📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PENGEMBANGAN SEL TUNGGAL DAN STACK SOFC/SOEC REVERSIBLE DENGAN DOPING (LI-NA)2CO2

Teknologi Reversible Solid Oxide Cell (RSOC) menawarkan solusi penyimpanan energi berkelanjutan dengan kemampuan operasi ganda sebagai Solid Oxide Fuel Cell (SOFC) dan Solid Oxide Electrolysis Cell (SOEC). Teknologi ini sangat menjanjikan untuk integrasi energi terbarukan karena mampu mengkonversi listrik menjadi bahan bakar (power-to-gas) dan sebaliknya saat dibutuhkan. Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi kinerja sel tunggal serta susunan (stack) 2 sel RSOC berbasis anode-supported dengan material anoda NiO-CSZ, elektrolit CSZ yang didoping (Li-Na)2CO2 sebesar 7,5%-berat, dan katoda CCZO. Karakterisasi elektrokimia dilakukan pada rentang suhu 600–800°C dengan variasi laju alir gas hidrogen dan udara. Hasil menunjukkan sel tunggal mode SOFC mencapai OCV 0,193 V dan rapat daya maksimum 0,311 mW/cm² pada 800°C, sedangkan mode SOEC mencapai overpotensial 1,257 V pada rapat arus 0,454 mA/cm². Konfigurasi stack 2 sel menghasilkan OCV 0,506 V dan rapat daya maksimum 0,51 mW/cm² pada 800°C, yang lebih tinggi dari sel tunggal, dengan overpotensial per sel yang lebih rendah (0,898 V) dibandingkan sel tunggal. Namun, kinerja stack masih terbatas oleh masalah rekayasa seperti distribusi gas yang tidak merata dan kebocoran sealant. Analisis SEM-EDS dan XRD mengkonfirmasi terjadinya degradasi parah akibat kekurangan pasokan bahan bakar, yang ditandai dengan oksidasi nikel, degradasi fase elektrolit CSZ, serta korosi pada current collector, terutama pada sel stack bagian atas setelah proses reversible. Hasil ANOVA menunjukkan temperatur operasi sebagai faktor paling berpengaruh terhadap kinerja. Penelitian ini menegaskan potensi besar material berbasis CSZ-(Li-Na)2CO2 untuk aplikasi RSOC, namun sekaligus menekankan perlunya optimasi desain stack dan manajemen termal guna meningkatkan efisiensi dan ketahanan jangka panjang sistem.

2026
👤 Penulis: Nazalni Ahzam
🏷️ Solid Oxide Cell (Sofc) 🏷️ Solid Oxide Electrolysis Cell (Soec) 🏷️ Material Berbasis Csz-(Li-Na)2Co2

DIGITALISASI PETA GEOLOGI DALAM BENTUK TIGA DIMENSI

Penyusunan peta geologi di wilayah daratan Indonesia telah dilaksanakan sejak awal abad ke-19. Dimulai oleh penjelajahan yang dilakukan Junghuhn (1809-1864), kegiatan pemetaan geologi pada awalnya lebih mengarah pada penyelidikan geologi untuk mendukung eksplorasi. Perkembangan selanjutnya kegiatan ini tidak saja untuk mendukung penyediaan sumber daya mineral dan energi, akan tetapi telah berkembang sebagai pendukung sektor pembangunan lainnya. Kemajuan dalam teknologi komputerisasi menuntut adanya perubahan bentuk visualisasi dari peta geologi konvensional yang bersifat dua dimensi menjadi sebuah peta geologi yang bersifat tiga dimensi. Bentuk tiga dimensi ini dapat dilakukan dengan proses digitalisasi. Digitalisasi peta geologi menghasikan peta geologi tiga dimensi yang akan menggambarkan bentuk dari lapisan-lapisan batuan dari berbagai sudut pandang yang pada peta geologi konvensional penggambarannya bentuk dari lapisan-lapisan batuan hanya dapat terlihat melalui bentuk penampangnya saja yang tergantung dari potongan atau sayatan yang diperlihatkan oleh pemeta. Hasil akhir dari peta geologi digital ini bila diolah lebih lanjut selain dapat diketahui bentukan penampang juga dapat dilakukan perhitungan volume pada tiap lapisan dengan metode penampang, metode grid dan metode komposit

2026
👤 Penulis: Budi Riantino
🏷️ Geofisika Digital 🏷️ Analisis Volume Geologi 🏷️ Peta Geologi Tiga Dimensi

STUDI SPASIAL ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES (MART.) SOLMS) DAN HUBUNGANNYA DENGAN KUALITAS AIR UNTUK KONSERVASI EKOSISTEM AIR TAWAR DI JAWA BARAT

Ekosistem air tawar mengalami penurunan biodiversitas yang signifikan, salah satu penyebab utamanya adalah invasi tumbuhan asing Eichhornia crassipes. Spesies ini dapat mendominasi perairan, mengubah fungsi ekosistem, dan berpotensi menghambat pencapaian SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi. Penelitian mengenai spesies ini sebagian besar berfokus pada pemanfaatan biomassa, produksi bioenergi, bioadsorben, fitoremediasi, dan berbagai aplikasi biokimia. Sementara, kajian ekologis yang mengintegrasikan pemetaan berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan pengambilan sampel lapangan untuk mengkuantifikasi okupansi, distribusi, densitas, dan biomassa populasi serta mengaitkannya dengan kualitas air masih terbatas. Penelitian ini mengukur parameter kualitas air mencakup oksigen terlarut (DO), suhu, pH, konduktivitas, total padatan terlarut (TDS), kecepatan arus, transparansi, nutrien, dan klorofil-a. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E. crassipes menempati 3,10–12,41% area, dengan densitas 15–20 individu/m² dan biomassa sebesar 164–299 g/individu (basah) serta 24–53 g/individu (kering). Secara spasial, E. crassipes terkonsentrasi pada zona yang relatif terlindung dan berpotensi menerima input nutrien, seperti zona litoral, area sekitar akuakultur, dan sebagian area inlet. Tingginya nilai densitas tanaman berasosiasi dengan rendahnya DO dan klorofil-a, serta tingginya suhu, konduktivitas, TDS, transparansi, dan nitrit. Evaluasi kualitas air berdasarkan baku mutu air menunjukkan bahwa lokasi terinvasi cenderung memiliki kelas mutu yang lebih rendah, terutama akibat rendahnya DO dan tingginya konsentrasi nutrien pada beberapa lokasi. Berdasarkan data spasial dan lapangan, pengelolaan konservasi ekosistem air tawar yang terinvasi perlu dilakukan berbasis data seperti penetapan zona prioritas, pengendalian input nutrien, pencegahan penyebaran, pemantauan berbasis UAV, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

2026
👤 Penulis: Hanif Syafrian Purnama
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Eksotika Ekosistem Air Tawar

PROYEKSI LAND USE LAND COVER (LULC), DEFORESTASI, DAN CARBON LOSS DALAM MENDUKUNG PELESTARIAN HEART OF BORNEO DI KALIMANTAN UTARA (1990-2040)

Kalimantan Utara merupakan bagian inti kawasan Heart of Borneo (HoB) yang memiliki peran ekologis strategis. Ekspansi perkebunan dan pertanian terus mendorong deforestasi, sehingga mengancam integritas kawasan HoB sekaligus menurunkan simpanan karbon yang penting bagi pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika deforestasi dan driving factors-nya selama periode 1990– 2020, mengestimasi simpanan karbon dan carbon loss, memproyeksikan perubahan tutupan lahan tahun 2030 dan 2040 melalui tiga skenario, serta mengevaluasi implikasinya terhadap pelestarian kawasan HoB. Penelitian dilakukan di Provinsi Kalimantan Utara dengan pendekatan analisis perubahan Land Use Land Cover, estimasi karbon berbasis look-up table, dan pemodelan Land Change Modeler pada perangkat lunak TerrSet. Seleksi driving factors dilakukan menggunakan Uji Pearson, sedangkan validasi model menggunakan Kappa. Hasil penelitian menunjukkan kehilangan tutupan hutan sebesar 701.917 ha selama 1990–2020, dengan laju tertinggi terjadi pada periode 2000–2011. Simpanan karbon menurun dari 1,369 GtC pada 1990 menjadi 1,234 GtC pada 2020, dengan carbon loss sebesar 136,89 juta ton C. Pemodelan LULC tahun 2020 memperoleh nilai Kappa sebesar 0,88 dan accuracy rate rata-rata 89,17%, sehingga dinilai layak untuk proyeksi masa depan. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa skenario Forest Conservation menghasilkan simpanan karbon tertinggi dan carbon loss terendah, sedangkan skenario Plantation Expansion menunjukkan dampak paling negatif. Skenario Forest Conservation menghasilkan penyerapan karbon tertinggi dan kehilangan terendah, menjadikannya strategi paling efektif yang sesuai dengan tujuan konservasi HoB dan target NDC Indonesia.

2026
👤 Penulis: Asma Syahidah Wigati
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

MODEL TERPADU PERENCANAAN PRODUKSI DAN PETI KEMAS SERTA OPERASI PELABUHAN DAN GUDANG UNTUK PENGENDALIAN INVENTORI DI PERUSAHAAN PULP AND PAPER DENGAN MENGGUNAKAN DINAMIKA SISTEM

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya inventori pada perusahaan pulp and paper yang dipengaruhi oleh hubungan dinamis antara perencanaan produksi, perencanaan peti kemas, serta operasi pelabuhan, gudang, dan transportasi dalam sistem logistik terintegrasi. Kompleksitas masalah meningkat akibat karakteristik sistem produksi make-to-order dalam lingkungan business-to-business. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model terpadu untuk pengendalian inventori dan merumuskan kebijakan yang mampu meningkatkan kinerja sistem. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model dinamika sistem dengan mengintegrasikan subsektor pelabuhan dan perencanaan peti kemas sebagai bagian endogen dalam struktur model, serta mengembangkan formulasi matematis berbasis observasi empiris yang merepresentasikan interaksi dinamis antar subsektor logistik. Pemilihan subsektor pelabuhan dan perencanaan peti kemas didasarkan pada analisis sistem terkait masalah penelitian. Metodologi yang digunakan adalah dinamika sistem dengan pengembangan stock and flow diagram yang diimplementasikan dalam Vensim DSS. Model divalidasi menggunakan Theil’s Inequality Statistics Test dan kemudian dianalisis melalui uji sensitivitas terhadap ketidakpastian parameter. Setelah model valid dan robust, luaran simulasi model dioptimisasi menggunakan algoritma Powell untuk memperoleh kebijakan optimal dalam ruang solusi. Pendekatan optimisasi dilakukan untuk menghasilkan kebijakan optimal dengan mensimulasikan seluruh ruang solusi secara simultan, berbeda dengan pendekatan tradisional dinamika sistem yang umumnya mengembangkan skenario parsial dalam mengubah variabel keputusan secara bertahap. Berdasarkan hasil proses optimisasi, dilakukan analisis sensitivitas simultan terhadap variabel keputusan untuk mengetahui dampak perubahan terhadap variabel ukuran kinerja. Hasil menunjukkan rancangan kebijakan optimal bersifat robust sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun rencana implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan mampu merepresentasikan perilaku sistem secara memadai. Temuan utama menunjukkan ii bahwa akumulasi inventori tidak disebabkan oleh keterbatasan kapasitas produksi, tetapi oleh ketidaksinkronan antar subsektor, khususnya antara operasi gudang dan ketersediaan peti kemas. Variabel-variabel tersebut diidentifikasi sebagai leverage points utama dalam sistem. Kapasitas pelabuhan bukan bottleneck utama, namun pelabuhan berperan mendukung efektivitas perencanaan peti kemas. Variabel efisiensi peralatan juga perlu dipertahankan kinerjanya karena parameter tersebut bersifat sensitif. Simulasi menunjukkan bahwa perbaikan koordinasi antar subsektor melalui penyesuaian kapasitas produksi, peningkatan efisiensi gudang, dan pengelolaan peti kemas yang lebih baik dapat mengurangi penumpukan inventori dan meningkatkan kinerja sistem. Kebijakan yang dihasilkan, dengan implementasi bertahap, mampu menurunkan rata-rata inventori gudang dengan kebijakan optimal sebesar 25,74% per tahun dibandingkan dengan kondisi dasar, serta memberikan efek positif terhadap efisiensi operasional dan finansial perusahaan.

2026
👤 Penulis: Widodo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERTUMBUHAN KRISTAL TUNGGAL DAN DINAMIKA KISI MATERIAL OPTIKA NONLINIER TEMBAGA(II) IODAT

Material optika nonlinier (NLO) memiliki polarisasi nonlinier terhadap medan listrik eksternal. Fenomena tersebut dapat menghasilkan gelombang harmonik ataupun gelombang dengan frekuensi kombinasi. Syarat utama yang wajib dimiliki oleh material NLO adalah material tersebut tidak memiliki pusat inversi dalam struktur kristalnya. Selain itu, material NLO yang baik memiliki rigiditas struktur yang rendah, celah pita energi yang tinggi, dan atom dengan polarisabilitas besar. Senyawa berbasis iodat seperti Cu(IO3)2 memiliki simetri rendah dan celah pita energi yang tinggi sehingga menjadi kandidat material NLO. Akan tetapi, Cu(IO3)2 memiliki beberapa polimorf sentrosimetrik yang tidak bersifat optika nonlinier. Riset ini berfokus pada pengendalian pertumbuhan kristal dan studi rigiditas struktur melalui analisis data struktur kristal pada berbagai temperatur. Pertumbuhan kristal tunggal dilakukan dengan metode penguapan dengan gradien temperatur dari prekursor KIO3 dan Cu(NO3)2?2H2O dalam pelarut air. Metode tersebut menghasilkan kristal tunggal dengan ukuran yang bervariasi dalam rentang 10–275 µm. Penentuan struktur kristal dilakukan dengan difraktometer sinar-X kristal tunggal Bruker D8 Venture dengan radiasi Mo K? (? = 0,71073 ?) pada rentang 100–300 K. Penentuan struktur dengan metode langsung dan refinement menghasilkan komposisi Cu(IO3)2?2/3H2O dengan sel satuan triklinik [a = 7,2548(2) ?, b = 7,8472(2) ?, c = 7,9460(2) ?, ? = 105,081(1)º, ? = 96,903(1)º, ? = 93,096(1)º, dan grup ruang P?1] pada 300 K. Pemanasan kristal tunggal Cu(IO3)2?2/3H2O pada 140 ºC selama 24 jam menghasilkan kristal tunggal ?–Cu(IO3)2 dengan sel satuan monoklinik [a = 5,56439(7) ?, b = 5,11189(7) ?, c = 9,26690(12) ?, ? = 95,7764(4)º, dan grup ruang P21] pada 300 K. Kedua senyawa memiliki koefisien muai termal sebesar 0,000075 ?!/$" pada rentang 100–300 K. Parameter pergerakan atom (ADP) menghasilkan temperatur Debye 269,5 K dan 293,9 K masing-masing untuk Cu(IO3)2?2/3H2O dan ?–Cu(IO3)2.

2026
👤 Penulis: John Christian
🏷️ Kristal Tunggal 🏷️ Material Optika Nonlinier 🏷️ Analisis Struktur Kristal

ANALISIS KEBIJAKAN DAN KERANGKA PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK IMPLEMENTASI ENAM PILAR ESG STRATEGIS DI KILANG PERTAMINA

Saat ini terjadi pergeseran paradigma dalam lanskap energi dunia; dengan demikian, perusahaan minyak dan gas yang ada tidak punya pilihan selain mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam model bisnis mereka. Sebagai salah satu pemain penting dalam industri energi milik negara Indonesia, bisnis penyulingan Pertamina menghadapi "Tantangan Ganda" untuk memastikan keamanan energinya sekaligus mencapai NZE 2060. Awalnya, Pertamina memilih untuk mengadopsi model "Enam Pilar Strategis ESG". Namun, muncul kesenjangan kritis antara kepatuhan organisasi dan ketahanan pasar, yang termanifestasi dalam peringkat ESG yang buruk di tingkat internasional, yang menyiratkan bahwa perusahaan tidak mengelola risiko eksternalnya secara efektif dan bahwa mungkin ada ketidaksesuaian dalam alokasi modal. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada penilaian seberapa efisien proses pengambilan keputusan yang ada di tengah paradoks yang dijelaskan dalam masa restrukturisasi perusahaan yang ekstensif, yaitu, penggabungan PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PT PIS) ke dalam organisasi Subholding Downstream yang baru. Untuk tujuan ini, penelitian ini akan menggunakan metodologi analisis kasus tunggal metode campuran. Dengan kata lain, penelitian ini akan menerapkan alat Benchmarking Kinerja dan Analisis Kerangka kerja dari data kualitatif yang dikumpulkan melalui tiga wawancara semi-terstruktur dengan perwakilan Dewan Direksi. Dengan menerapkan Pemecahan Masalah Kepner-Tregoe dan perhitungan Proses Hierarki Analitik Biner (AHP), penelitian ini membuktikan inefisiensi sistem yang ada dan menyerukan pendekatan "Pengambilan Keputusan yang Disesuaikan". Solusi ini menyiratkan peta jalan dan tonggak penting untuk mencapai keselarasan terkait isu-isu materialitas Laporan Keberlanjutan terbaru dan penggabungan Enam Pilar Strategis ESG di perusahaan PT PPN, PT KPI, dan PT PIS sebelumnya.

2026
👤 Penulis: Sri Hartati
🏷️ Enjinieran Manajemen 🏷️ Kebijakan Energi 🏷️ Analisis Kerangka Keputusan

APLIKASI HIDROEKSTRAKSI UNTUK PEMURNIAN GARAM KROSOK SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS EKSPERIMEN DI TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS

Garam merupakan salah satu bahan yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai sektor, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun industri. Namun, garam krosok yang dihasilkan melalui proses evaporasi air laut umumnya masih mengandung berbagai pengotor, seperti ion kalium (K?), magnesium (Mg²?), kalsium (Ca²?), klorida (Cl?), karbonat (CO3²?), sulfat (SO?²?), dan material tak larut lainnya yang menyebabkan kadar natrium klorida (NaCl) belum memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Selain sebagai upaya peningkatan kualitas garam, proses pemurnian garam juga memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran kimia karena melibatkan konsep larutan, kristalisasi, pemisahan campuran, serta analisis kimia. Proyek akhir ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode hidroekstraksi dalam meningkatkan kemurnian garam krosok serta mengimplementasikannya sebagai model pembelajaran kimia berbasis eksperimen pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Sampel garam krosok yang digunakan berasal dari daerah Tegal, Cirebon, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemurnian garam dilakukan dengan metode hidroekstraksi menggunakan larutan garam jenuh sebagai media pencuci dengan prinsip perbedaan kelarutan antara NaCl dan ion-ion pengotor. Tingkat kemurnian garam sebelum dan sesudah pemurnian dianalisis dengan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) untuk menentukan kadar natrium dan titrasi argentometri metode Mohr untuk menentukan kadar klorida. Selain kajian kimia, proyek akhir ini juga mencakup pengembangan dan implementasi modul pembelajaran berbasis eksperimen yang diuji pada 19 siswa kelas X SMA. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Rasch untuk menilai kualitas instrumen dan capaian pembelajaran siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hidroekstraksi mampu meningkatkan kemurnian garam krosok dengan tingkat efektivitas yang berbeda pada setiap sampel. Berdasarkan hasil analisis AAS, kadar NaCl garam asal Tegal meningkat dari 82,6% menjadi 90% dan garam asal Cirebon meningkat dari 92,0% menjadi 94,5%. Sementara itu, hasil analisis menggunakan titrasi argentometri menunjukkan peningkatan kadar NaCl yang lebih tinggi, yaitu dari 92,2% menjadi 99,4% untuk garam Tegal, dari 94% menjadi 99,4% untuk garam NTT, dan dari 98% menjadi 98,5% untuk garam Cirebon. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hidroekstraksi efektif dalam mengurangi kandungan ion pengotor yang terdapat pada garam krosok sehingga meningkatkan tingkat kemurniannya. Hasil analisis Rasch menunjukkan bahwa instrumen memiliki hasil pengukuran yang cukup baik dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan nilai mean dari 12,7 pada pre-test menjadi 14,3 pada post-test. Selain itu, hasil post- test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep pemurnian garam dan konduktivitas larutan setelah mengikuti kegiatan eksperimen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode hidroekstraksi berpotensi digunakan sebagai metode pemurnian garam krosok untuk meningkatkan kadar NaCl sekaligus sebagai konteks pembelajaran kimia berbasis eksperimen yang mampu menghubungkan konsep-konsep kimia dengan aplikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

2026
👤 Penulis: Ananda Salma Ramadhania
🏷️ Hidrologi 🏷️ Pemurnian Garam 🏷️ Pembelajaran Kimia Berbasis Eksperimen

ELEKTROKATALIS HIBRIDA LEMBARAN NANO MXENE (NB2C(OH)2) DAN CUO NANOPORI UNTUK REAKSI EVOLUSI HIDROGEN

Pertumbuhan penduduk, kemajuan industri dan teknologi telah menjadi alasan utama kenaikan permintaan energi secara global. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan tersebut masih digunakan energi fosil yang pada penggunaanya dapat menyebabkan peningkatan emisi CO2. Hal ini, dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan dan kesehatan, sehingga diperlukan pengembangan energi bersih seperti hidrogen (H2). Hidrogen dapat diproduksi melalui proses Reaksi Evolusi Hidrogen (Hydrogen Evolution Reaction/HER). Pada proses tersebut, diperlukan elektrokatalis yang bekerja secara optimal dalam menfasilitasi proses transfer muatan selama proses HER. salah satu elektrokatalis yang menjanjikan adalah lembaran nano MXene (Nb2CTx). Material ini memiliki konduktivits tinggi (2400 S/cm), struktur dan kestabilan kimia yang baik. Permukaan MXene juga dapat dimodifikasi melalui terminasi gugus -OH (Nb2C(OH)2) untuk meningkatkan hidrofilisitas dan kontak dengan elektrolit. Selain MXene, CuO nanopori (nCuO) menawarkan struktur pori unik yang memungkinkan peningkatan situs aktif dan penetrasi elektron yang lebih optimal selama proses HER. Oleh karena itu, dikembangkan elektrokatalis berbasis MXene dan nCuO untuk proses HER. Tujun penelitian ini adalah melakukan sintesis Nb2CTx, Nb2C(OH)2, nCuO, dan hibrida Nb2C(OH)2/nCuO serta melakukan uji kinerja elektrokatalis secara elektrokimia. Sintesis MXene dilakukan melalui proses etching lapisan Al dari MAX phase (Nb2AlC), dengan terminasi permukaan dilakukan menggunakan NaOH. CuO nanopori disintesis menggunakan Silika KIT-6 sebagai template. Berdasarkan karakterisasi FT-IR, Nb2CTx MXene hasil sintesis menunjukan adanya pita serapan khas Material MXene seperti Nb-OH (915 cm-1), Nb-O (689 cm-1), dan Nb-C (542 cm-1), adapun Nb2C(OH)2 menunjukan adanya pergerseran pita serapan Nb-OH ke bilangan 882 cm-1 sebagai indikasi dari terminasi permukaan dengan -OH. Karakterisasi XRD juga mempertegas keberhasilan sintesis ditandai dengan pergeseran puncak (002) ke 2? 7,2? (Nb2CTx) dan 6,75? (Nb2C(OH)2) serta hilangnya puncak 39,08? (103). Selain MXene, CuO nanoprori juga berhasil disintesis menggunakan silika KIT-6 sebagai tamplate. Keberhasilan sintesis nCuO dikonfrimasi melalui FT-IR, ditandai dengan keberadaan pita khas Cu-O (551 cm- 1) dan dari karakteriasai XRD yang menunjukan adanya difraksi 2?= 32?, 35?, dan 38? untuk bidang (110), (?111), dan (111) khas CuO. Keberhasilan dari sintesis hibrida Nb2C(OH)2/nCuO dikonfirmasi melalui adanya integrasi nCuO pada permukaan MXene yang teramati dengan jelas dari analisis Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Trasmission Electron Microscopy (TEM). Integrasi nCuO pada permukaan MXene berkontribusi terhadap peningkatan SBET dari 6,5 m2/g menjadi 21,6 m2/g. Uji kinerja elektrokatalis yang dilakukan secara elektrokimia menunjukkan kinerja hibrida Nb2C(OH)2/nCuO yang paling optimal dengan nilai overpotensial 300 mV pada densitas arus 10 mA/cm2,dan gradien Tafel 43 mV/dec. Jauh lebih unggul dibandingkan Nb2C(OH)2 (470 mV;62 mV/dec), Nb2CTx (554 mV;91 mV/dec) dan nCuO (702 mV;127 mV/dec). Selain menunjukan kinerja yang unggul, elektrokatalis hibrida Nb2C(OH)2/nCuO juga menunjukan stabilitas elektrokimia yang baik untuk pengujian selama 12 jam.

2026
👤 Penulis: Muhammad khairurrozi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN BIOSILIKA DIATOM LAUT TROPIS SEBAGAI MATRIKS PENGAYAAN PROTEIN PENANDA PENYAKIT UNTUK DIAGNOSTIK BERBASIS PROTEOMIK

Diagnosis suatu penyakit umumnya dilakukan setelah pasien mencapai fase simtomatik. Sementara itu, perubahan pada level protein penanda penyakit (biomarker) terjadi jauh lebih dini, yaitu pada fase pra-simtomatik. Oleh karena itu, diagnosis berbasis proteomik memungkinkan deteksi dini penyakit seperti infeksi, kanker, atau autoimunitas. Namun demikian, sinyal albumin serum manusia (human serum albumin) yang merupakan protein paling dominan dalam plasma darah sering kali menutupi sinyal protein penanda penyakit yang terdapat dalam jumlah yang jauh lebih rendah. Salah satu matriks berbasis material alam yang dapat digunakan untuk mengurangi (deplesi) albumin dalam suatu sampel plasma adalah biosilika dari mikroalga jenis diatom. Biosilika diatom memiliki struktur berpori hierarkis dengan permukaan yang kaya gugus silanol, sehingga dapat dimodifikasi melalui proses silanisasi dan berpotensi untuk memekatkan protein-protein penanda penyakit tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan biosilika dari dua spesies diatom laut tropis Indonesia, yaitu Cyclotella striata TBI dan Navicula salinicola NLA sebagai matriks pengayaan protein dengan optimasi afinitas biosilika terhadap protein melalui modifikasi gugus bermuatan positif (APTES) dan hidrofobik (OTS). Kultivasi diatom C. striata TBI menghasilkan biomassa sebesar 916,7127 g dengan produktivitas sebesar 509,28 mg.L–1.hari–1. Isolasi biosilika C. striata TBI berhasil dilakukan dan diperoleh padatan biosilika sebanyak 5,82 gram dengan produktivitas sebesar 0,73 mg.g–1 biomassa. Karakterisasi biosilika, biosilika-APTES, dan biosilika-OTS dari kedua diatom dilakukan dengan instrumen Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengamati morfologi biosilika, Fourier Transform Infra-Red (FTIR) untuk mengidentifikasi gugus fungsi, X-Ray Fluorescence (XRF) untuk menganalisis komposisi SiO2, dan analisis unsur CHNS untuk menentukan komposisi unsur C, H, N, dan S dalam sampel biosilika dan biosilika termodifikasi APTES atau OTS. Analisis proteomik dengan instrumen UPLC-HRMS mengidentifikasi 143 jenis protein plasma darah yang berinteraksi dengan permukaan biosilika. Selanjutnya, analisis menggunakan heatmap, principal component analysis (PCA), ANOVA, dan PLS-DA menunjukkan 8 protein signifikan (FDR ANOVA <0,05; VIP Score >1,2; kelimpahan relatif >1%), yaitu ApoA-I, ApoA-II, serotransferin, transmembran serin protease, antitrombin-III, inter-?-trypsin inhibitor heavy chain H4, ?-2-HS-glikoprotein, dan immunoglobulin heavy constant gamma. Fenomena deplesi albumin terjadi pada semua sampel biosilika dan biosilika termodifikasi APTES atau OTS. ApoA-I dan ApoA-II mengalami pengayaan pada biosilika kedua spesies diatom tanpa modifikasi maupun termodifikasi APTES, ?-2-HS-glikoprotein pada biosilika Navicula tanpa modifikasi, serta imunoglobulin heavy constant gamma pada biosilika Navicula termodifikasi OTS. Keempat protein tersebut memiliki relevansi klinis sebagai penanda penyakit kardiovaskular, agammaglobulinemia (hilangnya kemampuan tubuh untuk memproduksi imunoglobulin), dan hipogammaglobulinemia (rendahnya kemampuan produksi imunoglobulin).

2026
👤 Penulis: Intan Afni Nuraini
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

DINAMIKA INFLASI SLOW-ROLL PADA KOSMOLOGI THICK BRANE MELALUI PELANDAIAN KONFORMAL AKIBAT KOPLING NONMINIMAL TERHADAP SKALAR BRANE DAN GEOMETRI GRAVITASI

Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi teori medan efektif 4-dimensi (4D) dari aksi fundamental ruang 5-dimensi (5D) pada geometri thick braneworld yang stabil. Formulasi lokalisasi materi dan geometri dibangun secara simultan dengan memperkenalkan dua jenis interaksi pada medan inflaton: kopling interaksi skalar (g2?2?2) sebagai penyedia sumur potensial Pöschl–Teller untuk memerangkap fungsi gelombang keadaan dasar (zero-mode), serta kopling nonminimal gravitasi pada ruang berdimensi ekstra (?5D?2?2R5D). Melalui penerapan limit probe dan reduksi dimensional analitis Kaluza-Klein, kerangka ini berhasil merumuskan persamaan aksi efektif 4D di Jordan Frame yang ditandai dengan keberadaan kopling nonminimal efektif 4D (¯?) dan evolusi dinamis Massa Planck. Transformasi asimtotik menuju Einstein Frame memicu fenomena pelandaian konformal (conformal flattening) yang mendistorsi topologi potensial secara drastis. Evaluasi parameter slow-roll membuktikan adanya aturan seleksi yang ketat: mekanisme pelandaian konformal hanya berhasil membentuk plateau inflasi yang stabil pada model kuartik (? ?4). Sebaliknya, intervensi kopling nonminimal mendistorsi model kuadratik menjadi topologi puncak bukit yang gagal berinflasi, serta meruntuhkan model eksponensial dan Starobinsky menjadi wujud peluruhan fisis curam. Berdasarkan evaluasi silang terhadap konstrain presisi rentang observasi satelit Planck 2018, model kuartik ber-kopling nonminimal tervalidasi secara fenomenologis bersamasama dengan model Starobinsky standar murni (¯? ? 0), memprediksi indeks spektral ns ? 0,967 dan rasio tensor-ke-skalar moderat teredam di skala r ? 10?3. Selain itu, evaluasi parameter pelokalisasi ? dan pelebaran latar ? menegaskan adanya rentang probe limit yang lebar, sehingga keberhasilan model ini terbebas dari fine-tuning.

2026
👤 Penulis: Ahmad Hasbi Salimi
🏷️ Kosmologi Thick Braneworld 🏷️ Geometri Gravitasi Extra Dimensi 🏷️ Pelandaian Konformal

ANALISIS KARAKTERISTIK INSULASI PANEL LANTAI EKSTRUSI ALUMINIUM KERETA BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

Fenomena rolling noise akibat kontak roda-rel dan squeal noise di jalur lengkung merupakan kontributor kebisingan utama yang mengganggu kenyamanan akustik kabin kereta api modern. Di sisi lain, tren desain struktur ringan menuntut penggunaan kerangka lantai kereta berbasis panel ekstrusi aluminium. Meskipun ungguk secara struktural, panel ini memiliki kelemahan akustik. Rusuk diagonal internal pada lantai kreta akan bertindak sebagai jembatan struktural pada frekuensi menengah-tinggi, sementara udara dalam rongga memeicu resonansi MAM pada frekuensi rendah-menengah. Kompleksitas ini menjadikan nilai Sound Transmission Loss (STL) jatuh di bawah prediksi Hukum Massa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengnalisis pengaruh peredam pasif dan resonator terdistribusi untuk membuat desain alternatif lantai kereta yang optimal. Penelitian ini dilakukan melalui pemodelan dan simulasi numerik berbasis metode elemen hingga untuk pemodelan kopel vibro-akustik pada domain frekuensi spektrum 1/3 oktaf rentang 125 Hz hingga 4000 Hz di bawah eksitasi medan akustik difus. Simulasi terkait penggunaan material berpori divariasikan berdasarkn resistivitas aliran udaranya. Penggunaan lapisan peredam divariasikan berdasarkan tingkat kekakuan, loss factor, dan ketebalan peredam. Sementara itu, parameter yang dikaji pada penggunaan resonator Helmholtz adalah massa akustik, hambatan akustik viskos, massa induktif leher resonator, dan kapasitansi pegas rongga. Tahap akhir penelitian difokuskan pada pemetaan respons seluruh variasi tersebut untuk merumuskan konfigurasi desain alternatif yang optimal. Panel baseline memiliki indeks STC 41 dengan defisiensi terdalam pada frekuensi 250 Hz. Pengisian rockwool menjaga stabilitas STC di frekuensi tinggi melalui disipasi energi akustik rongga. Sementara itu, penggunaan lapisan peredam CLD pada pelat atas meredam getaran struktural, seingga menaikkan STC menjadi 42. Implementasi resonator terdistribusi mengangkat nilai STC pada frekuensi rendah-menengah dan mempertahankan nilai STC 42. Konfigurasi desain alternatif berupa pengisian rockwool, pelapisan CLD di pela tatas, dan resonator terdistribusi menghasilkan nilai STC 44. ?

2026
👤 Penulis: Rahma Laili Azizah
🏷️ Kondisi Akustik Kereta Api 🏷️ Desain Struktural Panel Lantai 🏷️ Pengendalian Kebisingan

ANALISIS KOMPONEN KUNCI IFRS 17: KUANTIFIKASI PENYESUAIAN RISIKO MORTALITAS

IFRS 17 menetapkan kerangka pengukuran kontrak asuransi yang lebih konsisten dan transparan, dan salah satu komponen utama yang harus diestimasi adalah Penyesuaian Risiko (RA) sebagai kompensasi atas ketidakpastian risiko non-finansial. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan menghitung RA mortalitas sesuai pendekatan IFRS 17 dengan memisahkan tiga sub-risiko utama, yaitu risiko tingkat, katastrofik, dan tren. Perhitungan dimulai dengan menentukan Estimasi Terbaik Liabilitas (BEL) melalui proyeksi arus kas berdasarkan ekspektasi probabilitas dan tidak memuat margin kehati-hatian secara implisit. Risiko tingkat dimodelkan menggunakan distribusi majemuk Poisson dan pendekatan kuantil Cornish-Fisher untuk menangkap variabilitas klaim. Risiko katastrofik dianalisis melalui skenario guncangan pada probabilitas kematian dengan kalibrasi Student-t, sedangkan risiko tren dievaluasi menggunakan model Extended Cairns-Blake-Dowd (CBD) melalui estimasi MLE dan membuat proyeksi tabel mortalitas berdasarkan model tersebut untuk menghasilkan variasi BEL antar periode tren. RA mortalitas total dihitung dengan mempertimbangkan struktur dependensi dan distribusi marginal dari tiap sub-risiko menggunakan Gaussian Copula. Hasil simulasi pada produk Term Life dan Whole Life menunjukkan bahwa risiko tren memberikan kontribusi paling dominan terhadap pembentukan nilai RA akibat ketidakpastian yang terakumulasi dalam jangka panjang. Agregasi menggunakan Gaussian Copula terbukti memberikan manfaat diversifikasi yang membuat pencadangan modal risiko menjadi lebih efisien. Analisis sensitivitas juga mengonfirmasi bahwa nilai RA sangat dipengaruhi oleh durasi pertanggungan, usia tertanggung, dan tingkat kepercayaan, serta model usulan ini menghasilkan estimasi ketidakpastian yang lebih representatif dan aman dibandingkan praktik konvensional industri yang cenderung mengabaikan risiko parameter.

2026
👤 Penulis: Juan Alexander Piero
🏷️ Ifrs 17 🏷️ Kuantifisasi Risiko Asuransi Mortalitas 🏷️ Analisis Sensitivitas Risiko

PENERAPAN METODE AGGREGATE COST BERBASIS MULTIPLE DECREMENT DALAM PERHITUNGAN KEWAJIBAN DAN PENDANAAN DANA PENSIUN

Program pensiun merupakan bentuk perlindungan finansial bagi karyawan setelah memasuki masa pensiun. Dalam program pensiun manfaat pasti, pemberi kerja perlu memastikan bahwa dana yang tersedia mampu memenuhi kewajiban pembayaran manfaat di masa mendatang. Perhitungan kewajiban dana pensiun menggunakan metode Aggregate Cost (AGG) berbasis model multiple decrement (MD) empat penyebab keluar, yaitu: pensiun normal, kematian, disabilitas, dan pengunduran diri. Sebagai studi kasus, digunakan data peserta aktif Perusahaan ABC per 1 Januari 2025 dengan periode proyeksi 30 tahun. Hasil perhitungan menunjukkan Normal Cost Rate (NCR) awal sebesar 13,20% yang menurun secara konsisten hingga 6,77% pada tahun ke-28. Penurunan ini disebabkan oleh akumulasi kontribusi, pertumbuhan imbal hasil investasi, dan berkurangnya jumlah peserta aktif. Proyeksi pembayaran manfaat menunjukkan pola yang relatif datar dan berfluktuasi tanpa puncak tunggal yang dominan, mencerminkan distribusi usia peserta yang merata. Analisis sensitivitas menunjukkan perubahan tingkat diskonto dan pemilihan tabel mortalitas memengaruhi pola NCR secara berpotongan antar skenario, sedangkan perubahan asumsi kenaikan gaji menghasilkan pola yang konsisten, yaitu kenaikan gaji yang lebih tinggi menghasilkan NCR yang lebih tinggi, sedangkan kenaikan gaji yang lebih rendah menghasilkan NCR yang lebih rendah.

2026
👤 Penulis: Felix Gerald Sutanto
🏷️ Keuangan Pensiun 🏷️ Analisis Sensitivitas 🏷️ Metode Aggregate Cost

STUDI ARSITEKTUR KOLONIAL DI KOTA BENGKULU PERIODE EAST INDIA COMPANY (1685-1825) HINGGA DUTCH EAST INDIES (1825-1942)

Kota Bengkulu memiliki sejarah panjang yang tercatat sejak awal abad ke-12 pada masa Kerajaan Empat Petulai dan kerajaan lokal lainnya, jauh sebelum bangsa Eropa mendarat di wilayah Pantai Barat Sumatera. Kota Bengkulu pernah didominasi oleh dua kekuatan kolonial dari Eropa, yaitu East India Company (1685-1825) dan Dutch East Indies (1825-1942). Selama 140 tahun, bangsa Inggris berperan signifikan dalam membentuk struktur tata kota Bengkulu. Dalam masa transisi pendudukan kolonial, Kota Bengkulu diserahkan kepada Dutch East Indies atas manifestasi Traktat London 1824, yang menandai awal periode kolonial Belanda selama 117 tahun. Penelitian ini berfokus pada perkembangan arsitektur kolonial masa pendudukan bangsa Inggris dan Belanda. Warisan arsitektur yang didirikan oleh kolonial Inggris beralih fungsi dan diduga mengalami modifikasi oleh kolonial Belanda. Proses tersebut membentuk lapisan historis yang tumpang tindih, sehingga menjadikan narasi sejarah yang kompleks. Tingginya distorsi dan akumulasi perubahan bahkan jauh setelah pascakemerdekaan berisiko menyamarkan nilai historis yang dimiliki oleh bangunan kolonial di Bengkulu. Terbatasnya dokumentasi terkait arsitektur kolonial di Kota Bengkulu menyebabkan rentannya eksistensi bangunan tersebut. Di samping itu, terbatasnya penelitian yang tersedia terkait topik ini mengindikasikan bahwa arsitektur kolonial di Kota Bengkulu belum banyak dibahas dalam ranah akademik maupun nonakademik. Penelitian ini bertujuan memetakan persebaran arsitektur kolonial melalui kajian peta historis; mengidentifikasi elemen arsitektur dan material; serta mengidentifikasi karakteristik arsitektur kolonial di Kota Bengkulu. Hal ini berfungsi untuk menguraikan narasi Kota Bengkulu secara lebih utuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif-eksploratif. Metode ini menerapkan konsep sinkronis dan diakronis untuk mengonfirmasi data sejarah dan bukti fisik di lapangan. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis peta historis, dokumentasi bangunan kolonial, serta observasi di lapangan. Penelitian ini berupaya memperluas wacana akademik terkait arsitektur kolonial di Indonesia, khususnya di wilayah Pantai Barat Sumatera. Di samping itu, penelitian ini juga dimaksudkan untuk dapat menjadi referensi bagi tim ahli cagar budaya dan pemangku kepentingan dalam pemerintahan guna merumuskan strategi pelestarian bangunan dan kawasan bersejarah di Kota Bengkulu.

2026
👤 Penulis: Tiara Farastri Amanda Utami
🏷️ Sejarah Kolonial 🏷️ Arsitektur Kolonial 🏷️ Pengelolaan Warisan Budaya
Halaman 115 dari 6754
💬