📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERANCANGAN LADDER DAN PONTON CUTTER SUCTION DREDGER KEDALAMAN OPERASIONAL 25 METER UNTUK PENGERUKAN SEDIMEN (STUDI KASUS: WADUK TILONG)
Sedimentasi dari erosi tanah dan limbah yang terakumulasi dapat menyebabkan pendangkalan, contohnya adalah kasus sedimentasi pada Waduk Tilong di Kupang, Nusa Tenggara Timur yang mengalami penurunan kapasitas penampungan air sebesar 3 juta m3 sehingga kedalaman maksimumnya saat ini hanya 19 m dari 25 m. Tugas sarjana ini bertujuan untuk membuat rancangan komponen ladder dan ponton cutter suction dredger (CSD) sebagai solusi sedimentasi. CSD adalah jenis kapal keruk yang memiliki kepala pemotong berputar untuk melonggarkan material keras. Bagian ladder digunakan sebagai tempat bertumpunya pipa yang membawa material ke atas dan menentukan seberapa dalam pengerukan dapat dilakukan, terdiri dari struktur ladder, cutter head, pipa, poros, dan pompa. Komponen ponton berfungsi sebagai menjaga keseluruhan CSD untuk tetap berada di atas permukaan air serta menjadi tempat bertumpunya berbagai komponen operasional. Perancangan struktur ladder yang dibutuhkan untuk kedalaman 25 m adalah sepanjang 30 m, termasuk panjang cutter head sebesar 1,5 m. Perancangan ini dilakukan berdasarkan dua kasus pembebanan, yaitu kasus maintenance (0o) dan kasus pengerukan (60o). Modifikasi dilakukan apabila rancangan sebelumnya belum memenuhi persyaratan tegangan dan defleksi maksimum struktur ladder. Proses analisis dimulai dengan kalkulasi semua gaya yang berlaku pada struktur ladder serta penentuan posisinya. Hasil analisis rancangan awal menggunakan ANSYS menunjukkan bahwa rancangan awal memiliki nilai faktor keamanan 3,17 dan defleksi maksimum 5,15 mm, belum memenuhi persyaratan. Sehingga dilakukan dua kali proses modifikasi hingga mencapai rancangan akhir, dimana modifikasi ini mencakup penambahan cross bracing pada daerah tumpuan struktur dan pengurangan bracing yang tidak krusial. Hasil analisis rancangan akhir struktur ladder yaitu nilai tegangan maksimum 83,63 MPa dan defleksi maksimum 4,69 mm pada kasus maintenance (0o), menghasilkan faktor keamanan sebesar 4,13, memenuhi persyaratan perancangan yaitu tegangan dan defleksi dibawah 86,25 MPa dan 5 mm. Berat dari ladder ini digunakan untuk analisis ukuran minimum ponton yang digunakan. Dari analisis, didapatkan ukuran ponton hasil rancangan yaitu diameter 2,4 m; tebal dinding 10 mm; dan panjang minimum 32 m. Didapatkan dimensi CSD keseluruhan memiliki panjang 42 m dan berat 145 ton, memenuhi persyaratan perancangan panjang dan berat maksimum 50 m dan berat 150 ton.
PREDIKSI HARGA SAHAM BERBASIS LAPORAN KEUANGAN DAN ANALISIS SENTIMEN PASAR DENGAN ENSEMBLE LEARNING
Investasi saham yang menjadi semakin populer mendorong keinginan untuk pembentukan model prediksi harga saham yang akurat. Namun, harga saham sendiri sangat fluktuatif dan sulit untuk diprediksi. Harga saham sendiri dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu faktor fundamental, faktor teknikal, dan faktor sentimen pasar. Penelitian yang ada saat ini kebanyakan hanya memanfaatkan salah satu dari ketiga faktor tersebut. Penelitian ini mengatasi tantangan prediksi harga saham yang fluktuatif dengan mengintegrasikan dua faktor kunci, yaitu faktor fundamental menggunakan data dari laporan keuangan dan faktor sentimen pasar dari berita saham. Metodologi yang digunakan adalah membentuk dataset baru dan membangun model ensemble learning dengan pendekatan stacking, yang menggabungkan tiga arsitektur deep learning (LSTM, GRU, dan Transformer) untuk menghasilkan prediksi yang lebih akurat. Hasil utama menunjukkan model gabungan ini berhasil mencapai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 2.33% pada data uji saham BBRI. Kinerja ini secara signifikan melampaui model baseline yang hanya menggunakan data laporan keuangan (MAPE 5.03%) atau data sentimen saja (MAPE 4.86%). Validasi pada saham BBCA dan BMRI juga menunjukkan hasil yang konsisten, membuktikan efektivitas pendekatan ini dalam meningkatkan akurasi prediksi harga saham.
DETEKSI KANTUK PADA PENGEMUDI DENGAN FUSI SENSOR MULTIMODAL MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEARABLE NON-INVASIF
Mengantuk saat mengemudi merupakan penyebab utama kecelakaan lalu lintas, khususnya di negara dengan penggunaan sepeda motor yang tinggi seperti Indonesia. Sistem deteksi yang ada umumnya bersifat intrusif atau mahal sehingga kurang sesuai untuk penggunaan sehari-hari. Penelitian ini mengusulkan sistem deteksi kantuk yang bersifat non-intrusif dan berbiaya rendah menggunakan perangkat wearable komersial, dengan menggabungkan data multimodal dari photoplethysmography (PPG), electrodermal activity (EDA), dan sinyal akselerometer. Kebaruan utama penelitian ini adalah modul deteksi menguap yang kompatibel dengan perangkat wearable, yang menganalisis perubahan oksigenasi darah berbasis PPG melalui teknik dual-wavelength ratio-of-ratios dengan kalibrasi spesifik subjek. Skor kemungkinan menguap ini diintegrasikan dengan fitur fisiologis (heart rate variability dan skin conductance) dalam suatu pipeline klasifikasi terpadu, didukung oleh preprocessing untuk reduksi artefak gerakan. Evaluasi dilakukan pada dataset simulator mengemudi dengan 25 partisipan dan label Karolinska Sleepiness Scale. Hasil menunjukkan bahwa deteksi menguap mencapai akurasi 93,5%, recall 90,2%, dan skor F1 82,1%. Integrasi modul menguap ke dalam kerangka multimodal meningkatkan performa sistem menjadi 84,5% akurasi dan 98,7% recall pada data partisipan berkualitas tinggi, melampaui pendekatan wearable konvensional. Temuan ini menegaskan kelayakan penggabungan sinyal perilaku dan fisiologis dalam platform berbasis gelang tangan berbiaya rendah untuk pemantauan kantuk yang praktis di dunia nyata.
ANALISIS KOMPARATIF KINERJA SKEMA DIGITAL SIGNATURE PADA SISTEM AUTENTIKASI BERBASIS PASSKEY
Sistem autentikasi berbasis passkey memanfaatkan skema digital signature yang berdampak pada kinerja sistem. Penelitian ini membandingkan RSASSA-PKCS1- v1_5, ECDSA, dan EdDSA pada tingkat keamanan setara (sekitar 128 bit) dengan mengukur space cost (public key size, private key size, dan signature size) serta time cost (key generation time, signing time, dan verification time) pada environment cloud, laptop, dan Android, sekaligus menguji pengaruh challenge size 16–256 byte. Hasil eksperimen menunjukkan EdDSA dan ECDSA secara konsisten jauh lebih efisien dibanding RSA. Public key EdDSA dan ECDSA masing-masing 12 dan 6 kali lebih kecil dari RSA. Signature EdDSA dan ECDSA sekitar 6 kali lebih kecil dari RSA. Dari sisi time cost, key generation ECDSA 33.000–35.000 kali lebih cepat dibanding RSA di seluruh environment, sementara signing EdDSA 2–3 kali lebih cepat dari ECDSA dan lebih dari 20 kali lebih cepat dari RSA. Proses verification EdDSA unggul di cloud (3 kali lebih cepat dari RSA) dan laptop, sedangkan ECDSA paling cepat di perangkat Android. Variasi challenge size tidak berpengaruh signifikan pada signing dan verification time seluruh skema. Berdasarkan temuan ini, disarankan memrioritaskan penggunaan EdDSA, diikuti ECDSA, lalu RSASSA-PKCS1-v1_5 dalam implementasi sistem autentikasi berbasis passkey untuk mengutamakan efisiensi ruang dan waktu.
PENGARUH PENAMBAHAN INHIBITOR EKSTRAK DAUN KRATOM (MITRAGYNA SPECIOSA) PADA KETAHANAN KOROSI CO2 BAJA API 5L X52 DI LARUTAN NACL 3,5%
Korosi merupakan salah satu permasalahan serius di berbagai sektor industri, terutama industri minyak dan gas, karena dapat menyebabkan kebocoran pipa, penurunan efisiensi operasi, hingga kerugian ekonomi yang signifikan akibat perbaikan maupun penghentian produksi. Material pipa yang umum digunakan adalah baja API 5L, yang meskipun memiliki sifat mekanik yang baik, tetap rentan terhadap serangan korosi, khususnya pada lingkungan yang mengandung CO2 (sweet corrosion). Salah satu metode mitigasi yang banayk diterapkan adalah penambahan inhibitor korosi. Namun, inhibitor konvensional umumnya berbasis senyawa kimia sintetis yang beracun dan tidak ramah lingkungan, sehingga pengembangan Green Corrosion Inhibitor (GCI) berbasis bahan alam menjadi solusi potensial yang lebih berkelanjutan. Dalam penelitian ini digunakan ekstrak daun kratom (Mitragyna speciosa) yang diketahui mengandung senyawa fitokimia berpotensi sebagai inhibitor korosi. Ekstrak diperoleh melalui metode soxhlet, kemudian diuji terhadap korosi CO2 dalam larutan NaCl 3,5% menggunakan metode elektrokimia dan gravimetri (imersi). Variasi konsentrasi inhibitor yang digunakan adalah 0, 100, 200, dan 300 ppm. Pengujian elektrokimia dilakukan pada temperatur 23°C dan 60°C, sedangkan pengujian imersi dilakukan pada temperatur 60°C selama 24 jam. Karakterisasi ekstrak daun kratom dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), sedangkan uji elektrokimia meliputi Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) dan ekstrapolasi Tafel. Karakterisasi produk korosi hasil pengujian imersi dilakukan menggunakan Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS) dan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil karakterisasi FTIR mengonfirmasi keberadaan berbagai gugus fungsi aktif pada ekstrak daun kratom yang berperan dalam proses inhibisi. Konsentrasi optimum diperoleh pada 200 ppm dengan efektivitas proteksi paling signifikan. Pada temperatur kamar, laju korosi menurun dari 0,75 menjadi 0,07 mmpy dengan efisiensi inhibisi mencapai 90%. Sementara itu, pada temperatur 60°C, laju korosi berkurang dari 2,79 menjadi 1,98 mmpy dengan efisiensi inhibisi sebesar 29%. Analisis isoterm adsorpsi Langmuir menunjukkan bahwa mekanisme inhibisi berlangsung melalui kombinasi adsorpsi fisik dan kimia, dengan nilai energi bebas adsorpsi (?G°ads) sebesar -31,6 kJ/mol yang menandakan interaksi kuat antara molekul inhibitor dan permukaan baja API 5L X52. Hasil karakterisasi produk korosi menggunakan SEM-EDS dan XRD menunjukkan terbentuknya lapisan FeCO3, lepidokrosit, dan goetit, yang menegaskan peran inhibitor dalam memodifikasi morfologi dan komposisi produk korosi.
BAGAIMANA LITERASI KEUANGAN DAPAT MEMPENGARUHI PERILAKU KEUANGAN PRIBADI MAHASISWA DI YOGYAKARTA
Penelitian ini menyelidiki hubungan antara literasi keuangan dan pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa di Yogyakarta. Dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif, literasi keuangan dievaluasi secara tepat menggunakan tes standar yang didasarkan pada tiga konstruk literasi keuangan: numerasi, inflasi, dan diversifikasi risiko. Perilaku keuangan dievaluasi menggunakan instrumen survei yang dirancang dengan skala Likert yang mencakup lima area pengelolaan keuangan pribadi - konsumsi, arus kas, kredit, tabungan/investasi, dan asuransi. Untuk menilai hubungan antara literasi keuangan dan perilaku keuangan, para peneliti menggunakan analisis deskriptif, korelasi, dan regresi linier. Hasil analisis mendukung konstruk dan premis keseluruhan literasi keuangan sebagai prediktor yang signifikan secara statistik terhadap penganggaran, penentuan prioritas, pengelolaan arus kas, dan tabungan darurat mahasiswa untuk dana kontingensi pengelolaan keuangan pribadi. Hasil juga ditemukan yang menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan yang lebih tinggi berkaitan dengan ketergantungan yang lebih rendah pada kredit untuk biaya hidup sehari-hari. Terlepas dari temuan-temuan ini, para peneliti memperingatkan agar tidak memperlakukan literasi sebagai penentu tunggal perilaku, karena tidak semua perilaku dapat dijelaskan oleh literasi (beberapa perilaku dipengaruhi oleh faktor pengalaman dan sosiokultural yang lebih mendalam). Penelitian ini menyimpulkan dengan merekomendasikan pendidikan moneter yang mencakup semua aspek pengelolaan keuangan, di mana literasi keuangan dapat memberikan jalur menuju kapabilitas keuangan yang lebih luas seiring perkembangan siswa dalam lingkungan keuangan yang terus berubah.
DINAMIKA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN OLEH INSTITUSI PENDIDIKAN BERBASIS YAYASAN (STUDI KASUS : SMA UNGGULAN CT ARSA FOUNDATION)
Pendidikan merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, selain diselenggarakan negara, pendidikan juga dijalankan oleh yayasan melalui model sekolah filantropi. Salah satunya adalah SMA Unggulan CT ARSA Foundation, sekolah gratis berasrama yang didirikan oleh Chairul Tanjung. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola penyelenggaraan pendidikan di SMA Unggulan CT ARSA Foundation serta mengidentifikasi bagaimana ideologi dan nilai-nilai direpresentasikan melalui praktik dan wacana pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Analisis dilakukan dengan kerangka governance dan Critical Discourse Analysis (CDA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola sekolah dibangun melalui mekanisme terstruktur dengan pembagian peran antara kepala sekolah, guru, konselor, dan pengasuh asrama, serta dilengkapi sistem evaluasi mikro dan makro. Prinsip akuntabilitas dijalankan melalui laporan berkala kepada yayasan dan publikasi capaian siswa. Analisis wacana memperlihatkan bahwa sekolah ini membangun citra sebagai lembaga sosial, religius, dan modern dengan narasi dominan “pendidikan gratis untuk memutus rantai kemiskinan.” Identitas sekolah juga direfleksikan melalui penekanan kedisiplinan, nilai keimanan, dan entrepreneurship, yang sejalan dengan orientasi nilai yayasan. SMA Unggulan CT ARSA Foundation memiliki dua dimensi, yakni sebagai institusi pendidikan dengan tata kelola jelas dan akses bagi kelompok miskin, serta sebagai instrumen representasi nilai dan citra korporasi.
EKSPLORASI METODE PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI RISIKO KANKER PAYUDARA BERBASIS PEMBELAJARAN MESIN
Tingginya tingkat mortalitas kanker payudara di Indonesia disebabkan oleh keterlambatan diagnosis yang diperburuk oleh rendahnya motivasi masyarakat untuk melaksanakan skrining. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengetahuan tentang risiko individu dapat meningkatkan motivasi untuk skrining. Namun, model prediksi risiko konvensional seperti Gail Model dan Breast Cancer Screening Consortium, yang dikembangkan berdasarkan populasi Kaukasia, menunjukkan penurunan akurasi ketika diterapkan pada populasi Asia, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode pengembangan model prediksi risiko kanker payudara berbasis pembelajaran mesin yang memiliki performa klinis terbaik, serta mengevaluasi kelayakan implementasinya secara ekonomi dalam sistem kesehatan Indonesia. Menggunakan dataset PLCO dengan subset populasi Asia, penelitian ini mengeksplorasi berbagai kombinasi strategi seleksi fitur, penanganan ketidakseimbangan kelas, algoritma pembelajaran mesin, teknik rekayasa fitur, dan pembelajaran berbasis biaya. Evaluasi dilakukan dengan kerangka QALY-focused Clinical-Economic Decision Framework. Model terbaik diidentifikasi menggunakan algoritma XGBoost dengan seleksi fitur Statistical_40, transformasi statistik, dan case-control matching, yang mencapai AUC 0,638, sensitivitas 82,1%, dan spesifisitas 44,4%. Dibandingkan dengan penelitian Stark dkk., model ini menunjukkan peningkatan AUC +0,025 dan sensitivitas +0,133. Dibandingkan dengan Gail Model, terdapat peningkatan AUC +0,075 dan sensitivitas +0,174. Namun, spesifisitas mengalami penurunan sebesar -0.023 dibandingkan penelitian Stark dkk. dan -0.017 dibandingkan dengan Gail Model. Model ini menunjukkan cost-effectiveness yang sangat baik dengan $627 USD per QALY, yang menunjukkan bahwa model prediksi risiko kanker payudara superior telah berhasil dikembangkan, dengan kemampuan deteksi kanker yang jauh lebih baik dan tetap memenuhi kriteria kelayakan klinis serta cost-effectiveness untuk implementasi di Indonesia.
PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM KONTRIBUSI PENYERAPAN CO2 DI HUTAN KOTA BABAKAN SILIWANGI
Kota Bandung merupakan salah satu penyumbang emisi karbon yang berasal dari aktivitas transportasi, industri, dan kepadatan penduduk. Keberadaan hutan kota dengan pohon penyusunnya berperan dalam menyerap CO? di udara dan menyimpannya dalam bentuk biomassa dan karbon melalui proses fotosintesis. Dalam mendukung keberlanjutan fungsi ekologis, maka tidak lepas dari aspek kelembagaan yang melibatkan pemangku kepentingan. Potensi pohon sebagai penyimpan karbon dan menyerap CO?, dilakukan dengan metode belt transek dengan plot transek ukuran 60 m x 10 m berjumlah 20 plot transek. Peran pemangku kepentingan dilakukan metode triangulasi yaitu observasi, studi literatur, dan wawancara dengan metode snowball diperoleh 5 informan, serta dilanjutkan dengan analisis 3Rs (rights, responsibilities, revenue) pada setiap pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total simpanan karbon pohon Hutan Kota Babakan Siliwangi yaitu sebesar 84,44 ton/ha dengan di dominasi dengan pohon DBH ? 20 cm. Pada penyerapan CO?, Hutan Kota Babakan Siliwangi memiliki kemampuan sebesar 26,56 ton/ha/tahun. Daya serapan tertinggi terdapat pada Samanea saman yaitu 5,93 ton/ha/tahun. Kontribusi dari Hutan Kota Babakan Siliwangi pada pengurangan emisi di Kota Bandung masih tergolong kecil. Pada analisis 3Rs peran pemangku kepentingan menunjukkan pemangku kepentingan sekunder yaitu perguruan tinggi relatif seimbang karena memiliki tanggung jawab yang diiringi dengan revenue. Sedangkan pemangku kepentingan kunci yaitu DPKP dan Bappeda, serta pemangku kepentingan primer yaitu pengunjung, relatif tidak seimbang karena dominasi hak terdapat pada pemerintah tetapi tidak disertai dengan revenue.
MODIFIKASI PROPERTI AKUSTIK POLYVINYL ALCOHOL HYDROGEL UNTUK APLIKASI PHANTOM ULTRASOUND
Phantom ultrasound merupakan sistem tiruan jaringan tubuh yang memerlukan material dengan sifat akustik menyerupai jaringan lunak manusia, khususnya kecepatan rambat suara sekitar 1540 m/s sesuai standar IEC 61685. Penelitian ini bertujuan memodifikasi sifat akustik Polyvinyl alcohol hydrogel (PVA-H) yang disintesis dengan metode freeze-thaw melalui penambahan aditif cair berupa etanol, asam asetat, dan aseton. Larutan PVA dicampur dengan DMSO, air, dan variasi aditif, kemudian dikarakterisasi menggunakan perangkat ultrasonik FD800 Series. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi PVA dari 11,5%wt menjadi 15%wt meningkatkan kecepatan rambat suara dari 1824,56 m/s menjadi 1957,68 m/s. Selain sifat material, frekuensi probe turut memengaruhi hasil, di mana probe 9 MHz menghasilkan nilai lebih rendah dibanding 5 MHz. Untuk variasi etanol, sampel PVA 15% dengan etanol 9,35%wt (1573 ± 233 m/s) paling mendekati standar IEC dari sisi akurasi, sementara PVA 11,5% dengan etanol 4,87%wt (1683 ± 160 m/s) lebih unggul dari sisi presisi. Sebaliknya, sampel dengan etanol berlebih (1491 ± 249 m/s) memiliki akurasi rendah dan tidak transparan, sehingga tidak direkomendasikan. Penambahan asam asetat menghasilkan gel cepat terbentuk namun tidak homogen dan tidak stabil, sedangkan aseton tidak membentuk gel sama sekali. Dengan demikian, etanol terbukti sebagai aditif paling potensial untuk menurunkan kecepatan rambat suara hidrogel PVA agar mendekati nilai jaringan lunak, sementara asam asetat dan aseton tidak direkomendasikan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi variasi konsentrasi etanol dan kombinasi aditif lain agar menghasilkan phantom ultrasound yang lebih stabil.
OPTIMASI MULTI-OBJEKTIF KINERJA IMPELER POMPA SENTRIFUGAL
Pompa sentrifugal merupakan salah satu komponen penting pada industri yang kinerjanya dipengaruhi langsung oleh desain geometri impeler. Optimasi desain geometri ini menjadi penting karena dapat meningkatkan efisiensi dan head pada operasi pompa sentrifugal. Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk melakukan optimasi multi-objektif pada beberapa parameter geometri impeler pompa sentrifugal menggunakan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) dan optimasi menggunakan NSGA-II. Penelitian tugas akhir ini dimulai dengan pengambilan data melalui pemindaian langsung pada impeler pompa sentrifugal. Terdapat tiga parameter yang akan dilakukan variasi, yaitu jumlah sudu, sudut keluaran sudu, dan ketebalan sudu. Tujuan dari optimasi ini adalah maksimisasi efisiensi dan head dengan batasan daya maksimal 5,5 kW. Desain yang optimal akan diverifikasi kembali melalui CFD untuk menilai keakuratan dari optimasi yang dilakukan. Hasil optimasi menunjukkan bahwa model terbaik ada pada model dengan 6 sudu, sudut keluaran 35,22°, dan ketebalan sudu 3,01 mm. Simulasi yang dilakukan mendapatkan angka performa efisiensi hidrolik sebesar 94,00% dan daya poros 3,22 kW pada debit 81,88 m3/jam. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan model awal (efisiensi 86,70%) dengan peningkatan 7,33% dan menunjukkan nilai head yang juga lebih baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode optimasi multi-objektif telah berhasil dalam menemukan desain dimensi impeler yang lebih optimal dibandingkan desain awal.
STUDI FINANSIAL RENCANA PROYEK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR PASIR HANJUANG DI GARUT, JAWA BARAT, INDONESIA
Tujuan studi ini adalah untuk meneliti prospek keuangan dari proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga mini hydro di Garut, Jawa Barat, Indonesia menggunakan rasio keuangan seperti payback period, internal rate of return, net present value, dan benefit cost ratio. Pertumbuhan ekonomi masa kini adalah salah satu faktor yang mendorong permintaan energi listrik, dan permasalahan yang dihadapi Indonesia sekarang yang adalah tidak tersedianya pasokan listrik yang cukup. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan rasio elektrifikasi adalah dengan membangun pembangkit listrik baru yang dikembangkan oleh PLN, perusahaan penyedia listrik milik negara di Indonesia, ataupun oleh Independent Power Producer (IPP). Pembangkit listrik yang akan dibangun adalah pembangkit listrik yang menggunakan air sebagai sumber energi. Untuk membangun studi finansial yang memadai, pertama-tama dilakukan tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka terdiri dari rangkuman singkat tentang kajian industri listrik secara umum dan industri listrik di Indonesia, Kedua, informasi diperoleh dari valuasi proyek perusahaan yang melaksanakan proyek ini. Perusahaan akan menyediakan valuasi proyek yang berisi seluruh informasi keuangan yang diperlukan untuk membuat analisis keuangan. Ketiga, dibuat rekomendasi bagi peneliti di masa depan yang ingin melakukan penelitian serupa secara lebih menyeluruh, karena penelitian ini hanya berfokus pada aspek finansial sehingga terdapat beberapa aspek lain yang tidak dipertimbangkan dalam penelitian ini. Setelah analisis disimpulkan, akan ditentukan apakah proyek ini menguntungkan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, atau tidak menguntungkan.
PENERAPAN ALGORITMA GRADIENT BOOSTING DALAM MODEL PREDIKSI CURAH HUJAN SUBSEASONAL TO SEASONAL (S2S) DI JAKARTA DAN BANDUNG
Jakarta dan Bandung sebagai wilayah urban dengan variabilitas curah hujan tinggi rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan kekeringan, dipengaruhi fenomena iklim seperti ENSO, IOD, dan MJO. Prediksi curah hujan S2S mengisi celah antara prakiraan cuaca dan musiman, namun model numerik global seperti CanCM3, CanCM4, FLORB, dan CCSM4 memiliki keterbatasan dalam menangkap variabilitas lokal. Penelitian ini bertujuan menyusun dan mengevaluasi model prediksi menggunakan algoritma gradient boosting untuk meningkatkan performa S2S. Penelitian menggunakan data observasi MSWEP sebagai referensi dan data model iklim periode 1982-2011. Data diproses melalui preprocessing, pembagian temporal training (1982-2002) dan testing (2003-2011), serta implementasi tiga varian gradient boosting (CatBoost, LightGBM, XGBoost) dengan konfigurasi baseline. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik bias, MAE, RMSE, dan korelasi, dengan analisis keseluruhan, per lead time, per musim, serta time series. Hasil menunjukkan model global memiliki bias signifikan, dengan CanCM3 terbaik di Jakarta dan error lebih tinggi di Bandung. Algoritma gradient boosting memberikan perbaikan beragam, di mana CatBoost unggul dalam mengurangi bias sistematis. Namun, korelasi tetap rendah hingga sedang, dengan degradasi performa seiring lead time (terbaik di Lead 0) dan kesulitan menangkap ekstrem, menghasilkan prediksi lebih halus. Analisis time series menunjukkan kemampuan mengikuti tren musiman, meskipun dengan deviasi pada puncak hujan. Gradient boosting memberikan perbaikan incremental, tetapi masih terbatas untuk akurasi operasional. Saran mencakup hyperparameter tuning mendalam menggunakan Grid Search atau Bayesian Optimization, serta perpanjangan periode evaluasi dengan temporal cross-validation.
STUDI KESETIMBANGAN FASA ANTARA MATTE NI–FE–S DAN TERAK SIO2–MGO–FEO DENGAN PENGARUH PENAMBAHAN AL2O3, CAO, DAN SIO2 PADA TEMPERATUR 1450 °C
Peleburan bijih nikel saprolit menjadi produk matte di industri dapat dilakukan dengan rute RKEF, di mana terak harus dijaga cair pada temperatur 1450–1550 °C agar pemisahan matte dan terak dapat dilakukan secara efektif. Kesetimbangan akan terjadi antara matte, terak, dan refraktori berbasis MgO. Keberadaan pengotor seperti Al2O3 dan CaO dapat mempengaruhi kesetimbangan tersebut. Penelitian ini mempelajari pengaruh Al?O?, CaO, dan SiO? terhadap kesetimbangan fasa antara matte Ni–Fe–S dan terak SiO?–FeO–MgO pada temperatur 1450 °C. Sampel yang digunakan adalah matte dan terak yang diperoleh dari industri. Karakterisasi matte, terak, dan refraktori dari industri dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui fasa yang ada dan komposisinya. Percobaan kesetimbangan lalu dilakukan dengan menggunakan campuran sampel yang terdiri dari matte dan terak dengan rasio 1 : 5 yang ditempatkan dalam krusibel MgO. Percobaan kesetimbangan menggunakan variasi komposisi final Al?O? = 4; 8; 12; 16 wt%, CaO = 1; 4; 8; 12 wt%, dan penambahan SiO? = 0; 8; 19,41; 37,02; 67,73 gram/100 gram terak. Kesetimbangan dilakukan dengan peleburan di Vertical Tube Furnace (VTF) pada temperatur 1450 °C selama 2 jam dengan atmosfer inert yang dicapai dengan mengalirkan argon sebesar 1 L/menit. Hasil peleburan di-quenching dalam media air garam dingin untuk mempertahankan fasa-fasa yang terbentuk pada temperatur tinggi. Karakterisasi sampel hasil kesetimbangan dilakukan untuk mengetahui jenis dan komposisi fasa yang terbentuk. Hasil analisis sampel industri menunjukkan matte memiliki komposisi Ni 26,86 wt%, Fe 65,14 wt%, dan S 7,20 wt%. Terak didapatkan memiliki rasio SiO2/MgO sebesar 2,14, FeO sebesar 24,89 wt%, serta terdapat pengotor Al2O3 sekitar 4,00 wt%. Refraktori MgO industri ditemukan telah mengalami perubahan dimana teramati fasa baru yaitu olivin–(Mg,Fe)2SiO4, piroksen–(Mg,Fe)2Si2O6, dan spinel– (Mg,Fe)(Cr,Al)2O4. Percobaan kesetimbangan dengan variasi komposisi final Al?O?, CaO, dan penambahan SiO2 menunjukkan hasil yang sejalan dengan hasil simulasi perangkat lunak termodinamika FactSage. Peningkatan kandungan Al2O3 menggeser komposisi likuidus ke arah rasio MgO/(FeO+SiO2) yang lebih tinggi dan di atas 16 wt% Al2O3 terbentuk padatan baru spinel. Peningkatan kandungan CaO tidak mengubah rasio MgO/(FeO+SiO2) pada likuidus dan tidak menyebabkan pembentukan padatan baru. Peningkatan kandungan SiO2 pada terak tidak mengubah komposisi likuidus dikarenakan tersedianya MgO yang berlebih dari krusibel dan Fe yang teroksidasi dari matte. Hasil percobaan kesetimbangan menunjukkan bahwa Al?O?, CaO, dan SiO2 berpengaruh terhadap komposisi likuidus dan padatan yang terbentuk.
PENGARUH VEGETASI TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN SERTA PERSEPSI KENYAMANAN PENGUNJUNG DI HUTAN KOTA BABAKAN SILIWANGI, KOTA BANDUNG
Hutan kota memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, salah satunya melalui fungsi peredaman kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan komposisi vegetasi, mengukur tingkat kebisingan, mengevaluasi pengaruh vegetasi terhadap peredaman kebisingan, serta memahami persepsi pengunjung terhadap kondisi kebisingan di Hutan Kota Babakan Siliwangi, Kota Bandung. Struktur dan komposisi vegetasi diperoleh melalui analisis vegetasi pada 20 plot transek, sedangkan tingkat kebisingan diukur pada jarak 0 m, 30 m, dan 60 m dari jalan raya. Kerapatan kanopi dianalisis dengan metode leaf area index (LAI) menggunakan citra hemisferis. Persepsi pengunjung diperoleh melalui survei kuesioner dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi di kawasan ini memiliki struktur regeneratif dengan luas bidang dasar sebesar 22,74 m²/ha dan estimasi biomassa total 637,38 ton. Nilai LAI rata-rata sebesar 4,21 menunjukkan tajuk yang cukup rapat. Kebisingan menurun secara signifikan pada jarak 30 m dari jalan, dengan rerata peredaman sebesar 5,05 dB (p-value = 0,0000553), sementara pada jarak 60 m rerata peredaman sebesar 1.53 dB menunjukkan hasil tidak signifikan (p-value = 0,0797) akibat gangguan dari aktivitas manusia. Korelasi antara efektivitas peredaman dengan parameter vegetasi menunjukkan bahwa LAI memiliki hubungan paling kuat (r = 0,3739). Mayoritas pengunjung menilai suasana di Hutan Kota Babakan Siliwangi tenang dan nyaman, dengan vegetasi berperan dalam meredam kebisingan. Sebagian masih merasakan gangguan suara, namun umumnya tidak sampai mengganggu aktivitas mereka saat berkunjung.