📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PEMODELAN RISIKO MORTALITAS STOKASTIK DAN PREDIKSI MORTALITY-AT-RISK BERBASIS EKSPEKTIL UNTUK PERHITUNGAN ANUITAS JIWA

Mortalitas menjadi salah satu tantangan bagi perusahaan asuransi jiwa. Hal ini disebabkan oleh sifat laju mortalitas yang dinamis dan tidak konstan sepanjang waktu. Ketidakpastian laju mortalitas dapat memengaruhi kecukupan dana yang dimiliki perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang. Oleh karena itu, pemodelan laju mortalitas dengan asumsi variansi konstan menjadi kurang tepat. Model Autoregressive (AR) digunakan untuk memodelkan mean bersyarat laju mortalitas, sedangkan model Autoregressive Conditional Heteroscedastic (ARCH) dan Generalized ARCH (GARCH) digunakan untuk memodelkan volatilitas bersyarat yang berubah terhadap waktu. Ukuran risiko Mortality-at-Risk (MaR) diperlukan untuk mengukur risiko penurunan laju mortalitas. MaR diprediksi menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan berbasis kuantil (qMaR) yang mengukur batas penurunan mortalitas pada tingkat kepercayaan tertentu, dan pendekatan berbasis ekspektil (eMaR) yang mempertimbangkan besaran kerugian ekstrem. Kedua pendekatan tersebut kemudian dibandingkan dan diterapkan dalam perhitungan anuitas jiwa untuk menghasilkan nilai yang lebih konservatif dalam memperhitungkan ketidakpastian laju mortalitas.

2026
👤 Penulis: Matthew Leandro
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Perhitungan Anuitas Jiwa

SINTESIS DAN FABRIKASI ELEKTRODA BERBASIS NANOKOMPOSIT AGNP/CU-BTC UNTUK PENENTUAN KADAR GLUKOSA SECARA VOLTAMMETRI

Diabetes mellitus adalah penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi fungsi organ manusia akibat penumpukan glukosa dalam sistem peredaran darah. Penelitian mengenai sensor glukosa semakin berkembang agar diabetes bisa diidentifikasi sejak dini secara noninvasif. MOFs (Metal-Organic Frameworks) adalah material dengan sifat berpori yang mampu mengadsorpsi analit. Salah satu MOF yang paling menjanjikan dalam hal ini adalah MOF Cu- BTC yang terdiri dari ion pusat Cu(II) dan penghubung benzen trikarboksilat (BTC). Sensitivitas elektroda juga dapat ditingkatkan melalui inkorporasi AgNP (nanopartikel perak) di dalam matriks elektroda. Namun, kinerja kedua material ini dalam deteksi glukosa belum dibandingkan dengan detail. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja elektroda nanokomposit AgNP/Cu-BTC sebagai sensor glukosa secara voltammetri. MOF Cu-BTC disintesis melalui metode solvotermal dari prekursor Cu(NO3)2·3H2O dan H3BTC. AgNP disintesis dari prekursor AgNO3 yang direduksi dengan natrium sitrat. Elektroda difabrikasi dengan campuran grafit/PVDF pada permukaan pelat tembaga. MOF Cu-BTC berhasil disintesis dengan orientasi pertumbuhan kristal dominan pada bidang (222). Spektrum FTIR MOF Cu-BTC menunjukkan serapan karakteristik ulur Cu-O pada 727 cm-1. AgNP memiliki puncak serapan UV-Vis pada 413 nm, dengan rata-rata ukuran partikel sebesar 41,5 nm berdasarkan karakterisasi DLS. Elektroda dengan rasio MOF Cu-BTC : AgNP = 1:3 menunjukkan kinerja yang terbaik sebagai sensor glukosa, dengan batas deteksi sebesar 0,01007 mM; sensitivitas sebesar 307,7 ?A mM-1 cm-2 , serta rentang linear pada 0,05 mM– 20 mM.

2026
👤 Penulis: Rasyad Dermawan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ADSORPSI KRISTAL VIOLET MENGGUNAKAN ADSORBEN GELATIN TERMODIFIKASI GLIOKSAL

Kristal violet merupakan zat warna kationik yang banyak: digunak:an dalam industri, namun bersifat toksik, karsinogenik, dan mutagenik sehingga berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Adsorpsi menjadi metode yang banyak: dikembangkan untuk mengbilangkan kristal violet dari limbah arr karena ekonomis, efektif, efisien, dan sederhana. Pada penelitian ini dibuat adsorben gelatin termodifikasi glioksal dengan komposisi optimum pada konsentrasi gelatin 15% (m/v) dan perbandingan mo!gelatin:glioksal 8:4, dengan derajat penggembungan sebesar 261,83%. Komposisi ini dipilib karena memiliki kapasitas dan persen adsorpsi terbesar. Karak:terisasi menggunak:an uji derajat penggembungan, Fourier Transform Infrared (FTIR), dan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM­ EDS). Spektrum FTIR menunjukkan adanya pergeseran bilangan gelombang pada gugus fungsi 0-H/N-H yang menandakan keberhasilan modifikasi gelatin dengan glioksal serta pada gugus fungsi 0-H dan C=O yang menandakan adanya interak:si antara adsorben dan kristal violet. Citra SEM menunjukkan perubahan morfologi permukaan dari permukaan adsorben yang kasar danberpori sebelum adsorpsi menjadi permukaan yang halus dan tertutup setelah adsorpsi dan distribusi kristal violet yang merata pada permukaan adsorben yang menandakan keberhasilan proses adsorpsi. Kondisi optimum adsorpsi diperoleh pada pH 8, massa adsorben 0,09 gram, dan wak:tu kontak 120 menit. Proses adsorpsi mengikuti model kinetika orde satu semu dan isoterm Langmuir dengan qmm sebesar 82,27 mg/g pada 333 K. Studi termodinarnika menunjukkan bahwa proses adsorpsi berlangsung secara spontan dengan AG0 sebesar -35,44 kJ/mol pada 303 K, -36,84 kJ/mol pada 318 K, dan -38,25 kJ/mol pada 333 K, bersifat eksotermik dengan .6.H0 -7,01 kJ/mol, dan disertai peningkatan ketidakteraturan sistem dengan AS0 sebesar 93,82 J/mol.K. Larutan KC!0,25 M merupak:an pendesorpsi optimum dengan persen desorpsi sebesar 44,43%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adsorben gelatin termodifikasi glioksal memiliki performa adsorpsi yang baik dengan sintesis yang lebib sederhana serta penggunaan agen pengikat silang yang lebib ramah lingkungan dibandingkan adsorben yang telah dikembangkan sebelumnya.

2026
👤 Penulis: Aulia Rizkiya Al Fadila
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN QUANTUM NEURAL NETWORK (QNN) DAN PERBANDINGAN TERHADAP LONG SHORT-TERM MEMORY (LSTM)

Pergerakan harga saham memiliki volatilitas tinggi dan pola non-linear yang kompleks, menjadikan sebuah tantangan besar dalam pemodelan deret waktu. Model deep learning klasik seperti Long Short-Term Memory (LSTM) umum digunakan, namun rentan mengalami over-parameterization saat menghadapi dinamika fluktuasi pasar yang ekstrem. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa prediksi model Quantum Neural Network (QNN) terhadap model LSTM klasik menggunakan evaluasi berbasis hyperparameter tuning dan analisis metrik kuantitatif. Pemodelan ini dilatih menggunakan data historis harian saham BBCA, GGRM, dan EXCL dengan pembagian periode 2018-2023 sebagai data training dan periode 2024 sebagai data testing. Hasil pengujian menunjukkan QNN mengungguli LSTM pada saham BBCA (uptrend) dengan MAPE 1,0469%, RMSE 131,9511, dan R 2 0,8906, serta EXCL (sideways) dengan MAPE 1,3780%, RMSE 45,2262, dan R 2 0,7995. Pada saham GGRM (downtrend), meskipun LSTM mencatat MAPE sedikit lebih rendah (0,9984% berbanding 1,0093%), QNN terbukti lebih stabil dengan RMSE yang lebih kecil (251,5257 berbanding 251,7988). Secara arsitektural, QNN beroperasi lebih efisien karena mencapai hasil optimal hanya dengan kedalaman 1 layer sirkuit dan lookback window 1. Penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur QNN menghasilkan akurasi, efisiensi komputasi, dan kapabilitas generalisasi pola non-linear yang lebih tangguh dibandingkan model memori klasik. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan Quantum Machine Learning sebagai solusi alternatif pemodelan time-series finansial yang lebih presisi dan stabil terhadap dinamika pasar yang ekstrem.

2026
👤 Penulis: Jonathan Lijaya
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Pasar Modal 🏷️ Hidrologi Finansial

PERANCANGAN PRODUK ERGONOMIS UNTUK MEMBANTU TOILETING ANAK CEREBRAL PALSY GMFCS III USIA 12-18 TAHUN

Anak dengan Cerebral Palsy (CP) mengalami keterbatasan mobilitas dan kontrol postural yang berdampak pada rendahnya kemandirian dalam aktivitas mandi dan toileting. Di Indonesia, permasalahan ini semakin kompleks karena mayoritas rumah tangga masih menggunakan kloset jongkok yang kurang sesuai dengan kebutuhan fungsional anak CP, khususnya pada tingkat Gross Motor Function Classification System (GMFCS) III. Kondisi tersebut meningkatkan ketergantungan terhadap caregiver dan menimbulkan kesenjangan antara kebutuhan pengguna dengan fasilitas sanitasi yang tersedia. Penelitian ini bertujuan merancang fasilitas sanitasi yang mendukung aktivitas mandi dan toileting anak CP secara lebih aman, nyaman, dan mandiri dalam konteks kamar mandi rumah tinggal di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan desain berpusat pada pengguna melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara dengan pengguna dan caregiver, analisis aktivitas, serta analisis ergonomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan utama pengguna meliputi stabilitas postural, kemudahan perpindahan posisi, aksesibilitas fasilitas sanitasi, serta efisiensi penggunaan ruang kamar mandi. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan tiga alternatif desain dan dipilih satu rancangan terintegrasi yang terdiri atas penopang kloset, bak air, dudukan tambahan, pegangan, dan struktur pendukung. Konfigurasi horizontal antara penopang kloset dan bak air mendukung perpindahan yang lebih aman, sementara sistem pegangan membantu pengguna saat duduk, berdiri, dan berpindah posisi. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan fasilitas sanitasi yang mengintegrasikan aktivitas mandi dan toileting dengan mempertimbangkan kondisi kamar mandi rumah tangga Indonesia yang masih didominasi penggunaan kloset jongkok. Hasil penelitian ini berkontribusi sebagai acuan perancangan fasilitas sanitasi yang lebih inklusif bagi pengguna dengan keterbatasan motorik dan caregiver.

2026
👤 Penulis: Farahal Adibah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

RETRIEVAL-AUGMENTED GENERATION PADA LARGE LANGUAGE MODEL (RAG-LLM) UNTUK INTERPRETASI HASIL DETEKSI ANOMALI SATU-KELAS TANPA RIWAYAT KEGAGALAN DALAM DIAGNOSIS TURBIN GAS

Turbin gas merupakan aset kritis pada industri migas yang kegagalannya dapat menimbulkan kerugian operasional besar, sementara data riwayat kegagalan umumnya langka karena aset dioperasikan untuk menghindari kerusakan. Di sisi lain, karakteristik dan gejala dari berbagai jenis kegagalan tersebut sebenarnya telah banyak dipetakan dalam basis pengetahuan teknik yang mapan, sehingga pengetahuan ini dapat dimanfaatkan untuk diagnosis tanpa bergantung pada data kegagalan historis. Penelitian ini mengembangkan kerangka deteksi dan diagnosis kegagalan yang tidak bergantung pada data kegagalan historis, dengan memadukan pendekatan klasifikasi satu kelas (one-class classification) untuk deteksi anomali dan Retrieval-Augmented Generation (RAG) untuk diagnosis. Data yang digunakan berupa rekaman SCADA beresolusi per jam dari turbin gas dua poros Solar Titan 130 di PT Pertamina Hulu Mahakam pada periode 2018–2020, dengan 32 variabel yang terdiri atas 29 variabel terpantau (x) dan 3 variabel kondisi operasi (c). Metodologi penelitian mengikuti kerangka CRISP-DM. Model rekonstruksi Self-Attention Conditional Variational Autoencoder (SA-CVAE) dilatih hanya pada data kondisi sehat untuk mempelajari pola operasi normal, kemudian anomali dideteksi melalui eror rekonstruksi dengan ambang batas berbasis persentil ke-99 dan penghalusan jendela 12 jam. Variabel penyimpangan yang teridentifikasi diolah menjadi profil anomali, lalu dicocokkan dengan basis pengetahuan kegagalan yang disusun dari 19 entri karakteristik kegagalan melalui basis data vektor dan pemodelan embedding untuk menghasilkan diagnosis berbasis RAG. Hasil pengujian menunjukkan SA-CVAE memberikan kinerja rekonstruksi terbaik dibanding AE, VAE, dan CVAE, serta mampu mendeteksi perubahan karakteristik sinyal yang mengindikasikan blade fault. Deteksi dini ini memungkinkan tindakan pemeliharaan dilakukan jauh lebih awal daripada jadwal inspeksi semula. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi klasifikasi satu kelas dan RAG efektif untuk deteksi sekaligus diagnosis kegagalan turbin gas tanpa memerlukan data kegagalan historis.

2026
👤 Penulis: Atha Kawiswara Yogantara
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Deteksi Anomali 🏷️ Manajemen Risiko Asuransi

PENGARUH ISOMERISME KATION ORGANIK TERHADAP TRANSFER KIRALITAS DAN PEMISAHAN SPIN RASHBA-DRESSELHAUS PADA PEROVSKITE HIBRIDA DUA DIMENSI (NEA)?PBBR?

Perovskite hibrida organik-anorganik dua dimensi (2D) berbasis (NEA)?PbBr? memiliki potensi sebagai material spintronik karena menggabungkan kerangka anorganik Pb-Br dengan spin-orbit coupling (SOC) yang kuat dan kation organik yang dapat merekayasa simetri lokal. Namun, pengaruh isomerisme posisi kation organik terhadap transfer kiralitas dan pemisahan spin Rashba-Dresselhaus masih perlu dikaji secara sistematis. Dalam penelitian ini, pengaruh kation 1NEA dan 2NEA dengan konfigurasi R, S, dan rasemat pada material (NEA)?PbBr? dikaji menggunakan pendekatan first-principles berbasis Density Functional Theory (DFT). Perhitungan dilakukan menggunakan metode PAW pada VASP dengan fungsional PBE, koreksi dispersi PBE-D3(BJ), serta kalkulasi nonkolinear dengan SOC. Analisis dilakukan terhadap ikatan hidrogen N-H···Br, distorsi lokal kerangka Pb-Br, struktur pita, DOS/PDOS, parameter pemisahan spin, dan tekstur spin di sekitar conduction band minimum (CBM). Hasil simulasi menunjukkan bahwa fase enansiomer R dan S menghasilkan tilting asimetris pada kerangka anorganik, sedangkan fase rasemat memiliki struktur yang lebih simetris. Fase kiral 1NEA menunjukkan disparitas sudut ikatan in-plane sebesar 22,36-22,56°, lebih besar dibandingkan 2NEA sebesar 17,74-17,81°. Pemisahan spin pada fase kiral 1NEA mencapai 219,618-222,564 meV dengan koefisien efektif sekitar 1,57 eVÅ, sedangkan fase kiral 2NEA menghasilkan splitting sebesar 194,213-194,992 meV dengan koefisien sekitar 1,39 eVÅ. Sebaliknya, fase rasemat hanya menunjukkan splitting sekitar 0,04-0,05 meV. Hasil ini menunjukkan bahwa pemisahan spin pada (NEA)?PbBr? ditentukan oleh efektivitas transfer kiralitas menjadi distorsi asimetris pada kerangka Pb-Br. Dengan demikian, disparitas sudut ikatan in-plane dapat digunakan sebagai deskriptor struktur utama dalam perancangan perovskit kiral 2D untuk aplikasi spintronik. Kata kunci: perovskite kiral, isomerisme kation, transfer kiralitas, Rashba-Dresselhaus, DFT, tekstur spin, spintronik.

2026
👤 Penulis: Adrian Muhammad Rayhan Farhani
🏷️ Perovskit Kiral 2D 🏷️ Isomerisme Kation 🏷️ Transfer Kiralitas

PERANCANGAN PENGONTROL FINITE CONTROL SET MODEL PREDICTIVE CONTROL DENGAN DISTURBANCE OBSERVER UNTUK MENGATASI INTERMITENSI PADA SISTEM PANEL SURYA MANDIRI DI BAWAH KONDISI NAUNGAN SEBAGIAN

Pembangkit listrik tenaga surya merupakan salah satu solusi yang dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam mengatasi ketergantungan terhadap sumber energi fosil. Namun terdapat berbagai tantangan teknis yang dapat menurunkan efisiensi sistem, sehingga sistem PV tidak bekerja di titik daya optimumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pengontrol Finite Control Set Model Predictive Control untuk meningkatkan performa dan kerobasan dari sistem fotovoltaik yang terintegrasi dengan boost converter. Dalam perancangan algoritma pengontrol, efek gangguan itu akan diestimasi menggunakan Disturbance Observer untuk meningkatkan kerobasan sistem terhadap gangguan. Namun tantangan selanjutnya pada sistem PV terletak pada perubahan kondisi naungan modul fotovoltaik yang diakibatkan oleh pergerakan awan dan bayangan benda-benda sekitar, sehingga sistem PV akan memiliki beberapa puncak daya keluaran. Situasi ini dikenal sebagai kondisi naungan sebagian (PSC). Oleh karena itu pada penelitian ini digunakan metode Incremental Conductance-Modified Particle Swarm Optimization yang dapat melacak puncak global yang kemudian dijadikan arus referensi bagi mekanisme pengontrol. Hasil simulasi MATLAB/Simulink menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja baik pada kondisi standar ataupun PSC. Pada kondisi standar dengan iradiasi seragam, sistem mencapai waktu tunak 0,42 detik, efisiensi 94,572%, dan akurasi daya 99,97%. Pada kondisi standar dengan variasi iradiasi dan beban, sistem menghasilkan waktu tunak rata-rata 0,330 detik, akurasi daya 99,904%, dan efisiensi rata-rata 93,933%. Pada kondisi PSC, sistem mampu mencapai waktu tunak 0,352 detik, akurasi daya 99,699%, dan efisiensi rata-rata 94,31%. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi Hybrid IC–MPSO dan FCS–MPC dengan Disturbance Observer mampu meningkatkan performa pelacakan titik maksimum daya dan menjaga efisiensi sistem PV mandiri di bawah kondisi naungan sebagian.

2026
👤 Penulis: Clara Gracia Roulina Parapat
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KAJIAN SIGNIFIKANSI BUDAYA WARISAN INDUSTRI KOLONIAL NON-MONUMENTAL: STUDI KASUS PT SULUNG BUDI (ELECTRISCHE MAATSCHAPPIJ TIMOR/EMTO) DAN PABRIK ES MINERVA DI KOTA KUPANG

Pelestarian warisan industri non-monumental di wilayah periferal Indonesia Timur menghadapi tantangan ganda: keterbatasan dokumentasi historis dan ketidakmampuan instrumen kebijakan yang ada untuk membaca nilai budaya yang tidak bertumpu pada keutuhan material. Kajian heritage di Indonesia masih didominasi oleh fokus pada bangunan monumental di wilayah pusat, sehingga warisan industri kolonial berskala kecil di kota-kota pesisir periferal, yang nilai budayanya kerap bertumpu pada memori kolektif dan keberlanjutan fungsi, luput dari perhatian akademik maupun kebijakan. Kesenjangan ini menjadi semakin nyata di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, di mana warisan industri kolonial non-monumental tidak mendapatkan perlindungan formal meskipun menyimpan nilai historis, sosial, dan simbolik yang signifikan bagi perkembangan kota. Penelitian ini bertujuan: pertama, mengkonstruksi profil signifikansi budaya dua bangunan industri kolonial non-monumental di Kota Kupang, yaitu Pabrik Es Minerva yang mengalami degradasi material hampir total dan PT Sulung Budi/Elektrische Maatschappij Timor (EMTO) yang masih utuh dan berfungsi; kedua, menganalisis kesesuaian dan keterbatasan kerangka The Burra Charter dalam membaca signifikansi budaya pada dua kondisi material yang kontras; dan ketiga, merumuskan kerangka pelestarian kontekstual yang membedakan pendekatan pelestarian naratif berbasis nilai untuk Minerva dan pengelolaan adaptif berkelanjutan untuk EMTO. ? Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui strategi studi kasus komparatif. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi tiga sumber: analisis arsip kolonial dan dokumen historis, observasi lapangan dengan pendekatan dokumentatif-spasial, serta wawancara semi-terstruktur dengan 15 narasumber kunci yang memiliki relasi historis dan sosial langsung terhadap kedua bangunan. Analisis dilakukan melalui analisis tematik interpretatif, analisis komparatif konstan, dan pembacaan representasional visual, dengan merujuk pada kerangka evaluatif The Burra Charter (2013) yang dioperasionalkan secara adaptif dan reflektif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa signifikansi budaya dapat tetap bertahan meskipun fabric bangunan hampir seluruhnya hilang, selama nilai-nilai non-material masih dapat diidentifikasi dan diartikulasikan melalui memori kolektif, narasi sejarah lokal, dan pengenalan sosial terhadap tapak. Pada Pabrik Es Minerva, memori kolektif berfungsi sebagai mekanisme reproduksi makna sosial dan keberlanjutan nilai historis. Pada EMTO, keberlanjutan fungsi mempertahankan autentisitas yang bersifat prosesual dan relasional. Perbandingan keduanya menghasilkan dua konsep analitis: absence-driven heritage sebagai warisan yang nilai utamanya bertumpu pada symbolic persistence, dan continuity-driven heritage sebagai warisan yang nilai utamanya bertumpu pada functional persistence. Berbeda dengan penelitian heritage Indonesia yang umumnya berhenti pada inventarisasi nilai atau studi kasus tunggal, penelitian ini menguji secara komparatif batas operasional The Burra Charter pada dua kondisi ekstrem, dan menemukan bahwa kerangka tersebut memerlukan adaptasi kontekstual, bukan sekadar penerapan universal. Kebaruan penelitian ini terletak pada tiga hal. Pertama, pengembangan konsep absence-driven versus continuity-driven heritage sebagai perangkat analitis untuk membaca mekanisme berbeda produksi signifikansi budaya pada warisan industri non-monumental. Kedua, pengujian empiris batas operasional The Burra Charter dalam konteks warisan periferal kolonial yang selama ini absen dari literatur heritage Indonesia. Ketiga, tawaran kerangka pelestarian kontekstual yang tidak bersifat preskriptif universal, melainkan responsif terhadap perbedaan kondisi material dan sosial masing-masing warisan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan metodologi values-based conservation yang lebih inklusif dan pada wacana dekolonisasi pengetahuan pelestarian di Indonesia Timur.

2026
👤 Penulis: Adis Vani Putri Arkiang
🏷️ Kesektoran Industri Kecil 🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Nilai Budaya

PENGEMBANGAN DAN EVALUASI SISTEM MANAJEMEN ENERGI BERBASIS MICROSERVICE PADA SMART MICROGRID

Pemanfaatan energi baru terbarukan pada smart microgrid menuntut Sistem Manajemen Energi (EMS) yang andal dan responsif, sementara arsitektur EMS monolitik konvensional yang bersifat sinkron rentan terhadap latensi komputasi dan kegagalan tunggal, sehingga menghambat respons sistem terhadap fluktuasi tarif dinamis dan eksekusi kendali secara seketika. Tugas akhir ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi EMS berbasis arsitektur microservice dengan komunikasi event-driven untuk mereduksi latensi transmisi data, memitigasi risiko kegagalan tunggal, serta meningkatkan akurasi sinkronisasi data dan ketepatan evaluasi keekonomian pemanfaatan energi terbarukan. Sistem diimplementasikan sebagai sebelas kontainer Docker yang terisolasi, data inverter hibrid diakuisisi melalui protokol Modbus TCP/IP dan didistribusikan antar-layanan secara asinkronus melalui message broker MQTT, dengan setiap instruksi kendali divalidasi melalui tampilan virtual sebelum diterapkan secara semi-otomatis (human-in-the-loop). Hasil pengujian menunjukkan latensi segmen kendali rata-rata 2,540 ms dan segmen pemantauan 42,247 ms, jauh di bawah batas toleransi ETSI, sehingga arsitektur layak untuk operasi waktu nyata. Kegagalan satu kontainer tidak merambat ke layanan lain dan pulih secara otonom, sinkronisasi data terbukti akurat dengan deviasi mendekati nol, dan efisiensi inverter rata-rata 95,53%. Evaluasi keekonomian menghasilkan LCOE sebesar Rp12.144/kWh, Renewable Fraction 28,07%, reduksi emisi karbon 104,31 kg ????????2 selama periode observasi, dan Energy Storage System Autonomy (ESSA) sebesar 21,382 jam. Penelitian ini menghadirkan kerangka EMS terdistribusi yang andal dan modular sebagai fondasi pengembangan kendali energi adaptif pada smart microgrid.

2026
👤 Penulis: Kayla Avrilica
🏷️ Microservice 🏷️ Smart Microgrid 🏷️ Manajemen Energi Terbarukan

SINTESIS DAN UJI INHIBISI KOROSI SENYAWA DIMER KAFEIN DENGAN PENGHUBUNG HEKSANDIAMINA PADA BAJA KARBON DALAM LARUTAN NACL 3% (B/V)

Korosi merupakan permasalahan serius dalam bidang teknik material yang menyebabkan degradasi logam secara progresif akibat reaksi redoks antara logam dan lingkungannya. Dampak korosi tidak hanya menurunkan umur pakai material, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang besar di berbagai sektor industri, termasuk konstruksi, transportasi, dan kelautan. Salah satu pendekatan yang banyak dikembangkan untuk mengendalikan korosi adalah penggunaan inhibitor berbasis senyawa organik yang ramah lingkungan, mudah disintesis, serta memiliki kemampuan adsorpsi yang baik pada permukaan logam. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis dan mengarakterisasi senyawa turunan kafein berupa dimer kafein dengan penghubung heksandiamina, serta menentukan efisiensi inhibisi senyawa tersebut terhadap baja karbon dalam larutan NaCl 3% (b/v). Sintesis dilakukan melalui reaksi substitusi nukleofilik aromatik (SNAr) antara 8-bromokafein dan 1,6- heksandiamina dalam pelarut etanol dengan pemanasan refluks selama 45 jam. Senyawa hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR), spektroskopi Nuclear Magnetic Resonance (NMR), serta spektrometri massa untuk mengonfirmasi struktur senyawa yang diperoleh. Pengujian inhibisi korosi dilakukan melalui uji bobot hilang menggunakan metode gravimetri, serta uji elektrokimia meliputi Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) dan Potentiodynamic Polarization (PDP) untuk menentukan laju korosi dan efisiensi inhibisi. Hasil pengujian dengan ketiga metode tersebut menunjukkan bahwa dimer kafein memiliki efisiensi inhibisi hingga 98% pada suhu 25 °C dalam medium NaCl 3% (b/v). Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kafein yang memiliki efisiensi inhibisi kurang dari 84% pada kondisi uji yang sama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dimerisasi kafein dengan penghubung heksandiamina mampu meningkatkan efisiensi inhibisi korosi pada baja karbon dalam medium NaCl 3% (b/v).

2026
👤 Penulis: Khofifah Nurwahidah
🏷️ Korosi 🏷️ Baja Karbon 🏷️ Inhibitor Berbasis Senyawa Organik

PEMODELAN DAN OPTIMASI TERMO-HIDRODINAMIKA SISTEM TRANSFER BLACK LIQUOR (DSI VS DIRECT HEATER) KE RECOVERY BOILER UNTUK PENCAPAIAN FIRING LIQUOR ?40 L/S DAN REDUKSI ?P MENUJU ?3 BAR DI PT. X

Black liquor (BL) merupakan bahan bakar utama recovery boiler (RB) sekaligus media kunci dalam siklus pemulihan kimia proses kraft. Pada sistem transfer BL di PT. X, konfigurasi eksisting yang masih melibatkan Direct Steam Injection (DSI) menunjukkan keterbatasan operasi yang berulang, yaitu firing liquor belum mampu mencapai target ?40 L/s secara konsisten, pressure drop total masih berada di atas target <3 bar, dan beban pompa relatif tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kendala sistem tidak hanya berasal dari kapasitas pompa, tetapi merupakan gabungan dari faktor termo-hidrodinamika yang meliputi temperatur operasi, kadar dry solids, viskositas tampak, densitas, rugi gesek pipa, rugi minor akibat fitting dan valve, potensi fouling, serta distribusi aliran menuju liquor gun. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan mengoptimasi sistem transfer black liquor dari header tank menuju header furnace dan liquor gun agar sistem dapat diarahkan menuju target firing liquor ?40 L/s pada pressure drop total 3 bar dengan beban pompa tetap berada pada batas aman. Pendekatan penelitian dilakukan melalui akuisisi dan validasi data operasi, evaluasi kinerja sebelum dan sesudah pemasangan direct heater, pemodelan reologi operasional black liquor berbasis model power-law, analisis hidrolika pipa non-Newtonian menggunakan pendekatan Darcy-Weisbach dan generalized Reynolds number Metzner-Reed, evaluasi neraca massa-energi untuk membandingkan DSI dan direct heater, analisis distribusi aliran liquor gun, serta estimasi awal dampak energi dan tekno-ekonomi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan direct heater memberikan perbaikan nyata terhadap sistem transfer black liquor. Pada kondisi operasi pasca-direct heater yang memenuhi target kapasitas, firing liquor meningkat dari 33,08 L/s menjadi 40,55 L/s, sehingga target ?40 L/s telah tercapai. Pada saat yang sama, pressure drop total menurun dari 8,49 bar menjadi 5,47 bar, sedangkan arus pompa rata-rata turun dari 123,12 A menjadi 101,46 A. Dry solids efektif tetap terjaga dari 80,47% menjadi 81,28%, sehingga direct heater tidak menyebabkan dilusi sebagaimana terjadi pada DSI. Dengan demikian, direct heater memberikan keuntungan proses karena dapat menaikkan temperatur dan menurunkan viskositas tanpa menambahkan massa kondensat ke dalam black liquor. Analisis reologi menunjukkan bahwa black liquor pada rentang temperatur operasi yang dianalisis memiliki perilaku shear-thinning dengan indeks alir sebesar 0,817-0,864 pada temperatur 140,5-141,5 °C. Penurunan viskositas tampak akibat kenaikan temperatur berkontribusi terhadap penurunan rugi tekanan dan beban pompa. Distribusi aliran liquor gun juga membaik setelah penggunaan direct heater, ditunjukkan oleh penurunan koefisien variasi distribusi dari 15,8% menjadi 6,6%. Perbaikan distribusi ini penting karena aliran yang lebih seimbang dapat mendukung atomisasi, stabilitas firing, dan keseragaman pembakaran di furnace. Estimasi awal dampak energi menunjukkan bahwa hydraulic power turun dari 28,08 kW menjadi 22,18 kW, atau berkurang sekitar 5,90 kW meskipun debit firing liquor meningkat. Hasil ini mengindikasikan bahwa direct heater tidak hanya menyelesaikan keterbatasan kapasitas, tetapi juga memperbaiki efisiensi hidrolika sistem. Namun, target pressure drop total ?3 bar belum tercapai karena pressure drop masih berada pada sekitar 5,47 bar. Oleh karena itu, optimasi lanjutan perlu difokuskan pada audit pressure drop per segmen, cleaning dan inspeksi fouling, pengurangan rugi minor, evaluasi valve restriction, balancing liquor gun, validasi kurva sistem-pompa, evaluasi NPSH, serta penyusunan techno-economic assessment lengkap. Penelitian ini memberikan kerangka evaluasi terpadu untuk menghubungkan reologi black liquor, hidrolika jaringan pipa, metode pemanasan, distribusi liquor gun, dan batas keandalan pompa sebagai dasar pengambilan keputusan teknis pada sistem recovery boiler.

2026
👤 Penulis: Octavianes Chandra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGARUH ASPEK NON KOGNITIF TERHADAP KINERJA BELAJAR SISWA UNTUK MATEMATIKA DI SEKOLAH SMA X

Penelitian ini menguji hubungan antara faktor nonkognitif dengan prestasi belajar matematika pada topik persamaan kuadrat dan statistika di SMA berbasis militerdi Cimahi, Indonesia. Penelitian menggunakan desain korelasional kuantitatif dengan 50 siswa (78% laki-laki, 22% perempuan). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari 44 butir pertanyaan yang mencakup empat aspek: sikap terhadap matematika, konteks kelas, sumber daya pendidikan di rumah, dan iklim sekolah. Prestasi belajar matematika diukur menggunakan nilai rapor yang dikategorikan ke dalam empat level performa (L1-L4). Analisis korespondensi (AK), diagram terner, dan dekomposisi nilai singular (DNS) mengungkapkan pola yang spesifik terhadap topik. Untuk persamaan kuadrat, sikap terhadap matematika menunjukkan hubungan terkuat (nilai ?????????????????????????=0,002), diikuti oleh konteks kelas (nilai ?????????????????????????=0,017). Siswa berprestasi tinggi (L4) menunjukkan sikap positif dan persepsi kejelasan instruksional yang lebih baik. Sebaliknya, siswa berprestasi rendah (L1) menunjukkan sikap negatif dan perilaku tidak tertib di kelas. Untuk statistika, sumber daya pendidikan di rumah (nilai ?????????????????????????=0,001) dan konteks kelas (nilai ?????????????????????????=0,001) paling dominan. Sementara itu, sikap terhadap matematika menunjukkan hubungan sedang (nilai ?????????????????????????=0,029). Iklim sekolah tidak signifikan pada kedua topik (nilai ?????????????????????????>0,05). Hal ini mengindikasikan persepsi yang homogen di lingkungan sekolah berasrama dengan disiplin tinggi. Temuan ini menentang generalisasi hasil TIMSS mengenai ikllim sekolah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengaruh nonkognitif bersifat spesifik terhadap topik dan konteks. Oleh karena itu, diperlukan intervensi pembelajaran yang berbeda.

2026
👤 Penulis: Ceria Puspita Sucie
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

RESAMPLING CITRA DENGAN METODE TRANSFORMASI WEVELET DISKRIT

Resampling citra merupakan suatu proses mengubah (menambah atau mengurangi) tingkat resolusi atau ukuran citra dengan metode interpolasi tertentu untuk keperluan tertentu. Transformasi wavelet diskrit dapat diaplikasikan untuk me-resampling citra. Fungsi-fungsi wavelet yang digunakan (dengan karakteristiknya masing-masing) dapat disesuaikan dengan karakteristik citra. Citra hasil resampling mengalami penurunan resolusi dan distorsi spasial.

2026
👤 Penulis: Sidik Tri Wibowo
🏷️ Transformasi Wavelet Diskret 🏷️ Resampling Citra

PENINGKATAN DAYA SAING KERAJINAN LIDI SINDANGHEULA MELALUI INOVASI DESAIN UNTUK PASAR GLOBAL

Desa Sindangheula, Kabupaten Serang, Banten, merupakan sentra kerajinan lidi terbesar di provinsinya, namun produknya masih terbatas pada sapu bernilai jual rendah akibat minimnya inovasi desain, meskipun Indonesia merupakan eksportir sapu lidi terbesar kedua dunia (US$29,32 juta pada 2023; LPEI, 2024). Untuk meningkatkan daya saing kerajinan tersebut, penelitian ini mengembangkan Sculptural Cross, sebuah side table berbahan utama lidi kelapa yang mengangkat lidi dari material komoditas menjadi material furnitur premium. Perancangan dilakukan melalui pendekatan Human Centered Design (HCD), dengan Asset Based Community Development (ABCD) untuk memetakan aset komunitas pengrajin merek kolektif SADILA sebagai pijakan keputusan desain. Produk dibentuk dengan menyilangkan dua modul bundel lidi menjadi struktur X yang sculptural, menonjolkan lengkung organik dan tekstur serat lidi sebagai identitas visual utama, lalu memadukannya dengan rangka serta tali baja nirkarat dan permukaan akrilik frosted untuk menjamin kekuatan dan konsistensi dimensi, sementara pengolahan dan perakitan tetap dikerjakan pengrajin lokal demi mempertahankan nilai craftsmanship. Melalui empat tahap iterasi, prototipe terbukti berdiri mandiri, menahan beban fungsional sebuah side table, dan memenuhi dimensi standar, sementara evaluasi kualitatif lingkup terbatas memberikan indikasi awal penerimaan desain. Sculptural Cross menjadi pembuktian konsep bahwa lidi kelapa layak menjadi material furnitur bernilai tambah tinggi dan berpotensi menyasar celah pasar furnitur premium berbasis serat alam yang dikonfirmasi melalui observasi IFEX 2026, dengan kerangka perancangan yang berpotensi direplikasi pada kerajinan komunitas tradisional lain di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Gabriel Anandityo Wicaksono
🏷️ Kerajinan Tradisional 🏷️ Desain Inovatif 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan
Halaman 118 dari 6754
💬