📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

OPTIMALISASI SISTEM ANTREAN DENGAN TRIASE PSIKOLOGI DIGITAL UNTUK LAYANAN KONSELING MAHASISWA DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Kesehatan mental mahasiswa merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan akademik dan kualitas hidup selama studi. Di Institut Teknologi Bandung (ITB), tingginya permintaan layanan konseling psikologi tidak sebanding dengan ketersediaan psikolog sehingga waktu tunggu antrean konsultasi dapat mencapai lebih dari satu bulan. Sistem penjadwalan berbasis first come, first serve berisiko terlambatnya penanganan kasus mahasiswa dengan kondisi psikologis kritis. Penelitian ini merancang algoritma triase psikologi untuk mengoptimalkan proses penjadwalan konseling. Algoritma ini memanfaatkan hasil skrining oleh Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) pada tahap pra-konseling untuk menilai tingkat urgensi, memberikan skor prioritas (Intervensi Mandiri (Self-Help), Layanan Konseling Terjadwal (Reguler), Layanan Konseling Prioritas (Urgent), dan Keadaan Darurat Psikologis (Emergency)), dan mengarahkan mahasiswa ke layanan yang sesuai. Pengujian menggunakan confusion matrix dilakukan untuk mengukur tingkat kesesuaian hasil triase berbasis PHQ-9 terhadap penilaian psikolog ITB sebagai acuan. Pada desain awal, akurasinya mencapai 64% dan nilai F1 sebesar 75%. Setelah dilakukan penyempurnaan struktur decision tree dengan mengeksklusi kasus darurat, akurasi meningkat menjadi 84% (+20%) dan nilai F1 sebesar 88% (+13%), mengindikasikan bahwa algoritma mampu meniru pola penilaian psikolog secara lebih konsisten dan andal. Pengujian sistem menunjukkan kenaikan skor UEQ (-0.5 menjadi 0.72) dan SUS dari kategori Not Acceptable menjadi Marginal (+11.9 poin). Dari hasil perhitungan terhadap data layanan BK ITB, algoritma triase psikologis digital di Bimbingan Konseling ITB mampu mempercepat penanganan kasus berisiko tinggi (16,81% pengguna layanan konseling mendapatkan jadwal 1-3 hari sejak pendaftaran), serta mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas layanan konseling (30,17% dari total kapasitas layanan). Sehingga, implementasi triase digital psikologis dapat meningkatkan optimalisasi waktu tunggu layanan konseling psikologis untuk mahasiswa.

2026
👤 Penulis: Alifia Zahratul Ilmi
🏷️ Optimalisasi Sistem Antrean 🏷️ Kesehatan Mental Mahasiswa 🏷️ Manajemen Layanan Konseling

KAPASITAS ADAPTIF MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM PERMUKIMAN KEMBALI DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) MANDALIKA: STUDI KASUS DESA KUTA, KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menyebabkan sebagian masyarakat Desa Kuta harus direlokasi akibat kebutuhan lahan untuk pembangunan infrastruktur kawasan. Relokasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemindahan hunian masyarakat secara fisik, tetapi juga perubahan sistem penghidupan masyarakat yang telah dibangun sebelumnya. Perubahan tersebut menuntut kemampuan adaptasi masyarakat untuk menyesuaikan diri menghadapi kondisi lingkungan baru dalam mempertahankan keberlanjutan penghidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kapasitas adaptif rumah tangga masyarakat Desa Kuta pascarelokasi akibat pembangunan KEK Mandalika. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method melalui penyebaran kuesioner, wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur. Analisis kapasitas rumah tangga dilakukan menggunakan metode Household Adaptive Capacity (HAC) yang mengukur kapasitas adaptif masyarakat melalui dimensi kesadaran (awareness), kemampuan (ability), dan tindakan (action) sebagai proses adaptasi rumah tangga dalam menghadapi perubahan kondisi penghidupan pascarelokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adaptif rumah tangga masyarakat pascarelokasi berada pada tahap berkembang dengan memperoleh nilai indeks 0,43 (kategori sedang). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai menyesuaikan diri terhadap perubahan penghidupan pascarelokasi. Meskipun demikian, stabilitas penghidupan masyarakat masih berada dalam proses penyesuaian membangun strategi penghidupan baru yang masih relatif terbatas dilakukan oleh rumah tangga. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kawasan pariwisata KEK Mandalika telah membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat relokasi, namun pemanfaatan peluang tersebut masih belum optimal akibat keterbatasan keterampilan dan pengalaman kerja. Oleh karena itu, keberhasilan relokasi tidak hanya ditentukan oleh penyediaan fisik hunian, tetapi juga memerlukan penguatan kapasitas adaptif rumah tangga melalui peningkatan keterampilan dan dukungan berkelanjutan dalam memanfaatkan peluang ekonomi yang berkembang.

2026
👤 Penulis: Ghaisani Farzana Itqan
🏷️ Kawasan Ekonomi Khusus 🏷️ Relokasi Masyarakat 🏷️ Adaptasi Sosial

PERANCANGAN STRATEGI PEMASARAN MOBIL LISTRIK BERDASARKAN KELOMPOK MAJORITY PADA TEORI ADOPSI INOVASI: STUDI DI WILAYAH JABODETABEK

Industri otomotif Indonesia saat ini berada dalam fase transisi menuju eletrifikasi dengan battery electric vehicle (BEV) sebagai fokus utama pengembangan. Meskipun pertumbuhan penjualan BEV menunjukkan tren yang meningkat, pasar otomotif nasional masih didominasi oleh kendaraan berbasis internal combustion engine (ICE) dan tingkat persaingan yang tinggi antarprodusen BEV. Selain itu, berakhirnya insentif pemerintah pada tahun 2025 juga menandai pergeseran dinamika pasar dengan keberhasilan produk semakin ditentukan oleh kemampuan produsen dalam merancang produk yang sesuai dengan preferensi konsumen, Oleh karena itu, pemahaman terhadap preferensi dan segmentasi konsumen diperlukan dalam merumuskan strategi pemasaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan preferensi responden terhadap atribut BEV, mengidentifikasi segmentasi konsumen berdasarkan pola preferensi dan kategori adopter, serta menyusun strategi pemasaran yang relevan bagi pelaku industri. Atribut yang dianalisis meliputi ketahanan baterai, harga, tingkat keselamatan, konsumsi energi, dan akses ke layanan servis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan choice-based conjoint analysis (CBCA) untuk mengestimasi nilai utilitas, tingkat kepentingan atribut, serta analisis klaster untuk mengidentifikasi segmentasi pasar. Data diperoleh melalui survei daring terhadap 197 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan baterai merupakan atribut yang paling berpengaruh dalam preferensi konsumen, diikuti oleh akses layanan servis, keselamatan, dan harga, sementara konsumsi energi memiliki pengaruh paling rendah. Analisis klaster menghasilkan dua segmen utama, yaitu Value-Oriented Pragmatists yang berorientasi pada nilai ekonomis dan memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi, serta Risk-Averse Safekeepers yang menekankan aspek keamanan, keandalan, dan kemudahan layanan. Kedua segmen didominasi oleh kategori early majority dan late majority, yang menunjukkan bahwa pasar BEV Indonesia berada pada tahap adopsi arus utama. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran perlu beralih dari penekanan pada kebaruan teknologi menuju pembuktian manfaat dan pengurangan risiko. Pendekatan yang disarankan adalah pengembangan portofolio produk dengan inti yang serupa dan diferensiasi pada proposisi nilai, yaitu value assurance untuk segmen berorientasi ekonomis dan reassurance untuk segmen yang lebih sensitif terhadap risiko. Selain itu, strategi pemasaran perlu didukung oleh penyederhanaan pengalaman penggunaan, pengalaman langsung, serta penguatan bukti sosial untuk mendorong adopsi yang lebih luas.

2026
👤 Penulis: Anggi Jovania Pardede
🏷️ Pemilihan Produk 🏷️ Adopsi Inovasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Otomotif

PENGEMBANGAN METODE SELEKSI PROSES ROBOTIC PROCESS AUTOMATION (RPA) MENGGUNAKAN ADAPTASI PLOST FRAMEWORK DAN HYBRID AHP-TOPSIS (STUDI KASUS: APLIKASI SERVICE DESK DISKOMINFO KABUPATEN BANDUNG BARAT)

Keterlambatan penyelesaian layanan Teknologi Informasi (TI) pada aplikasi ServiceDesk Diskominfotik Kabupaten Bandung Barat menunjukkan masih dominannya aktivitas administratif yang manual dan berulang pada beberapa sublayanan, salah satunya layanan pembuatan email kedinasan. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan otomasi untuk mengurangi penyalinan data antar media, mempercepat penyelesaian proses, dan menurunkan potensi kesalahan input. Penerapan otomasi berbasis RPA sangat ditentukan oleh pemilihan proses yang tepat. Kerangka seleksi seperti PLOST Framework pada umumnya memanfaatkan process mining untuk analisis kuantitatif, sementara pada studi kasus ServiceDesk, event log yang dibutuhkan tidak tersedia, sehingga diperlukan pendekatan kuantitatif alternatif pada seleksi kandidat RPA. Penelitian ini bertujuan mengembangkan mekanisme seleksi kandidat proses RPA pada level sub-layanan ketika event log tidak tersedia, serta mendemonstrasikan hasil seleksi melalui pengembangan purwarupa RPA. Metodologi yang digunakan adalah Design Science Research Methodology (DSRM). Kriteria seleksi disusun dengan mengadaptasi PLOST menjadi 11 kriteria penilaian yang terukur. Metode Multi-Criteria Decision-Making digunakan untuk menghasilkan prioritas dengan AHP digunakan untuk pembobotan kriteria dan TOPSIS digunakan untuk pemeringkatan 7 alternatif sub-layanan ServiceDesk. Validasi metode dilakukan dengan membandingkan hasil prioritas skala penilaian menggunakan AHP– TOPSIS terhadap baseline process mining pada dataset layanan lain yang memiliki event log (Uji KIR). Berdasarkan perbandingan, kedua metode tersebut berhasil memberikan dua prioritas teratas yang sama. Evaluasi terbatas terhadap kinerja RPA menunjukkan pengurangan waktu layanan sebesar 87%. Temuan ini menunjukkan bahwa mekanisme seleksi yang dikembangkan dapat digunakan untuk menentukan prioritas kandidat otomasi pada kondisi keterbatasan data, dan implementasi RPA pada layanan terpilih mampu mempercepat proses dibanding pelaksanaan manual.

2026
👤 Penulis: Fatma Nuha Izzati
🏷️ Robotika Process Automation (Rpa) 🏷️ Analisis Kriteria Penilaian (Akp) 🏷️ Topis Decision Support System

SPATIAL EQUITY PENYEDIAAN TAMAN PUBLIK BERBASIS ANALISIS SUPPLY-DEMAND DAN AKSESIBILITAS DI KOTA BANDUNG

Ketersediaan dan aksesibilitas ruang terbuka hijau (RTH), khususnya taman sebagai ruang publik, merupakan aspek penting dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan dan inklusif. Namun, distribusi taman di kawasan perkotaan masih sering tidak sesuai dengan distribusi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat spatial equity layanan taman di Kota Bandung melalui integrasi analisis ketersediaan taman (supply), distribusi penduduk (demand), dan aksesibilitas berbasis jaringan (accessibility). Penelitian menggunakan pendekatan urban analytics berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data taman diperoleh melalui kurasi RDTR Kota Bandung dengan fokus pada taman kota, taman kecamatan, dan taman kelurahan. Analisis demand dilakukan menggunakan pendekatan dasymetric mapping berbasis bangunan pada grid heksagonal, sedangkan analisis aksesibilitas dilakukan menggunakan metode service area berbasis jaringan jalan dengan skenario waktu tempuh 5, 10, dan 15 menit. Tingkat spatial equity dianalisis menggunakan indikator green space service coverage rate (C), green space recreation opportunity index (R), dan regional evenness (Skor G). Metode location-allocation digunakan dalam menentukan lokasi prioritas pengembangan taman. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa distribusi taman di Kota Bandung masih menunjukkan ketimpangan, terutama pada kawasan permukiman padat di luar pusat kota. Sebagian besar wilayah berada pada kategori kemerataan rendah hingga sangat rendah, khususnya skenario 5 menit berjalan kaki. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pendekatan konvensional berbasis jumlah penduduk administratif seperti SNI dan Permen PU belum mampu merepresentasikan kebutuhan layanan taman secara aktual. Dengan demikian, pendekatan berbasis spatial equity dan real demand lebih efektif dalam mendukung perencanaan taman yang lebih adil dan berbasis kebutuhan masyarakat.

2026
👤 Penulis: Felysse Briantano
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ESTIMATING COMPANY VALUE OF PT ADARO ENERGY TBK : A COALMINING COMPANY

PT Adaro Energy Tbk adalah salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia. Perusahaan ini saat ini menempati peringkat kedua sebagai salah satu produsen batubara termal. Perusahaan ini telah beroperasi sejak 1992 d Kalimantan Selatan, tetapi pada saat itu perusahaan ini masih merupakan perusahaan kecil yang bergerak di sektor pertambangan batu bara. Perusahaan ini didirikan pada awalnya dengan nama PT Padang Karunia pada 2004. Kemudian, pada 18 April 2008, PT Padang Karunia berganti nama menjadi PT Adaro Energy Tbk ketika menyiapkan untuk proses go public dengan melakukan IPO. Perusahaan ini meluncurkan penwaran publiknya pada periode 8 Juli sampai 10 Juli 2008 dan terdaftar di BEJ pada 16 Juli 2008 dengan PT Danatama sebagai underwriter. Ketika didirikam pada 28 Juli 2004, PT adaro Energy Tbk memiliki modal dasar sebesar Rp 8.000.000.000,00. Dari tahun ke tahun sejak didirikan, PT Adaro Energy Tbk memiliki performa yang sangat baik. Pada 2010, produksinya mencapai 42,2 juta ton dan penjualannya mencapai 2,7 juta dollar Perusahaan ini mengharapkan pada 2012, produksinya meningkat menjadi 30-50 juta ton batubara, dengan EBITDA sebesar 1,3-1,5 juta dollar. Sementara itu, pada Desember 2011, Adaro mengirim E 4000(Wara) ke Hongkong. Ini menambah basis pelanggan batubara jenis E 4000 yang kemudian menyebar dan tumbuh dengan pesat di India, China, Korea Selatan, Thailand dan Indonesia. Dari portfolio performa PT Adaro Energy Tbk, perusahaan ini memiliki performa yang sangat baik dalam menjalankan bisnisnya. Sebuah perusahaan dengan performa yang sudah baik tentunya harus menjaga pefroma tersebut dan meningkatkan performanya. Oleh karena itu, sebuah valuation diperlukan untuk mengetahui nilai dari perusahaan tersebut dan bagaimana cara meningktakan value dari perusahaan tersebut. Dalam sipsi ini, penulis akan menghitung value dari PT Adaro Energy Tbk dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan valuenya. Penulis akan menggunakan tiga pendekatan, yaitu asset-based approach, income approach dan market approach. Penulis juga akan menghitung perkiraan harga saham dari value yang sudah ditentukan dari masing-masing pendekatan tersebut. Dalam menghitung value perusahan, penulis akan menggunakan data sekunder, yaitu laporan keuangan konsolidasi yang disebarkan untuk publik. Penulis juga akan menggunakan teori-teori dari referensi seperti buku-buku dan dari webstie mngenai penilaian perusahaan. Setelah mendapatkan value perusahaan, penulis akan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan value dari PT Adaro Energy Tbk. Kata Kunci: Valuation, Discounted Cash Flow, Asset-Based, Market Approach

2026
👤 Penulis: Mulham Anugrah Mubarak
🏷️ Valuation 🏷️ Discounted Cash Flow 🏷️ Asset-Based

STUDI PRODUKSI LOGAM ZIRKONIUM DARI ZIRKONIA MELALUI KOMBINASI REDUKSI KARBOTERMIK DAN PLASMA HIDROGEN

Zirkonium merupakan logam transisi bernilai tinggi dengan kekuatan mekanik, ketahanan korosi, dan stabilitas kimia yang baik sehingga banyak digunakan pada industri berteknologi tinggi, terutama sektor nuklir karena penampang serapan neutron yang rendah. Kebutuhan globalnya terus meningkat seiring transisi menuju energi rendah karbon, namun proses produksi konvensional melalui Proses Kroll masih memiliki keterbatasan seperti tahapan kompleks, konsumsi energi tinggi, dan dampak lingkungan akibat penggunaan gas Cl2 sehingga mendorong pengembangan metode alternatif yang lebih efisien seperti Hydrogen Plasma Smelting Reduction (HPSR). Penelitian ini mengkaji reduksi serbuk zirkonia melalui kombinasi reduksi karbotermik dan plasma hidrogen, serta pengaruh durasi peleburan dan variasi stoikiometri grafit terhadap karakteristik briket ZrO2 hasil reduksi menggunakan SEM-EDS dan EPMA, untuk memberikan dasar pemahaman eksperimental dan termodinamika terhadap penerapan kombinasi reduksi karbotermik dan plasma hidrogen sebagai metode alternatif ekstraksi zirkonium. Serangkaian percobaan dilakukan bersamaan dengan simulasi termodinamika menggunakan perangkat lunak FactSage™ 8.4 untuk menganalisis kestabilan fasa serta kemungkinan jalur reaksi pada proses reduksi zirkonia dalam atmosfer hidrogen dengan penambahan karbon. Serbuk zirkonia dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) untuk identifikasi fasa, kemudian dikompaksi menjadi briket bermassa 0,5 gram dengan penambahan binder pati sebesar 2 %brt serta variasi penambahan grafit berdasarkan stoikiometri reaksi. Briket selanjutnya direduksi dalam reaktor plasma hidrogen dengan variasi stoikiometri grafit dan durasi peleburan selama 4-12 menit. Setelah proses reduksi, dilakukan analisis komposisi kimia dan morfologi sampel menggunakan SEM-EDS dan EPMA untuk mengevaluasi hasil reduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan durasi peleburan dari 4 hingga 8 menit pada kondisi 1,5 stoikiometri karbon menghasilkan kondisi paling optimal pada bagian oksida yang lebih tereduksi, dengan kadar Zr tertinggi sebesar 94,87%, kadar O terendah sebesar 0,91%, dan kadar C sebesar 2,82% berdasarkan analisis EPMA. Sementara itu, peningkatan penambahan grafit dari 0 hingga 1,5 stoikiometri secara konsisten meningkatkan kadar Zr dari 86,08% menjadi 93,13%, disertai penurunan kadar O dari 8,24% menjadi 1,45%. Kadar C yang berada pada kisaran 3,72-4,17% menunjukkan bahwa karbon masih tersisa dalam hasil reduksi dan berperan sebagai reduktor, namun juga berpotensi membentuk fasa karbida. Kondisi paling optimal diperoleh pada 1,5 stoikiometri karbon dengan durasi peleburan 8 menit, yang menghasilkan kadar Zr tertinggi serta kadar O dan C yang relatif lebih rendah dibandingkan kondisi lainnya.

2026
👤 Penulis: Thalia Anggreini
🏷️ Karbon 🏷️ Reduksi Metamorfis 🏷️ Analisis Termodinamika

TINGKAT KENYAMANAN BERLARI KORIDOR JALAN DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN INDIKATOR RUNNABILITY

Tren pertumbuhan pelari terus meningkat di Indonesia dan populer di area perkotaan, salah satunya di Kota Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa koridor jalan bukan hanya sebagai jalur mobilitas, tetapi juga sebagai elemen ruang publik yang berperan sebagai wadah aktivitas fisik dan rekreasi. Namun, tren pertumbuhan ini tidak diimbangi dengan kualitas koridor yang memadai untuk berlari. Kebutuhan pelari berbeda dengan pejalan kaki sehingga tingkat kenyamanan berlari atau runnability menjadi lebih rinci daripada walkability. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas koridor jalan di Kota Bandung berdasarkan indikator runnability yang divalidasi dengan persepsi pelari Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan jenis eksploratif pada lokasi penelitian Kota Bandung, yang dilakukan dengan pendekatan spasial dengan skala segmen jalan 50 m. Penelitian ini diawali dengan menentukan indikator runnability melalui tinjauan literatur. Kandidat indikator tersebut dinilai signifikansinya melalui kuesioner persepsi yang diberikan kepada 111 pelari Kota Bandung sehingga didapatkan 10 indikator paling signifikan menurut persepsi pelari di Kota Bandung. Selanjutnya untuk menentukan tingkat kenyamanan tiap segmen jalan akan diidentifikasi berdasarkan indikator runnability persepsi pelari secara spasial. Penelitian ini menggunakan data sekunder untuk menganalisis setiap indikator, termasuk penggunaan data street view imagery (SVI) untuk melihat perspektif objektif dan subjektif. Juga dilakukan evaluasi perbandingan terhadap intensitas penggunaan koridor dari strava run heatmap. Rekomendasi intervensi didapatkan dari matriks perbandingan runnability dengan run heatmap, yang terbagi menjadi lima intervensi, yakni prioritas peningkatan, peningkatan kualitas, dipertahankan, ditingkatkan bertahap, dan tidak diintervensi. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 56% segmen jalan yang perlu dilakukan intervensi untuk meningkatkan kualitas koridor lari di Kota Bandung. Diharapkan penelitian ini dapat memberi gambaran runnability di Kota Bandung serta menjadi landasan peningkatan kualitas koridor jalan untuk mewujudkan kota yang lebih ramah pelari

2026
👤 Penulis: Muhammad Ayyub Anshori
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS KEADILAN SPASIAL PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA BANDUNG BERBASIS INDEKS AKSESIBILITAS DAN DETEKSI CITRA SATELIT

Keadilan merupakan salah satu prinsip yang secara ideal mendasari praktik pembangunan perkotaan. Permukiman kumuh dengan karakteristik yang heterogen menjadi salah satu komponen kota yang relatif menerima ketidakadilan spasial secara masif, seperti keterbatasan akses masyarakat terhadap hunian layak, fasilitas dasar, hingga sumber daya perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keadilan spasial permukiman kumuh di Kota Bandung melalui Indeks Aksesibilitas Kumuh (IAK) dan deteksi citra satelit. Penelitian yang menggunakan pendekatan spasial-kuantitatif ini terdiri dari empat tahapan utama, yaitu identifikasi karakteristik permukiman kumuh, deteksi sebaran dan dinamika permukiman kumuh menggunakan object-based image analysis (OBIA), pengukuran tingkat keadilan spasial melalui Indeks Aksesibilitas Kumuh (IAK), dan penentuan prioritas penanganan melalui eksplorasi kawasan. Hasil komparasi citra Landsat 9, Sentinel-2A, dan Airbus Image menunjukan bahwa Sentinel-2A menjadi citra dengan performa terbaik, yaitu overall accuracy sebesar 81%, producer’s accuracy sebesar 73%, dan user’s accuracy sebesar 86,9%. Berdasarkan hasil deteksi, luas permukiman kumuh Kota Bandung menurun dari 516,91 hektare di 2017 menjadi 381,63 hektare pada 2023, dan diproyeksikan menjadi 110,63 hektare di 2042. Namun, penurunan ini tidak serta merta menunjukan bahwa masyarakat permukiman kumuh memiliki hidup yang lebih adil dan sejahtera. Nilai IAK permukiman kumuh Kota Bandung sebagai representasi tingkat keadilan spasial berada pada rentang 0,009 hingga 0,371 dengan rata-rata 0,198. Dibandingkan dengan permukiman formal, hanya 12 dari 140 permukiman kumuh yang memiliki nilai aksesibilitas lebih tinggi dibandingkan rata-rata sampel permukiman formal. Secara sebaran spasial, permukiman kumuh di bagian tengah kota cenderung memiliki nilai aksesibilitas yang lebih baik dibandingkan permukiman kumuh di pinggiran kota yang tidak hanya lebih rendah tetapi juga lebih resisten dalam hasil proyeksi. Pemahaman atas temuan kondisi keadilan spasial tersebut diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam perumusan kebijakan penanganan permukiman kumuh yang berorientasi pada keadilan.

2026
👤 Penulis: I Putu Widyananda Putra
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

EVALUASI KESIAPAN KAWASAN JAKARTA INTERNATIONAL STADIUM SEBAGAI SARANA PUBLIK BERSTANDAR INTERNASIONAL

Stadion pada dasarnya adalah suatu sarana umum yang digunakan untuk kegiatan berolahraga yang dikelilingi oleh tribun penonton. Namun, seiring perkembangan zaman, stadion kini dirancang dengan fleksibilitas untuk menyelenggarakan berbagai jenis kegiatan selain kegiatan olahraga, seperti konser musik, festival budaya, hingga kegiatan sosial, bisnis, dan politik. Perkembangan paradigma ini memposisikan stadion sebagai katalisator perkembangan perkotaan. Perkembangan ini juga menjadikan stadion tidak hanya sekadar objek bangunan yang berdiri sendiri, melainkan suatu kawasan yang harus didukung oleh sarana pendukung lainnya agar tidak menimbulkan dampak negatif pada aktivitas perkotaan secara keseluruhan. Jakarta International Stadium (JIS) merupakan stadion terbesar di Indonesia dengan kapasitas 82.000 penonton yang berlokasi di Jakarta Utara. Kawasan JIS memiliki potensi untuk menghasilkan peningkatan pergerakan yang masif dalam jendela waktu yang sempit pada saat penyelenggaraan kegiatan di sarana tersebut. Namun, terdapat kesenjangan antara potensi kawasan JIS dengan kesiapan kawasannya dalam mengakomodasikan peningkatan pergerakan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan kawasan Jakarta International Stadium sebagai sarana publik berstandar internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluasi semu dengan sifat kuantitatif deskriptif yang didukung oleh data dari observasi lapangan pada kondisi normal dan pada kondisi pelaksanaan kegiatan. Perangkat evaluasi yang digunakan terdiri dari 5 kriteria yang dirincikan dengan indikatornya masing-masing. Berdasarkan hasil evaluasi, kawasan JIS memiliki tingkat kesiapan hanya dalam kategori cukup, hal ini menunjukkan kawasan ini belum sepenuhnya siap. Hal ini tentunya memerlukan upaya peningkatan agar kawasan JIS dapat memenuhi kategori siap dan permasalahan yang timbul ketika pelaksanaan kegiatan di kawasan JIS dapat diminimalisir.

2026
👤 Penulis: Roihan Ahmad Nur Ramadhan
🏷️ Kawasan Publik 🏷️ Stadion Internasional 🏷️ Perencanaan Perkotaan

PERANCANGAN KAWASAN RIVERFRONT TOURISM VILLAGE DI DESA CIJAMBU, KECAMATAN CIPONGKOR, KABUPATEN BANDUNG BARAT

Desa Cijambu di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, dikategorikan sebagai wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi akibat keterbatasan infrastruktur dan minimnya lapangan pekerjaan. Padahal, desa ini memiliki potensi sumber daya alam strategis berupa aliran Sungai Cijambu yang belum teroptimalisasi secara fungsional maupun ekonomi. Sejalan dengan program prioritas nasional mengenai pengembangan desa wisata, penelitian ini bertujuan untuk merancang kawasan Riverfront Tourism Village di RW 07 Desa Cijambu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi eksploratif dan preskriptif. Pendekatan perancangan dilakukan secara fragmental dengan teknik division by aspect yang merujuk pada elemen perancangan perkotaan Shirvani (1985). Penelitian ini melakukan sintesis teori untuk merumuskan kriteria dan prinsip normatif yang diambil dari pedoman perancangan perkotaan, perancangan pedesaan, perancangan waterfront, dan perancangan kawasan pariwisata. Hasil sintesis menetapkan tujuh kriteria utama perancangan Riverfront Tourism Village, yaitu: connected, ecologically sustainable, heritage-based, accessible, socially inclusive, economically empowering, dan disaster-resilient. Hasil analisis kesenjangan (gap analysis) menunjukkan bahwa kondisi eksisting kawasan belum memenuhi kriteria Riverfront Tourism Village secara optimal. Sebagai respons, dirumuskan prinsip perancangan spesifik yang kontekstual terhadap potensi dan persoalan yang ada di kawasan, yang kemudian ditransformasikan ke dalam program ruang dan konsep desain. Hasil akhir perancangan ini menyajikan sebuah solusi yang mengintegrasikan penataan hunian, penyediaan infrastruktur pendukung, dan ruang-ruang aktivitas ekonomi. Desain ini diharapkan dapat menjadi landasan fisik dalam mengupayakan pelestarian budaya serta keberlanjutan lingkungan di Desa Cijambu.

2026
👤 Penulis: Bunga Maheswari Adara Duce
🏷️ Desain Perkotaan 🏷️ Pengembangan Desa Wisata 🏷️ Hidrologi

SINTESIS SENSOR GLUKOSA BERBASIS POLIANILINA DENGAN METODE ONE-POT ELECTROPOLYMERISATION DALAM FLOW CELL

Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, dengan lebih dari 20 juta penderita saat ini. Kebutuhan akan perangkat diagnostik yang cepat dan terjangkau mendorong pengembangan biosensor elektrokimia berbasis polimer konduktif sebagai solusi Point-of-Care Testing (POCT). Penelitian ini mengembangkan biosensor glukosa berbasis polianilina (PANI) pada screen-printed carbon electrode (SPCE) menggunakan pendekatan one-pot Electropolymerisation dalam sistem flow cell. Parameter elektropolimerisasi dioptimasi melalui metode chronoamperometry (CA), diikuti evaluasi tiga strategi imobilisasi enzim glukosa oksidase (GOx): PANI+GA+GOx, PANI/GA/GOx, dan PANI+GOx. Karakterisasi dilakukan menggunakan FTIR-ATR, SEM-EDX, cyclic voltammetry (CV), differential pulse voltammetry (DPV), dan chronoamperometry (CA). Kondisi optimum elektropolimerisasi dicapai pada konsentrasi anilin 10 mM dalam 0,1 M H?SO?, potensial +0,6 V, selama 10 menit. Sistem imobilisasi PANI+GA+GOx memiliki morfologi permukaan granular yang tersebar secara merata, serta terkonfirmasi terjadi peningkatan kandungan oksigen dari 14,63% menjadi 18,32% berdasarkan analisis EDX. Kondisi optimum flow cell diperoleh pada laju alir 20 ml/hr dan pH 4. Sistem PANI+GA+GOx dalam konfigurasi flow cell menghasilkan sensitivitas tertinggi sebesar 58,96 ?A·mM?¹·cm?² (DPV, 1–10 mM, R² = 0,921) dan LOD terendah 15,47 ?M (CA, 10–100 ?M, R² = 0,950). Selektivitas terhadap dopamin, asam askorbat, dan asam laktat dikonfirmasi dengan respons interferan yang sangat minimal. Penelitian ini membuktikan bahwa biosensor PANI melalui one-pot electropolymerisation dalam flow cell merupakan pendekatan yang efektif dan reprodusibel, berpotensi dikembangkan sebagai perangkat POCT ekonomis untuk pemantauan diabetes di fasilitas kesehatan primer.

2026
👤 Penulis: Vini Hafidzatul Hakimah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

STRATEGY DEVELOPMENT OF TOP BUAH SEGAR: SWOT AND TOWS MATRIXANALYSIS

Nowadays, people's need of comfort is increasing. Modern people tend to go to modern market which is more comfortable compared to the traditional market. People's paradigm has shifted from not only concern with low prices, but also concern with the pleasantness of a store or market. One of the example of a modern market is Top Buah Segar. First established in jl. Caman in the city of bekasi, as the only modern market in the area that specializing in selling fruits, Top Buah Segar earn themself a large amount of money. But when they entering the third year, their sales is going down drastically. Meanwhile, The Top Buah Segar branch in Cibubur has gain a lot of profit and manage to maintain their customer untill now. This paper will explain and describe the phenomenon of Top Buah Segar and finding the problems using research methodologies such as interview, literature study, and Questionnaire. writer conducted interview with the store manager of Top Buah segar to get more information related to the factors that affect Top Buah Segar. Because the branch in Cibubur has a better performance, writer will create a strategy based on the Cibubur branch performance to increase the performance of Top Buah Segar in Bekasi. The tools used in this research were SWOT and TOWS Analysis, and questionnaire. SWOT Analysis was used to identify the internal and external factors affected Top Buah Segar in the industry from the perception of the company itself. On the other hand, questionnaire which based on Marketing Mix 7P strategy identified the internal factors of firm from customers' perception. After all tools were done executed, the researcher found strength, weaknesses, opportunities and threats of Top Buah Segar Bekasi The weakness were the lack of the employees, the physical evidence, the price and the rest is the strength of Top Buah Segar. The opportunities of Top Buah Segar Bekasi are mainly because theres 3 housing estate nearby and theres a school will be built next to the store while the threats are from other stores like Giant and Indomaret. After performed data analysis, the conclusion and recommendation were made. Top Buah Segar in Bekasi lack in almost every aspect of the Markting Mix 7p, while Top Buah Segar in Cibubur excell at every aspect. In order to increase its performance the researcher recommend that Top Buah Segar Bekasi need to hire more employees to better manage the stores, create a marketing team to search and maintain customers, and they need to fix the physical evidence. Keyword: Marketing Mix Analysis, SWOT, Basic Model of Strategic Management, Top

2026
👤 Penulis: Angga Nugraha
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Swot

ANALYSIS ON READERS BEHAVIOR TOWARDS TYPE OF NEWS AND ADVERTISING LAYOUT IN NEWSPAPER (CASE STUDY PIKIRAN RAKYAT)

Koran adalah salah satu media informasi yang tersedia saat ini. Pikiran Rakyat (PR) adalah salah satu media cetak yang ada di Jawa Barat yang memposisikan diri sebagai koran daerah (Jawa Barat). Perusahaan yang berdiri pada tahun 1966 ini terus berkembang dan bertahan menjadi Koran nomor satu bagi warga Jawa Barat. Dengan slogan "Korannya Orang Jawa Barat" dapat dibuktikan bahwa Pikiran Rakyat sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai kejadian dan kondisi kehidupan mereka di Jawa Barat. Menurut data dari Pikiran Rakyat, hampir 50% pembaca koran di Jawa Barat membaca atau mengunjungi situs internet di Pikiran Rakyat. Pikiran rakyat pun menjadi tempat strategis sebagai media promosi bagi para pemasang iklan. Hanya saja pada saat ini timbul sebuah masalah bagi para pemasang iklan. Masalah yang ada adalah masih banyak pemasang iklan yang tidak mendapatkan feedback dari para konsumennya atau tidak ada peningkatan respon dari pembaca koran, padahal para pemasang iklan tersebut sudah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk memasang iklan di koran. Selain itu, kompetitor bagi Pikiran rakyat mulai banyak yang berdatangan dengan memberikan ruang iklan yang lebih banyak dan bentuk koran yang semakin memudahkan pembacanya untuk membaca. Sehingga, Pikiran Rakyat juga perlu mengidentifikasi perilaku pembaca ketika membaca koran untuk dapat menentukan bentuk koran dan jumlah halaman yang tersedia pada koran Pikiran Rakyat. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan cara melakukan Exploratory Research seperti observasi, interview dan focus group discussion mengenai kebiasaan pembaca koran dan perilaku mereka terhadap iklan di koran agar Pikiran rakyat dapat mempertahankan posisinya sebagai koran nomor 1 di Jawa Barat. Exploratory research ini dilakukan terhadap pelanggan koran Pikiran Rakyat di daerah Kotamadya Bandung yang berusia 21-60 tahun dan telah mengetahui secara detail bentuk dan isi Pikiran Rakyat dan pihak direksi Pikiran Rakyat sebagai pihak yang paling menentukan dalam keputusan pemberian ruang iklan dan format bentuk koran Pikiran Rakyat Untuk mempertajam solusi yang akan didapatkan oleh Pikiran rakyat maka akan dilakukan penyebaran kuesioner untuk mengetahui kegunaan koran bagi mereka, jenis rubrik yang paling lama dibaca serta respon terhadap iklan di koran. Hasil yang didapat nantinya akan mengubah keraguan pemasang iklan di koran Pikiran Rakyat serta menambah loyalitas pembaca Pikiran Rakyat dalam berlangganan koran Pikiran Rakyat dengan cara memberikan informasi terhadap direksi Pikiran Rakyat mengenai bentuk koran Pikiran Rakyat, dan ruang iklan yang diberikan serta jenis rubrik yang disukai oleh pembaca Koran Pikiran Rakyat. Kata Kunci: Jenis berita, Ruang Iklan, Perilaku Pembaca, Riset Eksploratif.

2026
👤 Penulis: Mohamad Krishna Wibisana
🏷️ Perilaku Pembaca 🏷️ Ruang Iklan 🏷️ Penelitian Eksploratif

EDUCATION DEVELOPMENT BASED ON ECONOMIC ACCESS IN KAMPUNG CITIIS

Saat ini, keterlibatan perusahaan swasta dalam membantu pengembangan masyarakat sangat diperlukan. Perusahaan swasta memiliki tanggung jawab untuk membangun komuniti di suatu wilayah dalam bentuk corporate social responsibility yang dilakukan oleh perushaan tersebut. Perusahaan swasta memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program corporate social responsibility tersebut. Bucks Company memanfaatkan peluang serta potensi yang berada di wilayah Kampung Citiis dengan mengembangkan aktivitas pendidikan berdasarkan akses ekonomi dalam bentuk pendirian Madrasah Ibtidaiyah dan pembentukan kegiatan bisnis berupa budidaya ikan mas serta penanaman waluh. Proyek pengembangan masyarakat tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi generasi penerus yang berada di wilayah Kampung Citiis. Tugas akhir ini dibuat dengan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk menyusun tugas akhir ini antara lain menggunakan metode survei, observasi partisipasi, wawancara langsung, dan studi. Unit analisis dalam penelitian ini adalah masyarakat Kampung Citiis yang akan dilihat dari sisi pendidikan, lingkungan, ekonomi dan sosial. Analisis data yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini berupa rancangan analisis data kualitatif. Akhir penulisan tugas akhir ini adalah penarikan kesimpulan dari penyajian data yang disertai dengan rekomendasi. Kata kunci: Bucks Company, pengembangan pendidikan, pengembangan ekonomi, community development, Corporate Social Responsibility, masyarakat lokal Kampung Citiis

2026
👤 Penulis: Faza Fauzan Adima
🏷️ Pendidikan 🏷️ Ekonomi Rantai Pasokan 🏷️ Community Development
Halaman 145 dari 6754
💬