📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

7 PSYCHOLOGICAL CHARACTERISTICS THAT INFLUENCE CUSTOMER'SBUYING DECISION TO MITSUBISHI PAJERO SPORT IN INDONESIA

Sebagai salah satu perusahaan otomotif terbesar didunia, Mitsubishi memiliki tingkat pualan yang tinggi di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Mitsubishi pada awal m berdiri adalah perusahaan otomotif yang berfokus pada kendaraan diesel dan alat-alat berat sepi truk, bus dan traktor. Namun saat in Mitsubishi berusaha untuk mengubah image yang dim cinya terdahulu menjadi sebuah image baru yang bisa bersaing menghadapi para komptor utamanya yaitu Toyota dan Honda dalam sektor kendaraan penumpang. Saat ini Mitsubishi meluncurkan produk terbarunya yaitu Mitsubishi Pajero Sport. Perlahan tapi pasti Mitsubishi merubah brand image yang dimilikinya menjadi sebuah brand image baru tanpa mengurangi kekuatan dari brand image sebelumnya, dalam penilaian media otomotif Mitsubishi Pajero Sport selalu mendapatkan poin yang bagus dalam hal performa, namun sampai tahun 2011 ini penjualan Mitsubishi selalu dibawah pesaing terbesarnya yaitu Toyota. Mitsubishi perlu untuk lebih mendekatkan diri pada konsumen dengan memberikan pengetahuan tentang produk mereka, terutama Pajero Sport. Peneliti memiliki sebuah ide untuk menghubungkan antara karakter psikologi dari konsumen dengan keputusan mereka membeli Mitsubishi Pajero Sport. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2012 Peneliti mengumpulkan data dengan membagikan quesioner yang terbentuk dari 30 variabel pernyataan, pernyataan tersebut didapatkan melalui wawancara dengan Divisi Marketing Mitsubishi dan juga Focus grup discussion pada orang-orang yang sudah menggunakan mobil Mitsubishi Pajero Sport. Dengan menggunakan Regression analysis, Factor analysis dan Cluster analysis penulis berusaha untuk mencari tahu karakter psikologi apa yang bisa dijadikan pedoman oleh Mitsubisihi dalam menjual produknya Jasil dari regression analysis akan menunjukkan bahwa pengaruh karakteristik psikologi terhadap keputusan membeli adalah 18.15%, sedangkan factor analysis yang dihubungkan dengan berbagai teori psikologi akan menunjukkan bagaimana 7 karakter psikologi dapat mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan pada Mitsubishi Pajero Sport, 7 karakter psikologi tersebut adalah Psychological Value of Money, Relationship to Human and Environment, Brand Loyalty, Self Confidence and Expectancy, Personality of Customer, Leadership Confidence dan Self Esteem and Risk. cluster analysis membagi variable yang ada menjadi 3 cluster, peneliti membandingkan hasil antara factor analysis dengan cluster analysis dan menentukan bahwa factor analysis lebih mudah untuk mendeskripsikan karakter psikologi konsumen. Dengan mengetahui 7 karakter psikologi dari konsumen maka Mitsubishi akan dapat lebih spesifik dalam menentukan strategi marketing dan lebih spesifik dalam menentukan pangsa pasar dari produk andalannya yaitu Mitsubishi Pajero Sport. Keywords: Brand Image, Psychological Characteristics, Reggression Analysis, Factor Analysis, Cluster Analysis, Specific Target Market

2026
👤 Penulis: Rachmat Suhadi
🏷️ Psikologi Konsumen 🏷️ Manajemen Brand Image 🏷️ Analisis Faktor

AN EXPLORATORY STUDY OF MUSIC INDUSTRY IN BANDUNG

In this globalization era has brought competitive pressure to the business activities around the world. Porter (1990) said that national prosperity is created not inherited. This condition brought that we need new type of industry that can make a competitive advantage to this nation. Florida (2002) said that in the new economic era; competitive advantages depend on the quality of creativity and initiation, design and technical ability, deep conceptualization, and ability to deal with fast change. The current condition shows that music industry is the leading industry on creative industry. Based on Dinas Perdagangan Republik Indonesia's research, the condition was supported by: • Creative music industry have the higher growth than the other creative industry (18.06% in 2002-2006) • 80% market share on music industry is occupied by Indonesian music. • Indonesian music has been approved and sale at other country, like Malaysia, Brunei Darussalam, Singapore. • High playing ratio on television and radio •High frequency of concert on television or off-air, even the concert hall not good enough. This study talking about how the rich picture of creative music industry in Bandung, and how to bring this industry to their potential throughout several analysis data and tools, like stakeholders analysis, value chain analysis and diamond of porter model. In this study, in-depth interview has been used to 10 informants from five stakeholders by recommendation from various stakeholders. This study succesfully described the rich picture of creative music industry and also identify the potential or problems that exist on the creative music industry in this town. This study also identify how each stakeholder's reaction about collaboration and how to achieve that. Keywords: Creative industry, music industry, stakeholders analysis, value chain analysis, diamond of porter model, collaboration

2026
👤 Penulis: Yohanes Ganjar Wicaksana
🏷️ Creative Industry 🏷️ Hidrologi Musik 🏷️ Analisis Porter

PENGEMBANGAN REGIMEN DOSIS LINEZOLID PADA PASIEN TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT MELALUI EVALUASI KADAR OBAT DALAM DARAH, LUARAN KLINIS, DAN ADVERSE DRUG REACTION

Tuberkulosis resisten obat (TB-RO) masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian tuberkulosis. Keberhasilan terapi TB-RO secara global terlaporkan masih rendah. Linezolid merupakan komponen penting dalam regimen TB-RO karena efektivitasnya yang tinggi terhadap Mycobacterium tuberculosis resisten. Namun penggunaannya sering dibatasi oleh tingginya kejadian adverse drug reactions (ADR), terutama anemia, neuropati perifer, dan neuritis optik. Variabilitas farmakokinetik antarindividu dapat menyebabkan paparan obat yang berbeda meskipun diberikan dengan dosis standar. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko toksisitas atau menurunkan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan kadar linezolid dalam darah dengan kejadian ADR dan luaran klinis serta mengembangkan model farmakokinetik populasi (PopPK), dan mensimulasikan alternatif regimen dosis untuk optimasi terapi pada pasien TB-RO. Penelitian ini merupakan studi longitudinal prospektif pada pasien TB-RO di Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo, Bogor. Identifikasi ADR dilakukan menggunakan kuesioner tervalidasi dan evaluasi rekam medis. Kadar minimal linezolid (Cmin) diukur pada pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pemodelan PopPK dilakukan menggunakan Monolix®, dan simulasi Monte Carlo pada 1.000 pasien virtual dilakukan menggunakan SimulX® dengan regimen dosis 300, 450, 600, 900, dan 1200 mg per hari. Target farmakodinamik yang digunakan adalah fAUC/MIC ?50–100, dengan ambang toksisitas Cmin ?2 mg/L dan ?7 mg/L. Sebanyak 55 pasien (41%) mengalami kombinasi anemia dan neuropati perifer, dengan sebagian besar ADR muncul setelah 8–16 minggu terapi. Analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara kategori Cmin dan kejadian anemia, neuropati perifer, maupun neuritis optik. Model PopPK terbaik adalah model satu kompartemen dengan absorpsi orde pertama (CL_pop 3,9 L/jam; V_pop 38,64 L). Simulasi menunjukkan bahwa regimen dosis 300–450 mg/hari dapat mempertahankan probabilitas pencapaian target farmakodinamik pada MIC rendah dengan risiko toksisitas lebih rendah dibandingkan dosis lebih tinggi. Pendekatan farmakokinetik populasi dan simulasi dosis memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan strategi precision dosing linezolid pada pasien TB-RO di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Emy Oktaviani
🏷️ Linezolid 🏷️ Tuberkulosis Resisten Obat 🏷️ Model Farmakokinetik Populasi

PENGOLAHAN DATA BATIMETRI DENGAN PERANGKAT LUNAK HI-TARGETDEPTH SOUNDING

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya berupa lautan. Oleh karena itu, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam bidang kelautan. Dengan memperhatikan banyaknya pekerjaan di bidang kelautan, maka diperlukan tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman serta alat yang mendukung pekerjaan tersebut. Salah satu alat yang digunakan untuk pekerjaan kelautan adalah echosounder yang berfungsi untuk merekam data kedalaman laut aktual. Echosounder dalam hal ini lebih spesifik mengacu pada echosounder dijital (HD-370 Digital VF Echosounder). Jenis echosounder ini merupakan salah satu produk dari HI-Target yang baru diperkenalkan akhir-akhir ini dan belum pernah diujicoba sekaligus dengan perangkat lunak didalamnya. Hi-Target depth sounding merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah data kedalaman yang didapat dari echosounder. Sehingga data mentah yang didapat dari survei batimetri akan diproses menjadi data yang sudah berorientasi dan merupakan data yang fix. Analisis perangkat lunak tersebut serta akuisisi data echosounder tersebut akan dibahas pada skripsi ini sehingga dapat diketahui kelebihan dan kelemahannya serta kualitas data kedalamannya. Data yang digunakan merupakan data kedalaman wilayah Kolam Bebek Putrri Duyung Cottage Ancol, DKI Jakarta.

2026
👤 Penulis: Lydia Rifka Lumintang
🏷️ Echosounder 🏷️ Analisis Perangkat Lunak 🏷️ Data Batimetri

COMPARISON ANALYSIS BETWEEN MURABAHAH HOUSE OWNERSHIP IN SHARIA BANK WITH THE HOUSE OWNERSHIP CREDIT IN CONVENTIONAL BANK FROM DEBTOR'S POINT OF VIEW IN X BANK AND X SHARIA BANK

Nowadays, business competition between banks is getting keener and keener, and each bank creates various products and business systems which present multiple competitive advantages. The increasing demand for financing institution has encouraged banks to offer financing facility to the public. One of those facflities, which is the most popular one, is house financing credit that answers the high public demand for house. In this situation, public (conventional) bank will face new competition with the presence of finance institutions or non-conventional banks. This phenomenon is marked by the growth of finance institution which adopts the sharia system. The difference between the management system of sharia bank and conventional bank lies on the recompense which is received by both the bank and the investor. The banking procedure itself is not too different; it is the agreement that is not the same. Conventional bank adopts credit agreement, while sharia bank adopts trade agreement. The agreement of marginal profit is decided at the beginning, in accordance with the principle of Islam. In order to be able to make comparison, the components of expense are detailed and added one by one to find out about the amount of installment from both of bank. Then the amount of the installment is compared using financial method. In conventional bank the method employed is called scenario analysis which comprises of best case, base case, and worst case, which later the IRR and NPV will be compared to calculate the profitability, present value and the equivalent point for the consumers between their money that they'll got as a loan and money they'll spent as installment during the time period of the credit. The condition is provided in scenario analysis. Which in base analysis the interest rate is assume stable. If it's change, the average of the changing will be around point 12,5% (the current KPR condition), For the best case as a optimistic scenario that the interest will be decrease until reach the minimum point from historical data. For the worst case as the pessimistic scenario that the interest rate will increase and touch highest level from historical data. Although the condition has been set as pessimistic as possible, sharia bank still has the highest IRR; which means, with the high marginal rate taken, sharia bank will be less competitive compared to conventional bank Customer are recommended to used KPR conventional system especially BI predict that Indonesia economic will be stable and inflation rate will decrease which means funding using sharia will not give an equal value with the amount customer's pay later as installment. Due to this reason, a directed socialization from sharia bank is crucial, that public will understand the objective of giving higher margin than BI's interest rate and knows about the system..

2026
👤 Penulis: Orysa Rizky Sophia Dewi
🏷️ Finansial 🏷️ Manajemen Risiko 🏷️ Kepatuhan Islam

PERANCANGAN BUS LISTRIK MEDIUM LOW FLOOR UNTUK AKSESIBILITAS DAN MOBILITAS INKLUSIF PENGGUNA KURSI RODA DI BANDUNG RAYA

Transformasi menuju transportasi publik yang berkelanjutan melalui pengembangan bus listrik di berbagai kota Indonesia membuka peluang untuk meningkatkan aksesibilitas mobilitas perkotaan. Namun, desain bus perkotaan yang ada masih belum sepenuhnya mendukung kebutuhan pengguna kursi roda, terutama pada aspek kemudahan naik–turun kendaraan, ruang manuver, dan stabilitas tubuh selama berada di dalam bus. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bus listrik medium low floor yang lebih inklusif dengan mempertimbangkan interaksi antara desain ruang kendaraan, gerakan tubuh pengguna, serta alur aktivitas saat mengakses bus. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran yang meliputi studi literatur, observasi lapangan pada beberapa kota, kuesioner pengalaman penumpang, wawancara pengguna kursi roda, proses perancangan desain, serta pengujian mockup skala 1:1 menggunakan analisis biomekanika tubuh dan evaluasi persepsi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ramp yang lebih landai, ruang manuver yang lebih luas, serta penataan elemen interior yang ergonomis mampu meningkatkan performa aksesibilitas secara signifikan, ditunjukkan oleh peningkatan efisiensi waktu aktivitas dengan penurunan berkisar antara sekitar 30% hingga hampir 50%, pengurangan beban biomekanika tubuh sebesar sekitar 45–50%, serta peningkatan stabilitas gerakan pengguna. Pengujian mockup juga menunjukkan peningkatan signifikan pada keberhasilan aktivitas naik ramp, serta persepsi pengguna yang lebih positif terhadap aspek keamanan, kemudahan, dan kemandirian. Penelitian ini menegaskan bahwa desain bus yang inklusif tidak hanya bergantung pada penyediaan fasilitas aksesibilitas, tetapi pada integrasi antara ergonomi tubuh, stabilitas gerakan, dan rangkaian aktivitas pengguna. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan perancangan berbasis biomekanika dan aktivitas pengguna dapat menjadi dasar dalam pengembangan desain bus perkotaan yang lebih aksesibel, efisien, dan inklusif di Indonesia.

2026
👤 Penulis: I Made Arinata Candradeva
🏷️ Transportasi Publik 🏷️ Desain Bus Listrik 🏷️ Aksesibilitas Pengguna Kursi Roda

PENGENDALIAN STRUKTUR DAN MORFOLOGI PADA KATODE LINI0,5MN1,5O4 UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA ELEKTROKIMIA BATERAI ION LITIUM

Baterai ion litium merupakan salah satu teknologi penyimpanan energi yang penting dalam mendukung kebutuhan energi modern, khususnya untuk aplikasi perangkat elektronik portabel dan kendaraan listrik. Peningkatan kebutuhan akan densitas energi yang lebih tinggi mendorong pengembangan material katode dengan performa lebih baik. Namun, katode komersial berbasis Li[NixCoyMn1?x?y]O2 (NCM) dan Li[NixCoyAl1?x?y]O2 (NCA) masih bergantung pada unsur kobalt yang mahal dan terbatas. LiNi0,5Mn1,5O4 (LNMO) merupakan salah satu kandidat katode bebas kobalt yang menjanjikan karena memiliki tegangan kerja tinggi sekitar 4,7 V (vs. Li/Li+), kapasitas teoritis sekitar 147 mAh g-1, dan jalur difusi ion Li+ tiga dimensi yang mendukung kinerja fast charging. Namun, implementasi katode LNMO dalam aplikasi komersial masih menghadapi tantangan, terutama terkait stabilitas siklus yang rendah akibat efek Jahn-Teller yang berasal dari keberadaan Mn3+, pelarutan logam transisi, dan reaksi antarmuka elektrode-elektrolit pada tegangan tinggi. Kinerja elektrokimia sangat bergantung pada morfologi dan struktur kristalnya. Partikel berukuran nano dapat memperpendek jalur difusi ion litium sehingga meningkatkan performa laju, tetapi cenderung mempercepat reaksi samping dengan elektrolit. Sedangkan partikel berukuran mikrometer dapat meningkatkan stabilitas antarmuka, namun memiliki keterbatasan pada transport ion. Pendekatan morfologi hierarkis menjadi strategi efektif karena partikel primer yang berukuran nano dapat mempercepat difusi ion Li,sementara agregasi partikel sekunder meningkatkan densitas volumetrik dan stabilitas struktur. Di sisi lain, struktur kristal LNMO terdiri dari fasa ordered (teratur, P4332) dan fasa disordered (tidak teratur, Fd-3m). Fasa disordered umumnya lebih menguntungkan karena dapat meningkatkan konduktivitas elektronik dan difusi ion litium. Namun, peningkatan Mn3+ dapat menyebabkan reaksi disproporsionasi dan efek Jahn-Teller yang menurunkan stabilitas struktur. Pengendalian fasa ordered-disordered menjadi penting dalam optimasi kinerja LNMO. Dalam penelitian ini, peningkatan performa elektrokimia katode LNMO untuk aplikasi baterai ion litium dilakukan melalui modifikasi morfologi bulat hierarkis menggunakan metode kopresipitasi serta pengendalian fasa melalui variasi laju pendinginan selama proses perlakuan panas. Hasil karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) melaporkan bahwa seluruh sampel didominasi oleh struktur ii spinel LNMO dengan grup ruang Fd-3m. Terdapat impuritas rock-salt fasa LixNi1-xO yang berada pada puncak 2? = 37,83° dan 43,61° serta impuritas fasa Na0,7MnO2,05 pada 2? = 15,82°. Hasil Rietveld refinement mengonfirmasi bahwa seluruh sampel memiliki dominasi fasa disordered, dengan derajat disordered yang meningkat seiring peningkatan laju pendinginan. Analisis rasio intensitas puncak bidang (111)/(311) dan (311)/(400) LNMO-5 memiliki nilai tertinggi yang mengindikasikan struktur spinel semakin ideal dan stabilitas yang lebih baik. Hasil Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan bahwa material LNMO yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki morfologi bulat hierarkis mikro-nano dengan ukuran partikel sekitar 1,4-2,8 ?m. Semakin lambat laju pendinginan menghasilkan ukuran partikel yang lebih besar. Hasil pengujian Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) menunjukkan bahwa LNMO-5 memiliki resistansi transfer muatan (RCT) terendah yang mengindikasikan kinetika elektrokimia yang paling baik. Pengujian charge-discharge pada densitas arus 0,1 C menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki struktur Fd-3m yang ditandai dengan adanya redoks Mn3+/Mn4+ dan pemisahan plateau redoks Ni2+/Ni3+ dan Ni3+/Ni4+. Kontribusi aktif redoks Mn menunjukkan peningkatan seiring meningkatnya laju pendinginan. Peningkatan ini mengindikasikan bertambahnya kandungan Mn3+ dalam struktur yang berkorelasi dengan meningkatnya derajat struktur disordered. LNMO-5 memiliki kapasitas spesifik (117,99 mAh g-1) dan efisiensi Coulombic (94,66%) tertinggi daripada LNMO-3 dan LNMO-7. Selain itu, LNMO-5 performa rate capability tertinggi, serta stabilitas terbaik yang mampu mempertahankan 98,20% kapasitas setelah 200 siklus. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi optimal antara derajat fasa disordered yang terkontrol dan morfologi hierarkis yang mampu mendukung transportasi ion, menurunkan resistansi dan meningkatkan stabilitas siklus LNMO.

2026
👤 Penulis: Idhiyani Murounaky
🏷️ Baterai Ion Litium 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

DESAIN FONDASI TAHAN GEMPA DAN DINDING BASEMENT PROYEK GEDUNG PERKANTORAN ABC DI DKI JAKARTA

Kepadatan lahan di DKI Jakarta mendorong pemanfaatan basement sebagai solusi ruang pada gedung perkantoran bertingkat, sementara posisi Indonesia di kawasan tektonik aktif mengharuskan seluruh sistem fondasi dan dinding basement dirancang tahan gempa. Tugas akhir ini merancang fondasi dalam berupa tiang bor untuk mendukung beban struktural gedung, serta dinding diafragma sebagai dinding basement yang berfungsi sebagai struktur penahan tanah untuk Proyek Gedung Perkantoran ABC di DKI Jakarta. Analisis parameter tanah dilakukan berdasarkan data SPT dan CPT dari lima titik borehole (BH-01 hingga BH-05), mencakup sudut geser dalam, undrained shear strength, modulus elastisitas, dan parameter konsolidasi, dengan kelas situs ditentukan sesuai SNI 8460:2017. Dinding basement dirancang menggunakan sistem dinding diafragma dengan ground anchor sebagai penopang lateral, dilaksanakan dengan metode bottom-up. Perancangan mencakup perhitungan tekanan lateral kondisi undrained dan drained, desain ground anchor, serta penulangan lentur dan geser. Verifikasi dilakukan dengan PLAXIS 2D menggunakan model Hardening Soil melalui beberapa iterasi untuk memperoleh desain optimal yang memenuhi faktor keamanan SF ? 1,5 dan batas defleksi lateral yang diizinkan. Fondasi dalam menggunakan tiang bor berdiameter 1 m sepanjang 40 m, dengan analisis kapasitas aksial dan lateral menggunakan perangkat lunak LPILE dan GROUP. Hasil desain menunjukkan bahwa dinding diafragma dan tiang bor yang dirancang memenuhi seluruh persyaratan keamanan struktural berdasarkan standar yang berlaku.

2026
👤 Penulis: Matthew Ray Saroinsong
🏷️ Geoteknik 🏷️ Desain Struktur 🏷️ Tekanan Gempa

KAJIAN WACANA KRITIS MULTIMODAL TOKOH PENDEKAR PEREMPUAN DALAM FILM SILAT WIRO SABLENG (2018): MODALITAS KOSTUM, GERAK, DAN TUTURAN

Film silat yang berakar dari karya sastra telah berkembang menjadi bagian integral dari budaya populer di Indonesia. Genre ini secara konsisten mewacanakan tokoh pendekar sebagai simbol kekuatan fisik dan moral. Meskipun tokoh laki-laki dan perempuan sama-sama direpresentasikan sebagai pendekar, konstruksi gender terhadap keduanya memunculkan makna yang berbeda. Tokoh laki-laki cenderung digambarkan sebagai pelindung masyarakat yang menjunjung nilai-nilai tradisional dan stabilitas moral, sedangkan tokoh perempuan lebih sering menghadirkan dimensi emosional serta narasi perjuangan identitas yang kompleks dan menantang norma-norma patriarkal. Di dalam konteks ini, film Wiro Sableng (2018) yang mengadaptasi novel karya Bastian Tito, menampilkan tokoh Anggini sebagai pendekar perempuan yang mengalami transformasi: dari sosok pemalu menjadi figur yang berani, independen, dan tegas. Representasi tersebut terbentuk melalui kuasa produser, sutradara, penulis naskah, dan tim produksi yang membingkai narasi serta membentuk wacana melalui penggunaan moda secara multimodal. Oleh karena itu, film silat tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai wahana ideologis yang turut membentuk struktur kekuasaan melalui teknik framing dan konfigurasi visual-verbal. Analisis terhadap representasi tokoh perempuan dalam film silat, khususnya dalam Wiro Sableng, menjadi penting untuk mengungkap dinamika kekuasaan, ideologi, dan konstruksi gender yang tersembunyi di balik narasi dan visual yang tampak alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara film Wiro Sableng (2018) merepresentasikan tokoh pendekar perempuan serta menggambarkan relasi kekuasaan dan ideologi yang melekat padanya. Selain itu, penelitian ini mengkaji cara kerja representasi tokoh Anggini merefleksikan peran perempuan dalam konteks sosial budaya Indonesia melalui medium film silat. Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Multimodal (AWKM) yang dikembangkan oleh David Machin, dengan fokus pada modalitas kostum, gestur tubuh, dan tuturan. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling, dengan tokoh Anggini sebagai objek utama. Kriteria pemilihan shot mencakup: (1) kompleksitas konteks dan penggunaan moda, (2) kemunculan unsur tantangan, rasa penasaran, atau enigma, (3) variasi pengaturan moda visual dan verbal, serta (4) memiliki potensi atau asumsi untuk memunculkan ideologi dan relasi kekuasaan dalam representasi tokoh perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi tokoh pendekar perempuan dalam Wiro Sableng (2018) dibentuk melalui kerja antarmoda yang saling melengkapi dan ideologis. Kostum, gerak, dan tuturan berfungsi sebagai sumber daya semiotik yang secara simultan membangun agensi sekaligus menetapkan batas simbolik terhadap keberdayaan perempuan. Keberdayaan Anggini tidak lahir dari redefinisi femininitas, melainkan dari performativitas yang menginternalisasi dan mengulang kode maskulin agar diakui dan ideal dalam struktur naratif dan visual film. Dengan demikian, film ini menghadirkan paradoks ideologi yang menampilkan figur perempuan yang kuat dan dominan di satu sisi, tetapi di sisi lain tetap mereproduksi logika kuasa maskulin dan hierarki simbolik yang telah mapan. Representasi tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan melalui film ini tidak sepenuhnya membongkar dominasi, melainkan menggesernya ke dalam bentuk yang lebih terselubung dan terkoordinasi secara sinematik. Penelitian ini juga memperluas analisis wacana kritis multimodal David Machin dengan mengintegrasikan imaji gerak pada moda visual dan tindak tutur serta prinsip kesopanan pada moda verbal untuk mengkaji teks mutimodal berupa gambar bergerak.

2026
👤 Penulis: Feny Puspitasari
🏷️ Film Silat 🏷️ Analisis Wacana Kritis Multimodal 🏷️ Konstruksi Gender Dalam Media Film

JEJAK ALAMI (JELAMI) PUSPA MELATI PADA TENUN SUTERA SEBAGAI PAKAIAN UPACARA KENEGARAAN

Pakaian Nasional merupakan busana yang dikenakan oleh para tamu undangan, khususnya tamu perempuan, pada Upacara Kenegaraan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta. Penggunaan Pakaian Nasional ini telah diatur dalam Tata pakaian Acara Kenegaraan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2010 dan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2018. Merujuk undang-undang tersebut memungkinkan upaya dalam merancang alternatif Pakaian Nasional, berupa kain yang secara khusus menggunakan kain sutera ATBM dengan teknik Jejak Alami yang selanjutnya disebut teknik Jelami, yang secara umum dikenal sebagai teknik ecoprint (pada prosesnya terdapat pembedaan teknik ecoprint dengan teknik Jelami). Urgensi penelitian ini terletak pada eksplorasi perancangan berbasis eksperimen terapan teknik Jelami dengan objek identitas bangsa, yaitu puspa melati (Jasminum sambac) sebagai Bunga Nasional atau Puspa Bangsa, sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional. Metode penelitian yang digunakan meliputi eksperimen, kajian estetik, dan eksplorasi perancangan kualitatif. Inspirasi estetik diambil dari ronce melati serta warna sogan khas batik klasik, yang menghadirkan makna sakral, ritual, anggun, dan agung, selaras dengan filosofi Jawa, serta diperuntukkan bagi perempuan Indonesia, khususnya perempuan Jawa. Tujuan penelitian ini adalah: (a) mengeksplorasi teknik Jelami puspa melati pada kain sutera ATBM sebagai alternatif kain untuk Pakaian Nasional dalam Upacara Kenegaraan; dan (b) merumuskan konsep estetik Jelami puspa melati yang meliputi bentuk, warna, komposisi, dan penamaan yang mencerminkan karakter perempuan Indonesia, dengan rujukan pada karakter perempuan Jawa. Hasil penelitian menunjukan terciptanya kain bermotif puspa melati dengan teknik Jelami sebagai alternatif kain untuk Pakaian Nasional dalam Upacara Kenegaraan.

2026
👤 Penulis: Savitri
🏷️ Teknik Ekoknigga 🏷️ Pakaian Nasional 🏷️ Hidrologi

PERAN TAMAN SUPRATMAN SEBAGAI RUANG PUBLIK DALAM MENDUKUNG AKTIVITAS FISIK DAN INDIKATOR KOTA SEHAT DI KOTA BANDUNG

Meningkatnya kesadaran masyarakat perkotaan terhadap gaya hidup sehat, khususnya melalui aktivitas fisik, menjadi perhatian dalam pembangunan kota berkelanjutan. Konsep Kota Sehat menekankan integrasi antara lingkungan fisik, sosial, dan perilaku masyarakat. Bandung sebagai salah satu kota yang mengadopsi konsep ini terus mengembangkan ruang publik, seperti Taman Supratman, meskipun pemanfaatannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran ruang publik dan aktivitas fisik masyarakat di Taman Supratman sebagai indikator Kota Sehat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan metode campuran melalui observasi, kuesioner IPAQ, dan data sekunder. Hasilnya menunjukkan bahwa taman ini cukup mendukung aktivitas fisik dan interaksi sosial, dengan dominasi aktivitas intensitas sedang (cukup aktif), meskipun belum optimal untuk intensitas tinggi. Secara keseluruhan, Taman Supratman berkontribusi dalam mendukung kesehatan masyarakat, terutama pada aspek kehidupan sehat mandiri dan fasilitas umum. Namun, masih diperlukan peningkatan pada pemerataan fasilitas, aksesibilitas, dan penguatan peran ruang publik agar lebih efektif dalam mendorong aktivitas fisik dan gaya hidup sehat.

2026
👤 Penulis: Nayla Putri Salma
🏷️ Kesehatan Masyarakat 🏷️ Ruang Publik 🏷️ Konsep Kota Sehat

PERENCANAAN LANSKAP ENERGI: PENDEKATAN EKOLOGI LANSKAP DALAM MENDESAIN LANSKAP ENERGI BERKELANJUTAN

Indonesia, sebagai tuan rumah bagi beragam ekosistem, kini menghadapi tantangan serius akibat perubahan iklim global. Pemanasan global telah merenggut keanekaragaman hayati, memberikan sinyal darurat bagi kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem. Dampak perubahan iklim global telah menjadi perhatian masyarakat negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Sebagai negara kepulauan yang memiliki berbagai sumber daya alam dan keanekaragaman yang tinggi. Indonesia memiliki potensi yang besar untuk terkena dampak negatif perubahan iklim, dan sekaligus berpotensi besar untuk turut andil dalam melakukan mitigasi maupun adaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim.. Target emisi nol bersih Indonesia perlu dilihat sebagai bagian dari transformasi yang diperlukan dalam upaya menjadi negara dengan ekonomi maju tahun 2045. Potensi besar PLTS di seluruh wilayah Indonesia juga tidak dapat termanfaatkan secara maksimal untuk menyediakan energi listrik yang berkualitas dan handal bagi masyarakat. Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar menerima radiasi matahari. Pesisir Pantai Pangandaran selain memiliki potensi sumber daya matahari, wilayah ini memiliki potensi angin dan gelombang air laut yang cukup besar. Penelitian ini menggunakan metode campuran antara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif melibatkan analisis mendalam terhadap literatur yang berkaitan dengan perencanaan lanskap dan energi, sedangkan secara kuantitatif, dilakukan dengan menganalisis praktik perencanaan lanskap menggunakan pendekatan yang luas, seperti pemetaan area potensial, multikriteria dan perangkat GIS. Inventarisasi data dibagi ke dalam 3 kategori, fisik, biologi, dan budaya. Analisis kesesuaian dilakukan pada tahap pertama untuk dapat menentukan lokasi strategis yang dapat menampung pengembangan energi solar dan energi bayu dengan kriteria dan batasannya masing-masing. Lokasi yang paling strategis berada di Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, dikarenakan lokasi secara garis besar dari segi fisik memiliki area yang sangat landai, elevasi antara -3 sampai 22 meter di atas permukaan laut serta potensi solar dan angin yang tinggi. Analisis mitigasi bencana, analisis tapak, analisis dampak visual adalah analisis yang selanjutnya dilakukan untuk mengetahui penempatan setiap komponen lanskap energi tidak membuat penurunan nilai lanskap, selain itu hal ini dimaksudkan karena area perencanaan berada di daerah pesisir yang memiliki potensi tsunami. Perencanaan lanskap energi menghasilkan produk masterplan dengan konsep ”Ngadeuheus ka Niskala” yang mempertahankan ekosistem mosaik, yaitu tipe habitat air, vegetasi darat, lahan transisi, dan area buatan, dengan energi terbarukan yang menjadi bagian dari sistem lanskap.

2026
👤 Penulis: Chaerul Hisyam
🏷️ Perencanaan Lanskap Energi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Alam 🏷️ Hidrologi

PERSEPSI RUANG DIGITAL DAN KONSUMSI RUANG KOMERSIAL: STUDI ELEMEN SPASIAL DAN SOSIAL-SUBJEKTIF DI BLOK M, JAKARTA SELATAN

Perubahan dinamika kota kontemporer menunjukkan bahwa ruang komersial tidak lagi berkembang semata berdasarkan faktor fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh persepsi, pengalaman, dan representasi digital pengguna. Kawasan Blok M sebagai kawasan komersial strategis mengalami transformasi menuju ekonomi kreatif berbasis digital, sehingga penting memahami integrasi elemen spasial dan sosialsubjektif dalam membentuk konsumsi ruang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keterkaitan antara persepsi ruang digital dengan konsumsi ruang komersial di kawasan Blok M. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada elemen spasial, persepsi terkonsentrasi pada koridor utama seperti Melawai dan Blok M Square, dengan aksesibilitas tinggi di sekitar simpul MRT, aglomerasi aktivitas pada titik seperti Taman Literasi, serta distribusi parkir yang mengikuti lokasi konsumsi. Sementara itu, pada elemen sosial-subjektif, persepsi terbentuk melalui viralitas media sosial, identitas simbolik tempat, ragam aktivitas, kualitas pengalaman, dan estetika visual ruang. Permodelan GWR menunjukkan bahwa parkir, kualitas pengalaman, dan estetika berpengaruh signifikan terhadap jumlah ulasan sebagai representasi konsumsi ruang. Temuan ini menyatakan bahwa baik elemen spasial maupun sosial-subjektif tetap memiliki keterkaitan, namun dengan karakter yang berbeda, di mana elemen spasial cenderung berpengaruh langsung dan konsisten, sedangkan elemen sosial-subjektif bersifat lebih kontekstual, selektif, dan tidak selalu linear. Meskipun demikian, seluruh elemen tetap memiliki keterkaitan secara konseptual terhadap konsumsi ruang komersial, di mana persepsi digital terbentuk secara luas tetapi hanya sebagian yang terkonversi menjadi perilaku konsumsi yang terukur secara empiris. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis persepsi digital berbasis TF-IDF dengan pendekatan spasial dan statistik, serta pengukuran berbasis unit ruang komersial untuk mengidentifikasi keterkaitan empiris antara subjektivitas digital dan konsumsi ruang. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan geografi konsumsi dengan mengintegrasikan dimensi spasial, sosial-subjektif, dan data digital dalam memahami dinamika ruang komersial perkotaan.

2026
👤 Penulis: Yohana P. Indrasmoro
🏷️ Geografis Konsumsi 🏷️ Hidrologi Digital 🏷️ Manajemen Ruang Komersial

JARUM MIKRO TERLARUT BERBASIS POLIMER TERINTEGRASI NANOEMULSI KURKUMIN TERLAPISI KITOSAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI SISTEM PENGHANTARAN TRANSDERMAL UNTUK TERAPI KANKER

Jarum Mikro terlarut (JMt) merupakan salah satu sistem penghantaran obat transdermal yang bersifat minimal invasif, biokompatibel, dan mampu menghantarkan obat secara terkontrol melalui pembentukan mikrokanal pada kulit. Sistem ini berpotensi meningkatkan efisiensi penghantaran obat dibandingkan dengan rute konvensional. Integrasi JMt dengan sistem nano menjadi pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitas zat aktif yang memiliki keterbatasan fisikokimia. Salah satu senyawa yang memerlukan strategi penghantaran inovatif adalah kurkumin, yaitu senyawa polifenol alami yang memiliki aktivitas antikanker yang kuat melalui mekanisme induksi apoptosis dan penghambatan proliferasi sel. Meskipun demikian, pemanfaatan kurkumin dalam terapi kanker masih terhambat oleh kelarutan air yang sangat rendah, stabilitas yang terbatas, serta bioavailabilitas yang rendah ketika diberikan secara oral. Oleh karena itu, pengembangan sistem penghantaran berbasis nano yang dikombinasikan dengan JMt menjadi alternatif yang rasional untuk meningkatkan efektivitas terapeutik kurkumin dalam terapi kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan JMt berbasis asam hialuronat (AH), polivinil alkohol (PVA), dan karboksimetil selulosa (CMC) sebagai sistem penghantaran transdermal untuk terapi kanker. Sistem JMt tersebut kemudian diintegrasikan dengan nanoemulsi kurkumin berlapis kitosan (NE-Kur-Kit) yang dirancang sebagai sistem penghantaran obat responsif terhadap pH untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitas kurkumin. Selanjutnya, aktivitas antikanker dari NE-Kur-Kit dievaluasi melalui pengujian sitotoksisitas terhadap sel kanker MCF-7. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan formulasi, karakterisasi fisikokimia, uji pelepasan obat dan stabilitas, evaluasi sitotoksisitas secara in vitro, serta pengujian karakteristik dan permeasi JMt secara ex vivo. Nanoemulsi kurkumin berlapis kitosan diformulasikan dengan variasi konsentrasi kitosan untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap stabilitas dan profil pelepasan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem NE-Kur-Kit memiliki sifat pelepasan obat yang sangat responsif terhadap pH, dengan pelepasan kurkumin jauh lebih tinggi pada kondisi asam (pH 5,4) dibandingkan dengan kondisi fisiologis normal (pH 7,4). Pada pH 5,4, pelepasan kurkumin mencapai 93,57% (1 mg/mL kitosan), 50,60% (2 mg/mL), dan 31,16% (4 mg/mL), sedangkan pada pH 7,4 pelepasan obat sangat rendah, yaitu 3,20%, 3,06%, dan 0,34%. Berdasarkan uji stabilitas, konsentrasi kitosan 2 mg/mL merupakan kondisi optimum yang memiliki stabilitas dan responsivitas pH yang baik. Evaluasi aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7 menggunakan metode MTT menunjukkan bahwa formulasi NE-Kur-Kit secara signifikan meningkatkan potensi antikanker kurkumin. Kurkumin bebas memiliki nilai IC50 sebesar 6,997 µg/mL, sedangkan setelah diformulasikan dalam bentuk NE-Kur-Kit, nilai IC50 menurun drastis menjadi 1,638 µg/mL, yang menunjukkan peningkatan efikasi sitotoksik lebih dari empat kali lipat. Integrasi NE-Kur-Kit ke dalam sistem JMt berbasis AH, PVA, dan CMC menghasilkan JMt dengan karakteristik fisik yang baik, namun JMt berbasis CMC menunjukkan sifat mekanik paling rendah dibandingkan dengan AH dan PVA, sehingga berpotensi membatasi kemampuan penetrasinya. Uji permeasi ex vivo menunjukkan bahwa JMt berbasis AH memberikan kinerja paling optimal, dengan permeasi kurkumin sebesar 59,74% pada pH 7,4 dan meningkat menjadi 86,11% pada pH 5,4 dalam waktu 7 jam, sedangkan JMt berbasis PVA menunjukkan permeasi yang lebih rendah, yaitu 17,71% (pH 7,4) dan 34,58% (pH 5,4). Perbedaan ini berhubungan dengan sifat AH yang lebih higroskopis dan amorf yang mempercepat disolusi JMt dan difusi obat, sementara struktur semi-kristalin PVA lebih resisten terhadap penetrasi air sehingga pelepasan dan permeasi berlangsung lebih lambat dan terkontrol. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi sistem nanoemulsi kurkumin berlapis kitosan yang responsif terhadap pH dengan JMt berbasis polimer, serta evaluasi sistematis aktivitas sitotoksiknya terhadap sel MCF-7. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah penting dalam pengembangan sistem penghantaran obat transdermal yang cerdas, terarah, dan noninvasif untuk terapi kanker serta membuka peluang pengembangan lanjutan menuju aplikasi praklinik dan klinis. Kata kunci: kurkumin, nanoemulsi, jarum mikro terlarut, penghantaran transdermal, sel MCF-7, kitosan, sistem pH responsif

2026
👤 Penulis: Winda Trisna Wulandari
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENENTUAN BEDA TINGGI GEODETIK MENGGUNAKAN GPS UNTUKPENENTUAN TINGGI ORTHOMETRIK

Hingga saat ini, ketelitian komponen vertikal dari penentuan posisi menggunakan GPS tidak sebaik komponen horisontalnya yang diakibatkan oleh bias dan kesalahan yang ada. Untuk memperoleh komponen vertikal (tinggi geodetik) yang memiliki kualitas yang baik pada penentuan posisi menggunakan GPS, maka bias dan kesalahan yang ada harus dapat tereduksi secara optimal. Untuk dapat mereduksi bias dan kesalahan yang ada dapat dilakukan dengan melakukan metoda pengamatan dan metoda pengolahan data yang baik. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data menggunakan metoda GPS diferensial moda radial dari satu titik ikat. Pengolahan data dilakukan secara “single baseline” menggunakan perangkat lunak Bernese 5.0 dan TGO 1.62 dengan melakukan pengoreksian serta pengestimasian bias dan kesalahan secara optimal sesuai dengan kemampuan algoritma pengolahan data yang digunakan. Data yang digunakan adalah data dalam fungsi baseline dan lama pengamatan, sehingga dari pengolahan data dapat dihasilkan nilai beda tinggi geodetik dalam variasi spasial dan temporal. Dari hasil pengolahan data, semakin pendek baseline pengamatan dan semakin lama pengamatan, maka kualitas nilai beda tinggi geodetik akan semakin baik dilihat dari variasi nilai beda tinggi geodetik. Pada baseline pengamatan yang lebih panjang dengan lama pengamatan yang lebih pendek dihasilkan kualitas beda tinggi geodetik yang kurang baik. Hal ini disebabkan karena bias dan kesalahan seperti bias troposfir, kesalahan orbit, multipath, dan lainnya tidak dapat tereduksi dengan optimal. Dari bias dan kesalahan tersebut, bias troposfer memberikan dampak yang lebih dominan karena belum dapat tereduksi secara optimal. Dilihat dari segi perangkat lunak yang digunakan, perangkat lunak Bernese 5.0 memberikan kualitas tinggi geodetik yang lebih baik daripada penggunaan perangkat lunak TGO 1.62

2026
👤 Penulis: Angga Trysa Yuherdha
🏷️ Geodesi 🏷️ Analisis Gps 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 147 dari 6754
💬