📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI SUPPLIER DAN OPTIMASI PURCHASE ORDER SUPPLIER SAYUR & BUAH MENGGUNAKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MULTI KRITERIA TERINTEGRASI DI PT X HUB LEMBANG

PT X Hub Lembang, sebagai salah satu hub sourcing utama yang menangani 59% volume purchase order sayur dan buah, mengalami permasalahan dalam performa supplier dengan fulfillment rate rata-rata 62,8%, product quality 83,7%, dan variasi kinerja yang lebar antar supplier. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem optimasi terintegrasi berbasis Multi-Criteria Decision Making (MCDM) untuk mengoptimalkan evaluasi supplier dan alokasi purchase order dengan mempertimbangkan trade-off antar kriteria biaya, kualitas, dan keandalan operasional. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan terintegrasi Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Multi-Objective Linear Programming (MOLP) dengan metode weighted max- min fuzzy dari Amid dkk. (2011). Identifikasi kriteria evaluasi supplier dilanjutkan dengan proses AHP menghasilkan 11 sub kriteria beserta bobot masing-masing yang terbagi dalam 3 kategori kriteria yaitu kriteria kinerja ekonomi dengan product price (23,4%), kinerja kualitas dengan reject rate average (10,7%), reject rate consistency (4,9%), waste rate average (6,9%), waste rate consistency (9,5%), dan keandalan operasional dengan fulfillment rate average (12,6%), fulfillment rate consistency (10,1%), supply capacity (6,8%), MOQ flexibility (3,2%), product diversity (2,1%), dan delivery reliability (9,9%). Model MOLP dikembangkan untuk mengoptimalkan tiga fungsi objektif secara simultan dengan mempertimbangkan kendala kapasitas supplier, pemenuhan permintaan, dan diversifikasi portofolio. Implementasi sistem pada 14 SKU prioritas selama periode Juni-September 2024 menunjukkan perbaikan signifikan pada 3 dari 4 kriteria existing yaitu peningkatan pada price competitiveness, fulfillment rate, dan on-time delivery dengan controlled trade-off pada product quality. Secara overall satisfaction, hasil sistem mencapai ?* = 79,2% dengan penghematan biaya sebesar 0,65% (Rp 5,8 juta) dan peningkatan skor layanan sebesar 0,8% . Sistem AHP-MOLP terintegrasi terbukti dapat mengoptimalkan trade-off antar kriteria dan memberikan solusi yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan performa supplier dalam konteks fresh produce supply chain.

2025
👤 Penulis: Fadhlan Hilmi Shafiyuddin R
🏷️ Optimisasi Purchase Order 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Supply Chain 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EVALUASI KONDISI TERMAL LINGKUNGAN KERJA DAN OPTIMASI SISTEM VENTILASI PADA RUANGAN PABRIK SUKU CADANG OTOMOTIF MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD)

Kenyamanan dan keselamatan termal di lingkungan kerja industri manufaktur, seperti pabrik suku cadang otomotif, merupakan faktor krusial yang memengaruhi produktivitas dan kesehatan pekerja. Penelitian ini mengkaji kondisi termal di sebuah pabrik di Karawang yang dilaporkan panas dan tidak nyaman, dengan suhu lingkungan kerja mencapai 34°C hingga 37°C dan kecepatan udara rata-rata yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi termal eksisting secara kuantitatif, serta merancang dan mensimulasikan skema optimasi sistem ventilasi untuk meningkatkan kenyamanan termal di area kerja menggunakan pendekatan Computational Fluid Dynamics (CFD). Metodologi penelitian diawali dengan pengukuran parameter termal secara langsung di 36 titik di lapangan. Data hasil pengukuran ini digunakan untuk menganalisis tingkat kenyamanan termal menggunakan metode Predicted Mean Vote (PMV) dan tingkat keselamatan melalui perbandingan Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB) dengan Nilai Ambang Batas (NAB) yang berlaku. Selanjutnya, model geometri 3D pabrik dibuat dan divalidasi menggunakan data pengukuran untuk mensimulasikan kondisi termal awal (baseline). Berdasarkan analisis model baseline, dua desain optimasi sistem ventilasi dirancang, yaitu desain pertama menggunakan sistem ventilasi silang (cross-flow) untuk meningkatkan aliran udara horizontal dan desain kedua memanfaatkan fenomena efek cerobong (stack effect) yang diperkuat secara mekanis untuk membuang udara panas secara vertikal. Hasil evaluasi kondisi awal menunjukkan bahwa lingkungan kerja tergolong tidak nyaman dengan nilai PMV sebesar 2,57 (kategori "panas"), namun masih dalam batas aman karena nilai ISBB terukur (30,2°C) berada di bawah NAB (31,0°C). Hasil simulasi CFD menunjukkan bahwa kedua desain optimasi berhasil memperbaiki kondisi termal. Desain Optimasi 1 mampu menurunkan nilai PMV menjadi 2,24 melalui peningkatan kecepatan udara yang signifikan di zona kerja. Sementara itu, Desain Optimasi 2 menurunkan nilai PMV menjadi 2,40 dengan keunggulan distribusi suhu yang lebih merata dan efektif dalam mengeluarkan akumulasi panas dari area kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan sistem ventilasi mekanis terbukti dapat memperbaiki kenyamanan termal, meskipun pengaruh suhu udara lingkungan yang tinggi tetap menjadi faktor penghalang utama utuk mendapatkan tingkat kenyamanan termal yang lebih baik.

2025
👤 Penulis: Zaki Azhari
🏷️ Kondisi Termal Industri 🏷️ Optimasi Sistem Ventilasi 🏷️ Computational Fluid Dynamics (Cfd)

PENGARUH VARIASI KECEPATAN DAN ARAH ALIRAN UDARA PADA KENYAMANAN TERMAL PENGGUNA TEROWONGAN PEJALAN KAKI BAWAH TANAH

Pemanfaatan ruang bawah tanah untuk infrastruktur perkotaan, seperti terowongan pejalan kaki, seringkali dihadapkan pada tantangan dalam penyediaan kenyamanan termal bagi penggunanya. Studi ini secara komprehensif menganalisis kondisi termal di terowongan pejalan kaki Bintaro Xchange, yang secara konsisten dilaporkan terasa panas dan pengap. Analisis data lapangan awal mengidentifikasi beberapa faktor kritis, termasuk temperatur radiasi rata-rata (MRT) yang tinggi mencapai 33.48°C dan kinerja sistem ventilasi yang tidak merata, dengan beberapa area hanya menerima aliran udara sekitar 170 CFM. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian menggunakan pendekatan ganda yang mengintegrasikan pengukuran lapangan dengan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) yang divalidasi menggunakan perangkat lunak COMSOL. Model simulasi kondisi asli berhasil mengidentifikasi dua masalah utama: distribusi aliran udara yang sangat tidak merata di sepanjang koridor utama dan keberadaan "zona mati" termal di tenant area, di mana kecepatan udara tercatat sebesar 0.00 m/s. Zona ini menunjukkan kondisi termal ekstrem dengan nilai Predicted Mean Vote (PMV) mendekati +2,0 dan Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD) melebihi 70%, yang secara objektif memvalidasi keluhan pengguna.Model CFD yang telah tervalidasi kemudian digunakan untuk mengevaluasi enam skenario intervensi dengan memvariasikan laju aliran udara (hingga 800 CFM) dan mengubah arah aliran. Hasil penelitian menunjukkan skenario "CFM 600 Y"—peningkatan laju aliran menjadi 600 CFM dengan arah menuju pengguna—merupakan solusi paling optimal untuk koridor utama. Skenario ini berhasil mencapai target sensasi "sedikit hangat" yang lebih realistis untuk iklim tropis, dengan menurunkan PMV rata-rata menjadi +0,6 dan PPD menjadi 13% pada jam puncak. Namun, intervensi ini terbukti tidak efektif untuk tenant area karena ketiadaan sumber ventilasi. Oleh karena itu, direkomendasikan strategi ganda: implementasi skenario "CFM 600 Y" untuk koridor utama dan pemasangan sistem ventilasi atau pendingin udara (AC) independen sebagai solusi struktural yang diperlukan untuk tenant area.

2025
👤 Penulis: Prabu Asshidiq
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Ruang Bawah Tanah 🏷️ Simulasi Fluida Komputasi

EVALUASI POTENSI IMPLEMENTASI STRATEGI PEMANGKASAN BEBAN PUNCAK DENGAN SISTEM BATERAI PENYIMPAN ENERGI DAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA PADA PROSES PENDINGINAN SUSU

Industri pengolahan susu sapi perah memerlukan sistem Milk Cooling Unit (MCU) yang efisien untuk menjaga kualitas susu segar, namun konsumsi energinya yang tinggi masih bergantung pada pasokan listrik konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi implementasi strategi pemangkasan beban puncak melalui integrasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrida 41 kWp dan Sistem Baterai Penyimpan Energi (SBPE) 51,2 kWh yang sudah terpasang dengan beban MCU di KSU Karya Nugraha Jaya. Metodologi penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif, dimulai dengan pemodelan profil konsumsi energi untuk 7 unit Bulk Milk Cooler (BMC). Karakterisasi beban ini dilakukan berdasarkan data baseline lapangan dan studi literatur yang mencakup dua fase operasional utama, yaitu pendinginan intensif dan pemeliharaan suhu. Selanjutnya, simulasi performa sistem terintegrasi dilakukan menggunakan perangkat lunak PVSyst dengan menerapkan algoritma manajemen energi berbasis prioritas untuk mengevaluasi efektivitas strategi yang diusulkan. Hasil pemodelan menunjukkan profil beban MCU memiliki karakteristik puncak ganda yang signifikan, dengan total konsumsi energi tahunan mencapai 69.443 kWh/tahun. Ditemukan bahwa fase pendinginan intensif berkontribusi besar dalam konsumsi energi keseluruhan siklus, mencakup 93,57% dari total konsumsi energi per siklus. Sistem PLTS 41 kWp yang dianalisis mampu memproduksi energi sebesar 65.329 kWh/tahun. Integrasi beban MCU secara signifikan meningkatkan performa sistem PLTS, yang terlihat dari peningkatan Performance Ratio (PR) dari kondisi baseline yang hanya 19,32% menjadi 76,64% pada skenario terintegrasi, yang mengindikasikan utilisasi energi yang jauh lebih optimal. Evaluasi integrasi menunjukkan sistem PLTS-SBPE mampu memenuhi 66,26% dari total kebutuhan energi gabungan. Implementasi strategi pemangkasan beban puncak terbukti sangat efektif, dengan potensi mereduksi beban puncak hingga 80,79% pada kondisi produksi energi optimal. Peran SBPE menjadi penting, terutama dalam mereduksi puncak beban kedua (sore hari) hingga 45,92%, dengan tingkat Self-Consumption (SC) energi keseluruhan mencapai 55,3%. Implementasi sistem ini menunjukkan dampak positif pada potensi penghematan biaya operasional yang mencapai Rp 56.054.268/tahun dan potensi reduksi emisi karbon sebesar 49,07 ton CO?e/tahun. Penelitian ini membuktikan bahwa strategi manajemen energi berbasis prioritas yang didukung SBPE dapat menjadi sebuah solusi untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan, mendukung transisi energi berkelanjutan, serta meningkatkan efisiensi dan kemandirian energi pada industri pengolahan susu.

2025
👤 Penulis: Rafi Fadhlan Nazhif
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Manajemen Energi Industri 🏷️ Hidrologi Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya

ANALISIS KINERJA DAN ENERGI DARI RUANG PENYIMPANAN DINGIN BERDAYA PLTS OFF-GRID

Indonesia memiliki luas perairan laut sebesar 6,4 juta km2 dengan potensi sumber daya ikan mencapai 12,011 juta ton per tahun (KKP, 2022). Jawa Barat, yang terletak di antara WPPNRI 712 (Laut Jawa) dan WPPNRI 573 (Samudera Hindia), khususnya wilayah utara seperti Indramayu, Cirebon, dan Subang menjadi salah satu pusat produksi ikan laut terbesar yang berperan penting dalam ketahanan pangan sekaligus ekspor. Namun, studi kasus di Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa meskipun tangkapan ikan laut melimpah, harga sering jatuh karena tidak adanya ruang penyimpanan dingin yang memadai. Padahal ruang penyimpanan dingin berpotensi memperpanjang masa simpan, menjaga kesegaran, dan menjaga nilai ekonomi hasil tangkapan baik mentah atau yang sudah diolah. Ruang penyimpanan dingin berdaya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menjadi salah satu solusi alternatif. Namun, penerapannya menghadapi sejumlah permasalahan yang perlu dianalisis, yaitu: ketidakpastian besarnya beban pendinginan; kemampuan sistem menjaga kestabilan suhu dan kelembapan ruang; seberapa besar energi yang dapat diproduksi PLTS dalam kondisi aktual; kemampuan charge-discharge baterai dalam menopang operasi pendinginan; serta kemampuan PLTS untuk memenuhi kebutuhan energi pendinginan harian secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban pendinginan sangat dipengaruhi oleh kuantitas ikan dan suhu akhir ikan yang diinginkan, kemudian suhu ruang penyimpanan dingin relatif stabil setelah melewati fase cooling time dan stabilisasi. Produksi energi PLTS bergantung pada intensitas radiasi matahari harian, sementara konsumsi energi mengikuti kebutuhan pendinginan. Pola charge-discharge bergantung pada produksi dan konsumsi harian, perlu penyesuaian beban pendinginan agar proses charge terjadi dan keberlangsungan operasional ruang penyimpanan tetap terjaga di malam hari. Ruang penyimpanan dingin dapat diandalkan namun belum bisa sepenuhnya mandiri karena ketergantungannya pada matahari dan keterbatasan kemampuan dari keseluruhan sistem.

2025
👤 Penulis: Nugraha Nurcandra Novianto
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Energi Renenables

PENGARUH PENAMBAHAN DEFLEKTOR DAN VARIASI KECEPATAN UDARA TERHADAP KINERJA SISTEM PENDINGIN PADA MESIN SP780 DRYING MACHINE

Industri dialyzer di Indonesia mengalami peningkatan produksi seiring prevalensi penyakit ginjal kronis yang mencapai 3,8 per 1000 penduduk. PT Forsta mengoperasikan mesin SP780 Drying Machine dengan blower MAPRO CL 49/21 sebagai komponen kritis dalam proses pengeringan. Blower mengalami masalah overheating yang berpotensi mengganggu kontinuitas produksi, sehingga diperlukan analisis sistematis kinerja sistem pendingin. Penelitian menggunakan pendekatan Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk menganalisis karakteristik perpindahan panas dan aliran fluida pada sistem pendingin blower. Metodologi meliputi pemodelan geometri menggunakan SolidWorks, simulasi CFD dengan COMSOL Multiphysics menggunakan model turbulensi k-?, dan studi parametrik dengan variasi kecepatan udara inlet 1-32 m/s menggunakan material udara dengan properti bergantung temperatur. Simulasi menunjukkan bahwa blower menghasilkan kalor sebesar 1.124,8 W dengan temperatur permukaan rata-rata 77,56 °C, mengindikasikan peningkatan signifikan di atas temperatur lingkungan. Sistem pendingin existing menunjukkan kinerja terbatas dengan kontribusi perpindahan panas permukaan hanya 0,88%- 16,64% dari total pembuangan panas, didominasi jalur inlet-outlet dengan minimal interaksi terhadap permukaan blower. Implementasi deflektor menghasilkan peningkatan perpindahan panas permukaan blower hingga 111 kali lipat. Kontribusi perpindahan panas permukaan meningkat menjadi 40,70% pada kecepatan tinggi. Responsivitas termal sistem dengan deflektor mencapai 2,77 kali lebih baik dibandingkan sistem existing. Energy Performance Index optimal tercapai pada kecepatan 8 m/s dengan peningkatan 10,3%. Deflektor berhasil menciptakan pencampuran turbulen yang signifikan dengan peningkatan turbulensi hingga 78 kali lipat, menghasilkan distribusi udara pendingin lebih efektif ke permukaan blower kritis.

2025
👤 Penulis: Muhammad Zidan Taufiqurrahman
🏷️ Kondisi Industri Dialyzer Di Indonesia 🏷️ Sistem Pendingin Blower Drying Machine 🏷️ Analisis Fluida Komputasi (Cfd)

PENENTUAN MODEL KEBIJAKAN INVENTORI UNTUK PRODUK MUDAH RUSAK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KETIDAKPASTIAN SUPPLIER DAN TINGKAT PELAYANAN UNTUK CUSTOMER B2B SAYURBOX HUB LEMBANG

Sayurbox Hub Lembang menghadapi tantangan manajemen inventori untuk produk mudah rusak dalam melayani customer B2B yang menyumbang 60% total pendapatan. Kesenjangan waktu antara penerimaan purchase order final dan jadwal pengiriman memaksa pembelian last minute harian, mengakibatkan kerugian finansial 10-20% dari profit penjualan akibat waste dan reject tinggi. Ketidakpastian waktu tenggat dari supplier yang tidak selalu dapat mengirimkan pesanan secara penuh menyebabkan gangguan kontinuitas pasokan dan memperburuk pembelian last minute, sementara kebijakan inventori saat ini hanya digunakan untuk menyimpan sisa PO, bukan sebagai safety stock untuk kebutuhan mendadak, walaupun sudah menerapkan strategi FEFO (First-Expired-First-Out). Penelitian ini menggunakan adaptasi model two-stage stochastic mixed-integer linear programming (MILP) dengan mengembangkan kebijakan inventori (s,S) yang menentukan reorder point dan order up to level optimal, serta mempertahankan strategi FEFO untuk produk perishable. Ketidakpastian supplier dimodelkan probabilistik menggunakan distribusi Bernoulli berdasarkan data historis reliabilitas pengiriman penuh, sedangkan skenario permintaan dibentuk melalui klasifikasi statistik yang tervalidasi sesuai karakteristik data Sayurbox tanpa pola temporal. Pendekatan solusi mengombinasikan Optimasi Grid Search dan Simulasi Monte Carlo untuk evaluasi sistematis setiap kombinasi kebijakan dalam kondisi ketidakpastian waktu tenggat. Implementasi kebijakan inventori (s,S) dengan strategi FEFO berhasil mempertahankan service level di atas 98,7% untuk semua produk meskipun turun dari kondisi eksisting 100%, dengan pencapaian tertinggi Sawi Putih (100%), Tomat Merah (99,9%), dan Timun (99,3%). Waste rate mengalami penurunan signifikan pada 5 dari 8 produk: Kol Putih menurun 92% (3,9% menjadi 0,3%), Selada Iceberg menurun 87% (8,3% menjadi 1,1%), Sawi Putih menurun 76% (9,6% menjadi 2,3%), Tomat Merah menurun 58% (3,1% menjadi 1,3%), dan Timun menurun 44% (3,2% menjadi 1,8%). Dampak finansial menunjukkan tujuh produk menghasilkan penghematan total Rp 508,8 juta per tahun, dengan kontribusi terbesar Sawi Putih (Rp 200,7 juta) dan Tomat Merah (Rp 147,5 juta), namun Selada Iceberg mengalami peningkatan biaya Rp 31,9 juta karena holding cost tinggi.

2025
👤 Penulis: Rifqi Ilham Pratama
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN STRATEGI MANAJEMEN PERUBAHAN DALAM TRANSISI SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) DI PT X

PT X adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa rekayasa kimia khusus yang sedang mengalami pertumbuhan bisnis yang pesat sehingga memerlukan transisi ke sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang lebih komprehensif. Namun, transisi ini menghadirkan tantangan signifikan, terutama pada aspek non-teknis seperti kesiapan organisasi dan karyawan terhadap perubahan proses kerja. Tingkat kesiapan yang rendah dapat menghambat adopsi sistem baru dan mengancam keberhasilan transformasi bisnis perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi manajemen perubahan yang terstruktur untuk mendukung proses transisi sistem ERP di PT X. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen perubahan yang terstruktur dan berbasis tahapan, dengan fokus pada tahapan formulate change dan plan change. Tahap awal adalah melakukan pengukuran kesiapan implementasi ERP menggunakan model pengukuran yang telah tervalidasi, yang kemudian diadaptasi untuk konteks PT X melalui pembobotan ulang dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil pengukuran dianalisis menggunakan gap analysis untuk merumuskan strategi manajemen perubahan yang mengacu pada standar praktik profesional. Aktivitas yang dirancang kemudian dipetakan ke dalam model manajemen perubahan untuk memastikan perubahan diadopsi pada level organisasi dan individu. Hasil penelitian menunjukkan skor kesiapan implementasi ERP PT X sebesar 3,692. Meskipun faktor people (4,31) menunjukkan nilai yang cukup tinggi, faktor lain seperti project management (2,61) dan change management (2,73) menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan, dan tidak ada satu pun faktor yang mencapai target yang diharapkan. Berdasarkan temuan ini, berhasil dirancang sebuah strategi manajemen perubahan komprehensif yang diuraikan ke dalam 31 aktivitas konkret. Selain itu, dirancang sebuah rencana proyek manajemen perubahan yang terperinci dalam bentuk Work Breakdown Structure (WBS) dan Gantt chart dengan total durasi 6 bulan. Rencana ini memberikan panduan yang sistematis dan terukur bagi PT X untuk mengelola aspek manusia.

2025
👤 Penulis: Michelle Margaretha Djakaria
🏷️ Manajemen Perubahan 🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Analisis Gap

STUDI KELAYAKAN PERANCANGAN PABRIK PT X UNTUK PRODUKSI RESIN POLYUREA-SILICATE

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan perancangan pabrik PT X yang akan memproduksi resin polyurea-silicate melalui studi kelayakan menyeluruh mencakup aspek pasar, teknis, manajemen, hukum, sosial-lingkungan, dan finansial. Produk resin ditujukan untuk sektor pertambangan dan konstruksi dengan potensi pasar yang terus meningkat. Analisis dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif, termasuk proyeksi permintaan dengan metode compound annual growth rate (CAGR) dan quadratic linear regression, pemilihan lokasi dengan hybrid analysis, serta perhitungan indikator finansial seperti net present value (NPV), internal rate of return (IRR), dan payback period. Hasil menunjukkan bahwa proyek memiliki prospek permintaan jangka panjang, proses produksi yang efisien, struktur organisasi yang fungsional, serta memenuhi regulasi yang relevan. Secara keseluruhan, proyek memenuhi kelayakan aspek pasar, teknis, manajemen, hukum, sosial-lingkungan, dan finansial. Proyek dinyatakan layak dilaksanakan dengan nilai NPV sebesar Rp 5,925 miliar, IRR sebesar 13,015%, dan periode pengembalian investasi selama 8,579 tahun. Proyek ini juga diperkirakan akan memberikan dampak positif secara ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja dan efisiensi rantai pasok bahan kimia domestik. Implikasi manajerial dari hasil penelitian ini adalah pentingnya kesiapan organisasi dalam tahap implementasi, serta pengawasan berkelanjutan terhadap aspek teknis dan finansial.

2025
👤 Penulis: Abbie Massie P. Hutagalung
🏷️ Pertambangan 🏷️ Konstruksi 🏷️ Analisis Finansial

PERANCANGAN PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN PADA PLATFORM EDUCATION TS DENGAN PENDEKATAN FUZZY KANO MODEL DAN FUZZY IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS

TS merupakan platform edutech yang menyediakan layanan bimbingan belajar daring dan luring bagi siswa SMP dan SMA. Selama lima tahun beroperasi, TS belum melakukan evaluasi kepuasan pelanggan secara menyeluruh, meskipun data internal menunjukkan adanya fluktuasi signifikan pada pendapatan bulanan dan jumlah pengguna aktif antara Januari 2024 hingga April 2025. Hasil wawancara dengan stakeholder dan hasil observasi menunjukkan adanya berbagai keluhan pelanggan. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan dalam pengelolaan kualitas layanan, kurangnya pemetaan kebutuhan pelanggan, dan tidak adanya sistem evaluasi kepuasan yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merancang perbaikan kualitas layanan TS melalui identifikasi atribut layanan yang memengaruhi kepuasan pelanggan, penentuan atribut kritis yang diprioritaskan untuk perbaikan, serta penyusunan usulan implementasi solusi. Metodologi penelitian mengacu pada engineering design process dengan dukungan pendekatan Fuzzy Kano Model dan Fuzzy Importance Performance Analysis (FIPA). Data primer diperoleh melalui kuesioner kepada 102 pelanggan aktif TS periode Januari–April 2025. Analisis dilakukan untuk mengklasifikasikan atribut layanan, menentukan tingkat kepentingan dan performansi, serta menyusun prioritas perbaikan melalui situation analysis dan prinsip TRIZ. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23 atribut layanan yang memengaruhi kepuasan pelanggan. Dari jumlah tersebut, 7 atribut teridentifikasi sebagai kritis, dan 5 atribut diprioritaskan untuk perbaikan. Usulan implementasi dituangkan dalam bentuk project charter yang dapat dijadikan pedoman manajerial. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan kerangka evaluasi layanan berbasis data serta rekomendasi perbaikan strategis yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, memperkuat kualitas pembelajaran, dan mendukung daya saing TS di industri pendidikan digital.

2025
👤 Penulis: Husna Qotrunnada
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pengembangan Layanan Digital

PENGEMBANGAN MODEL KESIAPAN DIGITAL UKM

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi bisnis di berbagai sektor, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM). Namun, tingkat adopsi digital pada UKM di Indonesia masih tergolong rendah akibat keterbatasan sumber daya, kurangnya pengetahuan, dan minimnya strategi digital yang terencana. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model kesiapan digital yang relevan dengan karakteristik dan keterbatasannya, serta menganalisis hubungan antar faktor yang berpengaruh. Model dikembangkan dengan mengintegrasikan dimensi technological sensemaking, organization, dan knowledge leadership. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap UKM di Indonesia, dengan analisis PLS-SEM untuk menguji model dan hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan seluruh konstruk memiliki pengaruh signifikan, dengan konstruk strategy/plan menjadi yang paling signifikan. Temuan ini memberikan implikasi manajerial berupa pentingnya mengintegrasikan aspek teknologi dalam strategi bisnis jangka panjang.

2025
👤 Penulis: Faikar Mujahid Akbar Soekiswo
🏷️ Digitalisasi 🏷️ Kecerdasan Digital Buatan 🏷️ Manajemen Ukm

ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI INTENSI PENGGUNAAN MOBILE APPLICATION PAXEL DI CIREBON

Perkembangan internet dan teknologi yang pesat berdampak pada semakin masifnya penggunaan aplikasi daring. Data menunjukkan bahwa 99.5% pengguna internet menggunakan telepon cerdas untuk memenuhi kebutuhannya. Hal ini direspon positif oleh berbagai sektor industri, termasuk industri jasa pengiriman. Industri jasa pengiriman memiliki peran penting dalam menunjang kebutuhan pengiriman barang melalui ekosistem rantai distribusi yang terhubung melalui aplikasi, salah satunya adalah PAXEL. Dengan slogan “sehari sampai”, PAXEL berupaya menciptakan ekosistem pengiriman digital yang dapat diakses dalam satu aplikasi. Intensi penggunaan aplikasi dinilai penting untuk meningkatkan transaksi pengiriman, untuk itu identifikasi faktor perlu dilakukan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap intensi penggunaan aplikasi PAXEL di Cirebon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor terhadap intensi pelanggan dalam menggunakan aplikasi PAXEL. Konstruk model didasarkan pada model TAM dan TCV yang dikembangkan menjadi 7 konstruk yaitu perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEOU), trust & brand (TRB), price saving benefit (PSB), time saving benefit (TSB), performance & quality value (PQV), dan visibility (VIS) dengan total instrumen sebanyak 26 pertanyaan. Uji validitas dan uji reliabilitas dilakukan guna memastikan data valid dan reliabel, dilanjutkan analisis mean dan varians, PLS-SEM, uji hipotesis, dan interpretasi hasil kuesioner yang dikumpulkan. Hasil dari penelitian ini berupa variabel pada model yang berpengaruh signifikan terhadap intensi pelanggan dalam mengggunakan aplikasi PAXEL. Saran dan rekomendasi terhadap hasil penelitian disampaikan kepada PAXEL guna meningkatkan intensi pengguna dalam menggunakan aplikasi PAXEL di Cirebon.

2025
👤 Penulis: Mutesra Andhika Gustama P S
🏷️ Integrasi Teknologi Informasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN SKEMA PURCHASING CONSORTIUM LOGISTIC PARTNER PT X UNTUK EFISIENSI BIAYA PENGADAAN BARANG CONSUMABLES

PT X sebagai perusahaan otomotif di Indonesia menjalankan sistem logistik milk run bersama sembilan logistics partner (LP). Dalam praktik eksisting, setiap LP melakukan pengadaan consumables seperti ban dan oli secara individual, sementara biaya ditagihkan kepada PT X dalam bentuk standar Rp/km. Mekanisme ini membuat biaya bersifat langsung variabel terhadap jarak tempuh logistik, tetapi daya tawar pembelian menjadi rendah karena volume yang terfragmentasi. Sebaliknya, PT X Asia di Thailand telah menerapkan fuel bundling scheme dengan mengonsolidasikan kebutuhan LP, sehingga mampu memperoleh harga lebih efisien. Penelitian ini bertujuan merancang model Purchasing Consortium (PC) yang sesuai dengan kondisi Indonesia untuk meningkatkan efisiensi biaya pengadaan consumables. Metodologi yang digunakan meliputi spend analysis dan diagram Pareto untuk menentukan prioritas, regresi linear untuk mengidentifikasi hubungan produksi dengan kilometer logistik, serta metode Holt–Winters exponential smoothing untuk meramalkan kebutuhan hingga 2030. Skema PC kemudian diuji dengan mekanisme Common Replenishment Epoch (CRE), yaitu penjadwalan pemesanan bersama antar-LP agar total volume terkonsolidasi dan syarat diskon atau minimum order quantity dapat tercapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PC dan CRE mampu memberikan penghematan biaya secara konsisten. Untuk Goodrich EMSA, penghematan tahunan berada pada kisaran Rp814–840 juta (4,81–4,84%), sedangkan untuk Oil Machine sebesar Rp404– 409 juta (4,63–4,69%). Persentase penghematan relatif stabil selama periode 2026–2030. Hal ini menegaskan bahwa skema PC dengan dukungan mekanisme CRE berpotensi menjadi strategi efisiensi biaya yang berkelanjutan serta dapat mendukung daya saing operasional PT X dalam jangka menengah.

2025
👤 Penulis: Rozan Maulana Amin
🏷️ Logistik 🏷️ Efisiensi Biaya Pengadaan Consumables 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN KONSEP PRODUK OIL-BASED CLEANSER PT X DENGAN METODE CHOICE-BASED CONJOINT

Industri farmasi dan kosmetik di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh peningkatan permintaan terhadap produk berbahan dasar alami. PT X sebagai perusahaan yang berfokus pada pemanfaatan bahan alam lokal mengembangkan produk oil-based cleanser dengan virgin tamanu oil. Namun, meskipun tren skincare terus meningkat, penjualan produk oil-based cleanser belum menunjukkan performa yang optimal. Salah satu penyebab utama yang teridentifikasi adalah belum dilakukannya riset pemasaran untuk memahami preferensi konsumen. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara spesifikasi produk dengan ekspektasi pasar. Penelitian ini bertujuan merancang konsep produk oil-based cleanser yang sesuai dengan preferensi konsumen melalui pendekatan choice-based conjoint (CBC) dengan survei daring dan data yang terkumpul sebesar 173 responden. Estimasi nilai utilitas masing-masing atribut dilakukan menggunakan pendekatan hierarchical Bayes (HB) yang memungkinkan analisis pada tingkat individu. Selanjutnya, segmentasi preferensi konsumen dilakukan melalui analisis regresi logistik kelas laten untuk mengidentifikasi kelompok pengguna dengan pola preferensi yang berbeda. Selain itu, metode Van Westendorp price sensitivity meter (PSM) digunakan untuk menentukan rentang harga optimal produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling memengaruhi keputusan pembelian secara berurutan adalah tingkat keefektifan, konsistensi dan jenis kemasan, ukuran kemasan, tekstur, dan jenis manfaat. Segmentasi berbasis analisis kelas laten menghasilkan empat segmen konsumen dengan preferensi yang berbeda yaitu “Focused Functionalists”, “Daily Comfort Seekers”, “The Begginers”, dan “The Balance”. Berdasarkan simulasi pangsa pasar, konsep produk dengan kombinasi gentle, kemasan pump berukuran 100 ml, tekstur watery, dan dapat digunakan untuk seluruh jenis kulit. Hasil analisis Van Westendorp menunjukkan bahwa rentang harga yang dianggap wajar oleh konsumen berada pada kisaran Rp60.000 hingga Rp120.000 dengan harga optimal di Rp77.500. Kombinasi atribut dan strategi harga ini diharapkan mampu meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk oil-based cleanser PT X.

2025
👤 Penulis: Muhammad Abdul Ghaffar Baihaqi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Regresi Logistik

PEMODELAN DAN PERANCANGAN PENGONTROLAN KOLOM DISTILASI BINER BATCH DENGAN KONTROL PROPORTIONAL- INTEGRAL-DERIVATIVE

Penelitian ini berfokus pada pengembangan dan optimisasi model dinamika untuk kolom distilasi biner batch skala pilot guna mengatasi keterbatasan sistem kontrol sederhana yang memperlambat proses dan mengurangi efisiensi. Sebuah model matematis berbasis neraca massa dan energi untuk sistem 4-tahap teoretis dikembangkan, yang mencakup dinamika komposisi dan termal, volatilitas relatif dinamis, serta kehilangan panas ke lingkungan. Parameter kunci model, seperti koefisien perpindahan panas dan holdup kolom, diidentifikasi dengan mencocokkan data simulasi terhadap data temperatur eksperimental menggunakan algoritma Differential Evolution, menghasilkan model yang akurat dengan galat RMSE 1.577 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kontrol PID secara signifikan lebih unggul daripada kontrol on-off sederhana. Kontrol PID mampu mengurangi waktu pemanasan dari 5 jam menjadi kurang dari 4 jam dan meningkatkan produksi fraksi komponen ringan sekitar 0.1 per satuan waktu, meskipun menunjukkan adanya overshoot awal. Dengan demikian, penerapan kontrol PID terbukti menjadi peningkatan yang efektif untuk mengoptimalkan operasi dan produktivitas sistem kolom distilasi batch. Kata kunci: Distilasi Batch, Pemodelan Dinamis, Identifikasi Parameter, Differential Evolution, Kontrol PID, Kontrol Proses

2025
👤 Penulis: Christoporus Nicholas
🏷️ Pengontrolan Kolom Distilasi Batching 🏷️ Model Matematis Dinamika
Halaman 304 dari 6754
💬