📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PROPOSED YOUTUBE SHOPPING AFFILIATE MARKETING STRATEGY TO INCREASE CONSUMER PURCHASE INTENTION AT CONVRSE

Penelitian ini mengkaji tantangan CONVRSE, bisnis digital media dan content creation di YouTube, yang mengalami penurunan business revenue akibat merosotnya conversion rate pada konten YouTube Shopping affiliate. Hal ini krusial karena affiliate stream tersebut menyumbang 75% total pendapatan perusahaan. Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor consumer perception dalam platform YouTube Shopping affiliate marketing yang memengaruhi consumer purchase intentions. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui survei terhadap 263 responden dan diolah menggunakan PLS-SEM. Hasilnya menunjukkan bahwa argument quality, expertise, trustworthiness, perceived usefulness, dan perceived ease of use berpengaruh positif signifikan terhadap consumer perception yang memicu purchase intention. Sementara itu, pendekatan kualitatif digunakan untuk merumuskan usulan strategi YouTube Shopping affiliate marketing bagi CONVRSE. Analisis eksternal melalui PESTEL, Porter’s Five Forces, dan Competitor Analysis mengungkap tantangan berupa kompetisi ketat, high bargaining power platform, dan low audience switching cost. Analisis internal dengan VRIO framework menunjukkan bahwa format storytelling-based merupakan sustained competitive advantage yang dapat dioptimalkan. Berdasarkan hasil analisis, solusi bisnis dirumuskan menggunakan matriks SWOT-TOWS. CONVRSE direkomendasikan untuk memperkuat posisi sebagai trusted technology decision authority, meningkatkan efektivitas affiliate marketing melalui clear purchase pathways, serta mereduksi friksi dalam viewer-to-purchase journey. Selain itu, CONVRSE perlu mengamankan kolaborasi strategis dengan brand, mengembangkan community-based engagement untuk menjaga loyalitas, serta mengintegrasikan ethical disclosure dan kepatuhan regulasi ke dalam identitas konten.

2026
👤 Penulis: Rheza Ivan Farrell
🏷️ Youtube Shopping Affiliate Marketing 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Digital Media 🏷️ Perencanaan Bisnis Strategis

PROPOSED YOUTUBE SHOPPING AFFILIATE MARKETING STRATEGY TO INCREASE CONSUMER PURCHASE INTENTION AT CONVRSE

Penelitian ini mengkaji tantangan CONVRSE, bisnis digital media dan content creation di YouTube, yang mengalami penurunan business revenue akibat merosotnya conversion rate pada konten YouTube Shopping affiliate. Hal ini krusial karena affiliate stream tersebut menyumbang 75% total pendapatan perusahaan. Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor consumer perception dalam platform YouTube Shopping affiliate marketing yang memengaruhi consumer purchase intentions. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui survei terhadap 263 responden dan diolah menggunakan PLS-SEM. Hasilnya menunjukkan bahwa argument quality, expertise, trustworthiness, perceived usefulness, dan perceived ease of use berpengaruh positif signifikan terhadap consumer perception yang memicu purchase intention. Sementara itu, pendekatan kualitatif digunakan untuk merumuskan usulan strategi YouTube Shopping affiliate marketing bagi CONVRSE. Analisis eksternal melalui PESTEL, Porter’s Five Forces, dan Competitor Analysis mengungkap tantangan berupa kompetisi ketat, high bargaining power platform, dan low audience switching cost. Analisis internal dengan VRIO framework menunjukkan bahwa format storytelling-based merupakan sustained competitive advantage yang dapat dioptimalkan. Berdasarkan hasil analisis, solusi bisnis dirumuskan menggunakan matriks SWOT-TOWS. CONVRSE direkomendasikan untuk memperkuat posisi sebagai trusted technology decision authority, meningkatkan efektivitas affiliate marketing melalui clear purchase pathways, serta mereduksi friksi dalam viewer-to-purchase journey. Selain itu, CONVRSE perlu mengamankan kolaborasi strategis dengan brand, mengembangkan community-based engagement untuk menjaga loyalitas, serta mengintegrasikan ethical disclosure dan kepatuhan regulasi ke dalam identitas konten.

2026
👤 Penulis: Rheza Ivan Farrell
🏷️ Youtube Shopping Affiliate Marketing 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Digital Media 🏷️ Perencanaan Bisnis Strategis

JEJAK AROMA NUSANTARA : WELLNESS RESORT AND CULTURAL PRODUCTION VILLAGE BERBASIS TANAMAN ATSIRI

Perkembangan gaya hidup modern dan tingginya tekanan kehidupan perkotaan menyebabkan meningkatnya gangguan kesehatan mental, kelelahan fisik, serta menurunnya kualitas interaksi manusia dengan alam. Di sisi lain, Indonesia memiliki kekayaan tanaman atsiri Nusantara yang berpotensi sebagai media penyembuhan, edukasi, dan penggerak ekonomi kreatif, namun pemanfaatannya masih didominasi sebagai komoditas produksi dan belum terintegrasi dalam pengalaman ruang yang utuh. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya sebuah kawasan yang mampu menghubungkan proses budidaya, produksi, pembelajaran, hingga pemulihan dalam satu kesatuan ruang. Proyek Jejak Aroma Nusantara: Wellness Resort and Cultural Production Village di Cikole dirancang sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi wellness resort, pusat produksi minyak atsiri, ruang edukasi, budaya, serta agrowisata berbasis tanaman atsiri Nusantara. Kawasan ini menerapkan pendekatan arsitektur multisensori dengan menjadikan aroma sebagai elemen utama pembentuk pengalaman ruang. Konsep Aromatic Journey diterapkan melalui rangkaian ruang yang membawa pengunjung dari aktivitas publik menuju ruang yang semakin tenang dan restoratif, didukung oleh lanskap aromatik, healing landscape, productive landscape, serta pemanfaatan kontur alami tapak. Perancangan dilakukan melalui studi literatur mengenai wellness architecture, healing landscape, dan arsitektur multisensori, observasi kondisi tapak di Cikole, analisis preseden, serta pengembangan konsep desain yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Hasil perancangan menghasilkan kawasan yang terdiri atas lima zona utama, yaitu Produksi & Edukasi, Budaya & Komunitas, Wellness & Healing, Resort & Akomodasi, serta Lanskap & Agrowisata, yang saling terhubung dalam alur pengalaman ruang yang berkesinambungan. Melalui pendekatan tersebut, proyek ini diharapkan menjadi destinasi restorative tourism yang tidak hanya mendukung kesehatan fisik dan mental pengunjung, tetapi juga memperkuat pelestarian tanaman atsiri Nusantara, meningkatkan nilai ekonomi masyarakat lokal, serta menghadirkan identitas arsitektur yang mengintegrasikan alam, budaya, dan pengalaman multisensori secara berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Meisya Limartha
🏷️ Aroma Buatan 🏷️ Kebudayaan Ekologis 🏷️ Restorative Tourism

PERANCANGAN INTERIOR KAPAL PENUMPANG RO-RO MERAK–BAKAUHENI: DESAIN ADAPTASI RUANG PENUMPANG SAAT LONJAKAN ARUS MUDIK.

Pelabuhan Merak merupakan salah satu pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia yang berperan sebagai penghubung utama antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Setiap tahunnya pelabuhan ini melayani jutaan penumpang, baik yang melakukan perjalanan dengan kendaraan maupun tanpa kendaraan. Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak juga memiliki pola lonjakan penumpang yang relatif dapat diprediksi, terutama pada periode peak season seperti libur Lebaran dan Tahun Baru. Kondisi tersebut menuntut ketersediaan fasilitas pelabuhan yang mampu mengakomodasi pergerakan penumpang secara efektif, aman, dan nyaman. Namun pada kondisi eksisting, khususnya pada terminal eksekutif Pelabuhan Merak, ditemukan permasalahan terkait pengelolaan ruang dan alur sirkulasi penumpang. Area terminal yang bercampur dengan fungsi komersial seperti pusat perbelanjaan menyebabkan alur perjalanan penumpang dari kedatangan hingga proses keberangkatan menjadi kurang jelas dan terfragmentasi. Padahal, proses naik kapal ferry memiliki tahapan yang cukup kompleks sehingga membutuhkan alur ruang yang jelas agar penumpang dapat bergerak dengan mudah, terutama pada saat terjadi lonjakan jumlah pengguna. Berdasarkan permasalahan tersebut, perancangan ini bertujuan untuk merancang Pelabuhan Ferry Eksekutif Merak yang lebih berorientasi pada kebutuhan pengguna dengan mempertimbangkan pola lonjakan penumpang yang terjadi secara berkala setiap tahun. Pendekatan yang digunakan dalam perancangan ini menitikberatkan pada pengalaman pengguna serta kemampuan ruang untuk beradaptasi terhadap peningkatan kapasitas pada periode peak season. Dengan demikian, perancangan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas serta kenyamanan pengguna dalam melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Merak.

2026
👤 Penulis: Izzah Aisyah Yulis
🏷️ Desain Ruang 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS KINEMATIKA SENDI DAN BATAS PREDIKTIF MODEL PADA TENDANGAN PENALTI SEPAK BOLA: STUDI LIGA INGGRIS (EPL) MUSIM 2025 2026

Penelitian ini menganalisis kinematika sendi pada 92 tendangan penalti dari 39 pemain di 18 klub English Premier League (EPL) musim 2025/26 menggunakan rekaman video 2D yang diekstraksi dengan Kinovea. Penelitian bertujuan mengkarakterisasi kinematika sendi lutut dan pinggul, mengevaluasi underestimasi model kinematika satu-segmen, serta menguji kemampuan parameter kinematika dalam memprediksi hasil tendangan. Model satu-segmen menghasilkan rasio underestimasi median sebesar 5,70, sedangkan model dua-segmen menurunkannya menjadi 4,50 secara signifikan. Analisis energetik menunjukkan rotasi tungkai hanya menyumbang 8,4% energi kinetik bola. Tiga model machine learning yang digunakan adalah Logistic Regression, Random Forest, dan Support Vector Machine menghasilkan ROC-AUC sebesar 0,47 hingga 0,54, sementara regresi memberikan tertinggi 0,033, sehingga variabel kinematika 2D tidak memiliki daya prediksi yang memadai. Hasil ini menunjukkan bahwa kinematika lutut bukan prediktor utama kecepatan maupun hasil tendangan, hanya sudut lutut maksimum yang berkorelasi lemah dengan kecepatan bola ( = +0,222; p = 0,033).

2026
👤 Penulis: Elang Aditya Putra
🏷️ Kinematika Sendi 🏷️ Prediksi Hasil Tendangan Penalti 🏷️ Energi Kinetik Bola

GARIS EQUIANGULAR : BATAS ATAS KARDINALITAS TERBESAR GARIS EQUIANGULAR DAN KONSTRUKSI GARIS EQUIANGULAR DENGAN GRAF TERATUR KUAT

Garis equiangular didefinisikan sebagai himpunan garis di dimensi d yang melalui titik awal, yang sudut dari sembarang dua garis dalam himpunan tersebut bernilai konstan. Masalah utama dalam topik ini adalah menentukan kardinalitas terbesar himpunan garis equiangular yang ada di dimensi d, yang dinotasikan sebagai N(d). Hingga saat ini, nilai N(d) belum sepenuhnya diketahui, terutama untuk nilai d sangat besar. Untuk nilai d yang cukup kecil, yakni d ? 23, beberapa penelitian telah dilakukan untuk mendapatkan batas atas N(d), utamanya dengan memanfaatkan konsep matriks Gram dan Seidel beserta sifat-sifat yang dimilikinya. Selain itu, konsep garis equiangular juga memiliki keterkaitan yang erat dengan konsep graf, terutama graf teratur kuat (strongly regular graph). Hubungan sudut antar garis dalam himpunan garis equiangular dapat dinyatakan dalam bentuk matriks Gram dan Seidel, sedangkan hubungan ketetanggaan antar simpul dalam suatu graf dapat dinyatakan dalam bentuk matriks ketetanggaan. Adapun dalam aljabar, matriks ketetanggaan dan matriks Seidel dapat saling bersesuaian di bawah operasi tertentu. Hal ini memungkinkan dilakukannya konstruksi garis equiangular dari suatu graf teratur kuat, dan sebaliknya. Tugas akhir kali ini dilakukan untuk meninjau bagaimana cara merumuskan batas atas nilai N(d) dan bagaimana cara mengonstruksi himpunan garis equiangular dengan kardinalitas terbesar yang ada di dimensi d, untuk beberapa nilai d tertentu, berdasarkan literatur-literatur lain yang sudah ada. Perumusan batas atas menggunakan konsep matriks Gram dan matriks Seidel, sedangkan konstruksi garis equiangular menggunakan konsep graf teratur kuat maupun graf secara umum.

2026
👤 Penulis: Aradhana Bagas Agniputra
🏷️ Kombinatorika 🏷️ Aljabar Linier 🏷️ Teori Graf

EVALUASI PENGARUH HIGH CO-FIRING RATIO DENGAN BIOMASSA WOOD CHIPS TERHADAP EFISIENSI DAN EMISI BOILER CFB PLTU TARAHAN UNIT 3

Co-firing biomassa pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) merupakan salah satu strategi transisi energi yang diterapkan untuk mendukung penurunan emisi gas rumah kaca serta pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Sejalan dengan kebijakan pemerintah dan roadmap dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan, PLTU Tarahan telah mengimplementasikan co-firing biomassa wood chips secara komersial dengan rasio hingga 15%. Dalam rangka mendukung peningkatan pemanfaatan energi terbarukan dan mengevaluasi kesiapan operasional pembangkit terhadap implementasi high co-firing ratio (HCR), penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan biomassa wood chips pada rasio tinggi terhadap efisiensi dan emisi boiler Circulating Fluidized Bed (CFB) PLTU Tarahan Unit 3 yang berkapasitas 100 MW. Penelitian ini menggunakan pendekatan simulasi dan pengujian aktual pembangkit. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak GateCycle untuk memodelkan kondisi operasi pada rasio co-firing 20%, 30%, dan 50%. Model simulasi dibangun berdasarkan data heat balance, data commissioning, piping and instrumentation diagram (P&ID), human machine interface (HMI), serta karakteristik bahan bakar aktual PLTU Tarahan Unit 3. Validasi model dilakukan menggunakan data performance test aktual pada pembebanan 80 MW dan 95 MW dengan deviasi parameter operasi kurang dari 5%, sehingga model dinilai representatif untuk memprediksi perilaku termodinamika pembangkit. Selanjutnya dilakukan performance test aktual pada mode coal-firing dan mode high co-firing ratio untuk memperoleh data parameter operasi, efisiensi, dan emisi boiler. Parameter efisiensi yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi Specific Fuel Consumption (SFC) dan efisiensi boiler menggunakan metode energy balance berdasarkan standar ASME PTC 4-2008. Sementara itu, parameter emisi yang dievaluasi adalah emisi gas rumah kaca (GRK) yaitu Karbon Dioksida (CO2), Metana (CH4) dan Dinitrogen Oksida (N2O) serta emisi konvensional yaitu Sulfur Dioksida (SO?) dan Nitrogen Oksida (NOx) menggunakan portable flue gas analyzer. Biomassa yang digunakan berupa wood chips yang didominasi kayu karet dari wilayah Lampung dengan karakteristik utama berupa nilai kalor lebih ii rendah dan kandungan moisture lebih tinggi dibandingkan batu bara. Hasil pengujian laboratorium pada rasio HCR 20%, 30%, dan 50%, nilai Gross Calorific Value (GCV) campuran bahan bakar masing-masing sebesar 4.599 kkal/kg, 3.852 kkal/kg, dan 3.396 kkal/kg, sedangkan kandungan moisture masing-masing 30,45%, 35,86% dan 32,16%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan rasio co-firing biomassa memberikan dampak signifikan terhadap performa pembangkit. Dari sisi efisiensi, peningkatan rasio biomassa menyebabkan penurunan efisiensi boiler dan peningkatan konsumsi bahan bakar spesifik. Pada pengujian HCR 20%, boiler masih mampu beroperasi mendekati target daya mampu netto (DMN) dengan gross generator load sebesar 93,94 MW, efisiensi boiler sebesar 86,28% dan nilai SFC sebesar 0,5722 kg/kWh. Namun, pada rasio HCR 30% dan 50% terjadi penurunan beban pembangkit menjadi 81,17 MW dan 65,43 MW. Efisiensi boiler juga turun hingga mencapai 81,97% pada HCR 50% karena rendahnya nilai kalor biomassa serta tingginya kandungan moisture, yang meningkatkan heat loss akibat proses pengeringan bahan bakar selama pembakaran. Meskipun terjadi penurunan efisiensi, implementasi high co-firing ratio memberikan dampak positif yang signifikan terhadap penurunan emisi boiler. Untuk emisi GRK, pada pengujian HCR secara inventarisasi mengalami penurunan dibandingkan dengan pengujian coal-firing, hal ini dikarenakan emisi CO2 dari pembakaran wood chips dianggap diserap kembali oleh tanaman bersangkutan (karbon netral) sehingga bernilai 0 (nol). Namun demikian, emisi CO2 dari pembakaran wood chips tetap dihitung tetapi tidak dipertimbangkan dalam total emisi CO2 dan dilaporkan secara terpisah. Untuk emisi konvensional, pengujian menunjukkan bahwa emisi SO? dan NOx menurun seiring meningkatnya rasio biomassa. Pada HCR 50%, emisi SO? dan NOx mencapai nilai terendah dan berada di bawah baku mutu emisi yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu di bawah 550 mg/Nm³. Penurunan emisi SO? terjadi karena kandungan sulfur biomassa wood chips jauh lebih rendah dibandingkan batu bara, sedangkan penurunan NOx dipengaruhi oleh penurunan temperatur furnace selama operasi high co-firing ratio. Temperatur lower furnace tercatat turun dari 729,82°C pada HCR 20% menjadi 626,71°C pada HCR 50%, yang secara langsung menekan pembentukan thermal NOx. Dari aspek ekonomi, implementasi high co-firing ratio menunjukkan potensi keuntungan pada rasio tertentu. Meskipun penggunaan biomassa meningkatkan nilai SFC, namun dengan harga biomassa wood chips di PLTU Tarahan yang relatif lebih murah sekitar 18% dibandingkan batu bara dengan nilai kalor ekuivalen. Berdasarkan analisis biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik, kondisi operasi paling optimal diperoleh pada pengujian HCR 20% dengan nilai BPP sebesar Rp495,06/kWh. Oleh karena itu, secara teknis, lingkungan, dan ekonomis, implementasi HCR 20% dinilai sebagai rasio yang paling layak untuk diterapkan secara berkelanjutan di PLTU Tarahan Unit 3.

2026
👤 Penulis: Zulfa Muhammad Yamin
🏷️ Efisiensi Boiler Circulating Fluidized Bed (Cfb) 🏷️ Co-Firing Biomassa 🏷️ Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

DESIGNING KEY SUCCESSION PLANNING PRIORITIES FOR A FAMILY-OWNED FACILITY SERVICE COMPANY WITH REFERENCE TO PT EI

PT EI merupakan perusahaan jasa fasilitas milik keluarga yang di Indonesia yang saat ini sedang mengalami proses transisi kepemimpinan dari pendiri kepada generasi penerus. Tanpa adanya perencanaan suksesi yang baik, perusahaan berisiko menghadapi tantangan terkait keberlanjutan jangka panjang, kesinambungan bisnis, serta pelestarian nilai-nilai organisasi yang telah menjadi dasar perusahaan sejak didirikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan utama yang memengaruhi kesiapan perencanaan suksesi di PT EI serta mengubah hambatan tersebut menjadi prioritas strategis dalam penyusunan roadmap perencanaan suksesi yang praktis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tujuh informan penting yang berasal dari pihak kepemilikan keluarga dan manajemen operasional. Hasil wawancara dianalisis menggunakan Metodologi Gioia melalui proses pengkodean tiga tahap, di mana dimensi agregat dihubungkan dengan empat premis dalam kerangka Parallel Planning Process (PPP) yang dikembangkan oleh Carlock dan Ward (2001). Selanjutnya, temuan penelitian diprioritaskan menggunakan Impact–Effort Matrix untuk menentukan urutan implementasi strategi. Hasil penelitian ini adalah sembilan hambatan kritis dalam keempat premis PPP, terutama yang berkaitan dengan budaya perusahaan yang belum terformalkan, transisi kepemimpinan yang sedang berlangsung, ketergantungan yang kuat pada pendiri, visi dan strategi yang belum selaras, serta belum adanya sistem formal untuk tata kelola, logistik, dan sumber daya manusia. Hambatan-hambatan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi sembilan usulan strategi dan dikelompokkan ke dalam enam prioritas strategis, yaitu institusionalisasi budaya perusahaan, formalisasi struktur organisasi, penyelarasan visi bersama, pengembangan tata kelola keluarga, perancangan ulang prosedur operasional, serta pembentukan jalur pengembangan kepemimpinan. Berdasarkan Impact–Effort Matrix, tiga prioritas pertama dikategorikan sebagai Quick Wins, sedangkan tiga prioritas lainnya termasuk Major Projects, sehingga membentuk prioritas roadmap untuk meningkatkan kesiapan suksesi dan keberlanjutan jangka panjang PT EI.

2026
👤 Penulis: Eriana Mayutasya Putri
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

MEDAN SKALAR DI ALAM SEMESTA YANG BEREKSPANSI DIPERLAMBAT

Medan skalar muncul dalam berbagai sistem fisis. Salah satu yang paling sering diteliti adalah persamaan Klein-Gordon. Pada tesis ini, akan dikaji persamaan medan skalar di alam semesta FLRWyang datar dan berekspansi diperlambat. Pemilihan setting ini bukan tanpa alasan dan dilandasi bukti observasi serta argumen fisis lainnya. Untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap, geometri alam semesta kita akan dikopel dengan aksi medan skalar. Ternyata, persamaan gerak yang diperoleh merupakan kasus khusus persamaan EPDT—yang akhir-akhir ini cukup gencar diteliti oleh matematikawan. Selama sebagian pertama tesis, kita akan menurunkan teorema eksistensi lokal-global, ketunggalan, dan estimasi peluruhan solusi medan skalar untuk kondisi inisial di ruang H1 × L2. Agar teorema kita berlaku, diperoleh bahwa suku potensial harus diredam terhadap waktu, terkhusus untuk dimensi spasial n ? 3. Pada dimensi n = 3, redaman tersebut dapat dihilangkan dengan menambahkan regularitas dan asumsi radial pada kondisi inisial. Hal ini kita lakukan pada setengah bagian akhir tesis.

2026
👤 Penulis: Andi Safa Afianzar
🏷️ Persamaan Klein-Gordon 🏷️ Medan Skalar Alam Semesta 🏷️ Analisis Eksistensi Solusi

ANALISIS PENGARUH UMUR DAN METODE PERENDAMAN TERHADAP SIFAT FISIK BAMBU BETUNG (DENDROCALAMUS ASPER)

Bambu betung (Dendrocalamus asper) merupakan salah satu hasil hutan non-kayu yang berpotensi sebagai alternatif pengganti kayu karena memiliki pertumbuhan cepat dan sifat mekanik yang baik. Namun, bambu memiliki keterawetan alami yang relatif rendah akibat kandungan pati dan kadar air yang tinggi sehingga rentan terhadap serangan organisme perusak dan perubahan struktur internal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh umur bambu dan metode perendaman terhadap sifat fisik bambu betung serta menentukan metode perendaman yang menghasilkan karakteristik sifat fisik terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 × 3 dengan dua faktor, yaitu umur bambu (muda dan tua) serta metode perendaman (kontrol, rendam air, dan rendam lumpur). Parameter yang diamati meliputi daya serap air, pengembangan volume, kadar air, dan distribusi kerapatan struktur bambu menggunakan metode Computed Tomography (CT scan). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila menunjukkan pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur bambu dan metode perendaman berpengaruh terhadap sifat fisik bambu betung. Bambu tua memiliki daya serap air, kadar air, dan pengembangan volume yang lebih rendah dibandingkan bambu muda serta menunjukkan distribusi kerapatan yang lebih stabil dan homogen. Perlakuan rendam air menghasilkan nilai daya serap air dan kadar air tertinggi, sedangkan perlakuan lumpur cenderung menghasilkan kestabilan dimensi dan distribusi kerapatan yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Hasil CT scan menunjukkan bahwa bambu tua memiliki struktur internal yang lebih padat dan stabil dibandingkan bambu muda.

2026
👤 Penulis: Eliana Elizabet Franinta Br G
🏷️ Sifat Fisik Bambu 🏷️ Perlakuan Pengawetan Bambu 🏷️ Karakterisasi Material Lignoselulosa

COLLABORATIVE ANALYSIS OF TOURIST SENTIMENT AND SPATIAL FEATURES BASED ON THE 5D FRAMEWORK IN THE BRAGA AREA

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara wisatawan memperoleh informasi, mengevaluasi destinasi, serta membagikan pengalaman perjalanan melalui berbagai platform digital. Salah satu bentuk data digital yang berkembang pesat adalah ulasan pada Google Maps yang memuat pengalaman, persepsi, dan penilaian wisatawan terhadap suatu destinasi. Dalam konteks pariwisata, ulasan digital tidak hanya berfungsi sebagai media berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi sumber informasi yang memengaruhi citra destinasi dan keputusan kunjungan wisatawan lainnya. Di sisi lain, perkembangan data digital tersebut membuka peluang baru bagi penelitian untuk memanfaatkan informasi yang dihasilkan secara sukarela oleh wisatawan (user-generated content) dalam memahami karakteristik suatu kawasan. Namun demikian, kajian mengenai karakteristik spasial kawasan wisata hingga saat ini masih didominasi oleh pendekatan objektif berbasis built environment, seperti pengukuran kepadatan, penggunaan lahan, kualitas desain kawasan, dan aksesibilitas menggunakan data spasial maupun Geographic Information System (GIS). Pendekatan tersebut mampu menggambarkan kondisi fisik kawasan secara objektif, tetapi belum sepenuhnya menjelaskan bagaimana karakteristik tersebut dipersepsikan dan dialami oleh wisatawan sebagai pengguna ruang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik spasial Kawasan Jalan Braga berdasarkan persepsi wisatawan yang direpresentasikan melalui ulasan digital Google Maps menggunakan pendekatan Perceived 5D. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis berbasis teks (text-based analysis). Data penelitian berupa 7.858 ulasan wisatawan yang diperoleh melalui proses web scraping pada platform Google Maps. Tahapan penelitian meliputi data cleaning dan text preprocessing, klasifikasi ulasan ke dalam lima dimensi Perceived 5D yang terdiri atas Density, Diversity, Design, Destination Accessibility, dan Distance to Transit menggunakan Large Language Model (LLM), dilanjutkan dengan analisis sentimen pada setiap dimensi serta sintesis hasil untuk menginterpretasikan karakteristik spasial Kawasan Jalan Braga berdasarkan persepsi wisatawan. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi karakteristik spasial kawasan berdasarkan pengalaman aktual yang diungkapkan secara langsung oleh wisatawan melalui ulasan digital, sehingga melengkapi pendekatan konvensional yang selama ini lebih berfokus pada atribut fisik kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulasan wisatawan mampu merepresentasikan berbagai dimensi karakteristik spasial Kawasan Jalan Braga. Dimensi Design menjadi aspek yang paling dominan dalam ulasan dengan proporsi 35,92% dari seluruh ulasan wisatawan, diikuti oleh Diversity (30,60%), Density (25,77%), Destination Accessibility (6,15%), dan Distance to Transit (1,55%). Dominasi dimensi Design menunjukkan bahwa kualitas visual kawasan, karakter arsitektur heritage, kondisi ruang publik, serta elemen fisik kawasan merupakan aspek yang paling banyak diperhatikan dan dievaluasi oleh wisatawan. Sementara itu, tingginya proporsi dimensi Diversity menunjukkan bahwa keberagaman fungsi kawasan, seperti aktivitas kuliner, perdagangan, hiburan, dan ruang publik, menjadi daya tarik penting yang membentuk pengalaman wisatawan selama berada di Kawasan Jalan Braga. Kemudian Secara keseluruhan, 87,30% ulasan menunjukkan sentimen positif, 9,45% sentimen negatif, dan 3,25% sentimen netral. Dimensi Design juga memperoleh apresiasi tertinggi dengan 94,37% sentimen positif, diikuti oleh Diversity sebesar 93,95%, yang menunjukkan bahwa kualitas visual kawasan, karakter heritage, dan keberagaman aktivitas merupakan faktor utama yang membentuk persepsi wisatawan terhadap Kawasan Braga. Sebaliknya, dimensi Density menunjukkan persepsi yang lebih beragam dengan proporsi sentimen negatif tertinggi (23,29%), terutama berkaitan dengan kepadatan pengunjung, lalu lintas, dan keterbatasan parkir. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik spasial kawasan secara objektif, tetapi juga oleh bagaimana karakteristik tersebut dipersepsikan, dialami, dan dimaknai oleh wisatawan selama berkunjung. Penelitian ini menunjukkan bahwa ulasan digital tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi sentimen wisatawan, tetapi juga mampu merepresentasikan karakteristik spasial kawasan berdasarkan pengalaman pengguna ruang.Dengan demikian, ulasan digital dapat dimanfaatkan sebagai sumber data alternatif untuk memahami karakteristik spasial kawasan dari perspektif pengguna ruang. Integrasi pendekatan Perceived 5D dengan Large Language Model memberikan pendekatan baru dalam mengidentifikasi karakteristik spasial berdasarkan pengalaman wisatawan sekaligus melengkapi pendekatan objektif yang selama ini lebih banyak digunakan dalam kajian perencanaan wilayah dan kota. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola dan Pemerintah Kota Bandung dalam merumuskan strategi pengelolaan dan pengembangan Kawasan Jalan Braga yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas fisik kawasan, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman, persepsi, serta kebutuhan wisatawan sebagai pengguna utama ruang kawasan wisata perkotaan.

2026
👤 Penulis: Nazwa Shafira Halwa Syah Putri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Perceived 5D 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN KERANGKA KERJA REKOMENDASI KOLABORATOR AKADEMIK HIBRIDA BERBASIS ANALISIS KONTEN PUBLIKASI, ANALISIS TOPOLOGI JARINGAN, DAN MEKANISME TEMPORAL

Identifikasi mitra riset yang relevan merupakan kebutuhan penting bagi lembaga riset pemerintah daerah untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas. Namun, berbeda dengan akademisi pada umumnya, lembaga riset pemerintah daerah tidak selalu memiliki akses terhadap jejaring akademik, informasi kepakaran akademisi, maupun pemahaman yang memadai terkait lanskap penelitian yang berkembang. Kondisi ini membuat proses pencarian kolaborator lebih sulit, terutama ketika kepakaran akademisi dan pola kolaborasi riset terus berubah seiring waktu. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan kerangka kerja rekomendasi kolaborator akademik hibrida yang terdiri dari tiga modul utama. Pertama, analisis konten publikasi digunakan untuk mengidentifikasi kemiripan minat riset akademisi berdasarkan judul dan abstrak publikasi melalui kombinasi tiga komponen. SciBERT digunakan untuk menangkap makna semantik teks ilmiah, temporal decay memberi bobot lebih besar pada publikasi terbaru, dan pemodelan kepakaran multi-topik merepresentasikan variasi minat riset akademisi. Kedua, analisis topologi jaringan untuk mengidentifikasi kemiripan pola kolaborasi antar akademisi pada graf co-authorship melalui kombinasi empat komponen. node2vec digunakan untuk menangkap kedekatan struktural pada graf terbobot temporal, yang kemudian diperkuat dengan sinyal kedekatan lokal dan kolaborasi berulang. Temporal decay juga digunakan untuk menekankan kebaruan hubungan kolaborasi agar representasi topologi mencerminkan jejaring riset yang relevan. Ketiga, kemiripan konten dan topologi dikombinasikan menggunakan linear combination untuk menghasilkan rekomendasi top-K calon kolaborator. Hasil evaluasi melalui menunjukkan bahwa kerangka kerja yang diusulkan menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan model baseline dan kerangka kerja terdahulu, dengan kinerja tertinggi pada F1@4 sebesar 0,3873. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi representasi semantik, representasi topologi, dan mekanisme temporal dapat meningkatkan kualitas rekomendasi kolaborator akademik.

2026
👤 Penulis: Wildan Nurhadi Wicaksono
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Topologi Jaringan 🏷️ Mekanisme Temporal

MENDEFINISIKAN KEMBALI ARSITEKTUR UNTUK KOMUNITAS FESYEN LAMBAT: REVITALISASI PASAR SUNAN GIRI JAKARTA TIMUR

Tren fesyen cepat yang semakin berkembang sebagai pola konsumsi dominan di masyarakat perkotaan telah mengancam keberlangsungan pasar-pasar fesyen tradisional di Jakarta. Salah satu contohnya adalah Pasar Sunan Giri yang saat ini mengalami penurunan aktivitas ekonomi. Dalam lima tahun terakhir, pasar ini kehilangan pengunjung sekaligus vitalitas komersialnya di tengah pesatnya pertumbuhan ritel fesyen dengan sistem produksi massal. Di sisi lain, komunitas penjahit dan pengrajin pakaian lokal yang hidup di dalamnya memiliki potensi besar untuk menjadi sumber fesyen berkelanjutan di Jakarta. Ketika nilai-nilai utama dalam gerakan fesyen lambat dibandingkan dengan praktik yang mereka lakukan sehari-hari, terlihat bahwa komunitas tersebut sebenarnya telah menerapkan prinsip fesyen lambat dalam aktivitasnya. Kondisi ini mendorong arsitektur untuk mengambil peran dalam mendefinisikan kembali ruang pasar. Intervensi arsitektural pada proyek revitalisasi ini berfokus pada: (1) penerapan transprogramming pada ruang komersial perkotaan; (2) integrasi strategi desain pasif; dan (3) penciptaan ruang yang mendukung pengembangan komunitas. Melalui revitalisasi ini, pasar tidak lagi dipandang semata-mata sebagai ruang komersial, melainkan juga sebagai ruang produksi yang manusiawi serta ruang pertama bagi konsumen untuk memahami nilai di balik produk yang mereka konsumsi.

2026
👤 Penulis: Atikah Az-Zahro
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Desain Lingkungan

EVALUASI DAN OPTIMASI KINERJA STEAM WASHING BERBASIS PEMODELAN PADA PLTP DARAJAT UNIT 1

Kualitas uap merupakan faktor penting yang memengaruhi keandalan jangka panjang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), terutama pada lapangan bertipe steam-dominated, dimana terbawanya kontaminan bersama aliran uap dapat menyebabkan deposisi, scaling, korosi, serta penurunan kinerja turbin. Penelitian ini mengevaluasi dan mengoptimasi kinerja sistim steam washing yang dipasang sebelum separator pada PLTP Darajat Unit 1 menggunakan pendekatan berbasis pemodelan. Analisis dilakukan dengan menggabungkan karakterisasi droplet secara hidraulik, perhitungan termodinamika pencampuran uap-air, serta mekanisme penangkapan partikel melalui difusi, intersepsi, dan impaksi inersia. Pengaruh distribusi ukuran partikel diperhitungkan menggunakan model Rosin–Rammler. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi nozzle MP343 yang digunakan saat ini memiliki efisiensi penangkapan partikel sebesar 44,54%, yang menghasilkan efisiensi penurunan kontaminan keseluruhan sebesar 40,1% setelah proses pemisahan, serta menurunkan konsentrasi klorida dari 0,2167 mg/L menjadi 0,1298 mg/L. Pada tahap optimasi pertama, nozzle MP375 teridentifikasi sebagai konfigurasi terbaik pada kondisi operasi eksisting dengan peningkatan efisiensi penangkapan menjadi 51,73% dan efisiensi penurunan keseluruhan menjadi 46,6%. Namun demikian, konsentrasi klorida yang dihasilkan masih berada di atas batas yang direkomendasikan MHI, yaitu sebesar 0,1158 mg/L. Tahap optimasi kedua dilakukan dengan mengevaluasi seluruh konfigurasi nozzle pada tekanan injeksi 20 bar. Hasilnya menunjukkan bahwa nozzle MP375 kembali memberikan kinerja terbaik dengan efisiensi penangkapan sebesar 79,89% dan efisiensi penurunan keseluruhan sebesar 71,9%. Pada kondisi tersebut, konsentrasi klorida, besi, silika, dan TDS berhasil diturunkan menjadi masing-masing 0,061; 0,003; 0,003; dan 0,149 mg/L. Validasi lapangan lebih lanjut direkomendasikan untuk mengonfirmasi hasil prediksi model sebelum implementasi pada skala operasional.

2026
👤 Penulis: Iyan Engkuma
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN DINAMIKA EVAPOTRANSPIRASI PADA LAHAN GAMBUT TROPIS DI KALIMANTAN TENGAH BERDASARKAN CITRA LANDSAT 8/9

Ekosistem rawa gambut tropis memiliki peran esensial dalam regulasi siklus hidrologi, namun sangat rentan terhadap degradasi akibat intervensi tata guna lahan yang eksploitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika struktur vegetasi, tren nilai evapotranspirasi (ET), serta mengidentifikasi interaksi ekofisiologis antara tingkat kerapatan kanopi (Forest Canopy Density/FCD) dengan fluks hidrologi di Taman Nasional Sebangau (TNS) sebagai kawasan pelestarian alam dan Ex-Mega Rice Project (EMRP) sebagai kawasan terdegradasi, selama rentang periode 2013–2025. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui analisis data spasial citra satelit dan diuji menggunakan statistik inferensial parametrik (Korelasi Pearson, Paired Sample T-Test, One-Way ANOVA, dan Post-Hoc Tukey HSD) pada taraf signifikansi 5% (? = 0,05). Hasil penelitian memperlihatkan divergensi trayektori ekologis yang ekstrem. TNS menunjukkan stabilitas dan daya lenting lanskap yang tinggi, didominasi oleh Hutan Rawa Gambut (>80%) dengan FCD tinggi (77–82%) yang menghasilkan fluks ET superior dan stabil (4,149–4,494 mm/hari). Sebaliknya, EMRP terfragmentasi parah akibat kegagalan suksesi alami yang didominasi oleh Semak Belukar (32%) dan Perkebunan Sawit (31%), menghasilkan FCD moderat (63–72%) dan fluks ET yang lebih rendah (3,374–4,114 mm/hari). Hasil uji beda menyatakan bahwa perubahan tutupan lahan mendikte nilai neraca air secara signifikan (p < 0,05), di mana Lahan Terbuka mengalami defisit transpirasi paling kritis. Analisis korelasi membuktikan adanya hubungan linear positif yang sangat kuat (r = 0,880) antara kerapatan tajuk dan nilai ET. Disimpulkan bahwa arsitektur tajuk di atas permukaan tanah bertindak sebagai regulator mutlak sirkulasi tata air gambut. Temuan ini merekomendasikan bahwa rekayasa restorasi hidrologi di lanskap terdegradasi wajib diintegrasikan dengan revegetasi struktural masif guna memulihkan mesin pompa biologis ekosistem.

2026
👤 Penulis: Kevin Hartama Tjahyadi
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 103 dari 6754
💬