📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PERHITUNGAN HEALTH INDEX GAS INSULATED SWITCHGEAR (GIS) DENGAN WEIGHT AND SCORE METHOD DAN WORST APPROACH METHOD

Penelitian ini membandingkan metode Weight and Score Method (WSM) dan Worst Approach Method (WAM) dalam perhitungan Health Index (HI) untuk 21 unit GIS (224 bay) di wilayah kerja PT PLN UIT JBM. WSM menghitung HI berdasarkan bobot dan skor pada 8 komponen utama menggunakan metode AHP, sedangkan WAM mengikuti CIGRE 858:2021 dengan fokus pada kondisi terburuk dari 5 subsistem. Hasilnya, WSM mengklasifikasikan lebih banyak bay dalam kondisi “bad” dan “moderate” yaitu 127 bay dalam kondisi “bad”, 93 bay “moderate”, dan 4 bay “good”, sedangkan WAM menghasilkan klasifikasi lebih ekstrem, dengan 146 bay dalam kondisi “very bad”, 38 “bad”, 38 “moderate”, dan hanya 2 bay “very good”. Perbedaan signifikan antara kedua metode disebabkan oleh pendekatan evaluasi: WSM bersifat rata-rata dan berbobot, sedangkan WAM lebih konservatif karena fokus pada kondisi terburuk. Hasil ini menunjukkan bahwa WAM lebih sensitif terhadap kegagalan potensial, sedangkan WSM memberikan gambaran yang lebih proporsional terhadap keseluruhan kondisi. Oleh karena itu, berdasarkan hasil analisis Weight and Score Method (WSM) merupakan metode yang paling efektif dan dapat diandalkan dalam memprediksi kondisi dan masa pakai GIS untuk strategi pemeliharaan berbasis kondisi. Metode ini mempertimbangkan seluruh komponen secara menyeluruh dan sesuai untuk pengambilan keputusan jangka panjang. Sedangkan Worst Approach Method (WAM) sebaiknya digunakan sebagai pelengkap untuk memperkuat kewaspadaan terhadap kerusakan ekstrem pada satu atau lebih komponen kritikal.

2025
👤 Penulis: Irianti Romauli Tampubolon
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Perencanaan Pemeliharaan

PEMBANGKITAN UNIT TEST CASE DARI KODE SUMBER BERDASARKAN REPRESENTASI CONTROL FLOW GRAPH

Unit testing adalah salah satu teknik pengujian perangkat lunak pada unit fungsional terkecil. Pembuatan unit test dalam pengembangan perangkat lunak membutuhkan banyak waktu dan usaha. Saat ini, alat pembangkit unit test yang ada masih memiliki keterbatasan seperti cakupan yang belum optimal, kebutuhan komputasi yang besar, serta spesifik untuk domain tertentu. Salah satu cara untuk membangkitkan unit test pada suatu kode sumber adalah dengan mengacu pada hasil pemetaan kode sumber ke dalam Control Flow Graph (CFG). Pada tugas akhir ini dihasilkan perangkat lunak pembangkit unit test case dengan representasi CFG. Unit test case dapat dibangun dengan memetakan kode sumber ke CFG, menganalisis setiap jalur eksekusi pada CFG, serta membangkitkan test case dengan constraint pada setiap jalur. Struktur kode yang dapat dibangkitkan unit test casenya yaitu struktur sekuensial, percabangan, perulangan, penggunaan dictionary, objek kelas dengan operasi sekuensial, serta pemanggilan fungsi pada file yang sama. Pada kasus penyelesaian logika matematika, test case dibangkitkan dengan constraint solver. Pada kasus selain matematika, dilakukan prediksi test case dengan LLM Gemini. Dengan bantuan CFG, pembangkitan test case dapat maksimal pada setiap jalur (branch) sehingga didapatkan branch coverage yang tinggi. Selanjutnya, test case yang dihasilkan dinilai berdasarkan test smell dengan memanfaatkan pustaka yang ada. Test smell merupakan karakteristik yang dapat menunjukkan masalah yang terjadi. Hasil pengujian menunjukkan tidak ada test smell dari unit test case yang dihasilkan perangkat lunak untuk struktur kode yang telah dicakup.

2025
👤 Penulis: AZMI HASNA ZAHRANI
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Kontrol Flows 🏷️ Pengembangan Perangkat Lunak

STUDI KORELASI PARAMETER PERINGKAT BATUBARA LIGNIT-SUB BITUMINUS DARI FORMASI MUARA ENIM, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN, SUMATERA SELATAN

Batubara merupakan sumber energi utama yang berperan penting dalam sektor energi Indonesia. Penelitian ini membahas hubungan antar parameter pembatubaraan pada batubara dari Formasi Muara Enim, Cekungan Sumatera Selatan, Sumatera Selatan, dengan rentang peringkat lignit hingga sub-bituminus, dalam kaitannya dengan genesa batubara. Analisis dilakukan terhadap 30 sampel menggunakan data proksimat, total sulfur, dan nilai kalor pada basis air dried. Hasil menunjukkan hubungan negatif antara kadar air dengan karbon tertambat dan abu, serta hubungan positif terhadap zat terbang. Karbon tertambat berkorelasi positif terhadap nilai kalor, sementara kadar air dan abu berkorelasi negatif. Kandungan sulfur tidak menunjukkan korelasi signifikan terhadap parameter lainnya, yang mengindikasikan bahwa sulfur lebih mencerminkan kondisi lingkungan pengendapan daripada proses pembatubaraan itu sendiri. Tidak ditemukan korelasi yang sangat kuat antar parameter, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap variabel lain di luar batasan studi ini

2025
👤 Penulis: Ruth Maizona Munthe
🏷️ Hidrologi 🏷️ Geofisika Batubara 🏷️ Analisis Proksimat

KARAKTERISASI RESERVOIR BATUPASIR MENGGUNAKAN METODE SEISMIK INVERSI ACOUSTIC IMPEDANCE, SHEAR IMPEDANCE, DAN EXTENDED ELASTIC IMPEDANCE PADA LAPANGAN

Pertumbuhan kebutuhan energi nasional mendorong eksplorasi dan pengembangan lapangan migas secara lebih optimal, termasuk pemanfaatan kembali lapangan tua dan identifikasi zona prospektif baru. Salah satu zona yang memiliki potensi hidrokarbon signifikan berada pada Formasi Talang Akar di Cekungan Sumatra Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi reservoir batupasir berisikan hidrokarbon menggunakan pendekatan inversi seismik Acoustic Impedance (AI), Shear Impedance (SI), dan Extended Elastic Impedance (EEI) pada interval target antara BTL_Base hingga O_mfs di Lapangan “MJ”. Data yang digunakan meliputi data seismik 3D pre-stack dan data log dari enam sumur, dengan sumur MJ-70 sebagai sumur kunci karena memiliki data gelombang geser yang lengkap. Tahapan penelitian diawali dengan rekondisi dan peningkatan kualitas data seismik untuk meningkatkan kontinuitas reflektor dan keakuratan amplitudo. Proses well-seismic tie dilakukan guna menyelaraskan data waktu dengan data kedalaman. Analisis sensitivitas kemudian diterapkan untuk menentukan parameter elastis batuan yang paling relevan terhadap keberadaan hidrokarbon. Proses inversi dilakukan menggunakan metode Linear Programming Sparse Spike (LPSS), baik untuk AI, SI, maupun EEI, guna memperoleh volume impedansi yang representatif terhadap kondisi geologi asli bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona prospektif hidrokarbon dicirikan oleh nilai rasio AI dan SI yang rendah, serta vp/vs ratio rendah dari hasil inversi EEI, yang mengindikasikan keberadaan batupasir berpori dengan potensi terisi gas. Peta slicing memperlihatkan distribusi nilai vp/vs ratio rendah yang membentuk pola memanjang dari tenggara ke barat laut, menggambarkan arah pengendapan utama dan jalur migrasi fluida. Pola tersebut diperkuat oleh visualisasi channel pada hasil inversi EEI yang menyerupai morfologi sungai bercabang, mencerminkan sistem delta-lacustrine sebagai jalur distribusi utama batupasir reservoir.

2025
👤 Penulis: Mikael Elgo
🏷️ Seismik Invers 🏷️ Karakterisasi Reservoir Batupasir 🏷️ Analisis Sensitivitas Impedansi

KARAKTERISASI RESERVOIR KARBONAT MENGGUNAKAN ANALISIS AMPLITUDE VARIATION WITH OFFSET PADA FORMASI BATU RAJA, LAPANGAN “SN”, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN

Cekungan Sumatra Selatan merupakan salah satu cekungan migas utama di Indonesia dengan potensi cadangan hidrokarbon yang signifikan. Salah satu reservoir penting di cekungan ini adalah Formasi Batu Raja, yang terdiri atas batuan karbonat dengan porositas baik sehingga berpotensi menjadi tempat akumulasi hidrokarbon. Di Lapangan “SN”, Formasi Batu Raja telah terbukti mengandung gas pada build-up karbonat, sehingga karakterisasi reservoir diperlukan untuk mengidentifikasi pola distribusi dan sifat pengendapan reservoir pada lapangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona target reservoir berdasarkan data sumur, mengidentifikasi respon Amplitude Variation with Offset (AVO) serta dampak reconditioning data seismik, dan menentukan lingkungan pengendapan melalui analisis seismik stratigrafi. Metode yang digunakan mencakup integrasi data log sumur, pemodelan AVO sintetik, analisis atribut AVO (intercept, gradient, product), atribut seismik, serta interpretasi seismik stratigrafi untuk mengidentifikasi lingkungan pengendapan karbonat. Reconditioning data seismik dilakukan melalui tahapan pengondisian gather terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penerapan enhancement yaitu spectral balancing dan loop reconvolution guna meningkatkan resolusi dan frekuensi data seismik serta memperjelas event refleksi pada zona target. Hasil reconditioning menunjukkan peningkatan korelasi Well-Seismic Tie secara signifikan. Fluid Replacement Modeling digunakan untuk memahami perubahan respon amplitudo akibat variasi saturasi fluida. Analisis AVO pada keempat sumur menunjukkan bahwa SN-1 dan SN-2 yang terletak pada build-up timur tergolong AVO kelas III, SNB-3 di buildup barat AVO kelas I, dan SN-4 pada platform interior karbonat menunjukkan respon intercept dan gradient positif. Perbedaan respon AVO ini mengindikasikan perbedaan karakter fasies, dimana target reservoir Formasi Batu Raja pada Lapangan ”SN” terbentuk dalam lingkungan pengendapan yang berbeda, yakni patch reef pada build-up di bagian barat dan shelf margin reef pada build-up di bagian timur.

2025
👤 Penulis: Muhamad Isa Dzikiya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS PENGARUH SIFAT DEBU BATUBARA TERHADAP NILAI KEMAMPULEDAKAN PADA UJI SKALA LABORATORIUM

Dalam industri penambangan, ledakan debu batubara merupakan salah satu bahaya utama. Ledakan ini dapat terjadi jika lima elemen, yaitu bahan mudah terbakar, oksidator, dispersi partikel, sumber penyulut, dan ruang tertutup terpenuhi secara bersamaan. Minimum Explosible Concentration (MEC) merupakan parameter penting untuk menilai potensi ledakan debu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik dan peringkat debu batubara terhadap nilai MEC. Metode penelitian mencakup pengujian laboratorium menggunakan Explosion Chamber 20 L, serta pengumpulan data dari jurnal ilmiah bereputasi antara tahun 1991 sampai 2024. Analisis statistik menggunakan perangkat lunak Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) Student Version, yang melibatkan uji regresi linear, digunakan untuk mengevaluasi hubungan antar variabel-variabel seperti moisture, volatile matter, ash, fixed carbon, calorific value, ignition energy, dan particle size terhadap MEC. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa variabel dominan yang mempengaruhi MEC berbeda-beda untuk setiap peringkat batubara yaitu calorific value untuk anthracite, ash content untuk bituminous, dan ignition energy untuk subbituminous. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa model prediksi untuk batubara subbituminous cukup baik, dengan selisih persentase antara nilai prediksi dan aktual adalah 0,4% - 0,5%. Model prediksi untuk batubara bituminous menunjukkan kinerja baik pada kombinasi parameter: particle size, moisture, calorific value, dan ignition energy, dengan selisih persentase antara nilai prediksi dan aktual sebesar 17,5% - 50,5%. Sementara itu, model untuk batubara anthracite menunjukkan perbedaan antara nilai prediksi dan aktual hingga 16,7%

2025
👤 Penulis: Syafitri Machmudah
🏷️ Kemampuan Demulasi Batubara 🏷️ Analisis Regresi Statistik 🏷️ Hidrologi Industri Penambangan

PERANCANGAN PENCAHAYAAN HIJAU PADA BANGUNAN KOMERSIAL DAN SOLUSI DAMPAKNYA: HOTEL SAWUNGGALING, BANDUNG

Penelitian ini berfokus pada analisis distorsi harmonisa yang disebabkan oleh lampu LED pada sistem kelistrikan hotel dan mengevaluasi efektivitas filter aktif dan pasif sebagai solusi mitigasi. Latar belakang masalah ini adalah tingginya Total Harmonic Distortion of Current (THDi) yang dihasilkan oleh driver lampu LED, yang dapat menurunkan kualitas daya. Metode penelitian mencakup pengukuran THDi awal menggunakan Power Quality Analyzer (PQA) yang menunjukkan nilai tinggi sekitar 74,5%. Selanjutnya, simulasi dilakukan dengan MATLAB Simulink untuk memodelkan kinerja Shunt Active Power Filter (SAPF) dan filter pasif. Selain itu, perancangan sistem pencahayaan hotel yang optimal disimulasikan menggunakan DIALux Evo untuk memenuhi standar iluminasi SNI 6197-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SAPF terbukti sangat efektif, berhasil mereduksi THDi dari sekitar 75,5% menjadi 5,1% (beban tunggal) dan 6,44% (beban total). Nilai ini memenuhi standar IEEE 519-2014. Sebaliknya, filter pasif hanya mampu menurunkan THDi menjadi sekitar 26,34% (beban tunggal) dan 27,21% (beban total), yang masih jauh dari batas standar. Simulasi DIALux Evo berhasil merancang pencahayaan dengan tingkat iluminasi rata-rata antara 151 lux hingga 194 lux, sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kesimpulannya, Shunt Active Power Filter (SAPF) adalah solusi yang paling unggul dalam mitigasi harmonisa yang disebabkan oleh lampu LED. Penelitian ini memberikan pendekatan terpadu yang memvalidasi efektivitas SAPF sekaligus menyajikan perancangan sistem pencahayaan yang optimal dan efisien.

2025
👤 Penulis: Aldo Gusti Rahman
🏷️ Kepenergian Industri 🏷️ Optimisasi Sistem Cahaya 🏷️ Penyulingan Harmonika

ESTIMASI KAPASITAS PENYIMPANAN CO2 MELALUI PENDEKATAN INVERSI SEISMIK SIMULTAN PADA ANGGOTA MENTAWA-FORMASI MINAHAKI, LAPANGAN

Cekungan Banggai, salah satu cekungan migas produktif di Indonesia, memiliki potensi menyimpan 40,1 Gt CO2 dalam skala regional. Untuk mengetahui kapasitas penyimpanan CO2 dalam skala lokal diperlukan pemetaan potensi dan estimasi kapasitas penyimpanan CO2. Lapangan ”Rotstek” merupakan salah satu lapangan dalam Cekungan Banggai yang akan menjadi area penelitian pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kapasitas penyimpanan CO2 secara teoritis menggunakan pendekatan karakterisasi reservoir berbasis inversi seismik simultan. Anggota Mentawa-Formasi Minahaki menjadi reservoir utama pada penelitian ini karena memiliki porositas yang baik yaitu pada rentang 15% hingga 20% dan Formasi Minahaki dengan nilai 13%. Analisis sentivitas menunjukkan parameter paling sensitif untuk memisahkan jenis fluida adalah lambda-rho dengan cut-off 32 GPa·g/cc dan untuk memisahkan litologi adalah mu-rho dengan cut-off 20 GPa·g/cc. Inversi seismik simultan menghasilkan volume acoustic impedance, shear impedance, densitas dan Vp/Vs yang selanjutnya ditransformasi hingga menjadi volume lambda-rho dan mu-rho. Analisis fasies menunjukkan bahwa Anggota Mentawa merupakan reefal carbonate build up facies yang terbentuk pada shoal crest menuju ke openmarine, sementara Formasi Minahaki merupakan platform carbonate facies. Hasil inversi dan analisis atribut seismik menunjukkan bahwa pada Anggota Mentawa telah terjadi diagenesis pelarutan yang membentuk secondary porosity akibat perubahan muka air laut dan paparan freshwater. Didapatkan tiga jenis media penyimpanan yaitu depleted gas reservoir Mentawa, deep saline aquifer Mentawa, dan deep saline aquifer Minahaki. Depleted gas reservoir dapat menyimpan CO2 sebanyak 12.63 MMt CO2, deep saline aquifer Mentawa dapat menyimpan 4.79 MMt CO2, dan deep saline aquifer Minahaki dapat menyimpan 6.72 MMt CO2. Penilaian dengan melakukan perbandingan antara ketiga kasus tersebut menunjukkan bahwa kasus yang paling baik untuk dapat dilanjutkan ke tahap implementasi CCS adalah depleted gas reservoir Mentawa dengan nilai 21 dari 30 dari parameter yang telah ditentukan.

2025
👤 Penulis: Raihan Aqilla Naufaly H.
🏷️ Inversi Seismik Simultan 🏷️ Penyimpanan Co2 🏷️ Analisis Fase

PENGEMBANGAN ‘LAYANAN PLUS’ BERBASIS KAPASITOR BANK MELALUI ANALISIS AMR UNTUK PENINGKATAN LAYANAN DAN PENDAPATAN BEYOND KWH

Perusahaan utilitas listrik seperti PT PLN (Persero) dihadapkan pada tantangan ganda yaitu menjaga keberlanjutan bisnis di tengah perkembangan teknologi yang disruptif dan perubahan pola konsumsi energi, serta meningkatkan efisiensi operasional pada jaringan distribusi. Ketergantungan tunggal pada penjualan energi listrik (kWh) menjadi semakin berisiko, sehingga pengembangan strategi bisnis di luar penjualan kWh, atau ‘Beyond kWh’, menjadi agenda strategis yang krusial. Salah satu inefisiensi operasional yang signifikan bersumber dari rendahnya faktor daya pada pelanggan industri dan komersial, yang tidak hanya menyebabkan kerugian finansial bagi pelanggan melalui pengenaan denda kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh), tetapi juga meningkatkan rugi-rugi daya teknis pada aset jaringan milik PLN. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menentukan strategi ‘Layanan Plus’ berbasis pemanfaatan kapasitor bank yang paling optimal, yang mampu secara simultan menyelesaikan masalah pelanggan dan menciptakan aliran pendapatan beyond kWh yang profitabel bagi PLN. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengadopsi pendekatan metode campuran yang dominan kuantitatif, menggabungkan studi kasus, simulasi sistem tenaga, dan analisis tekno-ekonomi komparatif. Dengan memanfaatkan data Automatic Meter Reading (AMR) dari empat pelanggan industri studi kasus, dilakukan analisis untuk mengidentifikasi karakteristik profil beban dan mengkuantifikasi permasalahan awal. Selanjutnya, dua model strategi layanan plus dirancang dan dianalisis menggunakan perangkat lunak ETAP pada model jaringan distribusi Tegangan Menengah (TM) 20kV yang representatif. Model 1 adalah layanan solusi individual terdesentralisasi di sisi Tegangan Rendah (TR) pelanggan, sementara Model 2 adalah layanan keandalan terpusat yang diimplementasikan di sisi jaringan TM. Analisis komparatif dilakukan berdasarkan kriteria efektivitas teknis (perbaikan faktor daya, penurunan rugi-rugi jaringan, perbaikan profil tegangan) dan kelayakan ekonomi (analisis biaya-manfaat, Payback Period, dan potensi profitabilitas). Hasil penelitian mengungkapkan temuan kunci yang signifikan. Perbandingan hasil simulasi menunjukkan bahwa Model 1 secara komprehensif lebih unggul. Secara teknis, Model 1 tidak hanya efektif memperbaiki faktor daya di meter pelanggan hingga mencapai target >0,97, tetapi juga memberikan manfaat efisiensi terbesar bagi jaringan PLN dengan mampu mengurangi rugi-rugi daya sistem sebesar 6,0 kW (75%). Namun, kebaruan utama dari penelitian ini terletak pada perancangan model bisnis ‘Layanan Plus’ itu sendiri. Selama ini, solusi kapasitor bank umumnya dilakukan oleh pihak ketiga yang hanya berfokus pada instalasi perangkat. Sebaliknya, Model 1 yang diusulkan dalam penelitian ini merupakan layanan terintegrasi pertama yang mencakup penyediaan perangkat, instalasi, pemeliharaan berkelanjutan, monitoring performa, dan konsultasi energi, yang ditawarkan langsung oleh utilitas. Penelitian ini memberikan sumbangan terhadap khazanah ilmu pengetahuan dengan menyajikan analisis komparatif model bisnis layanan energi individual vs berbasis infrastruktur bersama yang didukung oleh simulasi teknis. Studi ini menyimpulkan bahwa layanan perbaikan faktor daya yang ditawarkan langsung kepada pelanggan (Model 1) merepresentasikan strategi ‘Beyond kWh’ yang paling optimal. Implementasi Model 1 direkomendasikan sebagai prioritas utama bagi PT PLN (Persero) karena terbukti memberikan manfaat teknis, ekonomis, dan layanan yang paling maksimal dan seimbang bagi perusahaan utilitas maupun pelanggannya, serta menjadi jalur strategis yang paling kuat untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, efisiensi operasional, dan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Hardian Saputra
🏷️ Kepatuhan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Tekno-Ekonomi

STUDI VARIASI TEMPORAL DAN VERTIKAL PM2.5 DI JAKARTA TIMUR PADA MUSIM KERING 2022 BERDASARKAN HASIL OBSERVASI MULTILEVEL

Penurunan kualitas udara di wilayah perkotaan seperti Jakarta, terutama saat musim kemarau, menjadi isu lingkungan yang penting. Salah satu polutan utama yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah PM2.5. Penelitian ini mengkaji karakteristik temporal dan vertikal partikel halus PM2.5 berdasarkan data observasi multilevel pada empat ketinggian (7, 20, 40, dan 60 meter) periode musim kering 2022 di Jakarta. Hasil menunjukkan bahwa fluktuasi PM2.5 paling signifikan dipengaruhi oleh siklus 1 harian (diurnal) dan 85 harian. Pola diurnal menunjukkan karakteristik unimodal, dengan konsentrasi tertinggi pada malam hingga dini hari dan terendah pada siang hingga sore hari. Pola ini berkorelasi kuat dengan temperatur udara sebagai proksi tidak langsung dari dinamika lapisan pencampuran atmosfer, dengan jeda waktu (lag) satu hari. Siklus 85 harian menunjukkan konsentrasi PM2.5 yang konsisten rendah pada bulan Mei dan meningkat hingga mencapai puncaknya pada bulan Juni. Pola ini berkorelasi dengan variasi curah hujan intraseasonal. Secara vertikal, konsentrasi menurun seiring bertambahnya ketinggian, dengan penurunan tajam antara 20 dan 40 meter yang diduga terkait dengan perbedaan karakteristik struktur lapisan batas atmosfer perkotaan. Hasil ini menegaskan pentingnya peran dinamika atmosfer, termasuk struktur vertikal dan variabilitas curah hujan musiman, dalam mengendalikan distribusi PM2.5 di Jakarta.

2025
👤 Penulis: Latifa Hanum Zain
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ESTIMASI STORAGE CAPACITY UNTUK CARBON,CAPTURE, AND STORAGE (CCS) MENGGUNAKAN CURVED PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE (CPEI) DAN PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE FOR LITHOLOGY (PEIL) PADA LAPANGAN

Seiring dengan berjalannya waktu, peningkatan jumlah populasi semakin tinggi, dan peningkatan ini linear dengan tingkat kebutuhan energi serta emisi yang dihasilkan. Peningkatan ini berdampak pada konsumsi bahan bakar fosil yang masih menjadi sumber energi yang paling banyak digunakan. Hal ini berdampak pada meningkatnya kadar gas CO2 di atmosfer dan dapat menyebabkan perubahan iklim dunia. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan untuk permasalahan ini adalah dengan Carbon, Caputre, and Storage (CCS), dengan cara menangkap dan menyimpan gas CO2 di bawah permukaan tanah atau underground stroge. Lapangan ”Abangda” memiliki potensi besar sebagai underground stroge dengan mempertimbangkan lokasi lapangan, kondisi reservoir, dan jarak lapangan terhadap sumber gas CO2. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengestimasi sebarapa besar volume CO2 yang dapat disimpan. Untuk itu, diperlukan parameter elastis yang mampu dengan baik memisahkan efek litologi dan fluida agar bisa mendapatkan volume saturasi air dan volume porositas yang optimum melalui suatu pendekatan, sehingga mendapatkan estimasi storage capacity yang optimum. Pendekatan yang digunakan pada penilitan ini menggunakan Curved Pseudo Elastic Impedance (CPEI) dan Pseudo Elastic Impedance for Lithology (PEIL). CPEI ditransformasikan menjadi volume saturasi air dan PEIL ditransformasikan menjadi volume porositas. Didapatkan parameter yang paling sensitif terhadap pemisahan efek litologi dan fluida melalui sensitivity analysis adalah kombinasi AI dan Vp/Vs, kemudian didapatkan AI serta SI melalui direct AVO inversion dan volume Vp/Vs didapat dari AI/SI. PEIL dan CPEI menunjukan hasil yang sudah maksimum dengan validator terhadap data sumur yang ada. Pada Formasi Baturaja menunjukan persebaran porositas yang tinggi. Dua area storage, yaitu main reef dan barrier reef yang secara akumulatif dapat menampung hingga 10.56 juta ton CO2 dalam fasa likuid.

2025
👤 Penulis: Berlin Fitrah Al Kausar
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Energi 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGARAHAN BERKAS HIBRID PENGGUNA JAMAK MOBILITAS TINGGI PADA SISTEM KOMUNIKASI GELOMBANG MILIMETER DENGAN DEEP REINFORCEMENT LEARNING

Dalam lingkungan komunikasi nirkabel millimeter-wave (mmWave) yang sangat dinamis, menjaga keselarasan sinyal (beam alignment) secara konsisten antara access point (AP) dan user equipment (UE) merupakan hal yang krusial untuk mempertahankan spectral efficiency (SE) yang tinggi. Namun, adanya hambatan sementara serta perubahan lingkungan yang cepat sering kali mengharuskan proses pelatihan ulang sinyal yang berulang. Proses ini tidak hanya meningkatkan beban sistem secara signifikan, tetapi juga dapat menyebabkan ketergantungan pada informasi kanal (CSI) yang telah usang, sehingga mengganggu kinerja sistem secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut dengan mengoptimalkan total SE jaringan sambil meminimalkan beban komputasi dan sinyal yang disebabkan oleh estimasi ulang kanal yang tidak diperlukan. Selain itu, fokus utama lainnya adalah memastikan pemulihan kualitas komunikasi yang cepat setelah terjadi gangguan mendadak. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengusulkan pendekatan yang mengombinasikan pembelajaran penguatan dalam (deep reinforcement learning/DRL) berbasis curriculum learning (CL) dengan mekanisme estimasi ulang kanal berbasis peristiwa (event-triggered) untuk merancang strategi hybrid beamforming baik di sisi AP maupun UE. Inti dari pendekatan ini terletak pada pelatihan agen DRL untuk mempelajari kebijakan beamforming analog pada bagian frekuensi radio (RF). Proses pembelajaran ini dipandu oleh kurikulum yang disusun secara bertahap, di mana agen diperkenalkan secara progresif pada kondisi kanal yang semakin kompleks. Pendekatan bertahap ini meningkatkan kemampuan adaptasi agen dalam menghadapi kondisi lingkungan nyata. Sementara itu, komponen beamforming digital pada pita dasar (baseband/BB) dihitung secara analitik menggunakan metode pemrosesan sinyal yang sudah teruji. Untuk meningkatkan efisiensi pelatihan, penelitian ini menerapkan teknik prioritized experience replay (PER), yang memungkinkan agen untuk lebih fokus pada transisi dengan kesalahan temporal-difference (TD) tinggi. Transisi semacam ini biasanya muncul akibat perubahan lingkungan yang diperkenalkan oleh kurikulum, dan memberikan informasi penting dalam proses pembelajaran kebijakan yang tangguh. Dengan berfokus pada pengalaman-pengalaman berdampak tinggi, proses pelatihan menjadi lebih efisien dan adaptif. Salah satu inovasi utama dalam metode ini adalah penerapan strategi estimasi ulang kanal yang dipicu oleh kejadian tertentu. Alih-alih melakukan estimasi ulang secara terus-menerus—yang menambah beban sistem secara signifikan—proses ini hanya dijalankan ketika terdeteksi adanya pemulihan pada kualitas koneksi, yang menunjukkan bahwa kondisi kanal telah cukup membaik untuk memperoleh CSI yang relevan. Strategi ini memaksa agen untuk mengembangkan kebijakan beamforming yang tetap efektif meskipun menggunakan CSI yang terbatas atau sudah kadaluarsa, sehingga memperkuat daya tahan sistem dalam kondisi yang sangat dinamis. Hasil simulasi secara menyeluruh menunjukkan bahwa kerangka kerja yang diusulkan mampu memulihkan kembali total SE jaringan ke rata-rata sebelum gangguan dalam waktu singkat setelah terjadi hambatan besar. Sebaliknya, metode baseline terkemuka menunjukkan penurunan kinerja yang signifikan, dengan kehilangan efisiensi hingga 29% pada kondisi yang sama. Temuan ini mengonfirmasi bahwa integrasi DRL, curriculum learning, dan mekanisme estimasi ulang berbasis peristiwa merupakan solusi yang kuat dan efisien untuk menjaga kualitas komunikasi mmWave yang andal dalam berbagai kondisi dunia nyata.

2025
👤 Penulis: Dwina Agustin Putri
🏷️ Komunikasi Gelombang Milimeter 🏷️ Pembelajaran Penguatan Mendalam 🏷️ Pembentukan Berkas Hibrid

PERANCANGAN PERANGKAT MOBILE MONITORING GAS KARBON MONOKSIDA (CO) UNTUK PEMETAAN KUALITAS UDARA

Peningkatan polusi udara di wilayah perkotaan seperti Kota Bandung, khususnya dari emisi kendaraan bermotor, menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu polutan utama yang menjadi perhatian adalah Karbon Monoksida, gas beracun hasil pembakaran tidak sempurna yang sulit terdeteksi secara pancaindra manusia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan perangkat mobile monitoring gas Karbon Monoksida berbasis Internet of Things guna mendukung pemetaan kualitas udara di berbagai lokasi. Sistem dirancang menggunakan sensor MiCS-4514 yang dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32, serta dilengkapi modul komunikasi Bluetooth dan Wi-Fi. Data lokasi diperoleh dari Global Positioning System pada smartphone Android. Perangkat dipasang pada sepeda agar dapat menjangkau lokasi yang tidak terakses oleh stasiun pemantauan tetap. Untuk menjaga kestabilan pengukuran saat bergerak, sistem dilengkapi dengan motor DC pompa udara dan flowmeter guna mengatur laju aliran udara masuk ke ruang sensor secara konstan pada 1 Liter Per Menit, sehingga mengurangi pengaruh turbulensi. Kalibrasi dilakukan menggunakan gas standar bersertifikat. Evaluasi performa sistem dilakukan melalui pengukuran akurasi, % Relative Standard Deviation, dan Horwitz Ratio. Hasil pengujian menunjukkan bahwa akurasi pembacaan Karbon Monoksida mencapai 1,58%, masih berada dalam batas keberterimaan sebesar 4%. Nilai Horwitz Ratio sebesar 0,20 menunjukkan presisi tinggi. Pengujian lapangan dilakukan pada tiga rute di Kota Bandung pada pagi, siang, dan sore hari. Konsentrasi tertinggi tercatat pada sore hari dengan nilai 3,93 ppm, mengindikasikan adanya peningkatan sumber emisi Karbon Monoksida pada waktu tersebut. Data yang dikumpulkan dikirim secara otomatis ke platform Antares menggunakan protokol Message Queuing Telemetry Transport, serta disimpan secara lokal pada kartu microSD sebagai cadangan. Selain mendukung pemantauan berbasis data secara langsung, sistem ini juga memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam platform kota cerdas dalam upaya mitigasi pencemaran udara.

2025
👤 Penulis: Yogi Adi Nugraha
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

IDENTIFIKASI ZONA PROSPEKTIF ENDAPAN EMAS EPITERMAL MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN MESIN DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PULAU SUMATERA BAGIAN SELATAN

Meskipun memiliki potensi emas epitermal yang signifikan karena merupakan bagian dari busur magmatik aktif, eksplorasi konvensional di Pulau Sumatera bagian selatan terhambat oleh medan yang sulit, tutupan lahan yang tebal, dan lapisan pelapukan yang tebal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model prediktif untuk memetakan zona prospek emas epitermal dengan mengaplikasikan metode machine learning dan sistem informasi geografis untuk meningkatkan efisiensi eksplorasi. Model dibangun menggunakan algoritma Random Forest dengan mengintegrasikan data litologi yang disederhanakan dari peta geologi regional, peta densitas kelurusan yang diinterpretasi dari data DEMNAS, serta peta sebaran kadar unsur geokimia (Cu, Zn, Co, dan Mn) yang diestimasi menggunakan metode geostatistik. Hasil penelitian menunjukkan zona prospektif tinggi secara dominan berasosiasi dengan batuan induk vulkanik Kenozoikum, memiliki densitas kelurusan optimal pada rentang 0,27–0,42 counts/km², dan menunjukkan pola geokimia khas berupa kadar Cu moderat (7,34–27,44 ppm), kadar Zn tinggi (>61,2 ppm), kadar Mn tinggi (>502 ppm), dam kadar Co moderat (8,3–27,2 ppm). Model Random Forest mencapai akurasi keseluruhan sebesar 89% pada data validasi, dan berhasil mereduksi wilayah pencarian hingga 90,5%. Peta prospektif yang dihasilkan dapat menjadi acuan untuk mereduksi wilayah target dalam tahap eksplorasi lanjut, sehingga meningkatkan efektivitas pencarian sumber daya mineral di masa depan.

2025
👤 Penulis: Ferry Harsono
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Mineral 🏷️ Hidrologi

SISTEM DETEKSI DAN PENGENALAN WAJAH REAL-TIME BERBASIS HAAR CASCADE DAN FACENET DENGAN PENGENDALIAN SERVO

Sistem pengenalan wajah real-time banyak digunakan dalam aplikasi keamanan untuk mengenali identitas secara otomatis. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi dan pengenalan wajah dengan menggabungkan metode Haar Cascade dan FaceNet serta pengendalian posisi kamera servo menggunakan pengendali PID. Model Haar Cascade digunakan untuk mendeteksi wajah secara cepat, sedangkan FaceNet menghasilkan embedding wajah berdimensi rendah untuk pengenalan identitas dengan akurasi tinggi. Skema pengendalian servo dikembangkan dengan menggunakan pengendali PID untuk mengatur pergerakan kamera mengikuti wajah secara dinamis. Sistem diharapkan mampu mendeteksi dan mengenali wajah serta mengendalikan posisi kamera dengan respons yang stabil dan cepat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu mencapai akurasi pengenalan wajah sebesar 95% dengan waktu respons deteksi rata-rata 0,2 detik. Pengendali PID berhasil meminimalkan galat posisi kamera dengan overshoot kurang dari 5% dan settling time di bawah 1 detik, sehingga pengendalian bersifat stabil dan efektif dalam 60 iterasi dengan konstanta proporsional 0,08.

2025
👤 Penulis: Enggar Prahargyan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Optimisasi Kontrol
Halaman 346 dari 6754
💬