📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

REAKSI PASAR TERHADAP PENETAPAN DAN PENCABUTAN PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NO. 8 TAHUN 2024 PADA INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL DI INDONESIA

Penelitian ini menganalisis reaksi pasar modal Indonesia, khususnya sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), terhadap penetapan dan pencabutan Peraturan Menteri Perdagangan No. 8 Tahun 2024. Regulasi yang awalnya bertujuan mengatasi hambatan perizinan impor justru memicu lonjakan barang impor dan memperburuk penurunan struktural industri tekstil domestik, sehingga akhirnya dicabut. Dengan menggunakan metodologi studi peristiwa, periode estimasi selama 120 hari, dan jendela peristiwa 11 hari, penelitian ini mengukur abnormal return dan aktivitas volume perdagangan saham TPT. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada kedua variabel sebelum dan sesudah peristiwa, yang mengindikasikan bahwa pasar telah mengantisipasi pengumuman atau menilai dampaknya tidak cukup kuat secara finansial. Temuan ini konsisten dengan hipotesis pasar efisien bentuk semi kuat, di mana informasi publik cepat tercermin pada harga saham. Selain itu, kelemahan struktural industri TPT bersama faktor makroekonomi yang lebih luas menutupi dampak jangka pendek dari perubahan regulasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyesuaian kebijakan saja tidak cukup untuk memicu reaksi pasar modal yang terukur kecuali memberikan informasi baru dan material dengan implikasi langsung terhadap kinerja perusahaan.

2025
👤 Penulis: Nanda Aulia
🏷️ Peraturan Menteri Perdagangan 🏷️ Industri Tekstil Indonesia 🏷️ Analisis Pasar Modal

SYNERGISTIC ROLE OF CERIUM OXIDE IN CELLULOSE-POLY(ETHYLENE OXIDE) BASED SOLID POLYMER ELECTROLYTE FOR LITHIUM-ION BATTERIES

Liquid electrolytes in conventional lithium-ion batteries (LIB) pose safety issues and development barriers due to their volatility, flammability, and susceptibility to dendrite growth. Solid polymer electrolytes (SPE) are a promising alternative because they are non-volatile and non-flammable, have a wide electrochemical stability window (ESW), and can resist dendrite growth. However, CNC-PEO-based SPE has several drawbacks, particularly in terms of thermal stability, interfacial resistance with electrodes, and overall electrochemical performance, which need to be improved. Previous studies have shown that rare earth oxides (REO) can improve the performance of polymer electrolytes. However, the use of cerium oxide (CeO?) in CNC-PEO-based SPEs is limited. This research presents a new approach by utilizing the ability of CeO? in CNC-PEO-based SPE to reduce polymer crystallinity and bind salt anions through Lewis’s acid–base interactions, which can improve ion conductivity and the overall electrochemical performance. In this study, CeO2 was added as a filler in CNC-PEO-based SPE. CNC-PEO-LiTFSI without CeO2 addition and CNC-PEO-LiTFSI-10CeO2 with CeO2 addition were synthesized using solution casting methode. To analyze the crystal structure, X-ray diffraction (XRD) and differential scanning calorimetry (DSC) were performed. Thermal stability was characterized by thermogravimetry (TGA) and heating tests. The SPE membranes were assembled into CR2032 coin cells with LiFePO? as the cathode and lithium metal as the anode for electrochemical impedance spectroscopy (EIS), cyclic voltammetry (CV) and galvanostatic charge–discharge (CD) tests. Other cell configurations were assembled to evaluate the electrochemical properties of SPE membrane using electrochemical impedance spectroscopy (EIS), lithium transfer number (LTN), linear sweep voltammetry (LSV), and lithium stripping plating. The experimental results demonstrate that the CeO? as a filler into CNC–PEO-based SPE reduces polymer crystallinity and enhances thermal stability. Electrochemically, the CeO?-fortified samples exhibited superior performance with an ionic conductivity of 6.89 × 10?? S cm?¹, lithium transference number of 0.85, wider window voltage up of 5.3 V, and dendrite suppression up to 3000 cycles. In all-solid-state lithium-ion batteries (ASSLBs), the system also achieved a low interfacial resistance (462 ?), improved ion-transfer kinetics and reversibility, and a specific capacity of 108 mAh g?¹.

2025
👤 Penulis: Muhammad Hilmy Hawari
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PEMODELAN SEISMIK SELANG WAKTU UNTUK PEMANTAUAN PLUME CO? PADA PROYEK CCS LAPANGAN “RENDE”, SUMATERA SELATAN

Emisi karbon dioksida (CO?) global telah meningkat pesat dengan aktivitas industri sebagai penyumbang terbesar, khususnya sektor pembangkitan listrik yang dominan menggunakan bahan bakar fosil. Provinsi Sumatera Selatan, salah satu daerah penghasil batu bara dan memiliki banyak PLTU turut berkontribusi pada peningkatan emisi CO?. Untuk mengatasi permasalahan ini, teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) menjadi solusi potensial. CCS melibatkan penangkapan CO? dari sumber emisi industri, transportasi, dan injeksi ke formasi geologi bawah permukaan untuk penyimpanan jangka panjang. Sumatera Selatan merupakan lokasi ideal untuk penerapan CCS karena ketersediaan lapangan minyak dan gas bumi yang telah habis masa produksinya serta dekat sumber emisi CO?. Keamanan dan efektivitas penyimpanan CO? dalam proyek CCS sangat bergantung pada program pemantauan yang berkelanjutan. Pemodelan seismik selang waktu adalah metode yang menjanjikan untuk memantau pergerakan plume CO? yang terakumulasi di bawah permukaan. Metode ini menganalisis perubahan sifat fisik batuan dan fluida yang diakibatkan oleh injeksi CO?. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan skenario injeksi CO? dengan tahapan pembangunan model kecepatan sebelum dan sesudah injeksi CO?, pembuatan rencana survei menggunakan perangkat lunak NORSAR untuk menghasilkan data seismik sintetik format *.SEG-Y. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai kelayakan dan efektivitas metode seismik selang waktu dalam memonitor pergerakan plume CO? pada proyek CCS

2025
👤 Penulis: Hilma Nugrah Rendesti
🏷️ Seismologi 🏷️ Carbon Capture And Storage (Ccs) 🏷️ Pemanasan Global

PENGARUH PEMASARAN MEDIA SOSIAL, ELECTRONIC WORD OF MOUTH DAN KEPERCAYAAN MEREK TERHADAP NIAT PEMBELIAN PADA SOMETHINC SKINCARE

Pasar kecantikan Indonesia sangat kompetitif, dan merek perawatan kulit lokal seperti Somethinc, meskipun memiliki kesadaran merek yang signifikan, menghadapi tantangan dalam mencapai pangsa pasar yang dominan pada platform e-commerce terkemuka. Ini menandakan perbedaan antara kehadiran online dan konversi penjualan aktual. Studi ini berusaha untuk menyelidiki dampak Pemasaran Media Sosial (SMM) dan Electronic Word of Mouth (e-WOM) pada niat pembelian produk Somethinc, sambil menyelidiki peran mediasi berurutan dari sikap merek dan kepercayaan merek. Metodologi kuantitatif digunakan, mengumpulkan data dari 200 konsumen Somethinc di Indonesia berusia 15 hingga 24 tahun melalui kuesioner online. Analisis jalur dilakukan pada data yang memanfaatkan SmartPLS. Hasilnya menunjukkan mekanisme psikologis substansial yang melaluinya SMM dan e-WOM memengaruhi sikap merek secara positif. Disposisi optimis ini akibatnya bertindak sebagai indikator kepercayaan merek yang kuat dan substansial. Pada akhirnya, kepercayaan merek berfungsi sebagai faktor langsung terpenting yang memengaruhi niat pembelian. Studi ini menunjukkan bahwa agar Somethinc dapat mengubah popularitasnya menjadi penjualan, inisiatif pemasaran harus secara strategis menekankan pembangunan kepercayaan dengan awalnya memanfaatkan pemasaran media sosial dan promosi dari mulut ke mulut secara elektronik untuk menumbuhkan persepsi merek yang positif.

2025
👤 Penulis: Sabila Virajati Rahman
🏷️ Pemasaran Media Sosial 🏷️ Electronic Word Of Mouth 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Produk Perawatan Kulit

FABRIKASI COATING SUPERHIDROFOBIK CU-MN PADA BAJA DENGAN METODE ELEKTRODEPOSISI SATU TAHAP

Baja merupakan material yang sangat dibutuhkan di berbagai sektor industri, namun memiliki kelemahan signifikan terhadap korosi. Salah satu faktor penyebab korosi adalah sifat keterbasahan permukaannya yang hidrofilik, yang memfasilitasi kontak dengan lingkungan korosif. Untuk mengatasi masalah tersebut, fabrikasi coating superhidrofobik (sudut kontak air > 150°) dengan metode elektrodeposisi satu tahap yang efisien menjadi solusi yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi parameter proses yang menghasilkan nilai sudut kontak optimum dengan menggunakan metode Taguchi, menganalisis signifikansi dan persen kontribusi faktor terhadap nilai sudut kontak dengan menggunakan metode ANOVA, mempelajari karakteristik coating SCM (superhidrofobik Cu- Mn) yang dihasilkan pada kondisi optimum, mengetahui dan membandingkan perilaku korosi coating SCM pada kondisi optimum terhadap bare steel menggunakan metode uji elektrokimia, dan mengetahui tingkat ketahanan dan kemampuan coating SCM yang dihasilkan pada kondisi optimum. Parameter yang divariasikan pada penelitian ini adalah rasio [Cu2+]/[Mn2+], rapat arus, waktu elektrodeposisi, dan konsentrasi asam miristat. Perancangan desain percobaan dan penentuan parameter optimum dilakukan dengan metode Taguchi. Selanjutnya, signifikansi dan persen kontribusi setiap faktor ditentukan dengan menggunakan metode analysis of variance (ANOVA). Coating pada kondisi optimum kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM-EDS, FTIR, dan XRD, serta diuji performa antikorosinya dengan uji elektrokimia di dalam larutan NaCl 3,5% berat dan dibandingkan dengan baja tanpa lapisan (bare steel). Durabilitas dan sifat fungsional coating diuji melalui serangkaian pengujian meliputi ketahanan abrasi, kemampuan self-cleaning, dan ketahanan penyimpanan pada kondisi atmosferik. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa rapat arus dan rasio [Cu²?]/[Mn²?] merupakan faktor dengan pengaruh paling signifikan, dengan persen kontribusi masing-masing sebesar 34,49% dan 34,82%. Kondisi optimum secara empiris tercapai pada rapat arus 3 A/dm², rasio [Cu²?]/[Mn²?] 0,4:1, waktu elektrodeposisi 15 menit, dan konsentrasi asam miristat 2 g/L, yang menghasilkan sudut kontak air rata-rata 153,31°. Karakterisasi mengonfirmasi keberhasilan pembentukan struktur hierarkis mikro-nano berbentuk cauliflower yang tersusun atas metal miristat (Cu/Mn-miristat) dan fasa anorganik kristalin (Cu, CuMnO?). Uji elektrokimia menunjukkan bahwa Ecorr coating SCM bernilai lebih positif daripada bare steel, namun menunjukkan laju korosi yang lebih tinggi. Coating ini juga menunjukkan kemampuan mempertahankan sifat superhidrofobik hingga jarak abrasi 25-30 cm, stabilitas hingga 8 hari, serta memiliki kemampuan self-cleaning yang fungsional.

2025
👤 Penulis: Muhammad Adzikra Nazhar
🏷️ Karbon Monoksida 🏷️ Elektrodeposisi Satu Tahap 🏷️ Superhidrofobia

EKSTRAK DAUN MITRAGYNA SPECIOSA (KRATOM) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA HASIL PENGELASAN BAJA API 5L GRADE X52M DALAM LINGKUNGAN ASAM

Korosi merupakan salah satu tantangan utama pada pipa transmisi minyak dan gas, khususnya pada sambungan las di mana heterogenitas mikrostruktur mempercepat degradasi. Inhibitor konvensional seperti kromat dan fosfat banyak digunakan, namun memiliki keterbatasan serius karena sifat toksiknya serta performa adsorpsi yang kurang baik pada baja hasil pengelasan. Oleh karena itu, inhibitor ramah lingkungan berbasis tanaman semakin banyak diteliti sebagai alternatif berkelanjutan. Daun Mitragyna speciosa (kratom), yang kaya akan alkaloid dan flavonoid, menawarkan potensi tinggi sebagai sumber inhibitor korosi dengan stabilitas termal yang baik serta kemampuan donor elektron yang kuat. Pada penelitian ini, spesimen baja las API 5L Grade X52M diuji dalam larutan HCl 1 M dengan variasi konsentrasi ekstrak daun kratom (0–9 g/L). Zona las base metal (BM), weld metal (WM), dan heat-affected zone (HAZ) disiapkan melalui proses SMAW dan diuji menggunakan metode electrochemical impedance spectroscopy (EIS), potentiodynamic polarization (PDP), uji perendaman kehilangan berat, serta karakterisasi permukaan (SEM, FTIR, UV-Vis). Metode ini digunakan untuk mengevaluasi efisiensi inhibisi serta mekanisme adsorpsi ekstrak pada lingkungan asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kratom secara signifikan meningkatkan ketahanan korosi pada semua zona las. Zona BM menunjukkan efisiensi inhibisi tertinggi sebesar 87,20% pada konsentrasi 7 g/L, sementara WM dan HAZ masing-masing mencapai 85,33% dan 79,77% pada 5 g/L. Kinerja unggul pada BM dikaitkan dengan struktur butir yang halus dan homogen sehingga mendukung pembentukan film protektif yang lebih kompak, sedangkan struktur WM dan HAZ yang lebih kasar dan heterogen membatasi stabilitas lapisan pelindung. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan potensi ekstrak daun M. speciosa sebagai inhibitor korosi ramah lingkungan yang efektif untuk pipa hasil pengelasan di lingkungan asam.

2025
👤 Penulis: Ervindy Geta Aryanta
🏷️ Korosi Pipa 🏷️ Baja Hasil Pengelasan 🏷️ Inhibitor Ramah Lingkungan

PERANCANGAN SISTEM DRAINASE SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN BANJIR DI SUBSISTEM BANGER HULU, KOTA PEKALONGAN, PROVINSI JAWA TENGAH

Banjir merupakan masalah yang sering terjadi di Subsistem Banger Hulu, Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, akibat intensitas hujan tinggi, kapasitas drainase yang tidak memadai, pengaruh debit sungai, serta pengaruh pasang surut air laut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem drainase yang efektif sebagai upaya pengendalian banjir di wilayah tersebut. Pengendalian banjir didasarkan pada curah hujan periode ulang 5 tahun untuk drainase, debit periode ulang 20 tahun untuk sungai, serta pasang surut untuk sungai bagian hilir. Pemodelan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemodelan hidraulika menggunakan perangkat lunak Personal Computer Storm Water Management Model (PCSWMM). Pemodelan banjir eksisting dilakukan terhadap tiga skenario untuk mengecek asal penyebab banjir, yaitu skenario debit dan pasang surut pada sungai, skenario hujan pada drainase, serta skenario gabungan debit, pasang surut, dan hujan. Alternatif solusi yang akan diterapkan dalam penelitian ini adalah pembuatan tanggul sheet pile, perbaikan saluran sekunder eksisting, penambahan saluran sekunder, penambahan pintu air, serta pengadaan pompa dan rumah pompa. Alternatif solusi yang terpilih adalah solusi gabungan dari setiap alternatif yang menunjukkan presentase reduksi luas genangan di permukiman sebesar 100% dengan mengabaikan kedalaman genangan yang lebih kecil dari 10 cm.

2025
👤 Penulis: Tesa Anggraeni
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air 🏷️ Analisis Risiko Banjir

PROSES DAUR ULANG KATALIS HABIS PAKAI: STUDI PEMANGGANGAN DAN PELINDIAN DENGAN ASAM SULFAT

Nikel merupakan salah satu logam strategis yang banyak digunakan dalam teknologi maju, terutama sebagai salah satu bahan utama katoda baterai kendaraan listrik. Peningkatan kebutuhan global terhadap baterai berbasis nikel menimbulkan tantangan terkait ketersediaan cadangan primer sehingga sumber sekunder seperti katalis habis pakai (katalis habis pakai) menjadi salah satu alternatif yang sangat potensial. Setelah melewati masa pakainya, katalis menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang mengandung nikel dalam jumlah yang cukup besar umumnya 10–40% dengan unsur pengotor seperti besi dan aluminium. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh parameter proses pemanggangan dan pelindian dengan menggunakan asam sulfat (H2SO4) terhadap persen ekstraksi nikel, serta mengevaluasi selektivitas nikel terhadap logam pengotornya, yaitu besi dan aluminium. Serangkaian percobaan dilakukan melalui tahap preparasi sampel, karakterisasi awal, pemanggangan, dan pelindian dalam asam. Karakterisasi awal meliputi analisis menggunakan X-ray diffraction (XRD), X-ray fluorescence (XRF), thermogravimetric analysis/differential thermal analysis (TGA/DTA), dan atomic absorption spectroscopy (AAS). Pemanggangan dilakukan dalam muffle furnace pada variasi temperatur 200–500 °C dan waktu tahan 30–180 menit. Pelindian dalam H2SO4 dilakukan pada variasi rasio padat-cair (100 dan 200 g/L), konsentrasi H2SO4 (2,5 M dan 5 M), dan waktu pelindian (180 dan 360 menit). Analisis konsentrasi logam hasil pelindian dilakukan dengan menggunakan AAS, sedangkan identifikasi fasa padatan residu dilakukan dengan XRD. Data hasil pelindian digunakan untuk menilai pengaruh kondisi proses terhadap persen ekstraksi nikel. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi pemanggangan optimal berada pada variasi temperatur 400 °C dengan waktu tahan 60 menit, dengan persen ekstraksi nikel sebesar 90,6%. Pada variasi pelindian, persen ekstraksi tertinggi mencapai 96,9%, dengan parameter 100 g/L rasio padat-cair, konsentrasi H2SO4 5 M, dan waktu pelindian 180 menit. Peningkatan waktu pelindian hingga 6 jam menurunkan persen ekstraksi nikel akibat adanya silika pada residu pelindian yang mengadsorpsi kembali ion Ni2+. Kontribusi variabel pelindian dipelajari dengan menggunakan desain analisis eksperimen metode desain faktorial 23. Hasilnya menunjukkan bahwa parameter rasio padat-cair merupakan variabel yang paling signifikan terhadap persen ekstraksi nikel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jalur proses pemanggangan-pelindian terbukti efektif dalam mengekstraksi nikel dari katalis bekas dengan kontrol utama pada rasio padat-cair.

2025
👤 Penulis: Muhammad Farhan Akbari
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN SISTEM DRAINASE UNTUK PENGENDALIAN BANJIR DI SUBSISTEM BREMI, KOTA PEKALONGAN, PROVINSI JAWA TENGAH

Subsistem Bremi di Kota Pekalongan merupakan wilayah rawan banjir yang dipengaruhi oleh curah hujan tinggi, pasang laut (rob), serta penurunan muka tanah. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas sistem drainase eksisting tidak mampu menampung debit banjir. Penelitian ini bertujuan merancang sistem drainase yang lebih optimal untuk mengurangi luas genangan banjir di wilayah tersebut. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi untuk penentuan hujan rencana dan debit banjir periode ulang tertentu, analisis hidraulika dengan pemodelan PCSWMM 1D/2D, serta analisis geoteknik untuk mengevaluasi kestabilan tanggul sheetpile. Selain itu, dilakukan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) serta kajian operasi dan pemeliharaan. Beberapa alternatif solusi dianalisis, yaitu pembangunan tanggul dan normalisasi sungai, redesain saluran sekunder, serta kombinasi keduanya dengan penambahan rumah pompa. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa alternatif kombinasi memberikan hasil paling efektif dengan reduksi luas genangan hingga 95% dibanding kondisi eksisting.

2025
👤 Penulis: Vallerie Maryam
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Geoteknik

EVALUASI PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI POLIKLINIK RAWAT JALAN RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG

Penyakit ginjal kronis (PGK) adalah gangguan ginjal yang progresif dengan penyebab utama terbanyak akibat penyakit kronis hipertensi dan diabetes. Deteksi dini, perubahan gaya hidup, dan kepatuhan minum obat erat kaitannya untuk memperlambat progresifitas PGK menjadi gagal ginjal. PGK yang berkembang menjadi gagal ginjal akan berdampak pada beban yang besar bagi pasien sendiri maupun bagi sosioekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan terkait penyakit dan kepatuhan minum obat pada pasien PGK stadium 3 sampai 5. Studi dilakukan secara cross-sectional prospektif di RS Immanuel Bandung pada Mei–Juli 2025 terhadap 115 pasien PGK yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh melalui wawancara dan pengisian Chronic Kidney Disease Knowledge Questionnaire (CKDKQ) terkait pengetahuan dan Medication Adherence Report Scale (MARS-5) terkait kepatuhan minum obat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square sedangkan uji korelasi hubungan pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil menunjukkan mayoritas responden adalah pria (53,9%), lansia (58,3%), dan memiliki pendidikan terakhir SMA (39,1%). Sebanyak 87,8% pasien memiliki pengetahuan kurang memadai, dan 66,1% berada pada tingkat kepatuhan sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan (r = -0,095; p value= 0,311).

2025
👤 Penulis: Jessica Christina Utomo
🏷️ Penyakit Ginjal Kronis 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data

EKSPLORASI BAKTERI DAN ENZIM PENGURAI PLASTIK POLYSTYRENE DARI MIKROBIOMA USUS LARVA TENEBRIO MOLITOR DENGAN PENDEKATAN MULTI OMIK

Polystyrene merupakan salah satu limbah plastik yang berkontribusi terhadap gangguan ekosistem. Larva Tenebrio molitor mampu mengkonsumsi polystyrene sebagai sumber makanan dengan waktu penguraian kurang dari 24 jam. Proses biodegradasi ini sangat bergantung pada aktivitas mikrobioma usus larva yang berperan penting dalam menguraikan polystyrene dalam usus larva. Namun, proses biodegradasi ini belum sepenuhnya dipahami karena kompleksnya mikrobioma usus dan sulitnya menumbuhkan mikroba terkait dengan metode konvensional. Untuk mengatasi tantangan ini, analisis shotgun metagenomic digunakan untuk mengidentifikasi keragaman spesies dan jalur metabolik yang terlibat, sementara studi metabolomik diperlukan untuk mengevaluasi hasil penguraian polystyrene. Penelitian ini merupakan yang pertama mengintegrasikan pendekatan shotgun metagenomic dan metabolomik untuk mengungkap mekanisme biodegradasi polystyrene oleh mikrobioma usus T. molitor. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi spesies bakteri yang memiliki potensi degradasi polystyrene dari mikrobioma usus larva T. molitor menggunakan pendekatan shotgun metagenomic. (2) Mengidentifikasi gen fungsional yang terlibat dalam proses degradasi polystyrene melalui analisis shotgun metagenomic. (3) Mengidentifikasi dan menganalisis profil metabolit yang dihasilkan dari penguraian polystyrene oleh konsorsium mikrobioma usus T. molitor menggunakan pendekatan metabolomik. Penelitian ini terdiri atas dua tahap. Tahap pertama menggunakan pendekatan shotgun metagenomic untuk mengevaluasi keragaman spesies dan enzim mikrobioma usus T. molitor yang diberi tiga jenis diet yaitu polystyrene foam, kombinasi polystyrene foam dan dedak padi, serta dedak padi selama 28 hari. Berat larva, feses, dan perubahan berat polystyrene dicatat setiap 4 hari. DNA metagenom usus larva dianalisis dengan sistem Illumina NovaSeq dan dengan analisis bioinformatika meliputi evaluasi, perakitan, pencocokan, dan pemetaan taksonomi serta gen fungsional. Proses degradasi polystyrene dikonfirmasi melalui Fourier Transform Infrared Spectroscopy dan Gas Chromatography–Mass Spectrometry pada feses hari ke-28. Tahap kedua bertujuan mengidentifikasi profil metabolit penguraian polystyrene. Larva diadaptasi dengan polystyrene selama tujuh hari. Suspensi usus ditambahkan ke media cair Bushnell Haas dan Nutrient Broth yang mengandung serbuk, film, atau emulsi polystyrene. Berat polystyrene dan metabolit dianalisis setiap 4 hari, dan perubahan morfologi film dikonfirmasi menggunakan Scanning Electron Microscope. Hasil penelitian tahap satu menunjukkan larva T. molitor mampu mereduksi polystyrene yang meningkat seiring waktu. Diet dedak padi memberikan kelangsungan hidup 100%, sementara diet polystyrene menurunkannya menjadi 89,33%; penambahan dedak padi secara signifikan meningkatkan kelangsungan hidup hingga 96,66% dan berat badan. Analisis mikrobioma usus menunjukkan dominasi Proteobacteria 53%, dengan peningkatan Tenericutes pada diet polystyrene. Diet polystyrene menunjukkan genus spesifik yang lebih tinggi seperti Oceanobacter dan Marinomonas. Profil gen fungsional mikrobioma pada diet polystyrene juga menunjukkan enzim potensial degradasi polystyrene yaitu monooxygenase yang ditemukan paling banyak di mikrobioma usus larva T. molitor diet polystyrene dan dedak padi. Hasil Fourier Transform Infrared Spectroscopy dan gas chromatography-mass spectrophmetry memperkuat bukti terjadinya degradasi polystyrene melalui perubahan gugus fungsi dan deteksi senyawa metabolit lactate dan benzoic acid yang merupakan produk akhir jalur metabolisme styrene. Hasil penelitian tahap dua analisis biodegradasi polystyrene oleh mikrobioma usus T. molitor dalam media cair Bushnell Haas dan Nutrient Broth berhasil mengidentifikasi metabolit, dan mengevaluasi pengaruh media kultur. Tingkat degradasi polystyrene bervariasi antar media, dengan Nutrient Broth menunjukkan efektivitas lebih tinggi. Reduksi berat di media Nutrient Broth 9,323% dibandingkan Bushnell Haas 2,690%. Analisis Scanning Electron Microscopy mengkonfirmasi perubahan morfologi berupa lubang dan kawah pada permukaan film polystyrene yang diinkubasi dengan kultur mix mikrobioma usus larva T. molitor. Selama 28 hari inkubasi, etylene glycol buthyl eter dan propylen glycol menjadi metabolit dominan. Hasil penelitian ini memberikan luaran yang sangat penting bagi pengembangan biodegradasi polystyrene oleh mikrobioma usus T. molitor, dengan memperluas pemahaman tentang mikrobioma usus larva dalam proses biodegradasi polystyrene serta mengungkap potensi spesies bakteri dan enzim yang berperan dalam mekanisme biodegradasi, serta memberikan wawasan baru tentang metabolisme polystyrene, termasuk senyawa metabolit yang terbentuk selama proses degradasi.

2025
👤 Penulis: Afandi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Bioinformatika

STUDY OF NITRIC ACID PRODUCTION VIA NON-THERMAL PLASMA NITROGEN FIXATION FOR THE LEACHING OF MIXED HYDROXIDE PRECIPITATE

The increasing demand for nickel-based products, particularly nickel sulfate for electric vehicle (EV) batteries, necessitates the development of sustainable and efficient processes for Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) refining. Nitric acid leaching represents a promising approach due to its strong oxidizing properties, which may enhance nickel recovery. However, conventional nitric acid production via methane-based steam reforming is unsustainable due to its high carbon emissions. Non-thermal plasma (NTP) nitrogen fixation provides a potential alternative, enabling the oxidation of nitrogen gas into nitric acid without the reliance on fossil fuels. In this study, the performance of Plasmapps’ Plasma Nitrate Generator was evaluated for nitric acid production and subsequent application in MHP leaching. Nitric acid was produced from deionized water using non-thermal plasma with O?, N?, and ozone as reactant gases under varying parameters of volume, anode and cathode geometry, cooling system, gas ratio, voltage, and ozone flow. The weak nitric acid obtained was further concentrated through enrichment using a rotary evaporator and subsequently applied for the leaching of mixed hydroxide precipitate (MHP), which had been previously dried and manually ground. Leaching experiments were conducted at controlled conditions of temperature (60 °C and 80 °C), nitric acid concentration (0.5 M and 1 M), slurry density (1/10 and 1/5), and rotation speed (500 rpm) for four hours. The resulting pregnant leach solution (PLS) was separated by filtration and analyzed for dissolved metal contents using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), while the solid residue underwent further digestion prior to characterization. This systematic approach enabled evaluation of nitric acid production efficiency and its effectiveness for MHP leaching. Process optimization of plasma-assisted nitric acid generation identified optimal conditions (300 mL water, 5-needle anode with plate cathode, 0.4 LPM gas flow at N?:O? = 4:1, 20 kV, with added ozone) producing up to 12,000 ppm nitric acid in 2 hours, further enriched to 63,000 ppm via rotary evaporation. Despite high energy consumption (129 kWh/mol) and low single-pass nitrogen conversion (4%), the acid proved effective for MHP leaching, achieving dissolution rates of 98% Ni, 88% Co, and 36% Mn under 1 M acid, 80 °C, and 1:10 slurry density. Statistical analysis showed nickel recovery was mainly influenced by acid concentration (58%), followed by slurry density (30%) and temperature (9%), with kinetics fitting the shrinking particle model controlled by the surface chemical reaction (R² = 0.9088). These results demonstrate the potential of plasma-generated nitric acid as a selective, sustainable leaching agent, though efficiency improvements (100-fold) are needed for industrial feasibility. Studi Produksi Asam Nitrat melalui Fiksasi Nitrogen Plasma Non-Thermal untuk Proses Pelindian Mixed Hydroxide Precipitate (MHP)

2025
👤 Penulis: Revio Seviano Sasmito
🏷️ Fisika Kimia 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

KARAKTERISASI DAN POTENSI ISOLAT FUNGI INDIGEN PADA TAILING EMAS DI JAWA BARAT SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI TEMBAGA

Industri pertambangan emas berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, namun aktivitas pertambangan menghasilkan limbah (tailing) yang mengandung berbagai zat berbahaya seperti tembaga (Cu). Tembaga merupakan unsur esensial bagi berbagai organisme, tetapi dapat bersifat toksik pada konsentrasi tinggi. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah bioremediasi menggunakan mikroorganisme indigen. Fungi merupakan salah satu agen bioremediasi yang memiliki kemampuan beradaptasi pada kondisi lingkungan ekstrem dan memiliki dinding sel kaya gugus fungsional yang dapat mengakumulasi polutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi fungi indigen dari tailing tambang emas di Jawa barat, mengkarakterisasi isolat potensial, serta menguji potensinya dalam meremediasi Cu dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor dan dilakukan secara triplo. Fungi diisolasi dari tailing dengan medium Potato Dextrose Agar, isolat kemudian dipilih berdasar uji aktivitas bioenzyme (laccase, lignin peroxidase, dan mangan peroxidase) yang dapat mendegradasi ikatan kimia struktur tembaga. Isolat terpilih ditumbuhkan pada medium Potato Dextrose Broth, dengan variasi konsentrasi (50 ppm, 100 ppm, 200 ppm), diinkubasi selama 126 jam pada suhu 29oC dengan agitasi 160 rpm. Konsentrasi Cu sisa pada media dan akumulasi Cu pada biomassa fungi dihitung dengan Atomic Absorption Spectroscopy. Analisis statistik dilakukan menggunakan One-Way ANOVA dengan uji lanjut Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 isolat jamur indigen tailing tambang emas Perusahaan X yang berbeda secara morfologi dan kemudian diberi kode X, Y, dan Z. Isolat Z dapat menghasilkan enzim lignin peroksidase dan mangan peroksidase, sehingga dipilih untuk uji lebih lanjut. Isolat Z mampu menurunkan konsentrasi Cu dengan efisiensi 8,23–15,37% dan dapat mengakumulasi sekitar 3,65–4,92 mg Cu/g biomassa. Analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan antar perlakuan tidak signifikan (p>0,05). Isolat fungi Z memiliki potensi sebagai agen bioremediator Cu meskipun efisiensinya rendah karena terhambatnya pertumbuhan pada kondisi terpapar tembaga.

2025
👤 Penulis: Siti Humairoh Nurul Ausiee
🏷️ Hidrologi 🏷️ Bioremediasi 🏷️ Kecerdasan Buatan

EKSTRAKSI BESI DARI RAFINAT TEMBAGA MELALUIEKSTRAKSI PELARUT MENGGUNAKAN ZN-LOADEDVERSATIC 10

Pasar baterai litium besi fosfat (lithium ferro-phosphate, LFP) diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan yang pesat hingga 2032 seiring dengan meningkatnya permintaan kendaraan listrik. Adanya pertumbuhan pasar ini menciptakan peluang besar untuk memanfaatkan bahan baku penting dalam produksi baterai LFP, khususnya besi. Industri pengolahan tembaga menghasilkan sejumlah besar rafinat yang mengandung besi terlarut dengan konsentrasi berkisar 3–35 g/L. Nilai tersebut mengindikasikan besarnya potensi ekstraksi besi dari rafinat tembaga dan dapat menjadi salah satu solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan pasar LFP, serta memberikan nilai tambah dan mengurangi dampak lingkungan dari industri pengolahan tembaga itu sendiri. Oleh karena itu, ekstraksi besi dari rafinat tembaga berpotensi mendukung perkembangan sektor energi terbarukan yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses ekstraksi besi dari larutan rafinat tembaga menggunakan ekstraktan Zn-loaded Versatic 10. Tahap preloading dibutuhkan untuk mencegah adanya fenomena kontrol pH yang terjadi selama tahap ekstraksi utama. Percobaan yang dilakukan melingkupi tahap preloading, ekstraksi, scrubbing, dan stripping dengan berbagai variasi percobaan pada setiap tahapnya. Pada tahap ekstraksi, dilakukan variasi terhadap tingkat preloading, pH, konsentrasi ekstraktan, waktu kontak, dan rasio O/A. Tahap scrubbing dilakukan dengan melakukan variasi pada pH awal. Sedangkan tahap stripping dilakukan dengan variasi konsentrasi H2SO4, jenis reagen stripping yang digunakan (H2SO4 dan HCl), serta konsentrasi Na2SO3 dalam proses reductive stripping. Terakhir, dilakukan karakterisasi sampel menggunakan atomic absorption spectrometer (AAS) dan Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) untuk mengetahui kondisi operasi optimum pada setiap tahapnya. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kondisi optimum tahap ekstraksi diperoleh pada percobaan dengan tingkat preloading 30%, pH awal 0,5, konsentrasi ekstraktan 25% (v/v), waktu pengadukan selama 15 menit, dan rasio O/A = 0,5. Pada kondisi ekstraksi optimum diperoleh ekstraksi besi hingga 43,40% dengan selektivitas yang cukup baik terhadap logam pengotornya (Al, Cu, dan Zn) pada satu tahap ekstraksi. Hal ini menunjukkan bahwa Versatic 10 dapat dengan baik membentuk kompleks dengan ion logam besi. Namun, stabilitas kompleks ion besi dan Versatic 10 juga memberikan tantangan untuk proses scrubbing dan stripping sehingga diperlukan optimasi lebih lanjut untuk hasil yang lebih maksimal. Pada rentang kondisi penelitian yang digunakan, nilai stripping besi yang diperoleh lebih kecil dari 3%.

2025
👤 Penulis: Marietha Agnes Nurhaida
🏷️ Ekstraksi Besi 🏷️ Baterai Lfp 🏷️ Pengolahan Tembaga

EKSTRAKSI PELARUT NIKEL DARI LARUTAN HASIL PELINDIAN FERONIKEL DALAM LARUTAN ASAM KLORIDA MENGGUNAKAN EKSTRAKTAN TRI-N-OCTYLAMINE

Transisi energi menuju energi terbarukan mengingkatkan kebutuhan nikel sebagai material komponen teknologi terbarukan. Untuk memenuhinya, diperlukan konversi produk nikel kelas 2, seperti feronikel (FeNi), menjadi nikel kelas 1 yang dapat digunakan sebagai material dalam teknologi-teknologi energi terbarukan, khususnya baterai. Konversi FeNi dapat dilakukan dengan melakukan pelindian FeNi dengan larutan asam klorida (HCl) dan memisahkan Fe dari larutan hasil pelindian (PLS) FeNi dengan teknik ekstraksi pelarut (solvent extraction, SX) menggunakan ekstraktan tributil fosfat (TBP). PLS yang terbebas dari Fe dimurnikan lebih lanjut dengan SX untuk mengekstraksi Ni dan logam lainnya menggunakan ekstraktan tri-n-octylamine (TOA). HCl dari PLS yang sudah dimurnikan dapat digunakan kembali untuk pelindian, sementara logam yang diekstraksi dapat diproses lebih lanjut menjadi produk nikel kelas 1. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter optimum proses ekstraksi Ni, Co, Cr, dan Mn dari PLS FeNi dalam HCl dengan SX menggunakan ekstraktan TOA. Dilakukan serangkaian percobaan SX dengan umpan awal yang digunakan berupa larutan artifisial yang menyimulasikan PLS FeNi yang telah melewati tahapan pemurnian Fe menggunakan TBP. Digunakan larutan organik yang merupakan campuran dari ekstraktan TOA dan diluen berupa xylene. Pada tahap ekstraksi, dipelajari pengaruh konsentrasi HCl dari larutan umpan, konsentrasi ekstraktan di fasa organik, dan rasio volume larutan organik dan aqueous (O/A) terhadap ekstraksi logam di dalam PLS. Kemudian, dilakukan ekstraksi bertahap dengan metode cross-current untuk dipelajari ekstraksi logam yang terakumulasi di setiap tahap. Setelah dilakukan tahap ekstraksi, penelitian dilanjutkan ke tahap stripping dengan memvariasikan jenis stripping agent, yaitu H2O, H2SO4, (NH4)2CO3, NH4Cl, NH4OH, NaOH, dan Na2CO3. Hasil percobaan tahap ekstraksi menunjukkan parameter optimum didapatkan pada konsentrasi HCl 6 M, konsentrasi ekstraktan 30%, dan rasio O/A 1:1 dengan ekstraksi Ni, Co, dan Mn berturut-turut adalah 28,63%, 99,62%, dan 84,45%, sedangkan Cr hanya terekstraksi sebesar 2,88%. Dari percobaan ekstraksi bertahap dengan metode cross-current, didapatkan ekstraksi Ni, Co, dan Mn yang terakumulasi dalam 4 tahap berturut-turut adalah 23,55%, 100%, dan 99,94%. Hasil percobaan stripping menunjukkan Co dan Mn dapat dengan mudah di-stripping dengan air distilasi (H2O) sedangkan nikel relatif sulit di-stripping dengan stripping agent yang diujikan. Penelitian ini mengindikasikan bahwa TOA dapat mengekstraksi Co dan Mn dengan baik namun memiliki kemampuan yang terbatas dalam ekstraksi Ni. Selain itu, Ni yang terbawa di fasa organik juga sulit untuk dilakukan stripping.

2025
👤 Penulis: Rahma Rizqi Alhayya
🏷️ Ekstraktan Tri-N-Octylammine (Toa) 🏷️ Konversi Material Nikel 🏷️ Ekstraksi Logam Dari Larutan
Halaman 277 dari 6754
💬