📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenSTUDI PENAMBAHAN BIJIH SAPROLIT UNTUK NETRALISASI ASAM DI PROSES RECYCLE LEACHING PADA LARUTAN ARTIFISIAL HASIL PELINDIAN PRODUK HIGH PRESSURE ACID LEACHING (HPAL)
High-pressure acid leaching (HPAL) merupakan proses pengolahan bijih laterit tipe limonit secara hidrometalurgi yang paling banyak diadopsi secara global. Proses ini memanfaatkan asam sulfat untuk melindi logam pada suhu dan tekanan tinggi (240–270 °C, 33–55 atm) untuk melarutkan nikel dan kobalt dari bijih limonit. Namun, proses HPAL memiliki kekurangan, yaitu besarnya volume limbah padat yang dihasilkan. Untuk setiap ton nikel yang diproduksi, diperkirakan 1,4– 1,6 ton limbah juga dihasilkan. Untuk mengatasi tantangan ini, dilakukan penelitian untuk menguji kemampuan bijih saprolit sebagai agen netralisasi pada proses yang disebut recycle leaching dimana saprolit ditambahkan ke larutan hasil pelindian (pregnant leach solution, PLS) HPAL yang masih mengandung asam bebas. Proses ini mampu menetralkan asam dan sekaligus melarutkan nikel tambahan dari saprolit tanpa memerlukan penambahan asam baru sehingga berpotensi untuk mengurangi penggunaan reagen netralisasi umum seperti kapur dan batu kapur yang berpotensi mengurangi volume limbah padat yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu preparasi, percobaan pendahuluan, dan percobaan utama. Pada tahap pendahuluan, desain percobaan menggunakan metode design of experiment (DoE) full factorial 2³ dengan dua replikasi untuk mengidentifikasi kontribusi masing-masing faktor terhadap konsentrasi asam bebas. Percobaan utama kemudian dirancang menggunakan metode Taguchi Orthogonal Array L? dengan dua replikasi untuk menentukan kondisi optimum. Pelindian dilakukan pada PLS artifisial produk HPAL dalam reaktor leher tiga pada temperatur 95 °C dengan pengadukan 400 rpm. Konsentrasi asam bebas dianalisis menggunakan metode titrasi asam-basa dengan NaOH 0,2 N, sedangkan kadar logam yang terlarut dianalisis menggunakan atomic absorption spectroscopy (AAS). Setelah kondisi optimum ditemukan, dilakukan percobaan lanjutan untuk menentukan persen ekstraksi logam dan kinetika pelindian pada kondisi optimum. Hasil percobaan menunjukkan bahwa rasio bijih/H2SO4 memberikan kontribusi tertinggi (76,88 %) terhadap penurunan konsentrasi asam bebas, diikuti oleh rasio S/L slurry (15,91 %) dan waktu pelindian (4,52 %). Konsentrasi asam bebas minimum dicapai pada kondisi optimum dengan rasio bijih/H2SO4 1,7 pada rasio S/L 0,43 g/mL dengan waktu pelindian 7 jam dimana diperoleh penurunan konsentrasi asam bebas dari 60 g/L menjadi sekitar 13,6 g/L. Persen ekstraksi logam pada kondisi optimum recycle leaching menunjukkan bahwa magnesium mengalami pelindian paling tinggi, mencapai sekitar 45,10 %, diikuti kobalt sebesar 37,76 %, besi sebesar 34,54 %, dan nikel 21,90 %.
INVENTARISASI POTENSI REGENERAN ALAMI PADA AREAL TERINVASI CALLIANDRA SPP. DI KAWASAN BLOK CINANJUNG HUTAN PENDIDIKAN GUNUNG GEULIS ITB, PROVINSI JAWA BARAT
KHDTK Gunung Geulis merupakan hutan lindung yang berfungsi sebagai penyangga sistem hidrologi dan kesuburan tanah. Namun, keberadaan kaliandra (Calliandra spp.) yang bersifat invasif di Blok Cinanjung mengancam keberlanjutan vegetasi asli. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi vegetasi yang terinvasi Calliandra spp. serta mengidentifikasi spesies pohon dan anakan alam di area tersebut. Penelitian dilakukan pada April–Agustus 2025 menggunakan 10 Plot Sampel Permanen (PSP) masing-masing berukuran 20 x 20 m atau dengan total luas amatan 0,4 ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Calliandra spp. mendominasi area dengan rata-rata tutupan mencapai 71%. Inventarisasi menemukan 9 spesies anakan alam, di antaranya Puspa (Schima wallichii), Tisuk (Hibiscus macrophyllus), dan Mahoni (Swietenia macrophylla), dengan rata-rata kerapatan 0,71 individu/m². Meski potensi regenerasi alami masuk kategori sedang, keberadaan pohon dewasa (DBH > 10 cm) sangat terbatas dan hanya ditemukan pada 6 dari 10 plot dengan rata-rata DBH 26 cm. Kondisi ini menunjukkan struktur tegakan yang jarang, di mana dominansi kaliandra menghambat pertumbuhan jenis lokal. Penelitian menyimpulkan bahwa invasi kaliandra mengancam suksesi alami di Gunung Geulis. Diperlukan tindakan pengendalian berupa penebangan selektif, restorasi vegetasi asli secara bertahap, serta pemantauan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas ekosistem.
KONTRIBUSI MANFAAT HIDROLOGI KAWASAN KONSERVASI TAMAN HUTAN RAYA IR. H. DJUANDA DALAM KELAYAKAN FINANSIAL PERUMDA TIRTA WENING
Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda merupakan infrastruktur alami yang menjaga kualitas dan kontinuitas air baku bagi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Bandung. Di sisi hilir, tingginya Non-Revenue Water (NRW) di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pakar menurunkan volume air tertagih dan berpotensi menekan kinerja finansial Perumda Tirta Wening. Penelitian ini bertujuan: (1) memetakan keterkaitan spasial hulu–hilir melalui Daerah Tangkap Air (DTA) Tahura dan Daerah Pelayanan Air (DPA) Perumda; (2) mengidentifikasi mekanisme kelembagaan kompensasi pemanfaatan air baku; dan (3) menilai kelayakan finansial program penurunan NRW dan peningkatan pelayanan IPA Pakar. Metode yang digunakan meliputi analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk delineasi DTA-DPA, analisis deskriptif untuk kelembagaan, analisis kelayakan finansial menggunakan NPV, IRR, BCR, dan Payback Period pada horizon 15 tahun (t0 2025; t1-t15 2026-2040) dengan social discount rate 7% dan analisis sensitivitas pada parameter kunci. Investasi yang dianalisis mencakup pembentukan DMA, pengembangan jaringan, smart water meter, dan pengendalian NRW dengan total CAPEX Rp224.956.514.036. Hasil menunjukkan proyek layak pada skenario dasar dengan NPV Rp38.137.783.635, IRR 8,61%, BCR 1,03, dan payback 9 tahun, namun memiliki margin of safety yang sempit dan sensitif terhadap pencapaian target NRW. Secara kelembagaan, mekanisme moneter utama adalah pembayaran BJPSDA kepada Perum Jasa Tirta II, sedangkan dukungan terhadap Tahura bersifat programatik non-finansial. Penelitian ini menegaskan perlunya implementasi penurunan NRW berbasis tahapan, pengendalian OPEX, serta penguatan tata kelola hulu-hilir untuk menjaga keandalan layanan dan keberlanjutan finansial utilitas.
CALCIUM REMOVAL FROM LI-RICH GEOTHERMAL BRINE USING ION EXCHANGE RESIN: DYNAMICS MODELING AND PREDICTIVE MACHINE LEARNING INSIGHTS
Lithium extraction from geothermal brines is challenging due to the high concentrations of competing cations—particularly sodium, potassium, and calcium—as well as elevated operating temperatures. Ion-exchange resins represent a sustainable alternative; however, the performance of commercial resins for selective lithium recovery from such brines remains insufficiently explored. In this thesis, a weakly acidic cation-exchange resin, Lewatit MDS TP 208 (LIXR), was investigated with a focus on its preferential adsorption of calcium over lithium. Kinetic studies conducted using lithium solutions prepared in distilled water confirmed a chemically controlled ion-exchange mechanism, with the adsorption behavior following a pseudo-second-order kinetic model. Adsorption isotherms were evaluated using four models—Langmuir, Freundlich, Temkin, and Radushkevich—revealing that the Langmuir model provided the best fit, with a maximum adsorption capacity of approximately 8.83 mg-Li/g-resin. Subsequently, fixed-bed adsorption experiments were designed using a Central Composite Design (CCD), considering four operational variables: temperature, flow rate, initial lithium concentration, and bed height. Dynamic lithium adsorption behavior was analyzed using the Adams–Bohart, Yan, Yoon–Nelson, and Thomas models, with the Thomas model exhibiting the best match with experimental data (R² = 0.999). The calculation results showed the adsorption capacity of the LIXR of 40 mg g-1. In parallel, machine-learning models were developed to predict calcium adsorption capacity and lithium retention time prior to desorption. SHapley Additive exPlanations (SHAP) analysis identified the initial lithium concentration as the most influential parameter, in agreement with Response Surface Methodology (RSM) results. Overall, the combined experimental and predictive analyses demonstrate the potential of LIXR to enhance calcium–lithium separation, providing a strong foundation for more efficient and greener lithium extraction from geothermal brines.
PENENTUAN DESKRIPTOR MOLEKUL SENYAWA TURUNAN 2-ANILINOPIRIMIDIN YANG BERPENGARUH TERHADAP AKTIVITAS INHIBISI FOKAL ADESI KINASE
Kanker ovarium menempati peringkat ke-3 sebagai penyebab kematian akibat kanker. Salah satu penyebabnya adalah resistensi sel kanker terhadap pengobatan kemoterapi yang ada, sehingga dibutuhkan pengembangan obat. Aktivitas Fokal Adesi Kinase (FAK) yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi sel kanker terhadap terapi yang dijalani. Sebuah studi menunjukkan potensi turunan 2-anilinopirimidin sebagai inhibitor FAK. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan model Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA) untuk mengidentifikasi parameter fisikokimia yang berperan dalam aktivitas penghambatan terhadap FAK, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengembangan senyawa turunan 2-anilinopirimidin baru dengan nilai IC50 yang lebih baik. Sebanyak 45 senyawa turunan 2-anilinopirimidin dimodelkan dalam bentuk struktur tiga dimensi, kemudian dioptimasi dengan metode Density Functional Theory (DFT) dengan pendekatan fungsi B3LYP dan basis set 6-31G, dan dihitung nilai deskriptor molekulnya dengan menggunakan beberapa perangkat lunak. Data senyawa yang diperoleh dibagi menjadi training set dan test set. Model dibangun dengan training set menggunakan regresi multilinier dan divalidasi secara internal. Tidak ada model akhir yang diperoleh dari penelitian ini karena belum memenuhi seluruh kriteria, akan tetapi, berdasarkan hasil analisis deskriptor pada model yang dihasilkan, deskriptor LogS, Rotbonds, TPSA, HBA, momen dipol, dan polarisabilitas adalah deskriptor-deskriptor yang memberikan pengaruh terhadap aktivitas inhibisi FAK.
ANALISIS WAWASAN KONSUMEN PRIA GEN Z UNTUK MERUMUSKAN STRATEGI PERTUMBUHAN BISNIS: STUDI PADA SILVERMACY DENGAN KERANGKA KERJA MATRIKS ANSOFF
Industri perhiasan di Bandung dipengaruhi oleh pola konsumsi Gen Z pria yang berubah dengan cepat, menciptakan ketidakpastian strategis bagi merek-merek yang berfokus pada Gen Z seperti Silvermacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi wawasan konsumen Gen Z laki-laki sebagai dasar penentuan strategi pertumbuhan menggunakan Matriks Ansoff dan merumuskan solusi bisnis untuk Silvermacy. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui kuesioner daring yang dibagikan kepada 121 responden Gen Z laki-laki berusia 18-28 tahun di perkotaan Bandung (N=121). Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan nilai indeks. Temuan menunjukkan bahwa indeks sumbu produk mencapai 79,53%, yang berada di bawah ambang batas 80%, menunjukkan arah kemiringan produk baru. Sementara itu, 72,73% responden lebih memilih untuk tetap berada di pasar yang ada, yang mengarah pada pemetaan strategis menuju Pengembangan Produk. Hasil ini menyiratkan bahwa Silvermacy harus memprioritaskan inovasi produk yang selaras dengan preferensi Gen Z pria sambil memastikan kesiapan internal sebelum menjalankan strategi pengembangan produk.
RECOMMENDATIONS AND DEVELOPMENT OF REGULATORY FRAMEWORKS FOR THE CERTIFICATION OF ELECTRIC PROPULSION SYSTEMS IN ADVANCED AIR MOBILITY AIRCRAFT IN INDONESIA
The rapid development of Advanced Air Mobility (AAM) technologies has prompted Indonesia's Directorate General of Civil Aviation (DGCA) to develop a robust national certification framework. This study identifies regulatory requirements for Electric Propulsion Systems (EPS) by benchmarking Indonesian regulations against certification frameworks established by EASA and FAA. In addition, a Functional Hazard Assessment (FHA) is conducted to evaluate potential EPS failure modes in lift-and-cruise eVTOL aircraft. The analysis indicates that AAM certification requirements depend on the architecture of the electric propulsion system and the intended operational scenarios. It also reveals regulatory gaps related to high-voltage electrical hazards, battery thermal runaway, distributed propulsion architectures, and cascade failure mechanisms. The FHA results show that failures such as loss of vertical thrust and energy system failures have high safety criticality, requiring stringent safety and reliability requirements at both aircraft and system levels. Based on these findings, this study recommends the adoption or harmonization with EASA SC-VTOL and SC E-19 or FAA AC 21.17-4 as interim references to support the safe integration of AAM certification in Indonesia.
PENGARUH PERSEPSI KELANGKAAN DAN PERSEPSI KEBUTUHAN MENDESAK TERHADAP PERILAKU PENGABAIAN KERANJANG BELANJA DI E-COMMERCE: BUKTI DARI PENGGUNA SHOPEE
Pengabaian keranjang belanja tetap menjadi isu kritis dalam e-commerce, yang mencerminkan kesenjangan antara minat pembelian konsumen dan penyelesaian transaksi. Isyarat promosi seperti kelangkaan dan kebutuhan mendesak banyak tertanam dalam platform digital untuk memengaruhi pengambilan keputusan konsumen. Namun, bukti empiris yang meneliti pengaruh langsungnya terhadap perilaku pengabaian keranjang belanja masih terbatas. Studi ini menyelidiki pengaruh persepsi kelangkaan dan persepsi kebutuhan mendesak terhadap perilaku pengabaian keranjang belanja di kalangan pengguna Shopee. Penelitian ini mengadopsi desain penjelasan kuantitatif menggunakan survei lintas sektoral terhadap 223 responden yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah melakukan uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Temuan menunjukkan bahwa baik persepsi kelangkaan maupun persepsi kebutuhan mendesak secara signifikan memengaruhi perilaku pengabaian keranjang belanja, dengan kebutuhan mendesak menunjukkan pengaruh yang lebih kuat. Model ini menjelaskan sebagian besar varians dalam pengabaian keranjang belanja, menunjukkan bahwa persepsi isyarat promosi memainkan peran penting dalam membentuk hasil transaksi. Studi ini memperluas penelitian isyarat promosi dari niat pembelian ke perilaku pembayaran aktual dan memberikan wawasan praktis untuk mengoptimalkan strategi promosi digital.
PERANCANGAN INSTRUMEN EVALUASI PELATIHAN DI PT GLOBAL RELIANCE INTERNATIONAL
Dewasa ini perkembangan industri pangan semakin meningkat yang ditandai dengan banyaknya terobosan dan inovasi baru yang memanfaatkan kemajuan teknologi. Tentunya perusahaan dituntut untuk dapat memenuhi berbagai sertifikikasi yang dibutuhkan serta penguasaan standar manajemen lainnya bagi setiap karyawannya. PT GRI adalah perusahaan konsultan jasa bisnis yang menyediakan berbagai program pelayanan seperti pelatihan dan edukasi, konsultasi, audit dan inspeksi, serta pendampingan untuk membantu perusahaan klien mencapai tujuannya. Dengan peranan penting tersebut, PT GRI harus memiliki kualitas pelayanan tinggi untuk setiap jasa bisnis yang ditawarkan. Peningkatan kualitas pelayanan dilakukan salah satunya dengan mengevaluasi program pelatihan, untuk itu dibutuhkan instrumen evaluasi sebagai salah satu alat pengukuran efektivitas pelatihan. Dalam penelitian ini, penulis akan merancang instrumen evaluasi pelatihan menggunakan pendekatan model evaluasi Kirkpatrick yang memiliki 4 (empat) tingkatan atau level yaitu reaction, learning, behavior, dan result. Pemilihan model ini didasarkan pada kerincian dalam setiap tingkatan yang dilakukan sampai implementasi dampak pelatihan tersebut. Adapun program yang diukur adalah program best seller dari PT GRI. Penelitian dimulai dengan studi pendahuluan pada objek penelitian untuk mengidentifikasi isu awal, kemudian studi literatur untuk menambah wawasan tentang topik terkait, berikutnya perumusan masalah serta penetapan tujuan, batasan dan asumsi penelitian. Kemudian melakukan studi literatur selanjutnya untuk penyusunan dasar teori yang digunakan, dan terakhir menentukan metodologi penelitian serta jadwal penelitian.
KAJIAN INTERLEUKIN 18 (IL-18) SEBAGAI BIOMARKER PREDIKTOR PENYAKIT KARDIOVASKULAR DAN PENGEMBANGAN KIT LATERAL FLOW ASSAY (LFA) UNTUK DETEKSI IL-18
Penyakit kardiovaskular (PKV) merupakan penyebab kematian tertinggi secara global, termasuk di Indonesia. Upaya deteksi risiko sejak fase pra-klinis menjadi kebutuhan mendesak karena biomarker konvensional seperti troponin I hanya memberikan informasi pada tahap nekrosis miokard dan tidak mampu mengidentifikasi risiko sebelum kejadian akut. Interleukin-18 (IL-18), sitokin proinflamasi yang dihasilkan melalui jalur aktivasi NLRP3 inflammasome, terlibat aktif dalam proses ateroinflamasi dan destabilisasi plak aterosklerotik, sehingga berpotensi menjadi penanda biologis yang menghubungkan fase inflamasi subklinis dengan progresi menuju sindrom koroner akut (SKA). Penelitian ini bertujuan: menilai peran IL-18 sebagai biomarker prediktif pada subjek berisiko kardiovaskular dan pasien SKA, membandingkan profil diskriminatifnya terhadap hs-CRP dan troponin I, dan mengembangkan serta memverifikasi prototipe kit diagnostik cepat berbasis Lateral Flow Assay (LFA) untuk deteksi IL-18 sesuai prinsip Point-of-Care Testing (POCT). Studi menggunakan rancangan potong-lintang deskriptif-analitik pada 68 subjek yang dikelompokkan menjadi tiga kategori: normal, minimal satu faktor risiko kardiovaskular, dan terdiagnosis SKA. Parameter klinis meliputi tekanan darah, indeks massa tubuh, profil lipid, dan kadar glukosa sewaktu. Parameter biomarker hs-CRP, troponin I, dan IL-18 yang diukur menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Pengembangan LFA mengikuti format sandwich immunoassay dengan antibodi detektor terkonjugasi partikel emas (AuNP) pada conjugate-pad dan antibodi penangkap pada test-line, dengan membran nitroselulosa CN140 sebagai media aliran. Hasil analisis menunjukkan gradien biologis yang konsisten dan bermakna secara statistik (Kruskal-Wallis, p < 0,001): kadar IL-18 paling rendah pada kelompok normal, meningkat pada kelompok faktor risiko, dan tertinggi pada kelompok SKA. Pola bertingkat ini menjadikan IL-18 satu-satunya biomarker dalam studi ini yang mampu membedakan kelompok faktor risiko dari kelompok normal kemampuan yang tidak dimiliki hs-CRP maupun troponin I. Prototipe LFA IL-18 ii memperlihatkan spesifisitas yang memadai tanpa sinyal palsu pada uji blanko dan kontrol negatif, dengan limit of detection (LoD) 100 ng/mL pada matriks running buffer dan 300 ng/mL pada matriks serum (pengenceran 1:5), serta kemampuan deteksi semi kuantitatif hingga ~700 ng/mL. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi tiga pendekatan dalam satu kerangka kerja: konfirmasi klinis lintas spektrum risiko kardiovaskular, kajian interaksi molekuler IL-18 dengan antibodi secara in silico melalui molecular docking, serta perakitan prototipe LFA IL-18 berskala laboratorium. Temuan ini memperkuat basis bukti ilmiah tentang IL-18 pada populasi Indonesia dan meletakkan dasar bagi pengembangan alat skrining kardiovaskular yang cepat, spesifik, dan terjangkau.
SIMULASI SKALA CORE INJEKSI CO2: MENGOPTIMALKAN ENHANCED OIL RECOVERY DAN EFISIENSI PENYIMPANAN KARBON MELALUI SENSITIVITAS LAJU INJEKSI
Geological carbon sequestration in depleted reservoirs is considered one of the most effective strategies for reducing anthropogenic greenhouse gas emissions. A critical mechanism in this process is the interaction between injected CO2 and reservoir brine, specifically solubility trapping, where CO2 dissolves into the aqueous phase, increasing brine density and enhancing storage security. This study utilizes a compositional reservoir simulator (CMG GEM) to investigate the hydrodynamic and thermodynamic behaviour of CO2-Brine interactions in a 1-Dimensional coreflood model. The primary objective is to evaluate the co-optimization of Enhanced Oil Recovery (EOR) and Carbon Storage across six continuous CO2 injection rate scenarios (0.1 to 1.0 ft3/day). The simulation results demonstrate that injection flow kinetics dictate a critical trade-off between rapid fluid displacement and storage efficiency. Following a baseline waterflood recovery of 52.75%, all tertiary CO2 injection scenarios successfully mobilized residual oil via viscosity reduction and swelling. However, the High-Rate scenario (Rate 1.0) induced a rapid displacement front and premature gas breakthrough at Day 1.208. The reduced fluid residence time hindered CO2 dissolution, plummeting the Storage Efficiency to a mere 16.67%. Conversely, the Low-Rate scenario (Rate 0.1) maintained a uniform, piston-like displacement front. This extended residence time significantly delayed breakthrough (> 3.0 Days), maximized the CO2 mole fraction in the aqueous phase, and increased the brine mass density to ~67 lb/ft3. Consequently, the optimal interaction achieved an outstanding Storage Efficiency of 97.50%. This study concludes that optimizing the injection rate is paramount to maximize solubility trapping, prevent early gas escape, and ensure secure, long-term carbon sequestration.
“EKSPRESI RAHWANA” DALAM DIRI MANUSIA SEBAGAI REFLEKSI KEKACAUAN DAN KETERATURAN
Kesenian tradisi kerap terikat dengan mitos, seperti narasi Ramayana yang dituangkan dalam pertunjukan wayang purwa. Rahwana sebagai tokoh antagonis dalam epos ini merupakan manifestasi dari kekacauan kosmos sebagai oposisi kosmik dari protagonisnya. Amarah, salah satu sifat dalam dasamuka Rahwana, dipilih secara spesifik untuk menggambarkan kekacauan secara ekspresif. Demi mengembalikan keseimbangan kosmos, konsep seni musik gamelan berupa laras diadaptasi ke bentuk seni rupa untuk merespon chaos dalam karya lukis. Seni tradisi wayang purwa menjadi penghubung paradoks kekacauan Rahwana dengan keselarasan gamelan. Metode pembuatan karya menggunakan pendekatan Ekspresionisme cat minyak dengan teknik pisau palet dan konsep laras gamelan dalam karawitan. Teknik grattage dari aliran Surealis, ditarik mundur oleh seniman ke idiom Ekspresionisme dalam menggunakan pisau palet sebagai metode pengolahan ekspresi atau emosi intens dari alam bawah sadarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengekspresikan tentang mitos Rahwana berdasarkan alam bawah sadar seniman sebagai refleksi yang disampaikan melalui media seni lukis. Selain itu, karya ini diharapkan dapat menghadirkan bentuk ekspresi dari kekacauan dan keteraturan secara bersamaan dalam karya lukis ekspresif. Adapun hasil capaian dari proyek akhir ini berupa karya seni lukis yang merefleksikan kekacauan dan keteraturan berdasarkan bentuk wajah Rahwana dari alam bawah sadar, sebagai wujud “ekspresi Rahwana” dari dalam diri manusia.
ANALISIS POLA SPASIAL KENYAMANAN LINGKUNGAN PERKOTAAN DENGAN PENDEKATAN XAI DAN BERBASIS DATA TERBUKA (STUDI KASUS KOTA BANDUNG)
Urbanisasi dan perubahan iklim meningkatkan ketidaknyamanan lingkungan perkotaan di kota-kota negara berkembang seperti Indonesia, termasuk Kota Bandung. Kajian kenyamanan kota di Indonesia masih didominasi oleh pendekatan dimensi kenyamanan termal dengan infrastruktur data yang terbatas. Penelitian ini mengembangkan Indeks Kenyamanan Lingkungan Perkotaan (Urban Environmental Comfort Indeks/UECI) guna mengidentifikasi pola spasial kenyamanan multidimensi dan menganalisis faktor pendorongnya yang terkait morfologi kota dengan pendekatan Explainable Artificial Intelligence (XAI) berbasis open-source data. UECI disusun sebagai indeks komposit nonkompensatori menggunakan metode Mazziotta–Pareto Index yang mengintegrasikan dimensi termal, kualitas udara, visual, dan persepsi kenyamanan. Untuk memodelkan faktor pendorong, penelitian ini membandingkan model Random Forest dengan model GraphSAGE yang merepresentasikan hubungan spasial dan bentuk kota dalam struktur graf. Hasil pemetaan menunjukkan tipologi kenyamanan yang jelas, di mana kawasan relatif nyaman terkonsentrasi di bagian utara dan timur yang lebih hijau dan berkepadatan bangunan lebih rendah, sedangkan kawasan tidak nyaman dan kritis didominasi oleh koridor permukima dan komersial padat di bagian selatan dan barat. Model GraphSAGE mencapai akurasi sekitar 62% dan melampaui Random Forest dan menegaskan pentingnya konteks spasial dalam memprediksi kenyamanan. Analisis XAI dengan SHAP mengungkapkan bahwa kepadatan dan ketinggian bangunan, jarak ke jalan arteri dan kolektor, kedekatan terhadap badan air, serta intensitas aktivitas komersial berinteraksi secara non-linear, sehingga menuntut strategi penataan ruang adaptif yang sensitif terhadap tipologi kawasan untuk meningkatkan kenyamanan lingkungan perkotaan.
STUDI FURNITUR HEMAT RUANG PADA HUNIAN SEMPIT DI JAKARTA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PENGHUNI
Seiring dengan perkembangan ekonomi Indonesia, berkembanglah juga populasi Indonesia (BPS Sulawesi Utara, 2022). Dengan bertambahnya populasi, maka kebutuhan hunian juga akan terus bertambah. Namun, dengan bertambahnya hunian, maka ruang yang ada untuk hunian juga akan berkurang. Maka dari itu, hunian di Indonesia perlu dibuat lebih padat, namun tanpa mengurangi kualitas hidup. Untuk membantu dalam hal tersebut, Indonesia perlu menggunakan furnitur hemat ruang (space saving furniture) pada skala yang cukup luas untuk mengantisipasi kekurangan ruang yang akan terjadi karena bertambahnya populasi. Namun, furnitur hemat ruang masih belum sering digunakan pada hunian di Indonesia. Penelitian ini akan bertujuan untuk mengetahui alasan dari kurangnya penggunaan furnitur penghemat ruang, dari sisi finansial, budaya, dan estetik, serta memberikan rekomendasi dalam bentuk contoh desain furnitur hemat ruang yang disesuaikan dengan keperluan hunian Indonesia.
LAB KEKAYAAN INTELEKTUAL BERBASIS KARAKTER JAKARTA
Manusia memiliki kecenderungan untuk mencari pengetahuan melalui cerita. Cerita tidak hanya berfungsi sebagai media penyampai pesan, tetapi juga instrumen emosional yang mampu melibatkan otak secara lebih mendalam dibandingkan sekadar data faktual. Dalam ekosistem industri kreatif modern, satu narasi pusat kini dapat bertransformasi menjadi berbagai cabang karya melalui strategi transmedia yang melibatkan media gambar, teks, audio, hingga video. Fenomena ini memosisikan cerita sebagai aset yang dapat diproteksi dan dikomersialkan dalam bentuk Kekayaan Intelektual atau Intellectual Property (IP). Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (2025) telah menegaskan potensi IP sebagai pendorong utama ekonomi nasional, dan diharapkan mampu memperkuat identitas bangsa di kancah global. Hanya saja, industri berbasis IP di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan infrastruktur fisik dan TIK, rendahnya literasi manajemen Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga minimnya akses pembiayaan dan koneksi antarstudio (Andrian et al., 2021). Meskipun kajian mengenai IP mulai meningkat, masih terdapat kesenjangan besar dalam ketersediaan fasilitas fisik yang mampu menjembatani beragam kebutuhan pengembangan produk IP berbasis karakter secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah fasilitas yang mampu mengkurasi, memproduksi, serta mendistribusikan IP berbasis karakter secara berkelanjutan. Fasilitas ini dirancang untuk menjadi wadah bagi para kreator yang telah memiliki pondasi konsep (pitch bible) agar siap memasuki tahap produksi dan komersialisasi. Melalui perancangan Jakarta Character-Based Intellectual Property Lab, diharapkan tercipta sebuah ekosistem yang mampu mengakselerasi potensi kreatif menjadi aset ekonomi yang berdaya saing global, sekaligus menjadi solusi atas ketimpangan infrastruktur pendukung industri IP di Indonesia. Kata Kunci: Intellectual Property (IP), Karakter, Cerita, Jakarta IP Lab, Ekonomi Kreatif.