📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenANALISIS PENGARUH PERUBAHAN IKLIM DAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT ALIRAN MENGGUNAKAN MODEL SOIL AND WATER ASSESSMENT TOOL (SWAT) (STUDI KASUS: SUB-DAS CISANGKUY, PROVINSI JAWA BARAT)
Sub-DAS Cisangkuy berlokasi di Kabupaten Bandung yang berperan sebagai daerah resapan air dan area penyangga untuk stabilitas lingkungan kawasan Bandung Raya. Namun, kondisi sub-DAS Cisangkuy saat ini menunjukkan penurunan fungsi yang ditandai dengan fluktuasi debit yang semakin ekstrem dan bencana hidrometeorologis yang sering terjadi. Perubahan iklim dan penggunaan lahan memperburuk kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan debit aliran sub-DAS Cisangkuy pada kondisi baseline, menganalisis perubahan debit aliran pada proyeksi masa depan, mengevaluasi pengaruh perubahan iklim dan tata guna lahan terhadap perubahan debit aliran, serta menganalisis potensi dampak hidrologi berupa banjir dan kekeringan berdasarkan perubahan karakteristik debit. Dalam penelitian ini, digunakan model hidrologi Soil and Water Assessment Tool versi terbaru (SWAT+) untuk mensimulasikan debit aliran serta menganalisis pengaruh berbagai skenario perubahan iklim dan tata guna lahan terhadap respons hidrologi DAS. Empat skenario diterapkan dalam analisis, yaitu: (1) skenario dasar (baseline) yang merepresentasikan kondisi eksisting dengan menggunakan data iklim dan tata guna lahan historis pada periode simulasi 2013-2023; (2) skenario emisi rendah yang mengombinasikan proyeksi iklim SSP1-2,6 dengan tata guna lahan hasil proyeksi; (3) skenario emisi menengah dengan proyeksi iklim SSP2-4,5 dan tata guna lahan proyeksi; serta (4) skenario emisi tinggi yang menggunakan proyeksi iklim SSP5-8,5 dan tata guna lahan proyeksi. Tata guna lahan diproyeksikan melalui pemodelan menggunakan perangkat lunak TerrSet (LiberaGIS) pada tahun 2040, sedangkan data proyeksi iklim bersumber dari kerangka Coupled Model Intercomparison Project Phase 6 (CMIP6) pada periode 2030-2050. Hasil simulasi baseline menggunakan SWAT+ menunjukkan bahwa pola debit aliran sub-DAS Cisangkuy mengikuti pola musiman, dengan debit tertinggi terjadi pada musim hujan dan debit terendah pada musim kemarau. Model menunjukkan kinerja yang memenuhi kriteria dengan nilai NSE sebesar 0,450 pada periode kalibrasi dan 0,401 pada periode validasi, serta nilai PBIAS masing-masing sebesar -2,23% dan 0,99%. Proyeksi masa depan menunjukkan peningkatan debit aliran dibandingkan kondisi baseline, dengan debit rata-rata meningkat sebesar 53,8958,84% dan debit maksimum meningkat sebesar 95,25–106,80%. Sementara itu, debit minimum meningkat sebesar 13,97% pada skenario SSP1-2,6 dan 6,75% pada SSP2-4,5, tetapi menurun sebesar 23,75% pada SSP5-8,5. Peningkatan debit tersebut dipengaruhi oleh kenaikan curah hujan pada seluruh skenario perubahan iklim yang diperkuat oleh perubahan tata guna lahan, terutama peningkatan luas sawah, lahan pertanian, dan kawasan terbangun yang cenderung meningkatkan limpasan permukaan. Berdasarkan perubahan karakteristik debit aliran, sub-DAS Cisangkuy diproyeksikan mengalami peningkatan risiko banjir akibat kenaikan debit puncak pada seluruh skenario masa depan. Selain itu, penurunan debit minimum pada SSP5-8,5 mengindikasikan adanya potensi peningkatan risiko kekeringan pada musim kemarau. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan iklim dan tata guna lahan berpotensi meningkatkan variabilitas hidrologi sub-DAS Cisangkuy pada masa mendatang.
EVALUASI KESESUAIAN PENETAPAN LAHAN SAWAH YANG DILINDUNGI (LSD) TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BANDUNG
Perkembangan dan ekspansi ruang terbangun di Kota Bandung terjadi secara pesat, khususnya ke arah selatan yang sebelumnya didominasi oleh lahan sawah. Sebagai upaya perlindungan sawah, pemerintah pusat menetapkan area lahan sawah dilindungi melalui Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1589/SK-HK.02.01/XII/2021 dan pemerintah daerah mengatur arahan pemanfaatan ruang melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Perbedaan luasan LSD (673,31 ha) dengan kawasan pertanian (233 ha) dan KP2B (54 ha) di Kota Bandung menunjukkan adanya diskrepansi yang berpotensi menimbulkan realisasi kebijakan dengan kondisi aktual di lapangan sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penetapan Lahan Sawah Dilindungi terhadap RTRW Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial melalui teknik overlay (union) antara peta LSD, peta pola ruang RTRW Kota Bandung Tahun 2022–2042, dan peta Kawasan Pertanian/KP2B. Selanjutnya dilakukan interpretasi citra satelit resolusi tinggi untuk mengidentifikasi kondisi pemanfaatan ruang faktual. Hasil analisis kemudian diklasifikasikan ke dalam tipologi kesesuaian berdasarkan kombinasi status LSD, arahan RTRW, dan kondisi eksisting sebagai dasar evaluasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran LSD di Kota Bandung masih terkonsentrasi pada wilayah timur dan selatan kota yang memiliki karakteristik kawasan pertanian. Berdasarkan hasil overlay diperoleh dua belas tipologi kesesuaian dan ketidaksesuaian yang menggambarkan berbagai bentuk hubungan antara kebijakan perlindungan LSD, penataan ruang, serta kondisi faktual di lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bentuk ketidaksesuaian yang dominan bukan hanya disebabkan oleh alih fungsi lahan, tetapi juga oleh belum optimalnya sinkronisasi antara penetapan LSD dengan arahan pola ruang RTRW.
PERANCANGAN ANIMASI 2D MENGENAI DAMPAK PENINGKATAN COST OF LIVING BAGI MAHASISWA SARJANA
Peningkatan cost of living atau biaya hidup merupakan fenomena sosial-ekonomi yang semakin dirasakan oleh mahasiswa, khususnya mereka yang menempuh pendidikan sarjana sambil hidup mandiri. Kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya tempat tinggal, transportasi, serta kebutuhan akademik memunculkan tekanan finansial yang berdampak pada kondisi ekonomi, psikologis, sosial, dan akademik mahasiswa, namun persoalan ini kerap dipandang sebagai masalah personal semata sehingga belum banyak mendapat perhatian sebagai isu struktural dalam keberlanjutan pendidikan tinggi. Tugas akhir ini bertujuan mengidentifikasi dampak peningkatan cost of living di kalangan mahasiswa Bandung dan menghasilkan karya animasi 2D yang mampu merepresentasikan realitas sosial tersebut secara komunikatif dan emosional. Metode perancangan yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif melalui studi literatur, kuesioner, serta wawancara terbatas dengan mahasiswa dan praktisi animasi, yang hasilnya digunakan untuk mengidentifikasi pola tekanan finansial, perubahan gaya hidup, beban psikologis, serta strategi adaptasi mahasiswa. Hasil perancangan berupa animasi 2D berdurasi 3–5 menit tanpa dialog, yang mengandalkan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan simbolisasi visual sebagai elemen utama pembangun empati penonton. Konsep elemen fantasi berupa dunia mimpi dan representasi diri yang terkurung dihadirkan sebagai visualisasi konflik internal karakter utama, memperkuat aspek dramatik sekaligus membedakan karya ini dari media penyampaian konvensional. Melalui pendekatan desain komunikasi visual ini, animasi diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai medium refleksi yang membangun kesadaran dan empati sosial terhadap ketimpangan ekonomi dalam dunia pendidikan tinggi..
INVESTIGASI EKSPERIMENTAL DAN NUMERIK TERHADAP PERILAKU IMPAK CHARPY PADA KOMPOSIT CETAK 3D YANG DIPERKUAT SERAT KONTINU
Penelitian ini mengkaji perilaku impak Charpy komposit serat kontinu hasil cetak 3D melalui pendekatan eksperimental dan numerik. Spesimen CF, KV, dan HY bermatriks nylon dibuat menggunakan Markforged® Mark Two. Kompresi panas diterapkan pada CF dan KV untuk meningkatkan konsolidasi laminat dan mengurangi diskontinuitas terkait void, yang diindikasikan secara tidak langsung oleh pemadatan dimensi dan peningkatan respons impak; sedangkan HY diberi hibridisasi termal untuk integrasi arsitektur CF/KV. Pengujian Charpy berdasarkan ISO 179 digunakan untuk menentukan energi impak spesifik, dan SEM digunakan untuk mengidentifikasi mekanisme kegagalan. Hasil menunjukkan KV memiliki penyerapan energi tertinggi, CF terendah, dan HY berada di tengah karena kombinasi kekakuan CF dan mekanisme disipasi energi KV. Model mesomekanik terkalibrasi berbasis Abaqus/Explicit dengan kriteria Hashin dan CZM mampu mereproduksi tren respons impak dengan kesesuaian yang dapat diterima. Secara keseluruhan, arsitektur penguat dan perlakuan pascaproses berperan penting dalam mengontrol penyerapan energi dan mekanisme kegagalan komposit serat kontinu hasil cetak.
ANALISIS POLA SPASIAL DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI DAYA BELI MASYARAKAT DI PROVINSI JAWA BARAT
Daya beli masyarakat berfungsi sebagai indikator krusial yang merefleksikan tingkat kesejahteraan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan barang maupun jasa. Variasi karakteristik ekonomi antarwilayah menyebabkan adanya perbedaan daya beli masyarakat. Provinsi Jawa Barat, sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, memperlihatkan dinamika ekonomi yang cukup kompleks. Hal ini tercermin dari adanya perbedaan PDRB per Kapita ADHK, inflasi, ketimpangan distribusi pendapatan, dan TPT di setiap kabupaten/kota. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pola spasial daya beli masyarakat, PDRB per Kapita ADHK, inflasi, Gini Ratio, dan TPT serta menganalisis pengaruh keempat variabel tersebut terhadap daya beli masyarakat di kabupaten/kota Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2012–2025 dalam bentuk unbalanced panel. Analisis spasial dilakukan menggunakan Global Moran’s I dan Moran Scatter Plot, sedangkan hubungan antarvariabel dievaluasi menggunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier, model yang paling sesuai adalah FEM. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat memiliki pola spasial yang signifikan menurut Global Moran’s I, yang didukung pula oleh pengelompokan wilayah dalam Moran Scatter Plot menjadi klaster HH, HL, LH, dan LL. Sebaliknya, PDRB per Kapita ADHK, inflasi, dan Gini Ratio tidak menunjukkan pola spasial yang signifikan, meskipun Moran Scatter Plot masih mampu mengidentifikasi variasi pola lokal di masing-masing kuadran. Adapun TPT memperlihatkan pola spasial signifikan dengan terbentuknya klaster wilayah yang memiliki karakteristik ketenagakerjaan serupa. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa PDRB per Kapita ADHK dan Gini Ratio berdampak positif terhadap daya beli masyarakat, sedangkan inflasi dan TPT memberikan pengaruh negatif. Secara keseluruhan, seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap daya beli masyarakat dengan nilai Adjusted R² sebesar 67,89%. Penelitian ini memberikan kontribusi berarti dalam pengembangan kajian ekonomi wilayah melalui integrasi analisis spasial dan regresi data panel, serta menyediakan informasi yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pengendalian inflasi, pemerataan pembangunan, dan penciptaan lapangan kerja.
PERANCANGAN INSTALASI IMERSIF INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI DENGAN ALAM PADA GENERASI Z DI KAWASAN URBAN
Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan intensitas penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada Generasi Z yang tinggal di kawasan urban yang tumbuh sebagai digital native. Tingginya intensitas screen time pada Generasi Z, telah diketahui sebelumnya berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Di sisi lain, berbagai penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu berinteraksi dengan alam (green time) bermanfaat dalam mendukung kesejahteraan mental dan membantu menurunkan tingkat stres. Namun, implementasi green time untuk generasi Z yang tinggal di wilayah urban sangat sulit dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan solusi dengan perancangan media yang mengemas konsep green time tersebut dalam bentuk pengalaman interaktif berbasis ruang yang dekat dengan karakteristik Generasi Z. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah instalasi ruang imersif interaktif dengan konsep “Reconnecting with Nature” bagi Generasi Z di lingkungan urban. Hasil penelitian diterjemahkan ke dalam perancangan instalasi interaktif berbasis projection mapping yang memadukan elemen visual, cahaya, ruang, suara, dan partisipasi pengguna melalui interaksi dengan tanaman. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan ruang imersif interaktif ini berpotensi menciptakan pengalaman yang menarik, reflektif, dan personal, sehingga dapat meningkatkan kesadaran pengguna terhadap pentingnya menjaga keseimbangan antara screen time dan green time. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif media interaktif yang mendukung kesejahteraan psikologis Generasi Z yang tinggal di lingkungan urban.
OPTIMIZATION DESIGN OF A HYDROGEN-FUELED MICRO GAS TURBINE COMBUSTOR USING COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS AND SURROGATE MODELING
Hydrogen can support carbon-free distributed power in micro gas turbines, but its high reactivity makes combustor design difficult because flashback, pressure loss, outlet-temperature uniformity, and NOx emissions must be balanced. This thesis develops a computational fluid dynamics (CFD)-surrogate optimization framework for a swirl-stabilised hydrogen micro gas turbine combustor with six design variables: swirler blockage, central fuel-lance protrusion, secondary-hole pattern, axialchannel blockage, global equivalence ratio, and central-lance fuel split. A validated steady RANS model with Flamelet Generated Manifold chemistry generated 165 labelled design points. Gaussian-process surrogates predicted the CFD responses with calibrated uncertainty, while a logistic response surface identified flashback with a cross-validated receiver-operating-characteristic area of 0.99. A trust-region NSGA-III search constrained by flashback probability, data support, and prediction uncertainty produced thirty trusted Pareto designs. Additional CFD simulations confirmed eight selected designs; all were non-flashback and met the acceptance criteria. The balanced minimax design achieved 4.60% total-pressure loss, 562.6 K mean exit temperature, 27.1 ppmv NOx, and a 0.319 pattern factor at the prescribed very-lean study condition, ???? = 0.0431. This combustor-exit temperature is not a nominal full-load turbine inlet temperature. The results show that flashback-aware, uncertainty-calibrated CFD-surrogate optimization can identify practical hydrogen combustor compromises at much lower cost than direct CFD search.
DETEKSI PENIPUAN PADA TRANSAKSI KARTU KREDIT DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MENDALAM BERBASIS GATED RECURRENT NEURAL NETWORK
Pertumbuhan ekosistem pembayaran digital memicu peningkatan kejahatan finansial, khususnya penipuan kartu kredit yang menyebabkan kerugian ekonomi global. Metode deteksi konvensional berbasis aturan saat ini dinilai tidak memadai karena memiliki tingkat kesalahan deteksi yang tinggi dan gagal mengidentifikasi pola pada data transaksi sekuensial. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran mendalam untuk mendeteksi penipuan dengan lebih akurat. Tugas Akhir ini menyusun dan membandingkan model berbasis Gated Recurrent Neural Network (RNN), yaitu Long Short-Term Memory (LSTM), Bidirectional LSTM (BiLSTM), Gated Recurrent Unit (GRU), dan Bidirectional GRU (BiGRU) untuk mengklasifikasi transaksi penipuan. Dalam penyusunan model, dilakukan penyeimbangan data menggunakan metode random undersampling untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas yang ekstrem pada data. Selain itu, dilakukan optimasi hyperparameter melalui metode Grid Search dan pengujian model dengan serta tanpa mekanisme Attention. Metrik evaluasi utama difokuskan pada nilai Recall dan F1-Score. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penambahan mekanisme Attention tidak memberikan peningkatan performa yang signifikan. Dengan memprioritaskan metrik Recall untuk meminimalkan lolosnya transaksi penipuan, diperoleh bahwa model GRU 2 hidden layer 32 neuron dengan mekanisme Attention dan BiGRU 1 hidden layer 32 neuron tanpa mekanisme Attention mampu menghasilkan nilai Recall tertinggi sebesar 98.17%. Model BiGRU mencatatkan nilai F1-Score sebesar 97.49% dan Precision sebesar 96.83%, sementara model GRU memperoleh F1-Score sebesar 97.42% dan Precision sebesar 96.69%. Pengujian Cross-Validation menunjukkan bahwa kedua arsitektur model tersebut bersifat sangat robust dan keandalannya terutama berasal dari arsitektur jaringan.
PERANCANGAN ANIMASI TEH TUBRUK UNTUK MEMPOPULERKAN KEMBALI BUDAYA MINUM TEH DI KALANGAN USIA 16-25 TAHUN
Penelitian ini membahas perancangan animasi sebagai media untuk mempopulerkan kembali budaya minum Teh Tubruk kepada generasi muda usia 16–25 tahun. Teh Tubruk merupakan salah satu bentuk penyajian teh tradisional yang memiliki nilai budaya dan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, di tengah dominasi media digital dan maraknya representasi minuman modern, Teh Tubruk cenderung dipersepsikan sebagai minuman tradisional yang kurang relevan bagi generasi muda. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner untuk menganalisis karakteristik target audiens serta merumuskan konsep perancangan yang sesuai. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa target audiens lebih menyukai animasi bergaya ilustratif dengan cerita slice of life berdurasi 30–60 detik yang didistribusikan melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram Reels. Temuan tersebut selaras dengan Cultivation Theory yang menjelaskan bahwa paparan media secara berulang dapat membentuk persepsi audiens terhadap suatu budaya. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang animasi digital bergaya ilustratif yang mengangkat nilai ritual, kebersamaan, dan kedekatan emosional dalam budaya minum Teh Tubruk. Perancangan ini diharapkan mampu membangun persepsi yang lebih positif terhadap Teh Tubruk sebagai bagian dari budaya Indonesia yang tetap relevan bagi generasi muda.
ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DALAM KONTEKS URBANISASI CEPAT: ANALISIS KETERKAITAN SPASIAL ANTARA KETERSEDIAAN LAHAN SAWAH DAN PERLUASAN KAWASAN TERBANGUN DI KABUPATEN KARAWANG
Perkembangan kawasan terbangun yang pesat di Kabupaten Karawang sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri di Provinsi Jawa Barat berpotensi meningkatkan alih fungsi lahan sawah dan memengaruhi keberlanjutan sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika lahan sawah, perkembangan kawasan terbangun, keterkaitan spasial antara keduanya, serta mengevaluasi kesesuaian kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus melalui analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), memanfaatkan data tutupan lahan Map Biomas Indonesia, Global Human Settlement Layer (GHSL), data statistik pertanian dan kependudukan, serta dokumen RTRW dan LP2B Kabupaten Karawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2000–2024 terjadi penurunan luas lahan sawah yang diikuti peningkatan kawasan terbangun, terutama pada wilayah perkotaan dan koridor industri. Analisis spasial menunjukkan adanya keterkaitan antara perkembangan kawasan terbangun dengan penurunan lahan sawah, sementara evaluasi LP2B menunjukkan bahwa sebagian besar kawasan yang ditetapkan masih sesuai dengan kondisi eksisting, meskipun terdapat beberapa kawasan yang telah berkembang menjadi kawasan terbangun. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan implementasi kebijakan perlindungan lahan sawah dan pengendalian pemanfaatan ruang untuk mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
ANALISIS KESENJANGAN NIAT-PERILAKU (INTENTION-BEHAVIOR GAP) DALAM KONSERVASI AIR BERDASARKAN KONTEKS (RUMAH DAN SEKOLAH) MENGGUNAKAN KERANGKA THEORY OF PLANNED BEHAVIOR (STUDI KASUS: SISWA SMA NEGERI X DI BANDUNG)
Penelitian ini menganalisis perilaku konservasi air siswa SMA Negeri X di Bandung menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB) dengan membandingkan konteks rumah dan sekolah. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan non-probability sampling, data valid berhasil dikumpulkan dari 139 responden siswa kelas XI yang berusia 17–18 tahun. Data kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda serta berbagai uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TPB valid secara simultan dalam menjelaskan niat dan perilaku hemat air siswa. Namun, analisis parsial mengungkap dikotomi yang jelas: perilaku di rumah didorong oleh niat otonom, sedangkan perilaku di sekolah murni digerakkan oleh Persepsi Kontrol Perilaku (PBC). Skor PBC dan tindakan aktual di sekolah terbukti secara signifikan lebih tinggi dibandingkan di rumah. Temuan ini tidak disebabkan oleh otomatisasi teknologi karena sekolah masih menggunakan keran manual, melainkan dipicu oleh defisiensi pasokan air bersih harian dan air tanah yang berwarna kuning yang bertindak sebagai pemaksa situasional. Kondisi tersebut memicu fenomena kesenjangan terbalik (reverse gap) di sekolah, di mana tindakan aktual siswa secara signifikan melampaui niat awal mereka akibat batasan lingkungan yang mengambil alih kendali kognitif. Sebaliknya, tidak terdapat kesenjangan niat-perilaku yang signifikan dalam konteks rumah. Pengujian tambahan membuktikan bahwa faktor sosio-demografi (gender, uang saku, pendidikan orang tua), paparan kurikulum akademik (Biologi/Geografi), riwayat krisis air domestik, dan kepadatan hunian tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku aktual siswa di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbatasan sumber daya efektif memaksa efisiensi perilaku secara pasif di sekolah. Pihak sekolah direkomendasikan untuk melakukan optimalisasi filtrasi air serta menerapkan kontrol rekayasa (engineering control) proaktif melalui pemasangan teknologi hemat air (seperti keran tekan otomatis atau aerator) untuk menjaga keberlanjutan konservasi di masa depan tanpa bergantung pada fluktuasi motivasi internal individu.
PERANCANGAN GUIDEBOOK UNTUK MENGURANGI SIFAT OVERCONSUMPTION PADA REMAJA DEWASA
Perilaku overconsumption yang kini marak di kalangan remaja dewasa tidak lagi sekadar gaya hidup, melainkan cerminan mekanisme koping yang tidak sehat, sehingga perancangan guidebook ini diarahkan untuk menjadi solusi edukatif yang dapat membantu mengurangi sifat overconsumption. Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan sebuah guidebook yang dapat membantu remaja dewasa dalam mengidentifikasi dan mengurangi sifat overconsumption dengan membangun strategi koping yang lebih sehat. Perilaku overconsumption telah menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di kalangan remaja dewasa. Pola ini seringkali dipicu oleh keinginan material yang berfungsi sebagai mekanisme koping untuk menghadapi tekanan dari emosi negatif. Melalui studi pustaka, wawancara, dan survei diketahui bahwa overconsumption memang banyak dipraktikkan sebagai bentuk pelarian untuk mengisi kekosongan emosional dan meredakan tekanan. Temuan inilah yang menjadi fondasi bagi penyusunan guidebook. Konsep visual dirancang dengan pendekatan empatik, menggunakan ilustrasi naratif dan tipografi yang reflektif untuk memandu pembaca melakukan introspeksi, mengenali pemicu emosional belanja, serta memberikan alternatif aktivitas penyaluran emosi. Diharapkan, hasil akhir dari perancangan ini dapat menjadi alat yang efektif penurunan perilaku konsumtif berlebih dan impulsif di kalangan remaja dewasa.
PEMETAAN REVERBERASI GEOMETRI KORONA AGN DI NGC 3516 DAN NGC 4051 DENGAN PENELUSURAN SINAR-X RELATIVISTIK
Pemetaan reverberasi memungkinkan kita untuk menerka morfologi sebuah active galactic nucleus (AGN) dari variabilitas fluksnya di berbagai pita energi foton yang berkorelasi melalui teknik spectral timing. Dengan dukungan simulasi penelusuran sinar relativistik (general relativistic raytracing), pemetaan ini dapat menjangkau hingga ke struktur terdalam (terdekat dari lubang hitam supermasif pusat) yang menjadi sumber utama emisi sinar-X dari AGN, yakni korona. Refleksi relativistik sinar-X dari korona oleh piringan akresi dan jeda waktu (time lag) dari proses reverberasi tersebut memberikan petunjuk tentang ukuran serta geometri korona. Dalam studi ini, 5 set data observasi simultan oleh misi XMM-Newton (0.3 ? 10?keV) dan NuSTAR (3?78?keV) pada NGC 3516 dan NGC 4051 diproses untuk menghasilkan lag spectra dan time-averaged spectrum (spektrum energi) untuk masing-masing epoch observasi. Analisis pada lag-frequency dan lag-energy spectra kedua objek memperlihatkan adanya fitur lag reverberasi di daerah frekuensi 10?5 ? 10?3?Hz, konsisten dengan temuan oleh studi-studi terdahulu untuk objek yang sama. Di sisi lain, joint fitting pada data spektrum menggunakan beberapa model refleksi relativistik memberikan nilai statistik yang cukup baik ? ????? 2 < 2.0 di semua percobaan. Akan tetapi, parameter sudut inklinasi, spin lubang hitam, dan tinggi korona beberapa kali mengalami fluktuasi akibat isu degenerasi antara ketiganya, sehingga hasilnya sering tak konsisten. Semisal parameter inklinasi dan spin diabaikan, ukuran dan geometri korona dapat dideduksi dari plot kontur (????,????). Dengan interpretasi ini, didapat bahwa geometri korona AGN di NGC 3516 berevolusi selama ~3 tahun observasinya, dari hemisphere hingga lamppost. Sementara itu, observasi tunggal pada NGC 4051 cukup konsisten dengan korona lamppost, meski tinggi koronanya belum bisa ter-constrained. Selain itu, di dua kasus di mana korona diduga berupa lamppost, pemodelan lag-energy spectrum berhasil cocok dengan baik terhadap data observasi dari salah satu instrumen yang memiliki kualitas data yang baik. Masih banyak kekurangan dalam studi ini dan perlu dilakukan studi lebih lanjut, khususnya dengan implementasi teknik dan strategi statistik yang lebih kuat.
PERANCANGAN GIM MOBILE SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN KESADARAN PENGGUNAAN EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD) PADA GENERASI Z (18-22 TAHUN)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya frekuensi kesalahan penulisan kaidah bahasa Indonesia pada Generasi Z, khususnya mahasiswa usia 18–22 tahun, yang cenderung terpengaruh oleh pola komunikasi informal media sosial. Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) secara akurat sangat krusial bagi mahasiswa dalam menyampaikan informasi, terutama dalam konteks akademik. Namun, observasi awal menunjukkan kerentanan kesalahan pada penggunaan tanda baca koma, penulisan preposisi "di", serta peluluhan imbuhan yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah serious game sebagai media interaktif untuk meningkatkan penguasaan kaidah EYD Edisi V pada mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dokumen, wawancara mendalam dengan ahli linguistik, serta survei terhadap 109 responden untuk memetakan perilaku bermain dan gaya belajar target audiens. Hasil dari perancangan ini adalah desain gim pada perangkat ponsel pintar untuk membangun retensi memori jangka panjang bagi Generasi Z
PENGEMBANGAN LINI CASTING MACHINING PLANT Y PT X MELALUI PENJADWALAN PRODUKSI, PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS, DAN PERANCANGAN SISTEM TRACEABILITY
PT X menghadapi inefisiensi operasional pada lini casting-machining Plant Y yang berdampak pada tiga aspek: (1) ketidaksesuaian rencana dan realisasi produksi akibat downtime mesin yang tidak diperhitungkan dalam jadwal, (2) hambatan aliran material akibat penumpukan WIP pada aisle karena konfigurasi tata letak yang tidak optimal, dan (3) penurunan akurasi traceability akibat tidak adanya penugasan lot material berbasis FIFO. Penelitian ini bertujuan merancang solusi terintegrasi untuk mengatasi ketiga permasalahan tersebut. Penjadwalan produksi diselesaikan menggunakan model Integer Linear Programming yang mempertimbangkan estimasi downtime berbasis model Crow-AMSAA dan diselesaikan dengan solver Gurobi. Perancangan ulang tata letak menggunakan pendekatan Systematic Layout Planning (SLP) yang diintegrasikan dengan model optimasi MILP berbasis ongkos material handling jarak rectilinear dengan dua skenario alternatif (centralized dan point-of-use). Sistem informasi traceability dikembangkan menggunakan metode Waterfall dan diimplementasikan sebagai prototipe berbasis ekosistem Microsoft (Power Apps, SharePoint) dengan pemindaian QR Code yang tersinkronisasi dengan Master Production Schedule. Model penjadwalan menghasilkan jadwal dengan nol part terlambat dan mampu menekan biaya produksi non-reguler sebesar 65% dibandingkan kondisi eksisting. Tata letak usulan skenario centralized menurunkan ongkos material handling sebesar 36,5% dan jarak tempuh material sebesar 29,9%, sekaligus mengeliminasi backtracking, dengan hasil yang robust terhadap perubahan demand, upah, dan biaya energi. Sistem informasi yang dikembangkan memenuhi 14 dari 16 kebutuhan fungsional dan memproyeksikan penghematan biaya sebesar Rp1,81 miliar per tahun melalui pengecilan radius isolasi produk cacat. Secara keseluruhan, integrasi ketiga solusi ini berhasil meningkatkan keandalan pemenuhan jadwal, kelancaran aliran material, dan akurasi traceability pada lini casting-machining Plant Y PT X.