📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PREDIKSI ALGAL BLOOM DI TELUK JAKARTA MENGGUNAKAN DEEP LEARNING

Teluk Jakarta merupakan perairan yang rentan terhadap algal bloom sehingga memerlukan sistem peringatan dini yang proaktif. Penelitian ini memprediksi algal bloom menggunakan arsitektur deep learning bidirectional stacked long short-term memory (BS-LSTM) serta menganalisis parameter pemicunya. Data diperoleh dari satelit Himawari-8/9 periode 2020-2025 pada 28 stasiun dengan resolusi harian yang optimal untuk mereduksi noise. Hasil menunjukkan dua puncak musiman pada Februari dan Juni yang dipengaruhi oleh debit sungai dan suplai nutrien dari tiga belas sungai, dengan Sungai Cisadane, Cikarang Bekasi Laut, dan Citarum sebagai penyumbang debit tertinggi, serta muara urban kecil seperti Muara Baru dan Muara Angke yang membawa konsentrasi hara lebih tinggi ke pesisir. Intensitas algal bloom didominasi kategori low risk (10-20 mg/m³) dengan kejadian tertinggi di stasiun B7 sebanyak 777 hari kejadian. Durasi beruntun rata-rata berkisar 1-1,5 hari, maksimum rata-rata di stasiun B7 2,5 hari dengan maksimum mencapai 11 hari di yang berpotensi meningkatkan risiko hipoksia. Korelasi spasial klorofil-a tertinggi terjadi antara inner bay dan nearshore (r = 0,68), sedangkan terendah antara inner bay dan outer bay (r = 0,22). Perbandingan hasil pengujian menunjukkan skenario 3 sebagai skenario terbaik dengan data latih lima tahun yang menghasilkan korelasi global 0,367, koefisien determinasi 0,122, bias -0,285 dan RMSE 1,546 mg/m³, mengungguli performa skenario 1 (r = 0,356, RMSE = 1,566 mg/m³, bias = -0,339) dan skenario 2 (r = 0,362, RMSE = 1,549 mg/m³, bias = -0,291). Kurva pembelajaran tidak menunjukkan overfitting, namun prediksi cenderung underestimate dan smoothing pada nilai ekstrem, dengan performa spasial terbaik di zona offshore barat. Model klasifikasi berbasis ambang dinamis terbaik di stasiun B7 dengan precision 0,72, recall 0,247, dan F1-score 0,367, meskipun masih dipengaruhi ketidakseimbangan data. Stasiun B7 menunjukkan bahwa pada Februari dinamika dipengaruhi debit sungai Citarum dengan jeda 10 hari (r = 0,43) serta fosfat harian dengan jeda 3 hari (r = 0,78), sedangkan pada Oktober dipengaruhi kecepatan angin dengan jeda 4 hari (r = 0,46) dan suhu permukaan laut yang lebih hangat dengan jeda 2 hari (r = 0,45). Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan BS-LSTM berpotensi mendukung pemantauan kualitas perairan pesisir secara lebih proaktif.

2026
👤 Penulis: Feri Saputra
🏷️ Deep Learning 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

ANALISIS BAHAYA GEMPA PROBABILISTIK: PEMODELAN SUMBER GEMPA BERBASIS KATALOG GEMPA DAN DATA GEODETIK DI PULAU KALIMANTAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kerangka optimal dalam pemodelan sumber gempa di wilayah Kalimantan yang dicirikan oleh tingkat seismisitas rendah dan keterbatasan informasi struktur aktif, melalui integrasi data katalog gempa dan deformasi geodetik dalam kerangka probabilistik. Berbeda dengan pendekatan konvensional yang umumnya hanya mengandalkan model berbasis katalog atau memperlakukan data geodetik sebagai prediktor langsung laju seismisitas, penelitian ini memperkenalkan kerangka evaluasi prediktif yang secara konsisten mengintegrasikan validasi statistik dan kendala fisik. Model berbasis katalog dikembangkan menggunakan pendekatan pemulusan (smoothing) tetap (fixed) dan adaptif (adaptive), serta dievaluasi secara retrospektif dengan skema pseudo-prospektif (out-of-sample) dalam kerangka Collaboratory for the Study of Earthquake Predictability (CSEP). Hasil menunjukkan bahwa pendekatan adaptive smoothing memberikan representasi spasial yang lebih stabil, khususnya pada horizon waktu menengah (3–5 tahun), sementara model fixed dengan bandwidth kecil cenderung menghasilkan distribusi yang terlalu terlokalisasi dan menunjukkan performa spasial yang lebih rendah. Model geodetik dikembangkan melalui konversi medan laju regangan GNSS menjadi laju momen dan laju seismisitas. Hasil menunjukkan bahwa model geodetik tidak secara langsung merepresentasikan realisasi kejadian gempa dalam jangka pendek, sehingga lebih tepat diposisikan sebagai sumber informasi tambahan, bukan sebagai prediktor langsung laju seismisitas. Integrasi kedua sumber informasi dilakukan melalui model hibrida dengan pendekatan multiplikatif (tipe-1) dan berbasis peringkat (tipe-2), di mana informasi geodetik dimanfaatkan sebagai kovariat spasial. Dalam kerangka ini, transformasi kovariat geodetik dilakukan secara terkontrol menggunakan pendekatan berbasis machine learning tanpa melanggar asumsi Poisson dan struktur spasial model berbasis katalog. Hasil menunjukkan bahwa model hibrida tidak secara universal meningkatkan performa statistik dibandingkan model katalog, namun mampu mempertahankan konsistensi probabilistik dan memperbaiki distribusi spasial secara moderat. Temuan ini menegaskan bahwa hubungan antara deformasi geodetik dan seismisitas bersifat tidak linier, serta bahwa informasi geodetik berperan sebagai pengendali atau korektor spasial, bukan sebagai penentu langsung jumlah kejadian gempa. Implementasi model dalam analisis bahaya (hazard) menunjukkan bahwa distribusi bahaya gempa di Kalimantan didominasi oleh gradien spasial barat–timur yang konsisten, dengan peningkatan hazard pada periode ulang yang lebih panjang terjadi secara proporsional tanpa mengubah pola spasial utama. Hazard didominasi oleh respons periode pendek hingga menengah (T ? 0,1–0,2 s), yang mencerminkan dominasi sumber gempa kerak dangkal regional. Secara keseluruhan, penelitian ini menghasilkan kerangka metodologis yang mengintegrasikan evaluasi statistik berbasis out-of-sample dan kendala fisik berbasis deformasi geodetik dalam pemodelan sumber gempa. Pendekatan ini menghasilkan model yang stabil secara statistik, konsisten secara geofisika, serta memberikan kontribusi sebagai alternatif dalam penyusunan logic tree PSHA, khususnya pada wilayah dengan keterbatasan data seperti Kalimantan.

2026
👤 Penulis: Yuliastuti
🏷️ Geofisis 🏷️ Model Geodetik 🏷️ Analisis Bahaya Gempa

IDENTIFIKASI INTENSITAS ARUS LINTAS INDONESIA (ARLINDO) PADA PERIODE MID HOLOCENE BERDASARKAN FORAMINIFERA PLANKTONIK DAN GRAIN SIZE DI PERAIRAN SANGATTA

Periode Mid Holocene merupakan fase transisi iklim yang memengaruhi dinamika sirkulasi laut wilayah tropis, termasuk jalur utama Arus Lintas Indonesia (Arlindo). Perubahan intensitas Arlindo ini berdampak langsung pada distribusi panas dan stratifikasi kolom air di perairan Indonesia. Namun, bukti dan rekaman detail mengenai fluktuasi intensitas Arlindo pada periode Mid Holocene di Selat Makassar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intensitas Arlindo serta hubungannya dengan suhu permukaan laut (SPL), suhu termoklin laut (STL), depth of thermocline (DOT), dan sortable silt di sekitar Selat Makassar, khususnya Perairan Sangatta. Metode yang digunakan yaitu analisis SPL dan STL, penentuan DOT, analisis kelimpahan relatif spesies foraminifera planktonik berdasarkan habitatnya, serta pengukuran grain size pada inti sedimen TR1926B. Hasil penelitian menunjukkan pada awal periode Mid Holocene sekitar 8.000 – 7.000 tahun lalu (thl), kondisi yang mengindikasikan intensitas Arlindo menguat ditandai dengan SPL yang menghangat hingga 29,11 °C dan STL 23,98 °C sehingga terjadi pendalaman DOT. Hal ini didukung dengan meningkatnya nilai sortable silt hingga 28,8 dan log Zr/Rb mencapai 0,24 yang merepresentasikan penguatan energi kinetik arus yang memicu proses winnowing. Ketika akhir periode Mid Holocene sekitar 6.000 – 5.000 thl, indikasi intensitas Arlindo melemah ditunjukkan dengan penurunan SPL hingga 28,30 °C dan STL sebesar 22,54 °C, terjadi pendangkalan DOT, serta penurunan nilai sortable silt yang mencapai 23,5 dan log Zr/Rb hingga 0,10. Fluktuasi ini juga didukung oleh jumlah kelimpahan relatif spesies foraminifera planktonik mixed layer dweller lebih dominan sekitar 61,9% dibandingkan thermocline dweller sekitar 38,1% yang menunjukkan kondisi Perairan Sangatta pada periode Mid Holocene didominasi oleh mixed layer depth yang tebal dan DOT yang dalam. Dapat disimpulkan bahwa intensitas Arlindo di Perairan Sangatta berfluktuasi yang berkaitan dengan perubahan monsun tenggara akibat perubahan parameter orbital insolasi selama periode Mid Holocene.

2026
👤 Penulis: Daffa Zettira Mazdhania
🏷️ Hidrologi 🏷️ Klimatologi 🏷️ Geologi

ANALISIS KEPUTUSAN MODEL BISNIS STRATEGIS UNTUK MEMASUKI PASAR PERDAGANGAN LNG INTERNASIONAL OLEH PERUSAHAAN GAS NEGARA (PGN)

PGN, sebagai Subholding Gas di bawah Pertamina, menghadapi titik balik struktural pada bisnis intinya. Walaupun pendapatan 2025 tetap stabil, laba bersih turun 21 persen menjadi USD 346 juta. Kompresi marjin ini mencerminkan ketidaksesuaian struktural antara pasokan gas pipa hulu yang menua, ketergantungan PGN yang meningkat pada LNG, dan batas atas harga yang diberlakukan melalui skema HGBT. Untuk merestrukturisasi pertumbuhan, divisi LNG Supply PGN (GSLT) mulai menjajaki perdagangan LNG internasional, namun, langkah awal melalui kontrak suplai kepada pembeli internasional berakhir dengan force majeure dan saat ini dalam proses arbitrase internasional dengan potensi kerugian lebih dari USD 150 juta. Model bisnis yang tidak terstruktur telah menghasilkan kinerja yang fluktuatif dengan eksposur hukum signifikan, diperlukan evaluasi atas alternatif model bisnis yang dapat digunakan. Penelitian ini menjawab tiga pertanyaan: (1) faktor yang memengaruhi kemampuan perusahaan untuk masuk dalam perdagangan LNG Internasional; (2) bagaimana model bisnis LNG berbeda dalam karakteristiknya; dan (3) model bisnis manakah yang paling sesuai dengan kemampuan dan rencana korporasi PGN. Metode penelitian bersifat kualitatif, dilandasi kerangka Kepner–Tregoe, dan diimplementasikan melalui RBV dan VRIO untuk analisis internal, PESTEL dan Porter’s Five Forces untuk analisis eksternal, serta MCDA dengan metode AHP. Data primer berasal dari wawancara terhadap 12 narasumber dan data sekunder mencakup RJPP LNG Trading PGN 2025–2035, laporan keuangan tahunan 2024 dan 2025, regulasi pemerintah, dan publikasi industri. Analisis internal dan eksternal menunjukkan PGN sebagai perusahaan kuat-aset dan pertumbuhan permintaan LNG di Asia-Pasifik sebagai peluang namun PGN lemah secara kapabilitas. Hasil MCDA menempatkan model hybrid asset-backed portfolio sebagai pilihan paling sesuai yang dibuktikan dengan tiga skenario sensitivitas.Rekomendasi pada thesis ini konsisten dengan RJPP LNG Trading PGN 2025–2035, yang memproyeksikan pendapatan dari USD 453 juta menjadi USD 785 juta, dan profitabilitas USD 0,16–0,31 per MMBTU. Tesis ini merekomendasikan implementasi bertahap, penguatan fondasi selama 0–12 bulan, integrasi volume dalam 1–3 tahun dan ekspansi regional 3–5 tahun setelahnya.

2026
👤 Penulis: Gerra Maulana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

STUDI POST - SEISMIC GEMPA ACEH 2004 BERDASARKAN DATA GPS KONTINYU MENGGUNAKAN METODE PRECISE POINT POSITIONING

Sumatra adalah salah satu wilayah di Indonesia dengan aktivitas tektonik paling aktif di dunia. Kepulauan di Sumatra bergeser akibat tumbukan lempeng Eurasia dan Hindia-Australia dengan kecepatan 49 mm/tahun [Prawirodirdjo, 2000]. Gempa bumi yang terjadi di Samudera Hindia lepas pantai barat Aceh pada 26 Desember 2004 tercatat sebagai salah satu gempa bumi terdahsyat yang menghantam Asia dalam kurun waktu 40 tahun terakhir [Wikipedia, 2004]. Gempa bumi mempunyai sifat berulang, yang dinamakan earthquake cycle. Dalam satu earthquake cycle terdapat beberapa tahapan mekanisme terjadinya gempa yaitu fase interseismik, pre-seismik, co-seismik, dan post-seismik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam kaitannya dengan pemantauan potensi dan mitigasi bencana gempa bumi adalah melalui penelitian siklus dan tahapan gempa bumi. Post-seismik yang merupakan salah satu tahapan mekanisme gempa bumi dapat menjadi pemicu gempa di sekitar daerah yang telah terjadi gempa pada masa yang akan datang. Teknologi GPS kontinyu dapat digunakan untuk memantau tahapan post-seismik. Penelitian post-seismic gempa Aceh dilakukan dengan memantau titik ACEH yang terletak di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh selama 21 bulan (Maret 2005-November 2006). Pengolahan data selama 21 bulan menggunakan metode PPP (Precise Point Positioning) menghasilkan vektor pergeseran titik ACEH sebesar 46.68 cm ke arah Barat daya dan vektor pergeseran vertikal (naik) sebesar 1.31 cm. Perkiraan lama fase post-seismik akan berlangsung dilakukan dengan curve fitting data hasil pengolahan terhadap model post-seismic [Marone, 1991]. Data selama 21 bulan (Maret 2005-November 2006) hasil pengolahan menggunakan metode PPP memberikan perkiraan fase post-seismic gempa Aceh 2004 akan berlangsung selama kurang lebih 15 tahun.

2026
👤 Penulis: Imron Malra Setyawan
🏷️ Seismologi 🏷️ Teknologi Gps Kontinyu 🏷️ Mitigasi Bencana Gempa Bumi

ANALYSIS OF GENIUS LOCI IN HERITAGE TOURISM ATTRACTIONS (A CASE STUDY OF THE BUTON PALACE FORTRESS)

Benteng Keraton Buton merupakan cagar budaya nasional sekaligus ikon pariwisata Kota Baubau yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Namun, perkembangan pariwisata yang lebih berorientasi pada aktivitas rekreatif dibandingkan edukatif berpotensi menggerus karakter, makna, dan identitas kawasan. Kondisi tersebut mendorong pentingnya kajian genius loci untuk memahami jiwa atau esensi yang membentuk keunikan Benteng Keraton Buton serta mengkaji berbagai persoalan pariwisata yang berpotensi melemahkannya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis genius loci Benteng Keraton Buton dengan mengacu pada teori Christian Norberg-Schulz yang memandang keunikan suatu tempat terbentuk melalui hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan analisis tematik dengan bantuan NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah pembangunan Benteng Keraton Buton dilatarbelakangi oleh posisi wilayah Buton yang strategis sebagai jalur pelayaran dan tempat persinggahan berbagai armada, sehingga rentan terhadap ancaman eksternal. Makna filosofis pada komponen fisik Benteng Keraton Buton memiliki keterkaitan yang kuat dengan ajaran Islam dan filosofi kehidupan masyarakat Buton. Temuan penting lainnya adalah, genius loci dari Benteng Keraton Buton berakar pada peradaban Kesultanan Buton yang tercermin melalui elemen fisik benteng, nilai-nilai Islam, serta keberlanjutan kehidupan sosial, budaya, dan religius masyarakatnya. Oleh karena itu, pengelolaan pariwisata pada Benteng Keraton Buton perlu diintegrasikan dengan prinsip pelestarian genius loci melalui perlindungan nilai sejarah, budaya, dan identitas kawasan. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dalam kajian pariwisata warisan budaya berbasis genius loci serta menjadi pertimbangan dalam merumuskan strategi pengembangan pariwisata yang tidak mengabaikan karakter dan keunikan kawasan warisan budaya.

2026
👤 Penulis: Rezkika Uskasasto
🏷️ Heritage Tourism 🏷️ Kecerdasan Buatan (Genius Loci) 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pariwisata

ANALISIS KESELAMATAN LALU LINTAS BUS RAPID TRANSIT (BRT) TRANSJAKARTA

Sistem Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta merupakan angkutan umum massal yang telah beroperasi sejak tahun 2004 dan merupakan BRT dengan jalur terpanjang di dunia yang melayani pergerakan mobilitas masyarakat di Kawasan Metropolitan Jakarta. Namun, di balik pencapaian operasional dan pertumbuhan volume angkutan penumpang yang masif, fakta di lapangan menunjukkan bahwa frekuensi kecelakaan BRT Transjakarta masih terbilang tinggi dan menjadi tantangan kritis yang dapat mengancam keberlangsungan sistem transportasi ini. Dengan tingginya frekuensi kecelakaan BRT Transjakarta, analisis pada kejadian kecelakaan BRT masih bersifat umum dan belum berfokus pada lokasi-lokasi yang rawan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keselamatan operasional BRT Transjakarta, mengidentifikasi lokasi rawan kecelakaan, mendiagnosis permasalahan keselamatan penyebab kecelakaan, serta merumuskan rekomendasi penangan dan mitigasi yang sesuai dengan kebutuhan lokasi rawan tersebut. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini mengintegrasikan pendekatan kuantitatif meliputi karakteristik kecelakaan lalu lintas berdasarkan data historis kecelakaan BRT yang kemudian diproyeksikan menggunakan software Google Earth dan QGIS untuk memetakan persebaran kecelakaan BRT Transjakarta. Untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan, digunakan algoritma Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise (DBSCAN) pada QGIS dengan ketentuan jarak antar kecelakaan maksimal 300 meter dan minimal klaster enam kecelakaan. Hasil tahap ini kemudian ditelaah lebih mendalam melalui pendekatan kualitatif. Pendekatan ini difokuskan untuk mendiagnosis permasalahan keselamatan yang menyebabkan kecelakaan lokasi rawan yang telah teridentifikasi. Pendekatan dilanjutkan dengan melakukan analisis kesenjangan dengan membandingkan kondisi eksisting lokasi rawan dengan standar BRT menurut ITDP tahun 2024 yang akan menghasilkan rekomendasi penangan dan mitigasi untuk menutup celah kesenjangan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecelakaan BRT Transjakarta paling sering terjadi di pagi hari, tepatnya pada jam puncak pagi hari akibat mobilitas masyarakat yang tinggi ke arah kawasan metropolitan Jakarta. Ditemukan juga bahwa tipe kecelakaan yang paling sering terjadi adalah tabrak depan-belakang antara BRT dengan kendaraan lain dengan interaksi kecelakaan terbanyak dengan pengendara sepeda motor. Hasil klasterisasi menggunakan algoritma DBSCAN menemukan empat kawasan koridor BRT Transjakarta yang teridentifikasi sebagai lokasi rawan yang secara kualitatif menunjukkan diagnosis permasalahan keselamatan yang sama yaitu lemahnya faktor infrastruktur yang mendukung sistem operasional BRT Transjakarta. Keempat lokasi ini teridentifikasi tidak didukung dengan jalur khusus BRT yang konsisten dan kontinu yang membuat BRT memiliki potensi berada di lajur yang sama dengan lalu lintas umum. Hasil diagnosis juga menemukan beberapa kelemahan infrastruktur yang berbeda pada setiap lokasi, meliputi konflik pada area putar balik yang memotong jalur BRT, tidak adanya sarana infrastruktur yang memadai dan berkeselamatan bagi pejalan kaki dan pesepeda, hingga ketiadaan penerapan fase sinyal khusus BRT pada persimpangan. Penelitian ini memberikan sejumlah rekomendasi untuk mengurangi kejadian kecelakaan pada lokasi rawan. Rekomendasi prioritas berupa pemasangan barrier fisik secara kontinu pada seluruh segmen rawan yang dilintasi jalur BRT. Adapun rekomendasi pendukung lainnya seperti penerapan fase sinyal khusus BRT dan pejalan kaki serta kajian ulang pada beberapa U-Turn.

2026
👤 Penulis: Royce Radja Hasudungan Siregar
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keselamatan Transportasi

PENGEMBANGAN KATALIS LOW TEMPERATURE SHIFT CONVERTER

Industri pupuk memegang peranan krusial dalam menopang ketahanan pangan nasional, termasuk industri amonia yang berperan sebagai bahan baku utamanya. Amonia diproduksi dari gas sintesis, campuran gas hidrogen dan nitrogen yang dihasilkan dari gas alam. Salah satu unit tahapan kunci dalam produksi gas hidrogen melalui reaksi water gas shift yaitu low temperature shift converter. Tujuan utama unit ini adalah untuk mengurangi konsentrasi karbon monoksida, yang dikenal sebagai racun bagi katalis pada proses sintesis amonia selanjutnya. Katalis komersial yang umum digunakan dalam unit low temperature shift converter yaitu katalis Cu-Zn-Al. Hubungan antara kandungan mangan, sifat struktural, dan aktivitas LTSC masih belum dipahami secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan katalis Cu-Zn-Al dengan penambahan Mn sebagai promotor (0–2%) dan variasi temperatur kalsinasi (350– 425 °C). Karakterisasi meliputi XRF (komposisi oksida), XRD (struktur kristal dan ukuran kristalit CuO), adsorpsi-desorpsi N2 (luas permukaan BET, volume pori, diameter pori), TPR, serta uji aktivitas konversi CO dalam reaktor alir pada temperatur 212 °C dan tekanan atmosferik. Hasil menunjukkan bahwa penambahan Mn 2% (CZA?Mn2) menurunkan ukuran kristalit CuO (8,80 nm) dibandingkan katalis tanpa Mn (10,07 nm), serta meningkatkan luas permukaan BET (79,54 m²/g) dan volume pori (0,22 cm³/g). Kalsinasi CZA-Mn2 pada temperatur 425 °C (CZAMn?425) menghasilkan diameter pori terbesar (119,19 Å) dan konversi CO terbaik yang dapat menyaingi katalis komersial. Katalis komersial 2 memiliki luas permukaan BET tertinggi (115,72 m²/g), kadar CuO tertinggi (45,85%), dan stabilitas konversi yang paling konsisten. Katalis sintesis CZAMn?425 menunjukkan peningkatan konversi secara bertahap selama time on stream, yang dikaitkan dengan pelepasan residu karbonat temperatur tinggi serta peran Mn dalam membentuk situs aktif Cu–ZnOx. Secara keseluruhan, katalis sintesis CZA dengan penambahan Mn 2% dengan temperatur kalsinasi 425 °C memiliki performa yang kompetitif terhadap katalis komersial, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif katalis untuk reaksi konversi CO.

2026
👤 Penulis: Kevin Regardy Onasis
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KARAKTERISASI ZONA DAN JENIS TUTUPAN DASAR PERAIRAN TERUMBU KARANG PULAU SEMAK DAUN, KEPULAUAN SERIBU.

Tugas akhir ini bertujuan untuk mendapatkan profil zona morfologi dan jenis tutupan dasar perairan pada ekosistem terumbu karang. Metode yang digunakan adalah dengan mengkombinasikan informasi dari data batimetri, foto udara, citra satelit dan data hasil inspeksi bawah air. Daerah penelitian terletak di Pulau Semak Daun, Kepulauan Seribu yang dikelilingi dataran karang seluas 12 km2. Penelitian secara mendetail dilakukan pada jalur sepanjang 5.2 km. Interpretasi dengan melihat kesamaan secara visual pada foto udara beresolusi 0.25 m x 0.25 m digunakan untuk mengklasifikasi jenis tutupan dasar perairan dan dihasilkan sebanyak 58% berupa pasir, 22% berupa karang serta kombinasi karang dan pasir sebanyak 20%. Persentase kesesuaian hasil interpretasi foto udara dengan kondisi nyata di lapangan adalah sebesar 63%. Hasil klasifikasi ini digabungkan dengan data batimetri serta rekaman radiometrik citra satelit SPOT (Satellite Pour l’Observation de la Terre) beresolusi 10 m x 10 m untuk mengestimasi kedalaman. Pada penelitian ini digunakan true colour hijau yang merupakan kombinasi 0.25 band hijau dan 0.75 band near infrared dengan asumsi densitas atmosfer, permukaan air dan kolom air bersifat homogen. Nilai laju pelemahan total memegang peranan penting dalam mengestimasi kedalaman pada masing-masing jenis tutupan dasar perairan. Dari hasil perhitungan diperoleh profil kedalaman dengan tutupan dasar perairan berupa karang dengan akurasi sebesar 2.032 m dan pasir dengan akurasi sebesar 3.225 m. Profil kedalaman pada jalur penelitian berguna untuk mengklasifikasi zona morfologi dan dihasilkan bentukan berupa reef slope, reef flat, laguna dan moat.

2026
👤 Penulis: Fineza Ilova
🏷️ Terumbu Karang 🏷️ Analisis Batimetri 🏷️ Klasifikasi Tutupan Dasar Perairan

PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI SUHU MODUL FOTOVOLTAIK DENGAN KOREKSI KOEFISIEN BERBASIS DATA UNTUK KONDISI DARAT DAN PERAIRAN PADA IKLIM TROPIS

Suhu modul merup?kan faktor utama yang mempengaruhi efisiensi dan ketahanan sistem fotovoltaik, khususnya pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung yang diharapkan memberik?n keuntungan dari sisi pendinginan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi suhu modul dengan koreksi koefisien berbasis data untuk kondisi darat dan perairan pada iklim tropis. Karakterisasi iklim dilakukan menggun?kan data primer instalasi PV darat di Gedung CAS ITB, sementara pemilihan dan kalibrasi model menggun?kan data suhu modul terukur dari dataset PV perairan Florida. Tiga model prediksi suhu, yaitu Faiman, NOCT, dan Sandia, dibandingkan. Model Faiman terpilih karena memiliki bias terkecil serta struktur koefisien yang dapat dikalibrasi secara fisik. Kalibrasi dilakukan melalui mekanisme umpan balik proporsional yang mengoreksi koefisien kehilangan panas (U0) secara iteratif. Hasil kalibrasi memperoleh U0 sebesar 25,00 W/m²K untuk kondisi darat dan 29,87 W/m²K untuk kondisi perairan dengan nilai U1 ditetapkan sebesar 2,00 W·s/m³K. Pengujian data independen menunjukkan penurunan RMSE dari 5,80°C menjadi 3,45°C dan peningkatan R² dari 0,304 menjadi 0,753. Penerapan pada enam danau di Bali sebagai analisis sensitivitas orde pertama menghasilkan selisih suhu modul 1,76°C antara kondisi darat dan perairan, setara dengan uplift energi 0,94%. Besaran uplift yang marginal ini mengindikasikan bahwa keuntungan termal instalasi terapung di iklim tropis lebih kecil dibanding asumsi literatur iklim sedang, akibat kelembaban tinggi dan kecepatan angin yang rendah.

2026
👤 Penulis: Andrea Adeline Dewanto
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

RANCANG BANGUN SISTEM IOT UNTUK PEMANTAUAN KEMATANGAN CABAI RAWIT PADA KOTAK PENGAWETAN BUAH DAN SAYUR

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang memiliki sifat alami mudah rusak. Purwarupa kotak pengawetan atmosfer termodifikasi pasif (Harvpod) mampu memperlambat pematangan, tetapi belum dilengkapi sistem pengawasan kondisi internal secara waktu nyata. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun sistem Internet of Things (IoT) berbasis mikrokontroler ESP32 dan ESP32-CAM untuk memantau tingkat pematangan dan pembusukan cabai rawit di dalam kotak Harvpod secara komprehensif. Sistem yang dirancang mengintegrasikan instrumen multisensor yang meliputi sensor suhu dan kelembapan DHT21, sensor gas optik Non-Dispersive Infrared (NDIR) seri MH-Z, sensor semikonduktor MQ-135, serta algoritma pengolahan citra digital berbasis Python. Pengujian sistem dilakukan selama 476 jam dengan skenario tanpa pengabutan dan dengan pengabutan pelarut propilen glikol. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor semikonduktor MQ-135 memiliki kerentanan tinggi terhadap sensitivitas silang kelembapan dan uap pelarut sehingga tidak andal untuk mendeteksi CO? (????2 < 0,44). Sebaliknya, sensor NDIR seri MH-Z terbukti konsisten dan stabil sebagai referensi valid pengukuran respirasi CO?. Melalui fusi parameter visual dan gas, dirumuskan matriks keputusan tiga fase transisi cabai rawit. Fase pembusukan dinyatakan secara definitif setelah jam ke-325, yang divalidasi oleh lonjakan indeks tekstur Canny yang menembus ambang batas fisis 6% hingga mencapai nilai akhir 10%, stagnasi persentase warna merah pada kisaran 60%–65%, serta pelambatan emisi CO? di kisaran 40.000 ppm. Seluruh parameter fisis dan citra berhasil ditransmisikan secara nirkabel melalui Google Apps Script ke aplikasi Android berbasis Kodular sebagai dasbor pemantauan waktu nyata tanpa kendala kehilangan paket data. Kata Kunci: Internet of Things, Cabai Rawit, Pengolahan Citra Digital, Sensor NDIR, Atmosfer Termodifikasi.

2026
👤 Penulis: Zul Aldi Rizki
🏷️ Internet Of Things 🏷️ Pengawasan Kualitas Produk Berbasis Iot 🏷️ Analisis Respirasi Gas Dalam Kotak Pengawetan

PENGEMBANGAN SISTEM LOKALISASI FIDUCIAL UNTUK NAVIGASI BEDAH TULANG BELAKANG WAKTU NYATA DENGAN INTEGRASI PERANCANGAN BEDAH BERBASIS VISUALISASI CT SCAN 3D DAN NAVIGASI OPTIK

ntegrasi teknologi navigasi dalam prosedur bedah tulang belakang saat ini esensial untuk meminimalisasi risiko komplikasi klinis. Namun, prosedur registrasi spasial yang umumnya masih bergantung pada lokalisasi fiducial marker secara manual sering kali memakan waktu yang lama. Penelitian ini mengembangkan sistem navigasi yang mengintegrasikan data citra CT bertipe O-arm dengan kamera pelacak optik menggunakan algoritma lokalisasi fiducial otomatis. Dalam mengevaluasi sistem navigasi yang telah dikembangkan, algoritma lokalisasi fiducial diuji menggunakan 4 data CT scan berbeda untuk melihat rata-rata Fiducial Localization Error (FLE) dari pengaruh dari jarak kamera pelacak optik, pengaruh orientasi instrumen bedah, serta pengaruh konfigurasi fiducial sebagai referensi dalam proses registrasi spasial. Hasil dari evaluasi menujukkan bahwa sistem navigasi bedah yang dikembangkan mampu mendeteksi lokasi fiducial dari data CT scan dengan akurasi sub-milimeter, yaitu dengan galat sekitar 0.36-0.38 mm. Pada integrasi perangkat keras, sistem mencapai Target Registrastion Error (TRE) minimum sebesar 2.11 mm pada jarak fokus optimal kamera sejauh 1.6 meter. Orientasi alat bedah memengaruhi presisi secara signifikan, dengan lonjakan galat tertinggi (TRE > 5.0 mm) terjadi pada sudut pitch -45° akibat terhalangnya marker infrared instrument dari garis pandang sensor kamera pelacak optik. Lebih lanjut, penggunaan konfigurasi 7 fiducial dengan sebaran spasial yang luas terbukti paling superior dalam meminimalisasi nilai TRE dalam sistem navigasi.

2026
👤 Penulis: Sulthan Nabil Rajendra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

OPTIMISASI KONFIGURASI DAN VARIABEL PROSES PADA SISTEM FIXED-BED PENGOLAHAN AIR GAMBUT SKALA LABORATORIUM

Air tanah gambut memiliki derajat keasaman tinggi dan polutan organik alami yang menyebabkan tingginya parameter Chemical Oxygen Demand (COD), Warna, dan Total Suspended Solid (TSS). Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimisasi desain konfigurasi dan variabel operasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) fixed-bed skala laboratorium guna memurnikan air gambut sesuai standar baku mutu Peraturan Pemerintah (PP) No. 22 Tahun 2021. Sistem dirancang menggunakan metode resirkulasi batch yang mengkombinasikan membran Ultrafiltrasi (UF) dan adsorben nano biochar pada spons Luffa aegyptiaca. Desain superstruktur jaringan pemurnian dievaluasi secara matematis menggunakan kerangka kerja Mixed-Integer Nonlinear Programming (MINLP) dengan fungsi objektif berupa minimisasi penggunaan dosis filter, tekanan pompa, dan waktu proses. Optimisasi statik menghasilkan konfigurasi tata letak paling efisien berupa satu kolom tunggal yang terdiri atas 1 dosis adsorben nano biochar dan 1 dosis filter membran UF, beroperasi pada debit batas atas 30,00 mL/min dengan kebutuhan tekanan hidrolik sebesar 0,45 atm. Validasi model komputasi dinamik transien diselesaikan menggunakan metode integrasi numerik Euler yang dieksekusi selama 166,7 menit atau setara dengan 5 siklus resirkulasi. Hasil simulasi menunjukkan efisiensi penyisihan yang sangat tinggi pada parameter COD yang mencapai 99,07% (0,82 mg/L) dan TSS sebesar 99,34% (0,53 mg/L), di mana keduanya sukses memenuhi standar baku mutu air kelas 1. Akan tetapi, parameter Warna mengalami anomali kinetika dan hanya tereduksi menjadi 18,98 Pt-Co. Meskipun gagal memenuhi target kelas 1 (15,0 Pt-Co), nilai capaian tersebut telah berada di bawah batas target kelas 2. Hal ini disebabkan oleh perbedaan evaluasi transien antara program tahap dinamik dan statik. Akan tetapi hal ini masih dapat ditoleransi secara fisis mengingat pengecualian sifat alami air gambut yang secara intrinsik berwarna kecokelatan meskipun kandungan polutan organiknya telah direduksi secara masif.

2026
👤 Penulis: Ahnaf Irbah Hidayat
🏷️ Optimisasi Desain Sistem Pengolahan Air Gambut 🏷️ Analisis Kinetika Pengendalian Polutan

PERBANDINGAN SEA SURFACE TOPOGRAPHY DENGAN MENGGUNAKAN MODEL GEOID EGM'96 MEAN SEA SURFACE, DAN MODEL GEOID GGM'02

Salah satu tujuan ilmu geodesi adalah menentukan bentuk dan ukuran bumi serta medan gayaberatnya yang juga dapat digunakan untuk menentukan bentuk dan ukuran bumi. Geoid sebagai salah satu model pendekatan bentuk bumi, dapat pula digunakan sebagai bidang referensi tinggi. Perkembangan teknologi satelit telah memberikan pemahaman baru dari fenomenafenomena yang terjadi di bumi. Satelit altimetri sebagai salah satunya dapat dimanfaatkan untuk mempelajari fenomena-fenomena alam khususnya yang terjadi di laut. Sea Surface Topography (SST) merupakan salah satu produk satelit altimetri yang dapat digunakan untuk pemanfaatan tersebut, namun dalam pengolahannya SST membutuhkan model geoid yang akurat sebagai referensi tinggi. Salah satu model geoid yang biasa digunakan adalah EGM96, akan tetapi kualitas EGM96 masih belum memenuhi keakurasian yang dibutuhkan SST terutama di perairan dangkal, selat dan lautan tertutup. Oleh karena EGM96 belum memenuhi tingkat keakuratan yang diperlukan SST maka para oceanografer menggunakan Mean Sea Surface (MSS) sebagai referensi tingginya. Permukaan ini mampu memberikan informasi perubahaan SST terhadap waktu. Namun MSS tidak dapat memberikan informasi mengenai medan gayaberat karena MSS bukan merupakan bidang ekuipotensial gayaberat. Model geoid GGM02S yang diperoleh dari pengamatan misi satelit gayaberat GRACE mampu memberikan informasi geoid yang memiliki keakuratan tinggi pada sinyal gelombang panjang. Model geoid ini dapat memberikan nilai SST dengan tingkat keakuratan yang lebih baik.

2026
👤 Penulis: Fahrudin Arif
🏷️ Geodesi 🏷️ Altimetri Satelit 🏷️ Model Geoid

Reliabilitas sistem merupakan parameter krusial dalam operasional industri kompleks untuk menjamin keselamatan kerja, integritas lingkungan, dan profitabilitas perusahaan. Secara tradisional, analisis Reliability-Availability- Maintainability (RAM) melalui pemodelan Reliability Block Diagram (RBD) dilakukan menggunakan metode analitik berbasis prinsip inklusi-eksklusi. Namun, metode ini menghadapi kendala combinatorial explosion seiring meningkatnya kompleksitas topologi sistem, khususnya pada konfigurasi redundansi seperti k-out-of-n, standby, dan load-sharing. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi computational engine berbasis .NET yang mengintegrasikan metode analitik dengan metode simulasi Monte Carlo, baik dasar maupun berbasis event-driven untuk analisis RAM pada sistem kompleks, dengan studi kasus Gas Dehydration Unit (GDU) dan Mercury Removal Unit (MRU). Metodologi penelitian meliputi perancangan topologi RBD berdasarkan dokumentasi teknis sistem, serta pengembangan computational engine yang dilakukan secara bertahap, mulai dari metode analitik, hingga metode simulasi Monte Carlo, baik dasar maupun berbasis event driven. Computational engine tersebut kemudian diimplementasikan ke dalam web-based application untuk mendukung konstruksi topologi RBD secara visual. Verifikasi metode analitik dan validasi metode simulasi dilakukan secara bertahap melalui benchmarking terhadap ReliaSoft BlockSim sebagai perangkat lunak standar industri, serta dilengkapi dengan analisis sensitivitas parameter simulasi terhadap jumlah simulasi dan kompleksitas topologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode analitik pada computational engine mencapai akurasi sangat tinggi terhadap ReliaSoft BlockSim, dengan error relatif pada skala 10?5% hingga 10?3%. Metode simulasi Monte Carlo dasar menunjukkan akurasi yang baik dengan error relatif 0,16% hingga 4,9% terhadap metode analitik, sementara simulasi event-driven menghasilkan akurasi tinggi pada metrik mean availability namun menunjukkan keterbatasan pada metrik jumlah kejadian pemeliharaan dan importance measure, yang disebabkan oleh perbedaan implementasi algoritma pemeliharaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa, peningkatan jumlah simulasi secara konsisten meningkatkan akurasi estimasi, sementara kompleksitas komputasi lebih dipengaruhi oleh distribusi container pada hierarki topologi dibandingkan jumlah komponen semata. Kontribusi utama penelitian ini adalah tersedianya computational engine yang mengintegrasikan metode analitik dan simulasi dalam satu platform, beserta web-based application yang mendukung analisis RAM secara interaktif. Kata kunci: Computational Engine, Reliability-Availability-Maintainability, Reliability Block Diagram, Simulasi Monte Carlo, Web-based Application.

2026
👤 Penulis: Abdi Salim Mubarak
🏷️ Reliabilitas Sistem 🏷️ Simulasi Monte Carlo
Halaman 110 dari 6754
💬