📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

INVESTIGATION ON THE RECENTLY REPORTED NA2CASIO4 SOLID SOLUTION: X-RAY DIFFRACTION STUDY

Glass is a versatile material widely used in housewares, construction, and automotive industries due to its transparency, thermal and chemical stability, formability, and recyclability. The Na?O-CaO-SiO? system dominates conventional glass production, while sodium calcium silicate glass-ceramics are increasingly valued for combining glassy and crystalline properties, enabling applications in architecture, photovoltaics, biomedical engineering, optics, and radiation shielding. Recent studies revealed that Na?CaSiO?, previously regarded as stoichiometric, can form solid solutions, allowing adjustment of composition and physical properties. X-ray diffraction (XRD) plays a significant role in characterizing the structure of these materials, particularly in determining the defects and disorder. This study investigates Na?CaSiO? synthesized by equilibration and furnace cooling to clarify its crystal structure, phase stability, and validate solid solution formation. In this study, Na?CaSiO? was synthesized through equilibration at 1200 °C for 48 hours using high-purity SiO?, CaCO?, and Na?CO?, with excess Na?CO? added to compensate for volatilization of Na2O at the equilibration temperature. The mixtures were homogenized, equilibrated in a muffle furnace, and cooled before analysis. Powder XRD confirmed the formation of the Na?CaSiO?, as well as other equilibrium phases. Further analysis of the powder diffraction pattern provided the lattice parameters and the space group of each phase, which was corroborated by single-crystal XRD (SC-XRD) measurement. Na?CaSiO? solid solution was successfully synthesized using furnace cooling, with both quenching and slow cooling producing similar behavior and confirming its stability. Na?CaSiO? has a cubic crystal structure with the space group of Fm-3m. The lattice parameters obtained from powder diffraction are a = 7.48508(11), 7.27936(31), 7.48332(11), and 7.30841(55) Å for SLS2050, SLS2025, SLS4050, and SLS4025, respectively. Measurement of a suitable single crystal selected from the SLS4050 sample confirmed the space group as Fm-3m with a lattice parameter of a = 7.4954(4) Å. An inverse linear relationship was observed between Na?O content and lattice parameters, with higher Na?O concentration leading to smaller lattice dimensions.

2025
👤 Penulis: Muhammad Dzakiendra Ammarjundi
🏷️ Keramik Cairan 🏷️ X-Ray Diffraksi 🏷️ Struktur Kristal

A COMPARATIVE ANALYSIS IN THE APPLICATION OF B50 FUEL ON A 2400CC DIESEL ENGINE USING EURO-2 AND EURO-4 EMISSION STANDARDS

Indonesia berkomitken untuk kemajuan transportasi berkelanjutan guna memenuhi agenda 2030 dalam Nationally Determined Contribution, yang ditetapkan pada Paris Climate Agreeement. Pemerintah memprioritaskan peningkatan kualitas mobilitas, dicontohkan dengan rencana transisi dari bahan bakar diesel B40 menjadi B50 pada tahun 2026 – mempromosikan sumber energi terbarukan dan juga mengurangi ketergantungan pada impor biofuel. Penelitian ini menguji performa mesin diesel Euro-2 dan Euro-4 dengan menggunakan bahan bakar diesel B50. Melalui serangkaian pengujian Drivability, Dynamometer, Road- Test, analisis emisi, komposisi oli mesin, dan pembentukan deposit, penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: penurunan kinerja minor setelah penggunaan jangka panjang – ditunjukkan oleh penurunan akselerasi sebesar 3,35%, kecepatan maksimum sebesar 1,21%, dan efisiensi bahan bakar rata-rata sebesar 4,29% – dengan torsi dan daya yang relative tetap stabil. Seiring dengan meningkatnya kandungan FAME dan besi pada oli mesin, analisis emisi mengindikasi penurunan kadar NOx serta peningkatan hidrokarbon. Namun, opasitas gas buang tetap memenuhi baku mutu menunjukkan adanya keausan dan pembentukan deposit yang masih dalam batas normal dari pemakaian jangka panjang.

2025
👤 Penulis: Resnanda Rafa Kurniawan
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Manajemen Emission 🏷️ Analisis Mesin Diesel

THE EFFECTS OF DIMPLES AND SEAMS ON THE DRAG COEFFICIENT OF SPORTS BALLS USING VOLUMETRIC RATIO OF SURFACE ROUGHNESS

Parameter koefisien drag, yang dipengaruhi oleh kekasaran permukaan, merupakan parameter penentu jarak dan stabilitas terbang bola olahraga. Nilai koefisien drag yang rendah dapat menghasilkan jarak terbang yang jauh, namun nilai yang terlalu kecil juga dapat menghasilkan ketidakstabilan terbang bola. Sebaliknya, nilai koefisien drag yang sedikit lebih tinggi dapat menghasilkan stabilitas terbang yang lebih baik, dengan konsekuensi jarak terbang bola yang lebih pendek. Studi ini mengusulkan parameter kekasaran permukaan berbasis rasio volumetrik untuk memprediksi koefisien drag dari suatu bola olahraga yang kasar namun belum diuji. Parameter tersebut terdiri dari dua variabel independen berupa kekasaran dimple (Hd) dan kekasaran seam (Hs), yang dikorelasikan dengan bilangan Reynolds kritik (Rec) melalui model regresi linier multivariabel. Berdasarkan sampel 32 bola sepak dan bola golf, model regresi menghasilkan persamaan Rec = 278730/exp (117,1Hd + 118,0Hs) dengan R2 = 0,7285. Koefisien regresi menunjukkan bahwa dimple dan seam memberikan pengaruh yang setara terhadap bilangan Reynolds kritik. Nilai Rec dari persamaan korelasi berperan sebagai basis interpolasi nilai CD dari suatu bola kasar (yang belum diuji) pada grafik CD vs Re. Grafik tersebut memuat beberapa kurva bola kasar yang telah diuji sebelumnya. Dengan demikian, koefisien drag dapat diestimasi pada suatu nilai bilangan Reynolds (di luar Rec), khususnya di rezim aliran kritikal, superkritikal, dan transkritikal.

2025
👤 Penulis: Muhammad Fauzan Khairul Iman
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Statistik 🏷️ Hidrologi

BUFFERING CAPACITY DAN DINAMIKA PELEPASAN LOGAM PADA LITOLOGI ENDAPAN PORFIRI: TINJAUAN DARI UJI STATIK DAN KINETIK

Endapan porfiri merupakan tipe endapan hidrotermal yang kaya akan mineral sulfida. Bekas tambang terbuka (open pit) dari endapan ini membentuk cekungan (void) yang rentan terhadap pembentukan air asam tambang (AAT) akibat oksidasi mineral sulfida dalam batuan ketika terpapar atmosfer dan air. Karakteristik air yang terbentuk, apakah asam, netral, atau basa, sangat bergantung pada komposisi mineralogi batuan dan reaksi geokimia yang terjadi, yang pada akhirnya mengontrol pelepasan unsur logam ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik geokimia batuan endapan porfiri dalam membentuk AAT serta potensi pelepasan unsur logamnya. Sebanyak 12 sampel batuan yang mewakili litologi berbeda (enam batuan vulkanik, empat batuan diorit, dan dua batuan tonalit) dikarakterisasi menggunakan uji statik (Acid Base Accounting Test dan Net Acid Generating Test), analisis mineralogi (XRD Analysis), acid buffering characteristic curve (ABCC), sequential extraction, dan uji kinetik dengan Free Draining Column Leach Test (FDCLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel batuan vulkanik, diorit, dan tonalit memiliki karakteristik pembentuk AAT dan distribusi fraksi geokimia unsur logam yang berbeda. Pelepasan unsur logam (Fe, Mn, Cu, Zn) paling tinggi terjadi pada kondisi pH rendah, dengan urutan potensi batuan sebagai berikut: Vul K-5 > Ton K-8 > Vul K-12 > Vul K-9 > Ton K-16 > Dio K-7 > Vul K-10 > Dio K-4 > Vul K-3 > Dio K-13 > Vul K-1 > Dio K-15. Pelepasan logam ditentukan oleh pH, Eh, dan reaksi geokimia seperti pembentukan asam dan kapasitas penyanggaan (buffering capacity). Sebagian besar sampel (Vul K-1, Vul K-3, Dio K-4, Vul K-5, Ton K-8, Vul K-9, Vul K-10, Vul K-12, Ton K-16) memiliki buffering capacity yang baik sehingga mempertahankan pH sirkumnetral dan melarutkan lebih sedikit logam. Sebaliknya, tiga sampel diorit (Dio K-7, Dio K-13, Dio K-15) cenderung membentuk air ber-pH asam akibat buffering capacity dan netralisasi yang terbatas, sehingga berpotensi lebih besar melepaskan logam ke lingkungan.

2025
👤 Penulis: Muh. Adyon Umar Hamilu
🏷️ Geokimia Endapan Porfiri 🏷️ Pelepasan Unsur Logam 🏷️ Buffering Capacity Batuan

INOVASI DIGITAL KEUANGAN DAPAT MEMPERKUAT INKLUSI KEUANGAN BAGI PEREMPUAN DAN KAUM MUDA

Digitalisasi masih menjadi isu penting, seiring dengan kemajuan teknologi, terutama di sektor keuangan. Inovasi digital di bidang keuangan (DIF) telah mendorong transformasi layanan keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan mudah diakses, mulai dari perkotaan hingga pedesaan. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi, seperti kesenjangan literasi keuangan digital dan kesenjangan antara perempuan dan pemuda, yang masih menjadi penghalang dalam mewujudkan inklusi keuangan (FI) yang merata di Indonesia. Tujuan utama dari penelitian kuantitatif ini adalah untuk menguji bagaimana inovasi digital di bidang keuangan (DIF), karakteristik demografi (DC), dan literasi keuangan digital (DFL) mempengaruhi inklusi keuangan (FI) di kalangan perempuan dan pemuda di Indonesia, dengan menekankan pada literasi keuangan digital (DFL) sebagai faktor mediasi. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen survei online. Sampel akhir penelitian ini adalah 400 responden, baik perempuan maupun pemuda, di Indonesia. Penelitian ini dianalisis melalui analisis deskriptif, PLS- SEM, dan MGA dengan menggunakan SmartPLS 3.2.9. Selain itu, penelitian ini menggunakan filosofi positivis dan menggunakan pendekatan deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden penelitian ini adalah perempuan dan pemuda dari Gen Z. Literasi keuangan digital (DFL) merupakan mediator parsial yang signifikan antara inovasi digital di bidang keuangan (DIF) dan inklusi keuangan (FI). Sebagian besar karakteristik demografis hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki pengaruh langsung terhadap literasi keuangan digital (DFL) atau inklusi keuangan (FI). Jumlah pengeluaran memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui inklusi keuangan. Selain itu, analisis multi-kelompok (MGA) tidak menemukan perbedaan yang signifikan secara statistik dalam hal literasi keuangan digital (DFL) - inklusi keuangan (FI) antara Gen Z pada perempuan dan anak muda. Implikasi dari temuan ini sangat besar. Penelitian ini menggarisbawahi literasi keuangan digital (DFL) sebagai mediator utama dalam meningkatkan inklusi keuangan (FI) melalui inovasi digital di bidang keuangan (DIF). Pengaruh tidak langsung dari karakteristik demografis seperti jumlah pengeluaran menunjukkan perlunya strategi literasi yang lebih inklusif dan tepat sasaran, terutama bagi perempuan dan generasi muda. Oleh karena itu, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, lembaga keuangan, dan pembuat kebijakan diperlukan untuk mempercepat adopsi keuangan digital dan memaksimalkan potensi bonus demografi 2045. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ketidakseimbangan jumlah sampel antar generasi dan pendekatan kuantitatif yang belum mengeksplorasi pengalaman digital dan faktor sosial budaya secara mendalam. Untuk peneliti selanjutnya, bisa menggunakan pendekatan campuran, sehingga memungkinkan sampel yang lebih tepat sasaran dan representatif di seluruh wilayah dan generasi, dengan fokus hanya pada kabupaten, kota, provinsi, atau lebih mendalam menggunakan kecamatan, serta memperpanjang jangka waktu penelitian untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai literasi keuangan digital (DFL) dan inklusi keuangan (FI).

2025
👤 Penulis: Ayu Rahmadani
🏷️ Inklusi Keuangan 🏷️ Digitalisasi Keuangan 🏷️ Literasi Kepribadian

BIOMINERALISASI KOBALT (II) KARBONAT MELALUI MEKANISMEUREOLISIS DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM UREASE YANGDIHASILKAN BAKTERI PSEUDOMONAS GENICULATA STRAINSKC/SH-10

Program net zero emission mendorong peningkatan penjualan dan produksi kendaraan listrik, yang pada gilirannya menaikkan kebutuhan kobalt untuk katoda baterai NMC. Salah satu prekursor katoda yang penting adalah kobalt karbonat (CoCO?), yang dapat diproduksi dari kobalt sulfat (CoSO?) hasil proses hidrometalurgi. Penelitian ini mengevaluasi presipitasi CoCO? pada suhu ruang melalui biomineralisasi berbasis ureolisis, dengan dua kadar awal CoSO? 0,05 M (KA) dan 0,025 M (KB). Kinerja proses dinilai dari penurunan kobalt terlarut serta identifikasi fase padatan yang terbentuk. Seleksi bakteri ureolitik diawali dengan uji OD??? menggunakan indikator fenol merah dan pemantauan pertumbuhan (OD???) untuk memperoleh isolat terbaik. Percobaan biomineralisasi dijalankan selama 7 hari pada kedua kadar CoSO?. Setiap hari, sampel cair dianalisis untuk aktivitas urease (OD???), pH–Eh, dan kadar Co terlarut (AAS). Setelah hari ke-7, presipitat dikarakterisasi menggunakan FTIR (identifikasi gugus fungsi), XRD (fase kristal), dan SEM-EDS (morfologi serta pemetaan unsur). Hasil utama menunjukkan bahwa pada konsentrasi awal CoSO? 0,025 M (KB), ratarata konversi CoSO? menjadi CoCO? mencapai sekitar 82,58% ± 3,54, lebih tinggi dibandingkan pada konsentrasi awal 0,05 M (KA). Aktivitas urease (OD???) meningkat sepanjang reaksi; secara umum, variasi 0,05 M (KA) menampilkan nilai OD??? lebih rendah dibanding 0,025 M (KB), mengindikasikan efek toksisitas Co²? pada kadar yang lebih tinggi. Profil Eh–pH kedua variasi berbeda; variasi 0,025 M (KB) cenderung lebih reduktif dan lebih basa, kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri dan aktivitas enzim. Spektrum FTIR menegaskan keberadaan karbonat melalui pita rentang regangan –OH 3600–3200 cm?¹, bending H–O–H ~1650 cm?¹, serta pita khas CO?²?: ?? ~1452 cm?¹, ?? ~869/860 cm?¹, dan ?? ~720– 700 cm?¹; jejak ??(SO?²?) ~1100–1090 cm?¹ juga terdeteksi. Citra SEM-EDS menunjukkan morfologi presipitat variasi 0,025 M (KA) lebih tidak beraturan dibanding 0,025 M (KB), sementara komposisi unsur Co pada 0,025 M (KB) lebih tinggi daripada 0,05 M (KA).

2025
👤 Penulis: Kanaya Nabila Kusuma
🏷️ Kobalt Karbonat 🏷️ Biomineralisasi 🏷️ Pseudomonas Geniculata Strain Skc/Sh-10

STUDI KARAKTERISTIK MINERAL PEMBAWA UNSUR TANAH JARANG PADA SAMPEL ENDAPAN ALUVIAL DAN TAILING DI BANGKA SELATAN, KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Unsur tanah jarang (UTJ) merupakan kelompok mineral kritis yang memiliki peranan penting di bidang teknologi, energi, dan pertahanan. Pulau Bangka, khususnya Kabupaten Bangka Selatan, merupakan bagian dari Sabuk Timah Asia yang berpotensi mengandung mineral pembawa UTJ pada endapan aluvial maupun tailing hasil kegiatan penambangan timah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pengayaan mineral pembawa UTJ di Bangka Selatan. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah pengamatan mineragrafi dan analisis mineral butir (grain counting). Hasil pengamatan megaskopis, sampel endapan aluvial dan tailing cenderung memiliki warna putih yang menunjukkan mineral dominan pada sampel yaitu mineral kuarsa. Hasil pengamatan bentuk butiran, mineral - mineral pada sampel endapan aluvial dan tailing, memiliki bentuk yang bervariasi dari bentuk angular pada fraksi +#35 hingga rounded pada fraksi -#120. Hasil analisis mineral butir pada sampel endapan aluvial dan tailing menunjukkan keterdapatan mineral mineral pembawa unsur tanah jarang yaitu monazit ((Ce, La, Nd)PO4) dan xenotim (YPO4) serta mineral ikutannya yaitu kasiterit, ilmenit, zirkon, tourmalin, dan garnet. Pengayaan mineral pembawa UTJ dan mineral ikutannya cenderung terjadi pada fraksi +#120 hingga -#120.

2025
👤 Penulis: Ibadurrahman Sabil
🏷️ Mineral Pembawa Unsur Tanah Jarang 🏷️ Analisis Mineral Butir 🏷️ Geologi Bangka Selatan

VALUASI SAHAM PT BARAMULTI SUKSESSARANA TBK DENGAN METODE DISCOUNTED CASH FLOW VALUATION DAN RELATIVE VALUATION

Sektor pertambangan bersifat padat modal sehingga banyak perusahaan tambang mencari pembiayaan eksternal, salah satunya melalui initial public offering (IPO). Pergerakan harga saham yang fluktuatif mencerminkan ketidakpastian pasar yang menyebabkan keraguan investor sehingga diperlukan analisis valuasi agar keputusan investasi yang diambil lebih akurat. Penelitian ini bertujuan melakukan valuasi saham BSSR menggunakan Discounted Cash Flow (DCF) Valuation dengan model Free Cash Flow to Equity (FCFE) serta Relative Valuation guna menentukan apakah saham BSSR tergolong undervalued, fair valued, atau overvalued. Berdasarkan metode DCF model FCFE, diperoleh nilai intrinsik sebesar Rp4.824 per lembar. Berdasarkan Relative Valuation, diperoleh nilai relatif PER dan EV/EBITDA masing-masing sebesar Rp4.814 dan Rp4.703 per lembar. Dari kedua metode valuasi menunjukkan harga saham BSSR saat penelitian tergolong undervalued. Hal ini terlihat dari metode DCF yang menghasilkan nilai intrinsik lebih tinggi dibandingkan harga pasar saat penelitian sebesar Rp3.950 (16 September 2025), serta diperkuat oleh hasil Relative Valuation yang menunjukkan valuasi BSSR lebih rendah daripada perusahaan pembanding. Namun, mempertimbangkan cadangan batubara, izin usaha pertambangan, serta tren harga saham selama satu tahun terakhir, direkomendasikan untuk membeli saham BSSR untuk investasi jangka pendek hingga menengah, namun tidak disarankan untuk investasi jangka panjang sebelum ada kepastian mengenai perpanjangan izin maupun bertambahnya cadangan batubara.

2025
👤 Penulis: Arya Bramantya Nadhifa Ruslan
🏷️ Valuta Sumber Daya Batubara 🏷️ Analisis Valuasi Saham 🏷️ Manajemen Risiko Investasi

STUDI REDUKSI KROM HEKSAVALEN MENJADI KROM TRIVALEN DENGAN REDUKTOR FESO? DARI RESIDU NIKEL PABRIK HPAL

Bijih nikel laterit mengandung krom yang dapat terlepas ke lingkungan melalui proses ekstraksi bijih tanah laterit dalam bentuk Cr(VI) yang berbahaya bagi lingkungan. Salah satu metode skala industri yang umum digunakan untuk mengurangi kadar Cr(VI) pada air adalah reduksi kimia menggunakan reduktor FeSO4. Pabrik HPAL nikel limonit menghasilkan residu proses kaya Fe yang terdiri atas hematit dan ilmenit. Residu tersebut selama ini hanya ditimbun pada dry stacking tailing facilities (DSTF) walaupun berpotensi untuk diolah menjadi FeSO4. Penelitian ini terdiri atas dua tahapan, yaitu produksi Fe dari residu melalui pelindian H2SO4 serta uji reduksi Cr(VI) pada sampel kalium dikromat dan air limbah secara langsung. Efektivitas reduksi ditentukan dengan membandingkan kadar Cr(VI) sebelum dan sesudah perlakuan. Percobaan pelindian dan reduksi krom heksavalen dirancang menggunakan Design of Experiment (DoE) Taguchi untuk optimasi proses secara efisien. Pelindian dilakukan menggunakan larutan H2SO4 dengan rancangan Taguchi L9 (34) secara duplo dengan variabel bebas konsentrasi H2SO4, waktu pelindian, rasio solid/likuid, dan temperatur. Kadar logam pada filtrat dianalisis menggunakan AAS Thermoscientific iCE 3000 series setelah pelarutan dengan HNO3 0,05 M. Lalu digunakan pada percobaan reduksi dengan desain Taguchi L16 (34) dengan faktor pH, waktu kontak, dan rasio massa Fe:Cr. Konsentrasi Fe total dianalisis dengan AAS sedangkan Cr(VI) dengan spektrofotometer UV-Vis Hach DR3900. Hasil percobaan dianalisis untuk menentukan parameter operasi optimum yang selanjutnya diujikan pada sampel air limbah yang diperoleh dari dua kolam pencampuran di area operasi pertambangan dan pengolahan nikel laterit. Hasil analisis Taguchi menunjukkan Fe merupakan unsur yang paling mudah diekstrak diikuti oleh Al dan Cr sedangkan Ca sangat sedikit terekstrak yang diduga karena membentuk CaSO4 dengan kelarutan yang rendah. Optimasi parameter operasi difokuskan pada Fe karena unsur ini berperan langsung sebagai reduktor dalam proses reduksi Cr(VI) menjadi Cr(III). Percobaan reduksi Cr(VI) memberikan data berupa konsentrasi awal dan akhir Cr(VI). Kondisi optimum diperoleh pada pH 6, waktu 75 menit, dengan rasio massa Fe:Cr 100:1. Kombinasi ini diujikan pada berbagai jenis sampel air limbah. Namun, hasil percobaan belum mencapai target konsentrasi akhir Cr(VI) yang mengacu pada Permen LH 09 Tahun 2006. Hasil uji lanjutan, diperlukan rasio massa Fe:Cr 3.300/1 – 5.000/1 agar konsentrasi akhir Cr(VI) pada keempat sampel air limbah mencapai target di bawah 0,05 mg/L. Temuan ini memberikan dasar diskusi terkait penyebab menurunnya efisiensi reduktor Fe pada sistem riil.

2025
👤 Penulis: Dimas Argya Pamungkas
🏷️ Reduksi Kimia 🏷️ Krom Heksavalen 🏷️ Pertambangan Nikel

Aktivitas penambangan bawah tanah dengan metode open stoping and paste backfill berpotensi menimbulkan ketidakstabilan massa batuan akibat redistribusi tegangan, sehingga diperlukan monitoring mikroseismik untuk memantau kondisi geomekanik bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan melakukan pencitraan struktur bawah permukaan menggunakan metode Double-Difference Tomography berdasarkan 303 event mikroseismik yang terekam oleh 29 stasiun pada tambang bawah tanah “SEVERA”, Papua, Januari 2022. Proses inversi dilakukan menggunakan perangkat lunak Qt-TomoDD dengan konfigurasi model kecepatan 23 × 23 × 23 node berjarak 100 m dan parameter damping optimal sebesar 100, menghasilkan nilai Condition Number (CND) 37,9 yang menunjukkan kestabilan model. Validasi dilakukan melalui analisis L-curve dan checkerboard resolution test (CRT), yang menunjukkan area resolusi baik pada koordinat UTM X 734200–734900, UTM Y 9548350–9549000, dan elevasi 2300–3200 m dengan pola papan catur berhasil direkonstruksi. Hasil tomogram memperlihatkan adanya anomali berupa Vp rendah pada ruang stoping, Vp tinggi pada area paste backfill, Vs rendah pada daerah rekahan, serta kontras nilai Vp/Vs pada beberapa bagian yang diinterpretasikan sebagai indikasi rekahan batuan. Secara keseluruhan, penelitian ini berhasil memberikan pencitraan bawah permukaan yang dapat digunakan untuk memahami kondisi geomekanik akibat aktivitas penambangan, meskipun keberadaan zona geser belum dapat diidentifikasi secara jelas karena keterbatasan cakupan data

2025
👤 Penulis: Muhammad Raihan Salman Maulana
🏷️ Mikroseismika 🏷️ Tomografi Double-Difference 🏷️ Geomekani Tambang Bawah Tanah

STUDI KESTABILAN MIKROSTRUKTUR DAN PERILAKUOKSIDASI PADUAN ENTROPI TINGGIAL0,75COCRCUFENIMO0,4TI0,4V0,4PADA TEMPERATUR 700, 800, DAN 900°C

Permintaan masyarakat Indonesia terhadap energi listrik yang ramah lingkungan semakin meningkat tahun ke tahun. Namun dalam menyediakan energi listrik masyarakat, ketergantungan akan energi fosil dalam produksi listrik dalam negeri masing tinggi dengan pencemaran lingkungan yang masih buruk. Pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) dengan sistem combined cycle gas turbine (CCGT) memberikan efisiensi produksi listrik berbahan bakan fosil yang tinggi namun lebih ramah lingkungan. Turbin Gas yang digunakan pada pembangkit listrik memiliki temperatur kerja yang relatif tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan material yang memberikan sifat mekanis unggul terutama dalam temperatur tinggi untuk menghindari kegagalan yang terjadi selama masa produksi. Pada saat yang sama, paduan entropi tinggi seperti Al0,75CoCrCuFeNiMo0,4V0,4Ti0,4 menjadi banyak subjek penelitian dikarenakan menawarkan sifat mekanis yang lebih unggul daripada superalloy konvensional. Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari potensi paduan Al0,75CoCrCuFeNiMo0,4V0,4Ti0,4 sebagai bahan baku material temperatur tinggi. Penelitian dilakukan dengan melebur paduan Al0,75CoCrCuFeNiMo0,4V0,4Ti0,4 dan kemudian diuji oksidasi menggunakan tanur tabung horizontal dengan temperatur 700, 800 dan 900°C secara isotermal dalam waktu pengujian 1, 9, 25, 49 jam untuk mensimulasikan pemakaian paduan sebagai bahan baku material temperatur tinggi. Sampel hasil oksidasi akan di karakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscope-energy dispersive X-ray spectroscopy (SEM-EDS) pada permukaan dan cross section serta pengujian vickers hardness test. Hasil karakterisasi menunjukkan paduan terdiri fasa yang heterogen. Selain itu, paduan mengalami oksidasi yang masif dalam waktu yang relatif singkat pada temperatur 800°C dan 900°C. Akan tetapi pada temperatur 700°C, sampel terbukti masih optimal dengan oksida yang terbentuk pada bagian permukaan. Pada permukaan sampel, terjadi pembentukan oksida tembaga-molibdenum pada paduan yang pada suatu waktu akan terlepas dan akan dibentuk lagi oleh sampel. Unsur molibdenum pada sampel memiliki kelarutan yang berbeda dengan unsur lain, hal ini dibuktikan dengan adanya daerah yang didominasi oleh molibdenum dan pembentukan oksida molibdenum yang cenderung lebih lama daripada oksida unsur lain. Berdasarkan pengujian kekerasan yang dilakukan pada sampel hasil oksidasi, didapati kenaikan kekerasan sampel pad

2025
👤 Penulis: Surya Perdana Silalahi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS SALURAN DRAINASE UNTUK PENGENDALIAN BANJIR DI JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK KM 13+400- KM 16+000

Jalan Tol Jakarta – Cikampek merupakan jalur strategis yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah Jawa Barat serta menjadi jalur utama distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Tingginya intensitas lalu lintas di ruas jalan tol ini menjadikannya sangat krusial sehingga keberlangsungan operasional perlu didukung sistem infrastruktur yang memadai. Pada tahun 2020, terdapat bagian Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang terendam banjir. Penyusunan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menganalisis saluran drainase untuk mendapatkan pengendalian banjir yang efektif terutama ruas b KM 13+400-KM 16+000. Tahapan yang dilakukan dalam Tugas Akhir ini mencakup analisis hidrologi, analisis hidraulika, pemodelan sungai crossing dengan HEC-RAS 6.6, dan pemodelan saluran drainase dengan SWMM 5.2. Perhitungan analisis hidrologi menghasilkan debit banjir rencana dengan Metode SCS. Hasil data analisis hidrologi dengan periode ulang 25 tahun digunakan untuk analisis hidraulika. Pemodelan hidraulika sungai crossing menghasilkan elevasi muka air banjir yang dijadikan acuan elevasi outlet untuk desain pemodelan saluran drainase. Alternatif pengendalian banjir yang ditinjau meliputi pembuatan saluran drainase jalan tol, normalisasi sungai, perbaikan saluran drainase eksisting, dan integrasi antara sistem drainase Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan sistem drainase Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

2025
👤 Penulis: Alisya Tria Ananda
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Desain Saluran Drainase

DESAIN INTAKE DAN SALURAN PENGARAH UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO BENDUNGAN MBAY(LAMBO), KABUPATEN NAGEKEO PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Bendungan Mbay (Lambo) di Kabupaten Nagekeo memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) skala minihidro guna mendukung transisi energi di Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini merancang sistem intake dan saluran pengarah (headrace dan penstock) melalui analisis hidrologi, simulasi operasi waduk, serta perhitungan hidrolika untuk meminimalkan kehilangan energi. Hasil desain menunjukkan debit andalan sebesar 6,22 m³/detik, dengan tinggi jatuh bersih (net head) 38,46 m, sehingga diperoleh daya bangkitan sekitar 1,8 MW. Sistem intake dan penstock yang direncanakan mampu menyalurkan debit rencana secara efisien dengan kehilangan energi minimal. Selain itu, Rancangan Anggaran Biaya (RAB) menunjukkan kebutuhan biaya konstruksi sebesar Rp17,67 miliar, meliputi pekerjaan sipil dan instalasi hidromekanikal. Desain ini dinilai layak baik dari sisi teknis maupun estimasi biaya, sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengembangan PLTA Bendungan Mbay.

2025
👤 Penulis: Mohammad Alrijalu
🏷️ Desain Intake Dan Saluran Pengarah 🏷️ Analisis Hidrologi

PEMURNIAN BESI(III) DARI RAFINAT TEMBAGA MELALUI PRESIPITASI, PELINDIAN ASAM KLORIDA, DAN EKSTRAKSI PELARUT DENGAN TRIBUTIL FOSFAT

dengan elektrifikasi menjadi pilar utamanya. Tren ini mendorong adopsi kendaraan listrik secara masif sehingga meningkatkan permintaan baterai litium besi fosfat (LFP). Di sisi lain, tembaga (Cu) sebagai logam penting dalam elektrifikasi diproyeksikan mengalami peningkatan produksi hingga 38 juta ton pada 2030. Peningkatan produksi Cu secara langsung berdampak pada peningkatan volume limbah rafinat yang dihasilkan oleh jalur hidrometalurgi. Rafinat tembaga memiliki konsentrasi besi (Fe) yang tinggi, bahkan hingga 32 g/L serta logam lain seperti seng (Zn) dan aluminium (Al). Hal ini dapat menjadi tantangan dari segi lingkungan sekaligus potensi apabila dapat dimanfaatkan untuk menjadikannya bahan baku bernilai tambah seperti besi fosfat sebagai prekursor baterai LFP. Penelitian ini mengkaji pemurnian Fe(III) dari rafinat tembaga melalui presipitasi, pelindian, dan ekstraksi pelarut (solvent extraction, SX) menggunakan tributil fosfat (TBP). Serangkaian percobaan presipitasi, pelindian, dan SX dilakukan untuk mempelajari proses pemurnian Fe dari rafinat yang sesuai dengan tujuan penelitian ini. Dalam percobaan presipitasi, pengaruh pH, temperatur, dan waktu penahanan terhadap persen presipitasi Fe dan Al serta selektivitasnya dipelajari. Presipitasi dipelajari pada variasi pH 2,25–4,00, variasi temperatur 30–90 oC, dan variasi waktu penahanan 10–180 menit. Percobaan pelindian dalam asam klorida (HCl) dilakukan pada temperatur 70 oC dan dipelajari pada variasi rasio padat-cair 150–300 g/L serta konsentrasi HCl 5–8 M selama 120 menit. Percobaan SX tahap ekstraksi dilakukan pada rasio organik/aqueous (O/A) 2, sementara tahap stripping pada rasio O/A dan keduanya dilakukan pada temperatur 25 oC serta waktu pengadukan 10 menit. Karakterisasi pada larutan rafinat tembaga, filtrat proses presipitasi, larutan digesti, presipitat, larutan hasil pelindian, rafinat proses SX, dan strip liquor dengan menggunakan atomic absorption spectroscopy (AAS), inductively coupled plasma–mass spectroscopy (ICP-MS), dan X-ray diffraction (XRD). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa peningkatan pH, temperatur, dan waktu penahanan meningkatkan persen presipitasi Fe dan Al. Kondisi optimum pada proses presipitasi diperoleh pada pH 2,5; temperatur 50 oC, dan waktu penahanan 10 menit dengan presipitasi Fe dan Al berturut turut sebesar 90,36% dan 16,56%. Hasil percobaan pelindian menunjukkan peningkatan rasio padat–cair menurunkan persen ekstraksi Fe dan Al, sedangkan peningkatan konsentrasi HCl meningkatkan persen ekstraksi kedua logamnya. Kondisi optimum proses pelindian diperoleh pada rasio padat–cair 300 g/L dan konsentrasi HCl 8 M. Proses SX dengan TBP pada larutan kayanya dapat mengekstrak Fe secara selektif dan menghasilkan strip liquor dengan komposisi Fe 15,3 g/L dan total konsentrasi logam pengotor lain sekitar 0,5 g/L.

2025
👤 Penulis: Aldo Galang Affandi
🏷️ Pemurnian Besi(Iii) 🏷️ Efisiensi Ekstraksi 🏷️ Limbah Raffinate Tembaga

PROSES DAUR ULANG BATERAI LITIUM BESI FOSFAT MELALUI PELINDIAN ALKALI DAN PENGENDAPAN LITIUM FOSFAT

Berbagai negara di dunia saat ini tengah meningkatkan elektrifikasi kendaraan bermotor, yang secara langsung meningkatkan kebutuhan baterai sebagai penyimpan energi. Baterai litium besi fosfat (LFP) diproyeksikan akan mengalami lonjakan permintaan karena merupakan salah satu baterai yang populer dan penggunaannya akan meningkat. Namun, peningkatan elektrifikasi berpotensi menimbulkan risiko lingkungan akibat kandungan bahan berbahaya dalam limbah baterai LFP yang nantinya dihasilkan. Di sisi lain, kebutuhan litium dan fosfor sebagai bahan baku utama baterai juga terus meningkat. Oleh karena itu, daur ulang baterai LFP habis pakai berpotensi menjadi solusi atas keterbatasan sumber daya dan dampak lingkungan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari proses perolehan litium dan fosfor dari black mass (BM) baterai LFP habis pakai, melalui pelindian alkali dan pengendapan litium fosfat dari larutan hasil pelindiannya. Serangkaian percobaan pelindian dan pengendapan dilakukan untuk mempelajari proses daur ulang yang sesuai dengan tujuan penelitian ini. Dalam percobaan pelindian, pengaruh rasio padat-cair (S/L), konsentrasi media pelindi, dan temperatur terhadap selektivitas dan persen ekstraksi Li, Fe, Cu, dan Al dipelajari. Percobaan dimulai dengan terlebih dahulu melakukan perlakukan awal terhadap baterai LFP habis pakai melalui pirolisis dalam horizontal tube furnace (HTF) pada suhu 700 °C selama 2 jam dan pencacahan. Pelindian dipelajari pada variasi S/L 50, 75, 100, 125 g/L, variasi konsentrasi NaOH 2, 3, 4, dan 5 mol/L, dan variasi temperatur 20, 30, 50, 70, dan 90 °C selama 3 jam. Percobaan pengendapan selanjutnya dilakukan pada suhu 90 °C dengan tingkat penguapan volume umpan sebesar 0%, 25 %, 50%, dan 75%. Karakterisasi pada larutan hasil pelindian, residu pelindian, filtrat proses pengendapan, dan produk endapan dengan menggunakan atomic absorption spectoscopy (AAS), inductively coupled plasma–optical emission spectroscopy (ICP-OES), X-ray diffraction (XRD), dan istrumen analisis karbon LECO. Hasil percobaan menunjukkan bahwa persen ekstraksi litium berbanding terbalik terhadap S/L, dengan ekstraksi tertinggi (33,16%) diperoleh pada S/L = 50 g/L. Sementara itu, konsentrasi NaOH berkorelasi positif dengan persen ekstraksi Li, dengan persen ekstraksi Li tertinggi (51,99%) diperoleh pada konsentrasi NaOH 5 mol/L. Pada variasi temperatur, ekstraksi Li memuncak pada suhu 30 °C dengan persen ekstraksi sebesar 98,19%. Berdasarkan hasil percobaan, diperoleh kondisi optimum proses pelindian alkali, dengan ekstraksi Li yang diperoleh sebesar 98,19%, adalah pada S/L 50 g/L dengan konsentrasi NaOH 5 mol/L pada suhu 30 °C dengan ekstraksi pengotor Al, Fe, dan Cu yang rendah, yaitu secara berurutan 29,71%, 0,05%, dan 0%. Pada percobaan pengendapan, kondisi optimum (63,48%) diperoleh pada variasi 50% evaporasi dengan komposisi Li 5,71%. Pengotor Na ditemukan dalam endapan sebagai Li2NaPO4 dan Na2CO3.

2025
👤 Penulis: M. Faishal Syamsuddin
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 276 dari 6754
💬