📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

ANALISIS POTENSI HUMAN ERROR PADA MAINLINE DISPATCHER OPERATION CONTROL CENTER (OCC) LRT JAKARTA FASE 1B

Pertumbuhan sistem transportasi publik seperti Light Rail Transit (LRT) Jakarta menuntut pengendalian operasional yang semakin kompleks, terutama pada fase pengembangan LRT Jakarta Fase 1B. Dalam kondisi ini, peran mainline dispatcher sebagai pengatur lalu lintas di Operation Control Center (OCC) LRT Jakarta semakin kompleks sehingga rentan terhadap human error. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi human error pada mainline dispatcher serta merancang rekomendasi perbaikan untuk mengurangi risiko tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan Human Reliability Assessment (HRA) menggunakan metode Cognitive Reliability and Error Analysis Method (CREAM). Penelitian ini dimulai dengan penyusunan Hierarchical Task Analysis (HTA) berdasarkan hasil wawancara dengan dua orang mainline dispatcher, dokumen internal yang menjelaskan konsep operasional OCC LRT, serta penelitian terdahulu yang membahas tugas dispatcher. Melalui proses ini, teridentifikasi sebanyak 10 tugas dan 21 subtugas. Selanjutnya, kondisi kerja di OCC dievaluasi menggunakan kerangka Common Performance Conditions (CPC) melalui wawancara dengan supervisor. Lalu, dilakukan wawancara dengan dua orang mainline dispatcher mengenai tugas-tugas mainline dispatcher. Hasil dari proses ini digunakan untuk memetakan fungsi dan potensi kegagalan kognitif mainline dispatcher. Potensi kegagalan kognitif dihitung dan disesuaikan berdasarkan pengaruh CPC untuk memperoleh adjusted Cognitive Failure Probability (CFP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mode kontrol mainline dispatcher berada pada tingkat strategic, mencerminkan tingkat human error rendah. Potensi kegagalan kognitif yang teridentifikasi adalah tindakan tidak dilakukan (execution failure) sebanyak 8 tugas, diagnosis yang salah (interpretation failure) sebanyak 6 tugas, observasi tidak dilakukan (observation failure) sebanyak 6 tugas, tindakan salah (action of wrong type) sebanyak 5 tugas, rencana tidak memadai (inadequate plan) sebanyak 3 tugas, observasi objek yang salah (wrong object observed) sebanyak 2 tugas, dan kesalahan prioritas (priority error) sebanyak 1 tugas. Selain itu, rentang nilai risiko untuk tugas-tugas mainline dispatcher adalah 0,00008–0,125. Sebanyak 11 subtugas yang memiliki nilai risiko tertinggi diprioritaskan dalam penyusunan rekomendasi perbaikan. Rekomendasi perbaikan yang diajukan mencakup perancangan sistem (visual display dan logbook) dan program pelatihan.

2025
👤 Penulis: Khairunnisa
🏷️ Human Error 🏷️ Manajemen Operasional Lrt Jakarta 🏷️ Analisis Kognitif

PERANCANGAN KONTEN DAN EVALUASI USABILITY PROTOTIPE MODUL PELATIHAN KESELAMATAN VIRTUAL REALITY (VR) DAN MIXED REALITY (MR) TERKAIT BAHAYA KEBAKARAN DI PERGURUAN TINGGI

Keselamatan kerja di lingkungan perguruan tinggi perlu mendapat perhatian karena banyaknya potensi bahaya, terutama kebakaran, yang kerap memicu kecelakaan kerja. Salah satu metode untuk mitigasi dampak kebakaran adalah melalui pelatihan keselamatan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku tanggap darurat. Meskipun demikian, metode pelatihan keselamatan tradisional yang saat ini banyak digunakan, seperti video, bersifat pasif dan kurang efektif dalam membangun pemahaman. Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Motiolabs Digital Indonesia sebagai pengembang teknologi digital menginisiasi penerapan teknologi virtual reality (VR) dan mixed reality (MR) sebagai solusi inovatif yang menawarkan pengalaman pelatihan interaktif dan simulasi situasi darurat secara realistis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan VR dan MR dalam meningkatkan pemahaman materi pelatihan keselamatan kebakaran. Penelitian mencakup perancangan konten dan evaluasi prototipe modul pelatihan keselamatan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Perancangan konten dilakukan dengan metode spiral product development yang meliputi perencanaan kebutuhan, pengembangan konsep, desain tingkat sistem, desain detail, pembuatan prototipe, pengujian, serta produksi dan peluncuran. Evaluasi dilakukan melalui eksperimen between-subjects pada 36 partisipan, yang dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan metode pelatihan keselamatan yang digunakan, yaitu video sebagai metode existing, serta VR dan MR sebagai metode usulan. Partisipan diberikan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang kemudian dilanjutkan dengan pengukuran performansi, beban kerja mental, dan tingkat usability. Performansi diukur melalui peningkatan skor pre-test dan post-test yang menguji pengetahuan partisipan terkait penanganan bahaya api. Usability dinilai secara kuantitatif menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) dan Virtual Reality System Usability Questionnaire (VRSUQ), serta secara kualitatif melalui Concurrent Think-Aloud (CTA). Beban kerja mental diukur secara subjektif menggunakan kuesioner NASA-RTLX dan secara objektif melalui analisis HRV. Hasil penelitian menunjukkan kedua usulan metode pelatihan terbukti meningkatkan pemahaman dilihat dari adanya peningkatan skor pre-test dan post-test yaitu rata-rata 2 untuk MR dan 0,4 untuk VR, dengan peningkatan pada MR lebih tinggi dibandingkan VR, meskipun perbedaannya tidak signifikan (p > 0,05). Beban kerja mental yang diukur melalui parameter HR, RMSSD, dan NASA-RTLX menunjukkan bahwa metode MR memiliki tingkat beban mental yang lebih tinggi dibandingkan VR, tetapi tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Tingkat usability metode MR menunjukkan rata-rata skor SUS lebih rendah, yaitu 53,1 dibandingkan VR sebesar 56,3, sedangkan rata-rata skor VRSUQ metode MR lebih tinggi, yaitu 66,9 dibandingkan VR sebesar 60. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan pada kedua pengukuran tersebut. Meskipun performa, beban mental, dan usability MR dan VR belum sebaik video sebagai metode existing, MR menunjukkan keunggulan relatif dibandingkan VR sehingga rancangan perbaikan difokuskan pada metode MR. Berdasarkan evaluasi usability diperoleh 15 saran perbaikan, meliputi perbaikan pada tahap awal simulasi, penyampaian informasi jenis APAR, prosedur penggunaan, interaksi dengan APAR, serta penutupan simulasi.

2025
👤 Penulis: Cheryl Joanne Amadea
🏷️ Virtual Reality 🏷️ Mixed Reality 🏷️ Kecerdasan Buatan

PRODUKSI PUPUK ORGANIK PADAT DARI LIMBAH PSEUDOSTEM PISANG (MUSA SPP.) DENGAN PENAMBAHAN BIOAKTIVATOR EFFECTIVE MICROORGANISM 4 (EM4)

Indonesia memiliki produksi pisang yang tinggi, namun batang pisang (pseudostem) sering menjadi limbah pertanian yang tidak dimanfaatkan. Setiap satu ton pisang, dihasilkan 4 ton limbah pseudostem pisang. Jumlah tersebut berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan tepat. Pseudostem pisang mengandung karbon (21,85%), nitrogen (0,28%), fosfor (0,98%), kalium (3,30%), dan rasio C/N sebesar 78. Melalui proses pengomposan dengan bioaktivator EM4 (Effective Microorganism 4), limbah pertanian tersebut dapat terurai lebih cepat dan menjadi pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi bahan tambahan terhadap proses pengomposan, serta menentukan komposisi dan waktu pengomposan terbaik berdasarkan parameter pH, rasio C/N, kadar hara makro (N, P, K), dan yield. Penelitian terdiri dari 2 faktor perlakuan: komposisi bahan dan waktu pengomposan (7, 14, dan 21 hari). Selama pengomposan, temperatur diukur setiap 2 hari, sedangkan pH, rasio C/N, dan kadar hara makro (N, P, K) diuji setiap 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi bahan organik memengaruhi temperatur, pH, dan rasio C/N selama pengomposan, tetapi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar hara makro. Kombinasi bahan organik berupa limbah pseudostem pisang dan dedak padi (1:2 basis kering), serta bioaktivator EM4 dengan waktu pengomposan 14 hari memberikan hasil yang paling baik. Perlakuan ini menghasilkan pupuk organik sesuai standar mutu SNI-3-7763-2024, yakni dengan pH sebesar 7,68 ± 0,80; rasio C/N sebesar 22,30 0,37; kadar hara makro sebesar 2,88%, dan yield sebesar 90,96%.

2025
👤 Penulis: Hasna Mazidah
🏷️ Kemurnian Limbah Pangan 🏷️ Bioaktivator Em4 🏷️ Pupuk Organik

PRODUKSI PUPUK ORGANIK PADAT BERBAHAN DASAR ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) DENGAN BIOAKTIVATOR EFFECTIVE MICROORGANISM 4 (EM4)

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah tanaman air invasif yang tumbuh cepat, sering menyumbat saluran air dan merusak kualitas lingkungan perairan. Tanaman ini menurunkan kadar oksigen terlarut (DO) dan meningkatkan kekeruhan air, sehingga merugikan ekosistem akuatik, termasuk ikan dan organisme lain yang membutuhkan oksigen. Meskipun dianggap sebagai limbah, eceng gondok mengandung nutrisi penting seperti karbon (C), nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang menjadikannya bahan baku potensial untuk pembuatan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi dan waktu pengomposan terbaik dalam produksi pupuk organik padat berbahan dasar eceng gondok dengan tambahan dedak padi dan kotoran kambing menggunakan bioaktivator Effective Microorganism 4 (EM4). Pengomposan dilakukan secara aerobik selama 28 hari, dengan perlakuan variasi campuran bahan organik. Parameter yang dianalisis meliputi pH, rasio C/N, kadar nitrogen (N), fosfor (P?O?), kalium (K?O), suhu, dan persenkonversi. Data hasil percobaan dianalisis dengan metode statistik ANOVA Dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan campuran eceng gondok dan kotoran kambing selama 2 minggu menghasilkan kualitas pupuk terbaik, dengan pH 8,28, rasio C/N 24,83, kadar hara makro (N+P?O?+K?O) sebesar 43,72%, serta rendemen mencapai 76,08%. Hasil akhir menunjukkan pupuk organik padat yang memenuhi standar mutu SNI 7763:2024. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlakuan dengan komposisi bahan kering eceng gondok dan kotoran kambing (1:2) dengan waktu pengomposan 2 minggu sebagai metode optimal dalam produksi pupuk organik berbahan dasar eceng gondok.

2025
👤 Penulis: Harditia Muhammad Taufik
🏷️ Eceng Gondok 🏷️ Pupuk Organik 🏷️ Bioaktivator Effective Microorganism 4 (Em4)

PENGEMBANGAN FORMULA PERMEN LUNAK (CHEWABLE GUMMY) PARASETAMOL BEBAS GULA SERTA EVALUASINYA

Demam adalah gejala yang umum terjadi pada anak-anak, ditandai dengan peningkatan suhu tubuh di atas kisaran normal (37 ± 0.5°C). Parasetamol sering digunakan sebagai terapi farmakologis untuk menangani kondisi ini. Namun, rasa pahit yang dimiliki parasetamol dapat menurunkan tingkat penerimaan, terutama pada anak-anak. Untuk mengatasinya, dikembangkan sediaan parasetamol dalam bentuk permen lunak bebas gula yang lebih aman dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permen lunak bebas gula dengan optimasi basis dan pemanis, serta evaluasi formula akhir. Basis terbaik diperoleh dari kombinasi gelatin 19,50% dan pektin 1,00% yang menghasilkan tekstur lembut, kenyal, dan penampilan jernih. Formula pemanis optimal terdiri atas xylitol 20,00%, sukralosa 1,20%, dan stevia 0,32% yang efektif menutupi rasa pahit. Penambahan gliserin 5,00% meningkatkan kelarutan parasetamol serta memperbaiki tampilan sediaan. Formula akhir menunjukkan pH 4,55 ± 0,01; kadar air 21,72 ± 0,81%; bobot rata-rata 2,48 gram; dan kandungan parasetamol 121,13 ± 3,11 mg (100,94 ± 2,59% dari label). Uji tekstur menghasilkan kekerasan 64,80 ± 2,67 N; gumminess 56,48 ± 3,81 N; dan kekenyalan 19,17 ± 0,86 N. Uji sineresis lebih rendah pada suhu dingin (0,20 ± 0,17%) dibandingkan suhu ruang (0,55 ± 0,07%). Stabilitas selama 28 hari menunjukkan tidak ada perubahan fisik maupun mikrobiologis signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa permen lunak parasetamol bebas gula berpotensi menjadi alternatif sediaan yang lebih disukai anak-anak.

2025
👤 Penulis: Luthfi Amalia Sani
🏷️ Parasetamol 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Teknologi Sediaan Farmasi

STRATEGI PSIKOLOGIS DALAM RITEL DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN: STUDI KASUS INDOMARET DI INDONESIA

Studi ini menyelidiki dampak strategi psikologis, tata letak toko, dan program loyalitas terhadap perilaku konsumen di pasar ritel Indonesia, dengan fokus pada toko serba ada seperti Indomaret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi harga psikologis, seperti harga pesona (misalnya, IDR 9.900 dibandingkan dengan IDR 10.000), secara signifikan mempengaruhi persepsi nilai konsumen dan meningkatkan penjualan. Selain itu, desain toko terbukti memiliki peran penting dalam mempengaruhi perilaku konsumen, dengan faktor seperti penempatan produk dan papan petunjuk yang memfasilitasi pembelian impulsif. Program loyalitas berbasis penghargaan transaksi juga membantu bisnis berulang dan retensi pelanggan, meskipun penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas harga di Indonesia perlu melengkapi program loyalitas berbasis penghargaan agar berhasil. Temuan ini menekankan bahwa meskipun harga psikologis tetap penting dalam lingkungan ritel yang kompetitif, hal tersebut perlu beradaptasi dengan perkembangan digital. Tata letak toko harus mengutamakan tanda yang jelas dan penempatan produk yang strategis untuk meningkatkan pengalaman konsumen, sementara program loyalitas harus berfokus pada personalisasi dan integrasi online-offline yang mulus.

2025
👤 Penulis: Dewa Putu Parameswara Ananda Chrisna
🏷️ Psikologi Konsumen 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Retail 🏷️ Digitalisasi Dalam Bisnis Retail

USULAN RANCANGAN ULANG DESAIN VISUAL RUANG KENDALI LRT JAKARTA FASE 1B DENGAN METODE EVALUASI USABILITY

Light Rapid Transit (LRT) Jakarta berencana memperluas jangkauan layanan, berupa penambahan rute 1B yang akan menghubungkan Stasiun Velodrome hingga Stasiun Manggarai. Pengoperasian rute baru ini mencakup penambahan enam stasiun. Penambahan jumlah stasiun berimplikasi pada meningkatnya kepadatan informasi yang diamati oleh operator ruang kendali. Kepadatan tersebut menyebabkan ukuran teks dan ikon pada tampilan menjadi lebih kecil, sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk memastikan keterbacaan dari teks dan ikon. Selain itu, aspek usability juga perlu dievaluasi untuk memastikan desain ruang kendali berpusat pada pengguna. Penelitian ini bertujuan menilai kesesuaian desain visual konsol ruang kendali terhadap standar ISO 11064, mengevaluasi tingkat usability antarmuka, serta merumuskan rekomendasi perbaikan desain visual berdasarkan temuan tersebut. Penelitian dilakukan dengan mengikuti metodologi perancangan desain antarmuka yang tercantum dalam ISA 101. Metodologi ini dimulai dengan evaluasi keterbacaan teks dan ikon pada desain visual. Concurrent think aloud dan pengisian kuesioner SUS selanjutnya dilakukan untuk mendapatkan persepsi operator terhadap penggunaan antarmuka. Terakhir, perancangan ulang desain visual dilakukan dan umpan balik dari operator dihimpun. Evaluasi keterbacaan menunjukkan beberapa sub-bagian SCADA tidak memenuhi standar ketinggian minimum. Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) adalah sistem kontrol yang terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak yang memungkinkan pengawasan tingkat tinggi, pengumpulan data dari perangkat lapangan, dan pengendalian proses atau peralatan secara jarak jauh. Hasil dari kuesioner SUS juga menunjukkan nilai rendah pada workstation SCADA. Nilai ini disebabkan oleh ambiguitas indikator warna dan ketidaksesuaian terminologi. Berdasarkan temuan - temuan ini, desain visual SCADA dirancang ulang dengan memperbesar ukuran teks dan ikon yang kritis, menyelaraskan istilah dengan kebiasaan operator, serta meningkatkan kontras dan keterbacaan alarm.

2025
👤 Penulis: Ageng Widiardhi
🏷️ Desain Visual 🏷️ Kontrol Supervisory (Scada) 🏷️ Usability Engineering

PEMETAAN DAN EVALUASI TAMBANG TANAH URUG DI CIKEDUNG INDRAMAYU BERBASIS CITRA SATELIT MULTISPEKTRAL

Pembangunan proyek modernisasi irigasi Rentang membutuhkan pasokan tanah urug, yang salah satunya bersumber dari Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat fisik–mekanik dan mineralogi tanah urug serta memantau aktivitas tambang secara temporal menggunakan citra PlanetScope PSB.SD, dengan integrasi hasil untuk memberi gambaran komprehensif bagi pertimbangan penambangan selanjutnya. Data laboratorium meliputi uji batas Atterberg, distribusi ukuran butir, dan X-ray diffraction, sedangkan pemantauan dilakukan melalui komposit warna semu (NIR–Red–Green) dan analisis multi-temporal periode 2020–2024, divalidasi dengan citra resolusi tinggi Google Earth. Hasilnya menunjukkan kandungan kaolinit 24–80%, kuarsa 20–67%, serta potensi kembang-susut bervariasi dari rendah hingga sangat tinggi. Luas area terganggu meningkat dari 4,71 ha (Agustus 2020) menjadi puncak 44,96 ha (Juli 2023), lalu menurun menjadi 33,58 ha (Juli 2024). CKD 3 dan Ex Loyang diidentifikasi sebagai sumber material paling stabil, sedangkan CKD 4, yang diambil sebagai pembanding dan sampel batasan penambangan, menunjukkan plastisitas sangat tinggi dan sebaiknya dibatasi penambangannya. Studi ini menunjukkan efektivitas citra PlanetScope untuk pemantauan tambang tanah urug serta pentingnya integrasi informasi sifat fisik–mekanik dan penginderaan jauh dalam mendukung evaluasi pengelolaan tambang berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Farly Favian Carakatama
🏷️ Geoteknik 🏷️ Pemanaman Tanah Urug 🏷️ Analisis Multispektral

ANALISIS DAMPAK KUALITAS KONTEN TERHADAP TINGKAT CHURN PELANGGAN DI INDONESIA

Pertumbuhan pesat ekonomi digital di Indonesia telah mendorong adopsi luas layanan berbasis langganan di berbagai sektor seperti streaming OTT, perangkat lunak sebagai layanan (SaaS), dan pembelajaran daring (e-learning). Meskipun akuisisi pelanggan menjadi lebih mudah, mempertahankan pelanggan tetap menjadi tantangan utama akibat tingginya tingkat churn. Penelitian ini mengkaji bagaimana dimensi-dimensi dari strategi keterlibatan (engagement strategies), yang mencakup personalisasi, pembaruan konten, dan kemudahan penggunaan, serta pengalaman pelanggan (customer experience), yang mencakup dukungan pelanggan dan kebijakan pembatalan, mempengaruhi perilaku churn dalam layanan digital, dengan kepuasan pelanggan digunakan sebagai proksi. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 106 responden asal Indonesia dan dianalisis melalui regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara strategi keterlibatan yang diuji, hanya kualitas konten, yang merepresentasikan personalisasi, yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (? = 0.385, p < 0.001), dengan kontribusi sebesar 29,5% terhadap varians kepuasan. Variabel kemudahan penggunaan dan pembaruan konten, serta variabel pengalaman pelanggan seperti kemudahan pembatalan dan kualitas layanan pelanggan, tidak menunjukkan signifikansi statistik, meskipun kualitas layanan pelanggan memberikan kontribusi sebesar 20,3%. Secara keseluruhan, variabel independen dalam penelitian ini menjelaskan sebesar 81,7% variasi dalam kepuasan pelanggan, sementara sisanya sebesar 18,3% berasal dari faktor lain di luar cakupan studi. Temuan ini menekankan pentingnya personalisasi konten dan responsivitas layanan dalam menekan tingkat churn, serta memberikan wawasan praktis bagi penyedia layanan digital yang beroperasi di pasar Indonesia yang kompetitif.

2025
👤 Penulis: Frederick Christopher Thamrin
🏷️ Kualitas Konten 🏷️ Pertumbuhan Ekonomi Digital 🏷️ Manajemen Keterlibatan Pelanggan

PRODUKSI PUPUK ORGANIK PADAT BERBAHAN DASAR RUMPUT GAJAH (PENNISETUM PURPUREUM) DENGAN BIOAKTIVATOR EFFECTIVE MICROORGANISM 4 (EM4)

Pengomposan merupakan proses dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme menjadi senyawa yang lebih sederhana dan stabil. Rumput gajah (Pennisetum purpureum) memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik padat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pada parameter fisik dan kimia selama proses pengomposan terhadap perlakuan dan waktu pengomposan yang optimal. Lima perlakuan digunakan, yaitu: kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga variasi kombinasi bahan tambahan dedak padi dan kotoran kambing dengan EM4. Hasil menunjukkan bahwa temperatur berada pada kisaran 23–32 °C, pH meningkat dari 5 menjadi 9,3, dan rasio C/N menurun dari 33,7 menjadi 27,4. Kadar fosfor dan kalium akhir berada pada kisaran 0,12-0,39% dan 0,88-1,02%. Perlakuan terbaik diperoleh pada variasi dengan kombinasi rumput gajah, kotoran kambing, dan EM4, yang menghasilkan rasio C/N akhir sebesar 27,4 pH 9,2, kandungan hara makro 2,06%, mempunyai nilai rendemen sebesar 84,13%, dan efisiensi produksi pupuk yang dinyatakan dalam Gross Profit Margin (GPM) sebesar 3,74. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan EM4 serta kombinasi bahan organik dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pupuk organik padat dari Pennisetum purpureum.

2025
👤 Penulis: Faqih Maulana Ardi
🏷️ Pengkomposan 🏷️ Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum) 🏷️ Bioaktivator Effective Microorganism 4 (Em4)

ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMI PENAMBAHAN BEBAN FLEKSIBEL PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI DI SISTEM MIKROGRID DENGAN PENETRASI ENERGI SURYA TINGGI

Fenomena kurva bebek akibat penetrasi tinggi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menjadi tantangan utama pada sistem mikrogrid Pulau Lembata yang direncanakan mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei berkapasitas 2×5 MW pada tahun 2030. Ketidaksesuaian antara profil beban harian dan produksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) memicu surplus daya pada siang hari serta kebutuhan ramping rate yang tinggi menuju beban puncak, yang berpotensi menurunkan faktor kapasitas (capacity factor/CF) dan keekonomian PLTP. Keterbatasan ramping rate PLTP, yaitu 2% kapasitas nominal per menit, membuat penyesuaian output secara cepat sulit dilakukan tanpa berdampak pada kestabilan termal pembangkit. Penelitian ini bertujuan merancang strategi operasi dan economic dispatch yang optimal bagi PLTP serta mengevaluasi pemanfaatan beban fleksibel, khususnya penambangan Bitcoin dan produksi hidrogen hijau, untuk menyerap surplus daya dan menjaga operasi PLTP mendekati kapasitas nominal. Metodologi mencakup pemodelan pertumbuhan beban sistem Lembata hingga tahun 2042 pada dua skenario eksplisit: skenario pertumbuhan beban moderat sebesar 7,07% per tahun dan skenario optimis sebesar 10,63% per tahun. Pada masing-masing skenario, profil net load dan surplus daya dihitung menggunakan metode merit-order economic dispatch. Daya PLTP yang tidak terserap diidentifikasi melalui penurunan CF dibandingkan target operasional 90%. Selisih antara CF aktual dan CF target tersebut didefinisikan sebagai kebutuhan beban fleksibel, yang kemudian direncanakan melalui dua skema terpisah: (i) penambangan Bitcoin, dioperasikan mengikuti surplus dan dihentikan saat mendekati beban puncak; serta (ii) produksi hidrogen hijau berbasis Proton Exchange Membrane (PEM) elektrolyzer dengan dua variasi kurva efisiensi dinamis yaitu 0,75-0,70 (least steep) dan 0,75–0,60 (medium steep), untuk merepresentasikan penurunan efisiensi pada beban fluktuatif. Hasil menunjukkan bahwa tanpa beban fleksibel pada dua skenario pertumbuhan beban, CF rata-rata PLTP hanya mencapai 84-88% selama 30 tahun dengan Net Present Value (NPV) sistem pembangkit negatif (-31.7 hingga -30.3 juta USD). Penambahan beban fleksibel meningkatkan CF hingga 90%, menurunkan curtailment, dan mengurangi kebutuhan ramping cepat, sehingga keterbatasan ramping rate PLTP tidak lagi menjadi hambatan operasional signifikan. Penambangan Bitcoin memberikan potensi keuntungan tertinggi pada skenario moderat dengan NPV hingga 29,7 juta USD dan IRR 86,4%, namun berisiko volatilitas harga kripto. Produksi hidrogen hijau menawarkan manfaat strategis jangka panjang meski margin keuntungan lebih terbatas, dengan kinerja ekonomi yang dipengaruhi profil surplus dan efisiensi elektroliser yang digunakan. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan kebutuhan beban fleksibel berbasis gap-10-90% CF dan evaluasi dua skema beban fleksibel non-konvensional pada sistem PLTP-PLTS terisolasi, dengan integrasi proyeksi harga Bitcoin berbasis power law serta kurva efisiensi dinamis PEM, yang memberikan kontribusi teknis dan ekonomi bagi perencanaan sistem energi terbarukan di wilayah kepulauan.

2025
👤 Penulis: Abdullah Bambang
🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi 🏷️ Sistem Mikrogrid 🏷️ Penambangan Bitcoin

PRODUKSI UMBI BENIH KENTANG G0 (SOLANUM TUBEROSUM L.) VARIETAS ZARINA DALAM SISTEM AEROPONIK

Produksi umbi benih kentang G0 (Solanum tuberosum L.) varietas Zarina dalam sistem aeroponik merupakan sebuah metode untuk meningkatkan efisiensi perbanyakan umbi benih kentang bebas patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efisiensi produksi umbi benih kentang G0 varietas Zarina mulai dari tahap kultivasi in vitro, aklimatisasi dan pertumbuhan pada sistem aeroponik dalam rumah kasa, hingga pemanenan umbi, guna mendukung scale up ke skala industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multiplication rate kultur in vitro di Labtek 1A ITB sebesar 31,38-36,61 nodus/botol (5,23 nodus/eksplan dengan 6-7 eksplan/botol), sedangkan di PT Kentang Hollando Sejahtera (Kenhose) sebesar 35,6 nodus/botol (3,56 nodus/eksplan dengan 10 eksplan/botol). Metode aklimatisasi tanpa hardening lebih efisien. Pemodelan pertumbuhan batang dan akar menunjukkan pola sigmoidal, dengan pertumbuhan tercepat secara berturutturut terjadi pada 14-42 dan 20-45 hari setelah tanam (HST). Pemanenan bertahap dalam sistem aeroponik meningkatkan perolehan umbi benih, dengan produktivitas tertinggi pada pemanenan lebih awal (17,58 umbi/tanaman/tahun). Umbi benih G0 yang dihasilkan memiliki diameter minimal 2 cm, berat 9,56 g/umbi, dan kadar air 81,28%. Produksi sudah cukup efisien dengan 38,28 umbi benih G0 yang dihasilkan untuk tiap plantlet dari kultur stok serta revenue-cost ratio 1,36. Hasil ini menunjukkan bahwa produksi umbi benih kentang G0 varietas Zarina dalam sistem aeroponik berpotensi untuk diterapkan ke skala lebih besar untuk mendukung industri perbenihan kentang di Indonesia.

2025
👤 Penulis: Selma Adalia Surya
🏷️ Kebijakan Dan Teknologi Perbanyakan Tanaman 🏷️ Aeroponik 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Produk Pertanian

PRODUKSI UMBI BENIH KENTANG G0 (SOLANUM TUBEROSUM L.) VARIETAS ZARINA DAN GRANOLA PADA SISTEM AEROPONIK

Aeroponik adalah metode budidaya tanpa tanah yang dirancang untuk memproduksi benih secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efisiensi produksi umbi benih kentang G0 var. Zarina dan var. Granola mulai dari kultivasi in vitro hingga pemanenan, serta menentukan pemodelan pertumbuhan tanaman var. Zarina dan Granola untuk mendukung scale up produksi ke skala industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju multiplikasi plantlet in vitro var. Zarina dan var. Granola berbeda signifikan, yaitu 5,33 dan 3,34 nodus/eksplan. Laju pertumbuhan batang dan akar plantlet aklimatisasi kedua varietas tidak berbeda signifikan, yaitu 0,34 cm/hari; 0,10 cm/hari dan 0,31 cm/hari; 0,26 cm/hari. Pada sistem aeroponik, pertumbuhan kedua varietas mengikuti pola sigmoidal, di mana siklus pertumbuhan var. Zarina lebih cepat dengan kecepatan pertumbuhan tertinggi pada 14-42 HST, sementara var. Granola pada 28-49 HST. Perolehan dan produktivitas umbi benih G0 var. Granola secara signifikan lebih tinggi, yaitu 12,14 umbi/tanaman dan 24,28 umbi/tanaman/tahun dibandingkan var. Zarina, yaitu 3,95 umbi/tanaman dan 11,85 umbi/tanaman/tahun. Namun, kualitas umbi kedua varietas tidak berbeda signifikan dengan berat, kadar air, dan persentase umbi G0 grade besar var. Zarina dan Granola, yaitu 9,56 g/umbi; 80,35%; 69,41% dan 9,73 gram; 83,12%; dan 76,58%. Analisis finansial menunjukkan produksi var. Zarina dan var. Granola layak untuk scale up, dengan R/C ratio mencapai 1,39 dan 3,96 serta keuntungan tahunan mencapai Rp57.093.606,00 dan Rp315.042.070,00. Kedua varietas ini diharapkan dapat mendukung produksi umbi benih kentang G0 pada skala industri di Indonesia secara berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Victoria Josephine Fleming
🏷️ Aeroponik 🏷️ Produksi Umbi Benih Kentang 🏷️ Analisis Finansial

MIKROENKAPSULASI ?-KAROTEN DARI PRODUK KELAPA SAWIT: MINYAK MERAH DAN EKSTRAK TANDAN KOSONG

Dewasa ini, pencegahan penyakit kardiovaskular (CVD) melalui pola makan sehat menjadi pehatian, tidak hanya dari segi nutrisi, namun juga melalui komponen bioaktif. ?-karoten tidak hanya berperan sebagai pewarna alami dan prekursor vitamin A, namun juga berfungsi sebagai potensi kardioprotektif melalui mekanisme antioksidan dan antiinflamasi. Salah satu komoditas unggulan Indonesia yang kaya akan ?-karoten adalah minyak kelapa sawit, khususnya minyak sawit merah (red palm oil) dan limbahnya berupa tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Namun, ?-karoten sangat sensitif terhadap cahaya, udara, dan suhu, sehingga perlu dilakukan enkapsulasi untuk meningkatkan stabilitasnya. Penelitian ini mengkaji pengaruh: (1) variasi bahan penyalut (maltodekstrin, whey protein concentrate/WPC, soy protein isolate/SPI, dan inulin), (2) variasi temperatur inlet spray dryer (140°C, 160°C, dan 180°C), serta (3) rasio konsentrasi minyak sawit merah:inulin (1:1 dan 1,5:1) terhadap karakteristik mikrokapsul ?-karoten. Untuk ekstrak TKKS, diuji rasio 1:1 dan temperatur inlet 180°C. Parameter yang dievaluasi meliputi rendemen bubuk, efisiensi enkapsulasi, kadar air, higroskopisitas, perbedaan warna (?E) terhadap larutan umpan dan ?-karoten komersial, kelarutan, serta degradasi ?-karoten selama penyimpanan. Analisis tambahan meliputi aktivitas antioksidan, HPLC, scanning electron microscopy (SEM), dan fourier transform infrared spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jenis bahan penyalut berpengaruh signifikan terhadap efisiensi enkapsulasi, degradasi ?-karoten, dan ?E. Variasi temperatur inlet spray dryer memengaruhi kelarutan mikrokapsul, di mana temperatur lebih tinggi meningkatkan kelarutan. Perbedaan rasio konsentrasi memengaruhi rendemen bubuk dan ?E. Mikrokapsul ?-karoten dari ekstrak TKKS (180°C, rasio 1:1) memiliki karakteristik sebagai berikut: rendemen bubuk (74,39 ± 2,39)%, efisiensi enkapsulasi (38,90 ± 0,05)%, kadar air 4,01 ± 0,34)%, higroskopisitas 1,52 ± 0,22)%, kelarutan (71,99 ± 4,25)%, aktivitas antioksidan 28,44%, dan degradasi ?-karoten selama 3 pekan penyimpanan (27,04 ± 8,08) %.

2025
👤 Penulis: Reisa Nopianti
🏷️ Enkapsulasi Mikro 🏷️ Bioaktif Karoten 🏷️ Kelapa Sawit

KARAKTERISTIK MASERAL LIPTINIT HASIL PEMISAHAN DENGAN METODE SINK-FLOAT FORMASI PULUBALANG, CEKUNGAN KUTAI BAWAH

Batubara merupakan salah satu sumber energi fosil yang memegang peranan krusial dalam memenuhi kebutuhan energi global, terutama sebagai bahan bakar utama untuk pembangkit listrik dan berbagai industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik maseral liptinit dari batubara Formasi Pulubalang, Cekungan Kutai Bawah, serta implikasinya terhadap kualitas batubara berdasarkan hasil pemisahan dengan metode sink-float. Sampel batubara diambil dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, dan diproses menggunakan tiga larutan ZnCl? dengan densitas 1,33 g/cm³, 1,36 g/cm³, dan 1,39 g/cm³. Setiap fraksi hasil pemisahan kemudian dianalisis menggunakan analisis proksimat, nilai kalori, dan petrografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maseral liptinit paling dominan berada pada rentang densitas 1,33–1,36 g/cm³. Kandungan liptinit berhubungan positif terhadap nilai kalori dan zat terbang, serta berhubungan negatif terhadap kandungan air inheren. Hubungan ini menunjukkan bahwa maseral liptinit memiliki kontribusi penting dalam menentukan kualitas energi batubara.

2025
👤 Penulis: Imamakbar Alimuda Dalimunthe
🏷️ Batubara 🏷️ Analisis Proksimat 🏷️ Petrografi
Halaman 351 dari 6754
💬