📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenBACTERIAL INACTIVATION MECHANISMS UNDER IMPACT LOADING GENERATED BY ULTRASONIC WAVE CAVITATION: A STUDY ON ASYMMETRIC PRESSURE AND INCLINED DIRECTIONAL FORCE LOADS
Ultrasonication has emerged as a promising non-thermal method for bacterial inactivation, with acoustic cavitation identified as the primary mechanism responsible for structural disruption. This study presents a finite element analysis to investigate the mechanical response of E. coli under two distinct cavitation-induced loading scenarios: Asymmetric Pressure Load and Inclined Directional Force Load. These scenarios were designed to emulate the mechanical stress fields resulting from the collapse of cavitation bubbles near bacterial cells. A damage metric Damaged Cell Envelope Percentage (DCEP) is introduced to quantitatively assess the extent of structural compromise. The threshold for meaningful bacterial damage differs between the two scenarios. In the Inclined Directional Force Load, noticeable damage is already observed at a relatively low configuration of 1 MPa peak magnitude with a distribution of 500 nm. In contrast, the Asymmetric Pressure Load requires a higher threshold, with meaningful damage beginning only from 2 MPa peak magnitude and a distribution of 1000 nm. This comparison highlights the greater efficiency of shear-dominant directional forces in initiating cell envelope rupture compared to normal pressure loading. Contour plots of DCEP across different loading parameters provide insights into optimal conditions for bacterial damage.
DELIGNIFIKASI BIOLOGIS UNTUK PENGEMBANGANKEMASAN PANGAN DARI LIMBAH AGROINDUSTRIDALAM RANGKA MENERAPKAN SIRKULAREKONOMI
Tanaman tomat adalah salah satu varietas tumbuhan yang buahnya memiliki tingkat produktivitas tinggi di Indonesia. Peningkatan angka produksi tomat dari tahun ke tahun sejalan dengan banyaknya limbah yang dihasilkan. Banyaknya limbah yang dihasilkan dan langsung dibuang tersebut dapat berpotensi menghasilkan penumpukan limbah makanan dan mampu mendatangkan berbagai dampak buruk. Padahal, limbah tanaman tomat mengandung lignoselulosa yang merupakan sumber karbon paling dasar di bumi. Salah satu cara untuk menindaklanjuti peningkatan limbah tanaman tomat pada adalah dengan mengolahnya menjadi biochar. Bagian dari limbah tanaman tomat yang berpotensi untuk diolah menjadi biochar adalah batangnya karena memiliki kandungan lignoselulosa yang tinggi. Biochar yang dihasilkan dapat dimaksimalkan manfaatnya dengan cara dimodifikasi ke dalam kemasan untuk memperpanjang umur simpan buah tomat yang cepat busuk. Hal ini terkait dengan fungsi biochar sebagai adsorben dalam menyerap etilen selaku hormon pengendali pematangan buah. Siklus ini dapat mendukung sirkular ekonomi. Proses pembuatan biochar terdiri dari persiapan bahan baku, karbonisasi, dan karaterisasi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh variasi temperature, ukuran bahan baku, dan perlakuan microwave terhadap performa biochar. Variasi temperature yakni pirolisis dengan temperature 350oC dan 700oC, variasi ukuran berupa 20-40 mesh dan 10-20 mesh, serta perlakuan tanpa microwave, microwave dengan daya 450 watt selama 10 menit, dan 20 menit. Adapun untuk menilai karakteristik serta kinerja karbon aktif dari setiap variasi dilakukan dengan uji kadar abu, SEM-EDS, BET, FTIR dan uji kadar penyerapan dengan ethylene gas detector. Didapatkan bahwa temperatur adalah aspek yang berpengaruh palng signifikan terhadap perolehan yield, karakteristik, dan performa biochar.
STUDI DAMPAK KEBIJAKAN LARANGAN EKSPOR BIJIH NIKEL PADA HUBUNGAN KINERJA KEUANGAN DAN NILAI PERUSAHAAN
Larangan ekspor bihi nikel menjadi penting bagi perusahaan karena akan berdampak pada kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan larangan ekspor bijih nikel terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan di sektor pertambangan Indonesia. Industri pertambangan, khususnya nikel, memegang peran strategis dalam perekonomian nasional, namun kebijakan larangan ekspor yang diberlakukan menimbulkan tantangan signifikan. Dengan menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN) dan regresi linear, penelitian ini mengkaji bagaimana berbagai rasio keuangan (termasuk likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas) yaitu ROA, NPM, CR, QR, DAR, DER, TATO, dan WCTO berkontribusi terhadap nilai perusahaan (Tobin's Q) baik sebelum maupun sesudah implementasi kebijakan tersebut. Data keuangan perusahaan pertambangan terkait akan dianalisis untuk mengidentifikasi pergeseran prioritas investor dan perubahan dalam faktor penentu nilai perusahaan. Hasilnya adalah CR dan QR menjadi kinerja keuangan yang berdampak paling signifikan pada nilai perusahaan pada periode sebelum adanya kebijakan larangan ekspor sedangkan pada periode setelah kebijakan larangan ekspor, DAR dan CR menjadi yang palling signifikan. Ini diindikasikan karena adanya pembayaran hutang
PERAN PEMANTAUAN BEBAN LATIHAN DENGAN METODE ACUTE: CHRONIC WORKLOAD RATIO TERHADAP RISIKO CEDERA PADA ATLET SEPAK BOLA WANITA JAWA BARAT
Latar belakang: Pemain sepak bola wanita berisiko lebih tinggi mengalami cedera dibanding pemain sepak bola pria. Kejadian cedera dalam sepak bola juga berkaitan dengan beban kerja yang diterima pemain. Pemantauan beban latihan dengan metode ACWR (Acute: Chronic Workload Ratio) menjadi salah satu cara untuk mengetahui keseimbangan beban latihan terhadap risiko cedera. Metode: Penelitian observasional dilakukan dengan memantau beban latihan dan pertandingan dengan dua kategori pengukuran eksternal (total distance, sprint distance, total akselerasi dan deselerasi) dan internal (RPE dan rata - rata denyut jantung). Melibatkan 10 sampel penelitian yang merupakan atlet tim sepak bola wanita PON Jawa Barat. Hasil: Seluruh variabel pengukuran beban latihan mingguan beban eksternal diketahui terdapat variabilitas dan beban internal yang konsisten, tidak ada perbedaan signifikan antar minggu. Seluruh atlet menerima beban latihan seimbang selama periode latihan dengan rentang ACWR 0,7 –1,0 tidak berisiko cedera dan tidak berdampak negatif pada atlet. Beban latihan dan pertandingan dibandingkan dan ditemukan tidak ada perbedaan signifikan antara beban latihan dan pertandingan yang diterima atlet pada variabel total distance (latihan = 5774 meter, pertandingan = 5790 meter) dan sprint distance (latihan = 156 meter, pertandingan = 214 meter) (p > 0,05) serta terdapat perbedaan signifikan dari variabel lainnya yaitu total akselerasi (latihan = 45 kali, pertandingan = 71 kali) dan deselerasi (latihan = 49, pertandingan = 40), RPE (latihan = 7, pertandingan = 8), dan rata-rata denyut jantung (latihan = 72%, pertandingan = 91%) (p < 0,05). Kesimpulan: Seluruh atlet menerima beban latihan yang sama tiap minggunya dan tidak ada lonjakan perubahan yang cepat tiap minggu. Mendukung hasil perhitungan ACWR atlet seluruh variabel dalam rentang zona beban optimal dan risiko cedera rendah. Beban pertandingan menunjukan tuntutan kondisi atlet lebih tinggi dibandingkan beban latihan berdasarkan total akselerasi, total deselerasi, RPE, dan rata –rata denyut jantung walaupun total distance dan sprint distance tidak menunjukan perbedaan signifikan.
PT LETMI ITB adalah perusahaan penyedia jasa pelatihan dan konsultasi yang berada di bawah naungan Program Studi Teknik Industri ITB. Layanan inhouse training yang menjadi fokus utama perusahaan, menghadapi berbagai kendala operasional. Kendala yang dihadapi antara lain seperti proses bisnis yang tidak efisien, kurangnya strategi pemasaran yang terstruktur, dan ketergantungan pada metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbaikan pada proses bisnis layanan in-house training guna meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas layanan. Metodologi yang digunakan adalah Business Process Reengineering (BPR) dengan beberapa tools, yaitu Process Classification Framework (PCF), Responsibility Assignment Matrix (RAM), Cross-Functional Diagram (CFD), dan evaluasi menggunakan kerangka 3M (Muda, Mura, Muri). Penelitian ini juga melakukan benchmarking terhadap PT LAPI ITB dan mengacu pada standar ISO 9001:2015. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah usulan proses bisnis baru yang lebih terstruktur, yang mencakup penambahan 30 aktivitas baru terutama pada fungsi pemasaran, eliminasi 4 aktivitas yang dinilai tidak perlu, dan pengenalan entitas baru yaitu staf marketing. Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan dokumen Standard Operating Procedure (SOP) untuk proses bisnis usulan yang dapat digunakan sebagai panduan implementasi oleh perusahaan.
PENGEMBANGAN VARIOMETER BERBASIS SENSOR FUSION UNTUK MELAKUKAN ESTIMASI KECEPATAN VERTIKAL ANGIN PADA PESAWAT TERBANG LAYANG
This research addresses the challenge of accurately estimating vertical air currents for glider pilots, a task for which traditional variometers are often inadequate due to measurement lag and inaccuracies. To overcome these limitations, a self-contained, non-invasive data acquisition instrument was designed, constructed, and flight-tested, integrating an Inertial Measurement Unit (IMU), GPS, and a full air data system. The collected data was processed post-flight using an Extended Kalman Filter (EKF) to perform trajectory reconstruction and estimate the aircraft's full kinematic and aerodynamic state, from which the vertical wind component was derived. The results demonstrate that the EKF provides stable and accurate estimates during quasi-steady conditions like level flight, but reveals performance degradation during dynamic maneuvers. When compared to a standard barometric variometer, the EKF-based estimate showed a faster response to the entry and exit of thermals, while maintaining good agreement during sustained climb or sink readings. This study successfully validates the feasibility of a sensor fusion approach for vertical wind estimation and provides a robust framework for post-flight analysis, while also identifying key challenges for future real-time implementation.
EFEKTIVITAS PEMANTAUAN BEBAN LATIHAN MENGGUNAKAN METODE ACUTE: CHRONIC WORKLOAD RATIO (ACWR) TERHADAP RISIKO CEDERA PADA ATLET BULU TANGKIS JUNIOR
Latar belakang: Bulutangkis merupakan olahraga yang berprestasi di Indonesia sejak Olimpiade Barcelona 1992, olahraga ini selalu menghasilkan medali di Olimpiade hingga saat ini. Cedera pada atlet bulu tangkis sering kali terjadi pada saat pertandingan maupun latihan. Jadwal kompetisi yang padat serta jadwal latihan yang terus menerus menjadi salah satu penyebab terjadinya cedera. Beban latihan yang tidak dipantau dengan terukur dan terstruktur berisiko menyebabkan kelelahan berlebih dan cedera. Pemantauan beban latihan yang mengukur variabel obejektif maupun subjektif seperti pemantauan denyut jantung, RPE, Arbitary Unit (AU) dan tes fisik perlu dilakukan untuk mengetahui respons fisiologis dan non fisiologis atlet. Salah satu metode yang berkembang dalam pemantauan beban latihan adalah Acute: Chronic Workload Ratio (ACWR). ACWR merupakan metode yang membandingkan fase akut dengan fase kronik untuk mengetahui beban latihan yang optimal dan risiko cedera pada atlet. Telah banyak penelitian yang menggunakan ACWR sebagai metode untuk pemantauan beban latihan. Namun belum ditemukan penelitian pada olahraga bulutangkis yang mengkombinasikan pemantauan denyut jantung, RPE, AU, ACWR, dan hasil tes fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas pemantauan beban latihan menggunakan metode ACWR terhadap risiko cedera pada atlet bulu tangkis junior. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode obervasional longitudinal pada 22 atlet bulu tangkis junior yang terdiri dari 8 atlet tunggal putra, 9 atlet ganda putra dan 5 atlet ganda putri. Beban latihan diperoleh dari pemantauan denyut jantung, pengumpulan data RPE menggunakan skala borg 1-10, perhitungan AU yang mengkalikan durasi latihan dalam menit dengan RPE pada setiap sesinya. ACWR AU dihitung setiap minggu dengan metode rolling average (RA). Data kejadian cedera dicatat setiap kejadian cedera oleh peneliti menggunakan formulir pencatatan cedera. Analisis menggunakan uji Shapiro-wilk untuk mengetahui normalitas data, dilanjutkan uji One-way Anova post hoc Tukey bertujuan membandingkan antar pekan dan antar kelompok serta uji paired t-test untuk melihat perbedaan hasil VO2max sebelum dan sesudah pemantauan. Hasil: Pemantauan beban latihan dilakukan selama lima pekan terdiri dari periode latihan intensif dan dua pertandingan tingkat nasional. Hasil pemantauan menujukkan terdapat perbedaan signifikan pada rata-rata denyut jantung kelompok tunggal putra dengan ganda putri dipekan kesatu, ketiga dan kelima (p<0,05), perbedaan juga terjadi pada kelompok ganda putra dan ganda putri dipekan ketiga dan kelima (p<0,05), sedangkan tunggal putra dengan ganda putra hanya terjadi perbedaan yang signifikan pada pekan keempat (p<0,05). Pemantauan RPE menunjukkan perbedaan antar pekan yang signifikan antara pekan ketiga dan keempat pada kelompok ganda putri (p<0,05). Sedangkan perbedaan antar kelompok pada pemantauan RPE menunjukan perbedaan signifikan antara tunggal putra dan ganda putra dipekan kedua (p<0,05) serta ganda putra dan ganda putri dipekan ketiga (p<0,05). Pemantauan AU menunjukan perbedaan yang signifikan antar pekan pada kelompok tunggal putra dipekan ketiga dan keempat (p<0,05). Hal ini berdampak pada nilai ACWR tunggal putra dipekan keempat yang berada pada zona overtraining (>1,3). Sedangkan kelompok lainnya berada pada zona optimal. Terjadi 7 kejadian cedera non kontak dengan lokasi terbanyak terdapat pada ekstremitas bawah. Sebagian besar cedera terjadi pada pekan ketiga hingga kelima dengan nilai ACWR >1,3 maupun <0,8. Atlet yang memiliki ACWR stabil antara 0,8–1,3 menunjukkan tidak ada cedera kecuali atlet yang sebelumnya memiliki riwayat cedera kronis. Pengukuran tes fisik terutama VO2max pada saat pemantauan beban latihan fase intensif dan pertandingan tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Kesimpulan: Pemantauan beban latihan menggunakan pengukuran denyut jantung dan RPE pada atlet bulutangkis junior efektif memberikan gambaran yang membantu pelatih menentukan beban latihan dan evaluasi program latihan. Peningkatan beban latihan AU yang signifikan dapat mengindikasikan terjadinya overtraining. Metode ACWR terbukti dapat memprediksi kejadian cedera pada atlet bulutangkis junior. Pemantauan beban latihan pada fase intensif dan pertandingan tidak menunjukkan terjadinya perubahan performa terutama pada VO2max. Atas temuan ini, kami mendorong atlet dan pelatih menggunakan metode pemantauan beban latihan untuk mengetahui program latihan yang sesuai dengan zona optimal agar setiap atlet terhindar dari risiko cedera serta memahami cara pemantauan beban latihan yang terstruktur dan terukur.
PENGARUH VARIASI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS KUNTH.)
Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) is a floricultural commodity commonly utilized for its leaves and flowers. Its high antioxidant content, particularly phenolic and flavonoid compounds, makes this plant widely used as a functional food ingredient that contributes to health maintenance and supports herbal medicine applications. As a tropical plant that grows optimally in Indonesia, Cosmos caudatus holds significant potential for extensive cultivation through proper management practices. This study aimed to evaluate the effect of different growing media on the growth of Cosmos caudatus based on several parameters: plant height, number of leaves, leaf area, number of nodes, and number of branches. The research employed a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments of growing media: soil (P1), soil supplemented with NPK Mutiara 16:16:16 fertilizer (P2), a mixture of 90% compost, 9% vermicompost, and 1% insectfrass (P3), a 1:1 (v/v) mixture of soil and compost (P4), and a 1:1 (v/v) mixture of cocopeat and compost (P5). Statistical analysis using ANOVA at a 95% confidence level revealed that variation in growing media had a significant effect on plant height from the 3rd to the 11th week after planting (WAP), leaf area from the 3rd to the 7th WAP, and the number of leaves from the 3rd to the 5th WAP. No significant effect was observed on the number of nodes and number of branches. The best treatment was the soil and compost mixture (P4) for plant height, and soil medium (P1) for both leaf number and leaf area of Cosmos caudatus.
PENGARUH KEKASARAN BIDANG DISKONTINUITAS DENGAN RENTANG JOINT ROUGHNESS COEFFICIENT 0-10 TERHADAP KUAT GESER MATERIAL GYPSUM
Mekanika batuan mempelajari perilaku batuan saat menerima beban, salah satu aspek pentingnya adalah kekuatan geser yang dipengaruhi oleh kekasaran bidang diskontinuitas. Kekasaran ini direpresentasikan oleh Joint Roughness Coefficient (JRC) yang berfungsi menghubungkan karakteristik permukaan dengan kuat geser batuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara JRC 0 – 10 dan kuat geser melalui rekonstruksi permukaan bidang diskontinuitas menggunakan teknologi 3D Printing serta mengetahui variabel dominan dalam parameter uji geser langsung terhadap nilai JRC. Cetakan hasil 3D Printing digunakan untuk membuat spesimen gypsum yang diuji kuat gesernya di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan cetakan gypsum dengan variasi profil kekasaran joint 1 – 5 berhasil merepresentasikan tingkat kekasaran bidang geser. Uji geser langsung menunjukkan bahwa tegangan geser meningkat seiring bertambahnya JRC, baik pada kondisi peak yang berkisar 0.14 hingga 0.34 kN maupun residual berkisar dari 0.08 hingga 0.24 kN. Analisis regresi menunjukkan sudut gesek dalam sebagai faktor utama pada hubungan JRC dan kuat geser, dengan R² 0,77 (peak) dan 0,86 (residual). Peningkatan JRC memperkuat interlocking asperitas, sehingga menaikkan sudut gesek dalam (??).
RANCANG BANGUN ROBOT LUNAK DENGAN LOKOMOSI PERISTALTIK TANPA LILITAN BENANG UNTUK PROSES KOLONOSKOPI
Penelitian ini membahas perancangan, pembuatan, dan pengujian robot lunak peristaltik sebagai alternatif yang lebih aman dan nyaman untuk prosedur kolonoskopi. Robot dibuat dengan metode pengecoran dengan bahan silikon Ecoflex 00-30 tanpa menggunakan lilitan benang sehingga lebih mudah dimanufaktur. Struktur robot terdiri dari tiga segmen yaitu dua anchor (depan dan belakang) serta satu aktuator di tengah. Aktuator didesain dengan memanfaatkan dinding tebal tipis yang berfungsi sebagai penahan deformasi radial dan anchor didesain untuk dapat mengembang radial. Robot yang sudah dedesain kemudian dirancang dan dibuat cetakannya dengan perangkat lunak solidowrks dan metode pencetakan 3D jenis FDM menggunakan filamen PLA. Pengujian menunjukkan deformasi aktuator yang cenderung linear hingga tekanan 10 kPa, kemudian mengalami lonjakan signifikan pada 12 kPa (panjang 136 mm, diameter 45 mm). Anchor depan berhasil mengembang hingga 90 mm pada 18 kPa dan anchor belakang dapat mengembang hingga 50 mm pada 12 kPa. Robot berhasil menunjukkan gerakan peristaltik di dalam pipa akrilik berdiameter 31 mm dengan perpindahan sekitar ±5 mm per siklus. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis desain geometri dapat digunakan untuk menghasilkan aktuasi robot lunak dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk aplikasi kolonoskopi.
PERANCANGAN STRUKTUR BAWAH GEDUNG SENTRA PALMERAH DI TANAH KOSAMBI BARAT, TANGERANG
Pembangunan gedung bertingkat tinggi memerlukan perencanaan struktur bawah yang matang untuk menjamin stabilitas dan keamanan bangunan. Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang struktur bawah Gedung Sentra Palmerah yang terletak di Tanah Kosambi Barat, Tangerang. Ruang lingkup perancangan meliputi evaluasi karakteristik tanah, desain dinding penahan tanah (dinding diafragma), serta sistem fondasi dalam berupa tiang bor dan pile cap untuk dua tower apartemen setinggi 20 lantai. Analisis diawali dengan interpretasi data penyelidikan tanah dari 4 titik bor dan 9 titik sondir, serta data laboratorium. Berdasarkan parameter tersebut, dilakukan penentuan kelas situs seismik sesuai SNI 1727:2019. Dinding penahan tanah dirancang menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak PLAXIS 2D untuk memastikan kestabilan global dan batas defleksi aman selama proses konstruksi top-down. Sistem fondasi yang digunakan adalah fondasi tiang bor yang dianalisis secara tunggal menggunakan LPILE untuk beban lateral dan GROUP untuk analisis grup tiang. Kapasitas aksial, daya dukung lateral, serta penurunan total dan diferensial dianalisis sesuai SNI 8460:2017. Perancangan pile cap mempertimbangkan interaksi antar-tiang dan kebutuhan penulangan berdasarkan analisis momen dan geser dua arah. Hasil akhir menunjukkan bahwa sistem struktur bawah yang dirancang telah memenuhi syarat stabilitas dan deformasi, serta mampu menunjang beban bangunan secara efektif.
ADOPSI FINTECH DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERBANKAN ISLAM DI INDONESIA: STUDI TENTANG PROFITABILITAS DAN EFISIENSI OPERASIONAL
Studi ini menyelidiki dampak adopsi teknologi keuangan (Fintech) pada kinerja dan inklusivitas perbankan Islam di Indonesia antara 2013 - 2024, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia tetapi penetrasi pasar perbankan kecil. Ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana integrasi fintech melalui alat -alat seperti QRI, Blockchain dan AI dapat mempengaruhi profitabilitas dan efisiensi operasional di sektor perbankan Islam. Studi ini menggunakan data sekunder dari laporan tahunan sepuluh bank Islam dengan adopsi fintech diidentifikasi. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menganalisis metrik keuangan seperti ROA dan BOPO dari Bank Komersial Islam (BUS) dari periode 2013 hingga 2024. Temuan menunjukkan bahwa FinTech hanya meningkatkan efisiensi operasi untuk bus dan hasil yang dapat diabaikan untuk profitabilitas, memperkuat dampak positif fintech.
ANALISIS PROPAGASI KEKERINGAN METEOROLOGI–HIDROGEOLOGI DI DAS SERANG–LUSI, JAWA TENGAH
Pada tahun 2023, beberapa wilayah di DAS Serang–Lusi, yang mencakup Kabupaten Grobogan, sebagian Kabupaten Blora, dan Kabupaten Demak mengalami kekeringan. Kekeringan merupakan fenomena yang melibatkan interaksi berbagai komponen mulai dari curah hujan, aliran sungai, hingga air tanah. Penelitian ini dilakukan untuk memahami dinamika propagasi kekeringan di DAS Serang–Lusi dengan mengkaji keterkaitan antara kekeringan meteorologi yang diwakili oleh Standardized Precipitation Index (SPI), kekeringan air permukaan diwakili oleh Standardized Streamflow Index (SSI), dan kekeringan airtanah diwakili oleh Standardized Groundwater Index (SGI). Tujuan penelitian ini adalah menentukan ambang batas karakter kekeringan meteorologi yang dapat memicu kekeringan airtanah. Data curah hujan CHIRPS, debit sungai dan muka airtanah hasil pemodelan SWAT+gwflow periode 1995–2024 diolah menggunakan metode perhitungan masing-masing indeks pada skala waktu 1, 3, 6, dan 12 bulan. Analisis kombinasi antar indeks dilakukan untuk melihat karakteristik dan propagasi kekeringan. Hasil analisis menunjukkan, propagasi kekeringan dari SPI ke SSI lalu ke SGI teridentifikasi melalui kombinasi indeks SPI-12–SSI-12–SGI dengan berbagai skala SGI (SGI-1 hingga SGI-12). Pada SPI-12–SSI-12–SGI-12, teridentifikasi propagasi kekeringan di DAS Serang–Lusi pada November 2023–Maret 2024, dimana akumulasi kekeringan meteorologi tahunan yang terjadi selama 11 bulan dengan keparahan 15.96 dan intensitas 1.45, dapat menyebabkan kekeringan air permukaan tahunan selama 11 bulan berlanjut ke kekeringan airtanah tahunan selama 3 bulan. Kemudian analisis ambang batas propagasi kekeringan di DAS Serang–Lusi, menunjukkan bahwa kombinasi indeks SPI-12–SSI-12–SGI (SGI-1, SGI-3, dan SGI-6) memerlukan durasi kekeringan meteorologi tahunan yang panjang, yakni 26 bulan, dengan keparahan 15.68 dan intensitas 0.54 untuk memicu kekeringan airtanah skala bulanan hingga musiman. Sementara itu, pada kombinasi SPI-12–SSI-12–SGI-12, kekeringan airtanah tahunan dapat dipicu oleh kekeringan meteorologi tahunan yang lebih singkat, yaitu durasi 11 bulan, meskipun memiliki keparahan yang relatif sama (15.96), akan tetapi dengan intensitas yang lebih tinggi (0.93).
ANALISIS KEAMANAN HALOPERIDOL, KLORPROMAZIN, RISPERIDON, DAN ARIPIPRAZOL PADA TERAPI SKIZOFRENIA BERDASARKAN DATABASE FDA ADVERSE EVENT REPORTING SYSTEM (FAERS)
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kompleks dengan variasi gejala klinis, perjalanan penyakit, dan respons terapi yang beragam. Pengobatan skizofrenia umumnya dilakukan dengan dua kelompok antipsikotik, yaitu antipsikotik generasi pertama (FGA) dan generasi kedua (SGA) dengan profil efek samping yang berbeda. Penggunaan FGA lebih sering dikaitkan dengan risiko sindrom ekstrapiramidal, sedangkan SGA dikaitkan dengan risiko metabolik serta hormonal sehingga pada penelitian ini dilakukan evaluasi terhadap profil efek samping obat antipsikotik dengan indikasi skizofrenia berdasarkan data laporan spontan dari FDA Adverse Event Reporting System (FAERS) selama periode Januari 2014 hingga Desember 2024. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk memetakan distribusi geografis, usia, dan gender pelapor, serta pola efek samping dengan terminologi MedDRA berdasarkan obat, klasifikasi sistem organ, dan pola pelaporan tahunan. Selain itu, dilakukan analisis disproporsionalitas berupa nilai Reporting Odds Ratio (ROR) untuk mengidentifikasi kekuatan asosiasi antara obat tertentu dengan kejadian efek samping spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan paling banyak berasal dari negara-negara dengan sistem pelaporan farmakovigilans yang sudah baik seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara Eropa. Berdasarkan kelompok usia, efek samping yang sering dilaporkan pada anak-anak meliputi gangguan psikiatris (36%), sistem saraf (25%), dan metabolisme (11%). Sementara pada remaja, efek samping yang umum dilaporkan yakni gangguan sistem saraf (31%), dan psikiatris (23%). Sedangkan pada kelompok produktif, efek samping dominan mencakup gangguan sistem saraf (32%) dan psikiatris (34%). Adapun pada usia lanjut, efek samping yang dominan dilaporkan berkaitan dengan gangguaan hematologi (8%) dan saraf (33%). Analisis ROR memperlihatkan temuan penting seperti Gangguan Perjudian pada Aripiprazol (ROR: 103,86), ginekomastia pada Risperidon (ROR: 45,56), serta risiko efek ekstrapiramidal yang tinggi pada Haloperidol dan Klorpromazin. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masing-masing antipsikotik memiliki karakteristik risiko efek samping yang berbeda, Haloperidol dan Klorpromazin dominan pada efek motorik dan hematologis, Risperidon pada efek hormonal dan metabolisme, serta Aripiprazol pada perubahan perilaku seperti Gangguan Perjudian dan Perubahan kepribadian.
PERANCANGAN UNIT FINE SCREEN, LAMELLA PLATE SETTLER, RAPID SAND FILTER, DAN CHLOR INJECTION PADA DESAIN INSTALASI PENGOLAHAN AIR CILIWUNG PAM JAYA, KOTA JAKARTA SELATAN
Meningkatnya permintaan air bersih berkualitas berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk serta perkembangan zaman. Namun pencemaran lingkungan menjadi tantangan serius bagi penyediaan air bersih berkualitas. PT PAM Jaya, sebagai BUMD di DKI Jakarta, menargetkan cakupan layanan air bersih 100% pada tahun 2030, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru, seperti IPA Ciliwung dengan kapasitas 200 liter/detik, yang direncanakan selesai pada Mei 2026. Laporan ini bertujuan untuk merancang unit-unit pengolahan air minum, khususnya Unit Fine Screen, Lamella Plate Settler, Rapid Sand Filter, dan Chlor Injection, serta mengevaluasi kelayakan finansial proyek tersebut. Analisis kualitas air baku dari Sungai Ciliwung menunjukkan beberapa parameter, seperti Fekal Koliform, Total Bakteri Koliform, Kekeruhan, Warna, TSS, Amonia, Deterjen, BOD, dan COD, belum memenuhi baku mutu air minum yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2023, dan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021. Berdasarkan hasil ini, tiga alternatif konfigurasi pengolahan dirancang, dan terpilih Alternatif 2 sebagai yang paling optimal, melalui metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Konfigurasi ini mencakup beberapa diantaranya adalah Unit Fine Screen, Lamella Plate Settler, Rapid Sand Filter (pasir silika), dan Chlor Injection. Hasil perancangan menunjukkan total investasi awal (CAPEX) sebesar Rp32.822.356.867 dan biaya operasional dan pemeliharaan tahunan (OPEX) sebesar Rp15.396.335.430. Analisis kelayakan finansial menggunakan metode Net Present Value (NPV) dan Benefit Cost Ratio (BCR) menunjukkan bahwa proyek ini layak secara finansial, dengan nilai NPV sebesar Rp59.114.943.396 (NPV > 0) dan BCR 1,242308922 (BCR > 1)