πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL DENGAN MENGANGKAT MANFAAT TEH UNTUK MEREDAKAN STRESS BAGI PEKERJA USIA 21-30 TAHUN DI JAKARTA

Stres kerja merupakan permasalahan yang banyak dialami oleh pekerja muda di wilayah perkotaan, khususnya pada rentang usia 21–30 tahun. Tingginya tuntutan pekerjaan, tekanan waktu, serta ritme kerja yang cepat sering kali memicu stres akut ringan yang tidak selalu disadari maupun dikelola dengan baik. Di sisi lain, teh sebagai minuman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari memiliki asosiasi dengan rasa tenang dan relaksasi, serta didukung oleh kajian ilmiah mengenai potensinya dalam membantu meredakan stres. Namun, pemanfaatan teh sebagai medium edukasi kesehatan mental melalui kampanye sosial berbasis komunikasi visual masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kampanye sosial yang mampu meningkatkan kesadaran pekerja muda terhadap stres kerja akut, sekaligus memperkenalkan teh sebagai bentuk stress-relief sederhana yang dapat diterapkan dalam keseharian. Metode perancangan yang digunakan adalah Double Diamond, yang mencakup tahap Discover, Define, Develop, dan Deliver. Landasan teori yang digunakan meliputi teori kampanye komunikasi dari Rogers dan Storey, strategi DRIP Marketing Communications, serta teori komunikasi visual. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan pekerja muda untuk menggali persepsi terhadap stres, kebiasaan coping, serta preferensi visual audiens. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi perancangan kampanye sosial yang menekankan pendekatan visual yang tenang, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan pekerja urban. Rekomendasi tersebut mencakup strategi pesan, tone komunikasi, serta pemilihan media kampanye yang bertujuan membangun kesadaran, keterlibatan emosional, dan mendorong audiens untuk menerapkan ritual sederhana minum teh sebagai bagian dari pengelolaan stres. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif pendekatan kampanye kesehatan mental yang lebih ringan, relevan, dan mudah diterima oleh pekerja muda.

2026
πŸ‘€ Penulis: Yesha Angeline
🏷️ Kampanye Sosial 🏷️ Stress Kerja 🏷️ Komunikasi Visual

ANALISIS IN-PLACE DAN FATIGUE PADA ANJUNGAN LEPAS PANTAI TETAP 4 KAKI DI REPUBLIK ANGOLA, AFRIKA SELATAN

Terdapat beberapa hal yang memengaruhi perancangan struktur anjungan lepas pantai tetap, di antaranya: kondisi beban lingkungan, batimetri, target kapasitas produksi, dan aspek geoteknik setempat. Beban lingkungan, dalam hal ini adalah gelombang, secara fundamental bersifat dinamik, yang jika diinteraksikan dengan struktur anjungan lepas pantai di laut dangkal akan memicu fenomena fatik. Studi ini hendak merancang struktur anjungan lepas pantai tetap di Republik Angola dan membandingkan karakteristik fatik strukturnya terhadap beban lingkungan yang ada di Indonesia. Analisis in-place akan dilakukan terhadap suatu model numerik struktur anjungan lepas pantai tetap tipe jacket 4 kaki menggunakan perangkat lunak Bentley SACS v.12. Konfigurasi bracing yang digunakan adalah tipe diagonal bracing. Elevasi dasar laut dangkal tipikal yang digunakan adalah 48.77 m dari mean low water (MLW). Elevasi dek terendah, sub-cellar deck, sebesar 7.89 m dari MLW. Struktur didesain menggunakan metode working stress design (WSD), mengacu kepada API RP2A-WSD 22nd Edition untuk umur rencana 30 tahun pada kondisi operating dan storm. Material baja yang digunakan adalah ASTM A572 Gr. 60 untuk penampang wide flange dan API 5L X52 untuk penampang tubular. Pemeriksaan analisis in-place dilakukan terhadap beberapa kriteria perancangan, yaitu: unity check (UC) ratio elemen struktural, faktor keamanan daya dukung aksial tanah, serta defleksi tiang pancang di dasar laut dan defleksi relatif dek. Hasil perancangan terhadap beban lingkungan di Republik Angola menunjukkan bahwa seluruh elemen struktural telah memadai. UC ratio terbesar untuk penampang wide flange, jacket tubular, bracing tubular, dan tiang pancang tubular secara berturut-turut adalah 0.99, 0.16, 0.79, dan 0.39. Defleksi dek untuk kondisi storm adalah 5.13 cm, memenuhi batas yang dipersyaratkan oleh basis perancangan, yaitu: 39.18 cm. Komparasi fenomena fatik di kedua negara menunjukkan bahwa secara umum, umur rencana fatik sambungan tubular di Republik Angola lebih kecil. Untuk sambungan JA12 (sambungan jacket-bracing di bawah splash zone), umur rencana fatik untuk Republik Angola dan Indonesia secara berturut-turut adalah 72.7 ribu tahun dan 1.10 juta tahun. Tren ini ditemui pada 10 dari 15 sambungan jacket-bracing lainnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa karakteristik beban gelombang Republik Angola dengan periode panjang lebih memicu fluktuasi lonjakan tegangan pada sambungan tubular sehingga menghasilkan umur rencana fatik yang lebih buruk.

2026
πŸ‘€ Penulis: Melvina Dwi Tamara
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Geoteknik Setempat 🏷️ Hidrologi

ANALISIS KONEKTIVITAS HINTERLAND PELABUHAN UTAMA DI PULAU JAWA DAN ESTIMASI DEMAND TERMINAL PETI KEMAS DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK DAN PELABUHAN PATIMBAN

Konektivitas hinterland merupakan faktor penting yang memengaruhi wilayah layan dan daya saing antar pelabuhan. Cakupan hinterland tidak hanya ditentukan oleh kedekatan geografis, tetapi juga oleh aksesibilitas jaringan, waktu tempuh, dan generalised cost dari wilayah produksi atau konsumsi menuju pelabuhan. Di Pulau Jawa, kehadiran Pelabuhan Patimban sebagai entry port di wilayah utara Jawa Barat berpotensi mengubah struktur hinterland dan pembagian demand peti kemas, khususnya pada wilayah yang sebelumnya bergantung pada Pelabuhan Tanjung Priok. Penelitian ini menggabungkan analisis konektivitas hinterland pelabuhan utama di Pulau Jawa dengan identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap estimasi demand Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok untuk mengestimasi demand Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban. Analisis dilakukan terhadap Pelabuhan Tanjung Priok, Patimban, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak dengan unit analisis kabupaten/kota melalui pendekatan deterministik dan probabilistik. Pendekatan deterministik digunakan untuk menentukan pelabuhan dengan nilai generalised cost minimum, sedangkan pendekatan probabilistik digunakan untuk menggambarkan kecenderungan pemilihan pelabuhan dan tingkat kompetisi antar pelabuhan. Estimasi demand Tanjung Priok dilakukan menggunakan regresi multilinear dengan metode stepwise berdasarkan variabel ekonomi, demografi, industri, perdagangan, nilai tukar, dan aktivitas logistik. Hasil analisis deterministik menunjukkan bahwa setelah Pelabuhan Patimban dipertimbangkan, jumlah hinterland dominan Tanjung Priok menurun dari 35 menjadi 23 kabupaten/kota. Berdasarkan perubahan tersebut, diperoleh spatial hinterland share Tanjung Priok sebesar 65,71% dan Patimban sebesar 34,29%. Di sisi lain, hasil probabilistik menunjukkan bahwa batas hinterland antar pelabuhan tidak bersifat kaku, melainkan membentuk zona kompetitif pada beberapa wilayah dengan probabilitas pemilihan pelabuhan yang relatif terbagi. Selanjutnya, Nilai share tersebut digunakan untuk mengestimasi demand Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban. Hasil estimasi menunjukkan bahwa demand Terminal Peti Kemas Patimban diperkirakan mencapai sekitar 3.11 juta TEU pada tahun 2027 dan 3.79 juta TEU pada tahun 2037. Dengan demikian, Pelabuhan Patimban berpotensi memiliki peran sebagai pelabuhan pendukung Tanjung Priok dalam sistem pelabuhan utama di Pulau Jawa.

2026
πŸ‘€ Penulis: M. Daffa' Hanifaturrahman
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Logistik

PERANCANGAN APLIKASI KANTOR VIRTUAL BERBASIS GAMIFIKASI UNTUK MEMFASILITASI MANAJEMEN PROYEK DALAM LINGKUNGAN KERJA REMOTE (STUDI KASUS: TIM KREATIF STUDIO GIM)

Industri gim merupakan salah satu sektor kreatif yang berkembang pesat dan semakin banyak mengadopsi sistem kerja jarak jauh (remote). Pergeseran ini menimbulkan tantangan signifikan bagi tim kreatif di studio gim, seperti fragmentasi alur kerja, kompleksitas tugas yang saling bergantung, lemahnya alur validasi pekerjaan, hingga rendahnya kehadiran sosial antaranggota tim. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan baru dalam merancang lingkungan kerja digital yang tidak hanya mampu mengelola proyek secara terstruktur, tetapi juga meningkatkan keterlibatan dan efektivitas kerja tim. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah aplikasi ruang kerja virtual tergamifikasi yang menempatkan manajemen proyek sebagai fungsi utama untuk mendukung tim kreatif di studio gim. Perancangan mengacu pada Work Breakdown Structure (WBS) beserta logika dependensi dan alur persetujuan tugas sebagai fondasi manajemen proyek, Octalysis Framework sebagai pendekatan gamifikasi, serta konsep body doubling dan Social Presence Theory sebagai pendekatan kehadiran sosial. Hasil perancangan berupa aplikasi bernama WARP, yaitu ruang kerja virtual yang mengintegrasikan pengelolaan tugas berbasis WBS, sistem gamifikasi, serta ruang sosial bersama. Melalui perancangan ini, diharapkan WARP dapat menjadi solusi ruang kerja digital yang terstruktur, interaktif, dan mendukung pengelolaan proyek tim kreatif jarak jauh secara efektif.

2026
πŸ‘€ Penulis: Ibtisam Sabrina Budiyan
🏷️ Gamifikasi 🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Kerja Jarak Jauh

MENINGKATKAN CAPAIAN PRODUKTIVITAS PENGUPASAN TANAH PENUTUP DENGAN MENGGUNAKAN KERANGKA LEAN SIX SIGMA: STUDI KASUS AKTIVITAS PERNAMBANGAN DI PT.BBB

Topsoil removal merupakan aktivitas penting dalam operasi tambang terbuka karena menentukan kesiapan area penambangan, keberlangsungan produksi, serta keberhasilan reklamasi lahan pascatambang. Namun demikian, proses ini masih menghadapi berbagai inefisiensi operasional seperti waktu tunggu yang tinggi, konflik pergerakan alat, dan variasi proses yang menyebabkan produktivitas menurun. Selain itu, penanganan topsoil yang kurang tepat dapat menurunkan kualitas tanah sehingga mengurangi keberhasilan revegetasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi waste pada proses topsoil removal, merumuskan strategi peningkatan produktivitas, serta mengevaluasi bagaimana preservasi kualitas topsoil dapat dipertahankan. Penelitian menggunakan pendekatan Lean Six Sigma melalui metodologi DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control) dengan studi kasus di PT BBB. Value Stream Mapping (VSM) digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah, Cycle Time Analysis dan Pareto Analysis digunakan untuk mengukur tingkat inefisiensi serta menentukan prioritas permasalahan, sedangkan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) digunakan untuk mengevaluasi risiko operasional dan menentukan prioritas perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan produktivitas terutama disebabkan oleh waktu tunggu, konflik lalu lintas alat, gangguan operasional, dan ketidakkonsistenan pelaksanaan di lapangan, bukan karena keterbatasan kapasitas alat. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian mengusulkan optimasi sistem dispatch, penyeimbangan armada, perbaikan manajemen jalan angkut, pengaturan lalu lintas operasional, serta penerapan prosedur operasional preventif. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas dan preservasi kualitas topsoil dapat dicapai secara bersamaan melalui perbaikan operasional yang sistematis dan berbasis data.

2026
πŸ‘€ Penulis: Menahim Fajar Kurnia Rapa
🏷️ Operasi Tambang Terbuka 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENSTRUKTURAN PERMASALAHAN PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI DALAM KERANGKA KERTAJATI AEROCITY KASUS STUDI : PT BIJB AD (BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT AEROCITY DEVELOPMENT) KABUPATEN MAJALENGKA

Pengembangan kawasan industri berbasis Aerocity merupakan strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional, khususnya melalui integrasi dengan bandara sebagai simpul logistik utama. Kawasan Industri Kertajati Aerocity memiliki potensi strategis dalam mendukung konsep Aerocity, namun implementasinya menghadapi berbagai hambatan. Meskipun memiliki perencanaan yang baik dan dukungan infrastruktur strategis, perkembangan kawasan industri Kertajati Aerocity belum menunjukkan capaian yang sepenuhnya sesuai dengan target perencanaan. Beberapa infrastruktur dasar kawasan masih dalam tahap percepatan pembangunan, sementara realisasi investasi dan aktivitas ekonomi yang diharapkan tumbuh di sekitar bandara belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menstrukturkan persoalan apa saja yang menghambat pengembangan Kawasan Industri Kertajati Aerocity dalam konteks pengembangan Aerocity di Kabupaten Majalengka, serta memberikan rekomendasi strategis untuk mengurangi hambatan tersebut guna mempercepat optimalisasi fungsi Kertajati Aerocity sebagai bagian integral dari Aerocity Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis problem structuring yang merupakan kelompok metode analisis yang dikembangkan untuk menangani persoalan yang bersifat kompleks (messy problems), yaitu permasalahan yang memiliki banyak aktor, tujuan yang berbeda, ketidakpastian tinggi, serta tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan optimasi matematis. Metode pengumpulan data kuantitatif pada penelitian ini diperoleh melalui dokumen perencanaan kawasan dan data sekunder terkait infrastruktur, jenis industri, tata ruang, regulasi serta tahapan pengembangan. Data kualitatif dikumpulkan melalui in-depth interview dengan stakeholder strategis, termasuk pejabat Badan Pengelola Kawasan Rebana, pengelola Kertajati Aerocity serta pejabat BIJB Kertajati. Analisis data dilakukan dengan pendekatan problem structuring untuk mengidentifikasi, mendefinisikan, dan menyusun hubungan antar unsur permasalahan sehingga situasi masalah yang semula tidak terstruktur dapatii dipahami secara lebih jelas sebagai dasar perumusan alternatif kebijakan dan pengambilan keputusan yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Kertajati Aerocity masih berada pada tahap pengembangan menengah awal (early development stage) serta yang menjadi inti persoalannya adalah pengembangan kawasan industri Kertajati Aerocity mengalami kegagalan transformasi dari pembangunan infrastruktur menuju pembentukan ekosistem ekonomi kawasan yang terintegrasi. Infrastruktur strategis yang telah dibangun belum mampu berfungsi sebagai katalis pertumbuhan ekonomi karena tidak ditopang oleh keselarasan sistem tata ruang, regulasi yang adaptif, serta pembentukan basis industri yang kuat. Berdasarkan hasil analisis, pengembangan Kertajati Aerocity dapat lebih efektif apabila kawasan industri dan logistik ditempatkan sebagai penggerak utama pertumbuhan kawasan, sementara BIJB berfungsi sebagai infrastruktur pendukung yang berkembang mengikuti terbentuknya aktivitas ekonomi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan konektivitas bandara sangat dipengaruhi oleh keberadaan demand riil dari aktivitas industri, perdagangan, dan logistik yang mampu menciptakan arus penumpang maupun kargo secara berkelanjutan. Pembangunan aerocity tidak selalu harus dimulai dari pertumbuhan bandara, tetapi dapat diawali melalui penguatan kawasan industri dan logistik yang mampu menciptakan ekosistem ekonomi terlebih dahulu. Dalam konteks Kertajati Aerocity, pendekatan ini dinilai lebih realistis dan adaptif terhadap kondisi eksisting karena dapat membangun demand secara bertahap, Temuan ini memberikan dasar empiris bagi pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan investor untuk merumuskan strategi perbaikan dan percepatan pengembangan kawasan industri berbasis Aerocity. Penelitian ini juga berkontribusi secara akademis dalam memperluas pemahaman mengenai implementasi Aerocity di Indonesia.

2026
πŸ‘€ Penulis: Julian Claudia Leonita Lion
🏷️ Pengembangan Kawasan Industri 🏷️ Logistik Dan Transportasi 🏷️ Analisis Problem Structuring

PERANCANGAN GAME EDUKASI UNTUK MENGENALKAN KONSEP DASAR TENTANG TATA SURYA PADA ANAK USIA 8–12 TAHUN

Pemahaman konsep dasar tentang tata surya sering menjadi tantangan bagi anak-anak karena sifatnya yang abstrak dan tidak dapat diamati secara langsung. Metode pembelajaran tradisional yang hanya menggunakan media visual statis, seperti gambar di buku atau slide presentasi, membuat anak usia 8–12 tahun cenderung pasif, kurang termotivasi, dan sulit memahami konsep yang diajarkan. Kondisi ini membuat pembelajaran tata surya kurang menarik, padahal topik ini memiliki potensi besar untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan imajinasi anak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini berfokus pada pengembangan game edukatif interaktif sebagai media pembelajaran alternatif. Game ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman eksplorasi planet, simulasi gerak orbit, dan aktivitas bermain yang menyenangkan, sehingga anak dapat belajar secara langsung, aktif, dan imersif. Melalui interaksi dan visualisasi yang dinamis, game memungkinkan anak memahami konsep tata surya dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat. Diharapkan media ini dapat meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman anak terhadap dasar tata surya, sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang relevan dengan karakter digital Generasi Alpha. Game edukatif ini memberikan alternatif baru yang menggabungkan hiburan dan edukasi secara efektif.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Fatih Abdul Hakim
🏷️ Game Edutainment 🏷️ Pembelajaran Interaktif 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Pembelajaran

PENGEMBANGAN LINI CASTING MACHINING PLANT Y PT X MELALUI PENJADWALAN PRODUKSI, PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS, DAN PERANCANGAN SISTEM TRACEABILITY

PT X menghadapi inefisiensi operasional pada lini casting-machining Plant Y yang berdampak pada tiga aspek: (1) ketidaksesuaian rencana dan realisasi produksi akibat downtime mesin yang tidak diperhitungkan dalam jadwal, (2) hambatan aliran material akibat penumpukan WIP pada aisle karena konfigurasi tata letak yang tidak optimal, dan (3) penurunan akurasi traceability akibat tidak adanya penugasan lot material berbasis FIFO. Penelitian ini bertujuan merancang solusi terintegrasi untuk mengatasi ketiga permasalahan tersebut. Penjadwalan produksi diselesaikan menggunakan model Integer Linear Programming yang mempertimbangkan estimasi downtime berbasis model Crow-AMSAA dan diselesaikan dengan solver Gurobi. Perancangan ulang tata letak menggunakan pendekatan Systematic Layout Planning (SLP) yang diintegrasikan dengan model optimasi MILP berbasis ongkos material handling jarak rectilinear dengan dua skenario alternatif (centralized dan point-of-use). Sistem informasi traceability dikembangkan menggunakan metode Waterfall dan diimplementasikan sebagai prototipe berbasis ekosistem Microsoft (Power Apps, SharePoint) dengan pemindaian QR Code yang tersinkronisasi dengan Master Production Schedule. Model penjadwalan menghasilkan jadwal dengan nol part terlambat dan mampu menekan biaya produksi non-reguler sebesar 65% dibandingkan kondisi eksisting. Tata letak usulan skenario centralized menurunkan ongkos material handling sebesar 36,5% dan jarak tempuh material sebesar 29,9%, sekaligus mengeliminasi backtracking, dengan hasil yang robust terhadap perubahan demand, upah, dan biaya energi. Sistem informasi yang dikembangkan memenuhi 14 dari 16 kebutuhan fungsional dan memproyeksikan penghematan biaya sebesar Rp1,81 miliar per tahun melalui pengecilan radius isolasi produk cacat. Secara keseluruhan, integrasi ketiga solusi ini berhasil meningkatkan keandalan pemenuhan jadwal, kelancaran aliran material, dan akurasi traceability pada lini casting-machining Plant Y PT X.

2026
πŸ‘€ Penulis: Shelfa Angelyn S. Marpaung
🏷️ Pengendalian Produksi 🏷️ Optimisasi Tata Letak Fasilitas 🏷️ Sistem Traceability

PERANCANGAN ANIMASI IMERSIF GUNA MENINGKATKAN KESADARAN ISU MIKROPLASTIK DALAM TUBUH MANUSIA MELALUI MEDIA FULLDOME UNTUK REMAJA UMUR 13–16 TAHUN

Kantong plastik kresek yang digunakan sebagai wadah makanan sehari-hari terbukti melepaskan partikel mikroplastik yang ikut tertelan tanpa disadari, berpotensi mengendap di dinding usus, dan memicu peradangan kronis hingga pertumbuhan sel kanker kolorektal. Pada remaja usia 13–16 tahun, kesadaran terhadap ancaman ini masih sangat rendah meskipun paparan terjadi melalui aktivitas makan yang sangat biasa. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan komunikasi visual yang belum mampu menyampaikan isu kesehatan yang bersifat tidak kasat mata secara personal dan emosional. Tugas akhir ini berfokus pada perancangan animasi imersif berbasis media fulldome sebagai sarana peningkatan kesadaran afektif remaja terhadap dampak mikroplastik dari kantong plastik kresek pada kesehatan sistem pencernaan manusia. Perancangan dilakukan dengan pendekatan Desain Komunikasi Visual yang menekankan visual storytelling dan teknik macro animation, bukan sebagai pembelajaran formal. Data dikumpulkan melalui studi literatur, kuesioner khalayak, serta wawancara dengan praktisi pengelolaan sampah perkotaan dan praktisi media fulldome. Berdasarkan hasil analisis, dirancang animasi fulldome dengan pendekatan narasi firstperson yang membawa audiens masuk ke dalam tubuh manusia menyaksikan perjalanan mikroplastik dari kantong kresek di meja makan hingga berkembangnya sel kanker kolorektal sehingga ancaman yang tidak kasat mata dapat dirasakan secara personal dan reflektif oleh remaja.

2026
πŸ‘€ Penulis: Milka Florina
🏷️ Animasi Imersif 🏷️ Kesadaranan Kesehatan Remaja 🏷️ Hidrologi Mikroplastik

PENINGKATAN KINERJA LINTASAN PERAKITAN AKHIR PESAWAT CN-235 MELALUI OPTIMASI PENYEIMBANGAN LINTASAN, PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI EFEKTIVITAS, DAN PENJADWALAN BERBASIS KONFIGURASI SUMBER DAYA

Perencanaan produksi Final Assembly Line (FAL) pesawat CN-235 di PT Dirgantara Indonesia sering kali menghadapi tantangan berupa ketidakseimbangan beban kerja, inefisiensi penjadwalan, dan kurangnya pemantauan efektivitas operasional yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Terintegrasi berbasis Decision Support System (DSS) guna membantu pengambilan keputusan manajerial secara lebih objektif dan mendukung target produksi 24 pesawat per tahun. Pengembangan sistem informasi ini dirancang menggunakan metodologi System Development Life Cycle (SDLC). Sistem ini memadukan tiga modul analisis utama: modul Multi-manned Assembly Line Balancing (mALBP-II) untuk menyeimbangkan beban kerja antar stasiun, modul penjadwalan Resource- Constrained Project Scheduling Problem (RCPSP) menggunakan algoritma metaheuristik Improved Jaya (IJAYA), serta modul Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengevaluasi efektivitas operasional historis. Hasil perancangan adalah sebuah purwarupa sistem informasi berbasis web yang berhasil menyatukan aliran data produksi secara otomatis. Sistem ini terbukti mampu mengalkulasi metrik OEE untuk mengidentifikasi stasiun kritis, meratakan beban perakitan, dan menyajikan visualisasi Gantt Chart penjadwalan yang optimal melalui algoritma IJAYA. Integrasi ini memberikan instrumen yang komprehensif bagi perencana produksi untuk meminimalkan waktu menganggur dan mereduksi lead time secara berbasis data.

2026
πŸ‘€ Penulis: Ghani Maulanputra
🏷️ Optimisasi Lintasan Produksi 🏷️ Analisis Kinerja Mesin 🏷️ Penjadwalan Berbasis Sumber Daya

ANALISIS PROBABILITAS PEMILIHAN MODA ANTARA BRT METRO JABAR TRANS DAN KENDARAAN PRIBADI DI KOTA BANDUNG: PENDEKATAN BINOMIAL LOGIT BERBASIS STATED PREFERENCE PADA KORIDOR LEUWIPANJANG-DAGO

Kota Bandung menghadapi kemacetan 64,1% (peringkat ke-12 dunia, TomTom Traffic Index 2024) dengan dominasi penggunaan kendaraan pribadi (81,75%) dibanding transportasi umum (18,12%). BRT Metro Jabar Trans (MJT) dihadirkan sebagai solusi, namun Koridor Leuwipanjang–Dago memiliki jumlah penumpang terendah (7,95%) dan load factor 26,48%, jauh di bawah standar 70%. Penelitian ini bertujuan membentuk model probabilitas pemilihan moda BRT, menganalisis sensitivitasnya, serta mengukur Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP). Data survei stated preference dari 155 responden dianalisis menggunakan regresi linier (backward elimination) untuk membentuk model logit biner. Hasil menunjukkan bahwa selisih biaya, waktu tempuh, serta waktu akses dan egres berpengaruh signifikan terhadap pemilihan BRT. Nilai WTP dan ATP pengguna motor masing-masing Rp4.357 dan Rp4.280, sedangkan pengguna mobil Rp5.349 dan Rp28.427. Dibandingkan tarif eksisting Rp4.900, tarif tersebut belum sesuai bagi pengguna motor, namun masih sesuai bagi pengguna mobil. Untuk meningkatkan probabilitas perpindahan moda di atas 50% pada tingkat individu, sesuai karakteristik sampel penelitian, direkomendasikan tarif sekitar Rp3.700, waktu tempuh 28 menit, dan waktu akses-egres 17 menit.

2026
πŸ‘€ Penulis: Gilbert Ferlin Yakin
🏷️ Analisis Kemacetan Kota Bandung 🏷️ Model Logit Binomial 🏷️ Pemilihan Moda Transportasi

KERANGKA PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK OPTIMALISASI PENGIRIMAN ALAT BERAT MELALUI LCT PADA PT. GALI WATU IRENG

Mobilisasi alat berat memainkan peran penting dalam operasi pertambangan yang sangat penting dan mahal karena geografi kepulauan Indonesia di mana mesin harus dipindahkan antar pulau (World Bank, 2015; Herliana & Parsons, 2011). Salah satu kontraktor pertambangan, PT. Gali Watu Ireng (nama tersebut merupakan nama samaran karena alasan kerahasiaan) yang telah mengerjakan beberapa proyek di pulau tersebut telah melakukannya melalui penyewaan kapal Landing Craft Tank (LCT) untuk memindahkan ekskavator, truk pengangkut, serta peralatan pendukung lainnya antar berbagai proyek. Praktik saat ini sebagian besar adalah single-origin–single-destination (SOSD) dengan biaya mobilisasi yang tinggi dan pemanfaatan kapal yang rendah, di mana keputusan rute sebagian besar didasarkan pada pengalaman operasional, bukan evaluasi sistematis. Penelitian ini menyajikan proses pengembangan kerangka kerja pengambilan keputusan yang memungkinkan manajemen untuk mengamati evaluasi dan perbandingan yang transparan dan berbasis data dari strategi pengiriman LCT alternatif: SOSD dan konsolidasi multi-asal - multi-tujuan (MOMD). Ini adalah desain penelitian kasus tunggal yang didominasi kuantitatif, yang menggabungkan pemeriksaan deskriptif indikator kinerja utama (KPI) yang ditentukan oleh catatan perusahaan tentang pengiriman pelayaran (faktor muat, biaya/ton, dan biaya/mil laut) dan nilai bobot kriteria keputusan serta nilai peringkat opsi rute menggunakan Proses Hierarki Analitik (AHP) (Saaty, 1980, 1995) dan analisis tematik dari tanggapan terstruktur para ahli logistik untuk membenarkan masalah bisnis dan kriteria keputusan, serta Analisis Mode Kegagalan dan Dampak (FMEA) dari setiap risiko operasional yang memengaruhi keandalan pengiriman. Analisis tahun 2025 menunjukkan bahwa terdapat potensi konsolidasi yang sangat besar dengan faktor muat rata-rata di bawah 30% sepanjang periode tersebut. Hasil juga menunjukkan bahwa penghematan biaya tidak terlihat pada pelayaran multi-stop ad hoc dan bahwa diperlukan aturan pengambilan keputusan yang terstruktur dibandingkan dengan campuran jumlah pelayaran yang oportunistik. Sistem berbasis AHP yang dihasilkan dapat membantu manajemen untuk mengevaluasi berbagai pilihan pengiriman secara objektif dan dapat membantu menyelaraskan pilihan rute dengan parameter biaya, pemanfaatan, dan keandalan sedemikian rupa sehingga pilihan logistik yang lebih rasional, terukur, dan bertanggung jawab dapat diperoleh.

2026
πŸ‘€ Penulis: Vincent Saragossa H. P.
🏷️ Logistik Pertambangan 🏷️ Optimisasi Pengiriman Alat Berat 🏷️ Analisis Keandalan Operasional

PERANCANGAN MOBILE APP BERBASIS VISUAL STORYTELLING UNTUK MENCEGAH CYBERBULLYING BERBASIS STEREOTIP GENDER BAGI REMAJA USIA 14-17 TAHUN

Cyberbullying berbasis stereotip gender merupakan salah satu bentuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang banyak dialami remaja di Indonesia dan berdampak terhadap kesejahteraan psikososial mereka. Stereotip gender membentuk cara remaja menilai serta memperlakukan teman sebaya, sehingga berpotensi menjadi pemicu terjadinya perundungan siber. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang media edukasi berupa choice-based visual storytelling pada perangkat mobile yang ditujukan bagi remaja usia 14–17 tahun, guna meningkatkan kesadaran, pemahaman, empati, serta refleksi kritis terhadap fenomena cyberbullying berbasis stereotip gender. Metode perancangan yang digunakan adalah pendekatan Double Diamond yang mencakup tahapan discover, define, develop, dan deliver, dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi media sosial, kuesioner, serta wawancara dengan remaja dan narasumber ahli. Hasil perancangan berupa media choice-based visual storytelling yang terdiri atas tiga cerita bertema cyberbullying berbasis stereotip gender, yang menempatkan pengguna sebagai pengambil keputusan dalam alur cerita serta dilengkapi dengan percabangan narasi, pendekatan reflektif, dan penyajian informasi bantuan secara kontekstual. Media ini diharapkan mampu menumbuhkan empati, refleksi diri, dan tanggung jawab sosial remaja dalam berinteraksi di ruang digital, sekaligus berkontribusi pada pengembangan media interaktif sebagai upaya pencegahan cyberbullying berbasis stereotip gender.

2026
πŸ‘€ Penulis: Valentino Matthew D. H.
🏷️ Visual Storytelling 🏷️ Cyberbullying Berbasis Stereotip Gender 🏷️ Pendidikan Digital Untuk Remaja

EVALUASI KINERJA SEISMIK SPECIAL TRUSS MOMENT FRAME (STMF) PADA SUMBU KUAT KOLOM DENGAN VARIASI JUMLAH INTERMEDIATE VERTICAL MEMBER (IVM)

Special Truss Moment Frame (STMF) merupakan sistem rangka baja tahan gempa yang memanfaatkan pelelehan elemen fuse pada special segment sebagai mekanisme disipasi energi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan Intermediate Vertical Member (IVM) terhadap kinerja seismik sistem STMF. Objek penelitian berupa bangunan baja tiga lantai yang dimodelkan menggunakan ETABS dengan empat variasi jumlah IVM, yaitu 0, 1, 2, dan 3 buah pada setiap special segment. Perencanaan struktur mengacu pada SNI 1729:2020, SNI 1726:2019, SNI 7860:2020, dan AISC 341-16. Evaluasi kinerja dilakukan melalui analisis pushover dengan metode displacement control. Perilaku nonlinier dimodelkan menggunakan plastic hinge yang didefinisikan secara manual berdasarkan kurva backbone mengacu pada ASCE 41-17. Parameter yang dievaluasi meliputi kekakuan awal, kapasitas geser dasar, daktilitas, distribusi sendi plastis, dan mekanisme keruntuhan struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan IVM meningkatkan kekakuan awal dan kapasitas lateral struktur hingga mencapai konfigurasi optimum. Variasi dengan dua IVM memberikan kinerja terbaik karena menghasilkan kapasitas dan daktilitas tertinggi serta mekanisme redistribusi gaya yang lebih efektif. Sebaliknya, penambahan tiga IVM menyebabkan penurunan daktilitas akibat meningkatnya kekakuan special segment sehingga kemampuan rotasi plastis elemen fuse berkurang. Analisis pushover juga menunjukkan bahwa distribusi kekakuan struktur menyebabkan sendi plastis pada beberapa kasus terbentuk lebih dahulu pada elemen chord luar lantai dasar sebelum mekanisme pelelehan pada elemen fuse berkembang secara optimal. Dengan demikian, diperlukan jumlah IVM yang optimum untuk memperoleh keseimbangan antara kekakuan, kapasitas, dan daktilitas sistem STMF.

2026
πŸ‘€ Penulis: Para Wahyu Sovana
🏷️ Seismika Baja 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Struktur

PERANCANGAN KAMPANYE AROMA LOKAL NUSANTARA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MINAT DAN APRESIASI GENERASI Z DI INDONESIA

Aroma merupakan medium sensorik yang memiliki peran penting dalam membentuk pengalaman, memori, emosi, serta identitas budaya manusia. Indonesia memiliki kekayaan bahan aromatik dan minyak atsiri yang besar, namun pemanfaatannya sebagai identitas wewangian lokal dalam konteks konsumsi generasi muda urban masih belum optimal. Di tengah maraknya tren parfum global dan praktik dupe aroma luar negeri, wewangian lokal Indonesia kerap diposisikan hanya sebagai produk alternatif, bukan sebagai medium ekspresi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi kampanye yang mampu meningkatkan kesadaran dan apresiasi Generasi Z akhir di wilayah urban terhadap wewangian lokal Indonesia melalui pendekatan identitas olfaktori Nusantara. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi media digital, serta wawancara dengan narasumber dari industri wewangian lokal berbasis pengalaman. Data dianalisis dengan mengaitkan teori olfaktori, perilaku konsumsi Generasi Z, serta strategi kampanye dalam desain komunikasi visual. Hasil penelitian ini berupa rekomendasi perancangan kampanye sosial yang menekankan penguatan narasi budaya aroma, eksplorasi pengalaman sensorik, serta strategi visual dan media yang relevan dengan gaya hidup Generasi Z urban. Perancangan ini diharapkan dapat memposisikan aroma lokal tidak hanya sebagai produk konsumsi, tetapi sebagai bagian dari identitas budaya yang bermakna dalam konteks urban modern

2026
πŸ‘€ Penulis: Naura Nadhifa Aliyya
🏷️ Olfaktori 🏷️ Generasi Z 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Aroma
Halaman 32 dari 6754
πŸ’¬