📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenEVALUASI DATA MODEL CMIP6 DALAM MEMPREDIKSI VARIASI SPASIAL-TEMPORAL KLOROFIL-A PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN BARAT SUMATRA TAHUN 2015-2050
Perairan Barat Sumatra dipengaruhi oleh sistem monsun, gelombang Kelvin, upwelling, El Niño–Southern Oscillation (ENSO), dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang berperan dalam distribusi klorofil-a sebagai indikator produktivitas primer. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja model CMIP6 dalam merepresentasikan variabilitas spasial-temporal klorofil-a periode 2015–2050 berdasarkan skenario SSP1-2.6 dan SSP5-8.5 serta mengidentifikasi hubungan antara parameter fisis dan biogeokimia yang memengaruhinya. Analisis dilakukan menggunakan enam model CMIP6 yang digabungkan menjadi Multi-Model Ensemble (MME) dan dibandingkan dengan data satelit ESA OC-CCI serta ERA5 melalui analisis spasial-temporal, bias, Diagram Taylor, Taylor Skill Score (TSS), korelasi silang, dan Ekman pumping. Hasil menunjukkan bahwa CMIP6 menghasilkan distribusi klorofil-a yang lebih homogen dengan konsentrasi sekitar 0,3–0,4 mg m?³ serta didominasi bias positif di sebagian besar wilayah. Variabilitas temporal menunjukkan konsentrasi klorofil-a tertinggi di wilayah utara, sedangkan variabilitas musiman didominasi siklus 12 bulanan dengan puncak konsentrasi pada September–Desember. Pola proyeksi SSP1-2.6 dan SSP5-8.5 relatif serupa hingga tahun 2050, meskipun SSP5-8.5 menghasilkan konsentrasi klorofil-a yang sedikit lebih tinggi. Evaluasi statistik menunjukkan korelasi model terhadap satelit berkisar antara -0,110 hingga 0,267 dengan standar deviasi ternormalisasi sebesar 0,082 1,286. Model MPI-ESM1-2-HR menunjukkan kinerja terbaik dengan nilai TSS sebesar 0,601 pada SSP1-2.6 dan 0,548 pada SSP5-8.5. Variabilitas klorofil-a dipengaruhi oleh penurunan suhu permukaan laut yang diikuti peningkatan klorofil a sekitar satu bulan kemudian, serta peningkatan konsentrasi fosfat, nitrat, dan oksigen terlarut. Kekuatan Ekman pumping meningkat pada kedua musim peralihan, tetapi peningkatan klorofil-a hanya terjadi pada SON. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CMIP6 mampu merepresentasikan pola umum distribusi klorofil-a di Perairan Barat Sumatra, namun masih memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan proses pesisir dan variabilitas iklim antartahunan.
PEMANAFAATAN INFORMASI BATIMETRI UNTUK KEPERLUAN PELETAKAN PIPA BAWAH LAUT
Survei batimetri merupakan bagian dari survei hidrografi dimana dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, salah satu manfaat survei batimetri adalah untuk peletakan pipa bawah laut. Untuk melakukan survei batimetri dalam keperluan peletakan pipa sangat dibutuhkan ketelitian yang tinggi agar tidak terjadi kesalahan pemberian informasi pada pengguna. Studi kasus dalam tugas akhir ini dilakukan di Perairan Tanjung Priok. Dalam survei ini data yang diperoleh meliputi data kedalaman dan posisi titik fiks perum serta data pengamatan pasut Pulau Damar. Kualitas dari survei ini memenuhi ketelitian yang disyaratkan dimana dari data pengecekan kedalaman pada jalur utama dan jalur silang memenuhi kesalahan maksimum (?) = . Jalur pipa yang akan ditentukan sedapat mungkin aman, memudahkan proses pemasangan pipanya, dan mempunyai jarak terpendek. Jalur pipa yang ditentukan pada survei ini merupakan jalur pipa yang dianalisis dari data batimetri dimana diperoleh jalur pipa yang melewati tengah-tengah koridor survei yang sesuai dengan yang direncanakan.
STUDI POTENSI ENERGI GELOMBANG LAUT DAN KELAYAKAN EKONOMI PEMASANGAN WAVE ENERGY CONVERTER (WEC) DI PERAIRAN TULUNGAGUNG
Pertumbuhan ekonomi dan populasi yang pesat mendorong peningkatan konsumsi energi global, termasuk kebutuhan energi listrik di Indonesia yang masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil sehingga dibutuhkan transisi menuju energi baru terbarukan (EBT). Sebagai upaya mendukung optimalisasi potensi tersebut, penelitian ini bertujuan menentukan lokasi potensial pemasangan Wave Energy Converter (WEC), menghitung produksi energi, serta menilai kelayakan ekonomi menggunakan metode Levelized Cost of Energy (LCoE) di perairan Tulungagung. Simulasi numerik dilakukan menggunakan model Simulating WAve Nearshore (SWAN) tahun 2024 dengan resolusi spasial mencapai 50 m di pesisir. Lokasi potensial ditentukan berdasarkan enam parameter, yakni daya gelombang rata-rata ( ), optimum hotspot identifier (OHI), coefficient of variance (CoV), wave energy development index (WEDI), batimetri, dan jarak dari pantai. Jenis WEC yang digunakan adalah Wave Dragon dan Wave Roller. Analisis kelayakan ekonomi mempertimbangkan tiga skenario capital expenditure (CAPEX), yakni optimis, realistis, dan pesimis. Hasil verifikasi model menunjukkan kesesuaian yang baik antara simulasi dengan data observasi dan reanalisis ERA5. Karakteristik medan gelombang dipengaruhi oleh angin musiman dan swell dari Samudra Hindia, dengan potensi energi tertinggi pada musim JJA dan terendah pada musim DJF. Terdapat (4) empat lokasi rekomendasi pemasangan WEC, yakni T1, T2, T3, dan T4. Produksi energi tahunan tertinggi dicapai oleh T2 sebesar 11.529,72 MWh (Wave Dragon) dan T4 sebesar 2.806,48 MWh (Wave Roller), namun jika ditinjau dari capacity factor (Cf) sebagai indikator efisiensi, T4 memiliki performa terbaik sebesar 31,95%, diikuti T1 (25,53%), T2 (22,25%), dan T3 (9,50%). Hasil perhitungan LCoE menunjukkan bahwa T4 memiliki nilai termurah pada seluruh skenario CAPEX, yakni 1.911–6.392 IDR/kWh, sedangkan T3 memiliki nilai LCoE termahal sebesar 6.441–21.482 IDR/kWh. Dengan demikian, T4 direkomendasikan sebagai lokasi prioritas pemasangan WEC di perairan Tulungagung berdasarkan efisiensi penyerapan energi dan kelayakan ekonomi terbaik.
ANALISIS KANDUNGAN KLOROFIL-A PADA LAMUN ENHALUS ACOROIDES DI PERAIRAN SANUR, BALI
Klorofil-a pada lamun Enhalus acoroides merupakan indikator sensitif terhadap kesehatan perairan. Perairan Sanur memiliki karakteristik lingkungan beragam, yang diwakili oleh Pantai Sindhu (wisata padat, subtrat berpasir), Pantai Karang (wisata tinggi, subtrat berbatu), dan Pantai Semawang (tenang). Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan klorofil-a dan pengaruh parameter kualitas air (suhu, salinitas, pH, DO). Penelitian dilakukan pada 14 – 17 Oktober 2025 saat surut terendah. Sampel daun diambil dengan metode transek garis sepanjang 120 m (interval 20 m) dan kuadrat 50×50 cm. Analisis klorofil-a menggunakan ekstraksi DMSO (70°C selama 24 jam) dan uji spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata klorofil-a sebesar 0,5851 mg/g. Kandungan tertinggi ditemukan di Pantai Semawang (0,5851 mg/g), diikuti Pantai Karang (0,5648 mg/g), dan terendah di Pantai Sindhu (0,5547 mg/g). Pola spasial menunjukkan kandungan klorofil-a tertinggi pada jarak 20 – 40 m dari garis pantai (0,60 mg/g) dan menurun pada 60 – 100 m (0,55 mg/g). Parameter kualitas air secara umum berada pada batas aman (suhu 31,1 – 31,6°C, salinitas 30 – 30,4 ppt, pH 8,22 – 8,25), namun kadar DO tergolong rendah (4,58 – 4,86 mg/L) terutama pada Pantai Sindhu. Dapat disimpulkan bahwa kandungan klorofil-a di Perairan Sanur berada pada kategori sedang-rendah, dengan Pantai Semawang sebagai lokasi terbaik, sedangkan Pantai Sindhu mengalami tekanan lingkungan akibat aktivitas wisata yang padat dan rendahnya kadar DO berkontribusi pada stres lamun.
DINAMIKA SOSIAL MASYARAKAT DAN PELAYANAN INFRASTRUKTUR SOSIAL PADA TAHAP OPERASIONAL STASIUN KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG TEGALLUAR KABUPATEN BANDUNG 2023-2026
Penelitian ini mengkaji dinamika sosial masyarakat dan peran infrastruktur sosial pada tahap operasional Stasiun Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Tegalluar di kawasan peri-urban. Pembangunan infrastruktur transportasi berskala besar mendorong perubahan fisik, sosial, dan ekonomi kawasan yang memengaruhi kehidupan masyarakat lokal. Namun, penelitian terkait KCJB masih lebih banyak berfokus pada dampak fisik dan ekonomi, sementara kajian mengenai peran infrastruktur sosial dalam mendukung adaptasi masyarakat terhadap perubahan kawasan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dinamika sosial masyarakat di kawasan sekitar Stasiun KCJB Tegalluar pada tahap operasional, khususnya terkait persepsi, respons, dan bentuk adaptasi masyarakat terhadap rencana pengembangan kawasan serta, dengan memperhatikan peran infrastruktur sosial dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan demand-oriented dan induktif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan studi dokumen. Analisis dilakukan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis tematik interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar Stasiun KCJB Tegalluar berada dalam kondisi sosial transisional antara karakter perdesaan dan perkotaan. Kehadiran stasiun mendorong perubahan aktivitas ekonomi menuju sektor perdagangan, jasa, dan usaha informal, serta memengaruhi pola interaksi sosial akibat meningkatnya mobilitas kawasan. Persepsi masyarakat terhadap perubahan kawasan bersifat ambivalen, sebagian masyarakat memandang KCJB sebagai peluang peningkatan aksesibilitas dan ekonomi, sementara sebagian lainnya menunjukkan ketidaksiapan dan kekhawatiran terhadap perubahan kawasan yang berlangsung cepat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perubahan kawasan yang berlangsung cepat memunculkan tekanan adaptasi dan ketidakpastian bagi masyarakat lokal. Dalam kondisi tersebut, infrastruktur sosial berperan penting dalam membantu masyarakat mempertahankan kehidupan sosial dan beradaptasi melalui hubungan sosial, ruang interaksi komunitas, dan dukungan antarwarga.
DARI PERSEPSI KE RETENSI: HUBUNGAN ANTARA META-STEREOTYPE, KEAMANAN PSIKOLOGIS, DAN INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN LGB
Keberagaman dalam perusahaan modern kini telah berkembang melampaui perbedaan perspektif, merambah pada identitas gender dan seksual karyawan (Tajfel & Turner, 2004).Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan psychological safety dan menurunkan turnover intention pada karyawan lesbian, gay, dan biseksual (LGB) dan untuk menguji apakah adalah moderator antara negative meta-stereotype dan psychological safety. Negative meta-stereotype dapat mengurangi psychological safety karyawan, sehingga dapat meningkatkan niat mereka untuk keluar dari lingkungan kerja mereka (Turnover Intention). Hal ini berdasarkan pada Social Identity Theory. Dengan metode survei kuantitatif terhadap 311 karyawan LGB di perusahaan Inggris, Amerika Serikat dan Kanada. Analisis terhadap kelompok biseksual dan lesbian/gay telah dilakukan secara terpisah dengan metode regresi linear dan PROCESS Macro Hayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negative meta-stereotype secara signifikan berhubungan dengan penurunan psychological safety pada kedua kelompok, dan psychological safety secara signifikan berhubungan dengan penurunan turnover intention pada kedua kelompok. Untuk karyawan lesbian/gay, psychological safety terbukti menjadi mediator antara negative meta-stereotype dan turnover intention, namun hal ini tidak ditemukan pada karyawan biseksual. Selain itu, hubungan antara negative meta-stereotype dan psychological safety tidak lagi signifikan pada kedua kelompok ketika self-esteem dikendalikan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat mengisi kesenjangan dalam literatur mengenai peran psychological safety sebagai mekanisme yang menghubungkan persepsi berbasis identitas dengan hasil kerja, serta perbedaan penting antar sub kelompok dalam komunitas LGBT. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis guna membantu mempertahankan dan menjaga kesejahteraan karyawan minoritas seksual. Keywords: Meta-stereotypes; Negative Meta-Stereotype; Psychological Safety; Turnover Intention; Self-Esteem; Karyawan LGB; Diversitas Tempat Kerja
PERFORMANCE ANALYSIS OF THM1304 GAS TURBINE
Gas turbine is one of the engines that is commonly used in oil and gas industry as mechanical drive to run compressor. When the engine is being manufactured, the engine needs to be tested to verify whether the engine meets the specification. Since the ambient condition affect gas turbine performance, the condition needs to be standardized. In this study, the performance of THM1304 gas turbine engine manufactured by MAN Energy Solution is analysed to verify the engine performance in standard conditions and the performance characteristic of the engine. The study was done by doing calculation and perform correction from the engine performance test to standard condition and determine whether the engines tested meet the specification. Additionally, the study also describes the performance of the engine across load and the performance of the engine if the process is isentropic. The calculation results showed that both engines pass the specification cited by the manufacturer. Both engines perform similarly with one of the engines shows a slightly higher performance. The isentropic process shows higher power and efficiency, but with higher fuel consumption.
PENGARUH JENIS PEDAL TERHADAP AKTIVASI OTOT DAN KINEMATIKA SENDI EKSTREMITAS BAWAH PADA AKTIVITAS BERSEPEDA
Pedal pada sepeda berperan sebagai titik kontak utama yang menyalurkan gaya dari kaki pesepeda menuju sistem penggerak sepeda. Perbedaan karakteristik pedal dapat memengaruhi kestabilan posisi kaki selama kayuhan, sehingga berpotensi mengubah pola gerak sendi dan aktivasi otot ekstremitas bawah. Penelitian sebelumnya mengenai pengaruh jenis pedal terhadap aktivasi otot masih menunjukkan hasil yang belum seragam, sedangkan kajian yang menggabungkan analisis aktivasi otot dan kinematika sendi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pedal flat, toe clip, dan clipless terhadap aktivasi otot biceps femoris, rectus femoris, dan tibialis anterior serta kinematika sendi panggul, lutut, dan pergelangan kaki. Penelitian ini melibatkan sepuluh subjek laki-laki yang masing-masing menjalani pengujian menggunakan tiga jenis pedal. Pengujian dilakukan pada sepeda statis dengan cadence 45 rpm. Data kinematika direkam menggunakan motion capture OptiTrack dan diolah dengan OpenSim untuk memperoleh range of motion (ROM). Aktivasi otot direkam menggunakan surface electromyography (sEMG) dan diolah dengan MATLAB untuk memperoleh root mean square (RMS). Selanjutnya, data dianalisis menggunakan repeated measures ANOVA dan uji lanjut Tukey-Kramer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pedal tidak berpengaruh signifikan terhadap ROM panggul (p = 0,5758), tetapi berpengaruh signifikan terhadap ROM lutut (p = 0,0003) dan pergelangan kaki (p = 0,0004). Pada aktivasi otot, biceps femoris tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar pedal (p = 0,7336), sedangkan rectus femoris (p = 0,0266) dan tibialis anterior (p = 0,0332) menunjukkan perbedaan signifikan. Pedal clipless menghasilkan ROM lutut dan pergelangan kaki yang lebih rendah serta aktivasi rectus femoris dan tibialis anterior yang lebih kecil dibandingkan pedal flat. Hasil ini menunjukkan bahwa mekanisme penguncian pada pedal clipless dapat meningkatkan stabilitas kaki dan memengaruhi respons biomekanika ekstremitas bawah selama bersepeda.
PERANCANGAN SISTEM BUSINESS INTELLIGENCE BERBASIS RULE-BASED CHATBOT DENGAN TIME SERIES FORECASTING DAN TEKNOLOGI BAHASA ALAMI UNTUK ANALISIS DAN PREDIKSI KINERJA BISNIS
Sistem Business Intelligence di lingkungan internal perusahaan umumnya masih bergantung pada pelaporan manual dan kemampuan teknis dalam menggunakan bahasa kueri untuk memperoleh insight dari data. Ketergantungan tersebut menyulitkan pengguna nonteknis, seperti manajer dan analis bisnis, dalam mengakses informasi secara mandiri dan tepat waktu. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, dilakukan perancangan dan implementasi sistem Business Intelligence berbasis chatbot yang memungkinkan pengguna internal melakukan analisis dan prediksi kinerja bisnis melalui antarmuka percakapan berbahasa Indonesia. Sistem ini menggunakan pendekatan rule-based untuk memahami pertanyaan pengguna, kemudian menghasilkan keluaran analitik dalam bentuk narasi bahasa Indonesia melalui modul Natural Language Generation berbasis templat. Selain kemampuan analitik, sistem juga dilengkapi dengan model peramalan deret waktu untuk mendukung prediksi kinerja bisnis pada periode berikutnya. Dengan menggunakan data dari Enterprise Data Warehouse internal perusahaan serta beberapa variasi model peramalan, dilakukan implementasi sistem yang mencakup proses klasifikasi maksud, eksekusi aturan analitik, pembangkitan narasi, dan peramalan deret waktu. Setelah implementasi, dilakukan evaluasi terhadap kemampuan analitik dan prediktif sistem. Evaluasi analitik menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan narasi dengan akurasi faktual 100% berdasarkan aturan yang telah didefinisikan. Sementara itu, evaluasi prediktif dilakukan dengan membandingkan model GRU (Gated Recurrent Unit) dan LSTM (Long Short-Term Memory) terhadap model statistik ARIMA dan Prophet menggunakan metode walk-forward validation pada enam tingkat wilayah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model GRU memberikan kinerja paling stabil, dengan lima wilayah berstatus lulus berdasarkan nilai sMAPE di bawah 30% dan satu wilayah berstatus lulus dengan catatan. Sementara itu, Prophet menunjukkan kinerja paling rendah dengan nilai sMAPE di atas 100% pada seluruh wilayah akibat ketidaksesuaian asumsi model terhadap karakteristik data operasional. Secara keseluruhan, sistem yang dikembangkan mampu membantu pengguna nonteknis memperoleh informasi analitik dan prediktif secara lebih cepat, mandiri, dan terstruktur untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis internal.
ANALISIS HIGHEST AND BEST USE PENGGUNAAN LAHAN KOSONG BEKAS PALAGUNA PLAZA, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT
Pertumbuhan penduduk Kota Bandung yang terus meningkat mendorong intensifikasi pembangunan dan alih fungsi lahan sekaligus menuntut pemanfaatan lahan pada lokasi strategis secara optimal. Lahan bekas Palaguna Plaza seluas 10.143 m² yang berlokasi di Jalan Asia Afrika, Kecamatan Regol, Kota Bandung, merupakan lahan terlantar di kawasan Pusat Pelayanan Kota (PPK). Kondisi ini menimbulkan risiko pemanfaatan secara tidak sah dan menyebabkan hilangnya nilai ekonomi lahan yang seharusnya dapat memberikan manfaat bagi pemerintah seperti Penerimaan Asli Daerah Kota Bandung, investor, dan masyarakat. Untuk mendapatkan alternatif pemanfaatan lahan yang optimal sehingga meningkatkan PAD Kota Bandung, dilakukan penelitian menggunakan kerangka analisis Highest and Best Use (HBU) yang mencakup prinsip physically possible, legally permissible, financially feasible, dan maximally productive. Alternatif pemanfaatan diuji yaitu hotel bintang 3, hotel bintang 4, hotel bintang 5, mall, dan gedung kesenian/convention hall, melalui analisis produktivitas, delineasi pasar, pasokan dan permintaan, marketabilitas, serta kelayakan finansial. Periode proyek diproyeksikan selama 15 tahun menggunakan Discounted Cash Flow (DCF) dengan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period pada tingkat diskonto 12%. Hasil analisis menunjukkan bahwa mixed-use development yang terdiri dari hotel bintang 5, mall, dan gedung kesenian/convention hall ditetapkan sebagai highest and best use dengan utilisasi bangunan 88,87%, NPV>0, serta IRR>12%. Pemanfaatan lahan dengan konsep ini diproyeksikan memberikan tambahan PAD Kota Bandung sebesar Rp 37,39 miliar per tahun atau 1,23% dari PAD eksisting tahun 2025.
PENENTUAN PENYESUAIAN RISIKO IFRS 17 BERDASARKAN BEST ESTIMATE LIABILITY (BEL) PADA DUA LINI BISNIS MENGGUNAKAN METODE PAIDINCURRED CHAIN MODEL
Perusahaan asuransi dituntut untuk mengestimasi besar pembayaran klaim dan lonjakan tak terduga dari berbagai lini bisnis agar tidak terjadinya gagal bayar. Antisipasi ini dapat dilakukan melalui perhitungan penyesuaian risiko berbasis segitiga run-off. Dalam pembayaran klaim, perusahaan tidak membayarkan secara langsung hingga lunas sehingga dapat dibentuknya segitiga run-off dengan informasi besar klaim yang dibayar dan besar klaim yang harus dibayarkan dengan tahun kejadian dan tahun perkembangan tertentu. Dalam memprediksi besar liabilitas terbaik dapat diterapkan metode paid-incurred chain (PIC) model. Prediksi besar liabilitas untuk lini bisnis properti dan motor vehicle (MV) diterapkan metode bootstrap pada data untuk menghasilkan berbagai skenario data observasi baru dan simulasi monte-carlo pada segitiga run-off baru tersebut sehingga diperoleh banyakanya bangkitan nilai best estimate liability (BEL). Penyesuaian risiko dihitung menggunakan dua metode kuantitatif, yaitu value at risk (VaR) dan condition tail expectation (CTE). Pada tingkat kepercayaan 95% penyesuaian risiko kumulatif dari dua lini bisnis tersebut adalah sebesar Rp 2,11 triliun dan Rp 2,90 triliun dengan metode VaR dan CTE secara berturut-turut. Penyesuaian risiko yang besar sebagian besar disebabkan lini bisnis properti.
IMPLEMENTASI SISTEM OTOMASI INSPEKSI KONTAINER DI PELABUHAN
Proses pemeriksaan kondisi fisik dan identifikasi peti kemas di pelabuhan Indonesia masih dilakukan secara manual oleh petugas, tanpa dukungan sistem otomatis yang terintegrasi. Pemeriksaan visual terhadap kerusakan struktural (penyok, karat, lubang) dan pencatatan nomor identifikasi kontainer bergantung pada interpretasi subjektif, sehingga menyebabkan waktu inspeksi yang lama, potensi kesalahan yang tinggi, serta pencatatan hasil yang sulit dilacak. Pemanfaatan kecerdasan artifisial dan computer vision pada proses ini belum diterapkan, menambah kesenjangan antara kebutuhan operasional pelabuhan modern dengan kapabilitas sistem yang ada. Tugas akhir ini merancang dan mengimplementasikan purwarupa sistem otomasi inspeksi kontainer dari segi program perangkat lunak, dengan ruang lingkup pada inspeksi visual peti kemas (deteksi kerusakan fisik dan pengenalan nomor kontainer melalui OCR). Sistem terdiri dari tiga komponen yang saling terhubung: perangkat tepi (edge device) yang menjalankan inferensi model YOLO11 secara real-time pada citra dari kamera, layanan backend yang mengelola penyimpanan data dan autentikasi, serta dashboard web untuk pemantauan langsung dan manajemen hasil. Perancangan arsitektur sistem secara holistik dan strategi deployment berada di luar cakupan tugas akhir ini. Kontribusi utama sistem mencakup mekanisme agregasi deteksi per sesi pemindaian untuk efisiensi pengiriman data, sinkronisasi nomor kontainer antar kamera, dan penilaian integritas struktural otomatis berdasarkan kelas kerusakan terdeteksi. Evaluasi fungsional terhadap delapan kebutuhan menunjukkan seluruh skenario utama lulus. Model deteksi kerusakan mencapai mAP@50 sebesar 96,8% dengan precision 96,3% dan recall 93,0%, melampaui hasil penelitian sejenis? komponen OCR memanfaatkan model pretrained PP-OCRv5 untuk pengenalan nomor kontainer berformat ISO 6346. Waktu inferensi pada perangkat tepi NVIDIA Jetson Orin Nano rata-rata di bawah 110 milidetik per citra dan seluruh halaman dashboard memuat dalam kurang dari 2 detik. Hasil ini mengonfirmasi kelayakan teknis sistem sebagai alternatif terhadap proses inspeksi manual.
EFEK TURISTIFIKASI TERHADAP KEGIATAN EKONOMI KOMUNITAS PEDAGANG DI PASAR CIHAPIT
Pasar Cihapit merupakan pasar tradisional di tengah Kota Bandung yang mengalami proses regenerasi secara organik melalui gerakan komunitas kreatif pada tahun 2015. Setelah pandemi, Gerakan kuliner yang dipelopori komunitas kreatif mulai bergeser identitasnya menjadi destinasi wisata kuliner dengan daya tarik wisata, menunjukkan mekanisme turistifikasi. Perubahan fungsi pasar dari ruang jual beli bahan pokok menjadi destinasi wisata di pasar Cihapit memunculkan dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya dipahami efeknya terhadap komunitas pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efek turistifikasi terhadap komunitas pedagang pasar yang mencakup rutinitas ekonomi, bentuk adaptasi, persepsi dan aspirasi pedagang, serta evaluasi keberlanjutan ekonomi proses regenerasi yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan pendekatan deskriptif-evaluatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diisi 31 pedagang dan wawancara mendalam dengan Kepala Pasar dan Ketuaa Paguyuban Pedagang. Data dianalisis menggunakan teknik statistikdeskriptif, analisis tematik, serta analisis kesenjangan. Penelitian menunjukkan bahwa walaupun tidak terjadi pengusiran pedagang lama oleh pedagang kuliner, keuntungan yang dibawa efek turistifikasi tidak dirasakan secara merataS lintas komoditas. Pedagang pasar beradaptasi secara selektif lewat adopsi teknologi transaksi digital, namun terbatas dalam kapabitlias promosi secara aktif. Mayoritas pedagang mendukung kehadiran wisata kuliner namun mengeluhkan keadaan fasilitas publik seperti parkir dan pengelolaan sampah yang overload. Evaluasi keberlanjutan ekonomi menunjukkan bahwa regenerasi Pasar Cihapit belum sepenuhnya inklusif terhadap seluruh pedagang.
IMPLEMENTASI METODE VOLUME HINGGA UNTUK SIMULASI MASALAH STEFAN SATU DAN DUA DIMENSI PADA BERBAGAI KONDISI BATAS
Permasalahan Stefanmerupakanmodelmatematikayangmenggambarkanprosesperu- bahan fase,sepertipelelehandanpembekuan,denganantarmukabergerakyangposi- sinyaberubahterhadapwaktu.Keberadaanantarmukabergerakmenyebabkansolusi masalah inisulitditentukansecaralangsung.Padapenelitianinidigunakanformulasi entalpi sehinggaposisiantarmukatidakperludilacaksecaraeksplisit.Modeltersebutdi- diskritisasi menggunakanmetodevolumehinggadandiimplementasikanpadasimulasi permasalahan Stefansatudanduadimensidenganberbagaikondisibatas. Hasil validasiskemanumerikpadakasuspencairansatudimensimenunjukkanhasil yang konsistendengansolusianalitik.Simulasipembekuansatudimensimenunjukkan bahwajeniskondisibatasmemengaruhikarakteristikpergerakanantarmuka,dimana syarat batasDirichletmenghasilkanperubahanyanglebihcepatpadaawalwaktudiban- dingkan syaratbatasNeumann.PerluasanskemapadapermasalahanStefanduadimensi diterapkan padasimulasipembekuanareatanahhomogendisekitarbantaransungai akibat fluktuasisuhuudaratahunandinegaraempatmusim.Hasilsimulasimenunjukkan bahwaareadekatpermukaanmengalamipembekuanpadarentangNovember–Februari, sementara lapisanyanglebihdalamrelatifstabilpadasuhurata-ratatahunansekitar 8.8?C
ANALISIS AKSESIBILITAS LAYANAN TRANSPORTASI PUBLIK DI ERA DIGITALISASI BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PENYANDANG DISABILITAS DAKSA (STUDI KASUS: DKI JAKARTA)
Penyandang disabilitas daksa di Jakarta sering diasumsikan tereksklusi dalam pengunaan transportasi publik akibat keterbatasan infrastruktur fisik. Penelitian ini menguji asumsi tersebut melalui studi terhadap 20 responden penyandang disabilitas daksa di wilayah Jabodetabek menggunakan kuesioner terstruktur, FGD, observasi terarah, dan wawancara dengan analisis data melalui statistik deskriptif, Exploratory Factor Analysis berbasis Principal Component Analysis, serta Binary Logit Model tiga tahap. Hasil observasi lapangan dan FGD menunjukkan bahwa ketergantungan tinggi pada ojek online bukan mencerminkan preferensi, melainkan respons adaptif terhadap ketiadaan layanan feeder yang menjangkau titik asal (firstmile) dan tujuan perjalanan (last-mile). Selain itu, hasil kuesioner persepsi menunjukkan bahwa meskipun kondisi infrastruktur fisik masih dinilai buruk, persepsi terhadap aplikasi transportasi digital justru menjadi dimensi yang paling positif. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa digitalisasi berperan membantu perencanaan dan kepastian informasi perjalanan, namun tidak dapat menggantikan kebutuhan dasar berupa aksesibilitas fisik yang memadai. Hambatan yang paling dirasakan pun bukan ketidakmampuan menaiki kendaraan, melainkan kelelahan fisik kumulatif akibat lemahnya konektivitas antarmoda. Dalam pemilihan moda, hasil estimasi Binary Logit Model menunjukkan bahwa ketersediaan feeder penjemputan dan kehadiran petugas bantuan justru lebih menentukan dibandingkan tarif maupun kondisi fisik armada, dengan jenis disabilitas dan tingkat pendapatan sebagai faktor sosiodemografi yang memengaruhi preferensi tersebut secara signifikan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa aksesibilitas transportasi publik bagi penyandang disabilitas daksa membutuhkan pendekatan sistemik yang memprioritaskan integrasi jaringan feeder dan keandalan layanan operasional, tidak dapat diselesaikan melalui perbaikan infrastruktur fisik semata.