📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

ANALISIS PERSEPSI PEKERJA TERHADAP DAMPAK SOSIAL RENCANA PROYEK PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI ENERGI LISTRIK (PSEL) DI TPA SUMUR BATU

Pengelolaan sampah di Kota Bekasi menghadapi tekanan berat seiring kondisi TPA Sumur Batu yang telah lama kelebihan beban. Sebagai jalan keluar, pemerintah merencanakan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan teknologi moving grate incinerator, yang menandai pergeseran dari sistem padat karya menuju sistem termal padat modal dan membawa implikasi sosial bagi pekerja TPA. Kajian dampak sosial selama ini lebih banyak menyoroti penolakan warga di luar lokasi, sementara persepsi pekerja di dalam kawasan sebagai pihak yang paling langsung berhadapan dengan disrupsi masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis persepsi pekerja terhadap dampak sosial rencana proyek tersebut berdasarkan persepsi pekerja, dengan sasaran menganalisis alasan di balik pola pikir pekerja, mengidentifikasi karakteristik demografi dan sebaran opini, serta mengukur tingkat persepsi, penerimaan sosial, dan kesiapan adaptasi. Penelitian bersifat deskriptif evaluatif dengan pendekatan metode campuran strategi concurrent embedded, memadukan data sekunder, wawancara, dan kuesioner berskala Likert yang dipilih secara purposive, lalu dianalisis melalui analisis kualitatif deskriptif, statistik deskriptif, dan indeks persepsi dengan kerangka Social Impact Assessment. Hasil penelitian menunjukkan pekerja formal menerima rencana proyek dengan sangat baik, dengan penerimaan peluang dan kesiapan adaptasi yang tinggi serta persepsi risiko terhadap pekerjaan pada titik terendah, meski masih disertai kesenjangan informasi karena sosialisasi baru menjangkau tingkat manajerial. Berbeda dari studi sejenis yang menjadikan persepsi risiko warga sebagai penentu sikap dan menemukan penerimaan baru menguat setelah fasilitas beroperasi, penelitian ini mendapati penerimaan tinggi sudah muncul sebelum konstruksi dimulai. Kebaruannya terletak pada pengalihan fokus dari masyarakat luar pagar ke pekerja di dalam kawasan TPA, sekaligus menegaskan bahwa garis antara pekerja yang aman dan yang terancam berimpit dengan garis antara status formal dan informal. Penelitian ini menyumbang landasan empiris bahwa keberhasilan sosial proyek semacam ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh pemerataan informasi dan keadilan terhadap kelompok yang paling sedikit terlindungi.

2026
👤 Penulis: Moehammad Ghazali Athoriq
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Sosial Ekonomi

STUDI KARAKTERISTIK SESAR LEMBANG BANDUNG DENGAN TEKNOLOGI GPS

Penyelidikan-penyelidikan terdahulu telah menghubungkan bahwa Sesar Lembang adalah sesar normal terjadi setelah letusan besar G. Sunda yang berlangsung pada zaman Kuarter Tua. Kemudian hasil analisis gaya berat dari hasil pengukuran beberapa penampang yang melintas Sesar Lembang, ternyata memberikan suatu interpretasi di bawah permukaan adanya bidang sebagai sesar yang mempunyai kemiringan berlawanan dengan kemiringan gawir morfologi Sesar Lembang yaitu ke arah selatan, ke arah depresi Bandung. Suatu studi dengan mengimplementasilkan teknologi GPS untuk mengamati aktifitas Sesar Lembang dilakukan pada bulan Juni dan September 2006. Kemudian hasil pengolahan data GPS dua kala dengan software Bernesse 4.2 tersebut belum dapat memberi informasi lebih jauh mengenai karakteristik Sesar Lembang sehingga memang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

2026
👤 Penulis: Mohammad Iqbal
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Data Geografi 🏷️ Teknologi Gps

PENILAIAN TINGKAT PENERAPAN PRINSIP MARINE SPATIAL PLANNING (MSP) DALAM PROSES PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) PROVINSI JAWA BARAT

Perubahan paradigma pembangunan wilayah pesisir dan laut dalam beberapa dekade terakhir mendorong munculnya kebutuhan terhadap sistem perencanaan ruang yang lebih terintegrasi, adaptif, dan kolaboratif. Kompleksitas pemanfaatan ruang pesisir dan laut yang melibatkan berbagai kepentingan sektor, seperti perikanan, pelabuhan, pariwisata, konservasi, permukiman, dan industri, menimbulkan potensi konflik pemanfaatan ruang serta tekanan terhadap keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks tersebut, Marine Spatial Planning (MSP) berkembang sebagai pendekatan perencanaan yang menekankan integrasi lintas sektor, keterpaduan darat laut, partisipasi pemangku kepentingan, serta pengelolaan ruang yang adaptif berbasis ekosistem. Di Indonesia, penerapan prinsip-prinsip MSP masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait sinkronisasi kebijakan, fragmentasi kelembagaan, dominasi pendekatan administratif, dan lemahnya integrasi antara sistem tata ruang dengan pengelolaan wilayah pesisir dan laut. Permasalahan tersebut menjadi semakin relevan dalam proses penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi, khususnya di Provinsi Jawa Barat yang memiliki karakteristik wilayah pesisir dan laut yang kompleks serta tekanan pembangunan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan prinsip-prinsip MSP dalam proses penyusunan RTRW Provinsi Jawa Barat, serta mengidentifikasi kesenjangan antara prinsip-prinsip ideal MSP dengan implementasinya, Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Metode analisis yang digunakan adalah analisis konten terhadap dokumen kebijakan, regulasi, dan dokumen perencanaan yang berkaitan dengan tata ruang, wilayah pesisir, dan pengelolaan kelautan. Analisis dilakukan melalui proses pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi pada proses perencanaan dan analisis berdasarkan dimensi MSP yang meliputi berbasis ekosistem, terintegrasi, berorientasi wilayah, adaptif, strategis, dan partisipatif yang kemudian diolah menggunakan MSP Index.ii Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip MSP dalam penyusunan RTRW Provinsi Jawa Barat memperoleh skor 73 dari skor maksimum 108, yang menunjukkan bahwa sebagian besar prinsip MSP telah terakomodasi dalam proses penyusunan RTRW. Dimensi berbasis wilayah/lokasi, terintegrasi, dan strategis memperoleh capaian tertinggi, yang menunjukkan kuatnya aspek spasial formal, koordinasi kelembagaan, dan arah kebijakan dalam proses perencanaan. Sebaliknya, dimensi berbasis ekosistem, adaptif, dan partisipatif masih menunjukkan tingkat penerapan yang relatif lebih rendah. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa integrasi ruang laut dalam RTRW telah berkembang dengan baik pada aspek normatif dan administratif, namun implementasinya belum sepenuhnya terintegrasi secara substantif. Mekanisme monitoring dan evaluasi masih cenderung bersifat administratif dan periodik, pendekatan berbasis ekosistem belum sepenuhnya menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, serta partisipasi pemangku kepentingan masih didominasi oleh pola konsultatif dibandingkan kolaborasi substantif. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi MSP dalam RTRW Provinsi Jawa Barat telah berkembang kuat pada aspek formal spasial dan kelembagaan, namun belum sepenuhnya berkembang menjadi sistem tata kelola ruang darat laut yang adaptif, berbasis ekosistem, dan partisipatif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa integrasi ruang darat dan laut telah terbangun secara formal dalam satu dokumen perencanaan, namun mekanisme implementasi, pembelajaran kebijakan, dan evaluasi adaptif masih berkembang secara terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa tantangan utama implementasi MSP dalam penyusunan RTRW Provinsi Jawa Barat tidak terletak pada perumusan kebijakan, melainkan pada penguatan implementasi, koordinasi lintas sektor, integrasi substantif darat laut, serta pengembangan mekanisme perencanaan yang adaptif. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan kajian integrasi MSP dalam sistem tata ruang wilayah di Indonesia serta memberikan masukan bagi penyempurnaan penyusunan RTRW yang lebih adaptif, terintegrasi, berbasis ekosistem, dan kolaboratif guna mendukung pembangunan wilayah pesisir dan laut yang berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Endah Septianingrum
🏷️ Marine Spatial Planning (Msp) 🏷️ Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (Rtrw) 🏷️ Pemanfaatan Ruang Pesisir

KORELASI MORFOLOGI PARTIKEL KATODE LINI0,5MN1,5O4 TERHADAP KINERJA ELEKTROKIMIA PADA BATERAI ION LITIUM

Peningkatan kebutuhan baterai ion litium (LIBs) dan tantangan berupa jangkauan berkendara yang lebih jauh pada electric vehicle (EV) mendorong fokus pengembangan pada katode dengan tegangan operasional dan kepadatan energi tinggi. Katode spinel LiNi0.5Mn1.5O4 (LNMO) dengan tegangan operasional dan kepadatan energi yang tinggi, jalur difusi ion 3D, serta struktur bebas kobalt menjadi salah satu kandidat yang kuat dan menjanjikan. Namun, komersialisasi LNMO masih terhambat oleh masalah fundamental yaitu stabilitas struktur pada tegangan tinggi. Salah satu strategi yang sering digunakan adalah rekayasa morfologi partikel. Pada penelitian ini, dilakukan sintesis material katode LNMO dengan morfologi berbeda melalui metode kopresipitasi sederhana untuk dianalisis hubungan dengan kinerja elektrokimianya. Material yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi untuk menginvestigasi struktur kristal, morfologi, dan kinerja elektrokimianya menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM), pengujian charge-discharge, dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Masing-masing material menunjukkan karakteristik elektrokimia yang berbeda: LNMO-P (polihedral) unggul dalam kapasitas, LNMOO (oktahedral) unggul dalam stabilitas, dan LNMO-T (oktahedral terpotong) unggul dalam rate capability. Karakteristik ini dibuktikan dengan kapasitas discharge awal LNMO-P sebesar 135,02 mAh g -1 , stabilitas siklus LNMO-O dengan retensi kapasitas sebesar 95,26% setelah 200 siklus, dan kemampuan rate capability LNMO-T dengan kapasitas discharge 108,54 mAh g -1 pada 5C. Perbedaan ini disebabkan karena tiap morfologi mengekspos faset yang berbeda, yaitu faset {111} untuk stabilitas struktur dan faset {100} untuk peningkatan kinetika transfer ion Li+ .

2026
👤 Penulis: Rafiq Althaf R. Harjadinata
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGARUH AI-GENERATED KEY VISUALS TERHADAP NIAT PENGGUNAAN LAYANAN DIGITAL BANKING PADA KAMPANYE PROMOSI BERBASIS WHATSAPP: PERAN MEDIASI ATTENTION DAN TRUST

Perkembangan pesat pada teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif telah mengubah praktik pemasaran digital, termasuk peningkatan penggunaan konten promosi yang dihasilkan oleh AI dalam kampanye promosi digital. Di industri perbankan digital, komunikasi promosi melalui platform seperti WhatsApp menjadi semakin penting karena meningkatnya jumlah konsumen yang aktif secara digital dan megunakan WhatsApp sebagai media komunikasi sehari-hari. Diluar dari adanya efisiensi (dalam SLA pembuatan konten promosi dan budget) yang dapat di optimalkan melalui pembuatan konten dengan teknologi AI generatif, terdapat juga kekhawatiran mengenai apakah visual promosi yang dihasilkan AI mampu menarik perhatian pengguna, membangun kepercayaan, dan mendorong niat pengguna untuk menggunakan layanan perbankan digital. Studi-studi yang sudah dilakukan sebelumnya memberikan wawasan yang beragam mengenai efektivitas dan persepsi dalam keaslian konten visual yang dihasilkan oleh AI, khususnya di industri yang menjual jasa atau produk dengan keterlibatan tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini menyelidiki pengaruh visual promosi yang dihasilkan AI terhadap niat penggunaan dalam kampanye promosi perbankan digital berbasis WhatsApp, dengan perhatian dan kepercayaan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS. Penelitian ini dilakukan menggunakan data survei yang dikumpulkan dari 159 responden di Jabodetabek yang aktif menggunakan layanan perbankan digital dan berfokus pada Generasi Y & Z. Model penelitian yang diusulkan akan mengkaji efek langsung dari konten visual yang dihasilkan AI terhadap perhatian, kepercayaan, dan niat penggunaan, serta efek mediasi dari perhatian dan kepercayaan pada hubungan antara visual promosi yang dihasilkan AI dan niat penggunaan. Mengikuti kerangka konseptual yang telah dibentuk, hipotesis yang diajukan adalah bahwa konten visual yang dihasilkan AI secara positif memengaruhi perhatian, kepercayaan, dan niat penggunaan, sementara perhatian dan kepercayaan secara positif memengaruhi niat penggunaan dan memediasi hubungan antara konten visual yang dihasilkan AI dan niat penggunaan. Temuan menunjukkan bahwa konten visual yang dihasilkan AI memiliki efek positif dan signifikan terhadap perhatian, kepercayaan, dan niat penggunaan. Konten visual yang dihasilkan AI secara signifikan memengaruhi perhatian (? = 0,741; p < 0,001) dan kepercayaan (? = 0,764; p < 0,001), membuktikan bahwa konten visual yang dihasilkan AI yang menarik secara visual, informatif, dan kredibel efektif dalam menarik perhatian pengguna dan memperkuat kepercayaan terhadap layanan perbankan digital. Konten visual yang dihasilkan AI juga memiliki efek langsung yang positif dan signifikan terhadap niat penggunaan (? = 0,213; p = 0,014), meskipun efek langsungnya tidak sekuat jika dibandingkan dengan efek tidak langsung melalui perhatian dan kepercayaan. Lebih lanjut, perhatian memiliki efek terkuat pada niat penggunaan (? = 0,487; p < 0,001), sementara kepercayaan juga secara positif memengaruhi niat penggunaan (? = 0,255; p = 0,003). Analisis berbasis mediasi juga menunjukkan bahwa perhatian dan kepercayaan secara signifikan memediasi hubungan antara konten visual yang dihasilkan AI dan niat penggunaan, dengan perhatian bertindak sebagai variabel mediasi yang lebih kuat.

2026
👤 Penulis: Stephanie Sherryl Mailangkay
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Perbankan Digital 🏷️ Efek Visual Promosi

PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING PARAMETER LINGKUNGAN BERBASIS ARDUINO BERBIAYA MURAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN EFEK GAS RUMAH KACA DAN FOTOSINTESIS

Keterbatasan media pembelajaran berbasis eksperimen menyebabkan pengamatan perubahan parameter lingkungan pada materi efek gas rumah kaca dan fotosintesis belum dapat dilakukan secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring lingkungan berbasis Arduino sebagai media pembelajaran efek gas rumah kaca dan fotosintesis, menguji kinerja sistem dalam mengukur parameter lingkungan pada kondisi yang berbeda, serta menyusun modul ajar eksperimen. Sistem yang dikembangkan berupa greenhouse dua ruang berbasis Arduino yang dilengkapi sensor MQ135, DHT22, dan LDR. Data hasil pengukuran ditampilkan secara real-time melalui LCD dan Graphical User Interface (GUI), kemudian diuji melalui model efek gas rumah kaca dan eksperimen fotosinteisis pada kondisi terang dan gelap. Hasil kalibrasi menunjukkan sensor LDR memiliki nilai R² sebesar 0,9803 dan 0,9725, sedangkan sensor MQ135 memberikan performa terbaik menggunakan regresi polinomial dengan nilai R² sebesar 0,850 dan 0,975. Sensor DHT22 menghasilkan nilai MAE sebesar 0,836°C dan 1,418°C, serta RMSE sebesar 1,070°C dan 1,657°C. Pada eksperimen fotosintesis, konsentrasi CO? pada ruang terang menurun dari 105 ppm menjadi 89,13 ppm, sedangkan pada ruang gelap meningkat dari 173 ppm menjadi 201,67 ppm selama pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring yang dikembangkan mampu melakukan pengukuran dan visualisasi suhu, kelembaban, konsentrasi CO?, dan intensitas cahaya secara real-time pada berbagai kondisi eksperimen. Selain menghasilkan instrumen yang berfungsi dengan baik, penelitian ini juga menghasilkan modul ajar eksperimen sebagai panduan penggunaan sistem pada materi efek gas rumah kaca dan fotosintesis di jenjang IPA SMP, Fisika SMA, dan Biologi SMA.

2026
👤 Penulis: Nita Daniyati
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS POLA TANAM AGROFORESTRI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS POHON

Kualitas pohon merupakan hasil penilaian atribut visual pada pohon berdiri yang mencerminkan karakteristik pertumbuhan, berbeda dengan penilaian kualitas kayu pada produk olahan. Dalam konteks pengelolaan hutan, kualitas pohon dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah perlakuan budidaya melalui pola tanam agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola tanam agroforestri terhadap pertumbuhan dan kualitas pohon dalam menghasilkan kayu. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi diameter batang (DBH), tinggi total, tinggi bebas cabang, serta riap menggunakan Mean Annual Increment (MAI), sedangkan kualitas pohon merupakan penilaian kumulatif melalui metode Forest Health Monitoring (FHM) sebagai representasi kualitas kesehatan pohon dan skoring pohon plus sebagai representasi kualitas visual eksternal pohon. Penelitian dilakukan di Desa Sindangsari, Kabupaten Sumedang, pada lima pola tanam agroforestri, yaitu Random Individual, Random Mix: Block/Group, Strips: Alley Cropping, Trees Along Border, dan Combination. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi struktur tegakan pada masing-masing pola yang memengaruhi dinamika pertumbuhan melalui tingkat kompetisi dan pemanfaatan ruang tumbuh. Pola Strips: Alley Cropping menunjukkan performa pertumbuhan terbaik dengan nilai diameter dan tinggi yang relatif tinggi. Misalnya, rata-rata DBH pola Strips: Alley Cropping 29,5 cm (rentang 9,3–70 cm) jauh lebih tinggi dibanding pola tanam lain. Demikian pula rata-rata tinggi total dan tinggi bebas v cabang, meski pola Strips: Alley Cropping memiliki outlier sangat tinggi. Pola Strips: Allry Cropping juga memiliki tingkat kerusakan terendah (CLI = 2,16), yang mengindikasikan kualitas tegakan paling sehat. Sementara itu, kualitas pohon kumulatif dengan skor tertinggi diperoleh pada pola Random Mix: Block/Group (skor rata-rata 41,46), yang diduga dipengaruhi oleh kompetisi yang mendorong pertumbuhan batang lebih lurus dan peningkatan tinggi bebas cabang sehingga diasumsikan pola paling unggul dalam menghasilkan batang kayu berkualitas. Namun, hasil uji Kruskal–Wallis menunjukkan bahwa perbedaan pola tanam tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas pohon (p > 0,05), sehingga faktor lokal seperti kompetisi individu dan kondisi mikrohabitat lebih berperan. Misalnya, kesuburan tanah (bahan organik dan hara makro), keasaman tanah (pH tanah), ketersediaan air tanah, topografi, serta faktor mikroklimat seperti intensitas cahaya, suhu dan kelembapan udara. Penelitian ini menunjukkan adanya trade-off antara pertumbuhan, kualitas kesehatan, dan kualitas pohon secara kumulatif. Pemilihan pola tanam dapat disesuaikan dengan prioritas antara produksi kayu kuantitas atau kualitas. Untuk hasil kayu optimal secara luas, Strips: Alley Crop direkomendasikan. Untuk mutu batang, Random Mix Block/Group menjadi alternatif saat kualitas kayu solid (batang lurus) diutamakan dengan syarat pengelolaan intensif. Mengingat bahwa skor kualitas pohon merupakan indikator komposit yang mencakup parameter diameter batang, tinggi pohon, tinggi bebas cabang, kesehatan pohon, dan bentuk batang. Dengan demikian, pemilihan pola tanam agroforestri perlu disesuaikan dengan tujuan pengelolaan hutan yang diinginkan.

2026
👤 Penulis: Zhulal Zayd Dhudayev
🏷️ Agroforestri 🏷️ Pertumbuhan Pohon 🏷️ Kualitas Kayu

PERENCANAAN PERBAIKAN TANAH STONE COLUMN PADA RUAS JALAN TOL TRANS-JAWA STA 4450 – 4625

Ruas Jalan Tol Trans-Jawa pada STA 4450 – 4625 di wilayah Yogyakarta berada di atas tanah dasar yang memiliki potensi likuifaksi akibat kondisi tanah pasir jenuh air dan dekat dengan dua sesar aktif, yaitu Sesar Opak dan Sesar Mataram. Evaluasi kondisi eksisting pada ketiga titik bor (BH-24A, BH-25B, dan BH-26B) menunjukkan bahwa sebagian besar lapisan tanah berpotensi mengalami likuifaksi. Selain itu, terjadi penurunan tanah berlebih khususnya pada BH-24A yang mencapai 10,9 cm, serta nilai faktor keamanan (SF) stabilitas lereng pada kondisi pseudostatik belum memenuhi kriteria minimum sebesar 1,1. Tugas akhir ini mencakup evaluasi potensi likuifaksi, perencanaan perbaikan tanah dengan metode stone column, serta analisis efektivitasnya terhadap pengendalian penurunan, peningkatan stabilitas lereng, dan mitigasi likuifaksi. Desain stone column dilakukan menggunakan metode Priebe (1995) berdasarkan pada model unit cell. Hasil analisis menunjukkan bahwa stone column efektif dalam memitigasi risiko likuifaksi dan mereduksi settlement hingga batas aman, dengan nilai terbesar 3,7 cm pada BH-24A berdasarkan pemodelan SIGMA/W. Evaluasi stabilitas lereng pascaperbaikan menggunakan metode Limit Equilibrium pada SLOPE/W menunjukkan peningkatan SF pada seluruh titik bor, dengan nilai kondisi pseudostatik yang telah memenuhi kriteria minimum di semua sisi lereng.

2026
👤 Penulis: Nadine Anindya
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Stabilitas Lengkung

ANALISIS KERUGIAN EKONOMI PADA PENGENDALIAN BANJIR DI SUNGAI CILETUH - CIKALONG KABUPATEN SUKABUMI

Banjir di DAS Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, merupakan bencana berulang yang berdampak signifikan terhadap sektor permukiman, pertanian, dan fasilitas publik. Kejadian ini dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi, perubahan tata guna lahan, serta penurunan kapasitas tampung sungai akibat sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hidrologi dan hidraulika Sungai Ciletuh, mengestimasi kerugian ekonomi banjir, serta mengevaluasi skenario pengendalian banjir struktural dan non-struktural. Metodologi penelitian mengintegrasikan analisis hidrologi melalui perhitungan hujan rencana dan nilai Curve Number (CN) dengan pemodelan HEC-HMS, serta analisis hidraulika menggunakan HEC-RAS 2D untuk memetakan kedalaman dan luas genangan banjir. Estimasi kerugian ekonomi mencakup kerugian langsung dan tidak langsung menggunakan metode Economic Commission for Latin America and the Caribbean (ECLAC) untuk sektor permukiman dan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk sektor pertanian. Selain itu, penelitian ini menganalisis pengaruh penebalan sedimen terhadap eskalasi genangan dan kerugian ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor permukiman merupakan kontributor terbesar terhadap total kerugian ekonomi, baik pada kerugian langsung maupun tidak langsung. Skenario struktural berupa normalisasi sungai dan skenario non-struktural berupa konservasi DAS berbasis agroforestry terbukti layak secara ekonomi dalam periode analisis 25 tahun dengan nilai NPV positif dan BCR > 1. Temuan ini merekomendasikan strategi pengendalian banjir terpadu sebagai upaya mitigasi risiko banjir dan pengelolaan daya rusak air yang berkelanjutan di DAS Ciletuh.

2026
👤 Penulis: Milad Panji Swara
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Ekonomi Banjir

PERANCANGAN PEMBELAJARAN TERMOKIMIA BERBASIS MULTIPLE REPRESENTATION MELALUI WEBSITE VISUAL STORYTELLING DAN PRAKTIKUM PEMODELAN MOLEKUL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI REPRESENTASIONAL SISWA SMA

Termokimia merupakan salah satu topik kimia di sekolah menengah atas yang rentan menimbulkan miskonsepsi. Akar persoalannya terletak pada karakteristik konsep energi yang abstrak dan tidak dapat diamati secara langsung, sehingga siswa kesulitan mengintegrasikan tiga level representasi, yaitu makroskopik, submikroskopik, dan simbolik, secara bermakna. Pembelajaran konvensional yang menekankan prosedur dan rumus simbolik tanpa membangun koneksi antarlevel representasi terbukti memperparah kondisi ini. Di sisi lain, media pembelajaran yang memadukan narasi visual dengan pemodelan molekul untuk membangun kompetensi representasional pada topik termokimia masih sangat terbatas. Kesenjangan inilah yang melatarbelakangi pengembangan rancangan pembelajaran pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan rancangan pembelajaran termokimia berbasis multiple representation melalui pendekatan visual storytelling dan praktikum pemodelan molekul, serta menguji validitas, respons siswa, dan efektivitasnya dalam meningkatkan kompetensi representasional siswa. Penelitian menggunakan metode Educational Design Research yang ditempuh dalam tiga fase. Fase pertama berupa analisis dan eksplorasi untuk merumuskan panduan desain dari kajian teori dan referensi empiris. Fase kedua berupa perancangan dan konstruksi produk, yang mencakup pembangunan prototipe, validasi ahli, survei respons siswa, serta revisi iteratif. Fase ketiga berupa evaluasi dan refleksi untuk menguji efektivitas produk sekaligus merumuskan prinsip desain. Implementasi produk berlangsung selama enam pertemuan dengan peneliti berperan sebagai fasilitator. Penelitian ini menghasilkan dua produk utama yang saling melengkapi, yaitu situs web panasdingin.id berbasis visual storytelling dan modul praktikum pemodelan molekul berbasis Avogadro, yang mengintegrasikan ketiga level representasi dalam satu alur penyelidikan. Validitas produk diukur dengan formula Aiken’s V, respons siswa dijaring melalui angket, dan kompetensi representasional diukur menggunakan tes dua puluh empat butir yang diberikan sebagai pretes dan postes. Pada akhir pembelajaran, survei akhir penelitian digunakan sebagai instrumen reflektif untuk menjaring kesan siswa terhadap keseluruhan rangkaian pembelajaran. Validasi oleh tiga ahli pada aspek konten kimia, pedagogi, serta media menghasilkan indeks Aiken’s V keseluruhan sebesar 0,87 yang termasuk kategori sangat valid. Uji coba produk terbatas terhadap lima belas siswa memperoleh respons yang sangat baik dengan skor 92,71 persen. Pada fase implementasi, produk diujicobakan kepada tiga puluh enam siswa kelas XI di SMA Negeri 49 Jakarta melalui rancangan one-group pretest–posttest, dengan dua puluh sembilan siswa yang memiliki data lengkap dianalisis secara berpasangan. Rata-rata skor kompetensi representasional meningkat dari 41,69 pada pretes menjadi 83,86 pada postes. Simpangan baku menurun dari 19,09 menjadi 14,39, dan dua puluh delapan dari dua puluh sembilan siswa mengalami kenaikan skor. Uji Wilcoxon signed-rank menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai Z sebesar ?4,595 dan p lebih kecil dari 0,001, disertai ukuran efek yang besar dengan nilai r sebesar 0,85. Rata-rata N-gain sebesar 0,69 termasuk kategori sedang yang mendekati batas tinggi, dengan 72,4 persen siswa mencapai kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan pembelajaran yang dikembangkan dinilai valid, diterima dengan baik, dan efektif meningkatkan kompetensi representasional siswa pada topik termokimia dalam konteks penelitian ini. Dari keseluruhan proses dirumuskan sejumlah prinsip desain yang dapat ditransfer, antara lain pengintegrasian tiga level representasi secara bertahap, pemanfaatan narasi visual yang kontekstual untuk menjembatani konsep abstrak melalui pengalaman yang konkret, serta pemodelan molekul tiga dimensi untuk menghubungkan struktur submikroskopik dengan sifat makroskopik dan persamaan simbolik. Penelitian ini memberikan model konkret tentang penerjemahan kerangka representasi kimia ke dalam rancangan pembelajaran yang operatif, sehingga dapat menjadi rujukan bagi pengembangan media pembelajaran serupa pada topik kimia abstrak lainnya.

2026
👤 Penulis: Tiar Asita Baramanda
🏷️ Visual Storytelling 🏷️ Pendidikan Kimia 🏷️ Model Pembelajaran Multiple Representation

PENGARUH FERMENTASI MENGGUNAKAN SYMBIOTIC CULTURE OF BACTERIA AND YEAST TERHADAP KANDUNGAN DAN BIOAKTIVITAS KOMBUCHA BERBASIS CASCARA DARI KOPI EXCELSA (COFFEA LIBERICA VAR. DEWEVREI)

Cascara dari kopi excelsa (Coffea liberica var. dewevrei) merupakan produk samping pengolahan kopi yang melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu fermentasi menggunakan Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY) selama 0, 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 hari terhadap profil keasaman, kandungan senyawa bioaktif, serta bioaktivitas kombucha berbasis cascara dari kopi excelsa. Metode penelitian meliputi preparasi seduhan cascara 20 g/L dengan gula 50 g/L, inokulasi SCOBY 25 g/L (laju pertumbuhan spesifik 0,40 g/L-hari), dan fermentasi pada suhu ruang (25 ?C). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan waktu fermentasi menyebabkan penurunan pH hingga mencapai 3,67 ± 0,05 serta peningkatan kadar asam total menjadi 0,38 ± 0,05 g/100 mL pada hari ke-6. Pada akhir fermentasi, kandungan senyawa bioaktif berupa total phenolic content (TPC) mencapai 895,60 ± 34,14 µg GAE/mL, total flavonoid content (TFC) sebesar 19,13 ± 0,22 µg QE/mL, dan konsentrasi asam askorbat sebesar 0,11 ± 0,01 mg/mL. Aktivitas antioksidan menunjukkan stabilitas dengan nilai DPPH (IC50) sebesar 207,04 ± 3,28 mL/L dan FRAP sebesar 11,81 ± 1,06 mM FeSO4. Aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus baru terdeteksi pada hari ke-6 dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 500 µL/mL. Aktivitas antiinflamasi (IC50) pada hari ke-6 tercatat sebesar 28,184.40 ± 3,176.22 ppm. Dapat disimpulkan bahwa fermentasi selama 6 hari efektif meningkatkan keasaman, TPC, dan aktivitas antibakteri, sekaligus mempertahankan TFC, asam askorbat, serta kapasitas antioksidan dan antiinflamasi dari kombucha berbasis cascara kopi excelsa.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fadhilah Akbar
🏷️ Kombucha 🏷️ Hidrologi 🏷️ Bioaktivitas

REPRESENTASI VISUAL KELUARGA DALAM BUKU CERITA BERGAMBAR DAN PENERIMAANNYA PADA ANAK DARI IBU TUNGGAL

Tidak semua anak tumbuh dalam struktur keluarga yang lazim direpresentasikan dalam buku cerita anak Indonesia, yakni dikelilingi kehadiran lengkap figur ibu dan ayah. Ketimpangan antara realitas sosial dan keterbatasan representasi visual ini berisiko menciptakan alienasi simbolik bagi anak dari keluarga ibu tunggal. Kajian ini menawarkan kebaruan dengan menjembatani analisis wacana multimodal dan pengukuran afektif empiris untuk mengungkap dinamika negosiasi identitas pada pembaca usia 6-7 tahun. Melalui desain embedded mixed-methods, penelitian ini membedah representasi visual pada enam buku cerita bergambar yang mencakup kategori keluarga ibu tunggal, keluarga inti, dan keluarga besar. Analisis dilakukan melalui strategi encoding visual menggunakan kerangka Visual Grammar yang diintegrasikan dengan proses decoding melalui instrumen klasifikasi biner dan uji statistik Wilcoxon. Temuan mengungkap bahwa representasi keluarga ibu tunggal yang mengusung narasi resiliensi memberikan pengaruh signifikan dengan kekuatan efek yang besar terhadap peningkatan respons afektif positif anak. Integrasi data menunjukkan adanya pluralitas makna dalam proses decoding, di mana respons anak sangat dipengaruhi oleh resonansi memori personal terhadap detail objek keseharian yang berfungsi sebagai cermin atas realitas anak. Sebaliknya, citra keluarga inti yang terlalu normatif memicu kejenuhan atensi hingga resistensi afektif ekstrem sebagai bentuk oppositional reading. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bagi anak ibu tunggal, validasi struktur realitas merupakan prasyarat mutlak bagi terciptanya rasa aman sebelum mereka mampu mengakses dunia imajinasi. Sebagai implikasi praktis, strategi desain buku cerita bergambar untuk ibu tunggal sebaiknya menerapkan pemanfaatan objek akrab bagi anak, redefinisi otoritas ibu, mitigasi figur ayah, serta kontras warna sebagai navigasi afektif guna menjaga stabilitas emosi pembaca.

2026
👤 Penulis: Anindita Putri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

SINTESIS TURUNAN KUINAZOLIN TERDEUTERASI DAN POTENSINYA SEBAGAI INHIBITOR EGFR (ANTIKANKER) DAN BACE-1 (ALZHEIMER)

Kuinazolin merupakan senyawa N-heterosiklik yang telah banyak dimanfaatkan sebagai kerangka dasar dalam pengembangan obat antikanker, khususnya sebagai inhibitor EGFR generasi pertama dan kedua, seperti gefitinib, erlotinib, afatinib, dan dacomitinib. Selain itu, kerangka kuinazolin berpotensi dikembangkan sebagai inhibitor BACE-1 pada penyakit Alzheimer. Pada domain tirosin kinase EGFR, cincin kuinazolin berikatan pada kantong pengikatan ATP (ATP-binding site), di mana atom nitrogen pada cincin kuinazolin membentuk ikatan hidrogen dengan residu Met793 yang berada pada daerah hinge, sehingga menstabilkan pengikatan ligan pada situs aktif dan menghambat aktivitas tirosin kinase. Sementara itu pada BACE-1, cincin kuinazolin berinteraksi dengan residu katalitik Asp32 dan Asp228 pada sisi aktif enzim sehingga menghambat pemotongan amyloid precursor protein (APP) menjadi peptida ?-amiloid. Selain kerangka kuinazolin, substituen pada posisi C-4 juga diketahui berkontribusi terhadap interaksi dengan kantong hidrofobik protein target sehingga modifikasi pada posisi ini banyak dilakukan untuk meningkatkan aktivitas dan selektivitas senyawa. Meskipun demikian, keberadaan gugus metoksi pada posisi C-7 cincin kuinazolin rentan mengalami reaksi O-demetilasi yang dikatalisis oleh CYP450 terutama CYP2D6, menghasilkan metabolit hidroksi (–OH). Proses metabolisme ini meningkatkan polaritas senyawa sehingga mempercepat eliminasi, menurunkan stabilitas metabolik, dan berpotensi mengurangi efektivitas senyawa. Salah satu strategi yang banyak dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah deuterasi, yaitu penggantian atom hidrogen dengan deuterium pada gugus metoksi di posisi C-7 yang rentan mengalami reaksi O-demetilasi oleh enzim CYP2D6. Ikatan C–D yang lebih kuat dibandingkan ikatan C–H menyebabkan tahap pemutusan ikatan selama reaksi O-demetilasi berlangsung lebih lambat sehingga laju metabolisme oksidatif dapat diperlambat melalui kinetic isotope effect, tanpa mengubah sifat elektronik maupun interaksi senyawa dengan residu penting pada kantong pengikatan ATP EGFR dan sisi aktif BACE-1. Pendekatan ini telah diterapkan pada beberapa obat, seperti deutetrabenazine yang disetujui FDA pada tahun 2017 untuk pengobatan korea pada penyakit Huntington (Huntington's disease-associated chorea) dan tardive dyskinesia, serta deuruxolitinib yang memperoleh persetujuan FDA pada tahun 2024 untuk pengobatan alopecia areata. Kedua obat tersebut menunjukkan peningkatan stabilitas farmakokinetik dan tolerabilitas dibandingkan senyawa induknya (nonterdeuterasi). Pada penelitian ini telah disintesis delapan turunan 4- anilinokuinazolin terdeuterasi (4a–h) melalui reaksi substitusi nukleofilik aromatik menggunakan CD3OD dan NaOH 50% (w/v) dengan rendemen sekitar 90–97%. Senyawa 4a–h kemudian direduksi gugus -NO2 menjadi delapan turunan kuinazolin-4,6-diamina (5a–h) dengan kondisi optimum reaksi menggunakan tiourea dioksida 5 ekivalen dan NaOH 1 M dalam metanol, menghasilkan rendemen sekitar 82–90%. Struktur senyawa 4h dikonfirmasi lebih lanjut melalui analisis Single-Crystal X-ray Diffraction (SC-XRD) yang menunjukkan bahwa senyawa ini mengkristal dalam sistem ortorombik dengan grup ruang Pbca (No. 61) sebagai solvat DMSO. Struktur yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dengan nilai final R-index sebesar 0,0443 dan telah didaftarkan pada Cambridge Crystallographic Data Centre (CCDC No. 2527423). Hasil analisis menunjukkan bahwa cincin kuinazolin bersifat hampir planar dengan sudut torsi gugus anilino sebesar ?30,4° terhadap cincin kuinazolin, menyerupai konformasi twisted aniline pada inhibitor EGFR seperti gefitinib. Kisi kristal distabilkan oleh ikatan hidrogen N–H···O antara gugus NH anilin dengan molekul DMSO solvat. Seluruh senyawa kemudian diuji aktivitas penghambatannya terhadap EGFR dan BACE-1 secara in vitro. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa senyawa 4g yang memiliki substituen 3,4-dikloroanilin memiliki aktivitas penghambatan EGFR tertinggi dengan persen inhibisi sebesar 65,96 ± 0,72% pada konsentrasi 100 nM. Sementara itu, senyawa 4h yang memiliki substituen 4-trifluorometilanilin menunjukkan aktivitas penghambatan BACE-1 tertinggi dengan persen inhibisi sebesar 101,93 ± 1,08% pada konsentrasi 100 µM. Secara keseluruhan, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa deuterasi pada posisi C-7 berpotensi meningkatkan aktivitas penghambatan terhadap BACE-1 pada beberapa turunan, yang ditunjukkan oleh peningkatan aktivitas inhibisi senyawa 4a, 4d, dan 4e dibandingkan senyawa nonterdeuterasinya.

2026
👤 Penulis: Pipih Lutfi Sa'adah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Alzheimer

PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK SAWIT MELALUI TRANSESTERIFIKASI DENGAN KATALIS CAO BERBASIS CALCIUM GLYCEROLATE: PENGARUH JENIS KATALIS DARI LIMBAH BIOMINERAL–GLISEROL

Sektor transportasi merupakan penyumbang emisi CO? global terbesar, mencapai sekitar 35%, yang terutama berasal dari penggunaan bahan bakar. Diesel termasuk bahan bakar dengan emisi CO? tinggi (±10 kg CO?/gallon), bersifat tidak terbarukan, serta berpotensi menghasilkan emisi SOx. Biodiesel hadir sebagai alternatif dengan karakteristik serupa, namun berpotensi lebih unggul karena bersifat terbarukan, mampu menurunkan emisi CO? (kg CO2-eq) hingga 74%, dan meningkatkan angka setana. Namun, proses transesterifikasi konvensional dengan katalis basa homogen masih memiliki keterbatasan, seperti kesulitan pemisahan produk, tidak dapat diregenerasi, serta bersifat korosif. Salah satu alternatif potensial dari metode ini adalah penggunaan katalis heterogen karena mudah dipisahkan, dapat diregenerasi, dan memiliki korosivitas lebih rendah. Sejalan dengan hal tersebut, pengembangan CaO dari prekursor berbasis limbah biomineral dan gliserol melalui pembentukan calcium glycerolate berpotensi meningkatkan sifat katalitik, khususnya total basicity dan karakteristik pori, sekaligus mendorong valorisasi limbah. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan eksplorasi penggunaan katalis CaO dari prekursor calcium glycerolate yang disintesis dari limbah biomineral-gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh jenis prekursor CaO berupa eggshell, snailshell, dan Ca(OH)2 terhadap performa transesterifikasi minyak goreng sawit. Transesterifikasi dilakukan pada boiling flask kapasitas 250 mL dengan suhu 60°C selama 2 jam, dan catalyst load 7% b/b basis kering. Parameter yang diukur mencakup yield, komposisi, karakteristik biodiesel, parameter kinetika transesterifikasi, hingga karakteristik katalis dari uji kualitatif CaO, XRD, total basicity, SEM, dan BET. Analisis statistik juga dilakukan melalui ANOVA dan uji post-hoc Tukey serta Games-howell. Hasil penelitian untuk katalis heterogen menunjukkan bahwa jenis katalis memberi pengaruh signifikan terhadap yield dan %FAME dengan nilai tertinggi yield sebesar 88,36% b/b dari CH-CaO dan %FAME sebesar 99,74% (area%) dari CG(E)-CaO namun perbedaan prekursor tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap komposisi senyawa dominan pada biodiesel. Jenis katalis juga memiliki pengaruh signifikan terhadap konstanta laju reaksi dengan nilai tertinggi diperoleh CH-CaO sebesar 0,05 menit-1. Hasil pengujian karakteristik CaO menunjukkan bahwa pola XRD sesuai dengan kristalin CaO, total basicity tertinggi diperoleh pada CH-CaO sebesar 13,65 mmol/gram, volume pori tertinggi diperoleh CH-CaO & CG(E)-CaO sebesar 0,155 cm3/gr, dan luas permukaan tertinggi diperoleh pada CG(S)-CaO sebesar 3,67 m2/gr.

2026
👤 Penulis: Delon Davidson
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN HASIL INTERPRETASI VISUAL CITRA UNTUK PENERIMAAN PBB

Pesatnya pembangunan menyebabkan tingginya perubahan pola penggunaan lahan. Lahan yang dulunya merupakan lahan sawah maupun lahan kering, banyak yang mengalami perubahan fungsi menjadi lahan terbangun. Perubahan penggunaan lahan dapat di monitoring menggunakan data spasial remote sensing . Akusisi data remote sensing secara berseri dari waktu ke waktu memungkinkan untuk melakukan analisis perubahan penggunaan lahan. Dalam penelitian ini digunakan dua citra yaitu citra Ikonos tahun 2000 dan citra Quickbird tahun 2003. Pada kedua citra tersebut dilakukan digitasi on screen, sehingga di peroleh peta perubahan penggunaan lahan. Hasil perubahan penggunaan lahan tersebut ditumpangsusunkan dengan peta tata guna lahan dari PBB agar diperoleh data NJOP pada wilayah yang mengalami perubahan.

2026
👤 Penulis: Mohammad Taufiq
🏷️ Remote Sensing 🏷️ Analisis Perubahan Penggunaan Lahan 🏷️ Geografis
Halaman 107 dari 6754
💬