πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PENGARUH KOMBINASI PUPUK NPK DAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) TERHADAP PERTUMBUHAN, BIOMASSA, DAN KADAR SQUALENE BIJI PADA TANAMAN BAYAM (AMARANTHUS TRICOLOR L. VAR. MIRA)

Squalene merupakan senyawa terpenoid bernilai tinggi yang memiliki fungsi sebagai antioksidan, agen imunomodulator, dan bahan aktif dalam industri farmasi serta kosmetik. Hingga kini, sumber utama squalene masih berasal dari hati ikan hiu sehingga produksinya tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan nabati yang ramah lingkungan. Bayam merah (Amaranthus tricolor L. var. Mira) diketahui mengandung squalene dalam bijinya, sehingga berpotensi sebagai sumber squalene yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi pupuk NPK dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap pertumbuhan, biomassa, dan kadar squalene biji bayam merah, serta menentukan dosis kombinasi yang paling potensial. Penelitian dilaksanakan di screenhouse Kampus ITB Jatinangor menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan sepuluh kombinasi perlakuan dosis NPK (7,5 g, 15 g, dan 22,5 g per polybag) dan PGPR (2 ml, 3 ml, dan 4 ml per liter), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun, panjang akar), biomassa (bobot basah dan kering tajuk, panjang malai, bobot biji serta jumlah malai, dan bobot basah dan kering akar) yang diambil pada 11 mst, 16 mst, dan 22 mst, dan kadar squalene biji menggunakan metode ekstraksi pelarut dan analisis HPLC. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji Tukey HSD pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dosis pupuk NPK dan PGPR tidak memberikan pengaruh terhadap seluruh parameter yang diamati. Terdapat tren peningkatan pada beberapa kombinasi perlakuan, seperti peningkatan tinggi tanaman pada perlakuan P3 (22,5 g NPK + 2 ml PGPR), bobot biomassa dan akar tertinggi pada P8 (15 g NPK + 4 ml PGPR), serta kadar squalene tertinggi pada perlakuan P7 (7,5 g NPK + 4 ml PGPR). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi pupuk NPK dan PGPR memiliki prospek agronomis yang menjanjikan untuk mendukung budidaya bayam merah sebagai sumber squalene nabati. Diperlukan penelitian lanjutan yang mengombinasikan aplikasi PGPR dengan pemberian stres abiotik terkendali untuk merangsang akumulasi metabolit sekunder pada biji squalene lebih tinggi.

2025
πŸ‘€ Penulis: Nur Asyiah
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK BAHAN ALAM DAN STIMULASI SENSORI SEBAGAI NEUROREHABILITAF PADA PASIEN PASCA STROKE ISKEMIK DI BANDUNG

Stroke iskemik merupakan salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas jangka panjang secara global, termasuk di Indonesia. Rehabilitasi pasca stroke menjadi krusial untuk memulihkan fungsi neurologis dan kualitas hidup pasien. Pendekatan konvensional yang bersifat farmakologis seringkali belum mampu memberikan pemulihan menyeluruh, terutama dalam aspek kognitif, fisik, dan psikologis. Oleh karena itu, diperlukan strategi rehabilitasi inovatif yang integratif dan berbasis bukti ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dua bentuk intervensi neurorehabilitasi nonfarmakologis, yaitu 1) kombinasi ekstrak bahan alamβ€”yang terdiri dari Centella asiatica (pegagan), Moringa oleifera (daun kelor), Curcuma domestica (kunyit), Piper nigrum (lada hitam), dan Channa striata (ikan gabus) serta 2) stimulasi sensorik menggunakan modifikasi bola tangan (MBT). Keduanya dievaluasi secara terpisah dan gabungan untuk menilai dampaknya terhadap pemulihan klinis, fisik, kognitif, dan psikologis pada pasien stroke iskemik. Metode penelitian yang digunakan adalah uji klinis eksperimental terhadap 76 pasien stroke iskemik yang menjalani fase rehabilitasi di Bandung. Penelitian dibagi menjadi beberapa tahap: (1) pengembangan dan pengujian prototipe MBT dengan fitur panas (40-60Β°C) dan getaran (150–200 Hz); (2) penyiapan dan uji toksisitas kombinasi ekstrak bahan alam untuk menjamin keamanan konsumsi; dan (3) intervensi klinis melalui pemberian terapi kombinasi dan stimulasi sensorik selama periode tertentu. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan mengukur parameter klinik (tekanan darah, kadar lipid), fungsi fisik (skor Barthel Index, kekuatan otot), kognitif (MMSE), serta psikologis (self-esteem, hardiness, dukungan keluarga, spiritualitas, kualitas tidur, depresi dan kualitas hidup) sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak bahan alam memberikan efek antiinflamasi, antioksidan, dan neuroprotektif yang signifikan, terlihat dari penurunan kadar IL-6 dan TNF ?serta perbaikan kadar enzim SOD dan MDA. Selain itu, penggunaan MBT terbukti meningkatkan rangsangan sensorik dan memperbaiki konektivitas neuromotorik, yang berdampak pada peningkatan skor fungsi fisik dan kognitif pasien. Kombinasi terapi menunjukkan peningkatan signifikan dalam semua domain, termasuk parameter psikologis seperti kualitas tidur dan dukungan sosial. Secara statistik, kelompok yang mendapatkan kombinasi perlakuan menunjukkan perbaikan yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol atau kelompok dengan satu jenis terapi saja (p < 0,05). Penelitian ini mengintegrasikan dua pendekatan terapi, yaitu terapi bahan alam yang bersifat sistemik dan stimulasi sensorik yang bersifat lokal dan langsung. Orisinalitas penelitian ini juga ditunjukkan dengan penggabungan lima bahan herbal yang masing-masing memiliki mekanisme kerja berbeda namun saling sinergis dalam menurunkan stres oksidatif dan meningkatkan neuroplastisitas. Selain itu, pendekatan intervensi fisik melalui MBT memberikan efek rangsangan afektif dan kognitif melalui aktivasi sistem somatosensorik. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan stroke tidak hanya dapat dicapai melalui terapi farmakologis, namun juga melalui pendekatan holistik yang menggabungkan intervensi herbal dan teknologi sederhana berbasis stimulasi. Kontribusi penelitian ini terhadap ilmu pengetahuan adalah pembuktian bahwa kombinasi terapi herbal dan sensorik efektif sebagai model intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan dalam tatalaksana rehabilitasi stroke di komunitas. Penelitian ini juga membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut dalam terapi integratif berbasis teknologi sederhana dan fitoterapi untuk penyakit neurologis lainnya. Di masa depan, diperlukan studi jangka panjang untuk menilai dampak terapi terhadap neuroregenerasi permanen serta penelitian multicenter.

2025
πŸ‘€ Penulis: Valentina B.M Lumbantobing
🏷️ Stroke Iskemik 🏷️ Rehabilitasi Stroke 🏷️ Terapi Herbal Dan Sensorik

STABILISASI MATERIAL TIMBUNAN PADA TAMBANG TERBUKA BATU BARA MENGGUNAKAN PERLAKUAN KIMIAWI

Ketidakstabilan lereng waste dump pada tambang terbuka umumnya disebabkan oleh tanah dasar berlumpur yang jenuh air, yang berperan sebagai bidang gelincir dan memicu kelongsoran. Fenomena ini diamati pada studi kasus, sehingga diperlukan upaya perbaikan geoteknik yang terukur dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor ketidakstabilan lereng serta mengevaluasi pengaruh stabilisasi tanah menggunakan kombinasi semen dan ion exchange terhadap peningkatan sifat mekanik tanah dasar serta factor of safety (FoS) lereng. Pendekatan yang digunakan meliputi pengujian laboratorium (Unconfined Compressive Strength, modulus elastisitas, kohesi, dan sudut gesek dalam) dan integrasi hasilnya ke dalam pemodelan numerik Limit Equilibrium Method. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan UCS hingga +3900%, kohesi hingga +196%, dan sudut gesek dalam hingga +58% pada komposisi optimum berbasis semen–ion exchange. Analisis kestabilan mengidentifikasi tekanan air pori sebagai faktor dominan pembentuk bidang gelincir. Penerapan embankment pada toe lereng menghasilkan peningkatan FoS kondisi statis hingga 95%. Peningkatan kestabilan ini memiliki potensi pengurangan sudut keseluruhan lereng sekitar 6% memungkinkan peninggian timbunan hingga +33%, sedangkan pengurangan sekitar 16% memungkinkan peninggian hingga +67%, dengan FoS tetap berada pada nilai yang aman. Secara keseluruhan, kombinasi stabilisasi kimia dan toe embankment terbukti meningkatkan sifat mekanik tanah dasar serta kestabilan global lereng, sekaligus memberikan fleksibilitas desain untuk peninggian timbunan dengan risiko yang terkendali.

2025
πŸ‘€ Penulis: Padmanatha Adhiwijna
🏷️ Geoteknik 🏷️ Stabilitas Lingkungan 🏷️ Pemanfaatan Kimia Dalam Manajemen Tambang

DIGITAL ROCK PHYSICS: PENERAPAN MACHINE LEARNING UNTUK ANALISIS POROSITAS DAN MINERAL PADA BATUPASIR

Digital Rock Physics (DRP) penting untuk memahami sifat fisik batuan dan mendukung interpretasi geologi. Penelitian ini bertujuan mengestimasi pori total dan komposisi mineral pada batupasir menggunakan empat metode unsupervised clustering, yaitu Fuzzy C-Means (FCM), Gaussian Mixture Model (GMM), SelfOrganizing Map (SOM), dan Balanced Iterative Reducing and Clustering using Hierarchies (BIRCH), berdasarkan citra CT scan grayscale. Hasil menunjukkan pori total masing-masing metode sebesar 17,65%, 15,68%, 20,65%, dan 11,71%, dengan estimasi mineral utama tertinggi pada BIRCH sebesar 58,47% dan nilai pori total yang paling mendekati referensi 25,00% pada SOM sebesar 20,65%. Distribusi vertikal klaster dari 700 irisan citra memperlihatkan FCM dengan proporsi relatif stabil, GMM dengan variasi antar irisan yang lebih besar, SOM dengan distribusi mineral yang seimbang, dan BIRCH yang didominasi mineral 1 dengan variasi pori pada interval tertentu. Validasi terhadap data XRD, well log, dan thin section petrografi menunjukkan kesesuaian pola distribusi spasial antar metode. Analisis berbasis unsupervised clustering ini dapat digunakan untuk mengestimasi porositas dan distribusi mineral secara kuantitatif dan otomatis, dengan hasil yang bervariasi sesuai karakteristik metode.

2025
πŸ‘€ Penulis: Abisha Caesaruli M Simanjuntak
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Digital Rock Physics 🏷️ Analisis Klaster

PENGEMBANGAN KENDALI ARUS UNTUK SIMULATOR HAPTIK SATU DERAJAT KEBEBASAN BERBASIS MOTOR BERGIGI DALAM SIMULASI PENGGURDIAN TULANG

Pelatihan operasi bedah pedicle screw insertion yang konvensional memiliki kendala keterbatasan dan biaya penggunaan kadaver. Simulator haptik menawarkan solusi pelatihan yang lebih mudah diakses. Namun, aktuator direct-drive yang mampu memberi gaya yang besar memiliki harga yang relatif mahal. Secara umum, penelitian ini bertujuan mengembangkan simulator haptik dengan satu derajat kebebasan dengan menggunakan motor DC bergigi sebagai aktuator. Tujuan spesifik dari penelitian ini adalah mengembangkan model dinamik simulator haptik, mengembangkan kendali arus yang lebih cepat dari respons manusia, dan mampu mengukur torsi interaksi dengan pengguna. Metode penelitian yang digunakan meliputi pembuatan setup eksperimental, identifikasi parameter motor, serta perancangan dan pengujian sistem kendali. Parameter motor diidentifikasi melalui pengukuran langsung dan pengujian tanpa beban. Pengukuran langsung memberikan nilai resistansi dan induktansi. Pengujian tanpa beban memberikan data yang mendukung penentuan konstanta torsi, konstanta back-EMF, parameter gesekan, dan inersia. Selanjutnya, dirancang sebuah sistem kendali arus berbasis Proportional-Integral (PI) yang dengan umpan balik yang dilengkapi filter komplementer untuk mengatasi noise pengukuran. Pengujian kendali arus dilakukan dalam kondisi poros motor terkunci (locked rotor) untuk mengisolasi komponen elektrikal dari efek dinamis komponen mekanikal. Hasil dari penelitian ini adalah model dinamik yang mampu memprediksi respons dinamik dari simulator dengan kesalahan sampai 4,7% untuk perubahan mendadak. Selain itu, hasil penelitian ini juga berhasil mencapai kendali arus yang cepat, dengan settling time 0,13 detik, lebih cepat daripada waktu respons manusia terhadap stimulus sentuhan. Namun, sistem akuisisi torsi memiliki histerisis lebih dari 60%. Histerisis pada pengukuran torsi menunjukkan bahwa kekakuan struktur pada desain perangkat keras simulator haptik merupakan faktor yang penting dan perlu dikembangkan lebih lanjut.

2025
πŸ‘€ Penulis: Ahmad 'Abdan Syakuro
🏷️ Kontrol Dinamis 🏷️ Simulasi Operasi Bedah 🏷️ Hidrologi Elektromagnetik

SIFAT MEKANIK POLA ORIGAMI BERBENTUK TABUNG

Origami in engineering is a type of compliant mechanism capable of distributing load and or other mechanical properties by utilizing its inherent geometric properties. It is tunable, scalable, and easy to manufacture properties makes its application vast and well needed in the current industry. This research investigates the mechanical properties of Yoshimura and Kresling (two types of tubular origami patterns) with respect to geometric and material variations. The primary objective is to evaluate the mechanical performance of both patterns under tensile and compressive loads, and to analyze how cross-sectional shape and material selection influence structural stiffness. Through tension and compression experiments, the stiffness and range of motion of the structures are found. This data is further tested through finite element simulation using MERLIN software. Results show that Yoshimura patterns exhibit higher stiffness under tension, while Kresling patterns respond more dynamically under compression. Cross-sectional variations (square, hexagonal, octagonal) significantly impact stiffness, particularly in materials with high elastic modulus. Moreover, vertex geometry influences the range of motion and structural stability. For instance, square Yoshimura specimens made of PLA show a stiffness of 0.73 N/mm, while hexagonal Kresling specimens made of PLA show a stiffness of 0.26 N/mm. In conclusion, the mechanical characteristics of origami structures are highly dependent on their geometric configuration and base material. This study serves as a foundational reference for future origami-based design in engineering applications.

2025
πŸ‘€ Penulis: Safira Dastalenta
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN USULAN KONSEP PERBAIKAN PRODUK MULTIPURPOSE OIL PT X BERDASARKAN PREFERENSI KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN CHOICE-BASED CONJOINT

Minat masyarakat terhadap obat-obatan tradisional dan herbal terus meningkat, seiring dengan bertumbuhnya kesadaran akan gaya hidup sehat serta kepercayaan terhadap metode pengobatan alami yang dianggap lebih aman dan minim efek samping. Melihat peluang ini, PT X mulai mengembangkan produk multipurpose oil sebagai bagian dari upaya memasuki pasar obat tradisional. Produk ini memiliki beragam manfaat, namun saat ini masih berada dalam tahap prototipe dan menghadapi tantangan dalam mencapai kesesuaian pasar (product-market fit). Selama ini, proses pengembangan produk masih mengandalkan pengetahuan internal perusahaan tanpa didukung oleh data pasar yang memadai. Penelitian ini bertujuan merancang usulan konsep perbaikan produk menggunakan analisis choice-based conjoint (CBC) untuk mengidentifikasi preferensi konsumen terhadap atribut produk. Estimasi utilitas dilakukan dengan metode hierarchical Bayes (HB), sementara segmentasi responden dianalisis melalui regresi logistik kelas laten. Penentuan harga optimal ditentukan dengan metode Van Westendorp untuk memperoleh rentang harga yang dapat diterima oleh konsumen. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner selama 15 hari dengan menggunakan teknik judgmental dan snowball sampling, menghasilkan 226 responden valid setelah proses pre-processing data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling berpengaruh dalam preferensi konsumen secara berurutan meliputi aroma, sensasi, metode pengaplikasian, bentuk kemasan, dan ukuran kemasan. Segmentasi konsumen menghasilkan empat kelompok utama, yaitu practical product seekers (n=71), young budget-conscious professionals (n=57), mature wellness seekers (n=52), dan classic consumers (n=47). Konsep produk yang diusulkan memiliki karakteristik aroma fresh/green, metode pengaplikasian roll-on, ukuran kemasan 10 ml, bentuk kemasan multifungsi, serta memberikan sensasi panas saat digunakan, dengan estimasi pangsa pasar sebesar 37,9%.. Berdasarkan analisis harga, nilai harga optimal berada pada kisaran Rp21.500, dengan rentang harga yang dapat diterima konsumen berkisar antara Rp14.022 hingga Rp40.474.

2025
πŸ‘€ Penulis: Reyza Putra Prasetya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Preferensi Konsumen

PREDIKSI NILAI STRAIN TEROWONGAN BERDIMENSI BESAR DENGAN METODE PENGGALIAN BERTAHAP BERDASARKAN NILAI COMPETENCE FACTOR DAN BEBAN BATUAN

Kestabilan terowongan sangat dipengaruhi dimensi bukaan, kualitas massa batuan, beban batuan (rock load), dan metode penggalian yang digunakan. Deformasi berlebih (strain) dapat memicu masalah ketidakstabilan sehingga diperlukan analisis kuantitatif yang komprehensif untuk memprediksi perilaku deformasi pada berbagai kondisi. Penelitian ini menganalisis hubungan antara competence factor (CF), rock load, dan tunnel span terhadap nilai strain pada terowongan berdimensi besar melalui pemodelan numerik 2D finite element method. Simulasi dilakukan pada empat metode penggalian meliputi Side Drift (SD), Central Diaphragm (CD), Top Heading and Benching (THB), dan Three-Bench Seven Step Excavation Method (TSEM) untuk kategori large span dan very large span. Hasil regresi menunjukkan hubungan negatif antara CF dan strain dengan koefisien korelasi ???? berkisar 0,85–0,92. Untuk large span, SD menghasilkan lower bound strain terendah (???? = 0.11 (???????????? /???????? )?0.7, ???? = 0.88), sedangkan TSEM menghasilkan upper bound tertinggi (???? = 0.97 (???????????? /????????)?0.73, ???? = 0.9). Pada very large span, tren serupa teramati dengan SD tetap terendah (???? = 0.16 (???????????? /???????? )?0.75) dan TSEM tertinggi (???? = 1.15 (???????????? /???????? )?0.8). Hubungan positif signifikan juga ditemukan antara rock load dan strain korelasi r berkisar 0,82–0,87. Untuk large span, SD menunjukkan lower bound terendah (???? = 0.44 ???????? 2.8) sementara TSEM tertinggi (???? = 4.7 ???????? 3.2). Pola ini konsisten pada very large span, menjelaskan bahwa peningkatan span dan rock load secara langsung meningkatkan strain, sedangkan CF yang lebih tinggi secara konsisten menurunkan nilai strain. Model regresi yang diperoleh dapat menjadi alat prediksi deformasi dan dasar pemilihan metode penggalian yang sesuai dengan kondisi geoteknik dan dimensi bukaan.

2025
πŸ‘€ Penulis: Dzakwan Naufal Pratama
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Strain 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN BIOPESTISIDA BERBASIS RNAI DENGAN TARGET GEN PENGKODE EFEKTOR RXLR242 UNTUK PENGENDALIAN VIRULENSI PHYTOPHTHORA CAPSICI

Phytophthora capsici merupakan patogen oomiset yang menyerang berbagai tanaman hortikultura, termasuk cabai (Capsicum annuum) yang menimbulkan penyakit dengan tingkat kerusakan yang tinggi. Virulensi P. capsici dipengaruhi salah satunya oleh protein efektor, RXLR242 yang memfasilitasi keberhasilan infeksi dengan mengganggu transportasi protein pertahanan tanaman. Upaya pengendalian melalui biopestisida berbasis aplikasi RNA pendek rantai ganda (dsRNA) untuk memicu respon RNA interference (RNAi) menjadi strategi potensial yang ramah lingkungan dan spesifik terhadap patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dsRNA yang menarget gen RXLR242 dalam menghambat ekspresi gen tersebut. dsRNA dirancang untuk mengenali basa 1-300 pada mRNA gen RXLR242 yang mengkode domain pengikat protein inang. Fragmen cetakan dsRNA RXLR242 sepanjang 300 bp yang sudah dirangkai dengan promotor T7 pada kedua sisinya dikonstruksi ke dalam plasmid pBluescript KS II (+) dan ditransformasikan ke Escherichia coli DH5?. Fragmen tersebut kemudian diamplifikasi terspisah untuk menghasilkan cetakan transkripsi in vitro dengan arah sense-dan antisense, menghasilkan RNA rantai tunggal (ssRNA). Dilakukan proses annealing dari kedua ssRNA tersebut untuk menghasilkan dsRNA RXLR242. Sebanyak 30 ?L dsRNA (750 ng) diaplikasikan setiap 12 jam selama lima hari ke kultur aktif P. capsici. Evaluasi dilakukan melalui analisis pertumbuhan koloni serta kuantifikasi ekspresi gen target dengan RT-qPCR, mencakup isolasi RNA total, sintesis cDNA, dan amplifikasi kuantitatif berbasis SYBR Green. Hasil menunjukkan bahwa meskipun aplikasi dsRNA tidak memberikan efek signifikan terhadap penghambatan pertumbuhan koloni P. capsici dibandingkan kontrol, namun terjadi penurunan ekspresi gen RXLR242 sebagaimana ditunjukkan oleh nilai fold change dalam analisis qPCR. Detached leaf assay dilakukan untuk meninjau pengaruh aplikasi dsRNA terhadap ketahanan inang menghadapi infeksi patogen. Konsentrasi dsRNA 500 ng/30?L, 750 ng/30?L, dan 1000 ng/30?L diaplikasikan pada daun berbeda dan dilakukan analisis ekspesi gen RXLR242. Tren penurunan ekspresi dari keseluruhan konsentrasi menunjukkan bahwa mekanisme pembungkaman gen melalui RNAi dapat terjadi meskipun belum memengaruhi pertumbuhan patogen. Hasil ini menjadi dasar untuk pengembangan formulasi dengan konsentrasi dan metode aplikasi yang lebih optimal, termasuk pemanfaatan teknologi penghantaran seperti enkapsulasi atau nanopartikel, guna meningkatkan stabilitas dan efektivitas di lapangan.

2025
πŸ‘€ Penulis: Alfiqi Dwiva Annisi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Bioinformatika

ANALISIS PREDIKTIF KASUS DBD MENGGUNAKAN MODEL DERET WAKTU DAN MACHINE LEARNING UNTUK ESTIMASI PREMI ASURANSI DAN DANA CADANGAN

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu isu kesehatan yang tingkat penyebarannya meningkat di beberapa dekade terakhir, terutama di wilayah tropis dan subtropis. Di Indonesia, penyakit DBD merupakan masalah kesehatan serius yang memiliki pola tahunan, dengan puncak kasus umumnya terjadi di musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan meramal kasus DBD dengan pola tahunan di beberapa wilayah di Indonesia, yaitu Jawa Barat, Jakarta, dan Kota Bandung. Hasil peramalan kemudian digunakan sebagai dasar untuk mengestimasi premi dan dana cadangan, guna mendukung upaya pengelolaan risiko sekaligus intervensi dini terhadap penyakit ini di masa mendatang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah seasonal ARIMA (SARIMA), exponential smoothing, serta machine learning dengan pendekatan deret waktu. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa ketiga metode mampu menangkap pola musiman kasus DBD dengan performa peramalan yang cukup dapat dipertimbangkan, termasuk dalam mengantisipasi kejadian luar biasa. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan potensi pemanfaatan model prediktif sebagai bagian dari perencanaan kesehatan preventif berbasis data kasus.

2025
πŸ‘€ Penulis: Teguh Sopyana
🏷️ Demam Berdarah Dengue 🏷️ Analisis Data Kasus 🏷️ Perencanaan Kesehatan Preventif

PERANCANGAN MODEL ESTIMASI BIAYA PROYEK PENGEMBANGAN PRODUK PADA PT ALGATEK KARBON NUSANTARA DENGAN PENDEKATAN RANTAI MARKOV DAN SIMULASI MONTE CARLO

Upaya Indonesia dalam menurunkan emisi karbon mendorong pengembangan teknologi inovatif, salah satunya melalui pemanfaatan biomassa alga. PT Algatek Karbon Nusantara menjadi pelopor dalam pengembangan produk hilir berbasis alga, seperti bioremediator dan pakan ikan. Namun, pengembangan produk tersebut masih berada pada tahap konseptual dan menghadapi tantangan berupa iterasi teknis, ketidakpastian durasi, serta variabilitas biaya, yang menyulitkan perusahaan dalam mengestimasi kebutuhan anggaran secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model simulasi estimasi biaya proyek pengembangan produk yang mampu mengakomodasi kemungkinan pengulangan dan penghentian aktivitas pada setiap tahapan. Proyek dimodelkan menggunakan pendekatan Stage-Gate dan dikategorikan ke dalam tiga fase, yakni feasibility, development, dan manufacturing. Transisi antar tahapan dimodelkan secara probabilistik melalui pendekatan rantai Markov. Estimasi durasi setiap tahapan dilakukan dengan mempertimbangkan tiga scenario, yakni best case, most likely, dan worst case, sedangkan komponen biaya diklasifikasikan menjadi biaya tetap dan biaya berbasis durasi. Estimasi biaya proyek pengembangan produk dilakukan dengan menggunakan model rantai Markov dilakukan melalui simulasi Monte Carlo. Hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk proyek bioremediator dengan target durasi 120 hari, rata-rata biaya proyek mencapai Rp 63,7 juta, sementara anggaran minimum yang diperlukan perusahaan untuk mengantisipasi iterasi dan proyek gagal adalah sebesar Rp 259 juta. Untuk proyek pakan ikan dengan target durasi 150 hari, rata-rata biaya proyek adalah sebesar Rp 70,5 juta dengan anggaran minimum yang dibutuhkan sebesar Rp 348 juta. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa keberhasilan proyek dalam mencapai target durasi sangat dipengaruhi oleh probabilitas pengulangan tahapan dan probabilitas penghentian proyek. Model ini dapat bermanfaat sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis risiko yang lebih terukur untuk pengelolaan anggaran dan perencanaan proyek.

2025
πŸ‘€ Penulis: Adira Rachmawati Putri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

UNIFIKASI SISTEM PENYANGGA TEROWONGAN BERDIMENSI BESAR BERDASARKAN PERHITUNGAN ROCK LOAD DAN REKAPITULASI STRAIN

Konstruksi terowongan berdimensi besar (large span tunnels) menghadapi tantangan ketidakstabilan yang dipengaruhi oleh dimensi bukaan, kualitas massa batuan, beban batuan (rock load), sistem penyangga, dan metode penggalian yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemilihan metode penggalian terhadap tunnel strain pada massa batuan dan menyusun tunnel construction chart beserta unifikasi sistem penyangga yang mengintegrasikan rock load, tunnel strain, dan metode penggalian berdasarkan competence factor dan tunnel span. Penelitian ini menggunakan 298 set data sekunder dari proyek terowongan yang mencakup parameter terowongan dan spesifikasi sistem penyangga, dengan fokus pada penyangga seperti shotcrete, lining, rock bolt, steel set, dan forepoling. Perhitungan empiris rock load dilakukan dengan empat pendekatan, yaitu Teori Whole Soil Column, Teori Xie Jiaxiu, Teori Terzaghi, dan Teori Protodyakonov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan sistem penyangga meningkat seiring berkurangnya competence factor dan bertambahnya tunnel span, serta metode penggalian yang lebih kompleks terbukti efektif dalam mengontrol deformasi (tunnel strain) pada massa batuan dengan catatan bahwa penyangga diinstalasi segera setelah penggalian. Selain itu, hasil juga menunjukkan bahwa tunnel strain yang dihasilkan adalah TSEM < THB < CD < SD. Oleh karena itu, tunnel construction chart beserta unifikasi sistem penyangga yang disusun dapat dijadikan acuan awal untuk perancangan sistem penyangga terowongan berdimensi besar.

2025
πŸ‘€ Penulis: Inzagi Suhendar
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN DESAIN KEMASAN MADU FORTIFIKASI PT X MENGGUNAKAN MODEL KANO, QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT, DAN TRIZ

PT X adalah perusahaan farmasi dengan kapabilitas utama mengekstrak bahan alam Indonesia. Saat ini, PT X melakukan ekspansi ke hilir untuk meluncurkan brand produk farmasi milik sendiri. Salah satu produk yang dikembangkan adalah madu fortifikasi (madu dengan nutrisi tambahan) untuk anak-anak bernama madu Y. Pada pengembangannya, madu Y menghadapi kendala pada desain kemasan. Temuan awal pada studi pendahuluan menunjukkan bahwa desain kemasan produk saat ini mengakibatkan adanya penumpukan endapan ekstrak pada bagian bawah botol sehingga madu sulit untuk keluar dari kemasan. . Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan metode engineering design agar desain kemasan madu Y memenuhi kebutuhan fungsional dan kebutuhan dari target konsumen. Dalam penelitian ini, kuesioner Kano digunakan untuk memperoleh kebutuhan konsumen dan klasifikasinya terhadap model Kano, Quality Function Deployment (QFD) fase I dan II untuk mengolah kebutuhan konsumen menjadi kebutuhan teknis lalu ke kebutuhan komponen, Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) untuk merancang komponen sesuai parameter yang diinginkan, serta matriks Pugh untuk mengevaluasi dan memilih alternatif desain kemasan madu Y. Kuesioner Kano menghasilkan 13 kebutuhan konsumen (CR) tergolong basic, one- dimensional, dan excitement. QFD fase I menghasilkan 13 atribut teknis (EC) berpasangan dengan setiap CR beserta bobot, target, dan arah perbaikan. Pada QFD fase II, EC dipetakan terhadap komponen kemasan madu untuk mengetahui bobot komponen madu Y. Selanjutnya, dilakukan perbaikan parameter komponen sesuai metode TRIZ. Kombinasi solusi TRIZ menghasilkan delapan alternatif konsep desain. Matriks Pugh dipakai untuk memilih alternatif terbaik. Konsep terpilih adalah desain kemasan dengan body PET, dimensi yang memudahkan genggaman, tutup flip-top dengan tumpuan jari, serta spout dengan silicone valve untuk mengontrol aliran madu. Hasil validasi menunjukkan desain usulan ini memperoleh rerata kepuasan lebih tinggi untuk mayoritas CR, dan peningkatan signifikan berdasarkan uji paired t-test. Konsep desain kemasan ini digunakan sebagai arahan bagi pihak maklon untuk memproduksi kemasan madu sesuai kebutuhan fungsional dan target konsumen..

2025
πŸ‘€ Penulis: Azizah Fasya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PEMODELAN PERTUMBUHAN POHON DAN SERAPAN KARBON DIOKSIDA EKIVALEN (CO?E) PADA BERBAGAI UMUR POHON REVEGETASI LAHAN PASCA TAMBANG DI PT CITRA PALU MINERALS, SULAWESI TENGAH

Aktivitas pertambangan mengemisikan karbon dioksida (CO?) yang tidak sedikit jumlahnya. Karbon dioksida (CO?) yang diemisikan berpotensi menyebabkan pemanasan global. Sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon yang tertera pada dokumen FoLU NET SINK 2030 (Forest and Other Land Use), karbon dioksida ekivalen (CO?e) dikenakan pajak setiap kilogramnya. Perusahaan tambang memiliki kewajiban membayar pajak karbon, serta membuat lahan revegetasi. PT Citra Palu Minerals (PT CPM) adalah perusahaan tambang yang memiliki lahan revegetasi yang ditanami berbagai jenis pohon. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pertumbuhan setiap spesies pohon yang ditanam di lahan revegetasi PT CPM, yang kemudian digunakan untuk menghitung jumlah sekuestrasi CO?e setiap tahunnya dan menghitung kontribusi sekuestrasi CO?e dalam mengurangi dampak CO?e yang diemisikan dalam kegiatan pertambangan. Pohon-pohon pada area revegetasi PT CPM diidentifikasi dan diukur DBH serta tinginya dengan sistem sensus. Data lapangan yang telah terekam diproses dengan rumus Chapman-Richards Hibrida serta rumus Michaelis Menten untuk memodelkan pertumbuhan diameter serta tinggi pohon per tahun untuk proyeksi ke masa mendatang. Model yang dihasilkan diukur biomassa serta karbonnya dengan alometri Chave. Biomassa yang dihitung dikonversi menjadi karbon dioksida (CO?) menggunakan persamaan molar. Selisih dari karbon dioksida (CO?) tahun awal serta tahun akhir dijadikan angka penyerapan karbon dioksida (CO?) per tahun. Penelitian ini menghasilkan 25 model pertumbuhan diameter pohon serta 25 model pertumbuhan tinggi pohon dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) tidak melebihi 5 cm untuk setiap model diameter serta 5 m untuk setiap model tinggi. Dari parameter RMSE, model dinilai cukup merepresentasikan keadaan lapangan. Sekuestrasi CO?e hasil pemodelan meningkat dari tahun pertama (sebesar 0,08 ton untuk semua pohon atau sebesar 0,01 ton/ha) sampai tahun simulasi terakhir - 100 tahun (sebesar 858,63 ton untuk semua pohon atau sebesar 112,31 ton/ha). Selama PT Citra Palu Minerals beroperasi, rata-rata CO?e yang diemisikan per tahunnya adalah sebesar 34.674,56 ton. Selama waktu 100 tahun secara rata-rata, pepohonan di area penelitian diproyeksikan mampu mensekuestrasikan CO?e sebesar 65,62 ton/ha per tahunnya. Sehingga pepohonan di area penelitian mampu menyerap CO?e sebesar 1,44% dari CO?e yang diemisikan per tahunnya. Oleh karena itu, untuk menciptakan keadaan karbon netral (jumlah sekuestrasi serta emisi CO?e bersifat sama), diperlukan pertambahan penanaman pohon sejumlah kurang lebih 100 kali lebih banyak dibandingkan jumlah pohon yang sudah ditanam. Untuk menghasilkan pemodelan yang lebih representatif lagi dengan keadaan lapangan, diperlukan pengambilan data pohon yang lebih banyak jumlahnya di tahun tanam berbeda.

2025
πŸ‘€ Penulis: Jonathan Adrian Wiyana
🏷️ Hidrologi 🏷️ Revegetasi Lahan Pasca Tambang 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING REAL-TIME WORK IN PROCESS (WIP) UNTUK EFISIENSI PROSES PRODUKSI FARMASI BERBASIS WEB: STUDI KASUS DI PT.YOU

Industri farmasi menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan efisiensi produksi, terutama dalam pengendalian waktu proses dan pemantauan produk yang sedang dalam proses (Work in Process/WIP). Sistem SAP yang digunakan di PT. YOU belum mampu memberikan visibilitas aktual terhadap posisi produk di setiap work center produksi, sehingga menyebabkan ketidakefisienan dalam pemantauan dan koordinasi lintas work center. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi sistem monitoring WIP berbasis web bernama Manufacturing Lead Time (MLT), yang dirancang untuk memberikan informasi mengenai status produk dan mempercepat deteksi masa simpan produk sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi. Metode yang digunakan adalah pengembangan sistem dengan pendekatan iteratif dan evaluasi menggunakan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem MLT berhasil meningkatkan efisiensi dalam pemesanan bahan kemas dan memberikan visibilitas proses yang lebih baik melalui fitur dashboard kanban. Meskipun terjadi peningkatan lead time pada fase awal implementasi, sistem ini dinilai memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan prinsip CPOB 2024 dan menjadi langkah awal menuju integrasi sistem MES di masa depan. Sistem MLT juga mendukung pengambilan keputusan berbasis data, mendeteksi penyimpangan proses lebih dini dan memfasilitasi pemantauan produk secara akurat dan efisien.

2025
πŸ‘€ Penulis: Susi Mirasari
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Produksi Farmasi 🏷️ Sistem Monitoring Proses
Halaman 365 dari 6754
πŸ’¬