📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PEMODELAN KESESUAIAN HABITAT TRACHYPITHECUS AURATUS, PRESBYTIS COMATA DAN MACACA FASCICULARIS DI TAMAN BURU GUNUNG MASIGIT KAREUMBI

Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBGMK) merupakan habitat penting bagi berbagai spesies primata di Jawa Barat yang saat ini menghadapi tekanan akibat perubahan tutupan lahan, perambahan, fragmentasi habitat, dan aktivitas manusia. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kualitas habitat sehingga diperlukan informasi mengenai distribusi habitat yang sesuai sebagai dasar pengelolaan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian habitat tiga spesies primata, yaitu Trachypithecus auratus, Presbytis comata, dan Macaca fascicularis, di Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBGMK), mengidentifikasi preferensi habitat masing-masing spesies berdasarkan variabel lingkungan yang berpengaruh, serta menganalisis tingkat tumpang tindih (overlap) habitat antarspesies. Kawasan ini merupakan salah satu habitat penting bagi keanekaragaman hayati di Jawa Barat yang menghadapi tekanan akibat perubahan penggunaan lahan dan aktivitas antropogenik. Oleh karena itu, pemahaman mengenai distribusi habitat potensial dan tumpang tindih habitat antarspesies menjadi input penting dalam perencanaan konservasi yang efektif dan berkelanjutan. Pemodelan kesesuaian habitat dilakukan menggunakan Maximum Entropy (MaxEnt), yang merupakan metode berbasis machine learning dan dirancang untuk menggunakan data kehadiran spesies saja (presence only) sebagai variabel distribusi. Penelitian ini menggunakan kombinasi berbagai variabel lingkungan yang diduga memengaruhi distribusi spesies, meliputi faktor topografi (elevasi dan kemiringan lereng), tutupan lahan, serta jarak terhadap fitur antropogenik seperti kebun dan pemukiman. Seluruh variabel lingkungan diproses dalam format raster dengan resolusi spasial yang seragam untuk memastikan konsistensi analisis. Evaluasi performa model dilakukan menggunakan nilai Area Under the Curve (AUC) dari kurva Receiver Operating Characteristic (ROC), yang umum digunakan untuk menilai akurasi prediksi model distribusi spesies. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa model MaxEnt memiliki kinerja yang baik dalam memprediksi distribusi habitat potensial ketiga spesies primata. Nilai AUC yang diperoleh masing-masing sebesar 0,842 untuk Trachypithecus auratus, 0,773 untuk Presbytis comata, dan 0,826 untuk Macaca fascicularis, yang mengindikasikan tingkat akurasi model berada dalam kategori sedang hingga baik. Perbedaan nilai AUC antarspesies mencerminkan variasi kompleksitas relung ekologis serta sensitivitas masing-masing spesies terhadap perubahan kondisi lingkungan. Selain itu, kontribusi variabel lingkungan terhadap model menunjukkan adanya perbedaan preferensi habitat pada setiap spesies, yang berkaitan dengan karakteristik ekologis dan perilaku masing-masing. Distribusi spasial kesesuaian habitat menunjukkan bahwa area dengan nilai kesesuaian tinggi tersebar secara tidak merata di dalam kawasan penelitian. Trachypithecus auratus dan Presbytis comata cenderung memiliki distribusi habitat yang lebih terkonsentrasi pada area dengan kondisi hutan yang relatif baik dan minim gangguan, sedangkan Macaca fascicularis menunjukkan distribusi yang lebih luas dan mampu menempati area dengan tingkat gangguan yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa Macaca fascicularis memiliki toleransi ekologis yang lebih tinggi dibandingkan dengan dua spesies lainnya. Analisis tumpang tindih (overlap) habitat antarspesies menunjukkan adanya variasi tingkat kesamaan preferensi habitat. Tumpang tindih yang relatif tinggi ditemukan antara Trachypithecus auratus dan Presbytis comata, yang mengindikasikan adanya kesamaan dalam preferensi habitat serta potensi interaksi dalam pemanfaatan sumber daya. Di sisi lain, tumpang tindih antara kedua spesies tersebut dengan Macaca fascicularis cenderung lebih rendah, yang mencerminkan perbedaan dalam strategi adaptasi terhadap lingkungan. Pola ini mengindikasikan adanya mekanisme pembagian relung (niche partitioning) yang memungkinkan ketiga spesies untuk hidup berdampingan dalam satu lanskap tanpa terjadi kompetisi yang berlebihan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga heterogenitas habitat dalam mendukung keberlangsungan berbagai spesies primata di kawasan konservasi. Area dengan tingkat kesesuaian habitat tinggi serta memiliki nilai tumpang tindih antarspesies yang signifikan perlu menjadi prioritas dalam pengelolaan kawasan, karena berperan penting dalam mempertahankan keanekaragaman hayati. Selain itu, keberadaan area dengan tekanan antropogenik yang tinggi juga perlu mendapatkan perhatian khusus dalam upaya mitigasi dampak terhadap habitat satwa. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan pendekatan pemodelan distribusi spesies berbasis spasial, khususnya dalam konteks konservasi primata di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Anindya Rizki Ermayanti
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS PERBANDINGAN OPERATOR CROSSOVER PADA ALGORITMA GENETIKA UNTUK MENYELESAIKAN TRAVELLING SALESMAN PROBLEM

Travelling Salesman Problem (TSP) merupakan salah satu permasalahan optimasi kombinatorial yang bertujuan untuk menentukan rute optimal dengan mengunjungi setiap kota tepat satu kali dan kembali ke kota asal dengan nilai fungsi objektif minimum. Seiring bertambahnya jumlah kota yang digunakan, jumlah kemungkinan solusi meningkat secara eksponensial sehingga diperlukan metode optimasi yang mampu menghasilkan solusi mendekati optimal dalam waktu komputasi yang efisien. Salah satu metode yang banyak digunakan untuk menyelesaikan TSP adalah Genetic Algorithm (GA). Penelitian ini menerapkan Genetic Algorithm untuk menyelesaikan Travelling Salesman Problem pada 34 kota di Pulau Jawa. Fungsi objektif yang digunakan berupa minimisasi jarak tempuh dan waktu perjalanan antar kota. Data jarak dan waktu diperoleh dari Google Maps dengan asumsi perjalanan menggunakan kendaraan roda empat tanpa melalui jalan tol. Penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh variasi operator crossover terhadap performa Genetic Algorithm. Enam operator crossover yang digunakan meliputi Partially Mapped Crossover (PMX), Cycle Crossover (CX), Modified Crossover, Order Crossover (OX), Order Based Crossover (OBX), dan Position Based Crossover (PBX). Kinerja masing-masing operator crossover dievaluasi berdasarkan kualitas solusi yang dihasilkan, nilai fitness terbaik, serta kemampuan konvergensi algoritma dalam menemukan rute optimal. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai operator crossover yang paling efektif untuk menyelesaikan Travelling Salesman Problem dengan fungsi objektif berupa jarak dan waktu tempuh. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan Genetic Algorithm untuk permasalahan optimasi rute.

2026
👤 Penulis: Nathanael Gilbert
🏷️ Genetic Algorithm 🏷️ Problema Travelling Salesman 🏷️ Analisis Operator Crossover

PERANCANGAN DESAIN ALAT BANTU PASIEN DE QUERVAIN'S TENOSYNOVITIS DI INDONESIA PADA INSTRUMEN ADL

De Quervain’s Tenosynovitis (DQT) adalah kondisi tendinopati pada daerah ibu jari dan pergelangan tangan yang sering muncul akibat gerakan repetitif dan postur ergonomis yang buruk, sehingga mengganggu kemampuan melakukan Instrumental Activities of Daily Living (ADL). Di Indonesia, keterbatasan akses terhadap alat bantu yang dirancang khusus untuk DQT dan solusi yang mendukung aktivitas menggenggam dalam konteks sehari-hari menjadi masalah yang perlu ditangani. Permasalahan yang dikaji dalam tugas akhir ini adalah: bagaimana merancang Splint Ergonomis dan Estetis yang secara pasif mengalihkan distribusi beban genggaman dari pangkal ibu jari tanpa membatasi fungsionalitas tangan dalam aktivitas harian pada penderita DQT? Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi prototipe alat bantu untuk pasien DQT. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif. Tahapan penelitian meliputi: 1) mengidentifikasi kebutuhan melalui observasi lapangan klinis dan wawancara mendalam dengan dokter ortopedi, praktisi ergonomi, dan pasien DQT; 2) memeriksa kegiatan, aktivitas menggenggam, dan ergonomi pengguna dengan alat bantu; 3) mengkonseptualisasi dan mengembangkan desain dengan menggunakan kerangka pemikiran desain; 4) membuat prototipe dan mock-up; dan 5) melakukan evaluasi awal melalui uji kegunaan. Ulasan singkat terhadap praktik dan perangkat yang ada menunjukkan kecenderungan imobilisasi yang menghambat aktivitas. Oleh karena itu, desain yang diusulkan menekankan dukungan postural yang memungkinkan penyembuhan terkontrol selama pelaksanaan ADL. Hasil pengujian awal prototipe menunjukkan perbaikan subjektif pada nyeri dan fungsi menggenggam serta umpan balik positif terkait kenyamanan, kemudahan penggunaan, dan potensi keterjangkauan. Kesimpulannya, prototipe alat bantu yang dikembangkan memenuhi kriteria untuk DQT dan layak untuk dilanjutkan pada uji klinis yang lebih luas dan iterasi desain untuk skala lokal.

2026
👤 Penulis: Stella Callista Virginia
🏷️ Desain Ergonomi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN DAN EVALUASI USABILITY SISTEM CUSTOMER SERVICE BERBASIS LARGE LANGUAGE MODEL AGENT (LLM AGENT) DI PT GLOBAL UNGGUL MANDIRI (PAXEL)

Industri logistik yang terus berkembang mendorong PT Global Unggul Mandiri (Paxel) untuk mengandalkan chatbot Hera sebagai garda terdepan pelayanan pelanggan. Namun, chatbot existing berbasis rule-based hanya mencapai bot deflection rate 60% per Februari 2026, di bawah target manajemen sebesar 80%, akibat completion rate yang rendah sebesar 59,05%. Gejala masalah ini disebabkan oleh keterbatasan pencocokan kata kunci, alur percakapan statis, dan ketidakterhubungan dengan knowledge base terpusat. Penelitian ini bertujuan untuk proof of concept chatbot berbasis Large Language Model agent (LLM) agent, menganalisis perbandingan usability antara chatbot berbasis LLM agent (Sistem B) dan chatbot existing berbasis rule-based (Sistem A) berdasarkan kerangka ISO 9241-11, serta merumuskan rekomendasi sistem berdasarkan analisis tersebut. Perancangan sistem usulan dilakukan dengan menggunakan metodologi Framework for the Application of System Thinking (FAST) dengan pendekatan Object Oriented Analysis (OOA) yang disajikan dengan Unified Modelling Language (UML). Sistem usulan mengintegrasikan function/tools Retrieval Augmented Generation (RAG) dan parameterized database query dalam arsitekturnya. Sistem kemudian dievaluasi usability-nya melalui controlled experiment within-subjects terhadap 40 responden untuk mengukur efektivitas dengan metrik Task Completion Rate (TCR), efisiensi dengan Time on Task (ToT), dan kepuasan pengguna dengan Bot Usability Scale (BUS-11). Hasil menunjukkan Sistem B mencapai TCR 100%, lebih cepat hingga 52,9% pada tugas informasi layanan, serta skor BUS-11 sebesar 86,02 (Very Good) dibandingkan Sistem A sebesar 78,38% (Good). Penelitian merekomendasikan Paxel mengembangkan Hera secara in-house, didukung oleh sistem usulan yang lebih baik secara usability dan analisis kelayakan finansial yang positif.

2026
👤 Penulis: Btari Benti Aivena
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Usability Sistem

PENGEMBANGAN MODEL FORECASTING DEMAND BERBASIS MACHINE LEARNING DAN PERANCANGAN KEBIJAKAN PERSEDIAAN SPARE PART PESAWAT DENGAN PENDEKATAN INTERMITTENT DEMAND

PT X menghadapi tantangan dalam perencanaan kebutuhan spare part pesawat untuk aktivitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) karena pola permintaan yang bersifat intermittent (jarang muncul dan banyak bernilai nol). Metode forecasting existing saat ini memiliki akurasi yang rendah, sehingga berisiko menyebabkan kekurangan stok. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model forecasting yang lebih akurat menggunakan pendekatan Machine Learning (ML) dan menyusun kebijakan persediaan yang optimal dengan pendekatan intermittent demand. Metodologi diawali dengan klasifikasi pola permintaan menggunakan parameter Average Demand Interval (ADI) dan Coefficient of Variation Squared (????????2) untuk mengelompokkan spare part ke dalam kategori smooth, erratic, slow, dan lumpy, dilanjutkan analisis ABC berbasis nilai biaya multi-mata uang yang distandardisasi ke USD. Pengembangan model dilakukan melalui dua skema: forecasting menggunakan model Naïve sebagai baseline dan Two-Stage Regression (klasifikasi dan regresi), dengan feature engineering berupa lag temporal, moving average, demand density, dan fitur momentum. Analisis feature importance menunjukkan bahwa fitur lag temporal dan demand density merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan akurasi prediksi pada pola intermittent demand. Untuk menangani ketidakseimbangan kelas pada Stage 1, diterapkan teknik SMOTE (Synthetic Minority Over-sampling Technique). Algoritma yang diuji untuk Two-Stage Regression meliputi Logistic/Linear Regression, Random Forest, dan Support Vector Machine (SVM), dievaluasi menggunakan chronological train-test split (80:20) dan walk-forward rolling validation. Signifikansi perbedaan performa model Machine Learning terhadap metode baseline dan metode existing yaitu Syntetos-Boylan Approximation (SBA) dibuktikan secara statistik menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Model terbaik kemudian diintegrasikan ke dalam perhitungan kebijakan persediaan berupa Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), dan safety stock menggunakan pendekatan Negative Binomial Distribution (NBD). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kebijakan persediaan usulan merupakan alternatif yang paling optimal dibanding metode existing, dengan potensi penghematan Total Inventory Cost (TIC) hingga 72%.

2026
👤 Penulis: Kevin Magfhira Ramadhani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Stok 🏷️ Hidrologi

POTENSI PENGERINGAN JAGUNG PADA TAHAP PENDINGINAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP KINERJA MOBILE CORN DRYER

Jagung pascapanen memiliki kadar air tinggi (25–35% basis basah (b.b)) sehingga membutuhkan proses pengeringan yang efektif. Mobile Corn Dryer (MCD) tipe aliran kontinu menjawab tantangan ini melalui pengeringan berbasis pemanasan dan pendinginan. Jagung yang memasuki subsistem pendingin dari ruang pemanas masih bertemperatur tinggi. Fenomena ini berpotensi memicu penguapan sisa air tanpa membutuhkan tambahan bahan bakar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pengeringan pada subsistem pendingin serta kontribusinya terhadap peningkatan kinerja MCD. Penelitian ini menerapkan analisis komparatif yang terdiri dari analisis teoretis dan aktual. Analisis teoretis dilakukan melalui pemodelan kesetimbangan massa dan energi termodinamika sebagai landasan identifikasi potensi pengeringan maksimum pada subsistem pendingin serta pengaruhnya terhadap kinerja. Di sisi lain, analisis aktual mengevaluasi data kinerja MCD di lapangan. Hasil penelitian membuktikan bahwa subsistem pendingin berkontribusi terhadap pengeringan. Secara teoretis, subsistem ini mampu menurunkan kadar air maksimal 2,4% basis basah. Pemanfaatan potensi tersebut berimplikasi pada kinerja, yaitu peningkatan efisiensi sebesar 10,4% (dari 56,1% menjadi 66,5%), penurunan konsumsi energi spesifik sebesar 0,656 MJ/kg (dari 4,212 MJ/kg menjadi 3,556 MJ/kg), dan penurunan konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 0,21 liter/%(b.b)?ton (dari 1,37 liter/%(b.b)?ton menjadi 1,15 liter/%(b.b)?ton). Pada pengujian aktual, subsistem pendingin berhasil mengurangi kadar air sebesar 1,8% basis basah yang menghasilkan adanya peningkatan efisiensi dari 33,9% menjadi 40,0%.

2026
👤 Penulis: Imam Tantowi
🏷️ Pengeringan Jagung 🏷️ Analisis Komparatif 🏷️ Kinerja Sistem Mobile Corn Dryer

USULAN REKAYASA PROSES BISNIS PRODUK FESYEN BERBASIS TENUN IKAT WARNA ALAM SUMBA TIMUR DI LURITANEA

Luritanea saat ini menghadapi hambatan produktivitas dalam mengekseskusi proses operasional inovasi produk berbasis tenun ikat Sumba “Tenun Eco-fashion”. Hal ini disebabkan karena tidak adanya pemetaan proses operasional, tanggung jawab masing-masing proses yang belum terdefinisi, dan tidak adanya sistem pengendalian standar kualitas untuk proses operasional. Berdasarkan potensi penyelesaian masalah yang didukung dari penelitian terkait dengan dampak positif penerapan Business Process Reengineering (BPR) yang berorientasi pada standar kualitas untuk menciptakan nilai di mata pelanggan, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rancangan proses bisnis pengembangan produk Tenun Eco-fashion pada Luritanea yang didasarkan pada persyaratan dalam standar ISO 9001. Peneltian ini menggunakan tahapan implementasi BPR yang terdiri dari: persiapan reengineering, pemetaan dan analisis proses bisnis as-is, perancangan proses to-be, dan implementasi hasil reengineering melalui pemenuhan persyaratan ISO 9001:2015. Pada penelitian ini BPR dilakukan dengan dua pendekatan untuk menghasilkan dua arah perbaikan, yaitu pendekatan clean sheet dan pendekatan systematic reengineering. Pemetaan proses bisnis as-is diawali dengan identifikasi proses bisnis melalui wawancara semi terstruktur yang menghasilkan 6 kategori proses, 24 proses, dan 97 aktivitas. Setelah dilakukan evaluasi terhadap ISO 9001:2015, proses as-is hanya memenuhi 17 dari 63 (26,9%) klausul yang dipersyaratkan. Setelah dilakukan perancangan proses to-be, melalui pendekatan clean sheet dihasilkan 4 proses baru dan 4 proses yang dilakukan perancangan ulang, sedangkan melalui pendekatan systematic reengineering dihasilkan 2 proses dari pembakuan prosedur. Untuk mendukung pemenuhan persyaratan ISO 9001:2015 dihasilkan juga rancangan informasi terdokumentasi yang terdiri 10 dokumen pendukung, 4 formulir, dan 10 prosedur. Dari hasil evaluasi proses bisnis to-be dan rancangan informasi terdokumentasi terhadap ISO 9001:2015, didapatkan pemenuhan 61 dari 63 klausul proses bisnis (96,8%). Penelitian ini menghasilkan rancangan proses bisnis yang didasarkan pada pemenuhan persyaratan dalam standar ISO 9001:2015 dan didokumentasikan dalam pemodelan proses bisnis IDEF9000.

2026
👤 Penulis: Muhammad Dhani Rizqiawan
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL PAMERAN KOPI INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN GENERASI MUDA TERHADAP JENIS-JENIS KOPI INDONESIA

Penelitian ini berangkat dari rendahnya pemahaman generasi muda terhadap ragam kopi Indonesia meskipun konsumsi kopi terus meningkat. Informasi mengenai kopi masih tersebar dan pameran kopi umumnya berorientasi pada bisnis sehingga kurang mendukung edukasi bagi masyarakat awam. Penelitian ini bertujuan merancang sistem identitas visual pameran kopi Indonesia yang mampu meningkatkan pemahaman generasi muda melalui pengalaman edukatif yang interaktif dan inklusif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan Double Diamond Design Process melalui tahapan discover, define, develop, dan deliver. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian diolah dengan pendekatan Visual Communication, Experiential Design, dan Environmental Graphic Design (EGD). Penelitian ini menghasilkan sistem identitas visual pameran kopi Indonesia yang terintegrasi dengan desain informasi dan pengalaman ruang edukatif yang inklusif, mencakup identitas pameran, media informasi, elemen grafis, desain ruang pamer, serta Graphic Standard Manual (GSM). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam perancangan pameran edukatif sekaligus berkontribusi pada peningkatan literasi dan apresiasi masyarakat terhadap keberagaman kopi Indonesia.

2026
👤 Penulis: Megan Elena Saundra
🏷️ Desain Visual 🏷️ Edukasi Rantai Pasok Kopi 🏷️ Manajemen Desain Produk

PENGEMBANGAN SISTEM BIKE FITTING BERBASIS SENSOR WEARABLE DAN APLIKASI ANALISIS POSE UNTUK EVALUASI STABILITAS PANGGUL DAN POSTUR TUBUH

Bike fitting merupakan proses penyesuaian posisi sepeda terhadap pengendara untuk meningkatkan efisiensi kayuhan, kenyamanan, serta mengurangi risiko cedera muskuloskeletal. Meskipun penting untuk pencegahan cedera, layanan bike fitting saat ini masih kurang portabel dan mengandalkan sistem laboratorium yang mahal, sehingga sulit dijangkau oleh pesepeda non-atlet. Penerapan bike fitting sejatinya sangat krusial bagi pesepeda rekreasional demi menghindari keluhan muskuloskeletal akibat kesalahan postur yang repetitif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi sistem bike fitting hibrida yang dirancang agar lebih mudah diakses (accessible) oleh masyarakat umum melalui solusi yang objektif, portabel, dan terjangkau. Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan sensor wearable berbasis Inertial Measurement Unit (IMU) BNO055 pada area sakrum untuk mengukur pelvic rocking dan pelvic tilt, serta aplikasi Android berbasis MediaPipe BlazePose untuk menganalisis postur tubuh secara markerless. Evaluasi sistem meliputi pengujian akurasi, performa, dan pengujian dinamis pada tiga subjek menggunakan mountain bike (MTB) dan road bike dengan tiga variasi tinggi sadel. Hasil validasi menunjukkan sensor IMU memiliki Mean Absolute Error (MAE) sebesar 0,326° pada sumbu roll dan 0,626° pada sumbu pitch. Estimasi sudut lutut MediaPipe menghasilkan MAE sebesar 4,12° (BDC) dan 5,27° (TDC). Sistem bekerja dengan sampling rate IMU 78,39 Hz, frame rate MediaPipe 17,6 fps, Bluetooth Low Energy (BLE) latensi median 8,0 ms, packet loss 0%, serta offset sinkronisasi maksimum 34,8 ms. Pengujian dinamis membuktikan sistem mampu mendeteksi perubahan biomekanika akibat variasi tinggi sadel melalui parameter knee angle, pelvic rocking, dan pelvic tilt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hibrida IMU-MediaPipe berhasil menyediakan alat evaluasi data gerak real-time yang andal dan memadai bagi pesepeda rekreasional.

2026
👤 Penulis: Mutia Nurfadilah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SISTEM PENGELOLAAN PELANGGAN PADA CV X

CV X merupakan perusahaan jasa konstruksi yang melayani baik pelanggan business-to-government (B2G) maupun business-to-business (B2B). Sejak pandemi COVID-19, perusahaan mengalami penurunan pendapatan. Meskipun menunjukkan tren pemulihan, hingga tiga tahun pascapandemi pendapatan belum kembali ke tingkat sebelum pandemi. Kondisi ini mengindikasikan adanya tantangan dalam menstabilkan kinerja pendapatan perusahaan. Permasalahan ini diindikasikan berkaitan dengan ketiadaan sistem pengelolaan pelanggan yang mengakibatkan hubungan pascaproyek tidak terkelola secara berkelanjutan dan data historis transaksi belum dimanfaatkan secara optimal dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengelolaan pelanggan untuk meningkatkan retensi pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan analisis data transaksi. Analisis kebutuhan dan penentuan arah perbaikan sistem dilakukan berdasarkan kerangka strategis Customer Relationship Management dengan fokus pada manajemen informasi pelanggan. Selanjutnya, segmentasi pelanggan dilakukan menggunakan metode hierarchical clustering berdasarkan variabel recency, frequency, dan monetary (RFM) yang menghasilkan empat klaster pelanggan, yaitu inactive, new, loyal, dan champion, sebagai dasar penyusunan strategi pelanggan. Perancangan sistem informasi dilakukan menggunakan metode FAST, dengan hasil berupa dashboard berbasis Google Spreadsheet yang mendukung pencatatan data dan pemantauan kinerja pengelolaan pelanggan.

2026
👤 Penulis: Farah Amalya Firdausin
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Customer Relationship Management (Crm) 🏷️ Hierarchical Clustering

ANALISIS KINERJA SEISMIK DAN INTEGRITAS LINING STACKED TWIN TUNNEL MRT JAKARTA DENGAN METODE PSEUDO-STATIS SNI 9366:2025

Terowongan ganda bertumpuk vertikal (stacked twin tunnel) pada Proyek MRT Jakarta Fase 2 (CP202) melintasi lapisan tanah lempung lunak berlapis yang rentan terhadap deformasi seismik, sehingga penelitian ini mengevaluasi kinerja seismik dan integritas struktural lining segmental terowongan menggunakan metode pseudo-statis berdasarkan SNI 9366:2025. Analisis dilakukan melalui pemodelan elemen hingga dua dimensi menggunakan PLAXIS 2D dengan model konstitutif Hardening Soil. Profil deformasi geser bebas ditentukan dari percepatan puncak batuan dasar yang diamplifikasi untuk kelas situs SE, dikonversi menjadi regangan geser maksimum per lapisan, dan diaplikasikan sebagai prescribed displacement pada batas lateral model untuk kondisi FEE dan SEE. Hasil menunjukkan Tunnel 2 pada lapisan lempung sangat lunak (AC1), dengan rasio fleksibilitas lebih kecil dari satu, jauh lebih sensitif terhadap beban seismik dibandingkan Tunnel 1 pada lapisan pasir padat, momen lentur Tunnel 2 meningkat hingga 400,8% pada SEE, sedangkan Tunnel 1 relatif stabil. Studi parametrik variasi tebal lining (250, 300, 350 mm) menunjukkan penambahan tebal lebih efektif mereduksi ovaling pada tanah lunak dibandingkan tanah kaku. Evaluasi integritas lining sesuai SNI 2847:2019, dengan ?=0,65 untuk statis dan FEE serta ?=1,0 untuk SEE, menunjukkan seluruh titik evaluasi berada dalam envelope kapasitas. Ratio tertinggi 0,95 (Tunnel 1, statis, springline) dan 0,82 (Tunnel 2, SEE, invert), mengkonfirmasi konfigurasi lining eksisting CP202 memadai memikul beban statis, surcharge, dan seismik pada segmen tinjauan.

2026
👤 Penulis: Farel Muhammad Afghani
🏷️ Seismologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Struktur

PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK SMART FARMING MELALUI METODE PARTISIPATORIS BAGI PETANI SKALA KECIL DI JAWA BARAT (STUDI KASUS: DESA CIDADAP, KECAMATAN CAMPAKA, KABUPATEN CIANJUR)

istem Pertanian Pintar (Smart Farming) menjanjikan efisiensi tinggi, namun implementasinya mengalami stagnasi pada kelompok tani perorangan skala kecil akibat ketidaksesuaian desain dengan realitas infrastruktur pedesaan. Di Desa Cidadap, anomali iklim mikro harian memicu tingginya risiko luntur (wash-off) pestisida yang mengakibatkan kerugian ekonomi riil bagi petani lahan kering. Perangkat pemantauan komersial eksisting terbukti gagal diadopsi karena ketergantungan absolut pada internet dan listrik konstan, biaya investasi individual yang tinggi, antarmuka digital yang rumit, serta bentuk fisik steril yang memicu alienasi estetika. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ekosistem stasiun cuaca komunal portabel guna memitigasi risiko cuaca mikro melalui paradigma Teknologi Tepat Guna. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode Action Research yang berpusat pada Siklus Desain Partisipatoris. Melalui proses ko-kreasi yang melibatkan kelompok tani lokal dan konsultasi ahli BMKG, temuan lapangan diterjemahkan ke dalam batasan desain fungsional, ekonomi, konektivitas, interaksi, dan fisik. Hasil perancangan membuahkan ekosistem Huma, yang terdiri dari perangkat keras stasiun cuaca dan sensor tanah pendamping. Inovasi arsitektur data bertumpu pada sistem luring penuh (offline-first) dengan pemrosesan lokal (edge computing) dan transmisi Bluetooth, membebaskan petani dari ketergantungan sinyal seluler. Secara fisik, perangkat mengadopsi bentuk poertabel jinjing berbalut warna gelap matte yang adaptif terhadap kerasnya lingkungan saung, serta memanfaatkan sistem modular snap-buckle untuk kemandirian perbaikan. Pada aspek ergonomi kognitif, antarmuka aplikasi mereduksi beban pikiran pengguna dengan membalik hierarki data numerik menjadi panduan instruksi taktis visual yang dapat dipahami dalam waktu kurang dari lima detik. Pendekatan kepemilikan inovasi sosial berupa tata kelola komunal (shared ownership) berhasil menekan estimasi biaya material purwarupa hingga menjadi alat yang terjangkau bagi kelompok tani. Penelitian ini membuktikan bahwa perpaduan antara rekayasa bentuk, penyederhanaan antarmuka luring, dan pemanfaatan modal sosial gotong royong mampu mendemokratisasi akses teknologi pertanian presisi yang tangguh, terjangkau, dan bermakna bagi keseharian petani gurem.

2026
👤 Penulis: Muhammad Arya Fikri Agusta
🏷️ Desain Produk 🏷️ Teknologi Tepat Guna 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pertanian

USULAN KEBIJAKAN JEDA ANTARDINASAN MASINIS KAJIAN DI PT KERETA API INDONESIA (PERSERO)

Kelelahan merupakan salah satu faktor risiko utama yang mengancam keselamatan operasional perkeretaapian yang dapat dikendalikan melalui penentuan durasi jeda antardinasan yang tepat. Namun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) hingga saat ini belum memiliki kebijakan jeda antardinasan yang didasarkan pada bukti empiris memadai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kelelahan masinis, menentukan rekomendasi durasi jeda antardinasan yang optimal, serta mengusulkan strategi mitigasi risiko kelelahan masinis PT KAI. Pendekatan campuran (mixed methods) digunakan, meliputi pengukuran kuantitatif menggunakan instrumen objektif untuk mengukur kecepatan reaksi dan durasi kedipan mata (Psychomotor Vigilance Task/PVT dan Blink Duration) dan subjektif untuk mengukur tingkat kantuk dan kelelahan, serta beban mental yang dirasakan masinis selama dinasan (KSS, VAS, NASA-TLX, dan RSME) pada kru kedudukan dan kru tamu dengan jeda ?12 jam dan >12 jam, serta Focus Group Discussion (FGD) yang dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan seluruh instrumen konsisten mengindikasikan peningkatan kelelahan yang bermakna setelah dinasan pada kedua kru, dengan kelompok jeda ?12 jam mencatatkan akumulasi kelelahan yang lebih tinggi; durasi jeda berkorelasi negatif signifikan dengan Blink Duration. Temuan kualitatif mengidentifikasi enam tema penyebab kelelahan, meliputi ketidakcukupan jeda antardinasan, pola dinasan, fasilitas istirahat, kondisi kabin, faktor organisasional, serta dukungan manajemen. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan jeda antardinasan minimal >12 jam sebagai kebijakan baku, dengan rentang 10–12 jam untuk kru tamu dan 12–14 jam untuk kru kedudukan. Rekomendasi ini telah disepakati bersama PT KAI dan bersifat adaptif selama tidur efektif minimal 7 jam dan fasilitas istirahat kondusif terpenuhi. Implementasi rekomendasi ini didukung oleh strategi mitigasi berbasis model Fatigue Risk Control (Williamson) yang disusun secara berjenjang: pencegahan kelelahan sebelum dinasan melalui standardisasi jeda dan fasilitas istirahat, pengelolaan performa selama dinasan melalui perbaikan ergonomi kabin dan protokol pelaporan kelelahan, hingga mitigasi insiden sebagai jaring pengaman terakhir melalui kalibrasi sistem pemantauan dan optimalisasi perangkat keselamatan. Kajian lanjutan disarankan dilakukan secara longitudinal untuk memantau perubahan tingkat kelelahan masinis seiring implementasi kebijakan.

2026
👤 Penulis: Sarah Fadlilah Sigit
🏷️ Keuangan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kesehatan Tenaga Kerja

PERANCANGAN DAN EVALUASI KEANDALAN ORB-SLAM3 UNTUK SISTEM PENENTUAN POSISI PADA LINGKUNGAN TANPA SINYAL GPS

Dewasa ini, perkembangan sistem penentuan posisi sangat bergantung pada keberadaan GPS. GPS menawarkan teknologi penentuan posisi yang fleksibel untuk digunakan pada berbagai bidang, mudah digunakan, responsif, mampu beroperasi secara global, dan memiliki biaya relatif murah jika dibandingkan dengan performa yang dihasilkan. Namun pada implementasinya ternyata terdapat tempat dengan kondisi tertentu mengakibatkan degradasi pada fungsi GPS. Lingkungan seperti ini disebut area GPS-denied. Kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh keberadaan objek penghalang seperti pepohonan, bangunan tinggi, jembatan, yang menyebabkan pelemahan sinyal GPS. Pada Tugas Akhir ini, visual Simultaneous Localization andMapping (vSLAM) digunakan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan penentuan posisi pada lingkungan GPS-denied. Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) merupakan suatu algoritma yang memungkinkan suatu device untuk membuat suatu map dari lingkungan sekitarnya sekaligus mengestimasi posisi dirinya sendiri pada peta tersebut, sementara vSLAM adalah jenis SLAM yang menggunakan sensor visual. Di antara berbagai jenis vSLAM yang ada, ORB-SLAM3 dipilih karena memiliki tingkat robustness yang tinggi jika dibandingkan dengan metode lainnya. Pada Tugas Akhir ini, digunakan repository eksisting dengan modifikasi sesuai kebutuhan sistem. Modifikasi yang dilakukan meliputi penambahan subfungsi ROS2 Node Layer Stereo dan User Interface. ROS2 Node Layer berfungsi sebagai penghubung antara ROS2 Communication System dan ORB-SLAM3. Topic ROS2 Communication System digunakan untuk mengirim data image, sementara topic ORB-SLAM3 digunakan untuk mengirim data terkait estimasi posisi, status tracking, serta informasi pendukung lainnya. Sementara subsistem user interface dikembnagkan untuk mempermudah proses pengujian sistem. Subsistem ini terdiri dari 3 komponen, yaitu server, pose sender, dan website HTML. Server merupakan pusat dari sistem komunikasi ini, fungsinya adalah mengatur alur sistem komunikasi dan sebagai perantara antara pose sender dan file HTML. Pose sender digunakan untuk mengambil data yang dihasilkan oleh ORB-SLAM3 dan mengirimkannya ke server untuk didistribusikan kembali nantinya. Terakhir, website HTML digunakan sebagai antarmuka pengguna untuk mempermudah user dalam memantau hasil estimasi posisi oleh ORB-SLAM3. Data yang ditampilkan pada user interface terdiri atas koordinat, orientasi, trajektori, status tracking, status deteksi loop closure, dan timestamp. Selain itu, website juga menyediakan fitur untuk untuk mengunduh seluruh data yang diterima dalam format CSV. Tujuan utama dari Tugas Akhir ini adalah mengembangkan suatu sistem positioning yang mampu beroperasi secara akurat dan presisi dalam waktu singkat meski digunakan dalam lingkungan GPS-denied. Ketercapaian tujuan ini diuji melalui 7 spesifikasi terkait akurasi, presisi, waktu komputasi, durasi penggunaan, massa device, ketahanan panas, dan ketahanan debu. Di antara seluruh spesifikasi tersebut, hanya satu spesifikasi yang tidak terpenuhi, yaitu ketahanan debu. Sebagian besar dari spesifikasi yang diinginkan memang berhasil tercapai, namun sebagian besar ketercapaian ini memiliki syarat tertentu yang harus dipenuhi. Seperti contohnya, spesifikasi akurasi hanya dapat memenuhi spesifikasi pada jarak pengujian di bawah 10 m, pengujian presisi drone baru dilakukan ketika drone mendarat, dan massa device yang belum memperhitungkan massa sistem user. Hasil pengujian menujukkan bahwa sistem mampu menghasilkan estimasi posisi dengan tingkat akurasi di bawah 10 cm pada jarak pengukuran di bawah 10 m, memiliki tingkat presisi di atas 80%, dan waktu komputasi yang diperlukan untuk menghasilkan estimasi posisi ini bernilai di bawah 100 ms. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Tugas Akhir sudah memecahkan masalah karena berhasil mengembangkan sistem yang dapat melakukan estimasi posisi secara akurat dan presisi pada area GPS-denied dengan waktu komputasi yang singkat..Meski begitu tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat banyak aspek yang perlu dikembangkan lebih lanjut agar sistem dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan user secara nyata.

2026
👤 Penulis: Bianca Chiquita Irene Tawang
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Simulasi Lokasi Dan Mapping 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

PERANCANGAN DAN EVALUASI KEANDALAN ORB-SLAM3 UNTUK SISTEM PENENTUAN POSISI PADA LINGKUNGAN TANPA SINYAL GPS

Dewasa ini, perkembangan sistem penentuan posisi sangat bergantung pada keberadaan GPS. GPS menawarkan teknologi penentuan posisi yang fleksibel untuk digunakan pada berbagai bidang, mudah digunakan, responsif, mampu beroperasi secara global, dan memiliki biaya relatif murah jika dibandingkan dengan performa yang dihasilkan. Namun pada implementasinya ternyata terdapat tempat dengan kondisi tertentu mengakibatkan degradasi pada fungsi GPS. Lingkungan seperti ini disebut area GPS-denied. Kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh keberadaan objek penghalang seperti pepohonan, bangunan tinggi, jembatan, yang menyebabkan pelemahan sinyal GPS. Pada Tugas Akhir ini, visual Simultaneous Localization andMapping (vSLAM) digunakan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan penentuan posisi pada lingkungan GPS-denied. Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) merupakan suatu algoritma yang memungkinkan suatu device untuk membuat suatu map dari lingkungan sekitarnya sekaligus mengestimasi posisi dirinya sendiri pada peta tersebut, sementara vSLAM adalah jenis SLAM yang menggunakan sensor visual. Di antara berbagai jenis vSLAM yang ada, ORB-SLAM3 dipilih karena memiliki tingkat robustness yang tinggi jika dibandingkan dengan metode lainnya. Pada Tugas Akhir ini, digunakan repository eksisting dengan modifikasi sesuai kebutuhan sistem. Modifikasi yang dilakukan meliputi penambahan subfungsi ROS2 Node Layer Stereo dan User Interface. ROS2 Node Layer berfungsi sebagai penghubung antara ROS2 Communication System dan ORB-SLAM3. Topic ROS2 Communication System digunakan untuk mengirim data image, sementara topic ORB-SLAM3 digunakan untuk mengirim data terkait estimasi posisi, status tracking, serta informasi pendukung lainnya. Sementara subsistem user interface dikembnagkan untuk mempermudah proses pengujian sistem. Subsistem ini terdiri dari 3 komponen, yaitu server, pose sender, dan website HTML. Server merupakan pusat dari sistem komunikasi ini, fungsinya adalah mengatur alur sistem komunikasi dan sebagai perantara antara pose sender dan file HTML. Pose sender digunakan untuk mengambil data yang dihasilkan oleh ORB-SLAM3 dan mengirimkannya ke server untuk didistribusikan kembali nantinya. Terakhir, website HTML digunakan sebagai antarmuka pengguna untuk mempermudah user dalam memantau hasil estimasi posisi oleh ORB-SLAM3. Data yang ditampilkan pada user interface terdiri atas koordinat, orientasi, trajektori, status tracking, status deteksi loop closure, dan timestamp. Selain itu, website juga menyediakan fitur untuk untuk mengunduh seluruh data yang diterima dalam format CSV. Tujuan utama dari Tugas Akhir ini adalah mengembangkan suatu sistem positioning yang mampu beroperasi secara akurat dan presisi dalam waktu singkat meski digunakan dalam lingkungan GPS-denied. Ketercapaian tujuan ini diuji melalui 7 spesifikasi terkait akurasi, presisi, waktu komputasi, durasi penggunaan, massa device, ketahanan panas, dan ketahanan debu. Di antara seluruh spesifikasi tersebut, hanya satu spesifikasi yang tidak terpenuhi, yaitu ketahanan debu. Sebagian besar dari spesifikasi yang diinginkan memang berhasil tercapai, namun sebagian besar ketercapaian ini memiliki syarat tertentu yang harus dipenuhi. Seperti contohnya, spesifikasi akurasi hanya dapat memenuhi spesifikasi pada jarak pengujian di bawah 10 m, pengujian presisi drone baru dilakukan ketika drone mendarat, dan massa device yang belum memperhitungkan massa sistem user. Hasil pengujian menujukkan bahwa sistem mampu menghasilkan estimasi posisi dengan tingkat akurasi di bawah 10 cm pada jarak pengukuran di bawah 10 m, memiliki tingkat presisi di atas 80%, dan waktu komputasi yang diperlukan untuk menghasilkan estimasi posisi ini bernilai di bawah 100 ms. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Tugas Akhir sudah memecahkan masalah karena berhasil mengembangkan sistem yang dapat melakukan estimasi posisi secara akurat dan presisi pada area GPS-denied dengan waktu komputasi yang singkat..Meski begitu tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat banyak aspek yang perlu dikembangkan lebih lanjut agar sistem dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan user secara nyata.

2026
👤 Penulis: Bianca Chiquita Irene Tawang
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Simulasi Lokasi Dan Mapping 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan
Halaman 13 dari 6754
💬