📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

RENCANA PENINGKATAN PEMANFAATAN ENERGI PANAS BUMI MELALUI TEKNOLOGI PEMBANGKIT LISTRIK ORGANIC RANKINE CYCLE DAN FISH COLD STORAGE PADA LAPANGAN PANAS BUMI SONGA WAYAUA

Industri perikanan di Kabupaten Halmahera Selatan dihadapkan pada tantangan terbatasnya infrastruktur fish cold storage, yang menghambat optimalisasi potensi ekonomi lokal. Penelitian ini mengusulkan solusi melalui sistem energi terintegrasi berkonfigurasi kaskade (berjenjang) pada lapangan panas bumi Songa Wayaua, memanfaatkan panas dari brine untuk menggerakkan Pembangkit Listrik Organic Rankine Cycle (ORC) yang panas sisa dari sistem tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Absorption Chiller LiBr-H?O. Analisis termodinamika dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan teknis dan kinerja sistem. Evaluasi ini mencakup perhitungan detail daya keluaran bersih unit ORC, kapasitas pendinginan yang dihasilkan Absorption Chiller, serta efisiensi termal pada sistem. Hasil studi menunjukkan unit ORC mampu menghasilkan daya listrik bersih tambahan sebesar 531,37 kW. Fluida kerja R1233zd(E) terpilih sebagai yang paling optimal berkat kinerja superior serta profil lingkungan yang aman dengan nilai Global Warming Potential (GWP) 1 dan Ozone Depletion Potential (ODP) 0. Panas sisa dari Preheater ORC pada temperatur 125 °C dapat menggerakkan Absorption Chiller, menghasilkan kapasitas pendinginan sebesar 3,28 kW yang terbukti memadai untuk kebutuhan pendinginan produk ikan pada ruang Pre Cooling Room di fasilitas Fish Cold Storage. Lebih lanjut, analisis finansial menunjukkan model bisnis Fish Cold Storage ini layak dengan proyeksi Internal Rate of Return (IRR) 14,89%, secara signifikan berpotensi meningkatkan harga jual ikan dari nelayan hingga Rp145.143/kg. Model integrasi ini tidak hanya meningkatkan pemanfaatan energi panas bumi di lapangan Songa Wayaua, tetapi juga menciptakan hubungan simbiosis strategis antara PT. PLN (Persero) dengan masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan melalui dukungan langsung terhadap industri perikanan.

2025
👤 Penulis: Aria Pratama Putra
🏷️ Energi Panas Bumi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PREDIKSI KEKERINGAN DI INDONESIA MENGGUNAKAN ALGORITMA RANDOM FOREST MACHINE LEARNING

Kekeringan merupakan salah satu bencana hidrometeorologi di Indonesia yang dampaknya diperparah oleh variabilitas iklim global seperti El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD). Bencana ini secara signifikan mengancam sektor vital seperti pertanian, ketahanan pangan, dan ketersediaan sumber daya air bersih. Kebutuhan akan sistem peringatan dini yang akurat menjadi sangat mendesak untuk mitigasi risiko tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model prediksi kekeringan jangka pendek yang andal menggunakan algoritma Machine Learning. Metodologi penelitian ini menggunakan algoritma Random Forest Regressor dengan data iklim bulanan dari reanalisis ERA5, serta indeks ONI dan DMI periode 1984–2024. Nilai Standardized Precipitation Index pada skala 1 dan 3 bulan (SPI- 1, SPI-3) digunakan sebagai variabel target yang akan diprediksi. Model dilatih dan dioptimasi secara terpisah untuk lima provinsi studi kasus yang dipilih untuk mewakili keragaman iklim Köppen di Indonesia. Validasi model dilakukan secara ketat menggunakan skema Time Series Cross-Validation (TSCV) untuk menjaga urutan waktu dan mencegah bias. Hasil evaluasi menunjukkan kinerja model yang sangat tinggi, dengan nilai Koefisien Determinasi (R2) pada periode validasi berada di rentang 0,92 hingga 0,99. Analisis multi-horizon mengungkap adanya dua klaster kinerja yang berbeda secara fundamental, dengan kinerja sangat tinggi di klaster Jawa dan NTT (R2 > 0,80), namun terbatas di Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan (R2 ? 0,3–0,5). Lebih jauh lagi, analisis feature importance mengungkapkan bahwa model secara cerdas menerapkan strategi prediksi ganda (berbasis curah hujan untuk SPI-1 dan persistensi untuk SPI-3) serta mampu beradaptasi dengan iklim lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Random Forest adalah metode yang sangat akurat dan dapat diinterpretasikan, dengan potensi operasional yang kuat untuk diintegrasikan dalam sistem peringatan dini nasional.

2025
👤 Penulis: Deva Desi Deria
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Hidrologi 🏷️ Peramalan Kekeringan

EKSPLORASI TITIK-TITIK RASA SAKIT YANG DIHADAPI PELANGGAN SELAMA PERJALANAN PEMBELIAN PERHIASAN

Banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di industri perhiasan menghadapi kesenjangan antara banyaknya calon pelanggan yang tertarik dengan merek mereka dan tingkat konversi penjualan yang dicapai. Ini menunjukkan bahwa perhatian calon pembeli tidak selalu berujung pada transaksi, dan terdapat kesenjangan pengetahuan mengenai apa yang menghambat keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pain points yang dialami pelanggan perhiasan sepanjang perjalanan pembelian mereka. Pendekatan kualitatif eksploratif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap enam informan dari generasi Z dan Milenial. Analisis data menggunakan reflexive thematic analysis menghasilkan enam tema utama, yaitu kurangnya informasi produk yang jelas, ketidaksesuaian antara produk dan kebutuhan atau nilai pembeli, kesenjangan antara ekspektasi dan realita produk, proses pembelian yang rumit dan menyulitkan, serta ketidakpercayaan terhadap merek. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi pelaku bisnis perhiasan untuk merancang strategi yang meningkatkan pengalaman konsumen, sekaligus berkontribusi pada literatur tentang customer journey di industri perhiasan.

2025
👤 Penulis: Rindiani Ukhti Salsabila
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

JEJARING TUMBUH:EKSPRESI ALUR TRAUMA MELALUI LUKISAN

Selama bertahun-tahun, manusia telah melewati banyak kesulitan, seperti perang, kelaparan, bencana alam, bahkan hal yang paling dekat dengan kita: masalah keluarga. Kesulitan tersebut tidak hanya terlewatkan, terkadang kesulitan itu mendekam dalam diri–dalam sistem anatomi kita, menghentikan koneksi kita terhadap realita. Jejaring Tumbuh didasarkan pada bagaimana trauma tertinggal dan menyebar dalam tubuh. Karya ini berusaha untuk menggambarkan bagaimana trauma diwariskan, tidak hanya dalam konteks warisan darah tetapi juga pada siapapun yang berada di sekitar korban. Teori yang digunakan untuk karya ini merupakan teori seni sebagai ekspresi dari Leo Tolstoy dan seni sebagai intuisi dari Croce. Seni sebagai ekspresi digunakan untuk menyampaikan bentuk ekspresi dari tumbuh, dan berkembang melalui jaringan yang digambarkan oleh bentuk otot— sebagaimana otot sendiri tersebar dalam tubuh manusia. Warna menjadi ekspresi penting yang ditumpuk dengan kontras sehingga membentuk sebuah rentetan bentuk sulur yang memanjang dan juga memisah dari satu sama lainnya untuk menggambarkan bagaimana trauma terwarisi pada lingkungan sekitarnya.

2025
👤 Penulis: Salmaa Pratiwi Abe
🏷️ Jejaring Tumbuh 🏷️ Trauma Ekspresi Seni 🏷️ Hidrologi Trauma

MENDEFINISIKAN ULANG STARTUP PANGAN SEBAGAI EKOSISTEM HIBURAN PEMUDA: PENERAPAN EMPAT BIDANG PENGALAMAN DAN INOVASI MODEL BISNIS – STUDI KASUS SEMESTA LAPAR

Studi ini menguji bagaimana integrasi Empat Ranah Pengalaman (Pine & Gilmore) dengan Business Model Innovation (BMI) mampu menggeser Semesta Lapar dari bisnis makanan berfokus produk menjadi ekosistem hiburan berpusat anak muda. Menggunakan desain action research studi-kasus tunggal di Bandung, data dikumpulkan melalui FGD 10 pelanggan (usia 17–21) dan laporan keuangan bulanan, lalu dianalisis dengan open – axial - selective coding. Temuan tematik menegaskan enam domain yang saling menguatkan - engagement/kebersamaan, pembelajaran & pengembangan diri, koneksi komunitas, komunikasi & identitas merek, inovasi event, serta recall & ikatan emosional. Implementasi aktivasi (lari tematik, tantangan makan cepat Macet, kuis Instagram & hidden discount, freebies, co-creation, dan Semesta Go to School) meningkatkan keterikatan emosional, brand recall, jejaring sosial, dan imersi, sekaligus menjawab masalah Pareto (minim event interaktif, ikatan emosional lemah, atmosfer biasa). Hasilnya memandu revisi Business Model Canvas dengan aktivitas, kanal, dan arus pendapatan baru (biaya/dukungan event, membership, katering). Indikasi awal berupa kenaikan penjualan Juli (sebagian dipengaruhi order katering) menunjukkan integrasi pengalaman dapat meredam stagnasi lewat peningkatan engagement dan repeat visit, sekaligus memosisikan merek sebagai hub remaja. Studi ini menyumbang kerangka praktis bagi startup F&B yang menargetkan Gen Z.

2025
👤 Penulis: Fawwaaz Luthfi I K
🏷️ Ekosistem Hiburan 🏷️ Pengalaman Pengguna 🏷️ Inovasi Bisnis

MENGEMBANGKAN KERANGKA PRIORITAS FITUR TERSTRUKTUR MENGGUNAKAN MATRIKS RICE UNTUK MENINGKATKAN KONVERSI DARI UJI COBA KE PEMBAYARAN DI PELIHARA

Pelihara, sebuah startup SaaS manajemen klinik hewan, menghadapi masalah serius dalam mencapai product–market fit, dengan tingkat konversi 0% dari pengguna uji coba gratis menjadi pelanggan berbayar. Penyebab utamanya adalah fitur yang tidak selaras—modul inti seperti inpatient care dan rekam medis belum lengkap atau tidak praktis, sehingga adopsinya rendah. Secara internal, keputusan pengembangan fitur didasarkan pada intuisi sesaat, dengan masukan pengguna yang dikumpulkan secara informal dan tidak terdokumentasi. Hal ini menyebabkan pengembangan fitur bernilai rendah, inefisiensi, serta ketidakpuasan pengguna. Untuk mengatasi hal tersebut, proyek ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dan eksploratif, termasuk wawancara semi-terstruktur dengan empat klinik pengguna uji coba dan tim internal Pelihara. Temuan penelitian digunakan untuk membuat kerangka kerja prioritisasi fitur yang terstruktur dan berulang, menggunakan model RICE (Reach, Impact, Confidence, Effort). Model ini mengubah masukan kualitatif menjadi skor kuantitatif, sehingga memungkinkan v perbandingan fitur secara objektif dan mengurangi bias dalam pengambilan keputusan. Faktor Effort, yang dinilai secara terbalik, memastikan sumber daya pengembangan difokuskan pada fitur berdampak tinggi dan layak dieksekusi—hal yang krusial bagi startup dengan sumber daya terbatas. Penerapan RICE mengubah prioritas roadmap Pelihara ke arah fitur-fitur yang selaras dengan kebutuhan pengguna dan proposisi nilai perusahaan, sambil menurunkan prioritas fitur “sekadar tambahan”. Proses ini menghilangkan debat berulang, memperlancar pengambilan keputusan, dan menciptakan hubungan langsung antara masukan pengguna dan pembaruan produk. Pendekatan ini diperkirakan akan meningkatkan keterlibatan pengguna uji coba, tingkat konversi, dan adopsi jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan RICE ke dalam siklus sprint secara rutin—dengan dukungan alat kolaborasi, SOP, dan pemantauan metrik secara berkelanjutan—akan menginstitusikan pengambilan keputusan produk yang berbasis data dan berfokus pada nilai. Hal ini memastikan Pelihara berinvestasi pada fitur-fitur yang berpusat pada pengguna dan memiliki pengembalian tinggi, memperkuat jalannya menuju product–market fit dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Vieto Alvaro Balaw
🏷️ Pelihara 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN DESIGN THINKING UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA 7-11 TAHUN

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pendekatan pembelajaran design thinking yang disesuaikan dengan struktur berpikir anak usia 7-11 taun. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, kreativitas cenderung dipersempit menjadi ekspresi visual semata dan belum dilihat sebagai proses berpikir. Akibatnya, pembelajaran kreatif yang mendorong eksplorasi makna, perumusan solusi, serta pemahaman sosial anak kurang mendapatkan tempat dalam praktik pendidikan dasar. Sementara itu, design thinking sebagai kerangka berpikir kreatif yang menekankan empati, eksperimen, dan refleksi iteratif, memiliki potensi untuk dijadikan pendekatan pedagogis yang lebih menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan Educational Design Research dengan menganalisis literatur design thinking dan teori perkembangan anak, serta mengembangkan rancangan pembelajaran yang diuji di ruang kelas dan program pendidikan kreatif anak. Proses perancangan didasarkan pada sintesis antara model design thinking dan teori perkembangan kognitif dan konstruktivis untuk anak usia 7–11 tahun. Melalui pendekatan ini, dirumuskan kerangka konseptual yang dapat membantu pendidikan untuk memahami, merancang, dan mengevaluasi proses kreatif bagi anak secara lebih terarah. Dengan adanya pendekatan pembelajaran ini, diharapkan praktik pendidikan anak usia 7-11 tahun di Indonesia mampu mengintegrasikan aspek design thinking dalam proses belajar yang kontekstual, dan berkontribusi pada pengembangan pedagogi desain yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berpijak pada struktur berpikir anak dan realitas sosial tempat anak belajar.

2025
👤 Penulis: Fabian Akhmad Sembiring
🏷️ Desain Berpikir 🏷️ Pendidikan Anak Usia 7-11 Tahun 🏷️ Kecerdasan Buatan

MENGEMBANGKAN STRATEGI CAMPURAN PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN KEPUTUSAN PEMBELIAN: STUDI KASUS CASHEWAST SNACKBAR

Tren konsumsi dan persaingan di antara merek produk sehat terus meningkat, mendorong produsen untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk produk mereka. Di tengah tren dan persaingan yang semakin meningkat ini, Cashewast menghadapi tantangan dalam hal pemasaran, strategi pemasaran campuran yang sebelumnya diterapkan tidak efektif dan mengakibatkan keputusan pembelian yang lemah di kalangan pelanggan Cashewast. Hal ini menyoroti kebutuhan akan studi yang lebih mendalam dalam merumuskan strategi pemasaran 4P (produk, harga, tempat, promosi). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pemasaran 4P untuk produk Cashewast guna meningkatkan keputusan pembelian di kalangan pelanggan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif melalui kuesioner yang diberikan kepada 200 responden yang merupakan konsumen Cashewast. Data dianalisis menggunakan analisis kuantitatif dengan Analisis Regresi Linnear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk, tempat, dan promosi memiliki korelasi positif dengan keputusan pembelian pelanggan Cashewast. Namun, harga memiliki korelasi negatif dengan keputusan pembelian. Temuan ini memberikan dasar bagi Cashewast untuk mengembangkan strategi campuran pemasaran yang efektif guna meningkatkan keputusan pembelian pelanggan. Strategi tersebut mencakup produk (pengembangan merek baru, desain dan fitur produk, serta kemasan), tempat (mencari saluran distribusi potensial, jenis outlet, dan distribusi), dan promosi (mengembangkan strategi pemasaran dan promosi penjualan yang efektif). Penelitian ini dapat membantu Cashewast dalam mengembangkan strategi pemasaran campuran yang efektif untuk meningkatkan keputusan pembelian di kalangan pelanggan, yang diharapkan dapat Cashewast mencapai relevansi merek yang lebih tinggi, loyalitas pelanggan yang lebih kuat, dan kinerja penjualan yang lebih baik di industri makanan sehat.

2025
👤 Penulis: Naufal Rosyid Hidayat
🏷️ Pemasaran Campuran 🏷️ Analisis Regresi Linier Berganda 🏷️ Makanan Sehat

PEMILIHAN VENDOR UNTUK PRODUK AMUSPHERE MENGGUNAKAN ANALISIS BEST-WORST METHOD

Industri kreatif Indonesia, khususnya pada bidang board game dan card game, menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya minat konsumen terhadap hiburan interaktif. Amusphere, sebuah startup kreatif yang berfokus pada permainan kartu, menghadapi tantangan dalam proses produksinya akibat permasalahan vendor seperti kualitas produk yang tidak konsisten, keterlambatan produksi, serta komunikasi yang kurang transparan, yang sebelumnya mengakibatkan product defect sebesar ±8% dan kerugian finansial. Permasalahan tersebut menegaskan pentingnya evaluasi ulang dalam pemilihan vendor agar operasional perusahaan dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan Best Worst Method (BWM) untuk menentukan vendor paling sesuai dengan cara mengevaluasi serta memprioritaskan kriteria pemilihan yang relevan dengan kebutuhan Amusphere saat ini. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur untuk mengidentifikasi kriteria, Focus Group Discussion (FGD) bersama eksekutif C-level Amusphere untuk memvalidasi dan memfinalisasi kriteria, serta penyebaran kuesioner pairwise comparison untuk menilai tingkat kepentingannya. Kriteria akhir yang ditetapkan meliputi biaya, kualitas, pengiriman, garansi, layanan, dan kapasitas. Hasil analisis BWM menunjukkan distribusi bobot kriteria sebagai berikut: biaya (0,287), kualitas (0,246), pengiriman (0,164), garansi (0,132), layanan (0,104), dan kapasitas (0,067). Berdasarkan bobot kriteria tersebut serta hasil penilaian terhadap alternatif vendor, peringkat tertinggi diperoleh oleh vendor TRT sebagai mitra yang paling sesuai bagi Amusphere, melampaui kandidat lainnya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kerangka kerja yang terstruktur untuk pemilihan vendor yang dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko, serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan Amusphere dalam industri kreatif.

2025
👤 Penulis: Albert Goklas Julio Tambunan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGARUH SISTEM MANAJEMEN BERBASIS PERANGKAT LUNAK TERHADAP KEBERLANGSUNGAN BISNIS KLINIK HEWAN

Industri veteriner tengah mengalami transformasi signifikan melalui adopsi sistem manajemen berbasis perangkat lunak yang meningkatkan efisiensi, hubungan klien, dan keberlanjutan bisnis. Tesis ini menelaah dampaknya pada aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial dengan pendekatan kualitatif serta kuantitatif untuk mengukur tingkat adopsi dan manfaatnya. Temuan utama menunjukkan bahwa sistem manajemen berbasis perangkat lunak membantu praktek veteriner menyederhanakan operasional, menghemat biaya, dan membuka peluang peningkatan pendapatan. Sistem ini juga meningkatkan kepuasan klien melalui layanan dan komunikasi yang lebih baik, serta berpotensi memberi manfaat lingkungan lewat pengelolaan sumber daya dan pengurangan limbah. Meski begitu, biaya awal yang tinggi dan kebutuhan pelatihan staf masih menjadi hambatan adopsi. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun sistem manajemen berbasis perangkat lunak menawarkan keuntungan besar dalam mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan, perencanaan strategis dan investasi yang tepat sangat penting untuk memaksimalkan potensinya. Wawasan yang diperoleh dari penelitian ini memberikan panduan berharga bagi para profesional veteriner dalam memanfaatkan teknologi untuk mendorong lingkungan bisnis yang berkelanjutan dan kompetitif.

2025
👤 Penulis: Muhammad Habibie Musy
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kepuasan Pelanggan

STRATEGI PERENCANAAN PRODUKSI: STUDI KASUS MOFIER

Industri kreatif, khususnya sektor fesyen dan perhiasan, menunjukkan pertumbuhan signifikan di Indonesia namun didominasi oleh Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) yang seringkali menghadapi tantangan operasional fundamental, terutama dalam perencanaan produksi dan pengelolaan inventaris. Mofier, sebuah merek perhiasan berkelanjutan, mengalami penundaan produksi berulang kali yang disebabkan oleh tidak adanya sistem perencanaan produksi formal dan pengelolaan inventaris yang ad-hoc. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi perencanaan produksi yang sistematis bagi Mofier, dengan mengintegrasikan metode peramalan yang sesuai, perhitungan kuantitas pemesanan optimal, safety stock dan reorder point, serta hasil penjadwalan Material Requirements Planning (MRP). Hasil dari data analisis menunjukkan bahwa metode Single Exponential Smoothing (SES) memiliki kesalahan pengukuran dengan akurasi terbaik. Berdasarkan SES dipadukan dengan EOQ, safety stock, dan reorder point, menghasilkan EOQ = 28-unit, safety stock = 10 unit, dan ROP = 23 unit, sehingga dapat menurunkan frekuensi order dari 6 menjadi 2 kali/tahun dan total biaya persediaan sebesar 23,5% dari Rp 680.000 menjadi Rp 520.000 saat diintegrasikan dengan MRP. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi perencanaan produksi berbasis MRP secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi total biaya penyimpanan Mofier, mengubah pendekatan reaktif menjadi terencana dan disiplin, dan untuk riset lanjutan disarankan menguji implementasi penuh lintas SKU dengan horizon data lebih panjang serta integrasi sistem digital.

2025
👤 Penulis: Nailah Farah Fadhilah
🏷️ Perencanaan Produksi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Persediaan

PREFERENSI DAN PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK PEMBERSIH RUMAH TANGGA UNTUK MENGOPTIMALKAN STRATEGI PEMILIHAN KANAL DISTRIBUSI DISSOP: PENDEKATAN CONJOINT

Sebuah studi pasar yang dilakukan oleh Dissop pada akhir tahun 2023 menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai pembelian produk pembersih rumah tangga melalui kanal offline. Berdasarkan temuan ini, perusahaan memperluas distribusi secara offline pada awal 2024 melalui sistem titip jual (konsinyasi). Namun, kinerja penjualan dari kanal offline tersebut tidak memenuhi ekspektasi, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara preferensi yang dinyatakan dan perilaku pembelian aktual. Hal ini mendorong perusahaan untuk menelusuri lebih lanjut faktor-faktor yang sebenarnya dipertimbangkan konsumen dalam memilih kanal pembelian, guna menyelaraskan kembali strategi distribusinya secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi preferensi kanal. Metode campuran eksploratori berurutan digunakan, dimulai dengan wawancara kualitatif untuk mengidentifikasi atribut dasar, kemudian dilanjutkan dengan survei Choice-Based Conjoint (CBC) terhadap 229 responden untuk mengkuantifikasi preferensi. Hasil menunjukkan bahwa kanal retail merupakan opsi yang paling disukai, diikuti oleh atribut penting lainnya seperti harga, ketersediaan produk, dan kenyamanan berbelanja. Penelitian ini merekomendasikan agar Dissop memperkuat kehadiran di kanal retail dan menyesuaikan strategi distribusi agar lebih selaras dengan perilaku konsumen yang sebenarnya.

2025
👤 Penulis: Amanda Daniswara
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pemasaran Digital

PENGARUH GREEN MARKETING MIX TERHADAP CITRA MEREK FASHION BERKELANJUTAN DI INDONESIA: STUDI PADUAN BIRU

Mode berkelanjutan semakin diakui sebagai gerakan budaya dan komersial, tetapi agar merek berhasil, mereka harus mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam setiap aspek strategi pemasaran mereka sambil mengomunikasikan nilai-nilai ini secara efektif kepada konsumen. Studi ini mengeksplorasi dampak bauran pemasaran hijau (produk, harga, tempat, dan promosi) terhadap citra merek Paduan Biru, sebuah merek mode berkelanjutan di Indonesia. Menggunakan metode kuantitatif dengan 180 responden yang diambil secara sengaja, data dianalisis melalui Regresi Linier Berganda (MLR) untuk menguji empat hipotesis. Hasil menunjukkan semua elemen secara signifikan memperkuat citra merek, meskipun dengan pengaruh yang bervariasi. Produk hijau memiliki dampak terbesar, karena konsumen menghargai material ramah lingkungan, produksi yang bertanggung jawab, dan daya tahan. Harga hijau meningkatkan citra ketika didukung oleh komunikasi yang transparan, memposisikan merek sebagai premium namun etis. Tempat hijau memperkuat keaslian melalui sumber dan distribusi yang berkelanjutan, sementara promosi hijau, meskipun signifikan, menekankan perlunya pesan yang konsisten dan persuasif. Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti peran bauran pemasaran hijau yang terintegrasi dalam membentuk persepsi konsumen yang positif dan menawarkan panduan praktis bagi merek mode berkelanjutan lokal untuk berfokus pada integritas produk, harga yang transparan, distribusi yang autentik, dan komunikasi yang efektif.

2025
👤 Penulis: Khansa Nabila Dara Ismedy
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGARUH GROYNE TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN ONE DIMENSIONAL MODEL DI NUSA DUA BALI

Pantai Nusa Dua, Bali, merupakan salah satu kawasan pesisir yang mengalami dinamika perubahan morfologi akibat interaksi antara gelombang, arus, dan aktivitas manusia, termasuk pembangunan struktur pesisir seperti groyne. Struktur ini dirancang untuk menahan sedimentasi dan meminimalkan erosi, namun dapat menyebabkan redistribusi sedimen yang tidak merata, menghasilkan akumulasi di sisi updrift dan erosi di sisi downdrift. Perubahan tersebut dapat berdampak signifikan terhadap keberlanjutan garis pantai, keamanan bangunan di pesisir, serta ekosistem pesisir. Untuk memahami fenomena ini, model satu dimensi diterapkan dalam melakukan simulasi dinamika perubahan garis pantai dan profil dasar pantai dengan menggunakan perangkat lunak MIKE LITPACK serta tiga modul LITDRIFT, LITLINE, dan LITPROF. Data gelombang dari tahun 2016 hingga 2021 digunakan sebagai input utama untuk merepresentasikan pola transportasi sedimen sejajar pantai, perubahan posisi garis pantai, dan perubahan profil dasar pantai. Hasil simulasi menunjukkan bahwa keberadaan struktur groyne secara signifikan memengaruhi distribusi sedimen dengan akumulasi di sisi updrift dan erosi di sisi downdrift. Perubahan garis pantai mengalami akresi hingga +20 meter di sisi updrift dan erosi mencapai -15 meter di sisi downdrift. Profil dasar pantai juga mengalami fluktuasi signifikan dengan penurunan hingga -0,5 meter pada area erosi dan peningkatan hingga +0,3 meter pada area deposisi. Validasi model dilakukan dengan membandingkan hasil simulasi transportasi sedimen dengan data perubahan garis pantai hasil interpretasi citra satelit dan menunjukkan kecocokan yang baik dengan selisih volume sedimen di bawah 3%. Nilai tersebut memperkuat keandalan model dalam merepresentasikan proses morfologi pantai serta menegaskan peran penting groyne dalam memodifikasi perubahan morfologi, sekaligus mengindikasikan potensi dampak erosi di wilayah downdrift dan perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan pesisir.

2025
👤 Penulis: Nadia Salsabila Afridayanti
🏷️ Morfologi Pantai 🏷️ Groyne 🏷️ Model Simulasi Dinamika

USULAN STRATEGI PERENCANAAN PERMINTAAN UNTUK BRAND FASHION DROP-BASED: STUDI KASUS LOVAIN STUDIO

Penelitian ini bertujuan untuk mengajukan dan mengembangkan strategi perencanaan permintaan untuk Lovain Studio, sebuah brand fashion Indonesia dengan model bisnis drop-based yang mengalami masalah inventori. Tanpa sistem peramalan yang formal, keputusan produksi selama ini hanya mengandalkan intuisi, yang sering kali berujung pada kelebihan atau kekurangan stok, menyebabkan biaya penyimpanan atau hilangnya potensi pendapatan. Melalui metode ”Pilot Test” yang serupa dengan action research, akar masalah diidentifikasi menggunakan wawancara kualitatif dan analisis Fishbone. Hasilnya menunjukkan empat masalah utama: bias emosional dalam pengambilan keputusan, data yang tersebar dan tidak terstruktur, tidak adanya SOP peramalan, serta proses produksi yang kaku. Analisis kuantitatif terhadap data penjualan historis dan metrik Instagram memperkuat bahwa belum ada pendekatan perencanaan permintaan yang sistematis. Sebagai solusinya, studi ini mengembangkan dan menguji kerangka kerja peramalan kualitatif. Alat ini didasarkan pada teori Analisis Keputusan Multi-Kriteria (MCDA), dan pengembangannya mengikuti prinsip-prinsip bootstrapping penilaian untuk memformalkan pengetahuan pakar. Kerangka kerja ini secara sistematis menerjemahkan sinyal survei pasar (keterlibatan media sosial) dan pengetahuan pakar (misalnya, keakraban desain, kinerja kategori) menjadi peramalan produksi kuantitatif. Alat bantu perencanaan ini menghitung Demand Signal Index (DSI) berdasarkan lima indikator: Engagement Media Sosial, Kategori Produk, Jumlah DM, Musim, dan Tingkat Familiaritas Desain. Skor DSI ini kemudian dikalikan dengan jumlah dasar (MOQ) dan multiplier strategi (Safe, Moderate, Aggressive) untuk menghasilkan proyeksi jumlah produksi. Model ini diuji pada Drop 10, di mana Lovain memproduksi 50 unit berdasarkan teaser yang diposting di media sosial. Produk terjual habis dalam waktu 24 jam, menghasilkan 0 kelebihan stok dan tingkat penjualan 100%. Namun, terdapat 13 sinyal permintaan pasca- peluncuran yang menunjukkan potensi kekurangan stok dengan estimasi pendapatan yang hilang sebesar Rp 9,8 juta. Temuan ini membuktikan bahwa MCDA adalah alat yang praktis bagi UMKM kreatif, karena memungkinkan pengambilan keputusan produksi berbasis data yang terstruktur dan tetap sesuai dengan siklus cepat industri fashion drop-based.

2025
👤 Penulis: Dimitrij Zenndyono Wiyata T.
🏷️ Fashion Drop-Based 🏷️ Perencanaan Permintaan 🏷️ Analisis Keputusan Multi-Kriteria (Mcda)
Halaman 301 dari 6754
💬