📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PENGEMBANGAN SERIES2VEC UNTUK KLASIFIKASI DATA DERET WAKTU (STUDI KASUS: DETEKSI KETERLAMBATAN PEMBAYARAN PLN)

Klasifikasi deret waktu pada data operasional berskala besar menghadapi tantangan berupa pola temporal yang tidak konsisten antar instance, distribusi kelas yang sangat timpang, dominasi nilai nol (sparsity tinggi) yang dapat mendistorsi sinyal pembelajaran, serta adanya noise pada data. Pendekatan berbasis representasi selfsupervised seperti Series2Vec telah menunjukkan performa unggul pada dataset benchmark, namun penerapannya pada data operasional dengan karakteristik tersebut belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan model klasifikasi data deret waktu berbasis representasi Series2Vec dengan modifikasi fungsi kemiripan dan arsitektur. Evaluasi sistematis dilakukan dalam ruang desain 6×4 yang mencakup enam fungsi kemiripan temporal (SoftDTW, WDTW, ADTW, EDR, MSM, TWED) dan empat fungsi kemiripan frekuensi (Euclidean, Manhattan, Cosine, FC_H), pada dua konfigurasi window historis yaitu 12 bulan dan 24 bulan. Selain itu, dilakukan tiga eksperimen modifikasi arsitektur, yaitu penghapusan spatial encoder, penggantian DisjointCNN dengan encoder 4 block, dan frozen fine-tuning. Dataset terdiri dari 22.676 pelanggan PLN pascabayar dengan rasio ketidakseimbangan kelas 86,7%:13,3% dan tingkat sparsity sekitar 86,5%. Setiap konfigurasi dievaluasi melalui dua protokol yang saling melengkapi, yaitu linear probing untuk mengukur kualitas intrinsik representasi dan fine-tuning untuk mengukur potensi adaptasi supervised, dengan metrik utama Macro F1-score. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pemilihan fungsi kemiripan berpengaruh terhadap kualitas representasi yang dihasilkan Series2Vec. Pada protokol linear probing, konfigurasi terbaik adalah MSM+Cosine dengan Val Macro F1 sebesar 0,8947 pada window 12 bulan dan EDR+FC_H sebesar 0,8921 pada window 24 bulan, melampaui konfigurasi default SoftDTW+Euclidean masing-masing sebesar 0,0106 dan 0,0043. Setelah fine-tuning, WDTW+Cosine mencapai Val Macro F1 tertinggi sebesar 0,9084 pada window 12 bulan dan ADTW+FC_H sebesar 0,9084 pada window 24 bulan, melampaui seluruh baseline termasuk LSTM (0,9017 dan 0,9002) dan TS2Vec (0,9021 dan 0,8937). Pada eksperimen modifikasi arsitektur, penggantian DisjointCNN dengan encoder 4 block menghasilkan performa yang sebanding dengan selisih kurang dari 0,004 pada kedua window, sementara frozen fine-tuning menunjukkan penurunan performa yang konsisten. Kontribusi keilmuan penelitian ini adalah evaluasi sistematis ruang desain 6×4 fungsi kemiripan serta eksperimen modifikasi arsitektur encoder Series2Vec pada data operasional dengan karakteristik sparsity tinggi, noise, ketidaksejajaran temporal, dan ketidakseimbangan kelas yang ekstrem. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan fungsi kemiripan alternatif dapat meningkatkan performa klasifikasi pada data deret waktu operasional. Pada eksperimen modifikasi arsitektur, penggantian DisjointCNN dengan arsitektur encoder 4 block menghasilkan performa yang sebanding, sementara frozen fine-tuning yang membekukan bobot DisjointCNN dan hanya melatih classification head menunjukkan penurunan performa yang konsisten pada kedua window, mengindikasikan bahwa pelatihan ulang DisjointCNN secara end-to-end selama fase fine-tuning berperan penting dalam meningkatkan performa klasifikasi.

2026
👤 Penulis: Helmy Satria Martha Putra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Data Deret Waktu 🏷️ Analisis Temporal

ANALISIS KOMPARATIF ELECTRO-GEOMETRIC METHOD DAN COLLECTION VOLUME METHOD PADA PEMODELAN AREA LINDUNG SISTEM PROTEKSI PETIR SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI

Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) merupakan bagian penting dari sistem transmisi tenaga listrik yang rentan terhadap gangguan sambaran petir, khususnya di wilayah tropis seperti Indonesia. Konfigurasi geometris menara, konduktor fasa, dan kawat tanah berpotensi menimbulkan gangguan berupa backflashover (BFO) dan shielding failure (SF), sehingga diperlukan sistem proteksi petir yang efektif. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi sistem proteksi petir pada SUTT melalui pemodelan dan simulasi tiga dimensi. Metode Electro-Geometric Method (EGM) dan Collection Volume Method (CVM) digunakan untuk menentukan area lindung terhadap sambaran petir langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa EGM menghasilkan satu nilai kritis berupa jarak sambaran 48,26 m dengan arus puncak 11,26 kA, sedangkan CVM menghasilkan rentang jarak sambaran 52,5–65,2 m dengan rentang arus puncak 6,85–9,85 kA. Kedua metode menunjukkan bahwa konfigurasi SUTT tipe AA+0 masih berpotensi mengalami BFO dan SF karena tegangan lebih yang dihasilkan melebihi Basic Insulation Level (BIL) isolator rantai sebesar 1105 kV dan arus puncaknya melebihi arus minimum terjadinya SF sebesar 5,525 kA. Berbeda dengan EGM yang bersifat deterministik, CVM merepresentasikan hubungan antara arus puncak dan jarak sambaran dalam bentuk rentang probabilistik, sehingga memberikan evaluasi area lindung dan kinerja sistem proteksi petir yang lebih representatif.

2026
👤 Penulis: Tsaqif Fataher Rizky
🏷️ Analisis Geometri 🏷️ Simulasi Tiga Dimensi

DEVELOPMENT OF A LEAN ENTERPRISE INTERVENTION DECISION FRAMEWORK (LEIDF) FOR STATE INTERVENTION IN DISTRESSED STATE-OWNED ENTERPRISES: AN EX-POST CASE ILLUSTRATION OF PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) TBK

Keputusan intervensi negara pada BUMN yang mengalami kondisi distress memerlukan proses pengambilan keputusan yang terstruktur dan terstandar. BUMN memiliki mandat ganda yaitu menjaga keberlanjutan finansial sekaligus mengemban amanat negara/kepentingan publik. Oleh karena itu, penilaian kredit biasa tidak memadai untuk menilai proposal intervensi BUMN. Meskipun analisa mendalam atas proposal intervensi telah ada, belum adanya framework standar berpotensi mengakibatkan inkonsistensi dalam proses assessment. Akibatnya, Keputusan berisiko lebih didorong oleh kondisi genting, financial pressure atau pertimbangan strategis yang kurang dilengkapi langkah pengaman yang memadai. Tesis ini menggunakan pendekatan kualitatif dan design oriented untuk mengembangkan Lean Enterprise Intervention Decision Framework (LEIDF) dan menerapkannya pada kasus PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai ilustrasi kasus ex-post. LEIDF dikembangkan melalui studi literatur, sintesa konsep dan konsultasi dengan DAM Danantara. Landasan teori meliputi bounded rationality, stage-gate decision logic, Financial versus economic viability, execution feasibility, moral hazard, risiko fiskal, SOE governance dan juga kepentingan umum/negara. Konsultasi dengan Danantara digunakan untuk memahami praktek assessment intervensi, ketersediaan data, tata kelola dan pelaksanaan LEIDF secara praktis. Tesis ini mengusulkan LEIDF sebagai framework pengambilan Keputusan berbasis stage-gate, berurutan, berbasis pertanyaan, dan berdasarkan pada bukti. LEIDF terdiri dari 4 gate yaitu Post-Intervention Economic Viability, Execution Feasibility, Intervention Risk Control dan Public Value/State Interest Justification. Ilustrasi penerapan pada kasus PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. menunjukkan bahwa LEIDF dapat mengorganisasi assessment atas proposal intervensi secara terstruktur dan operasional, dengan hasil rekomendasi keputusan adalah Conditional Recovery (Penyehatan)

2026
👤 Penulis: Nivo Narulita Yuninda
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN PROSES APLIKASI PELAPIS RTV KARET SILIKON BERPENGISI NANOPARTIKEL DENGAN VALIDASI BERDASARKAN KARAKTERISTIK ARUS BOCOR DAN AKUMULASI POLUTAN PADA ISOLATOR

Kegagalan isolator umumnya disebabkan oleh degradasi insulasi akibat akumulasi polutan pada permukaan yang mempercepat penurunan kinerja isolator. Salah satu metode untuk memperlambat degradasi tersebut adalah pelapisan isolator pasangan luar menggunakan silikon rubber dengan penambahan nanofiller. Namun, diperlukan optimasi metode aplikasi pelapis untuk memperoleh proses yang efektif dan efisien melalui penentuan parameter pelapisan yang tepat. Optimasi dilakukan dengan mengevaluasi performa isolator pada kondisi polusi aktual, yaitu polutan industri dan pantai. Metode pelapisan yang optimal diharapkan mampu menurunkan arus bocor, meningkatkan hidrofobisitas, dan memperbaiki ketahanan dielektrik. Hasil menunjukkan bahwa metode spray menghasilkan ketebalan lapisan optimum pada rentang 250–500 ?m, sedangkan metode dip dan tuang menghasilkan lapisan yang lebih tipis. Pada kondisi paling ekstrem, yaitu permukaan berpolutan dan lingkungan salt fog, metode spray mampu mereduksi arus bocor (Irms) hingga 66,67% dan menurunkan nilai cross-product (Irms × Total Harmonic Distortion) hingga 90,55% dibandingkan isolator tanpa pelapis. Selain itu, metode spray menghasilkan nilai ESDD (Equivalent Salt Deposit Density) dan NSDD (Non-Soluble Deposit Density) terendah, dengan klasifikasi Heavy, dibandingkan isolator tanpa pelapis yang berada pada klasifikasi Very Heavy. Berdasarkan hasil pengujian, metode spray coating merupakan metode aplikasi RTV SiR dengan nanofiller yang paling efektif dalam meningkatkan performa isolator pada kondisi polusi aktual.

2026
👤 Penulis: Intan Nuraini Ciptaning
🏷️ Pelapisan Isolator 🏷️ Kontrol Polutan Industri Dan Pantai 🏷️ Optimisasi Proses Aplikasi

PERANCANGAN STRATEGI DAN METODE DEDIESELISASI OPTIMAL BERBASIS PV UNTUK SISTEM DISTRIBUSI DI SIKAKAP, PULAU MENTAWAI

Kecamatan Sikakap di Kepulauan Mentawai masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang mengakibatkan tingginya konsumsi bahan bakar dan emisi gas rumah kaca. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan teknis de-dieselisasi sistem distribusi Sikakap melalui integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS). Analisis dilakukan menggunakan DIgSILENT PowerFactory dan PVSyst pada empat konfigurasi, yaitu PLTD (kondisi eksisting), PLTD–PLTS, PLTD–PLTS–BESS, dan PLTS–BESS. Evaluasi dilakukan berdasarkan kemampuan memenuhi beban, penetrasi energi terbarukan, respons terhadap ramping daya, serta unserved load pada tiga skenario operasi, yaitu musim kemarau, musim berawan, dan musim hujan (worst case). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi PLTD–PLTS–BESS memberikan performa terbaik dengan penghematan penggunaan PLTD sebesar 49,22%, 43,71%, dan 40,60% pada masing-masing skenario, serta mampu mempertahankan keandalan sistem tanpa unserved load. Sebaliknya, konfigurasi PLTS–BESS masih mengalami unserved load akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan energi. Oleh karena itu, konfigurasi PLTD–PLTS–BESS menjadi alternatif yang paling optimal untuk mendukung strategi dedieselisasi serta transisi energi di Kecamatan Sikakap.

2026
👤 Penulis: Yehuda Pasaribu
🏷️ Renovasi Energi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Energi Terbarukan 🏷️ Analisis Risiko Dan Keandalan Sistem Distribusi

DESAIN ANTENA CIRCULAR ARRAY PADA IMPLEMENTASI NON-ROTATING RADAR 360º UNTUK AIR SURVEILLANCE

Radar konvensional dengan antena yang berputar memiliki keterbatasan dalam kecepatan pemindaian, akurasi sudut, dan keandalan mekanis, sementara sistem perngawasan udara modern menuntut respons cepat dengan cakupan 360º. Permasalahan ini mendorong pengembangan antena dengan konfigurasi circular phased array yang menawarkan solusi pemindaian lebih cepat tanpa perlu berputar secara mekanis, sekaligus memungkinkan pengendalian beam elektronik secara fleksibel dalam domain azimut dan elevasi. Penelitian ini bertujuan mendesain antena circular phased array sebagai implementasi radar non-rotasi 360º untuk air surveillance, dengan fokus pada desain antena faceted circular array untuk sektor 90° yang terdiri atas 8 sub-array aktif dengan beda sudut antar sub-array sebesar 11,25°. Antena didesain pada frekuensi S-Band pada rentang 2,9 – 3,1 GHz dan difabrikasi menggunakan substrat flame retardant-4 (FR-4) dengan dimensi patch 55 mm × 250 mm. Penelitian membandingkan konfigurasi distribusi amplitudo uniform dan non-uniform untuk mengoptimasi sidelobe level (SLL). Hasil pengujian menunjukkan parameter S11 di seluruh rentang frekuensi kerja berada di bawah -10 dB. Pada bidang azimut distribusi uniform menghasilkan SLL -8,20 hingga -8,90 dB dengan gain 10,8-12 dBi, sedangkan distribusi non-uniform menghasilkan SLL -21,80 hingga -23,20 dBi dengan rata-rata half power beam width (HPBW) 16,14° untuk uniform dan 18,13° untuk non-uniform. Sudut elevasi sebesar 20° diperoleh melalui teknik pemindaian frekuensi tanpa phase shifter. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi solusi atas permasalahan radar konvensional untuk kebutuhan air surveillance, baik sipil maupun pertahanan.

2026
👤 Penulis: Iffan Nur Ilman Syarifudin
🏷️ Antena Circular Array 🏷️ Radar Non-Rotasi 360º 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air

PERANCANGAN PROSES APLIKASI DAN KARAKTERISASI SIFAT DIELEKTRIK SERTA HIDROFOBISITAS PERMUKAAN INSULATOR DI BAWAH KONDISI POLUSI AKTUAL MENGGUNAKAN LAPISAN PELINDUNG RTV KARET SILIKON DENGAN PENGISI NANOPARTIKEL

Isolator pada jaringan transmisi dan distribusi tenaga listrik rentan mengalami penurunan performa akibat akumulasi polutan yang dapat memicu flashover dan kegagalan isolasi. Perancangan ini bertujuan mengevaluasi pengaruh metode pelapisan coating terhadap karakteristik elektrik dan fisik isolator guna menentukan metode yang paling optimal. Tiga metode yang dibandingkan, yaitu spray, dip, dan tuang, menggunakan komposisi coating yang sama dan diuji pada kondisi bersih dan berpolutan. Pengukuran yang dilakukan meliputi pengukuran resistansi isolator, sudut kontak, kapasitansi, dan tan delta. Pada parameter resistansi isolator, metode spray meningkatkan nilainya sebesar 638.75 G? pada kondisi bersih dan 669.64 G? pada kondisi berpolutan dibandingkan isolator uncoated, dengan perubahan kondisi bersih dan berpolutan sebesar 4,03%. Dari sisi hidrofobisitas, metode spray menjadi satu-satunya yang mencapai hydrophobicity class 1 (HC 1) pada kondisi bersih (receding angle 65,2°) dan mempertahankan kelas HC 2 pada kondisi berpolutan (receding angle 57,4°). Selain itu, metode spray meningkatkan tan delta sebesar 26,57% pada kondisi bersih, serta 59% pada kondisi berpolutan dibandingkan isolator uncoated. Dengan demikian, metode spray direkomendasikan sebagai solusi pelapisan isolator yang paling optimal.

2026
👤 Penulis: Hilary Evelyn Tjandra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

THE ENVIRONMENTAL IMPACTS OF PILE DRIVING FOR OFFSHORE WIND TURBINES ON MARINE MAMMALS IN INDONESIAN WATERS

This study presents a national-scale assessment of construction-phase underwater noise impacts from offshore wind turbine (OWT) monopile installation on marine mammals in Indonesian waters. Although offshore wind development is a key component of Indonesia’s energy transition, quantitative integration of acoustic environmental impacts remains limited in existing planning frameworks. This research addresses this gap by combining engineering-based acoustic modeling with spatial ecological analysis across techno?economically feasible offshore wind farm (OWF) candidate sites. Monopile geometric parameters—including diameter, pile length, penetration depth, and wall thickness—were derived using multiple linear regression based on a reference dataset of existing offshore wind projects. The resulting model identifies turbine capacity as the dominant design variable, producing representative monopile diameters of approximately 4.11–6.64?m for the 2.5?MW turbine class, with site-specific adjustments captured through secondary parameters. Underwater noise source levels were estimated using two complementary approaches: the Energy Conversion Factor (ECF) framework of Wood et?al. (2023) and the empirical scaling law of von?Pein et?al. (2022). The Wood model produces uniform and conservative Energy Source Levels (?209–211?dB re 1?µPa²·s), while the von?Pein model exhibits greater sensitivity to site-specific parameters, generating more variable Sound Exposure Levels. Transmission loss modeling indicates that Permanent Threshold Shift (PTS) impact ranges remain relatively limited, extending up to 430–614?m (Wood model) and 85–191?m (von?Pein model) depending on hearing group and hammer scenario. In contrast, Temporary Threshold Shift (TTS) zones extend significantly further, reaching 8–19?km (Wood model) and 2.6–6.0?km (von?Pein model). These results highlight the strong dependence of predicted impact extent on model selection. Spatial overlay analysis in QGIS reveals substantial overlap between acoustic impact zones and marine mammal habitats, particularly for Balaenopteridae, Delphinidae, and Physeteridae. The integrated risk classification framework—combining acoustic exposure, ecological vulnerability, and wave-based installation windows—identifies a clear west-to-east gradient, with low-risk zones concentrated in the Java Sea and higher-risk regions in the Banda Sea, Maluku, and offshore Papua. Seasonal analysis shows increased risk levels during August–October. The findings demonstrate that offshore wind development in Indonesia must incorporate both spatial and temporal considerations to minimize ecological impacts. The study provides a first-order, evidence-based framework for acoustic risk assessment and supports targeted mitigation measures including optimized installation timing, noise reduction technologies, and spatial planning strategies.

2026
👤 Penulis: Bayu Maulana Faisal
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

MODEL DINAMIKA INFEKSI JAMUR FUSARIUM OXYSPORUM F.SP. CUBENSE (FOC) PADA TANAMAN PISANG (MUSA SPP.) DENGAN PENGARUH SPASIAL

Penyakit Fusarium wilt merupakan salah satu penyakit berbahaya pada tanaman pisang yang disebabkan oleh jamur tular tanah Fusarium oxysporum f. sp. cubense (Foc). Penelitian ini bertujuan menyusun model matematis penyebaran penyakit Fusarium wilt pada tanaman pisang dengan mempertimbangkan karakteristik inang, patogen, dan pengaruh spasial. Model yang digunakan merupakan gabungan antara model SEIR yang dimodifikasi dengan model metapopulasi untuk merepresentasikan pergerakan patogen secara spasial. Analisis kestabilan dari titik kesetimbangan dilakukan menggunakan nilai eigen persamaan karakteristik dari model terlinearisasi, serta perhitungan R0 melalui Next Generation Matrix. Hasilnya, sistem memiliki titik kesetimbangan bebas penyakit dan endemik. Sistem stabil menuju titik kesetimbangan bebas penyakit saat R0 < 1, sedangkan sistem stabil menuju titik kesetimbangan endemik saat R0 > 1. Adapun simulasi numerik dilakukan untuk mendukung analisis kestabilan. Dari analisis sensitivitas terlihat bahwa laju infeksi, laju kematian tanaman akibat penyakit, dan kepadatan populasi tanaman merupakan faktor utama yang mendorong peningkatan penyebaran penyakit, dengan setiap faktor memiliki titik kritis yang menentukan apakah penyakit akan bertahan atau mereda. Strategi pengendalian yang efektif dapat dilakukan dengan menekan faktor-faktor tersebut untuk memutus siklus penularan.

2026
👤 Penulis: Aisyah Humaira
🏷️ Kesehatan Tanaman 🏷️ Model Matematis Penyebaran Penyakit 🏷️ Analisis Kestabilan Dan Sensitivitas

PENGARUH VARIASI KONSENTRASI KITOSAN TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPLASTIK BERBASIS PATI UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS) DENGAN PLASTICIZER GLISEROL

Plastik konvensional masih banyak digunakan karena sifatnya yang fleksibel, ringan, dan kuat, namun memiliki kelemahan utama berupa sifat non-degradable yang menyebabkan akumulasi limbah dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bioplastik berbasis bahan alami yang ramah lingkungan dan mudah terurai. Pati ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan salah satu sumber biopolimer potensial karena ketersediaannya yang melimpah, bersifat biodegradable, dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kitosan sebagai filler serta menentukan konsentrasi kitosan yang optimal dalam formulasi bioplastik berbasis pati ubi jalar untuk menghasilkan karakteristik bioplastik terbaik sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu variasi konsentrasi kitosan sebesar 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%, masing-masing dengan lima ulangan. Konsentrasi pati dan gliserol sebagai plasticizer ditetapkan tetap masing-masing sebesar 9% dan 3,5%. Parameter yang diamati meliputi kuat tarik, elongasi, densitas, indeks swelling, permeabilitas uap air (WVP), dan biodegradabilitas. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah, dan apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. analisis data dilakukan menggunakan software IBM SPSS Statistics versi 27, sedangkan untuk keperluan rekapitulasi data awal dan visualisasi grafik digunakan Microsoft Excel 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi kitosan berpengaruh signifikan terhadap sebagian besar karakteristik bioplastik. Peningkatan konsentrasi kitosan meningkatkan kuat tarik dan densitas, menurunkan nilai swelling dan WVP, serta memperlambat laju biodegradasi, namun cenderung menurunkan nilai elongasi. Konsentrasi kitosan 1,5% dan 2% memenuhi persyaratan SNI 7188.7:2016 untuk nilai swelling, sedangkan seluruh perlakuan memenuhi persyaratan SNI 7818:2014 untuk parameter kuat tarik dan waktu degradasi, namun belum memenuhi persyaratan untuk parameter elongasi. Temuan ini menunjukkan bahwa, konsentrasi kitosan 2% menunjukkan karakteristik terbaik secara keseluruhan sebagai formulasi bioplastik pati ubi jalar.

2026
👤 Penulis: Denina Riskarania
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

DETEKSI MANIPULASI GAMBAR BERITA BERBAHASA INDONESIA DENGAN TIMPA TEKS MENGGUNAKAN DEEP LEARNING

Penyebaran berita palsu melalui fenomena timpa teks merupakan permasalahan yang semakin ramai di media sosial seperti Instagram dan Facebook. Pendekatan pengolahan citra tradisional terbukti tidak efektif dalam menangani kasus ini karena rentan terhadap false positive pada latar belakang yang kompleks atau berkontras rendah. Penelitian ini mengusulkan sistem deteksi berbasis deep learning multimodal yang menggabungkan EfficientNetV2-L untuk modalitas visual, IndoBERT untuk modalitas teks hasil EasyOCR, dan modul fusi scaled dot-product attention tiga arah untuk mengintegrasikan kedua modalitas secara terintegrasi. Dataset yang digunakan dibangun secara khusus untuk penelitian ini, terdiri atas 2400 citra berita yang seimbang antara citra asli dan citra palsu, yang dikumpulkan dari grup Facebook dan akun media sosial resmi berita Indonesia, yang dibagi menjadi 2000 data latih, 200 data validasi, dan 200 data uji. Hasil pengujian pada data uji menunjukkan bahwa pendekatan multimodal yang diusulkan mencapai accuracy sebesar 0.8950 dan F1-score sebesar 0.8923, mengungguli pendekatan lainnya seperti unimodal visual, tekstual, maupun pendekatan konvensional.

2026
👤 Penulis: Julian Caleb Simandjuntak
🏷️ Deep Learning 🏷️ Deteksi Manipulasi Gambar Berita 🏷️ Analisis Citra

STUDI PEMBENTUKAN DAN PENGENDALIAN BIOFILM PADA INDUSTRI PANGAN

Biofilm pada permukaan yang bersentuhan dengan pangan dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang dan menurunkan efektivitas sanitasi. Penelitian ini mengevaluasi pembentukan biofilm oleh Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis dalam susu UHT pada permukaan polivinil klorida (PVC) dan stainless steel pada suhu 5 dan 28°C selama 4 dan 20 jam, baik tanpa maupun dengan perlakuan disinfektan berbasis natrium hipoklorit. Total biomassa yang melekat, jumlah sel hidup, dan morfologi biofilm masing-masing dianalisis menggunakan pengukuran densitas optik dengan pewarnaan crystal violet, metode hitung cawan, dan scanning electron microscopy (SEM). Permukaan PVC menghasilkan biomassa yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan stainless steel (p < 0,001), sedangkan jenis material tidak berpengaruh signifikan terhadap viabilitas sel. Waktu inkubasi yang lebih lama secara signifikan meningkatkan jumlah sel hidup, sementara temperatur tidak memberikan pengaruh signifikan sebagai faktor tunggal. Perlakuan disinfeksi secara signifikan menurunkan viabilitas sel (p < 0,001), tetapi tidak menurunkan biomassa secara signifikan. Hasil pengamatan SEM mengonfirmasi bahwa residu extracellular polymeric substances yang telah mengalami kerusakan tetap melekat pada permukaan setelah perlakuan. Oleh karena itu, pengendalian biofilm yang efektif memerlukan proses pembersihan untuk menghilangkan matriks sebelum dilakukan disinfeksi akhir.

2026
👤 Penulis: Sofi Aini Zahra
🏷️ Biofilim 🏷️ Sanitasi Pangan 🏷️ Hidrologi Industri

ANALISIS POTENSI AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS, ISOTOP STABIL ?¹?O–?²H, DAN PEMODELAN MODFLOW DALAM RANGKA PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR DI DISTRIK ABEPURA DAN SEKITARNYA, KOTA JAYAPURA, PAPUA

Distrik Abepura dan sekitarnya di Kota Jayapura menghadapi krisis ketersediaan air bersih akibat ketergantungan tinggi pada sumber air permukaan dari Pegunungan Cycloop yang debitnya semakin terbatas. Selama 20 tahun terakhir belum ada penambahan sumber air baru, sementara PDAM telah menerapkan sistem pengaliran bergilir yang mengindikasikan kapasitas produksi tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan secara kontinu. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi air tanah sebagai sumber alternatif melalui integrasi empat metode: survei geolistrik resistivitas VES, analisis isotop stabil ?¹?O–?²H, pengukuran kualitas air in-situ, dan pemodelan numerik MODFLOW. Survei geolistrik VES konfigurasi Schlumberger dilakukan pada 13 titik pengukuran dan diolah menggunakan IPI2win serta Progress 3.0. Analisis isotop stabil dilakukan pada 9 sampel air dari berbagai sumber (air hujan, mata air, air sumur, air danau, dan air laut) menggunakan instrumen Picarro L2130-i di Laboratorium Hidrogeologi dan Hidrogeokimia ITB. Pengukuran kualitas air in-situ dilakukan pada 17 titik menggunakan Water Quality Meter 7-in-1. Model numerik dibangun menggunakan Visual MODFLOW dengan simulasi steady state dan transien selama 14 tahun (2026–2040). Hasil survei VES mengidentifikasi 11 dari 13 titik yang mengkonfirmasi keberadaan akuifer Pasir Tufan pada kedalaman 3–84 m, dengan akuifer paling tebal di titik Aspol (50,6 m), Kotaraja Dalam (39,7 m), Yotefa (32,6 m), dan UNCEN (20,3 m). Material vulkaniklastik berupa Tufa Breksi (100–200 Ohm.m) dan Breksi Tufa (>200 Ohm.m) yang dijumpai di beberapa titik tidak berfungsi sebagai akuifer karena bersifat matrix-supported dengan matriks abu vulkanik teralterasi yang impermeabel. Zona air payau terdeteksi di titik Otonom (0,27 Ohm.m pada kedalaman 50,4–79,2 m), mengindikasikan pengaruh intrusi air laut. Analisis isotop stabil mengkonfirmasi bahwa air tanah di dataran rendah (?¹?O = ?8,5 hingga ?9,0‰) bukan merupakan infiltrasi hujan lokal secara langsung (?¹?O hujan = ?14,3 hingga ?14,4‰), melainkan hasil percampuran dengan komponen aliran regional dari zona imbuhan di lereng Pegunungan Cycloop (>1.800 m dpl). Perbandingan isotopik antara Danau Sentani (?¹?O = ?6,0‰; d-excess +6,96‰) dan Mata Air Padang Bulan (?¹?O = ?8,974‰; d-excess +16,9‰) selisih ?¹?O 2,974‰ disertai kontras d-excess yang nyata itu membuktikan bahwa Danau Sentani bersifat gaining lake atau disconnected terhadap akuifer dan tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap imbuhan air tanah. Gradien isotopik konsisten dengan pola aliran model MODFLOW dari Cycloop menuju Teluk Yos Sudarso. Pengukuran kualitas air pada 17 titik menunjukkan seluruh parameter memenuhi atau mendekati baku mutu PerMenKes 492/2010 dan WHO 2011 dengan kondisi aerobik di seluruh titik. Model MODFLOW dikalibrasi dengan R² = 99% dan Normalized RMS = 3,681%. Simulasi pemompaan 32 sumur bor (total 6.400 m³/hari) selama 14 tahun menghasilkan rata-rata penurunan head sebesar 10,45 m dengan head minimum 1,90 m dpl (W16 Yotefa Lama) yang masih di atas muka air laut sehingga tidak memicu intrusi; namun zonasi Permen ESDM No. 31 Tahun 2018 menunjukkan mayoritas titik berada pada status KRITIS (10 titik) hingga RUSAK (1 titik) tanpa titik AMAN, sehingga pemenuhan defisit direkomendasikan melalui skema hibrida 16 sumur bor (3.200 m³/hari) dan pemanfaatan Danau Sentani via IPA (3.132 m³/hari), bukan eksploitasi penuh 32 sumur.. Neraca air model meningkat dari 6.425,7 m³/hari (steady state) menjadi 10.103 m³/hari (transien 14 tahun) melalui mekanisme capture zone effect. Simulasi MT3DMS mengkonfirmasi tidak terjadinya intrusi air laut pada debit pemompaan normal. Kawasan Aspol, UNCEN, dan Yotefa direkomendasikan sebagai zona prioritas tinggi untuk pengembangan sumur bor, dengan catatan pembatasan penambahan sumur di zona Aspol (penurunan head 36 m) dan monitoring prioritas di zona pesisir (W16, W14).

2026
👤 Penulis: Ignatius Wily Virman
🏷️ Geolistrik 🏷️ Isotop Stabil 🏷️ Model Numerik Modflow

PENGARUH VARIASI KONSENTRASI GLISEROL TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPLASTIK BERBAHAN DASAR PATI UBI JALAR DENGAN FILLER KITOSAN

Pengaruh Konsentrasi Gliserol terhadap Karakteristik Bioplastik Berbahan Dasar Pati Ubi Jalar dengan Filler Kitosan. Dibimbing oleh Angga Dwiartama dan Heri Rahman. Penggunaan plastik konvensional sebagai kemasan menimbulkan masalah limbah lingkungan jangka panjang. Bioplastik berbasis pati ubi jalar (Ipomoea batatas L.) menjadi alternatif potensial, namun memiliki kelemahan pada sifat mekanis dan ketahanan terhadap air. Penambahan gliserol sebagai plasticizer dapat memperbaiki karakteristik bioplastik dengan meningkatkan fleksibilitas dan memodifikasi sifat fisik serta mekaniknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi gliserol terhadap karakteristik bioplastik serta menentukan konsentrasi gliserol yang paling optimal untuk menghasilkan bioplastik dengan sifat terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan variasi konsentrasi gliserol (1,5%, 2,5%, 3,5%, dan 4,5%) dan penambahan filler kitosan 2% untuk menguji karakteristik bioplastik yang meliputi kekuatan tarik, densitas, elongasi, Water Vapour Permeability (WVP), swelling index, dan laju biodegradasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian, variasi konsentrasi gliserol maemberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik fisik dan mekanik bioplastik yang dihasilkan. Peningkatan konsentrasi gliserol dari 1,5% hingga 4,5% menyebabkan penurunan densitas dan kekuatan tarik, serta peningkatan nilai Water Vapour Permeability (WVP), swelling index, dan elongasi. Sementara itu, parameter biodegradabilitas tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan dan menunjukkan bahwa seluruh formulasi memiliki kemampuan terurai yang baik. Secara keseluruhan, formulasi optimal terdapat pada konsentrasi gliserol 2,5% (G2).

2026
👤 Penulis: Felicia Kaylee
🏷️ Bioplastik 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

BEAMFORMING PADA RADAR NON-ROTATING 360° BERBASIS HEXAGONAL ARRAY UNTUK APLIKASI AIR SURVEILLANCE

Radar air surveillance konvensional memindai wilayah azimut melalui putaran mekanis, yang membatasi laju pembaruan data dan menuntut perawatan berkala. Radar non-rotating mengatasi keterbatasan ini melalui pemindaian elektronik, namun realisasinya sebagai phased array aktif menuntut penggeser fasa dan penguat pada setiap elemen, sehingga kompleksitas, konsumsi daya, dan biayanya menjadi sangat tinggi. Butler matrix menawarkan alternatif pasif, tetapi menghadirkan dua persoalan: Butler matrix berorde genap tidak menghasilkan berkas pada arah broadside, dan jaringan ini tidak menyediakan informasi sudut kedatangan sinyal secara presisi. Penelitian ini mengusulkan integrasi rat-race coupler pasif pada pasangan port masukan Butler matrix 8×8 yang bersebelahan, untuk secara simultan mengisi celah berkas broadside dan membangkitkan kanal jumlah (?) serta kanal selisih (?) bagi estimasi sudut monopulse — seluruhnya tanpa komponen aktif maupun pemrosesan digital. Sistem dirancang pada substrat FR4 di frekuensi 3 GHz sebagai satu sektor dari susunan heksagonal 48 elemen, disimulasikan dengan CST Microwave Studio, difabrikasi, dan divalidasi melalui pengukuran Vector Network Analyzer serta pengukuran pola radiasi outdoor. Hasil pengukuran menunjukkan return loss seluruh port berada di bawah ?10 dB, deviasi fasa progresif Butler matrix tidak melebihi 2,7°, dan rat-race coupler menghasilkan beda fasa 0,43° pada kanal ? dan 180,16° pada kanal ?. Sistem terintegrasi membentuk berkas ? tepat pada arah broadside, membuktikan tercapainya beam gap filling. Kurva diskriminan ?/? pada lima pasangan port .menghasilkan estimasi sudut dengan galat rerata 0,44°, mencakup seluruh sektor ±30°.

2026
👤 Penulis: Wulan Widya Yukti
🏷️ Radar Air 🏷️ Beamforming 🏷️ Hexagonal Array
Halaman 55 dari 6754
💬