πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

ANALISIS NUMERIK KINERJA INJEKTOR VENTURI PADA SISTEM BIOFLOK DENGAN VARIASI DIAMETER LEHER, KECEPATAN, DAN VISKOSITAS

Penerapan sistem bioflok dengan padatan tersuspensi tinggi menuntut tingkat aerasi optimal, tetapi memicu peningkatan viskositas air yang menurunkan efisiensi aerator konvensional. Injektor venturi menjadi alternatif yang efektif, tetapi alat ini sangat sensitif terhadap anomali hidrodinamika seperti aliran restriksi (flow restriction) dan semburan balik (backflow) akibat penyempitan leher (throat) yang ekstrem. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh variasi diameter leher (2–4 mm), kecepatan aliran masuk (1–5 m/s), dan viskositas fluida (0,001003–0,0016 kg/(m.s)) terhadap kinerja injektor venturi. Analisis dilakukan melalui Computational Fluid Dynamics (CFD) menggunakan ANSYS Fluent 2D planar dengan pemodelan aliran multifasa Volume of Fluid (VOF) dan turbulensi ????????? SST pada kondisi tunak (steady-state). Hasil simulasi menunjukkan laju isapan massa udara optimal tercapai pada diameter leher 2,5 mm sebesar 0,0012 kg/s. Jika dipersempit hingga 2 mm akan memicu terjadinya backflow yang menyebabkan air keluar melalui saluran isap udara sebesar 0,2 kg/s. Peningkatan kecepatan masuk secara linear memperdalam tekanan vakum, sementara kenaikan viskositas fluida turut meningkatkan area efektif aliran. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi panduan rancangan dimensi injektor venturi untuk aplikasi bioflok guna mencegah risiko kegagalan sistem operasional.

2026
πŸ‘€ Penulis: Fery Prasetyo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Numerik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

BAGAN KENDALI EWMA ADAPTIF BEBAS PARAMETER BERBASIS SUPPOT VECTOR REGRESSION

Pemantauan dispersi proses merupakan komponen kritis dalam pengendalian kualitas statistik, seperti bagan kendali Exponentially Weighted Moving Average (EWMA). Bagan kendali EWMA konvensional untuk pemantauan dispersi memiliki keterbatasan mendasar, yaitu konstanta pemulusan ? harus ditetapkan sebelum pemantauan dimulai, padahal nilai optimalnya bergantung pada besar pergeseran yang umumnya tidak diketahui. Penelitian ini mengkonstruksi bagan kendali Adaptive EWMA (AEWMA) bebas parameter berbasis Support Vector Regression (SVR) untuk mengatasi keterbatasan tersebut, mengevaluasi kinerjanya melalui simulasi Monte Carlo, dan menerapkannya pada data imbal hasil logaritmik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harian. Konstruksi bagan mencakup estimasi parameter terkendali, penentuan pasangan parameter pemulusan dan pengali batas kendali (?, L) yang mempertahankan ARL mendekati 370, pembangkitan data latih, dan pelatihan model SVR dengan kernel RBF (? = 1, ? = 0,1, dan C = 0,1). Batas kendali yang dihasilkan bersifat dinamis dan menyesuaikan berdasarkan ? yang digunakan. Hasil simulasi menunjukkan bagan mampu mendeteksi pergeseran kecil (? = 1,05) dengan ARL sekitar 114 sampel dan menurun hingga kurang dari 4 sampel pada pergeseran besar (? = 2,00). Penerapan pada data IHSG dari Januari 2025 hingga Maret 2026 berhasil mendeteksi subgrup out-of-control tanpa perlu ? awal dan menyesuaikan terhadap dinamika proses yang berubah tanpa terikat memori statistik yang panjang. Penelitian ini membuktikan bahwa integrasi SVR menghasilkan bagan kendali yang adaptif, andal, dan efektif untuk pemantauan volatilitas IHSG.

2026
πŸ‘€ Penulis: Maswil Aqilah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Volatilitas Pasar Modal 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Teknologi

ANALISIS KINERJA PERON STASIUN DI JAKARTA: STUDI KASUS STASIUN MRT BENDUNGAN HILIR MENGGUNAKAN MODEL MIKROSIMULASI

Kinerja pergerakan penumpang merupakan elemen krusial dalam sistem transportasi untuk mengakomodasi permintaan mobilitas komuter yang tinggi di kawasan metropolitan Jakarta. Moda transportasi berbasis rel menjadi andalan untuk melayani pergerakan masif tersebut dengan stasiun sebagai titik tumpuannya. Sebagai simpul transit komuter, stasiun mengalami keterangkutan penumpang yang tinggi sehingga menyebabkan kepadatan di area peron yang menghambat kelancaran pergerakan penumpang. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pergerakan penumpang di area peron stasiun. Penelitian ini akan dilakukan di Stasiun MRT Bendungan Hilir. Kinerja pergerakan penumpang di area peron stasiun dianalisis melalui model mikrosimulasi pada pergerakan penumpang dengan perangkat lunak PTV Vissim dan Viswalk dengan parameter kinerjanya adalah kerapatan, arus, dan antrean. Elemen yang dimodelkan dalam mikrosimulasi adalah kereta, stasiun, dan penumpang. Kalibrasi dilakukan terhadap penumpang yang divalidasikan terhadap karakteristik berjalan penumpang yang disurvei. Model mikrosimulasi dilakukan pada kondisi eksisting dan dibandingkan dengan skenario peningkatan kinerja berbasis operasional kereta dan alur pergerakan penumpang pada saat kondisi arus maksimum. Kesimpulan yang akan diperoleh pada tugas akhir penelitian ini adalah evaluasi kinerja peron stasiun berdasarkan pemodelan skenario berbasis mikrosimulasi. Pemodelan mikrosimulasi membuktikan bahwa skenario peningkatan kinerja berbasis alur pergerakan penumpang melalui pengubahan fungsi tangga/eskalator dapat memperbaiki redistribusi penumpang sehingga meningkatkan kinerja pergerakan penumpang dengan menurunnya tingkat kerapatan, arus, dan antrean di area peron stasiun. Skenario peningkatan kinerja berbasis operasional kereta mencakup pengurangan headway, penambahan dwell time, dan pengubahan fungsi pintu serta skenario kombinasi akan efektif dilakukan apabila kondisi penumpang di area peron stasiun tidak terlalu padat.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Fikra Emirul Akmal
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Sistem Transportasi

PERANCANGAN OBJECTIVE KEY RESULTS BERBASIS BALANCED SCORECARD PADA DIVISI OPERASIONAL PT MATAHARI

PT Matahari merupakan perusahaan swasta tertutup di bidang konstruksi perpipaan dan air bersih yang mengalami penurunan pendapatan sebesar 20% akibat komplain pelanggan pada 85% proyek. Permasalahan ini berkaitan dengan belum diturunkannya visi dan misi menjadi sasaran kerja terukur serta belum diterapkannya manajemen kinerja terstruktur. Penelitian ini bertujuan merancang manajemen kinerja berbasis Objectives and Key Results (OKR) yang terintegrasi dengan Balanced Scorecard (BSC) pada Divisi Operasional. Perancangan dilakukan dengan menurunkan strategi menjadi Strategic Objective (SO) berdasarkan perspektif financial, customer, internal business process, serta learning and growth. SO kemudian diturunkan menjadi OKR hingga level individu, sedangkan prioritas key result ditentukan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan divalidasi melalui wawancara. Penelitian ini juga merancang kamus kinerja, formulir evaluasi, serta kerangka Conversation, Feedback, and Recognition (CFR). Hasil penelitian berupa 12 strategic objective, peta strategi, rancangan OKR-BSC terintegrasi dari level perusahaan hingga individu, serta evaluasi berbasis CFR. Rancangan ini diharapkan meningkatkan keselarasan strategi dan operasional serta mendukung pertumbuhan PT Matahari.

2026
πŸ‘€ Penulis: Meilisa Virginia Blandina
🏷️ Manajemen Kinerja 🏷️ Balanced Scorecard (Bsc) 🏷️ Objectives And Key Results (Okr)

PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH KOTA BERBASIS PIROLISIS

Penerapan teknologi waste-to-energy merupakan solusi strategis untuk mengatasi permasalahan menumpuknya sampah kota sekaligus menghasilkan energi bersih. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan mengevaluasi performa termodinamika serta tekno-ekonomi dan lingkungan sistem Waste-to-Energy berbasis gasifikasi dan pirolisis menggunakan feedstock input PLTSa Putri Cempo melalui perangkat lunak Ebsilon Professional. Hasil simulasi menunjukkan adanya trade-off termodinamika. Pirolisis menghasilkan kualitas syngas dengan nilai kalor lebih tinggi 18,89–19,14 MJ/kg, sedangkan gasifikasi unggul dalam kuantitas dengan gas yield mencapai 86,8–88% massa feedstock. Hal ini membuat gasifikasi menghasilkan daya bersih yang lebih tinggi 2,21–4,33 MW dibanding pirolisis standar 0,38–0,71 MW. Namun, pirolisis unggul dari sisi lingkungan dengan emisi spesifik jauh lebih rendah 0,66–0,67 kgCO2/kWh dibandingkan gasifikasi 1,05 kgCO2/kWh. Untuk mengatasi keterbatasan teknis pirolisis konvensional akibat sifat reaksinya yang endotermik, dikembangkan skenario P-SUB-ORC melalui substitusi RDF, pemanfaatan char, dan integrasi Organic Rankine Cycle. Skenario ini berhasil melipatgandakan pasokan daya bersih hingga 2,172 MW sekaligus menekan nilai LCOE menjadi $0,15/kWh dengan emisi yang tetap rendah 0,66 kgCO?/kWh. Berdasarkan evaluasi Multi-Kriteria, skenario P-SUB-ORC dengan skor akhir 3,94 terpilih sebagai solusi terbaik karena memberikan kesetimbangan optimal antara kinerja teknis, lingkungan, dan kelayakan ekonomi.

2026
πŸ‘€ Penulis: Nazwa Fauziah Hanum
🏷️ Energi Sustainabil 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Sampah 🏷️ Teknologi Pirolisis

METODE PENILAIAN CEPAT UNTUK EVALUASI KONSTRUKSI CONFINED MASONRY

Dinding bata terkekang merupakan elemen yang banyak digunakan pada rumah sederhana di Indonesia. Meskipun elemen mampu memikul beban lateral akibat gempa, kenyataannya di lapangan dinding kerap menunjukkan tingkat kerusakan yang cukup tinggi setiap kali terjadi gempa, karena seringkali dianggap sebagai elemen non-struktural, dan tidak didesain sesuai standar. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memeriksa kapasitas adalah dengan membuat model rumah dengan dinding yang akan dibangun. Namun, keterbatasan waktu di lapangan membuat analisis model rumah kurang efektif. Hal ini membuat diperlukannya metode penilaian cepat yang dapat digunakan di lapangan, umumnya perhitungan dengan excel. Akan tetapi, metode ini juga mengalami masalah dimana perhitungan yang dilakukan di excel mengasumsikan bahwa dinding mencapai kapasitas maksimumnya bersamaan. Hal ini sangat jarang terjadi pada kondisi nyata, sehingga diperlukan suatu nilai pengali agar hasil analisis excel memperhitungkan kondisi nyata. Studi eksperimental pada penelitian ini meliputi 5 denah untuk rumah lantai 1 untuk merepresentasikan diafragma fleksibel dan rumah lantai 2 untuk merepresentasikan diafragma kaku dengan mutu bahan yang sama. Model dimodelkan dalam ETABS dengan dinding bata terkekang sebagai strut 1 arah dengan basis pemodelan yaitu equivalent truss model (ETM). Model backbone curve digunakan untuk analisis non-linear dalam bentuk pushover. Model backbone curve berupa kurva trilinear dengan tiga titik: crack, maksimum, dan ultimate. Hasil yang didapat dari pushover setiap spesimen dibandingkan dengan hasil perhitungan kapasitas ETABS, kemudian dilakukan distribusi normal. Hasil analisis menghasilkan nilai faktor efektivitas gabungan panel dinding untuk diafragma fleksibel adalah 0.9, dan 0.8 untuk diafragma kaku.

2026
πŸ‘€ Penulis: Deven Christian Santoso
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Penelitian Teknik 🏷️ Hidrologi Struktural

PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PERENCANAAN PRODUKSI BERBASIS MACHINE LEARNING PADA PT CIPTA MORTAR UTAMA

PT Cipta Mortar Utama (CMU) menghadapi tantangan operasional berupa biaya inventori yang berlebih akibat overproduction. Masalah ini bermuara dari proses peramalan permintaan yang masih menggunakan pendekatan judgemental forecast (target penjualan) yang subjektif dan rentan mengalami error, serta sistem pengambilan keputusan produksi yang memakan waktu karena data masih terisolasi antar divisi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan mengintegrasikan model peramalan permintaan kuantitatif berbasis machine learning untuk menghasilkan rekomendasi penentuan shift produksi secara lebih akurat dan adaptif. Metodologi perancangan yang digunakan memadukan System Development Life Cycle (SDLC) untuk merancang arsitektur SPK dan Cross-Industry Standard Process for Data Mining (CRISPDM) untuk membangun model peramalan data deret waktu. Melalui proses evaluasi menggunakan metrik Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dengan metode expanding window validation, penelitian ini menyimpulkan bahwa setiap Stock Keeping Unit (SKU) membutuhkan model peramalan yang spesifik: Model Random Forest direkomendasikan untuk produk MU-250-40KG. Model ARIMAX direkomendasikan untuk produk MU-302- 50KG. Model XGBoost direkomendasikan untuk produk MU-380-40KG dan MU-480- 25KG. Prototipe SPK ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman Python dengan library Streamlit untuk menghasilkan antarmuka (dashboard) interaktif. SPK yang diusulkan mampu mengolah data historis menjadi peramalan permintaan, memvisualisasikan tren penjualan, dan menghitung jumlah kebutuhan shift produksi berdasarkan kapasitas dan safety stock. Berdasarkan analisis kelayakan ekonomi, rancangan solusi ini dinyatakan layak untuk diimplementasikan dengan nilai Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,51, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 17%, dan Payback Period selama 3,5 bulan. Implementasi sistem ini diharapkan dapat mengotomatisasi pengolahan data lintas divisi, mempercepat siklus pengambilan keputusan tingkat taktis, serta mereduksi biaya inventori perusahaan secara signifikan

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Zia Akhtar Rabbani
🏷️ Machine Learning 🏷️ Manajemen Produksi 🏷️ Analisis Data Deret Waktu

DESAIN DAN KARAKTERISASI SISTEM VISUALISASI MASK ALIGNER

Praktikum fabrikasi semikonduktor merupakan salah satu sarana pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa memahami tahapan proses manufaktur perangkat semikonduktor. Pada salah satu tahapannya terdapat proses fotolitografi yang melibatkan proses mask dan wafer alignment yang merupakan penyelarasan pola antara photomask dan wafer sebelum dilakukan penyinaran (UV exposure). Fasilitas praktikum di lingkungan perguruan tinggi belum memiliki mask aligner yang fungsional, sementara mask aligner komersial memiliki biaya pengadaan yang tinggi sehingga kurang sesuai untuk kebutuhan pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, dikembangkan mask aligner edukatif yang terdiri atas beberapa subsistem, meliputi mekanisme pergerakan, sistem visualisasi, sistem pencahayaan, dan sistem pendukung lainnya. Tugas akhir ini difokuskan pada perancangan, implementasi, dan karakterisasi subsistem visualisasi beserta user interface pendukungnya, sebagai bagian dari pengembangan mask aligner yang dilakukan secara berkelompok. Subsistem visualisasi dirancang untuk melakukan akuisisi citra pada area alignment mark photomask dan wafer, kemudian menampilkannya dengan perbesaran yang sesuai untuk mendukung proses mask alignment. Perancangan diawali dengan penentuan spesifikasi teknis, yaitu horizontal field of view (FOV) minimal 2 cm, object space resolution (Rpix) kurang dari 10 ?m/pixel, dan sistem pencahayaan menggunakan panjang gelombang di atas 500 nm agar tidak mengaktifkan photoresist. Konfigurasi optik ditentukan menggunakan modul kamera dengan lensa dengan focal length 80 mm dan sensor berukuran 1/2,33 inci. Melalui analisis parameter optik, working distance disesuaikan menjadi sekitar 24,9 cm untuk mencapai keseimbangan antara luas area pengamatan dan resolusi spasial citra. Sistem pencahayaan direalisasikan menggunakan LED ring light yang dipadukan dengan filter akrilik merah untuk menghasilkan pencahayaan merata pada panjang gelombang di atas ambang aktivasi photoresist. Subsistem user interface dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python dan library OpenCV, dengan fitur region of interest (ROI) selection, digital zoom, split view, dan crosshair overlay untuk mendukung proses pengamatan dan karakterisasi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa horizontal FOV yang dicapai adalah 17 mm, sedikit di bawah target 20 mm. Meskipun demikian, konfigurasi tersebut ii menghasilkan object space resolution sebesar 8,854 ?m/pixel, memenuhi spesifikasi teknis, sehingga perpindahan minimum mekanisme translasi sebesar 10 ?m dapat direpresentasikan sebagai perubahan posisi sekitar 1,129 piksel pada citra dan tetap dapat diamati pengguna. Pengurangan FOV dipilih sebagai kompromi karena posisi alignment mark pada desain mask yang umum digunakan cenderung berada di bagian dalam area photomask, sehingga tidak mengurangi fungsi utama sistem. Pada sisi user interface, seluruh fitur yang direncanakan yaitu split view, digital zoom, ROI selection, dan crosshair overlay berhasil diimplementasikan dan berfungsi sesuai kebutuhan, memungkinkan alignment mark pada photomask dan wafer diamati secara simultan dalam satu tampilan. Karakterisasi sistem pencahayaan turut menunjukkan bahwa spektrum LED ring light memiliki puncak intensitas pada panjang gelombang di atas 500 nm, sehingga aman terhadap aktivasi photoresist selama proses pengamatan berlangsung. Berdasarkan hasil tersebut, subsistem visualisasi yang dikembangkan berhasil diintegrasikan dengan sistem mask aligner secara keseluruhan dan mampu memenuhi kebutuhan fungsional utama proses alignment, meskipun target field of view belum sepenuhnya tercapai. Hasil tugas akhir ini diharapkan dapat mendukung pengembangan mask aligner edukatif yang lebih terjangkau untuk kebutuhan praktikum fabrikasi semikonduktor di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus menjadi acuan bagi pengembangan lanjutan, seperti penerapan konfigurasi dual camera untuk mengurangi trade-off antara FOV dan resolusi spasial.

2026
πŸ‘€ Penulis: Farrel Iskandar Leghari
🏷️ Kartografi Optik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Visualisasi Digital

PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN UNTUK PROGRAM INOVASI DAN INKUBASI PADA DIREKTORAT KAWASAN SAINS DAN TEKNOLOGI (DKST) INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Peralihan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) menjadi Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) Institut Teknologi Bandung membuat cakupan layanan yang dikelola menjadi lebih luas dan beragam. Sayangnya, perluasan ini belum diimbangi oleh sistem manajemen yang memadai. Proses komersialisasi hasil riset melalui skema spin-off masih belum terstandardisasi, penentuan komposisi tenant belum mempertimbangkan kebutuhan pengguna, kapasitas ruang, dan aspek finansial secara bersamaan, sementara pengetahuan organisasi masih tersebar di berbagai media dan individu. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kapabilitas sistem manajemen DKST ITB melalui tiga rancangan, yaitu proses bisnis komersialisasi hasil riset, komposisi tenant dan kebutuhan fasilitas yang optimal, serta Knowledge Management System (KMS). Perancangan proses bisnis dilakukan menggunakan pendekatan Business Process Management yang mencakup tahap process identification, process discovery, process analysis, dan process redesign. Penentuan komposisi tenant menggunakan pendekatan sequential exploratory mixed methods, yang diawali dengan wawancara untuk memperoleh voice of customer, kemudian pembangunan model linear programming menggunakan algoritma Python untuk memaksimalkan pendapatan penyewaan lantai 7, 9, dan 10 IIP Bandung Technopolis pada tiga skenario harga. Perancangan KMS menggunakan adaptasi 10-Step Knowledge Management Roadmap melalui analisis proses bisnis dan infrastruktur aktual, identifikasi aset pengetahuan, perancangan blueprint, serta pengembangan prototipe. Hasil penelitian menghasilkan pemodelan proses bisnis jalur komersialisasi, rancangan proses komersialisasi yang dilengkapi dengan mekanisme asesmen, dan pembagian peran yang lebih jelas. Model optimasi menghasilkan komposisi empat kategori tenant pada setiap lantai dengan pendapatan sebesar Rp 235.075.000 pada skenario pesimistis, Rp 527.712.500 pada skenario realistis, dan Rp 820.350.000 pada skenario optimistis. Selain itu, prototipe KMS mengintegrasikan repositori pengetahuan, direktori pengetahuan, dan platform kolaborasi untuk mendukung layanan DKST ITB .Ketiga rancangan tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam satu platform website DKST ITB melalui halaman Spin-off, Fasilitas, dan KMS. Integrasi ini diharapkan dapat membantu menstandarkan proses komersialisasi, meningkatkan pemanfaatan ruang dan potensi pendapatan, serta mendukung pengelolaan pengetahuan yang lebih terstruktur bagi DKST ITB.

2026
πŸ‘€ Penulis: Farah Syaswina Nabila
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN UNTUK PROGRAM INOVASI DAN INKUBASI PADA DIREKTORAT KAWASAN SAINS DAN TEKNOLOGI (DKST) INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Peralihan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) menjadi Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) Institut Teknologi Bandung membuat cakupan layanan yang dikelola menjadi lebih luas dan beragam. Sayangnya, perluasan ini belum diimbangi oleh sistem manajemen yang memadai. Proses komersialisasi hasil riset melalui skema spin-off masih belum terstandardisasi, penentuan komposisi tenant belum mempertimbangkan kebutuhan pengguna, kapasitas ruang, dan aspek finansial secara bersamaan, sementara pengetahuan organisasi masih tersebar di berbagai media dan individu. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kapabilitas sistem manajemen DKST ITB melalui tiga rancangan, yaitu proses bisnis komersialisasi hasil riset, komposisi tenant dan kebutuhan fasilitas yang optimal, serta Knowledge Management System (KMS). Perancangan proses bisnis dilakukan menggunakan pendekatan Business Process Management yang mencakup tahap process identification, process discovery, process analysis, dan process redesign. Penentuan komposisi tenant menggunakan pendekatan sequential exploratory mixed methods, yang diawali dengan wawancara untuk memperoleh voice of customer, kemudian pembangunan model linear programming menggunakan algoritma Python untuk memaksimalkan pendapatan penyewaan lantai 7, 9, dan 10 IIP Bandung Technopolis pada tiga skenario harga. Perancangan KMS menggunakan adaptasi 10-Step Knowledge Management Roadmap melalui analisis proses bisnis dan infrastruktur aktual, identifikasi aset pengetahuan, perancangan blueprint, serta pengembangan prototipe. Hasil penelitian menghasilkan pemodelan proses bisnis jalur komersialisasi, rancangan proses komersialisasi yang dilengkapi dengan mekanisme asesmen, dan pembagian peran yang lebih jelas. Model optimasi menghasilkan komposisi empat kategori tenant pada setiap lantai dengan pendapatan sebesar Rp 235.075.000 pada skenario pesimistis, Rp 527.712.500 pada skenario realistis, dan Rp 820.350.000 pada skenario optimistis. Selain itu, prototipe KMS mengintegrasikan repositori pengetahuan, direktori pengetahuan, dan platform kolaborasi untuk mendukung layanan DKST ITB .Ketiga rancangan tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam satu platform website DKST ITB melalui halaman Spin-off, Fasilitas, dan KMS. Integrasi ini diharapkan dapat membantu menstandarkan proses komersialisasi, meningkatkan pemanfaatan ruang dan potensi pendapatan, serta mendukung pengelolaan pengetahuan yang lebih terstruktur bagi DKST ITB.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muthia Khairunisa Wibowo
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN UNTUK PROGRAM INOVASI DAN INKUBASI PADA DIREKTORAT KAWASAN SAINS DAN TEKNOLOGI (DKST) INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Peralihan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) menjadi Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) Institut Teknologi Bandung membuat cakupan layanan yang dikelola menjadi lebih luas dan beragam. Sayangnya, perluasan ini belum diimbangi oleh sistem manajemen yang memadai. Proses komersialisasi hasil riset melalui skema spin-off masih belum terstandardisasi, penentuan komposisi tenant belum mempertimbangkan kebutuhan pengguna, kapasitas ruang, dan aspek finansial secara bersamaan, sementara pengetahuan organisasi masih tersebar di berbagai media dan individu. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kapabilitas sistem manajemen DKST ITB melalui tiga rancangan, yaitu proses bisnis komersialisasi hasil riset, komposisi tenant dan kebutuhan fasilitas yang optimal, serta Knowledge Management System (KMS). Perancangan proses bisnis dilakukan menggunakan pendekatan Business Process Management yang mencakup tahap process identification, process discovery, process analysis, dan process redesign. Penentuan komposisi tenant menggunakan pendekatan sequential exploratory mixed methods, yang diawali dengan wawancara untuk memperoleh voice of customer, kemudian pembangunan model linear programming menggunakan algoritma Python untuk memaksimalkan pendapatan penyewaan lantai 7, 9, dan 10 IIP Bandung Technopolis pada tiga skenario harga. Perancangan KMS menggunakan adaptasi 10-Step Knowledge Management Roadmap melalui analisis proses bisnis dan infrastruktur aktual, identifikasi aset pengetahuan, perancangan blueprint, serta pengembangan prototipe. Hasil penelitian menghasilkan pemodelan proses bisnis jalur komersialisasi, rancangan proses komersialisasi yang dilengkapi dengan mekanisme asesmen, dan pembagian peran yang lebih jelas. Model optimasi menghasilkan komposisi empat kategori tenant pada setiap lantai dengan pendapatan sebesar Rp 235.075.000 pada skenario pesimistis, Rp 527.712.500 pada skenario realistis, dan Rp 820.350.000 pada skenario optimistis. Selain itu, prototipe KMS mengintegrasikan repositori pengetahuan, direktori pengetahuan, dan platform kolaborasi untuk mendukung layanan DKST ITB .Ketiga rancangan tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam satu platform website DKST ITB melalui halaman Spin-off, Fasilitas, dan KMS. Integrasi ini diharapkan dapat membantu menstandarkan proses komersialisasi, meningkatkan pemanfaatan ruang dan potensi pendapatan, serta mendukung pengelolaan pengetahuan yang lebih terstruktur bagi DKST ITB.

2026
πŸ‘€ Penulis: Nurul Daniela
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN PROSEDUR PREDIKSI HISTERESIS SWCC DRYING-WETTING BERBASIS DATA JALUR TUNGGAL

Prediksi Soil-Water Characteristic Curve (SWCC) yang mencakup kurva drying, wetting, dan Scanning sangat penting dalam mekanika tanah tak jenuh. Namun, metode analitik terdahulu memiliki keterbatasan: penentuan parameter memerlukan data kedua kurva utama secara bersamaan, serta validasi terbatas pada satu jenis tanah. Penelitian ini bertujuan menyempurnakan metode tersebut agar prediksi cukup dilakukan dengan satu kurva acuan, sekaligus memperluas ruang lingkup validasi pada 24 jenis tanah (18 nonkohesif dan 6 kohesif). Metode semi-empiris memanfaatkan rasio empiris dan nilai RSL dari literatur untuk memprediksi kurva utama, sementara Scanning curve diprediksi melalui fungsi pergeseran horizontal dan fungsi tangen hiperbolik. Hasil penelitian menunjukkan metode analitik berakurasi tinggi pada tanah dengan entrapped air kecil, namun menurun pada entrapped air besar dan mayoritas prediksi melanggar prinsip histeresis. Metode semi-empiris memberikan hasil fluktuatif pada tanah nonkohesif; akurasi tertinggi pada Molonglo Sand dan terendah pada Porous Body II. Rasio Kool terbukti lebih baik daripada Likos dkk pada tanah nonkohesif, sedangkan keduanya baik pada tanah kohesif. Evaluasi Scanning curve pada Adelaide Dune Sand juga menunjukkan kelemahan formula parameter kelengkungan yang teratasi melalui penyesuaian nilai empiris. Selain itu, ditemukan bahwa nilai residual suction hasil curve fitting tidak merepresentasikan kondisi fisik yang sesuai, sehingga pendekatan grafis diperlukan untuk memperoleh nilai yang lebih realistis. Secara keseluruhan, rasio empiris dan formula kelengkungan kurva Scanning saat ini belum mampu memprediksi secara universal. Oleh karena itu, pengembangan formulasi baru yang mengorelasikan parameter tersebut dengan karakteristik fisik material direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Naufal Fadlurrahman R
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Mekanika Tanah 🏷️ Data Jalur Tunggal

KUANTIFIKASI PERTUMBUHAN, HASIL BIOMASSA, DAN NERACA MASSA DAN ENERGI BUDIDAYA TANAMAN SELADA ROMAINE (LACTUCA SATIVA L. VAR. LONGIFOLIA) DENGAN MEDIA TANAM KOMPOS LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM (PLEUROTUS OSTREATUS)

Peningkatan permintaan selada romaine (Lactuca sativa var. longifolia) perlu diimbangi dengan penggunaan media tanam yang produktif dan berkelanjutan. Kompos limbah baglog jamur tiram (Pleurotus ostreatus) berpotensi dimanfaatkan sebagai substitusi media tanam karena mengandung unsur hara dan dapat mendukung penerapan ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan, hasil biomassa, serta neraca massa dan energi budidaya selada romaine pada media berbasis kompos limbah baglog. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan empat perlakuan, yaitu tanah dengan NPK, kompos limbah baglog 100%, campuran 60% kompos dan 40% tanah, serta campuran 40% kompos dan 60% tanah. Parameter penelitian meliputi kondisi mikroklimat dan edafi k, pertumbuhan, biomassa, serapan N, P, dan K, serta neraca massa dan energi. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT apabila memenuhi asumsi normalitas, sedangkan data yang tidak normal dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran 40% kompos limbah baglog dan 60% tanah merupakan perlakuan berbasis kompos yang paling potensial untuk menggantikan sebagian media tanam. Namun, tanah dengan NPK tetap memberikan pertumbuhan, biomassa, serta efi siensi neraca massa dan energi terbaik pada sebagian besar parameter.engan demikian, kompos limbah baglog lebih sesuai digunakan sebagai substitusi sebagian media tanam daripada sebagai media tunggal

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Nur Nobi Kamosa
🏷️ Kebijakan Sirkulasi Sumber Daya Alam (Sda) 🏷️ Pertanian 🏷️ Analisis Biomassa Dan Neraca Massa

DESAIN ALAT PENGAMBIL SAMPEL AIR LAUT PADA KEDALAMAN 6000 METER

Laut dalam dengan kedalaman lebih dari 6000 meter merupakan salah satu wilayah paling ekstrem sekaligus paling sedikit terjamah di muka bumi. Meskipun sebagian besar permukaan bumi tertutup oleh lautan, hanya sebagian kecil wilayahnya yang telah dieksplorasi oleh manusia, sehingga laut dalam masih menyimpan beragam misteri. Tekanan yang sangat tinggi, suhu mendekati titik beku, dan kegelapan total menjadikan wilayah ini memiliki karakteristik lingkungan yang jauh berbeda dibandingkan perairan dangkal, sekaligus menyimpan informasi berharga mengenai ekosistem, kandungan kimia, nutrien, serta organisme mikro yang belum banyak diketahui. Langkah awal untuk meneliti wilayah ini adalah dengan melakukan pengambilan sampel air laut. Namun, untuk mengungkap informasi tersebut secara akurat, diperlukan alat pengambil sampel yang mampu bertahan pada kondisi ekstrem tanpa mengorbankan integritas sampel. Tugas akhir ini membahas perancangan alat pengambil sampel air laut yang bekerja secara penuh mekanik pada kedalaman 6000 meter. Pembahasan meliputi penentuan konsep dasar alat, penentuan persyaratan dan tujuan desain, pemilihan material yang kuat dan tahan korosi, perancangan mekanisme penyegelan sampel, sistem pemicu otomatis, hingga analisis kekuatan struktur terhadap tekanan hidrostatik. Berbagai pertimbangan desain, kendala teknis, dan gagasan solusinya diuraikan secara bertahap. Penelitian ini diharapkan membuka peluang bagi pengembangan teknologi eksplorasi laut dalam di masa mendatang.

2026
πŸ‘€ Penulis: Wahyu Pangestu Alamsyah
🏷️ Laut Dalam 🏷️ Desain Teknologi Pengambil Sampel 🏷️ Analisis Hidrologi Laut

PERANCANGAN SISTEM KONVERSI ENERGI PADA SUMBER PANAS BUMI MEDIUM-LOW ENTALPHY DI SEMBALUN LOMBOK

Indonesia memiliki potensi panas bumi sangat besar, sekitar 40% potensi dunia, namun sumber panas bumi medium-low enthalpy masih belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan efisiensi sistem konversi energi konvensional. Penelitian ini mengevaluasi analisis perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) pada sumber panas bumi medium-low enthalpy dari aspek sistem konversi energi. Sistem konversi energi yang mampu mengoptimalkan potensi tersebut adalah siklus binary yang menggunakan siklus sesuai karakteristik fluida yang digunakan seperti siklus brayton dan siklus organic rankine. Pada sistem konversi energi, siklus two-stage recuperated Brayton merupakan salah satu terpilih sebagai solusi paling sesuai yangg menghasilkan daya bersih 643,57 kW dan efisiensi termal 9,7% pada tekanan operasi maksimum 111 bar, diperoleh melalui pemulihan panas dua tahap di mana recuperator memanfaatkan kembali panas buangan turbin untuk pemanasan awal fluida kerja. Dari sisi ekonomi, integrasi kedua sistem ini menghasilkan Levelized Cost of Electricity (LCOE) sebesar 0,317 USD/kWh atau setara Rp5.603/kWh berdasarkan discount rate, capital recovery factor, dan umur proyek 30 tahun, menunjukkan analisis finansial jangka panjang. Sistem tertutup ini juga menghasilkan emisi gas rumah kaca dan dampak lingkungan yang rendah, sehingga berpotensi meningkatkan keberlanjutan pemanfaatan energi panas bumi medium-low enthalpy di Indonesia

2026
πŸ‘€ Penulis: Rufina Nafisah Darwis
🏷️ Sistem Konversi Energi 🏷️ Pltp Sumber Panas Bumi Medium-Low Entalphy 🏷️ Analisis Finansial Energi Alternatif
Halaman 12 dari 6754
πŸ’¬