📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERANCANGAN SISTEM PROTEKSI PETIR INTERNAL PADA SARANA LIGHT RAILWAY TRANSIT (LRT) JAKARTA-DEPOK-BEKASI
Sistem Light Rail Transit (LRT) modern sangat bergantung pada peralatan listrik dan elektronik yang rentan terhadap tegangan lebih akibat petir. Kerentanan ini menjadi penting pada wilayah Jabodebek yang memiliki kerapatan petir sekitar 40–60 sambaran/km²/tahun. Penelitian ini bertujuan merancang sistem proteksi petir internal dan sistem grounding untuk sarana LRT Jabodebek berdasarkan IEC 62305, IEC 62497-1, dan SNI 8833:2019. Perancangan dilakukan melalui koordinasi isolasi, pemilihan spesifikasi arrester, penentuan lokasi pemasangan arrester, serta perbaikan sistem pentanahan pada track. Hasil perancangan menunjukkan bahwa tegangan residual arrester berada di bawah Basic Insulation Level (BIL) seluruh peralatan yang dilindungi sehingga mampu memberikan proteksi terhadap surja petir maupun switching. Analisis induksi petir menunjukkan bahwa sambaran pada struktur tinggi di sekitar jalur dapat menghasilkan tegangan induksi sebesar 15,4–186,2 kV dan arus induksi sebesar 0,31–3,72 kA pada sarana. Selain itu, pemasangan arrester pada running rail dan third rail memungkinkan track tetap bersifat floating pada kondisi normal untuk meminimalkan stray current, sekaligus menyediakan jalur pelepasan arus gangguan saat terjadi surja. Sistem yang diusulkan meningkatkan keandalan proteksi dan keselamatan operasional LRT.
PERANCANGAN BOARD GAME SEBAGAI MEDIA SOSIALISASI BAHASA ISYARAT UNTUK ANAK 8-10 TAHUN MENGGUNAKAN PEDEKATAN DDE FRAMEWORK
Dominasi komunikasi verbal di masyarakat sering kali meminggirkan interaksi non-verbal, sehingga memicu kesenjangan empati antara anak dengar dan komunitas Tuli. Kurangnya pemahaman anak dengar mengenai bahasa isyarat turut menghambat terbentuknya hubungan sosial yang inklusif sejak usia dini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang board game sebagai media sosialisasi guna menormalisasikan penggunaan bahasa isyarat dan membangun persepsi kesetaraan komunikasi bagi anak dengar usia 8-10 tahun. Metode perancangan menggunakan kerangka kerja Double Diamond yang diintegrasikan dengan pendekatan Design, Dynamics, Experience (DDE) Framework untuk menciptakan ruang simulasi bermain yang aman. Evaluasi data kualitatif dilakukan melalui observasi partisipatif saat uji coba dan divalidasi melalui wawancara mendalam bersama guru kelas. Hasil penelitian ini berupa board game "Ssszoo...!!!", sebuah permainan sosial kooperatif yang mengadopsi mekanika informasi asimetris dan pembatasan suara. Aturan tersebut secara sistematis mendekonstruksi dominasi verbal dan mendorong anak untuk menggunakan gestur serta mimik wajah sebagai alat komunikasi utama. Hasil evaluasi membuktikan bahwa pengalaman bermain ini berhasil menuntun partisipan melalui tahapan ranah afektif hingga memicu fenomena Tangential Learning. Anak-anak terbukti secara sukarela mengadopsi bahasa isyarat ke dalam rutinitas keseharian mereka di luar ruang permainan. Disimpulkan bahwa intervensi desain melalui board game kooperatif efektif untuk meruntuhkan stigma kecacatan dan menanamkan nilai inklusivitas yang mendalam pada anak dengar.
PERANCANGAN BOARD GAME SEBAGAI MEDIA SOSIALISASI BAHASA ISYARAT UNTUK ANAK 8-10 TAHUN MENGGUNAKAN PEDEKATAN DDE FRAMEWORK
Dominasi komunikasi verbal di masyarakat sering kali meminggirkan interaksi non-verbal, sehingga memicu kesenjangan empati antara anak dengar dan komunitas Tuli. Kurangnya pemahaman anak dengar mengenai bahasa isyarat turut menghambat terbentuknya hubungan sosial yang inklusif sejak usia dini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang board game sebagai media sosialisasi guna menormalisasikan penggunaan bahasa isyarat dan membangun persepsi kesetaraan komunikasi bagi anak dengar usia 8-10 tahun. Metode perancangan menggunakan kerangka kerja Double Diamond yang diintegrasikan dengan pendekatan Design, Dynamics, Experience (DDE) Framework untuk menciptakan ruang simulasi bermain yang aman. Evaluasi data kualitatif dilakukan melalui observasi partisipatif saat uji coba dan divalidasi melalui wawancara mendalam bersama guru kelas. Hasil penelitian ini berupa board game "Ssszoo...!!!", sebuah permainan sosial kooperatif yang mengadopsi mekanika informasi asimetris dan pembatasan suara. Aturan tersebut secara sistematis mendekonstruksi dominasi verbal dan mendorong anak untuk menggunakan gestur serta mimik wajah sebagai alat komunikasi utama. Hasil evaluasi membuktikan bahwa pengalaman bermain ini berhasil menuntun partisipan melalui tahapan ranah afektif hingga memicu fenomena Tangential Learning. Anak-anak terbukti secara sukarela mengadopsi bahasa isyarat ke dalam rutinitas keseharian mereka di luar ruang permainan. Disimpulkan bahwa intervensi desain melalui board game kooperatif efektif untuk meruntuhkan stigma kecacatan dan menanamkan nilai inklusivitas yang mendalam pada anak dengar.
PRA-RANCANGAN SISTEM PRODUKSI ISOLAT PROTEIN DAN BUBUK MIKROALGA PASCADEPROTEINISASI DARI CHLORELLA SP. YANG DIKULTIVASI MENGGUNAKAN MEDIUM BERBASIS LIMBAH CAIR AKUAKULTUR (AQUACULTURE WASTEWATER)
Abstrak bisa dilihat di filenya
COUPLED DEGRADATION AND MECHANOREGULATION IN BONE HEALING WITH BIODEGRADABLE IMPLANT USING FINITE ELEMENT ANALYSIS
Biodegradable magnesium implants are promising temporary supports for fracture fixation because they can gradually degrade while transferring load back to the healing bone. Computational modelling, especially finite element analysis, provides useful approach to investigate the mechanical and biological interaction between healing tissue and degrading implants. However, bone healing and implant degradation are often modelled separately, even though both processes interact through changes in stiffness, stability, and local mechanical stimulus. This study aims to develop a Python-based finite element framework that couples mechanoregulation-based bone healing with biodegradable scaffold degradation as a proof-ofconcept simulation approach. The framework was developed using stepwise modelling strategy. Simplified model with prescribed callus geometry was first used to test the main computational modules, followed by an estimated callus model generated through low-strain element removal. The bone healing module includes cell diffusion, mechanoregulation-based tissue phenotype prediction, and tissue property update. The degradation module simulates progressive scaffold material loss, with the degradation parameter tuned using a bisection method to control the remaining scaffold percentage. The coupled simulation was implemented using a serial day-by-day procedure, where callus properties were updated first, followed by scaffold degradation and geometry update. The developed framework successfully integrated callus maturation and scaffold degradation within one finite element workflow. The model can produce cell concentration distribution, tissue phenotype evolution, callus stiffness development, scaffold degradation pattern, and remaining scaffold percentage. Although the model uses simplified geometry and static loading, it provides a modular computational basis for future studies involving realistic loading, experimental calibration, and validation.
DEVELOPMENT OF AN ABAQUS-COUPLED WORKFLOW FOR INTEGRATED VOXEL-BASED LATTICE ANALYSIS
Porous lattice structures are widely studied as a way to reduce stiffness mismatch in loadbearing implants. However, preparing lattice models for finite element analysis can still require repeated manual steps, especially during geometry generation, mesh preparation, boundarycondition setup, and result extraction. This study aims to develop a voxel-native modelling workflow that can generate lattice structures from user-defined parameters and prepare them for finite element analysis. It also aims to verify whether the resulting voxel-based models can produce elastic responses that are consistent with previous studies. The developed workflow consists of a Python-based voxel lattice generator and an automated Abaqus compression-analysis script. The generator creates a three-dimensional voxel grid, evaluates the selected TPMS field, controls the target porosity, removes small disconnected artefacts, and exports the solid voxels as hexahedral finite element meshes. The Abaqus script imports the generated input file, assigns material properties, creates the compression setup, applies boundary conditions, and extracts force-displacement data to calculate the effective Young’s modulus. The verification case focused on a Strut-Based Gyroid structure at 30% relative density with lattice orientations of [100], [110], and [111]. The workflow produced effective Young’s modulus values of 109 MPa, 145 MPa, and 181 MPa for the [100], [110], and [111] orientations, respectively. The results reproduced the expected anisotropic stiffness order and remained within a reasonable range compared with numerical and experimental reference values. The observed deviations were mainly attributed to differences in geometry-generation convention, orientation alignment, and loading implementation.
ESTIMASI POTENSI TAMBAHAN PENERIMAAN DAERAH MELALUI INSTRUMEN LAND VALUE CAPTURE BERBASIS PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) DI SEKITAR STASIUN MRT THAMRIN
Infrastruktur transportasi publik berbasis rel seperti MRT Jakarta berpotensi menciptakan kenaikan nilai properti di sekitarnya yang dapat ditangkap melalui mekanisme Land Value Capture (LVC) untuk mendukung pembiayaan infrastruktur secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi tambahan penerimaan daerah melalui Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebagai instrumen LVC sehubungan dengan pembangunan Stasiun MRT Thamrin yang akan beroperasi pada tahun 2027 menggunakan pendekatan kuantitatif multi-metode yang mengintegrasikan Hedonic Price Method berbasis Ordinary Least Squares (OLS), meta-analisis dan meta-regresi random-effects terhadap 15 studi empiris global, simulasi Monte Carlo, dan interpolasi spasial Inverse Distance Weighted (IDW) pada medium blok Zona Nilai Tanah (ZNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anticipation effect terhadap keberadaan stasiun telah terbentuk di pasar properti dengan properti komersial mendapatkan premium MRT sebesar 38,06% lebih tinggi dibandingkan residensial. Simulasi Monte Carlo menghasilkan rata-rata value uplift sebesar 8,38- 9,72% selama periode 2026-2030 dengan estimasi potensi tambahan penerimaan PBB-P2 sebagai bentuk LVC pada skenario moderat berkisar Rp33-39 miliar per tahun dan akumulasi Rp178 miliar selama periode proyeksi. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan kerangka estimasi LVC bersifat ex-ante sekaligus memberikan dasar kuantitatif bagi implementasi Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2024 tentang Pendanaan Penyediaan Infrastruktur melalui Pengelolaan Perolehan Peningkatan Nilai Kawasan (P3NK) di Provinsi DKI Jakarta.
PENDEKATAN MULTISCALE PHYSICS-GUIDED NEURAL NETWORK UNTUK PREDIKSI KINERJA PRODUKSI PANAS BUMI.
Pemantauan kinerja sumur produksi dua fasa geothermal terkendala oleh tidak terukurnya laju alir massa secara langsung dan keterkaitan antara entalpi, productivity index, dan penurunan tekanan di sumur yang membuat ketiganya tidak dapat diestimasi secara independen. Akibatnya, pemisahan kontribusi reservoir dan sumur terhadap perubahan produksi umumnya bergantung pada proses matching secara manual yang rumit dan pengujian berkala seperti tracer flow test (TFT). Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan surrogate model berbasis multiscale physics-guided gated recurrent neural network untuk memprediksi kinerja sumur produksi dengan mengestimasi productivity index dan wellbore coefficient sebagai parameter performa sumur. Model menggunakan cabang short-term dari wellhead pressure dan valve opening dengan cabang long-term dari produksi kumulatif, lalu memasukkan output pada persamaan deliverabilitas melalui physics layer dengan penambahan loss function berupa konservasi massa dan energi. Konfigurasi optimal diperoleh dari 200 hyperparameter tuning trial menggunakan Tree-structured Parzen Estimator, dan model dievaluasi dengan skema walk-forward crossvalidation berjumlah 4-fold. Pada fold pengujian akhir, model mencapai RMSE daya termal 15.36 MW (MAE 3,60%) untuk Unit 5 dan 22.19 MW (MAE 8.41%) untuk Unit 6, dengan rata-rata RMSE 4-fold sebesar 20.45 MW dan 23.27 MW. Estimasi productivity index dan wellbore coefficient menunjukkan kesesuaian terhadap data TFT yang bervariasi tiap sumur. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan physics-guided mampu menghasilkan prediksi yang konsisten secara termodinamika sekaligus lebih interpretatif dibanding model black-box, sehingga berpotensi sebagai alat bantu pemantauan produksi yang lebih cepat.
SINTESIS KATALIS BASA HETEROGEN DARI ABU SARGASSUM SP. DENGAN IMPREGNASI KOH UNTUK REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK SAWIT
Biodiesel merupakan bahan bakar terbarukan yang dihasilkan melalui reaksi transesterifikasi minyak dengan alkohol. Di Indonesia, produksi biodiesel terus meningkat dan diproyeksikan mencapai 19,5 juta kiloliter pada tahun 2026. Peningkatan produksi ini mendorong kebutuhan katalis dalam proses transesterifikasi. Biodiesel umumnya diproduksi dari minyak sawit menggunakan katalis homogen yang bersifat korosif, rentan menyebabkan saponifikasi, serta sulit dipisahkan dari produk reaksi. Oleh karena itu, katalis heterogen dikembangkan sebagai alternatif yang lebih efisien dan mudah dipisahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis katalis basa heterogen berbasis abu Sargassum sp. melalui proses pengabuan, impregnasi KOH, dan kalsinasi, serta menganalisis pengaruh suhu kalsinasi (600, 700, dan 800 °C) dan persentase katalis (1, 3, dan 5 wt%) terhadap perolehan dan karakteristik biodiesel. Karakterisasi katalis meliputi pengujian kebasaan, kandungan kalium, luas permukaan, volume pori, dan morfologi permukaan menggunakan metode titrasi, atomic absorption spectroscopy (AAS), Brunauer–Emmett–Teller (BET), dan scanning electron microscopy (SEM). Katalis kemudian digunakan pada reaksi transesterifikasi minyak sawit untuk menghasilkan biodiesel. Karakteristik biodiesel dianalisis berdasarkan densitas, viskositas kinematik, dan komposisi fatty acid methyl ester (FAME) menggunakan gas chromatography–mass spectrometry (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis terbaik diperoleh pada suhu kalsinasi 700 °C dengan kebasaan 13,619 mmol/g, luas permukaan 2,2464 m2/g, dan volume pori 0,003635 cm3/g, serta morfologi permukaan yang kasar dan berpori. Suhu kalsinasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kebasaan katalis dengan rentang 10,809–13,619 mmol/g. Selain itu, suhu kalsinasi dan persentase katalis juga berpengaruh signifikan terhadap perolehan biodiesel, yaitu sebesar 94,24–97,45% (w/w). Suhu kalsinasi turut mempengaruhi karakteristik biodiesel secara signifikan, dengan densitas sebesar 0,852–0,899 g/mL dan viskositas sebesar 6,49–7,96 cSt. Berdasarkan analisis GC- MS, biodiesel yang dihasilkan pada kondisi terbaik (700 °C, 1 wt%) memiliki kandungan FAME sebesar 98,57%.
STUDI DEM DARI SPOT PANKROMATIK STEREO UNTUK PEMETAAN TOPOGRAFI
DEM (Digital Elevation Model) merupakan bentuk penyajian ketinggian permukaan bumi secara digital. DEM dapat dibentuk dengan komputerisasi menggunakan data citra satelit stereo. Pada penelitian ini akan dilakukan pembentukan DEM secara otomatis dengan menggunakan data digital SPOT pankromatik stereo, dan menghitung akurasi pada DEM tersebut. Setelah didapatkan akurasi, maka dilakukan penghitungan ketelitian tinggi berdasarkan tabel Probability of errors sehingga didapatkan skala peta yang sesuai untuk DEM hasil pembentukan citra stereo.
PENGEMBANGAN PENGENDALI PERMANENT MAGNET SYNCHRONOUS MOTOR BERBASIS DEEP REINFORCEMENT LEARNING DENGAN EVALUASI PADA METRIK PERFORMA MOTOR
Penelitian ini mengkaji pengendalian kecepatan Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) menggunakan algoritma Deep Reinforcement Learning (DRL) sebagai solusi atas keterbatasan kontroler konvensional dalam menangani sistem nonlinear. Penelitian ini membandingkan performa algoritma Deep Deterministic Policy Gradient (DDPG) dan Twin Delayed Deep Deterministic Policy Gradient (TD3), diawali pemodelan matematis fungsi transfer—yang menunjukkan karakteristik motor bersifat overdamped (????=3.826)—lalu dilanjutkan simulasi MATLAB/Simulink terintegrasi FOC. Hasil simulasi menunjukkan algoritma DDPG mengalami kegagalan sistem (divergen) akibat overestimasi nilai Q. Sebaliknya, algoritma TD3 menunjukkan performa yang sangat stabil dan responsif dengan settling time 0.0601 detik, overshoot 11.89%, dan RMSE 0.0729. Agen TD3 melakukan kompensasi agresif guna mempercepat respon transien sistem yang secara teoritis bersifat overdamped. Selain itu, pengujian robustness pada osilator Van der Pol membuktikan kemampuan generalisasi arsitektur TD3 dalam melacak lintasan sistem nonlinear kompleks. Algoritma TD3 terbukti menjadi metode kendali yang jauh lebih handal dan presisi untuk aplikasi motor listrik performa tinggi dibandingkan DDPG.
STRATEGI PENGEMBANGAN SUBSEKTOR PERIKANAN TANGKAP BERBASIS BLUE ECONOMY DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN SUKABUMI
Kawasan pesisir Kabupaten Sukabumi yang mencakup sembilan kecamatan pesisir dengan keberadaan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu memiliki potensi strategis dalam pengembangan subsektor perikanan tangkap. Namun, subsektor ini masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi produksi, keterbatasan integrasi sistem pemasaran, belum optimalnya kapasitas sumber daya manusia nelayan, serta kerentanan ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan subsektor perikanan tangkap berbasis ekonomi biru di kawasan pesisir Kabupaten Sukabumi menggunakan pendekatan deduktif dengan sifat mixed methods. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, data sekunder, dan kuesioner ahli. kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, gap analysis, SWOT, Analytical Hierarchy Process (AHP), serta matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip Blue Economy pada dimensi ekonomi, sosial, dan ekologi belum berjalan optimal. Pertumbuhan produksi terkonsentrasi di PPN Palabuhanratu dengan CAGR sebesar 8,95%, sementara pangkalan pendaratan lainnya mengalami penurunan. Kapasitas SDM, adopsi teknologi, kesetaraan gender, kepatuhan regulasi penangkapan, dan pengelolaan lingkungan pesisir juga masih perlu diperkuat. Berdasarkan analisis SWOT-AHP dan matriks IFAS-EFAS, sektor perikanan tangkap Kabupaten Sukabumi berada pada Kuadran III dengan koordinat (-0,32; 0,15), sehingga strategi yang tepat adalah strategi turnaround, yang mencakup mengoptimalkan perkembangan teknologi dan peluang pasar, memanfaatkan dukungan kebijakan dan peluang investasi guna meningkatkan kapasitas armada perikanan, mengintegrasikan perkembangan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pendidikan nonformal dan kapasitas nelayan, mengembangkan kolaborasi multipihak dan perkembangan teknologi untuk memperkuat sistem pemantauan kualitas perairan serta pengelolaan sampah laut secara berkelanjutan, dan memanfaatkan dukungan kebijakan ekonomi biru untuk memperkuat kelembagaan nelayan.
KETERBATASAN TRANSFORMASI LAPLACE DI RUANG MORREY
Keterbatasan transformasi Laplace di berbagai ruang fungsi telah dikaji oleh Hardy dan para matematikawan dalam berbagai literatur. Penelitian ini mengkaji keterbatasan transformasi Laplace di ruang tipe-Morrey, suatu generalisasi dari ruang Morrey. Sebagai akibat, keterbatasan transformasi Laplace di ruang Morrey dan ruang Lebesgue akan didapatkan. Selain itu, dikaji pula keterbatasan transformasi Laplace di ruang Morrey–Lorentz. Terakhir, transformasi Laplace pada Rd + ditinjau dan diperoleh keterbatasannya di ruang Morrey anisotropik dan ruang Lebesgue anisotropik.
ANALISIS SPEKTRAL REFLEKTANSI TANAMAN PERTANIAN ( STUDI KASUS : KABUPATEN BANDUNG DAN SUBANG )
Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi penginderaan jauh dalam memperoleh informasi tentang suatu obyek, daerah, atau fenomena yang ada secara temporal, maka satelit penginderaan jauh sangat berpotensi untuk dipergunakan dalam kajian kondisi tanaman pertanian di suatu daerah. Dengan biaya yang relatif murah, informasi terkini tentang kondisi tanaman pertanian yang umumnya memiliki cakupan luas dapat diperoleh dalam waktu yang relatif cepat, sehingga pola perubahan lahan pertanian, identifikasi, inventarisasi, pengukuran dan karakteristik tanaman pertanian dapat dianalisis dengan lebih cepat dan tepat. Hingga saat ini informasi mengenai tanaman pertanian suatu daerah secara temporal dan up to date dibutuhkan oleh pemerintah daerah baik propinsi, kabupaten dan kota. Dalam mengidentifikasi tanaman pertanian menggunakan satelit penginderaan jauh sering mengalami kendala, dikarenakan tidak adanya data yang bisa dijadikan acuan dalam mengenali karakteristik suatu tanaman. Untuk itu diperlukan suatu kajian mengenai karakteristik spektral reflektansi tanaman pertanian yang kemudian dapat menyusun sebuah kamus yang berfungsi sebagai acuan dalam interpretasi data citra satelit. Kamus spektral tersebut dapat membantu, mempermudah, dan mempercepat identifikasi tanaman pertanian dalam pengolahan citra satelit, dan membantu pihak yang berwenang dalam mengambil suatu kebijakan atau keputusan.
PERANCANGAN ULANG KAWASAN TERPADU KARET TENGSIN PLATINUM BERBASIS URBAN COOLING DALAM UPAYA MITIGASI URBAN HEAT ISLAND (UHI)
Fenomena Urban Heat Island (UHI) menjadi salah satu permasalahan kawasan perkotaan yang dipengaruhi oleh tingginya intensitas bangunan, dominasi material penyerap panas, keterbatasan ruang terbuka hijau, serta tingginya aktivitas manusia. Kawasan Terpadu Karet Tengsin Platinum sebagai bagian dari kawasan strategis Segitiga Emas Jakarta memiliki potensi peningkatan panas kawasan sehingga diperlukan perancangan ulang berbasis urban cooling. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang Kawasan Terpadu Karet Tengsin Platinum berbasis urban cooling dalam upaya mitigasi UHI melalui pemodelan tiga dimensi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-evaluatif dengan teknik pengumpulan data melalui kajian literatur, observasi, kuesioner, citra satelit, dan dokumen PRK. Penilaian dilakukan menggunakan teknik pseudo-evaluation terhadap 23 indikator yang mencakup fitur hijau, fitur biru, fitur abu, shading, geometri kota dan guna lahan, serta energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketercapaian prinsip urban cooling pada kondisi eksisting sebesar 34,78% atau 8 dari 23 indikator, kemudian meningkat menjadi 78,26% atau 18 indikator setelah rancangan ulang. Peningkatan tersebut dilakukan melalui penambahan RTH, penambahan fitur biru, penggunaan material beralbedo tinggi dan permeabel, penambahan elemen peneduh, penerapan green roof, cool roof, secondary skin, vertical greenery, serta penguatan konektivitas pejalan kaki dan transportasi publik. Meskipun demikian, beberapa indikator geometri kota tetap belum tercapai karena kawasan telah banyak terbangun. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa arahan desain kawasan terpadu yang lebih adaptif terhadap panas perkotaan dan dapat menjadi masukan dalam penerapan prinsip urban cooling untuk mitigasi UHI.