š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenMEASURING THE EFFECTIVENESS OF MARKETING COMMUNICATION USINGAISAS ARCAS MODEL (CASE STUDY: BAGOES BAG BY PT.GREENERATION INDONESIA)
Komunikasi pemasaran merupakan salah satu komponen penting dari pemasaran sebagai alat untuk membuat titik kontak dengan konsumen. Fungsi komunikasi pemasaran adalah untuk menjembatani konsumen atau target pasar dengan produk dan juga perusahaan. Komunikasi pemasaran yang efektif dapat meningkatkan pemahaman konsumen tentang produk dan merangsang pembelian. Obyek dalam penelitian ini adalah BaGoes, eco-bag yang dibuat oleh PT. Greeneration Indonesia dan telah berjalan selama 2 tahun. Dalam perjalanannya, produk menghadapi stagnasi dalam permintaan ritel dan citra produk sehubungan dengan penjualan saat ini. Perbaikan beberapa dan inovasi telah dilakukan tetapi pemahaman tentang kinerja perusahaan komunikasi pemasaran mereka tidak menemukan belum. Model AISAS ARCAS digunakan sebagai kerangka penelitian untuk mengukur efektivitas komunikasi pemasaran untuk BaGoes dalam rangka meningkatkan penjualan mereka dan membangun kembali citra produk. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa langkah, mulai dari penelitian eksploratif, identifikasi masalah, landasan teoritis, pengumpulan data, analisis data dan menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi untuk produk perusahaan. Beberapa teknik yang peneliti menggunakan penyebaran angket, wawancara dengan target pasar BaGoes dan pengamatan di toko konsinyasi dan acara yang dihadiri BaGoes. Analisis data untuk penelitian kuantitatif terdiri dari analisis data deskriptif dan analisis statistik seperti analisis faktor dan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil pada analisis faktor dan penelitian kualitatif, Perhatian dan bunga adalah faktor yang paling berpengaruh untuk Action. Faktor-faktor yang kernudian dianalisis dalam analisis regresi. Hasil akhir menunjukkan bahwa faktor Attention menjelaskan 24,97%, faktor Interest 11,99% menjelaskan dari penelitian ini dan faktor Action menjelaskan varians sebesar 50.10%. Analisa ini memperkuat oleh hasil analisis kualitatif yang menggambarkan bahwa Attention, Interest dan Sustain adalah dasar penting untuk membuat keputusan pembelian. Dalam rekomendasi, BaGoes disarankan untuk meningkatkan variabel Attention dan variabel Interest dari promosi mereka dan Sustain untuk aspek produk. Untuk variabel Sustain, BaGoes sebaiknya menyediakan metode alternatif di samping menjual penjualan online dan strategi pemasaran konvensional. Saran lain juga disampaikan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi pemasaran seperti meningkatkan variabel Attention dan Interest di dunia digital seperti memperkuat keberadaan iklan cetak dan menggunakan brand ambassador. Pada akhir rekomendasi, variabel Action harus ditingkatkan dengan memberikan reward bagi pembeli dan menciptakan tindak lanjut program di web mereka untuk mempertahankan interaksi dengan konsumen. Kata Kunci: Pemasaran, Komunikasi Pemasaran, Model AISAS ARCAS, Iklan, Promosi
OPTIMASI LEAST-SQUARES COLLOCATION MULTI-BLOCK MENGGUNAKAN TILING ADAPTIF DAN DEKOMPOSISI MATRIKS UNTUK PEMODELAN GEOID REGIONAL SKALA BESAR
Least-Squares Collocation (LSC) merupakan metode optimal dalam pemodelan geoid. Pada dataset berskala besar, LSC memiliki kompleksitas komputasi tinggi sehingga perlu dioptimasi menggunakan pendekatan multi-blok. Tujuan penelitian ini adalah membangun pendekatan LSC berbasis pembagian domain (tiling) dengan penerapan overlap, weighting, serta evaluasi metode penyelesaian sistem linier. Data sintetis anomali gayaberat dan anomali tinggi dari model EGM2008 sebanyak 10.585 titik di wilayah Pulau Jawa digunakan untuk mengestimasi nilai anomali tinggi residual menggunakan LSC pada skema konvensional dan berbasis tiling, dengan metode penyelesaian Cholesky, Lower Upper (LU), dan Preconditioned Conjugate Gradient (PCG). Evaluasi difokuskan pada akurasi, efisiensi komputasi, dan kestabilan numerik untuk membandingkan kinerja Cholesky, LU, dan PCG dalam menentukan pendekatan yang paling efektif. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan tiling mampu mempertahankan akurasi dengan RMS residual sekitar 0,0048ā0,0052 m, sebanding dengan LSC global sebesar 0,0045 m. Dari sisi efisiensi, waktu komputasi berkurang signifikan dari 105,68 detik (konvensional) menjadi hingga 0,99 detik per tile. Edge effect teridentifikasi sebagai sumber utama error pada batas domain, namun berhasil direduksi melalui kombinasi overlap, cosine taper weighting, dan cropping, dengan penurunan simpangan baku dari 0,0177 m menjadi sekitar 0,0045 m. Metode Cholesky menunjukkan performa komputasi terbaik, sementara seluruh metode menghasilkan solusi yang konsisten secara numerik. Pendekatan LSC berbasis multi-blok terbukti efisien dan scalable untuk pemodelan regional skala besar. Estimasi anomali tinggi residual yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar dalam pemodelan geoid melalui proses quasi-geoid to geoid separation.
INVESTIGASI PENGGUNAAN DENSITAS LATERAL PADA PEMODELAN GEOID
Perkembangan teknologi telah mendorong bidang geodesi menuju pengukuran dan pemodelan berpresisi tinggi. GNSS (Global Navigation Satellite System) menjadi teknologi utama dalam penentuan posisi di Indonesia karena menawarkan kemudahan penggunaan, efisiensi, serta akurasi orde milimeter hingga sentimeter, sehingga sangat mendukung berbagai aplikasi survei modern. Namun, meskipun GNSS sangat efektif untuk penentuan posisi horizontal, penggunaannya dalam penentuan tinggi masih menghadapi kendala karena GNSS hanya menghasilkan tinggi elipsoidal yang merujuk pada ellipsoid referensi, bukan pada permukaan fisik Bumi. Untuk aplikasi praktis seperti pemetaan, konstruksi, dan survei hidrografi, diperlukan tinggi ortometrik yang mengacu pada geoid sebagai permukaan referensi vertikal. Penelitian ini mengkaji pengaruh penerapan variasi densitas lateral dalam pemodelan geoid untuk Pulau Jawa, Indonesia, dengan tujuan meningkatkan akurasi penentuan geoid regional. Pemodelan geoid pada umumnya mengasumsikan densitas konstan sebesar 2.670 kg/m3. Namun demikian, keragaman topografi serta kompleksitas geologi Pulau Jawa mengindikasikan bahwa variasi densitas dapat memengaruhi akurasi model geoid yang dihasilkan. Anomali gayaberat dalam penelitian ini diperoleh dari kombinasi data gayaberat terestris, gayaberat airborne, serta kontribusi komponen gelombang pendek (short wavelength) yang dihitung menggunakan data topografi SRTM 3? untuk wilayah daratan dan SRTM 15?+ untuk wilayah laut. Adapun komponen gelombang panjang (long wavelength) diperoleh dari model geopotensial global EGM2008. Pemodelan geoid dilakukan menggunakan metode Remove Compute Restore (RCR) dengan pendekatan Stokes Helmert 2nd condensation, serta komputasi integral Stokes menggunakan metode 1-Dimensional Fast Fourier Transform (1D FFT). Dua model geoid yang dikembangkan, masing-masing menggunakan densitas konstan 2.670 kg/m3 dan varias densitas lateral dari model UNB_TopoDens. Hasil validasi terhadap data GNSS/leveling menunjukkan bahwa variasi densitas lateral memberikan pengaruh minimal pada wilayah dengan topografi datar, tetapi menghasilkan perbedaan yang lebih signifikan pada daerah dengan perubahan elevasi yang besar. Secara khusus, model dengan variasi densitas menunjukkan perbedaan geoid lokal hingga 30 cm pada wilayah dengan topografi kompleks, yang menegaskan pentingnya pemilihan model densitas untuk penentuan geoid. Meskipun demikian, validasi lanjutan melalui model geoid geometrik tetap diperlukan untuk mengonfirmasi peningkatan akurasi secara menyeluruh di sepanjang wilayah penelitian.
PEMANFAATAN DATA GEOSPASIAL MULTI-SENSOR MULTI-RESOLUSI UNTUK INSPEKSI KERUSAKAN STUKTUR CAGAR BUDAYA DI INDONESIA
Cagar budaya (CB) merupakan warisan kebendaan bersejarah yang perlu dilestarikan karena fisiknya rentan rusak akibat berbagai faktor ancaman alam, terutama seismisitas. Kerusakan fisik berupa deformasi signifikan bagi keamanan struktur CB. Di Indonesia, pemantauan deformasi (aspek geometrik) yang terkait perubahan posisi, dimensi, dan orientasi CB telah dilakukan secara geospasial memakai berbagai sensor perekaman dan pengindraan. Namun, umumnya masih menganggap struktur CB hanya diwakili oleh beberapa titik pantau, sehingga tidak seluruh struktur CB terwakili. Sementara itu, CB itu morfologinya kompleks terus berpotensi rusak, maka perlu model struktur lengkap dan detail yang bisa dipakai berulang untuk mitigasi deformasinya secara kontinu. Finite Element Method (FEM) yang umum dipakai menyimulasikan respons deformasi kontinu suatu objek akibat gangguan eksternal diajukan menjadi basis solusi masalah ini. Adapun morfologi CB kompleks yang tidak bisa hanya ditangani satu sensor pengindraan, didekati dengan perekaman secara multi-sensor dan multi-resolusi agar lengkap dan detail. Penelitian ini membangun suatu model FEM re-usable yang geometri masukannya berasal dari perekaman CB secara multi-sensor multi-resolusi (MSMR) untuk menyimulasikan deformasi kontinu CB akibat ancaman seismisitas. Penelitian ini memakai gugusan candi Prambanan yang kompleks sebagai studi kasus. Pada tahap awal, Suatu skema perekaman MS-MR, yang direfleksikan dari atribut desain arsitekturnya, diterapkan untuk memperoleh morfologi candi yang lengkap dan detail. Proses tersebut melibatkan penyiaman dengan sensor fotogrametri dan LiDAR multi-moda multi-platform dipakai. Lalu, hasil berupa point-clouds dikonversikan langsung, tanpa representasi permukaan perantara, menjadi model FE yang siap pakai dengan algoritma Cloud2FEM termodifikasi. Kemudian, suatu simulasi FEM secara statik dan dinamik dilakukan untuk mengetahui efek ancaman seismisitas sesaat dan seimsisitas runut waktu terhadap candi. Seismisitas runut waktu (time-history) yang disimulasikan adalah gempa Yogyakarta 2006 yang sangat destruktif terhadap candi. Akibat ketiadaan rekaman seismik di dekat episentrum, maka diterapkan empat skenario input berdasarkan gempa termirip, sintetik #1, artifisial, dan sintetik #2. Hasil respons deformasi iii dinyatakan dengan nilai displacement, strain, dan stress pada seluruh struktur. Keseluruhan proses dari penyiaman hingga ke simulasi FEM ini disebut scan-to-FEM. Terakhir, dilakukan identifikasi titik rentan rusak, analisis dan validasi hasil. Hasil menunjukkan bahwa perekaman MS-MR menghasilkan geometrik candi yang lengkap, akurat, dan presisi. Skema MS-MR refleksi atribut desain candi memberikan pendekatan perekaman data yang terstruktur, sehingga penggabungan data point-clouds menjadi lebih rasional dan terstruktur pula urutannya. Sementara itu, hasil konversi point-clouds ke model FE (volumetric mesh) sukses dilakukan. Efektivitas konversinya berhubungan dengan kelengkapan, jumlah, dan distribusi dari point-clouds di tiap subset potongan horizontal planimetrik yang dibentuk. Cloud2FEM ini tidak sepenuhnya otomatis, karena intervensi operator tetap dibutuhkan. Kemudian, hasil simulasi seismisitas statik sesaat dari FEM menunjukkan bahwa respons deformasi dari candi menunjukkan respons yang sesuai dengan perilaku deformasi hipotetiknya. Titik dengan potensi kerusakan yang tinggi letaknya sesuai dengan sampel kerusakan aktualnya, yaitu di bagian puncak candi dan pertemuan batu Ratna atap dengan atapnya. Factor-of-safety (FoS) dari respons stress candi menunjukkan nilai > 1, atau level aman. Selain itu, hasil simulasi seismisitas dinamis dari FEM, diketahui bahwa tiga titik rawan rusak konsisten terdeteksi rusak pada pertemuan batu Ratna dengan bagian atap candi, dan di door jamb sisi kanan candi. Tiga dari empat skenario input seismisitas menunjukkan bahwa dua titik rawan (node 1298620 dan 1230199) terindikasi fraktur. Dua skenario terkonfirmasi sejalan dengan penelitian sebelumnya yang memakai input seismisitas sama. Letak titik-titik rawan secara umum sejalan dengan laporan kerusakan aktual akibat gempa Yogyakarta 2006. Dengan demikian, model FE yang dibangun dapat disimpulkan mampu memberikan respons deformasi yang seharusnya. Hal ini akan bermanfaat dalam memberikan masukan dalam intervensi pelestarian cagar budaya, khususnya pada Candi Prambanan.
DESAIN, PEMBUATAN, DAN PENGUJIAN ALAT UJI THREE-BODY WEAR UNTUK APLIKASI PADA POLIPROPILEN ISOTAKTIK DI TEMPERATUR 80OC
Polimer adalah salah satu jenis material yang banyak digunakan dalam beberapa dekade ke belakang. Salah satu polimer yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi merupakan polipropilen. Selain aplikasinya sebagai bahan packaging, poliproilen memiliki aplikasi lain yaitu dalam bidang tribologi karena sifatnya yang ulet, tahan panas, serta harga produksi yang murah. Untuk mengevaluasi ketahanan aus polimer dalam kondisi three-body wear, diperlukan alat dan prosedur pengujian yang mampu menguji pengaruh berbagai faktor terhadap performa material polimer. Mengacu pada standar ASTM B611-21, Alat pengujian Three-body wear dirancang dan dirakit dengan adaptasi tertentu untuk mengakomodasi pengujian pada material polimer. Pengujian awal dilakukan untuk menentukan parameter dan variabel yang dapat menghasilkan wear track yang memiliki ukuran memuaskan agar mudah diobservasi. Pengujian aus dilakukan dengan parameter kecepatan rotasi 2000±200 rpm tanpa pembebanan tambahan, dan variabel dalam temperatur dan jenis slurry yang digunakan. Hasil pengujian dievaluasi secara visual, menggunakan mikroskop, berdasarkan kehilangan volume selama pengujian, dan melalui karakterisasi FTIR untuk mendeteksi terjadinya degradasi selama pengujian. Observasi wear track menunjukkan berbagai pola keausan berdasarkan slurry yang digunakan, dan wear track yang dihasilkan menunjukkan bahwa sampel mengalami kehilangan massa meningkat hingga 234% seiring peningkatan temperatur, dengan penambahan abrasif tanah meningkatkan kehilangan massa sebesar 365% pada temperatur ruang. Karakterisasi menggunakan FTIR tidak menunjukkan adanya degradasi selama pengujian, namun durasi pengujian yang pendek mungkin tidak cukup untuk mengevaluasi terjadinya degradasi dalam jangka panjang.
PROPOSED WASTE MANAGEMENT CONCEPT FOR EQUAFOLE'S CORPORATESOCIAL RESPONSIBILITY PROGRAM IN PANGALENGAN
Saat ini kegiatan CSR telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap program yang berkaitan dengan masyarakat dan lingkungan tentu akan membuat pengaruh pada konsep pengelolaan sampah yang akan dilakukan. Untuk mengkonsepkan program CSR di Equafole. Penulis menggunakan metode primer dan data sekunder untuk mengumpulkan data. Equafole adalah perusahaan yang dikelola oleh mahasiswa SBM-ITB tingkat II sebagai sarana belajar bagaimana melakukan bisnis. Teori Manajemen Limbah adalah pengetahuan tentang sampah dan pengelolaan limbah, dan didasarkan pada harapan bahwa pengelolaan sampah dapat mencegah sampah untuk menyebabkan kerusakan pada kesehatan manusia dan lingkungan serta mempromosikan optimalisasi penggunaan sumber daya. Corporate Social Responsibility (CSR) umumnya mengacu pada operasional bisnis yang mempertimbangkan nilai-nilai etika, kepatuhan persyaratan hukum, kepedulian bagi orang-orang, masyarakat, dan lingkungan Dari banyak metode yang dapat digunakan untuk mengatur pembuangan limbah untuk meminimalkan dampak, Hirarki Sampah dapat digunakan sebagai referensi untuk tugas akhir ini. Dalam tugas akhir ini, penulis ingin memberikan tiga rekomendasi untuk konsep Equafole. Rekomendasi tersebut langkah perencanaan harus dilakukan secara menyeluruh sehingga dapat mengurangi hambatan dalam proses pelaksanaan, sangat penting dan vital untuk mendapatkan dukungan dari warga lokal, dan dalam pelaksanaan rencana, baik strategis atau masyarakat berbasis, selalu menggunakan Plan-Do-check-Act langkah. Program yang direkomendasikan dihasilkan melalui pertimbangan kebiasaan dan persepsi Kata kunci: Equafole, Pengabdian Masyarakat, tanggung jawab sosial mahasiswa, aktivitas ramah lingkungan
ANALISIS ZONA SESAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP SIFAT SEKATAN DAN STABILITAS SESAR DI LAPANGAN
Kompleksitas struktur geologi di Cekungan Sumatra Selatan merupakan hasil dari evolusi tektonik multi-fase yang melibatkan fase syn-extensional, subsidence post-extensional, hingga kompresi dan inversi pada Neogen. Salah satu struktur utama yang berkembang pada cekungan ini adalah Sesar Lematang yang berperan penting dalam mengontrol migrasi hidrokarbon serta distribusi akumulasi fluida pada reservoir. Lapangan āSā yang terletak pada zona sesar ini menunjukkan indikasi perangkap hidrokarbon pada zona sub-thrust, sehingga diperlukan kajian komprehensif mengenai karakteristik sesar, analisis deformasi, serta kemampuan sekatan sesar untuk menilai potensi akumulasi hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik Sesar Lematang serta implikasinya terhadap sifat sekatan sesar dan stabilitas sesar pada area sumur AP-1. Metode penelitian meliputi interpretasi struktur menggunakan data seismik dan sumur, rekonstruksi palinspastik untuk memahami deformasi, analisis sifat sekatan sesar menggunakan parameter Shale Gouge Ratio (SGR) dan distribusi volume serpih (Vshale), serta evaluasi stabilitas sesar berdasarkan pendekatan geomekanika. Analisis dilakukan pada interval-interval formasi untuk mengevaluasi kapasitas penyekatan sesar terhadap migrasi fluida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sesar Lematang dikontrol oleh struktur yang berkembang sejak fase syn-extensional hingga fase transpersi. Litologi yang didominasi serpih dengan nilai volume serpih rata-rata sekitar 0,49ā0,53 menghasilkan nilai SGR berkisar 25ā88% dengan rata-rata sekitar 47ā55%, yang mengindikasikan kapasitas sekatan sesar yang relatif baik. Analisis stabilitas sesar menunjukkan bahwa zona sesar masih berada dalam kondisi relatif stabil sehingga potensi kebocoran fluida relatif rendah. Dengan demikian, Sesar Lematang pada daerah penelitian berperan sebagai sekatan struktural yang efektif dalam mengontrol akumulasi hidrokarbon.
THE MEDIA STRATEGY OF TV ADVERTISING IN INDONESIA (FEBRUARY2010)
Penelitian ini dilakukan dalam rangka untuk menentukan proses dalam merangkai sebuah strategi media untuk iklan TV di Indonesia berdasarkan data dari behavior para pengiklan TV pada Febuari 2010. Di dalam studi ini pula, akan dianalisis faktor-faktor apa saja yang akan menjadi konsiderasi bagi para agensi periklanan atau perusahaan-perusahaan yang ingin menayangkan iklan TVnya. Ditentukan fakta bahwa sekarang sedang ada trend yang menunjukkan meningkatnya jumlah iklan TV sekaligus channel TV yang ada di dalam komersialisasi industri, otomatis akan membawa kita kepada area yang sangat tinggi tingkat kompetisinya bagi para perusahaan untuk mempromosikan dan memasarkan merek-merek mereka. Dengan kata lain, kondisi seperti ini akan memberi pengaruh terhadap pola strategi media-yang akan mereka lakukan untuk mencapai brand awareness diantara customernya. Bagaimanapun juga, situasi ini akan memberikan beberapa tantangan baru bagi para TV advertisers dalam menentukan strategi medianya dimana situasi ini mungkin bisa menjadi peluang bagi para perusahaan media dalam menentukan kebijakan harga iklan yang mereka tawarkan. Terdapat beberapa variable di dalam studi ini dalam mengukur behavior para pelaku agensi periklanan, diantaranya adalah kategori produk, hari, jam, program rating, tarif iklan, TV channel dan Top Brand Awareness Index. Kategori produk ini sendiri dibagi menjadi enam kategori, produkosmetik, produk obat-obatan, produk minuman, produk alat-alat rumah tangga, produk makanan dan peralatan kantor. Sementara itu, TV channel yang termasuk di dalam studi ini mencakup 10 saluran TV yaitu Global TV, ANTV, Indosiar, Metro TV, RCTI, SCTV, TPI, Trans TV, Trans7 dan TVOne. Data-data tersebut didapatkan melalui Arianna software dari A.C. Nielsen dan untuk Top Brand Awareness Index itu diperoleh dari Majalah Marketing edisi Febuari 2010, Studi ini dilakukan untuk memberikan gambaran strategis kepada agensi periklanan dan perusahaan berdasarkan faktor-faktor yang akan mempengaruhi perilaku mereka dalam memilih strategi media. Selain itu, karena jumlah yang cukup banyak yang dikeluarkan oleh para perusahaan untuk mempromosikan mereknya melalui TV advertising, penelitian ini juga akan mencakup informasi tentang hubungan korelasi antara jumlah biaya iklan antar kategori produk dengan prestasi brand awareness mereka. Di dalam studi ini, akan ditemukan bahwa hampir setiap kategori produk memiliki perbedaan perilaku dalam menentukan waktu, baik jam maupun hari untuk strategi media mereka. Untuk program rating hampir semua perusahaan memilih untuk menaruh iklan di program yang be-rating rendah dengan advertising cost yang murah juga. Sementara, untuk analisa brand awareness, disana menunjukan hubungan korelasi yang lemah disebabkan karena beberapa brand memiliki brand awareness yang kuat sejak dahulu, Kata Kunci: TV Advertising, Television Media, Media Selection, Indonesia National TV Channel
Konsultasi manajemen merupakan salah satu industri paling berpengaruh di pasar timbul Indonesia. Sebagai satu-satunya anggota G-20 di ASEAN, negara ini memiliki rata-rata pertumbuhan GDP 6% selama 3 tahun dan diproyeksikan berlanjut hingga 2015. Menurut World Economic Forum, dengan ranking kompetitif di posisi 44, Indonesia tumbuh berbasis efisiensi, jauh dari basis inovasi dengan kemajuan bisnis. Untuk menjawab kedua tantangan ini, sektor jasa, termasuk industri konsultasi, berperan 37% pada pertumbuhan nasional, memerankan fungsi yang semakin penting. Industri tersebut menarik di makroekonomi Indonesia, tidak hanya bagi institusi usaha dan organisasi sebagai pengguna, namun juga firma konsultasi lama dan pengusaha konsultasi baru sebagai penyuplai. Meskipun mendesaknya hal ini, industri konsultan manajemen di Indonesia sedikit memiliki analisis industri maupun riset mengenai isu strategis yang sangat terbatas, terutama untuk menginovasikan bisnis konsultasi baru dan strategi masuk pasarnya. Maka, penulis mengambil peluang untuk melakukan riset pembelajaran awal untuk memberi nilai tambah pada ilmu pengetahuan dan meningkatkan kepercayaan diri publik untuk membuka usaha konsultan bisnis. Secara spesifik, karya ilmiah ini berkontribusi memetakan model bisnis untuk memulai usaha konsultan manajemen di Indonesia. Riset studi eksplorasi ini menggunakan pendekatan: wawancara secara mendalam, diskusi terbuka, dan diskusi grup terfokus pada konsultan, klien, mahasiswa dan akademisi untuk Realism. Studi literatur dan kerangka kerja dilakukan untuk data Empiricism. Lalu, penulis menambahkan pengalamannya memulai usaha konsultan manajemen untuk Constructivism. Lalu, penulis melakukan Triangulasi antara tiga perspektif ini untuk menarik kesimpulan. Produknya adalah analisis Masa Hidup Industri, Porter's 5 Forces, Evaluasi Peluang 3M, dan Model Bisnis. Hasil riset 4 bulan (akhir Februari hingga pertengahan Juni, 2012) ini menyimpulkan pertumbuhan di masa hidup industry konsultan Indonesia, sebagai contoh meningkatnya hasil jasa dan ekonomi makro yang meyakinkan. Industri ini dipengaruhi kuat oleh pengguna dan penyuplai, dengan menengah hingga rendah untuk pendatang baru, kompetisi dan substitusi. Meski begitu, peluangnya cukup meyakinkan, seperti tingginya ukuran dan permintaan pasar dengan marjin yang sangat memungkinkan. Rekomendasinya adalah untuk mengikuti model bisnis yang diajukan meski hanya member pengetahuan secara general. Sebagai contoh, jasa hybrid (eksekusi dan pengembangan strategi sebagai satu paket jasa) dapat diimplementasikan secara bersamaan. Dikombinasikan dengan poin-poin lain, maka peluang keberhasilan dan keberlangsungan usaha konsultasi akan lebih mungkin tercapai. Semuanya bergantung tidak hanya pada ilmu manajemen (keuangan, pemasaran, operasional maupun manajemen sumber daya manusia), namun juga keterampilan seperti pengambilan resiko, komunikasi, keterampilan organisasi dan sebagainya. Semua hal ini harus termasuk dalam etika penambahan dan pengapresiasian nilai. Kata Kunci: konsultasi manajemen, analisis industri, model bisnis, pengusaha, Indonesia
PENGEMBANGAN MODEL ANALISIS CEPAT TENSOR MOMEN GEMPABUMI BERPOTENSI TSUNAMI DARI DATA HIGH-RATE GNSS CORS
Indonesia, terletak pada pertemuan lempeng tektonik Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik dalam Cincin Api Pasifik, menunjukkan aktivitas seismik tinggi, menyumbang lebih dari 80% gempabumi signifikan global. Tsunami seperti Aceh 2004 (Mw 9.1), Nias 2005 (Mw 8.6), dan Palu 2018 (Mw 7.5) menegaskan kebutuhan sistem peringatan dini tsunami yang cepat dan akurat. Metode seismik konvensional, seperti GCMT, memerlukan lebih dari 20 menit untuk inversi tensor momen, melampaui jendela ideal <10 menit. Penelitian ini mengembangkan model analisis cepat tensor momen menggunakan data high-rate GNSS CORS 1 Hz dari jaringan Ina-CORS untuk memperkuat InaTEWS.Fokus pada gempabumi Padang 2009 (Mw 7.6), Simeulue 2012 (Mw 8.6), Nias 2011 (Mw 6.1), Mentawai 2010 (Mw 7.8), dan Palu 2018 (Mw 7.5), penelitian ini memanfaatkan PRIDE PPP-AR untuk posisi presisi, deteksi gelombang P (Wavelet, STA/LTA, AIC), dan inversi tensor momen (AK135, gil7, IASP91, PREM). Hasil penelitian menunjukkan estimasi parameter sumber dalam 80ā215 detik, dengan AK135 mencapai reduksi varians 64,44%ā68%. Validasi terhadap BMKG, USGS, dan GCMT menunjukkan deviasi magnitudo <0,1 dan mekanisme fokus <10%. Sinyal perpindahan GNSS mengindikasikan dominasi vertikal pada subduksi dan horizontal pada strike-slip, meskipun distribusi stasiun tidak merata diatasi dengan pengurangan noise. Temuan mengkonfirmasi efektivitas data GNSS CORS untuk estimasi cepat tensor momen pada jaringan jarang, mendukung InaTEWS sesuai Peraturan Presiden No. 93/2019 dan SDGs. Tantangan distribusi stasiun dan noise merekomendasikan ekspansi jaringan, optimasi machine learning, dan integrasi data oseanografi. Penelitian ini berkontribusi pada seismologi GNSS dan mitigasi bencana.
PEMODELAN RISIKO POLUSI UDARA TERHADAP KESEHATAN SECARA SPASIAL DENGAN PENYESUAIAN KURVA KERENTANAN
Polusi udara dapat membahayakan kesehatan manusia dan menyebabkan sekitar 4,2 juta kematian setiap tahunnya. Untuk meminimalisir dampaknya, sangat penting untuk melakukan pemodelan risiko polusi udara secara spasial. Studi ini bertujuan untuk memodelkan risiko polusi udara secara spasial menggunakan kurva kerentanan. Penelitian ini mempertimbangkan tiga parameter utama: bahaya, kerentanan, dan paparan, sesuai dengan standar Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Bahaya polusi udara dihitung dengan mengintegrasikan data dari stasiun lapangan global dan pengamatan satelit, dengan mempertimbangkan sumber polutan, kondisi meteorologi, dan faktor lingkungan. Parameter kerentanan dianalisis menggunakan kurva kerentanan yang memperhitungkan intensitas bahaya dan dampak polusi udara, khususnya tingkat kematian yang disebabkan oleh polusi udara. Parameter paparan melibatkan distribusi populasi manusia di berbagai wilayah. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan karakteristik distribusi risiko polusi udara secara global dengan lebih akurat. Wawasan ini penting untuk mengembangkan sistem mitigasi multi-polutan udara yang efektif. Studi ini menunjukkan bahwa Asia dan Afrika memiliki risiko polusi udara tertinggi, dengan distribusi polusi udara tertinggi berada di Bangladesh, India, Pakistan, Rwanda, dan China, dengan indeks polusi masing-masing 0,554, 0,422, 0,415, 0,322, dan 0,303. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan publik terhadap risiko polusi udara, sehingga berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
KESIAPAN KLASTER INDUSTRI BATIK KAMPUNG BATIK KAUMAN, KOTA PEKALONGAN DALAM BERTRANSISI MENUJU EKONOMI SIRKULAR
Kampung Batik Kauman di Kota Pekalongan merupakan klaster industri batik berbasis warisan budaya yang kini dihadapkan pada tuntutan transisi menuju ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk penerapan praktik ekonomi sirkular berdasarkan prinsip 9R, mengevaluasi kesiapan klaster dalam bertransisi, serta menganalisis faktor pendorong dan penghambat yang mempengaruhinya. Analisis dilakukan menggunakan tiga kerangka terintegrasi, yaitu prinsip 9R, kerangka kinerja klaster Razminien? (2021), serta Institutional Isomorphism dan Contextual Interaction Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku IKM telah menerapkan sejumlah prinsip sirkular secara intuitif dan organik, meskipun tanpa pemahaman konseptual yang memadai. Dari 20 IKM, hanya 9 yang memiliki skor penerapan 9R di atas nol, sementara prinsip Refuse dan Recover belum diterapkan akibat keterbatasan yang ada. Evaluasi kesiapan klaster mengungkap kondisi yang lemah di seluruh dimensi, dengan klaster dikategorikan pada level Reactive dengan indikasi awal menuju Proactive. Faktor penghambat utama terletak pada rendahnya kapasitas kognitif dan belum optimalnya tekanan regulatif maupun normatif, sedangkan motivasi intrinsik pelaku usaha menjadi potensi utama yang dapat dikembangkan. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi intervensi yang lebih kontekstual dan berlapis, dengan rekomendasi prioritas yaitu penguatan kapasitas pengetahuan ekonomi sirkular, optimalisasi peran paguyuban, serta pengembangan regulasi dan pembiayaan kolektif yang lebih inklusif untuk mendukung transisi klaster menuju ekonomi sirkular.
IMPLEMETATION OF PT. SHELL CSR PROGRAM IN INDONESIA
Corporate Social Responsibility adalah komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk berperilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi sambil meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja dan keluarganya serta komunitas lokal dan masyarakat luas. Banyak program CSR yang diselenggarakan oleh perusahaan tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan masyarakat di Indonesia, mereka cenderung untuk membuat program CSR yang hanya memenuhi kebutuhan sekunder hidup masyarakat. Karena Indonesia masih merupakan negara berkembang, kebutuhan dasar adalah titik penting untuk menjadi perhatian oleh perusahaan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup. Beasiswa universitas misalnya, meskipun banyak orang di Indonesia tidak memiliki kesempatan untuk belajar di sekolah SD dan SMP, mereka lebih suka memberikan beasiswa yang tidak 100 persen ke target penduduk miskin. Masalah ini dapat meminimalkan dengan menggerakkan program CSR untuk program yang lebih baik agar dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tepat. Metode yang saya akan digunakan dalam makalah ini menggunakan teknik pengumpulan data kualitatif dan menggunakan metode penelitian deskriptif. Saya akan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer terdiri dari wawancara dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data untuk mendokumentasikan dokumen dalam bentuk data sekunder. Data sekunder meliputi data tertulis seperti bidang studi buku, menulis jurnal, majalah dan situs di internet yang relevan dengan membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian. Solusi untuk program CSR adalah mereka harus mempertimbangkan untuk membuat sebuah program kemitraan untuk sekolah SD dan SMP untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan yang masyarakat bertanya. Selain itu perusahaan juga dapat membut sekolah mereka sendiri, dengan demikian, program CSR juga telah membantu dan mempe/kbat program pemerintah tentang sekolah wajib 12 talum. Masyarakat akan menghargai pendidikan gratis, khususnya orang yang dibutuhkan. KATA KUNCI: CSR, SHELL, SCHOOL, CORPORATION, DEVELOPMENT
STUDY OF HISTORY OF MILK INDUSTRY AND BRAND IN INDONESIA
Telah 66 tahun indonesia merdeka dari penjajahan bangsa Inggris, Belanda dan Jepang. Indonesia yang sudah semakin matang dalam berdemokrasi juga sebaiknya menunjukkan kematangannya dalam melihat sejarah dirinya sendiri yang telah dilaluinya selama 66 tahun. Susu sebagai komoditas yang merupakan salah satu makanan atau minuman yang menunjang kesehatan masyarakat, telah memiliki sejarah yang panjang di dalam Negara ini. Telah lebih dari 100 tahun susu mulai dikembangkan oleh pemerintah Hindia Belanda, yang juga berperan dalam memperkenalkan bangsa kita kepada minuman yang menyehatkan tersebut. Industri modern sekarang tidak bisa lepas dari kegiatan marketing yang dilakukan untuk mendapatkan pasar. Brand atau merek merupakan salah satu alat marketing yang sangat berperan dan berpengaruh dalam kegiatan marketing saat ini. Tak lepas dari itu brand yang sudah dikenal semenjak berabad-abad dulu telah memasuki Indonesia secara perlahan-lahan sejak masuknya persaingan dari dunia luar yang membanjiri pasar di Indonesia. Konsep yang kuat dan baik merupakan sebuah kunci yang selalu digunakan untuk membangun sebuah brand sehingga melekat di benak pembeli. Penelitian ini ditujukan untuk memberikan gambaran dan pelajaran yang dapat digunakan oleh penulis dan seluruh pelaku marketing di dunia bisnis khusunya di bidang industri susu. Dengan mempelajari sejarah, diharapkan kita bisa membuka cakrawala pengetahuan dan ide-ide inovatif baru yang berguna untuk masa kini dan masa depan dunia marketing Indonesia. Bukan hanya terus melihat kedepan dan terjatuh karena kesalahan masa lampau yang terulang, marilah kita mempelajari masa lali agar masa depan kita menjadi lebih baik. Kata Kunci: Sejarah, Industri, Brand, Susu
DEVISING A MARKETING STRATEGY BY MEASURING SHOPPINGMOTIVATION, CHANNEL ANALYSIS, AND EXTERNAL INFLUENCES, ACASE OF KEBAYA FOR YOUNG WOMEN
Kebaya is a traditional blouse-dress combination that becomes the national costume of Indonesian women. Until 1990, Indonesian kebaya was made only by cotton and silk which has monotone and unattractive design for women in that era. Until the huge turn over point happened. In the middle of 1990s, Edward Hutabarat and Ghes Panggabean launched the innovation of kebays with more modern design, and contained the value of immediacy and luxury. It is called Kebaya Modification, Since that time, kebaya became popular again and the trend is upgrading mory and more. One of company that provides kebaya is Jaka Hong. Established in 1983, they sell kebayas through their store in Tanah Abang. The majority of their customer came from middle aged women and adult women. However, a circulation of customer is needed by every company to gain sales growth is the long term. If Jaka Hong could attract more youth customer, they could grab customer's loyalty since their youth age. So in the future, these women will trust Jaka Hong as their kebaya provider. Therefore, the goal of this final project is to collect the understanding of young women market segment for Jaka Hong. The understanding covers: knowing the young women's shopping motivation and their desired total consumption experience, the analysis of effective channel for them, their external influence factors in buying kebaya, and their favorite type of kebaya. Hopefully, the results will lead to the creation of effective marketing strategies in approaching this market segment. This research measures similar 24 statements of shopping motivation with Kim studies (2006). These statements include Arnold and Reynolds's (2003) 18 hedonic shopping degrees and Babin et al's 6 utilitarian shopping degrees. At the end, factor analysis is used to find young women's desired sotal consumption experience. Based on Yous-Kyung Kim and Pauline Sullivan's book, Experiential Retailing (2007), hedonic and utilitarian shopping motivation are not mutually exclusive. So, customer's desired total consumption experience could come from the varied shopping motivation degrees. As the theoretical foundation, Kevin McCornak's theory about Channel Analysis (2007) and Paul Christ's theory about External Influence Factors (2008) are used. The history and information about kebaya this research came from several sources such as interview, internet, and magazine. This research quantitative method. Two types of questionnaire spread to young women aged 20-29 years old in Jakarta and Bandung. The first one contains shopping motivations questions while the second one contaim questions of channel analysis, external influence factors, and favorite type of kebaya The result of this research identifies seven variations of shopping motivation degrees: "Adventure and Gratification Shopping", "Value Shopping", "Role Shopping", "Social Shopping", "Idca Shopping", "Achievement", and "Efficiency". With the mapping scoring method, "Role Shopping and "Achievement" got the highest score. However, there are no significant differences with the other variations. From the channel analysis, it is found that young women choose internet, magazine, and malls for their information source. For the purchase channel, they usually use internet, traditional store, and malls. Their kebaya purchase decision was influenced by family, friends, magazine, and imeret, and direct experience in Malis and kebaya Boutiques. Kebaya with brocade material, ribbon embroidery ornament, and songket sarong become young women's favorite. The insignificant difference between variations of degrees lead to a conclusion that all of the shopping motivation have to be served. Channel analysis result also states that several channels are effective to approach young women. In buying kebaya they also influenced in several external factors. Therefore, the recommended marketing strategy for Jaka Hong is divided into short term, mid-term, and long term. Key Words: Kebaya, Marketing. Total Consumption Experience, Shopping Afativation, Channel Analysis