📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

STUDI INTERKONEKSI PLTP KAPASITAS RENDAH KE JARINGAN DISTRIBUSI DI DAERAH ISOLATED: ANALISIS BERBASIS ALIRAN DAYA, ANALISIS KEANDALAN DAN INVESTASI JTM.

Pasokan listrik di daerah isolated menghadapi tantangan besar akibat keterbatasan kapasitas dan tingginya ketergantungan pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berkapasitas rendah menjadi alternatif berkelanjutan untuk meningkatkan keandalan pasokan serta mendukung program dedieselisasi. Penelitian ini menganalisis interkoneksi PLTP kapasitas rendah ke jaringan distribusi eksisting di daerah isolated dari sisi teknis dan ekonomis. Analisis teknis dilakukan melalui simulasi aliran daya untuk menilai profil tegangan, rugi-rugi daya, dan kemampuan evakuasi daya. Keandalan sistem dihitung menggunakan indeks SAIFI dan SAIDI pada berbagai skema interkoneksi. Sementara itu, analisis ekonomi difokuskan pada estimasi kebutuhan investasi pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interkoneksi PLTP mampu meningkatkan kestabilan tegangan dan menurunkan rugi-rugi daya secara signifikan. Skema interkoneksi ganda terbukti lebih andal dibandingkan jalur tunggal karena mampu meminimalkan risiko gangguan. Walaupun membutuhkan investasi awal yang cukup besar, manfaat jangka panjang berupa pengurangan konsumsi BBM PLTD dan peningkatan keandalan menjadikan proyek ini layak secara teknis maupun ekonomis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interkoneksi PLTP kapasitas rendah ke jaringan distribusi isolated merupakan langkah strategis dalam transisi energi bersih di wilayah terpencil.

2025
👤 Penulis: Rifki Maulana Muslim
🏷️ Interkoneksi Pltp Kapasitas Rendah 🏷️ Analisis Keandalan Sistem Listrik 🏷️ Investasi Jaringan Tegangan Menengah

PENGEMBANGAN MRNA PENGKODE PROTEIN SPIKE YANG RESISTEN TERHADAP FURIN DAN TMPRSS2 SEBAGAI KANDIDAT VAKSIN COVID-19

Protein spike SARS-CoV-2 memegang peranan penting dalam infeksi sel inang dan merupakan target utama antibodi netralisasi. Namun, sifat metastabil dan kerentanan spike terhadap protease sel inang, yakni Furin dan TMPRSS2, dapat mengurangi efektivitas imunogenisitasnya. Studi terdahulu telah membuktikan bahwa mutasi gen spike SARS CoV-2 pada residu R682G dan S813Y dapat menyebabkan resistensi terhadap proteolitik oleh Furin dan TMPRSS2 sehingga protein spike tetap memiliki struktur yang stabil dan utuh. Vaksin berbasis Messenger RNA (mRNA) merupakan alternatif baru dari vaksin konvensional dengan peran penting dalam pengendalian penyakit menular. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kandidat vaksin COVID-19 berbasis mRNA yang mengkode protein spike SARS-CoV-2 ITB dengan mutasi pada residu R682G dan S813Y, yang diharapkan dapat resisten terhadap protease Furin dan TMPRSS2 sehingga memicu respons imun adaptif yang lebih tinggi. Mutasi S813Y dilakukan pada gen spike-R682G melalui PCR site-directed mutagenesis dan dikonfirmasi dengan teknik sekuensing, lalu dilakukan subkloning ke dalam vektor ekspresi pcDNA3.1(+)-UTR. DNA plasmid berkualitas tinggi diproduksi dan dilinierisasi, kemudian digunakan sebagai templat dalam transkripsi in vitro untuk mensintesis mRNA dan divalidasi melalui elektroforesis, spektrofotometri, dan RT-qPCR. Hasil sekuensing menunjukkan terdapat mutasi pada residu R682G dan S813Y pada plasmid bakteri transforman. Plasmid pcDNA3.1(+)-UTR_spike-mutan menunjukkan kemurnian, baik dengan nilai rasio A???/??? 1,93 dan tingkat supercoil ? 88 %. Transkripsi secara in vitro menghasilkan mRNA dengan panjang ? 4.280 bp, nilai rasio A???/??? 1,92 dan konsentrasi mRNA ? 45 ?g/reaksi. Keberadaan mRNA pengkode spike terkonfirmasi melalui RT-qPCR. Keberhasilan konstruksi gen mutan dan sintesis mRNA membuka peluang untuk pengembangan kandidat vaksin berbasis mRNA sebagai platform vaksin yang cepat dan adaptif untuk menghadapi penyakit menular yang sedang berkembang.

2025
👤 Penulis: Novi Safitri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Vaksin Covid-19 🏷️ Protein Spike Sars-Cov-2

MENGURANGI KETIDAKPASTIAN DARI FLUIDA RESERVOIR DIKARENAKAN KURANGNYA INFORMASI GUNA AKTIVITAS PRODUKSI YANG LEBIH OPTIMAL MELALUI PROSES LEAN SIGMA PADA AREA X DI LAPANGAN HEVO

Area X dari Hevo Field, yang dioperasikan oleh PT. XYZ, merupakan lapangan minyak dengan karakteristik minyak berat sebagai produksi utamanya. Sebagai bagian dari proses Enhanced Oil Recovery (EOR), khususnya dalam penerapan program steamflood di Area X, dibutuhkan informasi bawah permukaan yang lengkap dan komprehensif. Analisis terhadap informasi bawah permukaan di Hevo Field, khususnya Area X, sangat bergantung pada data seperti open hole log dan surveillance log untuk mengidentifikasi kemajuan dari proses steamflood. Area X, sebagai fokus utama penelitian ini, menghadapi permasalahan ketidakpastian dalam memahami kondisi fluida reservoir saat ini di bagian bawah Reservoir Haru, apakah masih berupa lapisan batuan yang mengandung minyak atau telah menjadi lapisan jenuh air, yang disebabkan oleh ketidaklengkapan data log di seluruh sumurnya. Untuk mengurangi ketidakpastian terhadap informasi bawah permukaan saat ini dan sebagai alat validasi terhadap surveillance log yang dilakukan setiap tahun, maka ketersediaan data open hole log yang lengkap menjadi sangat krusial. Dalam menyusun rencana optimasi dan pengembangan yang efektif menggunakan metode steamflood EOR, diperlukan data bawah permukaan yang menyeluruh melalui integrasi open hole log dan surveillance data. Dalam penelitian ini, dilakukan inisiatif penerapan metodologi Lean Sigma melalui kerangka DMAIC. Inisiatif ini memberikan manfaat baik secara tangible maupun intangible bagi PT. XYZ, karena proses perbaikan ini tidak memerlukan biaya tambahan, bahkan menghasilkan penghematan biaya sebesar US$1.440.000 dengan menghindari kegiatan pengeboran tambahan untuk pendalaman sumur dan pelaksanaan logging ulang, melainkan dengan memanfaatkan pendekatan Facimage dan Offset Well Modeling. Peningkatan tingkat kepercayaan praktisi heavy oil dalam meninjau peluang sisa cadangan bawah permukaan serta penurunan waktu yang dibutuhkan untuk menganalisis potensi tersebut merupakan manfaat intangible bagi PT. XYZ. Keberhasilan implementasi pendekatan Facimage dan Offset Well Modeling melalui proses Lean Sigma ini juga dapat direplikasi pada area lain di Hevo Field, atau bahkan di luar Hevo Field, dengan melakukan penyesuaian berdasarkan karakteristik unik pada masing-masing lapangan.

2025
👤 Penulis: Albert Julian Gurning
🏷️ Hidrologi 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Lean Sigma

PEMODELAN PENYEBARAN PENYAKIT MENULAR PASCAPANDEMIK COVID-19 MELALUI TEORI PERMAINAN DAN PENDEKATAN HUTAN EPIDEMIK

Penelitian ini memodelkan penyebaran penyakit menular antarinvidu dan antarwilayah pada situasi pascapandemik. Pada model tingkat individu, diamati keterkaitan antara dinamika penyebaran penyakit dengan pengambilan keputusan menggunakan masker melalui teori permainan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kerangka teori permainan, keputusan individu menggunakan masker dipengaruhi oleh perilaku pengguna masker dalam masyarakat dan rasio antara biaya menggunakan masker dengan biaya terinfeksi. Lebih lanjut lagi diperoleh kesimpulan bahwa perilaku sosial, yaitu sikap kooperatif dalam menggunakan masker, berpengaruh terhadap insidensi penyakit. Selanjutnya pada model tingkat wilayah digunakan konsep hutan epidemik untuk mempelajari penyebaran pemodelan penyebaran penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara spasio-temporal. Konsep ini menghasilkan graf berbentuk hutan yang merepresentasikan penyebaran penyakit secara eksplisit yang melibatkan waktu awal terjadinya wabah, jarak spasio-temporal, dan prevalensi penyakit. Penentuan waktu awal terjadinya wabah di setiap wilayah dilakukan menggunakan kurva logistik. Berdasarkan waktu awal terjadinya wabah, diperoleh bahwa terdapat empat periode wabah ISPA, dan wilayah dengan waktu awal terjadinya wabah yang lebih awal relatif memiliki jumlah kasus yang tinggi. Hal ini mengarah pada gagasan bahwa sumber penyebar penyakit adalah wilayah dengan jumlah kasus tinggi. Hutan epidemik dibentuk untuk menunjang gagasan tersebut dan berhasil mengidentifikasi pohon dominan (yaitu pohon dengan jumlah kasus anak paling tinggi). Wilayah yang menjadi kasus primer pada pohon dominan memiliki jumlah kasus yang relatif lebih tinggi dibandingkan pohon lain. Simulasi dilakukan dengan mengurangi jumlah kasus pada wilayah primer sebesar 50% untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hutan yang terbentuk. Hasil simulasi menunjukkan bahwa terdapat pengurangan jumlah kasus anak yang dihasilkan sehingga diperoleh target potensial pencegahan wabah untuk menekan perluasan penyebaran ISPA.

2025
👤 Penulis: Yuki Novia Nasution
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH SUDUT BUKAAN BERVARIASI DAN JUMLAH BILAH TERHADAP KINERJA TURBIN ANGIN SPIRAL ARCHIMEDES

Pertumbuhan populasi di Indonesia mendorong peningkatan kebutuhan energi listrik, yang juga berdampak pada kenaikan emisi karbon. Pada tahun 2024, jumlah penduduk mencapai 281,6 juta jiwa, dengan emisi karbon tahunan sebesar 2,6 ton per orang, di mana sektor energi terbarukan di Indonesia baru mencapai 12,23% dari total kapasitas yang terpasang. Pemerintah menargetkan peningkatan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 51,6% berdasarkan RUPTL PLN 2021-2030. Dengan kecepatan angin rendah 3 6 m/s, teknologi Archimedes spiral wind turbine (ASWT) menjadi solusi yang efektif. Turbin ini mampu bekerja optimal pada kondisi angin rendah dan secara otomatis menyesuaikan arah angin tanpa perangkat tambahan. Penggunaan variable opening angle pada ASWT dipilih karena memungkinkan aliran udara yang lebih optimal melalui turbin, meningkatkan efisiensi aerodinamis dan daya yang dihasilkan. Penelitian ini membandingkan kinerja ASWT dengan fixed dan variable opening angle pada kecepatan angin 3 8 m/s dengan mempertahankan luas selimut yang sama sehingga bisa mengetahui pengaruh dari sudut bukaan terhadap performa turbin. Selain itu, penelitian ini juga akan mengevaluasi pengaruh jumlah bilah (2, 3, dan 4 bilah) terhadap performa turbin. Studi ini bertujuan menemukan konfigurasi terbaik dari kombinasi variable opening angle dan jumlah bilah untuk meningkatkan efisiensi ASWT dalam memanfaatkan potensi energi angin di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan koefisien performa rotor paling baik pada kecepatan 6- 8 m/s adalah rotor ASWT 60°-60°-60° 3 bilah, sedangkan pada kecepatan 4-5 m/s adalah rotor ASWT 60°-45°-30° 3 bilah. Untuk kondisi geografis Kota Bandung, rotor ASWT 60°-60°-60° 4 bilah memiliki daya keluaran rata-rata paling besar dikarenakan memiliki cut in speed lebih rendah.

2025
👤 Penulis: Raihan Naufal Ramadhan
🏷️ Aerodinamika 🏷️ Energi Angin Terbarukan 🏷️ Teknologi Turbin Wind

ANALISIS STRATEGI DIVERSIFIKASI PT BUKIT ASAM TBK KE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (FOTOVOLTAIK) DI LOKASI PASCA-TAMBANG

Studi ini mengevaluasi kelayakan strategis diversifikasi bisnis PT Bukit Asam (PTBA) ke pengembangan pembangkit listrik tenaga surya utility scale (PLTS) di lahan pasca-pertambangan (SPV-PML), sejalan dengan transformasi jangka panjang perusahaan menuju menjadi perusahaan energi berkelanjutan. PTBA menghadapi tekanan yang semakin besar akibat penurunan industri batubara secara global, pemanfaatan lahan pasca-pertambangan yang belum optimal, dan kebutuhan mendesak untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Sebagai respons, PTBA menargetkan 30% pendapatan perusahaan berasal dari energi terbarukan pada tahun 2030, menjadikan SPV-PML sebagai salah satu inisiatif strategis dalam peta jalan jangka panjangnya (RJPP). Masalahnya adalah bagaimana upaya memastikan diversifikasi tersebut berhasil dan dapat memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Untuk itu, penulis mengusulkan solusi dengan menerapkan teori Porter’s Three Essential Tests sebagai kerangka kerja untuk menilai kelayakan diversifikasi ini. Porter’s Three Essential Tests terdiri dari tiga proses pengujian: Industry Attractiveness (mengevaluasi apakah industri baru secara struktural menarik dan menawarkan potensi keuntungan yang signifikan saat ini dan di masa depan), Cost of Entry (mengevaluasi apakah biaya masuk ke industri baru wajar dan tidak melebihi potensi keuntungan), dan Better-Off (Synergies) (memastikan bahwa diversifikasi akan menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi perusahaan, baik melalui sinergi strategis maupun penciptaan nilai jangka panjang). bagi manajemen upaya memastikan suatu kesuksesan strategi implementasi Bisnis merupakan bentuk kehatia-hatian sebagai mitigasi risiko kegagalan diversifikasi business. Hasil penelitian pada Industry Attractiveness Test menunjukkan bahwa industri PLTS utility scale di lahan pascatambang (SPV-PML) memiliki daya tarik menengah (saat ini) dan tinggi (dimasa depan), yang berarti masih sangat relevan untuk dimasuki oleh PTBA. Daya tarik ini diperkuat oleh dukungan pemerintah melalui RUPTL 2025–2034 yang menargetkan kapasitas energi surya sebesar 17,1 GW, di mana 87% dialokasikan kepada Independent Power Producers (IPP). PTBA memiliki posisi strategis terkait kepemilikan lebih dari 2.200 Ha lahan pascatambang, citra sebagai pelaku energi hijau (melalui afiliasi PT BEST dan PT BEI), akses terhadap teknologi solar yang maju, serta pengalaman dalam pembangunan infrastruktur energi. Cost of Entry Test, dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan finansial dari tiga proyek yaitu : Bantuas, Tanjung Enim, dan Ombilin. Hasilnya masing-masing proyek memiliki nilai investasi (CAPEX) sebesar USD 159,94 juta dan menunjukkan kelayakan finansial yang kuat. Ketiganya mencatat IRR di atas standar kelayakan investasi, NPV yang positif, serta periode pengembalian modal yang dapat diterima. Tanjung Enim menjadi proyek paling menarik, dengan IRR proyek sebesar 13,37%, IRR ekuitas sebesar 19,93%, dan masa pengembalian selama 4,7 tahun. LCOE (Levelized Cost of Electricity) dari ketiga proyek berada di kisaran 5,77 hingga 6,28 sen USD/kWh, menjadikan PTBA tetap kompetitif dalam harga jual listrik. Better-Off Test menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara bisnis inti PTBA dan inisiatif SPV-PML. Selain keuntungan finansial, proyek ini menawarkan nilai strategis (potential economic of scope yang dapat disinergikan) melalui optimalisasi lahan pascatambang, peningkatan kompetensi SDM untuk operasional energi terbarukan, alih teknologi O&M, digitalisasi, serta keselarasan dengan prinsip ESG. Proyek ini diproyeksikan dapat menghasilkan pendapatan sebesar IDR 25,98 triliun selama 25 tahun, berkontribusi sekitar 2,2% terhadap total pendapatan PTBA dan mendukung pencapaian target kontribusi 30% dari sektor energi pada tahun 2030. Penelitian ini memberikan peta jalan strategis tidak hanya bagi PTBA, tetapi juga bagi perusahaan energi berbasis tambang lainnya di Indonesia. Analisis ini menunjukkan bagaimana evaluasi strategi yang terstruktur dapat membantu pengambilan keputusan yang efektif, meminimalkan risiko investasi, dan sekaligus mendorong keberlanjutan jangka panjang.

2025
👤 Penulis: Marsuki
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Energi Terbarukan

STRATEGI TRANSISI SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI DARI ISO/IEC 27001:2013 KE ISO/IEC 27001:2022 DI PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR

Sistem manajemen adalah cara suatu organisasi mengelola bagian-bagian yang saling terkait dari bisnisnya untuk mencapai tujuannya. Tujuan-tujuan ini dapat berkaitan dengan berbagai topik, termasuk kualitas produk atau layanan, efisiensi operasional, kinerja lingkungan, kesehatan dan keselamatan di tempat kerja, dan banyak lagi. ISO menerbitkan standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi untuk pertama kalinya pada Oktober 2005, kemudian ISO merevisi standar tersebut pada Oktober 2013 untuk menyesuaikan dengan tantangan keamanan informasi yang terus berubah. ISO menerbitkan standar ISO/IEC 27001:2022 pada Oktober 2022 untuk memperbarui ISO/IEC 27001:2013 dengan tujuan utama meningkatkan relevansi standar terhadap kondisi keamanan informasi saat ini, memastikan kontrol yang lebih sederhana dan efektif, serta memudahkan penanganan risiko. Masa transisi yang diberikan adalah 3 tahun sejak standar terbaru diterbitkan pada Oktober 2022. ISO memberikan masa transisi hingga 31 Oktober 2025 agar organisasi dapat menyesuaikan sistem manajemen keamanan informasinya dengan versi terbaru. Setelah tanggal tersebut, sertifikasi ISO/IEC 27001:2013 dinyatakan tidak berlaku, dan semua organisasi yang ingin mempertahankan sertifikasinya harus mematuhi standar ISO/IEC 27001:2022 terbaru. Solusi yang diusulkan dari penelitian ini adalah tiga belas rencana aksi yang akan diimplementasikan oleh Pupuk Kaltim untuk menutup celah yang teridentifikasi dan memenuhi semua persyaratan dalam ISO/IEC 27001:2022. Rencana aksi tersebut dikelompokkan berdasarkan siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA) yang diadopsi oleh ISO sebagai dasar pertimbangan dalam menyusun jadwal implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pupuk Kaltim dapat melakukan transisi dalam delapan bulan. Pelaksanaan rencana aksi yang diusulkan dimulai pada Juli 2024 dan akan selesai pada Februari 2025, artinya Pupuk Kaltim dapat berhasil melakukan transisi ke ISO/IEC 27001:2022 sebelum batas waktu yang ditetapkan.

2025
👤 Penulis: Puguh Prasetyo
🏷️ Iso/Iec 27001 🏷️ Manajemen Keamanan Informasi 🏷️ Transisi Standar

SAGARAMAYA: PERANCANGAN ECOTOURISM RESORT DI KAWASAN PANTAI KARANG PAPAK KABUPATEN GARUT

Sektor pariwisata di Garut, khususnya kawasan Pantai memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Namun pada kenyataannya, cukup banyak permasalahan yang dihadapi seperti permasalahan kebersihan lingkungan, infrastruktur yang belum memadai, dan kurangnya partisipasi serta kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Salah satu Pantai yang berpotensi untuk dikembangkan di Garut adalah Pantai Karang Papak yang menawarkan panorama Samudera Hindia yang indah dengan hamparan pasir beserta gugusan karang. Kondisi eksisting menunjukkan belum banyak penawaran paket wisata yang menarik bagi wisatawan maupun masyarakat. Sarana akomodasi yang menjadi aspek penting dalam pariwisata memiliki kualitas dan kelayakan yang tidak sebanding dengan harganya. Masalah lainnya adalah Pantai di Garut Selatan berpotensi terkena dampak dari kemungkinan bencana gempa bumi dan tsunami yang tinggi. Tesis ini bertujuan untuk menghasilkan konsep perancangan, strategi perancangan, dan program fasilitas untuk sebuah ecotourism resort di Pantai Karang Papak yang dapat meningkatkan pariwisata dan kesadaran serta partisipasi masyarakat lokal. Manfaat dari tesis ini adalah menghasilkan sebuah model alternatif sebuah resort yang menggunakan pendekatan ecotourism di Kawasan Pantai Karang Papak. Tesis ini disusun dengan metode perancangan yang dimulai dengan kajian literatur, kajian preseden, kemudian melakukan analisis berdasarkan dua jenis data yaitu data primer berupa hasil observasi dan wawancara serta data sekunder menggunakan rujukan seperti jurnal, data, dan artikel yang menunjang kebutuhan perancangan. Beberapa poin penting prinsip ecotourism mengenai kriteria perancangan yang digunakan meliputi pendidikan/edukasi tentang lingkungan, meningkatkan dan menghasilkan pendapatan ekonomi lokal, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa fungsi bangunan yang dirancang yaitu bangunan lobi, restoran & pertemuan, bangunan akomodasi berupa hotel dan cottage, rekreasi berupa spa & gym, serta workshop. Konsep yang ingin dihadirkan melalui tesis ini yakni berorientasi pada kelestarian alam, memaksimalkan potensi lokal, All-in-One Tourism, dan Laut sebagai Vista dan Axis. Konsep-konsep tersebut menghasilkan nama Sagaramaya yang berasal dari dua kata dalam Bahasa Sunda yaitu Sagara dan Maya, jika dipadukan bisa berarti menjadi sebuah “keindahan laut”. Nama ini merefleksikan pengalaman pengunjung yang diharapkan dapat merasa menyatu dengan keindahan alam serta lautan. Konsep ini diwujudkan melalui tata letak bangunan yang tidak menghalangi pandangan, penggunaan material lokal yang ramah lingkungan seperti kayu dan batu, serta desain ruang semi-terbuka yang memungkinkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami maksimal. Akomodasi terbagi menjadi bangunan hotel bertingkat untuk efisiensi dan pemandangan panorama, serta cottage untuk privasi dan pengalaman yang lebih dekat dengan alam. Konsep ecotourism memungkinkan penerapan sistem-sistem yang menggunakan prinsip berkelanjutan. Sistem-sistem yang digunakan pada proyek ini adalah rainwater harvesting yang digunakan untuk konservasi air serta mengurangi limpasan air. Kemudian adapula pengelolaan limbah melalui kegiatan pada ruang-ruang workshop. Selanjutnya penerapan panel surya pada bangunan-bangunan untuk meminimalkan ketergantungan dan mengefisiensikan biaya energi listrik. Dalam skala bangunan, terdapat planter box serta tanaman gantung yang terletak pada railing memungkinkan pengunjung untuk ikut serta berpartisipasi di dalamnya. Sistem-sistem tersebut menjadi sebuah narasi edukasi yang menjadi nilai plus yang ditawarkan oleh ecotourism resort ini. Kesimpulannya, perancangan ini menunjukkan bahwa dalam merancang sebuah resor, banyak hal yang perlu dipikirkan, terutama lokasi yang tentunya menjadi aspek yang memengaruhi rancangan. Dengan menggunakan pendekatan ecotourism, sebuah resort tidak hanya berfokus pada aspek komersial, namun juga bagaimana kehadirannya dapat berpengaruh dan berkontribusi secara positif bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat di daerah tersebut.

2025
👤 Penulis: Talitha Nur Adilah Zahrah
🏷️ Pariwisata Ekologis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Desain Lingkungan

PERAN MEDIASI KEBAHAGIAAN PEGAWAI DALAM ADOPSI TEKNOLOGI DIGITAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA DAN BUDAYA KERJA DI PERUSAHAAN TAMBANG BATUBARA XYZ

Penelitian ini mengkaji peran mediasi kebahagiaan karyawan dalam hubungan antara adopsi teknologi digital dan hasil organisasi, khususnya terhadap kinerja pegawai dan budaya kerja di PT XYZ, sebuah perusahaan pertambangan batubara terkemuka di Indonesia. Berlandaskan pada empat konstruk yang saling terkait yaitu kebahagiaan karyawan, adopsi teknologi digital, kinerja karyawan dan budaya kerja, penelitian ini menawarkan wawasan baru mengenai bagaimana faktor psikologis memengaruhi adopsi teknologi di industri berisiko tinggi dan padat karya. Dengan menjawab kesenjangan signifikan dalam literatur, studi ini mengeksplorasi mekanisme bagaimana alat digital memengaruhi kinerja pegawai, terutama di sektor-sektor dengan tuntutan fisik tinggi dan tingkat stres kerja yang signifikan. Dengan menggunakan metodologi kuantitatif yang kuat, analisis dilakukan melalui pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS terhadap data survei yang diperoleh dari 124 karyawan operasional lini depan di PT XYZ. Penelitian ini menguji empat hipotesis utama: (1) adopsi teknologi digital berpengaruh positif terhadap kebahagiaan karyawan, (2) kebahagiaan memediasi hubungan antara adopsi teknologi digital dan kinerja, (3) kebahagiaan memediasi hubungan antara adopsi teknologi digital dan budaya kerja, serta (4) budaya kerja memoderasi hubungan antara kebahagiaan dan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat digital secara signifikan meningkatkan kebahagiaan karyawan (? = 0,612, p < 0,001), yang pada gilirannya mendorong peningkatan kinerja (? = 0,317, p = 0,001) dan membentuk budaya kerja yang positif (? = 0,491, p < 0,001). Namun, efek moderasi budaya kerja tidak didukung secara statistik (? = 0,102, p = 0,212), yang mengindikasikan adanya kekakuan budaya dalam lingkungan industri tradisional. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap wacana transformasi digital dengan memfokuskan kajian pada industri pertambangan batubara, sebuah sektor yang selama ini kurang terwakili dalam berbagai studi sebelumnya. Studi ini memperluas model tradisional seperti Technology Acceptance Model (TAM) dengan memasukkan dimensi emosional, serta menunjukkan bahwa alat digital tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga dapat mengurangi stres dan meningkatkan motivasi. Secara teoritis, penelitian ini memvalidasi model struktural yang menempatkan kebahagiaan sebagai mediator dalam pengaruh teknologi terhadap kinerja dan budaya organisasi. Sementara itu, tidak signifikannya peran moderasi budaya kerja memberikan pemahaman baru mengenai keterbatasan lingkungan kerja yang hierarkis dan sangat berfokus pada keselamatan. Secara metodologis, pengembangan kuesioner dengan 30 butir pernyataan menghasilkan alat ukur yang andal untuk menilai dimensi emosional dan budaya dalam lingkungan kerja digital. Dari perspektif praktis, temuan penelitian ini menekankan pentingnya strategi transformasi digital yang berpusat pada manusia. Tiga intervensi berbasis bukti direkomendasikan: (1) penerapan Digital-Engagement Dashboard untuk memantau penggunaan teknologi dan keterlibatan karyawan, (2) pembentukan Innovation Labs lintas fungsi guna mendorong perubahan budaya secara kolaboratif, dan (3) program pelatihan kepemimpinan untuk membangun empati digital dan kecerdasan emosional. Solusi-solusi ini bertujuan menyelaraskan sistem teknologi dengan kesejahteraan psikologis dalam konteks industri. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan pendekatan longitudinal serta perbandingan lintas industri guna memperdalam validasi kerangka kerja dan memahami lebih jauh dinamika budaya. Dengan menempatkan kebahagiaan sebagai mediator yang kritikal, studi ini menjembatani bidang psikologi organisasi dan sistem informasi, serta menawarkan wawasan aplikatif bagi industri yang tengah menavigasi transformasi digital di lingkungan kerja berisiko tinggi.

2025
👤 Penulis: Sigit Herutomo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Psikologi Organisasi

DESAIN ANJUNGAN LEPAS PANTAI UNTUK KONDISI IN-SERVICE SERTA ANALISIS UPENDING

Secara geografis, Indonesia terletak di persimpangan empat lempeng tektonik utama. Interaksi antara lempeng-lempeng ini telah menciptakan kondisi geologis yang sangat menguntungkan bagi pembentukan cekungan sedimen dan akumulasi hidrokarbon. Badan Geologi telah menerbitkan peta cekungan sedimen Indonesia yang meliputi 128 cekungan sedimen. Berdasarkan data terkini dari Kementerian ESDM dan SKK Migas, Indonesia memiliki cadangan minyak dan gas bumi yang signifikan. Hingga tahun 2050 mendatang, pemanfaatan energi fosil minyak dan gas bumi (migas) masih berperan penting dalam mengamankan pasokan energi nasional. Anjungan lepas pantai, atau pelataran lepas pantai, adalah struktur atau bangunan yang dibangun di lepas pantai untuk mendukung proses eksplorasi minyak dan gas tersebut. Desain struktur anjungan lepas pantai memerlukan analisis yang tepat untuk memastikan kegiatan di atasnya tidak terganggu. Pada tugas akhir ini, dilakukan pemodelan struktur tipe fixed platform kaki empat dengan mengikuti standar API RP 2A WSD sebagai syarat kelayakan struktur. SACS (Structural Analysis Computer System) merupakan perangkat lunak yang digunakan dalam proses pemodelan hingga analisis anjungan lepas pantai tersebut. Dalam tugas akhir ini juga akan menampilkan hasil analisis in-service dan pre-service. Analisis in-service yang dilakukan berupa in-place, seismic, dan fatigue yang mengikuti standar API RP-2A WSD 21st Edition. Setelah itu dilakukan analisis lifting dan upending dengan mengikuti standar DNVGL-ST-N001. Di dalam proses lifting dan upending tersebut dibutuhkan crane barge. Eka Nusantara 3000 (EN3000) memiliki crane dengan main hook capacity sebesar 3.000 T @30 m dan aux hook capacity sebesar 600 T @60 m. Derrick lay barge tersebut dipilih dan membantu dalam kedua proses tersebut.

2025
👤 Penulis: Wildan Fandya Ar Rofi'I
🏷️ Geologi 🏷️ Desain Struktur Anjungan Lepas Pantai 🏷️ Analisis Teknis Sistem Crane

DESAIN ANJUNGAN LEPAS PANTAI TIPE TETAP DELAPAN KAKI BERDASARKAN KONDISI IN-SERVICE DAN ANALISIS INSTALASI JACKET LAUNCHING

Permintaan energi Indonesia terus meningkat dan diproyeksikan mencapai 10 Exajoule pada tahun 2028. Peningkatan ini didorong oleh konsumsi minyak dan gas yang terus naik. Sementara itu, produksi minyak dan gas domestik saat ini masih berada di bawah permintaan. Situasi ini menunjukkan pentingnya pembangunan anjungan lepas pantai baru untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Anjungan lepas pantai berfungsi sebagai fasilitas pendukung utama bagi industri hulu minyak dan gas bumi. Peran utamanya meliputi eksplorasi cadangan migas baru di wilayah lepas pantai yang belum tereksplorasi serta optimalisasi produksi dari lapangan yang sudah beroperasi (existing). Dalam tugas akhir ini, akan dirancang anjungan lepas pantai tipe tetap delapan kaki yang direncanakan akan beroperasi di lapangan migas existing di Selat Madura. Struktur anjungan lepas pantai akan didesain berdasarkan kondisi in-service sesuai dengan standar API RP 2A-WSD 22nd Edition. Analisis struktur yang dilakukan pada kondisi inservice mencakup analisis in-place, seismic, dan fatigue. Analisis tersebut dilakukan untuk mengetahui kelayakan dan umur layan struktur hasil desain. Selanjutnya, akan dilakukan analisis instalasi untuk komponen jacket pada anjungan lepas pantai menggunakan metode jacket launching. Pemilihan metode jacket launching didasarkan pada ukuran dan berat struktur yang dimodelkan pada Tugas Akhir ini. Penggunaan komponen jacket delapan kaki yang memiliki ukuran dan berat yang besar meyebabkan terbatasnya fasilitas crane yang mampu mengangkat struktur. Analisis jacket launching yang dilakukan pada Tugas Akhir ini mengacu pada standar DNV-ST-N001. Pada analisis jacket launching ini akan diperiksa integritas struktur, kriteria reserve buoyancy, dan kriteria mudline clearence. Dikarenakan analisis jacket launching bersifat time history yang dimana respons struktur berbeda-beda setiap waktunya, maka integritas struktur akan diperiksa pada beberapa waktu di setiap tahapan launching. Struktur anjungan lepas pantai yang didesain sudah memenuhi kriteria pada kondisi inservice dengan catatan harus ada redesign pada satu member tubular pada analisis fatigue yang masih sedikit di bawah design life-nya. Untuk analisis instalasi jacket launching, struktur sudah memenuhi kriteria dengan mempertimbangkan penambahan external ring stiffener pada empat jacket leg.

2025
👤 Penulis: Muhammad Sabilihaqie Noordien
🏷️ Desain Anjungan Lepas Pantai 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Analisis Instalasi Jacket Launching

EVALUASI PERFORMA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTP) GUNUNG SALAK BERDASARKAN ANALISIS EKSERGI

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak di Jawa Barat merupakan salah satu pembangkit panas bumi terbesar di Indonesia dengan kapasitas terpasang 3×60 MW. Setelah beroperasi lebih dari tiga dekade, pembangkit ini menghadapi tantangan penurunan kinerja akibat degradasi komponen utama seperti turbin, kondensor, dan menara pendingin yang berdampak pada efisiensi termal dan eksergi sistem. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja PLTP Gunung Salak Unit 1, 2, dan 3 melalui analisis eksergi guna mengidentifikasi sumber irreversibilitas, kerugian energi terbesar, serta peluang optimasi sistem. Data operasi aktual dikumpulkan dari Maret 2023 hingga Februari 2024, mencakup tekanan, temperatur, dan laju alir massa komponen utama. Analisis dilakukan dengan perangkat lunak Cycle-Tempo menggunakan neraca massa, energi, dan eksergi, serta divisualisasikan dengan diagram Grassmann untuk menggambarkan distribusi kerugian eksergi. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi eksergi Unit 1, 2, dan 3 masing-masing sebesar 59,4%, 62,8%, dan 63,6%. Irreversibilitas terbesar terdapat pada turbin (11,3–12,5%), diikuti cooling tower (7,9–12,2%) dan kondensor (5,9–9,4%). Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan performa dapat dicapai melalui optimasi sistem pendingin dan pemeliharaan turbin. Strategi teknis seperti seal and bearing improvement dan retrofit sudu (reblading) dievaluasi. Pada cooling tower terdapat strategi Optimalisasi Nozzle dan Distribusi Air serta penambahan Variable Frequency Drive. Selain itu, peningkatan tekanan kondensor teridentifikasi akibat bertambahnya Non-Condensible Gas (NCG), sementara sistem Gas Removal System eksisting belum optimal. Oleh karena itu, disarankan penambahan Liquid Ring Vacuum Pump untuk meningkatkan kemampuan pembuangan NCG, menurunkan tekanan kondensor, serta memperbaiki efisiensi keseluruhan sistem.

2025
👤 Penulis: Anton Hermanto
🏷️ Eksergi 🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi 🏷️ Optimasi Sistem

ANALISIS DAN STUDI PARAMETRIK PENYERAPAN ENERGI IMPAK STRUKTUR SUBFLOOR PESAWAT KOMUTER 19 PENUMPANG

Penelitian ini menganalisis kelaiktabrakan struktur subfloor pesawat komuter 19 penumpang melalui simulasi numerik berbasis finite element analysis (FEA) menggunakan LS-DYNA untuk mengevaluasi kemampuan penyerapan energi impak dan memahami pengaruh parameter desain dengan penerapan crash box tipe top-hat. Studi parametrik dilakukan pada dua frame fuselage, dengan variasi material (Al7075-T6, AA6061-T6, dan Al2024-T3), ketebalan, dan model stiffener. Model divalidasi menggunakan uji referensi top-hat crash box, dengan galat maksimum 3,44% pada gaya dan perpindahan sehingga layak digunakan untuk analisis global. Hasil simulasi menunjukkan fuselage baseline mampu menyerap 13,65 kJ (90% energi kinetik) dengan deformasi dominan berupa buckling dan bending pada subfloor. Penggunaan top-hat crash box berbahan Al7075-T6 dengan ketebalan 1,4 mm memberikan kinerja penyerapan energi terbaik sebagai stiffener meningkatkan specific energy absorption (SEA) subfloor hingga 8.84% dan mengurangi effective G, sebagai ukuran besaran perlambatan, hingga 2.34%.

2025
👤 Penulis: Muhammad Adillah Utama
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KAJIAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN LIMPASAN PERMUKAAN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KEBIJAKAN TATA RUANG (STUDI KASUS: SUB DAS CIKERUH)

Perubahan tata guna lahan merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi keseimbangan hidrologis suatu Daerah Aliran Sungai. Dinamika perubahan guna lahan khususnya di wilayah perkotaan seringkali meningkatkan limpasan permukaan (run-off) dan memperbesar risiko banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tata guna lahan di Sub DAS Cikeruh pada periode 2014 – 2024, menghitung dampaknya terhadap limpasan permukaan menggunakan metode Soil Conservation Service – Curve Number (SCS-CN), serta mengevaluasi implikasinya terhadap kebijakan tata ruang. Analisis dilakukan melalui pemrosesan citra penginderaan jauh, penghitungan nilai CN berdasarkan klasifikasi tutupan lahan, dan pengujian kesesuaian dengan kebijakan tata ruang yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan lahan signifikan dari lahan pertanian dan hutan menuju kawasan terbangun sehingga pada tahun 2024 proporsi lahan terbangun mencapai ±60% dari total wilayah. Perubahan tersebut meningkatkan nilai CN dari 78,40 (2014) menjadi 78,52 (2024) dan diproyeksikan naik hingga 80,06 berdasarkan skenario RTRW Provinsi Jawa Barat 2022 – 2042. Peningkatan CN menandakan penurunan kapasitas infiltrasi tanah dan kenaikan volume limpasan permukaan yang berimplikasi pada peningkatan risiko banjir. Evaluasi kebijakan menunjukkan adanya inkonsistensi antar dokumen tata ruang khususnya pada alokasi kawasan lindung yang dialihkan menjadi kawasan budidaya. Temuan ini menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan tata ruang lintas wilayah dan level pemerintahan untuk menjaga fungsi ekologi Sub DAS Cikeruh sekaligus mengurangi risiko hidrometeorologi.

2025
👤 Penulis: Ikhsan Rahmawan
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air 🏷️ Kebijakan Tata Ruang

CREW OPERATING PATTERN DENGAN GRAPHICAL METHOD, STUDI KASUS PT GARUDA INDONESIA

Lihat di file

2025
👤 Penulis: Prima Riduansyah
🏷️ Operasi Maskapai Penerbangan 🏷️ Analisis Rantai Pasok 🏷️ Metodologi Grafis
Halaman 322 dari 6754
💬