π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPEMODELAN AIRTANAH TAMBANG TERBUKA BATUBARA PADA PT XYZ PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Pemodelan airtanah sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan teknis, terutama di daerah pertambangan yang memiliki risiko tinggi terhadap perubahan sistem aliran bawah tanah. Struktur geologi dan aktivitas penambangan batubara metode open pit berperan signifikan dalam memengaruhi pola aliran airtanah. Penelitian ini dilakukan pada wilayah pertambangan batubara open pit di Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan pendekatan hidrogeologi, hidrologi, serta kondisi batas hidrogeologi melalui metode finite difference atau metode beda hingga untuk memecahkan persamaan diferensial yang dikenal sebagai model numerik. Hasil simulasi steady state menunjukkan elevasi muka airtanah natural berada pada kisaran -65 m hingga 30 m, dengan nilai kalibrasi Root Mean Square (RMS) dari 11 sumur pantau sebesar 34,2%. Sementara itu, hasil simulasi transient pada kondisi Life Of Mine (LOM) menunjukkan elevasi muka airtanah antara -180 m hingga 45 m. Perubahan tersebut berdampak pada pergeseran pola aliran serta peningkatan groundwater inflow ke dalam Pit G dan Pit K seiring bertambahnya bukaan tambang.
SIMULASI KINERJA PEMBAKARAN MULTI-BIOMASS PADA PULVERIZED COAL BOILER DENGAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD)
Target pemerintah dalam mencapai Net Zero Emissions 2060 harus didukung secara serius. Target terdekat yang akan dicapai yaitu penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada bauran energi nasional pada tahun 2025. Kebijakan ini dijalankan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 29% pada tahun 2030, guna menuju sistem penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Salah satu bentuk dukungan kepada pemerintah telah dilakukan oleh berbagai perusahaan pembangkit listrik, yaitu dengan melakukan uji coba Co-firing. Batubara dan biomassa dicampur pada stockpile dan dibakar dalam boiler. Pada penelitian ini, penulis melakukan analisis pembakaran campuran batubara dengan beberapa biomassa yaitu sawdust, sekam padi, dan Solid Recovered Fuel (SRF). Komposisi campuran antara biomassa dengan batubara dilakukan dengan 3 variasi, yaitu batubara 50% + sawdust 25% + sekam padi 25% (campuran A), batubara 50% + sekam padi 25% + SRF 25% (campuran B), dan batubara 50% + sawdust 25% + SRF 25% (campuran C). Penulis melakukan studi menggunakan metode numerik dengan bantuan perangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD) Ansys Fluent 2022 R1 pada laju massa bahan bakar ditetapkan sama dengan laju massa bila menggunakan batubara saja. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan campuran biomassa dapat mengurangi emisi CO2 dengan penurunan terbesar yaitu 45,7% pada campuran C. Untuk emisi SO2 dan NOx diperoleh dari pembakaran campuran A dengan penurunan SO2 sebesar 67,14% dan NOx sebesar 30,71%. Efek derating juga terjadi saat co-firing, namun hal ini merupakan konsekuensi penggunaan biomassa yang memiliki nilai kalor lebih rendah dibanding batubara. Dari ketiga campuran, campuran A memiliki keunggulan yang lebih banyak dibanding campuran lainnya, antara lain penurunan daya (derating) dan emisi yang terendah.
VALIDASI METODE PENENTUAN DEKSAMETASON DAN PARASETAMOL DALAM JAMU PEGAL LINU MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI
Jamu sebagai salah satu produk obat bahan alam yang beredar di pasaran ditemukan mengandung bahan kimia obat (BKO). Deksametason dan parasetamol merupakan BKO yang sering ditemukan dalam jamu pegal linu. Penggunaan BKO dalam produk obat bahan alam telah diatur oleh regulasi pemerintah. Penelitian ini bertujuan memvalidasi metode penentuan kadar deksametason dan parasetamol dalam jamu pegal linu menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Sampel disiapkan menggunakan filter nilon 0,45 ?m. KCKT dilakukan menggunakan kolom C18 Pursuit 5 PFP (150 Γ 4,6 mm), fase gerak terdiri dari air dan metanol (elusi gradien) dengan laju alir 1 mL/menit, serta deteksi menggunakan detektor UV pada 242 nm. Waktu retensi deksametason adalah Β± 6,8 menit, sedangkan parasetamol adalah Β± 2,6 menit. Metode menunjukkan linieritas yang baik dengan koefisien korelasi masing-masing sebesar 0,9996 dan 0,9990 untuk deksametason dan parasetamol pada rentang konsentrasi 1β10 ppm. Batas deteksi dan batas kuantifikasi dari metode masing-masing untuk deksametason adalah sebesar 0,17 dan 0,58 ppm, sedangkan untuk parasetamol sebesar 0,30 dan 0,99 ppm. Perolehan kembali dengan penambahan standar ke dalam sampel untuk deksametason dan parasetamol masing-masing sebesar 99β102 dan 89β96%. Presisi untuk deksametason dan parasetamol masing-masing sebesar 6,41 dan 6,62%. Berdasarkan evaluasi parameter validasi, metode dapat digunakan untuk menentukan kadar deksametason dan parasetamol dalam jamu pegal linu menggunakan KCKT.
EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI MASALAH REGRESI DOUBLE OUTPUT DENGAN PROSES GAUSS
Masalah regresi dengan lebih dari satu output merupakan tantangan penting dalam bidang pembelajaran mesin, terutama ketika terdapat keterkaitan atau korelasi antar output yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas prediksi. Salah satu pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah Proses Gauss (Gaussian Process/GP), yang dikenal sebagai model non-parametrik dan probabilistik yang mampu menangani ketidakpastian dengan baik. Tugas akhir ini bertujuan mengeksplorasi dan mengeksploitasi model Multi-Output Gaussian Process (MOGP) dalam menyelesaikan permasalahan regresi dengan mempertimbangkan keterkaitan antar output. Secara khusus pada Tugas Akhir ini akan dikaji terkait double output. Studi dimulai dengan membuat data sintesis dua output, kemudian sebagian data pada salah satu output dihilangkan pada rentang yang berbeda-beda untuk menguji kemampuan model dalam melakukan prediksi ketika informasi tidak lengkap. Dua pendekatan dibandingkan, yaitu dengan model Single-Output Gaussian Proces (SOGP) dan model Multi-Output Gaussian Process (MOGP). Selanjutnya, dalam model MOGP dilakukan dua simulasi sub model yang berbeda, yakni Linear Model of Coregionlization (LMC) dan Intrinsic Coregionalization Model (ICM). Hasil simulasi menunjukkan bahwa pendekatan MOGP secara konsisten memberikan performa yang lebih baik dibandingkan model independen, terutama ketika terjadi kehilangan data pada salah satu output, serta mampu menangkap struktur korelasi antar output secara efektif. Tugas Akhir ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman dan penerapan model GP dalam konteks multi-output regression serta berpotensi untuk diterapkan dalam berbagai aplikasi nyata yang memerlukan prediksi multivariabel.
PENDEKATAN PROSES GAUSSIAN PARAMETRIK UNTUK REGRESI PADA DATA BESAR
Keterbatasan skalabilitas pada Regresi Proses Gaussian (GPR) klasik menghambat penerapannya pada data besar. Penelitian ini mengusulkan dan mengevaluasi pendekatan Proses Gaussian Parametrik (PGP) sebagai solusi skalabel untuk masalah tersebut. Metodologi ini memanfaatkan sejumlah M titik induksi (M << N) untuk membangun sebuah representasi data yang ringkas, memungkinkan parameter model diperbarui secara efisien melalui inferensi Bayesian pada mini-batch data. Studi kasus dilakukan pada dataset konsumsi listrik rumah tangga yang terdiri dari sekitar 1,9 juta data observasi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model PGP berhasil dilatih pada dataset penuh dengan tingkat efisiensi komputasi yang tinggi, mencapai R2 sebesar 0,9983 dan RMSE 0,037. Pada eksperimen perbandingan dengan subset data yang lebih kecil, PGP terbukti hingga 21 kali lebih cepat daripada GPR klasik sambil mempertahankan akurasi yang sebanding. Temuan ini menunjukkan bahwa PGP adalah metodologi yang efektif dan skalabel untuk regresi probabilistik pada dataset berskala besar.
PERANCANGAN SISTEM PEMANTAUAN CURAH HUJAN SEBAGAI PERINGATAN BANJIR BERBASISINTERNET OF THINGS (IOT)
Banjir merupakan bencana alam yang sering melanda masyarakat Indonesia. Salah satunya melanda Kecamatan Dayeukolot di Kabupaten Bandung yang disebabkan oleh hujan periodik yang menyebabkan meluapnya Sungai Citarum. Sehingga pengukuran curah hujan menjadi elemen yang penting dalam membangun sistem peringatan dini banjir. Penelitian ini mengajukan sistem berbasis IoT. Pengukuran curah hujan menggunakan sensor curah hujan RK400-07 dan pengukuran ketinggian permukaan sungai memanfaatkan computer vision dari BARDI IP Camera. Sebuah Mikrokontroller ESP32 digunakan untuk memproses hasil pengukuran-pengukuran tersebut dan mempersiapkan data tersebut untuk ditransmisikan ke sebuah monitoring station dengan modul LoRa SX1276. Hasil pengukuran tersebut lalu dimodelkan terhadap status kewaspadaan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot dan Baleendah dengan menggunakan algoritma machine learning linear regression dan decision tree. Pengujian terhadap sensor curah hujan RK400-07 mendapati bahwa sensor dapat bekerja dengan baik. Pengujian modul LoRa SX1276 dilakukan pada kondisi lingkungan banyak gedung, banyak pohon, dan tanah lapang. Analisa keberpengaruhan juga dilakukan dengan memodelkan data yang serupa, dan ditemukan bahwa hujan di daerah Dago dan Lembang paling mempengaruhi potensi banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.
EKSPLORASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN SPOTIFY PREMIUM UNTUK FITUR EKSKLUSIF SPOTIFY K-POP ON! HUB DAN REKOMENDASI PENINGKATANNYA: STUDI KASUS K-POP FANS GEN Z DI INDONESIA
Musik K-pop merupakan sebuah fenomena global besar di abad ke-21, hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah penggemar dan streaming di seluruh dunia, yang menunjukkan prospek menjanjikan bagi pasar K-pop. Melihat peluang ini, Spotify meluncurkan Spotify K-Pop ON! Hub pada tahun 2024, sebuah hub platform khusus K-pop, yang menawarkan berbagai konten dan pengalaman bagi penggemar, dengan fitur Listening Party, K-Pop ON! Giveaway, dan K-Pop ON! Achievement Card tersedia eksklusif untuk pengguna premium. Hub ini pertama kali diluncurkan di Indonesia, sebagaimana pangsa pasar K- pop terbesar di dunia. Meskipun memiliki potensi besar, Spotify ternyata masih mengalami penurunan laju pertumbuhan pengguna premium dalam 5 tahun terakhir dan jumlah pelanggan premium yang rendah di Indonesia. Maka dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan penggemar K-pop dalam membeli Spotify Premium untuk mengakses fitur eksklusif dari Spotify K- Pop ON! Hub, sekaligus memberikan rekomendasi bagi Spotify untuk meningkatkan strategi pemasaran mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode wawancara semi- struktur dan teknik non-probability purposive, yang berfokus pada penggemar K-pop Gen Z di Indonesia. Merujuk pada teori proses keputusan pembelian dari Kotler dan Keller (2016) serta Burnet (2011), temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian penggemar K-pop merupakan proses yang kompleks, melibatkan berbagai faktor seperti mengidolakan, persepsi nilai, dan lainnya yang diklasifikasikan ke dalam faktor situasional, psikologis, dan sosial. Selain itu, studi ini menunjukkan bahwa fitur eksklusif K-Pop ON! Hub dapat mendorong langganan premium. Penelitian ini merekomendasikan Spotify untuk menyediakan lebih banyak penawaran eksklusif, mengoptimalkan fitur eksklusif yang ada saat ini, meningkatkan promosi pemasaran, mendorong kolaborasi dengan lebih banyak artis K-pop dan fanbase, serta memperbaiki aspek teknis dari fitur eksklusif yang ada. Hal ini tentunya dapat berkontribusi pada peningkatan langganan Spotify Premium dan memperkuat posisi pasar Spotify. Selain itu, hasil penelitian ini juga memberikan kontribusi baik secara praktis pada layanan streaming musik digital maupun secara teoritis dalam pemahaman keputusan pembelian langganan premium di kalangan penggemar K-pop, yang bisa menjadi dasar bagi penelitian di masa yang akan datang.
ANALISIS TEKNO EKONOMI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TERAPUNG DAN BATTERY ENERGY STORAGE SYSTEM: STUDI KASUS DANAU TOBA
Perubahan iklim global menjadi isu paling mendesak di abad ke-21. Pemerintah Indonesia menetapkan target NZE pada tahun 2060 serta bauran EBT sebanyak 23% di tahun 2025. Pada penelitian ini dilakukan analisis potensi integrasi PLTS terapung dan BESS sebagai usaha mendukung program NZE, pengurangan biaya pokok penyediaan, peningkatan bauran energi bersih, dan peningkatan kehandalan sistem interkoneksi Sumatera. Studi dilakukan dengan mengambil lokasi Danau Toba sebagai kandidat lokasi PLTS terapung dan dilakukan simulasi berbasis perangkat lunak PVsyst untuk mengevaluasi produksi energi PLTS, HOMER Pro untuk mengevaluasi kelayakan investasi, dan DIgSILENT PowerFactory untuk mengevaluasi kestabilan sistem. Perhitungan kapasitas maksimum PLTS terapung Danau Toba menghasilkan nilai kapasitas sebesar 258 MWp. Simulasi teknis menggunakan PVsyst menunjukkan bahwa PLTS terapung 258 MWp mampu menghasilkan energi sebesar 346,5 GWh per tahun dengan Performance Ratio (PR) sebesar 82,9%. Simulasi keekonomian dengan HOMER Pro terhadap lima skenario integrasi PLTS dan BESS menunjukkan bahwa skenario S2 (Basecase + PLTS terapung 258 MWp + BESS 250 MW) menunjukkan hasil paling unggul, dengan nilai Levelized Cost of Electricity (LCOE) sebesar 1.347,49 Rp/kWh. Penambahan kapasitas lebih lanjut seperti pada skenario S5 (Basecase + PLTS terapung 1.032 MWp + BESS 1.000 MW) meningkatkan potensi pengurangan emisi CO?. Simulasi kestabilan sistem menggunakan DIgSILENT PowerFactory menunjukkan bahwa penambahan BESS meningkatkan stabilitas sistem kleistrikan Sumatera. Pada simulasi RMS fault, skenario S2 mencatat frekuensi nadir sebesar 49,99 Hz dan waktu pemulihan frekuensi 0 detik, jauh lebih baik dibandingkan skenario tanpa BESS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan PLTS terapung dan BESS di Danau Toba tidak hanya layak secara teknis dan ekonomis, tetapi juga mampu meningkatkan kehandalan sistem tenaga listrik Sumatera.
POTENSI BIOSURFAKTAN DARI ISOLAT BAKTERI HIDROKARBONOKLASTIK SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI DAN ANTIBIOFILM STREPTOCOCCUS MUTANS
Streptococcus mutans adalah bakteri yang berperan penting dalam pembentukan biofilm gigi atau plak gigi yang menjadi salah satu penyebab karies. Biofilm gigi adalah agregat mikroorganisme yang melekat satu sama lain pada permukaan gigi dan tertanam dalam suatu matriks EPS (Extraceluller Polymeric Substances) yang diproduksi oleh mikroorganisme itu sendiri. Salah satu senyawa yang diketahui memiliki aktivitas antibiofilm dan antibakteri adalah biosurfaktan, berkat molekulnya yang amfifilik. Dibandingkan jenis surfaktan lain, biosurfaktan unggul dari sisi lingkungan dan biokompatibilitas. Salah satu mikroba yang dilaporkan memiliki kemampuan produksi biosurfaktan adalah bakteri hidrokarbonoklastik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produsen biosurfaktan terbaik di antara isolat bakteri hidrokarbonoklastik, mengkarakterisasi biosurfaktan yang dihasilkan, dan menentukan potensinya sebagai agen antibakteri dan antibiofilm terhadap Streptococcus mutans. Isolat campuran bakteri hidrokarbonoklastik dari penelitian sebelumnya dipurifikasi sehingga diperoleh isolat murni. Terhadap isolat murni dilakukan penapisan bakteri penghasil biosurfaktan menggunakan metode oil spread assay. Isolat terpilih diproduksi biosurfaktannya untuk dikarakterisasi melalui analisis muatan ionik dan FTIR-KBr serta diujikan aktivitas antibakteri dan antibiofilmnya terhadap S. mutans. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat sebanyak tujuh isolat murni yang berhasil dipurifikasi. Seluruhnya adalah penghasil biosurfaktan. Di antara isolat lainnya, isolat T0(7) adalah isolat terbaik karena menghasilkan zona bening dengan diameter terbesar yaitu 3,43 Β± 0,12 cm. Berdasarkan analisis secara molekuler menggunakan marka 16S rRNA, isolat T0(7) diidentifikasi sebagai Brevibacillus limnophilus. Isolat T0(7) menghasilkan biosurfaktan dengan yield sebesar 67 mg/L. Biosurfaktan isolat T0(7) berjenis glikolipid dan tidak bermuatan (non-ionik) serta memiliki aktivitas antibakteri dan antibiofilm terhadap S. mutans dengan nilai MIC, MBIC, dan MBEC berturut-turut sebesar 2000 ppm, 1000 ppm, dan 4000 ppm. Nilai persentase inhibisi pertumbuhan, inhibisi biofilm, dan eradikasi biofilm S. mutans pada konsentrasi MIC, MBIC, dan MBEC, berturut turut sebesar 41,89% Β± 9,30 %, 48,81 Β± 5,12 %, dan 48,86 Β± 5,82 %. Dengan demikian biosurfaktan isolat T0(7) berpotensi sebagai agen antibakteri dan antibiofilm S. mutans.
INTEGRATED LAND USE MODEL FOR CARBON STORAGE ASSESSMENT IN PEKANBARU AND KAMPAR REGION
It is important for regional spatial planning to align with national climate commitments. This is especially important for Indonesia, which targets Net-Zero Emissions by 2060 and a Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink by 2030, since the success of this strategy depends greatly on local-level mitigation. However, it is difficult for local planning agencies to learn the long-term carbon impacts of their decisions due to the conflict between national climate ambitions and the reality of regional economic development that drives deforestation. A modeling system is proposed to analyze historical geospatial data, process satellite imagery to classify land cover, and compare historical driving factors with future change projections. Our model projects land use change in the Pekanbaru-Kampar region using the MOLUSCE model and measures its carbon impact with the InVEST model. When the system identifies future carbon emissions from land use change, it presents quantitative data on the "business-as-usual" scenario. The analysis reveals significant historical land cover change (2014-2019), with the region losing 11,384.54 hectares of forest, primarily converted to agriculture and infrastructure. Key driving factors identified include proximity to roads, built-up areas, slope, and critically, population density. Under a "business-as-usual" scenario, forest cover is projected to further decline to just 17.88% of the landscape by 2034, from 22.54%. This historical land use change resulted in 2.27 million tons of carbon emissions, with an additional projected loss of 1.8 million tons by 2034. Results of the research have potential applications in creating carbon-informed spatial plans.
EKSPANSI PASCA-MASUK STRATEGIS DI PASAR MALAYSIA: KASUS MINYEUK PRET MEREK PARFUM HALAL DARI ACEH
Studi ini menelaah tantangan yang dihadapi Minyeuk Pret, merek parfum halal asal Aceh sekaligus Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia, dalam ekspansi ke Malaysia setelah masuk secara informal. Walau terdapat kesesuaian budaya dan agama, merek ini menghadapi rendahnya visibilitas, penetrasi pasar terbatas, dan kapasitas organisasi lemah. Kondisi ini mencerminkan ketiadaan strategi ekspansi yang terstruktur dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan menyusun peta jalan pertumbuhan berkelanjutan melalui penanganan kelemahan internal, pemanfaatan peluang eksternal, dan penyesuaian dengan dinamika pasar. Penelitian menggunakan desain studi kasus tunggal kualitatif dengan data primer dan sekunder. Wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan di Indonesia serta Malaysia memberikan wawasan penting. Analisis memadukan PESTEL dan Lima Kekuatan Porter untuk faktor eksternal, serta Resource-Based View (RBV) dan VRIO untuk kapabilitas internal. Hasil kemudian disintesis melalui SWOT, dikembangkan dengan TOWS, dan diprioritaskan menggunakan Matriks DampakβKelayakan yang divalidasi pemangku kepentingan. Temuan menunjukkan Malaysia mendukung usaha halal, khususnya pada sektor perawatan pribadi dan kosmetik. Konsumen menunjukkan permintaan kuat terhadap produk halal dan sesuai budaya. Namun, ancaman meliputi persaingan intens, substitusi produk seperti parfum non-alkohol dan minyak esensial, serta regulasi dan logistik kompleks. Secara internal, Minyeuk Pret unggul pada identitas budaya dan eksklusivitas Patchouli Aceh, namun terkendala rantai pasok rapuh, pemasaran digital lemah, dan minim pengalaman lintas negara. Peta jalan strategis mencakup branding digital, restrukturisasi operasional, penguatan rantai pasok, dan kemitraan institusional dengan rencana aksi dan indikator kinerja. Secara teoretis, studi ini berlandaskan perencanaan bertahap, RBV, serta model internasionalisasi UKM seperti Model Uppsala dan perspektif jaringan. Secara praktis, studi ini memberi wawasan bagi Minyeuk Pret dan UKM halal Indonesia lain, sekaligus implikasi kebijakan bagi lembaga pemerintah dan institusi pendukung dalam memfasilitasi internasionalisasi UKM sesuai agenda integrasi ekonomi regional
PERENCANAAN JARINGAN IRIGASI TEKNIS PADA DAERAH IRIGASI BULANGO ULU DI PROVINSI GORONTALO
Perencanaan jaringan irigasi teknis baru yaitu Daerah Irigasi Bulango Ulu merupakan salah satu manfaat dari adanya pembangunan proyek Bendungan Bulango Ulu di Provinsi Gorontalo untuk menunjang sektor pertanian di dua daerah, yaitu Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bulango. Daerah Irigasi Bulango Ulu direncanakan memiliki luas layan 503.53 ha. Pola tanam pada D.I Bulango Ulu adalah padi-padi-jagung dengan awal masa tanam Oktober I yang menghasilkan kebutuhan air maksimum sebesar 0.582 ????3/????. Untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, maka dialokasikan air yang berasal dari DAS Sungai X dan Outflow Bendungan Bulango Ulu yang berasal dari DAS Bulango Ulu dengan mempertimbangkan kebutuhan air irigasi dari D.I Lomaya yang sudah ada. Kebutuhan air di D.I Bulango Ulu dapat terpenuhi sepanjang tahun berdasarkan perhitungan neraca air dengan pola tanam yang ditentukan. Jaringan Irigasi Teknis D.I Bulango dilengkapi dengan bangunan utama berupa struktur bendung dengan tinggi 2.10 m yang dapat melimpaskan air dengan periode ulang 100 tahun sebesar 371.8 ????3/????, serta saluran transisi dan pembilas dengan kapasitas debit hingga 0.9 ????3/???? untuk mengakomodasi pembilasan kantong lumpur yang memiliki ukuran panjang 125 m yang memiliki volume 746.37 ????3/???? dengan periode pembilasan 2 bulan sekali. Saluran pembawa terdiri atas 16 buah ruas saluran dengan yaitu satu ruas saluran primer Bulango Ulu sepanjang 2.889 meter dan saluran sekunder yang terbagi ke dua daerah yaitu ruas barat (Gorontalo) sebanyak 8 ruas dengan panjang total 17.299 meter serta ruas timur (Bone) sebanyak 8 ruas dengan panjang total 13.677 meter. Terdapat 16 buah saluran pembuang dengan ukuran 0.30 x 0.30 m pada jaringan irigasi ini. Dilengkapi juga dengan bangunan air berupa gorong-gorong berjumlah 32 buah dan talang berjumlah 13 buah. Dari aspek ekonomi, diperkirakan membutuhkan anggaran biaya sebesar Rp66,63 miliar untuk pelaksanaan konstruksi Jaringan Irigasi Teknis D.I Bulango Ulu
EXPERIMENTAL AND ANALYTICAL INVESTIGATION OF MAGNETORHEOLOGICAL (MR) FLUID ENGINE MOUNTS FOR VIBRATION CANCELLATION IN AUTOMOBILES
Engine mounts play a crucial role in minimizing the transmission of engine-induced vibrations to the vehicle chassis. Conventional rubber mounts often lack adaptability to varying dynamic conditions, prompting the exploration of semi-active systems such as those utilizing magnetorheological (MR) fluids. This study presents an experimental and analytical investigation of MR fluid-based engine mounts for vibration cancellation. The experimental approach involved testing three MR mounts under different electrical currents (0 A, 1 A, and 2 A) using a damper dynamometer to collect time-history data of force, displacement, and velocity. For the analytical approach, the Modified Bouc-Wen model was employed to simulate the nonlinear hysteretic behavior of the MR mounts. Parameter fitting was conducted using MATLAB to align the model with the experimental data. The results indicate that applying electrical current significantly influences the damping characteristics of the MR fluid, with higher currents yielding increased force responses and enhanced vibration suppression. The Modified Bouc-Wen model effectively captured the hysteresis loops and showed strong agreement with the experimental data, validating its suitability for modeling MR fluid behavior. In conclusion, MR fluid engine mounts exhibit strong potential as tunable vibration isolators for automotive applications. The successful integration of experimental data with nonlinear modeling supports the development of smart suspension components capable of adapting to real-time operating conditions.
PENGARUH ELEMEN PEMASARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA INDUSTRI DENIM LOKAL DI INDONESIA
Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri fesyen Indonesia, banyak merek lokal yang kesulitan untuk mengubah keterlibatan di media sosial menjadi penjualan yang nyata. Paduan Biru, sebuah merek denim yang menekankan pada produksi yang etis dan personalisasi, menghadapi tantangan dalam memperluas jangkauannya dan meningkatkan kinerja penjualan meskipun tetap aktif di platform media sosial. Penelitian ini mengkaji pengaruh elemen pemasaran media sosial (SMM) terhadap keputusan pembelian dalam konteks pasar denim Indonesia, dengan fokus pada merek Paduan Biru. Penelitian ini menyoroti peran yang semakin besar dari platform media sosial dalam membentuk perilaku konsumen, khususnya di kalangan konsumen Gen Z di sektor denim Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi elemen pemasaran media sosial (pembuatan konten, berbagi konten, keterhubungan, dan pembangunan komunitas) yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen terhadap produk denim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, yang menyasar pengguna Instagram dan TikTok berusia 18 hingga 27 tahun yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan Bandung, telah membeli produk denim lokal, serta mengikuti merek denim lokal di media sosial. Sebanyak 205 respons valid dikumpulkan melalui kuesioner daring. Data dianalisis menggunakan metode Regresi Linear Berganda dengan dukungan uji asumsi klasik. Temuan menunjukkan bahwa keempat dimensi pemasaran media sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan content creation, community building, dan content sharing memiliki pengaruh paling kuat, sementara connecting menunjukkan pengaruh yang lebih kecil namun tetap signifikan. Di antara semua variabel, content creation merupakan faktor yang paling dominan, menegaskan pentingnya konten yang menarik secara visual dan bernilai dalam mendorong minat serta konversi konsumen. Hasil ini mendukung relevansi penerapan kerangka kerja elemen SMM dalam konteks denim. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan literatur pemasaran digital dengan menawarkan wawasan mengenai strategi keterlibatan yang paling berdampak bagi merek yang berorientasi pada keberlanjutan seperti Paduan Biru, terutama dalam lanskap pemasaran fesyen yang sangat visual dan interaktif di era digital saat ini.
ANALISIS KONTEN EDUKASI BERBASIS INSTAGRAM MENGGUNAKAN KERANGKA ADDIE UNTUK MENENTUKAN FORMAT YANG TEPAT UNTUK PEMAHAMAN KLINIS HEWAN TERHADAP PRODUK PELIHARA
Tingkat pemahaman dan adopsi perangkat lunak manajemen digital yang rendah di klinik veteriner menghambat digitalisasi layanan kesehatan hewan. Pelihara, platform SaaS untuk klinik veteriner, menghadapi tantangan dalam menyajikan konten edukatif yang jelas, relevan, dan kredibel melalui Instagram. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konten edukatif berbasis Instagram guna mengindetifikasi format yang sesuai untuk membantu klinik veteriner memahami produk Pelihara. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui sampling purposif dan wawancara semi-terstruktur dengan empat dokter hewan di Bandung, diverifikasi oleh satu ahli industri, dan dianalisis secara tematis menggunakan kerangka kerja ADDIE hingga tahap Pengembangan. Temuan menyoroti tiga elemen kunci untuk desain konten yang tepat: testimoni autentik dan komunikasi transparan untuk membangun kredibilitas; format ringkas dan mudah dipahami seperti video pendek dengan waktu unggah strategis; dan narasi berbasis kasus yang memaparkan masalah nyata sebelum memperkenalkan Pelihara sebagai solusi. Validasi ahli menyoroti peran keterlibatan emosional dan edutainment dalam mempertahankan perhatian dan kepercayaan audiens. Studi ini memberikan panduan praktis untuk menciptakan konten edukatif Instagram yang mendorong adopsi digital di klinik veteriner, sekaligus berkontribusi secara akademis dengan menerapkan kerangka kerja ADDIE pada konten media sosial B2B di sektor kesehatan hewan.