📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PERUMUSAN MODEL BACKBONE CURVE DINDING BATA TERKEKANG INDONESIA

Dinding bata terkekang adalah struktur yang banyak digunakan pada bangunan sederhana di Indonesia. Struktur ini memiliki kemampuan menahan beban gempa, tetapi banyak mengalami kerusakan akibat gempa akibat kualitas yang kurang baik. Agar dapat dianalisis dengan konsep bangunan tahan gempa dalam lingkup inelastik, dibutuhkan model gaya-perpindahan nonlinear. Model telah dikembangkan pada beberapa studi terdahulu berdasarkan data struktur di berbagai negara padahal perbedaan spesifikasi dinding di berbagai negara mempengaruhi perilaku dinding. Selain itu, model terdahulu belum mempertimbangkan sambungan antarelemen yang berdasarkan observasi didapatkan berpengaruh pada perilaku dinding. Studi ini dilakukan untuk merumuskan model nonlinear dalam bentuk backbone curve berdasarkan database uji eksperimental dinding bata terkekang di Indonesia. Model dikembangkan berdasarkan analisis perilaku dinding bata terkekang yang menerima beban lateral. Terdapat 37 data spesimen, tanpa dan dengan perkuatan (ferrocement), yang akan digunakan dalam perumusan model. Model dasar backbone curve berupa kurva trilinear dengan tiga titik: crack, maksimum, dan ultimate. Perilaku setiap spesimen diidentifikasi pada tiga titik tersebut, terutama dari nilai kapasitas dan drift. Setiap variabel yang diberikan pada spesimen uji dianalisis untuk penentuan parameter yang digunakan dalam persamaan ajuan. Detailing sambungan antarelemen (portal atau portal-dinding) merupakan salah satu parameter paling berpengaruh dan menjadi dasar dalam klasifikasi dinding. Kapasitas crack dipengaruhi oleh kekuatan dinding. Kapasitas maksimum ditentukan berdasarkan dua mekanisme, yaitu geser dan lentur, dengan pengaruh besar dari sambungan antarelemen. Drift crack ditentukan berdasarkan hubungan linear antara kapasitas crack dan kekakuan lateral inisial. Drift maksimum merupakan fungsi dari kekakuan elemen portal banding kekakuan elemen dinding. Drift ultimate merupakan kelipatan dari drift maksimum, dipengaruhi oleh kategori dinding. Persamaan yang diturunkan untuk kapasitas mampu memprediksi nilai kapasitas yang cukup dekat dengan kapasitas hasil eksperimen. Pemberian detailing yang tidak mencukupi pada dinding bata terkekang mengurangi kapasitas sehingga dinding hanya bisa mencapai 69% kapasitas. Pada penentuan drift, hasil perhitungan memiliki variasi yang besar. Hal ini dilengkapi fakta bahwa nilai drift hasil eksperimen juga memiliki variasi besar, bahkan pada satu spesimen yang sama. Validasi terhadap model ajuan dilakukan dengan membandingkan terhadap hasil studi eksperimental bangunan rumah 3D. Kapasitas bangunan dapat dihitung secara linear dengan menjumlahkan kapasitas maksimum seluruh panel pada bangunan. Terhadap studi kasus, didapatkan nilai kapasitas hitung sebesar 92% kapasitas hasil eksperimen. Analisis nonlinear dilakukan dengan memodelkan bangunan menggunakan Equivalent Truss Model, dengan backbone curve ajuan digunakan sebagai model nonlinear dalam bentuk axial hinge. Kapasitas hasil analisis pushover adalah sebesar 73% kapasitas eksperimen. Model hanya dapat menangkap tahanan pada arah in-plane dan tidak dapat menangkap fenomena 3D yang terjadi pada struktur asli.

2025
👤 Penulis: Veronika Amelia Kadang
🏷️ Kekuatan Struktur Bangunan 🏷️ Analisis Nonlinear 🏷️ Model Backbone Curve

PENENTUAN INTERAKSI FARMAKOKINETIK DAN FARMAKODINAMIK METFORMIN DENGAN EKSTRAK SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA) TERHADAP TIKUS DIABETES INDUKSI STREPTOZOTOCIN

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin, sehingga menyebabkan hiperglikemia persisten. Metformin merupakan terapi lini pertama untuk DM tipe 2 yang bekerja melalui aktivasi AMPK guna menurunkan glukoneogenesis hepatik dan meningkatkan uptake glukosa di jaringan perifer. Di sisi lain, Andrographis paniculata (sambiloto) adalah tanaman obat tradisional Indonesia yang diketahui memiliki aktivitas antihiperglikemua, terutama melalui senyawa aktifnya, andrografolid, yang meningkatkan ekspresi GLUT-4 dan sensitivitas insulin. Kombinasi penggunaan metformin dan sambiloto secara empiris cukup umum, namun potensi interaksi farmakokinetik dan farmakodinamik di antara keduanya belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi interaksi farmakokinetik dan farmakodinamik antara metformin dan ekstrak sambiloto terhadap tikus jantan model diabetes tipe 2 yang diinduksi dengan nicotinamide dan streptozotocin. Tikus Wistar jantan dibagi menjadi tiga kelompok : kontrol positif, metformin tunggal (100 mg/kg BB), dan kombinasi metformin (100 mg/kg BB) dengan ekstrak sambiloto (70 mg/kg BB). Sampel darah diambil secara berulang selama 8 jam pasca pemberian oral, pada titik 0; 0,25; 0,5; 0,75; 1; 2; 3; 4; 6;, dan 8 jam. Konsentrasi metformin dalam plasma dianalisis dengan KCKT dan kadar glukosa darah diukur dengan metode GOD-PAP. Parameter farmakokinetik dianalisis dengan pendekatan nonkompartemen, sedangkan efek farmakodinamik dianalisis berdasarkan Area Above Curve (AAC) dan persentase penurunan glukosa darah. Hasilnya, kombinasi metformin dan sambiloto mempercepat waktu tercapainya konsentrasi maksimum metformin (tmax = 0,25 jam) dibandingkan metformin tunggal (tmax = 0,75 jam). Namun, nilai Cmax dan AUC0-8 yang dihasilkan kombinasi metformin dan sambiloto juga lebih rendah secara signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan metformin tunggal. Secara farmakodinamik, kombinasi ini menurunkan kadar glukosa darah lebih cepat pada jam pertama, namun penurunan tidak bertahan lama karena waktu paruh andrografolid dan senyawa lain dalam ekstrak sambiloto relatif pendek. Efek sinergis antara aktivasi AMPK—yang menyebabkan inhibisi proses glukoneogenesis liver dan peningkatan sensitivitas sel terhadap insulin—oleh metformin, peningkatan ekspresi GLUT-4 oleh andrografolid, dan peningkatan sekresi insulin oleh komponen dalam ekstrak sambiloto memunculkan efek antihiperglikemia cepat, tetapi tidak signifikan dalam jangka panjang. Sehingga kombinasi metformin dan ekstrak sambiloto dapat mempercepat onset antihiperglikemia, namun tidak meningkatkan bioavailabilitas metformin secara keseluruhan. Penggunaan kombinasi ini perlu dikaji lebih lanjut terkait efek jangka panjang dan potensi interaksinya terhadap transporter atau enzim.

2025
👤 Penulis: Amelia
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

OPTIMIZING HYDRAULIC FRACTURE GEOMETRY AND CONDUCTIVITY THROUGH GEOMECHANICAL INTERPRETATION AND PROPPANT MASS SENSITIVITY: CASE STUDY OF GAOL-43 WELL IN TALANG AKAR FORMATION

Indonesia’s oil production has been declining over the past decades, meeting only about half of the national daily demand. One of the solutions is to improve the productivity of existing wells through hydraulic fracturing. This study focuses on the GAOL-43 well in the Talang Akar Formation (TAF), which is characterized by lowto- moderate permeability and high formation pressure, making it a suitable candidate for stimulation. The research methodology includes geomechanical analysis using well log data to determine mechanical rock properties such as Young’s modulus, Poisson’s ratio, and Unconfined Compressive Strength (UCS). These parameters were used to design the hydraulic fracturing treatment through simulation with proppant mass sensitivity analysis. The results, supported by Unified Fracture Design calculations, showed the best fracture geometry with an FCD of 1.605, a half-length of 106.2 ft, and a width of 0.241 in. Well productivity evaluation using the Fold of Increase (FOI) method indicated a successful productivity enhancement, with the Cinco, Samaniego & Dominguez method considered the most reliable. The results demonstrate that integrating geomechanical interpretation and proppant mass sensitivity effectively improves hydraulic fracture design and well performance. More importantly, the findings highlight the applicability of this method for optimizing oil recovery in the Talang Akar Formation and provide practical insights for its implementation in other well across Indonesia with similar characteristics.

2025
👤 Penulis: Ray Osvaldo Sebastian
🏷️ Geomekanik 🏷️ Hydraulik Fraktur 🏷️ Optimisasi Produksi Minyak

EFEKTIVITAS SERTIFIKASI LEGAL UNTUK MENDORONG KEBERLANJUTAN DI INDUSTRI KELAPA SAWIT

Minyak sawit telah menjadi komoditas global dan terbukti sebagai sumber biofuel yang efisien. Minyak ini dapat diolah menjadi berbagai produk konsumen, mulai dari minyak goreng hingga penggunaan di sektor industri seperti bahan bakar kendaraan. Minyak sawit juga telah membantu negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia dalam mengembangkan perekonomian mereka. Namun, tingginya pasokan minyak sawit berarti produsen harus memperluas perkebunan mereka, yang menyebabkan deforestasi, penebangan liar, perusakan habitat flora dan fauna, dan berbagai dampak negatif lainnya. Dengan adanya sertifikasi seperti RSPO, diharapkan dapat mengurangi permasalahan yang tidak berkelanjutan ini. Namun, seberapa efektifkah sertifikasi ini dalam mengatasi masalah tersebut? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sertifikasi wajib RSPO di industri minyak sawit yang luas di Asia Tenggara. Penelitian ini akan menggunakan analisis regresi linier multivariat untuk mengidentifikasi seberapa efektif sertifikasi tersebut, dengan fokus pada kecenderungan menuju profitabilitas. Penelitian dalam makalah ini dilakukan melalui metode kuantitatif, dengan pertanyaan utama: [1] Bagaimana tingkat sertifikasi RSPO mempengaruhi kinerja perusahaan minyak sawit? [2] Seberapa besar profitabilitas yang diperoleh perusahaan dengan tingkat sertifikasi RSPO tinggi di Indonesia dan Malaysia dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki tingkat sertifikasi rendah? Makalah ini akan membahas perkembangan industri minyak sawit dalam membangun perekonomian Asia Tenggara, sekaligus menyoroti kerusakan yang ditimbulkannya, seperti deforestasi, penebangan liar, dan dampak lainnya terhadap lingkungan, serta bagaimana prinsip-prinsip RSPO saat ini berupaya mengatasi praktik-praktik yang tidak berkelanjutan. Selain itu, makalah ini juga akan membahas bagaimana sertifikasi tersebut dapat mendorong praktik yang lebih berkelanjutan di Asia Tenggara melalui penerapan Sertifikasi RSPO dan bagaimana hal ini mempengaruhi profitabilitas.

2025
👤 Penulis: Christofer Bunyamin
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

MACHINE LEARNING-DRIVEN PROXY MODEL FOR COAL BED METHANE (CBM) RECOVERY FACTOR USING RESERVOIR AND ADSORPTION PARAMETERS

Coal Bed Methane (CBM) is an unconventional gas resource predominantly stored in adsorbed form within the coal matrix, whose production is governed by reservoir and adsorption properties. Accurate estimation of the recovery factor is essential for effective field development planning. This study develops machine learning–based proxy models to forecast CBM recovery factor using five parameters: fracture permeability, matrix permeability, fracture porosity, matrix porosity, and Langmuir adsorption constant. A synthetic single-layer CBM reservoir model was constructed and simulated using CMG-GEM, while experimental designs were generated with CMG-CMOST employing Latin Hypercube Sampling. Two proxy modeling approaches—polynomial regression and artificial neural networks (ANN)—were evaluated. The design of experiment consists of 738 total samples, with 590 training and 148 samples had produced both polynomial regression and neural network proxy model successfully. The reduced simple quadratic polynomial regression model achieved an R2 of 0.819 for training and 0.740 for verification, while the ANN multilayer network with one hidden layer of six nodes achieved a higher R2 approaching 1 and RMSE calculation of this model had successfully shown that this model is not categorized as overfit. The results demonstrate that both model shows promising result but ANN shows more superior accuracy, These findings suggest that machine learning–driven proxy models can serve as efficient tools for CBM recovery forecasting, reducing computational costs while maintaining predictive accuracy.

2025
👤 Penulis: Raisa Amilah Ismail
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Reservoi 🏷️ Hidrologi

BAGAIMANA PERSEPSI MEREK BERKELANJUTAN MEMPENGARUHI KEPERCAYAAN KONSUMEN DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN DI INDONESIA

Penelitian ini mengkaji bagaimana persepsi merek berkelanjutan mempengaruhi kepercayaan konsumen dan keputusan pembelian di kalangan konsumen Indonesia yang berinteraksi dengan merek internasional. Seiring dengan semakin sentralnya keberlanjutan dalam strategi merek global, perannya dalam membentuk perilaku konsumen terutama di pasar emerging—membutuhkan analisis yang lebih mendalam. Generasi Z dan Milenial Indonesia semakin berorientasi pada nilai, mengharapkan transparansi dan akuntabilitas dari merek. Namun, skeptisisme terhadap greenwashing dan komunikasi keberlanjutan yang tidak konsisten seringkali menghambat pembentukan kepercayaan. Berlandaskan Teori Kepercayaan dan Teori Sinyal, penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara persepsi merek berkelanjutan, kepercayaan konsumen, dan perilaku pembelian, dengan penekanan pada peran mediasi kepercayaan. Metode kuantitatif digunakan melalui kuesioner online yang dibagikan kepada 153 konsumen Indonesia berusia 18–30 tahun. Item dikembangkan untuk tiga konstruk utama dan diukur menggunakan skala Likert. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, pengujian reliabilitas, analisis validitas, korelasi, dan regresi menggunakan SPSS 29. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa responden secara umum menunjukkan tingkat kesepakatan yang tinggi terhadap semua pernyataan, sebagaimana ditunjukkan oleh skor rata-rata di atas 4,0 pada semua item. Namun, pengujian validitas selanjutnya menggunakan korelasi Pearson mengungkapkan bahwa banyak item kuesioner—terutama yang terkait dengan Kepercayaan Konsumen dan Keputusan Pembelian—tidak memenuhi ambang batas yang diterima yaitu r > 0,30. Hanya sejumlah terbatas item dari setiap konstruk yang memenuhi kriteria validitas. Akibatnya, analisis dilanjutkan menggunakan hanya item yang valid, sehingga mempertajam dan memperkecil indikator inti yang termasuk dalam analisis data akhir. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan antara ketiga variabel: persepsi merek berkelanjutan dan kepercayaan (r = .590), kepercayaan dan keputusan pembelian (r = .658), serta persepsi dan pembelian (r = .626), semua pada p < .001. Temuan regresi menunjukkan bahwa persepsi merek berkelanjutan secara signifikan memprediksi kepercayaan konsumen (R2 = 0.348, ? = 0.59), sementara keputusan pembelian juga secara kuat memprediksi kepercayaan (R2 = 0.432, ? = 0.658). Hasil ini memperkuat peran sentral kepercayaan dalam memediasi perilaku konsumen terkait keberlanjutan. Studi ini berkontribusi secara teoritis dengan mengonfirmasi bahwa kepercayaan berfungsi sebagai mekanisme mediasi, sesuai dengan kerangka kerja Mayer et al. (1995) dan Spence (1973). Secara praktis, hal ini menyarankan bahwa merek harus memprioritaskan pesan keberlanjutan yang kredibel dan transparan, didukung oleh tindakan konkret dan sinyal yang terverifikasi seperti label ramah lingkungan atau sertifikasi pihak ketiga. Seiring dengan meningkatnya kesadaran lingkungan di kalangan konsumen muda Indonesia, merek yang gagal berkomunikasi tentang keberlanjutan secara autentik berisiko kehilangan kepercayaan dan keterlibatan.

2025
👤 Penulis: Wintari Farah Athaillah
🏷️ Kepercayaan Konsumen 🏷️ Merek Berkelanjutan 🏷️ Hubungan Keputusan Pembelian

ANALISIS BEBAN EKONOMI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT TNI AL D. MINTOHARDJO

Tingginya prevalensi Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia dan karakteristik unik populasi pasien Rumah Sakit Angkatan Laut dr. Mintohardjo, Jakarta, yang terdiri dari personel militer, pegawai negeri sipil, pensiunan, dan keluarga mereka, menuntut pemahaman yang mendalam tentang dampak ekonomi dan psikososial penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur biaya medis langsung, menganalisis pola penggunaan obat, serta mengukur kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan (HRQoL) menggunakan instrumen EQ-5D-5L. Desain cross-sectional digunakan, menggabungkan data retrospektif dari 100 pasien yang dirawat inap pada tahun 2024 dan data prospektif dari 16 pasien yang dirawat inap pada awal tahun 2025. Pengambilan sampel total digunakan untuk data retrospektif, sementara purposive sampling digunakan untuk pengumpulan data prospektif. Analisis data mencakup statistik deskriptif, uji inferensial, bootstrapping, dan analisis sensitivitas satu arah. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara biaya klaim INA-CBGs dan tarif rumah sakit, dengan biaya transportasi menjadi komponen terbesar OOP. Terapi insulin mendominasi pola penggunaan obat, mencerminkan kebutuhan pengendalian glikemik intensif. Penilaian HRQoL dengan EQ-5D-5L menunjukkan gangguan pada mobilitas, perawatan diri, dan aktivitas harian. Analisis regresi mengungkap bahwa usia, lama terdiagnosis, dan lama rawat inap berpengaruh negatif signifikan terhadap HRQoL, sedangkan OOP tidak berpengaruh signifikan setelah bootstrapping. Temuan ini menegaskan peran dominan faktor klinis dibanding beban biaya langsung, sehingga intervensi peningkatan kualitas hidup perlu difokuskan pada manajemen klinis, pencegahan komplikasi, dan pengelolaan lama rawat inap.

2025
👤 Penulis: Yoza Hudiatma Octaviar
🏷️ Kesehatan Masyarakat 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Kesehatan 🏷️ Analisis Biaya Kesehatan

ANALISIS POLA CURAH HUJAN KLASTER STASIUN DI BOGOR MENGGUNAKAN ANALISIS DATA TOPOLOGI

Penelitian ini menerapkan Topological Data Analysis (TDA) untuk mengeksplorasi pola struktural dalam data curah hujan harian yang dikumpulkan dari enam stasiun meteorologi di Bogor, Indonesia, selama periode 2010 hingga 2020. Dengan menggunakan Takens' embedding, setiap deret waktu curah hujan ditransformasikan menjadi point cloud dalam ?3. Penulis berfokus pada fitur homologi satu dimensi, yang merepresentasikan lingkaran (loops) dan mengekstraksi beberapa fitur: jangka hidup maksimum (????1???????????? ), rata-rata jangka hidup (?????1), ????????-norm dari persistence landscape (PL), dan banyaknya pasangan lahir-mati (????????). Fitur-fitur ini digunakan untuk menghitung matriks ketidaksamaan dan melakukan agglomerative hierarchical clustering (AHC). Hasil menunjukkan bahwa klasterisasi berbasis ???????? norm memberikan pengelompokan stasiun yang stabil dan bermakna, terutama bagi stasiun-stasiun dengan dinamika curah hujan yang serupa, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi kophenetik (CCC = 0,973) yang lebih tinggi. Sementara itu, ???????? mampu menyoroti pengelompokan geografis antar stasiun. Penulis membandingkan hasil ini dengan pendekatan berbasis jarak Dynamic Time Warping (DTW), yang merupakan metode populer untuk membandingkan deret waktu sebagai alat validasi performa klaster. Studi ini menunjukkan kemampuan TDA dalam menangkap dan mengukur struktur temporal dari data curah hujan, serta menghadirkan pendekatan yang menjanjikan untuk analisis komparatif deret waktu hidrologi.

2025
👤 Penulis: Katlaina Levanka Samsir
🏷️ Topologi Data 🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

OPTIMALISASI PEROLEHAN MINYAK PADA LAPISAN RESERVOIR

The oil and gas industry faces significant challenges in optimizing hydrocarbon recovery. Despite prolonged primary recovery, many mature fields leave over 80% of the original oil in place (OOIP). The “N” reservoir layer with lenses reservoir characteristic in the mature “Klayan” Field, located in Cirebon, West Java, was discovered in 1976 and forms part of a multilayered reservoir system identified as a potential development target. As of March 2025, the recovery factor was 14.5%, with current condition only one active producer (SHM-31) yielding 14.1 BOPD and 23 wells shut in. The field’s compartmentalized reservoirs and multiple faults present significant development constraints, while its heterogeneous characteristics are reflected in permeability from 7.45 to 1736.55 mD. This study used reservoir simulation to evaluate three development strategies include idle well reactivation, infill drilling, and waterflooding, based on a Movable Oil Index (MOI) analysis to identify potential development areas. Reactivating four idle wells (SHM-06, SHM-16, SHM-09, and SHM-21A) increased the recovery factor by 0.84%. Drilling two infill wells (ID-03 and ID-05) increased the recovery factor by an additional 1.6144%. Waterflooding slightly improved reservoir pressure but did not enhance the recovery factor. This was primarily due to high heterogeneity, the presence of permeability streaks, and a high mobility ratio, which caused early water breakthrough. Combining reactivating four idle wells and drilling two infill wells (R156-ID-03-05) increased the recovery factor by 1.8753% and generated an estimated net economic benefit of USD 63.2 million. This is the most technically and economically feasible scenario in the study.

2025
👤 Penulis: Naiya Fitri Adelya
🏷️ Optimisasi Perolehan Minyak 🏷️ Analisis Indeks Kecenderungan Mekanik (Aime) 🏷️ Multilayered Reservoir Development

QUANTIFYING RISK OF UNSTABLE AIRCRAFT APPROACH USING ENERGY MANAGEMENT METRICS AND SUBSET SIMULATION

Fase pendekatan akhir dan pendaratan pesawat merupakan segmen penerbangan yang paling rentan terhadap risiko, sehingga meskipun probabilitas kecelakaan relatif kecil, meminimalkan risiko pada fase ini tetap menjadi prioritas utama maskapai penerbangan. Penelitian ini mengkuantifikasi probabilitas terjadinya unstable approach—penyimpangan dari parameter pendekatan aman yang meningkatkan kemungkinan kecelakaan—dengan menganalisis parameter penerbangan utama seperti kecepatan udara, ketinggian, dan daya dorong mesin. Melalui penerapan metode Subset Simulation dan Markov Chain Monte Carlo (MCMC) pada model energi longitudinal pesawat yang dibangun dari lebih dari 4.000 rekaman pendaratan Boeing 747-300 di Bandar Udara Internasional Minneapolis–Saint Paul, Minnesota, Amerika Serikat, diperoleh estimasi probabilitas unstable approach sebesar 4,9457 × 10?³ dengan korelasi kuat terhadap parameter energi awal, khususnya daya dorong, kecepatan, dan ketinggian. Sebagai rekomendasi mitigasi risiko, penurunan ketinggian penangkapan ILS glideslope dari 3.000 kaki menjadi 2.000 kaki terbukti menurunkan probabilitas insiden hingga 4,030 × 10??, atau hampir dua belas kali lebih rendah.

2025
👤 Penulis: Disney Jason
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko Penerbangan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Udara

SIMULASI RESERVOIR CO?: DAMPAK IMPURITAS DAN SALINITAS TERHADAP SOLUBILITY TRAPPING DI LAPANGAN SLEIPNER, FORMASI UTSIRA, NORWEGIA.

This study research about Carbon Capture and Storage (CCS) has emerged as one of the most promising technologies to reduce greenhouse gas emissions and achieve net-zero targets. Among the various trapping mechanisms in geological formations, solubility trapping offers a medium- to long-term method of securing CO? by allowing it to dissolve into formation brine, thereby reducing the potential for leakage. This study focuses on evaluating the behavior and performance of the solubility trapping mechanism in the Utsira Formation at the Sleipner Field, Norway a globally recognized CCS site. The reservoir model was constructed to resemble the actual field, followed by dynamic simulations of CO? injection over a 20-year period and a post-injection monitoring phase. This study evaluates seven different scenarios to observe the effect of impurities in the form of methane gas (CH?) and sodium chloride (NaCl) salt on CO? storage efficiency. The scenarios include a basecase (no impurities), three variations of CH? content, and three variations of salinity levels. The results indicate that solubility trapping is significantly reduced with increasing levels of CH?, due to the dilution of pure CO? and the thermodynamic effects on phase behavior. Similarly, high salinity reduces CO? solubility due to the salting-out effect. Nevertheless, structural and residual trapping mechanisms continue to contribute meaningfully to total CO? storage. The study underscores the importance of considering fluid impurities and salinity in designing and optimizing CCS projects to ensure maximum storage security and performance.

2025
👤 Penulis: M. Faza Rosyada
🏷️ Hidrologi 🏷️ Carbon Capture Dan Storage (Ccs) 🏷️ Analisis Kombinasi Impuritas Dan Salinitas

DAMPAK PILAR LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA PENJUALAN DI INDUSTRI KECANTIKAN

Studi ini meneliti hubungan antara integrasi strategi lingkungan dan dampaknya ke kinerja penjualan, berfokus pada Environmental Pillar dari kerangka kerja ESG (Environmental, Social, and Governmental) dan masing-masing kategori didalamnya serta pendapatan penjualan sebagai indikator kinerja finansial dan pendapatan penjualan sebagai indikator kinerja keuangan juga dimoderasi oleh sumber daya yang diperhitungkan dalam belanja modal. Studi ini berfokus pada industri kecantikan di perusahaan Amerika Serikat. Dengan menggunakan analisis panel, dengan regresi efek tetap dan acak, penelitian ini mengungkap hubungan langsung negatif yang signifikan antara pilar lingkungan dan pendapatan penjualan. Belanja modal juga ditemukan positif dan signifikan terhadap pendapatan penjualan di seluruh model, didukung juga oleh teori Resource Based View. Temuan-temuan ini berkontribusi terhadap literatur industri kecantikan yang sedang berkembang saat ini dan juga hubungan keberlanjutan dan kinerja keuangan perusahaan. Penelitian di masa mendatang diharapkan dapat mengeksplorasi lebih banyak dampak pada strategi lingkungan, dan juga berbagai indikator kinerja keuangan untuk wawasan yang lebih mendalam.

2025
👤 Penulis: Naura Naila Nabila
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Sumber Daya 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS PENGARUH SENSITIVITAS PARAMETER SIKLUS INJEKSI CO? PADA POLA 5-SPOT NORMAL WATER ALTERNATING GAS MENGGUNAKAN MODEL SIMULASI RESERVOIR

Kebutuhan energi yang terus meningkat dan terbatasnya produksi dari metode primer dan sekunder mendorong pemanfaatan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Salah satu metode yang efektif adalah CO?-WAG (Water Alternating Gas) yang tidak hanya meningkatkan perolehan minyak tetapi juga berpotensi menyimpan karbon di reservoir. Penelitian ini menggunakan simulasi reservoir sintetis homogen dengan porositas 24% dan permeabilitas 200 mD, pola injeksi normal 5-spot seluas 25 acre, dan ketebalan 150 ft. Simulasi berlangsung 20 tahun, diawali 5 tahun waterflooding lalu 15 tahun injeksi CO?-WAG dengan durasi siklus 3, 6, 9, 12, dan 15 bulan. Hasil menunjukkan seiring bertambahnya durasi siklus, Recovery Factor (RF) cenderung naik hingga titik optimum sebelum akhirnya turun pada durasi siklus tertentu. Contohnya, pada durasi siklus injeksi 12 bulan gas dan 12 bulan air RF sebesar 44.55% serta pada durasi siklus injeksi 15 bulan gas dan 15 bulan air RF turun menjadi 44,34%. Hal tersebut disebabkan jika durasi siklus terlalu panjang beresiko terjadi channeling atau early breakthrough. Selain itu, metode CO2-WAG dengan skenario terbaik (injeksi 12 bulan gas dan 12 bulan air) unggul 8,77% dibandingkan dengan waterflooding dan memiliki peningkatan RF sebesar 32,14% dari primary recovery.

2025
👤 Penulis: Hafizh Ghania Rahman
🏷️ Simulasi Reservoir 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Karbon Di Atmosfer

IMPROVEMENT AND VALIDATION OF AFFORDABLE SUBJECT-SPECIFIC MASTICATION FORCE AND MUSCLE FORCE MEASUREMENT METHOD

Penentuan gaya gigitan berperan penting dalam penelitian tentang gigi, karena memberikan pemahaman tentang mekanisme pengunyahan, kondisi fungsional sistem pengunyahan, dan berfungsi sebagai parameter penting dalam menilai kondisi pasien dengan penyakit orofacial atau gangguan sendi temporomandibular. Sejumlah alat pengukuran gaya gigitan telah dikembangkan, tetapi dengan berbagai batasan seperti pengukuran yang hanya dalam arah vertikal atau pengukuran yang mengganggu gigitan terukur karena geometrinya, sehingga membahayakan akurasi pengukuran. Untuk mengatasi keterbatasan ini, pendekatan komputasi dikembangkan, menggabungkan sistem motion capture dan analisis elemen hingga untuk mengevaluasi beban oklusal dalam ruang tiga dimensi dengan akurasi yang lebih baik. Metodologi komputasi yang lebih terjangkau sebelumnya telah dikembangkan, menggabungkan pemodelan muskuloskeletal khusus subjek untuk memperluas evaluasi terhadap kekuatan otot pengunyahan. Penelitian ini menyajikan peningkatan kerangka kerja yang ada yang dilakukan untuk meningkatkan akurasi model. Validasi dicapai melalui perbandingan dengan data eksperimental yang diperoleh menggunakan pressure sensitive film dan elektromiografi permukaan (sEMG), menghasilkan kesalahan relatif di bawah 5%, menunjukkan kesesuaian yang baik. Metodologi yang disempurnakan diterapkan pada kohort lima subjek dalam jenis kelamin dan kelompok usia yang sama untuk mengumpulkan data kekuatan gigitan tiga dimensi dan kekuatan otot pengunyahan. Hasil menunjukkan profil gaya gigitan spesifik subjek dengan gaya kontak puncak mulai dari sekitar 600 N hingga 900 N dan menunjukkan pola gaya siklik yang konsisten. Metode pendekatan yang divalidasi memberikan alternatif yang andal dan hemat biaya untuk penilaian fungsional pengunyahan. Penelitian di masa depan harus fokus pada penerapan metodologi ke populasi yang lebih luas, termasuk subjek klinis, dan lebih lanjut memajukan pemodelan muskuloskeletal khusus subjek untuk aplikasi seperti desain implan dan perencanaan rehabilitasi.

2025
👤 Penulis: Nada Fauziyyah Nursadida
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

DESAIN REKAHAN HIDROLIK PADA SUMUR X-3: STUDI KASUS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS MELALUI PEMILIHAN PROPPANT

Hydraulic fracturing stimulation is commonly used to enhance hydrocarbon flow in reservoirs with low to medium permeability. This method is being applied to Well X-3 in Cisitu Block, Indonesia, which is experiencing a production decline. To improve productivity, hydraulic fracturing was chosen as the preferred stimulation technique. The objective of this study is to design an optimum fracturing treatment to enhance well productivity. The process starts with well log interpretation and geomechanics parameters calculation in the Talang Akar formation. Using 3D fracture modeling software, four proppant types are tested to generate fracture geometry (half-length, height, and width) and identify the best scenarios based on Folds of Increase (FOI) to maximize productivity. Based on the simulation results, the well experienced a significant increase in productivity, with an average FOI of 2. This indicates a substantial improvement in the well's performance after the fracturing treatment.

2025
👤 Penulis: Achmad Yusuf Ismunandar
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 364 dari 6754
💬