📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

KONSTRUKSI PLASMID BIOSENSOR BERBASIS KOMPLEMENTASI NANOLUCIFERASE UNTUK MENDETEKSI PEREKRUTAN ?-ARRESTIN-1 PADA GPCR (G PROTEIN-COUPLED RECEPTOR)

G Protein-Coupled Receptors (GPCR) merupakan target penting dalam pengembangan obat, dengan ?-arrestin-1 yang berperan dalam modulasi pensinyalan kelas reseptor ini dan memiliki potensi terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi dua plasmid biosensor berbasis komplementasi Nanolucifease untuk mendeteksi interaksi antara ?2-Adrenoceptor (?2AR) dan ?-arrestin-1. Konstruksi plasmid yang didesain pada penelitian ini meliputi ?2AR yang dilabel dengan SmBiT, dan ?-arrestin-1 yang dilabel dengan LgBiT. Subkloning dilakukan menggunakan PCR-based cloning dari plasmid template. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ?-arrestin-1 berhasil diamplifikasi dan diberi situs restriksi EcoRI dan XbaI, sementara SmBiT tidak berhasil diamplifikasi. Ligasi pada rasio insert-vektor 3:1 dan 5:1 menghasilkan koloni Escherichia coli (E. coli) yang tumbuh pada media penambahan antibiotik yang sesuai, tetapi PCR koloni tidak berhasil memverifikasi keberadaan hasil ligasi pada DNA ?-arrestin-1 dan LgBiT. Hasil ini mengindikasikan bahwa konstruksi kedua plasmid biosensor belum berhasil dilakukan dan memerlukan optimasi lebih lanjut.

2025
👤 Penulis: Anien Aulia Hanifa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Biosensor Plasmid 🏷️ Modulasi Pensiunalan Receptor G-Protein

ANALISIS PERBANDINGAN METODE ESTIMATOR LINIER UNTUK PEMODELAN GEOMETRI ENDAPAN DARI SISA HASIL PENGOLAHAN DI BLOK I PT XYZ

Menurut Permen ESDM No 25 Tahun 2018, Sisa hasil pengolahan atau biasa dikenal dengan tailing merupakan material residu atau produk samping yang tersisa setelah proses pengolahan dan/atau pemurnian mineral atau batubara. Material ini perlu dikelola dengan hati-hati karena dapat berdampak terhadap lingkungan. Namun, tailing timah aluvial masih sering mengandung kadar timah dan mineral berharga lainnya yang bisa diolah lebih lanjut sehingga penting untuk mengestimasi volumenya. Penelitian ini membandingkan lima metode estimasi volume yaitu inverse distance square, nearest neighbor point, moving average, ordinary kriging, dan ordinary cokriging dengan variasi ukuran grid 12.5 m × 12.5 m, 25 m × 25 m, dan 50 m × 50 m. Proses estimasi dilakukan dengan memotong topografi dan bottom dari masing-masing metode estimasi menggunakan perangkat lunak Isatis.neo. Berdasarkan hasil validasi dan volume, metode ordinary cokriging terbukti paling akurat untuk mengestimasi volume karena adanya penambahan variabel sekunder berupa data ground penetrating radar. Hal ini ditunjukkan oleh nilai korelasi, intercept, dan slope yang stabil, yaitu 0.83, -1.45, dan 0.576. Selain itu, hasil volume yang didapat dari metode ordinary cokriging juga memiliki perbedaan yang paling kecil dengan volume baseline dengan rentang perbedaan hanya 0-1%.

2025
👤 Penulis: Muhammad Adila Asfani
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Geologi Mineral 🏷️ Kecerdasan Buatan

IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN DI RANTAI PASOKAN BERKELANJUTAN DAN HIJAU DALAM INDUSTRI PAKAIAN OLAHRAGA

Krisis lingkungan global yang mendesak telah ntensifkan pengawasan pada industri fashion dan pakaian olahraga, dengan perhatian khusus pada jejak ekologis merek global seperti Nike. Di tengah meningkatnya tuntutan konsumen dan regulasi akan transparansi, Nike luncurkan kampanye "Move to Zero", yang bertujuan untuk mencapai nol emisi karbon dan limbah. Namun, ketulusan dan efektivitas komitmen ini—terutama dalam produk bervolume tinggi seperti merchandise Sportswear—telah dipertanyakan, dengan para kritikus mengutip kesenjangan antara narasi publik dan realitas operasional. Studi ini menyelidiki strategi Nike dalam menerapkan manajemen rantai pasokan berkelanjutan dan hijau (SSCM) dalam produksi pakaian Sportswear-nya, membandingkan praktiknya dengan praktik Adidas dan Puma. Dengan menggunakan desain kualitatif eksploratif, penelitian ini menganalisis laporan keberlanjutan perusahaan, literatur akademis, data LSM, dan investigasi media melalui tinjauan literatur tematik dari artikel-artikel terpilih yang disusun menggunakan Model PRISMA V2 dan pengelompokan kata kunci analitik jaringan menggunakan VosViewer. Temuan utama mengungkapkan bahwa meskipun Nike telah membuat kemajuan—seperti mengintegrasikan 40% polyester daur ulang dan mengadopsi logistik berbasis AI—kelemahan signifikan tetap ada, termasuk transparansi pemasok yang terbatas melampaui Tier 1, risiko greenwashing, dan skalabilitas minimal dari inisiatif sirkular. Dibandingkan dengan Adidas dan Puma, Nike tertinggal dalam indeks transparansi dan pengurangan emisi yang terverifikasi. Studi ini menyimpulkan bahwa upaya SSCM Nike saat ini berada pada tahap transisi: ambisius secara retoris tetapi tidak konsisten secara operasional. Rekomendasi termasuk memperluas pengungkapan rantai pasokan, berinvestasi dalam energi terbarukan tingkat pemasok, mengadopsi sertifikasi pihak ketiga, dan meningkatkan skala program sirkularitas. Wawasan ini berkontribusi pada wacana akademis tentang SSCM sambil menawarkan panduan yang dapat ditindaklanjuti untuk menyelaraskan narasi merek dengan hasil lingkungan yang terukur. Penelitian di masa depan harus berfokus pada pengumpulan data primer, penilaian siklus hidup, dan kesiapan peraturan untuk lebih memvalidasi dan memperluas temuan ini.

2025
👤 Penulis: Daiyan Dzikri Divardhika Putraelrizky
🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Berkelanjutan 🏷️ Hidrologi Industri Fashion 🏷️ Energi Terbarukan

ANALISIS POTENSI CONTINUOUS CELL LINE BHK21, VERO, DAN RK13 SEBAGAI SUBSTRAT PENGGANTI MRC5 UNTUK PERTUMBUHAN VIRUS RUBELLA : STUDI PROLIFERASI SEL, TITER VIRUS, DAN KARAKTERISTIK GEN E1 RUBELLA

Virus rubella (RUBV) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global, terutama karena dampaknya pada wanita hamil dan risiko terjadinya sindrom rubella kongenital. Dalam pengembangan vaksin, dibutuhkan substrat seluler yang aman, stabil, dan mendukung replikasi virus secara efisien. Saat ini, MRC5 sebagai sel fibroblas diploid manusia digunakan secara luas, namun memiliki keterbatasan berupa masa hidup sel yang terbatas dan isu etis terkait asal-usulnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tiga jenis continuous cell line sebagai kandidat pengganti MRC5, yaitu Vero, BHK21 dan RK13 melalui studi proliferasi, perhitungan titer virus setelah infeksi, serta karakteristik gen E1 RUBV. Metode eksplorasi diperoleh dengan studi proliferasi (morfologi, viabilitas, densitas, dan nilai population doubling time/PDT) pada setiap cell line. Kandidat sel dengan profil proliferasi terbaik diuji lebih lanjut untuk menilai kemampuannya dalam mendukung replikasi RUBV. Titer virus diukur menggunakan metode CCID??, sementara penentuan urutan gen E1 dilakukan untuk memastikan kestabilan genetik virus selama propagasi. Hasil menunjukkan bahwa seluruh sel memiliki morfologi khas yang mencerminkan jaringan asalnya dan viabilitas tinggi (> 95%). Sel Vero memiliki densitas dan nilai PDT terbaik, yaitu 1,6 hari sehingga dilanjutkan ke tahap inokulasi virus. RUBV yang dikultur ke sel Vero dan sel MRC5 menghasilkan nilai potensi sebesar 5,53 logCCID50/mL dan 4,53 log CCID50/mL pada hari ke 14. Analisis genetik menunjukkan tidak adanya mutasi pada gen E1 dibandingkan dengan sekuens referens. Dengan demikian, sel Vero berpotensi sebagai kandidat alternatif pengganti sel MRC5 untuk pertumbuhan RUBV dalam aspek proliferasi sel, hasil titer virus, dan stabilitas genetik. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan vaksin rubella yang berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Kiki Bayu Wardhani
🏷️ Pertumbuhan Sel 🏷️ Virus Rubella 🏷️ Stabilisasi Genetik Virus

OPTIMALISASI UNIT KOAGULASI, FLOKULASI DAN SEDIMENTASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PULOGADUNG, JAKARTA TIMUR

Kapasitas produksi IPA Pulogadung saat ini telah mencapai 4.600 lps, melebihi kapasitas desain awal 4.000 lps. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas air, memperpendek umur unit, dan menimbulkan kerugian di masa mendatang. Tugas akhir ini bertujuan mengevaluasi parameter desain dan kendala operasional pada unit koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi, serta merumuskan alternatif solusi yang cocok diterapkan dengan kondisi eksisting. Hasil evaluasi menunjukkan ketidaksesuaian desain pada waktu detensi, nilai G×Td, dan headloss di unit koagulasi; gradien kecepatan dan kecepatan tip pada unit flokulasi; serta beban pelimpah pada unit sedimentasi. Kendala operasional berupa pembentukan busa di unit koagulasi dan flokulasi. Alternatif terpilih meliputi penambahan unit koagulasi baru, penggunaan koagulan Aluminium Chloro Hydrate (ACH) dan PolyDADMAC, penyesuaian kecepatan pengadukan, penambahan carbon activated powder (CAP), serta pemasangan pipa perforasi pada sedimentasi. Estimasi biaya investasi untuk unit koagulasi yaitu mencapai Rp 6,9 miliar dan untuk unit sedimentasi mencapai Rp 353 juta dengan biaya operasional sekitar Rp 137,6 miliar. Analisis kelayakan finansial menunjukkan nilai BCR sebesar 1,77, NPV positif, dan payback period kurang dari satu tahun, sehingga proyek ini dinilai layak dan menguntungkan untuk dilakukan.

2025
👤 Penulis: Sinta Erguna Putri
🏷️ Optimisasi Proses Pengolahan Air 🏷️ Analisis Kendala Operasional

OPTIMASI FORMULA LIPOSOM SIMVASTATIN SERTA UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK TERHADAP TRIPLE NEGATIVE BREAST CANCER (TNBC) SECARA IN VITRO

Triple negative breast cancer (TNBC) adalah jenis kanker payudara yang memiliki prognosis paling buruk karena penargetan terapinya yang paling sulit. Pengobatan TNBC yang saat ini digunakan umumnya berupa kemoterapi sistemik. Hingga saat ini, pengembangan terkait terapi TNBC terus dilakukan. Metode yang saat ini kerap dikembangkan adalah dengan memanfaatkan zat aktif yang sudah teruji klinis atau dikenal dengan drug repurposing. Salah satu kandidat drug repurposing adalah zat aktif golongan statin yang bersifat lipofilik karena permeabilitasnya pada membran yang lebih baik. Salah satunya berupa simvastatin. Pengembangan simvastatin dalam terapi kanker salah satunya dengan modifikasi sistem penghantaran berupa nanopartikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula liposom simvastatin dengan diameter ukuran partikel dan indeks polidispersitas yang rendah serta efisiensi enkapsulasi yang tinggi. Optimasi formula dilakukan dengan memvariasikan perbandingan lipid 1,2-dioleyl-sn-glycero-3-phospoetanolamine (DOPE) dan kolesterol dan variasi konsentrasi zat aktif. Formula optimal liposom simvastatin yang didapat berupa liposom dengan konsentrasi perbandingan lipid 1,2-dioleyl-sn-glycero-3phospoetanolamine (DOPE) dan kolesterol 9:2 dan dengan total konsentrasi 2,75 mM dengan konsentrasi simvastatin yang 10% dari total konsentrasi lipid. Hasil karakterisasi formula optimal berupa diameter ukuran partikel 96,14 ± 10,29 nm, indeks polidispersitas 0,264 ± 0,03, dan efisiensi enkapsulasi 85,54 ± 6,583%. Kemudian liposom dengan formula optimal tersebut dikarakterisasi dengan Transmission Electron Microscopy (TEM) dan menghasilkan liposom berbentuk spheres. Liposom simvastatin kemudian diuji sitotoksisitasnya dan dibandingkan dengan sitotoksisitas simvastatin bebas pada sel mammary carcinoma 4T1 pada konsentrasi 5; 10; 20; 40; 60; dan 80 µM. Hasil uji menunjukkan efek sitotoksisitas liposom simvastatin dan simvastatin bebas tidak memiliki perbedaan bermakna.

2025
👤 Penulis: Ummu Kalsum
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

NOSTALGIA AND BEYOND: FAKTOR PSIKOLOGIS YANG MENDORONG KEBANGKITAN TREN 2000-AN DAN NIAT BELI DI TIKTOK DI KALANGAN GEN Z DI DAERAH JABODETABEK

Penelitian ini mengkaji bagaimana faktor psikologis— nostalgia, lingkungan sosial, tren, kepercayaan terhadap pengaruh influencer, serta sumber hiburan— membentuk persepsi Generasi Z terhadap kembalinya tren tahun 2000an di TikTok serta peningkatan minat beli terhadap produk atau layanan terkait. Penelitian ini menarik responden Gen Z berusia 18–28 tahun yang berasal dari wilayah Jabodetabek, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif setelah adanya kendala reliabilitas yang membatasi penggunaan analisis regresi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konten bernuansa nostalgia dan dibagikan secara sosial, disertai dengan kepercayaan terhadap influencer dan pesan yang mudah diterima, menjadi pendorong utama keterlibatan audiens. Sementara itu, nilai hiburan dan kebangkitan tren menunjukkan konsistensi interpretasi yang beragam. Meskipun nostalgia dapat menumbuhkan ikatan emosional, faktor ini tidak secara langsung mendorong minat beli; sebaliknya, autentisitas, pengaruh teman sebaya, dan kredibilitas kreator memiliki peran yang lebih kuat. Studi ini menyarankan agar pemasar dan pembuat konten dapat lebih efektif menarik perhatian Gen Z melalui strategi yang relevan secara emosional, selaras dengan budaya, dan autentik, serta merekomendasikan penelitian selanjutnya dengan jumlah sampel yang lebih besar, lebih beragam, dan menggunakan instrumen pengukuran yang lebih matang.

2025
👤 Penulis: Firda Salsabila
🏷️ Nostalgia 🏷️ Gen Z 🏷️ Tiktok

PERILAKU KEUANGAN DALAM PASAR MODAL INDONESIA

Sejumlah investor besar ritel baru, khususnya dari kalangan muda, telah memasuki pasar saham Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini telah mengubah cara pasar beroperasi dan perilaku para pelakunya. Studi ini meneliti bagaimana bias perilaku seperti overconfidence (percaya diri berlebihan), herd behavior (perilaku ikut-ikutan), loss aversion (penghindaran kerugian), anchoring, dan mental accounting memengaruhi keputusan investasi investor ritel muda di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teknik Systematic Literature Review (SLR) untuk mengkaji studi empiris dan teoritis yang ada dari tahun 2020 hingga 2024. Studi ini berdasarkan pada teori perilaku keuangan yang menggabungkan psikologi dan ekonomi untuk menjelaskan mengapa individu sering gagal membuat keputusan investasi yang rasional. Metodologi PRISMA digunakan untuk memilih artikel secara sistematis, dan VOSviewer digunakan untuk analisis bibliometrik serta pemetaan kata kunci. Data sekunder diperoleh dari basis data Scopus, EBSCO, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bias-bias tersebut memiliki dampak besar terhadap perilaku investor, yang sering kali menyebabkan keputusan keuangan yang buruk dan meningkatkan volatilitas pasar. Studi ini menekankan perlunya inisiatif seperti program literasi keuangan dan intervensi perilaku untuk mengurangi dampak negatif dari bias tersebut. Penelitian ini memberi pemahaman kita tentang perilaku keuangan di negara berkembang dengan mengidentifikasi faktor psikologis utama yang memengaruhi kebiasaan investasi ritel di Indonesia, serta memberikan masukan bagi pembuat kebijakan dan pendidikan dalam pengambilan keputusan yang lebih baik.

2025
👤 Penulis: Athaya Pradisha Subagdja
🏷️ Perilaku Keuangan 🏷️ Psikologi Ekonomi 🏷️ Analisis Bibliometrik

PENGARUH SUPLEMENTASI ION CU DAN ZN TERHADAP AKTIVITAS DAN STABILITAS PROTEIN SUPEROKSIDA DISMUTASE CITRUS LIMON (SOD_CL ) DAN SOD_CL GLIADIN (GLISOD_P61) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

GliSOD_P61 adalah protein fusi Cu,Zn Superoksida Dismutase Citrus limon (SOD_Cl) dan gliadin P61, dengan permeabilitas yang lebih baik namun aktivitas yang lebih rendah. Struktur kristal protein SOD_Cl menunjukan rendahnya okupansi ion Cu yang berdampak pada aktivitasnya. Aktivitas yang rendah pada GliSOD_P61 diduga karena keberadaan peptida gliadin yang menurunkan okupansi atau inkorporasi ion Cu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi ion logam Cu dan Zn terhadap aktivitas dan stabilitas protein SOD_Cl dan GliSOD_P61 sebagai antioksidan. Kedua protein diekspresikan dalam E. coli BL21(DE3), dengan penambahan CuSO4 dan ZnC2 dalam media pertumbuhan. Protein dimurnikan menggunakan kromatografi afinitas Ni-NTA dan dikarakterisasi. Kadar logam Cu dan Zn pada protein diukur menggunakan ICP-OES. Aktivitas enzimatik ditentukan dengan metode reduksi NBT-riboflavin. Kestabilan kedua protein pada pH asam (pH 2) serta terhadap enzim proteolitik tripsin dilakukan dengan metode zimografi. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan kadar ion Cu dan Zn seiring dengan peningkatan aktivitas pada kedua protein yang pada kondisi overproduksinya disuplementasi dengan ion Cu dan Zn. Bentuk apoenzyme kedua protein yang di suplementasi dengan CuSO4 dan ZnCl2 secara in vitro memiliki aktivitas enzimatik lebih baik dibandingkan suplementasi selama kondisi overproduksi. GliSOD_P61 menunjukan kestabilan lebih baik setelah inkubasi dengan EDTA, pH asam serta tripsin. Hal ini menunjukan bahwa peningkatan okupansi ion Cu dan Zn pada protein berkaitan dengan aktivitas enzim dan keberadaan peptida gliadin tidak menghalangi okupansi atau inkorporasi ion Cu ke dalam protein. Keberadan peptida gliadin meningkatkan kestabilan terhadap EDTA, pH asam dan terhadap protease tripsin.

2025
👤 Penulis: Qonita Aliya Kalimatillah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PENENTUAN PROBABILITAS KESTABILAN LERENG JENUH PARSIAL MENGGUNAKAN METODE REGRESI LOGISTIK BINER

Kestabilan lereng merupakan faktor krusial dalam proses perencanaan serta upaya mitigasi risiko geoteknik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model probabilitas kestabilan lereng dengan memperhitungkan kondisi ketidakjenuhan menggunakan pendekatan regresi logistik biner. Pemilihan metode ini didasarkan pada kemampuannya dalam memetakan hubungan antara variabel-variabel independen, seperti berat satuan tanah, kohesi, sudut gesek dalam, kemiringan, dan ketinggian lereng, terhadap kemungkinan terjadinya longsor,

2025
👤 Penulis: Muhammad Khalid Umardano
🏷️ Kestabilan Lereng 🏷️ Analisis Logistik 🏷️ Geoteknik

INTEGRASI PRODUKSI BIOHIDROKARBON DAN BIOFIKSASI CO2 OLEH NANNOCHLOROPSIS OCULATA MELALUI JALUR FATTY ACID PHOTODECARBOXYLASE BERBASIS LIMBAH CAIR TAHU

Produksi biohidrokarbon berpotensi mengatasi defisit neraca perdagangan minyak mentah Indonesia. Penelitian ini mengusulkan strategi terintegrasi pertama yang menggabungkan: (1) bioremediasi limbah cair tahu (LCT), (2) biofiksasi CO2 in situ, dan (3) produksi in vivo alkana rantai-C17 menggunakan fatty acid photodecarboxylase (FAP) alami pada Nannochloropsis oculata. Kultivasi fed-batch dalam fotobioreaktor 1 L (volume kerja 500 mL, 11 hari) mengoptimalkan cahaya biru (450 nm), laju udara (1- 3 L·min?¹), konsentrasi LCT (10 %-v), dan rasio molar N:P (16:1 vs. 5:1). Hasil eksperimental menunjukkan variasi Laju udara 2 L·min?¹ optimal untuk pertumbuhan biomassa (puncak 2,05 g·L?¹ pada LCT 10%-v) dan fiksasi CO2 (0,313 g·L?¹·hari?¹). Kemudian, LCT 10%-v menghasilkan profil asam lemak ideal (C14:78,21%; C16:15,32%) yang kompatibel dengan FAP, menghasilkan hidrokarbon C17 6.47%-area. Adapun Rasio N:P 5:1 meningkatkan lipid (33-35%-bk) tetapi menekan ekspresi FAP melalui defisiensi nitrogen yang mengganggu sintesis domain pengikat flavin adenine dinucleotide (FAD) pada enzim, menghilangkan C17.Kombinasi optimal (LCT 10%-v dengan cahaya biru dan aerasi 2 L·min?¹ tanpa modifikasi N:P) menghasilkan produktivitas biomassa 0,18 g·L?¹·hari?¹ dan yield C17 tertinggi dengan pembacaan pada GC-FID sebesar 6,47 %-area. Studi ini membuktikan konsep produksi biohidrokarbon berkelanjutan melalui sinergi bioremediasi limbah tahu (COD awal 11,054.4 mg·L?¹), biofiksasi CO2 (1,95 g· CO2 ·g?¹ biomassa), dan konversi enzimatis in vivo pada kondisi ambient. Potensi aplikasi industri didukung oleh eliminasi kebutuhan ekstraksi enzim, katalis logam mulia, input hidrogen, dan energi termal.

2025
👤 Penulis: Khalfan Tavi Rizki Bochari
🏷️ Biohidrokarbon 🏷️ Nannochloropsis Oculata 🏷️ Kombinasi Bioremediasi Dan Biofiksasi Co2

PERAN KECERDASAN BUATAN DALAM MENDUKUNG MANA- JEMEN GUDANG BERKELANJUTAN UNTUK MENCAPAI KELANJU- TAN RANTAI PASOK

Industri rantai pasok telah berevolusi dari penggunaan alat manual seperti forklift menuju otomatisasi canggih yang didukung kecerdasan buatan (AI). Studi ini membahas peran AI da- lam manajemen gudang berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan efisiensi sekaligus pen- gurangan emisi karbon, limbah inventori, dan penggunaan energi berlebihan. Penerapan uta- manya mencakup analitik prediktif, otomatisasi robotik, dan sistem optimasi energi yang se- jalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 9, SDG 12, dan SDG 13. Namun, terdapat tantangan seperti biaya implementasi tinggi, risiko penggantian tenaga kerja, serta jejak lingkungan dari infrastruktur AI. Dengan pendekatan kualitatif ber- basis data sekunder, penelitian ini memberikan wawasan bagi pelaku industri dan pembuat ke- bijakan, menekankan pentingnya adopsi AI yang bertanggung jawab, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta investasi dalam teknologi hemat energi untuk mewujudkan transformasi gudang yang berkelanjutan dan inklusif.

2025
👤 Penulis: Fikri Siswoto Kadelan Denan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pengurangan Emisi Karbon

STUDI KEBIJAKAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK TERPUSAT SKALA PERMUKIMAN MENUJU KEBERLANJUTAN SANITASI AMAN DI KAWASAN PADAT PENDUDUK (STUDI KASUS: KELURAHAN SUKAWARNA, KELURAHAN CICAHEUM, KELURAHAN BANDUNG WETAN, KELURAHAN KARASAK, KOTA BANDUNG)

Pertumbuhan wilayah perkotaan memicu permasalahan sanitasi yang menurunkan daya dukung lingkungan. Keterbatasan lahan dan meningkatnya kepadatan penduduk menjadikan tingginya kebutuhan sanitasi menuntut pengelolaan yang berkelanjutan. Pemerintah Indonesia mendorong pembangunan IPAL-Komunal berbasis masyarakat di berbagai kota, termasuk Kota Bandung, untuk mendukung target SDGs, khususnya akses sanitasi aman 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan air limbah domestik skala komunal di Kota Bandung untuk mendukung keberlanjutan sanitasi aman di kawasan padat penduduk. Studi dilakukan di empat kelurahan di Kota Bandung yaitu Karasak, Sukawarna, Bandung Wetan, dan Cicaheum dengan 174 responden dari pengelola dan pengguna. Keberlanjutan dinilai menggunakan RAPFISH pada lima aspek: teknis, kelembagaan, finansial, sosial, dan lingkungan. Hasil menunjukkan skor keberlanjutan berkisar 50,86–73,91 yang mencerminkan status cukup berkelanjutan. Analisis leverage mengidentifikasi faktor paling berpengaruh yaitu kondisi fisik IPAL, peran pemerintah, partisipasi masyarakat, dan persepsi terhadap kualitas lingkungan. Evaluasi kebijakan dengan evaluasi formatif berdasarkan enam kriteria William Dunn menunjukkan efektivitas kebijakan masih rendah. Selanjutnya, analisis SWOT menunjukkan seluruh lokasi berada pada kuadran I dengan skor IFAS antara 1,76–3,77 dan EFAS antara 1,57–2,97, yang mengarah pada strategi agresif berbasis kombinasi kekuatan dan peluang. Strategi kebijakan yang disarankan mencakup penguatan kelembagaan, pendampingan teknis, pengaturan tarif berbasis regulasi, serta peningkatan partisipasi dan edukasi masyarakat. Temuan ini menunjukkan perlunya kebijakan yang lebih adaptif dan kolaboratif untuk menjamin keberlanjutan sistem pengelolaan sanitasi di wilayah padat penduduk.

2025
👤 Penulis: Siti Fanira Nazhipah
🏷️ Sanitasi Amenity 🏷️ Kawasan Perkotaan 🏷️ Pengelolaan Air Limbah Komunal

ANALISIS PREVALENSI MASALAH KESEHATAN JIWA DAN HUBUNGANNYA DENGAN RIWAYAT NON-COMMUNICABLE DISEASES PADA PEGAWAI SALAH SATU PERGURUAN TINGGI DI BANDUNG

Kesehatan jiwa dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan fisik seseorang, termasuk apabila pasien menderita Non-Communicable Disease (NCD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi masalah kesehatan jiwa pada populasi pegawai di sebuah peruguruan tinggi negeri di Indonesia dan melihat hubungan antara masalah kesehatan jiwa dengan NCD serta riwayat pengobatan NCD. Desain penelitian adalah observasi potong lintang retrospektif dengan teknik total sampling. Prevalensi dihitung berdasarkan proporsi pegawai yang mengalami masalah kesehatan jiwa sedangkan hubungan variabel diuji menggunakan Chi-Square. Analisis prevalensi dilakukan dengan menghitung proporsi pegawai yang mengalami masalah kesehatan jiwa terhadap total pegawai. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi pegawai yang mengalami masalah kesehatan jiwa adalah sebesar 5,40%. Terdapat hubungan signifikan antara kejadian masalah kesehatan jiwa dengan kelompok usia sedangkan variabel jenis kelamin, IMT, hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, bronchopulmonary diseases, joint diseases, jumlah riwayat penyakit NCD, dan riwayat pengobatan NCD tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan masalah kesehatan jiwa.

2025
👤 Penulis: Fahma Alfatiya Afifah
🏷️ Kesehatan Jiwa 🏷️ Non-Communicable Diseases (Ncd) 🏷️ Analisis Prevalensi

PEMANFAATAN LIMBAH TOMAT SEBAGAI PENYERAP ETILEN DALAM KEMASAN PANGAN UNTUK MENUNJANG EKONOMI SIRKULAR

Tanaman tomat adalah salah satu varietas tumbuhan yang buahnya memiliki tingkat produktivitas tinggi di Indonesia. Peningkatan angka produksi tomat dari tahun ke tahun sejalan dengan banyaknya limbah yang dihasilkan. Banyaknya limbah yang dihasilkan dan langsung dibuang tersebut dapat berpotensi menghasilkan penumpukan limbah makanan dan mampu mendatangkan berbagai dampak buruk. Padahal, limbah tanaman tomat mengandung lignoselulosa yang merupakan sumber karbon paling dasar di bumi. Salah satu cara untuk menindaklanjuti peningkatan limbah tanaman tomat pada adalah dengan mengolahnya menjadi biochar. Bagian dari limbah tanaman tomat yang berpotensi untuk diolah menjadi biochar adalah batangnya karena memiliki kandungan lignoselulosa yang tinggi. Biochar yang dihasilkan dapat dimaksimalkan manfaatnya dengan cara dimodifikasi ke dalam kemasan untuk memperpanjang umur simpan buah tomat yang cepat busuk. Hal ini terkait dengan fungsi biochar sebagai adsorben dalam menyerap etilen selaku hormon pengendali pematangan buah. Siklus ini dapat mendukung sirkular ekonomi. Proses pembuatan biochar terdiri dari persiapan bahan baku, karbonisasi, dan karaterisasi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh variasi temperature, ukuran bahan baku, dan perlakuan microwave terhadap performa biochar. Variasi temperature yakni pirolisis dengan temperature 350oC dan 700oC, variasi ukuran berupa 20-40 mesh dan 10-20 mesh, serta perlakuan tanpa microwave, microwave dengan daya 450 watt selama 10 menit, dan 20 menit. Adapun untuk menilai karakteristik serta kinerja karbon aktif dari setiap variasi dilakukan dengan uji kadar abu, SEM-EDS, BET, FTIR dan uji kadar penyerapan dengan ethylene gas detector. Didapatkan bahwa temperatur adalah aspek yang berpengaruh palng signifikan terhadap perolehan yield, karakteristik, dan performa biochar.

2025
👤 Penulis: Aurelia Thedrica Keleopas
🏷️ Bioenergi 🏷️ Kemahan Makanan 🏷️ Sirkular Ekonomi
Halaman 358 dari 6754
💬