER) yanglebihbaikdibandingkankode fixed-rate pada kanalFSO, termasuk padakondisiturbulensiatmosferdan pointing error yang bervariasi.Pen- ingkatan initerutamaberasaldarikemampuanpenambahanparitasadaptifyang memungkinkan sistemmenyesuaikanredundansiterhadapfluktuasikapasitaskanal secara dinamis,sehinggamempertahankanreliabilitastransmisimeskipunkanal mengalamidegradasiyangsignifikan. Berdasarkan hasilsimulasiBERuntukstrukturdenganlajukode(code rate) R = 4 16 , skemayangdiusulkanmencapai coding gain sekitar 7dBpadakanal Rayleigh fading, yangterdiriataspeningkatansekitar4.5dBdarikodepolar fixedrate serta tambahansekitar2.5dBdarimekanismeEP.Selainitu,untukparameter kinerja FER,skemayangdiusulkanmemerlukanSNRyanglebihrendahdaripada kode fixed-rate, sehinggamenghasilkan coding gain tambahan sekitar3.5dB. Kinerja skemakodepolar rateless turut dianalisismenggunakanpendekatan extrinsicinformationtransfer (EXIT) denganformulasipersamaantertutup.Anal- isis inimenunjukkanbahwapenambahanEPmampumempercepatkonvergensi proses decoding, sehinggamemberikandasarteoretisyangkonsistendenganpen- ingkatan kinerjayangdiperolehmelaluisimulasi.Selanjutnya,hasilanalisiskom- pleksitas komputasimengindikasikanbahwa overhead akibat penambahanEPtetap minimal. Kompleksitaskomputasimeningkatdari N logN menjadi N logN + 2e untuk setiappenambahan e bit EP,tanpamenimbulkanbebankomputasiyangsig- nifikan. Di sampingitu,strukturkodeyangdiusulkanbersifatskalabel.Rancangan ini dapatdiperluasuntukberbagainilai block-length N yang lebihbesartanpamen- gubah prinsipdasaroperasimaupunkompleksitasutamanya.Dengandemikian, rancanganinimenawarkankeseimbanganyangbaikantarapeningkatankinerja, ketahananterhadapvariasikanal,efisiensikomputasi,danfleksibilitaspenggunaan pada block-length yang lebihbesar.Denganberbagaikelebihantersebut,kodepolar rateless layakdipertimbangkansebagaikandidatteknik channelcoding untuk sis- tem komunikasipitalebardanskenariokanaloptikNTNpadagenerasimendatang.

2025
πŸ‘€ Penulis: Yuyun Siti Rohmah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

IMPLEMENTASI OTOMASI KONFIGURASI ROUTING BORDER GATEWAY PROTOCOL (BGP) PADA PERANGKAT MIKROTIK DENGAN LIBRARY PARAMIKO

Sistem otomasi untuk konfigurasi BGP pada perangkat Mikrotik menggunakan library Paramiko merupakan sistem terintegrasi yang terdiri atas dua subsistem, yaitu subsistem database dan template konfigurasi serta subsistem otomasi konfigurasi. Pada Buku Tugas Akhir ini, dilakukan perancangan, pengimplementasian, dan pengujian sistem otomasi yang melakukan konfigurasi interface, IP address, dan routing BGP pada seluruh perangkat agar berhasil terhubung satu sama lain. Sistem otomasi utamanya terbentuk menggunakan bahasa pemograman Python karena banyaknya library yang dapat digunakan, salah satunya adalah Paramiko. Sistem file YAML digunakan untuk tempat penyimpanan data parameter konfigurasi perangkat. Semua tools yang dipilih untuk membentuk sistem otomasi merupakan tools yang bersifat open-source sehingga dapat memenuhi persyaratan deployment untuk desain. Dari hasil pengujian, disimpulkan bahwa sistem terintegrasi dan subsistem dapat melakukan konfigurasi terhadap jaringan yang telah dibuat, yaitu 3 jaringan berbeda dengan masing-masing jaringan berisi 3-4 router melalui konfigurasi interface dan protokol routing BGP. Dari segi pemanggilan database dan template konfigurasi, subsistem dapat menghasilkan keluaran command yang diinginkan untuk konfigurasi jaringan. Dalam analisis konfigurasi perangkat menggunakan sistem terintegrasi, subsistem otomasi konfigurasi dapat mengirimkan command konfigurasi pada setiap perangkat yang terhubung dengan automation server. Hasil konfigurasi perangkat melalui penggunaan sistem terintegrasi menunjukkan tidak adanya error pada konfigurasi perangkat, serta seluruh perangkat baik router maupun client dapat berkomunikasi satu sama lain dengan delay yang wajar. Konfigurasi dengan menggunakan sistem terintegrasi membutuhkan waktu paling lambat 32,924 detik, dan hasil ini lebih cepat jika dibandingkan dengan konfigurasi yang pernah dilakukan yang membutuhkan waktu sebesar 55,403 detik.

2025
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Algi Fachrian
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Jaringan Mikrotik 🏷️ Analisis Konfigurasi Sistem

PENGEMBANGAN FRAMEWORK UNTUK MENILAI KELAYAKAN PROSES OTOMATISASI MENGGUNAKAN ROBOTIC PROCESS AUTOMATION (RPA) SEBAGAI PELENGKAP TEKNOLOGI SENSING PADA SISTEM CERDAS

Dalam era transformasi digital, Robotic Process Automation (RPA) semakin dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi operasional, khususnya dalam mengotomatisasi tugas-tugas repetitif berbasis antarmuka pengguna, seperti ekstraksi data dari file semi-terstruktur (PDF, Excel) serta integrasi data ke dalam sistem cerdas. Dalam konteks ini, RPA diposisikan sebagai teknologi pelengkap (complementary technology) terhadap teknologi sensing utama seperti Internet of Things (IoT) dan Application Programming Interface (API), terutama pada kondisi di mana integrasi langsung melalui sensor fisik atau API tidak tersedia, tidak ekonomis, atau menghadapi keterbatasan sistem legacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah kerangka kerja (framework) yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan proses yang paling sesuai untuk diotomatisasi menggunakan RPA, dibandingkan dengan solusi berbasis IoT atau API, sehingga setiap teknologi digunakan secara proporsional sesuai karakteristik prosesnya. Framework yang diusulkan dibangun berdasarkan empat dimensi utama, yaitu kompleksitas proses, frekuensi dan volume tugas, aksesibilitas teknologi, serta manfaat bisnis, dan menggunakan pendekatan penilaian berbasis skor untuk menentukan kombinasi teknologi otomasi yang paling tepat. Penerapan framework dilakukan pada dua studi kasus, yaitu Integrated Smart System Platform (ISSP) Kota Semarang untuk mendukung prediksi banjir melalui otomasi pengumpulan dan pengolahan data cuaca, serta prototype Smart Waste Management System yang mengombinasikan sensor fisik dan RPA untuk pengelolaan data operasional secara real-time. Hasil penerapan menunjukkan bahwa RPA berperan strategis dalam menjembatani keterbatasan sensing langsung, sekaligus memperkuat kinerja sistem cerdas tanpa menggantikan peran utama IoT atau API.

2025
πŸ‘€ Penulis: Noor Falih
🏷️ Robotic Process Automation (Rpa) 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Sistem Cerdas
Halaman 262 dari 6754
πŸ’¬