π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERANCANGAN STRATEGI KONTEN MEDIA SOSIAL MELALUI INSTAGRAM UNTUK MENINGKATKAN ENGAGEMENT CATALOGY
Pertumbuhan angka pemilik hewan peliharaan di Indonesia, khususnya di kawasan perkotaan seperti Bandung, telah menciptakan peluang baru bagi bisnis di sektor pet care. Namun, banyak perusahaan baru menghadapi kesulitan dalam menjangkau pasar sasaran mereka secara efektif melalui platform digital. Catalogy, sebuah platform pet care yang menawarkan berbagai produk serta layanan konsultasi dokter hewan secara online, saat ini mengandalkan Instagram sebagai saluran promosi utamanya. Meskipun demikian, strategi konten yang mereka terapkan belum mampu menghasilkan engagement yang cukup. Penelitian ini hadir untuk menjawab kesenjangan tersebut dengan merancang strategi konten Instagram yang terstruktur guna meningkatkan engagement Catalogy sekaligus memperkuat keberadaannya secara online. Penelitian ini menggunakan Social Media Marketing Strategic Framework yang dikemukakan oleh Tracy L. Tuten dan Michael R. Solomon, dengan fokus pada Social Publishing Zone. Zona ini menekankan pada penciptaan dan distribusi konten bermerek yang relevan, bernilai, serta menarik untuk menarik dan mempertahankan audiens yang dituju. Untuk mengoperasikan strategi ini, penelitian ini juga menggunakan kerangka SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Time-bound) agar tujuan yang ditetapkan lebih terukur dan realistis. Hasil penelitian ini berupa rancangan strategi konten Instagram yang terdiri dari tujuh langkah: menetapkan tujuan konten, mengidentifikasi audiens sasaran, merencanakan tema, membuat konten, menjadwalkan dan mempublikasikan, memantau performa, serta menganalisis hasil. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui penyebaran kuesioner online kepada pengikut Instagram Catalogy, baik yang sudah ada maupun calon pengikut potensial. Survei menghasilkan 205 respons valid yang menyediakan data mengenai demografi, pola penggunaan Instagram, preferensi format konten, minat tema, serta perilaku keterlibatan. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan distribusi frekuensi sederhana untuk menemukan tren utama serta wawasan yang dapat ditindaklanjuti. Temuan penelitian menunjukkan bahwa audiens utama Catalogy didominasi oleh kalangan dewasa muda berusia 18-34 tahun dengan proporsi perempuan yang sedikit lebih banyak. Sebagian besar responden merupakan mahasiswa atau karyawan swasta berpenghasilan rendah hingga menengah, yang tinggal di Bandung dan wilayah urban sekitarnya. Mayoritas responden adalah pemilik hewan peliharaan, khususnya kucing dan anjing, yang mengonfirmasi relevansi produk dan layanan Catalogy terhadap kebutuhan pasar. Dalam hal penggunaan vi Instagram, responden umumnya membuka platform 2-4 kali per hari, dengan rata-rata durasi 10-30 menit per sesi, terutama pada waktu istirahat siang dan malam hari. Dari sisi preferensi konten, responden lebih menyukai format singkat dan visual seperti Reels dan Stories, disusul oleh carousel foto. Tema yang paling populer mencakup konten hiburan, edukasi, serta promosi atau diskon. Pada tingkat topik, responden menunjukkan minat tertinggi pada meme hewan lucu, tips dan trik perawatan hewan, informasi produk dan layanan, testimoni pelanggan, serta fakta unik tentang hewan. Temuan ini mengindikasikan bahwa audiens lebih menyukai konten yang relevan, menarik secara visual, mudah dikonsumsi dalam waktu singkat, serta mendorong interaksi berupa likes, komentar, simpan, dan bagikan. Berdasarkan wawasan tersebut, strategi konten Instagram yang diusulkan untuk Catalogy menekankan pada posting singkat, informatif, dan menghibur yang dipublikasikan secara konsisten pada jam-jam puncak, dilengkapi dengan ajakan bertindak (CTA) yang jelas serta interaksi aktif dengan audiens. Dengan memprioritaskan metrik engagement, seperti likes, komentar, shares, dan reach, Catalogy dapat membangun kepercayaan serta meningkatkan kesadaran merek sebagai landasan untuk pertumbuhan jangka panjang dalam layanan konsultasi maupun penjualan produk. Implikasi bisnis dari penelitian ini menunjukkan peluang bagi Catalogy untuk mengoptimalkan sumber daya pemasaran yang terbatas, sekaligus memposisikan dirinya sebagai mitra digital tepercaya bagi pemilik hewan peliharaan muda di Bandung. Dalam jangka panjang, penerapan strategi ini secara konsisten berpotensi memperluas jangkauan Catalogy di pasar pet care digital Indonesia yang terus berkembang. Selain itu, penelitian ini juga memberikan pembelajaran yang lebih luas bagi UKM dan startup digital marketing, dengan menegaskan bahwa kerangka strategi terstruktur dapat diadaptasi secara efektif untuk meningkatkan engagement dalam industri dengan target pasar spesifik. Penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu hanya sebatas pada tahap perancangan strategi dan belum mencakup implementasi maupun pengukuran pasca kampanye. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji strategi ini dalam kondisi nyata, mengevaluasi kinerja berdasarkan metrik engagement maupun konversi, serta mengeksplorasi optimalisasi lebih lanjut melalui A/B testing, promosi berbayar, maupun integrasi lintas platform.
PENGARUH FITUR IKLAN INOVATIF TERHADAP PREFERENSI PELANGGAN DENGAN STUDI KASUS PADA CLETRASH
Penelitian ini mengkaji pengaruh fitur iklan inovatif terhadap preferensi pelanggan dengan studi kasus pada Cletrash, sebuah tempat sampah pintar yang mengintegrasikan fungsi pengelolaan sampah dan periklanan digital. Penelitian ini menggunakan metode verifikatif dengan pendekatan kuantitatif, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 209 responden di berbagai kota besar di Indonesia. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan konstruksi teoritis dan dianalisis menggunakan Metode Successive Interval (MSI) serta regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi divergence, motivation, dan trend dalam fitur iklan inovatif secara signifikan memengaruhi preferensi pelanggan, yang mencakup aspek hedonik, kesehatan, kemudahan, dan proses. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin inovatif dan relevan iklan yang ditampilkan, maka semakin tinggi pula preferensi konsumen terhadap produk Cletrash. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi dalam periklanan memainkan peran penting dalam membentuk preferensi konsumen, serta merekomendasikan agar perusahaan mengembangkan strategi iklan yang kreatif, responsif terhadap tren, dan berorientasi pada nilai guna meningkatkan keterlibatan serta loyalitas pelanggan.
MICROMECHANICS-FED MESOMECHANICS SIMULATIONS FOR PREDICTING TRANSVERSE STRENGTH OF QUASI-UNIDIRECTIONAL COMPOSITES
Pemodelan skala meso digunakan untuk memprediksi bagaimana material komposit mengalami kegagalan dan menentukan sifat mekanisnya. Namun, jenis pemodelan ini dapat memakan waktu lama dan biaya yang sangat mahal jika dilakukan langsung pada skala ini. Untuk menghemat waktu dan biaya, penelitian sebelumnya menggunakan pemodelan skala mikro. Dengan menguji berbagai fraksi volume dalam beberapa elemen volume representatif (RVE), pendekatan ini mengurangi waktu dan biaya komputasi. Penelitian ini dimulai dengan pemindaian struktur mikro pada komposit komposit Quasi-UD untuk memeriksa struktur mereka dibandingkan dengan komposit unidirectional tradisional, dengan fokus pada kelengkungan fiber pada sampel. Setelah struktur ditentukan melalui pencitraan, pemodelan dilakukan di Abaqus untuk menentukan sifat mekanis dan kegagalan material di bawah uji tarik pada arah transversal. Jika struktur kelengkungan fiber tidak terlihat dalam pencitraan, pemodelan dilakukan menggunakan TexGen. Setelah struktur tersebut dimodelkan di TexGen, analisis akan dilakukan menggunakan Abaqus untuk mengetahui sifat mekanis dan kegagalan material di bawah uji tarik pada arah transversal. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perilaku komposit sekaligus menjaga efisiensi sumber daya komputasi.
ASSESSING THE IMPACT OF LAND USE CHANGE ON SEISMIC VULNERABILITY IN BUKITTINGGI CITY
This study presents a spatio-temporal assessment of seismic vulnerability in Bukittinggi City, a region of high seismic hazard, by analyzing the impact of land use change from 2015 to a projected 2027 scenario. Using a land use change model (MOLUSCE) and a multi-criteria vulnerability assessment grounded in the Indonesian National Disaster Management Agency (BNPB) framework, this research quantifies how historical and future urban expansion affects the city's risk profile. Vulnerability was calculated by integrating monetized values for physical and economic assets with population data. The findings reveal a clear and consistent upward trend in overall seismic vulnerability across the study period, directly correlated with the expansion of built-up areas. The analysis identifies two distinct risk typologies: the district of Guguk Panjang (GP) is the current epicenter of concentrated risk, characterized by high-density commercial and residential assets in hazard-prone zones. In contrast, Mandiangin Koto Selayan (MKS) is identified as the frontier of emerging risk, where projected urban growth is expected to significantly increase population and asset exposure. This differentiation provides a data-driven basis for tailored policy interventions: focusing on retrofitting and managing existing risk in GP, while implementing proactive, risk-sensitive land use planning to guide future development in MKS. The resulting vulnerability maps serve as a critical tool for local policymakers to enhance urban resilience.
ANALISIS PENINGKATAN EFISIENSI PLTS DENGAN SISTEM PENDINGINAN PASIF: STUDI KASUS PLTS BALI TIMUR
Indonesia, sebagai negara beriklim tropis, memiliki potensi energi surya yang signifikan, namun menghadapi tantangan dalam efisiensi sistem fotovoltaik (PV) akibat temperatur lingkungan yang tinggi. Sistem pendinginan pasif dengan heat sink muncul sebagai solusi potensial untuk menurunkan temperatur operasi panel PV melalui peningkatan disipasi panas, sehingga dapat mencegah penurunan efisiensi. Penelitian ini mengkaji kelayakan penerapan sistem pendinginan heat sink dalam meningkatkan efisiensi PLTS Bali Timur berkapasitas 25 MWp. Studi kasus ini menggunakan pendekatan berbasis simulasi pada perangkat lunak ANSYS dan PVsyst untuk mengevaluasi kinerja tekno-ekonomi pada PV konvensional dan sistem dengan pendinginan heat sink. Implementasi pendinginan heat sink mampu menurunkan temperatur modul PV sebesar 4,187Β°C dan meningkatkan efisiensi sebesar 0,26%. Hasil analisis energi menunjukkan peningkatan produksi energi tahunan menjadi 46.261 MWh/tahun dibandingkan dengan 45.813 MWh/tahun pada sistem konvensional. Secara ekonomi, metode ini layak diimplementasikan dengan Net Present Value (NPV) Rp 182 miliar dan Payback Period (PP) selama 14,6 tahun. Sementara itu, nilai Levelized Cost of Electricity (LCOE) mencapai Rp 726/kWh, lebih tinggi dibandingkan Rp 639/kWh pada sistem konvensional. Penelitian ini membuktikan bahwa implementasi sistem pendinginan heat sink pada PV merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi PLTS dengan tetap memperhatikan trade-off dengan faktor finansial.
FORMULASI STRATEGI KORPORASI DAN PERANCANGAN KANVAS MODEL BISNIS PT. X DENGAN QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX
PT. X merupakan platform e-commerce dengan konsep farm-to-table pertama di Indonesia yang menyediakan berbagai produk segar, termasuk sayuran, buah-buahan, dan bahan makanan lainnya, yang diambil langsung dari petani lokal. Selain penjualan produk segar, PT. X menawarkan layanan pengantaran dan kemudahan dalam berbelanja melalui aplikasi. Dengan fokus pada keberlanjutan dan dukungan terhadap petani lokal, PT. X berusaha untuk memberikan nilai lebih kepada konsumen dan masyarakat. Berdasarkan data perusahaan, data laba kotor PT. X dari tahun 2021 hingga 2022 menunjukkan tren yang positif. Peningkatan ini dapat diatribusikan kepada kebijakan pemerintah yang mendorong masyarakat untuk tetap di rumah selama pandemi, sehingga PT. X dapat memanfaatkan model bisnisnya untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang meningkat akan belanja online. Hal ini menunjukkan bahwa PT. X berhasil beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang lebih memilih berbelanja dari rumah. Namun, setelah pandemi, terjadi penurunan dalam pembelian online sehingga laba kotor PT. X 2022 hingga 2024. Hal ini diakibatkan banyak faktor lingkungan yang berubah. Perubahan faktor lingkungan ini dapat menjadi peluang dan tantangan bagi PT. X, yang harus beradaptasi perubahan tersebut. Dalam penelitian ini, diusulkan strategi yang dapat memperbaiki strategi korporasi PT. X dan Kanvas Model Bisnis yang sesuai dengan strategi tersebut. Proses perumusan diawali dengan pemetaan model bisnis eksisting dengan Kanvas Model Bisnis. Kemudian formulasi strategi korporasi secara komprehensif dilakukan dengan tahapan memetakan posisi perusahaan dengan Matriks IFE dan EFE selanjutnya dilakukan peyesuaian dan pengembangan alternatif strategi dengan Matriks TOWS dan SPACE. Daftar alternatif strategi yang dihasilkan selanjutnya dikembangkan menjadi Kanvas Model Bisnis dan dinilai prioritasnya menggunakan Matriks QSPM. Alternatif strategi terpilih dan Kanvas Model Bisnis usulan yaitu pengembangan one stop solution app dengan pengiriman instan menjadi solusi yang ditawarkan untuk PT. X dalam penelitian ini.
EMBODIED REPETITION SIKLUS MENSTRUASI SEBAGAI MEMORI RAHIM
Karya ini mengeksplorasi rahim sebagai ruang eksistensial dan arsip somatik yang merekam pengalaman tubuh perempuan dalam siklus menstruasi. Melalui pendekatan feminisme pasca-struktural dan penggunaan medium keramik, karya ini menampilkan bentuk sirkular dan warna merah sebagai simbol memori emosional yang tertanam dalam tubuh. Menstruasi dimaknai bukan sebagai gangguan biologis semata, melainkan sebagai proses ritmis yang membentuk kesadaran tubuh dan waktu secara siklikal. Empat fase utama dalam siklus menstruasi, yaitu folikuler, ovulasi, luteal, dan menstruasi akan diterjemahkan secara visual ke dalam bentuk-bentuk keramik yang merepresentasikan pertumbuhan, gairah, ketegangan, dan pelepasan emosional. Pemilihan warna merah pada karya digunakan untuk menekankan intensitas afektif dari setiap fase. Penempatan karya di dinding dipahami sebagai metafora dari dinding rahim itu sendiri, yang menjadi tempat penyimpanan memori tubuh. Melalui karya ini, penulis menawarkan perspektif alternatif terhadap cara pandang patriarki yang berakar pada pengalaman tubuh perempuan dengan menggunakan teori estetika seni yaitu, seni sebagai metafora, serta teori pendukung yaitu, memori somatik pada rahim, dan waktu siklikal dalam menstruasi. Penulis merujuk Jeanne Jaffe dan Roxy Paine sebagai seniman referensi. Karya ini juga menjadi bentuk refleksi personal atas tubuh sebagai ruang yang hidup, dan menyimpan jejak emosional secara berulang.
HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN βTOTAL REWARDβ DAN KINERJA KARYAWAN: STUDI KASUS PERUSAHAAN MINYAK & GAS DI INDONESIA
Fenomena di sektor migas dalam sepuluh tahun terakhir, banyak aset migas mengalami pergantian operator setelah masa konsesi berakhir dan operator baru atau perusahaan minyak nasional mengakuisisi hak tersebut, setelah perusahaan minyak internasional melakukan divestasi atau mengakuisisi aset. Proses manajemen transfer memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja dan produktivitas perusahaan setelah serah terima. Manajemen SDM memainkan peran penting dalam meyakinkan transisi yang baik, terkait dengan desain ulang organisasi, keterampilan peninjauan bakat untuk memetakan penempatan karyawan ke organisasi baru, melakukan kampanye rekrutmen untuk mengisi kesenjangan, dan menawarkan total imbalan untuk menarik, mempertahankan, dan memotivasi karyawan. Total remunerasi bagi karyawan lama memengaruhi keputusan mereka untuk bergabung dengan organisasi baru, juga memengaruhi kinerja karyawan yang akan memengaruhi kinerja perusahaan untuk mencapai target. Oleh karena itu, total imbalan, yang terdiri dari kompensasi, tunjangan, kesejahteraan, pengembangan, dan pengakuan, harus dirancang dengan baik untuk memotivasi karyawan agar tetap bertahan dan meningkatkan kinerja mereka guna mendukung pencapaian target perusahaan. Penelitian ini membahas kinerja pasca-transfer manajemen untuk salah satu wilayah kerja migas di Sumatera, dari perusahaan internasional ke PT Petroleum Upstream Corporation (PUC), salah satu perusahaan migas di Indonesia. PT PUC telah menerapkan manajemen imbalan total sejak tahun 2021.Berdasarkan tren kinerja pada tahun 2021-2024, kinerja karyawan dan perusahaan meningkat dari tahun 2021 ke tahun 2022, menurun pada tahun 2023, dan meningkat pada tahun 2024. Secara umum, kinerja karyawan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan penerapan sistem total reward. Hal ini menunjukkan adanya inkonsistensi kinerja karyawan (kinerja karyawan PUC meningkat pada tahun 2022 dan menurun pada tahun 2023) meskipun manajemen total reward telah diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara Total Reward Management dengan kinerja karyawan, menentukan variabel Total Reward Management yang mempunyai hubungan signifikan terhadap kinerja karyawan dan memberikan rekomendasi Paket Total Reward Management untuk meningkatkan kinerja karyawan di PT Petroleum Upstream Corporation. Penelitian ini menggunakan metode campuran, metode kualitatif yang dikumpulkan melalui diskusi kelompok terfokus (FGD) untuk mengetahui pendapat manajemen tim terkait dengan penerapan total reward dan menganalisis akar penyebab pemecahan masalah, dan metode kuantitatif yang dikumpulkan melalui kuesioner, untuk menganalisis hubungan antara manajemen total reward dan kinerja karyawan. Kuesioner diisi oleh 547 karyawan, dan hasilnya dianalisis dengan analisis regresi berganda untuk menganalisis hubungan antara total reward komposit dan kinerja karyawan, hubungan antara komponen total reward yang terdiri dari kompensasi, tunjangan, kesejahteraan, pengembangan dan pengakuan terhadap kinerja karyawan, dan menganalisis hubungan komponen total reward dan kinerja karyawan dengan variabel kontrol yang terdiri dari usia, jenis kelamin dan lama bekerja. Hasil penelitian menunjukkan dari analisis data kualitatif Focus Group Discussion (FGD) terdapat beberapa faktor penyebab belum konsistennya kinerja pegawai (kinerja pegawai PUC meningkat pada tahun 2022 dan menurun pada tahun 2023) meskipun sistem reward secara keseluruhan telah diterapkan yaitu People, Process, Policy, Environment, Measurement, dan Reward System. Temuan menunjukkan dari analisis data kuantitatif bahwa total imbalan memiliki hubungan yang signifikan dan positif dengan kinerja karyawan. Komponen total imbalan, yang terdiri dari kompensasi, tunjangan, kesejahteraan, pengembangan, dan pengakuan, memiliki hubungan yang signifikan dan positif dengan kinerja karyawan. Kesejahteraan, pengakuan, dan tunjangan memiliki hubungan yang lebih kuat daripada kompensasi dan pengembangan. Variabel kontrol, yang terdiri dari usia, jenis kelamin, dan masa kerja, tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi bersifat robust. Untuk meningkatkan kinerja karyawan, perusahaan harus berfokus pada peningkatan program penghargaan total yang memiliki hubungan dan peningkatan yang lebih kuat untuk variabel dengan skor terendah berdasarkan survei penghargaan total. Program peningkatan pengakuan, sosialisasi total reward, dan program pengembangan pekerja berbasis kompetensi merupakan beberapa program peningkatan yang disarankan untuk kesejahteraan, pengakuan, dan tunjangan guna meningkatkan kinerja karyawan.
KAJIAN PENERAPAN PROJECT PRODUCTION MANAGEMENT (PPM) DI PT X
Industri konstruksi menghadapi berbagai tantangan seperti kompleksitas teknis, koordinasi lintas pemangku kepentingan, dan variabilitas yang berdampak pada waktu dan biaya proyek, sementara pendekatan manajemen proyek konvensional belum mampu mengatasinya secara menyeluruh. Project Production Management (PPM) dikembangkan sebagai solusi dengan memandang proyek sebagai sistem produksi dan mengelola lima pengungkit (desain produk, desain proses, kapasitas, inventori, dan variabilitas). Keberhasilan penerapan PPM terbukti di proyek Terminal 5 Bandara Heathrow dan oleh PT X di Indonesia sejak 2019, yang mampu meningkatkan efisiensi, keandalan pasokan, serta mencegah keterlambatan proyek. Namun, kajian ilmiah mengenai implementasi PPM di PT X, termasuk tantangan selama penerapan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian mengenai kajian penerapan PPM di PT X menjadi penting untuk dilakukan guna memahami gambaran penerapan PPM dan tantangan-tantangan yang dihadapi selama penerapan PPM. Pengumpulan data terkait penerapan PPM dan tantangan yang dihadapi dilakukan melalui wawancara serta penelaahan dokumen PPM dari PT X. Data tersebut kemudian dianalisis untuk melihat kesesuaiannya dengan penerapan dan tantangan yang tercantum dalam literatur. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan PPM di PT X mencakup dua dari tiga elemen utama, yaitu Production System Optimization (PSO) dan Project Production Control (PPC) serta tiga dari lima pengungkit (five levers) yaitu desain proses, inventori, dan variabilitas. Selain itu, penerapan PPM ini didukung oleh software SPS meskipun belum menyeluruh. Tantangan yang dihadapi meliputi biaya tambahan software, keterbatasan teknis, tekanan kerja pada tim, perbedaan mindset dengan project control, serta kesulitan komunikasi lintas tim. Pembelajaran penting dari penerapan ini mencakup perlunya perubahan mindset, keterlibatan semua pihak, pengembangan SDM, serta alternatif tools sederhana jika penggunaan software menjadi kendala.
KAJIAN TEKNO EKONOMI PEMBANGUNAN PLTS DI PLTGU TANJUNG BATU KALIMANTAN TIMUR
Kebutuhan energi listrik di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi. Namun, ketergantungan terhadap energi fosil, terutama batu bara, menimbulkan tantangan terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK). Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) rooftop terintegrasi di PLTGU Tanjung Batu, Kalimantan Timur, serta mengevaluasi kelayakan teknis dan keekonomian proyek tersebut. Metodologi yang digunakan meliputi pemodelan teknis menggunakan perangkat lunak PVsyst dengan data iradiasi dari Solargis, serta analisis keekonomian menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem PLTS rooftop dengan kapasitas 168 kWp mampu menghasilkan energi listrik sebesar 253.311 kWh dalam satu tahun dengan nilai Performance Ratio (PR) sebesar 83,02%. Secara ekonomi, proyek ini layak dengan NPV sebesar Rp 3,92 miliar, IRR 24,22%, dan PP selama 5,4 tahun. Selain itu, proyek ini mampu mengurangi emisi karbon sebesar 5.577,9 ton CO? selama 25 tahun masa operasi. Penelitian ini membuktikan bahwa pengembangan PLTS rooftop di PLTGU Tanjung Batu merupakan langkah strategis untuk mendukung transisi energi bersih dan efisiensi biaya operasional pembangkit.
EVALUASI KINERJA & PERENCANAAN RUTE BUS SEKOLAH KOTA BANDUNG (STUDI KASUS: KECAMATAN LENGKONG)
Penelitian ini menganalisis implementasi bus sekolah di Kota Bandung dengan fokus pada Kecamatan Lengkong. Studi mengidentifikasi beberapa hambatan utama dalam implementasi bus sekolah, meliputi perencanaan rute looping yang tidak tepat sasaran, penentuan titik bus stops yang tidak memenuhi standar jarak berjalan kaki maksimum, dan waktu tempuh yang melampaui batas time window siswa. Penelitian melibatkan survei terhadap 7 sekolah yang mewakili 5,2% populasi siswa di Kecamatan Lengkong. Hasil menunjukkan bahwa 75% responden tertarik menggunakan bus sekolah, dengan motivasi utama berupa jaminan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan, diikuti faktor hemat biaya. Mayoritas responden berada dalam rentang jarak 1-3 km & 3-7 km dari sekolah, mengindikasikan potensi demand yang tinggi untuk layanan bus sekolah. Analisis crosstab mengungkapkan bahwa frekuensi penggunaan angkutan umum sebelumnya berpengaruh signifikan terhadap keinginan menggunakan bus sekolah. Uji Friedman Mean Rank menunjukkan bahwa aspek "Keamanan" dan "Kenyamanan" menjadi prioritas tertinggi bagi siswa, sementara "Tarif Gratis" mendapat bobot kepentingan terendah. Metode Vehicle Routing Problem with Time Window (VRPTW) dengan penyelesaian bi-level objective berhasil menghasilkan perencanaan rute yang optimal dengan mempertimbangkan constraint bertingkat. Penelitian menyimpulkan bahwa bus sekolah memiliki potensi besar untuk diimplementasikan di Kecamatan Lengkong, dengan syarat perbaikan dalam aspek routing, penentuan halte, dan ketepatan waktu. Implementasi yang tepat diharapkan dapat mengurangi kemacetan pada jam puncak sekaligus memberikan alternatif transportasi yang aman bagi siswa.
VARIASI DOSIS PUPUK NPK 15-15-15 TERHADAP PERTUMBUHAN, KADAR KUERSETIN, TANIN, DAN VITAMIN C TANAMAN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.)
Tanaman kelor (Moringa oleifera L.) sering disebut sebagai miracle tree atau pohon ajaib karena kandungan nutrisi yang tinggi dan manfaatnya bagi kesehatan. Tanaman ini memiliki beberapa kandungan metabolit sekunder yang bersifat farmakologis. Potensi kandungan metabolit sekunder tersebut perlu dioptimalisasi, salah satunya melalui rekayasa ketersediaan nutrisi. Aplikasi pupuk dengan dosis yang berbeda dapat menciptakan kondisi cekaman nutrisi (nutrient stress) yang berpotensi memodulasi metabolisme primer (pertumbuhan) dan sekunder (produksi metabolit sekunder). Dalam upaya tersebut, digunakan mekanisme rekayasa ketersediaan nutrisi melalui variasi dosis pupuk NPK 15-15-15. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh variasi dosis pupuk NPK 15-15-15 terhadap pertumbuhan, kadar kuersetin, tanin, dan vitamin C tanaman kelor. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari lima level perlakuan dosis pupuk NPK 15-15-15. Variasi dosis pemberian pupuk NPK 15-15-15 meliputi 0 gram/tanaman, 5 gram/tanaman, 10 gram/tanaman, 15 gram/tanaman, dan 20 gram/tanaman. Parameter yang diukur meliputi laju pertumbuhan mutlak tinggi tanaman, laju pertumbuhan mutlak jumlah daun, kadar kuersetin, tanin, dan vitamin C. Analisis data dilakukan dengan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% dan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan variasi dosis pupuk NPK 15-15-15 berpengaruh terhadap kadar tanin dan vitamin C pada daun tanaman kelor. Kadar tanin tertinggi didapatkan pada perlakuan dosis pupuk NPK 15 gram/tanaman, yakni sebesar 16,93 mg GAE/g. Adapun kadar vitamin C tertinggi ditemukan pada perlakuan dosis pupuk NPK 20 gram/polybag, yakni sebesar 3,59 mg/L. Namun, perlakuan variasi dosis pupuk NPK 15-15-15 tidak berpengaruh terhadap kadar kuersetin dan pertumbuhan tanaman kelor pada 14 hst (hari setelah tanam); 28 hst; 42 hst; 56 hst; 70 hst; dan 84 hst.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS LANTAI PRODUKSI DI CV ARJUNA PLASTIK MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP)
CV Arjuna Plastik merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi berbagai produk plastik dengan sistem produksi berbasis mesin injection molding. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah tata letak fasilitas yang belum optimal sehingga menimbulkan aliran material yang kurang efisien, pemanfaat ruang yang belum optimal, serta kondisi suhu ruang produksi yang kurang nyaman. Metodologi penelitian menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan algoritma Computerized Relative Allocation of Facilities Technique (CRAFT). Perhitungan Air Changes per Hour (ACH) dan suhu ruang dilakukan untuk menilai kelayakan lingkungan kerja sesuai standar ISO Class 8 Cleanroom. Hasil rancangan tata letak usulan menunjukkan bahwa total jarak perpindahan material dapat ditekan dari 134,360 m menjadi 119,300 m atau berkurang sebesar 11,2%, sementara ongkos material handling (OMH) berkurang dari Rp20.337,14 menjadi Rp13.299,88 per periode atau turun sebesar 34,6%. Kapasitas warehouse usulan meningkat sehingga mampu menampung 1.312 karung dan 758 dus, dibandingkan kondisi existing yang hanya mampu menampung sebagian dari 948 karung dan 683 dus produk jadi. Simulasi ventilasi juga memperlihatkan bahwa untuk menjaga suhu di bawah 37 Β°C diperlukan ACH minimal 22,787. Tata letak fasilitas usulan mampu memperpendek jarak perpindahan material, menghemat biaya pemindahan material, menyediakan kapasitas penyimpanan produk jadi yang mencukupi, serta memenuhi standar lingkungan kerja.
PERANCANGAN SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) MODUL MANUFACTURING DAN INVENTORY MENGGUNAKAN ERPNEXT PADA PERUSAHAAN MAKLON
Perusahaan maklon sektor pangan, kosmetik, dan suplemen merupakan perusahaan berskala internasional yang telah berpengalaman sejak tahun 2004 dalam menyediakan layanan maklon. Dengan keahlian profesional yang dimilikinya, produk dari perusahaan ini telah tersebar ke lima puluh negara dan dipercaya oleh ratusan merek ternama untuk memproduksi produknya. Saat ini, perusahaan masih menggunakan pencatatan secara manual yang dapat menyebabkan timbulnya ketidaksesuaian data, keterlambatan update, dan kesalahan input karena human error. Masalah pada perusahaan maklon ini dapat diatasi dengan menerapkan sistem ERP modul manufacturing dan inventory untuk memfasilitasi kebutuhan pencatatan bahan baku sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar dan minim kesalahan input. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem ERP modul manufacturing dan inventory menggunakan ERPNext pada perusahaan maklon sektor pangan, kosmetik, dan suplemen. Sistem ERPNext dipilih karena memiliki fitur yang lebih lengkap dan fleksibel untuk perusahaan maklon. Perancangan sistem ERP dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu identifikasi objek penelitian, identifikasi proses bisnis saat ini (as-is), identifikasi masalah dan tujuan perbaikan, identifikasi kebutuhan sistem informasi, penyusunan proses bisnis usulan, penyesuaian fitur, perubahan fitur, pemodelan proses, dan pengujian sistem. Penyesuaian dan perubahan fitur dilakukan menggunakan metode fit-to-standard dan fit gap analysis untuk memastikan fitur yang dirancang sesuai dengan kebutuhan yang terdapat di Business Requirement Document (BRD) dan standar ERPNext. Sistem ERP yang dirancang memanfaatkan beberapa fitur pada modul manufacturing dan inventory. Sistem hasil rancangan telah melalui tahap validasi dan pada tahap User Acceptance Testing (UAT) memperoleh tingkat kesesuaian 100%.
PERANCANGAN SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) MODUL MANUFACTURING DAN INVENTORY MENGGUNAKAN ERPNEXT PADA PERUSAHAAN MAKLON
Perusahaan maklon sektor pangan, kosmetik, dan suplemen merupakan perusahaan berskala internasional yang telah berpengalaman sejak tahun 2004 dalam menyediakan layanan maklon. Dengan keahlian profesional yang dimilikinya, produk dari perusahaan ini telah tersebar ke lima puluh negara dan dipercaya oleh ratusan merek ternama untuk memproduksi produknya. Saat ini, perusahaan masih menggunakan pencatatan secara manual yang dapat menyebabkan timbulnya ketidaksesuaian data, keterlambatan update, dan kesalahan input karena human error. Masalah pada perusahaan maklon ini dapat diatasi dengan menerapkan sistem ERP modul manufacturing dan inventory untuk memfasilitasi kebutuhan pencatatan bahan baku sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar dan minim kesalahan input. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem ERP modul manufacturing dan inventory menggunakan ERPNext pada perusahaan maklon sektor pangan, kosmetik, dan suplemen. Sistem ERPNext dipilih karena memiliki fitur yang lebih lengkap dan fleksibel untuk perusahaan maklon. Perancangan sistem ERP dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu identifikasi objek penelitian, identifikasi proses bisnis saat ini (as-is), identifikasi masalah dan tujuan perbaikan, identifikasi kebutuhan sistem informasi, penyusunan proses bisnis usulan, penyesuaian fitur, perubahan fitur, pemodelan proses, dan pengujian sistem. Penyesuaian dan perubahan fitur dilakukan menggunakan metode fit-to-standard dan fit gap analysis untuk memastikan fitur yang dirancang sesuai dengan kebutuhan yang terdapat di Business Requirement Document (BRD) dan standar ERPNext. Sistem ERP yang dirancang memanfaatkan beberapa fitur pada modul manufacturing dan inventory. Sistem hasil rancangan telah melalui tahap validasi dan pada tahap User Acceptance Testing (UAT) memperoleh tingkat kesesuaian 100%.