📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

STUDI KELAYAKAN IMPLEMENTASI PROYEK EOR DI LAPANGAN “COMBATH” BERDASARKAN ANALISIS PREDIKTIF DAN EVALUASI RISIKO MENGGUNAKAN SOFTWARE PERTAEOR-LITE

This study evaluates the feasibility of COâ‚‚ injection in the Combath field using a series of screenings, a three-scenario predictive model, and Monte Carlo simulations. The main results indicate that the 10-acre scenario has the highest net present value (NPV), while the 28-acre scenario achieves the best internal rate of return (IRR). Sensitivity analysis identified oil price and reservoir porosity as the dominant factors. Based on the expected economic value and risk, the 20-acre scenario, after controlled parameter optimization, is recommended as a balanced option. These findings provide strategic guidance for EOR implementation in this field.

2025
👤 Penulis: Enjel Oktaviani Pardede
🏷️ Energi Oksigen Alam 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Optimisasi Sistem

ANALISIS KOMPARATIF ANTARA ATRIBUT SEISMIK, AMPLITUDE VARIATION WITH OFFSET, DAN INVERSI EXTENDED ELASTIC IMPEDANCE UNTUK KARAKTERISASI RESERVOAR BATUPASIR MIOSEN INTERVAL 920-990, PADA LAPANGAN “BIRUMERA”, CEKUNGAN KUTAI BAWAH, KALIMANTAN TIMUR

Lapangan ”Birumera” adalah lapangan salah satu lapangan yang terletak di lepas pantai timur laut delta Mahakam, Cekungan Kutai Bawah, Kalimantan Timur. Target reservoar dari Lapangan “Birumera” adalah batupasir kasar yang terendapkan selama Miosen, dengan lingkungan pengendapan kanal di bagian atas lereng. Akumulasi hidrokarbon dalam perangkap stratigrafi menjadi tantangan dalam karakterisasi reservoar di lapangan ini. Oleh karena itu diperlukan metode karakterisasi yang tepat untuk mengatasi tantangan tersebut. Proses karakterisasi reservoar dilakukan dengan bekal berupa data seismik pre-stack dan data sumur, yang diolah dari mulai tahap rekondisi, well to seismic tie, hingga interpretasi horizon. Metode karakterisasi reservoar yang kemudian dilakukan adalah atribut seismik amplitudo dan kompleks, amplitude variation with offset (AVO), dan inversi extended elastic impedance (EEI) dengan input parameter elastik sensitif terhadap keberadaan hidrokarbon yakni lambda-rho. Analisis komparatif kemudian dilakukan pada input, proses dan output dari atribut seismik, AVO, dan inversi EEI, untuk menyimpulkan metode karakterisasi yang paling tepat untuk diterapkan di Lapangan “Birumera”, dan memberikan gambaran mengenai kebutuhan data serta kompleksitas penerapannya. Analisis komparatif output dilakukan dengan uji korelasi antara output masing-masing metode karakterisasi dengan properti reservoar, dan analisis komparatif input dan proses dilakukan dengan dilakukan dengan membandingkan jumlah tahapan dan jenis input yang diperlukan oleh masing-masing metode karakterisasi untuk menghasilkan output. Berdasarkan hasil analisis komparatif tersebut, disimpulkan bahwa metode karakterisasi reservoar yang paling tepat untuk diterapkan di Lapangan “Birumera” adalah inversi EEI. Volume lambda-rho dari inversi EEI yang didapatkan dengan input yang variatif dan tahapan yang panjang, menghasilkan nilai korelasi tertinggi dengan properti reservoar, dengan nilai cut-off hidrokarbon di bawah 23 GPa.g/cc.

2025
👤 Penulis: Mohamad Hilman Hakim A
🏷️ Karakterisasi Reservoar Batupasir Miosen 🏷️ Analisis Seismik 🏷️ Inversi Impedansi Eksandri

ANALISIS PENYEBARAN PENYAKIT DIARE BERBASIS IKLIM MENGGUNAKAN MODEL SIRS DI KABUPATEN DONGGALA DAN KABUPATEN SIGI

Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi. Fluktuasi jumlah kasus diare setiap tahun berkaitan erat dengan faktor iklim seperti suhu, curah hujan, dan kelembapan. Penelitian ini bertujuan menyusun model matematika SIRS (Susceptible-Infectious-Recovered- Susceptible) yang sesuai untuk menggambarkan penyebaran diare, menganalisis pengaruh faktor iklim terhadap laju penularan ), serta memprediksi jumlah kasus hingga tahun 2025. Metode penelitian meliputi pengumpulan data kasus diare dan data iklim periode 2014 – 2023. Model SIRS dirumuskan dalam bentuk sistem persamaan diferensial dengan ) dikembangkan sebagai fungsi polinomial tiga variabel iklim melalui regresi polinomial orde dua. Kalibrasi parameter dilakukan menggunakan pendekatan least-squares fitting, sedangkan simulasi model diselesaikan dengan metode Euler diskret. Evaluasi akurasi dilakukan melalui perhitungan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan visualisasi grafik hasil simulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tanpa variabel iklim menghasilkan MAPE sebesar 28.25% di Kabupaten Donggala dan 7.12% di Kabupaten Sigi. Model dengan berbasis iklim menunjukkan peningkatan akurasi, dengan MAPE turun menjadi 8.77% di Kabupaten Donggala dan 9.00% di Kabupaten Sigi. Analisis titik kesetimbangan memperlihatkan kecenderungan menuju kondisi endemik ringan atau bebas penyakit, ditunjukkan oleh nilai tahunan yang menurun hingga mendekati nol pada prediksi tahun 2024 – 2025. Prediksi jumlah kasus juga menunjukkan tren penurunan yang signifikan di kedua kabupaten. Model SIRS berbasis iklim ini dapat digunakan sebagai alat prediksi dan pendukung kebijakan pengendalian diare berbasis data historis dan proyeksi iklim. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model epidemiologi yang mempertimbangkan variabel iklim secara kuantitatif untuk meningkatkan ketepatan prediksi.

2025
👤 Penulis: Rezky Maya Ulfa
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Model Epidemiologi

IDENTIFIKASI HASIL PEMODELAN STRUKTUR BAWAH TANAH PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNETIK

Indonesia merupakan negara berbentuk kepulauan yang berada dalam Lingkaran Api. Hal ini menyebabkan aktivitas lempeng di Indonesia sangat aktif. Daerah penelitian memiliki fisiografi Zona Bogor bagian timur yang merupakan antiklinorium dan juga berdekatan dengan Gunung Ciremai. Daerah penelitian pada kali ini berada di PT Indocement Tunggal Prakarsa yang terletak di Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, sebelah utara Jawa Barat. Pada penelitian kali ini dilakukan pemodelan struktur bawah permukaan menggunakan Oasis Montaj untuk mengetahui persebaran simpanan batuan karbonat pada daerah operasional PT Indocement Tunggal Prakarsa. Oasis Montaj merupakan program untuk mengolah dan melakukan pemodelan data geospasial dengan cara melakukan inversi pada anomali geomagnetik menggunakan data medan magnet. Pada penelitian ini dihasilkan pemodelan 2D struktur bawah permukaan PT Indocement Tunggal Prakarsa dengan kedalaman 750 m. Batuan dasar berupa batuan beku Andesit. Pemodelan 2D teridentifikasi bentuk antiklin sedimen akibat gerakan batuan beku di sekitarnya.

2025
👤 Penulis: M. Ghathfan Rafi
🏷️ Geofisika 🏷️ Struktur Bawah Tanah 🏷️ Pemetaan Geospasial

STUDI PENGARUH PENAMBAHAN DOPAN YTTRIUM TERHADAP KETAHANAN OKSIDASI SIKLIK PADUAN ENTROPI TINGGI AL0.75COCRFENI

Paduan entropi tinggi (HEA) Al0,75CoCrFeNi merupakan material kandidat untuk aplikasi temperatur tinggi seperti bilah turbin mesin jet karena kombinasi sifat mekanik dan densitasnya yang rendah. Namun, pada kondisi operasi yang melibatkan siklus termal berulang, ketahanannya terhadap oksidasi siklik menjadi faktor krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan dopan yttrium (Y) dengan variasi konsentrasi 0,1 at% dan 0,5 at% terhadap perilaku, karakteristik lapisan, dan mekanisme oksidasi siklik paduan Al0,75CoCrFeNi. Tiga variasi paduan, yaitu paduan dasar (tanpa Y), paduan dengan penambahan 0,1 at% Y, dan paduan dengan penambahan 0,5 at% Y, difabrikasi menggunakan menggunakan mini-DC arc melting furnace dan distabilisasi pada temperatur 900 °C selama 10 jam. Sampel dari ketiga paduan kemudian diuji oksidasi siklik di dalam tanur tabung horizontal/muffle furnace dalam kondisi atmosferik pada temperatur 1000 °C dan 1100 °C selama 50 siklus. Perilaku oksidasi dianalisis berdasarkan data perubahan massa spesifik, sementara karakteristik lapisan oksida dianalisis menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan yttrium secara fundamental mengubah mekanisme oksidasi dan meningkatkan ketahanan secara signifikan. Paduan dasar mengalami kegagalan katastropik akibat spalling masif yang ditandai dengan pembentukan lapisan spinel kompleks. Sebaliknya, penambahan yttrium berhasil mendorong pembentukan lapisan Cr?O? yang protektif dan meningkatkan adhesinya secara drastis. Pada 1000 °C, konsentrasi 0,1 at% Y menunjukkan performa optimal, sedangkan pada 1100 °C, konsentrasi 0,5 at% Y menunjukkan ketahanan terbaik. Peningkatan performa ini dapat diakibatkan oleh mekanisme Reactive Element Effect (REE). Meskipun lokasi spesifik yttrium tidak dapat dipetakan, efeknya yang signifikan terhadap peningkatan adhesi dan promosi Cr?O? mengindikasikan bahwa Yttrium bekerja secara efektif di antarmuka logam/oksida untuk memodifikasi mekanisme pertumbuhan lapisan.

2025
👤 Penulis: Raisha Amanda Permata Radhi
🏷️ Ketahanan Oksidasi Siklik 🏷️ Paduan Entropi Tinggi Al0,75Cocrfeni 🏷️ Reactive Element Effect (Ree)

KARAKTERISTIK KEKERINGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI DI KABUPATEN GROBOGAN JAWA TENGAH

Kabupaten Grobogan merupakan salah satu daerah penghasil padi utama di Jawa Tengah, namun wilayah ini kerap menghadapi risiko kekeringan yang dapat berdampak terhadap sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kekeringan di Kabupaten Grobogan menggunakan Palmer Drought Severity Index (PDSI) serta menilai dampaknya terhadap produktivitas padi sawah dan padi gogo berdasarkan data produktivitas per subround dari tahun 1986 hingga 2015. Data curah hujan dan temperatur diperoleh dari ERA5-Land, sedangkan data produktivitas padi berasal dari Badan Pusat Statistik. Nilai PDSI dihitung dengan mempertimbangkan neraca air tanah dan parameter evapotranspirasi potensial. Analisis dilakukan terhadap karakteristik kekeringan yang meliputi frekuensi, durasi, keparahan, dan intensitas, serta dilakukan uji korelasi Pearson untuk menilai hubungan antara kekeringan dan produktivitas padi. Hasil menunjukkan bahwa kekeringan di Kabupaten Grobogan didominasi oleh satu kejadian per tahun dengan durasi yang bervariasi. keparahan dan intensitas mengalami tren yang meningkat sejak tahun 2000. Pada musim tanam I dan subround I menunjukkan indikasi penurunan produktivitas saat intensitas kekeringan sekitar untuk kedua jenis padi yaitu pada padi sawah dan padi gogo. Subround II tidak menunjukkan hubungan yang signifikan karena keterbatasan data atau tidak adanya kegiatan tanam. Sementara itu pada musim tanam III dan subround III durasi kekeringan menjadi karakteristik kekeringan utama yang paling memengaruhi penurunan produktivitas padi sawah terutama ketika kekeringan berlangsung selama bulan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemantauan kekeringan berbasis PDSI sebagai langkah mitigasi dalam perencanaan pertanian di daerah rawan kekeringan seperti Grobogan.

2025
👤 Penulis: Bunga Azzahra Adinda Sudrajat
🏷️ Kekeringan Alam 🏷️ Manajemen Pertanian 🏷️ Analisis Data Produkivitas Padi

PERANCANGAN PERBAIKAN STRUKTUR ORGANISASI PT MELTECH CONSULTINDO BERDASARKAN ALUR PROSES BISNIS

PT Meltech Consultindo, perusahaan yang didirikan pada tahun 1992, bergerak di bidang konsultasi teknis dan manajemen proyek. Penurunan pendapatan akibat pandemi COVID-19 mengharuskan manajemen perusahaan untuk menerapkan langkah-langkah strategis guna memastikan kelangsungan bisnisnya. PT Meltech Consultindo saat ini, dianggap kurang memiliki manajemen yang baik sebagaimana terlihat dari keluhan karyawan mengenai beban kerja berlebih. Hal ini disebabkan oleh ketidakhadiran struktur organisasi yang dapat secara efektif mendefinisikan rantai komando. Mengingat alur proses bisnis perusahaan merupakan bagian dari operasi bisnis rutinnya, desain struktur organisasi berdasarkan alur proses bisnis perusahaan menjadi hal yang diperlukan. Saat merancang struktur organisasi, penting untuk meninjau ketergantungan antar proses bisnis perusahaan. Hal ini dilakukan melalui identifikasi proses bisnis yang ada dan desain proses bisnis yang diusulkan berdasarkan standar acuan PCF. Setelah proses bisnis yang diusulkan divalidasi, ketergantungan antar proses bisnis diidentifikasi, yang menjadi dasar untuk menentukan departemenisasi. Selanjutnya, tingkat tanggung jawab untuk setiap fungsi dipetakan menggunakan matriks RASCI. Langkah-langkah ini menghasilkan struktur organisasi yang diusulkan. Usulan ini dirancang untuk mengatasi masalah operasional perusahaan dengan mengklarifikasi alur kerja, rantai komando, dan batasan tanggung jawab. Struktur organisasi usulan PT Meltech Consultindo memiliki empat tingkatan hierarki dengan dua jalur utama. direktur pada hierarki pertama, jalur proyek, yang dipimpin oleh project coordinator, yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek di hierarki kedua dan jalur operasional yang dipimpin oleh general manager. Di bawah koordinasinya terdapat seluruh divisi yang dipimpin oleh pimpinan divisi pada hierarki ketiga, dan seluruh subdivisi pada hierarki keempat. Berdasarkan alur birokrasi, subdivisi pada hierarki keempat melapor kepada pimpinan divisi sebagai hierarki tingkat ketiga, dan pimpinan divisi yang berada pada hierarki ketiga melapor kepada pimpinan di hierarki tingkat dua dan dilanjutkan ke hierarki tingkat pertama. Dengan usulan dokumentasi proses bisnis baik existing dan tambahan, terdapat beberapa fungsi baru yang dimiliki pada struktur organisasi usulan, Beberapa fungsi yang ditambahkan yaitu Corporate legal, Divisi Perencanaan dan Teknologi Informasi, Project Coordinator, Divisi Finansial, Aset dan, Sumber daya

2025
👤 Penulis: Osmar Zidane
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

SINTESIS ZEOLIT NAX DARI COAL FLY ASH UNTUK SUPPORT KATALIS NIKEL PADA CO2 METHANATION

Peningkatan konsentrasi karbon dioksida (CO2) di atmosfer hingga 414,7 ppm pada tahun 2024 menandai semakin kritisnya isu perubahan iklim global, dengan sektor pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara tetap menjadi penyumbang utama emisi CO2. Di sisi lain, PLTU juga menghasilkan limbah berupa abu terbang batubara (coal fly ash, CFA) dengan proporsi 70 – 80% dari total limbah abu batubara. Setiap tahun, PLTU menghasilkan sekitar satu miliar ton CFA, yang sebagian besar hanya ditimbun dan menimbulkan dampak lingkungan akibat pencemaran lahan dan air. Sementara teknologi penurunan emisi karbon seperti carbon capture and storage (CCS) menghadapi berbagai keterbatasan teknis dan ekonomi, pendekatan carbon capture and utilization (CCU), yang salah satunya melalui CO2 methanation dapat menjadi alternatif solusi. CO2 methanation dapat memberikan keuntungan ganda dengan memanfaatkan CFA sebagai support katalis pada reaksi yang mengubah CO2 menjadi CH4. Namun, performa katalis sangat dipengaruhi karakteristik CFA yang bervariasi. Oleh sebab itu, penelitian ini secara sistematik mengevaluasi keterkaitan karakteristik CFA, kualitas zeolit hasil sintesis, dan kinerja katalis dalam proses CO2 methanation. Penelitian diawali dengan pengambilan sampel CFA dari empat PLTU berbeda di area Jawa-Madura-Bali. Kemudian dilakukan pre-treatment pada CFA yang meliputi pengabuan pada temperatur 750 °C, pencucian asam menggunakan 1 M HCl, dan pemisahan magnetik guna menghilangkan pengotor utama (Fe, Ca) serta meningkatkan rasio Si/Al. Sintesis zeolit dilakukan melalui metode alkali fusionhydrothermal, dimulai dari fusi CFA dengan NaOH pada temperatur 550 °C, aging selama 16 jam, dan perlakuan hidrotermal selama 7 jam pada temperatur 90 °C. Zeolit hasil sintesis diimpregnasi dengan nikel menggunakan metode incipient wetness impregnation, dilanjutkan pengeringan dan kalsinasi pada temperatur 550 °C, sehingga diperoleh katalis nickel impregnated coal fly ash zeolite. Karakterisasi material dan produk dilakukan secara menyeluruh dengan menggunakan atomic absorption spectrophotometry (AAS) untuk analisis komposisi kimia, X-ray diffraction (XRD) untuk identifikasi fasa kristalin, scanning electron microscopyenergy dispersive spectroscopy (SEM-EDS) untuk morfologi dan pemetaan unsur, X-ray fluorescence (XRF) untuk verifikasi kandungan nikel, N2 Sorption Isotherm dengan metode Brunauer–Emmett–Teller (BET), Barrett–Joyner–Halenda (BJH), t-plot, dan Saito-Foley untuk analisis tekstur dan porositas, temperatureprogrammed reduction of H2 (H2-TPR) untuk profil reduksi katalis, serta temperature-programmed desorption of CO2 (CO2-TPD) untuk analisis situs basa iii permukaan katalis. Kemudian, katalis yang dibentuk menjadi pelet diuji dalam reaksi CO2 methanation menggunakan vertical quartz tube furnace pada temperatur 350 °C dan gas hourly space velocity (GHSV) 36.000 h-1 dengan aliran gas (v/v) 18% CO2, 72% H2, dan 10% Ar. Gas produk dikumpulkan dengan gas bag dan dianalisis dengan gas chromatography (GC). Komposisi gas produk digunakan untuk kuantifikasi persen konversi CO2 dan selektivitas CH4. Hasil penelitian menunjukkan pre-treatment CFA secara signifikan meningkatkan rasio Si/Al dari 1,68 (rata-rata seluruh sampel) menjadi di atas 3, menurunkan kandungan pengotor utama (Fe dan Ca), memicu meningkatkan indeks CFA di atas 0,95, serta menghasilkan zeolit NaX dengan luas permukaan tinggi (hingga 1.025 m2/g). Zeolit hasil sintesis memiliki kristalinitas dan morfologi oktahedral khas NaX, dengan distribusi unsur penyusun (Na, Si, Al) yang seragam. Katalis yang diperoleh menunjukkan distribusi nikel yang homogen dengan jumlah nikel terimpregnasi seragam di sekitar 18 wt%. Katalis dengan proporsi medium basic sites yang tinggi memiliki performa optimal pada reaksi CO2 methanation, dengan konversi CO2 mencapai 96,23%, dan selektivitas CH4 mencapai 87,23%. Sedangkan katalis dengan proporsi strong basic sites yang terlalu tinggi menyebabkan deaktivasi katalis akibat deposisi karbon. Terdapat korelasi linier antara nilai indeks CFA, proporsi mikropori zeolit, luas permukaan support, dan performa methanation. Nilai indeks CFA yang tinggi menunjukkan kemampuan CFA untuk disintesis menjadi zeolit dengan luas permukaan yang tinggi. Luas permukaan yang tinggi didukung dispersi katalis nikel yang baik dapat meningkatkan situs aktif katalis dan meningkatkan performa CO2 methanation. Sedangkan mikropori berperan penting dalam distribusi dan aksesibilitas situs aktif nikel, semakin tinggi proporsi mikropori maka katalis nikel lebih mudah diakses oleh reaktan. Namun, proporsi mikropori dan mesopori perlu disesuaikan, karena dominasi mikropori berdiameter kecil dapat menghambat difusi CO2, meningkatkan risiko deposisi karbon dan deaktivasi katalis

2025
👤 Penulis: Satria Lazuardy Hasan
🏷️ Zeolit Nax 🏷️ Katalis Nikel 🏷️ Reaksi Methanation

MIKROENKAPSULASI BETA KAROTEN DARI PRODUK KELAPA SAWIT: MINYAK MERAH DAN EKSTRAK TANDAN KOSONG

Dewasa ini, pencegahan penyakit kardiovaskular (CVD) melalui pola makan sehat menjadi pehatian, tidak hanya dari segi nutrisi, namun juga melalui komponen bioaktif. ?-karoten tidak hanya berperan sebagai pewarna alami dan prekursor vitamin A, namun juga berfungsi sebagai potensi kardioprotektif melalui mekanisme antioksidan dan antiinflamasi. Salah satu komoditas unggulan Indonesia yang kaya akan ?-karoten adalah minyak kelapa sawit, khususnya minyak sawit merah (red palm oil) dan limbahnya berupa tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Namun, ?-karoten sangat sensitif terhadap cahaya, udara, dan suhu, sehingga perlu dilakukan enkapsulasi untuk meningkatkan stabilitasnya. Penelitian ini mengkaji pengaruh: (1) variasi bahan penyalut (maltodekstrin, whey protein concentrate/WPC, soy protein isolate/SPI, dan inulin), (2) variasi temperatur inlet spray dryer (140°C, 160°C, dan 180°C), serta (3) rasio konsentrasi minyak sawit merah:inulin (1:1 dan 1,5:1) terhadap karakteristik mikrokapsul ?-karoten. Untuk ekstrak TKKS, diuji rasio 1:1 dan temperatur inlet 180°C. Parameter yang dievaluasi meliputi rendemen bubuk, efisiensi enkapsulasi, kadar air, higroskopisitas, perbedaan warna (?E) terhadap larutan umpan dan ?-karoten komersial, kelarutan, serta degradasi ?-karoten selama penyimpanan. Analisis tambahan meliputi aktivitas antioksidan, HPLC, scanning electron microscopy (SEM), dan fourier transform infrared spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jenis bahan penyalut berpengaruh signifikan terhadap efisiensi enkapsulasi, degradasi ?-karoten, dan ?E. Variasi temperatur inlet spray dryer memengaruhi kelarutan mikrokapsul, di mana temperatur lebih tinggi meningkatkan kelarutan. Perbedaan rasio konsentrasi memengaruhi rendemen bubuk dan ?E. Mikrokapsul ?-karoten dari ekstrak TKKS (180°C, rasio 1:1) memiliki karakteristik sebagai berikut: rendemen bubuk (74,39 ± 2,39)%, efisiensi enkapsulasi (38,90 ± 0,05)%, kadar air 4,01 ± 0,34)%, higroskopisitas 1,52 ± 0,22)%, kelarutan (71,99 ± 4,25)%, aktivitas antioksidan 28,44%, dan degradasi ?-karoten selama 3 pekan penyimpanan (27,04 ± 8,08) %.

2025
👤 Penulis: Rediana Adelia Azizah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EVALUASI DIAGNOSTIK NEAR CLOUD TURBULENCE BERBASIS PARAMETERISASI CONVECTIVE GRAVITY WAVE DRAG DI INDONESIA

Near cloud turbulence (NCT) merupakan ancaman serius bagi keselamatan penerbangan, khususnya di wilayah tropis seperti Indonesia yang memiliki aktivitas konvektif aktif. Namun, diagnostik turbulensi yang digunakan di Indonesia masih kurang representatif karena belum mempertimbangkan pengaruh konveksi. Penelitian ini menggunakan diagnostik NCT berbasis parameterisasi convective gravity wave drag (CGWD), yang memperhitungkan pengaruh konveksi, pada simulasi kejadian turbulensi di Indonesia. Diagnostik CGWD diuji pada dua kasus, yaitu turbulensi Batik Air 24 Oktober 2017 di Sumatera Utara dan turbulensi Hongkong Airlines 6 Mei 2016 di Kalimantan Selatan yang disimulasikan menggunakan model WRF-ARW. Performa Diagnostik CGWD dibandingkan dengan diagnostik turbulensi lain, yaitu Turbulence Index 1 (TI1), eddy dissipation rate (EDR), dan EDR berbasis second order structure function (2ndSF). Hasil menunjukkan bahwa CGWD mampu mengidentifikasi lokasi dan waktu kejadian turbulensi secara konsisten dengan observasi, meskipun pada saat yang sama parameter TKE dan Ri tidak mengindikasikan kondisi turbulen. Pada kasus Batik Air masih terdapat deviasi vertikal posisi turbulensi, sedangkan pada kasus Hongkong Airlines turbulensi teridentifikasi dengan baik. Nilai CGWD yang tidak nol terlokalisasi di sekitar titik kejadian pada saat turbulensi berlangsung. Dibandingkan dengan diagnostik lain, EDRCGWD menunjukkan kesesuaian spasial dan intensitas yang paling mendekati observasi. Sementara itu, TI1 dapat mendeteksi turbulensi di lokasi kejadian tetapi dengan cakupan yang terlalu luas sehingga berpotensi menimbulkan false alarm, sedangkan EDRTKE maupun EDR2ndSF masih cenderung underestimate, terutama dalam mengidentifikasi turbulensi di luar batas awan. Penerapan CGWD pada data reanalisis ERA5 di Indonesia menunjukkan potensi turbulensi sedang hingga kuat terkonsentrasi di Laut Jawa, daratan Papua, perairan barat Sumatera, dan Samudra Pasifik utara Papua. Frekuensi tertinggi terjadi pada musim DJF, menurun pada JJA. Hasil ini menunjukkan bahwa diagnostik NCT berbasis CGWD bermanfaat untuk mendeteksi turbulensi konvektif khususnya di wilayah tropis yang potensial untuk pengembangan prediksi operasional turbulensi di Indonesia.

2025
👤 Penulis: I Wayan Gita Giriharta
🏷️ Near Cloud Turbulence 🏷️ Model Diagnostik Turbulensi 🏷️ Hidrologi Atmosfer

KARAKTERISASI RESERVOIR FORMASI TALANGAKAR MELALUI PEMODELAN 3D STATIK GEOLOGI DI LAPANGAN ABAB, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN

Lapangan Abab yang terletak di Cekungan Sumatera Selatan merupakan salah satu wilayah prospektif dengan akumulasi hidrokarbon yang signifikan pada Formasi Talangakar. Kompleksitas geologi, heterogenitas litologi, serta variasi fasies dan lingkungan pengendapan pada formasi ini menjadikan karakterisasi reservoir sebagai langkah krusial dalam perencanaan pengembangan lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi reservoir Formasi Talangakar melalui pendekatan pemodelan geologi 3D statik berbasis data terbaru, termasuk akuisisi seismik 3D dan pemboran sumur baru pada periode 2020–2023. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap karakterisasi reservoir melalui pendekatan integrasi data geologi, geofisika, dan petrofisika untuk melakukan pemodelan 3D statik geologi yang detail dan akurat. Penelitian difokuskan pada tiga lapisan utama dalam Formasi Talangakar, yaitu Lapisan A, Lapisan B, dan Lapisan E, yang mencerminkan variasi sistem pengendapan fluvial hingga transisi deltaik. Metode yang digunakan meliputi integrasi data-data sumur untuk mendeskripsikan distribusi fasies, geometri reservoir, dan sifat petrofisik batuan, kemudian dilakukan pemodelan 3D Statik geologi untuk merepresentasikan arah sedimentasi dan distribusi fasies secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapisan A didominasi oleh fasies distributary channel dan mouthbar dengan kualitas reservoir yang baik dan kontinuitas lateral tinggi. Lapisan B memiliki karakter meandering channel hingga floodplain, dengan distribusi yang diskontinu namun memiliki porositas efektif tinggi pada channel axis. Sementara itu, Lapisan E mencerminkan sistem braided fluvial dengan heterogenitas tinggi dan penyebaran batupasir yang tidak teratur. Integrasi semua data menunjukkan hubungan kuat antara fasies, properti petrofisik, dan distribusi hidrokarbon, yang direpresentasikan secara spasial dalam model geologi 3D. Studi ini membuktikan bahwa pendekatan pemodelan statik berbasis fasies dengan integrasi data geologi dan seismik memberikan representasi reservoir yang lebih akurat dalam menghadapi kompleksitas geologi, serta dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan teknis dalam pengembangan lapangan selanjutnya.

2025
👤 Penulis: Ivan Barus
🏷️ Geologi Formasi Talangakar 🏷️ Pemodelan 3D Statik Geologi 🏷️ Integrasi Data Geologi Dan Seismik

PERANCANGAN USULAN PERBAIKAN ORGANISASI PONDOK PESANTREN MODERN AL UMANAA BERDASARKAN EVALUASI BEBAN KERJA DENGAN METODE WORK SAMPLING DAN NASA-TLX

Pondok Pesantren Modern Al Umanaa merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang terletak di Kabupaten Sukabumi. Selain menjadi ma’had (pondok pesantren), Al Umanaa mendirikan unit usaha bernama Koperasi Al Umanaa Sejahtera Mandiri (KASMA) untuk menunjang kebutuhan operasional dan mewujudkan kemandirian lembaga. Namun, temuan awal menunjukkan bahwa beberapa asatidz (guru) dan pekerja KASMA mengalami kelelahan fisik dan mental, yang mengindikasikan adanya kelebihan beban kerja. Kepala Bagian Kepegawaian menyatakan bahwa Al Umanaa belum memiliki waktu baku yang jelas untuk setiap tugas yang diberikan, sehingga beban kerja di luar tugas mengajar masih ditentukan berdasarkan perkiraan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan perbaikan organisasi Pondok Pesantren Modern Al Umanaa berdasarkan evaluasi beban kerja dengan metode work sampling serta melibatkan pengukuran beban kerja mental dengan kuesioner NASA-TLX. Penelitian ini dimulai dari pemilihan objek, studi pendahuluan, serta penyusunan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui pengamatan work sampling, pencatatan logbook, dan pengisian kuesioner NASA-TLX. Selanjutnya, data diolah untuk menentukan waktu baku setiap tugas yang menjadi dasar evaluasi beban kerja. Berdasarkan data tersebut, dibuat rancangan usulan perbaikan organisasi kemudian dianalisis dan disimpulkan. Pada penelitian di ma’had, urusan yang dianalisis berjumlah 41, dengan sampel 24 orang yang diamati selama 11 hari. Pada penelitian di KASMA, bagian yang dianalisis berjumlah 11, dengan sampel 11 orang yang diamati selama 11 hari untuk pekerja manajemen dan 8 hari untuk pekerja dapur. Hasil penelitian ini mencakup kamus beban kerja untuk setiap tugas, sistem perhitungan jumlah kebutuhan tenaga kerja ideal, sistem perhitungan insentif dan gaji berbasis beban kerja, serta rekomendasi perbaikan terhadap pekerja overload dan underload berdasarkan data NASA-TLX di unit KASMA. Evaluasi beban kerja di ma’had menunjukkan bahwa distribusi beban kerja belum merata, dengan nilai rata-rata indeks beban kerja sebesar 1,36 dan standar deviasi sebesar 0,94. Sementara itu, evaluasi beban kerja di unit KASMA menunjukkan bahwa distribusi beban kerja belum merata dengan nilai rata-rata indeks beban kerja sebesar 1,21 dengan standar deviasi sebesar 0,22. Dengan metode NASA-TLX, diketahui beban mental subjektif tertinggi untuk pekerja manajemen adalah temporal demand dan frustration serta untuk pekerja dapur adalah temporal demand dan physical demand.

2025
👤 Penulis: Febby Prasticia Arisca
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN USULAN PERBAIKAN ORGANISASI PONDOK PESANTREN MODERN AL UMANAA BERDASARKAN EVALUASI BEBAN KERJA DENGAN METODE WORK SAMPLING DAN NASA-TLX

Pondok Pesantren Modern Al Umanaa merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang terletak di Kabupaten Sukabumi. Selain menjadi ma’had (pondok pesantren), Al Umanaa mendirikan unit usaha bernama Koperasi Al Umanaa Sejahtera Mandiri (KASMA) untuk menunjang kebutuhan operasional dan mewujudkan kemandirian lembaga. Namun, temuan awal menunjukkan bahwa beberapa asatidz (guru) dan pekerja KASMA mengalami kelelahan fisik dan mental, yang mengindikasikan adanya kelebihan beban kerja. Kepala Bagian Kepegawaian menyatakan bahwa Al Umanaa belum memiliki waktu baku yang jelas untuk setiap tugas yang diberikan, sehingga beban kerja di luar tugas mengajar masih ditentukan berdasarkan perkiraan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan perbaikan organisasi Pondok Pesantren Modern Al Umanaa berdasarkan evaluasi beban kerja dengan metode work sampling serta melibatkan pengukuran beban kerja mental dengan kuesioner NASA-TLX. Penelitian ini dimulai dari pemilihan objek, studi pendahuluan, serta penyusunan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Data dikumpulkan melalui pengamatan work sampling, pencatatan logbook, dan pengisian kuesioner NASA-TLX. Selanjutnya, data diolah untuk menentukan waktu baku setiap tugas yang menjadi dasar evaluasi beban kerja. Berdasarkan data tersebut, dibuat rancangan usulan perbaikan organisasi kemudian dianalisis dan disimpulkan. Pada penelitian di ma’had, urusan yang dianalisis berjumlah 41, dengan sampel 24 orang yang diamati selama 11 hari. Pada penelitian di KASMA, bagian yang dianalisis berjumlah 11, dengan sampel 11 orang yang diamati selama 11 hari untuk pekerja manajemen dan 8 hari untuk pekerja dapur. Hasil penelitian ini mencakup kamus beban kerja untuk setiap tugas, sistem perhitungan jumlah kebutuhan tenaga kerja ideal, sistem perhitungan insentif dan gaji berbasis beban kerja, serta rekomendasi perbaikan terhadap pekerja overload dan underload berdasarkan data NASA-TLX di unit KASMA. Evaluasi beban kerja di ma’had menunjukkan bahwa distribusi beban kerja belum merata, dengan nilai rata-rata indeks beban kerja sebesar 1,36 dan standar deviasi sebesar 0,94. Sementara itu, evaluasi beban kerja di unit KASMA menunjukkan bahwa distribusi beban kerja belum merata dengan nilai rata-rata indeks beban kerja sebesar 1,21 dengan standar deviasi sebesar 0,22. Dengan metode NASA-TLX, diketahui beban mental subjektif tertinggi untuk pekerja manajemen adalah temporal demand dan frustration serta untuk pekerja dapur adalah temporal demand dan physical demand.

2025
👤 Penulis: Nasya Zafira Zahra
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PREDIKSI INDONESIAN MONSOON INDEX BERBASIS MACHINE LEARNING LONG SHORT TERM MEMORY

kondisi cuaca dan iklim di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan wilayah yang paling optimal sebagai indikator perhitungan indeks monsun di Indonesia dengan menggunakan angin zonal pada lapisan 850 hPa dan 200 hPa. Indeks tersebut akan digunakan untuk memprediksi nilai indeks tersebut menggunakan metode Long Short Term Memory (LSTM), sebuah algoritma deep learning yang cocok untuk pemodelan deret waktu. Metode ini dipilih karena memiliki kemampuan dalam menangkap pola jangka panjang yang cocok untuk memprediksi nilai indeks monsun di masa yang akan datang dengan data univariat. Hasil menunjukkan bahwa terdapat dua wilayah optimasi untuk perhitungan Indonesian Monsoon Index (IMI). Indeks I ada pada domain 95°BT–115°BT dan 4°LS–6°LU, serta indeks II pada domain 110.75°BT–130.75°BT dan 11°LS–1°LS. Berdasarkan domain tersebut, diperoleh nilai IMI yang dihitung dari selisih antara indeks I dan Indeks II. Nilai IMI tersebut selanjutnya diprediksi menggunakan model LSTM. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa model terbaik mampu melakukan prediksi hingga 12 bulan ke depan dengan akurasi tinggi, ditunjukkan oleh nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 2.655 m/s, Mean Absolute Error (MAE) sebesar 2.161 m/s, dan R Square Value (R²) sebesar 0.898. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan LSTM efektif dalam memodelkan dan memprediksi indeks monsun di Indonesia secara jangka panjang. Namun, analisis pada tahun 2024 menunjukkan bahwa korelasi antara IMI dan anomali curah hujan hanya sebesar -0.13646 dengan p-value 0.672238, menandakan hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik. Hal ini mengindikasikan bahwa curah hujan bulanan kemungkinan besar pada tahun 2024 dipengaruhi oleh faktor atmosfer lain seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) atau Indian Ocean Dipole (IOD). Selain itu, penggunaan data ERA5 juga dapat menjadi penyebab rendahnya korelasi tersebut, mengingat adanya ketidakpastian dan bias dalam data reanalisis yang memengaruhi akurasi perhitungan indeks.

2025
👤 Penulis: Yusnavitha Rachmadani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Indeks Monsoon Indonesia 🏷️ Analisis Curah Hujan

MODAL INTELEKTUAL DAN NILAI PEMEGANG SAHAM: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS

Penelitian ini secara sistematis mengkaji literatur yang ada mengenai hubungan antara intellectual capital (IC) dan nilai pemegang saham (shareholder value) dengan menggunakan metode PRISMA 2020 serta analisis bibliometrik melalui VOSviewer. Dari total 192 artikel yang diidentifikasi melalui basis data seperti Google Scholar, Scopus, dan Emerald Insight, sebanyak 33 studi relevan dipilih untuk diteliti lebih lanjut. Hasil menunjukkan bahwa Human Capital Efficiency (HCE) dan Structural Capital Efficiency (SCE) merupakan komponen yang paling banyak diteliti, menekankan pentingnya peran talenta dan sistem internal dalam menciptakan nilai. Sementara itu, Intellectual Capital Disclosure (ICD), meskipun masih relatif jarang dikaji, mulai mendapat perhatian khusus dalam kerangka evaluasi ESG (Environmental, Social, and Governance), seiring meningkatnya tuntutan transparansi dari para investor. Kajian ini juga memetakan tren penelitian berdasarkan negara, sektor, dan metodologi, serta mengidentifikasi tema-tema utama dalam studi terkait IC. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan mensintesis perkembangan konseptual IC dan kaitannya secara strategis dengan nilai perusahaan, serta memberikan wawasan terhadap area yang belum banyak dieksplorasi, sekaligus menawarkan arah penelitian lanjutan untuk memperkuat keselarasan antara strategi IC dan kinerja bisnis yang berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Kayla Nadya Amri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Evaluasi Esg
Halaman 350 dari 6754
💬