📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

CORRELATION BETWEEN AUDIENCE DEMOGRAPHY WITH TV WATCHING HABIT IN BANDUNG AND JAKARTA

Televisi yang merupakan salah satu media hiburan paling popular di rumah menyediakan informas?, termasuk iklan, yang luas dari waktu ke waktu. Tingkat penggunaan televisi sebagai media iklan oleh banyak perusahaan karena televisi dapat mengkombinasikan gambar, suara, gerakan, jangkauan, dan prestise iklan Oleh karena itu, banyak perusahaan banyak mengeluarkan anggaran untuk memasang iklan pada televise Bahkan, beberapa penelitian mengatakan bahwa belanja iklan di Indonesia telah meningkat dari tahun ke tahun. Permasalahan iklan di televisi menjadi hal penting karena daya jangkau yang luas dan biaya yang besar Biaya mahal ini menjadikan perusahaan harus bijaksana dan berhati-hati dalam mengalokasikan budget agar lebih effisien. Pada kenyataannya, iklan di televisi dapat terbuang sia-sia tanpa memberikan hasil yang memuaskan kepada perusahaan. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan harus lebih mengerti mengenai kebiasaan pemirsa dalam menonton televisi sebelum memasang iklan pada televisi. Tugas akhir ini mengidentifikasi perilaku penonton dalam melihat televisi dengan memetakan berdasarkan demografinya, yaitu berdasarkan profesi, jenis kelamin, dan usia. Perilaku diteliti mencakup frekuensi dan durasi menonoton, stasiun TV favorit, program acara favorit, dan perilaku terhadap iklan yang muncul di televisi. Batasan penelitian ini hanya mengidentifikasi 10 stasiun TV yang ada di Indonesia. Penelitian telah dilakukan pada tahun 2008 dengan menyebarkan kuesioner pada penonton TV di kota Jakarta dan Bandung. Hasil penelitian mengatakan bahwa tidak ada hubungan korelasi yang lemah antara demografi (jenis kelamin, umur, dan profesi) terhadap kebiasaan menonton TV (frekuensi, kerja ganda, dan menghindari iklan TV) Level konsentrasi yang terjadi pada periklanan TV Indonesia dapat dibandingkan dengan hasil di USA. Temuan lain yaitu Trans TV, SCTV, RCTI, Indosiar, dan Metro TV merupakan channel TV yang paling disukai temaja dan orang dewasa sedangkan Global TV disukai anak-anak Program TV yang paling di sukai adalah hiburan informasi dan berita. Berita memiliki level ekspos lebih tinggi dibandingkan serial TV Hampir semua target pasar channel-channel TV tidak sesuai dengan kenyataan. Hanya Metro TV yang mampu menarik target penontonnya Kata Kuner: Periklanan TV, Demografi, Konsentrasi, Frekuensi, Program TV

2026
👤 Penulis: Amalda Ramdhani
🏷️ Periklanan Tv 🏷️ Demografi Penonton 🏷️ Analisis Data

THE ANALYSIS OF RISK AND RETURN COMPARATION BETWEEN SILVER,GOLD, JKSE, AND PROPERTY IN PASAR KEMIS, SUKAMANTRI,KUTAJAYA, GELAM JAYA AND KUTABARU WARDS IN KABUPATENTANGERANG FOR LONG TERM INVESTMENT

Saat ini, investasi telah menjadi kata umum yang didengar dan menjadi pembicaraan banyak orang. Hal tersebut berarti bahwa investasi pada saat ini dilakukan dengan 'mengorbankan' konsumsi saat ini untuk mendapatkan pendapatan yang lebih baik atau lebih besar di masa depan. Umumnya, tujuan investasi adalah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan dalam rangka meningkatkan taraf hidup. Dalam rangka mencapai kebutuhan dan keinginan, maka investasi menjadi salah satu solusi terbaik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat dan demografi yang menguntungkan membuat negara ini mempunyai potensi yang besar bagi investor. Ada beberapa risiko yang harus di sadari investor sebelum melakukan penanaman modal. Begitu pula beberapa manfaat dari investasi di Indonesia. Indonesia telah menjadi salah satu pasar investasi memiliki kinerja terbaik setelah melewati krisis ekonomi dunia yang pada tahun 2008. Jenis-jenis instrumen investasi cukup luas dan beragam. Terbagi atas investasi riil atau investasi dalam bentuk surat berharga. Setiap instrumen investasi pasti memiliki karakter yang berbeda satu sama lain. Dalam penelitian ini, penulis akan menganalisis risiko dan imbal hasil dari perak, emas, JKSE, dan Pasar Kemis, Sukamantri, Kuta Jaya, Gelam Jaya, Kuta Baru Properti di KPP Kosambi, Tangerang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dalam lima langkah utama, terdapat Identifikasi Masalah, Landasan Teoritis, Pengumpulan Data, Analisis Data, dan langkah terakhir adalah Kesimpulan dan Rekomendasi. Pada dasarnya, penulis ingin menganalisis risiko dan imbal hasil. Juga memberikan hasilnya untuk sebagai rekomendasi imbal hasil tertinggi dari setiap investasi instrumen untuk tujuan investasi jangka panjang. Dari analisis risiko dan imbal hasil, korelasi antara instrument investasi juga harus dianalisa untuk rekomendasi untuk pilihan proporsi investasi. Kesimpulan dari penelitian menghasilkan Kuta Jaya dengan imbal hasil tertinggi. Berdasarkan Treynor, Pasar Kemis Pasar adalah instrumen terbaik dan Kuta Jaya dalam penghitungan Sharpe. Investasi yang menghasilkan korelasi terbaik adalah Pasar Kemis properti dan Silver. Kedua investasi memberikan diversifikasi korelasi negatif terbaik. Rekomendasi untuk penelitian ini adalah, pendalaman penelitian lebih lanjut untuk membangun sebuah portofolio investasi yang optimal. Kata Kunci: Instrumen Investasi, Risiko dan Imbal Hasil, Perak, Emas, JKSE, Properti

2026
👤 Penulis: Lupita Putri
🏷️ Risiko Dan Imbal Hasil 🏷️ Investasi Reklamasi 🏷️ Perbankan

MEASURING RETAIL SERVICE QUALITY OF OIWAK STORE BYIMPORTANCE & PERFORMANCE ANALYSIS

Pertumbuhan pasar modern yang semakin tinggi saat ini mengakibatkan peningkatan persaingan antara pelaku usaha retail. Toko Oiwak sebagai perusahaan retail yang menjual ikan segar sebagai produk utamanya harus dapat bersaing dan menang dalam keadaan ini, palagi toko Oiwak harus mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan retail yang berbeda jenis yang menjual berbagai macam produk tidak hanya ikan segar. agai perusahaan retail yang menjual ikan segar dimana jenis produk tersebut bukan hal umum di masyarakat Indonesia, toko Oiwak harus dapat membaca karakteristik pelanggan dan menganalisis tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan kualitas pelayanan yang diberikan yang akhirnya dapat berimplikasi pada strategi perusahaan untuk dapat bertahan dan menang dalam persaingan dengan pasar tradisional dan pasar modern seperti Giant, Carrefour, Hypermart, dan lamnya. Studi kali ini menilai respon pengunjung sampel yaitu sebanyak 80 respondents melalui analisa tingkat kepuasan pelanggan terhadap attribute dari kualitas pelayanan menggunakan importance-performance analysis (analisis kepentingan-kinerja) yaitu membandingkan antara ekspektasi dan kenyataan yang sebenarnya dari persepsi pelanggan. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana proses pengambilan keputusan untuk berbelanja di toko Oiwak dari pelanggan. Proses ini dikaji dengan analisa deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kebanyakan pelanggan merasa puas dengan kinerja toko Oiwak dan bersedia untuk berbelanja kembali berdasarkan kualitas pelayanan yang hanya memiliki 2 attribut yang kinerjanya dibawah harapan pelanggan dimana attribute yang kinerjanya telah memenuhi harapan pelanggan ada 16 attribut. Perusahaan harus melakukan perubahan kinerja pelayanan yang masih dibawah harapan pelanggan yaitu pada dimensi relibilitas dan interaksi personal dengan spesifik untuk kesalahan pencatatan dan pengetahuan dar? karyawan. Dalam rangka me gkatkan kinerja perusahaan, peneliti memberikan rekomendasi toko Oiwak perlu untuk menambah jumlah karyawan, membuat standar prosedur operasional, metabeli perlengkapan tambahan, dan membuat buku katolog produk. Kata Kunci: Retail, Kualitas Pelayanan, Proses Keputusan Pembelian. Analisa kepentingan-kinerja

2026
👤 Penulis: Faisal Rasyid Zulkarnaen
🏷️ Retail 🏷️ Analisis Kepentingan-Kinerja 🏷️ Pelayanan

PERANCANGAN DASHBOARD UNTUK PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN OBJECTIVES KEY RESULTS PADA PT CERITA PROGRESIF INDONESIA

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dashboard pemantauan Objectives Key Results (OKR) pada PT Cerita Progresif Indonesia (Diceritain), sebuah health-tech startup yang berfokus pada layanan kesehatan mental di Indonesia. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah proses pelaporan OKR yang masih dilakukan secara manual dengan delay hingga dua minggu, tidak adanya visualisasi data terintegrasi, serta terjadinya inkonsistensi data antar divisi. Penelitian ini menghasilkan empat output utama. Pertama, metodologi perancangan dashboard yang disintesis dari enam metodologi acuan (Gupea, Turban, Eva, Pureshare, User Centric, dan Noetix) dengan pendekatan usage-centered dan top-down yang sesuai dengan karakteristik startup. Kedua, identifikasi kebutuhan informasi bisnis mencakup empat area utama: Financial Metrics, Customer Metrics, Internal Process, dan Learning & Growth untuk empat divisi pengguna. Ketiga, rancangan prototipe dashboard strategis menggunakan Google Data Studio yang terintegrasi dengan Google Cloud Firestore. Keempat, evaluasi terhadap rancangan yang menunjukkan pemenuhan seluruh kebutuhan fungsional dan non-fungsional, serta hasil pengujian usability menggunakan System Usability Scale (SUS) dengan skor 77.5 yang menunjukkan prototipe layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dashboard yang dirancang mampu mengatasi permasalahan delay pelaporan dan minimnya visualisasi data, serta memberikan platform pemantauan terintegrasi yang efisien secara biaya bagi perusahaan.

2026
👤 Penulis: R. B. Krishnamurti
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Digitalisasi Manajemen

ANALISIS PEMETAAN DELAY TROPOSFER, WILAYAH SUMATERA MENGGUNAKAN DATA GPS KONTINYU, SUMATERA GPS ARRAY (SUGAR)

Sinyal GPS mengalami refraksi atau pembiasan dalam perjalanannya dari satelit ke antena receiver ketika melalui lapisan troposfer. Besarnya penyimpangan jarak akibat perlambatan waktu tempuh sinyal GPS saat melewati lapisan troposfer, umumnya disebut sebagai delay troposfer. Delay troposer pada arah zenith disebut dengan Zenith Total Delay. ZTD terdiri dari komponen hidrostatik, Zenith Hydrostatic Delay dan komponen basah, Zenith Wet Delay. Besaran ZTD ini selain digunakan sebagai faktor koreksi terhadap ukuran jarak dari satelit ke antena, khususnya dalam aplikasi geodesi yang membutuhkan ketelitian tinggi, dapat juga digunakan sensor meteorologis di suatu lokasi pengamatan. Tugas akhir ini akan mengulas beberapa teori dasar mengenai bias troposfer pada sinyal GPS serta akan mengestimasi nilai ZTD pada titik di Sumatera menggunakan data pengamatan GPS kontinyu SUGAR, Sumatera GPS Array. Nilai ZTD dari data GPS dihitung menggunakan software Bernese 5.0. Metode pengolahan dilakukan dengan 2 cara, pertama dengan menggunakan mode jaring “obsmax” atau jaring optimal yang dibuat oleh software. Kedua, pengolahan dilakukan secara single baseline untuk tiap stasiun. Sebelumnya, untuk memutuskan model troposfer apa yang paling cocok digunakan, pada pengolahan secara jaring obsmax, diterapkan 2 model troposfer yang berbeda yaitu model Niell dan Hopfield. Untuk kemudian dibandingkan terhadap nilai ZTD pada titik BAKO dan NTUS yang diestimasi oleh IGS. Nilai estimasi ZTD pada titik BAKO dan NTUS yang dihasilkan menggunakan model Hopfield umumnya lebih mendekati nilai solusi dari IGS dengan nilai rerata selisih antara solusi IGS dengan hasil pengolahan menggunakan model hopfield sebesar 7 mm untuk titik BAKO dan 9 mm untuk titik NTUS. Sedangkan penggunaan model Niell menghasilkan nilai selisih sebesar 18 mm untuk titik BAKO dan 16 mm untuk titik NTUS. Sehingga pengolahan selanjutnya dilakukan mengunakan model Hopfield. Nilai ZTD yang dihasilkan dari hitungan secara jaring umumnya menghasilkan nilai yang lebih besar sekitar 10 cm sampai 20 cm terhadap hasil hitungan menggunakan single baseline. Metode single baseline kemudian akan digunakan pada proses hitungan selanjutnya. Selain itu tugas akhir ini akan menunjukkan perbedaan pola ZTD pada masing-masing titik pengamatan di Sumatera, dan pemilihan titik ikat untuk masing-masing itik pengamat terkait dengan hitungan secara single baseline tersebut.

2026
👤 Penulis: Ade Rafianto
🏷️ Geodesi 🏷️ Hidrologi Meteorologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

PROJECT PLANNING FOR THE CONSTRUCTION OF SHOPPING BUILDINGIN TEMBALANG SEMARANG

Salah satu kampus terbaik di Indonesia, yaitu Universitas Diponegoro, sedang melakukan pembenahan dan renovasi. Sebelumnya Undip berlokasi di dua tempat, yaitu Peleburan dan Tembalang. Setelah renovasi, sekarang Undip berlokasi di Tembalang Selatan, Semarang. Pindahnya lokasi Undip membuat area di sekitarnya berkembang dengan pesat. Toko, kos-kosan, cafe, restoran menjamur dengan cepat dan akan terus berkembang. Para pelaku bisnis melihat peluang yang sangat bagus karena Undip memiliki kapasitas mahasiswa yang tidak sedikit dan area di sekitarnya masih banyak yang belum dimanfaatkan. Pak Dwiyanto dan Bu Rochmi selaku pemilik ruko melihat peluang bisnis yang sangat berprospek. Maka dari itu Pak Dwiyanto membangun ruko yang berlokasi di Jalan Jati Mulyo No. 16, Tembalang Selatan, Semarang. Lokasi ruko ini sangat strategis karena berlokasi tepat di depan gerbang Undip, dimana setiap siang sampai sore banyak mahasiswa Undip yang mampir di cafe atau restoran sekedar untuk makan maupun bergaul. Visi Mr. Dwiyanto dalam membangun ruko ini adalah sebagai usaha rumah makan dan akan disewakan kepada pelaku bisnis guna menunjang kebutuhan hidu mahasiswa Undip. Penulis didampingi oleh seorang manajer proyek, yakni Pak Hafid, bertujuan untuk membuat perencanaan dan penjadwalan proyek untuk proyek pembangunan ruko ini. Dengan bantuan manajer proyek, penulis akan membuat perencanaan dan penjadwalan proyek yang berisi perencanaan kegiatan pekerjaan, rancangan anggaran dan biaya, penjadwalan kegiatan, dan pengalokasian sumber daya. Pertama, rencana kegiatan kerja terdiri dari tujuan proyek, definisi proyek, struktur rincian pekerjaan, dan tanggung jawab grafik linier. Kedua, penjadwalan proyek terdiri dari bagan Gantt chart dan Network Diagram yang menggunakan metode jalur kritis. Ketiga, rencana anggaran dan biaya terdiri dari harga satuan, harga bahan baku, dan biaya total untuk setiap kegiatan, dan ditambah dengan S-curve guna memudahkan manajer proyek dalam mengelola dana. Terakhir, pengalokasian sumber daya yang terdiri dari alokasi sumber daya dan pemanfaatan sumber daya. Penulis akan melakukan penelitian lapangan untuk mendapatkan data aktual seperti wawancara dengan manajer proyek, dsb. Akhirnya, perencanaan dan penjadwalan proyek diharapkan akan menciptakan sebuah gambaran besar proyek sebelum pelaksanaan dan sebagai panduan untuk membantu manajer proyek melaksanakan proyek tersebut. Kata Kunci: Project Planning, Project Scheduling, Work Breakdown Structure, Gantt Chart, Total Budget Cost

2026
👤 Penulis: Satya Paramadana
🏷️ Proyek Pengaturan 🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Rencana Kerja

ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI GEDUNG (STUDI KASUS DI KONTRAKTOR SWASTA X)

Sektor konstruksi merupakan salah satu kontributor utama kecelakaan kerja di Indonesia, dengan tingkat kecelakaan mencapai 31,9% pada tahun 2023. Meskipun pemerintah telah menerbitkan regulasi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) melalui Permen PUPR No. 10 Tahun 2021, efektivitas penerapannya pada sektor swasta masih menghadapi tantangan signifikan dibandingkan sektor BUMN. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat utama penerapan SMKK pada proyek gedung yang dikerjakan oleh kontraktor swasta PT X di wilayah Jabodetabek. Metodologi yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods). Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui kuesioner kepada enam responden kunci (Site Manager, HSE Officer, dan Supervisor) yang dianalisis menggunakan metode Relative Importance Index (RII). Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara terstruktur untuk memvalidasi data dan memberikan pemahaman mendalam mengenai kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama berasal dari interaksi tiga pihak kunci. Dari sisi pekerja, faktor penghambat yang paling dominan adalah rendahnya pemahaman dan kesadaran terhadap K3 (RII 0.667) serta rendahnya komitmen dalam mengikuti program pembinaan (RII 0.567). Dari sisi kontraktor, hambatan utama yang ditemukan adalah kurang tegasnya penegakkan hukum atau pemberian sanksi terhadap pelanggar K3 (RII 0.500). Hal ini sering kali dipicu oleh mitra kerja seperti subkontraktor dan mandor yang cenderung lebih mementingkan target jadwal (schedule) dibandingkan aspek keselamatan. Selain itu, terdapat kendala dalam pengalokasian anggaran K3 yang kurang sesuai dengan realisasi rencana (RII 0.467), di mana beberapa item fasilitas K3 tidak dapat dimaksimalkan spesifikasinya karena keterbatasan dana yang tersedia secara langsung. Dari sisi konsultan pengawas, faktor penghambat yang dominan adalah ketiadaan atau kurangnya unit K3 khusus di internal pengawas (RII 0.433) serta kurangnya keterlibatan dalam pengawasan lapangan dan pelaporan biaya penerapan SMKK (RII 0.433). Konsultan pengawas cenderung lebih berperan dalam memberikan tuntutan kepatuhan kepada kontraktor, namun partisipasi dalam pengawasan rutin di lapangan, seperti patrol harian, masih dinilai terbatas. Dari sisi owner dan pemerintah, penelitian menemukan bahwa pihak ini tidak menjadi hambatan dominan. Seluruh faktor dari sisi pemilik proyek diklasifikasikan dalam tingkat pengaruh sedang-rendah karena pemilik memiliki kepedulian yang tinggi, rutin melakukan care walk, dan mengalokasikan anggaran K3 yang memadai (mencapai 5% dari nilai kontrak). Sementara itu, seluruh faktor dari sisi pemerintah baik itu pengawasan maupun kesesuaian regulasi sudah dinilai baik oleh responden dibuktikan dengan kunjungan ke lapangan dalam analisis lingkungan serta sebagian besar peraturan yang sudah sesuai dengan kondisi lapangan. Walaupun demikian, penulis mengemukakan pendapatnya bahwasanya faktor penghambat paling dominan justru berasal dari pemerintah, terlebih dalam regulasi dan pengawasan yang berpengaruh terhadap kinerja seluruh stakeholder pada proyek konstruksi PT X. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan safety leadership di tingkat mandor dan subkontraktor, penggunaan teknologi digital dalam pengawasan, serta standarisasi kualifikasi kompetensi K3 bagi seluruh tenaga kerja konstruksi.

2026
👤 Penulis: Abimanyu Fathan Ashari
🏷️ Manajemen Keselamatan Konstruksi 🏷️ Interaksi Tiga Pihak Dalam Proyek Konstruksi

ANALISIS PERBAIKAN PERFORMA DAN SUMBER LOSSES MESIN PULP DRYER DI PT TOBA PULP LESTARI DENGAN PENDEKATAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS

PT. Toba Pulp Lestari merupakan perusahaan yang bergerak di industri pulp and paper. Namun, dalam menjalankan perannya, PT. Toba Pulp Lestari menghadapi tantangan berupa kapasitas produksi yang tidak maksimal. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan tersebut adalah pengukuran Overall Equipment Effectiveness (OEE), yang mencakup tiga aspek utama: ketersediaan (availability), kinerja (performance), dan kualitas (quality). Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama inefisiensi, seperti downtime, penurunan performa mesin, dan cacat produksi, serta memberikan rekomendasi strategis yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional perusahaan. Pada penelitian ini, pendekatan tersebut akan diterapkan pada pengoperasian mesin pulp dryer. Dengan menggunakan pendekatan OEE, didapatkan akar masalah yang terjadi pada pengoperasian mesin pulp dryer adalah kurangnya pasokan steam bertekanan pada mesin pulp dryer sehingga menyebabkan mesin mengalami pengurangan kecepatan atau slowdown time. Alternatif solusi perbaikan yang diberikan merupakan penambahan unit boiler tambahan bagi perusahaan. Alternatif solusi perbaikan ini mampu meningkatkan rata-rata nilai elemen performance pada OEE dari 78,89% menjadi 92,11% dan rata-rata nilai OEE keseluruhan dapat ditingkatkan dari 74,31% menjadi 86,62%.

2026
👤 Penulis: Giovani P Simangunsong
🏷️ Overhead Equipment Effectiveness 🏷️ Operasi Mesin Pulp Dryer 🏷️ Peningkatan Produktivitas Dan Efisiensi

KAJIAN SEDIMENTASI PADA MUARA SUNGAI PESAGUAN, KABUPATEN KETAPANG, KALIMANTAN BARAT

Muara DAS Pesaguan mengalami degradasi atau penumpukan sedimen yang menyebabkan terhambatnya alur pelayaran bagi para nelayan. Aktivitas pembangunan pertambangan dan ekspansi perkebunan kelapa sawit di wilayah hulu menyebabkan berkurangnya vegetasi penutup lahan, sehingga meningkatkan potensi erosi dan suplai sedimen menuju sistem sungai. Akumulasi sedimen tersebut memicu pendangkalan alur sungai yang berpotensi meningkatkan risiko banjir serta mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah hilir dan muara sungai. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola transportasi sedimen di Sungai Pesaguan menggunakan pemodelan numerik HEC-RAS 2D, menganalisis dampak perubahan tutupan lahan terhadap pola sedimentasi di muara sungai, serta memberikan rekomendasi penanganan sedimentasi di DAS Pesaguan. Hasil analisis pemodelan gelombang menggunakan Delft3D menunjukkan bahwa tinggi gelombang di area muara relatif kecil, berkisar antara 0–0,2 m, sehingga pengaruh gelombang terhadap pola sedimentasi di muara tidak signifikan dan proses sedimentasi lebih didominasi oleh debit sungai. Berdasarkan analisis spasial, perubahan tutupan lahan pada periode 2019 – 2024 menunjukkan adanya ekspansi perkebunan sawit sebesar 42% serta peningkatan area pertambangan sekitar 5%, yang berkontribusi terhadap berkurangnya vegetasi penutup lahan dan meningkatnya kerentanan terhadap erosi. Hasil analisis USLE menunjukkan bahwa pada tahun 2019 kelas bahaya erosi didominasi kategori sangat ringan (85%), sedangkan pada tahun 2024 menurun menjadi 82% dengan peningkatan kelas ringan dan sedang. Perubahan ini menyebabkan peningkatan sediment yield sekitar 10%, dari ±121.783 ton/tahun pada tahun 2019 menjadi ±134.080 ton/tahun pada tahun 2024. Hasil pemodelan numerik HEC-RAS 2D menunjukkan bahwa kondisi eksisting tahun 2024 mengalami agradasi dengan ketebalan sedimen mencapai sekitar 1,8 m akibat peningkatan suplai sedimen dari daerah hulu. Sedangkan simulasi kondisi eksisting tahun 2019 menunjukkan ketebalan sedimen maksimum sebesar 1,48 m, dengan area deposisi sedimen paling signifikan berada di area mulut muara sungai. Selain itu, dilakukan pemodelan skenario jika kondisi sedimen pada tahun 2019 ter-reduksi sebesar 50%, hasil pemodelan menununjukkan ketebelan sedimen dapat menurun hingga 0,5 – 1 m. Sebagai upaya pengelolaan sedimen, dilakukan skenario konservasi tanah berupa penerapan terasering pada area pertanian lahan kering campur untuk menurunkan suplai sedimen dari daerah hulu. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tindakan tersebut mampu menurunkan sediment yield dari kondisi tahun 2024 sebesar 134.080 ton/tahun menjadi sekitar 118.733 ton/tahun atau berkurang sekitar 11% sehingga mendekati kondisi tahun 2019. Selain itu, dari kondisi tahun 2019 ke skenario reduksi sedimen sebesar 50% dapat melalui penerapan terasering yang dikombinasikan dengan penanaman vegetasi penutup tanah berupa rumput gajah (Pennisetum purpureum). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tindakan tersebut mampu menurunkan sediment yield dari 121.783 ton/tahun menjadi sekitar 63.024 ton/tahun atau berkurang sekitar 48%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan konservasi tanah dan vegetasi penutup lahan di daerah hulu sangat penting untuk mengurangi suplai sedimen pada Sungai Pesaguan.

2026
👤 Penulis: Dhita Azka Afifa
🏷️ Sedimentologi 🏷️ Analisis Geomorfologi 🏷️ Pengendalian Erosi

PERANCANGAN MODEL FINANSIAL DENGAN ANALISIS RISIKO BERBASIS MONTE CARLO UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) PLN GROUP (STUDI KASUS: PLTS TERAPUNG 100 MW JAWA TIMUR)

Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) merupakan prioritas PLN Group dalam mewujudkan target energi baru terbarukan sebesar 20,9 GW pada tahun 2030. Namun, evaluasi kelayakan finansial proyek PLTS di PLN Group selama ini mengandalkan pendekatan deterministik berbasis discounted cash flow (DCF) yang berpotensi menghasilkan overvaluation profitabilitas proyek. Penelitian ini merancang model finansial dengan analisis risiko berbasis Monte Carlo untuk mendukung pengambilan keputusan investasi proyek PLTS di PLN Group, dengan studi kasus PLTS Terapung 100 MW Jawa Timur. Model dirancang dalam satu workbook Microsoft Excel yang mengintegrasikan model skema project financing, model finansial deterministik, serta model analisis risiko berbasis Monte Carlo menggunakan Add-Ins XLRisk dengan variabel stokastik global horizontal irradiation berdistribusi empiris dan capital expenditure berdistribusi PERT ±10%. Model dijalankan 10.000 iterasi dengan nilai median kemungkinan (P50) sebagai basis keputusan dan P90 sebagai estimasi risiko konservatif. Hasil penerapan model pada studi kasus membuktikan adanya overvaluation pada model deterministik dengan equity IRR PLN 10,78% dan equity NPV PLN 3.079.190 dolar AS. Angka ini turun menjadi 7,58% dan 186.137 dolar AS pada nilai median (P50) Monte Carlo. Pada P90, ditemukan risiko kemungkinan sebesar 10% proyek menghasilkan equity IRR PLN -3,99% dan average debt service coverage ratio (DSCR) sebesar 0,81 di bawah ambang minimum bankability. Analisis delapan skenario intervensi strategis mengidentifikasi bahwa kombinasi direct procurement modul surya, asumsi produksi listrik ke hasil median (P50) simulasi, dan penambahan pendapatan carbon credit menghasilkan performa terbaik dengan P50 untuk equity IRR PLN 13,13%, equity NPV PLN 5.489.414 dolar AS, dan average DSCR 1,35. Model telah diverifikasi secara matematis dan divalidasi oleh PT PLN (Persero) Kantor Pusat dan PT PLN Nusantara Renewables sebagai alat pendukung keputusan investasi yang andal.

2026
👤 Penulis: Rido Finovalda Daud
🏷️ Model Finansial 🏷️ Analisis Risiko Berbasis Monte Carlo 🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Plts)

PENGEMBANGAN VARIABEL MODEL ALIRAN MATERIAL SAMPAH PLASTIK DI SUMBER DENGAN ANALISA GEOSPASIAL DAN SOSIOEKONOMI

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel sosioekonomi dan spasial yang memengaruhi keputusan rumah tangga dalam pengelolaan sampah plastik di tingkat sumber, serta mengintegrasikan hasil analisis berbasis probabilitas perilaku ke dalam pendekatan koefisien transfer dalam Material Flow Analysis (MFA). Variabel yang diperoleh digunakan untuk memetakan distribusi timbulan sampah plastik dan praktik penanganannya sebagai dasar pengembangan model aliran material berbasis perilaku. Studi ini dilakukan pada 905.935 rumah tangga di Provinsi Bali, dengan pengambilan sampel timbulan dan komposisi sampah pada 200 rumah tangga selama delapan hari berturut-turut, serta 700 responden untuk analisis perilaku dan kondisi sosioekonomi. Data spasial dikombinasikan dengan produk remote sensing untuk merepresentasikan karakteristik wilayah. Pemilihan variabel dalam penelitian ini dilakukan melalui kombinasi analisis korelasi linear, analisis cross tabulation, serta pendekatan berbasis machine learning melalui feature importance dan interpretable machine learning menggunakan model Random Forest (RF). Variabel yang digunakan mencakup dimensi sosioekonomi dan spasial, yang disesuaikan dengan masing-masing praktik pengelolaan sampah plastik. Aktivitas penjualan sampah plastik dijelaskan dengan variabel jarak rumah ke fasilitas pengurangan sampah, luas rumah, besaran timbulan sampah plastik, perbedaan elevasi, penghasilan bulanan, dan klasifikasi area. Pada praktik pembakaran dan pembuangan sampah plastik ke sungai, variabel yang digunakan relatif serupa, yaitu jarak ke fasilitas, luas rumah, timbulan sampah plastik, kepadatan penduduk, penghasilan bulanan, dan klasifikasi area, dengan tambahan variabel jarak ke sungai khusus untuk praktik pembuangan sampah plastik ke sungai. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi variabel kunci yang secara signifikan memengaruhi probabilitas keputusan praktik penanganan rumah tangga dalam pengelolaan sampah plastik di tingkat sumber. ? Analisis sebaran timbulan sampah plastik di sumber dilakukan menggunakan supervised machine learning, di mana model regresi Light Gradient Boosting Machine (LGBM) digunakan untuk memproyeksikan timbulan sampah plastik (R² = 0,88), sedangkan model klasifikasi Random Forest digunakan untuk memprediksi praktik pengelolaan sampah plastik. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 26,72% rumah tangga melakukan penjualan sampah plastik, 48% melakukan pembakaran, dan 28% melakukan pembuangan ke sungai. Untuk masing-masing praktik, diperoleh proporsi alokasi sampah plastik di tingkat rumah tangga sebesar 8,47% (penjualan), 16,65% (pembakaran), dan 3,57% (pembuangan ke sungai). Integrasi antara probabilitas perilaku dan timbulan sampah plastik menghasilkan estimasi aliran massa sebesar 3,00 ton/hari untuk penjualan, 10,59 ton/hari untuk pembakaran, dan 1,32 ton/hari untuk pembuangan ke sungai, dengan koefisien transfer masing-masing sebesar 2,26%, 7,98%, dan 1,00%. Hasil ini menunjukkan bahwa kontribusi aliran massa tidak hanya ditentukan oleh prevalensi praktik, tetapi juga oleh intensitas alokasi sampah plastik pada masing-masing praktik. Pendekatan ini menegaskan bahwa probabilitas perilaku rumah tangga tidak secara langsung merepresentasikan koefisien transfer massa, melainkan berperan sebagai representasi distribusi perilaku yang dikombinasikan dengan intensitas praktik untuk menghasilkan estimasi aliran berbasis massa. Dengan demikian, penelitian ini mentransformasikan koefisien transfer dalam MFA dari parameter statis menjadi parameter berbasis perilaku dan kondisi sosioekonomi-spasial, serta menghasilkan peta distribusi praktik pengelolaan sampah plastik yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis lokasi.

2026
👤 Penulis: Elprida Agustina
🏷️ Geospasial 🏷️ Material Flow Analysis (Mfa) 🏷️ Analisis Perilaku Sosioekonomi

ANALISIS IMPLEMENTASI PENGADAAN BARANG SECARA ELEKTRONIK DI DEPARTEMEN LOGISTIK. STUDI KASUS : BADAN NARKOTIKA NASIONAL RI - CAWANG

Penelitian ini dilakukan untuk memahami mengapa BNN harus menerapkan metode E-Procurement sebagai instrumen penting di Lembaga, dan penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur sejauh mana kinerja pengadaan di Lembaga terkait. Kerangka konsep ang peneliti ajukan adalah menggunakan beberapa variabel yang mempengaruhi proses ngadaan, dan peneliti juga mengusulkan Gap Analysis pada penelitian ini untuk ngukur perbedaan antara aktual dan yang diharapkan dari proses pengadaan. Modologi yang digunakan untuk mengevaluasi proses pengadaan barang secara ektronik yang dilakukan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Par pendekatan kuantitatif digunakan Multi Linear Regression dan Radar Chart. Pada pene katan kualitatif digunakan wawancara secara mendalam dan observasi Untuk anali kuantitatif, peneliti menggunakan kuesioner dengan pendekatan Internal bahwa uesio er itu sendiri disebarkan kepada 36 responden di Departemen Logistik BNN -Cawang Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada Badan Narkotika Nasional, sektor pengadaan dapat mencapai kebutuhan institusi dengan cara menganalisis beberapa variable yang berhubungan dengan prees pengadaan tersebut. Variabel tersebut adalah Efisiensi, Ekonomi, Transparansi, Akuntabilitas, dan Kompetisi. Peneliti menggunakan Analisis Proses Bisnis dan Value Stream Map untuk menyusun model proses pengadaan Pada analisa menggunakan metode Multi Linear Regression, ditemukan bahwa variabel kompetisi merupakan variabel penting yang mempengaruhi proses pengadaan, sedangkan dengan Radar Chart untuk mengukur jarak antara nilai yang diharapkan dan nilai yang didapat, peneliti menemukan bahwa aspek Efisiensi dan aspek Ekonomi merupakan hal penting yang dapat ditingkatkan kedepannya, yang juga didukung oleh wawancara dengan kepala Departemen Logistik dan Penanggung Jawab dari pengadaan di Badan Narkotika Nasional - Cawang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, peneliti menyimpulkan bahwa Proses Pengadaan menggunakan implementasi secara elektronik melalui E-Procurement di Badan Narkotika Nasional Cawang sudah sesuai harapan dan dapat memenuhi kebutuhan institus: secara keseluruhan Kata kunci: Pengadaan Barang Secara Elektronik, ICT, Badan Narkotika Nasional, Pengadaan, Variabel, Value Stream, Proses Bisnis, Kebutuhan, Institusi, Radar

2026
👤 Penulis: Affan Syafiq Wijayaputra
🏷️ Pengadaan Barang 🏷️ Ict (Informatika Dan Komunikasi Terapan) 🏷️ Badan Narkotika Nasional

ANALISIS PEKERJAAN DI KSP TRI GUNA MULYA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI

Cooperatives is a business entity that has member and each person has their duties and responsibilities which has cooperatives principle and based on the people's economy in accordance with the principle of kinship. Cooperatives in this case can increase financial inclusion or ease of public access to financial services, such as saving and loans. As one of the cooperative that can support the financial inclusion, KSP Tri Guna Mulya should have a good management team in managing the financial and sustainability of the cooperative's performance. However, the result of interview that had been conducted KSP Tri Guna Mulya show that there is decreasing employee performance during work because of mixing job between employee. Therefore, this research is conducted to increase the employee performance in KSP Tri Guna Mulya with help them to understand the duties and responsibility that need to be done. This can be done through conducting job analysis, since there is unclear job analysis that could make the employee confused about their duties. This research using primary through questionnaire and interview and secondary data such as organizational structure in order to conduct job description and job specification. Researcher using the Spencer and Spencer dictionary as the tool during determine the competencies that needed by the cooperative to be part of its job specification. The current job that had be done in KSP Tri Guna Mulya was compared with the result of job analysis and it show that there are some positions that have overlapping With the new job analysis, it could be improve performance and reduce the less conscientious of the employee toward their duties and responsibility. This result may not be able to be used to other cooperative. However, the method are still can be used to design a clear job list for employee. Keyword: Job Analysis, Job Description, Job Specification

2026
👤 Penulis: I Gusti Ayu Diah Widiarini
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kepemimpinan Cooperative 🏷️ Analisis Pekerjaan

PENGARUH PERLAKUAN LELEHAN GARAM SEBAGAI FLUKS DALAM PERUBAHAN STRUKTUR DAN SIFAT FOTOLUMINESENSI DARI BA2TISI2O8

Material fotoluminesensi adalah material yang dapat menghasilkan foton dengan energi yang lebih kecil setelah mengabsorbsi foton yang memiliki energi yang lebih besar. Material ini dapat mengubah atau mengontrol gelombang elektromagnetik pada jangkauan daerah sinar ultraviolet (UV), sinar tampak, dan sinar inframerah (IR) menjadi gelombang elektromagnetik dengan frekuensi yang berbeda. Pada umumnya, material fotoluminesensi membutuhkan aktivator untuk menghasilkan pemendaran yang baik. Salah satu material fotoluminesensi yang tidak membutuhkan aktivator untuk menghasilkan luminesensi adalah senyawa Ba2TiSi2O8. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis kristal tunggal Ba2TiSi2O8 dengan menggunakan metode reaksi fasa padat, dilanjutkan dengan perlakuan dalam fluks lelehan garam, serta mempelajari efek fotoluminesensi dari Ba2TiSi2O8 dengan kedua metode tersebut. Pada penelitian ini, lelehan garam yang digunakan adalah campuran garam BaCl2-NaCl dan MnCl2-NaCl sesuai komposisi eutektiknya. Hasil sintesis dari kedua metode dikarakterisasi dengan difraksi sinar-X serbuk (XRPD). Berdasarkan hasil XRPD, perlakuan Ba2TiSi2O8 dalam lelehan garam menghasilkan lebih sedikit pengotor dibandingkan metode sintesis reaksi fasa padat, yang ditunjukkan dari penurunan intensitas puncak difraksi. Pengotor yang dihasilkan pada reaksi fasa padat larut dalam fluks dan dipisahkan dari fasa utama. Pengujian sifat fotoluminesensi Ba2TiSi2O8 dilakukan menggunakan spektroflorometer UV-Vis pada panjang gelombang eksitasi yakni 254 nm (E = 4,8 eV). Hasil analisis fotoluminesensi menunjukkan puncak emisi yang lebar pada panjang gelombang 465–470 nm (E = 2,6 eV) dan puncak eksitasi pada panjang gelombang 252–255 nm (E = 4,8 eV). Perlakuan Ba2TiSi2O8 menggunakan fluks lelehan garam menunjukkan adanya peningkatan intensitas fotoluminesensi pada penambahan jumlah mol lelehan garam yang digunakan. Pengukuran UV-Diffuse Reflectance Spectroscopy (UV-DRS) dan pengolahan data dengan plot Tauc untuk transisi direct-allowed menunjukkan adanya serapan utama pada 5,2 eV. Selain itu, sampel yang diperlakukan dengan fluks lelehan garam menunjukkan adanya band tail pada energi 4,1 eV, yang kemungkinan disebabkan oleh adanya cacat kristal.

2026
👤 Penulis: Edward Chianata
🏷️ Fotoluminesensi 🏷️ Ba2Tisi2O8 🏷️ Metode Sintesis Kristal

FATIGUE LIFE PREDICTION OF HIGH-SPEED TRAIN CARBODY USING FINITE ELEMENT METHOD FOR DIFFERENT SPEED AND RAIL CONDITIONS

Kereta Api Cepat (HSR) merupakan sistem transportasi darat yang penting karena kecepatan, skalabilitas, dan efisiensi. Rangkaian kereta modern seperti Kereta Api Cepat Merah Putih (KCMP) menggunakan alloy aluminium AL6061 T6 secara ekstensif untuk pengurangan berat. Namun, aluminium tidak memiliki batas ketahanan (endurance limit), sehingga rentan terhadap kegagalan kelelahan akibat beban berulang. Penelitian ini melakukan analisis umur kelelahan strucktur komprehensif pada bodi KCMP menggunakan Computational Aided Engineering (CAE). Metodologi ini mengintegrasikan simulasi Metode Elemen Hingga (FEM) pada ABAQUS dengan analisis daya tahan fe-safe, serta memasukkan respons dinamis dari data Multi-Body Dynamics (MBD). Teknik pemrosesan utama meliputi algoritma Rainflow-counting untuk ekstraksi siklus beban, relasi Goodman yang dimodifikasi untuk koreksi tegangan rata-rata, dan aturan Palmgren-Miner untuk perhitungan kerusakan kumulatif. Hasil studi parametrik mengidentifikasi konsentrasi tegangan kritis pada diskontinuitas geometris, khususnya di sekitar pintu dan jendela. Sudut bawah rangka pintu pada carbody ideal menunjukkan prediksi umur minimum 4,14 juta kilometer. Analisis desain KCMP menunjukkan 15 elemen kritis dengan puncak tegangan statis Mises 117,5 MPa pada antarmuka rangka bogie. Meskipun desain saat ini efisien dalam mengisolasi beban utama, analisis fatik komputasi berkelanjutan sangat penting untuk memastikan integritas struktural jangka panjang dan optimasi berat.

2026
👤 Penulis: Muhammad Faishal Fadhlurahman
🏷️ Kereta Api Cepat 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Metode Elemen Hingga
Halaman 146 dari 6754
💬