📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

EKSPLORASI ALKALOID INDOL MONOTERPEN DARI DAUN KOPSIA FRUTICOSA (APOCYNACEAE) DAN PENENTUAN STEREOKIMIA ABSOLUTNYA

Tumbuhan famili Apocynaceae dikenal sebagai sumber alkaloid bioaktif yang memiliki efek terapeutik, termasuk aktivitas antikanker (vinblastin) dan antipsikotik (alstonin). Berbagai senyawa dari famili ini menunjukkan aktivitas antikanker berdasarkan hasil uji praklinik. Salah satu spesies yang termasuk dalam famili Apocynaceae adalah Kopsia fruticosa. Di Indonesia, tumbuhan ini dikenal dengan nama lokal pink kopsia. Tumbuhan K. fruticosa telah diketahui menghasilkan metabolit sekunder utama yaitu alkaloid indol monoterpen (MIA). Sejumlah senyawa MIA di antaranya menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap berbagai sel kanker seperti sel BGC-823 (karsinoma lambung), MCF-7 (kanker payudara), W480 (kanker usus), HS-1, HS-4, SCL-1, dan A431 (dermatoma). Selain itu, beberapa senyawa MIA dari K. fruticosa seperti mersinin A dan kopsinin telah diuji aktivitas MDR reversal, antialergi, antidiabetes, dan antitusif. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan terhadap daun K. fruticosa yang tumbuh di Kebun Raya Bogor, Indonesia, dua senyawa MIA telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi sebagai frutikosamin dan frutikosin. Stereokimia relatif dari kedua senyawa telah ditentukan berdasarkan data NMR dan putaran optik spesifik. Namun, stereokimia absolut kedua senyawa tersebut belum ditetapkan. Selain itu, dalam proses pemisahan, masih terdapat fraksi yang mengandung senyawa lain yang berpotensi untuk dapat dipisahkan lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian lanjutan ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi alkaloid indol monoterpen lain dari daun K. fruticosa. Selain itu, dilakukan pula penentuan stereokimia absolut dari senyawa hasil isolasi. Ekstraksi senyawa alkaloid dari daun K. fruticosa Indonesia diawali dengan maserasi serbuk daun kering denagan metanol. Terhadap ekstrak metanol dilakukan ekstraksi asam-basa dengan larutan asam asetat 10% dan larutan amonia 10% yang kemudian dilakukan ekstraksi cair-cair untuk memperoleh ekstrak alkaloid total. Pemisahan senyawa pada ekstrak alkaloid dilakukan dengan berbagai teknik kromatografi, meliputi kromatografi kolom gravitasi (KKG) dan kromatografi radial (KR). Uji kemurnian senyawa dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan tiga sistem eluen berbeda. Identifikasi struktur senyawa hasil isolasi dilakukan berdasarkan analisis spektroskopi NMR 1D (1H dan 13C) dan 2D (HSQC, HMBC, dan COSY). Selanjutnya dilakukan penentuan stereokimia absolut senyawa hasil isolasi menggunakan electronic circular dichroism (ECD) dan single-crystal X-ray diffraction (SC-XRD). Pada penelitian ini telah diisolasi dan diidentifikasi dua senyawa MIA selain frutikosamin dan frutikosin, yaitu metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat (4,8 mg) yang memiliki kerangka kanofrutikosinat dan KF-3 (9,8 mg) yang memiliki kerangka aspidofraktinin. Metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat memiliki nilai putaran optik spesifik 23,0 [????]???? +249,5° (c 0,073; CHCl3) sedangkan senyawa KF-3 menunjukkan nilai 23,0 rotasi [????]???? +21° (c 0,050; CHCl3). Senyawa metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat sebelumnya telah dilaporkan dari K. officinalis, K. arborea, K. hainanensis, dan K. pitardii, namun baru pertama kali dilaporkan dari K. fruticosa. Sementara itu, senyawa KF-3 diusulkan sebagai senyawa dengan kerangka analog dari frutikosin yang teroksidasi pada posisi C-3 dan strukturnya masih dalam proses konfirmasi. Sementara itu, senyawa frutikosamin dan frutikosin berhasil direkristalisasi dan hasil analisis ECD serta SC-XRD menunjukkan bahwa konfigurasi absolut (2S,6R,7R,16S,17R,20R,21S)- frutikosamin dan (2S,6R,7R,16R,17R,20R,21S)-frutikosin. Penentuan konfigurasi absolut dari kedua senyawa ini untuk pertama kali dilaporkan pada penelitian ini. Selanjutnya, stereokimia dari metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat dan KF-3 saat ini disarankan pula sebagai (2S,6R,7R,20R,21S)-metil N1-dekarbometoksikanofrutikosinat dan (2S,6R,7R,16R,17R,20R,21S)-KF-3 berdasarkan kemiripan struktur dan data spektroskopi dengan senyawa frutikosin.

2026
👤 Penulis: Shabrina Hikmatul A. R.
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

MONITORING FENOMENA URBAN SPRAWL DENGAN TEKNIK ANALISIS SPEKTRAL CAMPURAN DARI DATA SATELIT LANDSAT DAN MODIS MULTITEMPORAL

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang masih menghadapi permasalahan besar dalam perkembangan kota-kotanya. Gejala urban sprawl memberikan dampak terhadap perkembangan kota ke wilayah pinggiran bersifat sporadis dan tidak terpola dengan baik Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu metode pemantauan perkembangan kota, salah satunya adalah melalui metode penginderaan jauh. Pada metode klasifikasi konvensional, satu piksel citra diasumsikan hanya mengandung satu jenis obyek saja. Namun pada kenyataannya untuk satu piksel pada citra bisa memiliki lebih dari satu jenis obyek. Oleh karenanya, pemantauan fenomena urban sprawl pada studi ini dilakukan dengan menggunakan metode Spectral Mixture Analysis (SMA) dengan menggunakan model pemisahan linier (linier unmixing) yang memungkinkan untuk melakukan identifikasi serta penentuan proporsi spasialnya. Hasil yang diperoleh dari studi ini adalah citra fraksi dari endmember beserta proporsi spasialnya Selain waktu perolehan informasinya cepat dan murah, juga cakupan wilayah surveinya luas dan informasinya dapat diperoleh lebih berkesinambungan.

2026
👤 Penulis: Ivan Pratama
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Spektral Campuran 🏷️ Geografi Urban

MODIFIKASI LAPISAN TRANSPOR ELEKTRON SNO2 MELALUI PENAMBAHAN CARBON DOTS UNTUK PENINGKATAN KINERJA SEL SURYA PEROVSKIT

Sel surya perovskit (perovskite solar cells, PSCs) merupakan teknologi fotovoltaik yang berkembang pesat karena memiliki efisiensi tinggi, biaya produksi yang relatif rendah, dan proses fabrikasi yang sederhana. Namun, performa PSCs masih dibatasi oleh kehilangan muatan dan rekombinasi pada antarmuka perangkat. Pada arsitektur n-i-p, SnO? banyak digunakan sebagai lapisan transpor elektron (ETL), tetapi keberadaan cacat permukaan seperti oxygen vacancies dapat meningkatkan rekombinasi dan menurunkan efisiensi perangkat. Penelitian ini mengkaji pengaruh konfigurasi nitrogen pada nitrogen-functionalized carbon dots (N-CDs), yaitu pyrrolic-N, pyridinic-N, dan graphitic-N, terhadap sifat elektronik SnO? serta kinerja PSCs berbasis perovskit triple-cation Cs-FA-MA. N-CDs disintesis melalui metode hidrotermal dengan variasi prekursor untuk menghasilkan dominasi konfigurasi nitrogen yang berbeda, kemudian diinkorporasikan ke dalam lapisan SnO? sebagai ETL. Karakterisasi dilakukan untuk mengevaluasi struktur kimia, sifat optik, tingkat energi, mobilitas elektron, serta dinamika transfer muatan pada antarmuka ETL/perovskit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan N-CDs tidak menurunkan transparansi optik SnO? secara signifikan dan mampu memperbaiki kualitas antarmuka melalui pengurangan cacat permukaan serta peningkatan transpor elektron. Seluruh jenis N-CDs memberikan peningkatan performa dibandingkan dengan SnO? tanpa modifikasi, namun efeknya bergantung pada konfigurasi nitrogen yang dominan. N-CDs kaya pyridinic-N, menunjukkan hasil terbaik dengan penyelarasan tingkat energi yang lebih baik, mobilitas elektron yang lebih tinggi, serta ekstraksi elektron yang lebih cepat sehingga mampu menekan rekombinasi muatan. Perangkat PSCs dengan ETL SnO? termodifikasi N-CDs kaya pyridinic-N menghasilkan power conversion efficiency (PCE) tertinggi sebesar 17,40%, lebih tinggi dibandingkan perangkat berbasis SnO? pristine (14,85%) maupun konfigurasi nitrogen lainnya. Selain itu, perangkat ini mempertahankan sekitar 67% dari PCE awal setelah penyimpanan selama 1008 jam tanpa enkapsulasi, menunjukkan peningkatan stabilitas yang signifikan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa konfigurasi ikatan C–N pada N-CDs merupakan faktor penting dalam rekayasa antarmuka PSCs berbasis SnO?. Konfigurasi pyridinic-N terbukti paling efektif dalam meningkatkan sifat elektronik ETL, memperbaiki ekstraksi muatan, meningkatkan efisiensi konversi daya, dan memperkuat stabilitas perangkat. Temuan ini memberikan pemahaman tentang hubungan antara struktur kimia N-CDs dan kinerja PSCs.

2026
👤 Penulis: Angga Dwi Wibowo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN DAN EVALUASI MODEL INTERVENSI DIGITAL TERINTEGRASI SAHABAT DM UNTUK MENINGKATKAN SELFMANAGEMENT DAN KENDALI GLIKEMIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA LAYANAN KESEHATAN PRIMER DI KOTA BANDUNG

International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan jumlah penderita diabetes melitus (DM) di Indonesia dapat mencapai 28,57 juta pada 2045, menjadikan Indonesia sebagai negara penderita DM ketujuh terbesar di dunia. Edukasi terstruktur untuk meningkatkan manajemen perawatan DM telah terbukti efektif membantu pasien, tetapi keterbatasan waktu di layanan primer seringkali membuat proses konseling tidak optimal. Di sisi lain pemanfaatan teknologi digital saat ini menawarkan peluang untuk meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri pasien dalam mengelola penyakit kronis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan layanan digital edukasi gaya hidup sehat berkelanjutan sebagai panduan pengelolaan dan penatalaksanaan diabetes melitus, dengan tujuan akhir menurunkan HbA1c dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods sequential exploratory yang terdiri atas empat tahapan utama, dengan integrasi metode kualitatif dan kuantitatif. Tahap pertama merupakan studi kualitatif eksploratif yang bertujuan untuk menggali ekspektasi dan kebutuhan pasien terhadap layanan digital dalam pengelolaan T2DM. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 20 responden yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan perangkat lunak NVivo untuk mengidentifikasi tema-tema utama, yang kemudian menjadi dasar pengembangan fitur dan konten intervensi digital. Tahap kedua adalah tahap pengembangan aplikasi digital Sahabat DM menggunakan pendekatan research and development (R&D) berbasis desain partisipatif. Proses ini melibatkan masukan dari pasien dan tenaga medis / kesehatan untuk memastikan bahwa aplikasi memenuhi kebutuhan pengguna. Aplikasi memuat edukasi audio visual (video) berdurasi 1–2 menit tentang gaya hidup sehat, pengelolaan diet, aktivitas fisik, informasi obat, efek sampingnya tanaman berkhasiat, dan teknik relaksasi, materi edukasi per pekan. Tahap ketiga merupakan uji Usability aplikasi secara kuantitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Penilaian/evaluasi dilakukan menggunakan instrumen System Usability Scale (SUS) dan Single Ease Question (SEQ) terhadap sejumlah pengguna terbatas untuk menilai kemudahan penggunaan dan kenyamanan akses -fitur aplikasi. Hasil uji Usability pada tahap ketiga menunjukkan bahwa aplikasi memiliki tingkat kelayakan penggunaan yang baik, dengan skor System Usability Scale (SUS) sebesar 72 dengan kategori B (good) dan skor Single Ease Question (SEQ) rata-rata 5 yang menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai setiap tugas dalam aplikasi dapat diselesaikan dengan tingkat kemudahan yang relatif baik digunakan dan diterima oleh pengguna. Tahap keempat adalah implementasi intervensi digital melalui desain kuantitatif quasieksperimental dengan pre-test and post-test control group. Sebanyak 100 pasien T2DM dengan kadar HbA1c tidak terkontrol (> 8%) direkrut dari 10 Puskesmas di Kota Bandung selama periode Desember 2023 hingga Juni 2024. Responden dibagi secara seimbang ke dalam dua kelompok: kelompok intervensi (n=50) yang menerima layanan digital Sahabat DM selama 24 pekan, dan kelompok kontrol (n=50) yang memperoleh konseling konvensional dari Puskesmas. Materi edukasi digital diberikan secara rutin setiap pekan melalui media audio-visual, yang berfokus pada peningkatan kesadaran, edukasi berkelanjutan, dan penguatan perilaku hidup sehat. Hasil studi menunjukkan bahwa proporsi responden kelompok intervensi dengan kadar HbA1c 8–9% mengalami penurunan signifikan dari 40% pada awal seleksi menjadi 7% setelah 6 bulan intervensi. Sementara itu, pada kelompok kontrol, proporsi responden dengan HbA1c 6–8% menurun dari 44% menjadi 20% setelah konseling konvensional selama periode yang sama. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis aplikasi digital Sahabat DM efektif dalam menurunkan kadar HbA1c, meningkatkan pemahaman pasien terhadap pengelolaan diabetes melitus, berpotensi diintegrasikan ke layanan primer sebagai model edukasi diabetes berbasis teknologi. serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Asti Yunia Rindarwati
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENERAPAN RETRIEVAL-AUGEMENTED GENERATION (RAG) UNTUK MENGURANGI HALUSINASI PADA SISTEM TANYA JAWAB SEJARAH INDONESIA

Large Language Model (LLM) memiliki kelemahan berupa halusinasi, yakni kecenderungan menghasilkan informasi yang tidak akurat atau tidak dapat diverifikasi. Pada domain sejarah Indonesia, kelemahan ini diperparah oleh dugaan bahwa sebagian topik sejarah nasional periode 1945–1998 minim representasi pada model bahasa global yang dilatih dominan pada teks berbahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan merancang sistem tanya jawab berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG) yang sesuai dengan karakteristik domain sejarah Indonesia untuk mengurangi halusinasi, serta mengukur efektivitasnya dibandingkan LLM tanpa RAG dan mengidentifikasi karakter pertanyaan tempat efektivitasnya paling menonjol. Tiga arsitektur RAG diimplementasikan di atas komponen yang konsisten sebagai analisis pendukung trade off. Tiga arsitektur yang diimplementasikan adalah Naive RAG, Advanced RAG dengan reranking, dan Modular RAG dengan query rewriting, dengan komponen dasar berupa hybrid retrieval (BM25 dan dense embedding), generator Llama 3.1 8B Instruct kuantisasi 4-bit yang dijalankan secara lokal, dan korpus empat buku sejarah Indonesia. Evaluasi dilakukan dalam dua eksperimen berurutan pada 150 pertanyaan yang sama, dengan Eksperimen 2 menambahkan perbaikan struktur chat template baseline untuk menutup celah false refusal yang teridentifikasi pada Eksperimen 1. Metrik acuan utama adalah answer correctness dari framework RAGAS, yang mengukur kebenaran jawaban terhadap ground truth? faithfulness, answer relevancy, context precision, serta EM dan F1 token-overlap diperlakukan sebagai metrik pendukung. Hasil evaluasi menunjukkan efektivitas RAG bersifat kondisional terhadap karakter pertanyaan. Berdasarkan answer correctness, Advanced RAG mengungguli baseline pada pertanyaan faktual (0,386 versus 0,335) dan tokoh/peristiwa (0,550 versus 0,439), sedangkan pada pertanyaan kronologis baseline masih kompetitif akibat efek distractor retrieval. Advanced RAG juga memimpin faithfulness sebagai indikator keterikatan jawaban pada sumber. Advanced RAG direkomendasikan sebagai konfigurasi yang paling sesuai untuk domain sejarah Indonesia, dengan aturan pemakaian per kategori: efektif mengurangi halusinasi pada pertanyaan faktual dan tokoh/peristiwa, sementara pertanyaan kronologis memerlukan penanganan lanjutan.

2026
👤 Penulis: Dzulfaqor Ali Dipangegara
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data

ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN BERDASARKAN NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) KOTA CIMAHI PERIODE 2015–2024

Tutupan lahan merupakan informasi penting dalam berbagai bidang, seperti pertanian, pertambangan, kehutanan, perencanaan wilayah, dan pengelolaan lingkungan. Tutupan lahan pada suatu wilayah dapat berubah seiring berjalannya waktu akibat proses alam maupun aktivitas manusia. Perkembangan wilayah perkotaan Kota Cimahi berpotensi menyebabkan perubahan kondisi lingkungan, terutama pada tutupan vegetasi. Perubahan yang berlangsung secara terus-menerus dapat berimplikasi pada berkurangnya ruang terbuka hijau, meningkatnya suhu permukaan, menurunnya kemampuan resapan air, dan meningkatnya potensi genangan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kondisi tutupan lahan Kota Cimahi berdasarkan nilai NDVI pada periode 2015–2024; (2) menganalisis perubahan tutupan lahan Kota Cimahi pada periode 2015–2024; dan (3) mengkaji implikasi perubahan tersebut terhadap ruang terbuka hijau, suhu permukaan, daya resap air, serta potensi genangan atau banjir. Penelitian dilaksanakan pada seluruh wilayah administratif Kota Cimahi dengan luas wilayah analisis sekitar 42,497 km². Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif, spasial, dan multitemporal melalui pengolahan citra Landsat 8 OLI/TIRS tahun 2015, 2018, 2021, dan 2024. Nilai NDVI dihitung menggunakan band 5 sebagai saluran inframerah dekat dan band 4 sebagai saluran merah. Nilai NDVI kemudian dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Analisis dilakukan melalui penghitungan jumlah piksel, luas, persentase, dan perubahan antartahun. Google Earth hanya digunakan untuk pencocokan visual kondisi umum permukaan dengan peta NDVI, bukan sebagai metode validasi atau uji akurasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas vegetasi rendah mendominasi pada seluruh periode pengamatan. Persentase kelas rendah sebesar 60,25% pada tahun 2015, menurun menjadi 43,29% pada tahun 2018, kemudian meningkat menjadi 48,62% pada tahun 2021 dan sekitar 50,40% pada tahun 2024. Kelas tinggi mengalami peningkatan dari 5,18% pada tahun 2015 menjadi 14,99% pada tahun 2024. Kelas sangat tinggi meningkat tajam menjadi 20,10% pada tahun 2018, kemudian menurun menjadi 13,88% pada tahun 2021 dan 10,74% pada tahun 2024. Pola tersebut menunjukkan perubahan tutupan vegetasi yang fluktuatif. Dominasi kelas vegetasi rendah dan penurunan kelas sangat tinggi setelah tahun 2018 dapat mengindikasikan tekanan terhadap fungsi ekologis vegetasi, terutama apabila perubahan terjadi bersamaan dengan peningkatan kawasan terbangun. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi fungsi peneduhan, evapotranspirasi, intersepsi, dan infiltrasi. Pengelolaan tata ruang, perlindungan vegetasi yang masih rapat, serta penghijauan secara berkala diperlukan untuk menjaga kualitas lingkungan dan mendukung pembangunan Kota Cimahi yang berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Intan Yasmin Alifiah
🏷️ Ndvi 🏷️ Perubahan Tutupan Lahan 🏷️ Pengelolaan Lingkungan

KUANTIFIKASI NILAI MENUNGGU DIBAWAH KETIDAKPASTIAN KEBIJAKAN ENERGI TERBARUKAN: BUKTI REAL OPTION DARI PASAR PHOTOVOLTAIC INDONESIA

Investasi pembangkit listrik tenaga surya skala besar di Indonesia menghadapi kesenjangan valuasi struktural: analisis arus kas terdiskonto tradisional memperlakukan ketidakpastian tarif, proses pengadaan atau tender PLN, dan persyaratan konten lokal (TKDN) sebagai masukan yang sudah pasti, sehingga mengecilkan nilai proyek dan menunda keputusan Financial Close. Studi ini yang pertama yang menerapkan real option valuation pada pembangkit listrik tenaga surya skala besar di Indonesia berdasarkan Peraturaan Presiden No. 112/2022. Studi ini mengembangkan kerangka kerja Real Option valuation (ROV) terbatas untuk proyek pembangkit listrik tenaga surya 10 MWAC di Kabupaten Alas, Pulau Sumbawa, dengan tujuan untuk mengukur nilai fleksibilitas manajerial dan mengidentifikasi waktu Financial Close yang optimal di tiga skenario investasi. Opsi penundaan pada Financial Close 10 MWAC pertama dan opsi ekspansi independen untuk fase 10 MWAC kedua dengan tarif 80% dari tarif pertama (peraturan presiden 112/2022, Pasal 5) dimodelkan sebagai American Option melalui binomial lattice. Studi ini menggunakan tiga skenario; Skenario Konservatif (hasil P90, panel surya TKDN), Skenario dasar (P70, panel surya TKDN), dan Skenario Optimis (P50, panel impor). Expanded NPV (ENPV) melebihi NPV statis sebesar 132%?415% di semua skenario; ENPV Konservatif lebih tinggi daripada ENPAV Dasar meskipun NPV statisnya lebih rendah, DCF mengurutkan skenario ini dalam urutan yang salah karena mengabaikan nilai waktu tunggu dalam ketidakpastian. Analisis jalur pengambilan keputusan mengkonfirmasi bahwa menunggu adalah strategi optimal secara universal pada T=0, dengan pelaksanaan rasional pada jalur kenaikan di atas ambang batas biaya implementasi dan pengabaian rasional pada jalur penurunan, yang mengkonfirmasi bahwa struktur opsi secara tepat membatasi kerugian investor. Kepatuhan TKDN menambah biaya modal sebesar USD 1.275.894. Studi ini memberikan kerangka kerja ROV pertama yang dikalibrasi terhadap struktur tarif, penalti TKDN, dan perencanaan RUPTL & peraturan presiden 112/2022, memberikan investor alat bantu penentuan waktu Financial Close dengan perkiraan investasi yang tepat.

2026
👤 Penulis: Esthu Prasetio
🏷️ Real Option Valuation 🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Surya 🏷️ Analisis Jalur Pengambilan Keputusan

DESAIN DAN EVALUASI KERANGKA KERJA ASESMEN DIAGNOSTIK MISKONSEPSI BERBASIS NATURAL LANGUAGE PROCESSING DAN LARGE LANGUAGE MODELS: STUDI DENGAN INSTRUMEN TES THREE-TIER FORCE CONCEPT INVENTORY

Miskonsepsi pada konsep dasar mekanika masih bersifat persisten, baik pada siswa maupun mahasiswa calon guru fisika, sehingga berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kualitas pembelajaran fisika. Meskipun instrumen ThreeTier Force Concept Inventory (FCI) efektif dalam mengidentifikasi miskonsepsi konseptual, penerapannya secara konvensional masih kurang efisien untuk kelas besar dan terbatas dalam memberikan umpan balik diagnostik secara cepat. Perkembangan Natural Language Processing (NLP) dan Large Language Models (LLMs) membuka peluang untuk mengotomatisasi diagnosis miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memvalidasi kerangka kerja asesmen diagnostik miskonsepsi berbasis NLP-LLM yang transparan menggunakan instrumen Three-Tier FCI. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development berbasis model ADDIE. Dataset terdiri atas 1.200 respons mahasiswa calon guru fisika pada konsep mekanika Newtonian, meliputi jawaban pilihan ganda, respons penalaran, dan tingkat keyakinan. Seluruh respons dinilai oleh human rater dan didukung oleh expert ground truth yang divalidasi oleh dua ahli fisika. Kerangka kerja ini dievaluasi menggunakan model NLP SBERT, SciBERT, PhysBERT, dan LLM GPT-5-mini melalui skema Zero-Shot dan Expert-Guided Prompting. Validasi dilakukan melalui train-test split, stratified cross-validation, optimasi threshold, ROC-AUC, Weighted F1-score, dan Cohen’s Kappa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Expert-Guided LLM memperoleh performa terbaik dengan nilai ROC-AUC sebesar 0.895, Cohen’s Kappa sebesar 0.66, dan Weighted F1-score sebesar 0.86. Hasil ini menunjukkan kemampuan diskriminasi yang kuat serta tingkat kesepakatan substantial dengan human rater. Kerangka kerja ini juga mengintegrasikan Explainable AI melalui visualisasi SHAP-style pada NLP, confidence score dan penjelasan diagnostil pada LLM, serta analisis highconfidence heatmap. Fitur tersebut memungkinkan identifikasi miskonsepsi persisten pada respons dengan tingkat keyakinan tinggi. Secara keseluruhan, kerangka kerja yang diusulkan mampu meningkatkan efisiensi, dan transparansi, dan nilai pedagogis asesmen diagnostik pada kelas fisika berskala besar.

2026
👤 Penulis: Isna Zakhiyah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Natural Language Processing 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Konseptual

CHILDREN AUTISM CENTER: PUSAT LAYANAN DAN KOMUNITAS ASD DI KABUPATEN BANDUNG UNTUK MEWUJUDKAN LINGKUNGAN RAMAH AUTISME DENGAN PENDEKATAN SENSORY ARCHITECTURE

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kondisi neurodevelopmental yang memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, perilaku, dan pemrosesan sensorik. Menurut data dari KemenKes RI, terdapat 2,4 juta penyandang ASD di Indonesia dengan laju pertumbuhan 500 orang per tahun. Seiring meningkatnya jumlah penyandang ASD di Indonesia, kebutuhan terhadap layanan yang komprehensif juga terus bertambah, termasuk di Kabupaten Bandung sebagai salah satu kawasan dengan jumlah penyandang ASD tertinggi di Jawa Barat. Namun, peningkatan kebutuhan tersebut belum diimbangi dengan tersedianya fasilitas yang mampu mengintegrasikan layanan terapi, pendidikan, dan komunitas dalam satu lingkungan yang sesuai dengan karakteristik sensorik anak. Di sisi lain, rendahnya pemahaman masyarakat masih memunculkan stigma terhadap anak dengan ASD sehingga membatasi partisipasi sosial mereka serta menambah beban psikologis bagi keluarga. Kondisi ini menunjukkan perlunya lingkungan binaan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan, tetapi juga mampu mendukung proses terapi sekaligus membangun interaksi sosial yang lebih inklusif. Berdasarkan isu tersebut, Children Autism Center di Kabupaten Bandung hadir sebagai pusat layanan dan komunitas bagi anak dengan ASD melalui pendekatan Sensory Architecture. Topik ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 10 (Reduced Inequalities), dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), yang menekankan pentingnya penyediaan lingkungan binaan yang sehat, inklusif, dan mudah diakses. Perancangan ini menyediakan fasilitas terapi, edukasi, dan membangun interaksi melalui fasilitas community yang diintegrasikan dengan sensory design. Hasil perancangan menerapkan zonasi berdasarkan tingkat stimulasi sensorik, transition space sebagai ruang adaptasi antarzona, integrasi sensory garden dengan ruang terapi, pemanfaatan elemen alam, penggunaan material yang ramah sensorik, serta sistem sirkulasi yang jelas dan mudah dipahami. Rancangan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung proses terapi, pembelajaran, dan interaksi sosial secara terpadu sehingga meningkatkan kemandirian, kenyamanan, dan kualitas hidup anak dengan ASD beserta keluarganya, sekaligus menjadi referensi pengembangan fasilitas layanan autisme yang lebih inklusif di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Dienda Nurhaliza Aulia Rahman
🏷️ Autisme 🏷️ Sensory Architecture 🏷️ Desain Lingkungan Binaan

COSMOLOGICAL AXIS OF KNOWLEDGE: PERPUSTAKAAN UMUM SENI DAN BUDAYA DENGAN PENDEKATAN NEUROARCHITECTURE DI KOTA YOGYAKARTA

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola akses informasi masyarakat, namun turut memengaruhi menurunnya minat literasi dan apresiasi terhadap budaya lokal. Permasalahan tersebut menuntut hadirnya perpustakaan yang mampu bertransformasi menjadi ruang publik yang mengintegrasikan fungsi pendidikan, pelestarian budaya, dan interaksi sosial. Topik tugas akhir ini berfokus pada perancangan Perpustakaan Umum Seni dan Budaya sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya yang mendukung SDG 4 (Quality Education), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), dan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penyediaan ruang belajar yang inklusif serta peningkatan akses terhadap pengetahuan dan budaya. Isu utama yang melatarbelakangi perancangan adalah rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia, perubahan perilaku belajar di era digital, serta semakin memudarnya identitas budaya lokal akibat arus globalisasi. Kondisi tersebut menuntut hadirnya fasilitas publik yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya lokal. Tipologi bangunan yang dipilih adalah Perpustakaan Umum Seni dan Budaya di Kota Yogyakarta. Tipologi ini dipilih karena perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pusat literasi, pelestarian warisan budaya, ruang kolaborasi, serta inovasi akses pengetahuan yang relevan dengan karakter Yogyakarta sebagai kota pelajar dan pusat seni budaya Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah Neuroarchitecture, yang mengintegrasikan prinsip ilmu saraf ke dalam desain arsitektur untuk menciptakan ruang yang mendukung kenyamanan, konsentrasi, kesejahteraan emosional, dan interaksi sosial. Pendekatan tersebut dipadukan dengan konsep Cosmological Axis of Knowledge yang mengadaptasi Sumbu Filosofi Yogyakarta serta konsep Tri Nga (Ngerti–Ngrasa–Nglakoni) sebagai dasar pembentukan pengalaman ruang yang menghubungkan proses memahami, menghayati, dan mengimplementasikan pengetahuan. Metode perancangan dilakukan melalui studi literatur, analisis tapak, studi preseden, analisis pengguna, dan pengembangan konsep desain secara komprehensif. Perancangan ini bertujuan menghasilkan perpustakaan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai ruang belajar, berekspresi, dan berinteraksi yang mampu meningkatkan literasi masyarakat, melestarikan seni dan budaya lokal, serta menghadirkan pengalaman ruang yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Luaran yang dihasilkan berupa rancangan arsitektur "Cosmological Axis of Knowledge: Perpustakaan Umum Seni dan Budaya dengan Pendekatan Neuroarchitecture di Kota Yogyakarta" yang diharapkan dapat menjadi model pengembangan perpustakaan publik masa depan yang menghubungkan warisan budaya, teknologi, dan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Adefia Sakura Kuncoro
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

REKONSEPSI STASIUN BANDUNG: PINTU GERBANG TRANSIT MENUJU SENTRAL URBAN NODE LINTAS MODA BERKELANJUTAN

Transformasi mobilitas di Kota Bandung yang dipicu oleh rencana elektrifikasi jalur komuter Padalarang-Cicalengka dan integrasi layanan Kereta Feeder Whoosh membawa tantangan baru bagi infrastruktur transportasi kota. Volume penumpang harian diproyeksikan melonjak drastis, sementara kondisi eksisting Stasiun Bandung menunjukkan disfungsi spasial yang signifikan. Evaluasi mandiri berdasarkan standar TOD menempatkan kawasan stasiun ini pada kualifikasi di bawah standar minimum, serta persepsi warga lokal yang menganggap stasiun hanya sebagai fasilitas transit. Merespons krisis kapasitas dan fungsi tersebut, proyek ini mengusulkan rekonsepsi Stasiun Bandung menjadi sebuah Sentral Urban Node lintas moda yang inklusif dan berkelanjutan. Pendekatan perancangan didasari oleh konsep placemaking, di mana desain yang mengedepankan dan ditujukan untuk manusia secara universal, spasial berakar pada konsep Arsitektur Osmosis, di mana arsitektur digunakan sebagai fasilitas pergerakan pengguna agar mengalir secara organik dan terdistribusi logis antara fungsi keberangkatan, kedatangan, serta zona komersial. Rancangan ini juga dioptimalkan dengan merespons aspek Green Building untuk efisiensi energi, konservasi air, serta meningkatkan kualitas ruangan. Secara arsitektural, perancangan ini berhadapan langsung dengan eksistensi Bangunan Cagar Budaya Golongan A di area selatan stasiun. Untuk menghormati nilai historis tersebut, proyek ini menerapkan strategi desain Kontras. Massa bangunan baru mengusung ekspresi modern dengan struktur atap parametrik dinamis bergaya biomimikri, yang secara visual mempertegas batas antara warisan kolonial dan visi infrastruktur masa depan. Secara keseluruhan, rekonsepsi ini mendefinisikan ulang peran stasiun dari sekadar titik henti transit mekanis menjadi noda urban kota yang inklusif, berkelanjutan, menggerakan ekonomi, maju, dan menarik perhatian.

2026
👤 Penulis: Andrico Luis Marcello
🏷️ Transportasi Kota 🏷️ Desain Urban 🏷️ Kebudayaan Modern

RUMAH SINGGAH SEBAGAI RUANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BAGI ANAK JALANAN

Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak sebagaimana yang tercantum pada SDGS 4, Quality Education. Namun, kenyataannya sebagian dari mereka tidak memiliki akses terhadap pendidikan karena dipekerjakan oleh orang tuanya sendiri sebagai tulang punggung keluarganya sejak dini. Menurut data yang dilaporkan oleh Dinas Sosial Kota Bandung pada tahun 2024, terdapat 1.654 anak jalanan di Kota Bandung dan angka tersebut meningkat setiap tahunnya. Fenomena ini sering kali direspons dengan stigma negatif dan pendekatan penertiban kota yang represif, sehingga menempatkan anak jalanan sebagai objek eksklusi sosial. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya fasilitas pembinaan yang memadai dan ramah terhadap kondisi psikologis anak. Proyek akhir ini bertujuan untuk merancang sebuah Community Development Center di Kota Bandung. Fasilitas ini dirancang sebagai wadah pemberdayaan yang mencakup fungsi rumah singgah, ruang edukasi nonformal, serta ruang komunitas dan publik untuk memulihkan keberfungsian sosial anak jalanan dan menjembatani interaksi dengan masyarakat. Rancangan ini menghadirkan lingkungan yang yang merangsang pembelajaran interaktif dan fleksibel, serta mendukung pemulihan sosio-emosional sehingga anak jalanan bisa kembali di tengah masyarakat secara setara, mandiri, dan menjalankan peran sosialnya.

2026
👤 Penulis: Vadya Dea Anatasya
🏷️ Pembinaan Anak Jalanan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Sosial 🏷️ Komunitas Edukasi Nonformal

PENGARUH PELARUT TERHADAP TOTAL KANDUNGAN FENOLIK, FLAVONOID, DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK SIMPLISIA CASCARA KOPI ROBUSTA

Cascara, produk samping dari pengolahan biji kopi, memiliki potensi besar untuk divalorisasi menjadi sumber senyawa bioaktif fungsional. Varian kopi Robusta (Coffea canephora) diketahui memiliki dinding sel yang lebih kaku, sehingga memerlukan optimasi ekstraksi yang tepat untuk melepaskan senyawa antioksidannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tiga jenis pelarut polar (air, etanol, dan metanol) terhadap Total Phenolic Content (TPC), Total Flavonoid Content (TFC), serta aktivitas antioksidan ekstrak cascara robusta. Ekstraksi dilakukan pada simplisia mentah cascara yang telah dikeringkan menggunakan inkubator shaker pada suhu operasi 40 °C dengan kecepatan agitasi 120 rpm selama 90 menit. Ekstrak cair yang dihasilkan kemudian dianalisis kandungan fenolik totalnya menggunakan metode Folin-Ciocalteu, kandungan flavonoid total dengan metode kolorimetri aluminium klorida (AlCl3), dan kapasitas penangkal radikal bebas menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) Scavenging Assay (IC50). Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang terbalik antara kuantitas senyawa terekstrak dengan potensi penangkal radikal bebasnya. Pelarut air secara kuantitatif menghasilkan kandungan fenolik total tertinggi sebesar 2,19 ± 0,13 mg GAE/g dan kandungan flavonoid total sebesar 0,28 ± 0,45 mg QE/g, akibat tingginya kepolaran air yang memaksimalkan difusi senyawa-senyawa polar dari dalam matriks dinding sel. Akan tetapi, aktivitas antioksidan terkuat justru ditunjukkan oleh pelarut metanol dengan nilai IC50 sebesar 103.66 ± 44.44 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa metanol jauh lebih selektif dalam menarik senyawa agen antioksidan. Di sisi lain, pelarut air turut melarutkan komponen penyerta yang tidak aktif (seperti gula dan protein alami), sehingga menurunkan efektivitas antioksidan murni pada ekstrak tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan membuka peluang luas bagi pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi produk olahan bernilai tinggi.

2026
👤 Penulis: Lifwid Ilmalyakin T.
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

FRAKSINASI LIGNIN DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT HASIL DELIGNIFIKASI ORGANOSOLV

Produksi CPO yang terus meningkat membuat limbah padat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) meningkat setiap tahunnya. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah TKKS dapat merusak dan membahayakan lingkungan. Salah satu cara untuk mengurangi limbah TKKS yaitu dengan memanfaatkannya menjadi sumber energi terbarukan. Lignin merupakan salah satu komponen lignoselulosa yang dapat dimanfaatkan menjadi resin, karbon aktif, superkapasitor, dan bahan kimia. Namun pemanfaatan lignin masih kurang, sebagian besar dibakar sebagai bahan bakar boiler bermutu rendah. Hal ini karena lignin sangat heterogen, recalcitrant, dan rumit. Oleh karena itu, pengurangan heterogenitas merupakan faktor penting untuk meningkatkan volarisasi lignin. Fraksinasi adalah proses untuk memisahkan lignin menjadi beberapa fraksi berdasarkan berat molekul, kelarutan, atau gugus fungsionalnya. Salah satu metode fraksinasi yang cukup menjanjikan yaitu metode fraksinasi menggunakan pelarut. Fokus penelitian ini pada tahap isolasi lignin dari black liquor hasil delignifikasi menggunakan MEA murni dan fraksinasi menggunakan pelarut organik. Pada tahap isolasi digunakan HCl untuk presipitasi lignin dengan variasi kondisi pH (4,0 dan 2,0). Fraksinasi satu tahap dilakukan menggunakan campuran pelarut etanoldimethyl carbonate (EtOH-DMC) dan butanol-dimethyl carbonate (BuOH-DMC) dengan variasi rasio volume 3:1 dan 1:3 (v/v). Hasil delignifikasi dengan MEA murni diperoleh derajat delignifikasi sebesar 91,86%. Isolasi lignin optimal diperoleh pada pH 4,0 dengan yield recovery dari black liquor sebesar 26,50% yang minim degradasi hemiselulosa. Fraksi sistem pelarut EtOH:DMC = 3:1 (v/v) terbukti paling optimal dengan menghasilkan yield lignin larut tertinggi sebesar 49,41%, fraksi lignin yang paling homogen dengan indeks polidispersitas (PDI) terkecil (1,129) dan berat molekul (Mw) terbesar (35.450 g/mol), serta profil struktural berdasarkan analisis FTIR yang paling menyerupai karakteristik crude lignin. Fraksi lignin homogen ini sangat potensial untuk divalorisasi lebih lanjut menjadi produk yang bernilai.

2026
👤 Penulis: Yulina Anjani
🏷️ Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit 🏷️ Fraksinasi Lignin 🏷️ Analisis Struktural Lignin

SINTESIS KATALIS ASAM HETEROGEN DARI BIOCHAR SARGASSUM SP. DENGAN PERLAKUAN ASAM DUA TAHAP UNTUK REAKSI ESTERIFIKASI ASAM OLEAT

Penggunaan biodiesel di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, hingga 19,52 juta kL akibat adanya implementasi B50 (campuran biodiesel 50% dari energi fosil) pada tahun 2026. Produksi biodiesel umumnya menggunakan katalis homogen, yaitu katalis dengan fasa yang sama dengan reaktan seperti NaOH, KOH, dan H2SO4, meskipun sifatnya korosif dan sulit dipisahkan. Sebagai alternatif, katalis heterogen dikembangkan karena memiliki fasa yang berbeda dengan reaktan dan produk sehingga lebih mudah dipisahkan dan berpotensi untuk digunakan kembali. Selain itu, bahan baku biodiesel, seperti crude palm oil (CPO) atau palm fatty acid distillate (PFAD), memiliki kadar asam lemak bebas (FFA) yang tinggi sehingga membutuhkan perlakuan awal dengan esterifikasi oleh katalis asam. Maka dari itu, dalam penelitian ini dilakukan produksi katalis asam heterogen dari biochar Sargassum sp. melalui perlakuan asam fosfat (H3PO4) 30% (w/w), karbonisasi dengan variasi suhu (250, 350, dan 450 ?), dan sulfonasi oleh asam sulfat (H2SO4) 98% untuk reaksi esterifikasi asam oleat. Asam oleat dipilih sebagai bahan baku penelitian karena merepresentasikan asam lemak bebas yang umum ditemukan dalam minyak nabati. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi suhu karbonisasi dan persentase katalis pada perolehan biodiesel, konversi FFA, dan karakteristik biodiesel yang dihasilkan. Karakteristik katalis dianalisis melalui BET, SEM-EDS, dan titrasi asam-basa. Selanjutnya, katalis digunakan dalam reaksi esterifikasi asam oleat pada kondisi rasio molar metanol:OA 12:1, suhu reaksi 90 ? selama 3 jam, dengan persentase katalis (6, 9, dan 12% w/w OA). Hasil penelitian menunjukkan katalis terbaik diperoleh pada suhu karbonisasi 350 ? dengan luas permukaan 0,804 m2 /g, volume pori 0,001 cm3 /g, ukuran pori 6,54 nm, dan keasaman katalis 1,46 mmol/g dengan struktur amorf, tidak rata, dan berpori. Suhu karbonisasi memberikan pengaruh signifikan terhadap keasaman katalis dengan rentang 0,62–2,50 mmol/g. Kemudian, suhu karbonisasi dan persentase katalis memberikan pengaruh signifikan terhadap perolehan biodiesel (77,33– 85,73% w/w), konversi FFA (77,93–98,10% w/w), serta densitas (0,867–0,876 g/mL) dan viskositas kinematik (3,537–5,598 cSt). Biodiesel hasil esterifikasi pada kondisi terbaik (350?–6%) memiliki persentase FAME sebesar 88,13% (w/w), dengan konversi FFA sebesar 94,38% (w/w), dan perolehan biodiesel 85% (w/w), serta densitas dan viskositas sesuai SNI 7182:2024, menunjukkan potensi katalis asam heterogen Sargassum sp. untuk reaksi esterifikasi.

2026
👤 Penulis: Azka Zahara Firdausa
🏷️ Biochar 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Esterifikasi Asam
Halaman 108 dari 6754
💬