📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

BANDUNG TENNIS ACADEMY: TENNIS FACILITY INTEGRATING PROFESSIONAL AND WHEELCHAIR ATHLETE TRAINING

Prestasi olahraga tenis lapangan di Indonesia saat ini masih menghadapi kesenjangan yang signifikan, di mana data menunjukkan hanya sekitar 1% atlet nasional yang mampu menembus peringkat 1000 besar dunia, sementara 99% sisanya masih terbatas pada sirkuit kompetisi domestik. Kondisi ini diperparah oleh absennya atlet tenis adaptif (kursi roda) di peringkat global akibat ketiadaan infrastruktur pelatihan yang berjenjang, minimnya pemenuhan regulasi internasional International Tennis Federation (ITF), serta rendahnya aksesibilitas lingkungan terbangun yang ramah disabilitas. Penelitian rancangan ini bertujuan untuk menghasilkan desain Bandung Tennis Academy di kawasan Gedebage, Kota Bandung, sebagai sebuah tiered training hub yang inklusif dan integratif bagi atlet profesional reguler maupun atlet kursi roda. Metode perancangan dilakukan melalui pendekatan analisis spasial berbasis data untuk menyelaraskan regulasi teknis makro dan kebutuhan fungsional kawasan olahraga. Gubahan massa dikembangkan melalui pendekatan Clustered Form guna mengompresi jarak tempuh sirkulasi horizontal antar-fungsi utama. Respon terhadap iklim tropis diwujudkan secara pasif melalui penerapan operasi bentuk subtraktif berupa void melingkar (O-Shape) pada massa asrama dan lapangan tanding untuk mengoptimalkan ventilasi silang (cross-ventilation) serta pencahayaan alami. Hasil perancangan mengintegrasikan tiga massa bangunan utama (Massa Utama, Lapangan Tanding, dan Asrama Atlet) berskala total 22.200 m² di atas lahan seluas 35.500 m². Proyek ini mengalokasikan total 13 lapangan tenis, dengan pembagian 2 lapangan latihan indoor khusus pengguna kursi roda, 10 lapangan latihan reguler, dan 1 lapangan tanding, sebuah keputusan spasial yang didasarkan secara presisi pada rasio populasi atlet tenis dunia sebesar 1:6. Solusi inklusivitas vertikal dan horizontal diwujudkan melalui sistem Elevated Pedestrian Deck bebas hambatan (barrier-free) yang menghubungkan lantai dua seluruh kluster bangunan, menjamin kemandirian mobilitas penuh bagi atlet disabilitas. Kompleks ini disempurnakan dengan artikulasi fasad menggunakan static undulating fins yang menciptakan efek visual kinetik dinamis. Melalui integrasi struktur bentang lebar rangka baja (steel truss), kepatuhan standar teknis ITF, dan penerapan desain universal, Bandung Tennis Academy hadir sebagai solusi arsitektural konkret dalam memfasilitasi kemajuan prestasi tenis Indonesia di kancah internasional.

2026
👤 Penulis: Dzulfaqar Abdul Malik
🏷️ Pengembangan Infrastruktur Olahraga 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Tenis 🏷️ Desain Arsitekturnya

SINTESIS, KARAKTERISASI, DAN EVALUASI AKTIVITAS FOTOKATALITIK MMT/PANI/CEO2 TERDOPING LOGAM CU DAN CO TERHADAP DEGRADASI METILEN BIRU

Pencemaran air akibat limbah zat warna sintetis, khususnya metilen biru, menjadi salah satu permasalahan lingkungan. Metilen biru memiliki toksisitas yang dapat mengganggu kesehatan manusia, sehingga diperlukan teknologi yang efektif untuk menghilangkan zat warna tersebut. Metode fotokatalisis dapat menjadi alternatif yang menguntungkan karena bersifat destruktif. Fotokatalis berbasis semikonduktor CeO? telah banyak dikembangkan untuk aplikasi fotodegradasi polutan organik, namun penggunaannya masih terbatas akibat energi celah pita yang lebar dan laju rekombinasi elektron–hole yang tinggi. Strategi doping logam Cu dan Co pada CeO? dapat mempersempit celah pita dan menekan laju rekombinasi, sehingga berpotensi meningkatkan aktivitas fotokatalitik. Selain itu, pembentukan nanokomposit dengan montmorilonit (MMT) sebagai matriks pendukung dan polianilin (PANI) sebagai konduktor diharapkan dapat mempercepat transfer muatan dan mencegah aglomerasi partikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh doping Cu, Co, dan CuCo (co-doping) pada nanokomposit MMT/PANI/CeO? terhadap aktivitas fotodegradasi metilen biru. CeO? terdoping logam disintesis menggunakan metode sol-gel, kemudian dikompositkan dengan MMT/PANI untuk membentuk nanokomposit fotokatalis. Karakterisasi material dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), X-Ray Fluorescence (XRF), Transmission Electron Microscopy (TEM), Zeta Potential Analyzer, dan UV-Visible Diffuse Reflectance Spectroscopy (UV- Vis DRS). Aktivitas fotokatalitik dievaluasi melalui degradasi larutan metilen biru di bawah iradiasi cahaya UV (? = 366 nm). Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa puncak difraktogram CeO? terdoping logam sesuai dengan standar CeO? (COD-7217887) tanpa terbentuknya senyawa lain. Hasil FTIR menunjukkan adanya vibrasi Ce–O pada bilangan gelombang 505 cm?¹, vibrasi N–H khas PANI pada 1303 cm?¹, serta vibrasi Si– O–Al khas MMT pada 526 cm?¹. Hasil UV-Vis DRS menunjukkan nilai energi celah pita CeO?-Co sebesar 2,00 eV, yang mengalami penurunan dari CeO? murni hasil sintesis sebesar 3,17 eV. Analisis XRF menunjukkan bahwa keberadaan dopan Co dan Cu dalam nanokomposit berhasil tervalidasi berdasarkan nilai dari %at (atomic percent) dan %wt (weight percent). Analisis SEM menunjukkan bahwa nanopartikel CeO? terdoping logam telah terdispersi pada permukaan komposit MMT/PANI. Hasil karakterisasi TEM menunjukkan bahwa nanopartikel CeO?-Co memiliki ukuran paling kecil, yaitu sebesar 37,5 nm, partikel CeO2 berbentuk sferis, komposit MMT/PANI menunjukkan bentuk seperti lembaran yang bertumpuk. Material nanokomposit terdoping Co menunjukkan aktivitas fotokatalitik yang lebih tinggi (27,65%) dibandingkan doping Cu dan CuCo dalam mendegradasi metilen biru. Efisiensi degradasi yang diperoleh pada kondisi optimum sebesar 37,83% dengan massa fotokatalis 0,02 gram, konsentrasi metilen biru 10 ppm, pH 5, dan waktu iradiasi selama 60 menit. Berdasarkan studi kinetika, fotodegradasi menggunakan nanokomposit mengikuti model kinetika orde dua, sedangkan adsorpsi nanokomposit mengikuti model kinetika orde satu semu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nanokomposit MMT/PANI/CeO? terdoping Cu, Co, dan CuCo berpotensi dikembangkan sebagai material fotokatalis untuk aplikasi pengolahan limbah zat warna dalam lingkungan perairan.

2026
👤 Penulis: Fadila Tsania
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ABU TERBANG TERAKTIVASI KOH BERBANTUAN GELOMBANG MIKRO UNTUK ADSORPSI ION CU2+

Pencemaran ion Cu2+ dalam air menjadi permasalahan lingkungan serius yang berpotensi mengganggu kesehatan dan ekosistem. Adsorpsi dipilih sebagai metode remediasi air karena sederhana dan ekonomis, dengan abu terbang sebagai adsorben yang potensial karena memiliki luas permukaan besar dan struktur berpori. Penelitian ini mengembangkan adsorben berbasis abu terbang yang diaktivasi KOH dengan bantuan iradiasi gelombang mikro untuk adsorpsi ion Cu2+. Aktivasi dilakukan menggunakan KOH 2,5 M dengan rasio abu terbang-basa pengaktivasi 1:5 (b/v) disertai iradiasi gelombang mikro (100 ?, 700 W) pada variasi waktu 10, 20 dan 30 menit (MFA10, MFA20, MFA30), dengan MFA20 menunjukkan kinerja terbaik. Karakterisasi MFA20 dilakukan menggunakan XRF, XRD, FTIR, dan SEM-EDS. Karakterisasi XRF menunjukkan komposisi abu terbang didominasi oleh SiO2, Al2O3, dan Fe2O3. Pola XRD identik pada seluruh tahap menunjukkan aktivasi dan adsorpsi tidak mengubah fasa kristal abu terbang. Analisis FTIR mengindikasikan perubahan lingkungan gugus fungsi setelah proses aktivasi dan adsorpsi, dilihat dari pergeseran puncak serapan pada gugus aluminosilikat dan hidroksil. Citra SEM memperlihatkan permukaan yang lebih kasar dan berpori pada MFA20 akibat aktivasi KOH. Pemetaan EDS mengonfirmasi peningkatan kadar Cu pada permukaan adsorben dari 0,08% atom menjadi 2,36% atom setelah adsorpsi. Kondisi optimum adsorpsi diperoleh pada pH 5, massa adsorben 0,3 g, dan waktu kontak 240 menit. Proses adsorpsi mengikuti kinetika orde dua semu yang mengindikasikan laju adsorpsi dikendalikan oleh interaksi antara adsorbat dan situs aktif pada permukaan adsorben. Studi isoterm adsorpsi menunjukkan proses adsorpsi mengikuti isoterm Freundlich yang menjelaskan permukaan adsorben bersifat heterogen. Studi termodinamika menunjukkan proses adsorpsi berlangsung spontan, endotermik, dan ketidakteraturan sistem meningkat (?H° = 44,46 kJ mol?¹; ?S° = 196,08 J mol?¹ K?¹; ?G° = -20,83 hingga -14,95 kJ mol?¹). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MFA20 berpotensi sebagai adsorben yang ekonomis untuk pengolahan limbah cair yang mengandung ion Cu2+ sekaligus pemanfaatan kembali limbah industri.

2026
👤 Penulis: Adinda Cinta Hasanah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KONTROL PENJEJAKAN TRAJEKTORI UNTUK LENGAN ROBOT 6-DOF DENGAN ESTIMATOR RUANG TUGAS 3D BERBASIS PELACAK OPTIK

Interaksi fisik lengan robot dengan lingkungan yang bergerak dinamis memerlukan sistem kendali presisi tinggi untuk mengompensasi latensi spasial dan waktu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan arsitektur sistem kontrol Position-Based Visual Servoing (PBVS) menggunakan Model Predictive Control (MPC) untuk memandu lengan robot 6-DOF dalam mengeksekusi tugas penjejakan trajektori di atas permukaan target yang statis maupun dinamis. Infrastruktur perangkat keras dibangun melalui perancangan end-effector khusus dan optimasi kerangka penanda optik. Sistem ini memanfaatkan sensor pelacak optik untuk pengukuran spasial yang didukung oleh algoritma estimasi keadaan Linear Kalman Filter (LKF) dan Error-State Kalman Filter (ESKF) guna mereduksi derau pembacaan sensor dan menghasilkan estimasi kecepatan spasial target secara real-time. Kinerja sistem dievaluasi melalui penjejakan trajektori pada tiga kondisi: target statis, target bermanuver acak (digerakkan manual), dan target translasi linear (modul kereta laju 2 hingga 8 cm/s). Kualitas trajektori dikuantifikasi menggunakan visi komputer untuk mengekstrak galat bentuk (shape RMSE). Hasil menunjukkan algoritma estimasi keadaan berhasil mereduksi amplitudo derau hingga 26,2% dengan keterlambatan fasa 20 – 60 ms. Pada pengujian dinamis manual, sistem mampu mempertahankan topologi geometri pada pergerakan lambat, namun terdistorsi pada manuver agresif akibat ketidakmampuan algoritma memprediksi pergerakan acak. Pada uji kereta linear, trajektori kontinu (lingkaran) sukses dieksekusi hingga laju target 6 cm/s (galat bentuk 0,8 mm). Sebaliknya, trajektori bersudut tajam (persegi dan segitiga) mengalami divergensi galat hingga 4,9 mm di laju 6 cm/s akibat ketertinggalan spasial yang dipicu algoritma exact stop. Arsitektur yang dikembangkan beroperasi tangguh dengan rekomendasi batas laju dinamis operasional pada 4 cm/s. Kata Kunci : Lengan Robot 6-DOF, Pelacak Optik, Model Predictive Control (MPC), Linear Kalman Filter (LKF), Error-State Kalman Filter (ESKF).

2026
👤 Penulis: Faaiq Mastyaga
🏷️ Kontrol Roboh 🏷️ Pelacakan Optik 🏷️ Model Prediktif

ANALISIS NUMERIK PERFORMA PULSATING HEAT PIPE DALAM MENGEKSTRAKSI KALOR DARI PANEL SURYA PADA IKLIM TROPIS

kerja metanol murni sebagai sistem manajemen termal pasif pada panel surya tipe monocrystalline Skytech Solar SIM 210 di lingkungan iklim tropis Kota Bandung (ITB Ganesha). Pemodelan dilakukan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) transien dengan pendekatan Volume of Fluid (VOF) yang dipadukan model perubahan fasa Lee pada perangkat lunak ANSYS Fluent. Domain fisik disederhanakan menjadi satu unit single-loop dengan beban fluks kalor konstan 429,67 W/m² (hasil konversi dari iradiasi riil 893 W/m²) pada dinding evaporator dan mekanisme konveksi alami (h = 12,676 W/m²·K) pada kondensor, dijalankan hingga waktu aliran 7,60 detik. Hasil simulasi menunjukkan sistem berhasil membangkitkan osilasi mandiri (self-sustained oscillation) tanpa daya eksternal, ditandai fluktuasi kecepatan aliran 0,17–1,70 m/s (rata-rata 0,60 m/s) dengan pola chaotic oscillation yang khas bagi PHP, sekaligus membuktikan terpenuhinya kriteria Angka Bond (Bo ? 4). Temperatur evaporator bergerak dari 64,54 °C hingga 72,01 °C (rata-rata 66,21 °C), sementara kondensor berada pada kisaran 28–36 °C (rata-rata 30,95 °C), menghasilkan beda temperatur rata-rata 35,26 °C sebagai driving force pulsasi. Laju perpindahan kalor pada kondensor rata-rata 0,13 W dengan estimasi resistansi termal total sistem sebesar ±272,1 K/W. Selama sebagian besar durasi simulasi, temperatur evaporator berada di sekitar atau sedikit di bawah estimasi panel tanpa pendingin (68,95 °C); namun sistem belum mencapai keadaan tunak sehingga efektivitas penurunan temperatur secara definitif memerlukan simulasi berdurasi lebih panjang. Penelitian ini mengonfirmasi kelayakan fungsional CLPHP metanol sebagai pendingin pasif PV/T sekaligus menyediakan dasar pemodelan numerik untuk pengembangan sistem energi mandiri yang mendukung target net-zero emission.

2026
👤 Penulis: Naufaldhia Afiary
🏷️ Kondensor 🏷️ Evaporator 🏷️ Pendekatan Volume Of Fluid (Vof)

ANALISIS BIDANG GELINCIR LONGSOR MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DI KABUPATEN CIANJUR

Kabupaten Cianjur terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa tinggi. Gempa bumi dapat menimbulkan bencana susulan salah satunya yaitu tanah longsor. Salah satu faktor penyebab longsoran yang sangat berpengaruh adalah bidang gelincir (slip surface). Pada umumnya tanah yang mengalami longsoran akan bergerak di atas bidang gelincir tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menginvestigasi bidang gelincir adalah metode geolistrik. Metode geolistrik ini bersifat tidak merusak lingkungan, biaya relatif murah dan mampu mendeteksi perlapisan tanah sampai kedalaman beberapa meter di bawah permukaan tanah. Oleh karena itu metode ini dapat dimanfaatkan untuk survey daerah rawan longsor, khususnya untuk menentukan ketebalan lapisan yang berpotensi longsor serta litologi perlapisan batuan bawah permukaan. Bidang gelincir teletak diantara zona dengan resistivitas rendah dan resistivitas tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bidang gelincir akibat longsor yang terjadi di Cianjur dengan menggunakan metode Geolistrik. Akuisisi data dilakukan dengan menggunakan konfigurasi wenner-schlumberger dengan panjang lintasan 80 m dan jarak spasi elektroda 5 meter di dua lokasi berbeda di Kabupaten Cianjur. Lokasi 1 terdapat 2 lintasan sedangkan lokasi 2 terdapat 4 lintasan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, untuk Lokasi penelitian pertama berada pada satuan Qot (Hasil Gunungapi Tua), menunjukkan bahwa lokasi pengukuran terdiri dari breksi andesit piroksen. Tingkat pelapukan yang lebih berkembang menyebabkan material pada satuan ini cenderung lebih halus, memiliki porositas yang lebih tinggi, serta berpotensi menunjukkan nilai tahanan jenis yang lebih rendah terutama pada kondisi jenuh air. Hal ini ditunjukan denganresistivitas bawah tanah pada lokasi 1 berkisar antara 1 ?m hingga 1012 ?m. Kedalaman bidang gelincir di Lokasi 1 berkisar antara 3,75 – 12,6 meter yang mana termasuk kategori dalam dengan resistivitas sebesar 319 ?m. Kemiringan lereng sekitar 160 dan jenis longsoran merupakan tipe translasi. Pada lokasi 2 termasuk dalam satuan Qyg (Breksi dan Lahar gunung Gede) yang merupakan endapan breksi dan lahar yang berasal dari aktivitas vulkanik yang lebih muda, khususnya yang berkaitan dengan sistem vulkanik Gunung Gede. Litologi pada satuan ini umumnya bersifat lebih heterogen, terdiri atas fragmen batuan berukuran kasar dengan matriks pasir atau tufaan, serta memiliki variasi tingkat pelapukan yang lebih beragam. Hal ini ditunjukan dengan nilai resistivitas bawah tanah di Lokasi 2 berkisar antara 1 ?m hingga 3205 ?m, Kedalaman bidang gelincir di Lokasi 2 berkisar antara 6,38 – 9,25 meter yang mana termasuk kategori dalam dengan resistivitas antara 740 – 746 ?m. Kemiringan lereng bekisar antara 80 – 110 dengan tipe longsoran adalah translasi. Lapisan bedrock dikedua lokasi penelitian berupa breksi dengan dominan fragmen andesit.

2026
👤 Penulis: Rizky Kurniawati
🏷️ Geolistrik 🏷️ Analisis Gelincir Longor 🏷️ Manajemen Risiko Tanah Longor

USULAN KORELASI PENENTUAN RECOVERY FAKTOR PADA AKHIR PERIODELAJU ALIR PLATEAU SUMUR GAS

Estimation of flow rate and time needed of plateau is the main requirement in the process of gas field business influenced by the results of economic evaluation. From engineering aspect, acquisition factor has become the optimization target. It is to maximize recovery factor. On the other hand, water production has always become a real problem in the field inhibiting the production of gas. The purpose of this study is to identify the new proposed correlation to estimate recovery factor at the end of plateau flow rate production of gas reservoir in the water thrust force. The correlations is obtained by constructing 2-D reservoir model for two phase flow (water-gas) and perform sensitivity analysis for rock properties such as absolute permeability (k) and comparison of vertical permeability with horizontal permeability (kv / kh) and the aquifer properties-aquifer thickness and aquifer radius. By using sensitivity data, recovery factor correlation at the end of the plateau of gas production flow rate of for the polynomial degree three and five is identified. From validation results, the maximum error of 12.72% and the minimum error of 0.31% of three degrees as well as the maximum error of 11.5% and the minimum error of 0.19% for degree five have also been revealed.

2026
👤 Penulis: Novrianti
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PREDIKSI CAPAIAN AKADEMIK SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING BERBASIS REGRESI LINIER DAN RANDOM FOREST DI SMPN 1 PLUMBON

Perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan membuka peluang pemanfaatan data pembelajaran secara lebih sistematis dalam dunia pendidikan. Namun, data nilai siswa pada praktiknya masih sering dimanfaatkan sebatas laporan hasil belajar, khususnya pada pembelajaran IPA yang memiliki karakteristik konsep abstrak. Kondisi ini menyebabkan guru mengalami keterbatasan dalam mengidentifikasi kesulitan belajar siswa secara dini dan menentukan tindak lanjut pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA menggunakan algoritma regresi linier dan random forest, serta menyajikannya dalam bentuk dashboard pembelajaran berbasis MATLAB. Data penelitian berupa 10 nilai rapor terakhir siswa dan 3 nilai harian pada semester berjalan di kelas IX SMP. Untuk menguji keandalan model dilakukan menggunakan metode leave-one-out cross-validation (LOOCV) agar setiap siswa memperoleh nilai prediksi secara adil dan bebas kebocoran data. Kinerja model diukur dengan evaluasi regresi menggunakan mean absolute error (MAE), root mean square absolute error (RMSE), dan koefisien determinasi (R2), serta evaluasi klasifikasi menggunakan confusion matrix, precision, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Random Forest memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan regresi linier, dengan nilai RMSE sebesar 2,57, MAE sebesar 2,22, dan R2 sebesar 0,45, sedangkan regresi linier menghasilkan RMSE sebesar 3,02, MAE sebesar 2,35, dan R2 sebesar 0,24. Begitu juga pada evaluasi klasifikasi, di mana random forest memiliki akurasi 0,86, presisi 1,00, recall 0,76, dan F1-score 0,86,sedangkan regresi linier memiliki akurasi 0,82, presisi 0,93, recall 0,76, dan F1-score 0,84. Random Forest menunjukkan nilai precision, recall, dan F1-score yang lebih tinggi, sehingga lebih unggul dalam mengklasifikasikan data secara konsisten..

2026
👤 Penulis: Ruslani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Pendidikan 🏷️ Model Prediksi

ESTIMASI LEAF AREA INDEX BERBASIS DATA SPEKTRAL DAN KARAKTERISTIK TEGAKAN PADA PLOT PERMANEN DI CA/TWA GUNUNG PAPANDAYAN, GARUT

Leaf Area Index (LAI) merupakan parameter biofisik penting yang menggambarkan kondisi dan produktivitas kanopi hutan, namun variasinya pada ekosistem hutan pegunungan tropis masih kurang dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola distribusi LAI dan keterkaitannya dengan karakteristik tegakan, serta menyusun model terbaik untuk mengestimasi LAI berbasis data spektral dan variabel vegetasi di CA/TWA Gunung Papandayan, Garut. Penelitian dilakukan pada plot permanen seluas 1 ha, terbagi menjadi 100 subplot berukuran 10 m × 10 m. Nilai LAI diperoleh menggunakan metode Canopy Hemispherical Photography (CHP), sedangkan data spektral diperoleh dari citra Sentinel-2A. Variabel yang dianalisis meliputi indeks vegetasi (NDVI, SAVI, EVI, FCD, dan NDMI), karakteristik struktur tegakan, komposisi floristik, jumlah individu, dan densitas kayu spesifik. Analisis data mencakup autokorelasi spasial, korelasi Pearson, Principal Component Analysis (PCA), uji multikolinearitas, serta regresi linear yang dievaluasi menggunakan R², RMSE, dan Corrected Akaike Information Criterion (AICc). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LAI berkisar antara 1,32–4,06 dengan rerata 2,45 ± 0,51 dan berpola mengelompok berdasarkan Moran’s Index sebesar 0,36. NDVI menunjukkan hubungan terkuat dengan LAI (r = 0,64), diikuti oleh FCD, SAVI, EVI, dan NDMI. Model terbaik pada kelompok indeks tunggal diperoleh dari NDVI dengan nilai R² sebesar 0,46 dan RMSE 0,36. Sementara itu, model multivariat yang mengombinasikan NDVI dan rata-rata DBH menghasilkan model paling efisien (R² = 0,52; RMSE = 0,34; AICc = 53,99), sedangkan penambahan indeks keanekaragaman spesies memberikan akurasi tertinggi (R² = 0,53; RMSE = 0,33). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi informasi spektral dan karakteristik tegakan meningkatkan performa estimasi LAI pada hutan tropis pegunungan serta berpotensi mendukung pemantauan kondisi kanopi dan pengelolaan kawasan konservasi.

2026
👤 Penulis: Hovan Windraya Pasero
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS RISIKO BANJIR SKALA BANGUNAN DAN ARAHAN PRIORITAS PENERAPAN SMALL-SCALE NATURE-BASED SOLUTIONS DI KECAMATAN LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT

Kecamatan Lembang merupakan bagian dari Kawasan Bandung Utara dan hulu sistem drainase Cekungan Bandung yang memiliki fungsi ekologis penting sebagai kawasan resapan air, tetapi mengalami tekanan pembangunan akibat pertumbuhan kawasan terbangun, aktivitas pariwisata, permukiman, dan perubahan penggunaan lahan. Dalam beberapa tahun terakhir, banjir berulang terjadi pada kawasan perkotaan, permukiman padat, koridor ekonomi, serta area yang dipengaruhi sistem sungai dan drainase. Namun, pemetaan risiko banjir yang tersedia umumnya masih berskala makro sehingga belum mampu menjelaskan variasi risiko pada tingkat bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko banjir skala bangunan dan merumuskan arahan prioritas implementasi small-scale Nature-Based Solutions untuk pengurangan risiko banjir di Kecamatan Lembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-spasial dengan dukungan analisis kualitatif melalui studi literatur, telaah dokumen, wawancara, dan observasi lapangan. Analisis dilakukan melalui empat tahap, yaitu pemetaan kerawanan banjir berbasis machine learning dengan membandingkan Random Forest dan Gradient Boosting; identifikasi karakteristik bangunan dan penduduk melalui konflasi building footprint, klasifikasi fungsi bangunan, pemetaan populasi dasimetrik, serta estimasi sebaran MBR berbasis proksi spasial; analisis kerentanan dan risiko banjir skala bangunan berdasarkan komponen sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan; serta analisis potensi dan prioritas small-scale Nature-Based Solutions menggunakan kesesuaian spasial berbasis boolean overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Random Forest menjadi model terbaik dengan nilai AUC-ROC sebesar 0,9658, lebih tinggi dibandingkan Gradient Boosting sebesar 0,9478. Hasil konflasi menghasilkan 88.630 unit bangunan, dengan 13.348 bangunan permukiman atau 20,68% dari total bangunan permukiman teridentifikasi memiliki indikasi informalitas morfologi tinggi. Analisis risiko menunjukkan 11.998 bangunan berada pada kelas risiko tinggi dan sangat tinggi, dengan konsentrasi terbesar di Desa Lembang. Pada analisis small-scale Nature-Based Solutions, green roof dan rain barrel berpotensi diterapkan pada 73.987 bangunan dengan luas atap potensial 5.336.613,83 m² atau 79,75% dari total luas atap yang dianalisis. Untuk tipologi skala lingkungan, potensi terbesar terdapat pada rain garden seluas 195,55 ha danviii infiltration trench seluas 168,47 ha. Hasil prioritas menunjukkan 118,48 ha area prioritas NbS skala lingkungan dari 180,06 ha area potensial, dengan konsentrasi terbesar di Desa Lembang dan Kayuambon. Kawasan Perkotaan Lembang, khususnya Pasar Panorama, Jl. Grand Hotel, sekitar Situ PPI, serta koridor Kayuambon–Maribaya–Pangragajian–Pusdikajen, menjadi lokasi awal yang relevan untuk kombinasi detention basin, rain garden, infiltration trench, dan permeable pavement. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi machine learning, data bangunan, populasi dasimetrik, informalitas morfologi, dan analisis kesesuaian NbS dapat menghasilkan informasi risiko banjir yang lebih rinci untuk mendukung perencanaan pengurangan risiko banjir berbasis skala bangunan.

2026
👤 Penulis: Muhammad Farid Rizqi
🏷️ Banjir 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN ULANG TAMAN LANSIA PENGGILINGAN SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK DENGAN PENDEKATAN RAMAH LANSIA DAN PLACEMAKING

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di kawasan perkotaan menuntut tersedianya ruang terbuka publik yang mampu mewadahi kegiatan, kebutuhan, dan sosiabilitas lansia. Taman Lansia Penggilingan di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur merupakan ruang terbuka publik yang secara identitas ditujukan bagi lansia, namun kondisi fasilitas, aksesibilitas, dan pemanfaatan ruang menunjukkan bahwa fungsinya belum sepenuhnya terwujud. Penelitian ini bertujuan melakukan perancangan ulang Taman Lansia Penggilingan melalui pendekatan ramah lansia dan placemaking untuk menghasilkan kawasan yang mendukung keamanan dan kenyamanan, aksesibilitas, serta aktivitas dan sosiailitas. Analisis dilakukan melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kasus dengan studi literatur, studi preseden, observasi lapangan, wawancara, dan kuesioner. Didapatkan hasil, perancangan taman ramah lansia berbasis placemaking perlu memperhatikan empat kriteria utama, yaitu keamanan dan kenyamanan lingkungan, dukungan aksesibilitas dan orientasi ruang, fungsi dan aktivitas, serta sosiabilitas, yang kemudian diterjemahkan ke dalam prinsip normatif perancangan. Identifikasi kondisi eksisting mengindikasikan kawasan mempunyai potensi lokasi strategis dan kemudahan akses. Namun, masih dijumpai persoalan berupa fasilitas yang kurang terawat, aksesibilitas dan sirkulasi yang belum ramah lansia, keterbatasan fasilitas pendukung aktivitas lansia, serta belum optimalnya pemanfaatan taman oleh lansia sebagai pengguna utama. Berdasarkan temuan tersebut, disusun rancangan ulang yang mengintegrasikan zona aktif dan zona pasif, sistem sirkulasi yang lebih aman dan mudah diakses, serta berbagai fasilitas pendukung bagi lansia dan pengguna lainnya. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis prinsip normatif yang mengintegrasikan pendekatan ramah lansia dan placemaking sebagai dasar perancangan ulang taman. Secara akademik, penelitian ini memperkaya kajian perancangan ruang terbuka publik melalui integrasi kedua pendekatan tersebut, sedangkan secara praktis hasilnya dapat menjadi referensi dalam pengembangan ruang publik ramah lansia yang mendukung aktivitas, interaksi sosial, dan sosiabilitas pengguna.

2026
👤 Penulis: Raysha Aurel Rizqyka
🏷️ Taman Lansia 🏷️ Placemaking 🏷️ Manajemen Ruang Terbuka Publik

ANALISA ANOMALI PANGSA PASAR DAN INISIATIF STRATEGIS TELKOMSEL DI WILAYAH PEDESAAN BANTEN

PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) memiliki pangsa pasar nasional sebesar 48,6% pada tahun 2025, namun pangsa pasarnya di Branch Serang, yang mencakup enam wilayah geografis di Provinsi Banten, hanya 25,38% per Februari 2026. Kesenjangan 23 persen poin ini merupakan anomali signifikan yang tidak dapat dijelaskan oleh kualitas jaringan maupun harga, karena infrastruktur Telkomsel kompetitif di wilayah tersebut dan regulasi harga industri pasca-2025 telah menghilangkan harga sebagai pembeda utama. Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor pendorong kesenjangan tersebut dan mengembangkan inisiatif strategis berbasis bukti untuk pemulihan pangsa pasar. Penelitian menerapkan desain mixed methods convergent parallel dengan filosofi pragmatis. Komponen kualitatif terdiri dari wawancara mendalam dengan tiga narasumber senior yang merepresentasikan perspektif komersial, analitis, dan eksekusi lapangan di Telkomsel. Komponen kuantitatif terdiri dari survei terstruktur terhadap 347 pelanggan prabayar perdesaan yang tersebar di enam cluster Branch Serang, mengukur persepsi dan perilaku melalui delapan belas item Likert ditambah variabel demografis dan perilaku. Data kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik mengikuti Braun dan Clarke, sementara data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, tabulasi silang dengan uji chi-square, dan segmentasi perilaku. Temuan terintegrasi mengidentifikasi lima pendorong yang saling terkait. Pertama, kesenjangan persepsi yang persisten, dengan pengguna non-Telkomsel memberikan skor persepsi premium yang lebih tinggi (3,53-3,79) dibandingkan pengguna saat ini (3,24), mengkonfirmasi Teori Disonansi Kognitif dalam konteks perdesaan. Kedua, inersia perilaku yang diperkuat oleh norma keluarga dan komunitas. Ketiga, penurunan ARPU struktural akibat adopsi WiFi rumah, dengan 66,6% responden mengurangi pembelian paket data seluler. Keempat, segmen muda yang kurang terlayani, dengan pangsa Telkomsel hanya 46,7% pada kelompok usia 12-17 tahun dibandingkan 71,7% pada usia 35-44 tahun (chi-square p=0,001). Kelima, keterbatasan otoritas eksekusi di tingkat branch. Empat segmen perilaku diidentifikasi, dengan segmen muda (S3, sekitar 22% dari sampel) diprioritaskan sebagai target akuisisi strategis. Solusi bisnis yang diusulkan mengintegrasikan analisis matriks TOWS, kerangka STP, dan bauran pemasaran 7P ke dalam peta jalan implementasi bertahap yang mencakup inisiatif tingkat branch dan tingkat korporat. Prioritas tingkat branch meliputi peningkatan skala program akar rumput Kampung Telkomsel (divalidasi oleh ketiga narasumber), aktivasi tokoh komunitas, uji coba saluran distribusi koperasi desa (kopdes), dan penerapan kampanye micro-influencer untuk segmen muda. Prioritas tingkat korporat meliputi penyegaran portofolio produk untuk anak muda, perancangan paket ringan komplementer WiFi, peningkatan struktur komisi outlet, dan adopsi kerangka KPI ganda Subscriber Online (SO) dan Revenue Generating Base (RGB). Penelitian ini memberikan kontribusi empiris pada Teori Disonansi Kognitif, BJ Fogg Behavior Model, dan literatur bottom-of-the-pyramid (BoP) dalam konteks telekomunikasi perdesaan pasar berkembang.

2026
👤 Penulis: Raden Agie Satria Akbar
🏷️ Teori Disonansi Kognitif 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Perdesaan 🏷️ Bj Fogg Behavior Model

ANALISIS ZONASI DI KAWASAN KECAMATAN KEMBANGAN, JAKARTA BARAT AKIBAT PERKEMBANGAN KORIDOR JL. PURI INDAH RAYA DENGAN MARKET APPROACH

Koridor Jl. Puri Indah Raya, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat ditetapkan dalam RDTR Provinsi DKI Jakarta (Pergub No. 31 Tahun 2022) sebagai kawasan perumahan kepadatan tinggi dan sangat tinggi (sub-zona R-1 dan R-2). Namun, dinamika sosial-ekonomi perkotaan yang pesat mendorong pergeseran fungsi lahan yang signifikan, di mana kawasan yang semestinya didominasi hunian kini banyak ditempati kegiatan perdagangan dan jasa seperti kafe, restoran, klinik, kantor, dan ruko. Kesenjangan ini sejalan dengan teori location and land use Alonso (1964) yang menyatakan bahwa lahan perkotaan cenderung beradaptasi menuju fungsi dengan kemampuan membayar sewa tertinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidaksesuaian zonasi di RDTR dengan penggunaan lahan eksisting, sekaligus mengkaji nilai lahan menggunakan Market Approach sebagai dasar penilaian arah perubahan fungsi kawasan. Metode yang digunakan meliputi analisis spasial overlay dengan ArcGIS, identifikasi transformasi fungsi bangunan, analisis pola aktivitas dan volume lalu lintas, serta penilaian nilai tanah melalui Market Approach dengan perbandingan subject property dan tiga comparable properties yang dilengkapi sequential adjustment berdasarkan karakteristik lahan, lingkungan, prospek pasar, dan harga penawaran. Data harga lahan turut diekstrapolasi hingga tahun 2026 untuk mengukur tren perubahan nilai lahan secara kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan ketidaksesuaian nyata antara RDTR dan kondisi eksisting, di mana sebagian besar kegiatan yang berkembang merupakan perdagangan dan jasa yang tidak sesuai peruntukan perumahan. Penilaian Market Approach mengindikasikan nilai lahan telah melampaui kisaran harga pasar permukiman, mencerminkan tekanan mekanisme pasar yang kuat ke arah fungsi komersial, yang diperparah oleh celah regulasi dan lemahnya sanksi pengendalian tata ruang. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan penyesuaian zonasi menjadi zona perdagangan dan jasa atau mixed-use, disertai penyesuaian intensitas pemanfaatan ruang (KDB, KLB, KDH) yang proporsional guna mendukung pembangunan kawasan secara terencana dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Angella Leticia
🏷️ Geografis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Nilai Lahan

STUDI PARAMETRIK PENGARUH KEDALAMAN GALIAN, KELAS SITUS, DAN RASIO GEOMETRI TERHADAP PLANE STRAIN RATIO (PSR) DINDING PENAHAN TANAH PADA KASUS GALIAN DALAM UNTUK KONSTRUKSI TEROWONGAN PEJALAN KAKI

Analisis galian dalam umumnya disederhanakan dengan model dua dimensi (2D) berasumsi plane strain, namun pendekatan ini mengabaikan efek kekangan sudut (corner effect) sehingga menghasilkan prediksi deformasi dan gaya dalam yang konservatif. Untuk mengkuantifikasi pengaruh perilaku tiga dimensi tersebut, digunakan konsep Plane Strain Ratio (PSR) yang diperkenalkan oleh Ou et al. (1996). Penelitian ini bertujuan memberikan validasi PSR yang lebih komprehensif pada galian skala kecil berupa terowongan pejalan kaki, dengan meninjau pengaruh kedalaman galian (????????), kelas situs, dan rasio geometri (B/L) terhadap empat parameter respons: deformasi lateral dinding, penurunan tanah di belakang dinding, momen lentur, dan gaya geser. Analisis dilakukan menggunakan PLAXIS 2D dan PLAXIS 3D dengan model konstitutif Soft Soil dan Hardening Soil, pada variasi dua kelas situs (SD dan SE), tiga kedalaman galian (7.25 m; 11.5 m; 14.5 m), dan enam rasio geometri (B/L = 0.1; 0.25; 0.4; 0.5; 0.75; 1.0) dengan lebar galian konstan B = 9.2 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio geometri (B/L) merupakan parameter paling dominan; pada galian persegi (B/L = 1.0), efek tiga dimensi sangat signifikan dengan rata-rata efisiensi desain mencapai 91% untuk deformasi lateral, 78% untuk momen lentur, 76% untuk gaya geser, dan 96% untuk penurunan tanah. Kedalaman galian dan kelas situs berpengaruh lebih kecil, di mana tanah lebih kaku (SD) menghasilkan PSR lebih tinggi dibandingkan tanah lunak (SE). Pola perubahan PSR pada galian skala kecil konsisten dengan temuan galian skala besar, dan kriteria ????/???????? > 6 (Finno et al., 2007) tetap valid sebagai batas konservatif untuk memprediksi kondisi mendekati plane strain.

2026
👤 Penulis: Sky Lee
🏷️ Geologi 🏷️ Analisis Struktur Tanah 🏷️ Teknik Pengeboran

INVESTIGASI EFISIENSI PENYISIHAN PROSES OKSIDASI LANJUTAN (AOP) TERHADAP ZAT WARNA DAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) PADA AIR LIMBAH TEKSTIL SINTETIS

Limbah cair tekstil mengandung pewarna sintetis yang sangat persisten dan polutan organik yang sulit dihilangkan menggunakan metode pengolahan konvensional. Penelitian ini menyelidiki dua Proses Oksidasi Lanjutan Fotokimia (AOPs), i.e., yaitu proses UV/H2O2 menggunakan katalis TiO2 dan proses foto- Fenton menggunakan katalis oksida besi yang dimodifikasi Cu, untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam mendegradasi pewarna Direct Yellow 12 dan mengurangi Chemical Oxygen Demand (COD). Serangkaian percobaan batch dilakukan untuk mengoptimalkan parameter operasi utama, termasuk pH, dosis katalis, konsentrasi H2O2, dan daya lampu UV. Karakterisasi katalis menggunakan XRD, SEM, dan UV-DRS mengkonfirmasi fase Kristal, morfologi, dan sifat optik katalis, dengan oksida besi yang dimodifikasi Cu menunjukkan penyerapan cahaya tampak yang kuat dan celah pita yang lebih kecil dibandingkan dengan TiO2. Hasil optimasi menunjukkan bahwa proses UV/H2O2 menggunakan TiO2 mencapai kinerja pengolahan keseluruhan tertinggi pada kondisi optimum pH 3, 0,5 g/L TiO2, 0,005% H2O2, dan daya UV 300 W, menghasilkan penghilangan zat warna 90,7%, penghilangan COD 98,0%, dan dengan konstanta laju reaksi (k) untuk penghilangan zat warna dan penghilangan COD secara berturut-turut adalah 0,0158 min?¹ dan 0,0205 min?¹. Sebaliknya, proses photo-Fenton berkinerja terbaik pada pH 3, 0,5 g/L oksida besi yang dimodifikasi Cu, 0,01% H2O2, dan daya UV 500 W, mencapai penghilangan zat warna 86,2%, pengurangan COD 94,2%, dan konstanta laju reaksi (k) untuk penghilangan zat warna dan penghilangan COD secara berturut-turut adalah 0,0178 min?¹ dan 0,0204 min?¹. Meskipun katalis yang dimodifikasi Cu menunjukkan penyerapan cahaya tampak yang lebih luas, TiO2 menunjukkan efisiensi degradasi yang lebih unggul, kemungkinan karena stabilitas pembawa muatan yang lebih baik, pemanfaatan sinar UV yang lebih kuat, dan pengurangan kehilangan rekombinasi muatan di bawah iradiasi UV. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa proses UV/H2O2 dengan TiO2 pada 300 W menawarkan jalur oksidasi lanjutan yang paling efektif dan ekonomis untuk mengolah air limbah yang tercemar pewarna, sementara proses foto-Fenton oksida besi yang dimodifikasi Cu tetap menjadi alternatif yang kuat dalam kondisi 3 iradiasi tinggi. Hasil ini memberikan panduan praktis untuk memilih dan

2026
👤 Penulis: Aung Thet Ko
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 113 dari 6754
💬