📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERANCANGAN INSTALASI PENGOLAHAN LINDI DI TPA PUTRI CEMPO, KOTA SURAKARTA.
Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kota Surakarta masih menerapkan sistem open dumping, yang berdampak pada pencemaran lingkungan akibat timbulan lindi. Fasilitas pengolahan lindi yang tersedia saat ini hanya berupa kolam penampungan tanpa sistem pengolahan lanjutan, sehingga belum memenuhi ketentuan teknis dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013. Berdasarkan hasil uji laboratorium, lindi pada kolam memiliki kualitas sebagai berikut: pH 8,3; COD 804,95 mg/L; BOD 550,72 mg/L; TSS 1647,5 mg/L; total nitrogen 70 mg/L; cadmium (Cd) 0,36 mg/L; dan merkuri (Hg) 0,002 mg/L. Seluruh parameter tersebut melampaui ambang batas baku mutu air limbah kelas II sesuai PP No. 22 Tahun 2021. Untuk sementara, lindi dari kolam direncanakan akan diolah dengan metode evaporasi dengan sprinkler, meskipun efektivitasnya dalam menurunkan konsentrasi pencemar terbatas. Sebagai bagian dari rencana rehabilitasi zona open dumping menjadi landfill terkelola, akan terbentuk lindi baru dari residu hasil landfill mining dan pemilahan sampah. Karena karakteristik lindi pascarehabilitasi belum tersedia, digunakan data sekunder dari TPA Griyo Mulyo yang memiliki landfill dengan kondisi serupa. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengolahan lindi secara in-situ yang mampu menurunkan beban pencemar hingga memenuhi baku mutu. Metode yang digunakan dalam perancangan mencakup pendekatan empiris dan perhitungan teknis berdasarkan data karakteristik lindi, kebutuhan waktu detensi, serta efisiensi tiap unit. Sistem pengolahan yang dirancang terdiri atas bak ekualisasi dengan aerasi, koagulasi-flokulasi menggunakan PAC, dan sedimentasi melalui lamella clarifier primer. Tahap pengolahan biologis menggunakan Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dengan tiga zona yaitu BOD removal, nitrifikasi, dan post-anoxic untuk denitrifikasi. Efluen kemudian dipoles menggunakan unit adsorpsi Granular Activated Carbon (GAC) untuk penyisihan senyawa organik sisa dan logam berat. Sebagai tahap akhir, digunakan constructed wetland horizontal subsurface flow dengan tanaman Canna indica sebagai media biofiltrasi tambahan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa sistem ini mampu menyisihkan BOD hingga 99%, COD 98%, TSS 98%, N-Total 97% dan menurunkan konsentrasi Cd 81%, dan Hg 50% . Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sistem pengolahan lindi yang dirancang secara terintegrasi mampu menangani lindi hasil rehabilitasi secara efektif. Sistem ini dapat diterapkan sebagai solusi pengolahan lindi in-situ yang aplikatif dan berkelanjutan, serta berpotensi direplikasi di TPA lain yang mengalami transisi dari open dumping ke sistem landfill terkelola.
IDENTIFIKASI MIRNA YANG MENARGET GEN-GEN PADA JALUR BIOSINTESIS KURKUMIN TANAMAN KUNYIT (CURCUMA LONGA L.) UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN KUALITAS KUNYIT
Kunyit (Curcuma longa) merupakan tanaman obat yang dikenal karena kandungan kurkuminoid dan minyak esensialnya. Kurkumin, sebagai komponen utama kurkuminoid, memiliki aktivitas biologis tinggi serta nilai ekonomi yang signifikan. Namun, rendahnya bioavailabilitas kurkumin menyebabkan kebutuhan biomassa rimpang yang besar dan biaya ekstraksi yang tinggi. Sehingganya, diperlukan pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas kunyit dengan kandungan kurkumin tinggi. Namun, pemuliaan konvensional sulit dilakukan karena tanaman kunyit jarang berbunga, bersifat steril, dan memerlukan waktu lama. Pemuliaan molekuler menjadi alternatif yang lebih efisien, tetapi memerlukan informasi berupa gen kunci dalam biosintesis kurkumin. Oleh karena itu, pemahaman regulasi gen oleh mikroRNA (miRNA) menjadi pendekatan potensial untuk identifikasi gen tersebut, mengingat peran miRNA dalam pengaturan ekspresi gen dan metabolisme sekunder tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miRNA serta gen targetnya yang berperan dalam regulasi biosintesis kurkumin pada C. longa. Sampel rimpang berasal dari tanaman kunyit berkadar kurkumin tinggi (4,94% b/b kurkuminoid) dan rendah (2,51% b/b kurkuminoid) yang dikoleksi dari lahan percobaan Universitas Padjadjaran, masing-masing dua ulangan. Small RNA diekstraksi menggunakan kit mirPremier miRNA. Isolat miRNA kemudian disekuensing menggunakan platform Illumina Novaseq 6000 dengan panjang bacaan 50 bp. Sekuensing menghasilkan 11–16 juta bacaan mentah, yang kemudian dibersihkan dari adapter dan disaring pada panjang 18–28 bp menggunakan Trimmomatic, menghasilkan 5–12 juta bacaan bersih. Bacaan bersih kemudian dipetakan ke genom Curcuma longa menggunakan R Subread kemudian known dan novel miRNA diprediksi dan dikuantifikasi menggunakan MiRDeep2. Dari penelitian ini, diperoleh 154 known miRNA dan 85 novel miRNA yang berhasil dikuantifikasi. Sebanyak 21 miRNA berhasil diidentifikasi mengalami perubahan ekspresi yang signifikan berdasarkan analisis ekspresi diferensial menggunakan Deseq2 (p < 0,05; Log2FC ? |2|; MFE ? –18 kcal/mol). Dua miRNA yang mengalami peningkatan ekspresi, yaitu Novel-miR74 dan Novel-miR9, serta tiga miRNA yang mengalami penurunan ekspresi, yaitu Novel-miR108, Ath-miR161, dan Novel-miR25, diprediksi menarget gen-gen yang terlibat dalam jalur biosintesis kurkumin berdasarkan hasil analisis psRNATarget. Gen target tersebut mengkode enzim-enzim kunci seperti CCOMT, PAL, 4CL, dan CURS3. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman baru mengenai keterlibatan miRNA dalam regulasi biosintesis kurkumin dan dapat menjadi dasar pengembangan strategi pemuliaan molekuler, seperti knockdown atau overexpression gen target, untuk meningkatkan kandungan kurkumin pada kunyit.
PERANCANGAN FASILITAS PENGOLAHAN SAMPAH DAPUR DAN SISA MAKANAN DI TPA PUTRI CEMPO, KOTA SURAKARTA
Sampah merupakan isu krusial yang masih dihadapi Indonesia, termasuk Kota Surakarta yang pada tahun 2023 menghasilkan sekitar 419 ton sampah per hari. Seluruh timbulan sampah tersebut dibuang ke TPA Putri Cempo sebagai satusatunya fasilitas pemrosesan akhir, yang setiap harinya menampung 409 ton per hari. Namun, saat ini TPA Putri Cempo menghadapi permasalahan kelebihan kapasitas sehingga secara fungsional tidak dapat lagi menampung sampah tambahan. Kondisi kelebihan kapasitas tersebut menunjukkan bahwa diperlukan upaya optimasi sistem pengolahan di TPA Putri Cempo agar keberlanjutan pengelolaan sampah dapat terjamin, salah satunya yaitu pengolahan sampah dapur dan sisa makanan. Komposisi sampah di Kota Surakarta didominasi oleh sampah compostable, seperti sisa makanan, sayur, buah, dan dedaunan, dengan persentase mencapai 62,7%. Apabila tidak ditangani dengan pengolahan yang tepat, sampah organik dapat menimbulkan berbagai dampak, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca, pencemaran air tanah akibat lindi, serta bau tidak sedap yang mengganggu lingkungan. Selain itu, penimbunan langsung sampah dapur dan sisa makanan dapat mempercepat keterisian landfill, sehingga memperpendek umur teknis dan meningkatkan kebutuhan lahan. Oleh karena itu, diperlukan perancangan fasilitas pengolahan khusus sampah organik di TPA Putri Cempo. Berdasarkan analisis metode Simple Additive Weighting (SAW), alternatif terpilih adalah pengolahan sampah organik menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) dengan hasil akhir kasgot yang kemudian diolah melalui metode windrow composting. Fasilitas yang dirancang mencakup unit pengolahan dan unit penunjang, meliputi area pemilahan, unit pengolahan sampah organik, unit pembiakan BSF, unit pemanenan hasil, unit pengolahan larva, unit pengolahan residu, serta sarana pendukung seperti kantor, ruang istirahat, dan toilet. Hasil perhitungan biaya menunjukkan kebutuhan investasi sebesar Rp9.976.158.199 dengan biaya operasional Rp4.031.619.864 per tahun dan estimasi pemasukan Rp11.104.577.500 per tahun. Analisis kelayakan ekonomi menggunakan metode Net Present Value (NPV) menghasilkan nilai NPV positif, sehingga proyek perancangan fasilitas pengolahan sampah organik dengan teknologi BSF dinyatakan layak secara ekonomis.
REHABILITASI TEKNIS OPERASIONAL LAHAN URUG TPA PUTRI CEMPO SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MASA LAYAN TPA
Permasalahan sampah yang dihadapi Indonesia selama beberapa tahun terakhir perlu menjadi prioritas seluruh elemen masyarakat maupun berbagai stakeholder terkait, termasuk seperti pada Kota Surakarta. Pada tahun 2024 sendiri tercatat Kota Surakarta menghasilkan timbulan sampah sebesar 419 ton per harinya. Sementara itu, TPA Putri Cempo yang merupakan satu-satunya fasilitas penanganan sampah hanya menampung 409 ton per hari. Adanya perbedaan antara timbulan sampah yang dihasilkan dengan sampah yang diterima oleh TPA menunjukkan adanya permasalahan serius dalam upaya penangan sampah di Kota Surakarta. Walaupun pada saat ini di TPA Putri Cempo terdapat fasilitas PLTSa, kegiatan pemrosesan akhir sampah belum ideal sehingga mayoritas sampah berakhir pada lahan uruk dengan proses open dumping. Selama hampir 30 tahun TPA ini beroperasi, diprakirakan terdapat 460.814 ton sampah yang tersebar pada tiga area, yaitu Blok A, Blok B, serta Blok C yang perlu ditangani untuk selanjutnya dapat dirancang dan dioperasikan lahan uruk residu. Proses penambangan ini diproyeksikan selesai dalam kurun waktu 13 tahun dengan 275.928 ton dimanfaatkan sebagai bahan baku RDF untuk suplai feedstock PLTSa dan sisanya dikembalikan ke landfill sebagai material residu dan kebutuhan tanah penutup. Untuk mengakomodasi material residu hasil pengolahan sampah makanan maupun RDF, dirancang lahan uruk residu yang terbagi dalam dua blok dengan total kapasitas mencapai 491.127 m3 atau sebanyak 638.465 ton sampah. Perancangan operasional lahan uruk dibagi menjadi Blok E seluas 1,53 Ha dengan kapasitas 211.281 m3 yang diproyeksikan penuh dalam 12 tahun serta Blok B seluas 2,03 Ha dengan kapasitas 279.847 m3 yang diproyeksi penuh dalam 20 tahun masa iii operasional sebagai TPA Regional. Adapun timbulan gas bio yang dihasilkan dalam operasional lahan uruk ini sebesar 7 kg/hari atau setara 149,23 ton CO2-eq/tahun. Untuk menangani nilai timbulan gas yang relatif kecil ini digunakan passive venting dengan bantuan area green belt untuk membantu mendispersikan gas metan diudara. Adapun area lahan uruk pasca penutupan selanjutnya dipergunakan untuk pemanfaatan lain sesuai dengan kebutuhan. Pada Blok C, lahan hasil penambangan sampah akan dimanfaatkan untuk fasilitas penerimaan sampah baru dan pemrosesan material RDF, sementara pada Blok A selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai fasilitas ruang terbuka hijau. Untuk Blok B akan dimanfaatkan kembali sebagai lahan uruk dengan sistem operasional khusus material residu. Untuk kedua zona lahan ururg residu setelah penutupan maka akan dijadikan sebagai ruang terbuka hijau yang selanjutnya dapat dijadikan sarana publik untuk rekreasi maupun edukasi. Seluruh proses rehabilitasi lahan uruk ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp109.900.000.000,00 serta biaya operasional penambangan sampah Rp220.110,18 per-ton material yang ditambang dan biaya pengurukan sebesar Rp420.000,00 per-ton material residu yang diuruk. Adapun nilai NPV dari proyek ini senilai Rp190.983.209.499,24 dengan BCR sebesar 1,06. Berdasarkan analisis finansial yang dilakukan, proyek ini dapat dinyatakan layak secara finansial.
ANALISIS PENGARUH KARAKTERISASI GEOLOGI TERHADAP KINERJA RESERVOIR DALAM OPTIMASI PRODUKSI MINYAK DAN GAS DI STRUKTUR SOPA PADA LAPISAN BATURAJA ATAS XY, SUMATERA SELATAN
Lapangan S yang terletak di Cekungan Sumatra Selatan memiliki potensi signifikan sebagai lapangan minyak dan gas dengan lapisan Baturaja Atas sebagai target utama produksi. Namun, tantangan utama dalam eksplorasi dan produksi adalah memahami karakterisasi geologi Reservoir guna meningkatkan efisiensi dan optimasi produksi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakterisasi geologi dengan kinerja Reservoir untuk mendukung strategi optimasi produksi yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan data geologi, petrofisika, dan seismik dari beberapa sumur yang telah dibor di Lapangan S. Analisis dilakukan dengan pendekatan pemetaan fasies, interpretasi seismik, evaluasi petrofisika, serta pemodelan geologi dan Reservoir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi litologi dan distribusi fasies memiliki dampak signifikan terhadap kualitas Reservoir. Zona dengan fasies karbonat berpori tinggi menunjukkan performa produksi yang lebih baik dibandingkan zona yang didominasi oleh karbonat masif dan dolomit yang kurang permeabel. Selain itu, analisis menunjukkan bahwa tekanan Reservoir dan karakteristik batuan berpengaruh terhadap strategi produksi yang optimal. Simulasi produksi dilakukan untuk mengevaluasi berbagai skenario pengurasan dan memberikan rekomendasi metode produksi yang paling sesuai. Rekomendasi utama meliputi optimalisasi perforasi pada zona dengan permeabilitas tinggi serta penerapan teknik Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan minyak dari zona dengan karakteristik Reservoir yang lebih kompleks. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi industri minyak dan gas dalam meningkatkan efisiensi produksi di lapangan Lapangan S serta memberikan wawasan lebih lanjut mengenai pengaruh karakterisasi geologi terhadap performa Reservoir.
DESAIN ALTERNATIF DAM KALI BEBENG SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN BANJIR LAHAR DINGIN DI KABUPATEN MAGELANG, PROVINSI JAWA TENGAH
Sabo Dam berperan penting dalam menjaga stabilitas dasar sungai, mengendalikan banjir lahar dingin, serta mengatur pergerakan sedimen. Namun, sabo tipe tertutup (Closed Type Dam) memiliki kelemahan, di antaranya mudah terisi oleh sedimen dari banjir normal dan berisiko gagal menahan aliran debris. Selain itu, menahan seluruh sedimen dapat berdampak negatif pada ekosistem hilir. Oleh karena itu, direncanakan struktur sabo tipe terbuka (Open Type Dam) agar dapat menahan sementara material bergradasi kasar untuk mengurangi daya rusak aliran, namun tetap mengalirkan sedimen yang diperlukan ke hilir secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan alternatif desain Dam Kali Bebeng dengan Sabo Dam tipe terbuka, sehingga diperoleh fungsi pengendalian banjir lahar dingin yang sesuai standar, serta mempertimbangkan umur layan bangunan dalam upaya mitigasi bencana. Hasil perencanaan alternatif menunjukkan bahwa desain alternatif sabo dam tipe terbuka mampu menangkap hingga 68,6% dari total massa sedimen yang masuk, sehingga berpotensi signifikan dalam mengurangi bahaya aliran debris di hilir. Penelitian ini mempertimbangkan aspek hidrologi, hidraulika, hingga stabilitas bangunan.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS UNTUK OPTIMASI FASILITAS PRODUKSI DI LAPANGAN MINYAK DAN GAS DENGAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP): STUDI KASUS PENGEMBANGAN STRUKTUR GNK DI PT. PERTAMINA HULU ROKAN ZONA 4
Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona-4, produksi telah menurun selama bertahuntahun karena struktur minyak dan gas utama tidak produksi dengan baik. Kinerja produksi minyak saat ini mencapai 89% dari target yang ditetapkan oleh SKK Migas. Fungsi Bawah Permukaan sedang meneliti dan meningkatkan GNK, yang merupakan salah satu struktur yang mungkin dapat meningkatkan produksi minyak di Zona 4. Tujuannya adalah untuk mendapatkan lebih banyak minyak, 1730 MSTB dan 4,68 BSCF, pada akhir PSC (2035). Masalah yang muncul adalah bagaimana menangani peningkatan produksi yang akan terjadi seiring dengan pengembangan GNK, mengingat peralatan manufaktur permukaan yang sudah ketinggalan zaman dan terbatas. Fasilitas saat ini hanya mampu menangani 3.000 barel per hari dan 3,5 juta kaki kubik per hari. Terdapat 3 Stasiun Pengumpul dan 1 Stasiun Kompresor Gas di permukaan GNK. Untuk tahun 2025, produksi minyak dan gas diperkirakan meningkat sebesar 18.000 Bwpd, 5.335 Bopd, dan 12,5 MMcfsd. Studi ini menggunakan kerangka kerja pengambilan keputusan terstruktur yang menggabungkan Value Focused Thinking (VFT) untuk menetapkan kriteria dan tujuan strategis, Kepner-Tregoe (KT) Decision Analysis untuk menguraikan persyaratan "Must" dan "Want", serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menilai dan meranking alternatif optimasi. Faktor utama yang dipertimbangkan adalah Biaya, Manfaat, dan Risiko. Ada juga 10 sub-kriteria, seperti CAPEX, OPEX, penambahan produksi, dan waktu implementasi. Wawancara terstruktur dan diskusi kelompok terfokus (FGD) digunakan untuk melakukan perbandingan berpasangan antar disiplin ilmu bawah permukaan, teknik, dan operasi. Empat opsi strategis dipertimbangkan: (1) membangun fasilitas baru, (2) meningkatkan aset yang ada, (3) memanfaatkan aset yang tidak digunakan, dan (4) menyewa fasilitas pihak ketiga. Penggunaan aset yang tidak terpakai adalah pilihan terbaik, menurut evaluasi AHP, karena mendapatkan skor tertinggi dalam pembobotan prioritas global (0,547). Pilihan ini dianggap hemat biaya, efisien waktu, dan sejalan dengan rencana perusahaan untuk memanfaatkan asetnya secara maksimal. Biaya yang diantisipasi untuk opsi ini sekitar USD 1 juta, dan dapat diimplementasikan hanya dalam enam bulan, yang jauh lebih cepat daripada opsi lain.
PENGARUH LANTUNAN AYAT SUCI AL-QUR’AN TERHADAP AKTIVITAS GELOMBANG OTAK DAN TINGKAT SPIRITUALITAS
Lantunan ayat suci Al-Qur’an diyakini mampu menimbulkan respons fisiologis yang berkaitan dengan keimanan pada pendengarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas gelombang otak selama proses mendengarkan bacaan AlQur’an, serta menghubungkannya dengan tingkat spiritualitas partisipan. Analisis dilakukan dengan membandingkan data Power Spectral Density (PSD) dari aktivitas gelombang otak dengan hasil kuesioner spiritualitas yang merepresentasikan tingkat keimanan individu. Subjek penelitian terdiri atas sepuluh mahasiswa muslim Institut Teknologi Bandung (ITB). Tingkat spiritualitas partisipan diukur menggunakan Daily Spiritual Experience Scale (DSES), yang memuat 16 pertanyaan dengan skala penilaian 1–6. Berdasarkan skor total DSES, partisipan dikategorikan ke dalam empat kelompok: poor, moderate, high, dan very high. Aktivitas gelombang otak direkam dengan perangkat EEG EMOTIV Insight pada saluran AF3 dan AF4. Stimulus berupa lantunan Al-Qur’an digunakan dalam dua kondisi, yaitu pembaca tanpa tangisan (stimulus 1) dan pembaca dengan tangisan (stimulus 2). Data EEG diproses melalui tahap penyaringan (4–40 Hz), penghilangan komponen independen, dan transformasi ke PSD menggunakan PHWRGHHVWLPDVL:HOFK$QDOLVLV36'GLODNXNDQSDGDUHQWDQJIUHNXHQVL?–8 Hz), ?–+]?–+]GDQ?–40 Hz). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh partisipan termasuk dalam kategori DSES very high dan tiga partisipan dalam kategori high. Rata-UDWDSHUXEDKDQ36'UHODWLISDGDJHORPEDQJ?DNLEDWVWLPXOXV dan 2 berturut-turut sebesar 4,7 ± 11,1% dan 14,1 ± 22,1%. Selain itu, partisipan GHQJDQVNRU'6(6WLQJJLPHQXQMXNNDQSHQLQJNDWDQ36'UHODWLISDGDJHORPEDQJ? GDQ ? EDLN NHWLND PHQGHQJDUkan stimulus 1 maupun stimulus 2. Temuan ini mengindikasikan adanya keterkaitan antara lantunan ayat suci Al-Qur’an, respons neurofisiologis, dan tingkat spiritualitas individu.
PERAN PERSEPSI KELANGKAAN DALAM MEMBENTUK EMOSI YANG DIANTISIPASI DAN NIATAN MEMBELI KEMBALI KONSUMEN: STUDI PADA POP MART INDONESIA
Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi digital dan melimpahnya informasi daring telah mengubah perilaku konsumen, dari yang semula berbasis evaluasi rasional menjadi lebih mengandalkan emosi dan intuisi. Dalam kondisi ini, pemasaran berbasis kelangkaan menjadi strategi yang efektif untuk menarik perhatian dan mendorong pembelian. Pasar blind box mencerminkan pergeseran ini, dengan Pop Mart muncul sebagai salah satu pemain utama melalui strategi kelangkaan seperti sistem e-ticket untuk masuk toko, peluncuran produk secara tiba-tiba, dan pembatasan jumlah pembelian per konsumen. Strategi ini dirancang untuk meningkatkan daya tarik produk dan mendorong pembelian ulang, tetapi juga dapat memicu frustrasi dan kekecewaan ketika konsumen gagal mendapatkan produk yang diinginkan, yang kemudian tampak dari komentar negatif di media sosial. Penelitian ini mengkaji pengaruh kelangkaan yang dirasakan terhadap niat membeli ulang dengan mediasi emosi positif yang diantisipasi dari pembelian dan emosi negatif yang diantisipasi dari tidak melakukan pembelian, dalam konteks gerai fisik Pop Mart di Indonesia. Dengan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 211 responden melalui purposive sampling. Analisis dilakukan dengan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM), mencakup measurement model dan structural model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelangkaan yang dirasakan berpengaruh signifikan terhadap emosi positif maupun negatif yang diantisipasi. Emosi positif memperkuat niat membeli ulang, sementara emosi negatif dapat memicu pembelian jangka pendek tetapi melemahkan niat membeli ulang jika dialami berulang kali. Temuan ini menegaskan bahwa emosi yang diantisipasi berperan sebagai mediator antara kelangkaan yang dirasakan dan niat membeli ulang. Penelitian ini menekankan pentingnya bagi pemasar untuk mengelola strategi kelangkaan dengan hati-hati agar dapat menjaga antusiasme tanpa menimbulkan frustrasi, misalnya dengan menyediakan informasi stok yang lebih jelas, distribusi yang lebih adil, dan upaya pemulihan untuk mempertahankan loyalitas jangka panjang.
MACHINE LEARNING APPLICATION TO PREDICT REQUIRED COEFFICIENT OF FRICTION DURING HUMAN GAIT USING ACCELERATION DATA OBTAINED FROM INERTIAL MEASUREMENT UNITS
Tergelincir saat berjalan sering terjadi akibat kurangnya friksi antara kaki dan permukaan tanah. Required coefficient of friction (RCOF), yang didefinisikan sebagai rasio puncak antara gaya reaksi tanah horizontal dan vertikal, biasanya diukur menggunakan force plate. Inertial measurement unit (IMU) menawarkan cara baru untuk memprediksi RCOF apabila terbukti ada korelasi antara percepatan center of mass (COM) dan gaya reaksi tanah (GRF) yang digunakan untuk menghitung RCOF. Studi ini memverifikasi korelasi antara GRF dan akselerasi pusat massa (center of mass/COM) menggunakan AIST Gait Database yang dirilis pada 2015. Berdasarkan korelasi tersebut, model pembelajaran mesin Long Short-Term Memory (LSTM) dikembangkan menggunakan MATLAB untuk memprediksi RCOF dari data akselerasi. Model ini dilatih dan diuji menggunakan data dari database, kemudian dievaluasi menggunakan data gait baru yang diukur dengan IMU dan diverifikasi menggunakan data dari force plate. Hasil dari analisis korelasi antara traction coefficient yang didapatkan dari GRF dan akselerasi COM menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang sangat kuat. Model pembelajaran mesin yang dikembangkan dalam studi ini memiliki nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sekitar 9,5% ketika divalidasi menggunakan data dari AIST Gait Database, yang dianggap sebagai tingkat akurasi yang dapat diterima untuk digunakan dalam memprediksi RCOF berdasarkan percepatan COM manusia. Namun, ketika model dievaluasi menggunakan data IMU yang baru, diperoleh tingkat kesalahan sekitar 19% setelah dilakukan penyesuaian terhadap bias prediksi, yang menunjukkan bahwa model ini belum siap digunakan untuk memprediksi RCOF dalam situasi dunia nyata.
PERAKITAN DAN KARAKTERISASI GENOM BAKTERI TERASOSIASI PENYAKIT ICE-ICE DARI PERAIRAN BATU NAMPAR, LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT SECARA IN SILICO
Penyakit ice-ice merupakan penyakit pada rumput laut yang disebabkan oleh kombinasi faktor lingkungan dan infeksi bakteri oportunistik. Hingga kini, penelitian terkait karakterisasi genom dan prediksi metabolit sekunder dari bakteri yang terasosiasi dengan penyakit ice-ice, khususnya pada Perairan Batu Nampar di Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merakit genom, menentukan karakteristik genom, serta memprediksi klaster gen biosintetik metabolit sekunder pada bakteri yang diisolasi dari rumput laut Kappaphycus striatus terjangkit penyakit ice-ice di perairan Batu Nampar, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Isolat bakteri ditumbuhkan pada media Zobell Marine Broth, kemudian dilakukan isolasi DNA total dan oxford nanopore sequencing . Kualitas hasil bacaan sekuensing dianalisis, kemudian dilakukan filtering untuk memperoleh bacaan dengan distribusi kualitas dan panjang yang lebih merata. Hasil bacaan yang telah disaring digunakan untuk merakit genom secara de novo. Evaluasi kualitas hasil perakitan genom menunjukkan bahwa genom memiliki persentase keutuhan 99,92% dan kontaminasi 0,41%, sehingga tergolong sebagai high-quality draft. Berdasarkan perhitungan nilai Average Nucleotide Identity (ANI), digital DNA-DNA Hybridization (dDDH), serta hasil konstruksi pohon filogenetik, isolat teridentifikasi sebagai Chromohalobacter israelensis . Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa genom C. israelensis isolat Batu Nampar berukuran 3.546.898 bp dengan kandungan GC sebanyak 63,9%. Hasil anotasi fungsional genom, termasuk kategori cluster of orthologous group (COG) divisualisasikan dalam peta genom. Analisis lebih lanjut pada genom berhasil memprediksi keberadaan 14 genomic islands dan 3 klaster gen biosintetik metabolit sekunder, yaitu ektoin, siderofor, dan aril poliena. Ektoin merupakan osmolit yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku industri. Siderofor merupakan senyawa pengkelat besi, yang dapat berperan sebagai faktor virulensi pada bakteri melalui mekanisme akuisisi besi. Sementara itu, aril poliena merupakan senyawa pigmen yang memiliki potensi di bidang industri, sekaligus dapat berperan sebagai faktor virulensi bakteri melalui mekanisme pembentukan biofilm.
ANALISIS LIMPASAN PERMUKAAN TERHADAP ZONA RAWAN LONGSOR DI SEKITAR DAERAH BEKAS PERTAMBANGAN DI BAWAH JEMBATAN CIPADA
Daerah bekas tambang di bawah Jembatan Cipada memiliki potensi kerentanan geoteknik akibat limpasan permukaan yang tinggi, terutama pada zona rawan longsor di sekitar jalur tol dan jalur kereta cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya debit limpasan permukaan serta memberikan rekomendasi penanggulangan untuk meminimalisir risiko longsor. Data curah hujan periode 2014–2025 dari Stasiun Geofisika Bandung digunakan sebagai data utama, dengan metode analisis hidrologi meliputi pemilihan distribusi probabilitas, uji kecocokkan Chi-Square dan Smirnov-Kolmogorov, serta perhitungan intensitas hujan rencana menggunakan metode Mononobe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi Log Normal merupakan distribusi yang paling sesuai dengan data hujan. Intensitas hujan rencana periode ulang 100 tahun dengan durasi 2 jam sebesar 28,99 mm/jam. Terdapat lima catchment area, dengan Catchment 1 sebagai penyumbang debit limpasan terbesar. Sub catchment 1F memiliki kontribusi paling signifikan dengan debit 0,16 m³/s. Untuk mengendalikan limpasan yang menuju zona rawan longsor, direncanakan delapan paritan dengan kapasitas debit yang disesuaikan dengan debit masuk, di mana paritan 4 menerima debit terbesar sebesar 0,1106 m³/s.
FINITE ELEMENT ASSESSMENT OF RAILWAY BOGIE STRUCTURES: STATIC STRENGTH AND THE EFFECT OF LOADING FREQUENCY ON FATIGUE DAMAGE DURING FULL-SCALE TESTING
Menjaga integritas struktural bogie kereta merupakan aspek yang sangat penting bagi keselamatan dan keandalan sistem kereta komuter. Penelitian ini menyajikan analisis elemen hingga (finite element analysis) secara komprehensif pada bogie Electric Multiple Unit (EMU) yang dikembangkan oleh PT Industri Kereta Api (PT INKA), dengan memanfaatkan perangkat lunak Abaqus/CAE untuk melakukan simulasi beban statis, dinamis, dan estimasi umur lelah (fatigue life) pada kondisi operasi yang representatif. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi distribusi tegangan, respons dinamis, serta perkiraan umur lelah rangka bogie guna memastikan kesesuaiannya dengan standar keselamatan operasional. Geometri bogie yang disediakan dalam format STEP diidealisasi menggunakan teknik midsurfacing pada Altair HyperMesh untuk mengurangi kompleksitas komputasi sekaligus mempertahankan detail mekanis penting. Elemen shell digunakan untuk proses meshing, sementara interaksi antar komponen dimodelkan untuk merepresentasikan kondisi perakitan yang realistis. Seluruh komponen struktural diasumsikan terbuat dari material baja homogen isotropis jenis S355JR dengan perilaku elastis linier. Skenario pembebanan dan kondisi batas ditentukan berdasarkan standar UIC 615-4 serta referensi desain terkait lainnya. Hasil analisis statis menunjukkan bahwa struktur bogie memenuhi kriteria tegangan yang diizinkan, dengan tegangan von Mises maksimum sebesar 142.5 MPa atau setara dengan 60.2% dari kekuatan izin material. Analisis beban dinamis pada frekuensi eksitasi 1 Hz, 3 Hz, serta kondisi kuasi-statis mengindikasikan bahwa node 8038 merupakan titik paling kritis, dengan nilai total damage factor tertinggi sebesar 0.0727 dan life factor sebesar 15.4148. Estimasi umur lelah, menggunakan kaidah akumulasi kerusakan Palmgren–Miner serta kurva S–N untuk baja S355J2N (m = 7.9071, C = 1.7741×1024, R2 = 0.9782), memprediksi umur lelah total sekitar 1.0×107 siklus pada pembebanan gabungan. Temuan ini menegaskan bahwa bogie memenuhi persyaratan keselamatan serta memberikan wawasan penting mengenai area tegangan kritis dan potensi optimasi struktural untuk meningkatkan ketahanan dan memperpanjang masa layanan.
REGULASI EKSPRESI GEN DESATURASE DAN BIOSINTESIS ASAM LEMAK OMEGA-3 PADA SPIROGYRA SP. DI BAWAH PENGARUH SALINITAS
Spirogyra sp. merupakan alga hijau yang berpotensi sebagai sumber omega-3 berkelanjutan. Biosintesis omega-3 pada alga ini dikatalis oleh gen desaturase kunci, yakni stearoyl-ACP desaturase (SAD), fatty acid desaturase 2 (FAD2), fatty acid desaturase 3 (FAD3), dan delta-6 desaturase (D6D). Salinitas dapat mempengaruhi aktivitas enzim desaturase, memodulasi metabolisme lipid dan regulasi genetik yang mendorong akumulasi omega-3. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara ekspresi gen-gen desaturase dan akumulasi asam lemak omega-3 pada kultur Spirogyra sp. melalui perlakuan salinitas dalam sistem kultivasi terkontrol. Biakan Spirogyra sp. dikultivasi selama 14 hari dalam medium blue-green/ BG-11 (25% v/v). Lima sistem kultivasi digunakan, yaitu pada open raceway pond, wadah kaca terbuka, erlenmeyer pada orbital shaker, botol jamu, dan bioreaktor airlift. Sistem kultivasi yang optimal dipilih berdasarkan produktivitas tertinggi yakni 1,56 ± 0,16 g/L/hari. Perlakuan salinitas dilakukan dengan penambahan NaCl ke dalam sistem kultivasi sebesar 75 ppm dan 125 ppm. Medium tanpa penambahan NaCl digunakan sebagai kontrol. Biomassa dipanen setiap dua hari dan ditimbang (berbasis berat basah) untuk pembuatan kurva pertumbuhan. Analisis ekspresi gen dan kandungan lipid dilakukan pada biomassa dari fase eksponensial awal, eksponensial akhir dan stasioner. Sebagian biomassa hasil panen disimpan pada suhu ?80 °C sebagai sumber untuk isolasi RNA. Sisanya dikeringkan untuk ekstraksi lipid menggunakan metode Bligh & Dyer. Lipid yang diperoleh ditransesterifikasi menjadi ester metil asam lemak (FAME) dengan boron trifluoride (BF?) dan dianalisis kandungan asam lemaknya menggunakan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Kandungan omega-3 dihitung berdasarkan persentase area puncak relatif terhadap total FAME. RNA total diekstraksi menggunakan metode CTAB (cetil trimetil ammonium bromide), kualitas dan kuantitasnya diperiksa dengan spektrofotometer NanoDrop™ dan elektroforesis gel. RNA tersebut digunakan sebagai template untuk sintesis cDNA menggunakan RevertAid Kit. cDNA direaksikan dengan Promega GoTaq qPCR Master Mix pada platform QuantStudio™ 1 Real-Time PCR System, primer spesifik serta nuclease-free water. Primer spesifik untuk gen SAD, FAD2, FAD3 dan D6D dirancang menggunakan primer3plus, sebagai gen referensi digunakan gen aktin. Tingkat ekspresi gen dihitung menggunakan metode 2^???Ct . Analisis statistik dilakukan untuk menguji perbedaan antar perlakuan pada seluruh data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey (? = 0,05). Hubungan antara ekspresi gen dan kandungan omega-3 dianalisis menggunakan Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Spirogyra sp. yang dikultivasi menggunakan bioreaktor airlift dengan laju aerasi 0,6 L/min dan kepadatan inokulum 2% menghasilkan produktivitas biomassa tertinggi, yaitu 1,60 ± 0,16 g/L/hari. Oleh karena itu, sistem ini digunakan dalam tahap perlakuan salinitas. Pemberian salinitas 125 ppm dapat meningkatkan akumulasi biomassa, total lipid dan asam lemak omega-3 secara signifikan, khususnya pada fase stasioner. Pada fase ini, biomassa mencapai 27,10 ± 0,20 g, total lipid sebesar 2,46 ± 0,11 g/g berat kering dan kandungan asam lemak omega-3 , yakni ?-linolenat (ALA, C18:3) mencapai 31,50 ± 14,55% dari total FAME. Pemberian salinitas 125 ppm juga menginduksi ekspresi gen desaturase yang berperan dalam biosintesis asam lemak omega-3. Ekspresi tertinggi terjadi pada fase eksponensial akhir, dengan peningkatan signifikan pada gen SAD, FAD2, dan FAD3. Nilai relative quantification (RQ) masing-masing adalah 3,82 ± 0,11; 4,36 ± 0,14; dan 4,13 ± 0,28. Peningkatan aktivasi transkripsi gen desaturase mendorong aktivitas enzim desaturase. Sehingga terjadi konversi asam lemak jenuh dan tak jenuh menjadi ALA, sehingga memicu akumulasi ALA dalam sel sebagai respons adaptif terhadap kondisi salinitas. Hasil tersebut mengindikasikan adanya hubungan temporal antara ekspresi gen dan produksi metabolit. Namun peningkatan ekspresi gen D6D (RQ = 5,48 ± 0,08) tidak sejalan dengan akumulasi ?-linolenic acid (GLA) yang jumlahnya sedikit (0.210 ± 0.085%). Analisis korelasi menunjukkan bahwa ekspresi dari gen FAD3 pada fase eksponensial awal berkorelasi positif kuat dan signifikan dengan akumulasi ALA pada fase eksponensial akhir (Spearman’s ? = 0.735, p = 0.024). Sedangkan korelasi antara ekspresi gen FAD2, SAD, dan D6D dengan kadar asam lemak menunjukkan hubungan yang berkisar dari sedang hingga sangat lemah, serta tidak signifikan secara statistik Hasil ini menunjukkan bahwa FAD3 memiliki peran sentral dalam biosintesis omega-3 khususnya ALA pada Spirogyra sp. Secara keseluruhan, penelitian ini dapat menjadi dasar molekuler untuk strategi peningkatan produksi omega-3 secara berkelanjutan melalui pengaturan kondisi kultivasi khususnya salinitas. Selain itu, ekspresi awal gen FAD3 dapat dijadikan biomarker untuk memprediksi akumulasi omega-3 pada fase lanjut. Pendekatan ini berpotensi diterapkan pada skala industri produksi nutrasetikal berbasis alga.
ANALISIS TEKNO EKONOMI HIBRIDISASI PLTS – PLTD DAN EKSPANSI PLTS: STUDI KASUS SISTEM PULAU KARANRANG
PLN berperan aktif dalam mendukung transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) yang telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui peningkatan kapasitas terpasang pembangkit terbarukan dan program dedieselisasi. Pulau Karanrang yang mana sistem kelistrikannya saat ini masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam program dedieselisasi. Rencana pengembangan pembangkit di Pulau Karanrang mencakup integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan ekspansi kapasitas PLTS sebagai alternatif untuk mengurangi jam operasional PLTD. Dalam rangka mendukung program dedieselisasi, yaitu pengalihan pembangkit listrik dari berbasis diesel ke energi surya baik secara penuh maupun sebagian, diperlukan kajian menyeluruh dari sisi teknis, ekonomis maupun lingkungan. Tujuannya adalah untuk menentukan konfigurasi sistem yang paling optimal yang dilakukan dengan bantuan perangkat lunak PVsyst, HOMER, dan DIgSILENT. Terdapat empat skenario konfigurasi yang dianalisis, yaitu: ( 1) PLTD – PLTS Eksisting, (2) PLTD-PLTS eksisting-PLTS baru, (3) PLTD-PLTS eksisting-PLTS baru - Baterai, dan (4) Konfigurasi optimalisasi PLTD-PLTS eksisting-PLTS baru - Baterai. Berdasarkan hasil kajian, skenario yang paling optimal dan berkelanjutan untuk diimplementasikan di pulau karanrang adalah skenario 3, yaitu kombinasi PLTD-PLTS eksisting-PLTS baru-Baterai. Konfigurasi ini terdiri dari sistem hybrid yang menggabungkan pembangkit PLTD (100 kW), pembangkit tenaga surya sebesar 382 kWp dan baterai berkapasitas 1.000 kWh. Dari sisi ekonomi, skenario ini memberikan hasil paling optimal dengan nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 19,89% dan Payback Period selama 4,7 tahun. Total biaya investasi (NPC) mencapai 2,90 M USD dan Levelized Cost of Energy (LCOE) sebesar $0,219. Selain efisiensi biaya, konfigurasi ini juga mendukung pemanfaatan energi terbarukan dengan fraksi EBT mencapai 55,6%, yang mampu menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 48,26% dan mengurangi emisi CO? hingga 48%. Dari sisi teknis, tegangan dan frekuensi yang dihasilkan sistem ini berada dalam rentang yang sesuai dengan regulasi, yaitu tegangan rata-rata sebesar 0,3992 kV dan frekuensi 50,006 Hz.