📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

ANALISIS DAN PERANCANGAN ALGORITMA CREW OPERATION PATTERN (CROPA), STUDI KASUS PT GARUDA INDONESIA

Lihat di file

2025
👤 Penulis: Bayu Adi Dharma
🏷️ Operasi Maskapai Penerbangan 🏷️ Analisis Rantai Pasok

PERANCANGAN SISTEM PLAMBING AIR BERSIH, AIR BUANGAN, VENT, AIR HUJAN, DAN SISTEM PEMADAM KEBAKARAN PADA GEDUNG RUMAH SUSUN X DI JAKARTA PUSAT: FOKUS AIR HUJAN DAN PEMADAM KEBAKARAN

Pembangunan hunian vertikal seperti Gedung Rumah Susun X di Jakarta Pusat, memerlukan perancangan sistem plambing yang andal untuk menjamin keamanan dan keberlanjutan. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang sistem plambing air hujan dan sistem pemadam kebakaran yang efektif, serta menganalisis kelayakan teknis dan ekonominya. Metodologi yang digunakan meliputi studi literatur terhadap standar SNI dan NFPA, serta evaluasi tiga alternatif sistem (konvensional, pengolahan terpusat, dan daur ulang) menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) berdasarkan enam kriteria. Hasil analisis menunjukkan bahwa Alternatif 3, yang mengintegrasikan pemanenan air hujan dan daur ulang air limbah domestik (grey water), merupakan sistem yang paling unggul. Desain teknis sistem terpilih mencakup jaringan perpipaan air hujan dengan talang dan pipa PVC berdiameter hingga 100 mm, serta sistem pemadam kebakaran gabungan (sprinkler dan hidran) yang membutuhkan debit pompa total 997,284 L/menit pada tekanan 12,998 bar dengan volume tangki 70 m³. Analisis finansial dengan umur proyek 20 tahun menunjukkan kelayakan proyek dengan total biaya investasi (CAPEX) sebesar Rp2.662.833.555,00, Net Present Value (NPV) sebesar Rp1.526.033.475,84 dan Benefit-Cost Ratio (BCR) 1,102.

2025
👤 Penulis: Muhammad Rezky Darmawan
🏷️ Desain Teknis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Air 🏷️ Analisis Finansial

ANALISIS SIFAT ANTARMUKA DAN MORFOLOGI PADA BIOKOMPOSIT DENGAN MATRIKS HIGH IMPACT POLYPROPYLENE-GETAH DAMAR BERPENGUAT SERAT RAMI

Pengembangan komposit menggunakan serat alam sebagai penguat menjadi alternatif dari serat sintetis untuk membuat biokomposit yang lebih ramah lingkungan. Akan tetapi, serat alam kurang bagus digabungkan dengan polyolefin seperti high impact polypropylene (HIPP) karena perbedaan polaritas sehingga ikatan antara keduanya kurang kompatibel. Hal ini menjadikan biokomposit yang dibuat memiliki kualitas antarmuka serat-matriks yang buruk dan menyebabkan sifat mekanik tidak optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan getah damar sebagai coupling agent pada matriks HIPP terhadap densitas, sifat tarik dan antarmuka biokomposit serat rami. Serat rami yang digunakan berupa quasi-unidirectional dengan perlakuan alkalisasi larutan 1% NaOH selama 1 hari. Proses pencampuran matriks dilakukan dengan mesin ekstrusi secara dua tahap dengan variasi fraksi berat damar (Wf) 0%, 15%, 25%, 35%, dan 55%. Biokomposit dibuat menggunakan compression molding dengan fraksi volume serat (????????) 10% untuk setiap variasi. Kemudian, dilakukan uji konstituen biokomposit, densitas, tarik, dan single fiber pull-out untuk dianalisis. Hasil pengujian menunjukkan sifat tarik dan kekuatan geser antarmuka yang tertinggi pada 55% fraksi berat damar. Pada 55 wt% damar, sifat mekanik biokomposit menghasilkan nilai rata-rata kekuatan tarik sebesar 51,38 MPa dengan modulus elastisitas sebesar 5,03 GPa, dan kekuatan geser antarmuka sebesar 10,86 MPa. Selain itu, data dan visual hasil pengujian biokomposit ini mengindikasikan sifat antarmuka (interface) yang baik antara serat dan matriksnya, ditunjukkan dengan kekuatan tarik yang semakin mendekati RoM dan dibuktikan dengan nilai interfacial shear strength yang meningkat.

2025
👤 Penulis: Hikari Aufa Rafiqi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

RISPERIDONE, MIKROSFER PLGA, MIKROENKAPSULASI, EMULSI TUNGGAL-PENGUAPAN PELARUT, FORMULASI LEPAS LAMBAT

Risperidone merupakan antipsikotik atipikal yang bekerja sebagai antagonis reseptor dopamin D? dan serotonin 5-HT?A, digunakan dalam terapi skizofrenia, gangguan bipolar, serta iritabilitas terkait autisme. Karena waktu paruh plasma risperidone yang relatif singkat, diperlukan formulasi penghantaran obat lepas lambat untuk meningkatkan kepatuhan terapi dan kestabilan pelepasan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengevaluasi mikrosfer risperidone berbasis polimer PLGA (rasio LA:GA 75:25) menggunakan metode single emulsion–solvent evaporation. Proses sintesis diawali dengan optimasi parameter mikroenkapsulasi berdasarkan karakteristik blanko mikrosfer PLGA, yang kemudian digunakan untuk enkapsulasi risperidone 50 mg. Karakterisasi FTIR dan XRD mengonfirmasi keberhasilan enkapsulasi obat dalam matriks polimer. Analisis termal (TGA dan DSC) menunjukkan penurunan stabilitas termal pada mikrosfer risperidone-PLGA dibandingkan blanko, namun suhu awal dekomposisi masih sesuai untuk aplikasi farmasi. Pengamatan morfologi dengan SEM menunjukkan mikrosfer berbentuk spherical dengan distribusi ukuran partikel yang lebih baik dibandingkan produk pembanding, Risperdal Consta. Analisis TEM mengungkap adanya area terlokalisasi risperidone di dalam matriks PLGA, menggambarkan fenomena enkapsulasi secara dua dimensi dan distribusi internal obat dalam polimer. Kuantifikasi porositas menggunakan BET mengindikasikan dominasi makropori dan penurunan luas permukaan spesifik akibat keberadaan risperidone dalam matriks. Evaluasi mikroenkapsulasi menunjukkan pemuatan obat sebesar 26,86% dan efisiensi enkapsulasi 70,48%. Secara keseluruhan, formulasi mikrosfer risperidone-PLGA yang diperoleh memenuhi kriteria sebagai sistem penghantaran obat lepas lambat dengan potensi durasi kerja yang lebih panjang.

2025
👤 Penulis: Azica Kurnia Nirwana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN PENGEMBANGAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DI TPS3R SALING ASIH II KECAMATAN BATUNUNGGAL KOTA BANDUNG

Kota Bandung merupakan kota metropolitan dengan jumlah penduduk sebanyak 2.527.854 Jiwa (Badan Pusat Statistika, 2022). Angka ini akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk di Kota Bandung. Tahun 2022, DLH mencatat volume sampah tembus hingga 8.419.981 ton. Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, menghasilkan timbulan sampah signifikan seiring peningkatan jumlah penduduk. TPS 3R Saling Asih II saat ini memiliki keterbatasan luas dan fasilitas sehingga tidak mampu menangani beban sampah secara optimal. Oleh karena itu, dilakukan perancangan pengembangan fasilitas menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti. Data tersebut digunakan sebagai dasar pertimbangan awal dalam menentukan teknologi pengolahan yang akan diterapkan. TPST berbasis teknologi RDF merupakan solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di Kecamatan Batununggal. Sampah sebanyak 48,62% akan diolah menggunakan metode RDF dan sampah organik sebanyak 37,69% akan diproses menggunakan fasilitas pengolahan BSF. Rencana Anggaran Biaya perancangan TPST Kecamatan Batununggal hasil perhitungan diperkirakan mencapai Rp. 5.517.342.000,00 dengan biaya operasional diperkirakan dan pemeliharaan mencapai Rp. 3.004.169.484, dengan estimai potensi pendapatan sebesar RP. 86.314.318.232,14.

2025
👤 Penulis: Andhika Dwi Putra
🏷️ Kebijakan Publik 🏷️ Manajemen Sampah 🏷️ Teknologi Pengolahan Sampah

PERANCANGAN PENGEMBANGAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DI TPS3R SALING ASIH II KECAMATAN BATUNUNGGAL KOTA BANDUNG

Kota Bandung merupakan kota metropolitan dengan jumlah penduduk sebanyak 2.527.854 Jiwa (Badan Pusat Statistika, 2022). Angka ini akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk di Kota Bandung. Tahun 2022, DLH mencatat volume sampah tembus hingga 8.419.981 ton. Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, menghasilkan timbulan sampah signifikan seiring peningkatan jumlah penduduk. TPS 3R Saling Asih II saat ini memiliki keterbatasan luas dan fasilitas sehingga tidak mampu menangani beban sampah secara optimal. Oleh karena itu, dilakukan perancangan pengembangan fasilitas menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti. Data tersebut digunakan sebagai dasar pertimbangan awal dalam menentukan teknologi pengolahan yang akan diterapkan. TPST berbasis teknologi RDF merupakan solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di Kecamatan Batununggal. Sampah sebanyak 48,62% akan diolah menggunakan metode RDF dan sampah organik sebanyak 37,69% akan diproses menggunakan fasilitas pengolahan BSF. Rencana Anggaran Biaya perancangan TPST Kecamatan Batununggal hasil perhitungan diperkirakan mencapai Rp. 5.517.342.000,00 dengan biaya operasional diperkirakan dan pemeliharaan mencapai Rp. 3.004.169.484, dengan estimai potensi pendapatan sebesar RP. 86.314.318.232,14.

2025
👤 Penulis: Andhika Dwi Putra
🏷️ Kebijakan Publik 🏷️ Manajemen Sampah 🏷️ Teknologi Pengolahan Sampah

SISTEM KOMUNIKASI DAN MONITORING PELACAKAN LOKASI MOBIL DENGAN SISTEM ALARM

Kecepatan tindakan dan informasi lokasi terkini menjadi kunci utama untuk menemukan kendaraan yang dicuri. Pencurian dapat terjadi pada semua jenis sistem keamanan mobil melalui duplikasi kunci fisik maupun gelombang elektromagnetik. Teknologi IoT dapat memberikan pemberitahuan indikasi pencurian serta informasi lokasi secara real-time. Sistem pelacakan kendaraan berbasis GSM (Global System for Mobile Communications) / GPRS (General Packet Radio Service) – GPS (Global Positioning System) banyak diimplementasikan karena jangkauannya yang luas, namun umumnya memiliki frekuensi pengiriman data yang rendah. Tugas akhir ini merancang sistem keamanan mobil dengan tiga fitur utama: mendeteksi keberadaan orang di dalam mobil, memverifikasi identitasnya, serta melacak lokasi mobil saat dicuri. Sistem menggunakan ESP32, SIM808, FSR (Force Sensor Resistence), Node.js, Firestore, dan Flutter, serta mendukung verifikasi dua arah melalui aplikasi mobile. Data diproses di perangkat keras dan dikirim ke cloud untuk diakses pengguna. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu memberikan informasi lokasi dengan error terburuk 41,554 meter pada kondisi basement dan mendukung pengiriman data hingga 1,208 Hz. Notifikasi indikasi pencurian dapat dikirim lebih cepat dari waktu pembobolan tercepat (6 detik) dengan rata-rata waktu pengiriman 0,85 detik. Penelitian ini difokuskan pada subsistem komunikasi, akuisisi & pemrosesan data lokasi, serta kendali perangkat keras.

2025
👤 Penulis: Ryaas Ramdan Inugraha
🏷️ Komunikasi Mobil 🏷️ Pemantauan Lokasi Kendaraan 🏷️ Manajemen Risiko Keamanan

OPTIMISASI MISS RATIO MELALUI MITIGASI DRIFT PADA LEARNED CACHE EVICTION MENGGUNAKAN MODEL ENSEMBLE

Strategi cache eviction yang adaptif menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya dinamika beban kerja pada sistem penyimpanan modern. Salah satu pendekatan yang telah dikembangkan untuk menangani hal ini adalah GL-Cache, sebuah algoritma eviction berbasis machine learning yang melakukan pelatihan ulang model setiap hari. Namun, pendekatan ini memiliki keterbatasan dalam menghadapi pola akses yang berubah dengan cepat atau berulang. Penelitian ini mengusulkan strategi manajemen model yang melengkapi GL-Cache dengan tiga strategi, yaitu Matchmaker, Accuracy-Updated Ensemble (AUE), dan DriftSurf. Ketiga strategi ini memungkinkan penyimpanan, pembobotan, maupun penggantian model yang digunakan untuk inferensi secara dinamis. Skema diimplementasikan menggunakan LibCacheSim dan dievaluasi pada 2.103 jejak block-I/O dari tiga dataset: Alibaba (? 9 hari), CloudPhysics (? 7 hari), dan Tencent (± 1 bulan). Dua skenario kapasitas cache digunakan, yaitu kecil (0.1% dari working set) dan besar (10%). Evaluasi dilakukan berdasarkan nilai perbaikan miss ratio serta overhead dari strategi. Signifikansi statistik dianalisis menggunakan uji Wilcoxon satu arah dengan ambang ? = 0.05. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pada cache 0.1%, Matchmaker memberikan peningkatan yang signifikan secara statistik (p < 0.05) di semua dataset. Selain itu, seluruh strategi juga menunjukkan perbaikan signifikan pada dataset Tencent yang berdurasi lebih panjang. Namun, ketika ukuran cache diperbesar menjadi 10%, keunggulannya menjadi kurang signifikan. Analisis menunjukkan bahwa overhead yang dihasilkan dari deployment strategi secara praktis tidak berdampak pada tier berbasis HDD, namun lebih sensitif untuk sistem yang didukung SSD

2025
👤 Penulis: William Nixon
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Optimasi Sistem Penyimpanan

OPTIMALISASI ARSITEKTUR SISTEM MONITORING LOG UNTUK PENGOLAHAN DATA BERSKALA BESAR

Pertumbuhan sistem digital modern telah menyebabkan peningkatan volume data log yang signifikan sehingga dibutuhkan sistem monitoring yang responsif, efisien, dan skalabel. Penelitian ini mengusulkan arsitektur sistem monitoring log yang dirancang untuk mengatasi tantangan dalam visualisasi dan pengolahan data log berskala besar secara real-time. Arsitektur ini terdiri dari komponen web server, Fluentbit, Kafka, Flink, ClickHouse, dan Grafana. Untuk tujuan evaluasi, arsitektur ini dibandingkan dengan arsitektur referensi yang diadaptasi dari Zhang et al. (2023), yang menggunakan Nginx, Flume, Kafka, Flink, dan Apache Doris sebagai database log. Evaluasi dilakukan terhadap empat metrik utama: latensi data, throughput, efisiensi penyimpanan, dan konsumsi sumber daya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa arsitektur usulan memiliki latensi rata-rata yang jauh lebih rendah, throughput lebih stabil, efisiensi penyimpanan yang lebih baik, serta penggunaan CPU dan memori yang lebih ringan dibandingkan arsitektur referensi. Salah satu faktor kunci keberhasilan arsitektur usulan adalah penggunaan ClickHouse sebagai database log time-series dan penerapan logging terstruktur menggunakan Zap pada level aplikasi.

2025
👤 Penulis: Abraham Megantoro Samudra
🏷️ Optimisasi Arsitektur Sistem Monitoring Log 🏷️ Data Berskala Besar 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Data

SISTEM PENYIMPANAN DATA EPIGENOMIK UNTUK MENDUKUNG PELATIHAN PREDIKSI KEAKTIFAN CIS-REGULATORY REGIONS DENGAN FEED FORWARD NEURAL NETWORK

Prediksi keaktifan cis-regulatory regions (CRRs) menggunakan neural network pada data epigenomik penting untuk riset penyakit genetik. Namun, data dari proyek FANTOM (Functional Annotation Of The Mammalian Genome) dan ENCODE (Encyclopedia Of DNA Elements) masih tersebar dalam format mentah yang tidak terstruktur, sehingga analisis menjadi lambat dan tidak efisien. Penelitian ini merancang basis data epigenomik terstruktur menggunakan tiga model: MySQL (relasional), Cassandra (kolumnar), dan MongoDB (dokumen), untuk dievaluasi dari sisi kecepatan ekstraksi data. Eksperimen dilakukan dalam dua kondisi: terbatas dan produksi. Pada kondisi terbatas, Cassandra menunjukkan kinerja rendah dibanding MySQL dan MongoDB, sehingga tidak digunakan pada tahap production. Dalam kondisi production, aplikasi web yang dikembangkan mendukung query data epigenomik, pemilihan fitur dan lini sel, serta pelatihan model klasifikasi menggunakan Feedforward Neural networks melalui batch streaming untuk mengatasi masalah memori. MongoDB, dengan skema denormalisasi dan dukungan dokumen bersarang, secara konsisten unggul dalam mengurangi waktu ekstraksi—hingga 100× lebih cepat pada skala kecil dan 12× pada skala besar dibanding MySQL, serta 1,31× lebih cepat dibanding metode tanpa basis data.

2025
👤 Penulis: Marco William Langi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Data Mining Epigenomik 🏷️ Manajemen Basis Data

IMPLEMENTASI PROSESOR BERBASIS RISC-V PADA FPGA DENGAN CUSTOM BOOTLOADER DAN PROGRAM SERIAL MONITOR

Pada tugas akhir ini, akan dibuat suatu desain prosesor berbasis NEORV32 yang menggunakan arsitektur RISC-V. Desain ini akan diimplementasikan pada FPGA yang memiliki sumber daya logika dan memory menengah ke bawah seperti PYNQ-Z1 dari Diligent. Agar dapat diprogram oleh pengguna dari PC menggunakan port USB, akan dibuat suatu bootloader untuk menerima program dalam bentuk file biner yang diimplementasikan ke FPGA bersama desain. Bootloader ini akan menggunakan periferal UART untuk berkomunikasi dengan PC. Kemudian, untuk berkomunikasi dengan prosesor dan mengirim file biner tersebut, pada PC akan dibuat suatu program serial monitor. Program ini akan menggunakan USB serial port pada PC. Agar dapat berkomunikasi, antara PC dengan FPGA akan dihubungkan dengan USB-to-UART brigde. Bootloader akan dijalankan saat setelah prosesor dihidupkan. Bootloader akan menerima beberapa perintah melalui UART. Perintah yang tersedia antara lain restart untuk memulai kembali bootloader, help untuk mengirimkan pesan bantuan, upload untuk bersiap menerima file, dan execute untuk mengeksekusi program yang telah di-upload. Bootloader dibuat dalam bahasa C dan di-compile menggunakan compiler NEORV32. Output dari compiler adalah program VHDL yang digunakan untuk menginstantiasi ROM untuk bootloader. Program serial monitor akan meminta nama port dan baud rate sesaat setelah dijalankan. Setelah itu, jika berhasil terhubung, akan mengirimkan semua karakter yang ditekan oleh keyboard kecuali ESC dan F1. ESC digunakan unruk menutup program dan F1 digunakan unruk meminta file untuk dikirimkan. Program akan dibuat menggunakan bahasa C++ pada Microsoft Visual Studio 2022. Dari hasil yang di dapat, bootloader sudah dapat menerima perintah dan file biner dari PC serta dapat mengirimkan karakter ke PC. Secara keseluruhan, program bootloader dan serial monitor telah berhasil untuk menggunakan periferal USB pada desain prosesor dengan catatan bahwa harus ada penghubung antara USB dengan UART. Hal ini penting agar prosesor mampu digunakan untuk berbagai macam keperluan pengguna.

2025
👤 Penulis: Muhammad Ainun Naim
🏷️ Raspberry Pi 🏷️ Bootloader Fpga 🏷️ Serial Communication

IMPLEMENTASI SEGMENT ROUTING OVER IPV6 (SRV6) PADA TESTBED MULTI-NODE BERBASIS CONTAINER UNTUK REKAYASA LALU LINTAS JARINGAN IPV6

Penelitian ini mengembangkan testbed SRv6 untuk traffic engineering pada jaringan berbasis Kubernetes dengan memanfaatkan Clabernetes dan Microk8s sebagai tools simulasi. Seiring berkembangnya teknologi jaringan, pengelolaan trafik yang efisien dan fleksibel menjadi tuntutan, terutama pada jaringan kompleks seperti Software-Defined Networking (SDN) dan Cloud-native. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah Segment Routing Over IPv6 (SRv6) yang memungkinkan pengendalian jalur trafik secara dinamis melalui Segment Identifier (SID). Dengan SRv6, jalur dapat diprogram untuk menghindari kemacetan dan meningkatkan kinerja jaringan. Namun, penerapan SRv6 di lingkungan cloud-native masih jarang diuji. Testbed ini dirancang untuk mengukur performa SRv6 pada dua topologi: Ring (4 router) dan Mesh (20 router), dengan konfigurasi arsitektur single-node dan multi-node. Pengujian dilakukan dengan mengukur metrik latensi, throughput, dan utilisasi CPU menggunakan iperf3 dan ping. Hasil menunjukkan bahwa SRv6 mampu mengurangi delay hingga 60% pada topologi Ring dan lebih dari 80% pada Mesh dibandingkan jalur yang tersumbat pada skenario non-SRv6. Selain itu, throughput pada Mesh kembali normal setelah pengalihan jalur menggunakan SRv6. Pada konfigurasi multi-node, distribusi beban CPU lebih efisien, di mana rata-rata penggunaan CPU Router 5 pada single-node mencapai 1.13%, sedangkan pada multi-node hanya 0.66%. Hal ini menunjukkan keunggulan multi-node dalam pengelolaan sumber daya, meskipun terdapat sedikit peningkatan delay akibat distribusi trafik yang lebih kompleks. Penelitian ini menegaskan bahwa SRv6 efektif dalam mendukung traffic engineering dengan mengoptimalkan jalur dan distribusi beban, serta menunjukkan potensi penerapannya pada skala jaringan besar berbasis Kubernetes. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk pengembangan solusi jaringan cloud-native yang lebih optimal.

2025
👤 Penulis: Mohammad Thaqif Abyan
🏷️ Segment Routing Over Ipv6 (Srv6) 🏷️ Traffic Engineering 🏷️ Kubernetes Dan Cloud-Native

IMPLEMENTASI DAN AUTOMASI PLATFORM EKSPERIMEN JARINGAN BERKINERJA TINGGI DENGAN DATA PLANE DEVELOPMENT KIT (DPDK) DAN VECTOR PACKET PROCESSOR (VPP)

Ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital yang terus meningkat menuntut infrastruktur jaringan untuk bekerja dengan cepat, efisien, dan andal. Mayoritas server di dunia menggunakan sistem operasi Linux , yang meskipun andal, memiliki keterbatasan kinerja pada lalu lintas jaringan yang sangat besar karena overhead dari kernel networking stack. Untuk mengatasi hal ini, pendekatan kernel bypass seperti Data Plane Development Kit (DPDK) dan Vector Packet Processing (VPP) dikembangkan untuk memungkinkan pemrosesan paket di user space, sehingga meningkatkan throughput dan mengurangi latensi. Namun, implementasi dan pengujian teknologi ini seringkali kompleks dan memerlukan konfigurasi manual yang signifikan. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengotomatisasi sebuah platform eksperimen jaringan berkinerja tinggi yang memanfaatkan teknologi DPDK dan VPP. Platform ini dirancang untuk dapat berintegrasi dengan testbed jaringan lOOGbps Institut Teknologi Bandung (ITB) dan memfasilitasi eksperimen secara otomatis untuk membandingkan kinerja kernel bypass dengan Linux networking stack konvensional. Metodologi yang digunakan meliputi analisis persyaratan desain untuk tiga subsistem utama: infrastruktur, otomasi, dan antarmuka. Subsistem infrastruktur diimplementasikan pada general-purpose server yang terhubung ke jaringan testbed, dengan Node 4 dan 5 berfungsi sebagai generator lalu lintas menggunakan DPDK-pktgen, dan Node 6 sebagai Device-Under-Test (DUT) yang menjalankan VPP dengan DPDK atau Linux kernel stack. Subsistem otomasi dikembangkan menggunakan Ansible untuk mengelola seluruh siklus hidup eksperimen, mulai dari pengecekan lingkungan, persiapan konfigurasi, eksekusi pengujian, hingga pembersihan pasca-eksperimen, sehingga meminimalkan intervensi manual. Sebagai antarmuka, digunakan Command Line Interface (CLI) untuk interaksi pengguna. Pengujian dilakukan dalam beberapa skenario, yaitu receive-only, basic forwarding, dan multiple destination forwarding dengan variasi jumlah sesi dan porta. Parameter kinerja utama yang diukur adalah throughput dalam packets per second (Mpps) dan penggunaan CPU (%). Hasil pengujian menunjukkan bahwa platform berbasis DPDK dan VPP memiliki performa yang jauh lebih unggul dibandingkan Linux networking stack pada sebagian besar skenario. Dalam pengujian receive-only, DPDK mampu menerima hingga 33.887 Mpps, atau sekitar 10 kali lebih tinggi dari Linux kemel yang hanya mencapai 3.227 Mpps dengan penggunaan CPU yang sama. Pada skenario basic forwarding, VPP dengan satu core mencapai throughput 28.7 Mpps, dan meningkat hingga 45.1 Mpps dengan tiga core , sementara Linux kemel hanya mampu memproses sekitar 6.2 Mpps dengan penggunaan CPU yang jauh lebih tinggi. Meskipun pada skenario multiple destination forwarding dengan satu core kinerja VPP lebih rendah, penambahan core menunjukkan skalabilitas linear yang mendekati performa Linux. Subsistem otomasi juga terbukti berhasil menjalankan seluruh alur kerja eksperimen secara otomatis dan andal. Implementasi platform ini memberikan kontribusi berupa sebuah sistem eksperimen jaringan berkinerja tinggi yang efisien, otomatis, dan sejalan dengan tren adopsi teknologi jaringan berbasis software dan open-source.

2025
👤 Penulis: Bevan Julio Krisna
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN CHATBOT DENGAN INTEGRASI DOCUMENT RETRIEVAL DAN OBJECT DETECTION UNTUK BUDIDAYA KELAPA SAWIT

Penulis mengkaji sulitnya mendapatkan informasi budidaya kelapa sawit yang utamanya terjadi karena sifat pengetahuan yang digunakan saat ini berupa pengalaman atau word-of-mouth yang tidak dapat terbukti kebenarannya. Sejalan dengan rumusan masalah yang ditentukan, Penulis merancang pembangunan sistem end-to-end RAG dengan integrasi obejct detection dan melakukan evaluasi berbagai model LLM multimodal dalam penyelesaian masalah tersebut Pada tugas akhir ini, digunakan metodologi CRISP-DM yang dimulai dari tahap business understanding dan data understanding untuk memahami karakteristik data dan memungkinkan perancangan arsitektur data. Lalu, dilakukan data preparation untuk melakukan chunking data dokumen dan melakukan augmentasi pada data gambar. Akhirnya, tahap modelling dilakukan yang menyusun setiap komponen embedding, database vektor, retriever, object detection dan LLM dalam satu pipeline yang dilakukan deployment pada server lokal. Evaluasi dilakukan dengan framework RAGAS pada 226 pasangan tanya jawab. Gemini-2.5-Flash menunjukkan hasil nilai rata-rata terbaik dengan nilai answer relevancy sebesar 0,5725 dan faithfulness dengan nilai rata-rata 0,9551. Namun, hasil evaluasi kualitatif dengan survei pengguna menunjukkan hasil berbeda dengan model Llama 3.3-70b-Versatile mencapai nilai lebih tinggi pada metrik naturalness dan helpfulness. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, sistem yang dikembangkan dinilai telah menjawab rumusan masalah dan mencapai tujuan yang ditetapkan pada tugas akhir ini

2025
👤 Penulis: Nicholas
🏷️ Chatbot 🏷️ Document Retrieval 🏷️ Object Detection

DETEKSI OSILASI PADA SISTEM INTERKONEKSI DENGAN MENGGUNAKAN DATA FASOR

Pemadaman meluas atau blackout pada sistem interkoneksi tenaga listrik dapat terjadi apabila batas kestabilan sistem tenaga listrik terlampaui. Beberapa kejadian pemadaman listrik di dunia dan juga di Indonesia biasanya diawali dengan adanya gangguan pada salah satu segmen sistem transmisi dan berdampak pada seluruh sistem yang saling berhubungan. Osilasi pada sistem tenaga listrik atau osilasi sistem tenaga frekuensi rendah merupakan salah satu fenomena dalam suatu sistem interkoneksi tenaga listrik yang juga muncul sebelum terjadinya pemadaman listrik. Osilasi ini biasanya dapat dilihat pada rekaman gangguan setelah kejadian dan sering digunakan sebagai analisis post-mortem untuk menunjukkan hubungan antar osilasi generator dalam sistem tenaga listrik. Adanya standar baru dan peralatan baru pengukuran fasor tersinkronisasi (synchrophasor) dengan menggunakan Phasor Measurement Unit (PMU) memungkinkan untuk mengetahui terlebih dahulu kondisi osilasi tersebut sebelum sistem tenaga listrik mengalami gangguan yang lebih besar atau meluas. Salah satu metode yang sering digunakan dalam menentukan adanya osilasi pada suatu sistem tenaga listrik adalah analisis Prony. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui metode pemantauan osilasi pada sistem tenaga listrik dengan menggunakan data fasor sinkronisasi dan juga korelasi antara data PMU pada beberapa bus terhadap osilasi tersebut. Penerapan analisis Prony pada pemrosesan sinyal sistem tenaga dipelajari untuk mendeteksi osilasi. Analisis prony adalah teknik yang ampuh untuk memperkirakan parameter suatu sinyal. Dalam sistem tenaga listrik, analisis Prony dapat digunakan untuk memperkirakan parameter sinyal sistem tenaga, seperti tegangan, arus, dan frekuensi, yang penting untuk pemantauan, pengendalian, dan perlindungan sistem tenaga. Tulisan ini membahas tentang prinsip analisis Prony, kelebihan dan keterbatasannya, serta penerapannya dalam mendeteksi osilasi sistem tenaga listrik. Kinerja analisis Prony dievaluasi menggunakan data simulasi dan pengukuran real-time dari interkoneksi sistem tenaga listrik nyata di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa analisis Prony dikombinasikan dengan korelasi data PMU merupakan metode yang andal dan efisien untuk mendeteksi osilasi sistem tenaga.

2025
👤 Penulis: Didik Fauzi Dakhlan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Sinyal 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 323 dari 6754
💬