📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PERANCANGAN SISTEM AKUISISI DAN PEMROSESAN SINYAL FASE GAIT BERBASIS SMART INSOLE KAPASITIF DAN IMU

Analisis gait kuantitatif diperlukan untuk mendukung evaluasi rehabilitasi yang objektif. Penelitian ini mengembangkan sistem smart insole pair berbasis sensor kapasitif dan IMU untuk akuisisi tekanan plantar, preprocessing, dan evaluasi awal klasifikasi fase gait. Setiap insole terdiri atas delapan sensing pad kapasitif, front- end LC-tank FDC2212, multiplexer, ESP32-S3, dan BNO055. Evaluasi akuisisi dilakukan pada lima subjek dengan 90 file kiri dan 90 file kanan; preprocessing pada 753 file dari 20 folder subjek; dan klasifikasi pada tiga subjek berlabel dengan 45 file Excel. Akuisisi menggunakan UDP host-polling dengan tare calibration, sinkronisasi, visualisasi, dan ekspor data. Data raw offset-adjusted diproses melalui estimasi frekuensi sampling, resampling, perbaikan channel bermasalah, target pseudo-clean, denoising autoencoder, stabilisasi regional, dan filtering gyroscope. Sistem mencapai effective rate steady-state 40,187 Hz kiri dan 40,171 Hz kanan; R² sensor 0,9971 pada heel dan 0,9651 pada toes/forefoot. Preprocessing menurunkan kekasaran Average 56,2% dan channel S1–S8 80,7%, dengan korelasi heel–toes 0,9008. Klasifikasi MultiRocket-Hydra–DrCIF menghasilkan macro-F1 raw 38,47%/40,23% dan filtered 35,40%/43,27% untuk kiri/kanan, sehingga sistem layak sebagai platform akuisisi dan preprocessing gait, sementara klasifikasi masih perlu pengembangan.

2026
👤 Penulis: Ammar Sulthoni Adli
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

MEMBANDINGKAN METODE PENCOCOKAN CITRA BERBASISKAN AREA (AREA-BASED MATCHING) YANG TERBAIK BERDASARKAN SENSITIVITAS TERHADAP NOISE DAN NILAI KORELASI DIANTARA : SINGLE VEKTOR CORRELATION, SEPARATE CHANNEL MEAN VALUE, WEIGHTED CHANNEL MEAN VALUE, DIFFERENT CORRELATION

Pencocokan citra (image matching) adalah usaha untuk mengidentifikasi dan mengukur derajat kesamaan/kecocokan objek pada dua atau lebih foto yang bertampalan. Ada banyak metode pencocokan citra, salah satunya yang banyak digunakan adalah metode pencocokan citra berbasis area (area based matching-ABM). Metode ini menggunakan nilai korelasi sebagai evaluasi tingkat keberhasilan pencocokan citra. Beberapa metode ABM yang banyak digunakan diantaranya adalah korelasi vektor tunggal (single vector correlation-SVC), korelasi nilai rata-rata kanal terpisah (separate channel mean value-SCMV), korelasi nilai rata-rata kanal yang diberi bobot (weighted channel mean value-WCMV), teknik korelasi nilai selisih (different correlation-DC). Data citra foto untuk pemetaan secara fotogrametri seringkali mempunyai derau (noise) yang akan mempengaruhi kualitas data tersebut. Kualitas data citra ini sangat berpengaruh juga terhadap tingkat keberhasilan pencocokan citra berbasis area. Evaluasi sensitifitas terhadap derau menjadi penilaian untuk memilih teknik-teknik korelasi pada metode pencocokan citra berbasis area. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilakukan evaluasi nilai korelasi pada citra dengan derajat derau yang berbeda pada keempat teknik korelasi ABM sehingga dihasilkan teknik korelasi yang terbaik.

2026
👤 Penulis: Fajar Putra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Kualitas Data Citra 🏷️ Metode Pencocokan Citra Berbasis Area

OPTIMISASI PORTOFOLIO INVESTASI BPJS KESEHATAN DENGAN PENDEKATAN LIABILITY-DRIVEN INVESTMENT

Dana Jaminan Sosial (DJS) BPJS Kesehatan menghadapi risiko asset-liability mismatch akibat ketidakselarasan jadwal jatuh tempo aset dan pola kewajiban klaim yang fluktuatif. Penelitian ini membangun kerangka optimisasi portofolio berbasis Liability-Driven Investment (LDI) dengan pendekatan Asset Liability Management (ALM) dua lapis dalam koridor PP No. 53 Tahun 2018. Lapisan pertama adalah model Strategic Asset Allocation (SAA) berupa program kuadratik multi-objektif dengan kendala duration matching, diselesaikan menggunakan SLSQP untuk beberapa skenario faktor pengali durasi ????. Evaluasi likuiditas menunjukkan bahwa hasil SAA masih menghasilkan kegagalan kas akibat timing mismatch, menegaskan bahwa optimisasi strategis saja tidak memadai. Lapisan kedua adalah dua varian model Tactical ALM berupa program linear: T1 menggunakan mekanisme repo SBN, sedangkan T2 menambahkan opsi penjualan dini deposito. Kedua model berhasil mengeliminasi seluruh kegagalan likuiditas dengan biaya taktis yang sangat kecil relatif terhadap skala dana yang dikelola. T2 unggul secara finansial dengan NAV akhir lebih tinggi, sementara T1 lebih sederhana secara operasional. Penelitian ini merekomendasikan penerapan kerangka ALM dua lapis dengan SAA sebagai alokasi strategis dikombinasikan dengan model taktis yang disesuaikan dengan kapasitas operasional pengelola.

2026
👤 Penulis: Zahra Chalisya Kurnia
🏷️ Optimisasi Portofolio Investasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Asuransi 🏷️ Analisis Likuiditas

PERANCANGAN PROTOTIPE PERANGKAT LUNAK PENDUKUNG PERAMALAN PERMINTAAN PRODUK PT XYZ MENGGUNAKAN MODEL TIME SERIES FORECASTING

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang elektrifikasi, automasi, dan digitalisasi. Secara tradisional PT XYZ menjual produknya dengan model Business-to-Business (B2B). Namun, beberapa produk mulai dijual secara langsung melalui channel e-commerce. Dalam penjualan melalui channel baru ini, terdapat symptom permasalahan berupa terjadinya overstocking dan lost sales. Analisis akar masalah dilakukan lalu ditetapkan tujuan penelitian yaitu merancang prototipe perangkat lunak pendukung peramalan permintaan produk PT XYZ yang dijual melalui channel e-commerce. Metodologi penelitian dirancang berdasarkan framework CRISP-DM. Tahap modeling dilakukan untuk model existing dan 4 model usulan. Dua model usulan tersebut, yaitu ETS dan ARIMA, termasuk ke dalam model statistika. Dua model usulan lainnya, yaitu LSTM dan GRU, tergolong ke dalam model neural networks dan dilakukan integrasi dengan teknik time series clustering menggunakan algoritma K-Means dan dynamic time warping (DTW) untuk meningkatkan performansi. Hasil evaluasi model menunjukkan bahwa model GRU, dengan kombinasi time series clustering, memiliki performansi terbaik. Model GRU berhasil menurunkan nilai mean absolute scaled error (MASE) dari 83,66% pada metode existing menjadi 71,36%. Hasil ini memberikan nilai tambah bagi bisnis yang dihitung menggunakan price-weighted error, dan berhasil memperbaiki price-weighted error sebesar 18,08% relatif terhadap metode existing. Dari model terpilih dan tahapan lainnya pada penelitian, dibangun suatu prototipe perangkat lunak yang mengurangi waktu forecast dari 1-2 hari kerja menjadi 14 menit dan 42 detik.

2026
👤 Penulis: Ananta Bagaskara Dharmawan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Peramalan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

ANALISIS MODEL SEMANTIK IFC UNTUK MEMBANGUN SISTEM INFORMASI ASET IRIGASI, STUDI KASUS BENDUNG PATARUMAN

Perkembangan teknologi Building Information Modeling (BIM) dan standar data terbuka Industry Foundation Classes (IFC) memungkinkan representasi aset infrastruktur tidak hanya dalam bentuk geometrik, tetapi juga sebagai basis informasi teknis dan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pengayaan semantik secara massal pada model IFC bangunan pembagi dalam sistem irigasi Bendung Pataruman dengan memanfaatkan IfcOpenShell untuk menambahkan property set berbasis domain irigasi. Data yang digunakan meliputi model geometrik dalam format IFC hasil pemodelan Scan-to-BIM dari point cloud multi-source, yaitu TLS, GeoSLAM, dan iPad LiDAR, serta data nongeometrik berupa parameter hidrolik yang telah diolah. Metode pengayaan semantik dilakukan secara bertahap melalui penerapan property set yang meliputi IRG_IdentitasAset, IRG_KlasifikasiFungsi, IRG_MetadataEnrichment, IRG_Operasional, dan IRG_Hidrolik. Property set tersebut diterapkan sesuai fungsi dan relevansi operasional masing-masing elemen. Evaluasi kuantitatif menunjukkan peningkatan kandungan informasi nongeometrik pada model IFC bangunan pembagi. Jumlah IfcRoot meningkat sebesar 198,42%, IfcRelDefinesByProperties dan IfcPropertySet meningkat sebesar 331,05%, total properti meningkat sebesar 178,07%, property ratio per objek meningkat dari 11,94 menjadi 33,19, serta coverage objek dengan property set mencapai 100%. Struktur hierarki spasial dan jumlah objek fisik tetap terjaga, sehingga pengayaan semantik berhasil meningkatkan kandungan informasi tanpa mengubah geometri model. Validasi terbatas pada model IFC bangunan sifon dan bangunan utama Bendung Pataruman menunjukkan bahwa alur pengayaan semantik dapat diterapkan kembali pada model dengan jumlah objek fisik yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengayaan semantik massal berbasis IfcOpenShell mampu meningkatkan konsistensi, ketercakupan, dan kepadatan informasi nongeometrik pada model IFC. Pendekatan ini mendukung interoperabilitas OpenBIM dan berpotensi memperkuat pengelolaan aset irigasi berbasis data secara lebih terstruktur dan informatif.

2026
👤 Penulis: Merryta Kusumawati
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS FAILURE FRACTION BAHAN BAKAR REAKTOR PELUIT 10 MWT MENGGUNAKAN KODE VSOP DAN TRIAC-BATAN

Perubahan iklim yang terjadi berada dalam tahap yang cukup ekstrim hingga mencapai kenaikan temperatur global 2°C. Emisi karbon berlebih merupakan salah satu penyebab pemanasan global sehingga perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengurangi emisi tersebut. BRIN mendesain reaktor PeLUIt (Pembangkit Listrik dan Uap Industri) sebagai salah satu upaya untuk mengurangi emisi karbon. Selain energi, reaktor ini difungsikan sebagai fasilitas kogenerasi panas untuk keperluan industri. Reaktor ini ditargetkan dapat menggantikan pembangkit listrik diesel. Reaktor berbasis HTGR pebble bed ini dengan desain skala yang lebih kecil diharapakan dapat dibangun dalam waktu yang relatif singkat dan ekonomis, sehingga sesuai untuk diterapkan pada daerah-daerah terpencil yang memerlukan pasokan listrik, namun tetap menghindari pembangkit listrik diesel untuk mengurangi emisi karbon yang mana selaras dengan tujuan NZE. Aspek keselamatan menjadi penting dalam hal ini meskipun desain dari PeLUIt didasarkan pada reaktor yang sudah berhasil beroperasi yaitu HTR-10. Salah satu aspek keselamatan adalah fraction failure atau fraksi kegagalan bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar failure fraction dalam geometri teras yang berbeda. Rasio H/D height/diameter yang digunakan adalah 0,9 untuk meminimalisir material fisil yang dibutuhkan untuk mencapai kondisi kritis pada teras. Volume teras optimal yang didapatkan adalah 3,7m3 dengan batas nilai burnup 41,58 MWd/kg-HM. Dalam kondisi kecelakaan DLOFC (Depressurized Loss Of Forced Cooling), temperatur bahan bakar berada dibawah ambang batas keselamatan 1600°C pada seluruh volume teras yang ditinjau. Failure fraction bahan bakar juga masih berada dibawah batas selamat (5,35×10-4 ), sedangkan untuk volume optimal 3,7m3 nilainya adalah 2,33405×10-4 . Berdasarkan hasil yang didapat, reaktor PeLUIt memiliki aspek keselamatan inheren yang baik dan mampu mempertahankan aspek keselamatan dalam kondisi kecelakaan parah sekalipun.

2026
👤 Penulis: Yustus Chrisanto
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

DESAIN DAN KONVERSI STRUKTUR DATA GEOMETRI TIGA DIMENSI KE DALAM BASIS DATA SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TIGA DIMENSI BERBASIS WEB ( STUDI KASUS : KAMPUS ITB )

Proses penyimpanan data spasial tiga dimensi (3D) dari CAD (Computer Aided Design) ke dalam struktur basisdata Sistem Informasi Geografis (GIS – Geographic Information System) tidak dapat dilakukan secara serta merta mengingat data geometri 3D dalam CAD disusun dalam kondisi bertumpuk (sphagetti). Untuk menjembatani CAD dan GIS dalam hal penyimpanan data spasial 3D dibutuhkan suatu program yang bertugas mengekstraksi dan mengkonversi data geometri objek 3D dalam CAD menjadi data topologi objek dalam GIS. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk merekonstruksi objek tersebut adalah Boundary Representation (B-Rep), dimana objek akan direpresentasikan oleh kulit permukaan (face) yang menyelimutinya. Pendekatan ini memungkinkan penyusunan topologi objek 3D yang siap dimasukkan ke dalam basisdata GIS. Topologi internal dari masing-masing objek akan dikorelasikan dengan atributnya untuk kemudian dimasukkan secara bersama ke dalam satu sistem basisdata. Dalam penelitian ini, kemampuan tersebut masih terbatas pada kelompok objek polihedral. Kelas objek yang akan direkonstruksi terdiri dari: Polyhedron, TriangleMesh, Surface, dan Face. Primitif objek yang dipergunakan dalam penyusunan topologi keempat kelas tersebut adalah node dan face. Proses pengaksesan dari dan ke basisdata menggunakan konsep client-server dalam jaringan intranet. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh kesimpulan bahwa program memiliki kemampuan strukturisasi data (structuring) melalui pembentukan basisdata spasial, yang mencakup entitas geometri dan atribut objek 3D, dan presentasi data (presentation) melalui visualisasi grafis dan penyajian data atribut. Keduanya menjadi langkah penting bagi pengembangan GIS 3D di lingkungan web.

2026
👤 Penulis: Edward Azhari Yulian
🏷️ Geometri Tiga Dimensi 🏷️ Sistem Informasi Geografis 🏷️ Boundary Representation

VISUALIASSI JALUR KABEL DAN PIPA BAWAH LAUT INDONESIA

Keberadaan kabel dan pipa di dasar perairan bukanlah tanpa resiko. Kebanyakan kabel dan pipa bawah laut mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia. Kerusakan yang terjadi pada kabel atau pipa bawah laut dapat menimbulkan kerugian baik bagi pemilik instalasi maupun pihak yang tidak sengaja telah mengakibatkan kerusakan. Informasi keberadaan kabel dan pipa bawah laut selama ini tersedia dalam format cetak yaitu pada peta laut dan daftar koordinat jalur kabel dan pipa bawah laut pada Buku Daftar Kabel dan Pipa Bawah Laut yang diterbitkan oleh Janhidros. Format cetak memiliki keterbatasan dalam hal akses. Dengan memanfaatkan teknologi internet yang mampu memberikan kemudahan bagi pihak-pihak dalam mengakses informasi yang dibutuhkan tanpa terbatas tempat dan waktu, maka melalui tugas akhir ini akan divisualisasikan jalur kabel dan pipa bawah laut dan akan diberikan informasi tekstual terkait yang terimplementasi dalam bentuk aplikasi purwarupa sistem informasi geografis berbasis web.

2026
👤 Penulis: Diah Dzihrina
🏷️ Geografi 🏷️ Informasi Geografis 🏷️ Manajemen Risiko Lingkungan

IDENTIFIKASI FAKTOR PENJUALAN KENDARAAN LISTRIK DENGAN SCA, CCA, DAN DONSCASTUDI KASUS: PENJUALAN KENDARAAN LISTRIK DI CHINA, JERMAN, JEPANG, DAN AMERIKA SERIKAT TAHUN 2014-2024

Transisi global menuju era transportasi berkelanjutan mendorong peningkatan penjualan kendaraan listrik di berbagai negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola asosiasi dan karakteristik dependensi asimetris antara GDP Per Kapita, Kebijakan Insentif, Indeks Urbanisasi, dan Jumlah Stasiun Pengisian Daya terhadap tingkat penjualan kendaraan listrik, dengan studi kasus di China, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat selama periode 2014 hingga 2024. Data observasi dianalisis menggunakan tiga pendekatan, yaitu Analisis Korespondensi Sederhana (SCA) untuk memetakan asosiasi dasar, Cumulative Correspondence Analysis (CCA) yang berlandaskan pada statistik Taguchi dan Hirotsu untuk mengevaluasi asosiasi ordinal, serta Doubly Ordered Non-Symmetrical Correspondence Analysis (DONSCA) untuk menangkap struktur dependensi asimetris variabel prediktor terhadap respons melalui pendekatan polinomial ortogonal dan uji Goodman-Kruskal ? index . Hasil analisis menunjukkan adanya asosiasi yang signifikan secara statistik antara seluruh faktor prediktor dan tingkat penjualan kendaraan listrik. Melalui pendekatan asimetris, disimpulkan bahwa ketersediaan stasiun pengisian daya dapat memprediksi tingkat penjualan secara linier, sementara variabel lainnya cenderung menunjukkan pengaruh yang bersifat kuadratik atau fluktuatif.

2026
👤 Penulis: Clara Ibereina Evivania
🏷️ Analisis Korespondensi Sederhana (Sca) 🏷️ Cumulative Correspondence Analysis (Cca)

ANALISIS FAKTOR BERGANDA UNTUK TABEL KONTINGENSI PADA MASALAH KESEHATAN MENTAL DAN FAKTOR TERKAIT KESEHATAN MASYARAKAT ABORIGIN DAN KEPULAUAN SELAT TORRES AUSTRALIA TAHUN 2018-2019

Kesehatan mental masyarakat First Nations di Australia dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat mastery, tekanan psikologis, dan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi kesehatan mental dan faktor yang berkaitan serta mengidentifikasi kontribusi masing-masing variabel dalam membentuk struktur data. Metode yang digunakan adalah Analisis Korespondensi (AK) untuk melihat hubungan secara parsial pada masing-masing tabel, serta Multiple Factor Analysis for Contingency Tables (MFACT) untuk mengintegrasikan seluruh tabel kontingensi ke dalam satu kerangka analisis global. Dalam MFACT, dilakukan pembobotan menggunakan nilai eigen pertama dari analisis pseudo-terpisah untuk menghindari dominasi tabel tertentu. Selain itu, dilakukan penyesuaian skala untuk meningkatkan kejelasan visualisasi tanpa mengubah struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara global, struktur utama kondisi kesehatan mental didominasi oleh faktor-faktor psikososial, yaitu dukungan sosial, tingkat mastery, tekanan psikologis, dan jenis kelamin, yang membentuk dimensi pertama dengan kontribusi sebesar 69,74%. Sementara itu, faktor usia memberikan kontribusi utama pada dimensi kedua sebesar 21,99% dan menunjukkan pola yang relatif independen terhadap faktor lainnya. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa penggunaan pembobotan pseudo-terpisah dalam MFACT mampu menghasilkan representasi yang lebih seimbang antar tabel, meskipun menyebabkan titik-titik cenderung terpusat di sekitar titik asal. Melalui penyesuaian skala, pola hubungan antar variabel dapat divisualisasikan dengan lebih jelas tanpa mengubah interpretasi substantif. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa MFACT efektif untuk menganalisis data kategorik multivariat dengan banyak tabel kontingensi, serta mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara kesehatan mental dan faktor-faktor yang berkaitan.

2026
👤 Penulis: Khafshoh Fattaya Hanifah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Kategorik Multivariat 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

POTENSI ENERGI GELOMBANG LAUT DAN KELAYAKAN EKONOMI IMPLEMENTASI WAVE ENERGY CONVERTER (WEC) DI PERAIRAN BALI DAN SEKITARNYA

Konsumsi listrik Indonesia meningkat hampir sembilan kali lipat dalam tiga dekade terakhir dan masih didominasi energi fosil yang merupakan penghasil emisi karbon tinggi, sehingga diperlukan identifikasi lokasi tepat serta kajian kelayakan ekonomi pengembangan energi gelombang laut untuk mendukung Bali yang menargetkan Net Zero Emission (NZE) 2045. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi lokasi rekomendasi pengembangan energi gelombang laut di perairan Bali dan sekitarnya, serta mengevaluasi kelayakan ekonomi implementasi dua jenis Wave Energy Converter (WEC), yaitu Wave Roller dan Wave Dragon, berdasarkan karakteristik gelombang laut. Metodologi penelitian meliputi simulasi gelombang laut menggunakan model Simulating WAves Nearshore (SWAN) resolusi tinggi hingga 50 m selama periode Januari–Desember 2024, diikuti perhitungan rapat daya gelombang, estimasi produksi energi berdasarkan power matrix WEC, dan analisis Levelized Cost of Energy (LCoE) dengan beberapa skenario. Hasil penelitian menunjukkan enam lokasi potensial dengan puncak energi pada Juni–Agustus. T1 di selatan Nusa Penida merupakan lokasi paling unggul untuk Wave Roller dengan rata-rata rapat daya gelombang setahun sebesar 28,97 kW/m, produksi energi 2.158,3 MWh per unit, dan capacity factor 24,62%, sementara T4 unggul untuk Wave Dragon dengan produksi 16.341,1 MWh per unit dan capacity factor 31,60%. Nilai LCoE Wave Roller berkisar 2.488,00–9.604,00 IDR/kWh dan Wave Dragon 1.944,00–6.573,00 IDR/kWh. Perairan Bali dan sekitarnya merupakan kawasan prioritas pengembangan energi gelombang laut yang berpotensi tinggi serta secara ekonomi layak, sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung target NZE Bali 2045.

2026
👤 Penulis: Ari Daniel Sitorus
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS KORESPONDENSI HIBRIDA DAN PEMODELAN AKTUARIA DALAM PENGELOMPOKAN RISIKO DAN ESTIMASI KERUGIAN KLAIM. STUDI KASUS ASURANSI KESEHATAN RAWAT INAP TAHUN 2022-2024

Lonjakan klaim asuransi kesehatan di Indonesia yang disertai inflasi medis tinggi dan rasio klaim melebihi 100% menimbulkan tekanan finansial bagi perusahaan asuransi. Penelitian ini mengintegrasikan Analisis Korespondensi Hibrida dan pemodelan aktuaria pada data klaim rawat inap asuransi kesehatan kelompok periode 2022-2024 untuk memetakan pola risiko berdasarkan kategori usia peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok anak-anak berasosiasi dengan penyakit infeksi berfrekuensi tinggi, kelompok dewasa dengan penyakit muskuloskeletal, dan kelompok lansia dengan penyakit degeneratif berseveritas tinggi. Pemodelan distribusi menunjukkan frekuensi klaim mengikuti distribusi Binomial Negatif dan severitas klaim mengikuti distribusi Lognormal untuk seluruh kelompok usia. Estimasi total kerugian agregat melalui simulasi Monte Carlo menghasilkan nilai Rp6,19 juta (anak-anak), Rp11,19 juta (dewasa), dan Rp18,61 juta (lansia), dengan VaR 95% sebesar Rp30,05 juta, Rp58,38 juta, dan Rp105,54 juta. Hasil ini mengimplikasikan perlunya tarif premi terdiferensiasi berdasarkan usia dan cadangan risiko yang lebih besar untuk kategori usia lansia.

2026
👤 Penulis: Maria Sipahutar
🏷️ Analisis Korespondensi Hibrida 🏷️ Pemodelan Aktuaria 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Asuransi

PEMODELAN MEKANISME DEFORMASI POST - SEISMIC DARI GEMPA BENGKULU 2007

Kepulauan Sumatra merupakan salah satu daerah dengan aktivitas tektonik paling aktif di dunia. Kepulauan Sumatra berada pada sekitar pertemuan dua buah lempeng, yaitu lempeng benua Eurasia dan lempeng samudra indoaustralia (zona subduksi), sehingga di Kepulauan tersebut sering terjadi gempa. Pada tahun tanggal 12 September 2007 telah terjadi gempa besar dengan Magnitude 8.4 yang disusul dengan gempa magnitude 7.8 dan 7.1 pada keesokan harinya. Gempa tersebut telah menelan ratusan korban jiwa, merusak infrastruktur yang ada. Untuk meminimalkan dampak dari bencana alam gempa bumi, baik itu pada saat gempa maupun setelah kejadian gempa, maka dirasa perlu untuk mempelajari mekanisme dari proses kejadian gempa tersebut. Gempa bumi selalu terjadi secara berulang, diawali dengan kejadian interseismik, coseismik dan kemudian postseismik. Pada setiap tahap kejadian gempa tersebut, biasanya selalu diikuti dengan perubahan posisi yang disebut dengan proses deformasi. Teknologi GPS dapat digunakan untuk mengamati setiap tahap kejadian gempa berdasarkan perubahan posisi yang disebabkan oleh gempa tersebut. Tahapan postseismik, sebagai tahap pelepasan energi gempa dapat terus dipantau berdasarkan perubahan posisinya untuk mempelajari gempa yang terjadi secara labih detail. Dengan data yang cukup tahapan deformasi postseismik dapat dimodelkan untuk selanjutnya dapat digunakan untuk memprediksi lama dari kejadian deformasi postseismik tersebut pada area yang terkena dampak gempa. Sehingga besarnya perkiraan pergeseran pada suatu waktu dan kapan perkiraan tahapan postseismik akan berakhir untuk selanjutnya gempa mengalami perulangan kembali dapat diketahui.

2026
👤 Penulis: Dede Gunawan
🏷️ Geofisika 🏷️ Deformasi Tanah 🏷️ Teknologi Gps

EVALUASI KOMPARATIF KINERJA SEL SURYA PEROVSKIT \MATHRM{FASNI_{3}} DAN SILIKON KOMERSIAL DI IKLIM TROPIS BANDUNG MELALUI SIMULASI SCAPS-1D DAN PVSYST

FASnI? merupakan kandidat material fotovoltaik ramah lingkungan dengan celah pita langsung sekitar 1,42 eV yang secara teoretis optimal untuk konversi energi surya. Namun, ion Sn²? pada FASnI? sangat rentan teroksidasi menjadi Sn?? saat terpapar oksigen atau uap air, sehingga memicu pembentukan cacat vakansi yang berperan sebagai pusat rekombinasi non-radiatif dan menurunkan kinerja sel. Studi-studi komputasional sebelumnya telah mengevaluasi sel surya FASnI? pada kondisi laboratorium ideal, sedangkan kelayakan operasionalnya pada iklim tropis dengan dominasi iradiasi difus belum pernah dikuantifikasi. Penelitian ini merupakan studi simulasi numerik yang dilakukan dalam dua tahap untuk membandingkan kinerja sistem PLTS berbasis FASnI? terhadap Silikon (Si) komersial di bawah kondisi meteorologi riil Bandung yang memiliki fraksi iradiasi difus tahunan 43,5%. Tahap pertama menggunakan SCAPS-1D untuk mengarakterisasi degradasi kelistrikan sel surya perovskit FASnI? pada delapan variasi densitas cacat (Nt) dari 10¹¹ hingga 10¹? cm?³; tahap kedua menggunakan PVsyst 8.1.1 dengan data Meteonorm 9.0 Bandung untuk mengevaluasi performance ratio (PR) dan specific yield (SY) sistem. Hasil simulasi SCAPS-1D menunjukkan bahwa kenaikan Nt mendegradasi efisiensi konversi sel surya dari 27,59% menjadi 9,81%, Voc dari 1,065 V menjadi 0,768 V, serta fill factor (FF) dari 88,43% menjadi 68,26%. Pada skala sistem, PR sistem PLTS FASnI? menurun dari 83,4% menjadi 69,13% terhadap Si sebesar 76,78%, sedangkan SY turun dari 1.615 menjadi 1.338 kWh/kWp/tahun di bawah referensi Si 1.486 kWh/kWp/tahun. Berbeda dari studi sejenis yang hanya melaporkan efisiensi sel, penelitian ini mengungkap bahwa sel surya perovskit FASnI? memiliki rugi termal lebih rendah daripada sel surya Si pada kondisi densitas cacat rendah (Nt ? 1015 cm-3), namun keunggulan hilang setelah Nt melampaui 10¹? cm?³. Batas toleransi kritis tersebut merupakan kontribusi kuantitatif berupa ambang densitas cacat oksidasi maksimum yang dapat ditoleransi sebelum performa operasional FASnI? menjadi setara atau lebih rendah dibandingkan silikon pada iklim tropis.

2026
👤 Penulis: Andini Rahadiani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

DESAIN DAN PENGEMBANGAN SCREEN-PRINTED CARBON ELECTRODE (SPCE) DENGAN KONFIGURASI DUAL WORKING ELECTRODE UNTUK APLIKASI SENSOR ELEKTROKIMIA

Meningkatnya kebutuhan akan sistem biosensing yang portable dan mudah dioperasikan mendorong pengembangan platform sensor elektrokimia yang sederhana, berbiaya rendah, dan mampu menghasilkan pengukuran yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan screen-printed carbon electrode (SPCE) dengan konfigurasi dual working electrode serta mengintegrasikannya dengan sistem elektronika RapidPlex untuk aplikasi sensor elektrokimia. SPCE difabrikasi menggunakan metode screen printing pada substrat mika yang terdiri atas lapisan karbon, Ag/AgCl, dan Ag. Permukaan elektroda kemudian dimodifikasi menggunakan material Ni-NH_2 BDC Metal-Organic Framework (MOF) yang disintesis dari prekursor Ni-glycerate melalui metode solvotermal. Karakterisasi material dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Field Emission Scanning Electron Microscopy (FESEM), dan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil FTIR dan FESEM menunjukkan indikasi keberhasilan pembentukan Ni-NH_2 BDC melalui perubahan gugus fungsi dan morfologi material, sedangkan hasil XRD menunjukkan pola difraksi yang masih menyerupai prekursor akibat kondisi sintesis yang kurang optimal. Kinerja sensor dievaluasi menggunakan metode chronoamperometry dengan larutan K_3 Fe(CN)_6 sebagai probe redoks dan penambahan Bovine Serum Albumin (BSA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi BSA secara umum menyebabkan penurunan arus akibat terhambatnya transfer elektron pada permukaan elektroda. Sistem RapidPlex berhasil menghasilkan profil respon elektrokimia yang memiliki kecenderungan serupa dengan instrumen standar PalmSens4, sehingga menunjukkan potensi sebagai sistem akuisisi sinyal elektrokimia portable berbasis dual working electrode. ?

2026
👤 Penulis: Prudensia Fairuz Zhafirah
🏷️ Screen-Printed Carbon Electrode 🏷️ Sensor Elektrokimia Portabel 🏷️ Metal-Organic Framework (Mof)
Halaman 134 dari 6754
💬