📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERANCANGAN UI/UX APLIKASI MOBILE SELF DISCOVERY BERBASIS EXPRESSIVE WRITING UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN STRES RINGAN PADA INDIVIDU EMERGING ADULTHOOD
Emerging adulthood (usia 18–29 tahun) merupakan fase transisi yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan emosional, serta proses pembentukan identitas diri. Pada tahap ini, individu masih berada dalam proses eksplorasi dan pemahaman diri sehingga lebih rentan mengalami stres, kecemasan, dan tantangan emosional. Kondisi ini menunjukkan pentingnya media yang dapat membantu individu mengekspresikan emosi secara konstruktif sekaligus mendukung proses self-discovery. Expressive writing telah diteliti dan terbukti mampu menurunkan stres ringan. Namun, bentuk konvensional expressive writing memiliki keterbatasan dalam aksesibilitas, keterlibatan, dan relevansi di era digital. Oleh karena itu, peran desain UI/UX menjadi penting dalam menciptakan pengalaman yang intuitif, serta mendukung refleksi diri secara lebih efektif. Selain itu, aplikasi journaling yang ada umumnya belum berfokus pada self-discovery yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan merancang UI/UX aplikasi mobile berbasis expressive writing yang menekankan self-discovery bagi individu pada fase emerging adulthood, sebagai media refleksi diri dan pengelolaan stres ringan melalui desain visual, teks, gamifikasi, catatan harian, dan mood tracker. Pendekatan yang digunakan adalah Design Thinking melalui tahapan Empathy, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Pada tahap Empathy, dilakukan melalui studi literatur, wawancara dengan psikolog klinis, serta penyebaran kuesioner untuk memahami kebutuhan pengguna. Prototipe kemudian diuji menggunakan platform Maze untuk mengevaluasi aspek usability. Hasil user testing menunjukkan nilai usability sebesar 72 (cukup baik), dengan performa baik pada learnability dan memorability. Pengguna mampu menyelesaikan tugas dengan efektif, meskipun masih ditemukan kendala seperti misclick yang perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, aplikasi ini berpotensi sebagai platform journaling digital yang mendukung self-discovery secara terstruktur. Penelitian ini berkontribusi dalam menemukan model desain aplikasi berbasis expressive writing yang terintegrasi dengan pendekatan self- discovery, menunjukkan penerapan prinsip UI/UX yang dapat meningkatkan efektivitas media refleksi digital dalam membantu pengelolaan stres ringan, serta rekomendasi desain fitur dan evaluasi usability sebagai dasar pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengguna.
PERANCANGAN ULANG PROSES BISNIS MANAGED SERVICE BERBASIS ISO 9001:2015 PADA PT PERSADA SOKKA TAMA DENGAN METODE BUSINESS PROCESS REENGINEERING
PT Persada Sokka Tama (PST), sebagai perusahaan penyedia layanan managed service di sektor telekomunikasi dan anak perusahaan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), menghadapi tantangan dalam memastikan bahwa proses bisnis managed service perusahaan terdokumentasi dan terstandar secara sistematis. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, penelitian ini dirancang untuk mendukung perusahaan dalam upaya memenuhi persyaratan ISO 9001:2015, yang merupakan standar sistem manajemen mutu yang menitikberatkan pada pendekatan berbasis proses, konsistensi kualitas layanan, dan perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan proses bisnis yang ada, mengidentifikasi kesenjangan terhadap persyaratan standar, dan merancang proses bisnis usulan yang selaras dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam ISO 9001:2015. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Business Process Reengineering (BPR), yang memungkinkan analisis mendalam terhadap proses bisnis saat ini ( as-is ) untuk mengidentifikasi aktivitas yang tidak bernilai tambah. Proses yang telah teridentifikasi kemudian dirancang ulang ( to-be ) dengan mempertimbangkan efisiensi operasional, kejelasan tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap standar ISO 9001:2015. Tahapan penelitian mencakup persiapan reengineering , pemetaan dan analisis proses saat ini menggunakan APQC Process Classification Framework (PCF) dan Value Chain Model Porter, identifikasi kesenjangan terhadap klausul ISO 9001:2015, serta penyusunan rancangan proses bisnis usulan yang sesuai dengan kondisi perusahaan. Visualisasi proses dirancang menggunakan metode cross-functional flowchart untuk memberikan pemahaman yang jelas dan terstruktur terhadap alur kerja yang diusulkan. Penelitian ini menghasilkan proses bisnis usulan ( to-be ) yang terdiri atas 4 kelompok proses, 13 proses, 41 aktivitas, dan 124 tugas. Perbaikan yang paling signifikan terlihat pada aspek kejelasan alur proses, penetapan pemilik proses, serta integrasi antar fungsi yang sebelumnya berjalan secara terpisah tanpa koordinasi lintas fungsi. Hasil penelitian dapat memberikan landasan bagi PT Persada Sokka Tama dalam mengimplementasikan sistem manajemen mutu secara berkelanjutan dan mempersiapkan diri menuju sertifikasi ISO 9001:2015.
KAJIAN TEKNO-EKONOMI PEMANFAATAN EXHAUST STEAM MENGGUNAKAN ORGANIC RANKINE CYCLE (ORC) PADA PLTP ULUMBU DENGAN PENTANE SEBAGAI FLUIDA KERJA.
Lapangan Panas Bumi Ulumbu merupakan salah satu lapangan panas bumi yang diklasifikasikan sebagai lapangan panas bumi dominasi air, entalpi tinggi dengan temperatur berkisar 230?240°C. PT PLN sebagai pengelola Lapangan Panas Bumi Ulumbu mengoperasikan PLTP berkapasitas 4×2,5 MW, yang memanfaatkan dua jenis turbin uap: condensing (2×2,5 MW) dan back pressure (2×2,5 MW). Uap sisa dari turbin back pressure memiliki temperatur sekitar 98 – 105°C, dengan laju alir uap maksimum sekitar 62 ton per jam. Uap sisa yang dihasilkan back pressure masih memiliki entalpi yang cukup tinggi dikarenakan masih dalam fasa uap. Hal ini menunjukkan bahwa sisa uap dapat dimanfaatkan lebih lanjut baik secara langsung ataupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek teknis dan keekonomian dari pemanfaatan sisa uap exhaust steam unit back pressure untuk pembangkit ORC (Organic Rankine Cycle). Aspek teknis berfokus untuk menentukan daya optimum yang mampu dihasilkan dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kondisi operasi, fluida kerja, kondisi uap sisa, dan temperatur lingkungan. Penelitian ini menggunakan ASPEN HYSYS sebagai perangkat simulasi. Sistem ORC yang disimulasikan terdiri dari pre-heater, evaporator, expander, recuperator, pendingin udara dan pompa, dengan pentana (n-pentane) sebagai fluida kerja. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem ini dapat menghasilkan daya sekitar 3,54 MW dengan efisiensi termal 10,95%. Estimasi biaya pengembangan proyek ini sekitar 5,58 juta USD/MW, dengan nilai IRR sebesar -6,6% dan NPV sebesar -16,12 juta USD dengan asumsi nilai tarif 11,7 sen/kWh untuk 10 tahun pertama dan 8,3 sen/kWh untuk 20 tahun berikutnya, sesuai ketentuan tarif Pemerintah Indonesia untuk wilayah Nusa Tenggara. Berdasarkan hasil tersebut, proyek ini dinilai tidak layak secara keekonomian pada kondisi tarif yang berlaku. Namun demikian, biaya proyek ini masih lebih rendah dibandingkan biaya bahan bakar pembangkit diesel yang harus dikeluarkan dalam waktu 30 tahun sebagai avoided cost sebesar 125,3 juta USD.
GEOLOGI, ALTERASI HIDROTERMAL, DAN PARAGENESIS MINERAL SEKUNDER PADA DAERAH BIG GOSSAN BAGIAN BARAT LAUT, DISTRIK ERTSBERG, PAPUA
Daerah penelitian berada pada area Kontrak Karya A (COW-A) PT. Freeport Indonesia, Distrik Pertambangan Ertsberg, Kabupaten Mimika, Papua. Penelitian dilakukan menggunakan data batuan inti dari 6 sumur bor yaitu BG403W-01, BG389W-01, BG330W-01, BG320W-01, BG209W-01, dan BG207W-01. Metode penelitian yang digunakan berupa analisis megaskopik, mikroskopik yang meliputi analisis petrografi dan mineragrafi, dan digitasi kontur kadar unsur geokimia assay untuk menentukan satuan batuan, zona alterasi, zona mineralisasi, dan paragenesis mineral sekunder. Stratigrafi daerah penelitian terdiri atas 5 satuan litostratigrafi, dari tua ke muda, yaitu: (1) Satuan Batupasir Arenite Kuarsa, (2) Satuan Batulempung, (3) Satuan Batupasir Wacke Kuarsa, (4), Satuan Serpih, yang seluruhnya termasuk ke dalam Formasi Ekmai berumur Kapur Akhir, dan (5) Satuan Dolomit dari Formasi Waripi berumur Paleosen diendapkan secara selaras di atas Formasi Ekmai. Daerah penelitian telah mengalami proses alterasi hidrotermal dengan intensitas lemah-total dan dibagi menjadi 3 zona berdasarkan himpunan mineral alterasinya yaitu: (1) Zona Kalsit-Pirit-Magnetit (skarn), (2) Zona Aktinolit-Tremolit- Kalsit±Klorit (skarn), dan (3) Zona Epidot-Aktinolit-Kalsit-Klorit-Kuarsa (propilitik). Mineral bijih utama pada daerah penelitian merupakan kalkopirit (CuFeS2) yang hadir secara tersebar pada batuan. Berdasarkan nilai geokimia assay Cu dengan batas cutoff grade 2%, daerah penelitian dibagi menjadi 3 zona mineralisasi yaitu: (1) Zona Cu 1-2%, (2) Zona Cu 2-4%, dan (3) Zona Cu >4%. Zona dengan kadar Cu tinggi (>2%) berasosiasi dengan Zona Aktinolit-Tremolit- Kalsit±Klorit. Intrusi berumur Pliosen menyebabkan terjadinya metamorfisme kontak pada daerah penelitian. Fluida hidrotermal sisa magma masuk ke batuan karbonat pada daerah penelitian (Satuan Dolomit) menyebabkan terjadinya alterasi skarn tahap progradasi yang dicirikan dengan terbentuknya mineral-mineral anhidrat. Kemudian terjadinya alterasi skarn tahap retrogradasi menyebabkan hadirnya mineral-mineral hidrat menggantikan mineral-mineral anhidrat yang telah terbentuk sebelumnya. Hal ini ditunjukkan khususnya pada Zona Aktinolit- Tremolit-Kalsit±Klorit. Seiring alterasi skarn tahap retrogradasi juga terjadi pengayaan mineral sulfida.
A STRENGTH-NORMALISED FRAMEWORK FOR PER-FORMANCE EVALUATION OF COBBLESTONE AND AS-PHALT CONCRETE WEARING COURSES IN LOW-SPEED URBAN ROADS(CASE STUDY: MBEYA REGIONAL, TANZANIA)
-
PERANGCANGAN BASIS DATA UNTUK MEMBANGUN SISTEM INFORMASI LANDAS KONTINEN INDONESIA
Indonesia merupakan salah satu negara yang meratifikasi UNCLOS 1982. Sebagai konsekuensinya Indonesia harus memenuhi kewajiban dan mendapatkan hak-hak atas laut yang diatur dalam hukum laut internasional tersebut. Dalam UNCLOS 1982, diatur tentang penentuan batas landas kontinen, baik itu berupa landas kontinen sejauh 200 mil laut, maupun landas kontinen yang lebih dari 200 mil laut. Dalam penetapan batas wilayah laut, diperlukan sarana pendukung dalam bentuk sistem data utama (spasial dan non-spasial) dan basis data terintegrasi yang berisikan informasi mengenai batas laut Indonesia sehingga data tersebut dapat dibangun, disimpan, dikelola, dimanipulasi dan ditampilkan secara akurat dan cepat. Tugas akhir ini menyajikan kajian perancangan sistem basis data spasial landas kontinen Indonesia. Sistem basis data spasial ini dapat menyajikan informasi mengenai landas kontinen Indonesia dan dapat dijadikan sebagai alternatif untuk pendepositan landas kontinen Indonesia ke Sekjen PBB.
ANALISIS PENENTUAN POSISI DIFFERENSIAL MENGGUNAKAN RECEIVER GPS TIPE NAVIGASI
Penelitian tugas akhir ini melakukan penambahan dalam inovasi pengambilan dan penyimpanan data pengamatan dari receiver GPS tipe navigasi. Receiver GPS tipe navigasi yang biasanya langsung menghasilkan data absolut berupa koordinat, dipakai untuk pengamatan GPS secara diferensial. Penelitian ini menggunakan data kode C/A dan data fase L1. Saat pengambilan data receiver navigasi tersebut dihubungkan kedalam perangkat keras dan lunak khusus, kemudian dilakukan pengamatan secara diferensial terhadap titik referensi yang diamati oleh receiver GPS geodetik. Pengolahan baseline dibagi kedalam empat macam yaitu baseline sangat pendek (54.794 m), baseline pendek (0.583 km), baseline sedang (7.722 km) dan baseline panjang (95.314 km) dengan menggunakan data broadcast ephemeris dan precise ephemeris.. Hasil dari penelitian ini pada umumnya menunjukan penyimpangan koordinat pengamatan dengan GPS navigasi terhadap geodetik berkisar pada nilai sub-meter (desimeter). Penyimpangan koordinat terkecil terjadi pada pengamatan baseline sangat pendek dan penyimpangan koordinat terbesar terjadi pada pengamatan baseline panjang. Hasil penelitan juga menunjukan koordinat yang dihasilkan dengan data precise ephemeris kisaran penyimpangan koordinatnya tidak terlalu signifikan dibanding data hasil broadcast ephemeris, sehingga tidak efektif bila menggunakan data precise ephemeris.
ESTIMASI CADANGAN KLAIM ASURANSI UMUM MENGGUNAKAN MODEL PAID-INCURRED CHAIN
Penetapan cadangan klaim merupakan salah satu tugas utama aktuaris dalam industri asuransi umum. Metode Chain Ladder (CL) bersifat deterministik dan hanya bertumpu pada satu jenis data, sehingga tidak mampu mengintegrasikan informasi paid losses dan incurred losses secara bersamaan. Keterbatasan ini mendorong penerapan model Paid-Incurred Chain (PIC) dalam kerangka Bayesian stokastik, yang menggabungkan kedua sumber data secara simultan melalui bobot kredibilitas adaptif ???? sehingga estimasi cadangan secara fleksibel menyeimbangkan informasi paid dan incurred sesuai karakteristik data. Implementasi pada segitiga run-off 10×10 menghasilkan total cadangan 10.626.108 CHF dengan ????????????????12 analitik 389.496 CHF dan CV 3,67%. Model PIC terbukti menghasilkan ketidakpastian prediksi yang lebih rendah dibandingkan CL Paid (14,93%) maupun CL Incurred (4,27%), serta analisis sensitivitas menunjukkan bahwa pendekatan Full Bayesian diperlukan ketika ketersediaan data terbatas.
PERANCANGAN MOTIF BARU BATIK KOTA BANJAR DENGAN PENDEKATAN ADAPTASI VISUAL KEARIFAN LOKAL
Kota Banjar, sebagai wilayah administratif baru di Provinsi Jawa Barat, tengah berupaya memperkuat identitas daerah melalui pengembangan seni dan budaya lokal. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara mendalam dengan Dinas Kebudayaan, Dinas Perindustrian, serta perajin batik setempat, motif batik yang ada masih terbatas dan belum sepenuhnya mencerminkan kekayaan nilai budaya serta potensi visual daerah seperti flora, fauna, arsitektur, dan tradisi masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang motif batik Kota Banjar berbasis adaptasi visual kearifan lokal sebagai representasi identitas daerah. Pendekatan ini digunakan untuk mentransformasikan elemen budaya lokal ke dalam motif batik yang inovatif dan kontekstual. Fokus penelitian berada pada ranah kriya budaya, dengan penekanan pada bagaimana nilai- nilai lokal dapat diterjemahkan menjadi gaya visual yang khas dalam ragam hias batik Banjar. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan strategi studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap perajin, pemangku budaya, serta pelaku industri batik di Kota Banjar. Analisis dilakukan melalui tahapan pemetaan elemen budaya, stilasi bentuk, transformasi visual, dan penyusunan komposisi motif yang dilaksanakan secara eksploratif sesuai dengan tahapan practice-led research. Proses ini bertujuan menghasilkan desain yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung makna simbolik dan filosofi budaya lokal. Hasil penelitian melahirkan motif baru batik Banjar yang autentik dan aplikatif, berbasis adaptasi visual kearifan lokal. Temuan ini berkontribusi pada penguatan identitas budaya daerah sekaligus memperkaya khazanah visual batik Indonesia. Selain mempertegas posisi motif batik Banjar sebagai ikon budaya daerah, penelitian ini juga mendukung pengembangan ekonomi kreatif yang berakar pada kearifan lokal dan berorientasi pada keberlanjutan.
ESTETIKA EKLEKTIK DAN NILAI TASAMUH PADA DESAIN BANGUNAN PASCAKOLONIAL MASJID JAMI MENTOK : KONSEP DESAIN DALAM PEMAKNAAN BUDAYA MASYARAKAT MELAYU TANJUNG
Masjid Jami Mentok, didirikan pada tahun 1880 di kota pertambangan timah Mentok, Bangka Belitung, merupakan artefak penting dalam kajian interaksi budaya Islam lokal dalam pengaruh eksternal pada masa kolonial. Penelitian ini bertujuan merumuskan estetika Islam Melayu dalam kritik pascakolonial melalui analisis bentuk dan makna desain bangunan Masjid Jami Mentok. Fokus kajian diarahkan pada prinsip eklektik yang lahir dari percampuran gaya Eropa, Cina, Arab, dan Jawa, serta pada semangat toleransi dan adaptasi budaya (tasamuh) sebagai dasar ekspresi estetika dan religius masyarakat Melayu Tanjung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-interpretatif dengan strategi etnohistoris dan kajian estetik-pemaknaan budaya. Data diperoleh melalui pembacaan arsip sejarah dan budaya, observasi visual-formasi bentuk, dan wawancara mendalam dengan pemangku budaya setempat. Pendekatan ini mengungkap dinamika pemaknaan ruang ibadah yang tidak hanya bersifat religius, tetapi juga politis dan identitas dalam sejarah budaya Melayu Tanjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dan makna desain Masjid Jami Mentok lahir dari proses negosiasi budaya masyarakat Melayu Tanjung terhadap kebijakan kolonial. Dialektika antara warisan material dan pemaknaan masa kini memperlihatkan strategi keberlanjutan budaya yang berakar pada memori kolektif. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan konsep estetika Islam-Melayu dalam kerangka kritik pascakolonial, sekaligus menawarkan perspektif baru bagi pelestarian desain bangunan peribadatan yang berbasis pada nilai-nilai lokal dan praktik komunitas.
KAJIAN KEPIMILIKAN DAN BATAS TANAH ADAT DI BALI (STUDI KASUS : KABUPATEN BULELENG BALI)
Tanah memiliki arti dan fungsi yang sangat penting karena tanpa tanah manusia tidak dapat hidup. Menurut hukum adat pertalian manusia yang erat dengan tanahnya bersumber dari alam pikiran serba berpasangan dan dianggap sebagai pertalian hukum umat manusia terhadap tanahnya. Hubungan erat dan bersifat religie magis ini menyebabkan persekutuan memperoleh hak untuk menguasai tanah dalam arti memanfaatkan tanah yang disebut hak ulayat. Dalam UUPA, hak ulayat diakui. Adanya hak ulayat ini menimbulkan berbagai bentuk kepemilikan hak atas tanah dalam persekutuan. Karena itu batas suatu persil maupun wilayah menjadi sangat penting. Begitupun di Bali, desa pakraman merupakan persekutuan hukum adat yang masih berkembang di Indonesia hingga saat ini yang keberadaannya beriringan dengan desa/kelurahan bentukan pemerintah. Desa pakraman memiliki berbagai jenis tanah ulayat serta obyek batasnya. Dengan klasifikasi akan dilihat hak atas tanah yang melekat pada tanah ulayat tersebut dan jenis penentuan batas yang digunakan. Desa pakraman mengatur wilayahnya serta mengatur penggunaan tanah ulayatnya sendiri, namun kepemilikan oleh desa pakraman dan penetapan batas dapat dikatakan belum jelas dari segi hukum nasional. Belum jelas disini berarti tidak adanya bukti kuat yang mendukungnya.
DESAIN FONDASI DINAMIK UNTUK MESIN FRESH-AIR FAN MENGGUNAKAN MODEL ELASTIC HALF SPACE
Perancangan sistem penopang mesin berat yang optimal sangat krusial guna mereduksi getaran berulang yang dapat merusak integritas struktural di sekitarnya. Penelitian ini berfokus pada desain fondasi dinamik mesin fresh-air fan di Kalimantan menggunakan model Elastic Half-Space (EHS). Berdasarkan pilot calculation, fondasi dangkal tipe blok tidak dapat diterapkan akibat kendala ruang instalasi eksisting serta prediksi penurunan total tanah lempung lunak yang melebihi batas izin aman. Desain kemudian dialihkan menggunakan fondasi dalam grup tiang bor (bored pile) berdiameter 400 mm hingga mencapai lapisan tanah keras, dengan evaluasi kapasitas lateral menggunakan perangkat lunak LPile. Analisis dinamik untuk menentukan parameter frekuensi natural dan respons amplitudo perpindahan dihitung secara analitis dengan pendekatan matematis Novak, lalu divalidasi secara numerik melalui analisis time-history menggunakan perangkat lunak STAAD.Pro. Seluruh parameter getaran dievaluasi berdasarkan standar keselamatan ISO 20816. Hasil analisis dari metode Novak maupun STAAD.Pro menunjukkan bahwa frekuensi alami sistem telah memenuhi kriteria pemisahan dari efek resonansi, serta nilai amplitudo respons perpindahan dan kecepatan getaran berada dalam kondisi aman di bawah ambang batas yang diizinkan.
PENGARUH KERAPATAN TITIK-TITIK PANGKAL DALAM OPTIMALISASI PENETAPAN BATAS LAUT TORITORIAL ( STUDI KASUS : WILAYAH JAWA BAGIAN SELATAN )
UNCLOS 1982 merupakan landasan hukum Internasional untuk penetapan batas Laut dimana Indonesia merupakan salah satu negara yang meratifikasi UNCLOS 1982. Sebagai konsekuensinya Indonesia harus memenuhi kewajiban dan mendapatkan hak-hak atas laut yang diatur dalam hukum laut internasional tersebut. Dalam UNCLOS 1982 diatur tentang penentuan batas Laut teritorial, yaitu jalur laut selebar 12 mil laut yang diukur dari garis pangkal. Tugas akhir ini meneliti sejauh mana pengaruh kerapatan jarak antar titik-titik pangkal terhadap optimalnya batas Laut Teritorial dengan menggunakan skala yang berbeda. Suatu Negara Pantai berkewajiban menyajikan batas Laut Teritorialnya, salah satunya adalah dalam bentuk peta laut. UNCLOS 1982 membebaskan penggunaan skala pada peta laut tersebut, asalkan masih dalam kategori peta skala besar, dalam hal ini IHO menganjurkan skala 1 : 50.000, 1 : 100.000 dan 1 : 200.000. Semakin besar skala yang digunakan, maka akan semakin rapat jarak antar titik pangkal, dimana titik pangkal ini merupakan acuan untuk penarikan batas Laut Teritorial. Selain itu, semakin besar skala yang digunakan, akan menyebabkan semakin besar pula luas cakupan daerah Laut Teritorial.
PEMODELAN DINAMIKA HIPERAKTIVASI OTAK PADA OBSESSIVE-COMPULSIVE DISORDER MENGGUNAKAN MODEL KURAMOTO DAN MODEL WILSON–COWAN
Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) merupakan gangguan mental yang ditandai oleh obsesi (pikiran intrusif berulang) dan kompulsi (perilaku repetitif yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan). Berdasarkan studi neuroimaging, pasien penderita OCD mengalami aktivitas berlebih (hiperaktivasi) dan hipersinkronisasi pada sirkuit Cortico-Striatal-Thalamic-Cortical (CSTC). Tugas Akhir ini memodelkan dinamika patologis tersebut menggunakan dua pendekatan matematis: Model Wilson- Cowan untuk merepresentasikan aktivitas populasi neuron eksitatori dan inhibitori secara lokal, serta Model Kuramoto untuk merepresentasikan sinkronisasi fase antararea otak secara global. Dengan menggabungkan kedua model melalui mekanisme plastisitas sinaptik berbasis aturan Hebbian, diperoleh dua model integrasi, yaitu model efek tidak langsung, di mana perubahan bobot konektivitas memengaruhi kedua model secara terpisah, dan model efek langsung, di mana dinamika aktivitas dan fase saling memengaruhi secara eksplisit melalui siklus umpan balik tertutup. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model efek langsung memberikan representasi yang paling akurat dan relevan secara biologis, karena mampu menghasilkan siklus umpan balik antara hiperaktivasi dan hipersinkronisasi sekaligus mempertahankan osilasi latar belakang yang merepresentasikan aktivitas resting-state pada otak sehat.
Karbon monoksida (CO) merupakan gas beracun tidak berwarna dan tidak berbau yang sulit dideteksi secara cepat dan akurat, sehingga berisiko tinggi terhadap kesehatan makhluk hidup. Sensor CO konvensional berbasis semikonduktor logam oksida (MOS) memiliki keterbatasan, seperti temperatur operasional yang tinggi serta selektivitas yang rendah. Penelitian ini menerapkan metode teori fungsional kerapatan (DFT) dan pemodelan mikrokinetika untuk menginvestigasi mekanisme deteksi CO pada permukaan tungsten diselenida (WSe?) pristine serta yang memiliki cacat titik (Se-vacancy dan W-vacancy). Fokus utama ditujukan pada pengaruh gas latar terhadap respons sensor dalam kondisi lingkungan nyata. Hasil komputasi DFT menunjukkan bahwa mekanisme deteksi CO pada WSe? tidak mengikuti jalur ionosorpsi konvensional, melainkan melalui mekanisme adsorpsi-desorpsi langsung. Fenomena ini terjadi karena rendahnya nilai energi adsorpsi O? pada permukaan WSe? di temperatur ruang. Lebih lanjut, permukaan WSe? pristine dan W-vacancy menunjukkan interaksi CO yang lemah dengan transfer muatan yang tidak signifikan, sehingga tidak menghasilkan respons sensor yang dapat diobservasi. Sebaliknya, Se-vacancy mengikat CO secara kuat dengan transfer muatan yang signifikan, namun tetap mempertahankan interaksi minimal terhadap gas latar (N?, O?, CO?, dan H?O). Simulasi mikrokinetika pada 300 K mengonfirmasi bahwa Se-vacancy memiliki profil surface coverage yang responsif terhadap perubahan tekanan parsial CO, sementara varian permukaan lainnya bersifat inert. Selektivitas tinggi pada WSe?-Se vacancy tetap terjaga dengan respons sensor yang tidak terpengaruh banyak meskipun dengan kehadiran gas latar. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi dan menetapkan Se-vacancy sebagai situs aktif utama untuk pengembangan sensor gas CO yang sensitif dan akurat pada temperatur ruang. ?