📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

STABILITY AND GLOBAL MOTION ANALYSIS FOR MCT OFFSHORE WIND TURBINE WITH ADJUSTABLE CLUMP WEIGHT DURING INSTALLATION

Dengan kapasitas global tenaga angin lepas pantai yang diproyeksikan meningkat hingga hampir 500 GW pada tahun 2030, salah satu kendala utama yang masih dihadapi adalah tingginya biaya serta kompleksitas dalam pemasangan turbin di lokasi perairan dalam. Tension Leg Platform (TLP), khususnya varian Multi-Column Tension Leg Platform (MCT), merupakan solusi yang menjanjikan karena jejak fondasi pada dasar laut yang lebih kecil serta proses instalasi yang lebih efisien. Namun demikian, platform ini, seperti halnya seluruh struktur tenaga angin terapung, memiliki permasalahan mendasar terkait stabilitas. Tingginya titik pusat gravitasi (KG) dari turbin dan rotor secara signifikan mengurangi momen penegak sistem, sehingga membuatnya rentan terhadap risiko terbalik akibat gaya lingkungan yang dinamis. Kerentanan ini semakin nyata pada fase pra-pengencangan (pre-tensioning installation), ketika platform belum sepenuhnya terpasang dengan aman. Untuk mengatasi keterbatasan mendasar tersebut, proyek ini mengusulkan perancangan dan penerapan sistem beban pemberat yang dapat disesuaikan (adjustable clump weight system) guna menurunkan KG platform secara aktif. Analisis instalasi akan dilakukan menggunakan simulasi domain waktu (time domain simulation). Metode ini sangat penting karena mampu menangkap secara akurat gerakan global platform serta interaksi kompleks dan non-linier antara turbin, sub-struktur, dan lingkungan. Dengan memodelkan perilaku dinamis tersebut di bawah kondisi cuaca terbatas, studi ini akan menunjukkan secara kuantitatif bagaimana beban pemberat yang dapat disesuaikan meningkatkan stabilitas dan keselamatan selama fase kritis ini. Selain itu, proyek ini juga akan merancang konfigurasi instalasi yang spesifik, termasuk desain dan penempatan tali tugboat (towline) serta penentuan kapasitas daya tarik tugboat (bollard pull) yang diperlukan. Temuan ini akan memberikan solusi berbasis data yang kuat untuk memastikan keberhasilan dan keandalan dalam proses pemasangan MCT.

2025
👤 Penulis: Samuel Jonathan Hawking H.
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

STUDI PERBANDINGAN SOFTWARE KOMERSIAL DALAM PEMODELAN FLOW ASSURANCE PADA ALIRAN MULTIFASA LEPAS

Produksi minyak dan gas bumi melalui sumur dan pipa dapat terhambat oleh penyumbatan, salah satunya adalah penyumbatan hidrolik yang disebabkan oleh akumulasi cairan di pipa. Analisis manual terhadap penyumbatan ini tidak praktis, sehingga diperlukan software simulasi seperti OLGA dan Aspen Hydraulic untuk pemodelan dan prediksi perilaku aliran yang akurat. Meskipun OLGA lebih umum digunakan di industri, perbandingan kinerja antara OLGA dan Aspen Hydraulic dalam menganalisis dinamika aliran perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa OLGA dan Aspen Hydraulic dalam menganalisis permasalahan liquid holdup, hilang tekan sepanjang pipa, pigging, hydrate formation, slugging, dan wax deposition pada aliran multifasa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi industri minyak dan gas dalam memilih software simulasi yang optimal untuk menganalisis aliran multifasa. Penelitian ini menggunakan software OLGA 2022.1.0 dan Aspen HYSYS V14 dengan data yang telah tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hydrate formation, Aspen HYSYS lebih unggul dalam memodelkan hydrate–liquid–vapor equilibrium (HLVE) karena dilengkapi model CSM yang mempertimbangkan efek inhibisi minyak dan pengaruh komposisi air; pada wax deposition, Aspen HYSYS mampu menandingi hasil OLGA dengan tuning menggunakan overall heat transfer coefficient; sedangkan pada CO? injection, kedua perangkat lunak memberikan prediksi flow regime yang berbeda dari hasil eksperimen.

2025
👤 Penulis: Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy
🏷️ Analisis Dinamika Aliran Multifasa 🏷️ Model Csm (Critical Solution Model) 🏷️ Optimisasi Penggunaan Software Simulasi

ESTIMASI PARAMETER KINETIK UNTUK REAKSI HIDRODEOKSIGENASI (HDO) ASAM LEMAK DALAM PRODUKSI DIESEL HIJAU

Transisi dari bahan bakar fosil menuju energi terbarukan telah meningkatkan minat terhadap green diesel sebagai alternatif berkelanjutan pengganti bahan bakar berbasis minyak bumi. Green diesel diproduksi melalui proses hidrodeoksigenasi (HDO) minyak nabati, di mana trigliserida dan asam lemak bebas dikonversi menjadi hidrokarbon rantai panjang yang serupa dengan solar konvensional. Pada penelitian ini, parameter kinetika reaksi HDO asam lemak diestimasi menggunakan simulasi Aspen HYSYS V14 dengan minyak sawit sebagai bahan baku model. Metodologi penelitian menggabungkan kalibrasi reaktor dengan estimasi entalpi (metode Joback–Reid) dan penentuan energi aktivasi (korelasi Polanyi), yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Arrhenius untuk mengevaluasi kinetika reaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi aktivasi untuk jalur reaksi berada pada rentang 0–35 kJ/mol, dengan jalur dominan seperti alkohol HDO (Ea ? 4–9 kJ/mol), asam HDO (Ea ? 9–35 kJ/mol), dekarbonilasi aldehid (Ea ? 5–24 kJ/mol), dan dekarboksilasi (Ea ? 8–11 kJ/mol). Jalur dekarbonilasi asam memperlihatkan nilai yang sangat rendah, konsisten di bawah 1 kJ/mol. Faktor pra-eksponensial berada pada kisaran 10?–10¹? s?¹, yang menegaskan adanya variasi intensitas kinetika yang luas. Plot Arrhenius menunjukkan linearitas yang baik dengan nilai R² antara 0.94–1.00, khususnya pada jalur alkohol dan asam HDO. Asam lemak jenuh (C12–C18) memperlihatkan perilaku yang konsisten pada berbagai jalur, sedangkan asam lemak tak jenuh menunjukkan reaktivitas yang sedikit lebih tinggi akibat interaksi ikatan ?. Temuan ini menunjukkan bahwa jalur dengan energi aktivasi tinggi seperti asam HDO sangat bergantung pada suhu dan bekerja optimal pada 280–320 °C, sementara jalur dengan energi aktivasi rendah seperti dekarbonilasi asam hampir tidak dipengaruhi oleh suhu. Operasi pada rentang 250–360°C dengan tekanan hidrogen yang memadai dapat meningkatkan selektivitas terhadap hidrokarbon fraksi solar dan menghasilkan konversi yang stabil. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa analisis kinetika berbasis simulasi dapat memberikan wawasan berharga mengenai perilaku reaksi asam lemak, serta mendukung perancangan dan pengoperasian sistem produksi green diesel yang efisien.

2025
👤 Penulis: Arva Adwitya
🏷️ Reaksi Hidrodeoksigenasi (Hdo) 🏷️ Produksi Green Diesel 🏷️ Analisis Kinetika

OPTIMASI ELIMINASI MULTIPEL PADA DATA SEISMIK LAUT 2D MENGGUNAKAN SURFACE RELATED MULTIPLE ELIMINATION (SRME) DAN PARABOLIK RADON

Pemrosesan data seismik merupakan aspek fundamental dalam eksplorasi geofisika untuk memahami struktur bawah permukaan bumi. Salah satu tantangan utama dalam pemrosesan data seismik adalah keberadaan multipel, yaitu gelombang seismik yang terpantul lebih dari satu kali sebelum mencapai detektor. Multipel dapat mengaburkan informasi penting mengenai struktur bawah permukaan dan menyebabkan interpretasi yang tidak akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menggabungkan metode Surface Related Multiple Elimination (SRME) dan Parabolik Radon dalam upaya mengoptimalkan eliminasi multipel pada data seismik laut. Penelitian ini diarahkan pada pencapaian tujuan yaitu mengaplikasikan kedua metode tersebut. Tahapan penelitian meliputi studi pustaka, pengolahan data seismik laut menggunakan perangkat lunak Reveal, dan analisis hasil citra untuk menilai efektivitas metode yang digunakan. Data yang digunakan adalah hasil akuisisi R/V Maurice Ewing tahun 2004 di Laut Karibia Tenggara dan Margin Venezuela, yang terdiri dari 480 channel dengan interval 12,5 meter, 837 tembakan dengan interval 50 meter, dan sampling rate 4 ms. Hasil sementara menunjukkan bahwa metode SRME dan parabolik Radon berhasil mereduksi multipel permukaan, namun masih menyisakan sedikit residual multipel terutama pada offset jauh dan multipel peg-leg. Kombinasi SRME dengan Demultipel Parabolik Radon diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih optimal dalam eliminasi multipel. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dalam menghilangkan gangguan multipel sehingga diperoleh gambaran yang lebih baik mengenai informasi struktur bawah permukaan bumi untuk keperluan eksplorasi geofisika.

2025
👤 Penulis: Melaty Barus
🏷️ Optimasi Eliminasi Multipel 🏷️ Data Seismik Laut 🏷️ Analisis Citra Geofisika

ANALISIS PERUBAHAN PRELOAD PADA FEED DRIVE SYSTEM MENGGUNAKAN PEMODELAN BERBASIS FISIKA DAN DATA (PHYSICS–BASED AND DATA–DRIVEN) TERHADAP JUMLAH PUTARAN BALLSCREW

Tingginya permintaan akan kebutuhan mesin presisi akhir-akhir ini mendorong penggunaan mesin perkakas presisi secara kontinu untuk memenuhi kebutuhan permintaan industri manufaktur. Hal ini tentu memiliki konsekuensi yang harus dibayar akibat dari penggunaan yang terus-menerus pada mesin presisi. Ballscrew sebagai komponen kunci pada mesin presisi, merupakan satu dari banyak komponen yang mengalami degradasi fungsi akibat dari penggunaan kontinu dalam jangka waktu yang lama. Ballscrew berperan dalam melakukan konversi pada mesin presisi sehingga erat kaitannya dalam ketelitian gerak mesin presisi. Ballscrew sebagai komponen yang berkontak dengan komponen lain menyebabkan keausan tidak dapat dihindarkan dan dalam jangka waktu tertentu akan menimbulkan dampak pada kepresisian posisi dan ketelitian gerak pada mesin presisi. Oleh karena itu, diperlukan metode pengukuran serta pemodelan degradasi preload yang dapat menggambarkan bagaimana dampak dari keausan yang terjadi terus menerus pada ballscrew. Dengan dilakukannya pengukuran dan pemodelan baik berbasis fisika maupun data diharapkan dapat menjadi landasan kuantitatif yang baik pada pemantauan kondisi dan pemeliharaan prediktif mesin perkakas presisi, sehingga performa dan umur mesin-mesin presisi dapat meningkat secara signifikan

2025
👤 Penulis: Shalahuddin Akmal Fauzi
🏷️ Kontrol Performa Mesin Presisi 🏷️ Pemodelan Preload Ballscrew 🏷️ Analisis Keausan Dalam Mesin

FINITE ELEMENT STRUCTURAL ANALYSIS OF CELL-TO-PACK BATTERIES UNDER QUASI-STATIC COMPRESSION WITH PARAMETRIC STUDY

Kendaraan listrik sangat bergantung pada baterai litium-ion. Salah satu pendekatan penyusunan sel silinder yang kian dikaji adalah desain cell-to-pack (C2P), yang menghilangkan komponen perantara (module) sehingga banyak sel baterai dapat diintegrasikan langsung ke dalam satu pack. Desain ini diharapkan meningkatkan energy density dan efisiensi biaya. Penelitian ini menerapkan dua pendekatan pemodelan: (i) model non-homogen, di mana casing dan jellyroll dimodelkan terpisah, dan (ii) model homogen, di mana keduanya digabung menjadi satu material ekuivalen melalui rule of mixtures. Tiga konfigurasi disimulasikan, yakni: (i) satu sel, (ii) sembilan sel, dan (iii) grid C2P. Selain itu, dilakukan variasi parameter kekakuan dan daktilitas enclosure. Hasil menunjukkan bahwa model homogen memprediksi kekakuan dan gaya yang lebih tinggi, namun cenderung melebihestimasi kapasitas beban dibandingkan model non-homogen. Grid C2P secara konsisten memberikan ketahanan struktural tertinggi, dengan gaya hingga 198 kN pada model homogen dan 92 kN pada model non-homogen. Analisis tegangan utama pada konfigurasi grid dengan enclosure memperlihatkan puncak tegangan sebesar 54,84 MPa (homogen) dan 8,64 MPa (non-homogen). Temuan ini menunjukkan bahwa enclosure membantu mengurangi konsentrasi tegangan pada tingkat lokal, sementara pemodelan non-homogen lebih realistis dalam menangkap efek pengekangan (confinement) akibat interaksi casingjellyroll. Studi parametrik menegaskan bahwa kekakuan sangat memengaruhi gaya maksimum (hingga sekitar +20%), sedangkan peningkatan daktilitas terutama menunda awal kegagalan sehingga memungkinkan deformasi yang lebih besar dan penyerapan energi yang lebih tinggi tanpa meningkatkan beban puncak. Secara keseluruhan, penelitian ini memperkaya pemahaman tentang perilaku gaya dan tegangan pada sistem C2P serta menekankan pentingnya pemodelan eksplisit interaksi casingjellyroll untuk memprediksi respons tabrakan secara realistis. Temuan tersebut dapat mendukung perancangan baterai kendaraan listrik yang lebih aman dan efisien melalui panduan optimasi enclosure dan strategi validasi struktural.

2025
👤 Penulis: Ranisa Azmi Desnita
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Desain Baterai Kendaraan Listrik 🏷️ Pengendaman Tekanan

MANUFAKTUR DAN UJI PERFORMA MANIPULATOR TANGAN BIONIK BERBASIS SOFT ROBOT

Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi desain manipulator tangan bionik berbasis soft robot, mengevaluasi metode manufaktur, serta menguji performa genggaman terhadap berbagai objek. Manipulator dibuat menggunakan material silikon elastomer (Dragon Skin dan Ecoflex) dengan penguatan berupa kain, lilitan benang, dan struktur kaku hasil cetakan 3D. Perbaikan dilakukan pada desain cetakan, metode pelilitan, pemasangan kain, serta proses sealing untuk meningkatkan konsistensi hasil manufaktur. Pengujian sudut dilakukan dengan sistem aktuasi pneumatik dan motion capture berbasis metode Direct Linear Transformation (DLT). Hasil pengukuran menunjukkan sudut tekuk manipulator mendekati referensi dengan error relatif kecil pada ibu jari (±4%), telunjuk (3–5%), dan kelingking (2–4%), meskipun masih terdapat variasi akibat perbedaan material dan pemasangan komponen. Pengujian genggaman dilakukan menggunakan objek geometris (bola, silinder, kubus, piramida, donat) dengan berbagai ukuran, serta botol berisi air dengan variasi massa. Manipulator mampu menggenggam sebagian besar objek, meskipun diperlukan kontribusi telapak tangan pada objek berukuran besar. Pada uji beban, tangan bionik dapat mengangkat botol hingga massa 500 gram dengan peningkatan tekanan aktuasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode manufaktur yang diusulkan mampu menghasilkan manipulator yang fungsional serta membuka peluang pengembangan lebih lanjut untuk desain tangan bionik yang efisien, presisi, dan adaptif.

2025
👤 Penulis: Derryn Wisnu
🏷️ Manipulator Tangan Bionik Berbasis Soft Robot 🏷️ Desain Manufaktur Kompleks 🏷️ Evaluasi Performa Genggaman

ANALISIS METODE INTERFEROMETRIC SAR MENGGUNAKAN DATA SENTINEL-1 UNTUK DETEKSI DEFORMASI AKIBAT AKTIVITAS TAMBANG

Pemantauan deformasi permukaan di wilayah pertambangan penting untuk mengantisipasi risiko geoteknik dan dampak lingkungan. Penelitian ini mendemonstrasikan penerapan metode Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) berbasis Sentinel-1 untuk mendeteksi indikasi deformasi permukaan pada tambang bawah tanah di Grasberg, Papua, dan tambang terbuka batubara di Muara Enim, Sumatera Selatan. Alur pemrosesan mencakup koreksi orbit, co-registration, pembuatan interferogram, penyaringan fase, unwrapping, dan terrain correction. Hasil penelitian menunjukkan adanya deformasi pada arah (LOS) yang signifikan di Grasberg dengan nilai deformasi 0,32–0,45 meter, sedangkan di Muara Enim deformasi LOS terdeteksi luas secara horizontal namun hasil vertikal kurang konsisten akibat pengaruh atmospheric dan ketidakakuratan data SRTM. Penelitian ini menunjukkan bahwa InSAR berbasis Sentinel-1 efektif untuk pemantauan deformasi spasial, khususnya arah horizontal, meskipun validasi tambahan dengan data optik maupun survei lapangan tetap diperlukan.

2025
👤 Penulis: Muhammad Haramain Khan S
🏷️ Interferometrik Synthetic Aperture Radar 🏷️ Pemantauan Deformasi Permukaan 🏷️ Geoteknik Dan Lingkungan Pertambangan

STUDI KONSEP STRUKTUR URBAN AIR MOBILITY JOBY S4

Urban Air Mobility (UAM) merupakan konsep transportasi udara berbasis electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas perkotaan yang efisien dan berkelanjutan dengan emisi rendah. Tantangan utama dalam pengembangan UAM adalah merancang struktur yang ringan namun kuat, mampu mengintegrasikan sistem propulsi listrik, serta tetap menjamin keselamatan operasional. Joby S4, sebagai salah satu prototipe eVTOL berkonfigurasi tiltrotor, dipilih sebagai studi kasus karena menampilkan kompleksitas desain yang relevan dengan tuntutan tersebut. Penelitian ini merekonstruksi struktur Joby S4 secara bertahap dengan tujuan analisis. Tahap awal mencakup pemetaan struktur makro pesawat—fuselage, wing, empennage, sistem propulsi, landing gear, dan baterai—untuk memahami konfigurasi umum. Selanjutnya, fokus diarahkan pada rekonstruksi internal wing sebagai pusat distribusi gaya angkat dan integrasi sistem propulsi. Proses dilakukan melalui kajian literatur teknik serta interpretasi data visual terbuka (gambar teknis, paten, dan publikasi industri), sehingga diperoleh pemetaan komponen utama wing—spar, rib, flapperon, baterai, dan nacelle—beserta fungsi struktural dan load path yang ditransfernya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur wing Joby S4 terdiri dari dua spar utama (front spar dan rear spar) dengan konfigurasi C-beam composite, didukung oleh sebelas rib internal yang menjaga kontur aerodinamika sekaligus mendistribusikan beban lokal. Sambungan wing–fuselage direkonstruksi dengan konsep integral joint berbasis composite fitting untuk memastikan kontinuitas load path. Selain itu, rekonstruksi menunjukkan bahwa baterai ditempatkan dalam wing dan terintegrasi dengan nacelle, dengan struktur berperan sebagai penopang sekaligus pelindung untuk menahan beban lokal serta vibrasi dari sistem propulsi. Struktur utama direpresentasikan dengan carbon-fiber reinforced polymer (CFRP), sesuai praktik umum pada desain eVTOL modern, yang dirancang untuk menahan beban bending, shear, dan torsion. Temuan ini memberikan pemahaman teknis mengenai integrasi struktur makro Joby S4 dengan rancangan internal wing, serta kontribusi elemen struktural tersebut terhadap performa aerodinamika dan kekuatan pesawat. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa konfigurasi dan pemilihan material Joby S4 mendukung rasional desain eVTOL berbasis green energy. Hasil studi diharapkan dapat menjadi referensi akademik dalam validasi desain eVTOL sekaligus mendukung pengembangan kajian UAM di Indonesia.

2025
👤 Penulis: Hitado Managam Sitorus
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

OPTIMASI DESAIN MULTI-OBJEKTIF IMPELLER KOMPRESOR SENTRIFUGAL MENGGUNAKAN PENDEKATAN MACHINE LEARNING

Centrifugal compressors are widely used in energy, petrochemical, and process industries, where performance directly governs overall efficiency. To form the design variables, this study applies a surrogate-based multi-objective optimization framework to modify impeller geometry and achieve higher pressure ratio and efficiency; relying solely on CFD can be computationally expensive (time-consuming and requiring high computing resources). The impeller geometry was parameterized using six Bézier control points on the meridional plane. Fifty different boundary-variable samples were added using Latin Hypercube Sampling (LHS) and simulated in ANSYS CFX to obtain performance data. Kriging surrogate models were trained (R² = 0.7525 for pressure ratio; 0.7618 for efficiency) and validated with iterative retraining. NSGA-II was then executed with population = 100, generations = 200, tournament selection, scattered crossover, adaptive-feasible mutation, and Pareto fraction = 0.35. After three retraining cycles with CFD-validated candidates, the optimized designs showed measurable gains: the efficiency-focused case raised efficiency by 1.944% with pressure ratio up 1.011%; the pressure-ratio-focused case increased pressure ratio by 1.468% with efficiency up 0.518%; and the balanced case improved pressure ratio by 1.308% and efficiency by 1.483%. Flow analysis confirmed smoother Mach number distributions, more favorable pressure gradients, and reduced secondary flows. In conclusion, the surrogate-based optimization effectively enhanced impeller performance while reducing computational cost, and it can be extended with additional variables and objectives; it also provides a solid reference grounded in Akhmad Fathoni’s work for future turbomachinery design exploration.

2025
👤 Penulis: Farhan Abyan Algerie
🏷️ Optimasi Desain Impeller 🏷️ Analisis Kompresor Sentrifugal 🏷️ Metode Machine Learning Dalam Optimisasi

SIMULASI PENINGKATAN PERFORMA GAS REMOVAL SYSTEM PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) memanfaatkan uap panas bumi sebagai fluida kerja untuk menggerakkan turbin dalam menghasilkan listrik. Uap yang keluar dari sumur produksi umumnya mengandung pengotor berupa non-condensable gas (NCG) yang tidak dapat dipisahkan sepenuhnya dari uap air, sehingga terbawa hingga tahap selanjutnya. Kehadiran NCG dalam aliran uap menyebabkan sebagian gas tidak terkondensasikan, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan kondensor dan menurunkan performanya. Untuk mengatasi permasalahan ini digunakan Gas Removal System (GRS). Namun, fluktuasi kandungan NCG dari reservoir panas bumi dapat menyebabkan konsentrasi NCG melebihi kapasitas GRS, sehingga performa kondensor dan efisiensi keseluruhan PLTP dapat menurun secara signifikan. Penelitian ini menganalisis pengaruh kenaikan kandungan NCG terhadap tekanan kondensor dan daya turbin, serta melakukan simulasi peningkatan performa GRS menggunakan perangkat lunak Aspen HYSYS. Untuk meningkatkan tingkat keyakinan hasil pemodelan, validasi dilakukan terhadap kondisi desain. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa kenaikan kandungan NCG dari 1% menjadi 1,5% meningkatkan tekanan kondensor dari 12,5 kPa menjadi 24 kPa, serta menurunkan daya turbin dari 55,35 MW menjadi 47,81 MW. Simulasi peningkatan performa juga memperlihatkan bahwa penambahan liquid ring vacuum pump (LRVP) pada GRS mampu mengakomodasi kenaikan NCG, sehingga tekanan kondensor tetap stabil.

2025
👤 Penulis: Marsela Lydia Tanli
🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi 🏷️ Analisis Kinerja Sistem Pengelolaan Gas 🏷️ Simulasi Teknikal Dan Model Matematika

DESIGN AND PROTOTYPING OF A DATA ACQUISITION SYSTEM FOR MEASURING WHEEL-RAIL CONTACT FORCES IN A 1:5 SCALED ROLLER RIG

In railway operations, wheel-rail contact force plays a critical role in determining the performance and safety of trains. It serves as a key parameter for evaluating various aspects such as safety, stability, and smooth running of the railway system. In Indonesia, there are currently no equipment available to obtain wheel-rail contact force readings. However, the Bandung Institute of Technology has a 1:5 scaled roller rig that does not have instrumentation at the time of writing this undergraduate thesis. This undergraduate thesis aims to implement proper instrumentation on the roller rig. This undergraduate thesis focuses on designing and prototyping a data acquisition system that can measure vertical wheel-rail contact force in the roller rig. A new roller design will be manufactured, which can mount sensors. The data acquisition components will then be assembled to enable reading and displaying sensor readings using LabVIEW. Then, static calibration will be done using sample and test loads to convert the sensor readings into vertical wheel-rail contact force. The prototype system was successfully implemented on the 1:5 roller rig and displayed vertical wheel-rail contact force. Calibration showed errors from actual loads mostly below 7%, with a maximum of 10.1%. The system also exhibited hysteresis of up to 6.4% of the force span. While functional, improvements in load application, strain gauge bonding, and electrical stability are needed to reduce these errors.

2025
👤 Penulis: Gazha Syawal Dwiputra Fedyandi
🏷️ Elektronika Dan Komputer 🏷️ Teknik Mesin 🏷️ Hidrologi

POTENSI BAKTERI GRAM POSITIF PENGHASIL BAKTERIOSIN YANG DIISOLASI DARI SAMPEL FEKAL BAYI STUNTING DAN NON-STUNTING UNTUK PENANGANAN STUNTING

Stunting masih menjadi salah satu masalah utama di Indonesia dengan nilai prevalensi nasional mencapai 19,8% pada tahun 2024. Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah bayi stunting tertinggi, yaitu sekitar 638.000 bayi. Stunting adalah kondisi terhambatnya tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi dan infeksi berulang selama 1000 hari pertama kelahiran sehingga menyebabkan ketidakseimbangan mikrobiota usus atau disbiosis. Senyawa antibiotik telah lama digunakan sebagai terapi pencegahan dan pengobatan infeksi bakteri, tetapi penggunaan berlebihan telah memicu resistensi, sehingga dieksplorasi senyawa alternatif lain dengan resiko toksisitas rendah, yaitu bakteriosin. Bakteriosin adalah senyawa antimikroba jenis peptida yang umumnya diproduksi oleh bakteri Gram-positif, terutama bakteri asam laktat, yang dapat berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menentukan kelimpahan bakteri golongan asam laktat (BAL) dari sampel fekal bayi dengan prevalensi stunting dan bayi non-stunting (berusia kurang dari 12 bulan), (2) menentukan isolat bakteri Gram-positif yang berpotensi menghasilkan senyawa bakteriosin dari sampel fekal bayi, (3) menentukan profil pertumbuhan bakteri Gram-positif penghasil senyawa bakteriosin dan profil produksi bakteriosin yang dihasilkan. Sampel diambil dari fekal bayi berusia kurang dari 12 bulan, baik yang mengalami stunting maupun non-stunting, di Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Isolasi sampel menggunakan media selektif berupa Pantothenate Lactose Agar (PTTL) dan deMan, Rogosa, Sharpe Lactose Agar (MRSL) yang diinkubasi pada suhu 37ºC selama 24–48 jam. Isolat Gram-positif potensial diseleksi dengan metode pewarnaan Gram dan endospora. Bakteriosin diekstraksi dengan metode presipitasi menggunakan amonium sulfat. Skrining aktivitas antimikroba dilakukan dengan uji Kirby-Bauer pada media uji aktivitas antibiotik Mueller-Hinton Agar (MHA) terhadap bakteri uji Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Bacillus subtilis berkonsentrasi ±108 CFU/mL. Kurva pertumbuhan dan kurva produksi bakteriosin dari isolat kandidat terpilih dipanen setiap 3 jam sekali selama 24 jam dalam media MRSL pada kondisi suhu 37ºC, tanpa agitasi, dan konsentrasi sel awal ±10? CFU/mL. Profil produksi bakteriosin diamati secara semi-kualitatif berdasarkan aktivitas bakteriosin dari setiap waktu panen kultur terpilih terhadap bakteri uji dengan metode Kirby-Bauer. Berdasarkan hasil penelitian, kelimpahan bakteri asam laktat yang dihasilkan dari isolasi kedua medium selektif pada sampel stunting 8,54 log CFU/g dan sampel bayi non-stunting 8,67 log CFU/g. Dari 53 isolat hasil isolasi, 8 isolat dengan karakteristik mikroskopis Gram-positif, berbentuk basil, dan non-endospora dipilih. Berdasarkan hasil skrining aktivitas bakteriosin diperoleh dua isolat dengan kemampuan penghambatan stabil dan tertinggi, yaitu OBI 19 (10,85 mm) dan OBI 20 (10,5 mm). Berdasarkan kurva pertumbuhan, kedua isolat berada pada fase log selama 21 jam dengan masing-masing laju pertumbuhan 0,35/jam dan 0,36/jam. Kurva produksi kedua kandidat isolat menunjukkan aktivitas zona bening yang kuat terhadap E. coli dan S. aureus, lemah terhadap P. aeruginosa, serta tidak menunjukkan aktivitas zona bening terhadap B. subtilis. Bakteriosin dari kedua isolat tersebut dominan dihasilkan selama fase logaritmik mulai dari jam ke-6 hingga jam ke-24 dengan nilai tertinggi 9,5 mm dan 9 mm terhadap bakteri uji S. aureus. Hasil ini menunjukkan bahwa bakteriosin dari isolat OBI 19 dan OBI 20 berpotensi menjadi agen antimikroba untuk mendukung keseimbangan mikrobiota usus pada bayi stunting.

2025
👤 Penulis: Nadhira Qinthara Mazzaya R.
🏷️ Infeksi Berulang 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

POTENSI PLANT DERIVED EXOSOME-LIKE NANOPARTICLES (PDEN) LIDAH BUAYA ( ALOE VERA) DALAM MENGHAMBAT PHOTOAGING PADA LINI SEL FIBROBLAS 1BR3

Indonesia terletak di garis khatulistiwa sehingga menerima intensitas sinar ultraviolet (UV) yang tinggi sepanjang tahun. Intensitas sinar ini berpotensi merusak struktur kulit dan memicu terjadinya photoaging. Telah banyak dikembangkan kosmetik untuk menghambat photoaging memanfaatkan senyawa aktif. Namun, penggunaan jangka panjang dari senyawa tersebut dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif kosmetik yang lebih aman melalui eksplorasi produk kosmetik berbasis bahan alam. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah PDEN (plant derived exosome-like nanoparticles) sebagai agen nanokosmetik karena memiliki biokompatibilitas tinggi, imunogenitas rendah, dan dapat diproduksi secara ekonomis. Aloe vera diketahui memiliki berbagai manfaat terapetik seperti antioksidan dan sifat anti-aging. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi PDEN dari Aloe vera. sebagai agen nanokosmetik melalui karakterisasi, uji anti-photoaging, uji antioksidan, serta uji migrasi sel. PDEN Aloe vera diisolasi dengan cara dihomogenisasi, sentrifugasi bertingkat, presipitasi PEG6000 (Polyethylene Glycol 6000), dan filtrasi. Karakterisasi menggunakan TEM (Transmission Electron Microscope), PSA (Particle Size Analyzer), dan NTA (Nanoparticle Tracking Analysis) menunjukkan PDEN berbentuk bulat dengan ukuran rata-rata 171 nm, ukuran modal 133 nm, dan konsentrasi 5.4×107 partikel/mL. Konsentrasi protein PDEN Aloe vera berdasarkan BCA (Bicinchoninic Acid assay) berkisar 156,44 ± 34,55 ug/mL. Uji sitotoksisitas menunjukkan PDEN Aloe vera tidak bersifat toksik pada sel 1BR3 dan cenderung proliferatif pada konsentrasi 80 ?g/mL dan 100 ?g/mL (p<0,01). PDEN Aloe vera telah terinternalisasi pada 3 jam dan terakumulasi lebih intens pada 6 jam. Berdasarkan ROS (Reactive Oxygen Species) assay, diketahui PDEN Aloe vera mampu menurunkan ROS dengan signifikan pada konsentrasi 40 ?g/mL dan 80 ?g/mL (p<0.05). Berdasarkan ICC (Immunocytochemistry) Collagen 1, PDEN Aloe vera diketahui mampu menjaga keberadaan struktur kolagen tipe 1 pada lini sel 1BR3. Sementara itu, hasil ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) tidak menunjukkan perbedaan produksi Kolagen-1 yang signifikan secara statistik di antara semua kelompok uji (p>0,05), meskipun secara deskriptif kelompok perlakuan 40 ?g/mL menunjukkan rerata konsentrasi kolagen tertinggi. Meskipun tidak menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik dibandingkan dengan kontrol, uji migrasi sel fibroblas mengindikasikan bahwa PDEN Aloe vera memiliki efek pada migrasi sel yang dibuktikan dengan perbedaan yang signifikan antara konsentrasi 40 ?g/mL dan 80 ?g/mL pada pengamatan 60 jam (p<0.05). Dapat disimpulkan bahwa PDEN Aloe vera aman terhadap sel fibroblas, mampu menurunkan ROS, dan mempertahankan kolagen tipe I. Pada uji migrasi, tidak ditemukan peningkatan signifikan dibanding kontrol, meskipun terdapat indikasi perbedaan antar konsentrasi pada 60 jam. Dapat disimpulkan bahwa PDEN Aloe vera aman bagi sel fibroblas dan menunjukkan potensi kuat sebagai agen anti-photoaging. Potensi utamanya dibuktikan melalui aktivitas antioksidan yang signifikan dalam menekan stres oksidatif dan kemampuannya dalam memelihara kolagen 1 pasca paparan UVB. Walaupun peningkatan kuantitas kolagen dan laju migrasi sel secara umum belum menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan kontrol, hal ini memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan lebih lanjut sebagai nanokosmetik.

2025
👤 Penulis: Nafira Fatikha Aulia
🏷️ Photoaging 🏷️ Aloe Vera 🏷️ Nanokosmetika

EVALUASI KEMAMPUAN FITOREMEDIASI CENTROSEMA PUBESCENS DAN RUMPUT GAJAH (PENNISETUM PURPUREUM) YANG DIPERKAYA OLEH BAKTERI TANAH DI TANAH TAILING TAMBANG EMAS

Dalam proses pemisahan emas, sisa sianida akan dibuang bersama dengan sisa kotoran sehingga menghasilkan limbah berbahaya yang dinamakan tailing. Proses remediasi sianida dapat dilakukan secara alami dengan vegetasi seperti cover crops, disebut sebagai fitoremediasi. Selama proses fitoremediasi, pertumbuhan vegetasi dapat terganggu karena lingkungan yang tidak optimal sehingga memerlukan intervensi untuk meningkatkan pertumbuhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mengevaluasi kemampuan dari cover crops yaitu Centrosema pubescens dan Pennisetum purpureum dalam menyerap sianida serta membandingkan efektivitas kedua tanaman dalam fitoremediasi, dengan bantuan bakteri tanah selaku intervensi biologis. Dilakukan pengujian Siklus Nutrisi, Biokimia, serta pengamatan karakteristik makroskopis dan mikroskopis untuk menentukan dan mengkarakterisasi isolat bakteri terpilih. Inokulasi isolat bakteri dilakukan pada media tanam yang sudah dicampur tailing untuk penanaman benih Centrosema pubescens dan Pennisetum purpureum yang dilakukan di Screenhouse Labtek IA, Kampus ITB Jatinangor. Sampel tanah tailing, akar, dan batang/daun dianalisis kadar sianida dengan menggunakan UV-Visible Spectrophotometer dan hasil dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA (p-value < 0,05) dan Tukey’s Test untuk mengetahui derajat pengaruh. Penentuan efektivitas fitoremediasi menggunakan Translocation Factor (TF), Removal Efficiency (RE), dan Bioconcentration Factor (BCF) sebagai parameter remediator. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan isolat bakteri dan perbedaan jenis tanaman tidak berpengaruh nyata dalam penyerapan sianida. Hasil ANOVA menunjukan nilai sebesar 0,526 dan 0,126 untuk hubungan kadar sianida dengan jaringan akar dan kadar sianida dengan isolat, serta nilai 0,778 dan 0,488 untuk hubungan kadar sianida dengan jaringan batang/daun dan kadar sianida dengan isolat. Nilai TF dan BCF > 1 menunjukan bahwa C. pubescens berpotensi sebagai tanaman fitoekstraksi. Hasil TF > 1 dan BCF < 1 untuk P. purpureum menunjukan ada potensi kecil sebagai tanaman fitoekstraksi dan tidak ada potensi sebagai tanaman fitostabilisasi. Nilai RE menunjukan C. pubescens lebih efektif dalam menyerap sianida dibandingkan P. purpureum.

2025
👤 Penulis: Fellicita Rahma Maritza
🏷️ Fitoremediasi 🏷️ Hidrologi Lingkungan 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 283 dari 6754
💬