📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

EKSPLORASI PEWARNA ALAM BIJI PINANG (ARECA CATECHU L.) DENGAN TEKNIK EMBROIDERY PADA EMPIRE WAIST DRESS

Warna merupakan salah satu aspek penting dalam produk tekstil dan fashion karena dapat meningkatkan nilai estetika serta daya tarik visual. Hingga saat ini, pewarna sintetis masih banyak digunakan karena praktis dan menghasilkan warna yang beragam. Namun, dampak limbah yang dihasilkan mendorong pengembangan pewarna alami sebagai alternatif pewarna tekstil. Salah satu bahan alami yang berpotensi dimanfaatkan adalah biji pinang (Areca catechu L.) yang mengandung tanin dan mampu menghasilkan warna pada tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi biji pinang sebagai pewarna alami, mengetahui ketahanan warna yang dihasilkan, serta menerapkannya pada produk fashion berupa empire waist dress dengan detail hand embroidery. Penelitian dilakukan melalui proses eksplorasi pewarnaan menggunakan teknik hot dyeing dan cold dyeing pada berbagai jenis kain dan benang dengan variasi mordan. Hasil eksplorasi kemudian dianalisis berdasarkan warna yang dihasilkan dan dilanjutkan dengan pengujian laboratorium untuk mengetahui ketahanan luntur warna terhadap pencucian, keringat, dan gosokan. Hasil warna terpilih selanjutnya diterapkan pada produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji pinang mampu menghasilkan variasi warna menyerupai beige, peach, salem, taupe, dan abu-abu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap pencucian, keringat, dan gosokan. Penelitian ini menunjukkan bahwa biji pinang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pewarna alami pada produk fashion. Hasil eksplorasi berhasil diterapkan pada produk fashion berupa empire waist dress menggunakan kain sutera 56 dan detail hand embroidery dengan benang cotton silk hasil pewarnaan alami.

2026
👤 Penulis: Theresa Hana Viriya Sacca
🏷️ Tekstil 🏷️ Pewarna Alam 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Tekstil

PERANCANGAN MODEL PREDICTIVE CONTROL UNTUK PENJADWALAN PRODUKSI ADAPTIF TERHADAP FLUKTUASI PERMINTAAN DENGAN MEMINIMASI BIAYA DI PT QUTY KARUNIA

PT Quty Karunia merupakan satu-satunya pemasok soft toys IKEA di Indonesia yang memproduksi 40 running article secara bersamaan pada 38 lini produksi. Proses penjadwalan alokasi lini produksi saat ini dilakukan secara manual oleh tim PPIC berdasarkan evaluasi terhadap stok, order aktual, dan forecast order yang berubah setiap minggu. Pendekatan manual ini tidak mempertimbangkan seluruh artikel secara simultan sehingga mengakibatkan service level pemenuhan safety stock rata-rata hanya 55,0% dan biaya penalti shortage mencapai Rp31,029 M selama periode FY25 minggu ke 37-42. Penelitian ini merancang model Economic Model Predictive Control berbasis Mixed Integer Linear Programming sebagai decision support tool untuk menghasilkan rekomendasi alokasi lini produksi mingguan yang optimal. Model memformulasikan permasalahan sebagai MILP dengan variabel keputusan berupa alokasi lini integer untuk 40 artikel secara simultan. Fungsi objektif meminimasi total biaya operasional yang terdiri dari biaya produksi, biaya simpan, dan biaya penalti shortage. Constraint model mencakup dinamika stok dengan lead time (????=2) minggu, pembatas kapasitas bersama ????????????=38, batas maksimum lini per artikel, dan mekanisme Advanced Order Information (ADI) yang membedakan penalti shortage untuk order aktual pada tahap ????=0,1,2 dan forecast order (?????3). Model diimplementasikan dalam Python menggunakan solver HiGHS melalui scipy.optimize.milp dan dijalankan dengan mekanisme rolling horizon enam iterasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa seluruh enam iterasi mencapai status optimal dengan total alokasi ????????????=38 terpenuhi pada setiap periode. Service level rata-rata meningkat dari 55,0% menjadi 77,5%. Total artikel shortage turun dari 108 menjadi 54 kasus selama enam periode. Total biaya realisasi turun dari Rp64,709 M menjadi Rp47,095 M menghasilkan penghematan sebesar Rp17,614 M (27,2%). Penurunan biaya ini didominasi oleh berkurangnya biaya penalti shortage sebesar 83%, dari Rp31,029 M menjadi Rp5,301 M. Analisis sensitivitas terhadap tiga parameter desain menunjukkan model bersifat robust dengan service level seluruh skenario berada pada rentang 73,9 hingga 80,8%. Model terbukti mampu mendistribusikan kapasitas produksi secara lebih sistematis dan adaptif dibandingkan pendekatan manual yang saat ini diterapkan perusahaan.

2026
👤 Penulis: Helvitiya Putri Juansyah
🏷️ Kepemimpinan Produksi 🏷️ Optimisasi Biaya Operasional 🏷️ Model Prediksi Kontrol

PERANCANGAN UPAYA MITIGASI OSILASI DAYA (POWER SWING) MELALUI ANALISIS INERSIA MINIMUM UNTUK PENINGKATAN RESILIENSI SISTEM SULAWESI BAGIAN SELATAN

Sistem Interkoneksi Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) merupakan salah satu sistem tenaga listrik terbesar di kawasan Sulawesi yang terus mengalami pertumbuhan kapasitas pembangkit dan beban. Peningkatan kompleksitas sistem menyebabkan risiko gangguan dinamis yang semakin tinggi. Oleh karena itu, perancangan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi inersia aktual Sistem Sulbagsel, menentukan kebutuhan inersia minimum untuk menjaga kestabilan sistem, serta merancang strategi penyediaan inersia yang layak secara teknis dan ekonomis. Perancangan dilakukan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah estimasi dan monitoring inersia menggunakan pendekatan hybrid yang menggabungkan metode deterministik berbasis data operasi dan metode eventbased berbasis respons Rate of Change of Frequency (RoCoF). Tahap kedua adalah penentuan kebutuhan inersia minimum melalui asesmen gabungan kestabilan frekuensi dan kestabilan transien pada berbagai skenario operasi dan kontingensi kredibel. Tahap ketiga adalah evaluasi strategi penyediaan inersia melalui alternatif Unit Commitment (UC), Synchronous Condenser (SC), dan kombinasi keduanya (UC+SC). Hasil perancangan menunjukkan bahwa kondisi inersia eksisting Sistem Sulbagsel berada pada kisaran 4 s dan masih tergolong marginal terhadap beberapa skenario gangguan. Kebutuhan inersia minimum sistem ditetapkan sebesar sekitar 6 s atau setara 150% kondisi baseline, dengan kebutuhan tambahan energi kinetik sebesar 4.754–5.945 MWs. Dari sisi implementasi, strategi UC+SC memberikan kinerja terbaik karena mampu memenuhi kebutuhan inersia sistem dengan biaya operasi yang lebih rendah dibandingkan alternatif lainnya. Hasil perancangan ini diharapkan dapat menjadi dasar peningkatan keandalan dan ketahanan operasi Sistem Sulbagsel terhadap gangguan besar di masa mendatang.

2026
👤 Penulis: Raffa Andhika Ilham
🏷️ Keandalan Sistem Tenaga Listrik 🏷️ Analisis Inersia Minimum 🏷️ Peningkatan Resiliensi

EKSPLORASI KARAKTERISTIK VISUAL GLASIR TENMOKU DAN PENERAPANNYA PADA MATCHA BOWL

Tenmoku merupakan jenis glasir cokelat dan hitam khas Tiongkok dan Jepang yang menyimpan rekam jejak eksplorasi panjang sejak era Dinasti Song. Secara teknis, karakteristik unik Tenmoku tercipta akibat tingginya kandungan iron (iron saturated) yang memicu reaksi kimiawi selama proses pembakaran. Fenomena tersebut menghasilkan karakter visual yang sangat memikat, unik, dan kaya akan elemen spontanitas organik. Sifat iron oxide dan sensitifitasnya terhadap variabel pembakaran membuka ruang inovasi yang luas, serta memberikan peluang besar untuk menyingkap sekaligus memperluas spektrum kemungkinan visual baru melalui berbagai pendekatan. Melalui eksplorasi glasir dan rekayasa proses pembakaran oksidasi suhu tinggi di atas 1220°C, penelitian ini sukses memicu fenomena self-reduction pada red iron oxide. Eksplorasi base glaze dengan persentase material yang tepat berhasil mengendalikan viskositas dan fluiditas untuk menghasilkan efek visual seperti oil spot, hare’s fur, breaking to rusted, hingga lustre. Penambahan oksida warna pendamping juga memperkaya gradasi warna baru berupa biru dan hijau. Karakteristik visual yang unik ini diaplikasikan pada produk akhir berupa koleksi matcha bowl (chawan) yang memadukan bentuk Chinese style dan Japanese style, menghasilkan total 33 buah chawan yang terbagi ke dalam 7 visual yaitu, Amber Break, Golden Rusted, Tea Dust, Tiger’s Eye, Light, dan Cat’s Eye.

2026
👤 Penulis: Adrienne Shelline Gunawan
🏷️ Keramik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Produk Kecil 🏷️ Teknologi Pembakaran Glaze

EKSPLORASI TAS TANGAN BERBASIS MATERIAL BIODEGRADABLE POLIKAPROLAKTON (PCL) DENGAN STILASI ANGGREK ENDEMIK INDONESIA

Permasalahan limbah plastik menjadi salah satu isu lingkungan yang terus meningkat akibat tingginya penggunaan material plastik pada berbagai sektor industri, termasuk industri fesyen. Plastik konvensional yang sulit terurai menyebabkan akumulasi limbah yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu upaya untuk mengurangi permasalahan tersebut adalah melalui pemanfaatan material biodegradable, seperti polikaprolakton (PCL). PCL merupakan poliester sintetis yang bersifat termoplastik, mudah dibentuk, dan mampu terdegradasi secara biologis sehingga berpotensi diterapkan sebagai material alternatif pada produk fesyen yang lebih ramah lingkungan. Perancangan ini mengeksplorasi material komposit berbasis PCL dengan penambahan kalsium karbonat (CaCO?) sebagai filler untuk meningkatkan kekakuan material sehingga sesuai diterapkan pada tas tangan berstruktur keras (hard handbag). Perancangan mengangkat stilisasi anggrek endemik Indonesia sebagai inspirasi visual karena keunikan bentuk, warna, dan perannya sebagai representasi kekayaan biodiversitas Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, observasi, dokumentasi, dan eksplorasi material. Eksplorasi dilakukan dengan mencampurkan PCL, CaCO?, titanium dioksida, natural mica powder, serta cat air non-toxic untuk memperoleh karakteristik material yang sesuai dengan kebutuhan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan CaCO? mampu meningkatkan kekakuan dan stabilitas bentuk material PCL tanpa mengurangi fleksibilitas proses pembentukannya. Material yang dihasilkan kemudian diterapkan pada rancangan hard handbag yang mengolah bentuk, tekstur, dan warna anggrek endemik Indonesia sebagai identitas visual. Melalui pendekatan material dan desain tersebut, penelitian ini menunjukkan potensi material komposit berbasis PCL sebagai alternatif material fesyen yang memadukan aspek fungsi, estetika, keberlanjutan, serta nilai pelestarian biodiversitas Indonesia.

2026
👤 Penulis: Khanza Sukma Vidiyala
🏷️ Material Biodegradable 🏷️ Desain Produk Fesyen 🏷️ Hidrologi Biodiversitas

EVALUASI POTENSI PLASTIK SEBAGAI PEREKAT PEMBRIKETAN REFUSE DERIVED FUEL (RDF) DARI SAMPAH ANORGANIK

Produksi briket di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) saat ini masih bergantung pada penambahan bahan perekat kanji (tepung tapioka) karena mesin ekstrusi ulir eksisting belum mampu menghasilkan briket utuh tanpa perekat, sehingga menambah biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan parameter tekanan, temperatur, dan perekat optimal pembriketan RDF pada dua jalur perekat, yaitu menggunakan kanji dan menggunakan plastik di dalam sampah anorganik, setelah sebelumnya mengevaluasi parameter proses pembriketan pada mesin ekstrusi ulir. Penelitian meliputi karakterisasi bahan baku, pemodelan pembriketan mesin ekstrusi ulir, pembriketan pada mesin ekstrusi ulir, dan eksperimen terkontrol menggunakan mesin press hidrolik dengan variasi kandungan kanji, tekanan (15 – 30 MPa), dan temperatur (110 – 170 °C) pada bahan baku sampah anorganik berkadar air 15%. Pengujian durabilitas dilakukan menggunakan metode uji jatuh (drop test) dari ketinggian 185 cm ke permukaan pelat baja sebanyak empat kali, untuk mengetahui kemampuan briket menerima beban benturan eksternal. Pengukuran densitas dan kadar air, serta pengamatan visual briket juga dilakukan untuk menganalisis kualitas briket yang dihasilkan. Karakterisasi fisik menunjukkan cacahan RDF memiliki kadar air 34,4% dengan dominasi plastik film LDPE sebesar 37%. Pemodelan mesin ekstrusi ulir mengestimasi tekanan operasi mesin sekitar 15 MPa, dan hasil eksperimen terkontrol menunjukkan bahwa pada temperatur pembriketan 110 °C, briket tanpa perekat hanya mencapai durabilitas 56,5 – 58%, sedangkan briket berkanji mencapai 96%. Namun demikian, pada temperatur pembriketan 150 °C dan 170 °C, briket tanpa perekat mencapai durabilitas 97 – 100%, setara dengan briket berkanji. Temuan ini membuktikan bahwa fraksi plastik dapat berfungsi sebagai perekat menggantikan kanji, sepanjang temperatur pembriketan memadai untuk mengaktifkan pelunakan plastik. Evaluasi parameter proses menyimpulkan bahwa temperatur merupakan faktor pembatas utama pembriketan tanpa perekat pada mesin eksisting.

2026
👤 Penulis: Wasito Pawoko Jati
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

KAJIAN ANALITIK PERILAKU LENTUR KOLOM BETON BERTULANG YANG DIPERKUAT CARBON FIBER-REINFORCED POLYMER (CFRP) LONGITUDINAL DENGAN MODIFIKASI PENGANGKURAN

Penelitian ini mengkaji perilaku lentur kolom beton bertulang (RC) yang diperkuat CFRP longitudinal, dengan fokus pada pengaruh sistem pengangkuran terhadap efektivitas perkuatan. Tiga spesimen dianalisis: kolom kontrol (C10), kolom dengan CFRP longitudinal dan pengangkuran standar ACI 440.2R-17 (C11), serta kolom dengan CFRP longitudinal, CFRP transversal, dan modifikasi pengangkuran (C12). Model analitik closed-form dikembangkan berdasarkan ACI 318 dan ACI 440.2R-17, mencakup analisis momen-kurvatur (model trilinear, dengan Menegotto-Pinto sebagai pembanding strain hardening baja) dan transformasi ke kurva gaya-perpindahan menggunakan kekakuan dua tahap dan integrasi panjang sendi plastis (???????? = 450 mm, SNI 2847:2019), dibandingkan terhadap data eksperimental pembebanan lateral monotonik (Pasaribu, 2024; Apriwelni et al., 2025). Model berhasil merepresentasikan pola umum perilaku M-? dan P-? ketiga spesimen. Selisih kapasitas lateral puncak model terhadap eksperimen adalah ?9,83% (C10), ?15,18% (C11), dan ?14,11% (C12). Pada C11, transformasi ke P-? memerlukan penyesuaian panjang efektif kolom (L = 1550 mm, dikurangi 250 mm tinggi pelat angkur) untuk merepresentasikan pergeseran titik lentur kritis akibat delaminasi selimut beton, konsisten dengan relokasi sendi plastis eksperimental ±250 mm dari dasar kolom. C12 menunjukkan modus kegagalan rupture CFRP dengan sendi plastis tetap di dasar kolom, mengindikasikan keberhasilan modifikasi pengangkuran mencegah debonding prematur. Perbandingan ini menormalisasi kapasitas lentur gabungan baja, beton, dan CFRP terhadap ACI 440.2R-17. Parameter krusial pada konfigurasi angkur standar ACI (C11) adalah panjang efektif kolom akibat zona kaku pelat angkur, bukan formula kapasitas momen nominal (Mn) itu sendiri.

2026
👤 Penulis: Arya Satyalie
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN SISTEM PENGELOLAAN PELANGGAN PADA CHARMIGOS

Charmigos merupakan UMKM fesyen aksesori dengan kanal penjualan utama marketplace. Produk utama Charmigos adalah gelang charm yang dapat dikustomisasi, modular, dan collectible. Meskipun karakteristik produk tersebut memiliki potensi untuk mendorong pembelian kembali, data transaksi menunjukkan bahwa tingkat pembelian ulang dan frekuensi pembelian pelanggan masih rendah. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan data transaksi sebagai dasar segmentasi pelanggan dan perumusan strategi yang sesuai dengan karakteristik setiap segmen. Metode yang digunakan adalah analisis RFM dan klasterisasi. Pelanggan dengan nilai monetary tinggi dipisahkan terlebih dahulu sebagai segmen B2B berdasarkan pendekatan outlier dan batasan bisnis, sedangkan pelanggan B2C dikelompokkan menggunakan klasterisasi K-Means. Hasil pengolahan mengidentifikasi segmen B2B serta dua klaster pelanggan B2C, yaitu Loyal Customer dan At Risk. Hasil segmentasi digunakan sebagai dasar penyusunan strategi, yaitu reaktivasi pelanggan At Risk, retensi pelanggan Loyal Customer, dan strategi B2B berbasis bauran pemasaran. Penelitian ini juga merancang sistem untuk pendukung keputusan pengelolaan pelanggan berbasis Streamlit untuk mendukung pengolahan data, segmentasi, rekomendasi strategi, dan evaluasi implementasi. Efektivitas strategi dievaluasi melalui perubahan tingkat pembelian ulang, profitabilitas penggunaan voucer diskon pada segmen B2C, serta marketing funnel pada strategi B2B. Implementasi strategi menunjukkan bahwa B2C mampu mendorong transaksi ulang dan menghasilkan profit positif, sedangkan B2B mampu meningkatkan jumlah pelanggan dan membentuk alur konversi. Setelah implementasi, tingkat pembelian ulang meningkat dari 18,01% menjadi 19,68%.

2026
👤 Penulis: Fairuza Alifa Prasetyo
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Rfm

REKAYASA PERMUKAAN TI6AL4V DENGAN PELAPISAN SERISIN DAN OKSIDA GRAFENA UNTUK MENINGKATKAN BIOAKTIVITAS DAN SIFAT ANTIBAKTERI MATERIAL IMPLAN TULANG

Fraktur tulang merupakan salah satu permasalahan besar dalam kesehatan global dengan sekitar 178 juta kasus baru per tahun. Ti6Al4V merupakan salah satu material implan tulang yang paling banyak digunakan, namun masih memiliki dua tantangan utama, yaitu keterbatasan bioaktivitas akibat sifat bioinertnya dan kerentanan terhadap infeksi terkait implan. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi permukaan Ti6Al4V dengan pelapisan serisin dan oksida grafena (GO) menggunakan coupling agent 3-aminopropyltriethoxysilane (APTES) dan glutaraldehida (GTA) untuk meningkatkan bioaktivitas dan sifat antibakteri implan. Pelapisan dilakukan dengan dua metode, yaitu layer-by-layer dan campuran. Karakterisasi FTIR mengonfirmasi keberhasilan isolasi serisin melalui kemunculan puncak Amida I, Amida II, dan Amida III. Pengukuran sudut kontak air menunjukkan perubahan bertahap dari Ti (~95°) menjadi Ti-OH (~7°), Ti-APTES (~12°), Ti-GTA (~45°), hingga Ti- SS (~48°). Evaluasi antibakteri menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT) terhadap Staphylococcus aureus ATCC 6538 menunjukkan hanya pelapisan serisin (Ti-SS) yang meningkatkan reduksi bakteri, yaitu sebesar 44,38% relatif terhadap Ti6Al4V tanpa pelapisan. Evaluasi bioaktivitas melalui perendaman dalam larutan SBF selama 14 hari menunjukkan bahwa Ti-SS menginduksi pembentukan hidroksiapatit dengan rasio Ca/P sebesar 1,67, sementara Ti-SS-GO/M dan Ti-SS-GO/L menghasilkan rasio yang lebih rendah, masing-masing 1,60 dan 1,54. Seluruh sampel menunjukkan viabilitas sel fibroblas 3T3 di atas 90% pada 24 jam dan tetap mempertahankan viabilitas yang tinggi hingga 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan serisin pada Ti6Al4V memberikan kombinasi bioaktivitas dan aktivitas antibakteri terbaik, sementara penambahan GO justru menurunkan kedua performa tersebut.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fadhlurrahman Arkaan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

OPTIMASI EFISIENSI DETEKSI OBJEK 3D MULTI-MODAL BERBASIS BEVFUSION MENGGUNAKAN MULTI-LEVELDISTILASI PENGETAHUAN

Deteksi objek tiga dimensi (3D) multi-modal merupakan komponen penting pada sistem persepsi kendaraan otonom karena bertugas mengklasifikasikan objek dan mengestimasi kotak pembatas 3D yang memuat posisi, dimensi, orientasi, serta skor keyakinan dari kombinasi data kamera dan Light Detection and Ranging (LiDAR). Pendekatan fusi berbasis Bird’s Eye View (BEV), seperti BEVFusion, mampu menyatukan informasi semantik kamera dan struktur geometris LiDAR dalam representasi tampak atas yang konsisten. Namun, model semacam ini umumnya memiliki kebutuhan komputasi, memori, dan latensi inferensi yang tinggi. Kondisi tersebut membatasi penerapannya pada perangkat dengan sumber daya terbatas, misalnya platform edge computing atau sistem komputasi onboard kendaraan otonom. Penelitian ini berangkat dari masalah tersebut dengan mengkaji apakah arsitektur BEVFusion dapat dikompresi melalui model student yang lebih ringan, lalu dipulihkan performanya melalui distilasi pengetahuan bertingkat tanpa menambah beban pada fase inferensi. Metode yang diusulkan menggunakan kerangka teacher–student. Model teacher didefinisikan sebagai BEVFusion standar hasil reproduksi internal, sedangkan dua model student, yaitu Student S dan Student Extra Small (XS), dirancang melalui pengurangan kapasitas backbone kamera, cabang LiDAR, modul fusi, dan backbone BEV. Distilasi pengetahuan diterapkan pada lima komponen: fitur kamera, fitur LiDAR, representasi BEV hasil fusi, relasi pada detection head, dan logit keluaran akhir. Komponen fitur dan relasi menggunakan adaptasi Interchange Transfer-based Knowledge Distillation (itKD), sedangkan distilasi logit menyelaraskan distribusi probabilitas kelas yang dilunakkan. Selain pembobotan statis, penelitian ini mengevaluasi Dynamic Weight Averaging (DWA) untuk menyesuaikan kontribusi setiap loss berdasarkan dinamika konvergensi. Evaluasi dilakukan pada dataset nuScenes dengan metrik akurasi Mean Average Precision (mAP) dan nuScenes Detection Score (NDS), serta metrik efisiensi berupa jumlah parameter, ukuran model, alokasi memori Graphics Processing Unit (GPU), latensi, dan Frames Per Second (FPS). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kompresi langsung tanpa distilasi menurunkan akurasi secara jelas, terutama pada Student XS. Distilasi fitur pada cabang kamera dan LiDAR memberikan kontribusi pemulihan terbesar. Student S dengan konfigurasi distilasi statis terbaik mencapai mAP 67,16% dan NDS 69,80%, sangat dekat dengan teacher reproduksi yang mencapai mAP 67,36% dan NDS 70,76%. Model ini sekaligus menurunkan parameter dari 40,80 juta menjadi 5,95 juta, sehingga menghasilkan reduksi 6,9× dengan alokasi memori GPU yang lebih rendah. Pada NVIDIA RTX 3090 dengan TensorRT FP16, throughput meningkat dari 55,24 FPS pada teacher menjadi 83,70 FPS pada Student S. Student XS mencapai ukuran yang lebih ringkas, yaitu 3,86 juta parameter, 14,85 MB, dan alokasi memori GPU 731 MB, dengan throughput 97,25 FPS pada RTX 3090 TensorRT FP16. Validasi pada NVIDIA Drive Orin menunjukkan peningkatan throughput dari 13,32 FPS pada teacher menjadi 36,43 FPS pada Student S dan 48,41 FPS pada Student XS. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa manfaat DWA bersifat kondisional. Pada Student S, pembobotan statis lebih stabil dan menghasilkan akurasi terbaik. Pada Student XS, DWA meningkatkan mAP secara marginal terhadap konfigurasi S3, tetapi konfigurasi S2 tetap menjadi pilihan terbaik berdasarkan NDS. Selain itu, evaluasi per kelas memperlihatkan bahwa Student XS mengalami degradasi besar pada kendaraan berukuran besar seperti truck dan bus. Dengan demikian, Student S lebih sesuai sebagai kompromi antara efisiensi dan akurasi, sedangkan Student XS lebih tepat untuk skenario dengan batas komputasi ketat dan toleransi terhadap penurunan akurasi. Seluruh hasil perlu dibaca dalam konteks evaluasi single-run, sehingga klaim peningkatan marginal masih memerlukan validasi statistik melalui pelatihan berulang.

2026
👤 Penulis: Fadhil Elrizanda
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Optimisasi Efisiensi Inferensi 🏷️ Perangkat Edge Computing

PENINGKATAN KAPASITAS FLOODWAY CISANGKUY DENGAN OPTIMASI GEOMETRI DAN PERKUATAN SALURAN

Floodway Cisangkuy berfungsi mengalihkan aliran Sungai Cisangkuy di Dayeuhkolot menuju Sungai Citarum di Katapang untuk mengurangi risiko banjir di kawasan rawan seperti Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Baleendah. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi geometri penampang dan mengevaluasi stabilitas lereng floodway agar mampu menampung debit melebihi debit rencana 215 m³/s, menggunakan pemodelan HEC-RAS 1D dan analisis stabilitas lereng metode Taylor. Karena keterbatasan lahan akibat jalan dan dinding penahan di sekitar floodway, optimasi difokuskan pada geometri penampang, kemiringan lereng, dan koefisien Manning, tanpa pelebaran horizontal. Hasil analisis menunjukkan koefisien Manning dan jari-jari hidrolik paling berpengaruh terhadap kapasitas debit, sedangkan keamanan lereng ditentukan oleh tinggi lereng terhadap tinggi kritisnya. Konfigurasi terpilih adalah kemiringan H:V = 1:1 (45°) dengan tinggi kritis minimum 3,19 m, tinggi pilih 2,13 m, dan bench minimum 2 m, menghasilkan penampang lebar dasar 13,2 m dan total 44 m yang mampu menampung debit hingga 280 m³/s. Kecepatan dan tegangan geser dikendalikan dengan menyesuaikan kemiringan memanjang menjadi 0,00044 dengan mengubah struktur terjun eksisting tinggi 2 m menjadi 3,815 m yang diperkuat dengan material beton. Total biaya galian dan timbunan diperkirakan Rp2.295.046.338,26.

2026
👤 Penulis: M Faiz Nuriman Kertabudi
🏷️ Hydrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air 🏷️ Optimasi Geometri Struktur

ANALISIS TEGANGAN MEKANIK DAN OPTIMASI DESAIN RANGKA KURSI RODA ELEKTRIK MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

Kursi roda elektrik merupakan alat bantu mobilitas yang penting bagi penyandang disabilitas, namun penambahan komponen elektronik seperti baterai, motor, dan kontroler meningkatkan beban yang harus ditanggung oleh rangka. Desain rangka kursi roda elektrik yang menjadi objek penelitian ini belum dievaluasi keselamatan strukturalnya secara formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis tegangan mekanik pada rangka, menentukan faktor keamanannya, dan merancang desain baru yang lebih ringan namun tetap memenuhi persyaratan keselamatan sesuai standar ISO 7176-8:2014. Metode penelitian dilakukan dengan memodelkan geometri tiga dimensi rangka menggunakan SOLIDWORKS, kemudian dianalisis menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH) pada perangkat lunak ANSYS Workbench dengan elemen solid tetrahedron orde kedua (SOLID187). Kondisi tumpuan jepit diterapkan pada titik kontak roda, dengan pembebanan statis sebesar 1.177,2 N pada area tempat duduk sesuai ISO 7176-8:2014 dan kapasitas beban nominal 50 kg. Studi konvergensi mesh dilakukan untuk memastikan keandalan hasil, dan optimasi desain dilakukan secara parametrik dengan mengurangi ketebalan dinding pada komponen yang mengalami tegangan jauh di bawah batas izin. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain awal rangka menghasilkan tegangan von Mises maksimum sebesar 86 MPa dengan faktor keamanan global sebesar 2,91, yang telah memenuhi persyaratan SF ? 2,0. Evaluasi faktor keamanan lokal mengungkapkan adanya komponen dengan SF mencapai 1.136,36, menunjukkan inefisiensi penggunaan material yang besar. Melalui optimasi ketebalan dinding, diperoleh desain optimal dengan massa rangka berkurang 36,94% (dari 850,59 gram menjadi 536,37 gram); meskipun faktor keamanan global menurun menjadi 0,58, faktor keamanan lokal tiap komponen masih jauh di atas batas minimum yang disyaratkan, sehingga desain optimal dinyatakan layak digunakan.

2026
👤 Penulis: M. Zulfikar J. (Mc Arthur)
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SISTEM PASCAPANEN FILLET IKAN PATIN (PANGASIUS SP.) DENGAN EDIBLE COATING KITOSAN DAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) UNTUK MEMPERTAHANKAN KUALITAS DAN MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN

Industri pengolahan ikan patin (Pangasius sp.) saat ini menghadapi tantangan kritis berupa kehilangan pangan (food loss) pascapanen yang mencapai 35%, akibat degradasi mikrobiologis dan oksidatif yang berlangsung selama proses penanganan dan penyimpanan. Kondisi ini secara langsung menurunkan efisiensi rantai pasok sekaligus membatasi daya saing produk Fillet patin di pasar yang menuntut standar mutu dan keamanan pangan tinggi. Menjawab tantangan tersebut, dirancang sebuah fasilitas pengolahan Fillet patin berkapasitas 120.000 kg/tahun yang secara menyeluruh mengintegrasikan standar Good Manufacturing Practices (GMP), ISO 22000, dan sistem HACCP guna memastikan keamanan, mutu, dan daya saing produk secara berkelanjutan. Sebagai inovasi utama, sistem ini menerapkan active packaging berbasis Edible Coating kitosan–Carboxymethyl Cellulose (CMC). Terpilih melalui analisis matriks keputusan sebagai solusi paling optimal, formulasi ini menghadirkan sinergi antara sifat antimikroba kitosan dan stabilitas mekanik CMC. Efektivitas formulasi ini dibuktikan melalui aktivitas antibakteri sebesar 12,7 mm terhadap Staphylococcus aureus dan 12,6 mm terhadap Escherichia coli, yang mengindikasikan laju deteriorasi produk dapat berjalan lebih lambat sehingga mutu dan daya simpan produk lebih terjaga. Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan turut diwujudkan melalui penerapan prinsip zero waste industry, di mana seluruh hasil samping produksi dikonversi menjadi produk bernilai tambah, yaitu tepung ikan (fish meal) dan minyak ikan (crude fish oil). Kelayakan finansial perancangan ditentukan melalui analisis investasi dengan total Capital Expenditure (CAPEX) sebesar Rp8.843.085.472. Hasil analisis menunjukkan bahwa perancangan ini layak untuk diimplementasikan, ditunjukkan oleh Net Present Value (NPV) bernilai positif sebesar Rp4.656.760.761, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15,11% yang berada di atas BI-Rate acuan sebesar 5,25%, serta Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,527. Selain itu, diperoleh Gross Profit Margin (GPM) sebesar 33,93%, Return on Investment (ROI) sebesar 10,85%, dan periode pengembalian modal (Payback Period) selama 5 tahun dari total umur proyek 10 tahun. Secara keseluruhan, perancangan sistem ini menunjukkan proposisi bisnis yang teruji secara teknis, berwawasan lingkungan, dan stabil secara finansial, sekaligus menjadi model modernisasi rantai pasok perikanan lokal yang berkelanjutan dan berstandar internasional. Mengingat analisis sensitivitas menunjukkan harga jual produk dan harga bahan baku ikan patin segar sebagai parameter paling kritis terhadap kelayakan proyek, disarankan penerapan strategi mitigasi risiko harga melalui kontrak jangka panjang dengan mitra distribusi dan pemasok, serta validasi lanjutan performa coating pada skala produksi komersial sebelum implementasi penuh.

2026
👤 Penulis: Bili Ramdani
🏷️ Pengolahan Ikan 🏷️ Active Packaging 🏷️ Hidrologi Lingkungan

PERANCANGAN ULANG STRATEGI PROMOSI PROGRAM IELTS WIKALPA COLLEGE BERDASARKAN ANALISIS INTENSI DAN SEGMENTASI PELANGGAN

Wikalpa College merupakan lembaga bimbingan belajar daring yang didirikan pada tahun 2022 dan menyediakan program persiapan IELTS. Meskipun program yang ditawarkan telah sesuai dengan kebutuhan target pasar, strategi promosi yang diterapkan belum mampu menjangkau calon pelanggan secara optimal karena masih menggunakan pendekatan yang seragam tanpa mempertimbangkan perbedaan karakteristik pelanggan. Selain itu, terdapat limitasi anggaran yang dipertimbangkan sehingga diperlukan strategi promosi yang tidak membutuhkan biaya dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi intensi mendaftar calon pelanggan, mengidentifikasi segmentasi pelanggan berdasarkan karakteristik perilaku, dan merancang ulang strategi promosi bagi setiap segmen pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 117 responden yang merupakan target pasar program IELTS Wikalpa College. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLSSEM) berdasarkan model Stimulus–Organism–Response (S-O-R) yang diadopsi dan dikembangkan dari lima penelitian terdahulu, yaitu Dabbous & Barakat (2020), Hanaysha (2022), Li dkk. (2025), Monfort dkk. (2025), dan Lien dkk. (2015). Dengan robustness check, dilakukan Finite Mixture Partial Least Squares (FIMIXPLS) untuk mengidentifikasi segmentasi pelanggan, dan Importance-Performance Map Analysis (IPMA) untuk menentukan prioritas perbaikan pada setiap segmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Content Quality merupakan stimulus utama yang membentuk respons pelanggan melalui pengaruh nonlinear terhadap Brand Awareness dan Brand Image serta pengaruh positif terhadap Brand Preference, sedangkan Brand Preference menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap Intention to Enroll. Analisis FIMIX-PLS mengidentifikasi dua segmen pelanggan, yaitu Benefit-Driven Evaluators sebanyak 66 responden dan Engagement-Driven Decision Makers sebanyak 51 responden. Berdasarkan karakteristik masing-masing segmen, penelitian ini menghasilkan enam strategi promosi terdiferensiasi, yaitu Proof Before Promotion, IELTS Decision Week, IELTS Everyday Challenge, dan Wikalpa Education Partner Program, untuk meningkatkan efektivitas promosi Wikalpa College sesuai karakteristik setiap segmen pelanggan.

2026
👤 Penulis: Muhammad Zhafran Imanulhaq
🏷️ Segmentasi Pasar 🏷️ Analisis Intensi Mendaftar Pelanggan 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Manajemen Rantai Pasok

USULAN KEBIJAKAN JEDA ANTARDINASAN MASINIS: KAJIAN DI PT KERETA API INDONESIA (PERSERO

Kelelahan merupakan salah satu faktor risiko utama yang mengancam keselamatan operasional perkeretaapian yang dapat dikendalikan melalui penentuan durasi jeda antardinasan yang tepat. Namun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) hingga saat ini belum memiliki kebijakan jeda antardinasan yang didasarkan pada bukti empiris memadai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kelelahan masinis, menentukan rekomendasi durasi jeda antardinasan yang optimal, serta mengusulkan strategi mitigasi risiko kelelahan masinis PT KAI. Pendekatan campuran (mixed methods) digunakan, meliputi pengukuran kuantitatif menggunakan instrumen objektif untuk mengukur kecepatan reaksi dan durasi kedipan mata (Psychomotor Vigilance Task/PVT dan Blink Duration) dan subjektif untuk mengukur tingkat kantuk dan kelelahan, serta beban mental yang dirasakan masinis selama dinasan (KSS, VAS, NASA-TLX, dan RSME) pada kru kedudukan dan kru tamu dengan jeda ?12 jam dan >12 jam, serta Focus Group Discussion (FGD) yang dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan seluruh instrumen konsisten mengindikasikan peningkatan kelelahan yang bermakna setelah dinasan pada kedua kru, dengan kelompok jeda ?12 jam mencatatkan akumulasi kelelahan yang lebih tinggi; durasi jeda berkorelasi negatif signifikan dengan Blink Duration. Temuan kualitatif mengidentifikasi enam tema penyebab kelelahan, meliputi ketidakcukupan jeda antardinasan, pola dinasan, fasilitas istirahat, kondisi kabin, faktor organisasional, serta dukungan manajemen. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan jeda antardinasan minimal >12 jam sebagai kebijakan baku, dengan rentang 10–12 jam untuk kru tamu dan 12–14 jam untuk kru kedudukan. Rekomendasi ini telah disepakati bersama PT KAI dan bersifat adaptif selama tidur efektif minimal 7 jam dan fasilitas istirahat kondusif terpenuhi. Implementasi rekomendasi ini didukung oleh strategi mitigasi berbasis model Fatigue Risk Control (Williamson) yang disusun secara berjenjang: pencegahan kelelahan sebelum dinasan melalui standardisasi jeda dan fasilitas istirahat, pengelolaan performa selama dinasan melalui perbaikan ergonomi kabin dan protokol pelaporan kelelahan, hingga mitigasi insiden sebagai jaring pengaman terakhir melalui kalibrasi sistem pemantauan dan optimalisasi perangkat keselamatan. Kajian lanjutan disarankan dilakukan secara longitudinal untuk memantau perubahan tingkat kelelahan masinis seiring implementasi kebijakan.

2026
👤 Penulis: Auralia Regina Putri
🏷️ Keuangan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kesehatan Tenaga Kerja
Halaman 14 dari 6754
💬