π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenOPTIMASI REKOMENDASI STABILISASI LERENG SIDEWALL MENGGUNAKAN MATRIKS IMPACT-EFFORT DI PT XYZ
Analisis kestabilan lereng bertujuan untuk mengetahui apakah suatu lereng dalam kondisi stabil atau tidak dengan menggunakan parameter nilai faktor keamanan (FK) dan probabilitas kelongsoran (PK) berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827 K/30/MEM/2018. Pada penelitian tugas akhir ini dilakukan analisis kestabilan lereng sidewall PT XYZ di Kalimantan Timur menggunakan perangkat lunak Rocscience Slide2 dengan kondisi muka air tanah jenuh, nilai tekanan air pori (Hu) sebesar 1 dan pembebanan seismik sebesar 0.045 g. Metode analisis yang digunakan adalah metode kesetimbangan batas Bishop dengan tipe longsoran circular. Hasil analisis kestabilan lereng menunjukkan nilai FK dinamis 0.4 dan PK 100% yang tidak memenuhi kriteria FK dinamis minimum sebesar 1.1 dan PK maksimum sebesar 5%. Oleh karena itu, diperlukan rekomendasi stabilisasi lereng agar dapat memenuhi nilai FK dinamis minimum dan PK maksimum. Dibuat sebanyak tiga skenario rekomendasi stabilisasi lereng menggunakan parameter penurunan sudut lereng, penurunan tinggi lereng, penurunan muka air tanah, dan penambahan bench. Tiga skenario tersebut kemudian dilakukan analisis nilai FK dan PK lalu dianalisis menggunakan Matriks Impact-Effort untuk menentukan rekomendasi skenario mana yang optimal. Skenario optimal yang dipilih yaitu skenario ke-2. Diperoleh nilai FK 1.65 dan PK 2.5% dengan bobot nilai impact sebesar 4.00. dan effort sebesar 1.00
STUDI PERBANDINGAN METODE ESTIMATOR LINIER UNTUK ESTIMASI VOLUME PASIR KUARSA DARI SISA HASIL PENGOLAHAN ENDAPAN (SHP) DI BLOK IV PT XYZ
Penelitian ini membahas perbandingan lima metode estimator linier untuk mengestimasi volume pasir kuarsa dari sisa hasil pengolahan (SHP) timah aluvial di Blok IV PT XYZ. Data yang digunakan meliputi informasi lubang bor, jalur Ground Penetrating Radar (GPR), kontur topografi, dan koordinat kolong tambang. Analisis dilakukan dengan membangun variogram dan cross variogram, diikuti pembentukan grid 2D dengan ukuran sel 12,5 Γ 12,5 m, 25 Γ 25 m, dan 50 Γ 50 m. Estimasi elevasi dilakukan menggunakan metode Inverse Distance Square (IDS), Nearest Neighbor Point (NNP), Moving Average (MA), Ordinary Kriging (OK), dan Ordinary Cokriging (COK). Hasil estimasi digunakan untuk memodelkan batas bawah bedrock dan menghitung volume pasir kuarsa setelah dikoreksi dengan volume kolong. Hasil analisis menunjukkan bahwa COK memberikan kinerja terbaik berdasarkan nilai koefisien korelasi (?) tertinggi dan bias terendah, diikuti oleh OK dan IDS, sedangkan NNP unggul dalam mengikuti tren perubahan data namun menghasilkan fluktuasi yang tinggi, dan MA memberikan permukaan estimasi paling stabil tetapi mereduksi variasi alami data. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam pemilihan metode estimasi yang tepat untuk evaluasi potensi sumber daya pasir kuarsa dari SHP.
PENGARUH PENAMBAHAN ZIRKONIUM TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KETAHANAN OKSIDASI SIKLIK PADUAN ENTROPI TINGGI AL0,75COCRFENI PADA TEMPERATUR 1000 DAN 1100Β°C
Paduan entropi tinggi Al0,75CoCrFeNi memiliki potensi signifikan untuk aplikasi temperatur tinggi seperti pada bilah tubin pesawat terbang karena kemampuannya membentuk lapisan oksida protektif seperti ?-Al2O3 dan Cr2O3. Namun, paduan ini tetap menghadapi tantangan berupa pengelupasan lapisan oksida protektif (spalling) selama kondisi oksidasi siklik yang dipicu oleh tegangan termal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan oksidasi siklik paduan tersebut melalui penambahan elemen reaktif zirkonium (Zr). Ruang lingkup penelitian ini meliputi studi pengaruh penambahan Zr terhadap struktur mikro, kinetika oksidasi, dan perilaku lapisan oksida yang terbentuk. Lalu, investigasi difokuskan pada tiga variasi penambahan Zr, yaitu sebesar 0, 0,1, dan 0,5 At% yang diuji pada temperatur 1000 dan 1100? selama 50 siklus. Paduan entropi tinggi Al0,75CoCrFeNiZrx (x = 0; 0,005; 0,024) difabrikasi menggunakan metode peleburan busur listrik (arc melting). Selanjutnya, button hasil peleburan dihomogenisasi pada temperatur 1100? selama 10 jam. Proses fabrikasi dan homogenisasi dilakukan pada keadaan inert atau dalam atmosfer argon untuk menjaga kemurnian. Pengujian oksidasi siklik dilakukan terhadap sampel selama 50 siklus pada temperatur 1000 dan 1100? dengan masing-masing siklus terdiri atas pemanasan selama 1 jam pada temperatur uji dan pendinginan selama 30 menit pada temperatur ruang. Lalu, perubahan berat per satuan luas pada tiap siklus dicatat untuk menghitung kinetika oksidasi. Sampel sebelum dan sesudah pengujian kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD dan SEM-EDS. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, ketiga variasi penambahan Zr pada keadaan as-homogenized memiliki struktur mikro yang sama, yaitu terbentuk daerah lamelar dendritik dengan fasa A1-FCC dan B2-BCC, lalu daerah interdendritik dengan fasa B2-BCC. Namun demikian, pada penambahan sebesar 0,5 At% terbentuk fasa intermetalik AlZr3 yang getas di daerah fasa B2-BCC disebabkan adanya efek overdoping. Selanjutnya pada pengujian oksidasi siklik, penambahan Zr sebesar 0,1 At% merupakan penambahan optimal karena dapat menstabilkan oksidasi parabolik pada kedua temperatur pengujian dan memiliki kinetika oksidasi parabolik terendah pada temperatur 1000?, yaitu sebesar 0,04384 mg2/cm4/detik. Sementara itu, penambahan Zr sebesar 0,5 At% akan menurunkan kestabilan oksida protektif melalui efek overdoping yang membentuk oksidasi internal sehingga meningkatkan kinetika oksidasi parabolik pada temperatur 1000? dan menciptakan peristiwa pengelupasan dari awal siklus pada temperatur 1100?
IMPLEMENTASI SPATIAL DIVERSITY RECEPTION TECHNIQUE (SDRT) PADA TAUTAN FREE SPACE OPTICS (FSO) ANTAR-HIGH ALTITUDE PLATFORM STATION (HAPS) DI KANAL ATMOSFER
Industri telekomunikasi dunia tengah berada pada proses perkembangan yang sangat pesat. Kebutuhan akan infrastruktur yang inovatif dan sistem komunikasi nirkabel berkecaepatan tinggi yang andal juga semakin meningkat siring dengan perkembangan industri ini. Sistem komunikasi terestrial konvensional seperti menara BTS dan jaringan serat optik, meskipun memiliki keunggulan dalam skalabilitas dan memberikan latensi yang rendah, memiliki tantangan tersendiri dalam proses implementasinya di wilayah dengan kondisi geografis yang kompleks, seperti negara kepulauan. Hal ini seringkali memunculkan kesenjangan digital antara daerah perkotaan dan daerah terpencil. Di sisi lain, sistem satelit mampu mengatasi masalah cakupan ini, namun memiliki keterbatasan berupa latensi propagasi yang besar dan biaya pembangunan serta operasional yang sangat tinggi. Sebagai jembatan yang diinginkan mampu menghapus keterbatasan dua sistem tersebut, teknologi High Altitude Platform Station sedang dikembangkan. HAPS merupakan stasiun komunikasi yang terletak pada suatu objek pada lapisan stratosfer di ketinggian 20 hingga 50 km. Untuk memperluas cakupan layanan, dapat dibangun sebuah jaringan HAPS dengan menghubungkan banyak HAPS dengan tautan antar-HAPS disebut dengan Optical Inter-Platform Link (OIPL). Pada praktiknya, sistem komunikasi Free Space Optics (FSO) digunakan pada OIPL karena menawarkan kapasitas dan kecepatan transfer yang sangat tinggi dibandingkan dengan frekuensi radio (RF). Pada penerapannya, kanal atmosfer memberikan berbagai gangguan terhadap sinar sebagai pembawa informasi dalam komunikasi FSO. Gangguan ini diakibatkan oleh fenomena penyebaran dan penyerapan oleh molekul dan partikel yang terkandung pada atmosfer. Gangguan ini berakibat pada fluktuasi intensitas sinar dan menyebabkan penurunan daya sinyal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak gangguan yang ada pada kanal atmosfer dengan membaginya menjadi tiga kategori utama yaitu, turbulensi atmosfer, redaman atmosfer, dan pointing loss akibat ketidakstabilan HAPS oleh angin atmosfer terhadap kinerja sistem FSO. Selanjutnya dikembangkan suatu metode mimtigasi dengan memanfaatkan diversitas spasial untuk meningkatkan kinerja sistem dengan metode Spatial Diversity Reception Technique (SDRT) yang memanfaatkan sistem Single-Input Multi-Ouput (SIMO) 1x2 dengan 2 receiver. Sistem FSO yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Intensity Modulation dengan Direct Detection (IM/DD) dan skema On-Off Keying (OOK) dengan tipe receiver yang digunakan menggunakan Avalanche Photodiode (APD). Penelitian dilakukan dengan melakukan simulasi FSO antara dua buah HAPS yang berada di ketinggian 20 km. Kanal atmosfer diimplementasikan dengan memodelkan gangguan yang ada, turbulensi atmosfer dimodelkan log-normal untuk gelombang sferis dan direpresentasikan oleh scintillation index dan rytov variance. Selain itu juga dimodelkan redaman oleh atmosfer dan pengaruh dari ketidakstabilan HAPS oleh angin atmosfer yaitu pointing loss. Pointing loss diakibatkan oleh ketidaksejajaran pada tautan antar-HAPS yang muncul karena adanya radial displacement yang terdistribusi secarra Rayleigh. Simulasi dijalankan dengan memvariasikan parameter data rate dan link range. Selanjutnya diimplementasikan metode mitigasi SDRT untuk meningkatkan kinerja sistem. Kinerja sistem dievaluasi dengan menganalisis kurva hubungan antara BER dengan gain APD untuk setiap variasi parameter. Penjalanan simulasi dibangun ke dalam sebuah aplikasi MATLAB yang dapat dioperasikan menggunakan MATLAB Runtime. Pembangunan aplikasi ini memudahkan pengguna untuk melakukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga gangguan atmosfer memberikan pengaruh dalam penurunan kinerja sistem dengan pointing loss menjadi faktor yang memberikan pengaruh paling besar. Sebagai contoh, untuk variasi link 600 km BER dari kondisi tanpa pointing loss memiliki orde 10?9 dan menjadi 10?8 pada keadaan adanya pointing loss. Analisis juga mengkonfirmasi bahwa peningkatan data rate dan link range berbanding lurus dengan peningkatan nilai BER sistem. Implementasi teknik mitigasi SDRT memberikan hasil yang efektif dalam peningkatan kinerja sistem namun masih belum bisa melampaui kinerja pada kondisi ideal yang direpresentasikan dengan absennya pointing loss. Temuan dari penelitian ini diharapkan mampu menjadi referensi teoritis bagi peneliti dalam merancang dan mengembangkan sistem komunikasi HAPS di masa depan.
SISTEM DETEKSI DDOS UNTUK LINGKUNGAN VANET MENGGUNAKAN MULTILAYER PERCEPTRON DAN MANAJEMEN KEPERCAYAAN BERBASIS SIMPLE BLOCKCHAIN UNTUK MINIMASI FALSE POSITIF
Sistem Transportasi Cerdas (ITS), yang didukung oleh konektivitas 5G, sangat bergantung pada komunikasi Vehicle-to-Everything (V2X) untuk menjamin keselamatan dan efisiensi lalu lintas. Dalam kerangka ini, Vehicular Ad-hoc Networks (VANET) menjadi tulang punggung utama untuk pertukaran data realtime antar kendaraan, infrastruktur, pejalan kaki, dan jaringan cloud. Namun, karakteristik intrinsik VANET seperti sifat nirkabel, topologi yang sangat dinamis, dan ketiadaan entitas pusat, menjadikannya rentan terhadap berbagai ancaman keamanan siber, terutama serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS). Serangan DDoS mampu membanjiri kanal komunikasi dengan lalu lintas palsu, secara efektif menghambat pengiriman pesan keselamatan yang kritis, dan berpotensi memicu kecelakaan. Metode deteksi tradisional yang hanya mengandalkan ambang batas volume lalu lintas tidak lagi memadai untuk mengidentifikasi dan menanggulangi kompleksitas pola serangan DDoS modern. Meskipun penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi secara terpisah kerangka kepercayaan untuk manajemen reputasi node dan algoritma pembelajaran mesin canggih seperti Multilayer Perceptron (MLP) untuk deteksi serangan dengan akurasi tinggi, integrasi komprehensif antara kedua pendekatan ini masih menjadi tantangan untuk mencapai perlindungan end-to-end yang dibutuhkan oleh aplikasi 5G-V2X yang menuntut latensi rendah dan keandalan tinggi. Tugas akhir ini mengusulkan sebuah sistem deteksi DDoS terintegrasi yang inovatif, memadukan manajemen kepercayaan berbasis simple blockchain dengan model deep learning Multilayer Perceptron (MLP) untuk meminimalkan false positive dan false negative. Penelitian ini menganalisis dampak serangan DDoS pada komunikasi V2V dan mengevaluasi kinerja deteksi MLP dalam berbagai skenario lalu lintas, meliputi kepadatan rendah, sedang, dan tinggi, serta berbagai jenis serangan seperti Flooding Attack, High Power Jamming, dan Synchronize Attack. Hipotesis utama yang diajukan adalah bahwa integrasi blockchain untuk pengelolaan skor reputasi kendaraan akan secara signifikan meningkatkan akurasi deteksi dan memungkinkan model untuk beradaptasi secara efektif terhadap kondisi VANET yang dinamis. Pengujian dilakukan dalam simulasi yang melibatkan Road Side Unit (RSU) dan setiap kendaraan (node) untuk memantau dan memprediksi serangan secara real-time. Hasil awal menunjukkan peningkatan kinerja model yang substansial dengan penambahan fitur reputasi, menegaskan bahwa pendekatan terintegrasi ini sangat krusial untuk menciptakan lingkungan komunikasi kendaraan yang lebih aman, andal, dan efisien, sekaligus memberikan kontribusi pada pengembangan ITS global.
SIMULASI PENGKODEAN KANAL TURBO DAN KONVOLUSI PADA PROSES PENULISAN DAN PEMBACAAN DATA BIT STT-RAM
STT RAM (Spin Transfer Torque Random Access Memory) merupakan memori non volatil yang menawarkan kecepatan baca tinggi, densitas sel besar, dan konsumsi daya statis rendah. Namun, sifat switching magnetik yang stokastik menyebabkan berbagai kesalahan seperti write error, read disturb, dan false read. Dalam penelitian ini, reliabilitas STT RAM ditingkatkan melalui penerapan skema kanal coding berbasis kombinasi Reed Solomon (parity 3, chunk 32) dan Convolutional Code (constraint length 5), serta Turbo Code dengan decoding iteratif dan interleaver. Simulasi virtual laboratory menggunakan model kanal BAC, Z channel, dan noise Gaussian menunjukkan penerapan ECC mampu menurunkan BER sistem tanpa ECC dengan sangat baik. Meskipun Turbo Code unggul pada BER sangat rendah, Convolutional Code dengan polynomial ke 5 lebih efisien untuk menurunkan BER pada bagian waterfall. Pengujian variasi arus tulis mengungkap bahwa BER turun drastis saat arus melebihi ambang kritis, sementara error meluas di rentang arus rendah. Kombinasi Reed Solomon dengan Convolutional Code constraint 5 memberikan keseimbangan optimal antara performa koreksi kesalahan dan efisiensi waktu pemrosesan. Turbo Code memang memperbaiki BER dalam region moderat, tetapi latency tinggi membatasi aplikasinya dalam sistem real time. Hasil ini menjadikan konfigurasi ECC yang diuji sebagai pilihan paling seimbang dan aplikatif pada sistem memori STT RAM.
MEKANISME HANDOVER DAN ALOKASI DAYA PENGGUNA JAMAK PADA KONSTELASI SATELIT LEO BERBASIS DEEP Q-NETWORK
Komunikasi satelit Low Earth Orbit (LEO) menawarkan solusi konektivitas global dengan latensi rendah, namun dihadapkan pada tantangan optimasi yang kompleks akibat pergerakan satelit yang cepat dan keterbatasan daya. Frekuensi handover yang tinggi dan alokasi daya yang tidak efisien dapat menurunkan kualitas layanan (QoS) dan performa jaringan. Penelitian ini menganalisis penerapan Deep QΒNetwork (DQN), sebuah algoritma deep reinforcement learning, untuk mengatasi masalah optimasi gabungan antara keputu.san handover dan alokasi daya secara dinamis. Sebuah lingkungan simulasi dikembangkan untuk meniru sistem komunikasi satelit LEO yang terdiri dari 5 pengguna dan memvariasikan jumlah satelit dalam area seluas 1000 x 1000 km. Agen DQN dirancang untuk memproses state yang merepresentasikan kondisi jaringan mencakup posisi, kecepatan satelit, posisi pengguna, pathloss dan menghasilkan action yang menentukan satelit tu.juan, level daya transmisi, dan keputu.san handover. Fungsi reward diformulasikan untuk memaksimalkan data rate jaringan, sekaligus memberikan penalti untuk penggunaan daya yang berlebihan dan kegagalan dalam memenuhi target data rate m1n1mum. Kinerja agen DQN dievaluasi dan dibandingkan dengan dua metode dasar best signal baseline yang secara agresif memilih satelit terkuat dengan daya maksimum, dan random baseline yang bertindak tanpa strategi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agen DQN berhasil mempelajari kebijakan yang seimbang dan efisien. Meskipun Best Signal Baseline mencapai rata-rata data rate yang lebih tinggi, agen DQN menunjukkan keunggulan signifikan dalam metrik: yang lebih krusial. Analisis efisiensi daya menunjukkan DQN menghasilkan throughput per Watt yang jauh lebih tinggi. Selain itu, pada metrik pemenuhan QoS, agen DQN terbukti paling andal dalam memastikan setiap pengguna mendapatkan layanan di atas ambang batas minimum. Sehingga DQN dapat dikatakan efektif untuk optimasi handover dengan mempertimbangkan power alokasi dan data rate.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI INTELIJEN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS DETEKSI ANOMALI UNTUK KOMUNIKASI EMAIL
Dalam lingkungan organisasi modern yang sangat bergantung pada komunikasi elektronik, email telah menjadi sarana utama dalam pertukaran informasi antarindividu. Namun, tingginya volume komunikasi ini berbanding lurus dengan meningkatnya risiko penyalahgunaan, kebocoran data, ataupun potensi tindakan tidak etis yang muncul dari internal organisasi sendiri. Permasalahan yang sering dihadapi adalah tidak adanya sistem deteksi dini yang mampu menyoroti pola komunikasi mencurigakan secara objektif dan sistematis, terutama yang dilakukan secara terselubung dan tersembunyi dalam jaringan komunikasi yang luas dan kompleks. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah sistem intelijen sumber daya manusia yang mampu mendeteksi anomali dalam komunikasi email internal suatu organisasi. Sistem ini memanfaatkan pendekatan berbasis pembelajaran mesin atau machine learning untuk mengevaluasi perilaku komunikasi setiap individu berdasarkan berbagai fitur, seperti panjang pesan, jumlah kata, jumlah penerima, waktu pengiriman, dan sentimen isi pesan. Dengan pendekatan ini, sistem diharapkan dapat mengidentifikasi entitas atau interaksi yang menyimpang dari pola normal, yang berpotensi merepresentasikan aktivitas tidak wajar atau berisiko tinggi. Sebagai basis data, digunakan Enron Email Dataset, sebuah dataset publik yang berisi lebih dari 500.000 email korporat yang terdokumentasi secara historis. Dataset ini kemudian diproses melalui serangkaian tahapan, mulai dari ekstraksi informasi, pembersihan isi pesan, hingga pembentukan fitur numerik untuk pelatihan model. Tiga algoritma deteksi anomali digunakan secara bersamaan, yaitu Isolation Forest, Local Outlier Factor (LOF), dan One-Class Support Vector Machine (SVM). Pemilihan ketiga algoritma ini didasarkan pada kemampuannya dalam mengidentifikasi outlier dalam data berdimensi tinggi dengan supervised anomaly detection. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa ketiga model berhasil mendeteksi sejumlah besar anomali secara independen: masing-masing model menandai sekitar 2.691 hingga 2.702 email sebagai anomali. Sebanyak 1.279 email terdeteksi oleh dua model sekaligus, sementara 4 email berhasil diidentifikasi sebagai anomali oleh ketiga model secara bersamaan yang dapat diinterpretasikan sebagai true positive candidates berdasarkan konsensus model. Model juga menunjukkan pola distribusi skor yang konsisten dan saling melengkapi, sehingga kombinasi ketiganya memberikan hasil yang lebih komprehensif dibanding penggunaan model tunggal. Seluruh proses analisis ini diintegrasikan ke dalam sebuah dashboard interaktif berbasis Streamlit. Dashboard ini menyediakan fitur-fitur seperti visualisasi distribusi skor anomali, grafik jaringan komunikasi antar pengguna dengan penandaan tingkat risiko, serta fungsi pencarian email berdasarkan kata kunci atau alamat pengirim. Visualisasi dibuat menggunakan kombinasi NetworkX dan PyVis, memungkinkan pengguna untuk secara intuitif mengeksplorasi hubungan antar entitas serta perilaku penyimpangan yang teridentifikasi dalam komunikasi internal. Sistem ini tidak hanya memberikan alat bantu analisis yang kuat, tetapi juga bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengawasan organisasi lainnya. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada kombinasi penggunaan model deteksi anomali dalam konteks komunikasi organisasi berbasis data nyata, serta penyajiannya dalam bentuk sistem visualisasi yang informatif dan mudah digunakan. Tidak banyak studi terdahulu yang menggabungkan ketiga algoritma anomali ini dalam satu kerangka sistem terintegrasi untuk komunikasi email korporat. Oleh karena itu, sistem ini memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan teknologi intelijen sumber daya manusia yang berbasis data, terutama dalam konteks pengawasan komunikasi internal secara non-invasif. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat digunakan sebagai fondasi awal bagi organisasi dalam membangun alat bantu pengambilan keputusan yang adaptif, transparan, dan data-driven, terutama untuk mendeteksi potensi ancaman dari dalam atau insider threat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
PERANCANGAN KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT TANJUNG PRIOK DKI JAKARTA
Pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan yang pesat telah menyebabkan meningkatnya permasalahan transportasi di kota-kota besar, termasuk Jakarta. Transit Oriented Development (TOD) merupakan salah satu pendekatan perancangan kawasan yang berupaya mengintegrasikan sistem transportasi massal dengan tata guna lahan yang efisien, padat, dan ramah pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kawasan TOD di Terminal dan Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip perancangan normatif TOD dengan mempertimbangkan karakteristik kawasan. Penelitian ini bersifat kualitatif eksploratif dengan pendekatan case study dan content analysis, serta menggunakan metode perancangan fragmental dan teknik optimasi spasial. Data diperoleh melalui studi literatur dan observasi langsung terhadap kondisi eksisting kawasan. Analisis dilakukan secara deskriptif normatif, deskriptif empiris, dan preskriptif dalam menyusun kebijakan, konsep, dan simulasi perancangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Tanjung Priok memiliki potensi sebagai simpul transit multimoda dengan banyaknya moda transportasi yang ada, namun menghadapi persoalan seperti minimnya integrasi antarmoda, tidak optimalnya pemanfaatan lahan, dan belum terciptanya lingkungan ramah pejalan kaki, serta temuan terkait maraknya tindakan kriminal. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan konsep perancangan kawasan TOD Tanjung Priok yang mengusung integrasi transportasi publik, diversifikasi guna lahan, dan penguatan konektivitas pejalan kaki serta memastikan perancangan mendorong keamanan dari kejahatan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kawasan TOD serupa di wilayah metropolitan lainnya.
APLIKASI UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PROSES BISNIS PENYIMPANAN STORE CREDIT OUTSIDE PLANET TOURNAMENT
Outside Planet Tournament menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan store credit secara manual, yang mengakibatkan proses bisnis kurang efisien, memakan waktu, dan rentan terhadap kesalahan data. Masalah utama meliputi ketergantungan pada pengecekan dan distribusi store credit secara manual yang memperpanjang waktu tunggu dan membebani store keeper, serta kurangnya transparansi informasi bagi peserta. Penelitian ini bertujuan utama untuk memastikan proses bisnis penyimpanan store credit di Outside Planet Tournament dapat berjalan lebih efisien dan efektif. Ini dicapai melalui pengembangan sistem informasi berbasis aplikasi Android yang sesuai dengan kebutuhan, yang mampu mengotomatisasi proses pengelolaan store credit dan meningkatkan akurasi data. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan pengembangan iteratif (single-loop iterative approach), yang mencakup tahapan analisis masalah, perancangan, pengembangan, dan evaluasi. Proses ini berfokus pada identifikasi kebutuhan pengguna dan perbaikan berdasarkan feedback nyata. Aplikasi yang dihasilkan memungkinkan store keeper mengelola store credit secara real-time dan mengotomatisasi perhitungan hadiah, sehingga proses menjadi lebih cepat dan akurat. Berdasarkan hasil UAT, aplikasi memperoleh skor rata-rata 4,075, menunjukkan tingkat penerimaan yang sangat baik dari pengguna. Aplikasi store credit berbasis android yang dikembangkan berhasil meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis penyimpanan store credit di Outside Planet Tournament.
PENGEMBANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS WEB DI PT CHATEDA TOYS
PT Chateda Toys menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan pengetahuan. Hal ini ditandai dengan informasi krusial yang belum terdokumentasi dan sering hilang, terutama saat onboarding karyawan baru. Ketergantungan pada komunikasi verbal dan penyimpanan tidak terstruktur menyebabkan proses yang tidak efisien dan risiko kehilangan pengetahuan vital. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada perancangan dan pengembangan Knowledge Management System (KMS) berbasis web sebagai solusi. Metode pengembangan Waterfall digunakan, meliputi analisis kebutuhan, desain, implementasi, dan evaluasi sistem. KMS yang dibangun menyediakan fitur pengelolaan dokumen, topik diskusi, dan manajemen pengguna yang didukung oleh Role-Based Access Control (RBAC). Evaluasi sistem dilakukan melalui simulasi proses onboarding, black-box testing, User Acceptance Testing (UAT), dan survei System Usability Scale (SUS). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan efisiensi onboarding yang drastis: waktu adaptasi berkurang dari 1-2 hari menjadi 60 menit, pertanyaan ke HR/manajer berkurang hingga 80%, dan kesalahan/miskonsepsi hilang sepenuhnya. Black-box testing memvalidasi semua fitur berfungsi optimal. UAT dan survei SUS memberikan skor rata-rata 95 (kategori "Sangat Baik"), menegaskan sistem sangat mudah digunakan dan intuitif. Kesimpulannya, KMS berbasis web ini berhasil menyediakan solusi terpusat dan terstruktur guna membantu proses onboarding menjadi efisien serta kemandirian dan kepuasan karyawan baru di PT Chateda Toys.
ANALISIS IMPLEMENTASI CIS CONTROLS V8.1 UNTUK MENINGKATKAN NILAI KEPATUHAN ISO/IEC 27001:2022 STUDI KASUS PADA PT XYZ
ISO/IEC 27001:2022 adalah standar internasional untuk membangun dan mengelola sistem manajemen keamanan informasi. Standar ini membantu organisasi untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko, meningkatkan efisiensi operasional, dan memastikan kepatuhan melalui audit kepatuhan berkala. Dalam implementasinya, penerapan ISO 27001:2022 menghadapi beberapa kendala yaitu kompleksitas dalam pemenuhan ISO/IEC 27001:2022, kurangnya dukungan manajemen, dan keterbatasan sumber daya. Untuk mengatasi beberapa kendala tersebut, dibutuhkan penggunaan kerangka kerja lain yang sesuai dan mampu melengkapi ISO 27001:2022. Salah satu alternatif solusinya adalah penggunaan CIS Controls v8.1. Penelitian ini menyajikan analisis dan evaluasi implementasi CIS Controls v8.1 untuk meningkatkan nilai kepatuhan ISO 27001:2022. dan hasilnya secara teoritis sesuai dengan yang diharapkan oleh PT XYZ. Metode yang digunakan adalah PDCA (Plan, Do, Check, Act) dengan seluruh tahapannya dilakukan. Tahapan implementasi CIS Controls v8.1 yang dilakukan pada penelitian ini adalah Implementation Group 1 (IG1). Penelitian ini dilakukan pada departemen IT Internal Services pada PT XYZ yaitu perusahaan telekomunikasi yang menyediakan solusi jaringan, layanan, dan integrasi sistem di Jakarta. Hasil penelitian ini adalah susunan rekomendasi perbaikan untuk setiap temuan yang ada dan membuktikan secara teoritis peningkatan nilai kepatuhan ISO 27001:2022 pada PT XYZ
SINTESIS NICOMN-OKSALAT SEBAGAI MATERIAL ELEKTRODA SUPERKAPASITOR DENGAN METODE KOPRESIPITASI BERTAHAP DALAM ETILEN GLIKOL
Permintaan global akan energi terbarukan terus meningkat sebagai respon terhadap upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Superkapasitor menjadi salah satu perangkat penyimpanan energi yang dinilai mampu mendukung pengembangan teknologi energi terbarukan. Namun, kapasitas energi superkapasitor masih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, saat ini marak dilakukan pengembangan material elektroda superkapasitor untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyimpan energi, salah satunya melalui rekayasa morfologi material elektroda. Oksalat logam transisi menjadi kandidat yang menjanjikan dalam pengaplikasian elektroda superkapasitor karena biaya produksinya yang rendah dengan performa elektrokimia yang baik. Metode kopresipitasi bertahap dalam etilen glikol diketahui mampu mereduksi ukuran partikel sehingga didapatkan material elektroda dengan luas permukaan aktif yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keberhasilan sintesis NiCoMn-oksalat dengan metode kopresipitasi bertahap menggunakan etilen glikol dan pengaruh rasio kobalt (II) asetat dan amonium oksalat sebagai seed terhadap morfologi dan performa elektrokimia NiCoMn-oksalat hasil sintesis kopresipitasi bertahap. Penelitian diawali dengan pembuatan seed (kopresipitasi tahap pertama) dengan variasi mol kobalt (II) asetat terhadap amonium oksalat, yaitu 1:5, 1:3, 1:1, 3:1, dan 5:1. Masing-masing variasi diberi kode berturut-turut S1, S2, S3, S4, dan S5. Selanjutnya, dilakukan kopresipitasi tahap kedua menggunakan seed hasil kopresipitasi tahap pertama untuk menghasilkan NiCoMn-oksalat. Seluruh proses kopresipitasi dilakukan dengan metode dropwise. Produk hasil sintesis NiCoMn-oksalat diberi kode berturut-turut NCM-1, NCM-2, NCM-3, NCM-4, dan NCM-5. Selanjutnya, kelima sampel tersebut difabrikasi menjadi elektroda untuk dilakukan uji elektrokimia. Dilakukan pula karakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD) untuk mengidentifikasi fasa kristal dan scanning electron microscopy-energy dispersive (SEM-EDS) untuk mengamati morfologi partikel. Pola difraksi XRD menunjukkan bahwa kopresipitasi bertahap menggunakan etilen glikol berhasil mensintesis NiCoMn-oksalat. Morfologi partikel bervariasi seiring dengan perubahan rasio kobalt (II) asetat terhadap amonium oksalat. Sampel NCM-2 hingga NCM-5 memiliki morfologi seperti batang. Namun, NCM-1 yang dihasilkan dari seed dengan rasio kobalt terendah memiliki morfologi yang tidak beraturan. Hasil uji elektrokimia menunjukkan kapasitas spesifik tertinggi dicapai oleh NCM-5 dengan nilai 272,322 C/g pada densitas arus 0,5 A/g. Pengujian 1000 siklus pada sampel NCM-5 menghasilkan nilai retensi kapasitas sebesar 88,55%.
INTEGRASI ESTIMASI KLASIK DAN MODERN PADA CADANGAN KERUGIAN AKTUARIA: KAJIAN MODEL CHAIN LADDER, MODEL BORNHUETTER-FERGUSON, DAN REGRESI PROSES GAUSSIAN
Cadangan kerugian merupakan komponen penting dalam manajemen risiko perusahaan asuransi. Penaksiran cadangan umumnya dilakukan berdasarkan data historis kerugian yang disusun dalam bentuk segitiga runoff, yang mencerminkan perkembangan klaim dari masing-masing accident year seiring waktu. Dua model klasik yang banyak digunakan dalam praktik aktuaria adalah model Chain Ladder dan Bornhuetter-Ferguson, yang memberikan taksiran titik untuk besaran kerugian ultimate maupun cadangan. Namun demikian, pendekatan klasik memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, model ini hanya menghasilkan taksiran titik tanpa informasi mengenai ketidakpastian. Kedua, pendekatan seperti Chain Ladder mengandalkan asumsi yang cukup ketat, seperti asumsi Mack, yang dapat membatasi fleksibilitas dalam memodelkan keragaman dan ketidakpastian data. Model Bornhuetter-Ferguson pun tidak secara eksplisit mengasumsikan variansi, sehingga tidak memungkinkan pembentukan selang kepercayaan secara langsung. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, penelitian ini memperkenalkan model proses Gaussian sebagai pendekatan alternatif yang bersifat nonparametrik dan fleksibel. Model proses Gaussian memungkinkan penaksiran distribusi penuh dari kerugian ultimate untuk setiap accident year, yang secara otomatis menghasilkan distribusi cadangan. Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya memberikan taksiran titik, tetapi juga mengukur ketidakpastian secara eksplisit melalui distribusi posterior. Pemilihan kombinasi kernel dalam proses Gaussian dilakukan dengan mempertimbangkan nilai koefisien variasi terkecil dari distribusi cadangan yang dihasilkan sebagai indikator kestabilan model. Hasil menunjukkan bahwa model proses Gaussian mampu mereplikasi penaksiran model klasik dengan akurasi tinggi, serta memberikan informasi tambahan berupa selang kepercayaan yang adaptif. Dengan kemampuan untuk memodelkan ketidakpastian dan fleksibilitas dalam representasi data, pendekatan proses Gaussian diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam penentuan cadangan kerugian dan penaksiran expected loss ratio, khususnya bagi perusahaan asuransi umum dalam konteks pengelolaan risiko dan penetapan tarif premi yang lebih kredibel.
PATI UBI JALAR CILEMBU (IPOMOEA BATATAS (L.)) SEBAGAI PEMBENTUK STRUKTUR DAN TEKSTURROTI BEBAS GLUTEN BERBAHAN DASAR TEPUNG SORGUM
Roti bebas gluten merupakan alternatif roti gandum yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan penderita Celiac Disease (CD) dan konsumen yang mengikuti tren diet bebas gluten. Substitusi tepung terigu dengan tepung bebas gluten, seperti tepung sorgum, adalah salah satu pendekatan yang sering digunakan. Namun, tanpa gluten, roti cenderung bertekstur keras dan padat. Penambahan aditif pembentuk struktur, seperti pati atau hidrokoloid, menjadi salah satu solusi yang kerap digunakan dalam permasalahan ini. Pati Ubi Cilembu (PUC) yang memiliki kandungan amilopektin tinggi diharapkan dapat meningkatkan viskoelastisitas dan tekstur roti bebas gluten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi PUC sebagai pembentuk struktur roti bebas gluten berbahan dasar tepung sorgum. Sasaran penelitian ini berfokus pada pengaruh pembentukan gel PUC, komposisi campuran tepung sorgum-isolat PUC, dan kombinasi hidrokoloid-isolat PUC dalam membentuk struktur roti bebas gluten. Variasi yang diuji meliputi kadar PUC (20-40%), pembentukan gel PUC, penggunaan pati jagung dan pati singkong sebagai pembanding, metode tepung pati pre-gelatinized, penambahan hidrokoloid, dan jenis starter (ragi dan sourdough). Roti bebas gluten yang dihasilkan diuji teksturnya secara kuantitatif menggunakan TPA (Texture Profile Analyzer). Selain itu, dilakukan pengukuran volume spesifik, baking loss, % proofing, analisa warna, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 20% Gel PUC terbukti secara nyata dalam membentuk struktur roti bebas gluten berbahan dasar tepung sorgum. Lebih lanjut, kombinasi 20% Gel PUC dengan hidrokoloid berupa 3% Xanthan Gum menghasilkan struktur roti yang optimal dan penerimaan sensori yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan landasan ilmiah dan diaplikasikan pada produk bebas gluten lainnya secara luas.