πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PROSEDUR PEMETAAN BANGUNAN REKAYASA DENGAN IMAGE STATION

Pada teknologi sebelumnya, pemetaan dilakukan dengan menggunakan peralatan jenis optis kemudian elektronik dan saat ini peralatannya menggunakan teknologi laser scanner. Dengan adanya perkembangan teknologi, pekerjaan survei dan pemetaan cenderung menjadi lebih mudah dan lebih cepat dalam pengambilan, pengolahan, dan penyajian data. Dengan adanya alat Image Station, maka dilakukan penelitian tentang aplikasi alat tersebut. Objek penelitian adalah stadion utama Gelora Bung Karno di Jakarta. Data yang diperlukan untuk membuat model 3D dari objek berupa data kalibrasi kamera, titik kontrol, dan foto objek. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Topcon Image Master sehingga diperoleh model 3D. Analisis hasil dilakukan terhadap nilai paralaks-y dari model foto yaitu kurang dari 1. Hasil model 3D dari Image Station ini memiliki nilai paralaks-y sebesar 0.78 piksel, yang memenuhi standar yaitu kurang dari 1. Hasil model 3D objek bangunan dapat digunakan untuk keperluan survey pada objek as-built, dan survey bangunan arsitektural.

2026
πŸ‘€ Penulis: Yudith Octora Sari
🏷️ Teknologi Pemetaan 🏷️ Analisis Geometri 🏷️ Pengolahan Data Digital

ASPEK PERMASALAHAN DAN ALTERNATIF SOLUSI BENCANA BANJIR DI JAKARTA

Jakarta merupakan ibukota negara Indonesia. Sebagai sebuah kota metropolitan, Jakarta nampaknya masih perlu waktu untuk bisa berbenah. Dari tahun ke tahun pemandangan Jakarta masih diwarnai dengan banjir yang bahkan cakupannya semakin meluas. Banjir sudah menjadi pemandangan yang biasa terjadi di Jakarta, apalagi setelah hujan turun. Terlepas dari anggapan sebagian besar masyarakat tentang penyebab banjir di Jakarta ini, sebenarnya ada beberapa faktor utama yang berkenaan dan punya andil cukup besar dalam hal pengaturan debit air sampai terjadinya banjir. Faktor-faktor utama tersebut apabila dipelajari dengan seksama maka akan terlihat suatu keterikatan antara satu dan lainnya. Apabila salah satu faktor tersebut mengalami permasalahan yang berakibat pada kinerjanya, maka secara otomatis hal itu memicu gangguan pada faktor yang lainnya. Dengan pengetahuan tentang pemetaan serta pemanfaatan data dan informasi spasial, kasus banjir di jakarta ini bisa dipelajari dengan lebih fokus melalui faktor-faktor penyebab banjir dan menjadikannya sebagai parameter untuk bahan dianalisis.

2026
πŸ‘€ Penulis: WAHYU PERMANA
🏷️ Geografi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data Spasial

ANALISIS REGANGAN ANTARA BAGIAN SELATAN PULAU SUMATERA DAN BARAT PULAU JAWA BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS

Bagian barat Indonesia merupakan wilayah dari batas lempeng antara lempeng Australia dan lempeng Sunda dengan aktivitas seismik yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh adanya subduksi dari lempeng tektonik yang terus berlangsung sampai ke selatan dan timur/tenggara sepanjang Palung Jawa. Pulau Sumatera sangat berpotensi untuk terjadi gempa yang sangat besar. Sedangkan untuk Pulau Jawa, gempa jarang terjadi dan radiusnya pun lebih kecil. Akan tetapi, di Pulau Jawa juga sewaktu-waktu dapat terjadi gempa yang sangat besar, bahkan beberapa ada yang disusul dengan tsunami. Untuk itu masih perlu diselidiki lebih lanjut pola deformasi di Pulau Jawa dan Sumatera. GPS telah banyak digunakan untuk mempelajari dinamika Bumi (geodinamika) seperti yang berkaitan dengan pergerakan sesar-sesar maupun lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya digunakan untuk memprediksi terjadinya gempa bumi atau letusan gunung berapi [Sato and Shimada, 1993 ; Shimada and Imakiire, 1993 ; Segall and Davis, 1997]. Data titik hasil pengamatan GPS di bagian selatan Pulau Sumatera dan bagian barat Pulau Jawa kemudian diolah dengan software ilmiah Bernese, selanjutnya dilakukan perhitungan vektor pergeseran dan nilai parameter regangannya, sehingga dapat dilakukan analisis regangan. Berdasarkan nilai pergeseran dari titik-titik pengamatan, bagian selatan Pulau Sumatera mengalami pergeseran horizontal berkisar 1-6 cm/tahun dominan ke arah timur dan bagian barat Pulau Jawa berkisar 1-5 cm/tahun dominan ke arah tenggara. Berdasarkan hasil pola regangannya, bagian selatan Pulau Sumatera dan bagian barat Jawa dominan mengalami regangan. Deformasi bagian barat Pulau Jawa dipengaruhi oleh aktivitas Sesar Cimandiri dan deformasi di selatan Pulau Sumatera dipengaruhi oleh Sesar Sumatera. Analisis regangan dalam Tugas Akhir ini menganalisis kondisi regangan antara bagian selatan Pulau Sumatera dan bagian barat Pulau Jawa berdasarkan data pengamatan GPS untuk mengidentifikasi pola deformasinya (termasuk parameter regangan) sehingga dapat dilakukan prediksi terhadap posisi dan pergerakan lempeng di Pulau Sumatera dan Jawa pada masa yang akan datang

2026
πŸ‘€ Penulis: Syainal Abidin
🏷️ Geodinamika 🏷️ Analisis Reggangan 🏷️ Pola Deformasi Tektonik

PENGUKURAN HIDRO-AKUSTIK UNTUK DETEKSI ARUS DI TERUMBU KARANG PULAU GOSONGONGKAK KEPULAUAN SERIBU

Tugas akhir ini melakukan kajian terhadap hasil pengukuran arus di perairan Pulau Gosongcongkak selama satu siklus pasut pada saat pasang purnama. Pengukuran arus tersebut menggunakan instrumen hidro-akustik, yaitu Aquadopp profiler berfrekuensi 1000 kHz secara stasioner dari wahana apung. Berdasarkan hasil kajian, pola arah arus yang terjadi selama pengukuran cenderung konsisten ke arah tenggara dengan kecepatan sebesar 0.2 – 0.4 m/s. Keseragaman arus diukur berdasarkan perbandingan data arus tiap lapisan menggunakan data arus lapisan atas sebagai data pembanding. Tingkat keseragaman arus semakin rendah jika mendekati dasar perairan. Dominasi arus ke arah tenggara berhubungan erat dengan paparan morfologi terumbu karang yang membentuk saluran yang mengarah ke barat laut dan tenggara. Hasil rekonstruksi sinyal arus menggunakan Fast Fourier Transform menunjukkan bahwa pergerakan arus di stasiun pengamatan pada saat pengukuran didominasi oleh faktor non-pasut.

2026
πŸ‘€ Penulis: Sirojuttolibin
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Sistem Perairan 🏷️ Kecerdasan Buatan

ESTIMASI POTENSI LIKUEFAKSI TANAH BERBASIS PENGUKURAN KECEPATAN GELOMBANG S PADA EKSPERIMEN LABORATORIUM MENGGUNAKAN MEDIUM PASIR GARUT

Likuefaksi merupakan fenomena hilangnya kekuatan tanah akibat pembebanan dinamik yang berpotensi menimbulkan kerusakan pada struktur di atasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi likuefaksi tanah pasir melalui pendekatan eksperimen laboratorium dengan meninjau pengaruh densitas dan ukuran butir terhadap kecepatan rambat gelombang geser (???????? ), serta pengaruh frekuensi guncangan terhadap potensi likuefaksi. Metodologi yang digunakan adalah pengujian laboratorium berbasis gelombang seismik menggunakan medium pasir dengan variasi densitas dan ukuran butir (nomor saringan 24 dan 30), serta pembebanan dinamik menggunakan shaking table. Nilai ???????? diperoleh dari analisis waktu rambat gelombang S, sedangkan frekuensi guncangan dihitung dari jumlah ayunan per satuan waktu dan dikaji bersama parameter percepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan densitas tanah menyebabkan peningkatan nilai ???????? , sedangkan pasir dengan ukuran butir lebih besar menghasilkan nilai ???????? yang lebih tinggi dibandingkan pasir yang lebih halus. Selain itu, peningkatan frekuensi guncangan diikuti oleh kenaikan percepatan yang menunjukkan bertambahnya energi pembebanan dinamik, sehingga meningkatkan potensi terjadinya likuefaksi. Dengan demikian, parameter ???????? , densitas, ukuran butir, serta frekuensi dan percepatan guncangan dapat digunakan sebagai indikator dalam mengevaluasi potensi likuefaksi tanah pasir.

2026
πŸ‘€ Penulis: Tsabita Kinanti Najwa Priatna
🏷️ Likuefaksi Tanah 🏷️ Analisis Geologi 🏷️ Teknik Seismologi

IDENTIFIKASI TUTUPAN PASIR DAN ZONA PASUT DARI CITRA SATELIT SPOT

Tugas akhir ini bertujuan untuk menghasilkan serta memperlihatkan identifikasi tutupan pasir (sand cover) dan zona pasut (tidal zone) dari citra satelit SPOT (Satellite Pour l’Observation de la Terre). Lokasi penelitian terletak di Pulau Semak Daun, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara yang dikelilingi dataran karang seluas 12 kmΒ². Metodologi penelitian ini diawali dengan identifikasi tutupan pasir hasil rekaman radiometrik citra SPOT dengan klasifikasi terawasi (supervised classification). Hasil klasifikasi tutupan pasir diverifikasi dengan data inspeksi bawah air yang dideteksi sebagai pasir pada lokasi penelitian. Verifikasi dilakukan dengan pertampalan titik-titik inspeksi bawah air (28 titik) ke dalam area hasil identifikasi tutupan pasir. Kesesuaian hasil identifikasi tutupan pasir pada lokasi penelitian memiliki prosentase sebesar 70%. Tujuan lain penelitian ini adalah mengetahui distribusi kedalaman tutupan pasir, yang didapat dari data batimetri dan citra satelit untuk mengidentifikasi zona pasut. Pembagian zona pasut yang dibedakan menjadi zona supratidal, intertidal, dan subtidal dilakukan dengan tahapan klasifikasi dari citra satelit SPOT. Luas area untuk masing-masing zona pasut memiliki nilai yang berbeda, zona supratidal memiliki luas area 4,83Γ—106 hektar (ha), zona intertidal 4,95Γ—106 hektar (ha), dan sisanya zona pasut subtidal. Hasil identifikasi tutupan pasir dan zona pasut ditampalkan dengan kontur kedalaman untuk mengetahui distribusi kedalaman pada lokasi penelitian. Kedalaman tutupan pasir memiliki distribusi kedalaman antara –0,1 hingga 24,6 meter, dengan distribusi yang dominan terdapat pada kedalaman –0,1 hingga 3,7 meter.

2026
πŸ‘€ Penulis: Ricky Hot R M T H S
🏷️ Klasifikasi Citra Satelit 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Laut

PEMETAAN SITUASI TIGA DIMENSI DENGAN METODE CLOSE RANGE PHOTOGRAMETRY ( STUDI KASUS : INDUSTRI PERMINYAKAN )

Teknik fotogrametri khususnya fotogrametri rentang dekat dapat diterapkan untuk merekonstruksi objek tiga dimensi suatu bangunan. Data tiga dimensi sangat membantu untuk memodelkan objek dengan tingkat kompleksitas tinggi, yang tidak dapat direpresentasikan dengan data dua dimensi. Dalam hal ini, kamera dijital nonmetrik dapat digunakan untuk pemetaan tiga dimensi dengan objek-objek yang dipetakan adalah bangunan dan tangki. Studi ini memanfaatkan kamera dijital nonmetrik yang telah dikalibrasi berdasarkan beberapa alasan, yaitu: ukuran kamera lebih kecil dan ringan, lebih mudah dioperasikan, mudah didapat dan harga relatif murah. Studi dilakukan dalam 4 langkah: pengambilan data/ pemotretan, pengolahan foto menjadi model tiga dimensi objek, proses penggabungan objek-objek, kemudian penyekalaan menjadi peta tiga dimensi yang dapat ditampilkan secara dinamik sehingga memungkinkan untuk mengamati model fisik objek dari berbagai sudut pandang.. Dari hasil perbandingan ukuran jarak data Electronic Total Station (ETS) dan pada model tiga dimensi dapat diketahui bahwa selisih nilai ukuran jarak terbesar mencapai 0,2202 m, dengan nilai rata-rata selisih ukuran sebesar 0,117 m. Besarnya kesalahan relatif rata-rata selisih terhadap rata-rata jarak adalah 1: 832.

2026
πŸ‘€ Penulis: Revanza Adirama Anwar
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Kualitas Data Geografis 🏷️ Pengantar Digital

PEMANTAUAN STATUS TERKINI PENURUNAN MUKA TANAH WILAYAH BANDUNG DENGAN METODE SURVEY GPS

Penurunan muka tanah merupakan suatu fenomena alam yang banyak terjadi di kota-kota besar yang berdiri di atas lapisan sedimen. Pemanfaatan air tanah secara besar – besaran pada daerah industri dan kawasan pemukiman padat mengkibatkan penurunan muka air tanah yang kemudian hal ini menyebabkan penurunan muka tanah. Untuk memantau besar penurunan tanah yang terjadi dengan menggunakan metode survey GPS. Dengan metode ini dapat memantau penurunan tanah sampai level ketelitian millimeter. Karena karakterisitik gerakan dari penurunan muka tanah yang sangat lambat dan nilai penurunannya kecil, maka dilakukan pengamatn survey GPS secara episodic (periodik). Dengan mengetahui besanya penurunan muka tanah yang ditunjukkan oleh perubahan tinggi titik tersebut dari satu pengamatan ke pengamatan berikutnya, maka karakteristik dari penurunan muka tanah ini dapat dipelajari lebih lanjut. Tugas Akhir ini menjelaskan mengenai penggunaan metode survey GPS untuk pemantauan penurunan muka tanah di wilayah Bandung dan korelasinya terhadap penurunan muka air tanah, kondisi tata guna lahan, kondisi demografi cekungan Bandung serta dampak yang ditimbulkan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Rendra Ilham Putra
🏷️ Geodesi 🏷️ Analisis Lingkungan 🏷️ Manajemen Lahan

IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SISTEM KEPEMILIKAN LAHAN SECARA ADAT( STUDI KASUS : ADAT MINANGKABAU PROPINSI SUMATERA BARAT )

Dalam Keputusan Menteri Negara Agraria Nomor 5 Tahun 1999, hukum pertanahan adat diakui dan dihormati keberadaannya sepanjang pada kenyataannya masih ada dilakukan oleh masyarakat hukum adat yang bersangkutan menurut ketentuan hukum adat setempat. Namun peraturan dan undang-undang pertanahan nasional masih belum mengatur pertanahan adat secara terperinci baik segi legal maupun teknisnya. Mengingat terdapatnya perbedaan-perbedaan tatanan hukum pertanahan adat antara satu wilayah adat dengan wilayah adat lainnya maka diperlukan suatu kajian untuk mengidentifikasi karakteristik dari setiap hukum pertanahan adat. Dengan teridentifikasinya karakteristik dari hukum adat diharapkan dapat diformulasikan hukum pertanahan nasional yang berbasiskan hukum pertanahan adat yang dapat mengakomodir dan mewakili seluruh adat di Indonesia. Penelitan ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi aturan kepemilikan lahan berdasarkan hukum pertanahan adat yang berlaku menurut adat Minangkabau di Sumatra Barat. Kemudian dilakukan perbandingan karakteristik aturan kepemilikan lahan adat dengan menggunakan parameter karakteristik sistem kepemilikan lahan yang diadopsi dari sistem hukum pertanahan nasional.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Luthfi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGARUH PROSES FERMENTASI ANAEROBIK PADA VARIASI ROASTING TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK GREEN BEAN DAN CITA RASA SEDUHAN COFFEA LIBERICA DAN COFFEA ARABICA

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi, di mana kualitas dan cita rasa kopi sangat dipengaruhi oleh proses pasca panen, terutama fermentasi dan roasting. kopi arabika (Coffea arabica) telah lama dikenal sebagai kopi specialty, sementara kopi liberika (Coffea liberica) masih kurang populer meskipun memiliki karakteristik unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi anaerob dan variasi tingkat roasting terhadap karakteristik fisik green bean serta cita rasa seduhan kopi liberika dan arabika, serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis kopi (liberika dan arabika) dan variasi tingkat roasting (light, medium, dan dark). Fermentasi anaerob dilakukan selama 28 hari, kemudian biji kopi dikeringkan, dilakukan proses huller, roasting, dan grinding. Parameter yang diamati meliputi kadar air, susut bobot, pH, warna (nilai L* dan derajat hue), serta uji organoleptik green bean dan seduhan kopi yang meliputi warna, aroma, rasa, dan aftertaste. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi anaerob berpengaruh nyata terhadap nilai pH. Selain itu, variasi tingkat roasting berpengaruh nyata terhadap kadar air, pH, dan nilai warna derajat hue biji kopi. Terdapat interaksi signifikan antara jenis kopi dan tingkat roasting terhadap nilai pH dan derajat hue. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa kopi liberika memiliki skor warna seduhan, rasa, dan aftertaste yang lebih tinggi dibandingkan kopi arabika. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa fermentasi anaerob dan variasi tingkat roasting berperan penting dalam menentukan karakteristik fisik dan sensori kopi. Kopi liberika berpotensi dikembangkan sebagai alternatif kopi unggulan dengan karakteristik cita rasa khas apabila diolah menggunakan fermentasi anaerobik dan pengaturan tingkat roasting yang tepat.

2026
πŸ‘€ Penulis: Firda Setyaningrum
🏷️ Fermentasi Anaerob 🏷️ Kopi Coffea Liberica 🏷️ Analisis Sensori

STRATEGI BISNIS UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PELANGGAN INDONESIA YANG AKAN DATANG DI INDUSTRI OTOMOTIF: KASUS TOYOTA-ASTRA MOTOR

Toyota Astra Motor (TAM) adalah pemegang merek Toyota dan distributor resmi di Indonesia. Pada tahun 2003 perusahaan telah berubah menjadi dua perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha yaitu Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang fokus pada kegiatan manufaktur dan TAM yang fokus pada kegiatan distribusi dan promosi. Sesuai dengan visi dan misi perusahaan, perusahaan memiliki semangat untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan serta keuntungan dengan meraih pangsa pasar empat puluh persen dan menjadi yang pertama dalam hal kepuasan pelanggan. Namun, potensi masalah timbul karena adanya potensi perpindahan pembeli dari generasi sekarang yang didominasi generasi sebelum tahun 90 ke generasi tahun 90 yang berdampak pada perubahan perilaku dalam membeli kendaraan. Oleh karena itu untuk mempertahankan daya saing, Untuk melakukan perumusan strategi, analisis situasi dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis PESTEL, Porter five forces, marketing 4Ps, dan model bisnis kanvas. Setelah dilakukan analisis situasi, SWOT Perusahaan dapat ditentukan dan diselesaikan dengan pendekatan TOWS untuk melakukan perumusan strategi. Sebagai kesimpulan, pelanggan masa depan akan membutuhkan kendaraan yang dapat mendukung gaya hidup mereka, memiliki nilai ekonomis, memiliki konsep hijau seperti teknologi tinggi dan hemat energi. Di sisi lain untuk kegiatan pendukung seperti layanan purna jual mereka membutuhkan kemudahan, kesederhanaan dan pelayanan yang cepat sedangkan untuk kegiatan promosi akan lebih banyak mempertimbangkan informasi lebih banyak dari internet. Sebagai solusi, penulis menyarankan tiga area pengembangan dalam hal jajaran produk dan perluasan cakupan pasar, spesifikasi produk dan peningkatan daya saing, dan meningkatkan citra perusahaan melalui 11 strategi utama.

2026
πŸ‘€ Penulis: Ardhana Wiranata
🏷️ Industri Otomotif 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pengembangan Produk

PEMANFAATAN FILTER GAUSS UNTUK STUDI SPASIO TEMPORAL GEOID DARI DATA SATELIT GRACE

Satelit GRACE dapat mengamati variasi spasio temporal (bulanan) geoid, meskipun demikian data dari satelit GRACE tersebut masih mengandung kesalahan sehingga perlu dilakukan pereduksian noise atau gangguan sinyal. Pada tugas akhir ini, pereduksian noise tersebut dilakukan melalui proses filtering dalam domain spasial menggunakan Gaussian filter. Setelah dilakukan proses filtering menggunakan Gaussian filter, didapatkan bahwa fenomena variasi spasio-temporal geoid yang akan terungkap dari pemanfaatan Gaussian filter adalah akibat siklus hidrologi. Perubahan efek curah hujan terhadap perubahan undulasi geoid salah satunya dapat terlihat jelas pada wilayah Amazon.

2026
πŸ‘€ Penulis: Moya Edgina Arumsari
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Geoid 🏷️ Kecerdasan Buatan

SURVEY HIDRO-OSEANOGRAFI UNTUK ANALISIS KERUSAKAN WILAYAH PESISIR (STUDI KASUS: WILAYAH PESISIR KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT)

Wilayah pesisir Kabupaten Indramayu merupakan wilayah dengan potensi sumber daya wilayah pesisir yang tinggi, mulai sumber daya hayati hingga non-hayatinya. Wilayah pesisir juga merupakan daerah pertemuan antara daratan dan lautan yang sangat dinamik. Dinamika yang terjadi di wilayah pesisir dibedakan oleh penyebabnya yaitu faktor alami dan faktor manusia. Faktor alami yang mempengaruhi wilayah laut di sekitar pesisir dijabarkan dalam paramaterparameter oseanografi. Pasang surut laut dan arus laut merupakan sekian dari parameter oesanografi yang mempengaruhi kerusakan pantai di wilayah pesisir. Tugas akhir ini mencoba untuk mengkaji karakteristik dua parameter oseanografi tersebut di wilayah pesisir Kabupaten Indramayu dengan melakukan pengukuran langsung di lapangan, perhitungan-perhitungan untuk mengkuantifikasi kedua paramater tersebut, dan konfirmasi hasil terhadap data-data sekunder yang di dapat. Hasil yang didapat dari penelitian memberikan informasi pola pasang surut laut di sepanjang garis pantai Kabupaten Indramayu tidaklah seragam. Pola arus laut di daerah Kabupaten Indramayu sangat di pengaruhi oleh faktor non-pasut (angin) selama selang waktu pengamatan. Pola dari dua parameter oseanografi ini dikaitkan pula dengan kerusakan wilayah pesisir di daerah penelitian.

2026
πŸ‘€ Penulis: Mochammad Ali Affan
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Kerusakan Wilayah Pesisir

PERBANDINGAN METODE INTERPOLASI SPASIAL UNTUK DATA KUALITAS UDARA

Kualitas udara dipengaruhi oleh sumber emisi. Salah satu contoh sumber emisi adalah kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor tersebut mengemisikan gas nitrogen dioksida (NO2) di jalan raya. Pengukuran kualitas udara dilakukan dengan menyebarkan alat-alat sampler konsentrasi kualitas udara di sepanjang jalan yang diamati. Penyebaran alat sampler tersebut dilakukan secara acak. Karena penyebaran alat sampler yang acak, data kualitas udara tersebut berupa data diskrit dan acak. Untuk mendapatkan informasi distribusi kualitas udara yang lengkap dan teratur secara spasial, diperlukan suatu metode interpolasi spasial. Sedangkan untuk memperoleh informasi kualitas udara menyerupai keadaan udara yang sebenarnya, diperlukan suatu metode interpolasi spasial terbaik. Metode interpolasi spasial terbaik didapatkan dengan membandingkan beberapa metode interpolasi spasial. Metode interpolasi yang dibandingkan adalah metode kriging, radial basis function, inverse distance to power, dan moving average. Hasil interpolasi dari keempat metode tersebut dibandingkan lewat uji ketelitian dan uji perbandingan dengan data hasil ukuran.. Dari hasil penelitian diperoleh metode interpolasi terbaik untuk mendapatkan informasi kualitas udara adalah metode kriging dan metode inverse distance to power.

2026
πŸ‘€ Penulis: Maria Christina K
🏷️ Interpolasi Spasial 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Kualitas Udara

PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK MEMPERCEPAT PENYAMPAIAN INFORMASI UTILITAS OPERASIONAL SUMUR MINYAK DAN GAS ( STUDI KASUS : LAPANGAN BADAK, VICO INDONESIA )

Utilitas operasional sumur minyak dan gas merupakan utilitas yang berbeda dengan utilitas yang lainnya. Utilitas ini tidak terletak di sembarang tempat karena sangat membahayakan pemilik ataupun penduduk sekitar. Utilitas yang terdapat pada operasional sumur minyak dan gas di VICO INDONESIA antar lain sumur, jalan, gedung, dan pipa. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat menyampaikan informasi tersebut secara cepat sehingga waktu kerja lebih efektif. Penelitian ini mencoba menerapkan SIG berbasis web untuk menyampaikan informasi utilitas operasional sumur minyak dan gas menjadi lebih cepat. Hasil akhir dari penelitian ini menyajikan informasi mengenai utilitas operasional sumur minyak dan gas yang terdapat di Lapangan Badak VICO INDONESIA dengan tampilan antarmuka berbasis web.

2026
πŸ‘€ Penulis: Karen Setia
🏷️ Geografi Sipil 🏷️ Sistem Informasi Geografis 🏷️ Manajemen Operasional Sumur Minyak Dan Gas
Halaman 137 dari 6754
πŸ’¬