📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

EVALUASI AKTIVITAS ANTI-METASTASIS NANOSTRUCTURED LIPID CARRIER MENGANDUNG SIMVASTATIN PADA TRIPLE NEGATIVE BREAST CANCER (TNBC)

Triple Nega????ve Breast Cancer (TNBC) merupakan sub????pe kanker payudara dengan prognosis terburuk karena ????dak adanya reseptor hormon ataupun human epidermal growth factor receptor 2 (HER2) menjadikan deteksi dan pengobatan dari TNBC sulit dilakukan. Selain itu, TNBC juga memiliki karakteris????k berupa kemampuan metastasis yang ????nggi dengan metastasis umum terjadi pada organ viseral seper????paru-paru, ha????, dan otak yang secara signifikan menurunkan ????ngkat kelangsungan hidup pasien. Simvasta????n sebagai obat golongan HMG-CoA reductase diketahui memiliki ak????vitas an????-kanker dan an????-metastasis melalui inhibisi jalur mevalonat pada sel kanker. Studi terhadap simvasta????n yang diinkorporasikan ke dalam nanostructured lipid carrier (NLC-sim) yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa NLC-sim memberikan efek sitotoksik terhadap sel 4T1 yang merupakan model sel TNBC. Peneli????an ini bertujuan untuk mengembangkan studi yang telah dilakukan sebelumnya untuk mengetahui ak????vitas an????-metastasis dari NLC-sim, beserta studi mekanisme pelepasan dan mekanisme uptake terhadap sel 4T1 dari NLC-sim untuk mendukung pemahaman terkait dengan mekanisme kerja NLC-sim terhadap TNBC. NLC-sim yang diperoleh pada peneli????an ini memiliki ukuran par????kel 201,27 ± 6,56 nm; indeks polidispersitas sebesar 0,22 ± 0,06; efisiensi enkapsulasi sebesar 97,49 ± 0,98%; dan bentuk sferis. Berdasarkan uji mekanisme pelepasan dan mekanisme uptake, diperoleh bahwa pelepasan simvasta????n dari NLC mengiku????model Hixson-Crowell pada pH 7,4 dan model Higuchi pada pH 5,5 dengan uptake ke dalam sel terjadi melalui mekanisme endositosis dan non-endositosis yang ditandai dengan adanya uptake pada kelompok perlakuan yang diinkubasi pada suhu 37°C dan 4°C. Adapun dari evaluasi ak????vitas an????-metastasis pada NLC-sim menggunakan scratch assay, didapatkan bahwa NLC-sim mampu menghambat migrasi sel 4T1 lebih baik dibandingkan dengan simvasta????n bebas. Hal tersebut menunjukkan bahwa NLC-sim memiliki ak????vitas an????-metastasis terhadap TNBC yang sangat menjanjikan.

2025
👤 Penulis: Salmahitasya Raniaputri
🏷️ Kanker Payudara 🏷️ Metastasis Kanker 🏷️ Nanokarrier

ESTIMASI SIMPANAN KARBON DAN PENGARUHNYA TERHADAP BIOMASSA KOPI ARABIKA PADA SISTEM AGROFORESTRI DI JAWA BARAT

Kopi arabika (Coffea arabica) merupakan salah satu komoditas perkebunan penting yang banyak dibudidayakan di dataran tinggi Jawa Barat. Sistem agroforestri yang memadukan tanaman kopi dengan pohon penaung telah lama digunakan untuk meningkatkan produktivitas kopi dan menjaga kualitas lahan. Keberadaan pohon penaung tidak hanya melindungi tanaman kopi dari intensitas cahaya berlebih, tetapi juga berkontribusi pada penambahan bahan organik tanah melalui guguran daun dan akumulasi biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi simpanan karbon pada empat lokasi agroforestri kopi arabika di Jawa Barat (RPH Genteng-Manglayang, Gunung Geulis, Gunung Puntang, dan RPH Cibatu) serta mengkaji hubungan biomassa kopi dengan komponen penyimpan karbon lainnya. Data dikumpulkan melalui inventarisasi pohon peneduh dalam plot 20 m x 20 m, tanaman kopi dalam plot 5 m x 5 m, pengambilan sampel tumbuhan bawah dan serasah dalam plot 1 m x 1 m, dan tanah tiga titik diagonal dalam plot ukuran 20 m × 20 m. Estimasi biomassa pohon dilakukan menggunakan persamaan allometrik, sedangkan karbon tumbuhan bawah, serasah, dan tanah dianalisis secara laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpanan karbon total tertinggi terdapat di Gunung Puntang (218,69 ton/ha), diikuti Geulis (218,21 ton/ha), Manglayang (190,45 ton/ha), dan terendah di Garut (111,62 ton/ha). Pohon peneduh merupakan komponen dominan penyimpan karbon, dengan kontribusi mencapai 85-90% dari total simpanan karbon di setiap lokasi. Biomassa kopi menunjukkan hubungan yang bervariasi dengan simpanan karbon pohon peneduh, dipengaruhi oleh faktor kerapatan tajuk dan intensitas pencahayaan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan struktur tegakan peneduh yang optimal menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi fungsi mitigasi karbon pada sistem agroforestri kopi arabika di Jawa Barat yang mendukung pertumbuhan tanaman kopi arabika.

2025
👤 Penulis: Safina Dwiyanti Syahputri
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGARUH MEDIA HIBURAN BERTEMA KEUANGAN TERHADAP MOTIVASI LITERASI KEUANGAN GENERASI Z DI INDONESIA

Penelitian ini mengkaji hubungan antara konsumsi media hiburan bertema keuangan dan motivasi literasi keuangan Generasi Z di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada tiga variabel independen: keragaman konten yang dikonsumsi, format konten (konten singkat vs. tradisional), dan frekuensi konsumsi, dengan motivasi literasi keuangan sebagai variabel dependen. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan menggunakan kuesioner online terstruktur yang didistribusikan melalui teknik sampling purposive dan snowball kepada responden dalam populasi target. Data yang dikumpulkan dari survei dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson untuk menilai hubungan antara variabel, dan uji reliabilitas. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi media hiburan bertema keuangan memiliki hubungan positif yang signifikan dengan motivasi literasi keuangan, terutama untuk konten singkat yang diakses melalui platform seperti TikTok, YouTube Shorts, dan Instagram Reels. Temuan ini menyoroti potensi integrasi pendidikan keuangan ke dalam format hiburan untuk melibatkan audiens muda secara efektif. Rekomendasi diberikan kepada pendidik, pembuat kebijakan, dan pembuat konten untuk memanfaatkan media sebagai alat untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan Generasi Z.

2025
👤 Penulis: Muhammad Naufal Musyaffa
🏷️ Motivasi Literasi Keuangan 🏷️ Pendidikan Kebijaksanaan Keuangan 🏷️ Media Hiburan

SIMULASI ELEKROMAGNETIKA-HIDRODINAMIKA ABLASI LASER FEMTOSECOND DENGAN METODE FINITE DIFFERENCE TIME DOMAIN DAN LATTICE BOLTZMANN

This thesis focuses on the numerical modelling of the multiple physics involved in ultrashort laser interaction with a metal. The understanding of this interaction plays crucial role in various industries, namely in biomedicine, nanotechnology manufacturing, and materials processing. The Finite-Difference Time-Domain method along with the Drude model is utilized to solve the Maxwell’s equations that governs the laser propagation as it interacts with the metal. The comparison between FDTD and analytically calculated source term is discussed. The Two-Temperature Model is solved with the Lattice Boltzmann Method to calculate the ultrafast energy transfer between electron-lattice heat carriers. The LB method shows good accuracy compared to literature. Moreover, free surface hydrodynamics extended with multiphase tracking is solved with LB to model the melt flow. Finally, the modelling of material ejection due to ablation is attempted. This work highlights the potential development of TTM-LBM as an alternative for ultrashort ablation simulations.

2025
👤 Penulis: Derren Audric Sudarto
🏷️ Elektromagnetika-Hidrodinamika 🏷️ Metode Numerik 🏷️ Lattice Boltzmann Method

SIMULASI ELEKROMAGNETIKA-HIDRODINAMIKA ABLASI LASER FEMTOSECOND DENGAN METODE FINITE DIFFERENCE TIME DOMAIN DAN LATTICE BOLTZMANN

This thesis focuses on the numerical modelling of the multiple physics involved in ultrashort laser interaction with a metal. The understanding of this interaction plays crucial role in various industries, namely in biomedicine, nanotechnology manufacturing, and materials processing. The Finite-Difference Time-Domain method along with the Drude model is utilized to solve the Maxwell’s equations that governs the laser propagation as it interacts with the metal. The comparison between FDTD and analytically calculated source term is discussed. The Two-Temperature Model is solved with the Lattice Boltzmann Method to calculate the ultrafast energy transfer between electron-lattice heat carriers. The LB method shows good accuracy compared to literature. Moreover, free surface hydrodynamics extended with multiphase tracking is solved with LB to model the melt flow. Finally, the modelling of material ejection due to ablation is attempted. This work highlights the potential development of TTM-LBM as an alternative for ultrashort ablation simulations.

2025
👤 Penulis: Derren Audric Sudarto
🏷️ Elektromagnetika-Hidrodinamika 🏷️ Metode Numerik 🏷️ Lattice Boltzmann Method

ANALISIS POTENSI RISIKO KESEHATAN AKIBAT PAJANAN LOGAM BERAT JENIS TIMBAL (PB) DARI PROSES DAUR ULANG AKI TERHADAP KESEHATAN PEKERJA DI INDUSTRI DAUR ULANG AKI BEKAS PT X

Industri daur ulang aki timbal-asam berkontribusi pada pengelolaan limbah berbahaya dan penerapan ekonomi sirkular, namun berisiko menimbulkan pajanan timbal (Pb) yang berdampak negatif pada kesehatan pekerja dan lingkungan. Penelitian ini mengkaji tingkat pajanan Pb melalui rute inhalasi pada pekerja bagian produksi dan non-produksi di salah satu industri daur ulang aki bekas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pajanan timbal (Pb) pada pekerja industri daur ulang aki bekas melalui rute inhalasi menggunakan metode Health Risk Assessment (HRA) pada pekerja di industri daur ulang aki bekas PT X. Pengambilan sampel pajanan Pb pada rute inhalasi dan dermal bertururt dilakukan menggunakan filter MCE pada personal sampling. Berdasarkan NIOSH Method 7300, Issue, konsentrasi logam berat Pb yang tertangkap dalam filter MCE diukur dengan metode X-Ray Fluorescence (XRF). Evaluasi mengenai pajanan pekerja industri daur ulang aki bekas terhadap logam berat Pb melalui inhalasi mengacu pada Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Pengukuran konsentrasi Pb di udara ambien menunjukkan seluruh titik sampling berada di bawah ambang batas OSHA dan NIOSH, dengan nilai tertinggi pada area rotary furnace (0,0086451 mg/m³) dan terendah pada area lead part (0,00016962 mg/m³). Nilai konsentrasi pajanan pekerja (CA) berkisar antara 0,0008744 hperlunya penerapan manajemen risiko untuk meminimalkan dampak kesehatan pekerja di industri daur ulang aki bekas. Manajemen risiko yang dapat dilakukan dengan menerapkan Hierarchy of Contol. ingga 0,0162345 mg/m³, menghasilkan nilai Chronic Daily Intake (CDI) non-karsinogenik 5,4284E-05 hingga 0,00112189 mg/kg.hari dan Hazard Quotient (HQ) 1,33 hingga 27,41. Seluruh pekerja memiliki HQ di atas 1, menandakan adanya risiko nonkarsinogenik, sedangkan nilai Excess Lifetime Cancer Risk (ELCR) berkisar 1,527E-07 hingga 4,861E-06, seluruhnya berada di bawah batas aman internasional (0,0001). Hal ini didukung dengan status karsinogenik logam berat timbal (Pb) yang dikategorikan pada Group 2A, yaitu “probably carcinogenic to humans”. Analisis statistik menunjukkan berat badan berkorelasi negatif signifikan terhadaprasio FEV1/FVC (? = -0,44; p = 0,0189) dan konsentrasi Pb di udara berpengaruh signifikan terhadap CDI. Temuan hazard quotient di atas nilai ambang batas menegaskan perlunya penerapan manajemen risiko untuk meminimalkan dampak kesehatan pekerja di industri daur ulang aki bekas. Manajemen risiko yang dapat dilakukan dengan menerapkan Hierarchy of Contol.

2025
👤 Penulis: Nadine Pavlina N. Tambunan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

EVALUASI DAN PERANCANGAN SISTEM DRAINASE BERBASIS KONSEP ECO DRAINASE SEBAGAI UPAYA KONSERVASI AIR DI UNIVERSITAS PADJDJARAN KAMPUS JATINANGOR

Perkembangan pesat Universitas Padjadjaran (UNPAD) Kampus Jatinangor meningkatkan luasan lahan terbangun, berdampak pada penurunan area resapan alami dan peningkatan volume limpasan air hujan. Meskipun telah mengimplementasikan berbagai infrastruktur konservasi air, sistem yang ada belum terintegrasi secara optimal untuk mengelola limpasan di kawasan padat infrastruktur kampus. Kondisi ini menuntut sistem drainase berbasis lingkungan (eco drainage) yang mampu menahan, menyerap, dan memanfaatkan kembali air hujan di lokasi jatuhnya sebagai alternatif strategis yang mengintegrasikan fungsi hidrologis dengan prinsip keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem drainase eksisting dan merancang eco drainage di UNPAD Kampus Jatinangor (Zona I, III, dan IV) guna mitigasi genangan (flooding) dan konservasi air. Analisis hidrologi dan hidraulika mengidentifikasi titik-titik genangan signifikan akibat kapasitas saluran drainase yang tidak memadai pada Puncak Hujan Desain (PUH) 2 dan PUH 5. Perencanaan ecodrain difokuskan pada konservasi kuantitas air, dengan Rainwater Harvesting (RWH) terpilih sebagai teknologi utama untuk zona tersebut. Meskipun RWH diterapkan pada lima gedung yang sesuai, simulasi PCSWMM menunjukkan genangan masih terdeteksi, sehingga diperlukan redesain dua segmen saluran drainase eksisting untuk meningkatkan kapasitas sistem. Biaya total yang dianggarkan untuk pembangunan RWH (CAPEX) adalah sebesar Rp 531.106.623,00, OPEX RWH sebesar 82.565.970,00/tahun. Sementara itu, biaya redesain saluran mencapai Rp358.272.360,00.

2025
👤 Penulis: Raihan, M.B
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air 🏷️ Konservasi Lingkungan

BAGAIMANA BUY NOW, PAY LATER MEMPENGARUHI PERILAKU BELANJA REMAJA DAN AKUMULASI UTANG DI INDUSTRI FASHION INDONESIA

Penelitian ini menganalisis dampak dari layanan Buy Now, Pay Later (BNPL) terhadap perilaku konsumsi dan tingkat keterlilitan utang remaja Indonesia dalam sektor mode. Seiring berkembangnya industri ritel daring yang semakin banyak mengintegrasikan layanan BNPL, metode pembayaran ini menjadi semakin populer di kalangan remaja berusia 15 hingga 24 tahun karena kemudahannya, kenyamanan penggunaan, dan kemampuannya dalam memenuhi keinginan untuk kepuasan instan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dan melibatkan 157 responden sah melalui survei daring. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 26 dengan pendekatan statistik deskriptif, korelasi, dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BNPL merupakan metode pembayaran yang umum digunakan dalam pembelian produk-produk mode, namun diikuti oleh keterlambatan pembayaran dan peningkatan jumlah utang di kalangan remaja. Data juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan BNPL dengan perilaku konsumtif yang impulsif serta kesadaran akan tanggung jawab keuangan. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun pengguna BNPL menunjukkan tingkat kesadaran terhadap utang, kemudahan layanan tersebut justru turut mendorong perilaku konsumsi yang tidak terkontrol. Penelitian ini mengisi kesenjangan literatur yang ada terkait perilaku keuangan remaja di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Studi ini menekankan pentingnya literasi keuangan, desain layanan keuangan digital yang bertanggung jawab, serta peran regulasi agar penggunaan BNPL tidak mengorbankan kesejahteraan finansial jangka panjang remaja demi kenyamanan sesaat.

2025
👤 Penulis: Arlya Naura Firmania
🏷️ Remaja Indonesia 🏷️ Manajemen Risiko Keuangan 🏷️ Industri Mode Digital

PREDIKSI DAMPAK INJEKSI TRICKLE PADA RESERVOIR GEOTERMAL DOMINASI UAP YANG SUDAH MENGALAMI SUPERHEAT DENGAN PEMODELAN NUMERIK RESERVOIR

Produksi yang berlangsung secara terus-menerus di reservoir geotermal terutama dominasi uap dapat menyebabkan penurunan tekanan dan juga penurunan saturasi air di dalam matriks batuan menuju kedalam kondisi dry-out (batuan hanya memiliki panas dan tidak mengandung fluida lagi). Peristiwa berkurangnya saturasi air matriks diiringi dengan adanya kondisi superheated yaitu temperatur dari fluida lebih tinggi dari temperatur saturasinya. Kondisi dry-out dalam reservoir dapat menyebabkan penurunan produksi secara tajam (Khan dkk., 2010). Untuk menanggulangi dan mencegah kondisi ini, strategi injeksi yang spesifik berbeda dari strategi injeksi konvensional perlu diimplementasikan. Studi ini menyajikan suatu model numerik sederhana yang dikembangkan untuk memodelkan strategi injeksi tersebut yaitu dengan menginjeksikan sejumlah kecil fluida kedalam reservoir secara menyebar (trickle injection). Model yang dibuat dikalibrasi berdasarkan kondisi alamiah dengan menggunakan parameter lapangan yang diketahui, seperti gradien tekanan dan temperatur, distribusi saturasi, perkembangan superheat, serta penurunan tekanan selama masa produksi. Skenario simulasi dilakukan dengan menggunakan model grid dasar dan ukuran grid yang diperkecil baik secara horizontal maupun vertikal untuk mengevaluasi pengaruh reinjeksi terhadap dinamika reservoir dan kinerja produksi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa trickle injeksi dapat memperbaiki laju penurunan produksi dari sekitar 7% menjadi 5% dan memperpanjang umur produksi hingga lima tahun berdasarkan model yang sudah dibuat. Selain itu, fluida yang diinjeksi juga dapat berkontribusi terhadap produksi setelah mengalami proses boiling. Penelitian ini menegaskan pentingnya trickle injeksi pada reservoir yang mengalami superheat sebagai strategi untuk mempertahankan performa reservoir dan meningkatkan produksi uap jangka panjang. Studi ini juga menekankan peran penting simulasi numerik sebagai alat bantu dalam perencanaan dan pengelolaan lapangan geotermal.

2025
👤 Penulis: Maulana Fatwa Putra
🏷️ Hidrologi Geotermal 🏷️ Model Numerik Reservoir 🏷️ Pengendalian Produksi Uap

FORMULASI NANOSUSPENSI KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI (OCIMUM AMERICANUM L.) DAN SAKARIDA UBI JALAR CILEMBU (IPOMEA BATATAS) DAN OPTIMASI MENGGUNAKAN DESAIN BOX-BEHNKEN

Kemangi (Ocimum americanum L.) diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi karena terdapat senyawa metabolit sekunder golongan fenolik. Namun, senyawa aktif ini memiliki stabilitas yang rendah terhadap pengaruh lingkungan seperti suhu, cahaya, dan pH. Oleh karena itu, perlu dilakukan formulasi dalam bentuk sediaan yang stabil. Modifikasi bentuk sediaan menjadi nanopartikel, seperti nanosuspensi, terbukti mampu meningkatkan kestabilan senyawa aktif fenolik. Dalam formulasi nanosuspensi, diperlukan penambahan agen penstabil untuk mencegah agregasi partikel. Sakarida ubi cilembu (Ipomea batatas) berpotensi memberikan perlindungan sterik dengan membentuk penghalang fisik disekitar partikel, sementara modifikasi secara fosforilasi dapat meningkatkan aktivitas antioksidan serta memberikan stabilitas elektrostatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula nanosuspensi ekstrak daun kemangi yang dikombinasikan dengan sakarida ubi cilembu terfosforilasi sebagai penstabil menggunakan desain Box-Behnken. Ekstraksi daun kemangi dilakukan dengan metode UAE (Ultrasound-Assisted Extraction) menggunakan pelarut etanol 60% - asam sitrat 1% (rasio 60:40). Pembuatan nanosuspensi dilakukan menggunakan metode homegenisasi dan ultrasonikasi dengan bahan ekstrak daun kemangi, sakarida ubi cilembu, arginin, dan maltodekstrin. Optimasi formula dilakukan secara bertahap mulai dari metode OFAT (One Factor at a Time), Fractional Factorial design, dan diakhiri dengan Response Surface Methodology menggunakan desain Box-Behnken. Formula optimum kemudian dikarakterisasi dan diuji stabilitasnya dengan uji stabilita jangka pendek selama 28 hari dan Freeze –Thaw. Rendemen ekstrak daun kemangi diperoleh sebesar 6,79 ± 0,01%. Optimasi menghasilkan formula optimum dengan komposisi ekstrak sebesar 1,4%, sakarida 10%, arginin 0,5%, dan maltodekstrin 1%. Formula ini menghasilkan ukuran partikel sebesar 253,8 ± 16,8 nm dengan indeks polidispersitas sebesar 0,269 ± 0,0 dan aktivitas antioksidan sebesar 585,81 mg ± 24,1 AEAC/g. Uji stabilita jangka pendek menunjukkan hasil terbaik pada penyimpanan suhu kulkas dalam bentuk sediaan nanosuspensi kering. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimasi formula nanosuspensi kombinasi ekstrak daun kemangi dan sakarida ubi cilembu menggunakan desain eksperimental Box-Behnken berhasil memenuhi target ukuran partikel serta menunjukkan potensi yang tinggi sebagai agen antioksidan.

2025
👤 Penulis: Rahma Tri Agustin
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK AGROFORESTRI KOPIARABIKA DI JAWA BARAT BERDASARKAN SIFAT FISIK-KIMIATANAH DAN MIKROKLIMAT

Jawa Barat merupakan wilayah strategis untuk pengembangan kopi arabika karena kondisi geografisnya yang berada di dataran tinggi. Namun, selama periode 2020–2024, terdapat tren peningkatan luas lahan kopi arabika yang rusak atau tidak produktif. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan terhadap sistem budidaya, baik akibat degradasi lahan maupun perubahan lingkungan tumbuh, sehingga berdampak pada rendahnya akumulasi biomassa tanaman dan penurunan produktivitas. Agroforestri dapat menjadi solusi karena mampu memperbaiki kualitas lahan serta menciptakan mikroklimat yang sesuai melalui keberadaan pohon penaung. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara karakteristik lingkungan dengan biomassa kopi arabika sebagai parameter pertumbuhan serta mengevaluasi kesesuaian lahannya dalam sistem agroforestri. Penelitian dilakukan di empat lokasi agroforestri kopi arabika di Jawa Barat, yaitu RPH Genteng Manglayang, Gunung Geulis, Gunung Puntang, dan RPH Cibatu Garut. Data dikumpulkan melalui pengukuran lapangan dan analisis laboratorium terhadap parameter mikroklimat (suhu udara, intensitas cahaya, kelembapan udara) dan sifat fisik-kimia tanah (tekstur, bulk density, kadar air, pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd). Analisis data dilakukan menggunakan Principal Component Analysis (PCA), korelasi Spearman, dan evaluasi kesesuaian lahan. Hasil PCA menunjukkan komponen utama F1 dipengaruhi oleh bulk density dan suhu udara (positif) serta kelembapan udara, C-organik, kadar air tanah, dan N-total (negatif), sedangkan komponen utama F2 dipengaruhi oleh pH. Korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif (? = –0,644) antara biomassa kopi dengan F1, artinya biomassa lebih rendah pada lokasi dengan C-organik, N-total, dan kadar air yang rendah, serta bulk density dan suhu udara yang tinggi. Evaluasi kesesuaian lahan menunjukkan Manglayang dan Garut tergolong sangat sesuai (S1), sedangkan Puntang dan Geulis termasuk sesuai (S2) dengan beberapa faktor pembatas. Disimpulkan bahwa keberhasilan budidaya kopi arabika dalam sistem agroforestri bergantung pada kesesuaian lahan, kondisi lingkungan, dan peran pohon penaung.

2025
👤 Penulis: Amanindya Sakinah Alya
🏷️ Hidrologi 🏷️ Agroforestri 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK AGROFORESTRI KOPIARABIKA DI JAWA BARAT BERDASARKAN SIFAT FISIK-KIMIATANAH DAN MIKROKLIMAT

Jawa Barat merupakan wilayah strategis untuk pengembangan kopi arabika karena kondisi geografisnya yang berada di dataran tinggi. Namun, selama periode 2020–2024, terdapat tren peningkatan luas lahan kopi arabika yang rusak atau tidak produktif. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan terhadap sistem budidaya, baik akibat degradasi lahan maupun perubahan lingkungan tumbuh, sehingga berdampak pada rendahnya akumulasi biomassa tanaman dan penurunan produktivitas. Agroforestri dapat menjadi solusi karena mampu memperbaiki kualitas lahan serta menciptakan mikroklimat yang sesuai melalui keberadaan pohon penaung. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara karakteristik lingkungan dengan biomassa kopi arabika sebagai parameter pertumbuhan serta mengevaluasi kesesuaian lahannya dalam sistem agroforestri. Penelitian dilakukan di empat lokasi agroforestri kopi arabika di Jawa Barat, yaitu RPH Genteng Manglayang, Gunung Geulis, Gunung Puntang, dan RPH Cibatu Garut. Data dikumpulkan melalui pengukuran lapangan dan analisis laboratorium terhadap parameter mikroklimat (suhu udara, intensitas cahaya, kelembapan udara) dan sifat fisik-kimia tanah (tekstur, bulk density, kadar air, pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd). Analisis data dilakukan menggunakan Principal Component Analysis (PCA), korelasi Spearman, dan evaluasi kesesuaian lahan. Hasil PCA menunjukkan komponen utama F1 dipengaruhi oleh bulk density dan suhu udara (positif) serta kelembapan udara, C-organik, kadar air tanah, dan N-total (negatif), sedangkan komponen utama F2 dipengaruhi oleh pH. Korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif (? = –0,644) antara biomassa kopi dengan F1, artinya biomassa lebih rendah pada lokasi dengan C-organik, N-total, dan kadar air yang rendah, serta bulk density dan suhu udara yang tinggi. Evaluasi kesesuaian lahan menunjukkan Manglayang dan Garut tergolong sangat sesuai (S1), sedangkan Puntang dan Geulis termasuk sesuai (S2) dengan beberapa faktor pembatas. Disimpulkan bahwa keberhasilan budidaya kopi arabika dalam sistem agroforestri bergantung pada kesesuaian lahan, kondisi lingkungan, dan peran pohon penaung.

2025
👤 Penulis: Amanindya Sakinah Alya
🏷️ Agroforestri 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS PERBANDINGAN VALUASI PERUSAHAAN ENERGI BUMN TERDAFTAR DI INDONESIA MENGGUNAKAN PENDEKATAN DISCOUNTED CASH FLOW DAN DIVIDEND DISCOUNT MODEL UNTUK TUJUAN INVESTASI

Sebagai respons terhadap program kemandirian energi dan pengembangan energi terbarukan yang digagas oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, penelitian ini menerapkan dua pendekatan valuasi intrinsik, yaitu Discounted Cash Flow (DCF) dan Dividend Discount Model (DDM), untuk mengestimasi nilai intrinsik dari beberapa perusahaan energi milik negara (BUMN) yang terdaftar di Indonesia. Dengan menghitung Root Mean Square Error (RMSE), penelitian ini mengevaluasi model mana yang lebih akurat dalam mencerminkan nilai pasar. Model DCF menggunakan dua varian, yaitu Free Cash Flow to Firm (FCFF) dan Free Cash Flow to Equity (FCFE), sedangkan DDM mencakup model pertumbuhan konstan dan multi-tahap. Temuan menunjukkan bahwa kinerja model bervariasi tergantung pada karakteristik perusahaan dan kondisi sektoral, dengan model DCF memberikan hasil valuasi yang lebih akurat untuk perusahaan dengan kebijakan dividen yang tidak teratur. Keputusan investasi didasarkan pada hasil dari valuasi yang dilakukan.

2025
👤 Penulis: Muhammad Bimo Satrio Hardono
🏷️ Valuta Intrinsik 🏷️ Discounted Cash Flow (Dcf) 🏷️ Dividend Discount Model (Ddm)

EVALUASI KOMPREHENSIF TERHADAP CURVA DESATURASI KAPILER (CDC) MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MIKROFLUIDIK

Capillary Desaturation Curve (CDC) is a fundamental tool for evaluating the effectiveness of Enhanced Oil Recovery (EOR) techniques applied in reservoirs. However, conventional experimental methods act as a black box, unable to provide direct measurements or visualize the desaturation process occurring within the pores. To overcome this limitation, this thesis focuses on a comprehensive evaluation of CDC and residual oil saturation (Sor) with the help of microfluidic technology. This approach enables the direct visualization and measurement of oil ganglia size during the water flooding process in porous media. The pore-scale structure of the micromodel was captured in high resolution during the displacement process, and a custom-developed MATLAB image processing algorithm was employed to analyze the captured images, quantifying changes in the saturations of both the displacing and displaced fluids. This study investigates the relationship between injection rate, ganglion size distribution, and oil mobilization efficiency using micromodel experiments combined with advanced image processing in MATLAB. Ganglia were segmented and quantified to estimate their equivalent radii, enabling a detailed statistical analysis across a wide range of injection rates (0.1–160 ?L/min). Results reveal that higher injection rates promote the fragmentation of large oil ganglia into smaller and medium-sized clusters, driven by increased viscous and shear forces overcoming capillary trapping. Radius distribution analysis shows a marked reduction in large ganglia (>0.50 mm) and a concurrent rise in intermediate-sized ganglia, indicating partial rather than complete mobilization. Capillary Desaturation Curves (CDC) further confirm that higher capillary numbers reduce residual oil saturation (Sor), although pore-scale heterogeneity leads to persistent ganglia in certain size ranges. Comparative analysis between two micromodel designs highlights differences in mobilization thresholds and redistribution patterns, underscoring the influence of pore geometry on displacement dynamics. These findings provide new insights into the interplay of viscous forces, capillary forces, and pore structure in EOR, offering a quantitative framework to guide capillary number (Nca) strategies for improved oil recovery efficiency.

2025
👤 Penulis: Reihan Mohammad Erizal
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

FORMULASI DAN EVALUASI NANOKOMPOSIT POLIMER ALGINAT DAN HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA-MONTMORILLONITE SEBAGAI CANGKANG KAPSUL

Kapsul keras merupakan sediaan farmasi yang mampu meningkatkan efektivitas penghantaran obat pada tubuh dengan memberikan perlindungan pada zat aktif dari lingkungan eksternal. Polimer alginat dan HPMC dapat dimanfaatkan sebagai alternatif gelatin yang memiliki isu kehalalan. Kelebihan alginat yang tidak terionaisasi di pH asam dapat menjadi potensi pembuatan kapsul dengan target pelepasan enterik. Untuk meningkatkan sifat mekanik polimer, dapat dibuat nanokomposit dengan pengisi nano montmorillonite. Nanokomposit dibuat dengan metode pencampuran larutan. Lapisan film dibuat dalam beberapa formula dengan variasi konsentrasi alginat (1%, 1,5%, dan 2%) serta konsentrasi HPMC (18%, 17,5%, dan 17%) dengan konsentrasi montmorillonite yang tetap sebanyak 3% terhadap bobot polimer. Larutan film kemudian diuji viskositas dan diperoleh viskositas tertinggi pada formula F5 sebesar 25516,67 ± 938,53 cP. Lapisan film kemudian dievaluasi organoleptik , kandungan lembab, derajat pengembangan, permeabilitas uap air, dan kelarutan. Seluruh formula menghasilkan ketebalan dan kandungan lembab yang mencapai target yaitu masing-masing diatas 0,028 ± 0,000 cm untuk ketebalan dan rentang 2-8% untuk kandungan lembab. Derajat pengembangan tertinggi dihasilkan oleh formula F5 sebesar 274,31 ± 4,05 %. Uji permeabilitas uap air formula F2, F3, F4, F5, dan F6 tidak menunjukan adanya perbedaan namun formula F2 menghasilkan permeabilitas terkecil sebesar 556,54 ± 23,94 g.m^(-2). Kelarutan lapisan film nanokomposit lebih rendah dibandingkan lapisan film tanpa pembentukan nanokomposit. Kelarutan formula nanokomposit F4, F5, dan F6 di media asam pH 1,20 ± 0,05 adalah 44,77 ± 1,44%, 43,21 ± 1,20%, 50,51 ± 6,39%. Kelarutan formula nanokomposit F4, F5, dan F6 di media dapar pH 6,80 ± 0,05 adalah 44,77 ± 1,44%, 43,21 ± 1,20%, 50,51 ± 6,39%. Hasil uji disolusi kapsul teofilin F5 menunjukkan pelepasan zat aktif sebanyak 36,88 ± 8,75% di media asam setelah 2 jam dan 92,18 ± 1,66% di media dapar pH 6,80 ± 0,05 setelah 30 menit. Sementara F2 melepaskan 96,15 ± 0,83% dan 98,86 ± 0,38% di media asam dan dapar pH 6,80 ± 0,05 berturut-turut.

2025
👤 Penulis: Kurniasih Azhari Budiman
🏷️ Kapsul Keras 🏷️ Nanokomposit Polimer 🏷️ Hidrologi Farmasi
Halaman 363 dari 6754
💬