📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PEMODELAN TERMODINAMIKA DAN KEEKONOMIAN PEMBANGKIT LISTRIK BERDASARKAN DATA 3G (GEOLOGI, GEOKIMIA, GEOFISIKA) WILAYAH KERJA PANAS BUMI GUNUNG UNGARAN

Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ungaran merupakan salah satu WKP dengan status eksplorasi yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah. WKP ini direncanakan beroperasi secara komersial (COD) pada tahun 2031 sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Kajian geologi, geokimia, dan geofisika (3G) oleh PLN menunjukkan bahwa reservoir Gedongsongo memiliki temperatur lebih dari 250 °C. Namun, kajian tersebut hanya mencakup pemodelan teknoekonomi PLTP Single Flash berkapasitas 20 MW. Potensi ini menjadikan WKP Ungaran sebagai salah satu area prospektif untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia. Penelitian ini memodelkan PLTP tipe Flash Binary yang memanfaatkan brine separator dari sisi termodinamika dan keekonomian sebagai pembanding terhadap studi sebelumnya yang menggunakan pendekatan PLTP Single Flash. Pada konfigurasi Single Flash diperoleh daya keluaran turbin sebesar 20 MW dengan Specific Geofluid Consumption (SGC) sebesar 10,47 kg/s per MW. Sementara itu, pada siklus Flash Binary diperoleh daya keluaran total 22,6 MW dengan SGC sebesar 10,47 kg/s per MW. Pemanfaatan brine separator menghasilkan tambahan daya sebesar 2,6 MW dengan efisiensi termal ORC terbaik sebesar 14% menggunakan fluida kerja n-pentana. Dari kajian keekonomian, siklus Single Flash dengan kapasitas 1 × 20 MW memiliki biaya Capital Expenditure (CAPEX) per MW sebesar 7,2 juta USD, menghasilkan NPV sebesar –36,33 juta USD, IRR 4,54%, dan Payback Period 27 tahun. Adapun siklus Flash Binary dengan kapasitas 22,6 MW dan CAPEX per MW sebesar 6,6 juta USD menghasilkan NPV sebesar –33 juta USD, IRR 3,96%, dan Payback Period 26 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa siklus Flash binary memiliki kinerja keekonomian yang lebih baik dibandingkan dengan siklus Single flash, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai IRR, NPV, dan Payback Period.

2025
👤 Penulis: Wahyu Setia Aji
🏷️ Geofisika 🏷️ Pemanfaatan Tenaga Panas Bumi 🏷️ Analisis Keekonomi Pembangkit Listrik

PENGEMBANGAN SIMULASI COMPANY HIRING SEBAGAI INTERVIEWEE BERBASIS VIRTUAL REALITY

Persaingan yang ketat dalam dunia kerja menuntut kesiapan tinggi dari para pelamar, namun banyak yang terhambat oleh kecemasan selama proses wawancara kerja. Kurangnya sarana latihan yang realistis dan interaktif menjadi salah satu kendala utama. Untuk mengatasi masalah ini, dikembangkan sebuah aplikasi simulasi wawancara berbasis. Virtual Reality (VR) yang ditujukan bagi calon Product Manager di industri teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun, dan mengevaluasi pengaruh dari aplikasi tersebut. Aplikasi dikembangkan menggunakan metodologi SDLC model waterfall dengan implementasi pada Unreal Engine 5.5 dan didukung oleh platform AI konversasional Convai untuk menciptakan pewawancara virtual yang dinamis dan responsif. Proses evaluasi melibatkan verifikasi sistem dan validasi pengguna dengan 10 responden . Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aplikasi ini sangat efektif sebagai alat untuk melatih kemampuan teknis menjawab pertanyaan, dengan skor rata-rata 4.4 dari 5. Namun, pengaruhnya terhadap kesiapan holistik pelamar dinilai lebih moderat dengan skor 3.2 dari 5. Ditemukan bahwa keterbatasan utama aplikasi adalah ketiadaan sistem umpan balik (feedback) otomatis untuk menilai kualitas jawaban pengguna. Disimpulkan bahwa aplikasi ini telah berhasil dibangun sebagai platform latihan yang fungsional, namun memerlukan integrasi modul umpan balik cerdas untuk dapat berkembang menjadi alat pembinaan karir yang komprehensif.

2025
👤 Penulis: Muhamad Agung Ahsary
🏷️ Virtual Reality 🏷️ Simulasi Wawancara 🏷️ Penilaian Kesiapan Pelamar

INFORMATION RETRIEVAL SYSTEM DENGAN RETRIEVAL- AUGMENTED GENERATION BERBASIS KNOWLEDGE GRAPH HETIONET UNTUK DOMAIN MEDIS

Retrieval-Augmented Generation (RAG) merupakan salah satu pengembangan sistem yang menggabungkan kemampuan information retrieval dengan generative language model. Namun, penerapan RAG pada domain medis masih menghadapi beberapa permasalahan, di antaranya kesulitan dalam memperoleh informasi yang akurat dan terstruktur, serta keterbatasan pemahaman model terhadap hubungan semantik antar entitas medis. Salah satu solusi untuk meningkatkan pemahaman tersebut adalah dengan memanfaatkan Knowledge Graph (KG) yang menyimpan informasi medis dalam bentuk struktur hubungan antar entitas, seperti penyakit, obat, gejala, dan efek samping. Sistem dirancang untuk mampu mengekstraksi informasi dari pertanyaan yang diajukan, melakukan penelusuran jalur yang relevan di dalam KG, serta menghasilkan jawaban yang sesuai dengan bantuan Large Language Model (LLM). Dalam tugas akhir ini, Hetionet digunakan sebagai sumber KG karena kaya akan informasi medis. Selanjutnya, metode Knowledge Graph Embedding (KGE) dengan algoritma RotatE digunakan untuk merepresentasikan KG ke dalam bentuk vektor. Selain itu, proses ekstraksi informasi dari pertanyaan dilakukan menggunakan LLM untuk menentukan strategi penelusuran pada KG. Tugas akhir ini merupakan bagian dari proyek capstone yang terdiri atas dua subtopik besar, yaitu: (1) pembangunan knowledge graph dari karya ilmiah, dan (2) v pemanfaatan KG pada RAG untuk meningkatkan relevansi hasil pencarian informasi. Tugas akhir ini berfokus pada subtopik kedua, yaitu integrasi KG dalam RAG. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma RotatE mampu merepresentasikan struktur dan hubungan dalam KG dengan baik, LLM dapat memberikan jalur penelusuran KG yang relevan terhadap pertanyaan, serta integrasi RAG + KG menghasilkan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan RAG konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi RAG dengan KG berbasis embedding mampu meningkatkan akurasi jawaban dalam domain medis.

2025
👤 Penulis: Mutawally Nawwar
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Knowledge Graph (Kg) 🏷️ Retrieval-Augmented Generation (Rag)

KLASIFIKASI PUZZLE CATUR MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK

Sebuah penelitian membuktikan bahwa puzzle catur dapat diciptakan dengan algoritma genetik, tetapi masih memiliki kualitas rendah. Untuk meningkatkan kualitas puzzle tersebut, dapat ditambahkan skor realisme pada fungsi objektif. Skor tersebut diberikan oleh suatu model AI yang memprediksi seberapa realistis suatu posisi dalam permainan catur. Model dilatih menggunakan banyak data posisi realistis pada lichess.org. Penelitian lain mengatakan bahwa model AI dengan masukan posisi catur, cocok dikembangkan dengan arsitektur CNN. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian berupa pengembangan model klasifikasi yang memprediksi puzzle catur menjadi realistis atau tidak menggunakan CNN. Tahapan eksperimen dimulai dengan pembuatan data posisi catur tidak realistis yang tidak terdapat pada lichess.org. Data tersebut dibuat menggunakan Counterfactual Data Augmentation (CDA) berbasis aturan. Setelah dataset berhasil diciptakan, dilakukan pengembangan model CNN dan model pembanding. Pada tahap akhir, performa tiap model dievaluasi menggunakan data testing dan data tambahan. Pada penelitian ini, ditemukan 7 buah aturan augmentasi yang dapat menciptakan posisi catur tidak realistis. Aturan tersebut dapat menghasilkan posisi catur yang tidak valid atau tidak umum. Selanjutnya dikembangkan 4 buah model, yaitu CNN baseline, CNN modifikasi, Vision Transformer (ViT), dan Hybrid (CNN + ViT). Keempat model memiliki hasil evaluasi yang tinggi pada data testing dengan akurasi mencapai 99%. Akan tetapi, hasil evaluasi pada data tambahan menurun hingga 81%. Di antara keempat model, arsitektur CNN, terutama versi modifikasi, menunjukkan performa generalisasi paling baik. Hal ini terjadi karena fitur pada papan catur terletak pada peletakan bidak yang lebih cocok ditangkap secara lokal ketimbang global.

2025
👤 Penulis: Gregorius Moses Marevson
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Kuantitatif 🏷️ Pengembangan Sistem Klasifikasi

STUDI NUMERIK MENGENAI PERILAKU PRODUKSI SIKLIK DAN KETIDAKSTABILAN PRODUKSI PADA SUMUR DENGAN MULTIPLE FEEDZONEE DI LAPANGAN GEOTERMAL LAHENDONG

Kestabilan produksi sumur merupakan faktor utama yang menentukan keberlanjutan produksi panas bumi. Namun, pada beberapa kasus, sumur menunjukkan gejala siklik berupa fluktuasi periodik pada tekanan kepala sumur, laju alir, dan entalpi, yang mengganggu pasokan uap ke fasilitas permukaan serta menurunkan efisiensi sistem pembangkit. Fenomena ini sering dipicu oleh dua atau lebih feedzone dengan karakteristik termohidraulik kontras, seperti perbedaan entalpi dan permeabilitas. Feedzone dengan permeabilitas rendah tidak mampu mempertahankan aliran stabil, sehingga tekanan dan produksi berfluktuasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi feedzone dominan penyebab siklik pada sumur LHD-? di Lapangan Geotermal Lahendong, menganalisis kontribusinya terhadap perilaku aliran fluida, dan mengevaluasi skenario mitigasi yang efektif. Pemodelan numerik sistem radial digunakan untuk merepresentasikan interaksi simultan sumur, reservoir secara realistis. Model dikalibrasi dengan data lapangan untuk memastikan kesesuaian dengan kondisi aktual sebelum menjalankan skenario produksi. Hasil numerik menunjukkan bahwa dari total empat feedzone, interaksi dominan terjadi antara feedzone 3 dan feedzone 4. Fluktuasi pada feedzone ke-3 selaras dengan perubahan pada feedzone 4, yang menandakan adanya kompetisi aliran sebagai pemicu utama ketidakstabilan signifikan pada laju alir, tekanan, dan entalpi. Skenario simulasi yang menutup tiga feedzone terdalam dan hanya mempertahankan produksi dari feedzone 1, dengan tekanan kepala sumur 13 bar, menghasilkan pola produksi yang stabil. Kondisi ini mampu mempertahankan laju alir sekitar 2 kg/s. Temuan ini menunjukkan bahwa ketidakstabilan produksi terutama dikendalikan oleh interaksi antar feedzone, dan strategi pengaturan kondisi operasi serta penentuan target pengeboran yang tepat dapat secara efektif menekan perilaku siklik. Dengan demikian, untuk pengembangan di area selatan, khususnya pada zona batas lapangan, pengeboran sumur dangkal sudah cukup untuk menjaga stabilitas produksi.

2025
👤 Penulis: Am Zulfikri
🏷️ Geotermal 🏷️ Ketidakstabilan Produksi Sumur 🏷️ Analisis Interaksi Feedzone

KARAKTERISASI KECEPATAN GELOMBANG GESER (VS) DI LAPANGAN PANAS BUMI DIENG MENGGUNAKAN TOMOGRAFI AMBIENT NOISE GELOMBANG LOVE

Pemahaman kondisi geologi bawah permukaan, salah satunya digambarkan oleh distribusi kecepatan gelombang geser (Vs), sangat penting untuk mengidentifikasi zona alterasi hidrotermal, lapisan impermeabel (clay cap), dan zona reservoir pada sistem panas bumi. Penelitian tomografi ambient noise (ANT) di Lapangan Panas Bumi Dieng masih sangat terbatas, dan sejauh ini belum ditemukan kajian yang memanfaatkan gelombang Love. Gelombang Love memiliki keunggulan dalam sensitivitas terhadap variasi Vs lateral sehingga kombinasinya dengan gelombang Rayleigh dapat digunakan untuk identifikasi sifat anisotropik kerak atas, yang sangat relevan di lingkungan vulkanik kompleks seperti Lapangan Panas Bumi Dieng. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi distribusi kecepatan gelombang geser (Vs) di Lapangan Panas Bumi Dieng menggunakan tomografi ambient noise berbasis gelombang Love. Data ambient noise diolah melalui tiga tahapan utama: 1. korelasi silang antarstasiun, 2. ekstraksi kurva dispersi, dan 3. inversi untuk menghasilkan model Vs tiga dimensi. Selain tiga tahapan tersebut, dilakukan pula analisis karakteristik sumber noise untuk mengungkap arah dominan datangnya gelombang permukaan. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan dominansi sinyal sumber noise berasal dari arah barat laut–utara relative terhadap wilayah penelitian. Hal ini kemungkinan terkait dengan aktivitas oseanik di Laut Jawa. Hasil inversi mengungkapkan zona Vs rendah (< 1,2 km/s) di kedalaman dangkal yang diinterpretasikan sebagai clay cap, zona Vs menengah–tinggi (> 1,4 km/s) pada rentang kedalaman 0,2–0,6 km yang merepresentasikan batuan kompak, serta zona transisi menuju reservoir pada kedalaman > 1,4 km. Integrasi hasil penelitian ini dengan data magnetotelluric dan gaya berat memperkuat interpretasi tersebut. Hasil penelitian ini menegaskan potensi pemanfaatan data gelombang Love dalam memetakan kontinuitas clay cap dan memberikan informasi penting bagi strategi eksplorasi serta pengelolaan berkelanjutan sumber daya panas bumi.

2025
👤 Penulis: Muhammad Rizky Ramadhan Iman
🏷️ Geofisika Vulkanik 🏷️ Tomografi Ambient Noise 🏷️ Manajemen Sumber Daya Panas Bumi

EVOLUSI KARBIDA AKIBAT PERLAKUAN PANAS PADA NICKEL BASED SUPERALLOY DENGAN KADAR KARBON TINGGI

Pada nickel-based superalloy single crystal berkadar karbon tinggi, keberadaan karbida ketika proses laser surface remelting (LSR) mengganggu pertumbuhan planar/kolumnar dari dendrit sehingga memicu pembentukan stray grain dan berpotensi membentuk batas butir. Studi ini menilai mitigasinya lewat perlakuan panas di atas suhu disolusi karbida, lalu dilanjutkan dengan pendinginan udara. Karakterisasi DSC digunakan untuk menentukan temperatur disolusi karbida, mikroskop optik serta SEM–BSE untuk mengamati mikrostruktur, dan metalografi kuantitatif manual point count ASTM E562 untuk mengukur perubahan fraksi volume karbida. DSC menunjukkan temperatur disolusi karbida sebesar 1365 °C. Analisis kuantitatif menunjukkan fraksi volume karbida sebelum dan sesudah perlakuan panas tidak berubah secara signifikan, namun persebarannya menjadi lebih homogen. Temuan ini menegaskan bahwa pemanasan di atas suhu disolusi dapat menyeragamkan distribusi karbida.

2025
👤 Penulis: Nafis Riffat Syahriar
🏷️ Karbonisasi 🏷️ Superalloy 🏷️ Pengolahan Karbon

STUDI KEAUSAN EROSI DENGAN METODE AIR JET EROSION PADA KOMPOSIT SERAT GELAS

Komposit serat gelas adalah salah satu material yang memiliki keunggulan meliputi bobot yang ringan, kekuatan spesifik yang tinggi, dan ketahanan terhadap korosi, menjadikannya cocok untuk aplikasi dalam sistem perlindungan produksi minyak dan gas bawah laut. Namun, tantangan yang perlu diatasi pada material komposit serat gelas yaitu dalam sifat tribologi, khususnya keausan erosi. Studi ini bertujuan untuk dapat mengetahui sifat keausan erosif dari komposit serat gelas-epoksi dengan berbagai parameter pengujian yaitu, tekanan, discharge rate, waktu pengujian, dan sudut serang. Pengujian keausan erosi dengan alat air jet erosion dilakukan dengan menggunakan metode Factorial Design at Two Level dan dilanjutkan dengan studi pengaruh sudut serang. Karakterisasi material untuk mengkonfirmasi matriks epoksi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan pengamatan visual morfologi menggunakan mikroskop stereo dan scanning electron microscopy (SEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa tekanan (1 dan 0,5 kg/cm2) discharge rate (2,7 dan 1,6 g/min), waktu (3 dan 2 menit), dan kombinasi tekanan dengan waktu pada level yang dipilih terbukti berpengaruh terhadap keausan, sedangkan variasi sudut serang pada 300 dan 450 tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap laju keausan. Pada sudut serang 150, didapatkan wear loss yang jumlahnya kecil dan statistically significant dibandingkan dengan sudut serang 300 sampai 900. Hasil pengamatan SEM menunjukkan kerusakan yang didominasi oleh micro-cutting dan micro-ploughing pada sudut 30° dan 60°, sedangkan sudut 90° menunjukkan kerusakan impact cratering tanpa ada kontribusi kerusakan cutting atau ploughing.

2025
👤 Penulis: Derrel Ichsanuddin
🏷️ Erosi Komposit Serat Gelas 🏷️ Analisis Pengaruh Eksperimental 🏷️ Karacterisasi Material Dengan Ftir Dan Sem

DETEKSI UNKNOWN ATTACK PADA NETWORK TRAFFIC BERDASARKAN KERANGKA KERJA MITRE ATT&CK DENGAN ZERO-SHOT LEARNING

Deteksi serangan pada network traffic menghadapi dua kendala: signature-based gagal mengenali unknown attack karena bergantung pada pola dikenal, sementara machine learning konvensional sering memicu false positive tinggi. Upaya zero-shot learning (ZSL) sebelumnya menggunakan semantik yang terlalu spesifik sehingga kurang mampu menggeneralisasi lintas teknik. Tesis ini mengusulkan pipeline ZSL yang menyelaraskan network traffic dengan deskripsi teknik MITRE ATT&CK. Rekaman traffic di-embed menggunakan netFound; deskripsi teknik dan deteksi di-embed dengan E5. Model pemetaan dilatih dengan contrastive loss (NT-Xent) untuk memetakan embedding traffic ke ruang semantik, lalu diklasifikasi berdasarkan hierarki TTP. Penggunaan deskripsi teknik serangan meningkatkan pemisahan serangan dari traffic normal serta menaikkan recall dari hampir seluruh jenis serangan atau teknik unknown. Selain itu, pemilihan jenis serangan untuk pelatihan model juga mempengaruhi kemampuan generalisasi yang dibutuhkan model. Jenis serangan yang umum dan kompleks sebagai data latih menghasilkan kemampuan deteksi known dan unknown yang lebih seimbang.

2025
👤 Penulis: Christine Hutabarat
🏷️ Deteksi Serangan Network 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Mitre Att&Ck

PEMODELAN DAN PEMETAAN KESALAHAN VOLUMETRIK MESIN CNC MILLING VERTIKAL TIGA SUMBU MENGGUNAKAN LASER INTERFEROMETER

Kesalahan geometrik pada mesin CNC dapat menurunkan kualitas produk yang dihasilkan dalam proses manufaktur presisi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami karakteristik kesalahan geometrik sebagai upaya meningkatkan akurasi mesin perkakas. Tujuan penelitian ini adalah memodelkan kesalahan pemosisian satu dimensi (1D) dan menyusunnya menjadi peta kesalahan volumetrik tiga dimensi (3D) dari mesin CNC Doosan Mynx 6500/50 II. Data diperoleh melalui pengukuran kesalahan pemosisian pada tiap sumbu dengan total tujuh lintasan pengukuran menggunakan laser interferometer. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa regresi polinomial-trigonometri orde 3 memberikan performa paling optimal dalam merepresentasikan tren kesalahan pemosisian satu dimensi (1D) dengan nilai RMSE sebesar 0,4807 ?m dan R² mencapai 0,9990 yang lebih baik dibandingkan regresi polinomial maupun Fourier pada orde yang sebanding. Model 1D dari tiap lintasan pengukuran kemudian diintegrasikan dengan metode interpolasi kuadratik untuk membentuk peta kesalahan volumetrik. Analisis peta kesalahan menunjukkan bahwa distribusi error membentuk gradasi yang tidak seragam, dengan error minimum sebesar 0,0 ?m cenderung berada di sekitar titik referensi mesin (X=0, Y=0, Z=0), sedangkan error maksimum mencapai 76,3 ?m muncul pada kombinasi posisi sumbu tertentu, khususnya di area batas ruang kerja mesin dengan pengaruh dominan oleh sumbu Y. Temuan ini sekaligus dapat dijadikan informasi penting dalam pengembangan dan penerapan strategi kompensasi error yang efektif untuk mesin ini.

2025
👤 Penulis: Mohammad Giffarie Setiawan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Kesalahan Mesin Cnc 🏷️ Hidrologi Elektronik

PENGEMBANGAN METODE EVALUASI JAWABAN PENALARAN FISIKA DENGAN KONSEP FISIKA PADA VISUAL LANGUAGE MODEL

Penalaran multimodal saintifik pada fisika memerlukan integrasi teks, gambar, dan pengetahuan konsep, namun benchmark sering hanya menilai jawaban akhir tanpa menelusuri proses penalaran atau kemampuan retrieval. Tesis ini memperkenalkan CoPBench, benchmark yang mengukur penggunaan konsep fisika pada jawaban penalaran dan retrieval teorema relevan dalam soal. CoPBench mencakup 478 soal fisika akademik dan olimpiade, yang didapatkan dari sumber terbuka di internet. Benchmark CoPBench mengevaluasi kemampuan model menjawab permasalahan fisika dengan tiga situasi yaitu, tanpa konsep, dengan konsep, dan dengan bantuan hasil retrieval oleh model encoder. Evaluasi dilakukan melalui penyocokan jawaban, penilaian penggunaan konsep otomatis, serta dense passage retrieval dengan metrik recall@k. Eksperimen pada tujuh model (lima open-source, dua closed-source) menunjukkan GPT-4.1 mini dan o4 mini unggul dengan akurasi pilihan ganda 62-66% (10-14 poin lebih tinggi dari open-source terbaik), dan konteks konsep menambah akurasi ~3%. Pada retrieval, Qwen3-Embedding-8B meraih recall@5 tertinggi 70,5%. CoPBench merupakan benchmark yang dapat digunakan untuk memetakan kelebihan dan kekurangan LLM dalam penalaran multimodal saintifik.

2025
👤 Penulis: Rifqi Naufal Abdjul
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Penalaran Multimodal Fisika 🏷️ Benchmark Evaluasi Model

OPTIMASI DESAIN RUNNER TURBIN FRANCIS BERBASIS MACHINE LEARNING

Thanks to its wide operating range, Francis Turbine is one of the most used turbines in hydropower generation. However, their performance is often limited by efficiency losses and cavitation, which can cause severe damage to turbine components. This final project focuses on optimizing the turbine runner to improve hydraulic efficiency while reducing cavitation risk, expressed in terms of Thoma number. The approach combines Computational Fluid Dynamics (CFD) simulations in ANSYS with a surrogate-based optimization framework using Gaussian Process Regression (GPR) and Bayesian Optimization (BO) with the ParEGO method. The baseline design was first re-simulated and validated, after which 40 variants were generated using Sobol’ sequence sampling and simulated to form the training dataset. The surrogate model was then validated using ????2 and NRMSE metrics and integrated with ParEGO, producing nine additional candidates for a total of 50 variants. From these, three final designs were identified: the maximum efficiency design (variant 20, 91.53% efficiency but with a higher critical Thoma number of 0.097), the minimum critical Thoma number design (variant 3, 0.044 critical Thoma number but with a lower efficiency of 84.97%), and the best trade-off design (variant 42, 91.46% efficiency and 0.074 critical Thoma number). These results highlight the effectiveness of the optimization method in generating improved runner designs and provide insights into balancing efficiency and cavitation risk for Francis turbines.

2025
👤 Penulis: Rayhan Ariq Wijanarko
🏷️ Optimasi Desain Turbin Francis 🏷️ Analisis Kavitasai 🏷️ Optimisasi Hydraulic

DESAIN INTERAKSI E-COMMERCE DENGAN SISTEM PENJUALAN GROUP BUY DENGAN PENDEKATAN USER-CENTERED DESIGN

Group buying adalah aktivitas belanja dalam grup untuk mendapatkan harga barang yang lebih murah. Saat ini di Indonesia, penjual menggunakan berbagai aplikasi untuk menjalankan proses group buy. Karena hal itu, pembeli juga perlu menggunakan berbagai aplikasi untuk membeli produk dengan sistem group buy. Akibatnya pengalaman pengguna dari pembeli berkurang karena perlu berpindah-pindah aplikasi. Dalam penelitian ini, dirancang sebuah desain interaksi yang dapat menunjang semua proses group buy sehingga pembeli tidak perlu berpindah-pindah aplikasi. Perancangan desain interaksi tersebut akan dilakukan dengan pendekatan user-centered design. Untuk mendapatkan kebutuhan dan permasalahan dari pengguna, dilakukan pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner ke grup Whatsapp, Facebook, dan server Discord milik penjual dengan sistem group buy. Hasil dari desain interaksi ini adalah prototipe low-fidelity dan high-fidelity berupa aplikasi statis berbasis web. Setelah melakukan analisis pada hasil kuesioner, usability goals yang ditetapkan dari aplikasi adalah efficient to use, effective to use, easy to learn, dan easy to remember how to use. User-experience goals yang ditetapkan dari aplikasi adalah enjoyable, helpful, dan motivating. Pengujian dilakukan dengan menggunakan cognitive walkthrough untuk low-fidelity dan usability testing untuk high-fidelity. Penilaian usability testing menggunakan durasi waktu pengerjaan tugas, single ease question (SEQ), system usability scale (SUS), basic psychological need satisfaction for technology use (BPN-TU), dan technology acceptance model (TAM). Penilaian tersebut juga akan dilakukan ke proses group buy yang ada dari masing-masing narasumber. Setelah melakukan 2 iterasi, usability goals dan user-experience goals yang ditetapkan telah berhasil dipenuhi dengan rata-rata durasi pengerjaan untuk setiap tugas sebesar 4,163 detik, rata-rata SEQ sebesar 6,927, SUS sebesar 99,2, BPN-TU sebesar 4,983, dan nilai TAM yang cenderung lebih besar dibandingkan dengan proses yang ada dari masing-masing narasumber. Dibandingkan dengan proses yang ada, tujuan dari pengguna dapat dicapai dengan lebih cepat.

2025
👤 Penulis: Made Kharisma Jagaddhita
🏷️ Desain Interaksi E-Commerce 🏷️ User-Centered Design 🏷️ Group Buying

PERANCANGAN ARSITEKTUR SISTEM MANAJEMEN IDE INOVASI TERINTEGRASI (STUDI KASUS: PT. TELKOM INDONESIA)

Belum terintegrasinya sistem manajemen ide inovasi yang digunakan di PT Telkom Indonesia menyebabkan fragmentasi data, pengalaman pengguna yang tidak konsisten, serta keterbatasan dalam pemantauan proses secara menyeluruh. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode design thinking yang menekankan pendekatan berpusat pada pengguna. Tujuan tugas akhir ini adalah merancang sistem manajemen ide inovasi yang terintegrasi. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan arsitektur sistem manajemen ide inovasi yang mencakup empat lapisan, yaitu lapisan bisnis, data, aplikasi, dan teknologi. Selain itu, penelitian ini menghasilkan prototipe antarmuka sistem yang memvisualisasikan alur manajemen ide secara terintegrasi. Pengujian desain dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu verifikasi dan validasi. Verifikasi dilakukan dengan ketertelusuran kebutuhan fungsional serta pengujian berbasis skenario untuk menilai aspek nonfungsional, khususnya kemudahan penggunaan sistem. Validasi dilakukan melalui kuesioner yang menilai aspek kegunaan, kemudahan, dan penerimaan sistem oleh pengguna. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa rancangan sistem telah memenuhi kebutuhan fungsional maupun nonfungsional yang disusun. Sementara itu, hasil validasi membuktikan bahwa sistem yang dikembangkan mampu menyelesaikan permasalahan integrasi, meningkatkan konsistensi alur kerja, serta mendukung ketercapaian tujuan pembuatan sistem. Dengan demikian, rancangan arsitektur dan prototipe sistem manajemen ide inovasi ini dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna dalam proses pengelolaan ide di perusahaan.

2025
👤 Penulis: Tara Chandani Haryono
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Inovasi

UJI EKSPERIMENTAL KINERJA PULSATING HEAT PIPE SEBAGAI METODE PENDINGIN PADA PANEL SURYA

Temperatur operasional yang tinggi pada panel surya fotovoltaik (PV) dapat menurunkan efisiensi konversi energinya secara signifikan. Sebagai solusi, sistem pendingin pasif seperti Pulsating Heat Pipe (PHP) menawarkan metode yang menjanjikan tanpa memerlukan konsumsi energi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara eksperimental kinerja PHP sebagai metode pendingin pada panel PV. Studi ini membandingkan kinerja termal dan elektrik antara PV tanpa pendingin (standar) dengan PV yang dilengkapi sistem pendingin PHP, serta menganalisis pengaruh tiga jenis fluida kerja yang berbeda: deionized water, etanol, dan metanol. Pengujian dilakukan di Bandung, Indonesia. Rata-rata hasil dua kali pengujian menunjukkan bahwa penggunaan PHP dengan deionized water menurunkan temperatur PV sebesar 1,00% (0,49 °C) dan meningkatkan daya keluaran 1,55% (0,83 W). Pada fluida etanol, penurunan temperatur tercatat 5,56% (2,57 °C) dengan peningkatan daya 4,65% (2,48 W). Metanol memberikan kinerja terbaik dengan penurunan temperatur 7,66% (3,83 °C) dan peningkatan daya 6,16% (2,90 W). Analisis performance ratio (PR) memperlihatkan tren serupa, dengan kenaikan 0,98% untuk deionized water, 3,14% untuk etanol, dan 4,39% untuk metanol. Selain itu, pada kondisi iradians 1100 W/m² diperoleh selisih peningkatan efisiensi sebesar 0,12% (deionized water), 0,70% (etanol), dan 1,01% (metanol) dibanding PV standar. Diantara ketiga fluida yang diuji, metanol terbukti menjadi fluida kerja yang paling unggul. Keunggulan ini disebabkan oleh kombinasi sifat termofisiknya, seperti kalor laten penguapan dan viskositas yang lebih rendah, sehingga menghasilkan hambatan termal terendah (0,111 °C/W). Karakteristik ini memungkinkan metanol untuk memulai sirkulasi osilasi dengan lebih efisien dan memberikan kemampuan transfer panas yang paling unggul, menjadikannya pilihan terbaik untuk aplikasi pendinginan PV dalam penelitian ini.

2025
👤 Penulis: Muhammad Hisyam Alkhawarizmi
🏷️ Pendekatan Sistem Pendingin Pasif 🏷️ Optimasi Penggunaan Fluida Kerja 🏷️ Efisiensi Konversi Energi Solar
Halaman 285 dari 6754
💬