📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenFINANCIAL PERFORMANCE ASSESSMENT OF PT PELABUHAN INDONESIAII (PERSERO) IN COMPARISON WITH OTHER PORT COMPANIES LOCALLYAND GLOBALLY
Indonesia dikenal dengan negara kepulauan. Dua pertiga wilayah Indonesia di dominasi oleh lautan. Ribuan pulau berjajar dari Sabang sampai Merauke. Sebagai negara kepulauan, transportasi laut memegang peranan penting dalam pembangunan Indonesia. Didukung dengan letak Indonesia yang sangat strategis karena terletak di persimpangan rute perdagangan dunia. Maka dari itu diperlukan sistem angkutan laut yang handal dan efisien. Hal ini dapat tercapai jika pengelolaan terhadap angkatan laut, baik perusahaan-perusahaan pelayaran maupun pengelola pelabuhan beroperasi secara baik dan profesional. Penelitian ini memfokuskan pada kinerja pengelola pelabuhan, yaitu PT Pelabuhan Indonesia II, yang mempunyai kantor pusat di Jakarta. PT Pelabuhan Indonesia II wilayah operasional perusahaan meliputi 10 provinsi dan memiliki tiga anak perusahaan, salah satu afiliasi, dua unit bisnis dan satu operasi gabungan. Kinerja yang dibahas pada penelitian ini difokuskan pada kinerja keuangannya, karena hanya perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik lah yang dapat melakukan operasinya dengan baik pula. Tugas akhir ini akan membahas tentang penilaian kinerja dari PT Pelabuhan Indonesia II dan juga akan dibandingkan dengan beberapa perusahaan dalam industri yang sama secara lokal maupun global. Penulis akan menggunakan beberapa kerangka kerja. Pada akhirnya, sampai pada kesimpulan dan rekomendasi bagi PT Pelabuhan Indonesia II untuk mencapai kinerja yang lebih baik. Sebagai kesimpulan, PT Pelabuhan Indonesia II hampir menyaingi persaingan global bahkan menjadi pemimpin dalam beberapa kerangka penilaian, dengan memiliki nilai struktur modal yang optimal ketika WACC diminimalkan pada 53% dari utang dan 47% dari ekuitas sedangkan nilai perusahaan maksimal sebesar Rp.8.620.465.240.669. Kata kunci: Pelabuhan, Kinerja, Pebandingan, Laporan analisis keuangan.
INVESTIGASI BERBASISKAN MICRO FOUNDATION TERHADAP MANIPULASI HARGA: SEBUAH STUDI PADA PASAR MODAL INDONESIA
Seberapa besar kelebihan keuntungan yang dapat diperoleh oleh principal stockbrokers-broker yang melakukan perdagangan berdasarkan pada kepentingan mereka sendiri? Lalu, bagaimanakah pola investasi mereka dapat memengaruhi keuntungan yang mereka peroleh? Dengan menggunakan seluruh aktivitas perdagangan pada tingkat intraday di Bursa Efek Jakarta selama tahun 2003-2004, penelitian ini memerkirakan bahwa principal stockbrokers setidaknya memeroleh tingkat pengembalian tahunan 59-92% lebih tinggi jika dibandingkan dengan intermediary stockbrokers broker yang melakukan perdagangan berdasarkan pada kepentingan investor luar. Selanjutnya, penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat pengembalian saham dari broker sangatlah bergantung pada pola investasi mereka, khususnya untuk setiap peningkatan degree of principalness (PRIN) dari sebuah broker, broker yang memiliki tingkat ketidakseimbangan perdagangan yang lebih besar akan mempunyai tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sebuah anomali untuk kasus ketidakseimbangan perdagangan di bawah 1% dimana intermediary stockbrokers memeroleh tingkat pengembalian yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan principal stockbrokers. Penelitian ini menduga bahwa hal ini terjadi dikarenakan oleh adanya indikasi perilaku herding pada broker yang memiliki tingkat ketidakseimbangan perdagangan yang tinggi. Terlepas dari hal tersebut, satu hal yang dapat dipastikan adalah semua efek interaksi akan berkurang seiring dengan meningkatnya PRIN. Kata kunci: Manipulasi Harga, Perilaku Broker, Pola Investasi, Tata Kelola Pasar, Pasar Berkembang
PENGEMBANGAN KATALIS BIFUNGSIONAL CU–FE?O?/ZSM-5 UNTUK KONVERSI CO? KE AROMATIK
Konversi langsung CO? menjadi hidrokarbon cair, seperti senyawa aromatik benzena, toluena, dan xilena (BTX), merupakan topik yang sedang menjadi perhatian karena potensinya dalam mengatasi masalah lingkungan sekaligus menghasilkan produk bernilai tinggi. Namun, hingga kini, proses tersebut masih menghadapi tantangan berupa rendahnya aktivitas katalis, selektivitas terhadap produk aromatik ringan serta stabilitas katalis dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja katalis bifungsional berbasis besi oksida dan zeolit dalam konversi gas CO? menjadi aromatik. Penelitian berfokus pada modulasi situs aktif pada katalis besi oksida serta rekayasa struktur pori pada katalis zeolit melalui penambahan templat nano CaCO3 dengan metode bebas pelarut. Modulasi situs aktif dilakukan dengan penambahan promotor dan pengaturan kondisi reduksi. Sedangkan rekayasa struktur pori dilakukan dengan menambahkan templat CaCO3 pada sintesis zeolit melalui metode bebas pelarut. Katalis zeolit pada penelitian ini didesain memiliki 3 sistem pori, yaitu mikropori, mesopori, dan makropori yang diharapkan dapat menyediakan situs aktif yang cukup dan mudah diakses melalui adanya mesopori dan makropori. Selain itu, juga sebagai tempat penampung bagi terbentuknya kokas selama reaksi, sehingga deaktivasi pada katalis zeolit dapat dihambat. Masing-masing katalis yang disintesis kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD, FTIR, XRF, SEM, TEM, TGA, dan XPS. Selain itu, sebelum digunakan sebagai sistem katalis bifungsional besi oksida/zeolit, masing-masing katalis diuji secara terpisah menggunakan umpan berturut-turut CO2 dan C2H4 untuk katalis besi oksida dan zeolit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya Cu yang terdistribusi rata mengubah sifat elektronik katalis Fe2O3 yang berpengaruh pada peningkatan selektivitas olefin. Selain itu, modulasi situs aktif melalui pengaturan gas pereduksi menggunakan CO dapat meningkatkan situs Fe2C5 yang kemudian berperan aktif dalam menghasilkan intermediet seperti olefin dan parafin. Peningkatan situs aktif karbida ini diiringi dengan peningkatan rasio produk olefin terhadap parafin mencapai 60% lebih besar dibandingkan dengan katalis yang direduksi dengan H2. Selanjutnya, keberadaan templat CaCO3 pada sistem sintesis zeolit tanpa adanya pelarut terbukti dapat menghasilkan zeolit dengan tiga tingkat pori (mikropori, mesopori, dan makropori) Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan rasio templat/SiO2 mempengaruhi pembentukan mesopori serta distribusi ukuran partikel. Sebaliknya, kristalinitas serta keasaman yang dihasilkan cenderung identik. Tingkat hierarki optimum, yang direpresentasikan oleh nilai Index Hierarchy Factor (IHF), dicapai pada rasio templat/SiO2 = 0,5. Selanjutnya, hasil evaluasi katalis zeolit pada reaksi konversi etilena menjadi aromatik menunjukkan adanya hubungan yang linier antara tingkat hierarki dengan aktivitas dan stabilitas katalis yang diwakili oleh nilai konversi, TOF, dan kandungan kokas. Adapun perbedaan keasaman pada zeolit secara signifikan memengaruhi konversi serta perolehan produk cair. Sedangkan jumlah asam total berkorelasi positif terhadap selektivitas aromatik. Evaluasi pengaruh kondisi reaksi pada produksi senyawa aromatik dari gas etilena menggunakan katalis zeolit menunjukkan bahwa selektivitas terhadap senyawa aromatik sangat dipengaruhi oleh temperatur reaksi, yang meningkat berturut-turut sebesar 0%, 16,57%, 58,29%, dan 75,28% pada temperatur 250 ?, 320 ?, 380 ?, dan 450 ?. Adapun peningkatan tekanan berpengaruh pada pembentukan senyawa berat, dan GHSV berpengaruh terhadap perolehan BTX dengan selektivitas terhadap senyawa BTX yang hampir mirip. Pengujian katalis pada sistem bifungsional menunjukkan hasil yang sejalan dengan pengujian pada bifungsional besi oksida/zeolit, menunjukkan bahwa isoparafin pada komposisi umpan CO2:H2 = 1:6 gabungan katalis Cu-Fe2O3/Zeolit menggunakan zeolit komersial yang direduksi menggunakan gas CO dapat meningkatkan perolehan fraksi C??, dengan produk dominan berupa isoparafin. Selain itu, olefin rantai panjang seperti diena dan hidrokarbon siklik yang merupakan prekursor pembentukan senyawa aromatik juga terobservasi pada kondisi ini. Fraksi aromatik kemudian diamati pada peningkatan jumlah CO2 (CO2:H2 1:3) dengan selektivitas aromatik total sebesar 8,82% dengan konversi CO2 sebesar 34,78%. Aktivitas ini dapat ditingkatkan dengan menggunakan zeolit hasil sintesis optimum yang telah diuji pada tahap sebelumnya (HZS-50-25), yaitu menghasilkan konversi sebesar 46,71% dengan selektivitas aromatik yang meningkat sebesar 28,76%. Peningkatan ini disertai dengan penurunan selektivitas gas CO yang signifikan dari 42% ke 9,22% berturut-turut untuk zeolit komersial dan zeolit sintesis dan peningkatan perolehan aromatik BTX sebesar 13,21% dibandingkan dengan katalis bifungsional menggunakan zeolit komersial yang hanya menghasilkan perolehan BTX sebesar 3,07%. Hasil ini membuktikan efek signifikan adanya pori 3 tingkat pada zeolit hasil sintesis yang membantu mempercepat difusi molekul untuk mencapai dan keluar dari sisi aktif zeolit
ENVIRONMENTAL EFFECT ON SHOPPER BEHAVIOR STUDY CASE: TASTE OF INDIA
Bandung is the fourth largest city in Indonesia. The existence of many colleges makes this city known as city students. Cool weather and the exotic atmosphere of the city also makes this city was chosen as the destination city Also, one thing that takes priority is the culinary tour visitors with diversity and taste. Taste of India is one of the many who tried fortune in the culinary industry competition in Bandung Towards year business career, Taste of India has offered original and delicious taste of Indian cuisine. Another opportunity owned by Taste of India is the Indian cuisine business rivalry not yet seen. Thus, the Taste of India has a great chance to win the competition However, competition does not merely see the competitors in terms of Indian restaurants. To survive the intense competition culinary industry in Bandung, Taste of India should also be able to compete with the entire competitors that do not offer Indian cuisine. Ironically, sales condition of Taste of India is very bad. Largest number of customers who came is only 13 people According to this research, Taste of India has fairly severe problems in the field of marketing. In fact, the market is not attracted even they barely know the existence of Taste of India in the Bandung culinary industry. In connection with the above problems, the analysis was made of research on quality assessment and customer satisfaction for Taste of India. The purpose of this study was to find the problems faced by the Taste of India that resulted to a poor sales situation. To collect data, the first step taken was to obtain observation in order to get customer's point of views followed by conducting interviews with Taste of India management. After that, researcher conducted FGD to know what important variables should be owned by a good restaurant. Then, the points in the FGD result were formulated into questionnaires to determine the level of quality assessment and customer satisfaction. This study includes an analysis of aspects of restaurant ambience, restaurant design, quality service and products The results referred to the conclusions and recommendations of research From the results of research, a point of consumer dissatisfaction came up from the poor state of the internal atmosphere and ambience. Therefore, management is recommended to change the atmosphere of the restaurant becoming more comfortable and attractive so the level of customer satisfaction and market
MULTIPE REGRESSION AND PRODUCTIVITY ANALYSIS OFMODJOPANGGUNG SUDAR FACTORY
Pabrik gula Modjopanggung yang berlokasi di Tulungagung memiliki persoalan dalam produksi gula produktivitas yang kurang efektif, berdasar kasus tersebut, pertanyaan di penelitian ini adalah tentang beberapa faktor produktifitas, bagaimana cara meningkatkan produksi gula, dan produktivitas, dan tujuan nya adalah untuk mengetahui faktor yang paling signifikan yang mempengaruhi produksi guladan menghitung produktifitas dari Modjopanggung di 2010.Langkah untuk memulai penelitian ini, pertama perumusan masalah, landasan teori,perumusan model, pengumpulan data dan analisa, dan kesimpulan dan rekomendasi. Dalam penelitian ini menggunakan model regresi berganda yang menggunakan produksi gula sebagai variable terikat, dan luas lahan tebu pabrik, luas lahan tebu petani, rata-rata rendemen dari lahan tebu pabrik,rata-rata rendemen dari lahan tebu sendiri, efisiensi pabrik jumlah truk, sisa tebu kemarin.jumlah hari gilling sebagai variabel bebas, dan di pengukuran produktivitas menggunakan pegawai, material tebu,modal,bahan bakar, listrik sebagai input and pendapatan dari gula dan tetes sebagai output. Metode penelitian dengan wawancara dan observasi ke pabrik. Hasilnya adalah jumlah truk dan rendemen TS yang paling siknifikan dari semua variable untuk meningkatkan produksi gula dengan nilai positif, artinya peningkatan hal tersebut juga meningkatkan produksi gula, adjusted r square 0.997 artinya 99.7% produksi gula bisa di jelaskan dari variable bebas, nilai t di 0.1298 yang masih di area penerimaan, artinya tidak ada difference di perkiraan dan kenyataan dari produksi gula. Produktivitas di 2010,perbandingan dari output partial dan input semua lebih dari 1 artinya output bisa mencakupi input, tapi di multifactor dan total faktor kurang dari 1 artinya penambahan dari faktor-faktor produktifitas input tidak bisa dicakup oleh faktor output, dengan faktor output partial terendah adalah listrik dan faktor output partial tertinggi adalah material tebu. Saran nya adalah kebijakan yang lebih baik untuk meningkatkan jumlah truk dan rendemen TR dan pengefektifan di kualitas karyawan, pembagian pendapatan tebu dengan petani, penggunaan modal, energy alternative dan penggunaannya, efisiensi listrik Kata kunci: produksi tebu, regresi berganda, analisa produksi pabrik gula Modjopanggung
AN AUDIENCE RESEARCH IN MUSIC INDUSTRY: CHARACTERISTIC OFTHE FANS OF BALUM
Bisnis musik adalah industri yang tidak hanya membutuhkan kemampuan bermusik tetapi juga keterampilan lain seperti kemampuan manajemen, performance art, kemampuan negosiasi, dil. Penelitian ini akan membahas tentang seorang musisi bernama Balum. Tahun ini Balum ingin meningkatkan awareness masyarakat terhadap Balum dengan merilis album pertamanya. Dalam mengembangkan karir musiknya, langkah pertama adalah untuk mengetahui siapakah para fans dan apa karakteristik dari fans Balum. Bila disederhanakan, masalah dapat dinyatakan menjadi: Apa karakteristik dari penggemar Balum? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami penggemar Balum dalam hal Lifesytle dan Personality. Dengan memahami para fans, Balum diharapkan memiliki pemahaman menyeluruh mengenai fan base-nya. Dalam konteks ini, merencanakan strategi untuk mengembangkan karir bermusiknya. Penelitian ini juga diharapkan akan dapat digunakan oleh sesama musisi sebagai referensi untuk mengembangkan karir musik mereka di pasar Indonesia. Penelitian kualitatif akan dilakukan untuk menggambarkan karakteristik dari para fans Balum Pendekatan Personality dilakukan untuk menggambarkan kepribadian dari fans Balum Demografi properti dan Lifestyle trend para fans juga digunakan untuk menggambarkan karakteristik dari para fans. peserta penelitian ini adalah para fans Balum itu sendiri. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar fans Balum adalah orang dengan pendidikan tinggi dengan rentang usia antara 22-25 tahun, yang sebagian besar adalah laki-laki. Mereka adalah orang yang cenderung menikmati membantu orang lain dan bersifat cooperative. Juga, mereka adalah orang yang penasaran mengenai banyak hal, dan terbuka untuk ide-ide baru. Fans juga adalah orang yang akrab dengan teknologi digital dan lebih memilih untuk tidak membeli produk musik selama mereka bisa mendapatkannya secara gratis. Dari survei kita juga melihat bahwa kelompok sosial mereka termasuk tidak mempengaruhi mereka untuk membeli CD. Berdasarkan temuan ini, penulis menyimpulkan bahwa ada beberapa hal yang Balum harus lakukan untuk mengembangkan Brand-nya. Seperti: (1) merilis CD sebagai barang koleksi bagi para fans. (2) Meningkatkan frekuensi manggung dalam satu tahun (3) Menampilkan artis terkenal / musisi di salah satu lagu di album, (4) Melakukan penelitian untuk ekspansi Audience. Balum juga perlu melakukan penelitian untuk mengetahui Lifestyle dan penggunaan media dari orang yang berpotensi menjadi fans Balum untuk memperluas audiens musik Balum. KEYWORD: Audience Research, Brand Development, Market Characteristic, Music, Music Busmess
CUSTOMERS' PREFERENCE OF T-SHIRT CASE STUDY: SAND
SAND adalah sebuah merk kaos baru yang berusaha untuk masuk kedalam pasar penjualan kaos di ITC-Kuningan, Jakarta. Untuk dapat bersaing kedalam sebuah pasar penjualan kaos di ITC-Kuningan SAND membutuhkan banyak cara untuk menarik minat konsumen. Agar dapat memecahkan masalah-masalah tersebut maka dibuatlah penilitian tentang aspek-aspek marketing apa saja yg dibutuhkan SAND agar konsumen sadar akan eksistensi mereka dan tertarik untuk membeli produk mereka, mulai dari motivasi para konsumen dalam membeli sebuah kaos, pasar yang dituju oleh SAND, kompetitor daripada SAND, promosi apa yang menarik konsumen dan harga yang cocok daripada sebuah kaos. Untuk melakukan penilitian pertama-tama peneliti akan melakukan observasi lapangan langsung yang diikuti oleh diskusi dalam kelompok terhadap konsumen kaos pria dan interview terhadap pemilik daripada SAND. Dari data yang didapat tersebut peneliti akan mengetahui aspek-aspek apa saja yang dibutuhkan agar konsumen tertarik untuk membeli sebuah kaos. Dari aspek-aspek tersebut dibuatlah pertanyaan-pertanyaan agar peneliti dapat mengetahui dan mengambil kesimpulan tentang aspek-aspek apa saja yg dibutuhkan SAND agar produk mereka disukai konsumen. Hasil observasi dengan menggunakan analisa frekuensi dan analisa conjoint dengan alat bantu spss dan menggunakan non-probability sampel. Diketahui bahwa pengunjung utama daripada ITC-Kuningan adalah anak muda yang berusia 18-24 tahun dimana mereka menganggap bahwa harga sebuah kaos sepantasnya adalah Rp. 50,000- Rp 75.000, dan kaos yang paling disukai adalah kaos bergambar band dengan warna hitam (kaos lengan pendek). Maka disarankan agar SAND fokus terhadap konsumen muda yang menyukai kaos murah bergambar band dengan warna hitam agar dapat menarik konsumen membeli produk mereka.
EVALUATION OF WATER ACCESS CSR PROGRAM BY DANONE AQUA (CASESTUDY NANGERANG VILLAGE)
donesia adalah salah satu negara berkembang di dunia. Negara-negara berkembang biasanya menghadapi beberapa tantangan seperti krisis ekonomi, kurangnya pendidikan di kalangan masyarakat miskin, serta masalah lingkungan. Terutama di daerah yang belum berkembang seperti di desa Nanggerang, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Kurangnya sistem air dan sanitasi buruk menjadi masalah penting bagi Nanggerang desa. Masalah ini berdampak untuk Nanggerang masyarakat desa dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ekonomi dan lingkungan. Program Higinitas Air Bersih dan Sanitasi (WASH) yang diprakarsai oleh desa Nanggerang masyarakat dan DANONE Aqua dengan bantuan dari YPCII (Yayasan Pembangunan Insan Citra Indonesia), Departemen Pekerjaan Umum, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, telah membantu Desa Nanggerang untuk mengatasi masalah air dan sanitasi. Tujuan program ini adalah untuk menyediakan sistem air bersih serta menyediakan sanitasi publik. Berdasarkan evaluasi dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif dan kondisi dari masyarakat desa Nanggerang, dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan program WASH di desa Nanggerang telah sukses. Masyarakat desa Nanggerang telah mampu mempertahankan kemampuan ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan harapan memiliki cara hidup yang lebih baik untuk satu tahun terakhir. Ini bisa dilihat dengan meningkatnya tingkat standar sehat di setiap rumah, efisiensi dan efektivitas kegiatan sehari-hari masyarakat, dan upaya menjaga lingkungan mereka agar tetap memiliki sumber air bersih. Kata kunci: CSR, Community Development, WASH Program, Nanggerang
INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION FOR INDONESIAN MOVIES
Indonesian movie is an interesting phenomenon to be discussed due its unstable growth. Persuade people to watch Indonesian movies are by using promotion tools. The way in which a movie is promoted can have a huge effect on whether or not it is successful. One of the problem in Indonesian movie is how to design an effective "out of the box" communication plan to endorse a successful movie promotion. One of the approaches that can be applied to formulate movie promotion is by using Integrated Marketing Communication (IMC) approaches. In order to determine IMC strategic, it is important to identified desired target market, concludes people's perception about Indonesian movies, identified factors affecting their behavior in movie consuming, and determines their media consumption habit. Therefore, the author conducts a research consists of literature study, in-depth interview with key-informant, focus group discussion, and surveys questionnaires. From the research, the author finds out that respondents have a negative perception to Indonesian movies, due to movie quality. For them, Indonesian movies are not yet having a high quality. Furthermore, the position of Indonesian movies on the mind of respondent is on no. 2, it isn't on the top choice. The findings on perception of Indonesian movies interrelated with critiques to the movie quality will be the key issues in order to develop strategy for movie campaign. This research also cover the behavior that respondent show in consuming media as the substance for movie promotion. It is important to identify the media consumption habit, in order to determine which media that will be effective and relevant with desired target market. The author recommends a solution to deal with existing perception. The basic message for the movie campaign and the new image that want to be obtained is: Indonesian movie though can't change the fact of being no.2 movies, but the movie makers will work hard to improve the quality of Indonesian movies. Therefore supports from the moviegoers are extremely needed. The Integrated Marketing Communication strategy will be using advertising publicity, and sales promotion as one voice, due to the need to keep focused on the positioning to change perception and persuasion to support Indonesian movies throughout the marketing mix. Finally, the recommendation will be useful for people in Indonesian movie industries, especially MFI (Masyarakat Film Indonesia) as an independent organization that have a concern to Indonesian movies development, in order to determine promotion strategy based on Integrated Marketing Communication. Key words: Indonesian movies, Perception, Media, IMC
REDESIGN COMPENSATION MANAGEMENT BASED ON PERFORMANCE TO MOTIVATE EMPLOYEE'S PERFORMANCE AND FAIRNESS)
Indonesia adalah salah satu negara berkembang di dunia. Negara-negara berkembang biasanya menghadapi beberapa tantangan seperti tantangan seperti krisis ekonomi, kurangnya pendidikan di kalangan masyarakat miskin, serta masalah lingkungan. Terutama di daerah yang belum berkembang seperti di desa Nanggerang, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Kurangnya sistem air dan sanitasi buruk menjadi masalah penting bagi Nanggerang desa. Masalah ini berdampak untuk Nanggerang masyarakat desa dalam kehidupan sehari-hari, kondisi ekonomi dan lingkungan. Pgram Higinitas Air Bersih dan Sanitasi (WASH) yang diprakarsai oleh desa Naggerang masyarakat dan DANONE Aqua dengan bantuan dari YPCII (Yayasan Pembangunan Insan Citra Indonesia), Departemen Pekerjaan Umum, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, telah membantu Desa Nanggerang untuk mengatasi masalah air dan sanitasi. Tujuan program ini adalah untuk menyediakan sistem air bersih serta menyediakan sanitasi publik. Berdasarkan evaluasi dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif dan kondisi dari masyarakat desa Nanggerang, dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan program WASH di desa Nanggerang telah sukses. Masyarakat desa Nanggerang telah mampu mempertahankan kemampuan ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan harapan memiliki cara hidup yang lebih baik untuk satu tahun terakhir. Ini bisa dilihat dengan meningkatnya tingkat standar sehat di setiap rumah, efisiensi dan efektivitas kegiatan sehari-hari masyarakat, dan upaya menjaga lingkungan mereka agar tetap memiliki sumber air bersih. Kata kunci: CSR, Community Development, WASH Program, Nanggerang Village.
MEASURING BRAND AWARENESS IN FREE MAGAZINE BANDUNG : A STUDY CASE ON SUAVE FREE CATALOGUE
After the development of the freeway Cipularang and many established hangout and shopping venues, people where interested to spend more time and money to shop and relax in Bandung. Free magazine helped these people to know the information regarding to these places. In order to survive in the market, one free magazine should stand out from the. To do so, this media communication should be well-known. Suave free catalogue an example of free magazine is a dedicated to the advertisement of fashion products from Distro in Bandung and Jakarta. It is targeted to young people from B A economy background. The problem was, does the targeted audience know well Suave? If so, to what extent and why? In short, the measurement of Suave's brand awareness in needed. The finding toward this problem was that people who had the highest brand awareness to Suave were from a particular group of people which was called Cluster 2. This group of people had the most frequent visit to Cafés and Distro, as the main distribution and consumption places of Suave. They also visited the café in every week of the month. Another important finding was the brand awareness of Suave was in the medium level. It was contributed by the fact that the brand reall was in the high level and brand recognition was in the medium level. This divas't correspond to the theory that to recall a brand was harder than to recognize the brand. Other supporting evidence was that, the medium level of brand recognition was because the majority of respondent were not exposed to Suave free catalogue. Like any other brand, Suave free catalogue has its brand element which is the name of the brand "Suave" and the slogan of the brand "Fashion Therapy". The strength of the brand element was high toward brand recognition and low toward brand recall. It was fortunate that fact was brand recall of Suave was higher than its brand recognition hence brand recognition and the strength of brand element towards brand recall should be increased. The recommendations toward this problem was to first increase the strength of the brand element of Suave towards its brand recall by socializing the meaning of the word "Suave" and "Fashion Therapy". Although brand recall level was already high, this was important to maintain the strength of Suave's brand awareness. The second recommendation is to increase Suave's brand recognition which heavily relates to exposure and appearance in the main distribution location. There solutions are to increase the number of exemplars, to distribute in several waves of distribution on not just on the beginning of the month and third to enhance the display of Suave free catalogue by making a customized and eye-catching rack for the display of Suave's issues.
MEASURING THE SUCCES OF A POSITIONING STRATEGY, COMPARING ZARA AND NEXT
Makanan adalah salah satu kebutuhan primer manusia yang paling venting karena tanpa makan, manusia tidak akan bisa hidup. Kebutuhan akan akan atau Pangan adalah salah satu dari tiga kebutuhan primer disamping Sandang dan Papan. Dalam kebutuhan Pangan, terdapat berbagai variasi untuk memenuhi keinginan atas selera makanan dari kebutuhan pokok manusia ter but, diantaranya adalah makanan khas Jawa. Berdasarkan hasil interview dan observasi, penulis memilih makanan Jawa karena di Bandung belum ada cafe yang menjual makanan Jawa dan memiliki tempat nyaman yang berkonsep modern Jawa. Berdasarkan interview terhadap 20 mahasiswa UNPAD Ekstensi Fikom, 18 orang menyukai menu yang telah ditawarkan Java Blend dan dari 20 orang mahasiswa ITB yang diinterview, 17 orang menyukai menu yang ditawarkan Java Blend. Estimasi terhadap jumlah mahasiswa yang tinggal di Tubagus Ismail adalah 700 orang, berarti 90%nya adalah 630 orang yang akan suka dan memberi tanggapan positif terhadap Java Blend Cafe. Manusia selain mencari makanan yang enak, mereka juga mencari tempat yang nyaman dalam menikmati hidangan yang mereka makan. Di era sekarang ini, manusia gemar untuk mengunjungi cafe-cafe yang selain bisa untuk makan enak, juga bisa digunakan untuk tempat bersantai dan saling mengobrol dengan kerabat mereka atau biasa disebut "nongkrong", dan banyak cafe-cafe yang bersaing untuk menarik kepercayaan dan mencari pembeli sebanyak-banyaknya. Untuk memenuhi keinginan tersebut, Java Blend akan hadir di Jalan Raya Tubagus Ismail Raya No 2G sebagai cafe yang menyuguhkan berbagai makanan khas Jawa dan memiliki tempat yang nyaman dan dan berkonsep Jawa Modern. Mayarakat yang tinggal di Bandung, terutama daerah sekitar Tubagus Ismail dan Jalan Raya Dago akan bisa menikmati suguhan-suguhan ala Jawa dari Java Blend Cafe. Makanan spesial yang dijual oleh cafe cafe yang bernama Java Blend ini adalah Es Podeng, Es Dingin-dingin Empuk, Java Blend Sandwich, Sate Ponorogo, dan Angsle. Selain dapat menikmati suguhan hidangan, masyarakat juga akan bisa menikmati suasana dan kenyamanan tempat yang disuguhkan Java Blend. Dengan diiringi musik dari komputer dan juga sofa yang empuk dan nyaman, masyarakat dijamin akan nyaman dan merasa puas untuk selalu datang ke Java Blend Cafe. Dengan modal investasi awal Rp 143,282,400.00, Java Blend memiliki Market Size sebesar Rp 1,915,100 yang berasal dari Menu Siang sebesar Rp 783,200 dan Menu Malam sebesar Rp 1,131,900. Java Blend Cafe menawarkan IRR sebesar 37.59%, payback period delapan bukan dan NPV sebesar Rp 153,989,083 pada tahun ke 2.
PREDIKSI UTILISASI PERANGKAT OPTICAL LINE TERMINAL MENGGUNAKAN ALGORITMA LONG SHORT-TERM MEMORY UNTUK MENDUKUNG KEPUTUSAN PENINGKATAN PERANGKAT
Pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan pengguna seiring berjalannya waktu. Peningkatan pengguna cukup signifikan pernah terjadi pada saat pandemi COVID-19 dan terus mengalami peningkatan setelahnya. Peningkatan pengguna ini pun berpengaruh terhadap ketersedian kapasitas jaringan yang ditawarkan oleh perusahaan telekomunikasi. Sehingga perusahaan dituntut untuk selalu bersedia memberikan investasi terhadap perangkat telekomunikasi agar tetap memenuhi kebutuhan pengguna. Namun ada kalanya perusahaan masih menerapkan proses perhitungan modal/capital expenditure yang kurang efektif dengan metode perhitungan manual pada data yang sangat banyak. Pada tugas akhir ini, dilakukan perencanaan sebuah aplikasi berbasis web yang membantu proses perhitungan modal perangkat optical line terminal (OLT) pada jaringan telekomunikasi. Produk ini memiliki fitur prediksi utilisasi perangkat OLT menggunakan program bantu machine learning neural network serta proses otomasi pengolahan data dan perhitungan modal yang bertujuan untuk mempermudah proses perhitungan modal dan memberikan gambaran tren utilisasi perangkat OLT. Penggunaan machine learning dilakukan pada masing-masing port perangkat OLT untuk memahami tingkah laku tren utilisasi port tersebut, sehingga mampu memberikan prediksi tren utilisasi untuk satu tahun ke depan. Model machine learning yang digunakan pada tugas akhir ini adalah Long Short-Term Memory (LSTM). Model LSTM digunakan karena performanya yang baik untuk pengolahan data yang memiliki fokus terhadap waktu, sehingga nantinya hasil kedua model ini akan dibandingkan untuk memberikan gambaran umum kepada pengguna. Proyek ini memiliki beberapa tahap seperti pra-proses data, pelatihan model, prediksi tren utilisasi masing-masing port perangkat OLT, serta menampilkan seluruh hasil pada aplikasi web. Pada tahap pra-proses data, data mentah terlebih dahulu dibersihkan karena adanya kemungkinan duplikasi data, data tak wajar, dan masalah lainnya sehingga sebagian data diganti nilai-nya dengan menyesuaikan aturan yang diberikan, sebagian data dihapus, dan ada juga penambahan data untuk menyesuaikan kebutuhan data, setelahnya data dinormalisasi agar sesuai dengan kebutuhan masukan model LSTM. Pada tahap pelatihan model serta prediksi tren, data yang sudah diolah dijadikan sebagai masukan dan keluaran masing-masing model, sehingga model dapat memahami pola tren utilisasi dan mampu memberikan prediksi yang baik. Pengukuran performa model akan dievaluasi dari nilai metrik R2 (Determinasi Koefisien) serta grafik perbanding antara training loss dan validation loss. Setelahnya, keseluruhan hasil dan informasi dari proses sebelumnya akan ditampilkan pada aplikasi web agar pengguna dapat memahami setiap proses yang telah dilakukan beserta dapat melihat hasil akhir perhitungan modal. Harapannya keseluruhan tahap ini dapat diproses secara otomasi oleh aplikasi sehingga pengguna tidak perlu lagi mengatur keseluruhan proses masing-masing secara manual. Hasil dari proyek ini menunjukkan bahwa keseluruhan proses dapat membantu proses perhitungan modal, dimana keseluruhan proses dilakukan secara otomasi yang dapat dipantau pengguna hanya pada satu aplikasi web. Prediksi tren utilisasi yang diberikan oleh LSTM pun dapat membantu perusahaan dalam memahami port dan perangkat OLT mana yang perlu penambahan perangkat. Walaupun demikian, model LSTM masih memberikan pola prediksi yang cukup kurang merepresentasikan pola tren utilisasi aktual pada sebagian port OLT, hal ini dikarenakan kurangnya data aktual sehingga kedua model masih belum berhasil menangkap pola tren utilisasi perangkat tersebut. Sebagai kesimpulan, proyek ini menunjukkan potensi dari aplikasi web ini dalam mempermudah perhitungan modal oleh perusahaan dengan proses otomasinya dan kemampuan model LSTM dalam memprediksi tren utilisasi perangkat OLT. Walaupun hasil prediksi masih belum merepresentasikan tren utilisasi aktual dari sebagian perangkat OLT pada saat pembuatan proyek ini, harapannya dengan adanya proses otomasi, model tersebut akan terus belajar dan memberikan hasil yang lebih baik lagi.
COST ANALYSIS IN PT. HI (A CAR ASSEMBLING COMPANY)
Makanan adalah salah satu kebutuhan primer manusia yang paling venting karena tanpa makan, manusia tidak akan bisa hidup. Kebutuhan akan akan atau Pangan adalah salah satu dari tiga kebutuhan primer disamping Sandang dan Papan. Dalam kebutuhan Pangan, terdapat berbagai variasi untuk memenuhi keinginan atas selera makanan dari kebutuhan pokok manusia ter but, diantaranya adalah makanan khas Jawa. Berdasarkan hasil interview dan observasi, penulis memilih makanan Jawa karena di Bandung belum ada cafe yang menjual makanan Jawa dan memiliki tempat nyaman yang berkonsep modern Jawa. Berdasarkan interview terhadap 20 mahasiswa UNPAD Ekstensi Fikom, 18 orang menyukai menu yang telah ditawarkan Java Blend dan dari 20 orang mahasiswa ITB yang diinterview, 17 orang menyukai menu yang ditawarkan Java Blend. Estimasi terhadap jumlah mahasiswa yang tinggal di Tubagus Ismail adalah 700 orang, berarti 90%nya adalah 630 orang yang akan suka dan memberi tanggapan positif terhadap Java Blend Cafe. Manusia selain mencari makanan yang enak, mereka juga mencari tempat yang nyaman dalam menikmati hidangan yang mereka makan. Di era sekarang ini, manusia gemar untuk mengunjungi cafe-cafe yang selain bisa untuk makan enak, juga bisa digunakan untuk tempat bersantai dan saling mengobrol dengan kerabat mereka atau biasa disebut "nongkrong", dan banyak cafe-cafe yang bersaing untuk menarik kepercayaan dan mencari pembeli sebanyak-banyaknya. Untuk memenuhi keinginan tersebut, Java Blend akan hadir di Jalan Raya Tubagus Ismail Raya No 2G sebagai cafe yang menyuguhkan berbagai makanan khas Jawa dan memiliki tempat yang nyaman dan dan berkonsep Jawa Modern. Mayarakat yang tinggal di Bandung, terutama daerah sekitar Tubagus Ismail dan Jalan Raya Dago akan bisa menikmati suguhan-suguhan ala Jawa dari Java Blend Cafe. Makanan spesial yang dijual oleh cafe cafe yang bernama Java Blend ini adalah Es Podeng, Es Dingin-dingin Empuk, Java Blend Sandwich, Sate Ponorogo, dan Angsle. Selain dapat menikmati suguhan hidangan, masyarakat juga akan bisa menikmati suasana dan kenyamanan tempat yang disuguhkan Java Blend. Dengan diiringi musik dari komputer dan juga sofa yang empuk dan nyaman, masyarakat dijamin akan nyaman dan merasa puas untuk selalu datang ke Java Blend Cafe. Dengan modal investasi awal Rp 143,282,400.00, Java Blend memiliki Market Size sebesar Rp 1,915,100 yang berasal dari Menu Siang sebesar Rp 783,200 dan Menu Malam sebesar Rp 1,131,900. Java Blend Cafe menawarkan IRR sebesar 37.59%, payback period delapan bukan dan NPV sebesar Rp 153,989,083 pada tahun ke 2.
ANALISIS DAMPAK PAJANAN PM2.5 TERHADAP KESEHATAN PEKERJA PANDAI BESI DI DESA MEKARMAJU, KECAMATAN PASIRJAMBU, KABUPATEN BANDUNG
Industri pandai besi merupakan sektor informal yang berpotensi menghasilkan pencemaran udara berupa partikulat halus PM2.5 dari proses pembakaran dan penempaan logam. Paparan PM2.5 secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan penurunan fungsi paru pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi PM2.5 di lingkungan kerja, menghitung nilai intake dan risiko kesehatan pekerja, serta menganalisis pengaruh intake PM2.5 terhadap fungsi paru pekerja pandai besi di Desa Mekarmaju, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Pengukuran konsentrasi PM2.5 dilakukan menggunakan alat PurpleAir PA-II pada beberapa titik lokasi kerja. Subjek penelitian terdiri atas 20 pekerja pandai besi dan 10 responden kontrol. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji ANCOVA dengan pengendalian variabel usia, berat badan, lama kerja, dan status merokok. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsentrasi PM2.5 sebesar 101,82 µg/m³, melebihi baku mutu PM2.5 berdasarkan Permenkes RI No. 2 Tahun 2023 sebesar 25 µg/m³. Sebagian besar pekerja memiliki nilai Hazard Quotient (HQ) > 1 yang menunjukkan adanya potensi risiko non-karsinogenik. Hasil uji ANCOVA menunjukkan bahwa intake PM2.5 berpengaruh signifikan terhadap rasio FEV1/FVC setelah dikontrol oleh variabel kovariat (p<0,05). Selain itu, berat badan juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap rasio FEV1/FVC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan intake PM2.5 berpotensi menurunkan fungsi paru pekerja pandai besi. Upaya pengendalian diperlukan melalui peningkatan ventilasi, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan pemantauan kualitas udara secara berkala.