📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PEMODELAN NUMERIK SISTEM PANAS BUMI KOMPLEKS KALDERA KEPAHIANG, BENGKULU, INDONESIA

Lapangan panas bumi Kepahiang di Bengkulu, Indonesia, merupakan kompleks kaldera dengan zona upflow di dalam maupun di luar batas kaldera. Konfigurasi ini mengindikasikan kendali struktur sesar terhadap distribusi fluida dan panas, sehingga pemodelan numerik diperlukan untuk lebih memahami sistem panas buminya. Penelitian ini mengintegrasikan data geologi, geokimia, dan geofisika (3G) untuk membangun model numerik tiga dimensi menggunakan perangkat lunak Volsung dengan persamaan keadaan EOS1 pada domain 146,25 km² dengan ketebalan 3,5 km. Model dikalibrasi menggunakan data geotermometer (Sempiang 275–300 °C; Kaba 300–330 °C; Grojogan Sewu 200–250 °C), laju alir manifestasi permukaan (Sempiang 41,76 kg/s, Grojogan 11,41 kg/s), kontur isotermal, dan data suhu sumur KPH-01. Hasil menunjukkan heterogenitas fasa antar sektor: Kaba menampilkan fenomena counterflow dengan zona uap (1088–468 mdpl, Saturasi gas 0,5–0,9), zona pendidihan (468–312 mdpl), dan zona air tekanan tinggi di bawah 468 mdpl. Sempiang memiliki zona pendidihan dangkal (312–0 m, Saturasi gas maksimum 0,32) dan dibawahnya zona air tekanan tinggi, sedangkan Grojogan Sewu berupa dominasi air dengan caprock relatif lebih tipis (780–156 m), dan temperatur lebih rendah. Pemodelan numerik menegaskan bahwa Kepahiang adalah sistem dua fasa heterogen dengan kecenderungan awal menuju sistem dominasi uap, di mana Kaba berperan sebagai pusat zona uap lokal. Karakter ini menunjukkan potensi pengembangan signifikan, meskipun kalibrasi lanjutan berbasis data sumur eksplorasi dan produksi diperlukan untuk meningkatkan akurasi model dan mendukung strategi pengelolaan reservoir secara berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Hardy Ferrysian Logiani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KARAKTERISASI KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) TERFERMENTASI SEKUNDER BAKTERI ASAM LAKTAT (LACTOBACILLUS PLANTARUM) DENGAN TINGKAT PENYANGRAIAN BERBEDA

Kopi merupakan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi dengan dua jenis utama yang umum diperdagangkan, yaitu arabika dan robusta. Kopi robusta memiliki cita rasa lebih pahit serta kadar kafein lebih tinggi dibandingkan kopi arabika sehingga diperlukan pengolahan lanjutan berupa fermentasi sekunder yang dapat meningkatkan cita rasa dan aroma. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh fermentasi sekunder menggunakan bakteri Lactobacillus plantarum dan tingkat penyangraian (roasting) berbeda terhadap karakteristik fisikokimia kopi robusta. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah metode perlakuan kopi (fermentasi dan non-fermentasi), dan faktor kedua adalah tingkat derajat roasting (light, medium, dan dark). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi kadar fenolik total, kadar kafein, dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan kenampakan). Analisis data dilakukan dengan ANOVA dilanjutkan uji Duncan pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Senyawa volatil kopi robusta dianalisis menggunakan principal component analysis (PCA). Proses pasca panen dalam penelitian ini meliputi fermentasi 12 jam pada biji kopi robusta beras (green bean), dilanjutkan proses roasting pada tiga tingkat: ringan (light), sedang (medium), dan gelap (dark). Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, pH, kandungan fenolik total, kadar kafein, aktivitas antioksidan, dan senyawa volatil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi sekunder selama 12 jam dan perlakuan tingkat roasting terbaik yaitu hasil roasting tingkat medium dengan kadar fenolik non-fermentasi 36,63 mg/mL dan kandungan antioksidan fermentasi 78,36%. Sedangkan kadar kafein terendah pada tingkat dark untuk fermentasi L. plantarum yaitu 15,19 ppm. Proses fermentasi dapat meningkatkan kompleksitas asam organik kopi robusta dan menurunkan nilai pH. Dengan demikian, kombinasi fermentasi sekunder menggunakan L. plantarum dan roasting tingkat sedang memberikan peningkatan kualitas kopi robusta.

2025
👤 Penulis: Shinta Putri Hafizhah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN INSINERATOR LIMBAH MEDIS GEDUNG BARU RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK (RSKIA) KOTA BANDUNG

Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung merupakan Rumah Sakit Pemerintah Kota Bandung yang tergolong kelas B. Gedung lama berlokasi di Jalan Astaraanyar No. 224, Bandung, sementara gedung baru berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim No. 311, Kopo, Bandung. Sampai saat ini RSKIA Kota Bandung menyerahkan limbah medis yang dihasilkan ke pihak ketiga, yaitu perusahaan pengolah limbah medis. Padahal, RSKIA Kota Bandung memiliki potensi untuk melakukan pengolahan limbah medis secara on-site yang dapat meminimalkan risiko kontaminasi selama transportasi dan mengurangi biaya pengolahan limbah medis. Selama observasi yang dilakukan di gedung lama pada tanggal 6-8 Februari 2018, ditemukan bahwa timbulan limbah medis ratarata RSKIA Kota Bandung sebesar 0,87 kg/bed/hari. Setelah dilakukan proyeksi terhadap gedung baru, maka diketahui bahwa timbulan limbah mencapai 377,40 kg/hari, oleh karena itu didesain insinerator limbah medis dengan berkapasitas 150,96 kg/jam dengan lama proses pembakaran selama 2,5 jam/hari. Berdasarkan proses pembobotan diputuskan bahwa jenis insinerator yang digunakan adalah controlled-air incinerator. Fasilitas pengolahan limbah medis ini juga dilengkapi dengan dua ruang bakar, flue gas quench tower menggunakan prinsip direct water injection, selective catalytic reduction denoxification, venturi scrubber, dan fasilitas pendukung lainnya seperti burner, blower, pompa, mist eliminator, fan, cerobong, ducting, dan juga gedung lokasi penempatan insinerator.

2025
👤 Penulis: Ahmad Dian Saputra
🏷️ Insinyur Lahan Medis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pengolahan Limbah

KARAKTERISTIK PENAHANAN SUARA KOMPOSIT SANDWICH TIGA DIMENSI TENUNAN DENGAN VARIASI JUMLAH LAPISAN INTI DAN PENAMBAHAN BUSA SEBAGAI PANEL LANTAI KERETA API

Komposit sandwich tenunan tiga dimensi telah dikembangkan melalui penambahan jumlah lapisan inti dan penambahan busa untuk meningkatkan sifat mekaniknya. Dalam aplikasinya, material ini berpotensi digunakan sebagai panel lantai kereta api yang tidak hanya menjawab kebutuhan struktural, tetapi juga berfungsi sebagai peredam suara. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji terkait karakteristik penahanan suara komposit sandwich tenunan tiga dimensi dengan variasi jumlah lapisan inti dan penambahan busa. Pengujian dilakukan menggunakan metode dua ruang dengung sesuai standar ASTM E90 untuk memperoleh nilai Sound Transmission Loss (STL), yang selanjutnya diolah menjadi indeks Sound Transmission Class (STC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jumlah lapisan inti memberikan peningkatan penahanan suara komposit sandwich tenunan tiga dimensi pada frekuensi 315– 1000 Hz. Kenaikan STL terbesar sekitar 6,6 dB dan nilai STC yang hanya bertambah dari 28 pada spesimen satu lapis (1NB) menjadi 30 pada spesimen tiga lapis (3NB), sehingga peningkatannya dianggap belum signifikan. Penambahan busa memengaruhi peningkatan penahanan suara, namun bergantung pada kontrol manufaktur. Distribusi busa yang tidak merata membuat hasil inkonsisten, di mana spesimen 2B tidak menunjukkan perubahan STC, sedangkan spesimen 1B dan 3B mengalami kenaikan. Meski demikian, peningkatan STL pada spesimen berbusa hanya mencapai maksimum sekitar 4,1 dB, sehingga perbaikan yang diperoleh terbatas dan belum signifikan.

2025
👤 Penulis: S Faustafarrel Q
🏷️ Komposit Sandwich Tiga Dimensi 🏷️ Penahanan Suara 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Panel Lantai Kereta Api

STUDI KETAHANAN KOROSI PADUAN ZN-0,5MG-0,5CU YANG DIFABRIKASI VIA EQUAL CHANNEL ANGULAR PRESSING MENGGUNAKAN METODE FLOW IMMERSION DI LARUTAN SIMULATED BODY FLUID

Paduan berbasis seng (Zn) berpotensi sebagai material stent biodegradable, tetapi masih menghadapi kendala sifat mekanik yang rendah dan perilaku korosi yang tidak seragam. Penelitian ini berfokus pada paduan Zn-0,5Mg-0,5Cu sebagai kandidat utama, dengan Zn murni dan Zn-0,5Mg digunakan sebagai kontrol. Seluruh material dibuat melalui pengecoran, dilanjutkan homogenisasi, dan perlakuan equal channel angular pressing (ECAP) hingga dua lintasan. Karakterisasi meliputi mikroskopi optik, SEM-EDS, dan uji kekerasan Vickers, sedangkan perilaku korosi dievaluasi dengan uji flow immersion dalam larutan simulated body fluid (SBF) selama 48 jam. Homogenisasi memperbaiki keseragaman butir dan mengurangi segregasi, namun sedikit menurunkan kekerasan. Perlakuan ECAP memperhalus butir dan meningkatkan densitas dislokasi sehingga terjadi penguatan utama melalui mekanisme Hall-Petch dengan kontribusi tambahan dari strain hardening. Penambahan Mg dan Cu membentuk fasa intermetalik (Mg2Zn11 dan Mg2Cu) yang berperan dalam penguatan, namun juga dapat memicu sel mikrogalvanik yang mendorong korosi lokal. Selama imersi, terbentuk film awal Zn(OH)2/ZnO dan Mg(OH)2 yang rapuh, disertai film sekunder karbonat/fosfat, morfologi korosi didominasi pitting dan under-deposit localized corrosion (UDLC). Secara keseluruhan, kondisi dengan ECAP menunjukkan laju korosi yang lebih rendah dibanding homogenisasi. Khususnya, paduan Zn-0,5Mg-0,5Cu pada kondisi 2-ECAP mencapai laju korosi <0,5 mm/y (48 jam, flow immersion SBF), sehingga berpotensi diaplikasikan sebagai material stent biodegradable untuk sistem gastrointestinal.

2025
👤 Penulis: Salman Ardian Pradana Putra
🏷️ Korosi 🏷️ Paduan Zn-Mg-Cu 🏷️ Metodologi Teknik Pembuatan Material

SELEKSI SENYAWA AKTIF BAHAN ALAM SEBAGAI KANDIDAT INHIBITOR PROTEASE HIV-1 MENGGUNAKAN DIMER-BASED SCREENING SYSTEM

Protease HIV merupakan salah satu target utama dalam Highly Active Antiretroviral Therapy (HAART) penyakit AIDS. Obat yang saat ini telah diakui FDA sebagai inhibitor protease HIV adalah Darunavir. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Darunavir memiliki dua mode aksi, yaitu mengikat sisi aktif pada bentuk dimer dan mencegah proses dimerisasi dengan berikatan pada monomer. Pengembangan obat HIV baru diperlukan sebagai respons akan meningkatnya resistensi virus terhadap terapi yang tersedia. Hal ini mendorong eksplorasi kandidat senyawa baru dengan mekanisme kerja alternatif seperti inhibisi dimerisasi protease HIV. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan penapisan senyawa bahan alam khususnya dari tanaman obat Indonesia yang berpotensi sebagai alternatif inhibitor dimerisasi protease HIV. Penapisan senyawa dilakukan secara in silico dengan analisis karakteristik farmakokimia senyawa berdasarkan standar ADMETLab 2.0 serta penilaian skor afinitas pengikatan melalui simulasi molecular docking menggunakan AutoDock Vina. Sebanyak 465 senyawa diseleksi berdasarkan kriteria kelayakan farmakokimia dan profil ADMET, kemudian 50 senyawa dengan skor terbaik dipilih untuk dianalisis lebih lanjut melalui molecular docking. Docking dilakukan antara ligan dengan reseptor molekul dimer protease HIV (PDB ID: 3OXC) pada sisi aktif dan monomer protease HIV (PDB ID: 1HHP) secara Blind docking. Senyawa terbaik hasil uji molecular docking dikonfirmasi dengan uji in vitro Dimer-Based Screening System (DBSS) HIV yang telah dikembangkan sebelumnya. Senyawa terpilih diujikan dalam bentuk senyawa murni dan carbon dots (CDs) yang disintesis menggunakan metode hidrotermal. Hasil in silico menunjukkan, dari 50 senyawa yang diujikan, afinitas pengikatan yang kuat terhadap reseptor 3OXC dan 1 HHP berturut-turut ditemukan pada Darunavir (-11,1 kcal/mol, -7,4 kcal/mol), Cassyfiline (-9,7 kcal/mol, -7,4 kcal/mol), Ocoteine (-9,6 kcal/mol, -7,3 kcal/mol), Nuciferine (-10,3 kcal/mol, -7,3 kcal/mol), dan Curcumin (-9,9 kcal/mol, -6,2 kcal/mol). Senyawa yang dianalisis lebih lanjut pada in vitro DBSS adalah Nuciferine, Nuciferine CDs, Curcumin, Curcumin CDs, dan Pyrrolic CDs. Analisis DBSS difokuskan pada Nuciferine dan Curcumin, yang dipilih berdasarkan afinitas pengikatan yang tinggi, ketersediaan bahan yang memadai, serta dukungan literatur terkait aktivitas antivirusnya. Kedua senyawa tersebut kemudian dimodifikasi menjadi carbon nanodots (Nuciferine CDs dan Curcumin CDs) untuk meningkatkan bioavailabilitas, dan turut diuji DBSS dengan Pyrrolic CDs sebagai kontrol tanpa prekursor bahan alam. Analisa docking terhadap model struktur Nuciferine CDs tidak dapat dilakukan karena struktur molekul dari Nuciferine CDs belum tersedia. Sementara analisa docking terhadap model struktur Curcumin CDs (amino, graphitic, pyrridinic, dan pyrrolic) pada molekul dimer menghasilkan nilai afinitas pengikatan yang positif akibat konformasi ligan dan reseptor yang diujikan tidak memungkinkan membentuk ikatan pada sisi aktif dimer. Akan tetapi potensi besar Curcumin CDs sebagai inhibitor protease HIV dikonfirmasi melalui docking dengan monomer (-9,4 sampai -10,1 kcal/mol). Hasil ini didukung dengan uji in vitro DBSS yang menunjukkan senyawa dengan kemampuan inhibisi dimerisasi tertinggi (nilai fluoresensi relatif), yaitu Nuciferine CDs (2473,31 RFU), Curcumin CDs 160 (2152,63 RFU), dan Curcumin CDs 200 (1979,77 RFU) pada konsentrasi 10 ppm. Dapat disimpulkan bahwa metode molecular docking dan DBSS berhasil menunjukkan kemampuan penghambatan dimerisasi protease HIV pada kandidat senyawa terpilih.

2025
👤 Penulis: Tri Ramadianti Shafitri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

REDESAIN PENGOLAHAN REFUSE DERIVED FUEL (RDF) SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI REDUKSI SAMPAH TPA PUTRI CEMPO, KOTA SURAKARTA.

Sampah merupakan isu krusial yang masih dihadapi Indonesia, termasuk Kota Surakarta yang pada tahun 2023 menghasilkan sekitar 419 ton sampah per hari. Seluruh timbulan ini dibuang ke TPA Putri Cempo, satu-satunya fasilitas pemrosesan akhir, yang hanya mampu menangani 409 ton per hari. Ketimpangan kapasitas ini menyebabkan kelebihan beban dan menimbulkan dampak lingkungan. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta mengembangkan fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) di TPA Putri Cempo sebagai penyedia bahan bakar untuk PLTSa Surakarta. Namun, fasilitas RDF eksisting belum berjalan optimal, hanya mampu mereduksi sekitar 10 ton sampah per hari dari kapasitas rancang 300 ton, akibat keterbatasan sistem pemilahan, pengeringan, dan koordinasi operasional. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi optimalisasi sistem RDF melalui redesain yang terfokus pada peningkatan efisiensi teknis dan kapasitas reduksi sampah untuk mendukung sistem pengelolaan berkelanjutan. Identifikasi kondisi eksisting menunjukkan bahwa sekitar 93,7% sampah di Kota Surakarta masih langsung ditimbun tanpa pengolahan, dengan hanya 3,8% diolah menjadi RDF dan 2,5% dipilah oleh sektor informal. Padahal, berdasarkan kerja sama dengan PLN, RDF dari TPA Putri Cempo menjadi komponen vital bagi operasi PLTSa. Proyeksi penduduk mencapai 567.092 jiwa pada tahun 2048 turut meningkatkan potensi timbulan sampah menjadi 161.441 ton/tahun. Dengan demikian, peningkatan kapasitas dan efektivitas pengolahan RDF menjadi kebutuhan strategis dalam menciptakan sistem pengelolaan yang adaptif terhadap beban masa depan dan mendukung transisi energi berbasis limbah. Sebagai solusi, dilakukan redesain sistem RDF yang berfokus pada optimalisasi unit pengeringan. Melalui pendekatan metode Simple Additive Weighting (SAW) terhadap tujuh kriteria evaluasi, teknologi biodrying dipilih sebagai metode paling sesuai. Sistem dirancang mencakup Bag Opener, Trommel, Manual Sorting, Shredder, Fine Shredder, dan unit biodrying, dengan hasil akhir berupa tiga fraksi: briket (<20 mm), RDF cacahan (20–50 mm), dan material >50 mm yang diproses ulang. Sistem ini diproyeksikan mampu menghasilkan RDF sebanyak 197 ton/hari pada tahun 2038 dan 149 ton/hari pada tahun 2048, dengan kadar air <20% dan nilai kalor >2.560 kcal/kg, sesuai standar kebutuhan PLTSa Surakarta. Rancangan ini tidak hanya menyelesaikan kendala teknis, tetapi juga meningkatkan integrasi antara pengelolaan sampah dan penyediaan energi terbarukan. Dari sudut pandang ekonomi, perancangan optimalisasi RDF di TPA Putri Cempo, Kota Surakarta, memerlukan investasi awal sebesar Rp24,72 miliar dengan biaya operasional tahunan Rp10,89 miliar. Analisis kelayakan finansial menggunakan NPV dan BCR menunjukkan hasil positif pada tiga skenario pendapatan bersih— Rp265,97 miliar (optimis), Rp172,96 miliar (moderat), dan Rp110,96 miliar (konservatif)—dengan BCR > 1, menandakan proyek layak secara ekonomi, serta laba kumulatif hingga 2048 mencapai Rp366,26 miliar setelah memperhitungkan depresiasi dan PPh 22%, menunjukkan potensi keuntungan jangka panjang dan manfaat ekonomi berkelanjutan. Namun, apabila biaya capex PLTSa diperhitungkan, proyek menjadi tidak layak secara finansial dengan NPV negatif dan BCR < 1; bahkan pada skenario optimis, PLTSa mencatat NPV –Rp144,7 miliar dan BCR 0,52, sehingga laba kumulatif Rp366,2 miliar tidak cukup menutup total investasi Rp346,2 miliar dan biaya operasional jangka panjang. Dengan demikian, keberlanjutan finansial proyek RDF sangat bergantung pada dukungan kebijakan, skema insentif, atau penerapan tipping fee sebagai sumber pendapatan tambahan agar proyek dapat mencapai kondisi layak secara ekonomi.

2025
👤 Penulis: Farhan Setiawan
🏷️ Optimalisasi Pengelolaan Sampah 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Energi

TOMOGRAFI KECEPATAN GELOMBANG GESER BERBASIS DIRECT INVERSION DARI DATA SEISMIC AMBIENT NOISE GELOMBANG RAYLEIGH DI LAPANGAN MINYAK DAN GAS SANTOSA

Lapangan Santosa yang terletak di bagian barat Cekungan Kutai merupakan prospek hidrokarbon dengan litologi target yang telah teridentifikasi. Namun masih terdapat ketidakpastian mengenai kemenerusan struktur, khususnya sesar yang berperan dalam migrasi hidrokarbon. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menerapkan ambient noise tomography (ANT) dari kecepatan grup gelombang Rayleigh untuk memetakan variasi kecepatan gelombang geser (Vs) dan mengidentifikasi kemenerusan struktur. Data seismic ambient noise direkam secara kontinu dari 23 September 2024 hingga 09 November 2024, menggunakan 42 seismometer short periode tipe SmartSolo IGU-16HR 3C. Pengolahan data dilakukan melalui tahapan korelasi silang, phase weighted stacking, estimasi kurva dispersi dan direct inversion tomography. Dari hasil korelasi silang dan phase weighted stacking komponen vertikal, dilakukan estimasi kecepatan grup menggunakan CWT Morlet. Sebanyak 388 kurva dispersi berkualitas baik berhasil digunakan, dengan tren kecepatan grup yang meningkat dari 0,92 km/s pada periode 0,5 s menjadi 1,33 km/s pada periode 3,0 s. Direct inversion tomography berhasil memodelkan kecepatan gelombang geser (Vs) 3D hingga kedalaman 1,8 km berbasis. Model Vs yang dihasilkan menunjukkan anomali Vs tinggi (>1,2 km/s) secara konsisten pada kedalaman menengah (0,3–1,2 km), yang diinterpretasikan sebagai material terkompaksi, sedangkan anomali Vs rendah (<0,8–1,0 km/s) menunjukkan indikasi keberadaan zona lemah. Kemenerusan pola Vs rendah menunjukkan adanya struktur lemah yang cukup kontinu. Hasil ini memberikan informasi awal untuk perencanaan eksplorasi hidrokarbon di Lapangan Santosa

2025
👤 Penulis: Sakha Kumala Putra
🏷️ Seismologi 🏷️ Tomografi Kecepatan Gelombang 🏷️ Migrasi Hidrokarbon

PERENCANAAN DRAINASE PADA STASIUN MRT JAKARTA KOTA DAN GLODOK DENGAN KONSEP SUSTAINABLE DRAINAGE SYSTEM (SUDS)

Pembangunan Stasiun MRT Kota dan Glodok di kawasan urban padat menuntut sistem pengelolaan air hujan yang modern dan berkelanjutan. Selain itu, fokus pembangunannya yang berada di bawah tanah mengharuskan kawasan terbebas dari resiko banjir. Konsep Sustainable Drainage Systems (SuDS) yang meniru siklus hidrologi alami menjadi solusi yang dapat diterapkan di kawasan tersebut. Metodologi dimulai dengan analisis kapasitas drainase eksisting dan debit limpasan menggunakan pemodelan EPA SWMM. Analisis ini menjadi dasar perancangan sistem SuDS yang mengombinasikan green roof, rainwater harvesting, dan rain garden. Efektivitas skenario SuDS ini kemudian dievaluasi kembali melalui pemodelan SWMM. Hasil penelitain menunjukkan skenario SuDS mampu menurunkan debit puncak limpasan secara efektif. Manfaat tambahan juga diperoleh dari rainwater harvesting untuk konservasi air bersih, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Secara keseluruhan, integrasi SuDS terbukti menjadi pendekatan efektif untuk pengelolaan air hujan di lingkungan urban yang padat dan selaras dengan prinsip pembangunan berwawasan lingkungan.

2025
👤 Penulis: Resanti Audrienne
🏷️ Sustainable Drainage Systems (Suds) 🏷️ Manajemen Air Hujan Urban 🏷️ Hidrologi Lingkungan

PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO 1.5MW BENDUNGAN JATIBARANG, KECAMATAN GUNUNGPATI, KOTA SEMARANG, PROVINSI JAWA TENGAH

Abstrak bisa dilihat di file aslinya

2025
👤 Penulis: Achmad Fahrezi
🏷️ Perencanaan Rantai Pasok Energi 🏷️ Energi Hijau Dan Sustainabilitas

OPTIMALISASI SISTEM INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) DURI KOSAMBI, DAERAH KHUSUS JAKARTA BUKU DETAIL OPTIMALISASI SISTEM PENGOLAHAN PADATAN LUMPUR TINJA

Pengelolaan lumpur tinja di Jakarta, dengan populasi padat sebesar 11,35 juta jiwa, menghadapi tantangan besar yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Pengolahan lumpur tinja yang mencapai angka 900 ????3 /hari pada kedua sistem belum disertai dengan pengolahan terhadap padatan lumpur tinja yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi existing pengolahan padatan lumpur tinja yang berbasiskan nilai TSS pada sistem pengolahan IPLT Unit I dan II IPLT Duri Kosambi dan merencanakan optimalisasi sistem pengolahan yang efisien secara kinerja dan efektif untuk menyisihkan kandungan pencemar pada padatan lumpur sebelum dikembalikan kepada ekosistem. Metodologi yang digunakan mencakup analisis data lapangan, analisis data pengujian laboratorium, dan perancangan desain teknis. Solusi optimalisasi yang diusulkan melibatkan penambahan Gravity Thickener sebagai unit proses pemisahan padatan-cairan pada sistem pengolahan IPLT Unit II, penambahan Aerated Static Pile Composting untuk pengolahan lanjutan padatan yang berguna menyisihkan kandungan patogen sesuai standar US EPA 40 CFR Part 503 pada sistem pengolahan IPLT Unit I dan II, serta revitalisasi unit existing yakni Sludge Drying Bed sebagai unit proses dewatering pada sistem pengolahan IPLT Unit II. Proyek ini bersama-sama dengan optimalisasi pengolahan cairan lumpur tinja pada sistem pengolahan IPLT Unit I dan II dinyatakan layak secara finansial dengan NPV sebesar Rp19.266.822.195,00 dan BCR sebesar 1,22.

2025
👤 Penulis: Maleakhi Franklin Bulo
🏷️ Optimalisasi Sistem Pengolahan Lumper Tinja 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Lingkungan 🏷️ Analisis Data Laboratorium

KARAKTERISASI KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) TERFERMENTASI SEKUNDER SACCHAROMYCES CEREVISIAE DENGAN TINGKAT PENYANGRAIAN BERBEDA

Kopi robusta (Coffea canephora) merupakan komoditas penting Indonesia dengan cita rasa kuat dan kandungan kafein tinggi, namun kualitas sensorialnya masih perlu ditingkatkan melalui inovasi pascapanen. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh fermentasi sekunder menggunakan Saccharomyces cerevisiae serta tingkat penyangraian berbeda terhadap karakteristik fisikokimia, bioaktif, profil volatil, dan mutu organoleptik kopi robusta. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor, yaitu perlakuan kopi (fermentasi dan non-fermentasi) serta tingkat roasting (light, medium, dark), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, abu, pH, fenolik total, aktivitas antioksidan, kafein, profil volatil, dan organoleptik SCA. Hasil menunjukkan fermentasi sekunder menurunkan kadar air signifikan, dengan nilai terendah pada dark roast fermentasi (0,90%). Kadar abu tertinggi terdapat pada light roast non-fermentasi (9,79%), sedangkan pH tertinggi pada light roast fermentasi (5,43). Fenolik total dan aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh medium roast non-fermentasi (41,93 mg GAE/g; 74,20%), sementara terendah pada dark roast fermentasi. Kandungan kafein tertinggi terdapat pada medium roast non-fermentasi (2,00%). Profil volatil didominasi ester dan alkohol pada medium roast fermentasi. Uji organoleptik menegaskan medium roast menghasilkan keseimbangan terbaik aroma, rasa, dan kenampakan. Disimpulkan bahwa kombinasi fermentasi sekunder dan penyangraian medium optimal meningkatkan kualitas kopi robusta.

2025
👤 Penulis: Sahrul
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EVALUASI PERAKITAN DRIVER CABIN CARBODY KERETA CEPAT BERBASIS SPESIFIKASI PRODUK GEOMETRIK

Kereta cepat menuntut presisi tinggi dalam perakitan tetapi desain awal PT XYZ belum memuat informasi yang lengkap sehingga perakitan driver cabin berpotensi mengalami penyimpangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perakitan driver cabin berdasarkan informasi pada gambar teknik, mengevaluasi kemampuan jig dan fixture dalam proses perakitan, serta merekomendasikan teknologi pengukuran yang sesuai. Metodologi meliputi analisis geometrik berbasis gambar teknik dan model 3D, penetapan titik datum, serta evaluasi jig dan fixture terhadap posisi dan orientasi selama perakitan. Hasil analisis menunjukkan gambar teknik driver cabin belum sepenuhnya memuat informasi geometrik yang dibutuhkan, seperti peletakan datum. Kemudian, belum adanya rancangan jig dan fixture untuk perakitan driver cabin membuat pendekatan “mengikuti kontur” tidak mampu menjamin keterulangan dan ketepatan perakitan. Dampaknya, kesimetrisan antarsisi dapat tidak terpenuhi dan kesesuaian titik kontak/datum target memerlukan penyesuaian berulang. Selain itu, mengingat skala struktur yang besar dan kebutuhan akurasi orde milimeter di lokasi, teknologi metrologi volume besar, seperti laser tracker, lengan CMM portabel, dan pemindai 3D, direkomendasikan untuk digunakan sehingga dapat menjamin kesesuaian geometrik selama perakitan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan jig dan fixture pada driver cabin serta penerapan metrologi volume besar untuk memastikan akurasi pengukuran sehingga meningkatkan presisi perakitan dan memperkuat kemandirian manufaktur kereta cepat nasional.

2025
👤 Penulis: Habibi Mushar
🏷️ Perakitan Driver Cabin Kereta Cepat 🏷️ Geometri Teknik 🏷️ Metrologi Volume Besar

ALIRAN FLUIDA PADA SALURAN TERBUKA MIRING

Penelitian ini mengkaji dinamika aliran pada saluran terbuka miring, yang dimodelkan menggunakan Persamaan Saint-Venant satu dimensi. Model ini, yang diturunkan dari prinsip konservasi massa dan momentum, dilinearisasi untuk mengkaji perambatan gangguan kecil. Sistem persamaan linear yang dihasilkan kemudian diselesaikan secara numerik menggunakan skema beda hingga Forward Time Backward Space (FTBS). Hasil simulasi menunjukkan bahwa Bilangan Froude (????) merupakan parameter yang mengontrol stabilitas dan karakteristik gelombang. Ditemukan bahwa skema numerik stabil untuk ?????2, sementara nilai yang lebih rendah menyebabkan ketidakstabilan. Lebih lanjut, peningkatan Bilangan Froude dan kemiringan saluran (????) terbukti mempercepat perambatan gelombang serta meningkatkan kecuraman dan amplitudonya. Disimpulkan bahwa kemiringan saluran dan Bilangan Froude merupakan parameter dominan yang secara kolektif mengatur perambatan gelombang.

2025
👤 Penulis: Adilla Rifqi Muhammad
🏷️ Persamaan Saint-Venant 🏷️ Analisis Dinamika Fluida 🏷️ Kecerdasan Buatan

POTENSI ANTI-INFLAMASI PLANT-DERIVED EXOSOME-LIKE NANOPARTICLE (PDEN) DARI BUAH RANTI (SOLANUM NIGRUM L.) YANG TERKANDUNG DALAM HIDROGEL GELATIN-DOPAMIN PADA LINI SEL RAW 264.7

Plant-derived Exosome-like Nanoparticle (PDEN) merupakan nanovesikel yang disekresikan tumbuhan dan mengandung berbagai bahan bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa senyawa bioaktif yang terkandung pada PDEN dari buah ranti (Solanum nigrum L.) dapat berperan sebagai agen anti-inflamasi. Akan tetapi, PDEN tersebut membutuhkan metode penyimpanan yang dapat menjaga stabilitas PDEN seperti liofilisasi (freeze-dry). Selain itu, nanovesikel seperti PDEN memiliki retensi yang rendah di dalam tubuh sehingga mempengaruhi efektivitas dari PDEN. Salah satu solusi untuk permasalahan tersebut adalah dengan memuat PDEN ke dalam suatu sistem hidrogel. Hidrogel gelatin-dopamin (Gel-Dop) adalah salah satu inovasi injectable thermosensitive hydrogel yang dapat diaplikasikan langsung ke area target, menjadikannya sistem pengantaran obat yang terkontrol dan minim invasi. Selain itu, hidrogel Gel-Dop juga dilaporkan memiliki aktivitas anti-inflamasi, sehingga pemuatan PDEN ke dalam hidrogel Gel-Dop berpeluang untuk menjadi alternatif pengobatan penyakit inflamasi secara in situ dan terkontrol. Meskipun demikian, penelitian yang mengombinasikan PDEN dari buah ranti dengan hidrogel Gel-Dop masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi agen anti-inflamasi PDEN S. nigrum L. terliofilisasi yang terkandung dalam hidrogel gelatin-dopamin secara in vitro terhadap sel RAW 264.7. Isolasi PDEN berhasil dilakukan dengan presipitasi polietilen glikol (PEG), sentrifugasi bertingkat, dan liofilisasi dengan trehalose 50mM. Karakterisasi ukuran PDEN menggunakan particle size analyzer menunjukkan ukuran PDEN yang diliofilisasi cenderung homogen dengan rata-rata sebesar 134±4,4 nm dan Polydispersity Index (PI) senilai 0,169, lebih kecil secara signifikan (p<0.05) jika dibandingkan dengan PDEN segar yang berukuran 171.9±1,5 nm dan PI bernilai 0,319. PDEN yang teramati menggunakan Transmitted Electron Microscopy (TEM) menunjukkan morfologi berupa membulat dan cup-shaped. Protein dari isolat PDEN dikuantifikasi menggunakan Bicinchoninic Acid (BCA) Protein Assay dengan konsentrasi 509±36,99 ?g/mL. Uji sitotoksisitas PDEN dengan MTT assay terhadap sel makrofag lini RAW 264.7 menunjukkan PDEN dengan konsentrasi 0,1-10 ug/mL selama 24 jam tidak menunjukkan efek sitotoksik (viabilitas >70%) dengan viabilitas sel untuk PDEN berada pada rentang 73-88%. Kemudian, PDEN yang telah terisolasi dimuat ke dalam hidrogel gel-dop dengan melarutkan hidrogel gel-dop bersama Phosphate Buffer Saline (PBS), natrium periodat (NaIO4), dan larutan PDEN di atas penangas bersuhu 37°C. Uji pelepasan protein dari hidrogel gel-dop bermuatan PDEN menggunakan BCA assay teramati mencapai konsentrasi maksimal pada jam ke-12, sedangkan hidrogel gel-dop saja membutuhkan waktu 24 jam sehingga hasil ini digunakan untuk uji lanjutan. Konfimasi internalisasi PDEN bebas dan PDEN dari pelepasan hidrogel gel-dop menggunakan pewarnaan PKH67 menunjukkan bahwa kedua jenis PDEN dapat terinternalisasi ke dalam sitoplasma sel RAW 264.7 dalam waktu 12 jam. Uji sitotoksistas dengan MTT assay menunjukkan eluat dari hidrogel gel-dop tidak memberikan efek sitotoksik (viabilitas >70%) dengan viabilitas sel terhadap hidrogel adalah 76,747%, sedangkan pemuatan PDEN ke hidrogel gel-dop sebanyak 2,5; 5; dan 10 ?g/ml menghasilkan viabilitas sel sebesar 80,04%; 78,47%; dan 70,17% setelah 24 jam. Selain itu, potensi aktivitas anti-inflamasi diuji menggunakan uji Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) pada sel RAW 264.7 yang diinduksi dengan lipopolisakarida (LPS) untuk mengamati sekresi Interleukin-6 (IL-6). Hasil uji menunjukkan penurunan sekresi IL-6 yang signifikan pada sel yang diperlakukan dengan PDEN maupun eluat Gel-Dop yang mengandung PDEN dibandingkan dengan kontrol (p<0,0001). Efek tersebut sebanding dengan kontrol positif menggunakan dexamethasone, obat antiinflamasi yang umum digunakan di pasaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PDEN buah ranti (Solanum nigrum L.) dapat diliofilisasi tanpa mengubah ukuran dan homogenitasnya, serta pemuatannya ke dalam hidrogel Gel-Dop memungkinkan pelepasan terkontrol, tidak bersifat sitotoksik, dan memiliki potensi antiinflamasi terhadap sel RAW 264.7.

2025
👤 Penulis: Aida Fitri Kamila
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 315 dari 6754
💬