πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PERANCANGAN BOOK APP TENTANG IMPLEMENTASI EMPAT KATA AJAIB DALAM KEHIDUPAN SOSIAL ANAK USIA 7 - 9 TAHUN

Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh terhadap perilaku sosial anak usia sekolah dasar, termasuk dalam penggunaan bahasa sopan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu fenomena yang muncul adalah memudarnya penggunaan empat kata ajaib, yaitu permisi, maaf, tolong, dan terima kasih, pada anak usia 7 – 9 tahun. Kondisi ini dipengaruhi oleh paparan konten media digital yang kurang edukatif serta minimnya pembiasaan pendidikan karakter yang konsisten di lingkungan anak. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran alternatif yang mampu menanamkan nilai sosial secara menarik dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Tugas akhir ini bertujuan merancang Book App sebagai media pembelajaran interaktif yang mengimplementasikan empat kata ajaib dalam kehidupan sosial anak usia 7–9 tahun. Perancangan dilakukan melalui strategi visual storytelling yang menggabungkan ilustrasi bergaya kartun semi-realistis, narasi berbasis situasi keseharian anak, serta elemen interaktif seperti tap, slide, dan drag-and-drop yang terintegrasi dengan alur cerita. Hasil user testing menunjukkan bahwa Book App dapat diterima dengan baik oleh pengguna, dengan visual yang menarik dan nyaman dilihat, navigasi serta instruksi yang mudah dipahami, dan penyampaian pesan moral yang dapat diterima dengan baik oleh anak. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Book App berpotensi menjadi media edukatif yang mendukung pembiasaan perilaku sopan santun melalui pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Neila Putri Maritza
🏷️ Teknologi Digital 🏷️ Pendidikan Karakter 🏷️ Media Pembelajaran Interaktif

PERANCANGAN BUKU MENULIS REFLEKTIF (JOURNALING BOOK) DENGAN TEMA NILAINILAI ISLAM SEBAGAI MEDIA PEMULIHAN DIRI (SELF-HEALING) BAGI GENERASI Z USIA 18-24 TAHUN

Sebagai pengguna media sosial paling aktif di Indonesia (61%), Generasi Z sangat rentan terkena tekanan psikis akibat budaya perbandingan digital. Usia 18–24 tahun merupakan masa transisi kritis pencarian jati diri yang membuat mereka mudah terpengaruh konten media sosial. Pada fase ini, refleksi diri sangat penting untuk menjaga kesehatan mental, namun media pendukung yang relevan masih terbatas. Perancangan ini bertujuan menciptakan buku menulis reflektif ( journaling book) bertema nilai Islam sebagai media pemulihan diri (self-healing) bagi Generasi Z Muslim sebagai mayoritas penduduk di Indonesia (88%). Menggunakan metode Double Diamond, riset menunjukkan bahwa Generasi Z masih memilih cara personal seperti berdoa dan menulis untuk mengurai pikiran. Journaling book didesain sebagai media interaktif yang memfasilitasi empat tahap pemulihan: self-awareness, selfacceptance, self-compassion, dan emotion regulation. Dengan integrasi nilai Islam seperti tawakkal, qana’ah, syukur, sabar, dan husnuzhan sebagai fondasi utama untuk menghadapi masalah insecure, overthinking, kecemasan, dan pesimisme. Perancangan ini diharapkan menghasilkan media yang mampu memvalidasi emosi sekaligus membantu Generasi Z mengolah pengalaman batin secara mandiri dan sehat di tengah hiruk-pikuk dunia digital.

2026
πŸ‘€ Penulis: Jeihan Azura
🏷️ Journaling 🏷️ Pemulihan Diri 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Emosi

PERANCANGAN KOMIK DIGITAL DI INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA EDUKASI RISIKO PENGGUNAAN PAYLATER BAGI DEWASA MUDA USIA 26-29 TAHUN

Penggunaan layanan Buy Now Pay Later (PayLater) di Indonesia terus meningkat dan banyak dimanfaatkan oleh dewasa muda usia 26–29 tahun karena kemudahan akses, fleksibilitas pembayaran, serta promosi yang menarik. Namun, penggunaan yang tidak bijak berpotensi memunculkan perilaku konsumtif, penumpukan utang, dan tekanan finansial. Perancangan ini bertujuan merancang komik digital di Instagram sebagai media edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran dewasa muda terhadap risiko penggunaan PayLater. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model Double Diamond melalui tahapan Discover, Define, Develop, dan Deliver. Data diperoleh melalui studi literatur, kuesioner, wawancara dengan target sasaran, Certified Financial Planner, serta illustrator dan konten kreator. Hasil analisis menunjukkan bahwa komik digital efektif sebagai media edukasi karena disukai audiens, mudah dipahami, dan sesuai dengan pola konsumsi konten dewasa muda. Konsep akhir perancangan menggunakan format komik strip digital vertikal untuk Instagram, dengan pendekatan storytelling yang relatable, humor ringan, bahasa santai, dan visual sederhana agar pesan edukatif tersampaikan tanpa terkesan menggurui.

2026
πŸ‘€ Penulis: Deviashinta Yusharyahya
🏷️ Komik Digital 🏷️ Penggunaan Layanan Paylater Di Indonesia 🏷️ Edukasi Finansial

PERFORMANCE ASSESSMENT OF REHAB-BOT: A HOME-BASED LOWER-EXTREMITY REHABILITATION ROBOT

Lower limb impairments caused by conditions such as spinal cord injuries and stroke remain a significant global health concern, often requiring long and intensive rehabilitation. Conventional rehabilitation methods are frequently limited by accessibility, cost, and the need for continuous supervision. To address these challenges, the Biomechanics Laboratory of Institut Teknologi Bandung has developed a portable lower extremity rehabilitation device, the Rehab-Bot, intended for home-based use. This study evaluates the performance of the Rehab-Bot through motion analysis and muscle activity assessment. Experimental testing was conducted on healthy subjects under both passive and active training modes. Joint angle data obtained from the Rehab-Bot were validated using optical motion capture. Additionally, force measurements and surface electromyography (sEMG) signals were analysed to evaluate system response and muscle activation during active rehabilitation. The results indicate that in passive mode, the Rehab-Bot is capable of producing consistent and controlled reciprocal motion, with joint angle measurement errors below 5%, demonstrating adequate accuracy for rehabilitation purposes. In active mode, the system responds effectively to user input and facilitates voluntary movement, although some limitations in motion stability and user comfort were observed. Motion analysis shows close agreement between the user’s joint angle and the Rehab-Bot measurements, while sEMG results confirm repeated muscle activation during exercise, with higher resistance producing increased muscle activity.

2026
πŸ‘€ Penulis: Marshella Rahma Aisha
🏷️ Rehabilitasi Medis 🏷️ Robotika Dalam Pengobatan 🏷️ Analisis Kinetik Dan Elektromyografi

BIODEGRADASI MIKROPLASTIK POLYETHYLENE (PE) OLEH YEAST YANG DIISOLASI DARI KAWASAN PANTAI DI SURABAYA DAN BANYUWANGI, JAWA TIMUR

Pencemaran mikroplastik (MP) pada lingkungan laut, terutama kawasan pantai, telah menjadi perhatian besar dalam beberapa tahun terakhir. Polyethylene (PE) merupakan salah satu sumber utama cemaran MP di lingkungan laut. Yeast ditemukan pada permukaan plastik dan menjadi bagian dari komunitas mikroba yang dapat hidup pada lingkungan tersebut atau dikenal sebagai plastisfer. Hingga saat ini, peran yeast sebagai penyusun plastisfer dalam mendegradasi MP PE belum banyak diungkap. Penelitian bertujuan untuk: (i) menyelidiki kemampuan isolat yeast dalam mendegradasi MP PE berdasarkan uji penapisan; (ii) menyelidiki kemampuan yeast dalam mendegradasi PE berdasarkan penapisan pada sistem kokultur plastisfer air laut; dan (iii) mengidentifikasi peran spesies yeast terbaik dalam biodegradasi PE pada kondisi plastisfer air laut. Penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis karakteristik fungsional, molekuler, dan genomik untuk mengkaji kemampuan, model dan pathway biodegradasi PE oleh yeast. Hasil uji penapisan menunjukkan bahwa semua isolat yeast mampu mendegradasi MP PE pada medium cair, dengan persentase penurunan berat kering tertinggi dicapai oleh isolat M6.0.2 dengan nilai sebesar 0,4923Β±0,1870% pada waktu inkubasi 10 hari. Berdasarkan analisis Scanning Electron Microscope (SEM) dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) menunjukkan perubahan topografi permukaan serta pembentukan gugus teroksidasi pada PE yang mengindikasikan terjadinya proses degradasi PE. Berdasarkan hasil analisis BLAST dan konstruksi pohon filogenetik, isolat M6.0.2, K3.1.2, BI.4.1.1, M5.0.1, M5.0.3, dan M6.0.1 masing-masing diidentifikasi sebagai Meyerozyma carpophila, Rhodotorula mucilaginosa, Rhodotorula mucilaginosa, Candida tropicalis, Crinitomyces flavificans, dan Moesziomyces antarcticus. Lima isolat terpilih berdasarkan nilai degradasi tertinggi dan ketahanan terhadap salinitas dilanjutkan pada tahap uji plastisfer air laut. Hasil uji penapisan pada sistem kokultur plastisfer air laut non-steril menunjukkan bahwa kokultur lima spesies yeast mampu mendegradasi PE, dengan degradasi tertinggi sebesar 1,61 Β± 0,20% dicapai pada jam ke-72 (hari ke-3), yang menunjukkan bahwa yeast dapat berperan sebagai bagian aktif di fase awal inkubasi dari komunitas plastisfer alami. Dominasi Meyerozyma carpophila M6.0.2 dan Candida tropicalis M5.0.1 pada fase planktonik dan biofilm mengindikasikan peran penting kedua spesies tersebut dalam proses kolonisasi dan tahap awal degradasi PE. Perubahan topografi PE serta pembentukan puncak baru mengonfirmasi bahwa proses degradasi telah berlangsung secara cepat pada awal inkubasi dengan pembentukan produk polar dari proses oksidasi, seperti alkohol. Hasil uji penapisan pada sistem kokultur plastisfer air laut steril dengan kosubstrat, degradasi MP PE tetap berlangsung meskipun pada tingkat yang lebih rendah (0,57 Β± 0,28%), dengan dominasi Meyerozyma carpophila M6.0.2. Pengujian peran Meyerozyma carpophila M6.0.2 secara tunggal pada kondisi plastisfer air laut menunjukkan bahwa spesies ini mampu mendegradasi PE secara mandiri, dengan capaian persentase degradasi sebesar 0,69Β± 0,16% atau mampu mencapai sekitar 46% dari tingkat degradasi yang diperoleh pada kondisi plastisfer air laut non-steril. Tahap biofragmentasi berlangsung dominan pada fase awal inkubasi, yang dibuktikan dari tingginya laju degradasi pada hari ke-0 hingga hari ke-4, sedangkan pada periode selanjutnya (hari ke-4 hingga hari ke-10) proses biodegradasi dominan pada fase bioasimilasi. Analisis FTIR dan SEM mengonfirmasi terjadinya degradasi PE melalui perubahan intensitas transmitansi dan kerusakan permukaan PE. Profil metabolik Meyerozyma carpophila M6.0.2 berdasarkan uji Biolog EcoPlateβ„’ menunjukkan bahwa di tahap awal degradasi (hari ke-2 hingga hari ke-4), sel cenderung mensintesis senyawa osmoprotektan dan sumber karbon cepat untuk mengaktifkan serangkaian jalur oksidasi lipid serta degradasi asam lemak, siklus glioksilat dan glukoneogenesis hingga dihasilkan glukosa. Seiring pematangan biofilm (sekitar hari ke-10), terjadi peningkatan kebutuhan energi untuk pembelahan sel dan pembentukan biofilm. Analisis LCHRMS mengonfirmasi terbentuknya berbagai senyawa yang diduga merupakan produk antara dan turunan yang menguatkan dugaan keterlibatan jalur oksidasi alkana dan asam lemak dalam proses degradasi PE. Hasil Whole Genome Sequencing (WGS) menunjukkan bahwa genom M6.0.2 memiliki gen pengkode enzim yang berkaitan dengan degradasi PE, termasuk lakase, peroksidase, Cytochrome P450 52A13; Cytochrome P450 52A12, alkohol oksidase, alkohol dehidrogenase, aldehida dehidrogenase, lipase, dan esterase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Meyerozyma carpophila M6.0.2 prospektif dikembangkan sebagai agen pendegradasi PE dan berpotensi diaplikasikan dalam bioremediasi limbah plastik di lingkungan laut.

2026
πŸ‘€ Penulis: Nur Hidayatul Alami
🏷️ Hidrologi Laut 🏷️ Kecerdasan Buatan

KONSEP ZERO DELTA Q MELALUI ANALISIS KESESUAIAN INFRASTRUKTUR PENGENDALI RISIKO BANJIR : STUDI KASUS JAKARTA

Banjir pluvial di Jakarta mendominasi kejadian banjir akibat peningkatan koefisien limpasan (C) seiring perkembangan kawasan terbangun. Hal ini disebabkan oleh curah hujan ekstrem, perubahan tata guna lahan, dan kapasitas sistem drainase yang belum memadai. Selain itu, penurunan muka tanah akibat ekstraksi air tanah yang berlebihan dan ketergantungan pada sumber air baku dari luar wilayah memperburuk situasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi hidrologi dan hidraulika guna memahami pola debit banjir, mengevaluasi efektivitas penerapan prinsip zero delta Q (ZDQ) berbasis Sustainable Urban Drainage Systems (SuDS), serta merumuskan rekomendasi integrasi tata guna lahan dengan kapasitas sistem tata air untuk mengurangi risiko banjir pada kawasan strategis terpilih sekaligus mendukung penerapan Nature-based Solutions (NbS). Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif berbasis data spasial, hidrologi, dan hidraulika dengan menggunakan perangkat lunak QGIS dan model HEC-RAS 2D. Pemodelan dilakukan dengan lima skenario, yaitu: (1) kondisi eksisting, (2) normalisasi saluran penghubung (PHB), (3) normalisasi saluran dan penerapan ZDQ, (4) peningkatan kapasitas saluran, penerapan ZDQ, dan penyediaan tampungan berbasis SuDS, serta (5) integrasi skenario 4 dan sistem pompa. Evaluasi berdasarkan luas genangan, kedalaman genangan, durasi genangan, serta klasifikasi tingkat ancaman banjir mengacu peraturan yang berlaku. Hasil analisis skenario 1 menunjukkan bahwa sistem drainase belum mampu menampung debit Q10, dengan luas genangan mencapai 91,87 ha, kedalaman genangan rata-rata sebesar 0,55 m, dan durasi surut rata-rata selama 4 jam. Pelaksanaan intervensi skenario 2 sampai dengan 5 mampu menurunkan dampak banjir secara signifikan, terutama pada skenario 5 memberikan kinerja terbaik melalui penurunan luas genangan menjadi 0,01 ha (99,9%), kedalaman genangan rata-rata menjadi 0,10 m, serta percepatan durasi surut menjadi rata-rata 2 jam. Selain itu, penyediaan tampungan rekayasa sebesar 588 mΒ³ pada skenario 4 dan 5 berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air baku alternatif. Penelitian ini juga merekomendasikan penerapan terintegrasi infrastruktur pengendalian banjir sebagai pendekatan yang dapat direplikasi pada kawasan lain untuk meningkatkan ketahanan terhadap banjir dan mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Sisca Veronica
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN EXPERIENTIAL TEA HOUSE BERBASIS FOTOGRAFI NARATIF SEBAGAI MEDIA VISUAL STORYTELLING TEH LOKAL CIWIDEY

Rendahnya keterikatan emosional masyarakat terhadap teh lokal Ciwidey menyebabkan terbatasnya apresiasi terhadap proses produksi, sejarah kawasan, dan peran aktor manusia di baliknya. Teh masih dipahami terutama sebagai produk konsumsi, sementara cerita petani, pekerja kebun, dan pekerja pabrik yang membentuk nilai teh lokal belum hadir secara kuat dalam pengalaman publik. Perancangan ini bertujuan merancang pameran fotografi naratif yang terintegrasi dalam experiential tea house sebagai media visual storytelling untuk memperkuat branding teh lokal Ciwidey. Metode perancangan dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara dengan fotografer dokumenter dan pihak perkebunan, serta analisis proses produksi teh dan bangunan bekas pabrik teh di Sinumbra, Ciwidey. Data dianalisis secara kualitatif untuk merumuskan konsep fotografi dokumenter, strategi kuratorial exhibition, display design, user flow, dan pendekatan experiential design dalam ruang. Hasil perancangan berupa konsep exhibition fotografi permanen yang menjadi inti pengalaman ruang, sementara tea house berfungsi sebagai perangkat pendukung pengalaman konsumsi yang memperpanjang keterhubungan pengunjung dengan narasi teh lokal Ciwidey. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya memahami proses produksi teh, tetapi juga membangun kedekatan emosional terhadap manusia, ruang, dan nilai budaya di baliknya.

2026
πŸ‘€ Penulis: Kayla Davina Hafsah Ruslan
🏷️ Kebudayaan Industri Minuman 🏷️ Visual Storytelling 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Produk Unggulan

DESAIN STONE COLUMN SEBAGAI METODE PERBAIKAN TANAH DASAR TIMBUNAN JALAN TOL (STUDI KASUS: PROYEK JALAN TOL TRANS-JAWA, STA 4+800 – 5+115)

Proyek Jalan Tol Trans-Jawa STA 4+800–5+115 berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu wilayah dengan aktivitas seismik relatif tinggi. Tanah dasar pada lokasi tinjauan didominasi oleh pasir berlanau (silty sand), lanau (silt), dan pasir bersih (clean sand) dengan muka air tanah pada kedalaman 1,00 m sampai 8,00 m. Kondisi tersebut perlu dievaluasi karena dapat meningkatkan kerentanan tanah terhadap likuefaksi, penurunan tanah, dan ketidakstabilan lereng timbunan. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik tanah, mengevaluasi kondisi praperbaikan, dan merancang stone column sebagai metode perbaikan tanah dasar timbunan. Evaluasi likuefaksi dilakukan dengan metode NCEER berbasis data N-SPT, sedangkan evaluasi penurunan tanah dan stabilitas lereng dilakukan menggunakan GeoStudio. Hasil evaluasi praperbaikan menunjukkan bahwa seluruh zona borehole berpotensi mengalami likuefaksi dengan faktor keamanan minimum 0,19 sampai 0,40. Penurunan tanah kondisi eksisting berada pada rentang 46,95 mm sampai 152,78 mm, sedangkan stabilitas lereng belum memenuhi kriteria pada kondisi pseudo-statik. Desain akhir perbaikan tanah menggunakan stone column berdiameter 1,00 m, spasi 1,60 m, kedalaman 20,00 m, dan pola pemasangan segitiga berdasarkan metode densifikasi Baez (1995). Setelah perbaikan, faktor keamanan terhadap likuefaksi meningkat menjadi 4,15 sampai 6,82, penurunan tanah berkurang menjadi 25,68 mm sampai 83,72 mm, serta faktor keamanan lereng meningkat menjadi 1,91 sampai 2,41 pada kondisi statik dan 1,10 sampai 1,13 pada kondisi pseudo-statik. Dengan demikian, desain stone column yang digunakan dinilai mampu memitigasi potensi likuefaksi, mengurangi penurunan tanah, dan meningkatkan stabilitas lereng hingga memenuhi kriteria desain.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Mufid Ramadhan
🏷️ Geoteknik 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Jalan Tol 🏷️ Analisis Likuefaksi

PENGEMBANGAN CONSENT MANAGEMENT SYSTEM DAN BREAK-GLASS UNTUK REKAM MEDIS ELEKTRONIK BERBASIS FHIR DAN DS4P STUDI KASUS: SATUSEHAT PLATFORM

Sistem rekam medis elektronik pada SATUSEHAT Platform saat ini masih menggunakan mekanisme persetujuan umum yang belum memungkinkan pasien untuk mengendalikan akses data secara granular. Selain itu, sistem belum menerapkan segmentasi data sensitif, belum menyediakan jejak audit yang tahan terhadap manipulasi, serta belum memiliki protokol akses darurat yang terstruktur. Tugas Akhir ini merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi prototipe Consent and Policy Gateway berbasis Fast Healthcare Interoperability Resources (FHIR) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sistem yang dikembangkan menyediakan mekanisme persetujuan granular yang memungkinkan pasien mengatur akses berdasarkan jenis data, peran klinisi, dan tujuan penggunaan data. Selain itu, sistem menerapkan kebijakan Attribute-Based Access Control (ABAC) yang dipadukan dengan pelabelan keamanan Data Segmentation for Privacy (DS4P). Untuk mendukung kebutuhan akses darurat, sistem menyediakan protokol break-glass dengan autentikasi tambahan berupa Time-based One-Time Password (TOTP) serta token dengan masa berlaku terbatas. Sistem juga dilengkapi audit trail berbasis hash-chaining guna menjamin integritas dan ketertelusuran setiap aktivitas akses data. Berdasarkan pengujian black-box, seluruh skenario berhasil dijalankan sesuai rencana pengujian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi seluruh kebutuhan fungsional dan nonfungsional yang ditetapkan. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa mekanisme pengendalian akses berbasis persetujuan granular, segmentasi DS4P, akses darurat terkontrol, serta audit yang tahan terhadap manipulasi dapat diimplementasikan pada sistem rekam medis elektronik berbasis FHIR. Prototipe yang dikembangkan juga berpotensi menjadi lapisan middleware atau gateway tambahan pada SATUSEHAT Platform untuk meningkatkan kontrol akses, perlindungan privasi data sensitif, serta auditabilitas akses rekam medis elektronik.

2026
πŸ‘€ Penulis: Irfan Musthofa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Data Segmentation

INVESTIGASI MEGATHRUST SULAWESI UTARA MENGGUNAKAN DATA GNSS

Sulawesi Utara merupakan wilayah dengan aktivitas tektonik yang kompleks akibat interaksi antara Lempeng Laut Sulawesi, mikroblok Sulawesi Utara, dan berbagai sistem sesar aktif. Kondisi tersebut memengaruhi distribusi deformasi dan tingkat coupling pada Megathrust Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola deformasi berdasarkan data GNSS kontinu periode 2019–2023, mengestimasi distribusi slip deficit, serta menghitung magnitudo gempa pada Megathrust Sulawesi Utara. Data GNSS diolah untuk memperoleh kecepatan dan baseline change rate yang digunakan dalam pemodelan interplate coupling melalui pendekatan inversi geodetik. Baseline change rate hasil observasi berkisar antara 0,01–1,57 cm/tahun dengan dominasi ekstensi yang cenderung meningkat ke arah timur, sedangkan hasil model berkisar antara ?0,35 hingga 1,18 cm/tahun. Distribusi coupling menunjukkan pola yang heterogen dan tersegmentasi, dengan 199 patch (76,5%) mengalami slip excess yang dominan pada segmen barat hingga tengah megathrust, serta 61 patch (23,5%) mengalami slip deficit yang terkonsentrasi pada segmen timur pada kedalaman sekitar 20–40 km. Nilai slip deficit maksimum mencapai 4,76 cm/tahun atau ~95,2% dari laju konvergensi regional sebesar 5 cm/tahun. Estimasi momen seismik dari slip deficit 3,9 Γ— 1027dyne cm, ekuivalen dengan Mw 7,7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sulawesi Megathrust tidak sepenuhnya creeping maupun locking, melainkan memiliki tingkat coupling yang bervariasi secara spasial.

2026
πŸ‘€ Penulis: Intan Murni Yunika
🏷️ Geodinamika 🏷️ Megathrust Sulawesi Utara 🏷️ Analisis Gnss

INVESTIGASI TEKNIK FOTOGRAMETRI UNTUK DOKUMENTASI OBJEK WARISAN BUDAYA BAWAH AIR DI PERAIRAN TROPIS

Fotogrametri bawah air telah menjadi salah satu teknik penting untuk menghasilkan model tiga dimensi (3D) yang detail dari objek terendam. Namun, pembentukan citra bawah air dipengaruhi oleh proyeksi optik multimedia yang disebabkan oleh refraksi cahaya saat melewati air, kaca housing, dan udara, sehingga menimbulkan distorsi nonlinier yang dapat menurunkan akurasi rekonstruksi. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh parameterisasi model kamera yang berbeda terhadap akurasi geometrik rekonstruksi fotogrametri bawah air serta mengkaji penerapannya untuk dokumentasi warisan budaya bawah air. Penelitian dilakukan menggunakan rangka ADCP sebagai objek terkendali (controlled object) dan bangkai kapal Poso sebagai studi kasus. Data referensi diperoleh menggunakan ETS dan TLS, sedangkan citra bawah air diakuisisi menggunakan ROV. Tiga model kamera dievaluasi, yaitu 1RD, 2RD, dan 3RD. Akurasi geometrik dinilai melalui perbandingan titik kontrol, transformasi konformal, registrasi ICP, serta perbandingan awan titik menggunakan metode M3C2. Seluruh pendekatan rekonstruksi mampu mencapai kesesuaian geometrik pada tingkat sentimeter terhadap dataset referensi. Model 3RD menghasilkan nilai RMSE titik kontrol terendah sebesar 0,019 m, diikuti oleh model 2RD sebesar 0,021 m dan model 1RD sebesar 0,025 m. Setelah registrasi ICP, analisis M3C2 menghasilkan nilai RMSE sebesar 0,010 m untuk model 3RD dan 0,011 m untuk model 1RD maupun 2RD. Penerapan metode pada bangkai kapal Poso menunjukkan bahwa fotogrametri bawah air mampu menyediakan informasi geometrik objek yang lebih rinci dan melengkapi hasil pengamatan MBES. Registrasi antara hasil rekonstruksi fotogrametri dan dataset MBES menghasilkan nilai RMSE sebesar 0,114 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan parameter distorsi dapat meningkatkan konsistensi geometrik rekonstruksi serta menegaskan bahwa fotogrametri bawah air merupakan teknik pelengkap yang efektif untuk dokumentasi warisan budaya bawah air.

2026
πŸ‘€ Penulis: Dwi Hadi Nugraha
🏷️ Kartografi Bawah Air 🏷️ Rekonstruksi 3D 🏷️ Teknik Fotogrametri

STRUKTUR KECEPATAN GELOMBANG GESER DI BAWAH NUSANTARA (IBU KOTA BARU INDONESIA) DAN WILAYAH SEKITARNYA MENGGUNAKAN AMBIENT NOISE TOMOGRAPHY

Ibu Kota Nusantara ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 di Kalimantan Timur, di atas Cekungan Kutai yang merupakan cekungan sedimen Tersier terbesar di Indonesia. Meskipun kawasan ini dipilih karena risiko geologi yang relatif rendah, kondisi tektonik regionalnya dicirikan oleh sistem sesar aktif, termasuk Sesar Naik Loa Haur-Separi yang baru teridentifikasi. Penelitian ini menerapkan metode ambient noise tomography (ANT) menggunakan rekaman 13 seismometer broadband selama enam bulan untuk mengkarakterisasi struktur kerak dangkal secara tiga dimensi. Korelasi silang antar pasangan stasiun menghasilkan fungsi Green empiris, dari mana kurva dispersi kecepatan grup gelombang Rayleigh pada rentang periode 0,4–6,3 s diekstraksi. Inversi tomografi gelombang permukaan menghasilkan model kecepatan gelombang geser (Vs) tiga dimensi hingga kedalaman ~6,5 km. Hasil tomografi menunjukkan nilai Vs absolut yang rendah dan konsisten (1,4–1,9 km/s) pada kedalaman 0–6,5 km, mengindikasikan dominasi sedimen tebal Cekungan Kutai. Anomali perturbasi Vs positif pada zona Antiklin Samarinda berorientasi NNE-SSW mencerminkan struktur fold-and-thrust belt, sedangkan wilayah Nusantara menunjukkan anomali negatif yang mengindikasikan sedimen Tersier belum terkonsolidasi dengan porositas tinggi. Kontras lateral Vs yang signifikan memungkinkan identifikasi Sesar Naik Loa Haur-Separi dari kedalaman 2–6,5 km dengan sudut kemiringan ~7Β°, konsisten dengan geometri low-angle thrust fault. Penelitian ini menghasilkan model Vs kerak dangkal tiga dimensi pertama di bawah wilayah Nusantara, sekaligus memberikan informasi penting mengenai geometri sesar bawah permukaan dan implikasinya terhadap bahaya seismik ibu kota baru Indonesia.

2026
πŸ‘€ Penulis: Iqwal Ramadhan
🏷️ Geofisika 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Teknik Geologi

PERANCANGAN SERI VIDEO MENGENAI FEAR OF FAILURE SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PERFEKSIONISME MALADAPTIF PADA USIA 20-25 TAHUN

Rentang usia 20–25 tahun merupakan fase transisi menuju kedewasaan yang sering ditandai oleh tekanan internal berupa fear of failure atau ketakutan akan kegagalan. Kondisi ini dapat berkembang menjadi perfeksionisme maladaptif yang berdampak pada kesejahteraan emosional, motivasi, dan pengambilan keputusan individu. Oleh karena itu, diperlukan media komunikasi yang mampu membantu individu memahami dan merefleksikan dinamika emosional tersebut secara empatik. Laporan perancangan ini bertujuan merancang seri video sinematik bertema fear of failure sebagai upaya meningkatkan kesadaran emosional dan mengurangi kecenderungan perfeksionisme berlebihan pada mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate usia 20–25 tahun. Metode perancangan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan wawancara. Proses perancangan meliputi tahap praproduksi, produksi, dan pascaproduksi dengan penerapan visual storytelling, metafora visual, dan komunikasi emosional. Instagram Reels dipilih sebagai medium utama karena relevan dengan pola konsumsi media generasi muda.

2026
πŸ‘€ Penulis: Reyvia Shafa Mazaya
🏷️ Emosi 🏷️ Perfeksionisme 🏷️ Komunikasi Emosional

PEMANFAATAN KINEMATIK GPS UNTUK ANALISIS DEFORMASI KERAK BUMI AKIBAT GEMPA BENGKULU 2007

Wilayah Indonesia merupakan daerah seismik aktif (tektonik dan vulkanik). Pernyataan ini diperkuat dengan sering terjadinya gempa bumi di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Dimulai dengan gempa Aceh pada 26 Desember 2004 sebesar M (Magnitude) 9.1 hingga gempa terbaru yang terjadi di daerah Bengkulu pada pukul 22.40 WIB hari minggu tanggal 25 Februari 2008 dengan kekuatan M 7. Dengan demikian studi mengenai gempa bumi menjadi sangat penting. Studi yang dapat dilakukan mengenai gempa bumi adalah melalui pemantauan deformasi kerak bumi yang terjadi akibat gempa bumi tersebut. Teknologi GPS yang terus berkembang menjadi salah satu metoda yang paling sering digunakan untuk pemantauan deformasi akibat gempa bumi. Hingga saat ini metoda statik GPS digunakan untuk studi deformasi akibat gempa bumi. Dengan keterbatasan statik GPS dalam melihat tahapan gempa yang terjadi pada selang waktu yang singkat, maka metoda kinematik GPS diharapkan dapat diterapkan untuk dapat menganalisis tahapan gempa bumi secara lebih mendetail. Pemantaun deformasi akibat gempa bumi menggunakan metoda kinematik diterapkan untuk menganalisis tahapan gempa Bengkulu September 2007 secara lebih detail. Berdasarkan hasil kinematik GPS dapat dilihat deformasi coseismic pada setiap gempa yang terjadi. Deformasi terbesar terjadi pada tahap coseismic gempa M 8.4 di stasion PRKB sebesar -0.939 m arah utara dan -0.732 m arah barat dan deformasi di stasion-stasion pengamatan yang diakibatkan oleh gempa bumi Bengkulu 2007 semuanya dominan mengarah ke arah barat daya. Stasion pengamatan GPS yang digunakan pada penelitian ini adalah beberapa stasion dari jaring stasion GPS kontunyu SUGAR (Sumatran GPS Array) yang dekat dengan episenter gempa. Hasil penelitian ini berupa vektor pergeseran setiap tahapan gempa dan juga keterandalan metoda kinematik GPS untuk pemantauan deformasi kerak bumi serta mekanisme gempa Bengkulu berdasarkan besarnya momen geodetik dan seismik.

2026
πŸ‘€ Penulis: Ichfan Rosmawan
🏷️ Deformasi Kerak Bumi 🏷️ Gempa Bumi 🏷️ Kinematik Gps

EKSPLORASI STORYTELLING VISUAL DI PLATFORM VIDEO PENDEK: STUDI KASUS KETERLIBATAN KONSUMEN DAN IDENTIFIKASI MEREK SHOPEE DI TIKTOK

Di era digital abad ke-21, merek perlu mengadaptasi strategi komunikasi yang lebih relevan dengan perilaku konsumen pada saat ini. Platform seperti TikTok memberikan peluang bagi merek untuk menyampaikan cerita secara visual, singkat, dan mudah dipahami oleh audiens. Dengan menggunakan storytelling dari Shopee sebagai konteks penelitian, studi ini mengkaji elemen-elemen utama dalam storytelling merek, khususnya Brand Story (BS), serta pengaruhnya terhadap Brand Attitude (BA), Electronic Word of Mouth (eWOM), dan Consumer-Brand Identification (CBI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan responden pengguna TikTok di Indonesia yang secara aktif mengakses konten Shopee (n = 122). Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLSSEM) melalui SmartPLS 4 dengan 5.000 bootstrap resamples. Hasil analisis menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan variansi yang moderat pada BA serta variansi yang cukup substansial pada CBI. Penelitian menunjukkan bahwa BS memiliki pengaruh positif terhadap BA maupun CBI. Selain itu, eWOM juga terbukti memberikan pengaruh positif terhadap CBI. Namun demikian, BA hanya menunjukkan pengaruh yang relatif lemah terhadap CBI. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa BA tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan antara BS dan CBI. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi merek untuk lebih memprioritaskan pengembangan narasi di TikTok yang autentik, relevan, dan mampu menarik perhatian audiens. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam mendorong keterlibatan konsumen, memicu munculnya user-generated content (UGC), serta memperkuat percakapan antar konsumen, dibandingkan apabila strategi komunikasi hanya berfokus pada upaya mengubah sikap konsumen terhadap merek. Kata Kunci: Visual Storytelling, TikTok, Brand Story, Brand Attitude, eWOM, Consumer-Brand Identification, Shopee, Indonesia.

2026
πŸ‘€ Penulis: N M Luqman Hakim
🏷️ Visual Storytelling 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Digital 🏷️ Digital Marketing
Halaman 128 dari 6754
πŸ’¬